Tuesday, June 9, 2015

Ayin Vav 5776 - Vol. 2: Great Wealth Transfer

"Beginilah firman Tuhan ALLAH: Kalau raja itu memberi sesuatu pemberian dari milik pusakanya kepada salah seorang anaknya, maka itu menjadi kepunyaan anaknya, dan milik ini menjadi pusaka mereka. Kalau ia memberikan pemberian dari milik pusakanya kepada salah seorang hambanya, maka itu menjadi kepunyaannya sampai tahun kebebasan (Tahun Yobel), lalu harus kembali kepada raja itu; hanya anak-anak raja itu boleh mewarisi milik pusakanya." - Yehezkiel 46:16-17

"Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya." - Imamat 25:10

"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah." - Yohanes 1:12-13

"Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah." - Galatia 3:26-29

Gereja harus memahami bahwa pengalihan kekayaan terbesar (Greatest Wealth Transfer) khususnya di Akhir Zaman bukan terjadi karena faktor keberuntungan maupun faktor usaha manusiawi, melainkan faktor legal baik di alam roh maupun di alam nyata. Dan semuanya itu dapat terjadi sesuai dengan ketetapan-ketetapan tertulis seperti beberapa yang telah tersebut di atas.

Coba simak sekali dengan lebih lugas apa yang tertulis di Yehezkiel 46:16-17:

"Beginilah titah JEHOVAH Adonay: Pusaka raja yang diberikan kepada anak-anaknya akan menjadi kepemilikan secara permanen bahkan menjadi pusaka anak-anaknya turun temurun. Sedangkan pusaka raja yang diberikan kepada mereka yang berstatus hamba, kepemilikan tersebut bersifat sementara dan berlaku hingga tibanya Tahun Yobel, kemudian harus dikembalikan kepada raja tersebut, hanya anak-anak raja yang boleh mewarisi pusakanya secara permanen."

Dan kita juga tahu bahwa di hadapan Tuhan, status anak dianugerahkan karena iman kepada Yesus Kristus, sedangkan mereka yang tidak beriman kepada Yesus Kristus adalah para hamba. Dan pada Tahun Yobel, berdasarkan ketetapan tersebut, maka semua milik para hamba itu harus kembali kepada Tuhan, apapun bentuk. Mulai dari properti, perusahaan, bahkan sesungguhnya hingga kota, pulau dan bangsa. 

Konkritnya begini, jika kita telah yakin berdasarkan iman kita kepada Yesus Kristus bahwa kita adalah anak-anak-Nya dan kita memiliki kebutuhan ataupun kerinduan akan rumah misalnya, sambil berkonsultasi dengan Roh Kudus-Nya, mulailah mencari rumah yang kita sukai dan pastikan bahwa pemiliknya adalah "para hamba" tersebut. Kemudian ajukan kepada Bapa di dalam nama Tuhan Yesus, dan percayalah pada saat tibanya Yobel Besar 5776 mulai 23 September 2015 nanti, impian jadi nyata, janji firman jadi daging.

Bukankah ada tertulis: "Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar." - Amsal 13:22. Dan bukankah karena iman maka kita dibenarkan menjadi orang benar?

Mengapa ada transfer kekayaan yang begitu masif pada tiap tahun Sabat maupun tahun Yobel? 

Mungkin di antara kita masih ada yang sanksi atau ragu dengan kebenaran ini, mengapa? Karena kita hidup secara paralel di dua dunia yang berbeda, yakni sementara status keimanan kita mengacu kepada sistem Kerajaan Tuhan sedangkan kehidupan sehari-hari kita mengacu kepada sistem demokrasi, di mana pemimpin negara dipilih oleh rakyatnya. Anda paham kontra dua realita yang dimaksud?

Dalam sistem kerajaan, raja berdaulat mutlak atas semua yang ada di dalam kerajaannya. Raja tidak pernah dipilih rakyat, namun rakyat tunduk pada semua ketetapan dan keputusan raja. Inilah mental kerajaan, kita tidak bisa beriman kepada sesuatu yang berstatus kerajaan dengan mental demokratis. Sebagai contoh, simaklah peristiwa berikut ini:

"Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: 'Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat: yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon, orang Het, orang Feris, orang Refaim, orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu.'" - Kejadian 15:18-21

Awalnya Tanah Perjanjian adalah milik orang-orang asing, yakni suku Keni, suku Kenas, suku Kadmon, suku Het, suku Feris, suku Refaim, suku Amori, suku Kanaan, suku Girgasi dan suku Yebus. Mereka pemilik sah atas tanah tersebut, namun status mereka adalah para hamba di hadapan Tuhan. Sedangkan Abraham merupakan orang pilihan Sang Raja. Raja tidak peduli itu tanah milik siapa, begitu Ia berkehendak, maka semua kehendak-Nya harus jadi.

Sekarang mari kita renungkan sekali lagi, betapa dahsyatnya kairos super Tahun Yobel Besar - Ayin Vav 5776 ini. Apalagi Tuhan telah mewahyukan SULLAM (סלם), yakni tangga yang membuat Sorga dan Bumi menjadi tak berjarak. Sekali lagi firman akan menjadi daging, sekali lagi impian akan menjadi nyata, sekali lagi Kerajaan Tuhan memamerkan kedaulatan-Nya melalui anak-anak-Nya.


Semua impian, pusaka, dan transfer kekayaan yang begitu masif ini, bukan untuk memuaskan nafsu keserakahan diri kita, namun pada ujungnya ditujukan untuk menyatakan kemuliaan Tuhan kepada bangsa-bangsa. Kegerakan final yang terbesar ini membutuhkan kelimpahan selimpah-limpahnya, yakni keleluasaan untuk melakukan semua yang Tuhan kehendaki genap melalui hidup kita. Sebab tidak mungkin memberkati bangsa-bangsa dan menjangkau milyaran jiwa tanpa kelimpahan tersebut. 

Jika hanya sekedar memiliki mobil baru ataupun rumah mewah, sungguh ketetapan hukum ini terlalu dahsyat nilainya. Namun inilah momennya, inilah kairosnya untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar. Tsunami lawatan atau yang sering juga disebut sebagai Pentakosta ke-3. Dan inilah saatnya, Tahun Rahmat Tuhan, Tahun Kebebasan, Tahun Yobel.

Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.

Gunakan Imajinasi Terliarmu Dan Kuatkan Teguhkan Imanmu, Ini Yobel Terbesar Yang Takkan Terulang

2 comments:

  1. Amen Hallelujah. It was started to happened in my life. Thank you Lord Jesus. I received the wealth transfer for Your Glory and Kingdom come. Amen

    ReplyDelete

Note: Only a member of this blog may post a comment.

About Windunatha

My photo
Destined to become prosperous and famous. But still learning to be happy and keep struggling to be an increasingly willing servant who dies more and more to self. A Dreamer Of Isaiah 60 fulfillment for Indonesia and by the grace of God, will witness and finish them all.