Labels

Showing posts with label Peperangan Rohani. Show all posts
Showing posts with label Peperangan Rohani. Show all posts

Wednesday, April 26, 2017

Cara Iblis Menjegal "Destiny" Anak-Anak Tuhan - Ev. Mikhael Iin Tjipto

Ditulis oleh: Hana Cherry Eliezer

Dari sekian banyak cara Iblis yang dia lakukan untuk menjegal bahkan menghentikan anak-anak Tuhan menyelesaikan destiny, ini adalah 12 cara yang Iblis paling sering gunakan:

1. Iblis menipu agar anak-anak Tuhan tidak kenal kelemahannya. 
Orang yang tidak mengenal kelemahannya adalah orang yang mudah dicungkil matanya, tidak bisa melihat dari sudut Tuhan, akan sangat mudah dibelenggu dan ujungnya akan sangat mudah diperbudak untuk kerja buat Iblis. Menggosip, menyebarkan kepahitan, kerja tanpa menghasilkan, yang untung malah orang lain, ini adalah kerja buat Iblis.

Di Alkitab, Simson adalah orang yang tidak mengenal kelemahannya, padahal sudah berkali-kali ayahnya memperingatkannya, bahkan dia tidak bisa melihat dirinya sendiri lemah di urusan wanita walaupun berkali-kali terjadi masalah dan huru-hara setelah dia berurusan dengan wanita.

Setiap orang memang punya kelemahan, tapi yang dicungkil matanya akan membuat dia tidak bisa lihat kebenaran selama bertahun-tahun, kesalahannya terus sama dan diulang, seperti Saul yang punya roh tertolak. Begitu ditolak, Saul merasa marah dan terluka. Saul tidak langsung ditolak Tuhan waktu dia jatuh, tapi empat kali Saul jatuh, barulah Tuhan menolaknya. Orang Israel selalu bersungut-sungut, mereka tidak bersungut-sungut sekali lalu langsung dibuang Tuhan, tapi sepuluh kali mereka bersungut-sungut, dan Tuhan berkata, "CUKUP! Mereka tidak akan masuk Tanah Kanaan." Mari kenali kelemahanmu supaya jangan matamu dicungkil, supaya jangan tanganmu dibelenggu, supaya jangan engkau kerja buat musuh.

2. Iblis menipu supaya anak-anak Tuhan jadi martir konyol.

"Asael mengejar Abner dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dalam membuntutinya. Lalu Abner berpaling ke belakang dan bertanya: 'Engkaukah itu Asael?' Jawabnya: 'Ya, aku.' Kemudian berkatalah Abner kepadanya: 'Menyimpanglah ke kiri atau ke kanan, tangkaplah salah seorang dari orang-orang muda itu dan ambillah senjatanya.' Tetapi Asael tidak mau berhenti membuntuti Abner. Berkatalah sekali lagi Abner kepada Asael: 'Berhentilah membuntuti aku. Apa aku harus memukul engkau sampai jatuh? Bagaimana aku dapat memandang muka Yoab, abangmu itu?' Tetapi Asael menolak berhenti. Lalu Abner menusuk ke belakang ke perut Asael dengan tombaknya, sehingga tombak itu menembus belakangnya; dan rebahlah ia di sana dan mati di tempat itu juga. Semua orang yang datang ke tempat Asael rebah dan mati itu, berhenti di sana." - 2 Samuel 2:19-23

Contoh martir konyol, sudah tahu temannya tukang hutang dan tidak berhasil tapi saudara terus pinjami dia uang. Ada banyak orang tanpa sadar melakukan penderitaan yang tidak perlu. Kekonyolan lain misal tidak mau berteman dengan yang lain dengan alasan mau hidup hanya buat Tuhan karena hanya butuh Tuhan, padahal kalau saudara tidak punya teman, artinya saudara tidak punya unity, tidak punya teman yang menguatkan dan menghibur, dan saudara akan sangat mudah dihabisi Iblis.

Contoh lain lagi, mau puasa 40 hari padahal Tuhan tidak suruh dia puasa, atau berkata: “Saya tidak mau dengar dari siapapun kecuali dari Tuhan sendiri," ini konyol dan sombong. Ada juga yang beri 40% setiap bulan, berpikir mau korban, padahal Tuhan tidak pernah suruh dia persembahkan sampai 40%, ujungnya dia tidak diberkati, malah habis dan kecewa dengan Tuhan. Mereka berpikir itu Tuhan yang suruh, padahal bukan. Ada juga yang memaksa diri membaca Alkitab sampai 30 pasal tapi tidak paham, dia pikir yang penting baca banyak pasal, padahal Tuhan mau dia baca tidak usah sebanyak itu, yang penting dia merenungkan, pelajari, dapat rhema dan mengerti. Mari bedakan antara yang ilahi, yang sejati, yang tepat, yang berguna dengan yang konyol.

3. Iblis membuatmu merasa dipaksa oleh keadaan.

Saudara jadi melakukan segala sesuatu karena dipaksa pemimpin atau orangtua atau suami atau istri atau mertua malah hasilnya akan sangat sedikit, karena melakukan bukan dengan pengertian, iman dan cinta tapi karena dipaksa. Gideon tidak pernah suka perang, dia perang karena dipaksa Tuhan untuk perang, dan ia giliran memaksa anaknya memarang musuh. Di akhir hidupnya, tidak pernah disebut lagi apa yang Gideon dan anaknya perbuat selain menyebabkan bangsa Israel berdosa.

4. Iblis membuatmu depresi karena kesalahan demi kesalahan dan kegagalan demi kegagalan, hidup jadi seperti dikejar bencana atau sial. Daud pun mengalami, tapi Daud memilih untuk menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Daud memilih untuk bangkit, menghadapi bencana dan berkata stop kepada bencana. Jangan depresi dan habis karena kekalahan, tapi selalu bangkit dan jadi lebih dari pemenang. Jadikan kegagalan itu pembelajaran untuk bangkit lagi.

5. Iblis menipu supaya saudara memakai banyak pertimbangan.

"Juga para pemimpin suku Isakhar menyertai Debora, dan seperti Isakhar, demikianlah Naftali menyertai Barak. Mereka menyusul dia dan menyerbu masuk lembah. Tetapi pihak pasukan-pasukan suku Ruben ada banyak pertimbangan. Mengapa engkau tinggal duduk di antara kandang-kandang sambil mendengarkan seruling pemanggil kawanan? Di pihak pasukan-pasukan suku Ruben ada banyak pertimbangan!" - Hakim-Hakim 5:15-16

Banyak pertimbangan, di satu sisi bagus tapi di satu sisi itu akan menghambat sangat banyak. Hati-hati dengan banyak pertimbangan karena seringkali itu membuat saudara tidak berani melangkah dan mengikuti Tuhan. Bagian kita adalah dengan passion sepakat dan melangkah dengan Tuhan. Pakailah pertimbangan pada batasnya, jangan sampai pertimbanganmu mengagalkan rencana Allah.

6. Iblis menipu supaya saudara menjadi korban perang.

Hidup ini adalah peperangan, berada dalam zona peperangan tapi jangan mau menjadi korban. Pilihlah jadi pemenang dan bukan korban. Ini pilihan. Saudara yang memutuskan. Jangan biarkan ketakutan menguasaimu. Jangan lihat dirimu sebagai korban tapi sebagai pemenang. Kalau saudara bisa lihat itu, hidupmu akan dapat membalikkan keadaan dan limpah dengan damai sejahtera.

7. Iblis membuat hidupmu tegang, terus menerus terjadi peperangan di jasmani dan rohani, jadi perebutan antara melakukan kehendak Tuhan atau ikuti rayuan iblis. 

Di rumahnya atau tempat kerjaan selalu perang, di jiwanya ada perang karena di dalam ada keinginan-keinginan yang buruk tapi di sisi lain tahu itu tidak benar. Jangan biarkan Iblis bicara sepatah katapun. Lihat Hawa, diajak ngobrol dan dialog sama Iblis, ditanya, "Semua buah di taman ini tidak boleh dimakan ya?" Dan Hawa jawab: "Boleh koq." Kenapa harus meladeni Iblis? Ujungnya Hawa tertipu. Dari awal mulanya, manusia sudah tertipu saat manusia mulai mau diajak dialog sama Iblis. Jangan biarkan Iblis bicara sepatah katapun, apalagi sampai saudara ladeni. 

Tiap kali Iblis mulai bicara ke saya dengan berkata, "Lihat tuh Mahanaim tidak berubah, anak buahmu mentalnya jelek," dan sebagainya. Saya tidak biarkan Iblis menyelesaikan kalimatnya, saya langsung tengking di dalam Nama Yesus, saya lawan dengan berkata, "Saya lihat Mahanaim makin ajaib, kekuatannya makin besar, berkatnya makin banyak, Tuhan makin cinta, Mahanaim ini orang-orang seperti Daud dengan pahlawan-pahlawannya yang asalnya dari gua Adulam, mantan penjahat dan mereka ini seperti kuda-kuda liar," tapi saya berkata, "Kuda-kuda terbaik itu memamg awalnya adalah kuda-kuda liar yang susah diatur, tapi begitu ada orang yang bisa mengenali dan tahu bagaimana caranya, mereka menjadi kuda-kuda perang dan keagungan Tuhan." Jangan biarkan situasi dan keadaan menguasai hidupmu.

8. Iblis tipu dengan kesedihan yang di dalam, tidak kelihatan. 

Apapun dalam hidupmu mari belajar jangan biarkan kesedihan merusak iman, doamu, cintamu. Tiap kita pasti ada duri di dalam, tapi jangan biarkan itu menghabisi, melemahkan, menyakiti. Injak duri itu di bawah kakimu, jangan biarkan kesedihan melemahkan jiwa kita.

9. Iblis membuatmu susah mendengar orang lain, punya sesuatu yang disimpan di dalam.

Seperti Yunus, Tuhan berkata pergi ke Niniwe tapi Yunus tahu Tuhan itu pemurah dan penyayang sebab itu Yunus tidak mau pergi. Yunus simpan di hatinya, dia tidak mau dan tidak bisa mendengar Tuhan, ngotot dengan cara dan maunya sendiri. Sampai Tuhan beri lalu ambil pohon jarak dan Yunus ngambek. Yunus mustinya menjadi penginjil besar yang bisa membuat sebuah bangsa (Niniwe) bertobat. Tapi sesudah itu nama Yunus tidak pernah muncul lagi karena Yunus tidak bisa mengikuti cara Tuhan, tidak bisa berbuah, mau caranya sendiri. Di dalamnya ada kesendirian, caranya sendiri, maunya sendiri, tidak ada orang yang dia izinkan masuk ke dalam hatinya. Padahal kalau di dalam penuh dengan Tuhan dan saudara-saudara yang lain, dan cinta dan iman, saudara tidak akan mudah jadi sedih. Di dalam saya ada sangat banyak cinta, kekuatan. Saya jatuh dan buat salah tapi saya tidak pernah jatuh tergelak karena di dalam saya tidak pernah sepi. Kalau di dalam sepi, kekuatanmu akan mengecil.

10. Iblis mainkan kelaparan di jiwa, di jasmani dan di rohani.

Jiwa yang kosong, merasa tertolak, kurang perhatian, merasa kesepian. Ini punya ciri yang sama, mau yang orang lain punya, bukan yang dia sudah punya. Istri cantik dan baik tapi suami tidak bisa menikmati, malah maunya sama orang lain. Sudah cantik tapi merasa tidak cantik. Ini tanda miskinan dan kelaparan. Kalau saudara punya kelaparan dan kemiskinan, saudara akan melihat dengan marah dan iri apa yang orang lain punya, tidak puas bahkan tidak merasa cukup. Tidak bangga dengan keluarganya, dengan dirinya, dengan bakatnya. Mari lihat dan sadari bahwa hidup saudara diberkati Tuhan dan bisa menikmati apa yang ada padamu.

11. Iblis hembuskan suara-suara sampai engkau tidak bisa bedakan mana suara Tuhan, mana suara diri sendiri, mana suara iblis sampai saudara kena roh kegilaan. Saudara harus sungguh-sungguh perang terhadap suara-suara itu karena ini suara-suara menyesatkan, deceptions. Yerobeam, Rehabeam, Saul jatuh bahkan jadi gila karena suara-suara itu.

12. Iblis ganggu sampai saudara meledak marah dan keluar aslinya dan berbuat yang mengerikan seperti Absalom yang kecewa dengan Daud, ayahnya dan makar. Ada yang mengerikan yang di dalam dan tidak pernah dibereskan. Begitu kena, reaksinya sangat mengerikan, yakni kecewa, maki-maki karena ditegur, kemauannya tidak dituruti dan meledak marah dan melakukan hal-hal yang merusak.

Mari kenali pola-pola dan tipu muslihat yang Iblis sering mainkan, supaya saudara tidak terus jatuh di situ dan hidup berkemenangan.

Monday, November 28, 2016

Misteri Cawan Dan Kuasanya - Vol. 2


Jadi sekarang kita telah mengetahui bahwa jumlah manusia yang mengisi cawan doa merupakan variabel tidak tetap yang ikut menentukan seberapa besar kuasa sorgawi yang hendak dimanifestasikan ke atas bumi. Semakin banyak orang yang ikut berdoa, semakin besar kuasa yang dimanifestasikan. Sedangkan Tuhan merupakan variabel tetapnya yang tidak pernah kesulitan untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang.

Mengapa jumlah orang sebagai variabel tidak tetap diperhitungkan Tuhan dan ikut menentukan? Sebab hal itu sudah merupakan desain dan ketentuan takdir manusia sejak manusia diciptakan. Perhatikan ayat berikut ini,

"Berfirmanlah Allah: 'Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.' Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: 'Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.'" - Kejadian 1:26-28

Berdasarkan firman tersebut, maka yang diberi otoritas untuk berkuasa sepenuhnya atas seluruh isi bumi adalah manusia, yakni yang memiliki roh, jiwa serta tubuh, BUKAN Allah, sekalipun Allahlah yang menciptakan bumi ini, karena Allah adalah Roh tanpa tubuh. Di kemudian hari, Iblis merebut kuasa dan otoritas ini dari tangan Adam, dengan memanfaatkan tubuh ular. Tanpa tubuh ular, Iblis tidak bisa merebutnya, sebab Iblis pun adalah roh adanya.

Perhatikan Yesus Kristus, Tuhan kita. Dia adalah Anak Allah, sekaligus Anak Manusia. Untuk menghadirkan Roh Kristus di bumi, Allah memakai tubuh Yesus dari seorang perawan. Adam yang pertama membawa manusia jatuh ke dalam dosa, Adam yang kedua membawa manusia kembali kepada Allah. Tubuh Yesus memberikan lisensi bagi Roh Kristus bertindak sampai tuntas di atas kayu salib, mati dan memperoleh kebangkitan dan kuasa kebangkitan itu.

Jadi tubuh kita ini merupakan lisensi untuk kita berkuasa di bumi, sedangkan mereka yang meninggal tidak diperbolehkan lagi untuk berada di bumi. Ketika manusia mengalami kematian fisiknya, maka rohnya harus meninggalkan bumi selama maksimal 40 hari kemudian. Itu sebabnya, Tuhan sangat membenci pemanggilan arwah, bahkan kematian Saul disebabkan ia ada meminta petunjuk dari arwah (1 Samuel 28:7, 1 Tawarikh 10:13).

Karena tubuh kita memiliki otoritas untuk menghadirkan kuasa spiritual di bumi, maka Tuhan meminta supaya kita mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah sebagai wujud ibadah yang sejati. Perhatikan, bahwa yang diminta untuk dipersembahkan adalah tubuh dan BUKAN roh, sedangkan jiwa mengikuti mana yang terkuat di antara keduanya. Tubuh yang lebih dipersembahkan tentu akan memperkuat roh atau manusia batiniah orang tersebut. Dari sinilah pembaharuan akal budi terjadi di jiwa, sehingga pikiran, perasaan dan kehendaknya mampu membedakan level-level kehendak Allah, yakni yang baik, yang berkenan dan yang sempurna. 

Makna Cawan

Kata cawan dalam bahasa Ibrani adalah menaqqith (מְנַקִּיּוֹת), yang berasal dari kata dasar naqah (נָקָה) yang berarti dibebaskan, dibersihkan, dianggap tidak bersalah, diluputkan. Dengan demikian, sesungguhnya tubuh kita ini adalah cawan yang harus terus menerus dibersihkan dengan dipersembahkan supaya didapati semakin layak untuk mengemban persekutuan yang kudus dengan Tuhan, Allah kita. 

"Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" 1 Korintus 6:18-19

Semakin besar kerelaan kita untuk mempersembahkan tubuh kita, maka semakin besar kuasa, otoritas dan kedaulatan Roh Kudus di dalam hidup kita. Dan semakin besar ruang bagi Roh Kudus-Nya di dalam hidup kita, semakin besar pula dampak kuasa dan kemuliaan Allah yang bisa dimanifestasikan dalam hidup kita.

Coba perhatikan mereka yang di luar Kristus namun sangat peka dan agresif dengan hal-hal spiritual ini, yakni para dukun, para pertapa, dan sejenisnya. Mereka sangat memahami hukum roh ini untuk memperoleh apa yang mereka inginkan. Mereka melakukan doa, puasa sambil bertapa, yang pada prinsipnya memiliki proses yang mirip. Mereka mempersembahkan tubuh dengan bertapa dan berpuasa untuk mengembangkan kemampuan manusia batiniah mereka. 

Terlebih lagi jika mereka mempersembahkan tubuh dengan jalan mengadakan perjanjian dengan kuasa gelap hingga menjual jiwa mereka demi memperoleh apa yang mereka inginkan, tentu mereka akan semakin memiliki kuasa yang semakin besar. Dan pada prakteknya, janganlah heran jika berbagai insiden besar seperti Kurusuhan Mei 1998 dan berbagai aksi jahat lainnya diisukan melibatkan banyak dukun dan berbagai punggawa kuasa gelap lainnya. Hukum roh sedang berlaku, baik itu Roh Tuhan maupun roh jahat.

Dan ya, sekali lagi saya katakan bahwa jumlah manusia ikut menentukan seberapa besar manifestasi kuasa Tuhan maupun kuasa gelap bisa dilepaskan di bumi. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Perebutan kekuasaan akan selalu ada dan sejarah manusia dimulai sejak adanya pertempuran antara dua kerajaan, Kerajaan Allah dan kerajaan kegelapan. 

Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. 

Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Wednesday, November 23, 2016

Misteri Cawan Dan Kuasanya - Vol. 1

"Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: 'Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.'" - Lukas 22:20

"Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat." - 1 Korintus 10:21

Salah satu kebiasaan Tuhan yang juga merupakan protokoler dalam Kerajaan-Nya adalah menghitung. Ya Tuhan punya kebiasaan menghitung, mengukur dan menakar segala sesuatunya, sebab Ia adalah Hakim Yang Adil. Dan hanya Tuhan sendiri yang mengetahui dan mengerti dengan tepat standard hitungan, ukuran dan takaran yang tepat untuk segala sesuatunya itu. Hitungan, ukuran dan takaran yang dilakukan bisa dengan berbagai cara, namun untuk sesuatu yang sifatnya final, artinya memiliki unsur reward and punishment biasanya digunakan cawan. 


Apakah makna cawan dalam hal ini? Berdasarkan apa yang tertulis dalam Lukas 22:20, 1 Korintus 10:21 dan bagian lainnya, cawan merupakan persekutuan (relationship / alliance / trust / partnership) yang sarat akan unsur kepercayaan dan kemitraan. Bukankah persekutuan kita dengan Bapa dipulihkan di dalam Kristus Yesus dan Darah Anak Domba yang menjadi Meterai Agungnya? 

Namun cawan atau persekutuan itu tidak saja antara kita dengan Tuhan, sebab ada persekutuan yang dilakukan manusia dengan musuh-Nya Tuhan, yakni si Jahat. Bahkan lebih luas lagi, hubungan dengan kedua pihak bukan sebatas cawan persekutuan saja, melainkan juga perjamuan-perjamuan. Itu sebabnya di bagian akhir dari akhir zaman ini akan ditutup dengan Perjamuan Pernikahan Anak Domba dengan Gereja-Nya, sebelum memasuki zaman yang baru, Masa Kerajaan Seribu Tahun.

Kuasa Dari Cawan

"Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya." - Wahyu 17:14

Ketika Rasul Yohanes melihat Babel Besar ibu para pelacur menunggangi binatang Antikristus itu, yang ada di tangannya bukanlah pedang ataupun senjata lainnya, melainkan sebuah cawan emas, yakni sebuah persekutuan egois yang sarat dengan kekejian dan kenajisan karena ibu dari para pelacur ini menghalalkan segala cara untuk kepentingannya sendiri. Dan tidaklah mengherankan jika apa yang ditaburnya, itu juga yang dituainya. Cawan emas tersebut dibalas tujuh kali lipat dengan Cawan Murka Allah.

Dengan demikian maka sesungguhnya cawan memiliki kuasa untuk mendatangkan kebaikan ataupun malapetaka tergantung dari dengan siapakah kita bersekutu. Cawan yang baik bisa mengubah hal yang buruk menjadi baik, atau meluputkan kita dari malapetaka yang bisa menimpa. Sedangkan cawan yang buruk bisa mengubah hal yang baik menjadi buruk, atau mendatangkan malapetaka.

"Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." - 1 Korintus 15:33

Sodom, Gomora Dan Niniwe

Yang paling menarik dari sekian cawan yang ada adalah kuasa cawan doa dan ternyata kuasa cawan doa ini dihitung, diukur dan ditakar dengan jumlah orang yang terlibat di dalam persekutuan cawan doa itu. Semakin banyak orang yang ambil bagian maka semakin besar kuasanya, dan ketika semakin besar kuasa cawan doa tersebut, makin besar pula dampaknya. Perhatikan kisah berikut ini:

"Berpikirlah TUHAN: 'Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini? Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat? Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya.' 

"Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: 'Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.'" - Kejadian 18:17-21

Karena persekutuan Tuhan dengan Abraham yang sedemikian rupa kuatnya maka Abraham diberikan otoritas untuk menentukan ambang batas minimal supaya Sodom dan Gomora bisa diluputkan dari malapetaka cawan murka yang sudah disiapkan Tuhan. Ini sungguh sebuah keistimewaan yang luar biasa dari Tuhan kepada seorang manusia. Hebatnya, Abraham langsung cepat mengerti dan melakukan tawar menawar untuk malapetaka itu bisa diluputkan. 

Hal ini menandakan bahwa segala hal yang berkaitan dengan penghakiman dan penghukuman sifatnya adalah negotiable, atau bisa dinegosiasikan. Negosiasi biasanya untuk "membeli waktu" demi menunda atau bahkan membatalkan penghakiman dan penghukuman tersebut. Itu sebabnya mengapa waktu untuk Rapture sudah mengalami penundaan berkali-kali, karena yang terjadi setelah Rapture adalah Masa Tribulasi Besar yang paling sarat akan penghakiman dan penghukuman Tuhan atas mereka yang tertinggal.

Dan kita tahu bahwa ketika Tuhan sepakat dengan Abraham untuk ada sepuluh orang benar supaya Sodom dan Gomora diluputkan, Tuhan tidak menemukan jumlah tersebut, sehingga dengan segera Sodom dan Gomora dibinasakan.

Bandingkan dengan Niniwe di masa Nabi Yunus. Niniwe menghadapi ancaman serupa dengan Sodom dan Gomora, namun reaksi rakyat Niniwe sungguh luar biasa,

"Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: 'Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.' 

"Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya." - Yunus 3:7-10

Niniwe melakukan sesuatu yang sangat ekstrim sekaligus mengharukan Hati Tuhan, karena seluruh bangsa dari rajanya hingga rakyatnya bahkan semua ternak mereka berpuasa total tidak makan dan tidak minum selama tiga hari, bahkan ternak mereka ikut mengenakan kain kabung. Seluruh Niniwe berbalik dan bertobat, meninggalkan persekutuan yang jahat dan kembali bersekutu dengan Tuhan, Allah Yang Maha Tinggi.

Tahukah Anda berapa lama murka Tuhan tertunda atas Niniwe dengan cara pertobatan mereka yang ekstrim itu? Murka Tuhan tertunda selama sekitar 150 tahun dan pada masa Nabi Nahum Niniwe dibinasakan Tuhan. Bayangkan 150 tahun, atau sekitar 5 - 7 generasi kemudian yang diizinkan Tuhan untuk tetap hidup. Jarak antara Nabi Yunus (862 SM) dengan Nabi Nahum (713 SM) dalam memperingatkan Niniwe ada sekitar 150 tahun.

Sodom dan Gomora tidak berhasil mengisi cawan kebaikannya ketika cawan kejahatannya telah penuh meluap, padahal yang dituntut dari kedua kota ini hanyalah keberadaan atau eksistensi jumlah orang benar, sehingga murka penghakiman Tuhan tidak terhindarkan. Sedangkan Niniwe pernah mengisi cawan kebaikannya dengan cara yang ekstrim dengan puasa total seluruh bangsa selama 3 hari sehingga Tuhan menunda murka penghakiman-Nya selama 150 tahun.

Pertanyaan terbesarnya, apa yang bisa terjadi jika seluruh bangsa Indonesia mulai dari Presidennya hingga seluruh rakyatnya merendahkan diri di hadapan Tuhan dan meminta keselamatan bahkan kemuliaan Tuhan dinyatakan atas bangsa ini? 

TUHAN telah bersumpah demi tangan kanan-Nya, demi tangan kekuatan-Nya: "Sesungguhnya, Aku tidak akan memberi gandummu lagi sebagai makanan kepada musuhmu, dan sesungguhnya, orang-orang asing tidak akan meminum air anggurmu yang telah kauhasilkan dengan bersusah-susah; tetapi orang yang menuainya akan memakannya juga dan akan memuji-muji TUHAN, dan orang yang mengumpulkannya akan meminumnya juga di pelataran-pelataran tempat kudus-Ku."

Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Orang akan menyebutkan mereka "bangsa kudus", "orang-orang tebusan TUHAN", dan engkau akan disebutkan "yang dicari", "kota yang tidak ditinggalkan".

Saturday, May 21, 2016

Gerombolan Neraka Sedang Berbaris - Rick Joyner (1995)



Tanggal 16 Februari 1995 saya diberi sebuah mimpi. Di dalam mimpi itu saya melihat sepasukan besar tentara neraka telah dilepaskan untuk melawan Gereja. Dua hari kemudian saya diberi suatu penglihatan, dan di dalam penglihatan itu saya melihat gerombolan Iblis itu lagi, tetapi secara sangat rinci. 

Ada beberapa aspek dari penglihatan itu yang sungguh-sungguh menjijikkan, tetapi saya mencoba menyampaikannya persis sebagaimana saya telah melihatnya. Pekerjaan kegelapan memang menjijikkan dalam artian yang sedalam-dalamnya, dan kita harus mengenali bahwa sedemikianlah adanya. 

Dalam bagian pertama penglihatan itu saya melihat sejauh mana kejahatan telah mencengkeram orang percaya, banyaknya orang Kristen yang dimanfaatkan oleh musuh, dan hal yang harus dilakukan untuk membebaskan mereka. Pada bagian yang kedua dari penglihatan itu saya melihat suatu gereja yang mulia dan bersatu bangkit sebagai suatu pasukan yang besar dalam pertempuran antara terang dan gelap yang paling penting sepanjang zaman. Pertempuran itu sudah mulai berkecamuk. Mimpi dan penglihatan biasanya merupakan kiasan, dan sedang terjadi sekarang. Jika anda mendengar suara Tuhan melalui penglihatan ini, jangan keraskan hatimu. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Tuhan, dan bersiap-siaplah untuk memasuki pertempuran. 

Pasukan Tentara Iblis

Saya melihat suatu pasukan iblis yang begitu besar sehingga tidak kelihatan ujung pangkalnya. Pasukan itu terbagi dalam beberapa divisi dan setiap divisi membawa panji yang berbeda. Divisi yang terutama dan paling berkuasa adalah "Kecongkakan," "Merasa Diri Paling Benar," "Minta Dihargai," "Ambisi-Mementingkan Diri Sendiri," dan "Penghakiman yang Tidak Adil." Tetapi divisi yang paling besar adalah "Kecemburuan." Pemimpin pasukan yang besar ini adalah "Pendakwa Saudara-Saudara Kita" itu sendiri. Saya tahu bahwa masih ada lebih banyak divisi Iblis di luar batas penglihatan saya, tetapi divisi-divisi itu adalah ujung tombak gerombolan neraka yang sekarang sedang dilepaskan melawan gereja. 

Senjata yang dibawa gerombolan ini mempunyai nama-nama: pedangnya disebut "Intimidasi," tombaknya bernama "Pengkhianatan," dan anak-anak panah mereka disebut "Tuduhan," "Gossip," dan "Cari-Cari Kesalahan." Para pemandu dan kelompok-kelompok setan dengan nama-nama seperti "Penolakan," "Kepahitan," "Ketidaksabaran," "Tidak Mau Mengampuni," dan "Hawa Nafsu" dikirim mendahului pasukan ini untuk mempersiapkan serangan utama. Dalam hati saya tahu bahwa gereja belum pernah menghadapi yang seperti ini sebelumnya. 

Tugas utama tentara ini adalah memecah belah. Mereka ditugaskan untuk penyerangan setiap peringkat relasi: gereja dengan gereja lain, jemaat dengan gembala sidangnya, suami dengan istri, anak-anak dengan orang tua, dan bahkan anak-anak satu sama lain. Para pemandu dikirim untuk menetapkan lokasi celah-celah di gereja-gereja, keluarga-keluarga, atau pribadi-pribadi yang dapat dimanfaatkan oleh penolakan, kepahitan, hawa nafsu, dan seterusnya. Dan supaya mereka membuat keretakan yang lebih besar lagi yang dapat dimanfaatkan oleh divisi yang sedang mendekat. 

Bagian yang paling mengejutkan dari penglihatan ini adalah gerombolan ini tidak mengendarai kuda, tetapi mengendarai orang-orang Kristen. Kebanyakan di antara mereka berpakaian rapi, terhormat, dan memiliki penampilan halus budi dan berpendidikan. Mereka adalah orang-orang Kristen yang membuka diri terhadap kuasa-kuasa kegelapan sampai ke suatu tingkat yang sedemikian rupa sehingga musuh dapat memanfaatkan mereka sementara mereka sendiri beranggapan bahwa mereka sedang dipakai Tuhan. Si pendakwa tahu bahwa rumah yang tercerai-berai tidak dapat bertahan, dan pasukan ini mewakili usaha finalnya untuk mencapai suatu perpecahan di gereja sedemikian sehingga gereja akan berpaling dari kasih karunia Tuhan.
  
Para Tawanan

Di belakang divisi pertama berbaris banyak sekali orang Kristen lainnya yang merupakan tawanan pasukan ini. Mereka semua terluka, dan dikawal oleh setan-setan kecil yang bernama "Takut." Kelihatannya lebih banyak tawanan daripada setan-setan di pasukan itu. Herannya, para tawanan itu masih memiliki pedang dan perisai mereka, tetapi tidak menggunakannya. Sungguh mengejutkan melihat begitu banyak yang dapat ditawan oleh begitu sedikit setan-setan "Takut," yang kecil ini. Setan-setan ini sebenarnya dapat dengan mudah dimusnahkan atau diusir apabila para tawanan mau menggunakan senjata-senjata mereka. Di atas tawanan, langit menghitam dengan burung-burung pemakan bangkai yang disebut "Depresi." Makhluk-makhluk ini akan hinggap di bahu para tawanan dan memuntahkannya. Muntah itu adalah "Penuduhan." Jika muntah itu mengenai seorang tawanan, dia akan berdiri tegak dan berbaris sedikit lebih tegap untuk sementara waktu, tetapi kemudian jatuh tertelungkup, lebih lemah dari sebelumnya. 

Sekali lagi, saya heran mengapa para tawanan itu tidak membunuh burung-burung pemakan bangkai itu dengan pedangnya, hal yang dengan mudah dapat mereka lakukan. Ada kalanya seorang tawanan yang lemah karena tersandung dan jatuh. Begitu dia menyentuh tanah, para tawanan lainnya akan menusuki dia dengan pedang, sambil mencaci maki dia. Kemudian mereka akan memanggil burung-burung pemakan bangkai itu untuk mulai memangsa orang yang jatuh itu bahkan sebelum dia mati. Sewaktu saya memperhatikan, saya menyadari bahwa para tawanan ini menganggap muntah Penuduhan itu adalah kebenaran dari Tuhan. Kemudian saya mengerti bahwa para tawanan itu benar-benar beranggapan bahwa mereka sedang berbaris di pasukan Tuhan! 

Inilah sebabnya mereka tidak membunuh setan-setan "Takut" yang kecil itu, maupun burung-burung pemakan bangkai itu, mereka pikir makhluk-makhluk itu adalah utusan Tuhan! Kegelapan dari awan burung-burung pemakan bangkai itu membuat para tawanan sangat sukar melihat sehingga mereka dengan lugu menerima segala sesuatu yang terjadi atas mereka sebagai datangnya dari Tuhan. Satu-satunya makanan yang disediakan bagi tawanan ini adalah muntah burung-burung pemakan bangkai itu. Mereka yang menolak memakannya akan menjadi lemah sampai mereka jatuh. Mereka yang memakannya dikuatkan, tetapi dengan kekuatan dari si jahat. Mereka kemudian akan mulai memuntahi yang lain. Jika seseorang mulai melakukan hal itu, satu setan jahat yang sedang menunggu untuk mendapat tunggangan, akan diberikan yang ini dan dia akan naik pangkat ke divisi yang lebih depan. 

Yang lebih buruk dari muntah burung-burung pemakan bangkai ini adalah lendir yang memuakkan yang dikeluarkan dari pembuangan setan-setan ini di atas orang-orang Kristen sewaktu mereka menungganginya. Lendir itu adalah kecongkakan-ambisi, kepentingan diri sendiri, dan seterusnya, yang merupakan sifat dari divisi mereka masing-masing. Walaupun demikian, lendir ini membuat orang Kristen merasa jauh lebih baik daripada penuduh sehingga mereka betul-betul beranggapan bahwa setan-setan itu adalah utusan-utusan Tuhan, dan bahwa lendir itu adalah pengurapan Roh Kudus. 

Kemudian suara Tuhan berbicara kepada saya dan berkata: "Inilah awal dari pasukan akhir zaman musuh, inilah penipuan puncak si Iblis, dari kuasa penghancuran finalnya dilepaskan ketika dia memakai orang-orang Kristen untuk menyerang orang-orang Kristen lainnya. Sepanjang zaman dia telah menggunakan tentara ini, tetapi belum pernah dia berhasil menawan begitu banyak orang untuk dimanfaatkan demi maksud-maksud jahatnya. Jangan takut, Aku juga memiliki suatu pasukan. Sekarang engkau harus berdiri dan bertempur, karena tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi dari peperangan ini. Engkau harus bertempur untuk Kerajaan-Ku, demi kebenaran dan bagi mereka yang telah tertipu." 

Saya sudah menjadi sangat muak dan geram oleh karena pasukan Iblis itu, sampai-sampai saya ingin mati saja daripada hidup di dalam dunia yang seperti itu. Walaupun demikian, perkataan Tuhan itu begitu membesarkan hati sehingga saya segera mulai meneriaki para tawanan Kristen itu bahwa mereka tertipu, dengan pikiran bahwa mereka akan mendengarkan saya. Ketika saya melakukan hal ini, kelihatannya seluruh pasukan berpaling memandang saya, tetapi saya tetap berteriak-teriak. Saya pikir orang-orang Kristen itu akan bangun dan menyadari hal yang terjadi pada mereka, tetapi sebaliknya banyak di antara mereka yang mulai menjangkau anak-anak panah mereka untuk ditembakkan kepada saya. Yang lainnya ragu-ragu mengenai apa yang harus mereka perbuat terhadap saya. Saya tahu bahwa saya melakukannya terlalu dini, dan itu kesalahan yang konyol sekali. 

Pertempuran Dimulai

Kemudian saya berpaling dan melihat pasukan tentara Tuhan berdiri di belakang saya. Ada beribu-ribu prajurit, tetapi kami masih sangat kalah jumlah. Hanya sejumlah kecil saja yang berpakaian lengkap dalam perlengkapan perang mereka, kebanyakan hanya terlindung sebagian saja. Sejumlah besar sudah terluka. Kebanyakan yang mengenakan perlengkapan perang lengkap, perisainya terlalu kecil, dan saya tahu perisai itu tidak dapat melindungi mereka dari serangan yang akan datang. Mayoritas dari prajurit adalah wanita dan anak-anak. 

Di belakang pasukan ini masih ada gerombolan yang mengekor, yang mirip dengan para tawanan yang mengikuti pasukan Iblis, tetapi sangat berbeda dalam tabiatnya. Yang ini kelihatannya orang-orang yang sangat berbahagia, dan mereka bermain-main, menyanyi, berpesta, dan melancong dari kemah yang satu ke kemah yang lain. Hal ini mengingatkan saya akan suasana di "Woodstock" (pesta musik rock besar-besaran di Amerika). Saya berusaha berteriak mengatasi kegaduhan untuk memperingatkan mereka bahwa sekarang bukan waktunya untuk hal-hal itu, dan bahwa pertempuran hampir dimulai. Tetapi bahkan yang bisa mendengarkan suara saya hanya beberapa orang. 

Mereka yang mendengar memberi saya "tanda damai" dengan tangannya dan berkata bahwa mereka tidak percaya akan perang, dan bahwa Tuhan tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi atas mereka. Saya berusaha menjelaskan bahwa Tuhan telah memberi kita persenjataan untuk suatu maksud, tetapi mereka menjawab dengan pedas bahwa mereka sudah sampai ke tempat damai dan sukacita, dan tidak ada apa-apa yang akan terjadi pada mereka di situ . Saya mulai berdoa dengan sungguh-sungguh supaya Tuhan menambahkan iman (perisai) mereka yang bersenjata, untuk menolong kami melindungi mereka yang tidak siap bertempur. 

Seorang utusan menghampiri saya, memberikan sebuah terompet serta menyuruh saya untuk cepat-cepat meniupnya. Saya lakukan, dan mereka yang memiliki paling tidak beberapa senjata segera menanggapi, dan berdiri tegap. Lebih banyak senjata yang dibawanya, dan mereka cepat-cepat mengenakannya. Saya mengamati bahwa mereka yang terluka tidak menutupi luka-luka mereka dengan senjata, tetapi sebelum saya dapat berkata apa-apa tentang hal ini, anak-anak panah musuh mulai menghujani kami. Setiap orang yang tidak mengenakan segenap senjatanya terluka. Mereka yang tidak menutupi luka-luka mereka tertusuk lagi di tempat yang sama. 

Mereka yang terkena anak panah "Fitnah" segera mulai memfitnah mereka yang tidak terluka. Mereka yang terkena anak panah "Gosip," mulai bergosip, dan segera suatu perpecahan yang besar terjadi di perkemahan kami. Kemudian burung-burung pemakan bangkai menukik turun, mencengkeram yang terluka dan mengirimkan mereka ke perkemahan para tawanan. Orang-orang yang terluka itu masih memiliki pedang-pedang mereka dan dapat menebas burung-burung itu dengan mudah, tetapi mereka tidak melakukannya. Mereka sesungguhnya dibawa secara sukarela karena mereka sangat marah kepada kami. 

Pemandangan di antara mereka yang ada di perkemahan di belakang pasukan kami malahan lebih buruk lagi. Kelihatannya sama sekali kacau balau. Beribu-ribu terbaring di tanah, terluka dan mengerang. Banyak yang tidak terluka hanya duduk tercengang-cengang karena tidak percaya melihat yang terjadi. Yang terluka dan yang duduk dalam ketidak percayaan dengan cepat disambar oleh burung-burung pemakan bangkai. Beberapa berusaha menolong yang terluka dan menghalang-halangi burung itu dari mereka, tetapi yang terluka itu begitu marah sehingga mereka akan mengancam dan mengusir orang-orang yang berusaha menolong mereka. 

Banyak yang terluka hanya sekedar berlari sekuat tenaga dari arena pertempuran. Pertemuan pertama dengan musuh ini begitu menghancurkan sehingga saya tergoda untuk ikut melarikan diri dengan mereka. Kemudian, dengan cepat sekali, beberapa di antara mereka muncul kembali dengan persenjataan lengkap, dan perisai-perisai yang besar. Keriangan pesta telah berhenti menjadi ketetapan hati yang mengherankan. Mereka mulai mengambil tempat orang-orang yang sudah jatuh, dan bahkan mulai membentuk barisan-barisan baru untuk melindungi barisan-barisan belakang dan sayap-sayap. Hal ini membangkitkan keberanian baru, dan setiap orang menetapkan hati untuk berdiri dan bertempur sampai mati. Segera, tiga malaikat besar yang bernama Iman, Pengharapan dan Kasih, datang dan berdiri di belakang kami, dan perisai setiap orang mulai bertumbuh. 

Jalan Raya

Kami memiliki pedang yang bernama Firman Tuhan, dan anak-anak panah yang bernamakan "Kebenaran-Kebenaran Alkitabiah," kami ingin memanah balik, tetapi tidak tahu bagaimana caranya memanah setan-setan itu tanpa mengenai orang-orang Kristen yang ditungganginya. Kemudian terpikir oleh kami bahwa apabila orang-orang Kristen itu tertembak dengan kebenaran, mereka akan bangkit dan melawan penindas-penindas mereka. Saya menembakkan beberapa anak panah. Hampir semuanya mengenai orang-orang Kristen. Walaupun demikian, ketika anak panah kebenaran menusuk mereka, mereka tidak bangkit, atau jatuh terluka, mereka menjadi marah, dan setan yang mengendarai mereka bertambah besar. 

Hal ini mengejutkan semua orang, dan kami mulai merasa bahwa pertempuran ini mustahil dimenangkan, tetapi dengan Iman, Pengharapan dan Kasih, kami sangat yakin bahwa kami, paling tidak bisa mempertahankan posisi kami. Malaikat lainnya yang bernama "Kebijaksanaan" muncul dan memimpin kami untuk bertempur dari atas gunung di belakang kami. 

Di gunung itu, sejauh mata memandang ada tebing-tebing pada berbagai ketinggian. Pada setiap tingkat, tebingnya semakin sempit dan semakin sukar untuk berdiri di atasnya. Setiap tingkat diberi nama sesuai dengan kebenaran alkitabiah. Tingkat yang lebih rendah diberi nama sesuai dengan doktrin-doktrin dasar seperti: "Keselamatan," "Pengudusan," "Doa," "Iman," dan seterusnya. Dan tingkat yang lebih tinggi diberi nama sesuai dengan kebenaran-kebenaran Alkitabiah yang lebih lanjut. Semakin tinggi kami mendaki, baik perisai maupun pedang kami bertumbuh semakin besar, dan semakin sedikit anak panah musuh yang dapat mencapai posisi itu. 

Kesalahan Yang Tragis

Beberapa yang tinggal di tingkat bawah mulai mengambili anak-anak panah musuh dan menembakkannya kembali. Ini kesalahan tragis. Setan-setan itu dengan mudah mengelakkannya dan membiarkan anak-anak panah itu mengenai orang-orang Kristen. Ketika seorang Kristen terkena salah satu panah "Penuduhan" atau "Fitnah," seekor setan "Kepahitan" atau "Murka" akan terbang dan bertengger pada anak panah itu. Kemudian ia mulai buang air dan mengeluarkan racunnya di atas orang Kristen itu. Jika pada satu orang Kristen ada dua atau tiga setan ini ditambah "Kecongkakan," atau "Merasa Diri Paling Benar" yang sudah ada padanya, dia mulai beralih rupa seperti setan itu sendiri. 

Dari tingkat yang lebih tinggi kami dapat melihat hal ini terjadi, tetapi mereka yang di tingkat yang lebih rendah yang menggunakan anak-anak panah musuh tidak dapat melihat hal itu. Sebagian dari kami memutuskan untuk tetap mendaki, sementara sebagian yang lain turun lagi ke tingkat yang lebih rendah untuk menerangkan kepada mereka di sana hal yang sedang terjadi. Kemudian setiap orang diperingatkan untuk tetap mendaki dan tidak berhenti, kecuali beberapa orang yang menempatkan diri mereka sendiri si setiap tingkat untuk menolong prajurit-prajurit yang lain mendaki lebih tinggi. 

Keamanan

Ketika kami mencapai tingkat yang disebut "Kesatuan Saudara Seiman," tidak ada satupun anak panah musuh yang dapat mencapai kami. Banyak yang di perkemahan kami memutuskan bahwa sudah cukup kami mendaki. Saya bisa mengerti, semakin tinggi tingkatnya, landasannya semakin genting. Walaupun demikian, semakin tinggi, saya juga merasa semakin kuat dan semakin mahir menggunakan senjata-senjata saya, maka saya terus memanjat. 

Segera kemahiran saya menjadi cukup baik untuk menembak dan mengenai setan-setan tanpa mengenai orang-orang Kristen. Saya merasa bahwa apabila saya naik terus saya dapat menembak cukup jauh untuk mengenai pemimpin gerombolan Iblis yang ada di balik pasukannya. Saya menyesal karena banyak yang berhenti di tingkat yang lebih rendah, tempat yang aman bagi mereka, tetapi mereka tidak dapat menembak musuh. Walaupun begitu, kekuatan dan karakter mereka yang mendaki terus, membuat mereka menjadi pemenang-pemenang besar, dan saya tahu masing-masing sanggup menghancurkan banyak musuh. 

Di setiap tingkat banyak anak-anak panah "Kebenaran" berserakan, yang sepengetahuan saya ditinggalkan oleh orang-orang yang telah jatuh dari posisi itu. Setiap anak panah diberi nama sesuai dengan Kebenaran di tingkat itu. Beberapa orang ragu-ragu untuk mengambil anak-anak panah itu, tetapi saya tahu bahwa kami memerlukan semuanya itu yang bisa kami dapatkan untuk menghancurkan gerombolan besar di bawah. Saya memungut sebuah, menembakkannya, dan dengan mudah mengenai seekor setan sehingga yang lain mulai memungut dan menembakkan panah-panah itu. Kami mulai menciutkan beberapa divisi musuh, oleh sebab itu, seluruh pasukan Iblis memusatkan perhatiannya kepada kami. Untuk sementara waktu, kelihatannya semakin banyak yang kami laksanakan, semakin kami ditentang. Walaupun tugas kami kelihatannya tidak ada habis-habisnya, tetapi situasinya sungguh menggembirakan. 

Firman Adalah Sauh Kita 

Pedang kami bertumbuh setiap kali kami mencapai tingkat yang lain. Saya hampir meninggalkannya, karena nampaknya kami tidak memerlukannya di tingkat yang lebih tinggi. Akhirnya saya memutuskan bahwa pedang itu pasti diberikan kepada saya untuk suatu maksud, jadi lebih baik saya bawa. Saya menghujamkannya ke tanah dan mengikatkan diri saya sendiri ke pedang itu sementara saya menembaki musuh. 

Pada waktu itu suara Tuhan berkata kepada saya: "Engkau telah menggunakan hikmat yang akan memampukan engkau untuk mendaki. Banyak yang jatuh karena mereka tidak menggunakan pedang mereka dengan tepat yaitu sebagai sauh bagi diri mereka sendiri." Kelihatannya tidak ada orang lain yang mendengar suara ini, tetapi banyak yang melihat perbuatan saya dan melakukan hal yang sama. 

Saya heran mengapa Tuhan tidak berbicara kepada saya sebelum saya membuat keputusan ini. Saya kemudian mengerti sendiri bahwa Dia sudah mengatakannya kepada saya dengan cara tertentu. Kemudian saya memahami bahwa seluruh hidup saya telah merupakan latihan-latihan untuk saat ini. Saya sudah dipersiapkan sedemikian sehingga saya mendengar dan mentaati Tuhan sepanjang hidup saya. Saya juga mengerti bahwa untuk suatu alasan, kebijaksanaan dan pengertian yang saya miliki sekarang tidak dapat ditambahkan ataupun diambil semasa pertempuran berlangsung. Saya menjadi sangat bersyukur bagi setiap ujian yang saya alami dalam hidup saya, dan menyesal karena tidak lebih menghargainya pada waktu terjadinya. 

Dengan segera kami mengenal setan-setan itu dengan ketepatan yang hampir sempurna. Di pasukan musuh kegeraman bangkit mengamuk. Saya tahu bahwa orang-orang Kristen yang terperangkap di pasukan itu sekarang merasakan pukulan yang berat dari kegeraman itu. Karena tidak mampu mengenal kami, mereka saling menembaki satu sama lain. Karena anak-anak panahnya sekarang tidak berguna melawan kami, musuh mengirimkan burung-burung pemakan bangkai itu untuk menyerang. Mereka yang belum menggunakan pedangnya sebagai sauh berhasil menjatuhkan banyak burung, tetapi mereka juga terpukul roboh dari tebing tempat mereka berdiri. Beberapa orang jatuh ke tingkat yang lebih rendah, tetapi beberapa lagi jatuh sampai ke dasar dan dicengkeram dan dibawa pergi oleh burung-burung pemakan bangkai itu. 

Senjata Baru

Anak panah Kebenaran jarang sekali menembus burung-burung pemakan bangkai, tetapi cukup menyakiti mereka untuk mengusir. Beberapa di antara kami akan mendaki ke tingkat berikutnya. Ketika kami mencapai tingkat yang disebut "Galatia Dua Duapuluh," kami berada di atas ketinggian yang tidak dapat dicapai oleh burung-burung itu. Pada tingkat ini langit di atas kami hampir-hampir membutakan karena kecemerlangan dan keindahannya. Saya merasakan kedamaian yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya.
  
Sebelumnya, semangat bertempur saya sesungguhnya dimotivasi demi Kerajaan, Kebenaran dan Kasih kepada para tawanan, tetapi juga oleh kebencian dan kejijikan kepada musuh. Tetapi pada tingkat ini saya menyusul Iman, Pengharapan dan Kasih, yang sebelumnya hanya saya ikuti dari jauh. Pada tingkat ini saya hampir tenggelam dalam kemuliaan mereka. Ketika saya menyusul mereka, mereka berpaling kepada saya dan mulai memperbaiki dan memoles senjata saya. Dengan segera senjata-senjata itu berubah dan memancarkan kemuliaan yang ada di dalam mereka. Ketika mereka menyentuh pedang saya, sambaran petir besar yang gemilang bersinar-sinar daripadanya. Kasih kemuliaan berkata: "Mereka yang mencapai tingkat ini dipercayakan dengan kuasa dari masa yang akan datang, tetapi aku harus mengajar kamu cara penggunaannya." 

Tingkat "Galatia Dua Duapuluh" itu sangat lebar sehingga tidak ada lagi bahaya terjatuh. Juga ada persediaan anak panah yang bertuliskan nama: Pengharapan, dan yang jumlahnya tidak terbatas. Kami menembakkan beberapa di antaranya kepada burung-burung pemakan bangkai itu, dan anak-anak panah ini membunuh mereka dengan mudah. Sekitar separuh yang sudah mencapai tingkat ini terus-menerus menembakkannya sementara yang lain mulai membawa anak-anak panah ini ke bawah kepada mereka yang masih di tingkat lebih rendah. 

Burung-burung pemakan bangkai tetap datang secara bergelombang ke tingkat-tingkat di bawah, tetapi setiap kali jumlahnya berkurang dari sebelumnya. Dari "Galatia Dua Duapuluh" kami dapat mengenai musuh manapun dalam pasukan itu kecuali pemimpin-pemimpin mereka, yang masih berada di luar jarak tembak. Kami memutuskan untuk tidak menggunakan anak panah Kebenaran sampai kami menghancurkan semua burung pemakan bangkai, karena awan depresi yang mereka ciptakan membuat kebenaran kurang efektif. Hal ini memakan waktu lama, tetapi kami tidak pernah lelah. 

Iman, Pengharapan dan Kasih, yang seperti senjata-senjata kami telah bertumbuh pada setiap tingkat, sekarang sudah sedemikian besar sehingga saya tahu bahwa orang-orang yang berada jauh dari arena pertempuran dapat melihat mereka. Kemuliaan mereka bahkan memancar sampai ke perkemahan para tawanan yang masih berada di bawah awan besar dari burung-burung pemakan bangkai. Kegembiraan bertambah-tambah di dalam kami semua. Saya merasa, bahwa berada di pasukan ini, di pertempuran ini, pastilah merupakan petualangan yang paling akbar sepanjang masa. 

Setelah menghancurkan kebanyakan burung-burung pemakan bangkai yang menyerang gunung kami, kami mulai mengarah kepada burung-burung yang menutupi para tawanan. Pada waktu awan kegelapan mulai lenyap dan matahari mulai bersinar atas mereka, mereka mulai bangun seakan-akan tadinya mereka tidur lelap sekali. Mereka segera merasa muak akan kondisi mereka sendiri, terutama oleh karena muntah yang masih menutupi mereka, dan mereka mulai membersihkan diri mereka sendiri. Pengharapan dan Kasih, mereka melihat gunung tempat kami berada, dan mulai lari kearahnya. Gerombolan Iblis menghujani mereka dengan anak-anak panah Penuduhan dan Fitnah, tetapi mereka tidak berhenti. Pada waktu mereka tiba di gunung itu, banyak yang pada tubuhnya ada selusin atau lebih anak panah, tetapi tampaknya mereka bahkan tidak menyadari hal itu. Begitu mereka mulai menjajaki gunung itu, luka mereka mulai sembuh. Karena awan depresi dilenyapkan kelihatannya segala sesuatu menjadi lebih mudah. 

Perangkap 

Yang dulunya tawanan sangat bersuka cita dalam keselamatan mereka. Pada waktu mereka mulai menjejaki gunung itu, mereka kelihatan begitu larut dalam penghargaan akan setiap tingkat, sehingga kami juga semakin menghargai kebenaran-kebenaran itu. Segera suatu ketetapan hati yang dahsyat melawan musuh juga bangkit di dalam mantan tawanan ini. Mereka mengenakan persenjataan yang disediakan dan mohon untuk diijinkan kembali dan menyerang musuh. Kami mempertimbangkan hal ini, tetapi kemudian memutuskan bahwa kami semua harus tetap tinggal di gunung untuk bertempur. Sekali lagi suara Tuhan berkata: "Untuk kedua kalinya engkau memilih hikmat. Engkau tidak dapat menang jika engkau mencoba memerangi musuh di daerahnya sendiri, tetapi engkau harus tinggal di gunung-Ku yang Kudus." 

Saya tertegun bahwasanya kami telah membuat keputusan lain yang begitu penting hanya dengan berpikir dan mendiskusikannya secara singkat. Saya lalu menetapkan hati untuk berusaha sebaik-baiknya untuk tidak membuat keputusan lain dengan konsekwensi apapun tanpa berdoa. Kemudian dengan cepat Kebijaksanaan melangkah kepada kami, memegang pundak saya erat-erat dan memandang mata saya lekat-lekat, sambil berkata: "Engkau harus melakukan hal ini!" Saya kemudian menyadari bahwa, walaupun saya sudah berada di dataran luas "Galatia Dua Duapuluh" saya telah hanyut ke tepi tanpa menyadarinya, dan dengan mudah bisa jatuh. Saya memandang mata Kebijaksanaan lagi, dan dia berkata dengan sangat serius: "Kalau engkau menyangka bahwa engkau teguh berdiri, hati-hatilah supaya engkau jangan jatuh. Di dunia ini engkau dapat jatuh dari tingkat manapun." 

Ular 

Untuk waktu yang lama kami terus membunuh burung-burung pemakan bangkai dan menembaki setan-setan yang mengendarai orang-orang Kristen. Kami menemukan bahwa anak-anak panah dari berbagai Kebenaran akan memberi dampak yang lebih pada setan-setan yang berlainan. Kami tahu pertempuran ini akan berlangsung lama, tetapi tidak ada lagi korban perang, dan kami sudah melewati tingkat "Kesabaran." Walaupun begitu, setelah setan-setan ditembak lepas dari orang-orang Kristen ini, hanya sedikit di antara mereka yang mau datang ke gunung. Banyak yang sudah mengenakan tabiat setan, dan terus berada dalam kesesatan mereka walaupun tanpa setan-setan itu. Sewaktu kegelapan dari setan-setan menghilang kami dapat melihat tanah bergerak-gerak di sekitar kaki orang-orang Kristen ini. Kemudian saya melihat bahwa kaki-kaki mereka diikat oleh ular-ular yang bernama "Malu." 

Kami menembakkan anak-anak panah kebenaran kepada ular-ular itu, tetapi dampaknya kecil saja. Kemudian kami mencoba menggunakan anak panah Pengharapan, tetapi tanpa hasil. Dari "Galatia Dua Duapuluh" sangat mudah mendaki ke atas, jadi kami mulai naik ke tingkat yang lebih tinggi. Segera kami berada di suatu taman yang merupakan tempat yang paling indah yang pernah saya lihat. Di atas pintu masuk taman ini tertulis: "Kasih Bapa Yang Tidak Bersyarat," itulah pintu masuk yang paling mulia dan paling mengundang yang pernah saya lihat, sehingga kami terdorong untuk masuk. Begitu kami masuk, kami melihat Pohon Kehidupan di tengah-tengah taman ini. Pohon itu masih dijaga oleh malaikat-malaikat yang luar biasa kuatnya. Tampaknya mereka menantikan kami, jadi kami berani melewati mereka dan berjalan ke Pohon itu. Salah seorang di antara mereka berkata: "Orang-orang yang berhasil sampai ke tingkat ini, yang mengenal Kasih Bapa, boleh makan."
  
Saya tidak menyadari betapa laparnya saya. Ketika saya mencicipi buah itu, rasanya lebih enak daripada apapun juga yang pernah saya kenal. Rasa buah itu menimbulkan kembali ingatan akan matahari, hujan, padang-padang yang indah, matahari terbenam di seberang lautan, tetapi lebih dari itu, mengenai orang-orang yang saya kasihi. Dengan setiap gigitan saya semakin mengasihi segala sesuatu dan setiap orang. Kemudian musuh-musuh saya mulai muncul di benak saya, dan saya juga mengasihi mereka. Perasaan itu segera menjadi lebih besar dari apapun yang pernah saya alami, bahkan dari kedamaian di "Galatia Dua Duapuluh" sekalipun. Kemudian saya mendengar suara Tuhan, dan Dia berkata: "Mulai sekarang, inilah rotimu setiap hari. Tidak akan pernah engkau dihalang-halangi untuk memakannya. Engkau boleh makan sebanyak dan sesering engkau mau. Kasih-Ku tidak berakhir."
 
Saya memandang ke atas pohon itu untuk melihat darimana suara itu datang, dan saya melihat bahwa pohon itu penuh burung-burung elang yang putih bersih. Mereka memiliki mata yang paling tajam dan indah yang pernah saya lihat. Mereka memandangi saya seakan-akan menantikan instruksi. Salah satu malaikat itu berkata: "Mereka akan melakukan permintaanmu. Elang-elang ini memakan ular." Saya berkata: "Pergilah! Lahaplah Malu yang mengikat saudara-saudara kami." Mereka mengepakkan sayapnya dan angin yang besar datang dan mengangkat mereka ke udara. Elang-elang ini memenuhi langit dengan kemuliaan yang membutakan. Bahkan di tempat kami yang begitu tinggi, saya dapat mendengar suara kengerian dari perkemahan musuh ketika mereka melihat elang-elang ini mendatangi mereka. 

Tuhan Yesus Kristus sendiri kemudian berdiri di tengah-tengah kami. Dia menyentuh setiap orang, kemudian berkata: "Aku sekarang harus menyampaikan kepadamu hal yang Kusampaikan kepada saudara-saudara-Ku setelah kenaikan-Ku; yaitu berita Kerajaan-Ku. Pasukan musuh yang paling kuat sekarang melarikan diri, tetapi tidak hancur. Sekaranglah waktunya bagi kita untuk berbaris dengan Injil Kerajaan-Ku. Elang-elang telah dilepaskan dan akan pergi bersama kita. Kita akan mengambil panah dari setiap tingkat, tetapi Akulah Pedangmu, dan Akulah Panglimamu. Inilah waktunya Pedang Tuhan dihunus."
  
Kemudian saya berpaling dan melihat segenap pasukan tentara Tuhan berdiri di taman itu. Ada pria dan wanita dan anak-anak dari segala suku dan bangsa, masing-masing membawa panji-panji mereka yang berkibar di udara dalam persatuan sempurna. Saya tahu bahwa hal seperti ini belum terlihat di bumi sebelumnya. Saya tahu bahwa musuh masih memiliki lebih banyak lagi pasukan dan benteng-benteng di seluruh bumi, tetapi tidak ada yang dapat bertahan di hadapan pasukan yang besar ini. Saya berkata, hampir berbisik, "Pastilah ini Hari Tuhan." Seluruh orang banyak itu kemudian menjawab dengan gelegar mengguntur: "Hari Tuhan Semesta Alam telah tiba."

Diambil dari "The Morning Star," Vol.5, Nos 2-4, by Rick Joyner

Thursday, March 24, 2016

What Is the Enemy Attacking In Your Life? (Bahasa Indonesia)

Shallom Saudara-Saudari Yang Terkasih,

Saya bersyukur bahwa ada seorang hamba-Nya, seorang nabiah, yang dipakai Tuhan untuk memberkati kita dengan pengajaran yang Tuhan wahyukan melalui dirinya, Glynda Linkous. Saya pribadi telah menikmati pengajaran beliau dari blognya, Wings Of Prophecy selama sekitar 2 tahun ini. 

Pada kesempatan kali ini, beliau menyampaikan sebuah materi pemetaan atas serangan musuh yang sering kali menyerang anak-anak dan Pasukan Tuhan. Saya sungguh diberkati dengan pengajarannya kali ini dan saya yakin Tuhan ingin Anda juga mengetahuinya sehingga kita bisa semakin siap menghadapi peperangan besar di penghujung waktu ini. 

Harapan saya, dengan pewahyuan ini maka kita semakin unity, memandang sesama saudara seiman kita sebagai rekan seperjuangan di dalam Kerajaan Allah dan bukan menghakimi mereka yang sedang jatuh karena berbagai serangan yang sedang diderita, melainkan menolongnya dalam doa dan syafaat.

Sumber tulisan: 


The Lord reminded me this morning that the enemy always attacks what he fears most in us, and He said this is what has been happening in this most recent wave of attacks.

Tuhan mengingatkan saya pagi ini bahwa musuh selalu menyerang apa yang paling ia takuti di dalam kita, dan Ia berkata bahwa ini yang sedang terjadi pada gelombang serangan hari-hari ini.

If you are suffering in this wave of attacks, you can defeat them by discerning what he is attacking.

Jika Anda menderita dalam gelombang serangan ini, Anda dapat mengalahkannya dengan memilah jenis serangannya.

For Examples – Find Your Gifts Below

Sebagai Contoh - Temukan Karunia Anda Di Bawah Ini

Gift: Witnessing / Your Testimony - If you are anointed to witness for Christ, he will attack your credibility – by getting you into sin.

Karunia: Bersaksi / Kesaksian Anda - Jika Anda diurapi untuk bersaksi bagi Kristus, ia akan menyerang kredibilitas Anda - dengan cara menjatuhkan Anda ke dalam dosa.

Gift: Intercession - If you are anointed to pray and intercede for others, he might try to distract you from prayer, cause strife with family members so you can’t focus on praying, or attack your faith in God to answer.

Karunia: Bersyafaat - Jika Anda diurapi untuk berdoa dan besyafaat bagi orang lain, ia mungkin akan mencoba mengalihkan Anda dari doa, menimbulkan percekcokan atau perselisihan dengan anggota keluarga sehingga Anda tidak fokus berdoa, atau menyerang iman Anda kepada Tuhan untuk menjawab doa Anda.

Gift: Teaching & / or Prophesying - If you are anointed to teach His Word or prophesy, he might distract you with financial difficulties, strife with family members, or family members getting into trouble or going through crisis. He might try to distract you from studying the Word and praying, or try to make you doubt what you hear from Him. He will attack your faith for sure.

Karunia: Mengajar dan / atau Bernubuat - Jika Anda diurapi untuk mengajar Firman-Nya atau bernubuat, ia akan menyerang dengan kesulitan keuangan, percekcokan dengan anggota keluarga, atau anggota keluarga terjebak dalam masalah atau mengalami krisis. Ia mungkin mencoba mengalihkan perhatian Anda untuk mempelajari Firman dan berdoa, atau mencoba untuk membuat Anda ragu akan apa yang Anda dengan dari Tuhan. Ia akan menyerang iman Anda pastinya.

Gift: Helps - If you are anointed to help others (the anointing of Helps), he might try to distract you by highlighting the ways you yourself are in need, or place thoughts in your mind that the people you are helping are somehow “unworthy” or helping. He might attack the sources you receive funding or other helping resources from.

Karunia: Pertolongan - Jika Anda diurapi untuk memberi pertolongan kepada orang lain (urapan Pertolongan), ia mungkin mencoba untuk mengalihkan Anda dengan menyoroti atau mengingatkan bahwa Andapun sedang memiliki kebutuhan, atau menempatkan pemikiran bahwa orang yang Anda tolong kadang "tidak layak" untuk di tolong. Ia juga menyerang sumber dari mana Anda menerima pendanaan atau sumber lainnya.

Healing - He will attack your body, again and again. He will attack your faith, because faith is the very basis of this gift, and he will attack your credibility, by luring you into sin.

Mujizat Kesembuhan - Ia akan menyerang tubuh Anda, lagi dan lagi. Ia akan menyerang iman Anda, karena iman adalah yang paling dasar dari karunia ini, dan ia akan menyerang kredibilitas Anda, dengan cara memikat Anda jatuh ke dalam dosa.

Gift: Pastor - If you are a Pastor, he will definitely attack your credibility by trying to entice you to sin. He will try to distract you from prayer, study, and ministering to your congregants. He will attack your funding sources and try to make you look bad to your congregants by planting judgmental thoughts in their minds.

Karunia: Penggembalaan - Jika Anda seorang gembala, ia secara pasti akan menyerang kredibilitas Anda dengan menggoda Anda jatuh ke dalam dosa. Ia akan mengalihkan perhatian Anda dari doa, belajar, dan pelayanan kepada jemaat Anda. Ia akan menyerang sumber pendanaan Anda dan mencoba membuat Anda terlihat buruk di hadapan jemaat Anda dengan cara menanamkan benih mentalitas menghakimi dalam pikiran mereka.

There are many ways he can attack us, but Jesus has already defeated every single one of them. We need to find out the reasons behind his attacks so we can cancel them. Example: Is he attacking your gifts or your ministry? Is he attacking you personally, or attacking your family? You need to determine what is being attacked so you can cancel the attack itself and render it powerless by the mighty Name of Jesus. 

Ada begitu banyak cara ia menyerang kita, tapi Yesus sudah mengalahkan setiap mereka. Kita perlu mencari tahu alasan atau penyebab ia menyerang sehingga kita dapat menggagalkannya. Contoh: Apakah ia menyerang karunia Anda atau pelayanan Anda? apakah ia menyerang diri Anda sendiri, atau menyerang keluarga Anda? Anda perlu menentukan apa yang sedang diserang sehingga Anda dapat mengagalkannya dan menjadikan serangan itu tak berkuasa dalam Nama Tuhan Yesus.

1 Peter 5:8 - Be sober, be vigilant; because your adversary the devil, as a roaring lion, walketh about, seeking whom he may devour:

"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." - 1 Petrus 5:8

Glynda Linkous
March 23, 2016

Saturday, February 21, 2015

Alasan Berhenti Merayakan Imlek

"Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara." - Efesus 6:11-12

"Put on all of God’s armor so that you will be able to stand firm against all strategies of the devil. For we are not fighting against flesh-and-blood enemies, but against evil rulers and authorities of the unseen world, against mighty powers in this dark world, and against evil spirits in the heavenly places." - Ephesians 6:11-12 (New Living Translation)

"Sebentar lagi aku (Gabriel) kembali untuk berperang dengan pemimpin orang Persia, dan sesudah aku selesai dengan dia, maka pemimpin orang Yunani akan datang. Namun demikian, aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran. Tidak ada satupun yang berdiri di pihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael, pemimpinmu itu." - Daniel 10:20-21

"I (Gabriel) now have to go back to fight against the angel-prince of Persia, and when I get him out of the way, the angel-prince of Greece will arrive. But first let me tell you what's written in The True Book. No one helps me in my fight against these beings except Michael, your angel-prince." - Daniel 10:20-21 (The Message)

Pertama kali dapat rhema untuk berhenti merayakan Imlek adalah ketika menjelang Tahun Naga Air (4710 / 2563 / 2012). Sebab pada tahun itu manifestasi dan deklarasi Antikristus (yang adalah juga binatang yang keluar dari laut - Wahyu 13) terjadi amat nyata dan gamblang, terutama melalui upacara pembukaan dan upacara penutupan Olimpiade London.

Memang ini merupakan preferensi pribadi, dan tulisan inipun hanyalah menceritakan rhema yang saya dapatkan tersebut. Saya mencoba berkonsultasi dengan Roh Kudus-Nya supaya saya bisa memahami dasar hukum dan firman-Nya atas kebijakan tersebut. Bagi Anda yang terbiasa dengan bidang peperangan rohani, pasti akan lebih mudah mengerti penjelasan berikut ini.

Bahwa Alkitab mengakui adanya Iblis dan semua pengikutnya, yakni Lucifer, para malaikat yang jatuh (Fallen Angels) dan semua pasukannya. Merekalah yang disebut sebagai para pemerintah, para penguasa, para penghulu dunia kegelapan dan roh-roh di udara. Lebih rinci lagi, Kitab Daniel ada menyebut beberapa contoh yang lebih spesifik, yakni penguasa Persia dan penguasa Yunani. Bahkan dalam beberapa versi Alkitab berbahasa Inggris disebut sebagai angel-prince atau malaikat-pangeran. Dan disebut wilayah Persia maupun Yunani adalah untuk menegaskan batasan teritorial wilayah maupun batasan teritorial zaman masing-masing para penguasa tersebut.

"Ia (Antikristus) akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa." - Daniel 7:25

"He (Antichrist) will defy the Most High and oppress the holy people of the Most High. He will try to change their sacred festivals and laws, and they will be placed under his control for a time, times, and half a time." - Daniel 7:25 (New Living Translation)

Namun Iblis bukan saja hendak menguasai dan mengubah teritori wilayah, melainkan juga menguasai dan mengubah teritori waktu. Alih-alih seharusnya manusia menggunakan almanak awal yang dari Tuhan, yakni almanak Ibrani, Iblis bermuslihat di antara bangsa-bangsa melalui cara berpikir, budaya dan kearifan lokal untuk menuntun manusia membuat almanak dalam berbagai versi. Di antaranya adalah almanak Masehi (Julian / Gregorian), almanak China, almanak Jawa, almanak Hindu, almanak Islam dan sebagainya. Masing-masing memiliki kepala tahun (tanggal 1 bulan 1) dan hitungan tahun yang berbeda-beda. 

Almanak China memiliki dua versi, versi pertama kali lahirnya bangsa China yang sudah berjalan 4700-an tahun, dan versi China bersatu di bawah kepemimpinan dinasti Qin yang sudah berjalan hampir 26 abad. Almanak Islam sudah berjalan 1400-an tahun, Almanak Hindu 1300-an tahun, almanak Masehi sudah 2015 tahun dan sebagainya. Padahal Kepala Yang Sejati adalah Tuhan Elohim, Sang Pencipta Langit dan Bumi.

Iblis mengubah atau menciptakan berbagai versi penghitungan waktu tentu bukan sekedar iseng, melainkan untuk menjauhkan kita dari pengenalan yang benar akan grand design yang sejati dari Tuhan sekaligus untuk menerapkan berbagai agenda jahatnya. Dan sama seperti para penguasa wilayah, maka para penguasa waktupun ada di bawah kendalinya dengan berbagai intrik dan manifestasi yang ada, terutama melalui astrologi dan berbagai ramalan lainnya. Jangan lupa bahwa Lucifer memiliki kemampuan melihat masa depan hingga batas tertentu.

Dalam kasus almanak China inipun intinya sama saja, walaupun kita sudah mengerti dan tidak lagi mau melihat ramalan atau astrologi yang menyertai di setiap tahun baru Imlek, tetap saja para penguasa waktu dari almanak China ini memiliki dasar berpijak. Jadi ketika kita menyambut tahun barunya, sebenarnya kita juga menyambut para penguasa tersebut sekaligus agenda si jahat sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebab dasar perhitungan almanak inipun sudah cacat dan tidak sesuai dengan grand design awal yang dari Tuhan.

Lalu apa yang bisa saya lakukan? Sampai pada titik tertentu saya sudah tidak lagi mengucapkan selamat tahun baru Imlek kecuali kepada Ibu yang melahirkan saya dan nenek saya, kebetulan mereka belum menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan. Sedangkan kepada yang lainnya saya sama sekali tidak membalaskan ucapan yang sama, terutama pada saat menerima kunjungan dari beberapa kerabat yang memang jarang bertemu kecuali di hari tahun baru tersebut. Selain itu juga sepakat melakukan peperangan rohani dengan para pasukan Tuhan lainnya sesuai aturan yang berlaku bahwa setiap pergantian tahun merupakan waktu berperang, melakukan berbagai tindakan profetik dan sebagainya (2 Samuel 11:1, 1 Raja-Raja 20:22, 2 Raja-Raja 13:20, 2 Tawarikh 24:23, 36:10). Ini saya lakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan cinta saya kepada Tuhan karena anugerah-Nya yang membawa pengenalan saya kepada-Nya sampai sedemikian rupa.

Di sisi lain, saya berusaha mempelajari grand design yang awal itu, yakni almanak Ibrani (Hebrew calender). Karena di sanalah terdapat hati dan rencana-Nya sejak semula. Itu sebabnya bagi saya, perayaan Paskah sejati bukanlah setiap Jumat Agung (versi Masehi & Katholik Roma), melainkan setiap tanggal 14 - 17 bulan Nisan di tiap tahun Ibrani. Ini merupakan salah satu contoh dari sekian banyak perayaan yang sesungguhnya kita sebagai umat-Nya sudah banyak keliru secara turun temurun.

Almanak Ibrani BUKAN milik bangsa Yahudi atau Israel. Almanak Ibrani adalah grand design Tuhan sejak awal yang telah ada bahkan sebelum lahirnya umat pilihan tersebut. Sedangkan almanak Masehi dipakai secara internasional sebagai reward dari Injil yang diberitakan mulai dari masa penjajahan Romawi. 

Sekali lagi tulisan ini tidak mengajak Anda untuk mengikuti langkah saya menyikapi tiap tahun baru Imlek, melainkan untuk menginspirasi Anda untuk mengenal akan Tuhan lebih lagi. Tuhan memberkati. Shalom. Amin.

Saturday, March 31, 2012

Sebahasa Seirama: Perkara Dunia Roh

"Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak." - Lukas 11:14

Pertanyaannya, mengapa orang banyak menjadi heran? Ini bukan heran karena takjub, namun juga heran karena kaget atau terkejut karena ternyata kebisuan itu bukan karena penyakit namun karena ulah setan. Mereka semua bukan sekedar mulai dikenalkan dengan yang namanya mujizat, namun juga dikenalkan dengan yang namanya dunia roh, alam roh dan peperangan rohani.



"Tetapi ada di antara mereka yang berkata: 'Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.' Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia." - Lukas 11:15-16


Konyolnya, setelah itu ada yang tidak tahu diri menyebut bahwa kuasa yang dipakai Tuhan Yesus adalah kuasa Beelzebub. Ini seperti setan yang diusir keluar lalu masuk ke si penuduh itu. Karena jika kita teliti sedikit profil Beelzebub, maka akan kita dapati bahwa setan ini bentuknya seperti lalat. Gembala yang baik pasti akan merawat domba-domabnya dengan baik, salah satunya dengan meminyaki telinga domba-dombanya supaya tidak ada lalat yang masuk menyerang otak si domba. Jikalau seekor domba telinganya kemasukan seekor lalat, maka itu penderitaan yang luar biasa dan domba itu bisa jadi gila. Sama seperti kita yang adalah domba-domba-Nya jika tidak memiliki Roh Kudus untuk mengurapi telinga rohani kita, maka kita akan mudah disesatkan dan dibingungkan setan.

Pertanyaan berikutnya, golongan manakah Anda sekarang? Yang masih bingung dan terkejut dengan perkara dunia roh atau yang mau ikut berperang dengan Tuhan dan ikut menuai pada Akhir Zaman ini?

"Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya." - Lukas 11:21-22

Jadi selama tidak ada pihak lain yang lebih kuat yang menyerang maka kuasa setan di suatu wilayah akan subur terpelihara menguasai daerah tersebut. Dan kita tahu pihak yang lebih kuat daripada setan hanya Tuhan. Namun kita harus menyadari bahwa serangan atau peperangan itu barulah tahap awalnya. Selanjutnya kita harus mengalahkan dalam ketepatan, merampas senjata dan jarahan juga dalam ketepatan sampai membagi-bagikan segala hasil peperangan juga dengan ketepatan seperti yang Tuhan kehendaki. Ayo kenali Tuhan dan Roh-Nya yang kudus lebih lagi karena waktu ini adalah waktu untuk peperangan besar untuk menduduki puncak-puncak gunung. Tuhan memberkati!

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.