Monday, March 27, 2017

Rhema Tuhan - 1 Nisan 5777: Zaman Anugerah Itu Genap 6 Bulan Lagi

Tidakkah kita menyadari betapa istimewanya bilangan 5777 dari tahun Ibrani Ayin Zayin kali ini. Angka 5 yang berarti anugerah dan angka 7 yang berarti penyempurnaan, maka bilangan 5777 hendak berkata bahwa Zaman Anugerah telah mencapai kesempurnaannya, telah mencapai penggenapannya. Dan sekarang Zaman Anugerah itu hanya tinggal setengah tahun lagi, sebab di Ayin Chet 5778 dan 2018 kita akan kembali ke Zaman Hukum (The Age of Law) seperti sebelum Kristus hadir ke dunia melalui Yesus. Dan mungkin di 5778 ini juga 7 tahun Masa Tribulasi Besar akan dimulai, sejalan dengan berakhirnya Zaman Anugerah ini.

Hari ini kita memasuki 1 Nisan 5777, jadi secara harafiah Zaman Anugerah ini hanya tersisa 6 bulan lagi. Bulan Nisan menandakan akhir dari musim dingin, akhir dari kegelapan yang dingin dan awal dari musim semi, musim penanaman benih. Bukankah Yesus Kristus adalah Benih Agung yang ditaburkan sebagai Anak Domba Allah pada bulan yang sama, untuk menghasilkan tuaian besar jiwa-jiwa melalui Karya Keselamatan? Inilah Nisan 5777, Nisan terakhir sebelum Zaman Anugerah berakhir.

Enam bulan ini Tuhan menyediakan limpah bagi Gereja dan Mempelai-Nya untuk siap menghadapi masa yang baru, masa peperangan terbesar, Masa Dispensasi Khusus sampai Rapture terjadi. Pertobatan, keselamatan, pewahyuan demi pewahyuan, perjumpaan demi perjumpaan, koneksi ilahi, dan berbagai terobosan rohani maupun jasmani termasuk keuangan, telah Tuhan siapkan berlimpah. Beliau sangat ingin kita terima semuanya itu, namun sesuai dengan apa yang tertulis, "Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." - Matius 6:32-33

Mereka yang tidak memiliki pengenalan akan Tuhan akan semakin sulit menemukan apa yang selama ini mereka kejar, namun kepada Gereja dan Mempelai-Nya, Tuhan akan membuat perbedaan yang jauh lebih nyata daripada apa yang telah terjadi antara Gosyen dan Mesir, antara Israel dengan berbagai kerajaan di Timur Tengah di zaman Musa dan Yoshua.

Barangsiapa yang paling banyak meletakan kepentingan dan selera pribadinya, dialah yang paling banyak memperoleh berbagai kemudahan. Semakin kecil egonya, semakin besar kebahagiaannya. Dan barangsiapa mengejar perkenanan Tuhan di atas segalanya, maka tidak ada lagi perkara yang pantas dikhawatirkannya. Ampuni yang harus diampuni, lepaskan yang harus dilepaskan, letakkan yang harus diletakkan dan relakan yang harus direlakan. Dari pihak Tuhan, semuanya telah tersedia, bagaimana kita hendak meresponi panggilan-Nya?

Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN. TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.

Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN. Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.

Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.

Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!

Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN.

Monday, February 27, 2017

Rhema Tuhan - 1 Adar 5777

Tulah demi tulah akan segera datang, sebab inilah waktunya tanpa bisa ditahan lagi. Bukan hanya di Indonesia, namun juga bangsa-bangsa. Semua harus terjadi karena pertama-tama untuk keadilan itu sendiri, yakni keadilan Tuhan. Namun ujungnya adalah pertobatan, supaya sebanyak mungkin bisa dihindarkan dari kebinasaan.

Namun lebih daripada itu kepada mereka yang sudah tidak bisa bertobat lagi karena memang menolaknya, penghakiman ini datang untuk memisahkan gandum dari lalang, domba dari kambing, dan hamba yang setia dari hamba yang jahat.

Tahun Lembah Penentuan, begitulah Tuhan menamakannya, yakni barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!

Lalang, kambing dan yang jahat akan terus jahat dan cemar. Sedangkan gandum, domba dan yang setia akan terus berbuat kebenaran dan mengejar kekudusan karena sadar bahwa kekudusan Tuhan adalah habitatnya.

Pastikan hanya TUHAN dan kehendak-Nya yang jadi berhala dalam hidup kita, selain dari itu, semuanya adalah haram dan mematikan. Jangankan patung, uang maupun jabatan, bahkan mandat, otoritas rohani, takdir (destiny), reputasi dan semua keberadaan pelayanan kitapun bisa dipakai Iblis untuk "diadu domba" dan dibenturkan dengan kehendak Tuhan sehingga tanpa sadar kita menjadikan semua aksesoris rohani itu sebagai berhala yang membuat kita tidak peka lagi dengan Hati-Nya.

Namun barangsiapa yang mengejar kesejatian, barangsiapa terus menantang egonya di atas mezbah, dialah yang akan menjadi mercusuar-mercusuar dalam dunia yang semakin gelap ini.

TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya; mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan, dan mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan.

About Windunatha

My photo
Destined to become prosperous and famous. But still learning to be happy and keep struggling to be an increasingly willing servant who dies more and more to self. A Dreamer Of Isaiah 60 fulfillment for Indonesia and by the grace of God, will witness and finish them all.