Labels

Showing posts with label JKI Injil Kerajaan. Show all posts
Showing posts with label JKI Injil Kerajaan. Show all posts

Monday, August 27, 2012

Ayin Gimel - 5773: Benefits

"Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya (Benefits / Ghemool)! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali." - Mazmur 103:1-5


Meninggalkan tahun Ayin Beth 5772 dan memasuki tahun Ayin Gimel 5773 (16 September 2012 - 4 September 2013), kita diminta untuk mengingat segala kebaikan-Nya terlepas dari apapun masalah dan pergumulan yang sedang kita hadapi saat ini. 

Kebaikan-Nya - #1: Mengampuni bahkan segala kelemahan kita, sementara Iblis terus mendakwa kita.

Kebaikan-Nya - #2: Memulihkan / Menyembuhkan

Kebaikan-Nya - #3: Menebus segala hutang dosa

Kebaikan-Nya - #4: Memahkotai, mendandani, menjadikan indah

Kebaikan-Nya - #5: Memuaskan hasrat, baik kebutuhan maupun keinginan sesuai dengan pribadi masing-masing.

"Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah." - 1 Korintus 1:25-29

Inilah janji Tuhan kepada Gereja, bahwa kita dipilih hanya untuk menampilkan kemuliaan-Nya sehingga Allah terpandang di suluruh bumi.

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan (Benefits / Ghemool) bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." - Roma 8:28

Dan inilah jaminan bagi kita memasuki 5773 dan 2013 nanti. Haleluya!

Tuesday, May 1, 2012

Yesus Yang Sedang Pasif, Kuasa Yang Tersalurkan

"Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: 'Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.' Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: 'Siapa yang menjamah jubah-Ku?' Murid-murid-Nya menjawab: '"Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?' Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. Maka kata-Nya kepada perempuan itu: 'Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!'" - Markus 5:26-34

Perempuan yang mengalami pendarahan selama 12 tahun akhirnya bisa menarik kuasa (dunamis) dari diri Yesus yang sedang PASIF berjalan menuju rumah Yairus. Ini perkara yang luar biasa. Karena biasanya mujizat yang terjadi dilakukan Yesus secara AKTIF - Yesus menjamah, Yesus mengusir, Yesus meludah, Yesus bertanya, Yesus memerintah. Namun kali ini Yesus hanya lewat di antara kerumunan orang menuju rumah Yairus. Dan dalam kepasifan-Nya kuasa tetap keluar dari diri-Nya dengan jalan iman yang ajaib.

Sekarang kita bertanya, "Darimana datangnya pemikiran, maksud, dan pewahyuan bahwa 'asal kujamah saja jubah-Nya, maka aku akan sembuh'? Sebab tidak pernah ada kisah seperti ini sebelumnya, terutama di seluruh Perjanjian Lama karena Tuhan sedang pasif! Tuhan Yesus sedang santai, fokus untuk aktif di rumah Yairus nanti. Jadi datangnya pewahyuan ini karena wanita itu telah mendengar berita-berita tentang Yesus yang aktif! Dan bagaimana wanita ini bisa mendengar berita-berita tersebut? 

Ia bisa mendengar, ketika segala sesuatunya telah dihabiskan semua namun hasilnya malah semakin memburuk. Jadi semakin memburuk itu baik untuk roh kita beralih fokus dari mengandalakan kekuatan manusia dan mulai mencari kekuatan Tuhan melalui berita-berita itu. Bukankah pepatah bijak mengatakan bahwa ketika segala sesuatunya telah hilang barulah terasa penyesalan akan kehilangan tersebut sebab sampai hal itu menjadi hilang, kita tidak pernah mensyukuri keberadaannya.

Dan karena berita-berita yang diterima dengan benar maka iman timbul dalam wujud 'asal kujamah jubah-Nya, aku sembuh'! Karena imannya telah menyelamatkannya. Namun bagaimana jika hari itu Yesus tidak lewat di jalan dimana wanita tersebut akan berada, akankah kesembuhan tetap menjadi miliknya? Sekalipun beritanya tetap sama dan imannya tetap ada? Akankah saking pasifnya Yesus sehingga wanita ini tidak mengalami kesembuhannya? Tidak! Yesus harus melewati jalan itu, dan jika Ia melewati jalan lain, justru Ia malah menjadi aktif dalam kebenaran-Nya sendiri BUKAN menjadi pasif sesuai dengan kehendak Bapa saat itu.

Bukankah perempuan yang pendarahan ini mengalami hal yang mirip seperti yang dialami Lazarus (saudara Marta & Maria) yang dibiarkan mati selama beberapa hari hingga mayatnya menjadi busuk dan kemudian baru kuasa Allah menjadi nyata sempurna dalam kebangkitannya? Tuhan hanya memiliki yang terbaik dan hanya yang terbaik yang bisa Ia berikan. Namun yang terbaik menurut Beliau seringkali tidak bisa kita mengerti. Mari belajar semakin mengerti, taat dan setia kepada-Nya, dengan demikian bahkan ketika Ia sedang pasif sekalipun, kita tetap dapat menarik kuasa-Nya keluar untuk mengalami terobosan dan kehidupan yang diubahkan. Tuhan memberkati, Amin!

Monday, April 2, 2012

Pendengar Vs. Pelaku Firman

"Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu." - Yakobus 1:19-21

Amarah sangat merugikan dan amat mematikan. Karena amarah, Kain membunuh Habel, Esau dendam kepada Yakub, Musa tidak dapat masuk ke Tanah Perjanjian, Daud sempat menolak Tabut Allah ketika melihat Uza dibunuh dan raja Uzia kena kusta seketika itu juga. Bahkan amarah dapat menghancurkan dengan singkat suatu pekerjaan yang telah dibangun dalam waktu lama.

Sebaliknya buanglah amarah dan kenakanlah kelemahlembutan, karena secara roh kita memang sudah diselamatkan seketika, namun proses penyangkalan daging dan jiwa kita butuh waktu yang sangat panjang. Jika firman yang seharusnya berguna ketika diterima dengan lemah lembut, akan sia-sia apabila diresponi dengan amarah.

"Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri." - Yakobus 1:22

Ada yang hanya menjadi pendengar saja, ini ibarat seperti seorang mahasiswa yang hadir di kelas hanya demi daftar absensi tanpa peduli apa yang diajarkan oleh dosennya. Sama seperti jemaat yang hanya datang ke gereja dan hadir di ibadah, namun tidak menangkap dan mempelajari apa yang difirmankan saat itu. Sedangkan pelaku firman, dalam bahasa Yunani disebut poietes, yang artinya juga pembuat puisi (poetry). Jadi pelaku firman itu memahami seni dan mampu bertindak dalam irama-Nya Tuhan. Pengenalan akan firman tidak sebatas teori namun sudah pernah mengalami Tuhan sendiri dalam berbagai warna. Dengan demikian sungguh antara pendengar saja dengan pelaku firman besar sekali bedanya. Pendengar mungkin bahkan tidak pernah tahu teorinya, namun pelaku bahkan memahami prakteknya.

Pelaku firman yang memiliki pengalaman pribadinya dengan Tuhan, semakin hari semakin mengenal gaya, cara, dan kehendak Tuhan. Sedangkan yang melakukan tidak sesuai dengan rhema Tuhan, itu akhirnya akan menipu dirinya sendiri. Dan mudah dipengaruhi oleh orang-orang di sekitarnya, sebagai ganti seharusnya ia dipengaruhi oleh Roh-Nya yang kudus.

Sebagai contoh, ada seorang percaya yang belum memiliki rumah dan berdoa supaya suatu saat ia bisa punya rumah. Suatu saat Tuhan memberikan rhema untuk dia membantu membayarkan biaya kos seorang temannya, dan dia lakukan dengan sukacita. Sekian bulan kemudian, entah lewat hadiah undian atau apapun itu, orang tersebut dapat hadiah undian rumah tinggal. Dan masih ada banyak cara Tuhan menjawab doa kita. Di sinilah seninya "berpuisi" dengan kehendak Tuhan.

Sedangkan ada pihak lain yang butuh mobil, karena selama ini hanya naik motor. Namun karena memaksakan kehendak tanpa mau menunggu rhema Tuhan, orang tersebut malah berhutang, menjual motornya sebagai uang muka pembelian mobil dan berusaha menghemat luar biasa demi membayar angsuran setiap bulannya. Namun sekian waktu kemudian, terjadi hal di luar perhitungan yang mengakibatkan ia tak bisa membayar angsuran tersebut. Orang ini telah miskalkulasi dan menipu dirinya sendiri. Menjadi pelaku tapi dari modal pendengaran yang bukan rhema Tuhan.

"Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya. Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia." - Yakobus 1:25-27

Perhatikan! Pelaku rhema yang melakukan dengan tekun, ia akan merdeka dan berbahagia oleh karena perbuatannya. Dan akhirnya apa yang kita lakukan menjadi berkat bagi banyak orang, bagi yatim piatu dan janda-janda, bahkan bagi bangsa-bangsa. Tuhan memberkati!

Dia kaya menjadi miskin supaya kita menjadi kaya. Dia hidup menjadi mati supaya kita tidak mengalami kematian kedua. Kita benar hanya karena dibenarkan. Kita kuat hanya karena dikuatkan. Kita kaya hanya karena diperkaya. Kita mampu hanya karena dimampukan. 

Thursday, March 15, 2012

Karakter & Hati Raja-Raja

"Kemudian Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan. Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu. Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: 'Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.' Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul; lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: 'Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.' Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul telah bangun meninggalkan gua itu hendak melanjutkan perjalanannya." - 1 Samuel 24:3-8

Jadi ternyata Saul buang hajat di gua yang sama tempat Daud dan orang-orangnya bersembunyi. Gua tersebut hanya punya satu jalan masuk, sehingga ketika Saul buang hajat, sesungguhnya itu penderitaan bagi yang lainnya untuk menahan bau hajat Saul dalam jangka waktu yang cukup lama. Adakah Anda memahami situasinya sekarang?

Saul membenci Daud. Saul mengejar dan berusaha membunuh Daud. Saul buang hajat di gua tempat Daud bersembunyi. Daud menahan baunya sampai selesai. Namun Daud tidak membunuh Saul, ia mengampuni nyawa Saul. Bahkan, ia berseru kepada Saul dari belakang, katanya: 'Tuanku raja!' Saul menoleh ke belakang, lalu Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah. Lalu berkatalah Daud kepada Saul: 'Mengapa engkau mendengarkan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu? ... Sebab itu TUHAN kiranya menjadi hakim yang memutuskan antara aku dan engkau; Dia kiranya memperhatikannya, memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu.'" - 1 Samuel 24:9-16. 

Hanya orang yang mampu bertahan menerima bau (busuknya) orang lain dan setelah itu masih tetap mengampuni dan tidak menjadi (makin) marah dengan bau tersebut yang memiliki hati hamba dan sekaligus karakter raja-raja. Perhatikan para suster yang bertugas membantu para dokter di berbagai klinik dan rumah sakit. Orang-orang ini bisa menerima bau para pasien dan tetap melayani sepenuh hati. Tanpa adanya suster perawat, dokter akan kesulitan melakukan tugasnya dan pasien pun akan sulit untuk pulih. Tuhan itulah dokternya, sesama kita adalah pasien-Nya, sedangkan kita adalah para suster yang diharapkan melayani sepenuh hati walau hal itu tidak nyaman bagi kita.

... Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, ...

Tuesday, February 28, 2012

Saul - Umat Yang Terluka, Fatal Dan Binasa

Prolog: Letih

Raja Saul adalah seorang pria yang letih. Sejak awal tidak semua rakyat percaya kepadanya.
Saat ingin mendapatkan kepercayaan rakyat, malah kehilangan kepercayaan Tuhan.
Saat menyelamatkan raja Agag, malah mahkotanya dicopot oleh Tuhan.
Saat menang harusnya menjarah dengan kuat, malah rakyat disuruh puasa.

Hidupnya terasa selalu salah dan tidak pas. Mempersembahkan korban juga salah.
Menarik jubah Samuel malah merobeknya. Ah... terlalu dan selalu salah. Mengapa?

LUKA! ... Itu yang menyebabkan dia tak pernah maksimal bahkan tak bisa NORMAL.

Akibatnya jadi letih dan Tuhan pun letih dengan dia. Seorang yang luka akan mengacaukan semua yang di hidupnya. Karena itu jangan biarkan ada luka menganga di hidupmu. Penolakan rakyat membuat Saul luka. Jika ada yang menolakmu, jangan biarkan itu melukaimu. Daging seringkali frustrasi karena terlalu banyak yang diingini, tetapi tidak sesuai kehendak Tuhan dan akhirnya tidak mendapatkannya. 

Rancangan Yang Mulia Dari Tuhan Bagi Saul

"Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain. Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau." - 1 Samuel 10:6-7

Tuhan merancangkan hal yang luar biasa bagi Saul pada awalnya, namun kenyataannya dalam hidup Saul apa yang dilakukannya malah serba salah. Lama kelamaan dia frustrasi, marah dan memberontak, makin seperti itu di depan Tuhan makin salah lagi. Mengapa Saul bisa jadi seperti itu? Karena Saul punya satu kelemahan yang saat disentuh atau dididik, lukanya luar biasa dan tidak mau disembuhkan.

"Kemudian Samuel mengerahkan bangsa itu ke hadapan TUHAN di Mizpa ... Sesudah itu disuruhnyalah suku Benyamin tampil ke muka menurut kaum keluarganya, maka didapati kaum keluarga Matri. Akhirnya disuruhnyalah kaum keluarga Matri tampil ke muka seorang demi seorang, maka didapati Saul bin Kish. Tetapi ketika ia dicari, ia tidak diketemukan. Sebab itu ditanyakan pulalah kepada TUHAN: 'Apa orang itu juga datang ke mari?' TUHAN menjawab: 'Sesungguhnya ia bersembunyi di antara barang-barang.' Berlarilah orang ke sana dan mengambilnya dari sana, dan ketika ia berdiri di tengah-tengah orang-orang sebangsanya, ternyata ia dari bahu ke atas lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya. Dan Samuel berkata kepada seluruh bangsa itu: 'Kamu lihatkah orang yang dipilih TUHAN itu? Sebab tidak ada seorangpun yang sama seperti dia di antara seluruh bangsa itu.' Lalu bersoraklah seluruh bangsa itu, demikian: 'Hidup raja!' ... Tetapi orang-orang dursila berkata: 'Masakan orang ini dapat menyelamatkan kita!' Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli." - 1 Samuel 10:17-27

Saat Saul sudah dinubuati, lalu dibuang undi tetapi Saul malah bersembunyi di antara barang-barang. Saul mempunyai masalah rendah diri luar biasa dan tidak yakin akan dirinya karena tinggi perawakannya. Jadi kelainan fisiknya dibanding orang-orang di sekitarnya membuat jiwanya sangat minder. Orang yang minder sering menutupinya karena takut ditolak oleh orang lain, sehingga tidak nyaman berkumpul dengan orang-orang, orang seperti ini kalau dilukai dengan penolakan, maka lukanya akan terasa sakit sekali.

Inilah awal luka yg tidak pernah mau disembuhkan, yaitu ketika para dursila menghinanya. Cara Saul mengurusi kelemahannya dengan cara yang salah, pura-pura tuli, lukanya tidak pernah dibereskan atau diurusi, malah ditutupi seakan-akan tidak ada luka, tiap kali disentuh itu akan menimbulkan persoalan.

Kata "dilukai" dalam bahasa aslinya dicemari, seperti sumur yang diracun, maka air yang keluar dari sumur tersebut semuanya cemar, itulah mengapa apapun yang Saul perbuat menjadi error. Padahal Saul menerima janji Tuhan bahwa apapun yang diperbuatnya akan berhasil, tapi karena ada luka yang tidak pernah ditanggulangi maka semua yang dikerjakan jadi salah.

Saul pura-pura tuli, tapi penyakitnya masih ada, maka jiwanya mengejar sesuatu untuk menyembuhkan sendiri lukanya. Padahal seharusnya luka tersebut di bawa ke hadapan Tuhan untuk minta disembuhkan. Jiwa tidak bisa menyembuhkan dirinya sendiri, maka naluri jiwa akan melenceng ke arah yang salah. Jiwanya melenceng sehingga cenderung untuk mencari dukungan dan perkenan manusia (rakyatnya).

Berikut ini adalah berbagai peristiwa tindakan Saul yang selalu error karena jiwanya yang luka dan tidak pernah bersedia untuk disembuhkan:

1. "Saul berumur sekian tahun ketika ia menjadi raja; dua tahun ia memerintah atas Israel. Saul memilih tiga ribu orang dari antara orang Israel; dua ribu orang ada bersama-sama dengan Saul di Mikhmas dan di pegunungan Betel, sedang seribu orang ada bersama-sama dengan Yonatan di Gibea Benyamin, tetapi selebihnya dari rakyat itu disuruhnya pulang, masing-masing ke kemahnya. Yonatan memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin yang ada di Geba; dan hal itu terdengar oleh orang Filistin. Karena itu Saul menyuruh meniup sangkakala di seluruh negeri, sebab pikirnya: "Biarlah orang Ibrani mendengarnya." Demikianlah seluruh orang Israel mendengar kabar, bahwa Saul telah memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin dan dengan demikian orang Israel dibenci oleh orang Filistin. Kemudian dikerahkanlah rakyat itu untuk mengikuti Saul ke Gilgal." - 1 Samuel 13:1-4

Awalnya Israel dikuasai Filistin, lalu Yonatan mengambil inisiatif untuk berperang dan menang, tetapi Saul yang meniup sangkakala untuk mengabarkan bahwa pihaknya telah menang supaya seluruh rakyat mengikuti Saul. Kekalahan Filistin yang menyakitkan malah terasa lebih menyakitkan lagi karena tindakan Saul tersebut sehingga membuat Israel makin dibenci orang Filistin. Jadi Saul memanipulasi kemenangan Yonatan untuk mendapat dukungan seluruh rakyat kepadanya.

2. "Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia. Sebab itu Saul berkata: 'Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu.' Lalu ia mempersembahkan korban bakaran." - 1 Samuel 13:8-9. 

Tiap kali rakyat meninggalkan Saul, dia panik dan lukanya menganga lagi. Dia mencoba menarik kembali simpati rakyat dengan mempersembahkan korban, namun bukan untuk Tuhan tetapi untuk manipulasi Tuhan, supaya rakyat kembali mendukung dia. Akhirnya Samuel datang dan memarahi Saul, karena mempersembahkan korban BUKAN wewenang Saul. Jadi Saul bahkan berani menyalahgunakan wewenang demi mendapat dukungan rakyatnya.

Mungkin luka kita beda dengan Saul tetapi bisakah kita mengenali luka terdalam dalam hidup kita? Kalau kita tidak membereskannya di hadapan Tuhan, luka tersebut akan menghancurkan diri kita sendiri.

3. "Ketika orang-orang Israel terdesak pada hari itu, Saul menyuruh rakyat mengucapkan kutuk, katanya: 'Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku.' Sebab itu tidak ada seorangpun dari rakyat yang memakan sesuatu. ... Tetapi Yonatan tidak mendengar, bahwa ayahnya telah menyuruh rakyat bersumpah. Ia mengulurkan tongkat yang ada di tangannya dan mencelupkan ujungnya ke dalam sarang madu; kemudian ia mencedoknya ke mulutnya dengan tangan, lalu matanya menjadi terang lagi. ... Lalu kata Yonatan: 'Ayahku mencelakakan negeri; coba lihat, bagaimana terangnya mataku, setelah aku merasai sedikit dari madu ini. Apalagi, jika sekiranya rakyat pada hari ini boleh makan dengan bebas dari jarahan musuhnya, yang telah didapatnya! Tetapi sekarang tidaklah besar kekalahan di antara orang Filistin.'" - 1 Samuel 14:24-30

Kecenderungan jiwanya mencari perkenan manusia dan hal itu Tuhan tidak suka. Dan kalau Tuhan tidak suka artinya dia keluar dari jalur anugerah-Nya, maka semua janji-Nya menjadi mandul dan tidak bisa digenapi. Padahal kalau kita disertai anugrah Tuhan, apapun yang disentuh akan menjadi luar biasa, seperti janda Sarfat, apapun yang ada di sekeliling kita bisa jadi mujizat saat disentuh. Jadi tidak perlu jauh-jauh karena miracle is in the house. Seperti pernikahan di Kana, anggur dari air yang ada di dalam rumah itu.

4. "Berkatalah Saul kepada Samuel: 'Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu; tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka. ... Ketika Samuel berpaling hendak pergi, maka Saul memegang punca jubah Samuel, tetapi terkoyak. Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: 'TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu. ... Tetapi kata Saul: 'Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel. Kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN, Allahmu.'" - 1 Samuel 15:24-30

Kecenderungan jiwanya selalu ingin mencari penghormatan dan penerimaan rakyat atau manusia. Ada orang-orang yang ingin jadi sukses & kaya hanya untuk membuktikan pada orang lain maupun keluarganya bahwa dia bisa. Karena sebenarnya dulu pernah dihina sehingga ada luka di dalam. Ada orang yang suka pamer supaya tidak ada orang yang menghina lagi, karena dulu pernah terhina dan terluka. Pembuktian diri seperti itu ternyata salah, itu sebenarnya sebuah kesombongan yang mengerikan. Bagaimana kita bisa mendapat perkenanan & berkat Tuhan di tengah-tengah kesombongan yang begitu mengerikan? Mari minta kesembuhan dari Tuhan!

5. "Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong ... dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: 'Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.' Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: 'Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya.' Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud. Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, ..." - 1 Samuel 18:6-10a

Dari orang yang dijanjikan Tuhan bahwa apapun yang disentuhnya akan jadi dan berhasil, akhirnya menjadi orang yang kerasukan roh jahat, hanya karena ada luka yang tidak mau diselesaikan. Perlu kejujuran hati kita sendiri, minta Tuhan tunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya, buka hati. Apakah masih ada kecenderungan-kecenderungan jiwa tertentu karena luka, selalu mengejar hal-hal tertentu yang membuat Tuhan tidak suka, yang akhirnya menyebabkan kita keluar dari jalur anugerah Tuhan. Karena begitu kita keluar maka semua janji Tuhan akan susah tergenapkan dalam hidup kita.

Monday, February 27, 2012

Pemulihan Dari Cacat Di Masa Lalu - Perkara Afek

"Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya dan menangis oleh karena dia, katanya: 'Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!' Berkatalah Elisa kepadanya: 'Ambillah busur dan anak-anak panah!' Lalu diambillah busur dan anak-anak panah. Berkatalah ia kepada raja Israel: 'Tariklah busurmu!' Lalu ia menarik busurnya, tetapi Elisa menaruh tangannya di atas tangan raja, serta berkata: 'Bukalah jendela yang di sebelah timur!' Dan ketika dibukanya, berkatalah Elisa: 'Panahlah!' Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: 'Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap.' Sesudah itu berkatalah ia: 'Ambillah anak-anak panah itu!' Lalu diambilnya. Setelah diambilnya, berkatalah Elisa kepada raja Israel: 'Pukulkanlah itu ke tanah!' Lalu dipukulkannya tiga kali, kemudian ia berhenti. Tetapi gusarlah abdi Allah itu kepadanya serta berkata: 'Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali! Dengan berbuat demikian engkau akan memukul Aram sampai habis lenyap. Tetapi sekarang, hanya tiga kali saja engkau akan memukul Aram.'" - 2 Raja-Raja 13:14-19

Kata "di sebelah Timur" dalam bahasa Ibrani juga berarti sesuatu yang di masa lalu. Sedangkan Afek adalah sebuah tempat yang memiliki catatan sejarah yang tidak baik bahkan menyakitkan hati Tuhan berkaitan dengan apa yang telah diperbuat oleh bangsa Israel. Berikut ini adalah sejarah dan beberapa perkara tersebut:

"Setelah Yosua menjadi tua dan lanjut umurnya, berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Engkau telah tua dan lanjut umur, dan dari negeri ini masih amat banyak yang belum diduduki. Inilah negeri yang tertinggal: segenap wilayah orang Filistin ... seluruh negeri orang Kanaan dan Meara, kepunyaan orang Sidon, sampai ke Afek, sampai ke daerah orang Amori; ... Aku sendiri akan menghalau mereka dari depan orang Israel; hanya undikanlah dahulu negeri itu di antara orang Israel menjadi milik pusaka mereka, seperti yang Kuperintahkan kepadamu. Oleh sebab itu, bagikanlah negeri ini kepada suku yang sembilan itu dan kepada suku Manasye yang setengah itu menjadi milik pusaka mereka." -  Yosua 13:1-7

Menjelang akhir hidup Yosua, masih banyak tugas penaklukan yang harus dilakukan oleh bangsa Israel. Wilayah-wilayah yang masih harus dikuasai telah dijamin Tuhan akan diserahkan kepada umat pilihan-Nya. Namun bangsa Israel malah menyia-nyiakan kesempatan dan berkat yang Tuhan sediakan. Berkali-kali terjadi peristiwa yang amat mendukakan hati Tuhan berkaitan dengan Afek.

"Sesudah Yosua mati, orang Israel bertanya kepada TUHAN: 'Siapakah dari pada kami yang harus lebih dahulu maju menghadapi orang Kanaan untuk berperang melawan mereka?' ... Suku Asyer tidak menghalau penduduk Ako, penduduk Sidon serta Ahlab, Akhzib, Helba, Afek dan Rehob, sehingga orang Asyer itu diam di tengah-tengah orang Kanaan, penduduk asli di negeri itu, sebab orang-orang itu tidak dihalaunya." - Hakim-Hakim 1:1, 31-32

"Orang Israel maju berperang melawan orang Filistin dan berkemah dekat Eben-Haezer, sedang orang Filistin berkemah di Afek." - 1 Samuel 4:1b

"Pegawai-pegawai raja Aram berkata kepadanya: 'Allah mereka ialah allah gunung; itulah sebabnya mereka lebih kuat dari pada kita. Tetapi apabila kita berperang melawan mereka di tanah rata, pastilah kita lebih kuat dari pada mereka. ... Dalam tahun yang berikutnya Benhadad memeriksa barisan orang Aram, lalu ia maju ke Afek untuk berperang melawan orang Israel. ... Maka tampillah abdi Allah dan berkata kepada raja Israel: 'Beginilah firman TUHAN: Oleh karena orang Aram itu telah berkata: TUHAN ialah allah gunung dan bukan allah dataran, maka Aku akan menyerahkan seluruh tentara yang besar itu ke dalam tanganmu, supaya kamu tahu, bahwa Akulah TUHAN.' ... Orang-orang yang masih tinggal melarikan diri ke Afek, ke dalam kota, tetapi temboknya roboh menimpa kedua puluh tujuh ribu orang yang masih tinggal itu. Sementara itu Benhadad melarikan diri dan masuk ke kota, dan bersembunyi dari satu kamar ke kamar yang lain. ... Orang-orang itu menganggap hal itu sebagai tanda yang baik, maka segeralah mereka berpegang pada perkataannya itu, lalu berkata: 'Memang saudaramu Benhadad!' Sesudah itu berkatalah Ahab: 'Pergilah, ambil dia!' Jadi keluarlah Benhadad mendapatkan dia, lalu diajak naik ke atas kereta. Kata Benhadad kepadanya: 'Kota-kota yang telah diambil bapaku dari pihak bapamu akan kukembalikan; engkau boleh juga membuat pasar bagimu di Damsyik, seperti yang dibuat bapaku di Samaria.' 'Dan aku sendiri,' kata Ahab, 'akan membiarkan engkau pergi dengan perjanjian.' Lalu ia mengadakan perjanjian dengan dia dan membiarkannya pergi. ... Kata nabi itu kepadanya: 'Beginilah firman TUHAN: Oleh karena engkau telah membiarkan lolos orang yang dikhususkan bagi-Ku untuk ditumpas, maka nyawamu adalah ganti nyawanya dan rakyatmu ganti rakyatnya.' Lalu raja Israel pergi ke istananya dengan kesal hati dan gusar, maka sampailah ia di Samaria." - 1 Raja-Raja 20:23-43

Jadi, di mata Tuhan perkara-perkara yang menyakitkan hati-Nya yang berkaitan dengan Afek adalah:
1. Jatah yang tidak diambil / disia-siakan (oleh Suku Asyer).
2. Tabut Allah yang dirampas (ketika orang Israel berperang dengan bangsa Filistin).
3. Perintah tidak tuntas dikerjakan (raja Ahab mengkhianati Tuhan dengan melepaskan bahkan mengadakan perjanjian dengan Benhadad).

Kali itu Yoas dengan petunjuk Elisa diberikan kesempatan emas untuk menuntaskan perkara Afek. Tuhan berjanji dan menjamin kemenangan Israel atas Aram, bahkan Aram dijanjikan akan habis lenyap. Dengan Yoas memukulkan anak panah ke tanah dalam jumlah tertentu, maka Aram akan jatuh ke tangannya. Tindakan memukul anak panak ke tanah itu sama dengan tindakan menginjakkan telapak kaki, karena hasilnya sama seperti yang Tuhan maksud, yaitu semua yang dipanahkan atau diinjak akan menjadi milik.

"Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang akan memilikinya: mulai dari padang gurun sampai gunung Libanon, dan dari sungai itu, yakni sungai Efrat, sampai laut sebelah barat, akan menjadi daerahmu. Tidak ada yang akan dapat bertahan menghadapi kamu: TUHAN, Allahmu, akan membuat seluruh negeri yang kauinjak itu menjadi gemetar dan takut kepadamu, seperti yang dijanjikan TUHAN kepadamu." - Ulangan 11:24-25

Namun akhirnya Yoas pun tidak menuntaskan Aram dan perkara Afek tetap menggantung hingga sekarang. Ketika Elisa menyuruh Yoas untuk memukul anak panah ke tanah, Yoas hanya memukul 3 kali. Sedangkan jumlah yang diharapkan minimal 5-6 kali. Jumlah ini kelihatan awam bagi orang biasa, namun bagi raja Yoas, jumlah tersebut adalah keharusan. Mengapa? Karena Yoas tahu seberapa besar Aram dengan segala kekuatan militernya dan dia telah menerima janji bahwa Tuhan akan menghabislenyapkan Aram, jadi seharusnya Yoas paham berapa kali pertempuran yang harus dilakukan untuk menggempur Aram sampai habis lenyap. Elisa gusar karena Yoas ceroboh dan menganggap remeh. Kecerobohan Yoas disebabkan karena ia tidak menyembah dan bergaul dengan Tuhan, melainkan seorang penyembah berhala. Jadi jelas baginya untuk tidak menangkap maksud Tuhan dengan sempurna.

Pesan Tuhan kali ini adalah peganglah anak panah itu dan gunakanlah telapak kaki kita, semua kegagalan kita di masa lalu hendak Tuhan selesaikan hingga tuntas, supaya jatah yang telah Tuhan sudah sediakan sejak awalnya bagi setiap kita tidak hilang, melainkan diperoleh semuanya sehingga setiap kita menggenapi semua yang dijanjikan-Nya hingga mencapai garis akhir dengan kuat. Dan semuanya itu dapat tercapai dengan bergaul karib dengan Raja segala raja yang memberikan kemenangan dengan gilang gemilang.

Hembusan Nafas Tuhan - Anugerah Ganda

"Kemudian Yosafat mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di samping nenek moyangnya di kota Daud. Maka Yoram, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. Saudara-saudaranya, anak-anak Yosafat, ialah: Azarya, Yehiel, Zakharia, Azariahu, Mikhael dan Sefaca. Mereka semua anak-anak Yosafat, raja Israel. ... Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan merasa dirinya kuat, ia membunuh dengan pedang semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israel. ... Ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel seperti yang dilakukan keluarga Ahab, sebab yang menjadi isterinya adalah anak Ahab. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. ... Sesudah semuanya ini TUHAN menulahinya dengan penyakit usus yang tidak dapat sembuh. Beberapa waktu berselang, kira-kira sesudah lewat dua tahun, keluarlah ususnya karena penyakitnya itu, lalu ia mati dengan penderitaan yang hebat. Rakyatnya tidak menyalakan api baginya seperti yang diperbuat mereka bagi nenek moyangnya. Ia berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja." - 2 Tawarikh 21:1-20

"And Jehoshaphat rested with his fathers, and was buried with his fathers in the City of David. Then Jehoram his son reigned in his place. He had brothers, the sons of Jehoshaphat: Azariah, Jehiel, Zechariah, Azaryahu, Michael, and Shephatiah; all these [were] the sons of Jehoshaphat king of Israel. ... He was thirtytwo years old when he became king. He reigned in Jerusalem eight years and, to no one's sorrow, departed. However they buried him in the City of David, but not in the tombs of the kings." - 2 Chronicles 21:1-20 (NKJV)

"Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia." - Matius 1:8

"Asa begot Jehoshaphat, Jehoshaphat begot Joram, and Joram begot Uzziah." - Matthew 1:8 (NKJV)

Raja Yosafat atau juga disebut Yehosafat hidup dan memerintah dengan sangat baik dan benar di mata Tuhan. Setelah wafatnya, takhta kerajaan Yehuda diwariskan kepada raja Yoram atau awalnya disebut Yehoram. Nama Yehosafat artinya Allah telah menghakimi (Jehovah has judged) sedangkan nama Yehoram artinya Allah yang ditinggikan (Jehovah is exalted). Namun kita ketahui bahwa Yehoram memerintah dengan amat mengerikan, dia membunuh semua saudara kandungnya, berkomplot bahkan menikah dengan keluarga Ahab, membujuk rakyatnya untuk berzinah dan menyembah berhala. Akibat kengeriannya itu, Tuhan menulahi dan mengutukinya sehingga akhir hidupnya amat tragis.

Ketika Kitab Injil Matius pasal 1 menuliskan daftar silsilah Tuhan Yesus, nama Yosafat tetap Yehosafat, namun nama Yoram tidak lagi Yehoram melainkan menjadi Yoram. Ada yang hilang dari Yehoram menjadi Yoram, yaitu huruf He ה (baca: Hey). Dan apakah He ה itu? Itu adalah hembusan nafas Allah. Hembusan nafas yang sama yang dimaksud ketika Allah menghembuskan ke dalam debu tanah lalu jadilah Adam yang hidup, manusia pertama itu. Hembusan nafas itu adalah Roh-Nya sendiri (Ruwach).

Lalu mengapa Ruwach-Nya diambil daripada Yehoram? Karena tidak lama setelah ia memerintah, ia merasa dirinya kuat, karena merasa apa yang dimilikinya, diperhitungkannya dan dipertimbangkannya saat itu sudah cukup TANPA perlu intervensi Tuhan. Dia bunuh kelima adiknya, berikut ini nama dan arti nama mereka semua: Azarya - Tuhan telah menolong; Yehiel - Tuhan itu hidup; Azariahu - sama dengan Azarya; Mikhael - seseorang yang seperti Tuhan / penjagaan Tuhan; dan Sefaca - Tuhan telah menghakimi. Jadi Yoram meniadakan pertolongan Tuhan yang ganda, meniadakan Tuhan yang hidup dalam hidupnya, keluar dari penjagaan & perlindungan Tuhan serta melupakan bahwa Tuhan adalah Hakim Yang Agung. Ilusi perasaan dengan merasa mampu berjalan tanpa Tuhan inilah yang mematikan Yoram dan menjadikan tragis akhir hidupnya. Sedangkan nama Abram dan Sarai yang diubah Tuhan menjadi Abraham dan Sarah itu karena nama mereka diberi tambahan huruf He ה, Abram dan Sarai yang diberi hembusan nafas-Nya sehingga oleh anugerah-Nya mereka mampu melahirkan Ishak di usia yang sudah uzur.

Dalam sistem alfabet Ibrani, huruf He ה adalah huruf ke-5 dan memiliki nilai 5, sedangkan angka 5 memiliki arti anugerah. Jadi He ה atau hembusan nafas-Nya merupakan anugerah ganda, sesuatu yang luar biasa yang memampukan kita melakukan segala perkara bersama-Nya.

"Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam. Siapakah engkau, gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!" - Zakharia 4:6-7

"This [is] the word of the LORD to Zerubbabel: `Not by might nor by power, but by My Spirit,' Says the LORD of hosts. `Who [are] you, O great mountain? Before Zerubbabel [you shall become] a plain! And he shall bring forth the capstone With shouts of "Grace, grace to it!"'" - Zacharia 4:6-7 (NKJV)

Gunung apakah yang sedang kita hadapi saat ini? Gunung masalahkah? Gunung impiankah? Gunung hutang? Gunung sakit penyakit? Atau bahkan semua masalah yang sudah menggunung sekian lama? Ketahuilah bahwa semua gunungnya akan rata, namun bukan karena keperkasaan dan kuat gagahnya kita, melainkan karena Roh dan anugerah ganda-Nya yang menjadikan segala sesuatu adalah mungkin. Kemustahilan diubah menjadi keajaiban.

Saturday, January 21, 2012

Kutuk 12 Roh Jahat Dan Penangkalnya

Kutuk #1 - Roh beban berat dan kuk palsu dari iblis. Penangkal: Meminta hikmat dan darah Yesus untuk menudungi.

Kutuk #2 - Roh kebekuan, apatis, ketakutan, suam-suam dan ragu-ragu. Penangkal: Meminta kebebasan, dan mulai bertindak dan bekerja keras.

Kutuk #3 - Roh perpecahan dan pemberontakan. Penangkal: Meminta agar kita bisa berdiri sampai akhir dan menuntaskan segala sesuatu bersama Tuhan, belas kasih Tuhan, kesehatian dan unity.

Kutuk #4 - Roh penyesatan dan kepalsuan. Penangkal:  Meminta kuasa otoritas menyerahkan tubuh, jiwa dan roh kepada Yesus dan menyerahkan kepada kebenaran Firman Tuhan.

Kutuk #5 - Roh Ketamakan cinta uang. Penangkal: Meminta hati yang melekat kepada Tuhan karena dimana harta kita berada disitu hati kita berada. dan biarlah hati kita melekat kepada Tuhan.

Kutuk #6 - Roh bencana dan wabah penyakit. Penangkal: Meminta pembalikan keadaan bahwa tidak ada satupun penyakit sampar yang akan membinasakan anak-anak Tuhan.

Kutuk #7 - Roh kemarahan dan emosi. Penangkal: Meminta cinta Tuhan dan kasih mula-mula yang akan memadamkan setiap kemarahan, kekecewaan dan kebencian kepada Tuhan.

Kutuk #8 - Roh hawa nafsu dunia. Penangkal: Meminta cinta Tuhan lebih dari segalanya dan api Tuhan sendiri yang menguduskan dan mentahirkannya.

Kutuk #9 -  Roh Antikristus dan kesombongan serta tidak hormat kepada Allah dan mencari keuntungan diri sendiri dan roh agamawi. Penangkal: Meminta semua ditaklukkan dan ditundukkan di bawah kaki Kristus Yesus.

Kutuk #10 - Roh kebangkrutan dan kebebalan. Penangkal: Meminta berkat Tuhan sendiri yang datang yang menjadikan kita kaya dan susah payah tidak menambahinya.

Kutuk #11 - Roh perdukunan, mistis, sihir, kelambanan. Penangkal: Membalikkannya bahwa ini tahun kelimpahan dan semua dikendalikan oleh kuasa perkataan Tuhan sendiri dan kuasa mereka tidak bisa mengontrol kita lagi.

Kutuk #12 -Iblis itu sendiri, Sang Naga Tua. Penangkal: "Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!" - Yakobus 4:7 dan HINENI.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.