Friday, September 14, 2012

Ayin Gimel 5773, Masehi 2013 & Puncak Penyesatan

Nampaknya bukan kebetulan apabila berdasarkan strong's concordance bahasa Ibrani menunjukkan bahwa angka 5773 merujuk kepada kata ivim atau avah yang artinya gangguan atau kekacauan (atas jiwa / pikiran seseorang). Kata ivim digunakan dalam sebuah ayat di Yesaya 19:14, "TUHAN telah mencurahkan di antara mereka suatu roh kekacauan, dan mereka memusingkan Mesir dalam segala usahanya, sehingga seperti seorang mabuk yang pusing waktu muntah-muntah." Jadi kekacauan yang dimaksud memiliki dampak yang begitu besar hingga banyak hal terjadi jauh di luar prediksi maupun perencanaan manusia, kejutan demi kejutan negatif akan terus menerus bergulir. 

Melihat tantangan di tahun berikutnya (Yahudi 5773 dan Masehi 2013), tidak kebetulan Tuhan mencanangkan Ayin Gimel bagi umat-Nya. Banyak yang berpikir bahwa Gimel itu sama dengan unta, padahal tidak demikian. Namun kata unta (yang dalam bahasa Inggris disebut camel) itu memang diambil atau senada dengan kata Gimel, sedangkan jika kita memperhatikan bentuk huruf Gimel itu menggambarkan seperti kaki yang melangkah namun ujung atasnya menghadap ke atas. Jadi yang Tuhan kehendaki untuk menghadapi tantangan di tahun depan adalah supaya kita terus melangkah, tidak berhenti dan sambil melihat kepada-Nya untuk mengatasi setiap gangguan dan penyesatan yang semakin memuncak. Terus melangkah bahkan terbang, tentu saja bukan seperti unta, namun sebagai rajawali-rajawali muda yang perkasa.

Puncak Penyesatan Si Ular Tua

Pertobatan terbesar (the great revival) harus terjadi sebelum Kedatangan Yang Ke-2, sama seperti pertobatan pertama terjadi sepuluh hari setelah Kenaikan Tuhan Yesus (saat Pentakosta, ketika Roh Kudus pertama kali dicurahkan). Demikian pula Puncak Penyesatan harus terjadi sebelum Akhir Zaman ini, sama seperti penyesatan pertama Si Ular Tua terhadap Hawa & Adam di Awal Zaman. Puncak Penyesatan ini untuk menguji umat-Nya sebagai Mempelai-Nya sebelum Pengangkatan itu terjadi. 

Apakah kita sanggup menghadapi Puncak Penyesatan nanti? Dan seperti apakah Puncak Penyesatan itu? Coba simak penjelasan berikut; Kristus disebut sebagai Adam ke-2 dan persamaan antara Kristus dengan Adam sebelum jatuh ke dalam dosa adalah bahwa keduanya memiliki tujuh Roh Allah yang lengkap dan sempurna. Kesempurnaan Adam saat itu menyebabkan Iblis tidak mau berhadapan langsung dengan Adam, melainkan dengan mendatangi Hawa dalam rupa ular.

Mengapa rupa ular yang dipakai? Kata Serafim dalam Yesaya 6:2, "Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang," memiliki arti ular terbang berapi (fiery flying snake). Keberadaan Serafim adalah semacam rombongan voorjider pembuka jalan sebelum seorang Presiden atau seorang pejabat tinggi datang. Jadi saat itu Hawa mengira bahwa Iblis dalam rupa ular adalah utusan yang mendahului Tuhan, pihak yang baik dan tanpa sadar Hawa menanggapi Iblis dan membuka celah. 

Tahun Ayin Gimel juga menandakan bahwa kita akan memasuki dari pemulihan kepada keutuhan, dari perjalanan di padang gurun masuk menuju Tanah Perjanjian. Dan saat kita memasuki Tanah Perjanjian, ada begitu banyak musuh yang harus ditaklukkan. Setelah menaklukkan Yerikho dan Ai, maka musuh yang ke-3 adalah Gibeon. Dan Gibeon yang secara fisik dan kekuatan jauh di bawah bangsa Israel, namun mereka menggunakan akal muslihat seperti ular untuk mengelabui umat Tuhan. "Tetapi ketika terdengar kepada penduduk negeri Gibeon apa yang dilakukan Yosua terhadap Yerikho dan Ai, maka merekapun bertindak dengan memakai akal: ... " - Yosua 9:3-4. Suara Roh Tuhan akan semakin lembut, namun pernyataan Iblis akan semakin nyata sehingga tipu muslihat Iblis begitu mudah dianggap sebagai kebenaran sedangkan peringatan Tuhan begitu sulit dipercaya karena kita cenderung untuk ingin mengerti terlebih dahulu untuk bisa percaya.

Jadi Puncak Penyesatan itu akan terjadi begitu halus, begitu masuk akal, hampir sulit untuk dibedakan kecuali kita terus perhadapkan segala perkara kepada Tuhan. Akan ada banyak berkat, banyak kesempatan untuk naik, banyak peluang yang kelihatan menjanjikan yang akan ditawarkan kepada kita, namun tidak semuanya itu adalah bagian kita. Mentalitas raja Uzia akan banyak terungkap dan akhirnya menjerat begitu banyak anak Tuhan karena merasa layak, merasa tinggi dan sebagainya sehingga lupa bahwa semuanya hanya karena anugerah. Orang-orang seperti Uzia inilah yang akhirnya berlaku fasik hingga melanggar covenant dengan Tuhan, yang menjadi sasaran empuk Si Penyesat hingga menjadi kecewa, menolak Tuhan dan murtad. "Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak." - Daniel 11:32.

2013, Yang Ke-13 & Ular

Berdasarkan strong's concordance bahasa Ibrani yang sama, angka 13 merujuk kepada kata obdan yang artinya kerusakan (destruction) atau kebinasaan (perish). Tahun depan adalah tahun yang ke-13 di awal Millenium ke-3 ini dan tidak kebetulan bahwa berdasarkan almanak penanggalan China, memasuki tanggal 10 Februari 2013 disebut sebagai Tahun Ular (Air) 4711. Sosok ular lagi-lagi muncul.

"Berfirmanlah Allah: 'Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.' Dan jadilah demikian." - Kejadian 1:14-15. Selain matahari dan bulan, benda-benda penerang lainnya adalah (konstelasi) bintang. Dan ada fakta menarik berkenaan dengan konstelasi bintang ini; pada Januari 2011 seorang profesor astronomi bernama Parke Kunkle menjelaskan bahwa telah terjadi pergeseran poros bumi yang menyebabkan posisinya berbeda dengan posisi 3.000 tahun yang lampau sehingga susunan 12 konstelasi utama yang lebih dikenal dengan 12 zodiak (Virgo, Libra, Scorpius, Sagittarius hingga Leo) berubah menjadi 13 konstelasi. Dan zodiak atau konstelasi ke-13 itu adalah Ophiuchus yang dalam bahasa Yunani berarti Pembawa Ular (Serpent Bearer or Holder). Menurut sang profesor bahwa posisi Ophiuchus ada di antara Scorpius dan Sagittarius. Yang aneh adalah bahwa konstelasi Ophiuchus bukanlah konstelasi baru, konstelasi ini sudah ada sejak dahulu bersama dengan konstelasi-konstelasi lainnya, namun mengapa hanya pada tahun-tahun terakhir ini ide memasukkan konstelasi Ophiuchus muncul untuk digabungkan dengan 12 konstelasi lainnya? Sungguh tidak ada yang kebetulan.

Konstelasi Ophiuchus yang terdiri dari beberapa bintang, memiliki bintang utama (Alpha Ophiuchi) yang bernama Ras Alhague yang dalam bahasa Arab berarti Kepala dari Sang Pembawa Ular (The Head of The Serpent Bearer). Kepala merujuk kepada pikiran sebagai pusat medan pertempuran yang selalu menjadi sasaran dari usaha-usaha penyesatan Iblis - Si Ular Tua. 

Fakta menarik lainnya adalah bahwa konstelasi Ophiuchus terdiri dari dua konstelasi besar, yaitu konstelasi Ophiuchus yang mengacu kepada Sang Pembawa Ular dan konstelasi Serpent yang mengacu kepada ular itu sendiri. Jauh di dalam konstelasi Serpent terdapat nebula (awan antarbintang yang terdiri dari debu, gas, dan plasma) yang berbentuk rajawali, disebut juga Eagle Nebula. Nebula terbentuk ketika awan molekul yang sangat luas runtuh di bawah gaya gravitasinya sendiri. Bukankah akhir Juni 2012 lalu Tuhan telah melantik pasukan-Nya sebagai Pasukan Rajawali (Eagle Warriors)? Dapatkah kita memahami maksud Tuhan ini? Tidak lain sebagai persiapan untuk menghadapi berbagai perkara termasuk Puncak Penyesatan yang akan terjadi di tahun yang akan datang. Sekali lagi, tidak ada yang kebetulan bahwa pengaturan Tuhan nyata adanya. Bahkan dalam sebuah siklus rantai makanan, ular adalah salah satu mangsa dari rajawali.

"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." - Roma 12:1-2

Penyebab utama ketika seorang percaya tidak dapat ikut dalam pengangkatan adalah karena tidak dapat membedakan mana yang dimaksud Allah dengan yang baik, yang berkenan dan yang sempurna. Padahal yang baik, belum tentu Tuhan berkenan, apalagi sampai menuju kesempurnaan yang sama seperti Bapa adalah sempurna. Mengapa tidak dapat membedakan? Karena tidak pernah melatih dan mempersembahkan tubuh yang adalah bait-Nya sebagai persembahan yang hidup. Dengan demikian orang tersebut hanya mampu membedakan yang baik dari yang yang jahat, sama seperti ketika Iblis memperdaya Hawa dengan buah dari Pohon Pengetahuan Yang Baik & Yang Jahat. Jadi terus menerus berdisiplin melatih tubuh, mempersembahkan tubuh dan menyalibkan daging adalah jalan satu-satunya untuk kita layak mengikuti Pengangkatan Gereja yang tidak lama lagi. 

Sekali lagi, Gimel berarti terus melangkah (sampai garis akhir) dengan kekuatan dan kemampuan yang dari Tuhan sambil mata (hati) kita tertuju kepada-Nya senantiasa.

Monday, September 10, 2012

Piano Empat Menit

Dirilis tahun 2006, sebuah film Jerman dengan judul Vier Minuten (Four Minutes) mengisahkan  seorang narapidana wanita dengan bakat bermain piano yang luar biasa harus menghadapi ancaman hidup sedemikian rupa. Film yang disutradarai oleh Chris Kraus dan diperankan oleh (alm) Monica Bleibtreu dan Hannah Herzsprung ini memperoleh berbagai penghargaan bergengsi di berbagai ajang festival film di Eropa. Berikut ini adalah permainan piano Jenny Von Loeben yang begitu brutal sekaligus indah di adegan terakhir film tersebut:

video

Berbagi Suami: Menggapai Destiny

"Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel. Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya. Sahut Laban: 'Lebih baiklah ia kuberikan kepadamu dari pada kepada orang lain; maka tinggallah padaku.' Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel. Sesudah itu berkatalah Yakub kepada Laban: 'Berikanlah kepadaku bakal isteriku itu, sebab jangka waktuku telah genap, supaya aku akan kawin dengan dia.' Lalu Laban mengundang semua orang di tempat itu, dan mengadakan perjamuan. Tetapi pada waktu malam diambilnyalah Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakubpun menghampiri dia. Lagipula Laban memberikan Zilpa, budaknya perempuan, kepada Lea, anaknya itu, menjadi budaknya. Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban: 'Apakah yang kauperbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapat Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?' Jawab Laban: 'Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya. Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lainpun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi.' Maka Yakub berbuat demikian; ia menggenapi ketujuh hari perkawinannya dengan Lea, kemudian Laban memberikan kepadanya Rahel, anaknya itu, menjadi isterinya. Lagipula Laban memberikan Bilha, budaknya perempuan, kepada Rahel, anaknya itu, menjadi budaknya. Yakub menghampiri Rahel juga, malah ia lebih cinta kepada Rahel dari pada kepada Lea. Demikianlah ia bekerja pula pada Laban tujuh tahun lagi. " - Kejadian 29:16-30

Jadi Yakub hanya tertarik kepada Rahel, ia sangat cinta dan menginginkan Rahel. Sedangkan Lea tidak menarik baginya, mungkin bisa dikata bahwa bagi Yakub, Lea itu buruk rupa penampilannya. Maka ketika Laban memberikan syarat kerja selama tujuh tahun demi mendapatkan Rahel, Yakub menggenapinya dengan sepenuh hati. Namun tanpa perundingan lebih dulu, maka setelah genap tujuh tahun, Laban malah memberikan Lea yang tidak disukai Yakub sebelumnya akhirnya ia mendapatkan Rahel dengan menebus tujuh tahun masa kerja yang berikutnya.

Rahel berbicara tentang destiny atau penggenapan janji Tuhan atas hidup kita masing-masing, sesuatu yang begitu kita sukai, kita rindukan dan kita harapkan untuk sesegera mungkin menjadi milik kita. Sementara Lea berbicara tentang didikan dan persiapan yang sedemikian rupa yang sesungguhnya sangat tidak kita sukai dan sering kali kita anggap beban. Namun ketahuilah bahwa untuk Yakub dapat bersama dengan Rahel, ia memerlukan Lea. Jadi untuk kita mencapai destiny dan penggenapan semua janji-Nya, kita memerlukan didikan dan beban supaya kita dapat berbuah dan bersama buah-buah itu kita memasuki gerbang destiny kita.

Yusuf harus mengalami "didikan Lea" dengan dijual oleh saudara-saudaranya sendiri menjadi budak bagi orang asing hingga di penjara di negeri asing sebelum mencapai "destiny Rahel"-nya dengan menjadi penguasa nomor dua atas seluruh tanah Mesir. Daud harus mengalami "didikan Lea" dengan dikejar-kejar Saul mertuanya sekaligus rajanya sebelum mencapai "destiny Rahel" dengan menjadi raja atas Yehuda dan seluruh Israel. Sedangkan orang-orang seperti Simson, Saul dan Salomo adalah orang-orang yang memperoleh "destiny Rahel" tanpa pernah (mau) mengalami "didikan Lea" sehingga pada akhirnya mereka gagal mencapai apa yang Tuhan tetapkan.

Yakub sebelum menerima Lea, ia bertemu dan melihat Rahel setiap hari dan setelah harus menerima Lea, ia tetap melihat Rahel setiap hari, namun Yakub harus tetap menggenapi 14 tahun sebelum ia layak menerima destiny dan penggenapan tersebut. Sama seperti kita, setiap hari kita percaya dan melihat impian kita, namun kita tetap harus menghadapi dan menjalani didikan dan persiapan sebelum impian itu menjadi kenyataan.

Lea datang menghampiri Yakub, namun untuk memperoleh Rahel, Yakublah yang harus menghampirinya dengan memenuhi bagiannya. Kita tidak pernah mengejar didikan, karena didikanlah yang datang kepada kita, sedangkan impian TIDAK mengejar kita, impian TIDAK datang kepada kita. Jadi jika kita lari dan kabur menghindari didikan, maka tidak akan pernah kita sampai kepada impian dan destiny yang sudah Tuhan tetapkan bagi kita.

Sadarkah Anda bahwa Rahel wafat di tengah perjalanan hidup Yakub, sedangkan Lea berakhir dan dikuburkan bersama dengan Yakub? Itu artinya impian dan destiny kita dapat saja hilang sekalipun sudah diraih, sedangkan didikan akan selalu ada selama kita hidup hingga kita berpulang.

Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian. Bayarlah harganya, supaya engkau menikmati takdirmu sampai kepada kekekalan.

Thursday, September 6, 2012

Jurnal SHRK September 2012 - Hari Ke-3

Dari 22 abjad Yahudi, hanya ada 7 abjad yang memiliki mahkota, abjad Gimel adalah salah satunya. Dalam Talmud Yahudi, Gimel yang digambarkan seperti kaki (unta) memiliki arti bahwa orang kaya yang melangkah kepada atau mengejar orang miskin untuk menolong dan memberkati. 

"Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal. Berkatalah Abraham kepada hambanya yang paling tua dalam rumahnya, yang menjadi kuasa atas segala kepunyaannya, katanya: 'Baiklah letakkan tanganmu di bawah pangkal pahaku, supaya aku mengambil sumpahmu demi TUHAN, Allah yang empunya langit dan yang empunya bumi, bahwa engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri dari antara perempuan Kanaan yang di antaranya aku diam. Tetapi engkau harus pergi ke negeriku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang isteri bagi Ishak, anakku.' ... Kemudian hamba itu mengambil sepuluh ekor dari unta tuannya dan pergi dengan membawa berbagai-bagai barang berharga kepunyaan tuannya; demikianlah ia berangkat menuju Aram-Mesopotamia ke kota Nahor. Di sana disuruhnyalah unta itu berhenti di luar kota dekat suatu sumur, pada waktu petang hari, waktu perempuan-perempuan keluar untuk menimba air. Lalu berkatalah ia: 'TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham. ... Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum--dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu.' ... Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik. Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya serta berkata: 'Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu.' Jawabnya: 'Minumlah, tuan,' maka segeralah diturunkannya buyungnya itu ke tangannya, serta diberinya dia minum. Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berkatalah ia: 'Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum.' ... Setelah unta-unta itu puas minum, maka orang itu mengambil anting-anting emas yang setengah syikal beratnya, dan sepasang gelang tangan yang sepuluh syikal emas beratnya, ... Lalu berlututlah orang itu dan sujud menyembah TUHAN, serta berkata: 'Terpujilah TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang tidak menarik kembali kasih-Nya dan setia-Nya dari tuanku itu; dan TUHAN telah menuntun aku di jalan ke rumah saudara-saudara tuanku ini!'" - Kejadian 24:1-27

Kisah di atas adalah bayang-bayang sebuah kisah perjodohan antara Kristus dengan Gereja sebagai Mempelai-Nya, yang waktunya akan terjadi dalam tempo yang begitu singkat. Abraham adalah gambaran dari Bapa, Ishak adalah gambaran dari Putera, Ribka adalah gambaran dari Gereja-Nya dan Eliezer yang berarti penolong adalah gambaran dari Roh Kudus. Bapa melalui Roh Kudus memiliki kriteria yang sedemikian rupa bagi Gereja-Nya untuk dinikahkan dengan Kristus.

Jodoh atau pasangan yang dikehendaki bukan sekedar kudus, tak bercacat dan tak bercela, melainkan juga yang memiliki kemurahan hati dan gairah untuk menolong maupun memberkati dengan tuntas. Roh Kudus melalui Eliezer hanya meminta minum untuk seorang diri, namun yang akan dipinang ialah dia yang mau memberi minum kesepuluh unta tanpa diminta. Seekor unta minum jauh lebih banyak daripada seorang manusia, dan ini ada 10 ekor unta. Itu artinya Gereja-Nya memiliki kapasitas yang sangat besar untuk menjadi berkat dan gairah menolong sangat banyak orang, tanpa perlu diminta lagi. 

Bukankah kita adalah generasi yang menari di atas gelombang? Gelombang apakah yang dimaksud? Perang, kekeringan dan krisis akan menciptakan gelombang-gelombang peluang untuk menolong sebanyak mungkin jiwa-jiwa bagi Kristus di waktu yang tinggal sedikit ini. Gelombang-gelombang itu seperti unta-unta yang datang berbondong-bondong memberikan peluang kepada kita sebagai Gereja-Nya untuk memberi mereka minum.

Perhatikan setelah Eliezer yakin semua unta puas minum dan bahwa Ribkalah orangnya, maka yang pertama kali terjadi adalah benda-benda berharga dari emas diberikan kepada Ribka. Jadi begitu Gereja menyambut para unta yang datang dan bertindak sesuai dengan apa yang dikehendaki Roh Kudus, maka kelimpahan adalah akibat yang langsung terjadi tanpa penundaan. Dan bukan sekedar kelimpahan saja, perhiasan emas itupun tanda pengikatan lamaran Kristus kepada Gereja-Nya.

"Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku. Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu kandangnya?" - Yesaya 60:6-8

Perhatikan kronologinya, bahwa sejumlah besar unta akan datang, gelombang-gelombang untuk kita berkati akan datang secara masif. Di balik gelombang-gelombang tersebut ada emas dan kemenyan untuk memberitakan Injil dan menjangkau serta membalikkan keadaan bagi kaum Kedar & Nebayot. Dan yang terakhir sekelompok burung merati pulang ke kandang, yang tidak lain adalah rapture atau Pengangkatan Gereja.

Tuesday, September 4, 2012

Jurnal SHRK September 2012 - Hari Ke-2 Vol. 2

Sekalipun Iblis semakin kuat dan lihai, namun Tuhan tetap menjanjikan kemenangan: "Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: 'Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorangpun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau.'" - Yosua 10:8. Jangan takut, namun hadapi bersama dengan-Nya.

"Sedang mereka melarikan diri di depan orang Israel dan baru di lereng Bet-Horon, maka TUHAN melempari mereka dengan batu-batu besar dari langit, sampai ke Azeka, sehingga mereka mati. Yang mati kena hujan batu itu ada lebih banyak dari yang dibunuh oleh orang Israel dengan pedang." - Yosua 10:11. Di 2013, berkat maupun bencana akan datang seperti hujan, namun masing-masing dapat memilih kepada siapa berkat dan bencana akan datang sesuai dengan kehendak Tuhan. Jadi akan semakin nyata perbedaan antara orang benar dengan orang fasik.

"Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: 'Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!'" - Yosua 10:12. Demonstrasi akan kuasa Tuhan melalui Gereja-Nya akan semakin nyata dan tidak terbatas. Apa yang bahkan kelihatan mustahil sekalipun akan dibalikkan menjadi keajaiban.

"Setelah raja-raja itu dikeluarkan dan dibawa kepada Yosua, maka Yosuapun memanggil semua orang Israel berkumpul dan berkata kepada para panglima tentara, yang ikut berperang bersama-sama dengan dia: 'Marilah dekat, taruhlah kakimu ke atas tengkuk raja-raja ini.' Maka datanglah mereka dekat dan menaruh kakinya ke atas tengkuk raja-raja itu. Lalu berkatalah Yosua kepada mereka: 'Janganlah takut dan janganlah tawar hati, kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab secara itulah akan dilakukan TUHAN kepada semua musuhmu, yang kamu perangi.'" - Yosua 10:24-25. Musuh-musuh beserta semua kekayaannya hanya akan diserahkan kepada umat yang berperang, bagi mereka yang masih malas untuk berperang, malas untuk deklarasi, malas untuk merampungkan tugas dan tanggung jawab, akan semakin tertinggal.

Menaklukkan Hazor & Kedar

"Setelah hal itu terdengar kepada Yabin, raja Hazor, diutusnyalah orang kepada Yobab, raja Madon, dan kepada raja negeri Simron, kepada raja negeri Akhsaf, ... Pada waktu itu Yosua kembali, direbutnya Hazor, dan rajanya dibunuhnya dengan mata pedang. Sebab Hazor pada waktu dahulu adalah yang terutama di antara segala kerajaan itu. Semua makhluk yang ada di dalamnya dibunuhnya dengan mata pedang, sambil menumpas orang-orang itu. Tidak ada yang tinggal hidup dari semua yang bernafas dan Hazor dibakarnya." - Yosua 11:1-11

Ada janji yang istimewa di balik kemenangan kita terhadap Gibeon, yaitu Hazor. Di seluruh Kanaan, Kerajaan Hazor adalah yang terbesar pada zaman itu. Bahkan menurut catatan berbagai penemuan para arkeolog yang dilakukan di Timur Tengah, penemuan peninggalan bersejarah atas bekas Kerajaan Hazor adalah penemuan terbesar ke-3. Jadi Tuhan menjanjikan kemenangan atas Hazor setelah menaklukkan Gibeon. Lalu apa yang istimewa dari Kerajaan Hazor ini?

"Mengenai Kedar dan mengenai kerajaan-kerajaan Hazor yang dipukul kalah oleh Nebukadnezar, raja Babel. Beginilah firman TUHAN: 'Bersiaplah, majulah melawan Kedar, binasakanlah orang-orang di sebelah timur! Hendaklah kemah-kemah mereka dan kawanan domba mereka dirampas sampai bersih, tenda-tenda mereka dan segala perabot mereka; hendaklah unta-unta mereka habis dibawa serta, dan hendaklah berteriak-teriak kepada mereka: Kegentaran dari segala jurusan! ... Aku akan menyerakkan ke segala mata angin mereka yang berpotong tepi rambutnya berkeliling, dan dari segala penjuru Aku akan mendatangkan bencana atas mereka, demikianlah firman TUHAN. Hazor akan menjadi tempat persembunyian bagi serigala, menjadi tempat tandus sampai selama-lamanya; seorangpun tidak akan diam lagi di sana dan seorang manusiapun tidak akan tinggal lagi di dalamnya.'" - Yeremia 49:28-33.

Kerajaan Hazor telah dilenyapkan pada zaman Yosua, namun spiritualitasnya masih ada di zaman Nabi Yeremia. Dan pada zaman itu, baik Kerajaan Hazor dan bani Kedar merupakan sekumpulan masyarakat yang bertetangga bahkan bercampur baur. Jadi penaklukkan terhadap Hazor sama dengan penaklukkan terhadap Kedar. Itu berarti Tuhan menjanjikan akan adanya Lawatan & Tuaian jiwa-jiwa yang terbesar di negeri ini begitu kita menaklukkan Gibeon.

Jurnal SHRK September 2012 - Hari Ke-2 Vol. 1

Menyambut Ayin Gimel 5773 pada saat matahari terbenam di tanggal 16 September 2012 nanti, kita diperhadapkan kepada segala sesuatu yang berkenaan dengan hitungan serba 3: kesatuan roh, jiwa dan tubuh; Trinitas Allah - Bapa, Putra, Roh Kudus; berkat Abraham, Ishak, Yakub; kebangkitan Yesus di hari ke-3; baptisan air, roh, api; dan sebagainya. Angka 3 pada saat memasuki Ayin Gimel kali ini juga menyatakan bahwa waktu yang ada bagi Pasukan Mempelai-Nya hanya sisa 3 tahun lagi hingga tahun 2015.

Kita akan memasuki dari pemulihan kepada keutuhan, dari perjalanan di padang gurun menuju Tanah Perjanjian. Dan saat kita memasuki Tanah Perjanjian, ada begitu banyak musuh yang harus ditaklukkan. Setelah menaklukkan Yerikho dan Ai, maka musuh yang ke-3 adalah Gibeon, untuk selengkapnya pelajari dan cermati Yosua pasal 9-11. Berikut ini berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi Gibeon saat memasuki Ayin Gimel dan tahun 2013 nanti:

"Tetapi ketika terdengar kepada penduduk negeri Gibeon apa yang dilakukan Yosua terhadap Yerikho dan Ai, maka merekapun bertindak dengan memakai akal: ... " - Yosua 9:3-4. Bahwa Iblis akan memakai banyak muslihat untuk memperdaya, menjebak dan menyerang kita. Tidak seperti menghadapi Yerikho dan Ai, Gibeon harus dihadapi dengan kerendahan hati yang lebih lagi, karena kemenangan-kemenangan pada peperangan yang terdahulu tidak serta merta menjamin kemenangan yang sama kali ini.

"Tetapi berkatalah orang-orang Israel kepada orang-orang Hewi itu: 'Barangkali kamu ini diam di tengah-tengah kami, bagaimana mungkin kami mengikat perjanjian dengan kamu?'" - Yosua 9:7. Saat itu orang-orang Israel telah mencurigai orang-orang Hewi, namun karena penampilan mereka begitu meyakinkan, orang-orang Israel tetap tertipu. Di 2013 suara Iblis akan terdengar lebih jelas, lebih nyata dan lebih nyaring, karena Iblis berbicara dengan menampilkan wujud dari perkara yang kita hadapi sedangkan Roh Kudus akan tetap bersuara lembut. Tawaran demi tawaran yang kelihatan menjanjikan akan banyak berdatangan, bahkan walau hati kita sadar, namun kita dapat tertipu oleh penampilan musuh.

"Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan TUHAN." - Yosua 9:14. Kewaspadaan kita hanya dapat diandalkan jika kita intim dan terus bergaul dengan Tuhan. Di saat kita terlalu berharap dan sebuah tawaran datang seperti atau bahkan lebih daripada yang kita harapkan maka jangan pernah lupa untuk menghadapkan segala sesuatunya kepada Tuhan setiap saat. 

"Orang Israel tidak menewaskan, sebab para pemimpin umat telah bersumpah kepada mereka demi TUHAN, Allah Israel. Lalu bersungut-sungutlah segenap umat kepada para pemimpin." - Yosua 9:18. Kekecewaan terutama kepada para pemimpin merupakan isu yang tak terhindarkan, sungguh dibutuhkan hati yang semakin Hineni untuk dapat tetap mengasihi, tetap bersukacita, tetap rendah hati menghadapi hal-hal yang mengecewakan.

"Lalu kelima raja orang Amori itu berkumpul dan bergerak maju: raja Yerusalem, raja Hebron, raja Yarmut, raja Lakhis dan raja Eglon, mereka beserta seluruh tentara mereka. Mereka berkemah mengepung Gibeon dan berperang melawannya." - Yosua 10:5. Akan ada begitu banyak tugas dan pekerjaan yang harus diselesaikan secara serempak. Pasukan umat-Nya dituntut semakin terlatih dan mampu untuk multitasking dalam anugerah-Nya. 

Tetrad Blood Moons

"Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu." - Yoel 2:31

"Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu." - Kisah Para Rasul 2:20

"Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah." - Wahyu 6:12

Berikut ini adalah Tetrad Blood Moon (4 Gerhana Bulan berturut-turut yang bertepatan dengan perayaan Paskah dan Sukkot) yang terjadi pada Masa Masehi:


Tetrad Blood Moons #1
17 April 162 (15 Nisan 3922)
11 Okt 162 (15 Tishri 3923)
6 April 163 (16 Nisan 3923)
30 Sept 163 (16 Tishri 3924)

Tetrad Blood Moons #2
9 April 795 (11 Nisan 4555)
3 Okt 795 (11 Tishri 4556)
28 Maret 796 (10 Nisan 4556)
21 Sept 796 (10 Tishri 4557)

Tetrad Blood Moons #3
30 Maret 842 (11 Nisan 4602)
23 Sept 842 (11 Tishri 4603)
19 Maret 843 (10 Nisan 4603)
12 Sept 843 (10 Tishri 4604)

Tetrad Blood Moons #4
9 April 860 (11 Nisan 4620)
3 Okt 860 (11 Tishri 4621)
30 Maret 861 (11 Nisan 4621)
22 Sept 861 (140 Tishri 4622)

Tetrad Blood Moons #5
2 April 1493 (6 Nisan 5253)
25 Sept 1493 (5 Tishri 5254)
22 Maret 1494 (6 Nisan 5254)
15 Sept 1494 (6 Tishri 5255)

Tetrad Blood Moons #6
13 April 1949 (14 Nisan 5709)
7 Okt 1949 (14 Tishri 5710)
2 April 1950 (15 Nisan 5710)
27 Sept 1950 (16 Tishri 5711)

Tetrad Blood Moons #7
24 April 1967 (14 Nisan 5727) - sehari sebelum Paskah 5727
18 Oktober 1967 (14 Tishri 5728) - sehari sebelum Sukkot 5728
13 April 1968 (15 Nisan 5728) - Paskah 5728
6 Oktober 1968 (14 Tishri 5729)- sehari sebelum Sukkot 5729

Tetrad Blood Moons #8 (akan terjadi)
15 April 2014 (15 Nisan 5774) - Paskah 5774
8 Oktober 2014 (14 Tishri 5775) - sehari sebelum Sukkot 5775
4 April 2015 (15 Nisan 5775) - Paskah 5775
28 September 2015 (15 Tishri 5776) - Sukkot 5776

(Penjelasan lebih rinci, klik di sini)

8 kali Tetrad Blood Moons sejak zaman Tuhan Yesus datang ke dunia, mungkinkah menandakan genapnya Zaman Kasih Karunia? Pada 2014 & 2015 ada Tetrad Black Suns (Gerhana Matahari) yang semuanya jatuh pada tanggal 29 menurut penanggalan Yahudi:


29 April 2014 - Gerhana Matahari Total - 29 Nisan 5774, 14 hari setelah Gerhana Bulan
23 Oktober 2014 - Gerhana Matahari Parsial - 29 Tishri 5775, 15 hari setelah Gerhana Bulan
20 Maret 2015 - Gerhana Matahari Total - 29 Adar 5775, 15 hari sebelum Gerhana Bulan
13 September 2012 - Gerhana Matahari Parsial - 29 Elul 5775 (malam tahun baru Rosh Hashanah - 1 Tishri 5776 jatuh pada keesokan harinya), 15 hari sebelum Gerhana Bulan

Pola 1948

Jika kita perhatikan lebih teliti lagi, Tuhan memakai pola yang luar biasa tepat, yakni Pola 1948:

1. Jarak antara Tetrads ke-2 (tahun 795) dengan Tetrads ke-3 (tahun 843) dan jarak antara Tetrad ke-7 (tahun 1967) dengan Tetrads ke-8 (tahun 2015 mendatang) adalah 48 tahun.

2. Sedangkan jarak antara Tetrads ke-3 (tahun 842) dengan Tetrads ke-4 (tahun 861) dan jarak antara Tetrads ke-6 (tahun 1949) dengan Tetrads ke-7 (tahun 1968) adalah 19 tahun.

3. Negara Israel kembali berdiri pada tanggal 14 Mei 1948 (5 Iyyar 5708). Jika kita jumlahkan angka 19 dengan angka 48, hasilnya adalah 67. Dan 67 tahun kemudian dari tahun 1948 adalah tahun 2015. Di tahun yang sama, Indonesia genap 70 tahun.

Monday, September 3, 2012

Jurnal SHRK September 2012 - Hari Ke-1

Firman hari ini berisi sebuah hasil penelitian yang dikutip dari sebuah buku yang ditulis oleh Ps. Steve Cioccolanti, seorang hamba Tuhan keturunan Thailand dari Australia. 

"Berfirmanlah Allah: 'Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.' Dan jadilah demikian." - Kejadian 1:14-15

Kata "masa-masa" dalam bahasa Ibrani (mo-ed) dapat diartikan juga sebagai perayaan-perayaan (feasts). Jadi sejak awal Tuhan telah menunjukkan adanya kaitan antara benda-benda penerang dengan perayaan-perayaan. Berbicara mengenai perayaan-perayaan itu sendiri, bangsa Yahudi memiliki berbagai perayaan dan dari sekian banyaknya perayaan tersebut, ada 2 perayaan yang sangat fundamental, yaitu Paskah (Passover atau Pesach) yang selalu jatuh pada bulan Maret atau April (tanggal 15 bulan Nisan) dan Sukkot (Hari Raya Tabernakel) yang selalu jatuh pada bulan September atau Oktober (tanggal 15  bulan Tishri). 

Perayaan Paskah seperti kita ketahui adalah perayaan keluarnya bangsa Yahudi dari tanah Mesir di zaman Perjanjian Lama sekaligus digenapi oleh Yesus Kristus dengan Penebusan Dosa di zaman Perjanjian Baru. Paskah dapat dikatakan sebagai Tahun Baru bangsa Yahudi secara religius, sedangkan Rosh Hashanah merupakan Tahun Baru bangsa yahudi secara sipil. Selain itu, Hari Raya Tabernakel atau Pondok Daun yang ditandai dengan daun palem yang dilambaikan oleh orang-orang dirayakan tiap 14 hari setelah Rosh Hashanah sebagai peringatan akan hasil panen.

"Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas." - Yoel 2:30-32

"Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan." - Kisah Para Rasul 2:20-21

"Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya." - Matius 24:29-30

"Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah." - Wahyu 6:12

"Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka." - Wahyu 7:9

Berulang kali Tuhan melalui firman-Nya memberikan tanda waktu (perayaan) melalui benda-benda penerang berkaitan dengan Hari Tuhan yaitu matahari yang menjadi gelap dan bulan yang berwarna merah darah, yang tidak lain adalah Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan. Dan berikut ini adalah data Tetrad Blood Moons (4 Gerhana Bulan berturut-turut yang bertepatan dengan perayaan Paskah maupun Sukkot) disertai dengan kejadian bersejarah yang terjadi dengan bangsa Israel:

Tahun 1492, bangsa Yahudi dianiaya dan diusir dari Spanyol oleh penguasa Katolik pada saat itu dan mereka menemukan benua baru yaitu Amerika, yang kemudian menjadi sekutu utama bangsa Israel hingga hari ini. Dan Tetrad terjadi pada tanggal-tanggal:

2 April 1493 - Paskah 5253
25 September 1493 - Sukkot 5254
22 Maret 1494 - Paskah 5254
15 September 1494 - Sukkot 5255

Tidak ada lagi Tetrad Blood Moon lainnya di abad ke-16 hingga abad ke-19 (awal tahun 1500-an hingga akhir 1800-an).

14 Mei 1948, bangsa Israel resmi berdiri sebagai sebuah negara yang berdaulat. Dan terjadi kembali Tetrad pada tanggal-tanggal:

13 April 1949 - Paskah 5709
7 Oktober 1949 - Sukkot 5710
2 April 1950 - Paskah 5710
27 September 1950 - Sukkot 5711

Juni 1967, Israel mengambil kendali dan kedaulatan penuh atas kota Yerusalem. Dan terjadi Tetrad pada tanggal-tanggal:

24 April 1967 - Paskah 5727
18 Oktober 1967 - Sukkot 5728
13 April 1968 - Paskah 5728
6 Oktober 1968 - Sukkot 5729

Tetrad berikutnya akan terjadi pada tanggal-tanggal:

15 April 2014 - Paskah 5774
8 Oktober 2014 - Sukkot 5775
4 April 2015 - Paskah 5775
28 September 2015 - Sukkot 5776

Pertanyaannya, kejadian besar apakah yang akan menimpa bangsa Israel di sekitar Tetrad tersebut? Ada dugaan bahwa tidak lama lagi peresmian Bait Allah ke-3 terjadi dan tidak lama setelah itu terjadi pengkhianatan perjanjian oleh sang Antikristus dengan menduduki serta menyatakan dirinya ialah Allah.

Pada tahun 2014 dan 2015 pun akan terjadi dua kali Gerhana Matahari yaitu:

29 April 2014 - Gerhana Matahari Total - 29 Nisan 5774
23 Oktober 2014 - Gerhana Matahari Parsial - 29 Tishri 5775
20 Maret 2015 - Gerhana Matahari Total - 29 Adar 5775
13 September 2015 - Gerhana Matahari Parsial - 29 Elul 5775 (malam tahun baru Rosh Hashanah - 1 Tishri 5776 jatuh pada keesokan harinya)

"'Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.' Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 'Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.' 'Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.' Pada siang hari Yesus mengajar di Bait Allah dan pada malam hari Ia keluar dan bermalam di gunung yang bernama Bukit Zaitun. Dan pagi-pagi semua orang banyak datang kepada-Nya di dalam Bait Allah untuk mendengarkan Dia." - Lukas 21:25-38

Referensi lainnya klik di sini