Labels

Wednesday, March 27, 2019

Merefleksi Zaman: Perkara Makan Minum Dengan Zaman Nuh

Tuhan Yesus pernah berkata,

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." - Matius 24:37-39

Sebenarnya itu perkataan yang sangat aneh. Mengapa aneh?

1. Sebagai Anak Manusia, bagaimana mungkin Tuhan Yesus bisa memberi referensi sebuah masa di penghujung zaman dengan sebuah masa yang begitu purbakala.

2. Bagaimana audiens pada saat itu, adakah murid-murid-Nya mengerti seperti apa zaman Nuh yang selisihnya sekitar 3000 tahun?

3. Bagaimana pula kita, yang selisihnya bahkan sekitar 5000 tahun dengan zaman Nuh?

4. Dan yang paling mengganjal buat saya selama ini adalah frasa "makan dan minum", bukankah memang itu cara kita bertahan hidup? Apa istimewanya perkara makan dan minum dan kaitannya dengan zaman Nuh serta kedatangan-Nya yang kedua? Bukankah apapun zamannya, minumnya Teh Botol Sosro? Eh salah ... maksudnya, bukankah di setiap zaman, manusia pasti makan dan minum?

Ternyata untuk memahami perkataan Tuhan Yesus itu butuh "timing" yang tepat. Dan jika saya tidak salah menafsirkannya, maka perkara makan dan minum yang dimaksud-Nya adalah pada zaman medsos sekarang ini.

Vlogger-vlogger kuliner bertabur di jagat maya bagai bintang-bintang bertabur di jagat raya. Bahkan vlogger kuliner menjadi profesi baru dalam sekian tahun terakhir ini. Disebut profesi karena memang terbukti memberi dampak nyata berupa penghasilan yang cukup signifikan, termasuk menerima jasa endorse dari berbagai produsen yang hendak mempromosikan produk makanan minumannya.

Selain kemunculan vlogger kuliner, gencarnya promo diskon dari GoFood dan GrabFood yang dipersenjatai dengan sistem pembayaran online (GoPay dan OVO) juga memberi kontribusi yang dahsyat dalam industri kuliner nasional, khususnya di kota-kota besar.

Hasilnya jangan diragukan lagi, kombinasi informasi kuliner yang begitu deras dengan berbagai diskon yang begitu melimpah adalah obesitas dan menderita berbagai penyakit degeneratif yang lebih cepat daripada generasi sebelumnya. 

Tapi memang itu semua harus terjadi. Saya melihat bahwa fenomena ini merupakan cara yang ampuh untuk mensosialisasikan The Beast System pada Masa Antikristus nanti, sehingga pada waktunya semua orang, tua muda, hamba atau orang merdeka, laki-laki atau perempuan, kaya maupun miskin semuanya tidak bisa berjual beli tanpa tanda nama binatang tersebut.

Well, ternyata Tuhan Yesus ialah seorang yang sangat visioner melihat sangat jauh ke depan bagaimana dunia ini hanyut dan tenggelam dalam pesta poranya sendiri. Dan semua yang terjadi ini juga merupakan tanda akan kedatangan-Nya yang kedua kali sudah semakin dekat.

Tuhan memberkati.

Wednesday, March 20, 2019

Wafat Sebelum Waktunya Adalah Pertanda Petaka

Kematian orang-orang yang dikasihi Tuhan sangatlah berharga.

"Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya." - Mazmur 116:15

Dan adalah wajar ketika anak-anak menguburkan ayah mereka masing-masing.

"Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun, lalu ia meninggal. Ia mati pada waktu telah putih rambutnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya. Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre, yang telah dibeli Abraham dari bani Het; di sanalah terkubur Abraham dan Sara isterinya." - Kejadian 25:7-10

"Adapun umur Ishak seratus delapan puluh tahun. Lalu meninggallah Ishak, ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya; ia tua dan suntuk umur, maka Esau dan Yakub, anak-anaknya itu, menguburkan dia." - Kejadian 25:38-39

"Lalu berjalanlah Yusuf ke sana untuk menguburkan ayahnya, dan bersama-sama dengan dia berjalanlah semua pegawai Firaun, para tua-tua dari istananya, dan semua tua-tua dari tanah Mesir, serta seisi rumah Yusuf juga, saudara-saudaranya dan seisi rumah ayahnya; hanya anak-anaknya serta kambing domba dan lembu sapinya ditinggalkan mereka di tanah Gosyen." - Kejadian 50:7-8

Namun ketika seorang ayah harus menguburkan anaknya, Alkitab mencatat hal itu sebagai kejadian "luar biasa" sekaligus sebuah tanda "petaka".

Minimal ada dua kematian yang tercatat di Alkitab, yang menjadi pertanda buruk:

1. Kematian Habel, terjadi ketika Adam masih hidup, sekaligus peristiwa pembunuhan pertama yang dilakukan oleh seorang anak manusia terhadap sesamanya. 

2. Kematian Lamekh bin Metusalah, ketika ayahnya masih hidup. Padahal dari sepuluh nenek moyang pertama dalam sejarah manusia (Adam, Set, Enos, dan seterusnya sampai Nuh), semua anak menguburkan ayahnya masing-masing, kecuali Lamekh yang wafat 5 tahun lebih dulu daripada ayahnya, Metusalah.

Menurut Kitab Yashar (Kitab Orang Jujur), pada tahun kematian Lamekh, pada saat Nuh berusia 595 tahun, Bahtera Nuh mulai dibangun dan bahtera tersebut dirampungkan dalam 5 tahun sampai Nuh berusia 600 tahun dan di tahun yang sama Metusalah wafat, dan air bah datang.

Jadi begitu Nuh melihat bahwa ada "urutan kematian" yang berbeda, Nuh menangkap petunjuk bahwa itulah saatnya bahtera tersebut mulai dikerjakan.

Kematian Habel dan kematian Lamekh berharga di Mata Tuhan, namun kematian mereka merupakan "tanda petaka" bagi yang ditinggalkan.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.