Tuesday, March 3, 2015

Peringatan Tuhan Menjelang Peperangan Nisan 5775

Pesan Tuhan Melalui Mimpi

Pagi tadi Tuhan memberikan kepada saya sebuah mimpi. Di dalam mimpi tersebut, hari terang namun situasi begitu kacau, saya melihat beberapa gedung mulai hancur di beberapa bagiannya, ada goncangan gempa berkali-kali dan di dalam beberapa ruang perkantoran ada air yang mulai meninggi seperti banjir. Saya melihat banyak pekerja harus melakukan dua hal sekaligus dalam satu waktu. Yang pertama, mereka harus fokus mengerjakan pekerjaan mereka (saya melihat banyak pekerja dengan layar komputer di hadapan mereka). Yang kedua, ada semacam kotak dari fiber plastik berukuran 80 cm x 50 cm x 50 cm berisi air dan semacam ikan buas di dalamnya. Ikan buas ini seperti hendak keluar dari kotak tersebut dan mau menyerang pekerja yang ada di sebelahnya. Anehnya, para pekerja harus bisa menyelesaikan tugas sambil terus menahan tutup kotak tersebut supaya ikan buas di dalamnya tidak keluar dan menyerang mereka. Namun beberapa orang tidak dapat menahan ikan buas tersebut sehingga mereka menjadi terluka bahkan mati karena diserang ikan buas tersebut.


Penjelasan

Saya meyakini bahwa mimpi ini bukan bicara tentang situasi di akhir dari Akhir Zaman, namun mengenai situasi saat ini. Itu sebabnya suasana dalam mimpi adalah terang siang hari, sebab pada saat setelah Rapture merupakan saat Kesusahan Besar adalah kegelapan mutlak. Menjelang gerhana matahari yang akan terjadi pada akhir bulan Adar atau 1 Nisan 5775 (20 Maret 2015) dan blood moon ke-3 pada 15 Nisan 5775 (4 April 2015) nanti akan ada begitu banyak tugas dan peperangan yang harus dituntaskan oleh para pasukan Tuhan di manapun mereka ditempatkan saat ini. Situasi tidak semakin membaik, gedung-gedung di dunia berbicara tentang kemuliaan-kemuliaan dunia ini, tidak langsung runtuh total tapi terus makin merosot kemuliaan-kemuliaan mereka karena berbagai goncangan yang terus menerus terjadi. Sedangkan permukaan air yang terus makin meninggi dengan cepat menandakan bahwa hari-hari ini yang digambarkan Alkitab sama dengan hari-hari di zaman Nuh, hari-hari ini makin singkat dan berlalu makin cepat daripada yang diperkirakan.

Para pasukan Tuhan diharapkan terus fokus mengerjakan tugas-tugas mereka tanpa meninggalkan posisi mereka apapun yang sedang terjadi dan dihadapi situasinya. Kita harus menahan dari dua sisi, sisi yang pertama adalah menahan begitu banyak manifestasi antikristus, namun sisi yang kedua adalah menahan potensi antikristus yang ada di dalam diri kita sendiri, termasuk potensi roh Yudas. Itu sebabnya digambarkan bahwa para pekerja mengerjakan tugas mereka di posisi masing-masing sekaligus harus menahan kotak berisi ikan buas di dalamnya.

Ikan buas, merupakan representasi dari binatang yang keluar dari laut (Wahyu 13). Namun ikan-ikan buas ini bukanlah Sang Antikristus melainkan potensi antikristus atau kedagingan serta pemberontakan diri kita terhadap setiap tugas maupun didikan yang harus kita hadapi karena Tuhan menghendaki demikian. Ikan-ikan buas ini dapat mengakibatkan kebekuan, keletihan, kepahitan, luka yang pada akhirnya mematikan diri kita sendiri.

Saran

Yang pertama kali harus disadari adalah tidak meninggalkan posisi tugas kita saat ini apapun resikonya dan betapapun berat situasinya, setialah lakukan tugas-tugas kita. Yang kedua, kenali diri kita sendiri sedemikian rupa sesuai cara Tuhan memandang setiap kita. Sadarilah bahwa hati dan jiwa kita paling berpotensi menipu kita, itulah yang seharusnya paling kita waspadai. Saya bersyukur, melalui hamba-Nya, Ev. Iin Tjipto Purnomo, kita bisa belajar mengenai pemetaan diri (self-mapping) yang sedemikian lengkap dijabarkan. Dalam pengajaran ini, kita bisa mengenali setiap peluang dan ancaman yang ada dalam diri kita melalui nama, tanggal lahir, garis keturunan dan sebagainya.


Yang ketiga, pelajari tentang roh Yudas (Iskariot). Melalui seorang hamba-Nya yang lain, Pdt. Petrus Hadi Santoso, Tuhan berkata bahwa dalam setiap diri orang percaya ada potensi seperduabelas roh Yudas ini. Roh Yudas merupakan cikal bakal Nabi Palsu, pasangan kerja Sang Antikristus pada Masa Tribulasi Besar nanti. Ini adalah roh yang pada titik tertentu, ketika kita menjadi lengah dan kurang waspada, maka kita bisa menjadi kebal terhadap setiap koreksi yang dilakukan oleh Roh Kudus dalam hati kita.


Yang keempat, bergaullah dengan Roh Kudus-Nya lebih erat lagi, Dialah satu-satunya Sang Penolong yang tidak pernah mengecewakan. Jadikanlah Dia sebagai Tuan dalam hidup kita, berjalan dalam ketepatan-Nya, maka jalan kita adalah dari sebuah mujizat kepada mujizat lainnya, dari sebuah kemuliaan kepada kemuliaan lainnya. Tuhan memberkati. Amin.

2 comments:

  1. shalom pak, mau tnya, sy bingung soal thn baru yahudi yg terjadi tiap bulan sept/okt (rosh hashanah), dengan perintah tuhan melalui musa saat passover, dimana tuhan berfirman: inilah yang akan menjadi awal bulan (keluaran 12:2).

    bila awal bulan/ bulan pertama, mengapa pergantian tahun tiap tahun terjadi di bulan sep/okt (5774 ke 5775, dst), mengapa bukan di bulan april (pesakh)?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Shalom Andreas,

      Almanak Ibrani ada dua versi, yakni Versi Genesis (Kitab Kejadian) & Versi Exodus (Kitab Keluaran). Versi Genesis merupakan versi pertama kali sejak bumi diciptakan, pergantian tahun dihitung tiap tanggal 1 bulan Tishrei, yakni jatuh di sekitar bulan September tiap tahun Masehi. Jadi pada awalnya Tishrei adalah bulan pertama, Nisan adalah bulan ke-7 dan Elul merupakan bulan ke-12.

      Namun sejak keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir, Tuhan mengubah aturan waktu tersebut, Nisan dijadikan bulan pertama sedangkan Tishrei menjadi bulan ke-7 dan Adar menjadi bulan ke-12. Namun pergantian tahun tetap dihitung tiap tanggal 1 bulan Tishrei, BUKAN tiap tanggal 1 bulan Nisan. Memang ini amat aneh sekaligus unik. Tuhan sengaja buat demikian untuk menjadi peringatan kekal bebasnya bangsa Israel dari tanah Mesir, bebasnya manusia dari perbudakan dosa.

      Delete

Note: Only a member of this blog may post a comment.

About Windunatha

My photo
Destined to become prosperous and famous. But still learning to be happy and keep struggling to be an increasingly willing servant who dies more and more to self. A Dreamer Of Isaiah 60 fulfillment for Indonesia and by the grace of God, will witness and finish them all.