Labels

Showing posts with label Bahtera. Show all posts
Showing posts with label Bahtera. Show all posts

Saturday, December 31, 2016

Perjanjian Alef Migdal (א-מגדל)

Perjanjian Alef Migdal (א-מגדל) didasari Perjanjian Ruth, Visi Keselamatan Besar Yesaya 60, 61, 62 & Kitab Yoel dan Didikan, Tegoran serta Nasihat kepada Jemaat Filadelfia dan Jemaat Laodikia. 

Di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Raja di atas segala raja, Tuan di atas segala tuan, bahwa:

1. Kami mengalami pembalikkan keadaan yang ekstrim, yakni dari kaum terkutuk diubah Tuhan, bukan saja menjadi kaum yang diberkati, namun juga menjadi kaum yang memberkati banyak bangsa. Dari kaum yang terkemudian menjadi kaum yang terdahulu. Dari kaum pesakitan dan merana menjadi milik pusaka dalam percepatan Tuhan yang ajaib. Dari kaum yang tak berdaya dan tak berpengharapan menjadi kaum yang mencetak sejarah dan menentukan masa depan banyak bangsa. Dari kaum yang dihindari karena dianggap merusak dan menjadi batu sandungan diubah menjadi salah satu batu penjuru dan tonggak yang membangun dan menopang kaum pilihan di Akhir Zaman.

2. Kami memperoleh jaminan didikan yang tak berkesudahan sebagai proses pembaharuan roh, jiwa serta tubuh dari waktu ke waktu, karena sebelum dunia dijadikan kami telah ditakdirkan untuk menjadi makmur dan termasyhur dan sekaligus menjadi inspirasi yang melahirkan terobosan dan pembaharuan di berbagai aspek dan di berbagai level yang Tuhan kehendaki.

3. Tuhan sebagai Raja di atas segala raja telah menanamkan benih kesetiaan melalui raja-raja-Nya yang mendahului kami dan kami mengandung benih tersebut sampai seluruh aspek kehidupan kami mengalami terobosan serta melahirkan kaum raja-raja dan nilai-nilai Kerajaan Tuhan hingga kami melihat Bumi penuh dengan kemuliaan Tuhan.

4. Dalam pengurapan Tuhan, kami menjadi bagian sebagai saksi, pelaku bahkan penggenap puncak sejarah umat pilihan untuk nubuatan Yesaya 60 tergenapi atas seluruh Indonesia, Israel dan bangsa-bangsa. Kami diberi kesempatan melihat, menikmati sekaligus menggenapi sambil berseri-seri, tercengang dan berbesar hati karena Tuhan berkenan menyemarakkan rumah keagungan-Nya di negeri yang mengalami pembaharuan total.

5. Kami menikmati dan memiliki bagian warisan jatah dua kali lipat dan hak kesulungan serta sukacita abadi sebab Tuhan memberi upah dengan tepat, mengikat perjanjian abadi dengan kami, mendandani dengan pakaian keselamatan dan menyelubungi dengan jubah kebenaran serta memahkotai kami sebagai Mempelai Kudus-Nya. Semua benih yang telah ditaburkan tidak menjadi sia-sia, melainkan akan menumbuhkan kebenaran dan mengundang puji-pujian di depan bangsa-bangsa.

6. Kami tak dapat berdiam diri dan tinggal tenang, namun dalam sekejap kesunyian kami menjadi kesemarakan, dan kami menanggalkan pakaian kejandaan sebab Tuhan berkenan mempersunting kami dalam segala kegirangan hati. Dan kami disebut sebagai bangsa kudus, orang-orang tebusan Tuhan, kaum yang diingini dan kota yang takkan ditinggalkan.

7. Tuhan memulihkan semua kerugian kami, roh, jiwa serta tubuh. Kami makan banyak-banyak dan menjadi kenyang. Tuhan memperlakukan kami dengan sangat ajaib dan malu kami diubah sehingga mendatangkan puji-pujian bagi Nama Tuhan dan bagi kami.

8. Hati Tuhan senantiasa leluasa memakai hidup kami sebagai hamba-hamba-Nya, kapanpun, di manapun dan bagaimanapun. Tanda-tanda ajaib dan mujizat-mujizat menyertai kami hingga banyak orang berseru kepada Nama Tuhan dan mereka beroleh keselamatan serta kelepasan.

9. Mereka yang pernah merendahkan kami akan diserahkan Tuhan kepada kami, yakni mereka yang disuruh Tuhan datang tersungkur di depan kaki kami serta mengakui bahwa Tuhan sungguh nyata berkenan mengasihi kami. Namun kami terus menyadari bahwa sesungguhnya kami sendiripun melarat, malang, miskin, buta dan telanjang.

10. Kami dianugerahi kemampuan untuk membeli emas Tuhan dengan terus menerus dimurnikan, juga pakaian putih dan minyak untuk mempertajam penglihatan kami. Dengan demikian kami menjadi semakin peka akan kehadiran Tuhan dan Tuhan berkenan makan semeja bersama-sama dengan kami.

11. Kami menikmati keistimewaan untuk terus menerus melayani dan mengasihi dalam anugerah Kristus sesuai dengan jalan dan rancangan Tuhan yang melampaui segala akal hingga mencapai garis akhir dan berkemenangan serta memperoleh bagian sebagai jemaat Filadelfia dan Laodikia, yakni ditanam dalam kesetiaan nan kekal, Yerusalem Baru, nama Tuhan yang baru, dan duduk memerintah bersama-sama dengan Tuhan di atas Takhta-Nya.

12. Berdasarkan mandat dan otoritas yang sudah Tuhan anugerahkan kepada kami, Jehoshaphat El-Aman, Joseph Raphael Prima, Jedidiah Joy Kristiani Sondakh, kami memanggil seluruh kekayaan yang menjadi jatah Alef Migdal (א-מגדל) dan kami dimampukan dalam anugerah Tuhan untuk menerima transfer of wealth sesuai dengan nilai yang sudah Tuhan tetapkan, yakni £ 333,000,000,000,000 (tiga ratus tiga puluh tiga triliun Poundsterling) melalui berbagai sumber harta dan kekayaan yang sudah Bapa kehendaki dan tetapkan.

Terobosan demi terobosan, kemuliaan demi kemuliaan, anugrah demi anugrah dan perkenanan demi perkenanan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perjalanan kami bersama dengan Tuhan sampai Tuhan mengangkat kami di awan-awan masuk dalam Pernikahan Anak Domba Elohim.

(Iblis, engkau tidak lagi bisa menahan semua maupun sebagian jatah dari Alef Migdal (א-מגדל) ini. Semua yang pernah engkau tahan kembalikan minimal seribu kali lipat saat ini juga).

Amin! Amin! Amin! Amin!
Amin! Amin! Amin! Amin!
Amin! Amin! Amin! Amin!

Cawan Alef Migdal (א-מגדל)

1. Setia sekalipun sudah tidak ada dasar untuk menjadi setia. Termasuk rela untuk disalahmengerti dan disalahpahami tanpa berusaha membela diri sendiri, melainkan mempersilakan Tuhan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya.

2. Menangkap jeli apa yang tersirat dan melakukannya segera tanpa ragu, walau harus mengorbankan nyawa sekalipun.

3. Menanggalkan semua ilah, berhala, kerinduan, impian bahkan selera pribadi.

4. Menjadikan semua kehendak, kerinduan dan impian Tuhan sebagai prioritas utama bahkan satu-satunya.

5. Terus menerus berjuang untuk semakin tahu diri dan semakin rela dalam pengejaran akan semua didikan Tuhan.

6. Menguatkan dan meneguhkan hati dengan sungguh, bertindak tepat serta tekun memperkatakan dan merenungkan Firman Yang Hidup.

7. Terus menerus merelakan hati untuk melampaui setiap batasan dan bertobat senantiasa dengan tidak mengingat-ingat kesalahan siapapun.

8. Melihat, mendengar, mengerti dan memahami segala sesuatu sesuai dengan penglihatan, pendengaran dan kebenaran Tuhan.

9. Tidak menjadi kecewa melainkan bersyukur dan berbahagia untuk setiap didikan, tegoran dan hajaran Tuhan dan menyadari bahwa semuanya itu adalah karena kasih dan setia-Nya.

Tanda Alef Migdal (א-מגדל)

Nama Tuhan (יהוה), Pedang Tuhan yang juga adalah Tongkat Otoritas (Zayin Tower), Tangga Yakub (Vav Tower) dan Tudung Ilahi (Divine Chuppah).

Kislev 12th, 5777 / 12 Desember 2016
ㅤㅤ
Sesuai dengan kehendak & kerinduan Raja di atas segala raja, Tuan di atas segala tuan dalam 
Sidang Ilahi Bahtera - Glorious Time:
ㅤㅤ
GBP 333,000,000,000,000 is equal with EUR 397,057,526,000,000 is equal with 
USD 419,215,731,000,000 is equal with CHF 426,254,171,000,000 is equal with 
CAD 550,239,955,000,000 is equal with AUD 562,503,467,000,000 is equal with 
NZD 587,205,367,000,000 is equal with SGD 600,466,182,000,000 is equal with 
ILS 1,604,266,185,000,000 is equal with MYR 1,853,789,964,000,000 is equal with
CNY 2,896,979,049,000,000 is equal with HKD 3,253,023,168,000,000 is equal with 
SEK 3,849,223,222,000,000 is equal with JPY 48,327,220,747,000,000 is equal with 
KRW 490,461,518,431,000,000 is equal with IDR 5,595,894,678,676,000,000 is equal with
XBT 544,793,000,000 is equal with XAU 10,261,988,700,000 grams.

"Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui." - Yeremia 33:3

"Call to Me and I will answer you. I'll tell you marvelous and wondrous things that you could never figure out on your own." - Jeremiah 33:3 (The Message)

Sebelum Dunia Melihat TUHAN Di Dalam Kita, Adakah TUHAN Mendapati Diri-Nya Di Hati Kita?

Tuesday, December 27, 2016

Ruth & Glorious Time

"Tetapi kata Rut: 'Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!' Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya." - Ruth 1:16-18

Ada lima wanita yang sangat istimewa dalam silsilah Yesus Kristus. Namun Ruth adalah yang teristimewa di antara semuanya. Mengapa demikian? Karena Ruth mengorbankan segalanya, bahkan kodratnya sebagai seorang wanita pun dia persembahkan.

Betapa Sarah, Ribkah, Rahel, Hannah dan banyak wanita lainnya begitu terintimidasi karena mereka tidak bisa melahirkan anak-anak. Namun Ruth yang telah 10 tahun menikah, harus menjanda tanpa ada anak dan ia tidak memakai kesempatan itu untuk mencari pria lain, walau ia berhak untuk itu.

Ruth memilih dengan bersumpah untuk menemani dan takkan meninggalkan Naomi seumur hidupnya. Di saat itulah Tuhan melihat karakter-Nya secara utuh ada di dalam Ruth. Karena Ruth bersumpah dan memenuhi sumpahnya dengan penuh.

Tuhan menyambar cinta dan karakter Ruth dengan mengirimkan Boas untuk melahirkan raja-raja Israel yang ujungnya adalah Sang Raja di atas segala raja, Yesus Kristus.

Itu sebabnya walau ia seorang perempuan Moab yang terkutuk itu, takdirnya disejajarkan dengan Lea dan Rahel yang dihitung sebagai ibu-ibu pendiri bangsa dan hanya Ruth yang namanya dijadikan salah satu nama kitab di Alkitab.

Ruth inilah standard yang terbaik yang diinginkan Tuhan untuk kita semua masuki Glorious Time, yang kepadanya Tuhan seperti bercermin melihat pantulan refleksi karakter-Nya sendiri. Tuhan menemukan Diri-Nya sendiri secara utuh di dalam Ruth.

Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

Glorious Time: Far Beyond Our Humanity

Mengapa Hawa begitu mudah dijatuhkan? Padahal saat itu, Adam dan Hawa belum hidup di bawah kutuk dosa. Artinya kondisi keduanya masih sangat baik bahkan sempurna. Namun karena dia tidak mengenali trueself-nya sebagai rupa dan gambar Allah yang sempurna maka dengan mudah Hawa diiming-iming Iblis untuk menjadi sama dengan Allah. 
ㅤㅤ
Begitu juga Saul, yang dengan mudah menjadi murka dan cemburu hanya karena cuitan ibu-ibu rumah tangga dan cabe-cabean yang begitu terpesona dengan Daud. Saul benar-benar lupa bahwa dirinya adalah hamba yang diurapi sekaligus penyandang mandat dan pemegang otoritas tertinggi di Kerajaan Israel. Ia telah terlalu nyaman dengan keminderan dirinya yang sudah sangat akut. Keminderannya seperti bom waktu yang kapanpun bisa mencelakai dirinya bahkan kerajaannya.
ㅤㅤ
Sedangkan di sisi seberang ada Yosua dan Kaleb yang begitu bergairah untuk segera merebut Tanah Perjanjian sekalipun seluruh bangsanya begitu gentar melihat para raksasa yang masih menumpang di tanah leluhur mereka.

"Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." - Bilangan 14:7-9

Yosua dan Kaleb bahkan mengerti bahwa ketakutan terhadap para raksasa dipandang Tuhan sebagai tindakan pemberontakan. Bagi mereka berdua, jelas lebih baik mati di tangan para raksasa daripada hidup mendukakan Hati Tuhan. Lebih mengagumkan lagi bahwa mereka telah memetakan dengan sangat baik karena mereka tahu benar bahwa pelindung para raksasa itu telah pergi, sedangkan Tuhan ada pihak Yosua dan Kaleb. Jadi mereka berdua sangat yakin bahwa kemenangan sudah terjamin. Yosua dan Kaleb amat sangat memahami trueself dan takdir bangsanya sesuai dengan timing yang berlaku saat itu.
ㅤㅤ
Bahkan Sadrakh, Mesakh dan Abednego dengan gagah membantah raja bengis Nebukadnezar dengan berkata,
ㅤㅤ
"Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." - Daniel 3:16-18
ㅤㅤ
Mengapa ada yang begitu mudah terintimidasi dan dijatuhkan sedangkan di sisi lain ada yang begitu tenang menghadapi maut sekalipun? Barangsiapa yang telah menemukan kesejatian dirinya, ia akan mewarisi warisan sejati itu, yang melampaui imajinasinya yang terliar sekalipun dan menjadi far beyond our humanity.

Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

Saturday, July 16, 2016

Kabod Atau Ikabod

"Orang Israel maju berperang melawan orang Filistin dan berkemah dekat Eben-Haezer, sedang orang Filistin berkemah di Afek. Orang Filistin mengatur barisannya berhadapan dengan orang Israel. Ketika pertempuran menghebat, terpukullah kalah orang Israel oleh orang Filistin, yang menewaskan kira-kira empat ribu orang di medan pertempuran itu. Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: 'Mengapa TUHAN membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian TUHAN, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita.' 

Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub; kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu. Segera sesudah tabut perjanjian TUHAN sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi bergetar. Dan orang Filistin yang mendengar bunyi sorak itu berkata: 'Apakah bunyi sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?' Ketika diketahui mereka, bahwa tabut TUHAN telah sampai ke perkemahan itu, ketakutanlah orang Filistin, sebab kata mereka: 'Allah mereka telah datang ke perkemahan itu,' dan mereka berkata: 'Celakalah kita, sebab seperti itu belum pernah terjadi dahulu. Celakalah kita! Siapakah yang menolong kita dari tangan Allah yang maha dahsyat ini? Inilah juga Allah, yang telah menghajar orang Mesir dengan berbagai-bagai tulah di padang gurun. Kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki, hai orang Filistin, supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu, seperti mereka dahulu menjadi budakmu. Berlakulah seperti laki-laki dan berperanglah!'

Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan berjalan kaki. Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas. 

Seorang dari suku Benyamin lari dari barisan pertempuran dan pada hari itu juga ia sampai ke Silo dengan pakaian terkoyak-koyak dan dengan tanah di kepalanya. Ketika ia sampai, Eli sedang duduk di kursi di tepi jalan menunggu-nunggu, sebab hatinya berdebar-debar karena tabut Allah itu. Ketika orang itu masuk ke kota dan menceritakan kabar itu, berteriaklah seluruh kota itu. Ketika Eli mendengar bunyi teriakan itu, bertanyalah ia: 'Keributan apakah itu?' Lalu bersegeralah orang itu mendapatkan Eli dan memberitahukannya kepadanya. Eli sudah sembilan puluh delapan tahun umurnya dan matanya sudah bular, sehingga ia tidak dapat melihat lagi. 

Kata orang itu kepada Eli: 'Aku datang dari medan pertempuran; baru hari ini aku melarikan diri dari medan pertempuran.' Kata Eli: 'Bagaimana keadaannya, anakku?' Jawab pembawa kabar itu: 'Orang Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin; kekalahan yang besar telah diderita oleh rakyat; lagipula kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, telah tewas, dan tabut Allah sudah dirampas.' Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli telentang dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah dan ia mati. Sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel. 

Adapun menantunya perempuan, isteri Pinehas, sudah hamil tua. Ketika didengarnya kabar itu, bahwa tabut Allah telah dirampas dan mertuanya laki-laki serta suaminya telah mati, duduklah ia berlutut, lalu bersalin, sebab ia kedatangan sakit beranak. Ketika ia hampir mati, berkatalah perempuan-perempuan yang berdiri di dekatnya: 'Janganlah takut, sebab engkau telah melahirkan seorang anak laki-laki.' Tetapi ia tidak menjawab dan tidak memperhatikannya. Ia menamai anak itu Ikabod, katanya: 'Telah lenyap kemuliaan dari Israel' --karena tabut Allah sudah dirampas dan karena mertuanya dan suaminya. Katanya: 'Telah lenyap kemuliaan dari Israel, sebab tabut Allah telah dirampas.'" - 1 Samuel 4

Merenungkan kisah kekalahan bangsa Israel saat melawan pasukan Filistin, hingga puluhan ribu orang Israel tewas, padahal Tabut Tuhan bersama mereka! Dan ini menyebabkan imam Eli shock dengan dirampasnya Tabut Tuhan dari tangan mereka oleh orang Filistin, yang akhirnya tidak hanya anak-anaknya, tapi imam Eli sendiri mati.

Mereka berpikir bahwa Tabut Tuhan bersama mereka itu menjadi JAMINAN Tuhan hadir dan menyertai, puluhan tahun imam Eli melayani dan tidak menyadari bahwa semua tinggal rutinitas dan tiba-tiba semua berbalik di depan matanya. Kalau Tabut Tuhan adalah jaminan, kenapa Uza mati? Kenapa 70 orang di Bet-Semes mati saat melihat tabut? Kenapa puluhan ribu orang Israel mati dalam pertempuran era imam Eli?

Karena mereka hanya memegang dan mementingkan Tabut Tuhan sebagai jaminan TANPA mengindahkan dosa, perbuatan, kekudusan, dan bagaimana hubungan mereka dengan Tuhan.

Pernahkah kesombongan masuk ke dalam diri kita dengan berpikir bahwa Tuhan memerlukan kita untuk menyatakan kemuliaan Nama-Nya? Mungkin bukan kita secara individu, tetapi kita secara (korporat) gereja?

"Ah, kalau bukan karena gerakan gereja kita, bagaimana mungkin nama Tuhan dapat dipermuliakan?"

Jangan sampai suatu saat nanti Tuhan mengajari kita suatu fakta bahwa kegerakan ini disingkirkan oleh Tuhan, dan Tuhan tetap sanggup menyatakan kemuliaan-Nya. Mungkin kesombongan ini masuk dengan tidak disadari. Pernahkah kita berpikir bahwa tanpa kita, pekerjaan Tuhan akan terhambat? Kalau kita berpikir seperti ini nanti Tuhan akan menyingkirkan kita dari pelayanan. Dia tidak lagi akan memakai kita, tetapi Dia akan menunjukkan bahwa pekerjaan Tuhan akan makin berkembang tanpa adanya kita yang berbagian di dalamnya.

Mungkin juga kesombongan ini muncul dalam bentuk menganggap diri lebih baik dari rekan pelayanan yang lain. Kita merasa diri kita lebih suci, lebih saleh, atau lebih ahli dari yang lain dan mulai memandang rendah yang lain karena kita merasa Tuhan pasti akan memakai kita lebih daripada yang lain. Ini kesombongan ala orang Farisi. Atau jangan-jangan kesombongan merasa tidak perlu bergantung kepada Tuhan di dalam doa pribadi atau bersama.

Bahkan kita merasa pelayanan bisa berjalan terus tanpa harus bersujud dalam doa kepada Tuhan atau bersama-sama berdoa dengan jemaat lainnya. Kiranya kita menyadari bahwa Tuhan tidak harus memakai kita. Jika toh Dia tetap memanggil kita untuk melayani-Nya, itu semua dilakukan karena belas kasihan-Nya bagi kita. Mari belajar.

(JEK)

Thursday, June 9, 2016

Ketika Tuhan Menghalalkan Segala Cara

"Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia. Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina. Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara, kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar; kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini. Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi." - 1 Korintus 4:9-14

"Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. ... Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia." - 1 Korintus 15:9,19

Berikut ini adalah tiga kisah nyata dari tiga persona yang berbeda, dua di antaranya adalah tokoh-tokoh iman yang sangat saya hormati dan amat memberkati hidup saya.

Kisah yang pertama, suatu ketika Tuhan mendatangi hamba-Nya, Ev. Yusak Tjipto Purnomo, dan kata-Nya, "Yusak, Aku sudah tidak mau pakai kamu lagi, Aku mau buang kamu."

Hamba-Nya merespon, "Maksud-Mu buang itu piye?"

"Aku mau buang kamu ke Neraka."

Tertegun sesaat, kemudian hamba-Nya merespon, "Silakan, Tuhan. Jika itu memang menyukakan hati-Mu."

"Bagus, Aku suka." Dan kemudian Tuhan pergi.

Tidak lama setelah itu, Tuhan datangi puteri sulung dari hamba-Nya itu, Ev. Mikhael Iin Tjipto. Dan yang berikutnya terjadi saat itu sungguh di luar dugaan siapapun. Tuhan berkata kepada hamba-Nya itu, "Nak, sungguhkah kamu mengasihi-Ku?"

"Ya Tuhan."

"Kalau begitu relakah kamu jika suamimu Aku buat berselingkuh?"

"Jangan donk, Tuhan."

"Okay, kalau gitu kamu saja yang Aku buat berselingkuh?"

"Tidak, Tuhan. Jangan."

"Hahaha ... Aku baru mendatangi ayahmu dan bilang bahwa Aku mau buang dia ke Neraka, dan dia menyerahkan sepenuhnya kepada-Ku. Mengapa kamu takut dan tidak percaya kepada-Ku?"

Kita mungkin bertanya-tanya alasan Tuhan berlaku sedemikian ekstrim kepada hamba-hamba-Nya tersebut, namun ketahuilah bahwa itu cara Tuhan mendidik dan mendewasakan kita dengan menghalalkan segala cara. Mengapa Pak Yusak Tjipto dibilang bahwa akan dibuang ke Neraka? Karena memang satu-satunya keinginan beliau adalah pulang ke Rumah Bapa. Dan mengapa kepada Ibu Mikhael Iin Tjipto dibilang bahwa suami atau dirinya akan dibuat berselingkuh? Karena hal yang paling berarti bagi hamba-Nya ini adalah reputasi.

Kita mungkin merasa heran dengan cara Tuhan mendidik kita. Mengapa Tuhan mau buang orang ke Neraka sedangkan Dia sendiri datang ke dunia, mati di atas kayu salib demi menyelamatkan dunia ini? Atau mengapa Tuhan menghalalkan perselingkuhan atau perzinahan untuk mendewasakan lebih lagi hamba-Nya itu? Sebab ukuran tiap-tiap orang berbeda, termasuk "berhala" atau hal yang paling berarti tiap-tiap orang berbeda-beda. Bagi hamba-Nya yang satu, pulang ke Rumah Bapa adalah segalanya, sedangkan bagi hamba-Nya yang lain, reputasi merupakan "berhala" yang harus dipertahankan.

Setelah tahu dan menyimak dengan seksama dua contoh pelajaran yang amat berharga ini, tibalah giliran saya menghadapi ujian yang serupa. Hal itu datang di pertengahan tahun 2015 lalu. Tuhan datang kepada saya dan berkata, "Nak, sebentar lagi akan masuk Tahun Yobel Besar, gimana kalau pada tahun itu Aku tidak mengubah keadaan hidupmu dan keuanganmu? Kamu akan tetap Aku biarkan di bawah dan takkan pernah alami pembebasan seperti yang tertulis dan berlaku pada Tahun Yobel Besar."

Sedangkan pada saat itu, bahkan sampai sekarang saya berharap bahwa Yesaya 61, terutama ayat ke-7 digenapi dalam hidup saya. Saya sangat ingin mengalami pembalikan keadaan, saya sangat ingin cemoohan orang atas hidup saya berakhir, dan Tuhan segera mengganti semua perkara yang tidak enak yang pernah saya alami menjadi sukacita abadi.

Namun karena sudah tahu arah-Nya mau ke mana, saya hanya bisa merespon dengan sangat hati-hati sambil berkata, "Tuhan, jika memang itu baik dalam pemandangan-Mu, dan jika memang aku tidak pantas Engkau angkat, maka akupun tidak punya pilihan selain sepakat dengan kehendak-Mu."

Dalam hal ini kita tidak bisa pura-pura rela atau pura-pura sepakat dengan kehendak-Nya, bersikap jujur dan apa adanya adalah yang paling tepat. Dan sungguh hal yang diminta-Nya ke saya masih berlaku sampai detik ini, dan sampai saat inipun saya tidak tahu akankah Tuhan menolong atau tidak menolong saya atas keadaan hidup saya ini. Padahal masih ada visi besar EL-fenomena yang nilainya minimal ratusan triliun rupiah yang masih harus saya kawal sampai sekarang. Namun bukankah Abraham telah mengalami lebih dulu, bahwa ia telah menantikan puluhan tahun anak perjanjiannya, Ishak, dan ditakdirkan menjadi bapa banyak bangsa, namun harus mengorbankan anak perjanjian tersebut?

Sekarang, tanyakan kepada diri kita sendiri, apa yang paling berharga buat hidup dan hati kita? Dan jika suatu saat, dengan cara-Nya yang ekstrim, Tuhan meminta yang paling berharga itu, bagaimana kita akan bersikap? Relakah kita? Adakah kita mempercayai hati-Nya? 

Biarkan Tuhan halalkan semua jalan-Nya dalam mendidik hati dan hidup kita, supaya pada waktunya kita tahan berdiri di hadapan-Nya. Sebab hati kita adalah yang paling mudah menipu kita, tanpa Tuhan halalkan segala cara-Nya, sesungguhnya kita takkan pernah bisa mencapai puncak takdir kita.

Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil.

Apakah baik, kalau Ia memeriksa kamu? Dapatkah kamu menipu Dia seperti menipu manusia?

Dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.

Wednesday, June 8, 2016

8 Jenis Pengurapan

"Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 'Ambillah wangi-wangian, yakni getah damar, kulit lokan dan getah rasamala, wangi-wangian itu serta kemenyan yang tulen, masing-masing sama banyaknya. Semuanya ini haruslah kaubuat menjadi ukupan, suatu campuran rempah-rempah, seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah, digarami, murni, kudus.'" - Keluaran 30:34-35


Onycha 

1. Pengurapan Onycha (Kulit Lokan) artinya mengaum, Singa Yehuda, batu karang. Keluaran 30:34-35, pengurapan batu karang dan Singa Yehuda, Pengurapan mempertahankan sesuatu sampai kemenangan segala sesuatu terjadi, untuk raja-raja berperang & memiliki daya tahan 3 hari non-stop.

2. Pengurapan Cypres (Kayu Sanobar) artinya kemuliaan, menangkap yang ilahi dan mulia. Kejadian 6:13-14 , membangun bahtera-bahtera dgn kayu gofir (sanobar), yakni membawa orang pada keselamatan dan kebenaran.

3. Pengurapan Myrrh (Mur), mampu menderita bersama Kristus sehingga memiliki pikiran & perasaan Kristus dan jalan semakin seirama & sedetik dengan Hati-Nya. Berbicara tentang mati daging, dihabisi daging dan mengeluarkan yang ilahi dan kesejatian. Kidung Agung 1:13, Dibentuk sampai jadi yang terindah di hati Tuhan.

4. Pengurapan Cedarwood (Kayu Aras), berbicara tentang keteguhan bagai Salib Kristus. Mampu memulihkan diri (dengan cepat) dari berbagai serangan yang datang. Mentahirkan hidup kta karena hidup bagi kegenapan rencana Tuhan. Aras melambangkan pemisahan dosa dan segala yang duniawi, kesembuhan total dan menyatu dengan Tuhan.

5. Pengurapan Galbanum (Getah Rasamala), Keluaran 30:34-38, yakni keluar dan selesainya masa padang gurun dalam hidup kita. Berbicara tentang berbagai kelimpahan dan tidak akan pernah berkekurangan. Kelimpahan ide, kelimpahan materi, kelimpahan cinta, kelimpahan hikmat dan sebagainya. Pengurapan ini juga bicara tentang karunia Salomo mengembangkan dan menjadikan apapun besar dalam segala hal di hidup kta.

6. Pengurapan Frankiencense (Kemenyan), Wahyu 5:8, kemampuan bersyafaat & menahan bencana. Passion & kerelaan berdiri di hadapan Tuhan dan manusia. Menjadi penyembah-penyembah dalam Roh & kebenaran.

7. Pengurapan Spikenard (Narwastu), Markus 14:3, 8, berbicara tentang kemampuan untuk dapat dipercaya dan dapat diandalkan, daya tumbuh kembang dan melipatgandakan semua talenta. Dan menjadikan kita sebagai raja-raja yang mampu menyelesaikan panggilan hingga ke puncak destiny.

8. Pengurapan Rose of Sharon (Mawar Sharon), Kidung Agung 2:1, kemampuan dimempelaikan atau dijadikan Mempelai Tuhan yang tak bercacat dan tak bercela. Pengurapan yang memiliki jaminan untuk diangkat pada saat Rapture.

Thursday, March 19, 2015

Deklarasi Atas Dasar Perjanjian-Perjanjian Tuhan

80 Tahun Pilar Utama Bahtera - Yusak Tjipto Purnomo

12 Maret 2015

1. Kita telah melewati masa-masa kesesakan, tetapi mereka tak dapat mengalahkan kita. Penghinaan dan olok-olok menerpa kita, tetapi belas kasihan dan sayang TUHAN yang membela kita.

2. Bibir dusta dan lidah penipu mencoba memperdaya kita, tetapi TUHAN melepaskan kita dari jerat mereka, sebab TUHAN memihak kita.

3. Sebagai Pilar yang kokoh, TUHAN membuat kita tak tergoyahkan. TUHANlah penjaga dan tudung kita, sehingga matahari dan bulan tak bisa menyakiti kita.TUHAN menjagai kita dari segala kecelakaan.TUHAN menjagai nyawa kita. TUHAN menjagai keluar masuk kita, sebab itu jiwa kita tenang dan teduh, s
eperti anak yang disapih, berbaring dekat ibunya. Bagi kita berlaku perjanjian Musa, Yosua dan Kaleb, kita menaklukkan penguasa-penguasa dunia, masuk tanah perjanjan dan jadi pembunuh-pembunuh raksasa, bahkan di usia berapapun kekuatan kita tak surut, tapi bertambah.

4. TUHAN membuat unity kita sempurna, seperti kota yang bersambung rapat. Sebagai Imam TUHAN, kita selalu ada dalam Bait-Nya, sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya dan kita berpakaian kebenaran. Karena itu tidak ada tuntutan Iblis atas kita, karena jubah kebenaran yang YESUS berikan kepada kita. Pada kita ada pendamaian dan pengampunan, sehingga takut akan TUHAN melanda semua manusia. Maka pengurapan TUHAN turun lewat hidup kita, dan berkat dari gunung Hermon jadi jatah kita.

5. Sebagai mempelai-Nya, kita hidup dalam takut akan TUHAN, hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, kita seperti pohon anggur yang subur di rumah TUHAN, berbuah lebat dan tidak mandul, membawa kemanisan dan keharuman di mana-mana. Dan tangan kita selalu terarah ke tempat kudus.

6. Sebagai Pekerja-Nya, mata kita selalu memandang kepada tangan TUHAN kita. Bekerja sesuai dengan perintah-Nya. Kita membangun bersama TUHAN, dan tidak pernah menjadi sia-sia. Semua tangis dan air mata kita tidak sia-sia, sebab semua yang kita tabur pasti dan sedang kita tuai dengan bersorak sorai. Kita adalah pekerja yang dicintai TUHAN, sehingga saat tidur pun, TUHAN memberkati dan memberi yang kita ingini.

7. Sebagai Tentara-Nya, kita berjaga dan mengawal setiap kota dan teritorial kita bersama TUHAN. Tabung panah kita penuh dan senjata kita lengkap. Kita tak pernah tertunduk terhadap musuh, namun kita menekan dan menghancurkan mereka dengan keras. Kaki kita menginjak tengkuk musuh dan membuatnya tak pernah bangkit lagi. Tiap hari TUHAN memberi kemenangan dan tak ada kegagalan di tiap langkah kita. Kita adalah pahlawan-pahlawan-Nya di Lembah Penentuan.

8. Sebagai Raja, kita duduk di kursi-kursi pengadilan, memberi keadilan, hukuman, dan penetapan. Kita akan terus mendapat perkenan TUHAN dan tiap menghadap tak pernah TUHAN tolak, dengan Perjanjian Garam. Maka segala yang kita lakukan atas nama TUHAN dan atas jaminan TUHAN, maka TUHANlah yang bertanggung jawab atas semuanya. Maka kita menetapkan : Tidak ada tongkat kerajaan orang fasik yang ada pada orang benar, tidak boleh hidup di Indonesia dan semua teritorial TUHAN.

9. Anak cucu kita adalah Pahlawan-Pahlawan TUHAN yang perkasa, milik Pusaka TUHAN, mereka seperti anak panah kemenangan TUHAN yang tak pernah gagal, mereka adalah Tunas Pohon Zaitun yang diberi hak duduk di sekeliling meja TUHAN. Kita menikmati kebahagiaan dan keadaan kita amat baik, TUHAN sedang memulihkan kita, semua impian jadi kenyataan, kita penuh tawa dan sorak sorai. Sebab TUHAN telah dan sedang melakukan perkara besar kepada kita. Kita dimampukan mengelola semua harta dan fasilitas serta kesempatan yang TUHAN berikan kepada kita dengan tepat sehingga TUHAN disukakan. Kesejahteraan ada di lingkungan tembok kita, dan sentosa di dalam puri kita. Mereka yang membenci kita akan mendapat malu dan akan mundur, menjadi layu dan dicabut. Berkat TUHAN atas kita dan semua kita diberkati dalam nama TUHAN YESUS.

AMIN AMIN AMIN

Wednesday, October 15, 2014

Peperangan Di Awal Ayin Hey 5775

Kepada seluruh Pasukan Tuhan,

Beberapa hari yang lalu seorang teman saya yang adalah seorang pendoa sekaligus pelihat, mendapatkan dua penglihatan yang bersambung mengenai rencana Tuhan sekaligus rencana Iblis ke depan dalam waktu dekat ini, saya yakin ini merupakan panggilan kesiagaan bagi setiap kita sebagai Pasukan Tuhan, khususnya kita sebagai Suku Bahtera, untuk menyambut perang besar dalam waktu dekat ini. Demikian mimpi teman saya ini:

3 Oktober 2014 - 15 Tishrei 5775

Jam 22.35 (malam Yom Kippur)

Pada waktu malam Yom Kippur, sekitar pukul 22.35, saya berada di kamar dan berniat untuk membawakan beberapa hal kepada Tuhan, dan di saat saya mulai menaikan penyembahan hadirat Tuhan turun dan mengalir kuat di dalam kamar saya. Dan Tuhan memperlihatkan sebuah penglihatan kepada saya:

Tiba-tiba saya berada di dalam sebuah ruangan Kerajaan yang megah dan besar serta bersinar, di depan saya terdapat pintu besar yang megah dan dijaga oleh sepasang malaikat besar. Roh Tuhan membawa saya untuk masuk ke dalam ruangan tersebut, dan ternyata ruangan itu adalah ruang rapat yang unik, karena bentuk ruangan itu tidak seperti ruang rapat biasa, melainkan seperti sebuah berbentuk ballroom yang megah dengan atap atau langit-langitnya adalah Sorga dan Takhta Bapa.

Di dalam ruangan ballroom itu tidak ada meja maupun peta, hanya ada ratusan anak muda yang memakai jubah jendral-jendral-Nya dan berpasang-pasangan pria dan wanita. Para jendral ini menari bersukacita dan sayapun ikut menari dengan pasangan saya, namun saya tidak mengenali siapa dia, kami menari cukup lama, kemudian Bapa berkata kepada seorang malaikat-Nya, dan malaikat itu menganggukan kepalanya, dan tiba-tiba ada 7 malaikat yang membawa sangkakala, dan salah satu dari ketujuh malaikat itu meniup sangkakalanya dan tiba-tiba hadirat pengangkatan itu terasa begitu kuat, dan di saat yang bersamaan saya juga merasakan sebuah ketakutan yang luar biasa yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Belakangan saya baru mengetahui bahwa hadirat yang begitu menakutkan dari Masa Tribulasi Besar itu menempel ketat dengan hadirat Rapture, sebab begitulah skenarionya nanti.

Semua wajah di dalam ruangan itu berubah menjadi sangat serius dan saya merasakan dengan kuat bahwa waktunya sudah sangat singkat. Semua jendral-Nya di tempat itu wajahnya menghadap kepada Bapa dan menggengam tangannya masing-masing, meletakannya ke dada bagian kiri masing-masing seperti sedang memegang sebuah sumpah.

Segera setelah itu, Tuhan Yesus tiba-tiba berdri di depan saya dan berkata: "Nak, sampaikan bahwa waktunya sudah sangat singkat, Aku sudah tidak punya banyak waktu dan pilihan, keputusan ada di tangan kalian masing-masing." Dan penglihatan itupun selesai.

9 Oktober 2014 - 20 Tishrei 5775

Jam 11.25

Pukul 11.25 siang saat saya bangun dari tidur, saya merasakan hadirat Tuhan ada di kamar saya dan cukup kuat, tiba-tiba Tuhan Yesus memegang tangan saya seperti menarik untuk mengajak pergi, dan Dia berkata: “Nak, Aku ingin menunjukan sesuatu kepadamu, mau ndak kamu Aku tunjukan ?”

Dan tanpa ragu saya mengiyakan apa yang Tuhan Yesus tawarkan. Roh-Nya mendorong saya untuk berbahasa roh dan sekitar beberapa menit setelah saya berbahasa roh saya mendapat penglihatan yang merupakan kelanjutan dari penglihatan yang beberapa hari lalu saya dapat. Beginilah penglihatannya:

Tiba-tiba saya kembali ke ruang rapat para jendral Tuhan, dan di sana kami semua mengambil posisi bersujud, lalu saya melihat seorang hamba Tuhan mengurapi kami semua, satu persatu, dan baru saya sadari bahwa dia adalah Stephen Timothy Purnomo, anak dari Ibu Panglima. Dia mengurapi dan mengenakan kepada setiap kami mahkota, dan saya kenali bahwa mahkota yang dikenakan kepada setiap kami adalah mahkota yang berbeda.

Setelah kami dilantik, kami semua berdiri dan tiba-tiba kami semua mengangkat senjata kami, berangkat untuk berperang, dan kami pun terbang. Segera peperangan itu terjadi di udara, peperangan yang mengerikan karena pihak musuh pun mengeluarkan pasukannya yang amat banyak, kami dihujani dengan begitu banyak panah musuh. Kami sebagai jendral-jendral Tuhan kelihatan bercahaya seperti bintang saat kami berperang. Namun beberapa dari kami, sekitar sepertiganya kehilangan cahaya tersebut, ada yang terangnya bersinar dan semakin bersinar tetapi tiba-tiba menghilang atau menjadi gelap, ada pula yang meredup cahayanya.

Dan setelah itu saya dibawa oleh Roh-Nya melihat penglihatan yang lain, dan ternyata saya dibawa untuk melihat persiapan dari pihak musuh. Lucifer di takhtanya menyiapkan hal yang serupa dengan pihak Tuhan. Lucifer mengurapi / melantik berbagai mahkluk berbentuk monster-monster yang ketika saya amati lebih lagi, ternyata mahkluk-makhluk monster tersebut adalah mereka yang selama ini terlihat di berbagai logo dari berbagai merek produk, di antaranya adalah Starbucks, Polo (Ralph Laurent), dan sebagainya.

Lucifer mengurapi juga para jendralnya yang berwujud manusia. Tetapi mereka berumur sama dengan para jendral-Nya Tuhan. Dan di belakang mereka terdapat kendaraan perang yang wujudnya bermacam-macam, ada pesawat tempur, tank, mobil mewah, dan lain-lain. Lucifer mengeluarkan dan mengerahkan semua pasukannya sampai tempatnya kosong karena ia mengerahkan seluruh kekuatan sehingga semua berangkat untuk berperang.

Setelah itu Tuhan menunjukan kapal dari Suku Bahtera, kapal ini hendak terbang, tidak berlayar di laut lagi tetapi melayang di udara, tetapi di saat Kapal Bahtera ini hendak terbang, beberapa kapal musuh muncul di samping kiri dan kanan, dan mereka hendak menyerang kita dengan menabrakkan kapal mereka sendiri, tetapi di saat kapal-kapal musuh hampir menabrak atau hampir bersentuhan, kapal mereka hancur dengan sendirinya. Tuhan dengan kuat berkata: “Aku akan habisi setiap penghalang dari Bahtera, hanya, kalian harus tetap maju dan jangan pernah mundur, jangan pernah menyerah, waktunya sudah tidak banyak lagi”. Dan setelah itu penglihatan pun selesai.

Penjelasan Penglihatan

Sejak lama saya meyakini bahwa hari-hari ini bukanlah masa yang biasa, terutama memasuki Ayin Hey 5775 lalu dan 2015 nanti. Peperangan semakin dahsyat dan saya sadari bahwa Tuhan memaksa kedua pihak untuk bertempur "habis-habisan" menjelang kedatangan-Nya yang ke-2. 

Berkaitan dengan kedua penglihatan di atas dan beberapa agenda ke depan, maka saya menangkap arti dari penglihatan tersebut sebagai berikut:

Bahwa pada tanggal 25 Oktober 2014 mulai jam 16.00, JKI Hananeel (Sunter, Jakarta) akan mengadakan KKR khusus untuk anak-anak muda dengan pembicara adalah Stephen Timothy Purnomo. Saya yakin inilah momen Tuhan melantik Pasukan-Nya melalui hamba-Nya tersebut seperti yang dimaksud dalam penglihatan teman saya. Bagi mereka yang terlibat panitia maupun yang akan menghadiri acara tersebut, dihimbau untuk lebih serius menghadapi acara kali ini, sungguh Tuhan mempersiapkan kita semua untuk peperangan yang akan datang segera. Bagi mereka yang tidak ikut, dukung dalam doa dan sepakat dengan Tuhan melalui acara ini.

Sedangkan 6 hari setelahnya adalah tanggal 31 Oktober 2014 merupakan hari Reformasi Gereja (melalui Martin Luther - 1517), namun sekaligus juga merupakan perayaan Halloween. Dan seperti biasanya pada momen seperti ini akan ada banyak perusahaan, khususnya makanan dan minuman (beberapa juga pakaian, kosmetik dan aksesoris), menggelar marketing promotion dengan memanfaatkan momen apapun demi meningkatkan omzet penjualan mereka dan biasanya hal ini direspon oleh banyak orang, terutama anak-anak muda. Sebut saja bentuk promosi mulai dari up size, buy one get one free, special discount, dan sebagainya. Bagi Pasukan Tuhan, yang bisa dilakukan dalam hal ini adalah menghindari semua bentuk promosi yang berkaitan dengan momen Halloween, dan jika memungkinkan tidak menggunakan kartu kredit untuk transaksi makanan dan minuman pada tanggal 31 Oktober - 1 November 2014 seperti yang mungkin sudah dipersiapkan promonya oleh berbagai pihak.

Jika Anda perhatikan beberapa hari lalu, entah ide dari mana bahwa ada berita hoax yang menyebutkan bahwa untuk pertama kalinya dalam 666 tahun Halloween 2014 ini jatuh pada tanggal 13 Oktober. Ini jelas hoax atau berita palsu, karena istilah Halloween baru muncul pada tahun 1745, sedangkan penanggalan Halloween berdasarkan almanak Masehi yang sifatnya tetap, yakni tanggal 31 Oktober tiap tahunnya. Mungkin ini memang sekedar iseng dan memang agak konyol isi berita palsu tersebut, tapi bagi saya pribadi ini bukan sebuah hoax yang kebetulan.

Dan sama bukan kebetulannya bahwa pada tanggal 2 November 2014 mulai pukul 6 pagi hingga pukul 11 siang, akan digelar Pesta Rakyat di downtown Jakarta, mulai dari Monas, Bundaran HI, sepanjang jalan Jendral Sudirman hingga GBK Senayan. Di sana kita berdoa, berpesta, menginjil, menikmati berbagai mujizat sehingga ada lebih dari dua juta jiwa dilahirkan kembali dalam Kristus. Dan sebagai puncak acara, pada tanggal 8 November 2014, kita akan berkumpul di GBK Senayan untuk sebuah lawatan besar bagi Jakarta dan Indonesia. Semua pemimpin dan hamba-Nya di Bahtera akan bertugas sesuai dengan kehendak Tuhan untuk menginisiasi atas sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya dan takkan pernah ada lagi setelahnya. Sungguh ini bukan sebuah kebetulan, saya merasakan persiapan yang Tuhan sediakan bagi Pasukan Bahtera begitu berlapis-lapis dan puncaknya adalah pada Sidang Ilahi - His Manifested Presence di Holy Stadium, Semarang pada akhir Desember 2014 nanti untuk menyambut 2015 - Tahun Yang Melampaui Segala Akal.

Tiuplah sangkakala di Sion dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari TUHAN datang, sebab hari itu sudah dekat; suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu turun-temurun, pada masa yang akan datang. 

Di depannya api memakan habis, di belakangnya nyala api berkobar. Tanah di depannya seperti Taman Eden, tetapi di belakangnya padang gurun tandus, dan sama sekali tidak ada yang dapat luput. Rupanya seperti kuda, dan seperti kuda balapan mereka berlari. Seperti gemertaknya kereta-kereta, mereka melompat-lompat di atas puncak gunung-gunung; seperti geletiknya nyala api yang memakan habis jerami; seperti suatu bangsa yang kuat, teratur barisannya untuk berperang. Terhadapnya bangsa-bangsa gemetar, segala muka bertambah menjadi pucat pasi.

Seperti pahlawan mereka berlari, seperti prajurit mereka naik tembok; dan mereka masing-masing berjalan terus dengan tidak membelok dari jalannya; mereka tidak berdesak-desakan, mereka berjalan terus masing-masing di jalannya; mereka menerobos pertahanan dengan tombak, mereka tidak membiarkan barisannya terputus. Mereka menyerbu ke dalam kota, mereka berlari ke atas tembok, mereka memanjat ke dalam rumah-rumah, mereka masuk melalui jendela-jendela seperti pencuri. Di depannya bumi gemetar, langit bergoncang; matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya.

Dan TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyak dan pelaksana firman-Nya kuat. Betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya?

Wednesday, July 18, 2012

Masuk Ke Dalam Bahtera & Jangan Berbalik!

In English: Get Into The Ark & Don't Look Back!

PERINGATAN & NUBUATAN!

Oleh Maurice Sklar
10 Juli 2012

"Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu. Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!" - Yakobus 5:1-8

Pada tanggal 10 September 2001, saya sedang menyampaikan pesan profetis di Long Island, New York. Saya masih mengingat kejadian ini seperti masih kemarin saja. Saya menyampaikan pesan berikut dari ayat Alkitab. Saya mulai bernubuat dan berkata:

“Sesuatu akan terjadi yang akan mengguncang bangsa kita (Amerika) dan mengubah segalanya. Ini juga akan menandai awal dari penggenapan ayat Kitab Suci. Penghakiman telah dilepaskan dari Sorga atas elit keuangan dunia, serta sistem utang dan pemerasan yang menindas umat Allah. Hal ini tidak hanya mencakup apa yang telah dirampok dan dicuri dari mereka dalam generasi sekarang, tetapi juga akan mencakup setiap generasi sepanjang sejarah. Sejumlah orang di dunia telah menumpuk dan menimbun kekayaan yang seharusnya milik Allah dan umat-Nya. Mereka telah mewariskan pada keluarga mereka dari generasi ke generasi. Sekarang saatnya perhitungan di mana Tuhan sendiri akan mengklaimnya kembali dan mengembalikan kembali ke tangan anak-anak-Nya yang dapat Dia percaya, sehingga Injil dapat diberitakan sampai ke ujung bumi. Tapi peristiwa ini juga datang sebagai sinyal penghakiman atas keuangan dan ekonomi di Amerika Serikat untuk kepergian / kemundurannya dari hadapan-Ku, dan akan menjadi peringatan untuk berbalik ke hidup yang berlandaskan nilai ilahi sebelum terlambat.”

Keesokan paginya, saya bangun dan ada pesawat yang menabrak World Trade Center (WTC). Hidup saya juga diserang oleh musuh setelah itu. Saat ini saya masih tidak sama seperti saya dahulu dan sudah lebih dari sepuluh tahun sekarang. Hari ini, saya menerima kabar lagi dari Tuhan tentang hal yang sama. Ekonomi seluruh dunia saat ini sedang tertatih-tatih di ambang bencana saat saya menulis ini. Beberapa percaya bahwa “transfer kekayaan” (Yesaya 60) akan terjadi sekarang dan entah bagaimana kita sebagai anak-anak Tuhan akan dipercaya untuk mendapatkan kontrol atas keuangan yang ada di dunia. Tapi, saya dapat memberitahu Anda bahwa satu-satunya yang memungkinkan rilis kekayaan tersebut terjadi adalah saat penghakiman Tuhan dalam bentuk bencana yang dahsyat terjadi. Itu adalah apa yang ada di cakrawala. Tuhan saat ini masih berada di atas takhta, tentu saja, dan saya percaya yang terbaik semoga yang akan terjadi, tapi saya sekarang tahu bahwa kita (Amerika) telah melewati batas di mana kita tidak bisa kembali. 

The “Freedom Tower” akan segera diselesaikan di tempat gedung WTC berada, tapi ini bukan sesuatu hal di mana kita perlu bersukacita, karena hal ini menandakan sebagai akhir hal yang disebut … ‘kebebasan’. Masa kasih karunia / anugerah akan tertutup tak lama lagi. Bahkan doa syafaat Mempelai Mesias yaitu Gereja tidak dapat menghentikan gerak maju tanpa henti dari waktu itu sendiri, dan murka Allah tidak dapat ditahan selamanya. KITA TELAH KEHABISAN WAKTU! Ini semua HARUS TERJADI, meskipun aku menangis saat aku menulis.

Apa yang telah menahan segala sesuatu masih bertahan sampai sekarang? Kehadiran “Penahan” telah menahan semuanya – yaitu gereja pemenang dengan doa-doa dan syafaat (2 Tesalonika 2:6). Tuhan Yesus mengatakan bahwa waktu-waktu terakhir sebelum kedatangan-Nya di udara untuk membawa kita / pengikut Yesus pergi bersamaNya akan seperti pada zaman Nuh … Banjir / air bah yang datang di tengah-tengah kehidupan mereka yang sedang sibuk dengan pernikahan, dalam kemerosotan moral, pelanggaran firman Allah, sibuk dalam perdagangan, dan banyak pengejek dan pencela yang semakin menjadi-jadi saat Nuh membangun kapal-bangunan dan berkotbah supaya mereka bertobat selama 120 tahun. Hal ini identik dengan zaman kita. Lalu individu yang diingatkan adalah istri Lot. Dia kembali menatap Sodom dan menjadi tiang garam, bahkan SETELAH para malaikat datang dan menariknya keluar dari api penghakiman.

Kedua penghakiman kuno yang dilakukan Allah memiliki satu kesamaan. Keduanya baik Nuh dan Lot diselamatkan bersama dengan seluruh keluarga mereka, SEBELUM kehancuran datang. Tapi, hanya Nuh dan keluarganya diselamatkan dalam bahtera, dan istri Lot kehilangan keselamatannya dari api dan belerang dari Sodom dan Gomora. Dia menolak untuk melepaskan keinginan-keinginan daging yang membuat kasih pada rumahnya yang penuh kejahatan.

Seluruh dunia akan mengalami perubahan yang sangat mendadak! Jutaan orang akan tiba-tiba lenyap. Kita (Gereja Tuhan yang siap) akan diangkat di udara bersama Yesus diangkat ke surga. Ini akan terjadi “dalam sekejap, dalam sekejap mata” … Itu lebih cepat dari kedipan mata Anda.

Kemudian bumi ini akan melalui tujuh tahun kengerian yang tak terkatakan. Apa yang sudah tertulis di Kitab Suci tersebut di atas akan terjadi … Tidak ada nubuat Alkitab lainnya harus dipenuhi sebelum hal itu terjadi … itu bisa terjadi malam ini sebelum aku selesai menulis ini.

Saudara-saudari yang terkasih, itu semua tentang menjadi siap. Apakah Anda siap untuk bertemu TUHAN?

Ini adalah pesan Tuhan yang diberikan pada saya hari ini:

“Cangkir dosa dunia dan kejahatan telah penuh. Dan telah meluap dan anggur murka telah matang untuk panen. Aku jelas akan menghakimi kejahatan dunia, sama pastinya seperti matahari terbit dan terbenam, dimana waktu hal ini juga terjadi dalam waktu yang sangat akurat. Apakah engkau tertawa dan mengejek pada pengangkatan “Mempelai-Ku” (Gejera Tuhan yang Kudus)? Apakah engkau berpikir bahwa itu tidak dapat terjadi? Apakah engkau berpikir tangan-Ku terlalu pendek sehingga tidak bisa menyelamatkan? TIDAK! Satu-satunya hal yang dapat menghentikanmu supaya dianggap layak untuk keluar dari murka yang akan datang adalah jika engkau “melihat ke belakang” seperti istri Lot. Jika engkau menyukai dunia yang busuk lebih daripada Aku, maka Aku akan membiarkanmu tertinggal jika itu yang paling engkau cintai. Ini semua tentang hatimu. Ke mana kasihmu mengalir? Apa yang paling engkau cintai? Di altar mana kamu mengorbankan diri? Aku TAHU persis di mana hatimu. Hanya mereka yang mengasihi Aku dengan segenap hati mereka dan membenci sistem dunia karena mereka benar-benar milik-Ku. Aku tidak akan mengambil orang-orang yang suam-suam kuku dan berkompromi dengan dunia … Bertobat dan berbalik kepada-Ku sekarang, sebelum gerbang kasih karunia tertutup, dan kegelapan benar-benar meliputi bumi. Karena hal itu akan datang seperti pencuri dan menjerat seluruh bumi. Bangunlah dan tinggalkan dosa dan kompromi dari hidupmu!"

Kita harus mengindahkan panggilan Allah … Masuk ke bahtera sebelum Allah menutup pintu dan terlambat!

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.