Labels

Thursday, June 27, 2019

Bileam, Sanyangore Dan Perihal Kenabian

Apakah Bileam seorang nabi atau seorang nabi palsu?
Apakah Paul Sanyangore (Zimbabwe) yang diundang oleh Ark of Christ (Bandung) pada 2018 - 2019 seorang nabi atau seorang nabi palsu?

Jawabannya adalah BUKAN KEDUANYA, baik Bileam maupun Paul Sanyangore bukanlah seorang nabi maupun seorang nabi palsu. Lalu apakah Bileam maupun Paul Sanyangore itu menurut Alkitab? Mengapa banyak orang menganggap keduanya adalah nabi? 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita pelajari apa kata Alkitab mengenai Bileam.

"Raja ini (Balak) mengirim utusan kepada Bileam bin Beor, ke Petor yang di tepi sungai Efrat, ke negeri teman-teman sebangsanya, untuk memanggil dia, dengan pesan: 'Ketahuilah, ada suatu bangsa keluar dari Mesir; sungguh, sampai tertutup permukaan bumi olehnya, dan mereka sedang berkemah di depanku. Karena itu, datanglah dan kutuk bangsa itu bagiku, sebab mereka lebih kuat dari padaku; mungkin aku sanggup mengalahkannya dan menghalaunya dari negeri ini, sebab aku tahu: siapa yang kauberkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kaukutuk, dia kena kutuk.'" - Bilangan 22:5-6

Selengkapnya kisah mengenai Bileam bisa disimak dalam Kitab Bilangan 22 - 24. Namun mari kita simak beberapa poin penting mengenai Bileam dari ketiga pasal Kitab Bilangan tersebut:

1. Bileam memiliki karunia roh (spiritual gift) yang sangat unik dan powerful dalam hal perkataannya. Itu sebabnya Balak sangat membutuhkan jasa karunia roh Bileam untuk menghadapi dan mengalahkan bangsa Israel. Jadi dalam hal ini memang Bileam termasuk sakti dalam perkataan. 

2. Bileam mengetahui eksistensi dan cukup mengenali Allah Jehovah karena ada berkomunikasi dengan meminta petunjuk-Nya ketika pertama kali utusan Balak datang.

3. Bileam tidak memiliki pengenalan akan Allah Jehovah sebaik para nabi Israel seperti Musa, Samuel, Elia, Elisa dan nabi-nabi lainnya, ditambah lagi Bileam goyah dan mudah tergoda dengan harta yang banyak. Hal ini dibuktikan ketika Balak kembali mengirim utusan lebih banyak daripada yang pertama kali, dengan status utusan yang lebih tinggi dan kompensasi yang lebih banyak. 

Harusnya ketika utusan Balak itu datang kembali, Bileam cukup menolak kembali karena Allah Jehovah telah menjawab dengan jelas, "Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati."

Namun karena Bileam telanjur tergoda, ia lancang menghadap kepada Allah Jehovah lagi untuk menanyakan perkara yang sama yang telah dijawab dengan jelas itu. Ini yang membedakan Bileam dengan para nabi Israel.

4. Karena Bileam bukan nabi, dan tidak memiliki pengenalan akan Allah Jehovah sekelas nabi, maka Tuhan izinkan Bileam untuk pergi menemui Balak, namun sampai urusannya dengan Balak selesai, Bileam tidak pernah bisa mengutuki bangsa Israel.

Sampai di sini, sesungguhnya Allah Jehovah telah sangat banyak menolong Bileam untuk tidak melanggar larangan-Nya. Jadi sekalipun Bileam bukan umat-Nya maupun nabi-Nya, tapi Allah Jehovah menunjukkan kebaikan dan kasih setia-Nya kepada Bileam.

5. Bileam ada satu kali melakukan tugas atau minimal tindakan kenabian ketika Roh Allah menghinggapi dirinya (Bilangan 24:2). Di hadapan Balak, Bileam menubuatkan masa depan beberapa bangsa dan suku bangsa, yakni Moab, Edom, Amalek, Keni, Kitim, Asyur dan Heber.

Nubuatan itu sesungguhnya ditujukan supaya Balak menyadari bahwa di atas Israel ada Allah Jehovah yang berdaulat dan berkuasa untuk menentukan nasib dan masa depan bangsa-bangsa. Dan setelah itu Bileam dan Balak berpisah, Bileam kembali ke tempat asalnya di Petor.

6. Tidak ada kelanjutan apapun yang dikisahkan Alkitab setelah perpisahan Bileam dan Balak hari itu. Namun belakangan ada catatan yang menyatakan bahwa Bileam ada memberi nasihat jahat supaya Balak menggoda dengan memakai perempuan-perempuan Moab nan cantik sehingga bangsa Israel berubah setia dari Allah Jehovah kepada Baal Peor.

Catatan atas kejahatan Bileam ini dibuktikan dengan berpindahnya tempat tinggal Bileam dari Petor ke Midian di mana akhirnya Bileam dibunuh di sana. Supaya kita semua ketahui bahwa Petor itu ada di dekat sungai Efrat, yakni Irak, sedangkan Midian ada di sekitar Araba Yordania. 

Mengapa Bileam berpindah? Menurut penafsiran para ahli, kepindahan Bileam merupakan kompensasi atas nasihat jahatnya sehingga Balak mengangkat Bileam menjadi warga kehormatan Midian. Sebab sebelumnya telah dinyatakan bahwa Bileam ada kembali ke Petor setelah berpisah dengan Balak.

Jadi jika bukan nabi yang benar maupun nabi palsu, apakah Bileam itu?

"Juga Bileam bin Beor, juru tenung itu, telah dibunuh oleh orang Israel dengan pedang, beserta orang-orang yang telah mati tertikam oleh mereka." - Yosua 13:22

"The children of Israel also killed with the sword Balaam the son of Beor, the soothsayer, among those who were killed by them." - Joshua 13:22 (NKJV)

Ya, sesungguhnya Bileam bin Beor adalah seorang juru tenung, bukan nabi palsu, apalagi nabi yang benar. Namun Allah Jehovah tetap bisa memakainya dengan menghinggapkan Roh-Nya untuk menubuatkan nasib masa depan banyak bangsa dan suku bangsa demi untuk menyatakan kedaulatan-Nya kepada Balak saat itu.


Terjemahan Google atas kata Soothsayer

Pertanyaan berikutnya adalah, dari manakah karunia roh (spiritual gift) Bileam yang dahsyat dalam perkataannya itu? Besar kemungkinan karunia rohnya Bileam itu merupakan warisan nenek moyangnya yang diturunkan karena ada perjanjian tertentu dengan kuasa lain yang lebih tinggi dan tentu saja bukan dari Allah Jehovah.

Mengapa demikian? Karena Bileam memang bukan umat Israel, secara garis keturunan tidak memiliki perjanjian apapun dengan Allah Jehovah. Berbeda dengan para nabi Israel yang memang karunia rohnya benar-benar dari Jehovah Elohim.

Dan jika kita cek arti kata Petor, tempat asal Bileam, dalam bahasa Ibrani (פְתוֹר) artinya adalah juru tenung atau soothsayer. Jadi bisa dikatakan bahwa tempat asal Bileam merupakan kampung atau kota atau sarang atau gudangnya para juru tenung dengan berbagai keahlian yang mereka miliki.

Mengenai Paul Sanyangore

Lalu bagaimana dengan Paul Sanyangore yang sempat datang dan melakukan tur pelayanannya di Indonesia atas undangan Ark of Christ pimpinan Ev. Daniel Krestianto? 

Melihat dan mengamati latar belakang maupun kiprahnya, Paul Sanyangore merupakan Christian soothsayer atau juru tenung Kristen, itu sebabnya saya sering menyebutnya sebagai tukang sihir dari Zimbabwe.

Secara latar belakang, benua Afrika, India, dan berbagai daerah lainnya di Indonesia, ada banyak warganya yang memiliki karunia roh yang diperoleh karena warisan nenek moyang. Apalagi Afrika baik secara kuantitas dan kualitas, perkara tenung dan spiritual gift melebihi daerah manapun di dunia.

Secara kiprahnya, paling tidak dari apa yang saya saksikan di Youtube dan menurut kesaksian beberapa orang, apa yang dilakukan Paul Sanyangore lebih merupakan seorang juru tenung ketimbang pendeta apalagi nabi, segolongan dengan Bileam bin Beor. 

Mempertontonkan kemampuannya menebak dengan akurat isi chat Whats App jemaat, plat nomor kendaraan jemaat, lalu memberikan perkataan ramalan yang seolah-olah seperti nubuatan dan seterusnya. Semuanya itu memang karunia roh yang diperoleh secara warisan akibat dari perjanjian yang ada dalam garis keturunannya, BUKAN karunia roh yang berasal dari Roh Allah.

Makanya ketika saya melihat video Youtube yang di-upload sendiri oleh Paul Sanyangore sambil memberi title "prophet" di depan namanya sendiri, sementara isi videonya adalah aksi tenungnya menebak-nebak isi chat Whats App jemaat, terus terang saya marah bercampur geli dan jijik karena sepanjang pengetahuan saya, tidak ada nabi yang benar pernah melakukan hal itu, melainkan oleh para pesulap, mentalis dan ilusionis.

Salah satu videonya bisa disaksikan di sini: https://www.youtube.com/watch?v=pQvgtfeA2-Q&t=48s

Sebut saja Bob Jones, Rick Joyner, Bobby Conner, Sadhu Sundar Selvaraj, Neville Johnson, Yusak Tjipto, Benny Hinn, Smith Wigglesworth, Kathryn Kuhlman dan yang lainnya, tidak pernah melakukan hal-hal yang lazimnya dilakukan oleh para pesulap, mentalis dan ilusionis. Mereka bukan tidak bisa melakukan hal-hal itu, tapi memang tidak begitu cara kerja para nabi yang benar.

Jadi sekali lagi saya katakan, Paul Sanyangore bukanlah seorang nabi, baik itu nabi palsu, apalagi nabi yang benar. Paul Sanyangore hanya seorang juru tenung yang kebetulan beragama Kristen. Dia ada belajar banyak firman Tuhan, kemungkinan dia juga pernah mengalami Tuhan, terutama saat pertama kali menjadi Kristen. 

Namun jelas sekali Paul Sanyangore bukanlah seorang nabi, baik yang palsu, apalagi yang benar. Ia hanyalah seorang Kristen yang memiliki karunia roh tenung yang belum dibereskan dengan tuntas. 

Perihal Kenabian

Ada banyak petunjuk di Alkitab mengenai nabi yang benar, salah satunya yang tertulis berikut ini,

"Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. 

"Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? -- apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya." - Ulangan 18:18-22

Melihat deskripsi tersebut di atas, memang seorang nabi ditentukan oleh rekam jejaknya, terutama dalam hal keakuratannya. Tapi Anda mungkin akan bertanya, lalu bagaimana dengan juru tenung atau tukang ramal yang juga bisa punya keakuratannya yang tinggi? 

Itulah sebabnya sebelumnya saya ada menyinggung soal latar belakang. Adakah orang itu telah mematahkan semua kutuk maupun warisan nenek moyangnya? Dan hal itu bisa dilihat dari kiprahnya. Jika Anda tidak lagi bisa membedakan antara mentalis atau ilusionis dengan juru tenung Kristen, pastilah ia bukan seorang nabi dan warisan karunia roh yang diperolehnya melalui keturunannya masih belum dibereskan.

Lalu bagaimana dengan nabi palsu? Nabi palsu merupakan nabi yang awalnya benar, namun karena ia berubah setia maka ia menjadi palsu, dan biasanya 99,99% ia berubah setia karena uang. Di Alkitab ada juga disebut nabi-nabi Baal, apakah itu nabi palsu? BUKAN. Itu nabi asli, asli menyembah Baal.

Jadi nabi palsu datangnya dari internal umat Israel atau dari internal gereja, bukan datang dari luar, sesuai dengan yang tertulis di Alkitab,

"Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita." - 1 Yohanes 2:18-19

Dan dalam Wahyu 13 disebutkan ada dua jenis binatang antikristus, salah satunya adalah Sang Nabi Palsu.

Kesimpulan

Sebelumnya saya telah menyaksikan sendiri berbagai kejanggalan dalam 4 tahun terakhir ini dari pihak pengundang Paul Sanyangore ke Indonesia, yakni Ark of Christ dan pimpinannya Ev. Daniel Krestianto. Termasuk berbagai klaim rohani yang janggal yang disampaikan secara arogan dari atas mimbar, semisal,

"Saya ini punya kursi kecil yang spesial tempatnya tepat di sebelah Tuhan Yesus di Sorga."

"Cincin saya ada malaikatnya, dan dia butuh makan, mari kita menyembah."

"Ini liontin kunci diberikan langsung oleh Tuhan Yesus kepada saya, dan kunci ini bisa membuka banyak pintu di Sorga."

Kalaupun semua yang diklaim itu benar, lalu untuk apa disampaikan di mimbar? Apa yang diharapkan dari jemaat atas klaim-klaim semacam itu? Apa yang sesungguhnya hendak disampaikan kepada jemaat dengan klaim-klaim konyol begitu?

Pada akhirnya yang sejenis akan menarik yang sejenis. Jika yang diundang adalah seorang juru tenung Kristen, tentu pihak yang mengundang memiliki spirit yang serupa. 

Toleransi saya telah habis ... semoga Tuhan mengampuni saya.

Monday, May 20, 2019

Peh Beth, 2022 Dan Bait Suci Ke-3

"Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: 'Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya.'" - Wahyu 11:1-2

Secara profetis dan secara kronologis, kehadiran Bait Suci Ke-3 berperan secara signifikan dalam penggenapan berbagai nubuatan yang tertulis dalam Kitab Wahyu, terutama ketika Masa Tribulasi Besar dan Masa Kesaksian Besar terjadi selama 1260 hari. Pertanyaannya, kapan Bait Suci Ke-3 mulai beroperasi? Karena tanpa kehadiran Bait Suci Ke-3 maka penggenapan-penggenapan selanjutnya akan terlihat "cacat".

Ada beberapa petunjuk alkitabiah yang bisa kita pelajari sehingga kita bisa paham bahwa besar kemungkinan Bait Suci Ke-3 (terlepas dari kapan mulai dibangunnya dan berapa lama yang dibutuhkan untuk membangunnya), mulai beroperasi secara penuh pada Tahun Ibrani Peh Beth 5782 atau selambat-lambatnya tahun 2022 Masehi. 

Makna Abjad Peh

Abjad Peh merupakan abjad ke-17 dalam alphabeth Ibrani, dan memiliki nilai gematria 80. Salah satu makna abjad Peh adalah mulut atau ucapan yang menjadi nyata. Berbeda dengan abjad sebelumnya, yakni Ayin yang berarti melihat, abjad Peh seperti merupakan perwujudan dari apa yang dilihat oleh abjad Ayin. Secara garis besar apa yang selama dekade Ayin 5770 - 5779 (dan sebelumnya) dilihat, didoakan, maupun dinubuatkan, maka pada dekade Peh 5780 - 5789 akan jadi kenyataan.

Dan somehow saya meyakini bahwa dekade Peh 5780 - 5789 merupakan dekade terakhir sebelum Tuhan Yesus datang kembali. 5780 - 5789 ini juga merupakan dekade Peh pertama sejak negara Israel berdiri kembali. Sebagaimana sejarah dunia ini diawali dengan apa yang diucapkan Allah, saya yakin demikian juga sejarah dunia ini "diakhiri", yakni dengan "dekade yang terucapkan". Atau juga bisa dikatakan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali ada di dekade ini.


Hal yang paling menarik dari abjad Peh yang berbentuk mulut itu adalah rongga kosong yang ada di tengah abjad dan bentuk rongga tersebut merupakan abjad Ibrani lainnya yakni abjad Beth. Abjad Beth merupakan abjad ke-2 dalam alphabeth Ibrani, memiliki nilai gematria 2 dan memiliki makna rumah atau bait (temple). Itu sebabnya kata beth dan kata bait memiliki lafal yang mirip. Dan entah Anda sadari atau tidak, kondisi fisik negara Israel yang belum memiliki Bait Suci saat ini sama persis dengan abjad Peh tersebut.

Maka ketika waktu menunjukkan Tahun Ibrani Peh Beth 5782 (7 September 2021 - 25 September 2022) secara profetik itulah saatnya bagi negara Israel memiliki Bait Suci ke-3, demi merampungkan atau menggenapkan semua nubuatan yang masih tersisa hingga Anak Manusia datang kembali.

Pelajari dan miliki pemahaman yang benar mengenai kronologi Kitab Wahyu di dalam tulisan:

Kronologi Meterai Ke-5, Ke-6 Dan Ke-7 - Edisi Komprehensif


Makna Angka 22

Alkitab mencatat berbagai hal yang secara eksplisit maupun implisit menyatakan bahwa angka 22 sangat erat kaitannya dengan Ibrani, Israel, Tribulasi dan Akhir Zaman. Berikut ini adalah beberapa rinciannya:

1. Alphabeth Ibrani yang berjumlah 22 abjad.

2. Yakub yang juga disebut Israel mengalami penderitaan sebanyak dua kali 22 tahun. Sebagai Yakub, 22 tahun pertama adalah ketika ia lari dari rumah Ishak untuk menghindari Esau (20 tahun di rumah Laban dan 2 tahun di padang gurun), sampai ia kembali bertemu dan berdamai dengan Esau dan kembali bertemu dengan Ishak.

Sedangkan 22 tahun ke-2 adalah ketika ia sebagai Israel menderita kehilangan anak kesayangannya, Yusuf. 13 tahun Yusuf menjadi budak dan narapidana, lalu mulai menjadi Mangkubumi di Mesir menjelang masa 7 tahun kelimpahan, dan akhirnya kembali bertemu ayahnya, Yakub, pada tahun ke-2 dari 7 tahun kelaparan yang menimpa seluruh dunia.

Dalam silsilah Tuhan Yesus, Yakub adalah keturunan ke-22 dihitung dari Adam, Set, Enos dan seterusnya.

3. Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, Alkitab mencatat istilah yang disebut Jacob's Trouble yakni masa kesusahan bagi Yakub (Israel).

"Hai, alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya; itulah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan diselamatkan dari padanya. ... Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, demikianlah firman TUHAN, janganlah gentar, hai Israel! Sebab sesungguhnya, Aku menyelamatkan engkau dari tempat jauh dan keturunanmu dari negeri pembuangan mereka. Yakub akan kembali dan hidup tenang dan aman, dengan tidak ada yang mengejutkan. Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah." - Yeremia 30:7, 10-11

Dan ketika Tuhan Yesus menyampaikan tentang Akhir Zaman, hal itu disampai dengan nada yang serupa dengan yang disampaikan oleh nabi Yeremia,

"Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru." - Matius 24:6-8

Begitu juga ketika rasul Paulus menyampaikan perkara yang sama, hal itupun disampaikan dengan nada yang sama,

"Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput." - 1 Tesalonika 5:3

Masa kesusahan bagi Yakub, penderitaan menjelang zaman baru, seperti perempuan yang mengalami sakit bersalin, semuanya merupakan Jacob's Trouble ketika Sang Antikristus berkuasa di dunia pada Masa Tribulasi Besar.

4. Kitab Wahyu yang terdiri dari 22 pasal mencatat ada 22 peristiwa atau aksi TUHAN (acts of The LORD) berkaitan dengan Akhir Zaman, yakni 7 Meterai, 7 Sangkakala, 7 Cawan Murka dan diakhiri dengan Pesta Pernikahan Anak Domba.

5. Nyanyian Daud terpanjang ada tercatat dalam Mazmur 119, terdiri dari 22 bait yang masing-masing terdiri dari 8 ayat sehingga menjadikan Mazmur 119 sebagai pasal terpanjang di Alkitab dengan 176 ayat. Uniknya lagi, jumlah pasal dari Kejadian 1 sampai Mazmur 119 sama dengan jumlah pasal dari Mazmur 119 ke Wahyu 22, sehingga menjadikan Mazmur 119 tepat di tengah Alkitab.

Dengan semua rincian tersebut di atas, paling tidak secara implisit kita boleh meyakini bahwa tahun 2022, Bait Suci ke-3 telah ditahbiskan dan resmi beroperasi secara penuh. Dan saya yakin tidak lama setelah itu Dua Saksi Allah, Musa dan Elia tampil untuk menjalankan tugas mereka untuk memberi Kesaksian Besar atas Nama Tuhan Yesus Kristus kepada Israel dan bangsa-bangsa dunia.

Misteri Keunikan Kitab Mazmur

Simak baik-baik perkataan Tuhan Yesus berikut ini,

"Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." - Lukas 24:44

Jadi mengenai penggenapan di penghujung Akhir Zaman, terutama mengenai kedatangan-Nya kembali, nubuatan-nubuatannya pun ada terkandung di dalam Kitab Mazmur. Namun untuk memahami nubuatan-nubuatan serta penggenapan-penggenapannya, baik yang sudah maupun yang akan tergenapi, tidaklah dapat dipahami jika salah seorang hamba-Nya yang telah almarhum tidak menyingkapkannya lebih dulu.

Dia adalah Jerry Rolan Church (17 November 1938 - 22 Maret 2011) atau lebih dikenal J.R. Church, seorang pengkotbah, pengajar dan penulis berbagai buku Kristen, terutama yang bertema Akhir Zaman. Berikut ini adalah pewahyuan yang disingkapkan J.R. Church mengenai misteri keunikan Kitab Mazmur:

1. Sebagai kitab terbesar di Alkitab, posisi Kitab Mazmur di Alkitab secara implisit menyatakan akan tahun berdirinya kembali negara Israel. Bagaimana bisa? Coba hitung dari Kitab Kejadian, maka posisi Kitab Mazmur ada di urutan ke-19, sedangkan jika kita menghitung mulai dari Kitab Mazmur hingga Kitab Wahyu, maka jumlahnya ada 48 kitab. Tahun 1948 adalah tahun berdirinya kembali negara Israel.

Dan saya yakin bukan kebetulan jumlah 1 + 9 + 4 + 8 = 22. Ini merupakan petunjuk makro.

2. Selain memuat petunjuk makro, misteri keunikan Kitab Mazmur juga memberi banyak petunjuk mikro, baik itu bagi Israel maupun bagi bangsa-bangsa lainnya. Secara berurutan, mulai dari abad ke-20, tiap-tiap pasal dalam Kitab Mazmur ada menyatakan minimal satu peristiwa yang signifikan untuk tahun-tahun Masehi tersebut.

Jadi Mazmur 1 untuk tahun 1901, Mazmur 2 untuk tahun 1902, Mazmur 10 untuk tahun 1910, Mazmur 100 untuk tahun 2000 dan seterusnya. Ada ayat-ayat tertentu, minimal satu ayat dari tiap pasal menyatakan minimal suatu peristiwa yang signifikan pada tahun tersebut. Berikut beberapa contohnya yang bisa menjadi highlight-nya:

Tahun 1938 merupakan awal dari Perang Dunia ke-2 dan merebaknya penjajahan Jepang atas Asia Timur dan Asia Tenggara. Berikut yang tertulis dari Mazmur 38,

"Orang-orang yang ingin mencabut nyawaku memasang jerat, orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku, memikirkan kehancuran dan merancangkan tipu daya sepanjang hari. ... Orang-orang yang memusuhi aku besar jumlahnya, banyaklah orang-orang yang membenci aku tanpa sebab; mereka membalas yang jahat kepadaku ganti yang baik, mereka memusuhi aku, karena aku mengejar yang baik." 

Tahun 1943 merupakan puncak dari kekejaman Hitler dan Nazi atas insiden Holocaust yang menyebabkan jutaan orang Yahudi dibantai. Berikut yang tertulis dari Mazmur 43,

"Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari orang penipu dan orang curang! Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh? ... Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!"

- Tahun 1946 merupakan akhir dari Perang Dunia ke-2. Berikut yang tertulis dari Mazmur 46,

"Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi, yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!"

- Tahun 1948 ketika negara Israel berdiri kembali. Berikut yang tertulis dari Mazmur 48,

"Biarlah gunung Sion bersukacita; biarlah anak-anak perempuan Yehuda bersorak-sorak oleh karena penghukuman-Mu! Kelilingilah Sion dan edarilah dia, hitunglah menaranya, perhatikanlah temboknya, jalanilah puri-purinya, supaya kamu dapat menceriterakannya kepada angkatan yang kemudian: Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya! Dialah yang memimpin kita!"

- Tahun 1967 ketika kota Yerusalem kembali kepada negara Israel yang didahului dengan insiden Perang 6 Hari. Berikut yang tertulis dari Mazmur 67,

"Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takut akan Dia!"

- Tahun 1973 ketika Israel disergap pada Hari Pendamaian (Yom Kippur - 10 Tishrei 5734), namun Tuhan memberi kemenangan besar kepada Israel. Berikut yang tertulis di Mazmur 73,

"Dan mereka berkata: 'Bagaimana Allah tahu hal itu, adakah pengetahuan pada Yang Mahatinggi?' ... Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau. Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya."

- Tahun 1978 Perjanjian Kemah Daud (Camp David Accord) disepakati antara Mesir dan Israel yang difasilitasi oleh Amerika Serikat. Berikut yang tertulis di Mazmur 78,

"Ia menolak kemah Yusuf, dan suku Efraim tidak dipilih-Nya, tetapi Ia memilih suku Yehuda, gunung Sion yang dikasihi-Nya; Ia membangun tempat kudus-Nya setinggi langit, laksana bumi yang didasarkan-Nya untuk selama-lamanya; dipilih-Nya Daud, hamba-Nya, diambil-Nya dia dari antara kandang-kandang kambing domba; dari tempat domba-domba yang menyusui didatangkan-Nya dia, untuk menggembalakan Yakub, umat-Nya, dan Israel, milik-Nya sendiri. Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya."

- Tahun 1989 ketika Tembok Berlin runtuh. Berikut yang tertulis di Mazmur 89,

"Tetapi Engkau sendiri menolak dan membuang, menjadi gemas kepada orang yang Kauurapi, membatalkan perjanjian dengan hamba-Mu, menajiskan mahkotanya laksana debu, melanda segala temboknya, membuat kubu-kubunya menjadi reruntuhan."

- Tahun 2010 dimulainya revolusi Arab Spring, dan negara-negara di sekitar Israel mengalami banyak pergolakan hebat secara politik sedangkan Israel sendiri tetap dalam keadaan aman dan damai. Berikut yang tertulis di Mazmur 110,

"Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu. ... TUHAN ada di sebelah kananmu; Ia meremukkan raja-raja pada hari murka-Nya, Ia menghukum bangsa-bangsa, sehingga mayat-mayat bergelimpangan; Ia meremukkan orang-orang yang menjadi kepala di negeri luas." 

Lalu bagaimana dengan tahun 2022 dan kaitannya dengan Bait Suci ke-3? Berikut ini apa yang tertulis pada Mazmur 122,

"Mari kita pergi ke rumah TUHAN. Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem. Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel."

Bagi saya pribadi, ini petunjuk yang jelas akan hadirnya Bait Suci ke-3 di tahun 2022. Dan setelah itu Dua Saksi akan tampil melaksanakan tugas kesaksian mereka. Kapankah mereka tampil? Kita belum tahu, Alkitab tidak memberikan petunjuk yang eksplisit akan hal itu. Mungkin saja di tahun 2022 juga, karena mengenai Dua Saksi, mereka adalah dua pohon zaitun dan dua kaki dian. Lagi-lagi "dua dan dua".

Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.