Labels

Showing posts with label Ayin Hey. Show all posts
Showing posts with label Ayin Hey. Show all posts

Thursday, December 4, 2014

2015: Are You Ready For GREATER GLORY?

Berfirmanlah TUHAN: "Aku mengampuninya sesuai dengan permintaanmu. Hanya, demi Aku yang hidup dan kemuliaan TUHAN memenuhi seluruh bumi: Semua orang yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku, pastilah tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka! Semua yang menista Aku ini tidak akan melihatnya." - Bilangan 14:20-23

Then the LORD said: "I have pardoned, according to your word; but truly, as I live, all the earth shall be filled with the glory of the LORD because all these men who have seen My glory and the signs which I did in Egypt and in the wilderness, and have put Me to the test now these ten times, and have not heeded My voice, they certainly shall not see the land of which I swore to their fathers, nor shall any of those who rejected Me see it." - Numbers 14:20-23

"Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan. Gemetarlah di hadapan-Nya hai segenap bumi; sungguh tegak dunia, tidak bergoyang. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah orang berkata di antara bangsa-bangsa: 'TUHAN itu Raja!' Biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka pohon-pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi." - 1 Tawarikh 16:28-33

"Shout Bravo! to GOD, families of the peoples, in awe of the Glory, in awe of the Strength: Bravo! Shout Bravo! to his famous Name, lift high an offering and enter his presence! Stand resplendent in his robes of holiness! God is serious business, take him seriously; he's put the earth in place and it's not moving. So let heaven rejoice, let earth be jubilant, and pass the word among the nations, 'GOD reigns!' Let Ocean, all teeming with life, bellow, let Field and all its creatures shake the rafters; Then the trees in the forest will add their applause to all who are pleased and present before GOD--he's on his way to set things right!" - 1 Chronicles 16:28-33


"Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu. Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu. Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan. Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya. Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita. Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu. Dan kepada Salomo, anakku, berikanlah hati yang tulus sehingga ia berpegang pada segala perintah-Mu dan peringatan-Mu dan ketetapan-Mu, melakukan segala-galanya dan mendirikan bait yang persiapannya telah kulakukan." - 1 Tawarikh 29:10-19

"Blessed are You, LORD God of Israel, our Father, forever and ever. Yours, O LORD, [is] the greatness, The power and the glory, The victory and the majesty; For all [that is] in heaven and in earth [is Yours]; Yours [is] the kingdom, O LORD, And You are exalted as head over all. Both riches and honor [come] from You, And You reign over all. In Your hand [is] power and might; In Your hand [it is] to make great And to give strength to all. Now therefore, our God, We thank You And praise Your glorious name. But who [am] I, and who [are] my people, That we should be able to offer so willingly as this? For all things [come] from You, And of Your own we have given You. For we [are] aliens and pilgrims before You, As [were] all our fathers; Our days on earth [are] as a shadow, And without hope. O LORD our God, all this abundance that we have prepared to build You a house for Your holy name is from Your hand, and [is] all Your own. I know also, my God, that You test the heart and have pleasure in uprightness. As for me, in the uprightness of my heart I have willingly offered all these [things]; and now with joy I have seen Your people, who are present here to offer willingly to You. O LORD God of Abraham, Isaac, and Israel, our fathers, keep this forever in the intent of the thoughts of the heart of Your people, and fix their heart toward You. And give my son Solomon a loyal heart to keep Your commandments and Your testimonies and Your statutes, to do all [these things], and to build the temple for which I have made provision." - 1 Chronicles 29:10-19 

"Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 'Siapakah itu Raja Kemuliaan?' 'TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!' Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 'Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?' 'TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!' Sela" - Mazmur 24:7-10

"Wake up, you sleepyhead city! Wake up, you sleepyhead people! King-Glory is ready to enter. Who is this King-Glory? GOD, armed and battle-ready. Wake up, you sleepyhead city! Wake up, you sleepyhead people! King-Glory is ready to enter. Who is this King-Glory? GOD of the angel armies: he is King-Glory." - Psalm 24:7-10

"Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya! Dia yang memandang bumi sehingga bergentar, yang menyentuh gunung-gunung sehingga berasap." - Mazmur 104:31-32

"The glory of GOD--let it last forever! Let GOD enjoy his creation! He takes one look at earth and triggers an earthquake, points a finger at the mountains, and volcanoes erupt." - Psalm 104:31-32

"Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan TUHAN, sebab besar kemuliaan TUHAN. TUHAN itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh." - Mazmur 138:4-6

"May all the kings of the earth praise you, Lord, when they hear what you have decreed. May they sing of the ways of the Lord, for the glory of the Lord is great. Though the Lord is exalted, he looks kindly on the lowly; though lofty, he sees them from afar." - Psalm 138:4-6

"Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu, untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu. Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya." - Mazmur 145:10-13

"All your works praise you, Lord; your faithful people extol you. They tell of the glory of your kingdom and speak of your might, so that all people may know of your mighty acts and the glorious splendor of your kingdom. Your kingdom is an everlasting kingdom, and your dominion endures through all generations. The Lord is trustworthy in all he promises and faithful in all he does." - Psalm 145:10-13

"Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu." - Amsal 25:2

"It is God’s privilege to conceal things and the king’s privilege to discover them." - Proverbs 25:2

"Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan. Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya." - Amsal 31:25-26

"She is clothed with strength and dignity, and she laughs without fear of the future. When she speaks, her words are wise, and she gives instructions with kindness." - Proverbs 31:25-26

"Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya." - Yesaya 21:16-17

“Within a year, counting each day,[e] all the glory of Kedar will come to an end. Only a few of its courageous archers will survive. I, the Lord, the God of Israel, have spoken!” - Isaiah 21:16-17

"Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar. Seandainya orang fasik dikasihani, ia tidak akan belajar apa yang benar; ia akan berbuat curang di negeri di mana hukum berlaku, dan tidak akan melihat kemuliaan TUHAN. Ya TUHAN, tangan-Mu dinaikkan, tetapi mereka tidak melihatnya. Biarlah mereka melihat kecemburuan-Mu karena umat-Mu dan biarlah mereka mendapat malu! Biarlah api yang memusnahkan lawan-Mu memakan mereka habis! Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami." - Yesaya 26:9-12

"In the night I search for you; in the morning I earnestly seek you. For only when you come to judge the earth will people learn what is right. Your kindness to the wicked does not make them do good. Although others do right, the wicked keep doing wrong and take no notice of the Lord’s majesty. O Lord, they pay no attention to your upraised fist. Show them your eagerness to defend your people. Then they will be ashamed. Let your fire consume your enemies. Lord, you will grant us peace; all we have accomplished is really from you." - Isaiah 26:9-12

"Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya." - Yesaya 40:3-5

“Make the way ready for the Lord in the desert. Make the road in the desert straight for our God. Every valley will be lifted up and every mountain and hill will be brought down. The turns in the road will be made straight and the bad places will be made smooth. Then the shining-greatness of the Lord will be seen. All flesh together will see it, for the mouth of the Lord has spoken.” - Isaiah 40:3-5

"Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan 'yang memperbaiki tembok yang tembus', 'yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni'". - Yesaya 58:9-12

"Then you will call, and the Lord will answer. You will cry, and He will say, ‘Here I am.’ If you take the weight of sin away, and stop putting the blame on others and stop speaking sinful things, and if you give what you have to the hungry, and fill the needs of those who suffer, then your light will rise in the darkness, and your darkness will be like the brightest time of day. The Lord will always lead you. He will meet the needs of your soul in the dry times and give strength to your body. You will be like a garden that has enough water, like a well of water that never dries up. And your cities which were destroyed long ago will be built again. You will set up the stones of the bases of the old buildings. You will be called the one who builds again the broken walls, and who makes the streets on which people live like new." - Isaiah 58:9-12

"Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu." - Yesaya 60:1-3

“Rise up and shine, for your light has come. The shining-greatness of the Lord has risen upon you. For see, darkness will cover the earth. Much darkness will cover the people. But the Lord will rise upon you, and His shining-greatness will be seen upon you. Nations will come to your light. And kings will see the shining-greatness of the Lord on you." - Isaiah 60:1-3

"Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan. ... Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" - Yohanes 11:4, 40

"This illness will not end in death. No, it is for God’s glory so that God’s Son may be glorified through it. ... Did I not tell you that if you believe, you will see the glory of God?" - John 11:4, 40


"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." - 1 Korintus 2:9
But, as the Tanakh says,

“No eye has seen, no ear has heard
and no one’s heart has imagined
all the things that God has prepared
for those who love him.”
1 Corinthians 2:9

"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." - Filipi 2:5-8

"Let your attitude toward one another be governed by your being in union with the Messiah Yeshua: Though he was in the form of God, he did not regard equality with God something to be possessed by force. On the contrary, he emptied himself, in that he took the form of a slave by becoming like human beings are. And when he appeared as a human being, he humbled himself still more by becoming obedient even to death — death on a stake as a criminal!" - Philippians 2:5-8

Tuesday, October 28, 2014

Ayin Hey 5775 - Vol. 4: Puncak Manifestasi Takdir Nusantara

"Pada tahun 2015, ketika Indonesia genap berusia 70 tahun, nasib bangsa ini hanya ada dua pilihan, yakni menikmati kelimpahan Tahun Yobel ... Atau jadi gembel!" - Pdt. Petrus Agung Purnomo

70 Tahun Indonesia

Pada tanggal 17 Agustus 2015 nanti, Indonesia akan tepat berusia 70 tahun dan di saat yang sama kita akan mengalami berkat Tahun Shemitah Ayin Hey 5775 (24 September 2014 - 13 September 2015) dan akan mengalami berkat Tahun Yobel Ayin Vav 5776 (13 September 2015 - 2 Oktober 2016). Sebagai Gereja dan Pasukan Tuhan, apa saja yang harus kita persiapkan sejak sekarang?


"Setelah Kenan hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Mahalaleel." - Kejadian 5:12

"Setelah Terah hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Abram, Nahor dan Haran." - Kejadian 11:26

"Pada waktu itu Tirus akan dilupakan tujuh puluh tahun lamanya, sama dengan umur seorang raja. Sesudah lewat tujuh puluh tahun, akan terjadi kepada Tirus seperti terjadi kepada perempuan sundal dalam nyanyian ini: 'Ambillah kecapi, kelilingilah kota, hai sundal yang dilupakan! Petiklah baik-baik, bernyanyilah banyak-banyak, supaya engkau diingat orang.' Dan sesudah lewat tujuh puluh tahun, TUHAN akan memperhatikan Tirus, sehingga ia kembali mendapat upah sundalnya, dan ia akan bersundal dengan segala kerajaan yang ada di muka bumi. Labanya dan upah sundalnya akan kudus bagi TUHAN, tidak akan ditahan atau disimpan, tetapi dengan labanya itu akan disediakan makanan yang cukup dan pakaian yang indah bagi orang-orang yang diam di hadapan TUHAN." - Yesaya 23:15-18

"Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." - Yeremia 29:10-11

Nama Kenan berarti penderitaan (karena dijajah atau dirasuki atau possessed oleh pihak musuh). Namun ketika usia Kenan 70 tahun, ia memiliki seorang anak bernama Mahalaleel. Nama Mahalaleel berarti pujian terhadap Elohim atau Elohim yang diberkati dengan pujian. "Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" - Mazmur 103:1-2. 

Dengan demikian perkara tersebut di atas hendak berkata atau telah menubuatkan bahwa setelah 70 tahun penderitaan karena penjajahan dan / atau perasukan oleh tindakan penjajahan sistem dunia (Babel) atas bangsa ini, maka akan datang sebuah pembebasan dan kelepasan yang dari Tuhan sehingga orang-orang memuji dan memberkati nama Tuhan (Jehovah Elohim). Bukankah selama ini, sejak lahirnya dan selama "kemerdekaan"nya, bangsa kita terus menerus mengalami penjajahan oleh berbagai pihak asing? Maka ketahuilah bahwa setelah genap 70 tahun nanti akan datang sebuah kelepasan besar bagi Indonesia. Dan perkara ini TIDAK DAPAT DIBATALKAN MAUPUN DIHINDARI!

Begitu juga Terah, yang arti namanya adalah penundaan, setelah 70 tahun maka penundaan itu melahirkan Abram yang akhirnya diubah menjadi Abraham, Sang Pengemban Takdir, untuk melahirkan Kristus melalui bangsa pilihan, Israel. Dapatkah Anda mengerti sekarang bahwa rancangan-Nya adalah sempurna adanya sejak semula? Terpujilah Tuhan dan diberkatilah nama-Nya, yang menjadi jaminan kemenangan bagi umat dan pasukan-Nya.

Jika laba dan upah sundal Tirus bisa menjadi berkat dan memberkati seluruh warga yang diam di dalamnya setelah 70 tahun menderita, apalagi Indonesia, yang Tuhan pilih sendiri untuk menjadi kunci utama pada Akhir Zaman ini, yang sudah hampir 9 tahun menggelar karpet merah bagi kedatangan-Nya yang ke-2? Maka ambillah, jangan hanya kecapi, namun juga gambus, rebana, gitar, seruling dan semua alat musik yang bisa berbunyi. Jangan hanya bernyanyi, namun juga menari, melompat, berlari bahkan terbang. Demi impian-Nya menjadi nyata melalui bangsa ini!


Maka Babel beserta segala ampas dan racunnya akan dikebaskan total dari Indonesia, Tuhan sendiri yang akan memberi perhatian-Nya sehingga bangsa ini sungguh akan mengalami segala kelimpahan yang belum pernah ada sebelumnya dan takkan pernah ada lagi setelahnya. Sebuah masa yang disebut orang sebagai Masa Daud dan Salomo, kelimpahan besar akan rohani dan jasmani. Demi takdir bangsa ini mencapai puncak penggenapannya!

50 Tahun G30S/PKI - Lunasnya Hutang Darah

Pada Kamis malam tanggal 30 September 1965 (5 Tishrei 5726) terjadi sebuah peristiwa yang paling kelam dari bangsa ini, tujuh Pahlawan Revolusi dan seluruh keluarganya menjadi korban dari sebuah rencana jahat yang mengakibatkan pergolakan besar serta mewariskan hutang darah terbesar di bangsa ini. Sekian juta rakyat Indonesia menjadi korban akibat peralihan kekuasaan yang memilukan itu. Dan tanpa perlu menunjuk siapa yang paling bersalah, Tuhan menghendaki adanya pelunasan hutang darah tersebut.

"Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun. Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu. Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya. Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya. Karena tahun itu adalah tahun Yobel, haruslah itu kudus bagimu; hasil tahun itu yang hendak kamu makan harus diambil dari ladang. Dalam tahun Yobel itu kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya." - Imamat 25:8-13

Bukankah 30 September 2014 (6 Tishrei 5775) adalah genap 49 tahun peristiwa kelam berdarah itu? Dan sekarang kita mulai memasuki tahun ke-50-nya. Maka pada tahun ini, Tuhan hendak menganugerahkan Pendamaian atas hutang darah terbesar ini. Namun hal ini memerlukan peran kita sebagai Gereja-Nya di bangsa ini untuk ikut menggenapi Pendamaian yang Tuhan sediakan bagi kita. Sungguhkah Anda menangkap kairos-Nya saat ini?

Dari berbagai sumber yang bisa diperoleh, perkiraan terburuk akan jumlah korban pembantaian sepanjang tahun 1965 - 1966 adalah sekitar 2.000.000 jiwa. Itulah sebabnya mengapa pada tanggal 2 November 2014 nanti, Tuhan memberikan mandat kepada seluruh Pasukan-Nya melalui Suku Bahtera untuk menjala dan membawa kepada Kristus 2.000.000 jiwa di pusat kota Jakarta. Bertepatan dengan acara car free day dan kirab budaya yang diselenggarakan oleh Pemda DKI Jakarta, mulai dari depan Istana Negara, Monas, sepanjang Jalan Thamrin, Bundaran HI, sepanjang Jalan Jendral Sudirman hingga GBK Senayan, Tuhan sudah menyerahkan pembalikkan keadaan dan kemenangan besar bagi bangsa ini! Yang diperlukan hanyalah percaya serta sepakat dengan Tuhan dan bertindak pada hari paling menentukan di 2 November 2014 nanti, mulai jam 4 subuh hingga jam 11 siang. Sungguh ini sebuah anugerah yang pantang untuk dilewatkan!


Melalui tulisan ini, sekali lagi Tuhan mengajak semua yang mau terlibat untuk datang ke downtown Jakarta pada Minggu, 2 November nanti. Supaya pada hari itu bangsa Indonesia dilahirkan kembali. Dan puncak perayaannya akan terjadi pada 8 November 2014 di GBK Senayan, jam 16.00. Di mana sekian ratus ribu orang akan dilawat Roh Kudus-Nya dan menerima pelantikan massal sebagai Pasukan Generasi Yoel dan Mikhael untuk menggenapi segala sesuatunya selama kurang dari 6 tahun ke depan. Ini sungguh BUKAN sebuah kebetulan belaka! Ini sungguh rencana-Nya yang luar biasa!

10 Tahun Suku Bahtera

Bukan sebuah kebetulan bahwa pada Desember 2005 lalu, melalui ketujuh hamba-Nya, Tuhan membentuk Suku Bahtera yang datangnya dari sebuah kerelaan untuk mau memimpin, melayani dan membayar harga bagi apa yang akan segera digenapi hingga puncaknya dalam waktu dekat ini, termasuk penggenapan Yesaya 60 atas seluruh bangsa dan Gereja di Indonesia. Sebab pada tahun yang sama, tepatnya 28 Juli 2005, Presiden RI ke-7 yang saat ini mulai memerintah, Bapak Joko Widodo, memulai karir politiknya sebagai Walikota Surakarta (Solo) - Kota Mempelai. Maka kita harus menyadari bahwa kita dipanggil untuk memerintah bersama dengan Tuhan mulai dari menjelang kedatangan-Nya yang ke-2 hingga nanti memasuki Masa Kerajaan Seribu Tahun serta di kekekalan (Langit Baru, Bumi Baru & Yerusalem Baru).

9 tahun yang penuh warna dan sarat dengan berbagai pewahyuan yang baru serta berbagai tindakan profetik yang telah dilakukan akan mengakhiri tahap pembelajaran seluruh Pasukan-Nya sekaligus akan mengawali penggenapan puncak takdir segala sesuatunya. Pada akhir Desember 2015 nanti, bertepatan dengan Tahun Yobel Besar Ayin Vav 5776, Suku Bahtera genap berusia 10 tahun. Angka 10 berbicara tentang puncak manifestasi sesuatu yang dimulai pada awalnya. Sehingga pada tahun 2016 nanti, kita sebagai sebuah Suku Bahtera akan menyaksikan, menikmati bahkan ikut menggenapi apa yang tak pernah dilihat oleh mata, apa yang tak pernah didengar oleh telinga dan bahkan apa yang belum pernah timbul dalam hati, yakni 6 sisi Puncak Manifestasi Takdir Nusantara:

1. Diremukkan dan dilemparkannya Babel dari Indonesia
2. Lunasnya hutang darah 
3. Tahun Yobel Besar
4. Masa Daud dan Salomo
5. Puncak penggenapan Yesaya 60 atas Indonesia
6. Pesta rohani terbesar: Tsunami Lawatan & Tuaian

Bukankah abjad Vav pada Ayin Vav 5776 itu bernilai 6, sedangkan sepuluh kali lipatnya adalah pasal ke-60 dari Kitab Yesaya itu? Maka haruslah kita menyadarinya bahwa semuanya ini BUKAN sebuah kebetulan. Seperti yang baru saja diwahyukan-Nya kepada saya, bahwa tahun 2016 merupakan Tahun Tsunami Air Mata, istilah ekstrim ini dipakai-Nya sebab Tuhan akan menyatakan diri-Nya dan segala kemuliaan-Nya melalui berbagai situasi yang luar biasa ekstrim nantinya.
Bukankah sudah dinubuatkan oleh-Nya bahwa ketika kegelapan dan kekelaman menutupi seluruh dunia maka saat itulah terang akan terbit dari bangsa ini (Yesaya 60:1-2)? Tidakkah itu sedemikian ekstrim maksud firman-Nya? Jadi bersiaplah!

Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.

Tuesday, September 30, 2014

Ayin Hey 5775 - Vol. 3: Kenangan Di Rumah Penderitaan

Kita telah belajar sedikit mengenai anugerah dan sikap hati secara individu melalui sebagian kisah hidup Abraham dan Sarah melalui tulisan Ayin Hey 5775 - Vol. 1: Sang Pengemban Takdir. Dan ketika sedang mendengar live streaming kotbah Ibu Panglima Iin Mikhael Tjipto di Sion (Cirebon) tanggal 16 September 2014 lalu, Tuhan mengajak saya ke sisi lainnya untuk belajar mengenai anugerah dan sikap hati secara korporat melalui kenangan-Nya di Betania. Nama Betania (Bethany) berarti Rumah Penderitaan dan sungguh bukan kebetulan jika berdasarkan pemetaan 12 Gerbang Yerusalem hampir separuh dari wilayah Indonesia berada di bagian Bethany Gate, yakni meliputi Sumatera, Jawa, sebagian kecil Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara. Sedangkan sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua berada di bagian Golden Gate atau Gerbang Timur.


Ketika dalam kotbahnya, Ibu Panglima bicara bahwa yang menjadi penghalang antara kita dengan puncak destiny bukan saja kutuk ataupun kelemahan-kelemahan kita, namun juga sikap hati kita pada hal-hal yang kelihatan sepele maupun rutin. Sikap saat kita harus melakukan berbagai tindakan profetik, atau sikap ketika kita sedang mengenakan maupun menanggalkan jubah setelah kita memakainya, atau sikap ketika sedang melakukan tarian maupun nyanyian penyembahan, yakni berbagai sikap hati yang memang tidak kasat mata, dan hanya dapat dibaca dengan mata hati. Ketika itulah Roh Kudus-Nya mengingatkan saya akan seluruh rangkaian kejadian yang tertulis pada Kitab Injil Yohanes pasal 11.

Injil Yohanes pasal 11 merupakan gambaran "drama" yang hampir ada di setiap organisasi gereja ataupun persekutuan kaum beriman di manapun dan kapanpun. Sebuah gambaran yang lintas zaman serta lintas waktu di hampir semua komunitas kaum beriman. Dan sekarang, mari kita simak sehelai demi sehelai lembaran pewahyuan-Nya bagi kita berkaitan dengan Ayin Hey 5775 ini:

"Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: 'Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.' Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: 'Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.' Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: 'Mari kita kembali lagi ke Yudea.'
  • Tuhan mengawali kisah ini dengan sudut pandang satu orang, yakni Maria, yang dijelaskan cukup rinci dengan menyebut "kampung Maria" dan menceritakan apa yang telah diperbuatnya kepada Tuhan Yesus, yakni mengurapi-Nya untuk persiapan kematian dan penguburan-Nya. Mengapa Tuhan memakai Maria sebagai "patokan" kisah kebangkitan Lazarus dari kematian? Tentu itu bukan sebuah kebetulan. Adakah Tuhan pun mengingat kita sedemikian rupa seperti Dia mengingat Maria ini? Atau kita hanya "peran pendukung" seperti Marta, atau mereka yang diceritakan tapi tak sekalipun nama mereka disebut, seperti orang-orang Yahudi dan orang-orang Farisi yang malah hanya jadi "figuran".
  • Lalu bagaimana jika yang dialami Lazarus, harus kita alami juga? Ketika kondisi ekonomi kita, kondisi rumah tangga / keluarga kita, kondisi kesehatan kita, kondisi gereja / pelayanan kita sudah hampir mencapai titik nadir dan hampir mati, bahkan lebih parah lagi, yakni Tuhan membiarkan kondisi-kondisi tersebut benar-benar mati bahkan sudah mulai membusuk seperti jasad Lazarus dalam kisah ini. Padahal jarak antara Yesus dan Lazarus saat itu hanya 3 kilometer jauhnya, namun Ia sengaja mengulur dua hari lagi. Masihkah kita tetap setia dan percaya kepada-Nya dan tetap berkata kepada-Nya, "Ini aku, Tuhan" alias Hineny? Bukankah Abraham pun telah mati pucuk dan Sarah telah mati haid saat Tuhan memperbaharui penjanjian-Nya dengan menambahkan unsur Hey kepada nama mereka? Maka Hey yang merupakan Kabod (kemuliaan) Tuhan itu hanya pantas diberikan ketika inti kemanusiaan kita telah tidak berdaya sama sekali, alias mati.
"Murid-murid itu berkata kepada-Nya: 'Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?' Jawab Yesus: 'Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.' Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: 'Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.' Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: 'Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.' Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: 'Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.' Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: 'Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.' Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.
  • Murid-murid hanya bisa memandang Yesus sebagai seorang Rabi, dan bukan sebagai Tuhan yang berdaulat atas segala sesuatu. Dan ketika pikiran mereka hanya terbatas pada ancaman yang ada, namun Tuhan segera mengubah pikiran mereka dengan mengajak mereka untuk melihat bahkan menjadi terang dunia sekalipun nyawa menjadi taruhan. Bukankah kemuliaan tampil maksimal ketika keadaan di sekitar terlihat gelap? (Yesaya 60:1-2). Sama seperti kemuliaan-Nya menjadi nyata lewat kematian dan kebangkitan Lazarus ini.
  • Ketika Yesus menyebut bahwa Lazarus hanya tertidur, padahal kenyataannya Lazarus telah mati dan bahkan jasadnya sudah mulai membusuk, Yesus telah berbohong? Bagaimana jika saat ini ketika kondisi keuangan kita sungguh kacau, namun Tuhan justru berkata bahwa kita akan mengalami terobosan finansial, namun ternyata situasinya makin bertambah parah? Apakah Tuhan sedang bergurau atau kitalah yang tidak mengerti bahasa-Nya? (Yohanes 8:43).
  • Tomas sesungguhnya adalah pribadi yang antusias dan mampu menyemangati kawan-kawannya walaupun situasi saat itu terasa sangat tidak masuk akal bagi para murid-Nya. Dapatkah dibayangkan betapa terpuruknya hati dan jiwa para murid ketika mereka mendapati Tuhan mereka mati di kayu salib dengan cara yang begitu mengenaskan? Bahkan Tomas yang sedemikian positif dan periang hampir saja terhilang selamanya, jika ia tidak melihat bahkan mencucukkan jarinya ke bekas paku maupun lambung Tuhan Yesus setelah kebangkitan-Nya.
"Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus: 'Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.' Kata Yesus kepada Marta: 'Saudaramu akan bangkit.' Kata Marta kepada-Nya: 'Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.' Jawab Yesus: 'Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?' Jawab Marta: 'Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.' 
  • Ternyata Marta menyambut kedatangan Yesus dengan amat antusias, namun ia menyambut-Nya karena ingin melakukan protes atas "keterlambatan" yang dilakukan Yesus. Marta seakan ingin bicara, "Tuhan, dua hari lalu kami sudah mengabari kondisi Lazarus, tapi kenapa Engkau datang terlambat? Sekarang saudaraku sudah mati, padahal seandainya Engkau tidak terlambat, ia pasti tidak mati."
  • Dan lebih aneh lagi bahwa Marta menambahkan kalimat yang sebenarnya tidak perlu ia ucapkan, sebab itu adalah kalimat sindirannya kepada Yesus, walau ia tahu bahwa Elohim memberi kuasa dan otoritas besar kepada Yesus. Dan karena sindirannya itulah, Yesus hanya menjawab singkat dan sekenanya saja bahwa Lazarus akan bangkit. Ini adalah pelajaran tentang sikap hati. Bahwa banyak anak-Nya yang percaya akan kuasa Tuhan, namun seringkali buruk dalam bersikap, yang sesungguhnya bisa menyinggung mood dan perasaan Tuhan.
  • Anehnya lagi, sekalipun Marta disebut sebagai salah satu sahabat-Nya, namun ia masih belum mengerti maksud Tuhan. Ia menyimpulkan sendiri bahwa Lazarus akan bangkit di Akhir Zaman, padahal Tuhan bermaksud membangkitkannya saat itu juga. Berapa kali kita sering bersikap serupa? Memotong perkataan Tuhan dan dengan tergesa menyimpulkan sendiri perkataan Tuhan TANPA mau mengambil waktu untuk merenungkan dan mendiskusikan segala sesuatunya dengan Roh Kudus. Sekalipun Marta mengaku percaya, namun sesungguhnya hatinya ragu dengan maksud Tuhan tersebut.
"Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: 'Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau.' Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: 'Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.' Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: 'Di manakah dia kamu baringkan?' Jawab mereka: 'Tuhan, marilah dan lihatlah!' Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi: 'Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!' Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: 'Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?' Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus: 'Angkat batu itu!' Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: 'Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.' Jawab Yesus: 'Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?'
  • Ternyata Marta masih tidak puas dengan respon Tuhan Yesus, dan ia mengubah strateginya. Ia membohongi Maria dengan berkata bahwa Tuhan Yesus memanggilnya, padahal Ia sama sekali tidak memanggil Maria. Berapa banyak di antara kita yang sikapnya sering seperti ini? Ketika kita mengharapkan masalah kita segera dijawab Tuhan dan kita tidak mendapati respon Tuhan yang sesuai harapan, lalu kita mencari anak-anak Tuhan yang lain, maupun hamba-hamba-Nya untuk memaksa Tuhan menjawab masalah kita. Sikap dan mentalitas yang demikian sebaiknya tidak boleh ada lagi di Ayin Hey 5775 ini. Belajar meraba hati Bapa, kenali perasaan-Nya dan sadarilah bahwa Tuhan adalah Pribadi yang memiliki mood dan selera.
  • Sesungguhnya apa yang diucapkan Maria sama persis dengan kalimat pertama yang diucapkan Marta, namun perhatikan sikapnya. Maria bertanya dengan didahului tersungkur di depan kaki Tuhan. Bukankah Abram pun sujud menyembah Tuhan dan sesaat kemudian Hey diberikan sehingga Abram berubah menjadi Abraham? Demikian juga ketika Maria tersungkur, dengan disertai erangan masygul Tuhan, Hey segera diberikan kepada Lazarus dan ia segera bangkit dari kematiannya. Adakah kita telah mengerti apa "kunci" yang sedang diberikan-Nya kepada kita supaya Hey-Nya diberikan juga kepada kita atas berbagai aspek kehidupan kita yang telah sekarat dan mati untuk kembali dihidupkan dan dibalikkan keadaannya?
  • Apa yang dipikirkan dan diprotes Marta, ternyata juga dicibir oleh banyak orang Yahudi yang hadir saat itu. Mereka heran dengan alasan Yesus yang sengaja terlambat dan menyindir keterlambatan-Nya itu dengan menyangka bahwa Tuhan tidak sanggup bertindak. Namun di sisi lain, Maria sama sekali percaya kepada Tuhan sekalipun tidak mengerti alasan Tuhan untuk sengaja terlambat datang. Bukankah pemandangan seperti ini sering terjadi di dalam gereja dan berbagai komunitas kaum beriman? Yang manakah kita? Marta? Maria? atau orang-orang Yahudi?
  • Dan terbukti bahwa Marta tidak bisa percaya kepada Tuhan seperti Maria percaya, sebab ketika Tuhan menyuruh untuk membuka batu kubur tersebut, Marta langsung berargumen (lagi). Sungguh sikap seperti ini malah sering menghambat rencana Tuhan dalam setiap hidup anak-anak-Nya. 
"Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: 'Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.' Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: 'Lazarus, marilah ke luar!' Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya." - Yohanes 11:1-45
  • Di bagian akhir dari adegan ini, sekali lagi nama yang disebut hanyalah nama Maria, dan BUKAN nama Marta. Adakah kita belajar sesuatu dari Maria dan sikapnya kali ini? Sudahkah kita pahami apa yang sesungguhnya anugerah sejati itu? Dan adakah kita menyadari betapa banyaknya kecerobohan sikap kita di hadapan-Nya? Inilah Ayin Hey 5775, Tahun Yang Melampaui Segala Akal.
Satu Peristiwa, Empat Sudut Pandang

"Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu." - Yohanes 12:1-3

Setelah kejadian bangkitnya Lazarus, pada pasal berikutnya menceritakan sebuah adegan yang lain, yakni ketika Yesus diurapi. Cerita yang serupa telah diceritakan pada Injil Matius pasal 26 dan Injil Markus pasal 14, juga di Injil Lukas pasal 7. Banyak ahli mengatakan bahwa sesungguhnya Yesus diurapi oleh dua perempuan yang berbeda, bahkan ada pula yang menyebutnya tiga kali, sebab di Injil Matius dan Injil Markus disebut bahwa kepala Yesus yang diurapi, sedangkan pada Injil Lukas dan Injil Yohanes disebut bahwa kaki Yesus yang diurapi.

Ketika saya mencoba mencari tahu siapakah perempuan yang mengurapi kepala Yesus di Injil Matius dan Injil Markus dan siapakah pula perempuan yang dimaksud di Injil Lukas pasal 7, tiba-tiba Roh Kudus berbicara demikian, "Mengapa kamu memakai cara berpikir yang sama dengan mereka? Mengapa memakai hikmat manusia untuk mencari rahasia kebenaran Tuhan. Kalau yang kamu tanyakan dan cari siapa perempuan tersebut, maka kamu tidak akan pernah menangkap maksud Tuhan. Bagaimana jika ternyata empat cerita dalam empat Injil itu sesungguhnya adalah satu peristiwa yang sama, namun Aku buat mereka sengaja menulis dengan berbeda? Bagaimana jika ternyata sesungguhnya Maria mengurapi kepala dan juga sekaligus kaki-Nya?"


Saat itu juga saya bertobat dan segera membuang hikmat manusiawi yang saya gunakan dan mulai merenungkan maksud Tuhan yang sesungguhnya sehingga Ia sengaja membedakan versi cerita yang satu dengan versi cerita yang lainnya. Dan berikut ini perbedaan di antaranya:

"Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan." - Matius 26:6-7

"Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus." - Markus 14:3

Baik Yohanes 12, maupun Matius 26 dan Markus 14 sebenarnya menceritakan peristiwa yang sama, sebab reaksi para murid Yesus, terutama Yudas Iskariot, tercatat serupa dari ketiga Injil tersebut, yakni menjadi gusar dan menganggap apa yang dilakukan Maria adalah sebuah pemborosan. Namun ketika disebut bahwa minyak itu dituang ke atas kepala Yesus, maka yang disebut hanyalah "seorang perempuan," sedangkan ketika namanya disebut, yakni Maria, maka disebut bahwa minyak itu dituang ke kaki Yesus. Pahamkah Anda akan perbedaan ini?

Ibrani 7:7 menyebutkan, "Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi." Jadi pada saat itu sesungguhnya Tuhan mengizinkan Maria mengambil posisi lebih tinggi daripada diri-Nya dengan menyentuh atau mengurapi kepala-Nya. Namun kemuliaan ini terlalu besar untuk ditanggung oleh seorang manusia, itu sebabnya nama Maria tidak disebut. Maka sadarilah bahwa apapun yang kita lakukan untuk memberkati Tuhan dan segala kehendak-Nya, tidak patut bagi kita untuk mengharapkan nama kita diingat atau bahkan sekedar ucapan terima kasih. Ini sikap yang kelihatan sepele, namun jarang dimiliki oleh kita sebagai Gereja dan Pasukan Tuhan yang selalu menganggap diri kita sebagai hamba-hamba-Nya.

Justru sebaliknya, sering kali terjadi dari mereka yang merasa sebagai hamba Tuhan, merasa telah berjasa bagi Kerajaan-Nya, merasa lebih baik daripada banyak orang, dengan alasan statusnya tersebut malah menuntut banyak orang untuk menghormati dan memprioritaskan diri mereka dalam berbagai kesempatan. Termasuk bisa menjadi tersinggung ketika orang lain tidak lebih dahulu memberi hormat atau sekedar menyapa. Hey! Ini sudah Ayin Hey 5775, dibutuhkan lebih dari sekedar tahu diri dan sikap miskin di hadapan Tuhan untuk menempuh sepanjang tahun yang amat luar biasa ini.

"Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu." - Lukas 7:37-38

Besar kemungkinan bahwa peristiwa yang dicatat dalam Injil Lukas 7 ini adalah peristiwa yang sama yang dimaksud ketiga Injil lainnya. Sebab nama pemilik rumah tempat kejadian perkara adalah sama-sama Simon. Jadi sesungguhnya perempuan yang terkenal sebagai pendosa sesungguhnya adalah Maria yang sama. Sebab tidak mungkin perempuan ini bisa mengekspresikan kasihnya kepada Yesus sedemikian rupa, jika ia tidak mengenal dengan begitu dalam akan Yesus.

Namanya tidak disebut, namun ia dicatat hanya meminyaki bagian kaki, sebab ia disebut sebagai "seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa". Apakah sesungguhnya perempuan ini lebih berdosa daripada orang kebanyakan, sehingga Tuhan menganggap bahwa perempuan inilah "yang berhutang lima ratus dinar? Tentu tidak! 

Tahukah Anda, apa yang sesungguhnya ada di benak dan hati perempuan ini sehingga ia nekad mendatangi rumah orang lain yang saat itu rumah tersebut terdapat banyak laki-laki sehingga ia menjadi satu-satunya perempuan yang hadir di sana? Jawabannya tak lain adalah karena ia menyadari betapa buruk masa lalunya, namun sekaligus ia mendapati pemulihan dirinya lewat Kristus Yesus, sehingga yang ada padanya hari itu adalah kasih yang begitu kuat kepada Tuhan dan diekspresikan dengan sedemikian luar biasa.

Inilah Hineny yang sesungguhnya, yakni sikap mengabdi dan melayani Tuhan tanpa syarat, sikap yang lahir karena cinta kepada Sang Tuan. Inilah yang Tuhan cari dari Gereja dan Mempelai-Nya di Ayin Hey 5775. 

"Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus." - Yohanes 12:9-11

Ketika hidup kita dipakai dan dipromosikan Tuhan sedemikian rupa, janganlah heran jika saudara-saudara terdekat kita menjadi iri sehingga membenci bahkan hendak membunuh kita. Ini sudah ada sejak Kain membunuh Habel, bahkan sejak Ular Tua cemburu terhadap Adam yang pertama. Namun biarkanlah Tuhan yang memutuskan dan menghakimi dalam keadilan-Nya, itu bukan bagian kita untuk merespon, sebab kita sesungguhnya hanyalah hamba-hamba yang tidak berguna, yang melakukan menurut perintah-Nya.


Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup.

Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.

Wednesday, September 24, 2014

Ayin Hey 5775 - Vol. 2: Satu Masa, Dua Masa, Dan Setengah Masa

"Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman. Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya." - Daniel 12:9-10

Dan kini meterai itu mulai terbuka dan yang disembunyikan telah disingkapkan!

Ajaibnya Tahun Sabat, Misteriusnya Shemitah dan Dahsyatnya Tahun Yobel

Ketika seorang rabbi Mesianik bernama Rabbi Jonathan Cahn menyampaikan pewahyuan Tuhan mengenai The Mystery of The Shemitah di acara Sid Roth's - It's Supernatural pada tanggal 1 September 2014 lalu, maka bagi saya pribadi lengkaplah sudah keping "puzzle" yang selama ini menjadi misteri akan apa yang Tuhan sebut sebagai Tahun Yang Melampaui Segala Akal di 2015 nanti. Video wawancara Sid Roth dengan Rabbi Jonathan Cahn dapat dinikmati di link ini.


Mengenai Tahun Sabat sendiri, hukum tersebut tertulis demikian:

"Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN. Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi. Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan buah anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi, janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanah itu. Hasil tanah selama sabat itu haruslah menjadi makanan bagimu, yakni bagimu sendiri, bagi budakmu laki-laki, bagi budakmu perempuan, bagi orang upahan dan bagi orang asing di antaramu, yang semuanya tinggal padamu. Juga bagi ternakmu, dan bagi binatang liar yang ada di tanahmu, segala hasil tanah itu menjadi makanannya." - Imamat 25:2-7

Sabat adalah suatu bentuk penyembahan bagi Tuhan. Jika kita sampaikan hukum tersebut kepada ahli agraria (pertanian) maka mereka pun akan setuju dengan hukum tersebut, sebab tanah memiliki "waktu pakai" dan secara berkala harus mengalami "turun mesin" untuk memulihkan potensi tanah tersebut. Namun jika saya "membuang" unsur Tuhan dalam aturan hukum ini dan saya tetap ingin memanfaatkan potensi tanah saya secara berkala tanpa mengeksploitasi lahan tersebut secara berlebihan, maka saya akan membagi lahan saya menjadi 7 bagian dan secara berkala setiap tahunnya saya akan "mengistirahatkan" satu bagian supaya kondisi usaha saya tetap terjaga baik, sambil saya tetap mengerjakan lahan saya tanpa jeda sama sekali.

Atau jika tetap ingin mengikuti aturan yang Tuhan tetapkan, namun saya masih memiliki keraguan akan janji pemeliharaan Tuhan, maka saya akan menyisihkan sepertiga bagian dari hasil panen saya selama 6 tahun pertama, sehingga cukup untuk menghidupi saya dan keluarga di tahun ke-7 dan tahun ke-8. Dan cara inipun ada resiko, yakni jika simpanan tersebut ternyata menjadi rusak dan tidak bisa dinikmati.

Namun Tuhan kita adalah setia dan sungguh teruji, sebab Ia memberikan solusi yang jauh lebih menakjubkan sehingga hanya bisa direspon dengan iman kita, "Apabila kamu bertanya: Apakah yang akan kami makan dalam tahun yang ketujuh itu, bukankah kami tidak boleh menabur dan tidak boleh mengumpulkan hasil tanah kami? Maka Aku akan memerintahkan berkat-Ku kepadamu dalam tahun yang keenam, supaya diberinya hasil untuk tiga tahun. Dalam tahun yang kedelapan kamu akan menabur, tetapi kamu akan makan dari hasil yang lama sampai kepada tahun yang kesembilan, sampai masuk hasilnya, kamu akan memakan yang lama." - Imamat 25:20-22

Inilah keindahan hukum Tuhan kita, bisakah kita bayangkan sekarang? Bahwa hanya dengan percaya melakukan ketetapan-Nya, secara otomatis setiap tahun ke-6 maka hasil panen akan menjadi tiga kali lipat dari lima tahun sebelum. Hasil tiga kali lipat ini untuk dinikmati dari tahun ke-6 hingga akhir tahun ke-8. Ketetapan seperti ini tidak bisa diupayakan oleh ahli agraria manapun di dunia kecuali oleh Tuhan sendiri. Maka kita sadari sekarang, betapa luar biasanya hukum Tahun Sabat ini.

Adapun yang disebut Tahun Shemitah, yakni merupakan tahun ke-49, atau Sabat ke-7 dalam sebuah periode Yobel (50 tahun). Tahun Yobel merupakan tahun yang amat luar biasa, jika Tahun Sabat secara reguler Tuhan mengirimkan hasil panen tiga kali lipat, apalagi di saat Tahun Shemitah dan Tahun Yobel. Ketika genap tujuh kali Tahun Sabat, maka hari berikutnya, yakni pada saat Hari Pendamaian (Yom Kippur) dimulailah Tahun Yobel tersebut sampai kepada Rosh Hashanah tahun berikutnya. Dan inilah ketetapan Tuhan mengenai Tahun Shemitah dan Tahun Yobel itu:

"Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun (Shemitah). Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian (Yom Kippur) kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu. Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya. Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya. ... Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram. Tanah itu akan memberi hasilnya, dan kamu akan makan sampai kenyang dan diam di sana dengan aman tenteram." - Imamat 25:8-19

Supaya kita ketahui juga bahwa yang disebut sebagai Tahun Rahmat Tuhan yang tertulis dalam Kitab Nabi Yesaya (61:2) dan Kitab Injil Lukas (4:19) adalah nama lain dari Tahun Yobel. Sebab dalam keduanya ada proses yang sama, yakni PEMBEBASAN. Pada tahun yang luar biasa ini, demikianlah ketetapan-Nya:

"Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka 'pohon tarbantin kebenaran', 'tanaman TUHAN' untuk memperlihatkan keagungan-Nya." -  Yesaya 61:1-3

Maka dengan demikian kita ketahui sekarang bahwa ketika pada Tahun Sabat Tuhan menjanjikan berkat sebanyak tiga kali lipat, maka di Tahun Yobel Tuhan menjanjikan PEMBALIKKAN KEADAAN! Abu dukacita diganti dengan perhiasan kepala, kain kabung diganti dengan minyak pesta, semangat yang pudar diganti menjadi puji-pujian dan seterusnya. Dan ketahuilah bahwa tahun Ayin Hey 5775 ini adalah Tahun Shemitah, sedangkan tahun Ayin Vav 5776 yang akan dimulai pada saat sunset tanggal 13 September 2015 adalah Tahun Yobel.

Namun sebaliknya, jika semua ketetapan Tuhan ini dilanggar, baik pada Tahun Sabat apalagi pada saat menjelang Tahun Shemitah dan Tahun Yobel, maka akibatnya pun sungguh dahsyat dan mengerikan. Seluruh akibatnya dapat diteliti pada Imamat pasal 26. Dan bangsa Israel pernah mengalami kejadian ini sehingga mereka dibuang ke Babel selama 70 tahun:

"Mereka yang masih tinggal dan yang luput dari pedang diangkutnya ke Babel dan mereka menjadi budaknya dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa. Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun." - 2 Tawarikh 36:20-21


Tahun Sabat dan Berbagai Krisis Ekonomi Dunia

Dalam video wawancara Sid Roth terhadap Rabbi Jonathan Cahn dijelaskan bahwa adanya koneksi yang kuat dan nyata antara siklus dan hukum roh Tahun Sabat dengan kebangkitan maupun kehancuran (ekonomi) sebuah bangsa, yakni Amerika Serikat dan juga Inggris Raya, yang memiliki kaitan erat dengan bangsa pilihan Israel.

Sebagai contoh, Tahun Sabat dan dua Tahun Sabat sebelumnya, yakni pada tahun 2008 dan tahun 2001, merupakan tahun kejatuhan ekonomi yang sangat telak bagi ekonomi Amerika Serikat dan dunia. Pada tanggal 29 September 2008 (29 Elul 5968) indeks saham Dow Jones anjlok sebesar 777,68 poin karena kasus Subprime Mortgage, sedangkan pada tanggal 11 September 2001 (23 Elul 5761) indeks saham yang sama anjlok sebesar 1.370 poin sebagai dampak yang amat dramatis dari serangan teroris terhadap Menara World Trade Center (drastis) di New York. Bahkan di tahun sebelumnya, indeks saham Nasdaq mengalami goncangan hebat dari pecahnya gelembung bisnis dotcom yang hanya berumur 3 tahun. Hanya dalam 1,5 tahun Nasdaq mengalami kerugian lebih dari 70% dari nilai kapital yang dicapai pada puncaknya pada 10 Maret 2000 (5.048 poin) menjadi hanya 1.129 poin pada 8 Oktober 2002.

Sesungguhnya, bukan hanya di tahun 2001 dan tahun 2008 saja. Jika kita hitung mundur setiap 7 tahun dan teliti semua krisis maupun kebangkitan ekonomi yang menimpa Amerika Serikat, yakni 1994 (hancurnya pasar surat obligasi Amerika Serikat sebesar lebih dari satu triliun dolar), 1987 (indeks Dow Jones terjun bebas sebesar lebih dari 22% dalam satu hari), 1980, 1973 dan seterusnya maka kita akan mendapat korelasi dengan Tahun Sabat begitu nyata,

Namun dalam sekian banyak Tahun Sabat yang lampau dari rangkaian masa yang ada, ada enam Tahun Sabat yang paling signifikan untuk kita perhatikan, yakni tahun 1917, 1945, 1973, 2001, 2008 dan 2015. Berikut ini poin utamanya:

1917 - Menjelang akhir Perang Dunia I, kuasa dari empat penguasa dunia yang sebelumnya runtuh, yakni Jerman, Rusia, kerajaan Austro - Hungaria serta Ottoman Turki yang saat itu telah menguasai kota Yerusalem selama 400 tahun. Di tahun ini pula kekuasaan penguasa dunia mulai beralih kepada Inggris Raya dan Amerika Serikat. Melalui Deklarasi Balfour, Inggris mengambil alih Israel dan Palestina dari Ottoman Turki.

1945 - Akhir dari Perang Dunia II, Amerika Serikat makin mengukuhkan kedudukannya sebagai penguasa dunia setelah Tentara Sekutu berhasil mengalahkan kekuasaan Nazi Jerman, Jepang dan Italia. Pada tahun ini juga rencana pembangunan Menara WTC mulai digulirkan.

1973 - Amerika Serikat harus menelan kekalahan yang amat dramatis setelah 18 tahun berperang dengan Vietnam. Tidak bisa dibayangkan sebelumnya bahwa Amerika Serikat yang begitu perkasa menang dalam Perang Dunia II mengalami kekalahan konyol dari sebuah negara sekelas Vietnam. Namun hal ini bukan tanpa sebab. Tanggal 22 Januari 1973 pemerintah Amerika Serikat melegalkan aborsi dan diterima serta didukung hampir semua pihak secara nasional. Pada tahun yang sama, Menara WTC diresmikan setelah proses pembangunannya selama 7 tahun sejak 1966.

2001 -  Menara WTC runtuh karena serangan teroris. Kata "menara" dalam bahasa Ibrani adalah migdal, yang berasal dari kata dasar "gadal" yang artinya kebesaran atau keagungan (greatness). Jadi pendirian maupun keruntuhan dari sebuah menara memang memiliki korelasi yang kuat dengan kebangkitan maupun keruntuhan dari keagungan sebuah bangsa. Dan memang sejak tahun ini, Amerika Serikat mulai menapaki jalan menuju kehancurannya.

2008 - Keruntuhan Amerika Serikat semakin nyata melalui krisis ekonomi yang diawali dengan macetnya kredit perumahan (Subprime Mortgage). Pemberian kredit yang gila-gilaan dan luar biasa masif tanpa mempertimbangkan semua resiko yang ada menjadikan hutang dan defisit neraca keuangan Amerika Serikat membengkak jauh lebih besar lagi. Dan hingga kini hutang dan defisit tersebut tidak kunjung surut, malahan sebaliknya makin membesar dan menjadi sebuah bom waktu yang amat mengerikan, bukan saja untuk Amerika sendiri, melainkan juga untuk ekonomi dunia.


Satu Masa, Dua Masa Dan Setengah Masa

Lalu bagaimana dengan tahun 2015 ini? Dan mengapa Amerika Serikat justru mengalami berbagai bencana ekonomi di tiap Tahun Sabat? Supaya kita ketahui, bahwa uang dolar Amerika dicetak oleh sebuah lembaga yang bernama Federal Reserve. Walaupun namanya demikian, Federal Reserve sama sekali bukan federal (milik pemerintah), apalagi reserve (cadangan). Federal Reserve merupakan lembaga swasta yang dimiliki oleh segelintir keluarga ultra elit ekonomi yang memang memiliki hak untuk mencetak uang (baca: Mamon) dolar Amerika sekaligus menjadikannya sebagai piutang terhadap rakyat dan bangsa Amerika Serikat dalam setiap pencetakannya.

Dan supaya juga kita ketahui bahwa jumlah uang yang dicetak pada 4 tahun pertama pemerintahan Barack Obama (2008 - 2012) jauh lebih besar daripada total jumlah uang yang dicetak dari presiden pertama George Washington hingga presiden sebelumnya, George W. Bush. Dapatkah Anda bayangkan sekarang betapa mengerikannya keserakahan yang sedang menggerogoti Amerika Serikat saat ini? 

Dan hal ini telah dibuktikan ketika di akhir tahun lalu, pemerintah Amerika Serikat sempat menghentikan sebagian besar pelayanan publik selama lebih dari 2 minggu karena tidak memiliki dana untuk menjalani operasional harian dari berbagai pelayanan publik tersebut. Barulah setelah ada kesepakatan antara eksekutif dan legiflatif mereka untuk menaikkan batas hutang, pelayanan publik tersebut dapat berjalan kembali. Namun hal ini sungguh menandakan betapa mengerikannya ancaman ekonomi yang sedang datang segera.

"Dan yang seorang bertanya kepada yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu: 'Bilakah hal-hal yang ajaib ini akan berakhir?' Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu bersumpah demi Dia yang hidup kekal, sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit: 'Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!'" - Daniel 12:6-7

Ketika saya merenungkan rangkaian enam Tahun Sabat yang signifikan dari 100 tahun terakhir ini, Roh Kudus menginspirasi saya dengan adanya sebuah pola "Satu Masa, Dua Masa dan Setengah Masa". Demikian saya membacanya:

1917 - 1945 merupakan Satu Masa (28 tahun) perang, yang diisi dengan Perang Dunia I dan Perang Dunia II

1945 - 2001 merupakan Dua Masa (56 tahun) damai, yang diisi dengan pembangunan dan ekspansi ekonomi yang luar biasa cepat dalam akselerasi, luas dalam globalisasi dan menakjubkan dalam kemajuan teknologi.

2001 - 2015 merupakan Setengah Masa (14 tahun) penentuan, yang diisi dengan dua kali peringatan yang begitu dramatis di 2001 dan 2008

Interval tiap 4 Tahun Sabat dipakai sebagai tanda karena angka 4 memiliki beberapa arti, yakni tanggung jawab, kerajaan (kingdom), pemerintahan, dan kegiatan dalam pemerintahan. 

Tahun 2015 ini nubuatan pada Daniel 12, terutama ayat 6 dan 7 akan segera tergenapi, sebab berdasarkan Semitik kuno, huruf Hey sesungguhnya diinspirasi dari gerakan mengangkat kedua tangan ke langit (tanda penyembahan kepada Tuhan). Dan perhatikanlah, bahwa orang yang memberi jawab akan akhir dari segalanya, ia memberi jawab sambil mengangkat kedua tangan ke langit dan semua itu dilihat oleh Daniel. Bukankah Ayin Hey 5775 ini juga berarti memandang (Ayin) orang yang mengangkat kedua tangannya ke langit (Hey)? Dan orang tersebut memberi jawab, "Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!"

Pola "Satu - Dua - Setengah Masa" inipun juga tampak pada Silsilah Yesus Kristus di Injil Matius pasal 1:

Abraham - Daud, merupakan satu masa nenek moyang bangsa Israel.

Salomo - Yusuf, merupakan dua masa yang terdiri dari masa raja-raja dan masa pembuangan.

Kelahiran Yesus Kristus hingga diruntuhkannya Bait Suci ke-2 oleh Tentara Romawi di tahun 70 merupakan sebuah masa tersendiri di mana Kristus hadir di bumi selama setengah dari 70 tahun itu. 

Bukankah kehadiran Kristus yang pertama merupakan sebuah masa penentuan bagi bangsa Israel? Dan ketika bangsa ini tidak meresponi sesuai yang Bapa kehendaki, melainkan menentang dan menyalibkan Anak-Nya, maka berkat berubah menjadi kutuk yang harus ditanggung secara turun temurun hingga hampir dua puluh abad. Dengan demikian, sungguh bukan sebuah kebetulan semua tanda yang Ia singkapkan menjelang masa penentuan di Ayin Hey 5775 ini.


Satu Jam Saja dan The Greatest Wealth Transfer

"Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: 'Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!'" - Wahyu 18:10

"Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: 'Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa. Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu.'" - Wahyu 18:19-20

Babel adalah sistem dunia ini yang dikendalikan dengan peredaran uang (Mamon) dan pengadaan hutang yang takkan pernah bisa terbayar. Babel ditakdirkan runtuh dalam satu jam saja, apa maksudnya? Jika mengacu pada 2 Petrus 3:8, yang mengatakan bahwa sehari sama dengan seribu tahun, maka satu jam adalah seribu tahun dibagi 24 jam, yakni sekitar 41,6 tahun. Dan sejak kapan jangka 41,6 tahun ini mulai dihitung?

Saya percaya bahwa jangka 41,6 tahun ini mulai dihitung melalui dua peristiwa besar dalam dunia keuangan Amerika Serikat:

1. 15 Agustus 1971 - dikenal sebagai peristiwa "Nixon Shock", sejak pemerintah Amerika Serikat mulai menurunkan standar dalam pencetakan uang dari standar emas (gold standard) menjadi standar tukar emas (gold exchange standard) pada 1933, nilai dolar Amerika mengalami penurunan yang permanen. Dan ketika ada pihak luar yang menyadari bahwa Amerika Serikat tidak memiliki cadangan emas sebanyak uang yang dicetaknya, maka secara mendadak Presiden Nixon memutuskan untuk meninggalkan standar emas secara total sehingga sistem pencetakan uang didasarkan kepada hutang. 

Keputusan Nixon yang mengejutkan ini, diam-diam disepakati oleh banyak pemerintah di berbagai negara, sebab sejak saat itu, mereka bisa mencetak uang sebanyak yang mereka kehendaki, dari sinilah dikenal istilah Fiat Money. Sejak saat inilah Amerika Serikat dan bangsa-bangsa di dunia berlomba-lomba mengejar kekayaan semu dan menuju jalan kehancuran tanpa dapat berbalik lagi.

Dan peristiwa ini menjadi sebuah deklarasi tersendiri bagi Amerika Serikat dan banyak bangsa bahwa tuan mereka bukan lagi Tuhan seperti yang tercetak di setiap lembaran dolar "In God We Trust", melainkan mereka mengabdi kepada Mamon.

2. Awal 1974 - setelah kekalahan Mesir dan para sekutunya di Timur Tengah melalui Perang Yom Kippur tahun 1973, Arab Saudi membalas dengan menurunkan produksi minyak bumi dan mengembargo Amerika Serikat. Namun Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger sukses bernegosiasi dengan Raja Faisal dari Arab Saudi untuk mendapatkan kesepakatan yang mensyaratkan minyak dijual hanya dengan dolar AS. Kesepakatan ini membuat Arab Saudi menjadi begitu kaya dan kemudian membujuk negara-negara Arab penghasil minyak lainnya untuk bergabung. Ini adalah kelahiran dari Petro-Dollar.

Dengan demikian Tuhan mendapati Amerika Serikat (Babel) dan semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya. Sebab Amerika Serikat seharusnya tetap setia menyatakan keberpihakannya kepada Israel apapun resikonya, namun ia malah berpihak kepada para musuh dan pembenci Israel.

Jika kita tambahkan awal 1974 dengan 41,6 tahun kemudian, maka kita mendapati bahwa puncak keruntuhan Babel akan terjadi tepat 7 tahun setelah krisis Subprime Mortgage 2008, yakni sekitar September 2015. Lalu bagaimanakah kita harus bersikap menghadapi semua hal ini? Bersukacitalah! Sebab jika memang selama ini sikap hati dan fokus hidup kita ialah Tuhan dan segala kehendak-Nya maka di sinilah akan terjadi apa yang telah dinubuatkan mengenai adanya pengalihan harta kekayaan terbesar (The Great Wealth Transfer) seperti yang tertulis pada Kitab Yesaya pasal 60.

Sedangkan bagi mereka, yang sekalipun beribadah kepada Tuhan, namun jika fokus atau prioritas hidupnya bukan lagi Tuhan dengan segala kehendak-Nya, maka mereka dipersilakan berduka bersama dengan runtuhnya Babel, Sang Pelacur Besar itu. Tahun 2015, Indonesia akan tepat berusia 70 tahun dan di saat yang sama mengalami berkat Tahun Shemitah Ayin Hey 5775 dan akan mengalami berkat Tahun Yobel Ayin Vav 5776. Sebagai Gereja dan Pasukan Tuhan, apa saja yang harus kita persiapkan sejak sekarang? Segera simak pada tulisan berikutnya, Ayin Hey 5775 - Vol. 4: Puncak Takdir Nusantara.

Taruhan Raksasa Sang Mahaspekulasi

Mungkin Anda masih berpikir bahwa semua pernyataan tersebut di atas hanyalah sebuah kebetulan yang sengaja dicocokkan dengan berbagai firman yang tertulis, maka jika demikian simaklah sebuah informasi berikut ini, bahwa pada September 2013, maha spekulator George Soros membeli put option atas indeks saham S&P 500 sebanyak $ 470 - $ 700 juta. Dengan demikian ia berkeyakinan bahwa pasar saham akan mengalami kehancuran dalam waktu dekat ini.

Namun sekitar setengah tahun kemudian Soros menggandakan taruhannya menjadi $ 1,3 milyar atas opsi yang sama di pertengahan Februari 2014. Saat ini pasar saham masih terus naik. Namun itu tidak menyurutkan nyali spekulator gaek ini. Kenyataannya, pada tangga 18 Agustus 2014, Soros menaikkan lagi taruhannya di opsi yang sama menjadi lebih dari $ 2 milyar. Ini merupakan nilai transaksi opsi terbesar dalam sejarah. Kita mungkin akan berpikir, apakah George Soros ini sangat gila atau memang amat cerdas?

Supaya Anda ketahui, bahwa George Soros merupakan maha spekulator yang amat visioner dan luar biasa cerdas dalam transaksi di pasar uang dan saham. Kiprahnya menjadikan beliau sebagai salah satu legenda hidup yang sedemikian menggentarkan. Pada tahun 1992, bank sentral London diguncang sedemikian rupa sehingga hanya dalam satu hari suku bunga mata uang Sterling ini harus dinaikkan dari 10% menjadi 15% untuk menghindari rush dan merosotnya nilai mata uang tersebut lebih dalam lagi.

Dan yang tidak akan pernah terlupakan adalah krisis moneter Asia di tahun 1997, George Soros mengguncang satu benua ini dan menyebabkan hancurnya nilai mata uang negara-negara di Asia. Indonesia dengan Rupiahnya bahkan mengalami kehancuran dalam dunia perbankan, saat itu suku bunga meroket tajam hingga lebih dari 60%. Kini Soros telah memantapkan keyakinannya sebanyak tiga kali dengan menggandakan taruhannya dalam satu opsi yang sama hingga $ 2.000.000.000,-, masihkah menurut Anda ini semua hanya sebuah kebetulan?

Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.