Friday, March 18, 2016

Menduga Kepergian Sang Raja Agung

"Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh." - Yohanes 3:8

"Tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya." - Yohanes 11:15

"Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu." - Yohanes 16:7

Pendeta sekaligus raja muda-Nya, Petrus Agung Purnomo, telah tiada. Beliau melenggang jaya ke peristirahatannya yang kekal di Rumah Bapa di Sorga. Namun karena kejadiannya teramat mendadak dan mengejutkan bagi semua orang, terutama bagi keluarga, tim pastoral gereja, jemaat dan seluruh rekan di Bahtera, maka tentu sebagian besar yang ditinggalkan masih butuh waktu lebih lama untuk menerima kenyataan dan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan situasi yang diakibatkan dari peristiwa ini. 

Dan memang bagi sebagian orang yang akrab dengan hitungan spiritual, maka kepergian beliau tentu meninggalkan berbagai interpretasi dan spekulasi atas hitung-hitungan spiritual tersebut.

Kemarin waktu menghadiri beberapa sesi ibadah penghiburan di Holy Stadium, salah seorang dari tim pastoral berkata demikian kepada beliau yang meninggalkan, "Saya mencoba memohon beliau untuk menunda kepergiannya dua tahun lagi, namun beliau tetap tidak mengubah keputusannya." Bahkan putra beliau, yang berencana melamar seorang gadis beberapa bulan mendatang, juga membujuk untuk keputusan itu bisa diubah, namun keputusan tersebut telah final. 

Jadi apakah sesungguhnya seorang manusia memiliki kuasa untuk menentukan waktu hidupnya? Pada tingkatan tertentu memang ya. Terutama pada tingkatan raja-raja. Bukankah Hizkia pernah menegosiasikan masa hidupnya dan Tuhan izinkan umurnya diperpanjang 15 tahun? Saya bersyukur hal serupa tidak terjadi pada hamba-Nya ini.

Namun pertanyaan yang harusnya direnungkan adalah, mengapa beliau memutuskan pergi sekarang dengan begitu mendadak? Apa yang sesungguhnya dilihat beliau (di masa mendatang) sehingga kita percaya bahwa kepergian beliau ini adalah keputusan yang terbaik? This is a very interesting thought.

Masa Depan Kegerakan

Bagi saya pribadi, membahas perkara ini bukan sekedar bicara tentang kisah hidup seorang hamba Tuhan, sebab oleh karena peran dan fungsi beliau selama sekian waktu terakhir ini, maka membahas kehidupan dan pelayanan Pdt. Petrus Agung Purnomo adalah berbicara tentang masa depan kegerakan, yang waktunya sungguh teramat singkat.

Menurut sebuah sumber dari salah seorang jendral pendoa pelihat, Tuhan memperlihatkan kepada beliau bahwa di masa mendatang serangan dan jebakan yang disiapkan pihak musuh akan semakin banyak, semakin intens dan juga semakin tricky. Sampai di sini saya bisa menerima hal ini, namun masih belum puas, karena masih belum paham konkritnya dari serangan dan jebakan tersebut. Kemudian terbersit dua hal yang saya kira sangat tepat untuk menjadi bentuk konkrit jebakan yang dimaksud, yakni promosi dan kemuliaan

Jadi begini kira-kira yang saya duga sesungguhnya terjadi pada hari kepergian hamba-Nya ini, yakni Tuhan memperlihatkan kepada hamba-Nya sebuah urgensi atas masa keemasan dari kegerakan terakhir dan masa puncak Gereja Tuhan, termasuk di antaranya adalah kelimpahan dan kekayaan bangsa-bangsa (baca: great wealth transfer) yang akan dengan sangat deras datang, dan tsunami lawatan disertai tuaian milyaran jiwa-jiwa untuk diselamatkan, sesuai dengan yang telah dinubuatkan bagi Indonesia dan bangsa-bangsa dalam Kitab Yesaya pasal 60.

Ingat bahwa akhir dari Zaman Gereja Tuhan telah digariskan hingga tahun 2017 (baca: 5777 & 2017 Dalam Sekilas Perenungan: Akhir Dari Zaman Gereja Tuhan). 

Namun di sisi lain, pasukan yang selama ini dipimpin dan diinspirasi oleh pelayanan hamba-Nya ini masih dinilai kurang persiapan untuk menghadapi masa penentuan tersebut (Tuhan mewahyukan kepada saya bahwa tahun Ibrani 5777 dan 2017 merupakan Tahun Lembah Penentuan). Baik itu pasukan di JKI Injil Kerajaan, pasukan di SHRK, pasukan di Bahtera dan di berbagai bangsa. Ada derajat kedewasaan dan wadah yang besar dan kuat yang dibutuhkan untuk bisa mengimbangi apa yang Tuhan impikan harus terjadi pada masa puncak keemasan Gereja.

Dan sampai pada satu titik, kemungkinan telah tercapai kesepahaman dan kesepakatan antara Tuhan dan hamba-Nya ini bahwa cara terbaik untuk mempercepat kedewasaan dari semua pasukan yang ada adalah dengan segera meninggalkan peran dan fungsi beliau dan mewariskannya kepada pasukan yang ditinggalkan. Dengan jalan demikian maka situasi yang ada akan memaksa semua pasukan yang ditinggalkan ini untuk semakin bergantung kepada Tuhan, semakin mengejar Tuhan, semakin peka terhadap hati Tuhan dan bukan kepada hamba-Nya ini.

Bapa di Sorga tentu tahu mana yang terbaik bagi anak-anak-Nya, dan hal itu hanya bisa diresponi dengan iman. Saya bersyukur bahwa kepergian hamba-Nya ini merupakan tanda waktu yang semakin jelas bahwa masa puncak itu tak terhindarkan dan sudah tidak akan bisa ditunda lagi, sudah amat dekat. Bukankah sejak dahulu Tuhan memakai kepergian para hamba yang dikasihi-Nya sebagai tanda atau penunjuk waktu atas berbagai perkara besar dan menentukan? Kematian Metusalah, kematian Musa, kematian Yesus dan yang lainnya.

Kini tidak ada pilihan lain bagi kita sebagai pasukan kudus-Nya selain meneruskan dan menyelesaikan apa yang telah dimulai oleh hamba-Nya ini. Biar kita semakin merelakan diri dan hidup kita untuk Tuhan pakai secara maksimal di waktu yang sudah amat singkat ini. Sampai milyaran jiwa diselamatkan, sampai kita semua bertemu di awan-awan.

Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

84 comments:

  1. Sejak berita / sms tentang beliau beredar saya merasa sedih..pada awalnya saya sedih karena merasa kehilangan seperti menangisi orang yang meninggal..namun beberapa hari berikut saya bertanya kepada Tuhan kenapa koq masih bersedih ya Tuhan..apa yang lebih saya rasakan adalah penuntasan tugas yang beliau tinggalkan.. sejak awal mendengar berita saya langsung tahu hal ini berbicara mengenai waktu..saya setuju dengan bagian ini "Saya bersyukur bahwa kepergian hamba-Nya ini merupakan tanda waktu yang semakin jelas bahwa masa puncak itu tak terhindarkan dan sudah tidak akan bisa ditunda lagi, sudah amat dekat." Doa saya adalah saya sendiri dan keluarga dapat menuntaskan apa yang Tuhan taruh menjadi bagian dan destiny kami...terima kasih atas sharingnya...

    ReplyDelete
  2. klo pendapat saya pribadi karena banyak org Kristen yg mendewakan beliau melebihi TUHAN YESUS KRISTUS. Melanggar Hukum taurat pertama. Karena hal semacam ini banyak terjadi di Gereja TUHAN. Saya beri contoh dengan inisial saja. Contoh Pdt. YR. beliau dipanggil TUHAN dlm usia dewasa sekitar 40 tahunan. Oleh karena banyak jemaat yg mendewakan beliau. Ada juga hamba TUHAN lain Pdt. AAT. Perbedaan antara Bpk. Pdt. Petrus Agung Poernomo, Bpk. Pdt. YR terhadap Bpk. Pdt. AAT adalah Bpk. Pdt. AAT tidak mati melainkan berpindah Gereja dan membentuk Gereja sendiri. Sedangkan kedua hamba TUHAN yang lain dipanggil pulang ke sorga. Pendapat lain (bukan pendapat saya sendiri/pendapat di kalangan umum teologia) disebabkan karena karakter beliau yg TERLALU YUDAISME dibanding AGAMA YAHUDI itu Sendiri. Antara lain mengadakan perayaan Tahun Yobel (padahal umat Yahudi sudah tidak merayakan tahun Yobel lagi), di ibadah memakai peralatan yg terlalu berlebihan yg bersifat YUDAISME (tiup shofar, mahkota, tabut perjanjian, ada yg memakai Kippah)/ tindakan PROFETIK yang berlebihan. Jadi TUHAN memanggil beliau supaya TINDAKAN PROFETIK tidak semakin BERLEBIHAN. Karena kalau saya juga pantau (karena saya banyak kenalan org Yahudi yg beragama Kristen) cenderung meninggalkan tindakan Profetik spt demikian, karena kita tahu Rasul Pauluspun yg berlatarbelakangkan Yahudi yg menjadi seorang Rasul TUHAN juga demikian/meninggalkan tindakan Profetik yg dilakukan oleh umat Yahudi (ada banyak ayat penjelasan, ttp banyak jadi tidak saya uraikan). Saya menuliskan hal ini karena kalau saya pikirkan memang benar, karena saya punya beberapa teman berlatarbelkangkan Yahudi tetapi yang sudah percaya akan KRISTUS YESUS baik secara Protestan, maupun Pantekosta. Demikian penulisan dari saya. Saya menuliskan hal ini bukan untuk menghancurkan tetapi untuk membangun sesama org Kristen. Kiranya bisa bermanfaat. TUHAN YESUS KRISTUS senantiasa menyertai kehidupan anda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Inti tulisan ini adalah tentang masa depan kegerakan. Perkara-perkara lainnya yang bisa terjadi akibat perubahan yang mendadak itu, tidak termasuk dalam pembahasan ini.

      Delete
    2. setuju dg kritik dr sdr. Yehosyua Yosef
      kritik apapun berguna utk memperbaiki diri..

      Delete
    3. Saya pernah ikut kegerakan profetik, menurut saya aliran ini adalah aliran sesat. Dulu saya pernah ingat khotbah Pak Petrus Agung bahwa Pak Yusak Tjipto pernah berkata bahwa Pak Petrus Agung akan tinggal pada waktu pengangkatan krn termasuk salah satu dari dua saksi Allah. Nyatanya skrg kok meninggal duluan. Coba sadar sesadar-sadarnya mereka ini nabi palsu. Doa persembahan saja mesti suruh jemaat tanya Tuhan, Tuhan suruh kasi berapa, bukankah persembahan itu sesuai dgn keiklasan pribadi masing2. Tuhanpun pasti ingin melihat umatnya memberi dgn iklas utk pekerjaannya. Nah..kalau suruh tanya Tuhan kan itu motifasinya spy umat memberi dgn jumlah yg byk ( tdk asal persembahan) ujung-ujungnya duitnya buat siapa? Apa Tuhan turun tangannya dari sorga utk ambil itu persembahan? Persembahan itu utk memperluasan misi Tuhan utk keselamatan jiwa-jiwa bukan utk masuk kantong pendeta. Buat pendeta hanya utk keperluan hidup secara layak bukan memperkaya diri. Kiranya umat Tuhan harus jeli & sadar. Coba ingat apa yg pernah dikatakan para pemimpin JKI ini, apakah utk masa skrg tdk ada janggal?

      Delete
    4. @HonSan, jadi menurut kamu Pdt. Petrus Agung ini sesat dan seorang nabi palsu, gitu? Dan kamu pikir beliau selama ini memperkaya dirinya sendiri?

      Coba baca kesaksian ini yah:

      Tadi tiba jam 1 dini hari (15/03/2016) terus lanjut naik taxi, aku sebutkan alamatnya, terus aku tanya, "Tahu kan alamatnya, Pak?"

      Bapak itu bilang, "Ya, Bu."

      Sepanjang perjalanan hanya diam saja, tidak ada yang mau diomongkan. Pas sudah mau sampai aku lihat argo sambil siapkan uang, pas tiba dan mau turun, aku bayar, namun bapak itu menolak smbil bilang, "Jangan bayar saya, Bu. Bapak Petrus Agung sangat baik pada kami, dari pagi saya antar banyak orang di taxi saya, ibu adalah yang terakhir karena besok kami mau ikut ibadah pelepasannya bapak."

      Terus aku jawab, "Jangan, Pak. Bapak harus ambil. Apakah bapak jemaat JKI?"

      Dia jawab, "Bukan, Bu. Saya muslim. Jangan beri saya uang, hanya ini yang bisa kami buat membalas kebaikan Bapak Petrus."

      Kalau kesaksian ini belum cukup buat kamu, silakan datang ke Semarang dan tanyakan kepada warga Semarang yang bisa kamu temui tentang siapa sebenarnya Pdt. Petrus Agung buat mereka. Tanyakan tukang sayur di pasar, tanyakan para supir taksi dan para supir angkot, tanyakan pejabat Pemda dan DPRD setempat, tanyakan para pendeta di berbagai gereja lainnya di sana.

      Dan mari kita buktikan kejanggalan yang kamu maksud!

      Delete
    5. @hon san, saya setuju dgn anda, sejak kemasukan yusak cipto dkk jki jd gimana gitu. Liat aja tuh bu tina kepahitan 11thn??amput gw pingsan wkt liat videonya

      Delete
    6. Siapapun beliau kalian anggap.. kami bukan jemaat JKI tp kami dipulihkan dan dikuatkan oleh pengajaran beliau saat keluarga kami diambang kehancuran.. dan pasti bukan karna beliau yang berkehendak tapi karan Tuhan pake beliau buat menolong orang bodoh seperti kami.. semoga Tuhan kirimkan "nabi palsu" lain yang seperti beliau supaya banyak orang diselamatkan... met jalan pdt. Petrus Agung.. Tuhan lebih tau siapa dirimu..

      Delete
    7. @honsan dan marc....anda hrs tahu karunia tdk ada yg sempurna di jaman PB. Beda dijaman PL. Tlg jgn melihat dr satu sisi aja spt jaman PL. Mmg benar pak Agung dan pak Yusak bkn manusia sempurna yg nubuatan atau omongannya bs spt nabi PL. Ttp jg byk pesan2 Tuhan yg dilakukan beliau slm ini dan dampaknya bgt memberkati bangsa ini secr keseluruhan. Anda tdk bergereja di JKI shg tdk th proses grj dr awal skl sampai mjd bsr spt skrg. Jelas itu campur tgn Tuhan. Jd jgn krn 1/2 omongan yg salah meniadakan seluruh pekerjaan yg Tuhan lakukan melalui mrk semua. Hati2 lho....Tuhan melihat semua ini dan jgn sampai ukuran yg anda pakai utk mengukur para hamba Tuhan dipakai balik utk mengukur anda. Tks....Gbu all

      Delete
    8. Salah satu adat yahudi paling tua dan masih dipelihara oleh gereja adalah paskah, sementara yg disebutkan diatas adalah setelah paskah. So??? Paskah adalah sangat berbau kental dg yahudi. Hanya karena semua gereja masih memepringati lalu dianggap lbh tdk berbau yudaisme?? Mengapa muncul dualisme disini? Cukup direnungkan saja masing2

      Delete
  3. Apapun alasannya, perlu diingat, bahwa ini semua terjadi mutlak keputusan Tuhan.
    Pengkhotbah 8:8 (TB) Tiada seorang pun berkuasa menahan angin dan tiada seorang pun berkuasa atas hari kematian. Tak ada istirahat dalam peperangan, dan kefasikan tidak melepaskan orang yang melakukannya.

    ReplyDelete
  4. Senin 15 mar yg lalu ketika mendengar berita meninggalnya HambaNya PAP yg terlintas secara otomatis pd saat itu dlm pikiran saya adalah tdk mungkin keadaan ini akan begitu mudah diterima dan benar saja tdk lama kemudian keluarlah siaran resmi dr official bhw PAP tdk meninggal ttp koma dan akan ada doa utk kebangkitan.
    Saya terus mengikuti perkembangannya dan entah kenapa sama spt feeling otomatis diatas maka saya bisa memprediksi apa yg akan terjd setelah ini yaitu perpecahan di Jemaat JKI IK. Saya tdk mengklaim ini sbg suara Tuhan atau didpt dr Tuhan. Akan terjadi perpecahan dan perebutan asset di antara tim yg mungkin menamakan dirinya Para Jendral atau tim bahtera atau apalah istilahnya. Itu penilaian saya. Mari kita lihat apa yg akan terjadi. Semua yg akan terjadi adalah bentuk kasih sayang Tuhan pd para pelayan n jemaat di JKI IK. Jgn analogikan PAP dgn Yesus tp analoginya dgn Salomo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Inti tulisan ini adalah tentang masa depan kegerakan. Perkara-perkara lainnya yang bisa terjadi akibat perubahan yang mendadak itu, tidak termasuk dalam pembahasan ini.

      Delete
    2. Sy rasa mengenai bahtera dsb kita serahkan sj kpd Tuhan yg tau yg terbaik buat semuanya. Suka atau tdk suka kepergian mendadak dr gembala kita pasti meninggalkan dampak besar terutama di awal. Tp biarlah kita minta campur tangan Tuhan utk sll menjaga keutuhan keluarga bsr JKI. Dan kalau kt bicara kegerakan jaman akhir ini sebenarnya ini bkn punya JKI sj ttp semua grj Tuhan di dunia walaupun caranya berbeda2. Jd buat kt jemaat JKI jgn punya pemikiran seakan2 hanya JKI sj yg plg mengerti kehendak Tuhan. Ini bs jd batu sandungan buat sdr2 kt di grj lain. Jd marilah dlm blog ini kt saling membangun dan sharing utk menambah wawasan cinta kt akan Tuhan. Jgn terlalu ngeroh krn blm tentu itu dr Tuhan. Tks...

      Delete
    3. Kegerakan Akhir Zaman memang bukan milik JKI dan Bahtera saja. Sejak awal Tuhan undang siapa saja yang mau bergerak dalam kegerakan. Tapi kalau memang mereka di dalam kegerakan yang sama, tentu mereka tidak akan tersandung, justru sebaliknya akan semakin dikuat, bahkan saling menguatkan. Itu sebabnya sejak awal Tuhan sebut kegerakan Bahtera, BUKAN jemaat atau gereja Bahtera.

      Delete
  5. Di artikel ini ditulis :
    Namun pertanyaan yang harusnya direnungkan adalah, mengapa beliau memutuskan pergi sekarang dengan begitu mendadak? Apa yang sesungguhnya dilihat beliau (di masa mendatang) sehingga kita percaya bahwa kepergian beliau ini adalah keputusan yang terbaik? This is a very interesting thought.

    Yg mengambil keputusan kapan seseorang itu mati kan bukan org itu sendiri(kecuali bunuh diri), tetapi Tuhan Yesus. Dari tulisan tadi kan penulis menganggap ini keputusan dari org yg meninggal.
    Kasihan buat orang Kristen yang belum mengenal theologia Kristen yang benar tentang kematian(waktunya, caranya), karena mereka yang belum mengerti ini akan mempercayai hal yang salah.

    Belum lagi:
    Dan sampai pada satu titik, kemungkinan telah tercapai kesepahaman dan kesepakatan antara Tuhan dan hamba-Nya ini bahwa cara terbaik untuk mempercepat kedewasaan dari semua pasukan yang ada adalah dengan segera meninggalkan peran dan fungsi beliau dan mewariskannya kepada pasukan yang ditinggalkan.

    Apa iya Pencipta & ciptaan berunding dulu soal alasan & kapan kematian si ciptaan?

    Jadi, apakah tulisan di artikel ini alkitabiah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa iya Pencipta & ciptaan berunding dulu soal alasan & kapan kematian si ciptaan? Hizkia itu sudah membuktikan.

      Delete
    2. Walaupun ada kasus Hizkia... Jgn sll punya sikap seakan2 kt punya hak utk claim atur Tuhan thd apa yg Dia hrs kerjakan. Miliki hati hamba adlh yg terbaik walaupun kt th Tuhan bs lakukan apa sj. Dan jg hrs seimbang atr roh dan bumi. Jgn terlalu ngeroh. Ini yg bahaya spt kasus kmrn dimana JKI dicemooh byk org krn tindakan pemimpinnya soal status pak Agung.

      Delete
    3. Apa itu ukuran terlalu ngeroh? Kalau memang gak bisa mengikuti, ya lepaskan saja. Resiko orang di dalam kegerakan sudah pasti dicemooh. Semua tokoh di Alkitab mengalami cemoohan itu.

      Kalau ukuran terlalu ngeroh diukur dari banyaknya cemoohan, maka saya putuskan untuk semakin ngeroh. Hehehe ...

      Delete
    4. Ukuran ngeroh mmg bkn dilihat dr cemooh yg diterima. Tp dr brp byk kebenaran yg didpt. Jk tdk ada kebenaran sm skl dlm cthnya nubuatan mk kita hrs lbh hati2 lg dlm menyikapi hal tsb. Bkn malah gak mau th. Itu namanya gak peka dan membabi buta. Ingat semua karunia roh kudus diberikan utk membangun,menghibur, menginsafkan org. Jk di luar ini bknnya blm tentu salah tp hrs dgn sungguh2 kita crosschecked dgn Tuhan berkali2. Jk anda malah semakin senang ngeroh walaupun dicemooh byk org...sy mau anda jwb 1 pertanyaan sy. Dr mn anda tahu Tuhan berkenan thd sikap anda yg bersikukuh bhw anda yg benar dan yg mencemooh anda semua pihak yg salah? Smg bs direnungkan. Gbu...

      Delete
    5. Apa yang saya tahu, tidak ada kewajiban buat saya untuk orang lain harus tahu apa yang saya tahu. Karena pertanggungan jawab hanya kepada Tuhan.

      Andapun juga tidak bisa menilai ketika seseorang itu kelihatan baik tapi apa iya Tuhan benar berkenan kepada orang tersebut kan?

      Sudah terjawab yah.

      Delete
    6. Negosiasi antara Hizkia dg TUHAN dilakukan sewaktu Hizkia masih hidup. Bukan setelah Hizkia meninggal.

      Dan ada di mana kitab suci mengajarkan dan mengijinkan orang hidup berkomunikasi dengan orang yang sudah mati?

      Delete
    7. Pernah tahu mujizat membangkitkan orang mati? Itu pelaku yang melakukan mujizat komunikasinya sama siapa? Orang mati atau orang hidup?

      Delete
    8. Yang saya tahu dari Alkit:ab, setiap kali mujizat kebangkitan orang mati terjadi, karena konfirmai yg kuat dari Alalh kepada hamba hambaNya dan juga lewat Yesus sendiri. Gak pernah ada cerita membangkitkan orang mati krn suruhan Tuhan jadi gagal! Apapun itu yg menurut kita 'didapat' dari Tuhan, harus diuji dgn kenyataan dan fakta fakta Alkitab. Jika tidak, itu dari halusinasi saja yg tidak perlu jadi pembenaran dan bahan ajaran.

      Delete
    9. Ps. Sonny, ya sudah kalau Anda tahunya begitu. Saya tidak pernah memaksa Anda untuk terima apa yang saya tulis ini sebagai sebuah kebenaran yang harus Anda percayai. Mengapa Anda memaksakan penilaian Anda ke saya?

      Dalam hal ini, saya hanya sebagai tukang pos, tidak peduli orang mau terima atau mau tolak pesan yang saya kirimkan. Dan jangan pernah ajak saya berdebat, tidak pernah akan saya tanggapi.

      Delete
    10. Sejauh yang saya amati sih, suara suara Tuhan yang didengungkan oleh anda itu justru banyak yang out of biblical area dan tidak terbukti, menakutin orang, mencuci otak, dsb. Apakah semua yang telah terjadi ini tidak justu anda gunakan untuk melihat kebenaran? Bahwa Tuhan sedang menelanjangi ketidakbenaran selama ini? Justru yang saya lihat anda yang merasa seolah-olah benar mendengar suara Tuhan dan nyata nyata suara Tuhan yang anda dengar itu, tidak ALkitabiah. Ketika anda memposting ini di medsos, ini jadi milik umum dan menjadi objek penilaian orang. Hati hati saja....jangan menggenapi tanda tanda akhir zaman...dan kalau anda memang cerdas, beri tanggapan pada konten konten yang banyak dipertanyakan di komentar blog ini...berani posting terbuka, maka anda harus berani berargumentasi secara biblikal.

      Delete
    11. Itukan menurut Anda, Ps. Sonny. Toh penilaian, argumen dan komentar Anda juga subyektif. Dan sekalipun artikel ini milik publik, saya tetap punya hak kepada siapa saya mau menanggapi dan bagaimana saya menanggapinya. Yang pasti saya TIDAK punya kewajiban untuk menanggapi semua argumen orang.

      Mengenai standar yang alkitabiah, saya juga ada merenungkan beberapa waktu ini, dan sampai detik ini, bagi saya, istilah alkitabiah adalah absurd. Mohon Ps. Sonny bersabar, karena penilaian saya mengenai absurditas standar yang alkitabiah sedang saya buat tulisannya untuk jadi artikel yang berikutnya.

      Dan saya mohon sekali untuk kita bisa diskusi dan berargumen dengan tenang dan santai. Jika pendapat masing-masing tidak bisa diterima, biarlah shallom Tuhan tetap ada di antara kita yah.

      Delete
    12. Masuk saja ke kelas saya di STT Sangkakala dan nanti anda saya ajarin apa itu 'Alkitabiah'

      Delete
    13. Hehehe ... Terima kasih buat ajakannya.

      Delete
    14. Ngerohh sama ngayal emang bedanya tipis hari2 ini

      Delete
    15. @Marc Hamara, kalau biasa ngeroh dengan benar pasti gak sulit membedakan dengan yang ngayal. Kalau masih sulit membedakan, mungkin karena hidupnya lebih banyak ndagingan. Hehe ...

      Delete
  6. Manusia yg terpenting bisa merasakan kasih Tuhan. Dan bisa mengasihi Tuhan. Seturut dalam jalan Tuhan.

    ReplyDelete
  7. Shallom.... Sy jg jemaat JKI. Bgmpun akan ada banyak alasan untuk mencari sebab kepergian pak Agung yg mendadak. Tp Tuhan sdri jg mengajarkan kt utk sll berkata "Ini baik" walaupun kt tdk mengerti. Sy yakin Tuhan tau inilah wkt yg terbaik utk memanggil hambaNya dibandingkan wkt yg akan datang. Sebab Dia maha tahu masa depan bgm. Buat kt jemaat dan pastural hrs tetap move on sesuai kehendak Tuhan apapun yg terjadi dan disediakan Tuhan di kmd hari. Yg salah diperbaiki dan yg sdh baik dibuat lbh baik lg utk kemuliaanNya. Kalau mengenai tindakan2 profetik yg dibyk kalangan dianggap berlebihan menurut sy itu adlh ukuran iman msg2 org termasuk hambaNya. Sepanjang hal tsb tdk berdampak negatif ya tdk mslh. Dilakukan boleh... Tdk ya jg gak mslh. Yg ptg tdk mjd sandungan buat org lain. Terptg melakukan semuanya buat kemuliaanNya. Tks... Gbu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau yang terpenting adalah tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain, maka percayalah bahwa selamanya tidak akan mengalami kemajuan sama sekali. Justru jalan dengan Tuhan itu harus rela jadi batu sandungan.

      Apakah itu batu sandungan? Yakni batu yang dibuang orang karena dianggap tidak penting dan sering dianggap menyusahkan. Tapi justru batu-batu inilah yang dijadikan batu penjuru.

      Habel menjadi sandungan bagi Kain. Nuh menjadi batu sandungan bagi orang-orang sezamannya. Ishak menjadi sandungan bagi Ismael. Yusuf menjadi sandungan bagi kakak-kakaknya. Musa berkali-kali jadi batu sandungan buat bangsanya sendiri. Bahkan Yesus pun jadi batu sandungan buat para ahli Taurat Farisi dan Saduki di zaman-Nya. Dan daftarnya masih lebih panjang lagi jika diteruskan.

      So, apakah kamu rela jadi batu sandungan buat orang lain, sampai kemuliaan Tuhan dinyatakan melalui hidupmu?

      Delete
    2. Sy rasa anda menginterprerasikan FT sesuai kehendak anda sdri. Dgn kt lain anda mau bebas melakukan apapun tanpa memperdulikan org lain. Jd kalau org lain jatuh yah itu bkn slh anda. Semua penghakiman ada di tgn Tuhan. Sy jg tdk bs apa2 jk anda mmg punya prinsip begitu. Tp nasehat sy adlh sblm anda melakukan apapun ada baiknya mengecek dgn sgt hati2 bersama Tuhan sebab sy tahu Tuhan pasti maha tahu adil. Gbu...

      Delete
    3. Memang sejak kapan saya harus peduli dengan orang lain ketika saya sedang menginterpretasikan FT? Satu-satunya Pribadi yang harus saya pedulikan ketika saya menginterpretasi adalah Sang Pemberi Firman, yakni Tuhan sendiri.

      Delete
    4. Mslh anda peduli atau tdk mmg bkn urusan sy. Tp ingatlah ada Tuhan yg maha tahu dan melihat semuanya.

      Delete
    5. Saya selalu tahu bahwa Tuhan memang mahatahu. Always!

      Delete
  8. @Whindu tdk ada dasar kebenarannya soal negosiasi.kalo itu terjd pd Hizkia bukan berarti bisa terjd pd siapa saja. Org2 yg bertemu n mengalami kemuliaan Tuhan langsung saja yg bisa memahami kedaulatan Tuhan yg luar biasa. Beda loh dgn lucifer dia ngalami kemuliaan ttp tdk pernah ngalami anugrah mk nya beda responnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Anda hadir di ibadah penghiburan yang tanggal 15 Maret jam 10 pagi, itu jelas sekali diceritakan bahwa salah satu tim pastoral bernegosiasi. Saya bicara berdasarkan fakta yang saya saksikan sendiri, bukan tanpa dasar kebenaran.

      By the way, salah satu tim pastoral itupun juga termasuk salah satu pemimpin di JKI Injil Kerajaan. Jadi saya bukan sedang mengarang bebas, semua ada bukti rekamannya.

      Delete
    2. Sy secr pribadi setuju dgn bu Yulia dan istri sy sri wahyuningsih (yuni). Kami jg jemaat JKI dan hadir pd saat tgl 15. Apa yg sll disampaikan oleh pemimpin jg blm tentu benar. Krn dia bkn Tuhan. Apalagi saat itu jelas jemaat sdg digiring ke opini tertentu. Terlepas dr motivasinya. Itu jelas salah. Baik dr FT dan logika. Yg namanya negosiasi berarti msh hdp dan org tsb hdp dlm kegelapan tp br bertobat. Tdk mgkn ini terjadi dgn pak Agung. Jelas dia milik Tuhan. Apa yg mau dinegosiasikan sm iblis? Punya hak apa...kmd siapa kita bs mendikte Tuhan ttg keptsan Dia. Dia berdaulat penuh. Gak perlu ada sidang Ilahi. Kalau mmg benar apa yg dikatakan pemimpin saat itu soal cawan doa yg br 3/4 penuh dan akan ada mujizat stlh penuh dan ada sidang Ilahi....mk skrg pak Agung sdh bangkit. Yg sy salahkan jelas pemimpin berkata "Tuhan berkata"...itu berarti apa yg disampaikan semua dr Tuhan. Bgt jg dr seorg ibu yg katanya mendpt penglihatan dan pesan Tuhan agar tdk berhenti berdoa krn akan ada mujizat. Kalau semua ini benar dr Dia mk hslnya tdk akan spt skrg. Jd buat sy itu sangat lancang dan merendahkan Tuhan. Itu sm spt ayub sblm dipulihkan Tuhan. Jk jemaat ataupun anda pribadi tetap percaya dan tdk mau mempertimbangkan hal lain mk namanya kepercayaan anda dan penyembahan anda bkn ke Tuhan melainkan ke manusia dan bs disebut membabi buta tanpa melihat semua dr sudut FT sbg landasan semua nubuatan. Walaupun sy dan keluarga jg sdh lm mjd jemaat JKI bukan berarti pakai kacamata kuda alias tdk bs membedakan mana benar mana slh. Dampak dr semua ini adlh cemooh dr pihak grj lain. Sebenarnya kita sdri dlm hal ini yg salah. Apalagi yg mengizinkan perkataan tsb jelas bukan pastural JKI. Jk pastural semua setuju dgn pihak lain saat itu yg memimpin kebaktian doa kebangkitan mk pihak pastural JKI jg sm bersalahnya dgn pihak lain tsb. Walaupun mgkn ini keliatannya sepele tp jelas ini telah mjd sandungan bg sdr2 kita seiman. Dan membuat keluarga pak Agung jd bhn cemooh yg tdk sepantasnya. Skrg saatnya semua jemaat dan pastural jd dewasa rohani spt tulisan anda di atas. Ttp milikilah hati seorg hamba di mata Tuhan bukan boss yg bs merintahkan Tuhan. Jg miliki kepekaan akan suara Tuhan yg benar2 Dia. Bkn asal bcr bw nama Tuhan. Tks...

      Delete
    3. Okay, saya anggap pembahasan ini sudah menyimpang dari inti tulisan yang saya muat. Semua komentar di sini bersifat subyektif, dan tidak bisa disebut benar atau salah.

      Lebih konyol lagi Anda sebut, "Dinegosiasikan sama Iblis?" Saya harap Anda baca lagi tulisan saya ini. Dan mohon kalau mau komentar lagi, bersikaplah lebih obyektif.

      Sejak awal, inti tulisan ini hendak membahas tentang masa depan kegerakan. Mengenai kembang cerita yang melatar-belakangi inti tersebut, itu memang subyektif karena begitulah cara pandang dan cara berpikir saya. Dan sampai kapanpun tidak bisa dinilai secara obyektif cara berpikir saya ini.

      Tapi masa depan kegerakan, itulah yang patut kita pikirkan bersama. Jadi, mohon jangan lagi memperdebatkan apa yang sudah lewat. Tulisan ini pun tidak membicarakan yang lalu, melainkan yang sedang dan harus dihadapi Gereja & Pasukan Tuhan.

      Delete
    4. Sy rasa kami hanya membls relpy anda sdri kan. Sblm ini semua tulisan kami netral2 aja. Kalau anda menyangkal bhw negosiasi atr iblis dgn membawa 3 bh benda dgn Tuhan pd saat itu tdk ada, sy sarankan anda putar lg rekaman pd siang hr itu di JKI.Bahkan dikatakan jg tuntutan iblis utk milyaran jiwa yg mau dituai adlh nyawa jendral2 lainnya jg. Kalau ini jg anda tdk th berarti anda tdk ada saat itu. Tks.

      Delete
    5. Saya tahu itu, tapi tulisan ini tidak membahas itu. Dan yang saya tahu selama ini negosiasi para jendral dilakukan dengan Tuhan, bukan dengan Iblis. Kalau Anda bilang dengan Iblis mereka bernegosiasi, saya anggap Anda tidak menyimak dengan cermat.

      No. Komentar di sini mana ada yang netral. Semua membawa pandangannya masing-masing koq.

      Delete
    6. setuju dg pak Harianto Chandra, ibu Sri Wahyuningsih dll.
      orang Kristen harus berbicara dengan dasar Alkitab (Firman Tuhan)

      Delete
  9. Sy tdk mengatakan para jendral bernegosiasi dgn iblis. Pasti mrk bernegisiasi dgn Tuhan. To di situ sdg ada sidang Ilahi kan atr Tuhan dgn iblis. Ini semua menurut pembicara lho yah. Bkn menurut sy. Jelas yah...

    ReplyDelete
  10. Btw semua pembahasan ini bkn utk memojokkan atau mencari salah benar. Tp spy semua bs tahu bhw di dlm JKI bs ada byk opini dan persepsi. Biar kita serahkan semua ini kpd Tuhan sj yg maha mulia dlm nama Yesus Kristus. Amien...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu sebabnya sejak awal saya terus tekankan bahwa inti tulisan ini adalah masa depan kegerakan. Tapi Anda malah fokuskan ke latar belakangnya. Padahal latar belakang itu saya tulis hanya sebagai pengantar.

      Delete
  11. Sy sangat setuju soal kegerakan di masa dpn. Tp sy tdk setuju soal dasar kegerakan tsb yg mengatakan pak Agung bersepakat dgn Tuhan bla bla.... Ingat bhw Tuhan berdaulat penuh atas semuanya. Sy cuma tdk mau tulisan anda menimbulkan kesan kita di JKI seakan2 punya hak istimewa utk ngatur Tuhan terutama yg menyebut dirinya Jendralnya Tuhan. Kalau mrk bcr atas nama Tuhan....sy pun sekeluarga jg bs dengar suara Tuhan saat itu. Dan sejak awal mulanya sy sdh tahu dr Tuhan bhw pak Agung tdk akan bangkit. Kalau sdh begini....jendral atau sy yg lbh peka suara Tuhan. Biar pihak luar bs menilai. Sy setuju bbrp bagian tulisan anda tentunya. Dan kbtlan kt bagian yg sama dr keluarga bsr JKI. Cm sy jg tdk bs diam sj melihat JKI disalah pahami krn dsr yg menurut sy salah dlm blog ini. Anda tentu th bagian mana yg sy maksud. Di atas sdh ada sdr kt yg menulis. Itu sj dr sy....tks. Gbu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Skrg mslhnya kalo org2 yg katanya denger2 suara tuhan itu msh berkeliaran disana dan dipercaya kata2 nya kira2 apa yg bakal terjadi didlm gereja?silahkan jwb sendiri

      Delete
    2. Tuhan mengatakan kalau penyesatan hrs ada....apapun sebutan anda kita lht aja nt pd saat pemisahan gandum dan lalang. Dan pd saat penampihan dimulai. Jd saran sy....perhatikan pertumbuhan iman dr sdri dgn byk mempelajari FT agar bs terhindar dr penyesatan. Sebab hanya itu satu2nya filter agar tetap murni di hadapan Tuhan....Gbu.

      Delete
  12. Bgmpun Windu...kami mengasihi anda. Walaupun kita berbeda pandangan ttp kita tetap berada dlm 1 kasih Tuhan dan keluarga bsr JKI. Kita akan trs dukung kegerakan baru di JKI bg kemuliaan nama Tuhan. Anggap sj diskusi dan perdebatan ini utk memperkaya wawasan kita msg2. Halleluya....Gbu.

    ReplyDelete
  13. Kemarin waktu menghadiri beberapa sesi ibadah penghiburan di Holy Stadium, salah seorang dari tim pastoral berkata demikian kepada beliau yang meninggalkan, "Saya mencoba memohon beliau untuk menunda kepergiannya dua tahun lagi, namun beliau tetap tidak mengubah keputusannya." Bahkan putra beliau, yang berencana melamar seorang gadis beberapa bulan mendatang, juga membujuk untuk keputusan itu bisa diubah, namun keputusan tersebut telah final.


    Itu bener terjadi seperti itu?

    ReplyDelete
  14. Wah...bagaimana anda tahu bahwa tahun 2017 adalah masa akhir gereja atau masuk ke lembah penentuan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba dibaca lagi dengan lebih teliti, sudah tertulis koq.

      Delete
  15. Luar biasa membingungkan...mengacaukan...ah mungkin memiliki teologi yang kacau balau

    Orang luar hanya bisa "seribu tanya" ketika mencerminkan nya dgn firman Tuhan secara holistic dari Kejadian hingga wahyu

    ReplyDelete
  16. Gak ada yang minta pengertian kamu. Mungkin karena teologi makanya jadi kacau balau.

    ReplyDelete
  17. Saya sudah baca ditulisan anda tetapi gak ketemu. Juga saya coba cari di Alkitab, gak ketemu. Dapat pewahyuan darimana itu sampai Tuhan bisa bukakan kepadamu kedatanganNya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Okay, saya ulangi!

      Mohon sebelumnya baca artikel ini:
      http://windunatha.blogspot.co.id/2016/03/5777-2017-dalam-sekilas-perenungan.html?m=1

      Pewahyuan selalu dari Tuhan, jadi jangan tanya lagi dari mana or dari siapa. Kalaupun tidak setuju yang pewahyuan yang saya dapatkan, saya pun tidak membutuhkan persetujuan siapapun selain Dia yang mewahyukan.

      Apakah akhir dari zaman gereja sama dengan kedatangan-Nya (rapture)? Belum tentu. Itu asumsi kebanyakan orang. Akhir dari zaman gereja adalah satu perkara, rapture merupakan perkara lainnya.

      Delete
    2. Sy berani jamin kalo thn 2017 Tuhan gak akan dtg, gerejanNya aja msh morat marit, gimana mo menggenapi ayat dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan diseluruh dunia dan menjadi kesaksian bagi byk bgs baru stlh itu tiba kesudahannya. Dunia ketawa terbahak2 meliat kekonyolan2 didlm gereja saat ini

      Delete
    3. @Marc Hamara, yang bilang bahwa Tuhan akan datang di 2017 siapa yah? Baca lebih teliti yah.

      Delete
  18. Wah, koq Tuhan gak ngomong hal yang sama pada saya ya....

    ReplyDelete
  19. Replies
    1. Haruslah...karena ini soal gereja secara keseluruhan. Kalau ini hanya dinyatakan kepadamu maka ada dua alasan: anda begitu istimewa di dalam TUhan atau apa yang kamu nyatakan itu 'buatanmu' sendiri...tapi kalau anda istimewa, mengapa hal hal mengenai kepergian PA tidak dinyatakan kepadamu? Ada prinsip konfirmasi di dalam ALkitab. Ketika Tuhan menyatakan sesuatu, maka ia memberi peneguhan di pihak lain yang sama sekali tidak terhubung (ingat kasus Kornelius dan Petrus). Jangan bilang 'sudah diteguhkan oleh pendoa di kelompokmu, itu sami mawon)

      Delete
    2. Well, kalau gitu kejarlah Sang Sumber sampai Ia menyatakan kebenarannya. Kalau Tuhan belum mau bicara kepada Anda, tentu bukan salah saya kan? Hehehe ...

      Delete
    3. Kebenaran yang saya dapat tentang hal ini adalah:
      1Yohanes_4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

      Delete
    4. It's okay jika hasil uji Anda mendapati bahwa apa yang saya share di sini kurang tepat atau palsu, mungkin jatah kita memang beda-beda.

      Delete
    5. Jadi hanya karena ini soal gereja keseluruhan, maka pewahyuan semacam ini Anda merasa Tuhan harus memberitahu kepada Anda secara pribadi? Hmmm ... Sebenarnya siapa yang jadi Tuhan yah?

      Bahkan menyangkut soal dunia secara keseluruhan saja, Tuhan cuma bicara kepada Henokh dan Nuh saja bahwa air bah akan datang. Bukankah hari-hari terakhir ini seperti pada zaman Nuh?

      Delete
    6. Ps. Sonny Zaluchu ada kesombongan yang tdk kamu sadari. sesama saudara hrs membangun bkn melawan dan mrasa bnr. sy bkn jemaat jki tp sy sgt diberkati dan sy trkejut apa yg sy dapat slama ini hmpir sm dg yg didapat pap & pak yusak.

      di sorga itu byk tingkatannya, kalo level SMA gimana pun susah jelasin apa yg uda dia plajari pd anak level SD. mau ngotot dimarahi perang gmn pun ga akan ngerti. jd firman tuhan ajar mlalui paulus di filipi : apa yg km dpt pegang bg dirimu sendiri, kl ada yg blm tuhan nyatakan/blm ngerti simpen dlm hati (spt maria) jgn mnghakimi, nanti tuhan sndiri akan nyatakan.

      baca jg kisah elisa, saat di datangi ibu yg anaknya mati, dia berkata, tuhan tidak memberitahu dia mngenai hal ini. jadi hak tuhan mau kasitau atau tidak. apakah anda telah memiliki keintiman dan kesalehan melebihi dari elisa?

      Delete
  20. Ya ..semua orang yg sudh meninggal melihat indahnya surga ya pasti suruh balik ke dunia ta mau .. hal spt itupun terjadi dg PAP ..krn surga pasti lebih nikmat dr pada di bumi ..jd yg diputuskan PAP benar ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda salah. Bukan PAP yang memutuskan tetapi TUHAN! Hidup mati seseorang dalam kedaulatan Tuhan. Justru saya percaya seribu persen, seandainya memilih, PAP masih ingin tinggal di dunia melanjutkan apa yang telah Tuhan percayakan kepadanya. Tetapi Tuhan berkata, pulang nak...dan tidak ada pilihan lain kecuali taat.

      Delete
    2. Udhlah pak sonny jgn debat aja, saya muridmu d yski dulu..klo ada yg salah mari kita doakan dan ga ush dperdebatkan..yg baik diambil, dan jgn dicela..kita semua manusia yg mgkn bisa saja salah..gbu.

      Delete
    3. Dedy chris, ini bukan debat. Maaf. Saya harap kamu tidak sealiran dengan model semacam ini. Saya sangat menghormati PAP dan tidak suka orang orang disekeliling beliau yang dengan seenaknya mengemukakan argumen dan alibi profetik yang menurut saya sudah tidak benar. Kita semua sedih dan terluka dengan kepergian PAP. Jangan ditambahin dengan hal hal aneh semacam ini. Ini bukan mencela. Coba pelajari komentar saya di blog ini. Ya saya setuju, kita semua manusia yang mungkin bisa saja salah.Dan bagian kita mendoakan dan mengingatkan. Bukan udah salah, ngotot dan tidak melakukan evaluasi. Ingat bro, ini artikel yg dipublikasi di medsos. Sudah jadi konsumsi publik. Harusnya anda mengingatkan penulis blog. Bukan saya. Kamu kenal dia pribadi kan?

      Delete
  21. Sedih membaca tulisan ini.... Kenapa? Ini membuktikan pemahaman akan firman Tuhan sedemikian dangkal, kualitas iman dan kerohanian yg KEKANAK-KANAKAN sehingga yg ada adalah fanatisme, menganggap diri sebagai yg paling benar, meski lemah dasar Alkitabnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ba-Per banget, Bang! Hehe ... :)

      Delete
    2. Anda ini bcr utk dr sdri atau org lain....?

      Delete
  22. Kelihatannya diskusi sdh mulai melebar... santai Bro, sy percaya semuanya ini utk kebaikan jemaat Tuhan.
    Satu hal yg menggelitik sy pagi ini...

    Bila benar kepergian PAP, Adalah krn penglihatan yg Tuhan perlihatkan 2 thn mendatang, sy mencoba menduga...
    1. Begitu dahsyat tipu muslihat iblis, shg penyiksaan besar terjadi, dan ini sangat memilukan belaiu shg mengambil sikap lebih baik pergi...
    2. Belum terjadi apa2 2thn kedepan, shg semua yg dibicarakan selama ini kosong belaka.
    3. Sorga.

    Semoga bukan 1, sebab beliau org yg gagah berani tentu tdk takut tipuan dan sisksaan anti Kris.
    Semoga bukan 2, sbb membuat semua acara bahtera dll berantakan.
    3. Semoga ini...

    Klu ada yg bisa menambahkan prediksi pengliharannya, silahkan ditambahkan.
    Selamat pagi Tuhan Yesus memberkati kita semua.

    ReplyDelete
  23. Utk Ps. Sonny...sy setuju dgn semua ulasan anda pak. Utk Windu...sbg sesama keluarga besar JKI sy berharap utk bs menerima apapun kritik yg ditujukan kpd kita spjg itu utk kebaikan bersama. Bgmpun karunia tdk ada yg sempurna. Manusia pun jg bgt. Buat yg mendeskreditkan pak Agung...sy hanya mengatakan utk lht dr semua yg beliau kerjakan bg bangsa ini utk kemuliaan Tuhan sblm menghakimi beliau. Beliau mmg bkn org yg sempurna. Tp scr jujur sy bersaksi bhw beliau sukses menggembalakan kami semua. Knp? Krn beliau memakai hatinya bkn pikirannya dlm membimbing km jemaatnya. Shg kepergian beliau yg mendadak sgt membuat km kehilangan. Seminggu inipun km msh merasa kehilangan figur seorg bapak. Ttp puji Tuhan ada spirit unity di jemaat shg kami akan tetap move on dan mendukung semua perubahan yg terjadi di JKI. Walaupun sy jg tdk sll setuju dgn yg terjadi di JKI dan sebagian tulisan dr windu di blog ini...sy berharap jgn terlalu diambil hati. Biarlah kt anggap ini cara Tuhan utk mendewasakan semua kita terlepas ada yg menerima atau tdk. Dlm hal ini sy setuju dgn pak Sonny bhw kebenaran hrs dinyatakan. Lepas diterima atau tdk. Gbu all....

    ReplyDelete
  24. Puji Tuhan,

    Sy menghargai dan menghormati diskusi sdra2 di blog ini. Seharusnya mmg demikian kt sdra seiman saling membangun dan mengingatkan satu sama
    lain.

    Sy termasuk orang luar yg ketika mendengar kabar/ kehebohan reaksi jemaat & petinggi JKI atas kepergian PAP menjadi sangat terganggu dan agak sulit menahan diri utk tdk ikut2 mencemooh. Bnyak keraguan dan pertanyaan2 yg sangat mengusik akal budi saya saat itu.

    Namun sedikit bnyak dr penuturan & diskusi disini,
    sy jd bisa mengerti yg terjadi, paling tidak latar blkg
    dan gambaran jemaat JKI pd umumnya.

    Sy ingin menyampaikan apa yg sy dpt dr teman sy ttg hal ini, yg kmdn ckp menenangkan sy dlm 'pergumulan' tsb. Teman milis yg sy hormati (krn sg
    ngeroh.. :) menuliskan dlm milis nya sbb ;

    ... Pada saat itu saya bertanya kepada Tuhan Yesus, mengenai doa yang dilakukan oleh jemaat JKI di
    Holly Stadium Tuhan Yesus menjawab dengan
    penuh kasih, "Apa yang mereka lakukan BERKENAN dihadapan-KU. Mereka mengasihi hambaKu, dan
    AKU merasakan kesedihan mereka."

    Bahkan ia melanjutkan dlm surat tsb :

    Pada waktu itu Tuhan Yesus memperlihatkan
    bahwa Dia secara pribadi hadir di tengah-tengah jemaat JKI yang sedang berduka dan merasakan kedukaan mereka. Tuhan Yesus sama sekali tidak
    mengolok-olok, mencela atau menghakimi apa yang sedang umatNya lakukan, tetapi menghibur satu
    persatu hati yang berduka melalui Roh Kudus yang ada di dalam hati setiap umatNya. Tuhan Yesus
    duduk di samping dan memeluk setiap anakNya
    yang berduka dengan penuh kasih.

    Saya melihat sebuah pemandangan Illahi yang
    sangat luar biasa. Tuhan Yesus hadir di tengah-
    tengah umatNya yang berduka, menangis, ikut
    merasakan kesedihan hati setiap orang dan
    menghibur mereka satu persatu. Tuhan Yesus
    secara pribadi ada di tengah-tengah kedukaan
    umatNya! Sama sekali tidak ada penghakiman,
    cemooh atau celaan yang ramai dilakukan oleh semua orang Kristen di luar gereja JKI.
    Sebuah pemandangan yang sangat kontras di dalam Tubuh Kristus.

    Demikian.. kiranya jadi penghiburan dan kekuatan buat saudara jemaat JKI sekalian...

    ReplyDelete
  25. Ada beberapa komentar di artikel ini yang terpaksa saya hapus karena isinya mengandung racun caci maki dengan kata-kata kasar. Saya sangat menghargai diskusi dan argumentasi, tapi kata-kata seperti tolol, goblok, otak di dengkul, dan sebagainya sama sekali merendahkan mutu diskusi ini, terutama merendahkan orang-orang memuat kekasaran tersebut dalam komen-komen mereka di sini.

    Saya menulis apa yang saya ketahui dan saya yakini, saya tidak meminta persetujuan maupun kesepakatan dari siapapun atas apa yang saya muat di sini. Kalaupun ada beda pendapat, mohon diungkapkan dengan cara yang baik.

    ReplyDelete
  26. Bagi para pakar yang bingung dengan cara kerja Tuhan
    "Janganlah hatimu menjadi repot "
    Dialkitab sudah ada contohnya, bagaimana ketika murid Yesus
    dibuat bingung karena perkataan Yesus
    Jadi ikuti saja contoh dialkitab yaa.....

    Yohanes 11:16
    Lalu Tomas, yang disebut Didimus,
    berkata kepada teman-temannya,
    yaitu murid-murid yang lain:
    "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia."

    ReplyDelete
  27. Jangan mengusik orang yang diurapi Tuhan.

    ReplyDelete

Note: Only a member of this blog may post a comment.

About Windunatha

My photo
Destined to become prosperous and famous. But still learning to be happy and keep struggling to be an increasingly willing servant who dies more and more to self. A Dreamer Of Isaiah 60 fulfillment for Indonesia and by the grace of God, will witness and finish them all.