Tuesday, August 1, 2017

Transfer Kekayaan Terbesar, Kapan Saatnya? Dan Siapa Yang Berhak Mengalaminya?

"A good [man] leaves an inheritance to his children's children, but the wealth of the sinner is stored up for the righteous.
- Proverbs 13:22 (NKJV)

Ada sebagian orang percaya, anak-anak Tuhan, yang meyakini bahwa akan ada sebuah perpindahan kekayaan terbesar dari bangsa-bangsa (The Great Wealth Transfer), yakni dari orang-orang fasik kepada Gereja Tuhan. Inilah yang telah lama disebut sebagai kekayaan bangsa-bangsa dan kelimpahan dari seberang laut seperti yang tertulis dalam Yesaya 60. Namun sampai saat ini hal itu belum terjadi. Mengapa?

Sesuai dengan yang tertulis dalam ayat 1 - 2, "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu." 

Maka sederhananya, hal itu belum terjadi karena:

1. Orang-orang yang telah ditentukan untuk mengalaminya belum 100% nyata menerima kemuliaan Tuhan yang sedemikian rupa.

2. Kegelapan belum 100% menutupi Bumi dan kekelaman belum 100% menutupi bangsa-bangsa.

Sebelum Anda membaca lebih lanjut tulisan ini, sebaiknya Anda membaca tulisan sebelumnya yang berjudul Ketika Tuhan Menggoncang Langit, karena perkara ini berkaitan erat dengan momen Tuhan menggoncang langit. Mengapa The Great Wealth Transfer berkaitan dengan saat Tuhan menggoncangkan langit? Sebab memang itulah ketetapan Tuhan yang tertulis dalam Hagai 2:7-10,

"Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam."

Perhatikan baik-baik rinciannya, pertama Tuhan akan menggoncangkan langit, lalu Bumi. Dan ketika Bumi digoncang, hal itu ada dua bagian, yakni laut dan darat. Lalu sebagai dampaknya bangsa-bangsa pun akan tergoncang, kemudian kekayaan bangsa-bangsa datang mengalir kepada orang-orang benar yang adalah rumah Tuhan atau bait Allah (1 Korintus 3:16-17). Dan lebih lanjut Tuhan mengatakan bahwa kemegahan atau kemuliaan yang ada saat The Great Wealth Transfer ini terjadi akan melebihi kemegahan atau kemuliaan yang pernah ada.

Sekarang bandingkan Hagai 2:7-10 dengan skenario yang telah dinubuatkan dalam Wahyu 12 - 13:

1. Ketika langit digoncangkan, maka Sang Naga Merah, Lucifer, dan para malaikatnya tidak mendapat tempat lagi di langit dan mereka akan jatuh ke Bumi. Naga akan berperang terhadap penduduk Bumi.

2. Dan ketika Bumi digoncang saat itu, dari laut dan dari darat masing-masing muncul binatang yang kita sebut sebagai Antikristus. Dan kedua binatang ini memiliki kuasa atas perekonomian dunia, sebab tanpa tanda binatang tersebut maka tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual.

Jadi, kapan sesungguhnya transfer kekayaan terbesar terjadi? Jika mengacu kepada Firman itu sendiri, maka hal itu akan terjadi pada Masa Tribulasi, yakni ketika langit digoncangkan lalu Naga itu jatuh ke Bumi dan kemudian Bumi digoncangkan baik lautnya maupun tanahnya hingga kedua binatang Antikristus itu tampil.

Yang Berhak Menerima

Lalu siapa yang berhak menerima transfer kekayaan terbesar itu? Kembali kepada Wahyu 12, bahwa hanya dua pihak yang keberadaannya melampaui Naga dan kedua binatang Antikristus itu, yakni Sang Perempuan yang kemudian saya sebut sebagai Pasukan Martir di Akhir Zaman dan Anak Laki-Laki yang dilahirkannya, Pasukan Gada Besi yang merupakan bagian sulung dari Gereja Tuhan atau yang juga disebut The Last Days Remnant Church

Sang Perempuan dan Anak Laki-Lakinya inilah yang patut disebut sebagai Rumah Tuhan atau Bait Allah yang sesungguhnya, sesuai dengan yang disebutkan dalam Kitab Hagai. Dan ya, kemuliaan Tuhan melalui mereka akan melampaui kemuliaan Tuhan yang pernah ada lewat para pahlawan iman yang sebelum-sebelumnya.

Jadi, mereka yang menerima adalah yang telah mengalami proses didikan Tuhan yang sedemikian rupa beratnya sehingga Tuhan tidak perlu khawatir bahwa orang-orang ini akan jatuh dalam kesombongan atau mencuri kemuliaan tersebut. Mengapa? Sebab kekayaan bangsa-bangsa dan kelimpahan seberang laut yang dimaksud, bukan hanya sekedar uang, emas, permata maupun berbagai bentuk hikmat lainnya. Di dalam kekayaan dan kelimpahan itu ada ilah-ilah maupun berbagai berhala yang melatarbelakangi semua kelimpahan tersebut.

Perhatikan Yusuf, ia menjadi orang asing di Mesir saat itu, mulai dari menjadi budak, lalu tawanan dan kemudian diangkat Tuhan menjadi penguasa dunia di pusat kebudayaan dan kekuasaan dunia. Yusuf didandani layaknya orang Mesir dengan budaya Mesir yang sarat akan okultisme. Ia juga menjadi menantu dari seorang imam dari ilah lain. Belum lagi berbagai aspek Mesir lainnya yang harus dihadapinya sehari-hari. Namun semua itu tidak membuat Yusuf lengah dan terlena, hatinya tetap terpaut kepada Tuhan dengan erat sekalipun kemuliaan yang diterimanya amat sangat besar.

Sebagaimana Yusuf dipersiapkan, demikian juga mereka yang akan menerima The Great Wealth Transfer, mereka yang akan mengalami kemuliaan lebih dahsyat daripada yang dialami Yusuf bin Yakub. Merekalah yang disebut sebagai yang menerima Kerajaan Yang Tak Tergoncangkan. Merekalah yang disebut Faceless, Nameless, Selfless Generation. Karena kekayaan seberapapun dan kemuliaan sebesar apapun yang diterima, mereka tidak sempat membuat Tuhan khawatir bahwa mereka akan mencuri kemuliaan tersebut.

Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

About Windunatha

My photo
Destined to become prosperous and famous. But still learning to be happy and keep struggling to be an increasingly willing servant who dies more and more to self. A Dreamer Of Isaiah 60 fulfillment for Indonesia and by the grace of God, will witness and finish them all.