Labels

Showing posts with label Ready 2015. Show all posts
Showing posts with label Ready 2015. Show all posts

Thursday, March 5, 2015

Mereka Yang Hengkang

Baru semalam saya merasakan adanya urgensi dari pihak Tuhan yang jauh lebih serius daripada yang bisa saya duga sebelumnya mengenai sikap para pasukan-Nya yang selama ini ternyata bertindak sendiri menyikapi destiny, tugas dan divine connection yang telah dipercayakan kepada masing-masing pribadi. 

"Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. -- Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. -- Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah." - Kejadian 13:10-11

"Kata Abram kepada Sarai: 'Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.' Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya. ... Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: 'Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya.'" - Kejadian 16:6-9

"Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpah mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya." - Rut 1:14

"Kemudian kedua orang itu mengikat perjanjian di hadapan TUHAN. Dan Daud tinggal di Koresa, tetapi Yonatan pulang ke rumahnya." - 1 Samuel 23:18

"Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN." - Yunus 1:3

Saya mengalami berkali-kali ditinggalkan oleh beberapa divine connection yang dipercayakan Tuhan kepada saya. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada mereka semua yang pernah menjadi divine connection, saya mengakui ada banyak kesalahan sikap dan karakter saya sendiri yang akhirnya juga menyebabkan kepergian mereka. Namun biar bagaimanapun juga seseorang tidak pernah dikehendaki Tuhan untuk hengkang dari setiap divine connection-nya, apapun alasannya. Dan ini baru saya sadari semalam ketika saya teringat sebuah fenomena yang diceritakan oleh salah seorang mantan divine connection saya. 

Sebagian fenomena tersebut adalah melintasnya 4 - 5 pesawat terbang bertubi-tubi dalam waktu yang singkat di depan sebuah bintang yang terang di suatu petang di Jakarta. Awalnya kami menyimpulkan pesawat terbang itu sebagai suatu perkara yang lain. Namun ketika semalam Roh Kudus mengingatkan sebuah nama, yakni Hagar, maka saya mengerti apa arti pesawat-pesawat tersebut.

Nama Hagar dalam bahasa Inggris artinya flight atau penerbangan, namun itu juga berarti kabur atau melarikan diri atau hengkang. Kemudian Roh Kudus berkata, "Coba perhatikan Lot, Hagar, Orpah, Yonatan dan Yunus, jadi apa mereka akhirnya? Apakah mereka menjadi besar? Bandingkan dengan RUTH yang awalnya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa."

Lot merasa sudah kaya dan merasa sudah besar bahkan menganggap setara dengan pamannya, padahal ia hanya melihat dari satu aspek saja, yakni jumlah kekayaan. Karena perasaan dan kebenaran dirinya sendiri, dengan sombong ia memilih daerah yang terbaik sejauh mata memandang dan di titik itulah ia meninggalkan tudungnya dan mulai mengalami keadaan yang terus merosot. Tertawannya Lot sesungguhnya adalah peringatan Tuhan untuk ia kembali kepada Abraham, namun ia tetap memutuskan untuk berpisah. Dan akhir kisah Lot begitu tragis.

Hagar pun sempat meninggalkan nyonyanya, yakni Sarah. Namun ia masih mau menuruti perintah Tuhan untuk kembali kepada nyonyanya walau harus ditindas, sebagai harga yang harus dibayar karena sikapnya yang salah sebelumnya karena menghina nyonyanya itu. 

Orpah hanya basa basi di hadapan Naomi, hatinya tidak sungguh setia karena berbeda dengan perkataannya. Orpah akhirnya pergi meninggalkan Naomi. Bahkan di dalam Kitab Talmud, sejarah mencatat bahwa Goliath lahir dari garis Orpah. Bandingkan dengan Ruth yang akhirnya melahirkan Daud dan raja-raja Yehuda bahkan Yesus Kristus. Kepergian Orpah memang kelihatannya seperti suatu hal yang wajar apalagi Naomi mendorongnya, namun di hadapan Tuhan perkara ini tidak sewajar dan sesederhana itu. Di hadapan Tuhan, Orpah ternyata dianggap berkhianat.

Yonatan mengingkari destiny-nya, ia mengabaikan tugas dan takdirnya. Sebab ia tahu benar bahwa ia harus beserta Daud ke manapun Daud berada. Namun ia membiarkan Daud menghadapi sendirian dan ia mencoba membantu Daud dengan caranya sendiri. Yonatan tidak mau keluar dari zona nyamannya, ia memilih tidak di istana daripada di "padang gurun" mendukung Daud. 

Yunus menyakitkan hati Tuhan dengan kebenaran dirinya sendiri, ia menganggap penilaiannya akan Niniwe lebih benar daripada penilaian Tuhan. Sepanjang pelayanan Tuhan Yesus di bumi, dari sekian banyak nabi dan hamba Tuhan, Tuhan hanya menyebut satu nama nabi sebagai tanda, yakni Tanda Yunus. Betapa besar destiny nabi Yunus ini. Namun pada akhirnya ia cuma menuliskan tiga pasal saja.

Pada akhirnya saya mengerti bahwa kepergian beberapa divine connection yang ada dari hidup saya tidak pernah dikehendaki Tuhan, bahkan tidak pernah Beliau endorse untuk perpisahan tersebut. Sekalipun mereka semua mengaku bahwa Tuhanlah yang menyuruh mereka berpisah, namun kenyataannya tidak demikian. Semua itu adalah pilihan, dan mereka memilih sendiri kehendak mereka di atas kehendak-Nya.

Tuhan sempat menegaskan, "Adapun orang yang Aku suruh pergi dari rumahnya, yakni hanya Abraham, karena destiny-nya yang khusus dan begitu besar, sebab Aku hendak menjadikannya bapak banyak bangsa, menjadi tudung yang begitu besar, tudung utama sepanjang sejarah. Itupun ia tidak tepati untuk pergi dari ayahnya, kecuali pada saat ayahnya wafat."

Tulisan ini dimuat sebagai lanjutan artikel sebelumnya, Peringatan Tuhan Menjelang Peperangan Nisan 5775, namun sayapun bertanya-tanya akan apa yang akan terjadi pada pasukan Tuhan di hari-hari ke depan nanti. Yang bisa saya sarankan adalah miliki kesetiaan seperti Ruth berapapun harga yang harus kita bayar.

Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!

Friday, February 20, 2015

Whiplash Dan Kabod

Tidak ada yang lebih menggembirakan dalam hidup seorang beriman selain ia mencapai greatness yang memang sudah Tuhan tetapkan dalam hidupnya, setelah menempuh perjalanan yang begitu panjang dan mengerikan bersama dengan Tuhan. Dalam suratnya yang kedua kepada Timotius, Paulus berkata, "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." Garis akhir, selesai, finish, itulah impian sekaligus target semua peserta pertandingan. Dan kita hidup memang dalam pertandingan iman lintas zaman.

Dan tidak ada hal yang lebih menakutkan dalam hidup seorang beriman selain ia mendapati bahwa keadaan di sekitarnya kelihatan buntu dan jiwanya pun dirasa telah begitu lelah disertai asa yang hampir putus. Berjalan namun menjadi lelah, berlari namun menjadi lesu dan tidak tahu kapan semuanya akan berakhir. Semakin banyak melangkah justru situasi terasa makin jauh dari solusi yang diharapkan.


Secara pribadi dan sebagai pecinta film, Tuhan seringkali memakai film-film yang saya tonton untuk berbicara kepada saya, untuk mengungkapkan sebuah pesan tertentu maupun membawa saya lebih lagi dalam pengenalan akan Dia. Dan di antara semua film yang ada, film Whiplash arahan sutradara Damien Chazelle merupakan film yang begitu istimewa bagi saya pribadi, khususnya untuk masa-masa penentuan seperti tahun ini. 

Jika membaca dari sinopsis singkat mengenai film ini di situs www.21cineplex.com, disebutkan:

"Andrew Neyman (Miles Teller) adalah seorang drummer muda berbakat. Keinginanannya menjadi sukses membawanya pada sebuah perjuangan yang tidak mudah. Untuk memperdalam ilmunya, Andrew belajar lagi di sebuah sekolah yang dipimpin oleh seorang profesor musik bernama Terence Fletcher (JK Simmons) yang memiliki metode mengajar yang keras. Tidak mudah bagi Andrew untuk melewati metode sang profesor. Berhasilkah Andrew?"

Bagi saya, Tuhan tidak pernah bicara begitu gamblang, rinci, terstruktur sekaligus intens sepanjang awal hingga akhir film seperti di film Whiplash ini. Dengan pertolongan Roh Kudus, saya dimampukan untuk memahami kehendak Yesus yang selama ini sering kali saya gagal paham. Dalam film tersebut dianalogikan bagaimana pertama kali kita bertemu Tuhan, bagaimana Tuhan memanggil kita, bagaimana Tuhan mendidik kita, bagaimana Tuhan memilih kita, bagaimana kita harus merespon dan mempersiapkan diri kita sampai akhirnya kita menyadari apa yang sesungguhnya Tuhan kejar, apa yang sesungguhnya Tuhan cari di dalam diri kita.

Pada akhir film tersebut, Tuhan Yesus hanya berkata begini, "Sekarang kamu sudah bisa paham akan apa yang selama ini Aku cari dari dirimu?"

Dan sungguh detik itu juga, masih di dalam bioskop sampai melihat credit title mulai berjalan, saya bertobat dan sungguh merasa malu yang amat sangat terhadap Tuhan karena selama ini saya masih mencoba memberontak dan berusaha mencari celah untuk menghindar terhadap proses didikan-Nya. Dalam sekejap saya mendapati betapa bodoh dan konyolnya diri saya selama ini berani mengeluh dan mencari berbagai alasan atas semua kebaikan kasih dan didikan-Nya buat saya.

Apa yang sesungguhnya Tuhan cari dari diri kita? Jawabannya hanya satu, yakni menjadi tempat atau wadah untuk menyatakan kemuliaan-Nya (baca: Maximum Kabod), sebab kita diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya, namun karena dosa dan kedagingan kita maka hal itu membutuhkan proses yang bisa menjadi berkepanjangan. 

Dan apakah yang seringkali menghalangi proses Tuhan dalam diri kita? Jawabannya pun hanya satu, PRIDE (kebanggan diri sendiri), termasuk di dalamnya adalah kebenaran versi diri sendiri, selera pribadi, egoisme, agenda pribadi, pertimbangan-pertimbangan dan sebagainya. Bahkan hanya sekedar bertanya, "Kenapa begini, Tuhan?" itupun sudah bentuk kesombongan, sebab pada saat kita mengucap demikian sesungguhnya kita sudah mempertanyakan kehendak-Nya yang sempurna. Mempertanyakan itu sama dengan meragukan, karena kita merasa bahwa diri kita yang lebih benar daripada kehendak Tuhan.

Setelah film inipun Tuhan masih berfirman, "Ketika kamu merasa proses ini terlalu berat dan kamu terus menerus mengeluh sambil bertanya: kenapa begini atau kenapa begitu, Aku pastikan hal itu karena kamu belum bisa tuntas melepaskan pride kamu sendiri!"

Jadi saran saya, jika Anda memiliki waktu luang di weekend kali ini, ajaklah orang-orang yang Anda kasihi, nikmatilah Whiplash sebagai sarana hiburan sekaligus pembelajaran yang akan memperlengkapi hingga kemuliaan-Nya dinyatakan melalui kita. Tuhan memberkati. Amin.

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

Tuesday, January 20, 2015

Getsemani, Kalvari & Golgota

"Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: 

'Duduklah di sini, sementara Aku berdoa.' 

Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: 

'Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.' 

Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya. Kata-Nya: 

'Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.' 

Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: 

'Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.' 

Lalu Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga. Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya." - Markus 14:32-40

Seringkali ketika saatnya iman kita diuji, kita berusaha sekuat-kuatnya menguatkan dan meneguhkan hati kita untuk mempertegas komitmen kita di hadapan-Nya. Saya selalu menganggap bahwa inilah kesempatan saya untuk meyakinkan Tuhan bahwa memang saya layak dipercaya sebagaimana Ia telah mempercayai saya sejak semula. Namun minggu lalu, ketika saya harus menghadapi sebuah ujian yang saya rindu untuk bisa memenangkannya setelah sekian tahun, tiba-tiba Tuhan berkata demikian:

"Jangan berpikir untuk bisa menang di Kalvari dan menaklukkan Golgota, jika kamu belum bisa menembus Taman Getsemani!"

Dan tiba-tiba segalanya menjadi jelas, bahwa selama ini saya mengira saya sedang mengalami Kalvari atau salib yang harus saya tanggung. Namun kenyataannya saya masih berkutat bahkan seringkali tertidur di Getsemani saya. 

Kita harus menyadari sepenuhnya bahwa di Getsemani bahkan Anak Manusia pun memiliki kehendak yang berbeda dengan kehendak Bapa. Bahwa Ia pun juga ingin menghindari Kalvari-Nya dengan meminta supaya cawan tersebut dilalui dari pada-Nya. Hal itu bukan sekali Ia ungkapkan, melainkan tiga kali. Dan ketika genap tiga kali Ia deklarasikan bahwa hanya kehendak Bapa yang jadi, maka Bapa mengirim seorang malaikat untuk memberi kekuatan anugerah-Nya supaya Yesus mampu menuntaskan takdir-Nya di atas Golgota.

Pertanyaannya sekarang adalah, seberapa kita sudah menihilkan kehendak kita dan menjadi total dengan semua kehendak Bapa yang memang amat menyakitkan buat daging kita? Ada yang menganggap bahwa hal itu bertahap, dan memang demikian, karena Yesus pun sampai tiga kali "menegosiasi" pilihan di antara dua kehendak tersebut. Bagaimana dengan kita? Perlu berapa kali lagi kita memaksa Bapa berbantah-bantahan dengan kehendak kita masing-masing?

Karena di Getsemanilah pilihan dan penentuan itu dilakukan, apakah itu kehendak Bapa atau kehendak kita sendiri yang berlaku. Tidak bisa separuh-separuh, tidak bisa dikompromikan, tidak bisa dinegosiasikan. Jika kehendak Bapa yang dipilih, maka kehendak kita harus lenyap total, begitu juga sebaliknya. Setelah itu, barulah kita dimampukan menang di atas Kalvari dan menaklukkan Golgota.

Lets Rock & Roll With Jesus And Keep Our Faith In Christ

Monday, January 12, 2015

2015 & Ibrani 5776: Tahun Yobel Besar

"Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun (Shemitah). Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian (Yom Kippur) kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu. Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya. Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya. ... Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram. Tanah itu akan memberi hasilnya, dan kamu akan makan sampai kenyang dan diam di sana dengan aman tenteram." - Imamat 25:8-19

Sekitar 5 tahun lalu, ketika pertama kali mengetahui bahwa tahun 2015 ini merupakan tahun yang begitu istimewa, saya menjadi semakin penasaran akan apa-apa saja yang bakal terjadi. Apalagi setelah mengetahui adanya fenomena Tetrad Blood Moons di 2014 - 2015 yang kebetulan juga bertepatan dengan 70 tahun Indonesia merdeka dan sekaligus memasuki Tahun Yobel 5776 mulai 23 September 2015 (Yom Kippur) nanti. Namun ketika seorang hamba-Nya terus menerus berkata bahwa kali ini bukan sekedar Tahun Yobel, namun juga Tahun Yobel Besar, hal itu membuat segala sesuatunya semakin jelas dan tak dapat dibantah lagi. Segala sesuatu yang kelihatan kebetulan itu, ternyata memang bukan kebetulan sejak awalnya.

Jika kita merunut sejarah yang ada, maka kita akan mendapati bahwa Tahun Ibrani 5776 ini merupakan Tahun Yobel ke-70, terhitung sejak pertama kali bangsa Israel di bawah pimpinan Yosua, memasuki Tanah Kanaan (tahun 1416 SM). Atau dapat dikatakan bahwa pada tanggal 23 September 2015 nanti adalah tepat 3.430 tahun (70 kali 7 kali 7 tahun Sabat) lalu bangsa Israel resmi berdiri (established) sebagai sebuah negara. Dan ini juga merupakan Tahun Yobel terakhir sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang ke-2.

Ketika Tuhan Yesus datang pertama kali untuk menyelesaikan semua destiny-Nya, hal itu terjadi tepat di pertengahan siklus Tahun Yobel ke-30, sehingga ketika Ia naik ke Sorga dan duduk memerintah di sebelah kanan Bapa hingga saat ini ada waktu sekitar 40,5 siklus Tahun Yobel. Bandingkan dengan raja Daud yang memerintah 7,5 tahun di Hebron dan 33 tahun di Yerusalem (1 Raja-Raja 2:11), totalnya 40,5 tahun.

*** Baca juga, Ayin Hey 5775 - Vol. 2: Satu Masa, Dua Masa, Dan Setengah Masa, bagaimana siklus Tahun Sabat & siklus Tahun Yobel menentukan kebangkitan dan keruntuhan ekonomi dunia dan akhirnya menciptakan perkara yang disebut sebagai Great Wealth Transfer (transfer kekayaan besar) di 2015 ini.


"Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." - Yeremia 29:10-11

Jadi 70 tahun Indonesia merdeka akan bertepatan dengan Tahun Yobel ke-70, Tahun Yobel Terbesar. Maka sudah seharusnya kita menyadari bahwa betapa seriusnya hari-hari atau kairos-Nya saat ini. Jika pada awal pemerintahan-Nya terjadi pencurahan Roh Kudus dan pertobatan yang begitu dahsyat di Yerusalem, apalagi menjelang kedatangan-Nya yang ke-2. Sungguh saya sadari sepenuhnya bahwa yang namanya tsunami lawatan dan pertobatan bukanlah sebuah slogan yang dilebih-lebihkan.

*** Baca juga, Ayin Hey 5775 - Vol. 4: Puncak Manifestasi Takdir Nusantara, rancangan terbaik yang dari Tuhan khusus Indonesia di 2015 ini dan selanjutnya.

Domba Vs. Kambing

"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. ... Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. ... Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?" - Matius 25:31-44

Menarik sekali bahwa salah satu arti kata Yobel / Yovel (יוֹבֵל) adalah domba jantan atau ram. Sedangkan Iblis melalui penguasa (zodiak) China telah menghadang lebih dahulu (19 Februari 2015) dengan mencanangkan Tahun Kambing Kayu pada Tahun Imlek 4713 nanti. Sang Gembala tidak memisahkan domba-domba dari kawanan serigala, melainkan dari kawanan kambing, serupa tapi jelas tak sama. Domba-domba berujung ke Sorga, sedangkan kambing-kambing berujung ke Neraka.
Betapa tahun 2015 ini akan terjadi pemisahan besar yang luar biasa senyap dan sulit untuk bisa disadari jika kita tidak bergantung total dengan Roh Kudus-Nya. Karena sesungguhnya tidak ada seorangpun yang bisa menyadari apakah dirinya itu domba atau kambing. Bukankah baik mereka yang domba maupun yang kambing tidak menyadari jati diri mereka masing-masing?

Domba-domba berkata, "Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?"

Sedangkan para kambing berkata, "Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?"

Yang satu didapati telah melayani dengan setia tetapi tidak menyadari bahwa ternyata selama ini mereka melayani Tuhan. Sedangkan yang satu lagi merasa telah lama melayani Tuhan, namun ternyata Tuhan tidak pernah berkenan. Apakah kini kita menyadari mengapa tahun Ibrani 5775 ini juga disebut Tahun Anugerah Tiga Kali Ganda atau Triple Grace Year? Sebab memang tidak akan ada seorangpun yang bisa mendapati dirinya akan menjadi domba-Nya atau kambing jika bukan karena anugerah-Nya.

Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan! Matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya. TUHAN mengaum dari Sion, dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel.

Monday, December 22, 2014

Sang Penjudi Ulung

Tahun 2013 dan 2014 merupakan dua tahun yang begitu berarti dalam perjalanan hidup saya bersama dengan Tuhan. Mungkin bagi sebagian orang yang mengetahuinya kedua tahun tersebut merupakan musibah dan malapetaka yang membuat saya terlihat begitu malang dan ceroboh, namun bagi saya kedua tahun ini membuat saya bersyukur lebih lagi karena didikan-Nya yang tidak pernah berhenti.

13 November 2013

Dari sekian perkara yang terjadi, perkara perceraian rumah tangga saya merupakan sebuah highlight tersendiri tanpa banyak mulut yang perlu membahasnya. Saya masih ingat jelas ketika kali pertama mendapat undangan sidang dari sebuah pengadilan negeri di Jakarta, semalam-malaman saya tidak bisa tidur sama sekali dan hati luar biasa gundah.

Di tengah kegundahan yang luar biasa pekat itu, tiba-tiba Tuhan berbicara demikian,

"Kalau kamu memang serius mau istrimu kembali dan mencabut gugatan cerainya, potong saja lidahmu sekarang sebagai tanda pertobatan dan keseriusan kamu untuk bersikap lebih baik lagi terhadap dirinya. Toh dengan begitu kamupun sudah tidak bisa menyakitinya secara verbal seperti selama ini kamu lakukan."

Di titik galau gulita semacam itu, ide gila tersebut sungguh terasa seperti ide cemerlang dan pikiran serta hati saya sempat berkata demikian, "Wah! Boleh juga ide-Nya." Namun tidak perlu menunggu lama, dalam sekejap Tuhan lanjutkan ucapan-Nya,

"Tapi ... Nanti kamu akan merasa frustrasi karena kamu takkan pernah lagi bisa menyampaikan kebenaran seperti yang selama ini sudah kamu lakukan."

Dan dalam sekejap buyarlah sudah tekad untuk memotong lidah sendiri dan surutlah niatan konyol itu dalam hati saya.

Sang Penjudi Ulung

Sejak saat itu saya percaya bahwa Tuhan tetap ingin saya lanjutkan dan tuntaskan semua tugas dan destiny saya tanpa perlu mengkhawatirkan keadaan rumah tangga saya yang akhirnya bubar tepat saat blood moon yang pertama lalu. Memang dalam berbagai kesempatan, Dia menguatkan saya lewat beberapa hamba-Nya secara tidak langsung. Namun walau begitu, batin saya tetap bertanya-tanya akan jalan hidup dan pelayanan yang demikian aneh bagi akal sehat saya maupun norma kekristenan pada umumnya. 

Ya memang penyertaan Tuhan dan manifestasi-Nya begitu nyata dalam berbagai kesempatan. Tapi batin ini tak pernah tenang dan sering kali merasa tertuduh, padahal saya tahu benar bahwa Tuhan begitu santai dan tenang setiap kali benak saya memikirkan hal yang satu ini. Tidakkah hidup saya menjadi batu sandungan bagi banyak orang, bahkan sesama Tubuh Kristus sendiri? Bukankah pesan-Nya yang dititipkan kepada saya sangat beresiko untuk ditolak bagi setiap orang yang hendak Dia tuju ketika mereka mengetahui apa yang sudah terjadi dalam hidup saya pribadi?

Menjelang pergantian tahun, Rosh Hashanah 5775, niat saya memperoleh jawaban atas hal itu sudah bulat dan saya bertanya kepada-Nya, 

"Tuhan, Tuhan, bagiku, Engkau sungguh seorang penjudi ulung. Bukankah dengan jalan yang demikian Engkau mempertaruhkan pesan-Mu sendiri? Dan sangat beresiko untuk ditolak banyak orang karena keadaanku saat ini. Mengapa Engkau mau mempertaruhkan pesan-Mu ini, Tuhan? Tidak adakah orang lain yang lebih pantas daripada diriku? Apa sedemikian rupa Engkau kekurangan orang untuk menuntaskan semua kehendak-Mu di sisa waktu yang singkat ini?"

Dan beginilah jawab-Nya,

"Eh! Sorry yah! Yang suka mempertaruhkan pesan yang telah Kupercayakan, yang suka mempertaruhkan pelayanan, gereja, jemaat yang telah Kupercayakan, dan yang suka mempertaruhkan keluarga, pekerjaan dan berbagai tanggung jawab yang telah Kupercayakan itu adalah kalian yang menjadi hamba-hamba-Ku. Bukan Aku.

"Kalian hamba-hamba-Ku sering kali mempertaruhkan semua yang telah Kupercayakan untuk sesuatu yang remeh dan receh. Kalian mempermainkan bahkan dipermainkan dengan keinginan dan ambisi kalian dengan mempertaruhkan semua yang telah Kupercayakan itu.

"Namun Aku tidak demikian. Tidak seperti yang kamu pikirkan selama ini. Bagi-Ku semua perkara yang sudah Aku percayakan kepada kalian adalah permainan-Ku. Bahkan hidup kalianpun adalah mainan-Ku."

Sampai di sini saya mulai mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi selama ini. Namun masih ada satu hal yang mengganjal, karena saya tahu bahwa Tuhan sama sekali tidak menolak ketika saya melabeli diri-Nya dengan julukan Sang Penjudi Ulung, maka kemudian saya bertanya, "Kalau semua yang Kau percayakan itu adalah kartu permainannya, lalu Engkau mempertaruhkan apa? Karena bagiku ini tetap sebuah pertaruhan yang begitu besar dan kulihat Engkau terlibat di dalamnya."

Dan demikian jawab-Nya,

"Nama-Ku. Tidak ada yang lebih pantas Aku pertaruhkan selain nama-Ku sendiri. Dan pada nama-Ku ada jaminan kemenangan dan jaminan keselamatan."

Dan sejak saat itu saya menyadari bahwa apapun boleh terjadi, namun ketika Ia sudah berkehendak sungguh tak ada satupun yang dapat menghalangi-Nya.

Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.

Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.

Thursday, December 4, 2014

2015: Are You Ready For GREATER GLORY?

Berfirmanlah TUHAN: "Aku mengampuninya sesuai dengan permintaanmu. Hanya, demi Aku yang hidup dan kemuliaan TUHAN memenuhi seluruh bumi: Semua orang yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku, pastilah tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka! Semua yang menista Aku ini tidak akan melihatnya." - Bilangan 14:20-23

Then the LORD said: "I have pardoned, according to your word; but truly, as I live, all the earth shall be filled with the glory of the LORD because all these men who have seen My glory and the signs which I did in Egypt and in the wilderness, and have put Me to the test now these ten times, and have not heeded My voice, they certainly shall not see the land of which I swore to their fathers, nor shall any of those who rejected Me see it." - Numbers 14:20-23

"Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan. Gemetarlah di hadapan-Nya hai segenap bumi; sungguh tegak dunia, tidak bergoyang. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah orang berkata di antara bangsa-bangsa: 'TUHAN itu Raja!' Biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka pohon-pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi." - 1 Tawarikh 16:28-33

"Shout Bravo! to GOD, families of the peoples, in awe of the Glory, in awe of the Strength: Bravo! Shout Bravo! to his famous Name, lift high an offering and enter his presence! Stand resplendent in his robes of holiness! God is serious business, take him seriously; he's put the earth in place and it's not moving. So let heaven rejoice, let earth be jubilant, and pass the word among the nations, 'GOD reigns!' Let Ocean, all teeming with life, bellow, let Field and all its creatures shake the rafters; Then the trees in the forest will add their applause to all who are pleased and present before GOD--he's on his way to set things right!" - 1 Chronicles 16:28-33


"Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu. Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu. Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan. Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya. Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita. Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu. Dan kepada Salomo, anakku, berikanlah hati yang tulus sehingga ia berpegang pada segala perintah-Mu dan peringatan-Mu dan ketetapan-Mu, melakukan segala-galanya dan mendirikan bait yang persiapannya telah kulakukan." - 1 Tawarikh 29:10-19

"Blessed are You, LORD God of Israel, our Father, forever and ever. Yours, O LORD, [is] the greatness, The power and the glory, The victory and the majesty; For all [that is] in heaven and in earth [is Yours]; Yours [is] the kingdom, O LORD, And You are exalted as head over all. Both riches and honor [come] from You, And You reign over all. In Your hand [is] power and might; In Your hand [it is] to make great And to give strength to all. Now therefore, our God, We thank You And praise Your glorious name. But who [am] I, and who [are] my people, That we should be able to offer so willingly as this? For all things [come] from You, And of Your own we have given You. For we [are] aliens and pilgrims before You, As [were] all our fathers; Our days on earth [are] as a shadow, And without hope. O LORD our God, all this abundance that we have prepared to build You a house for Your holy name is from Your hand, and [is] all Your own. I know also, my God, that You test the heart and have pleasure in uprightness. As for me, in the uprightness of my heart I have willingly offered all these [things]; and now with joy I have seen Your people, who are present here to offer willingly to You. O LORD God of Abraham, Isaac, and Israel, our fathers, keep this forever in the intent of the thoughts of the heart of Your people, and fix their heart toward You. And give my son Solomon a loyal heart to keep Your commandments and Your testimonies and Your statutes, to do all [these things], and to build the temple for which I have made provision." - 1 Chronicles 29:10-19 

"Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 'Siapakah itu Raja Kemuliaan?' 'TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!' Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 'Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?' 'TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!' Sela" - Mazmur 24:7-10

"Wake up, you sleepyhead city! Wake up, you sleepyhead people! King-Glory is ready to enter. Who is this King-Glory? GOD, armed and battle-ready. Wake up, you sleepyhead city! Wake up, you sleepyhead people! King-Glory is ready to enter. Who is this King-Glory? GOD of the angel armies: he is King-Glory." - Psalm 24:7-10

"Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya! Dia yang memandang bumi sehingga bergentar, yang menyentuh gunung-gunung sehingga berasap." - Mazmur 104:31-32

"The glory of GOD--let it last forever! Let GOD enjoy his creation! He takes one look at earth and triggers an earthquake, points a finger at the mountains, and volcanoes erupt." - Psalm 104:31-32

"Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan TUHAN, sebab besar kemuliaan TUHAN. TUHAN itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh." - Mazmur 138:4-6

"May all the kings of the earth praise you, Lord, when they hear what you have decreed. May they sing of the ways of the Lord, for the glory of the Lord is great. Though the Lord is exalted, he looks kindly on the lowly; though lofty, he sees them from afar." - Psalm 138:4-6

"Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu, untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu. Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya." - Mazmur 145:10-13

"All your works praise you, Lord; your faithful people extol you. They tell of the glory of your kingdom and speak of your might, so that all people may know of your mighty acts and the glorious splendor of your kingdom. Your kingdom is an everlasting kingdom, and your dominion endures through all generations. The Lord is trustworthy in all he promises and faithful in all he does." - Psalm 145:10-13

"Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu." - Amsal 25:2

"It is God’s privilege to conceal things and the king’s privilege to discover them." - Proverbs 25:2

"Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan. Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya." - Amsal 31:25-26

"She is clothed with strength and dignity, and she laughs without fear of the future. When she speaks, her words are wise, and she gives instructions with kindness." - Proverbs 31:25-26

"Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya." - Yesaya 21:16-17

“Within a year, counting each day,[e] all the glory of Kedar will come to an end. Only a few of its courageous archers will survive. I, the Lord, the God of Israel, have spoken!” - Isaiah 21:16-17

"Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar. Seandainya orang fasik dikasihani, ia tidak akan belajar apa yang benar; ia akan berbuat curang di negeri di mana hukum berlaku, dan tidak akan melihat kemuliaan TUHAN. Ya TUHAN, tangan-Mu dinaikkan, tetapi mereka tidak melihatnya. Biarlah mereka melihat kecemburuan-Mu karena umat-Mu dan biarlah mereka mendapat malu! Biarlah api yang memusnahkan lawan-Mu memakan mereka habis! Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami." - Yesaya 26:9-12

"In the night I search for you; in the morning I earnestly seek you. For only when you come to judge the earth will people learn what is right. Your kindness to the wicked does not make them do good. Although others do right, the wicked keep doing wrong and take no notice of the Lord’s majesty. O Lord, they pay no attention to your upraised fist. Show them your eagerness to defend your people. Then they will be ashamed. Let your fire consume your enemies. Lord, you will grant us peace; all we have accomplished is really from you." - Isaiah 26:9-12

"Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya." - Yesaya 40:3-5

“Make the way ready for the Lord in the desert. Make the road in the desert straight for our God. Every valley will be lifted up and every mountain and hill will be brought down. The turns in the road will be made straight and the bad places will be made smooth. Then the shining-greatness of the Lord will be seen. All flesh together will see it, for the mouth of the Lord has spoken.” - Isaiah 40:3-5

"Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan 'yang memperbaiki tembok yang tembus', 'yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni'". - Yesaya 58:9-12

"Then you will call, and the Lord will answer. You will cry, and He will say, ‘Here I am.’ If you take the weight of sin away, and stop putting the blame on others and stop speaking sinful things, and if you give what you have to the hungry, and fill the needs of those who suffer, then your light will rise in the darkness, and your darkness will be like the brightest time of day. The Lord will always lead you. He will meet the needs of your soul in the dry times and give strength to your body. You will be like a garden that has enough water, like a well of water that never dries up. And your cities which were destroyed long ago will be built again. You will set up the stones of the bases of the old buildings. You will be called the one who builds again the broken walls, and who makes the streets on which people live like new." - Isaiah 58:9-12

"Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu." - Yesaya 60:1-3

“Rise up and shine, for your light has come. The shining-greatness of the Lord has risen upon you. For see, darkness will cover the earth. Much darkness will cover the people. But the Lord will rise upon you, and His shining-greatness will be seen upon you. Nations will come to your light. And kings will see the shining-greatness of the Lord on you." - Isaiah 60:1-3

"Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan. ... Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" - Yohanes 11:4, 40

"This illness will not end in death. No, it is for God’s glory so that God’s Son may be glorified through it. ... Did I not tell you that if you believe, you will see the glory of God?" - John 11:4, 40


"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." - 1 Korintus 2:9
But, as the Tanakh says,

“No eye has seen, no ear has heard
and no one’s heart has imagined
all the things that God has prepared
for those who love him.”
1 Corinthians 2:9

"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." - Filipi 2:5-8

"Let your attitude toward one another be governed by your being in union with the Messiah Yeshua: Though he was in the form of God, he did not regard equality with God something to be possessed by force. On the contrary, he emptied himself, in that he took the form of a slave by becoming like human beings are. And when he appeared as a human being, he humbled himself still more by becoming obedient even to death — death on a stake as a criminal!" - Philippians 2:5-8

Wednesday, September 17, 2014

Ayin Hey 5775 - Vol. 1: Sang Pengemban Takdir

Sejak pertengahan 2013, Tuhan telah mengatakan bahwa Ayin Hey 5775 dan 2015 akan menjadi Tahun Yang Melampaui Segala Akal (The Year Which Surpasses All Understanding). Dan lebih dari setahun pewahyuan-Nya itu terus menjadi perenungan tersendiri bagi saya. Tahu firman-Nya namun belum sepenuhnya paham. Sering mendengar gemanya namun bukan jaminan mengerti yang dimaksudkan-Nya. Dan ketika saya terus kejar lebih jauh akan maksud pernyataan-Nya yang cenderung misterius itu, Tuhan menegaskan demikian:


"Selama ini, semua anak-Ku tahu, melihat dan alami anugerah-Ku berkali-kali, dan mudah bagi anak-anak-Ku berkata bahwa semua hanya karena anugerah-Ku, namun hampir tidak ada seorangpun yang benar-benar paham akan anugerah yang sesungguhnya sesuai dengan yang Aku mau. 

Karena pada dasarnya jiwa kalian telah cemar oleh buah dari Pohon Pengetahuan sehingga pada titik-titik tertentu terkadang hal itu dapat berakibat fatal bagi destiny kalian. Akulah Pohon Kehidupan dan Sumber Hayat Sejati, Anugerah Yang Tak Terukur, selama kalian tinggal di dalam Aku dan rhema-Ku tinggal di dalam kalian, maka kalian akan berbuah semakin lebat. Inginkanlah terus didikan-Ku senantiasa lebih dari segalanya, lebih dari berkat atau karunia apapun juga, karena hanya didikan yang akan membuat kalian hidup semakin sesuai dengan yang Kukehendaki.

Pada Ayin Hey 5775 dan 2015 ini, Aku akan membawa banyak dari anak-anak-Ku naik kepada level yang baru, akan ada banyak selubung yang disingkirkan, sehingga ada pengenalan akan Tuhan yang lebih lagi. Aku akan mengadakan perjumpaan demi perjumpaan secara pribadi, sehingga anak-anak-Ku memiliki sikap yang pantas, Kingdom Attitude, yang pada akhirnya menjadikan banyak dari anak-anak-Ku layak memerintah bersama dengan-Ku. Belajarlah, simaklah lebih lagi, dan tariklah banyak pelajaran semaksimal mungkin dari hamba-hamba-Ku." 

"Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: 'Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.' Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: 'Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.'" - Kejadian 17:1-8

Di dalam sejarah manusia, pasangan pertama (dan mungkin pasangan satu-satunya) yang kepada mereka Tuhan tambahkan atau ubahkan dengan unsur Hey (ה) kepada nama mereka adalah Abram (אברם) dan Sarai (שרי), sehingga nama mereka menjadi Abraham (אברהם) dan Sarah (שרה). Hey yang salah satu maknanya berarti Nafas Kehidupan dari Roh-Nya "dihembuskan" kepada Abram dan Sarai sama seperti ketika Tuhan menghembuskan nafas-Nya kepada Adam dan Hawa. Itu sebabnya, Ayin Hey 5775 disebut juga sebagai The Breath Giving Year, sekaligus The Breath Taking Year.

Kedua pasangan suami istri ini diberi nafas kehidupan-Nya karena mereka merupakan pokok (pioneer) dari sebuah destiny besar pada zamannya masing-masing. Adam merupakan bapa dari segala umat manusia, sedangkan Abraham merupakan bapa dari sejumlah besar bangsa. Namun jika kita simak lebih jauh ada perbedaan yang begitu mendasar di antara keduanya dalam kaitan dengan penganugerah Hey ini.

Adam memperoleh nafas kehidupan di awal perjalanan destiny-nya dan kemudian ia jatuh ke dalam dosa sehingga harus menanggung akibat yang begitu berat. Sebaliknya Abraham bersama dengan Sarah mengalami kejatuhan lebih dahulu dalam kasus Hagar dan Ismael, barulah kemudian Hey itu diberikan kepada mereka. Dari perbedaan inilah, sesungguhnya Tuhan sudah bicara banyak hal mengenai arti anugerah yang sesungguhnya.

Abram memiliki awal yang istimewa ketika memulai perjalanannya dengan Tuhan secara pribadi. Ia lahir dari keluarga penyembah berhala, bahkan ayahnya adalah seorang penjual patung-patung berhala di Ur. Namun sejak awal Abram telah menentukan sikap untuk tidak mengikuti jejak leluhurnya. Ia memiliki ketetapan iman yang sungguh untuk mengambil sikap yang sama sekali kontra dengan keluarganya. Tidak hanya di situ. Ketika Tuhan menyuruhnya ia keluar dari rumah ayahnya tanpa tahu ke mana akan Tuhan bawa, ia sanggupi tanpa mempertanyakan sedikitpun. Begitu juga ketika ia harus berpisah dengan keponakannya, Lot dan Lot memilih tempat yang kelihatan lebih menjanjikan saat itu, Abram sama sekali tidak membatalkan pilihan Lot. Bahkan ia tetap menyelamatkan nyawa Lot dan keluarganya, ketika mereka tertawan.

Begitu juga dengan kecerdasan rohaninya, Abram memiliki pengertian dan pengenalan akan Tuhan yang sedemikian rupa sehingga ketika Melkisedek datang menyambutnya, ia mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hartanya. Dan ketika raja Sodom menawarkan harta kekayaan yang lain, Abram dengan tegas menolak sambil berkata, "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi: Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya. Kalau aku, jangan sekali-kali!" Sungguh luar biasa.

Dan sebagai balasan atas sikapnya yang demikian istimewa, Tuhan menaikkan lebih lagi levelnya dan mengajaknya membuat sebuah perjanjian yang luar biasa istimewa, yakni sebuah bangsa pilihan lengkap dengan tanah airnya. Namun setelah itu, apa yang dulu pernah dilakukan Hawa terhadap Adam, diulang oleh Sarai kepada Abram. Jika sebelumnya adalah buah dari Pohon Pengetahuan, maka Sarai menyodorkan Hagar kepada Abram. Sampai di sini, kita melihat kejatuhan yang serupa antara Adam dan Abram.

Sarai mulai menyesali perbuatannya, dan ia merasa terhina dengan perubahan sikap Hagar, Sarai tidak langsung bertindak, melainkan melaporkan kepada Abram, yang juga adalah tuannya. Dan hebatnya adalah, Abram sama sekali tidak menyalahkan Sarai dengan membangkit-bangkit kesalahannya ketika dulu menyodorkan Hagar. Abram hanya mengingatkan apa yang menjadi haknya Sarai dan tetap menganggap Hagar sebagai hambanya. Ini sikap yang sama sekali berbeda dengan Adam yang ketika itu menyalahkan Hawa sekaligus Tuhan yang memberikan Hawa kepada Adam. Dan lebih daripada itu, baik Abram maupun Sarai harus menanggung sifat cemburu Tuhan dalam "kebisuan"-Nya selama 13 - 14 tahun.

Dalam "kebisuan" selama belasan tahun, Tuhan mendapati Abram tetap setia dan tidak menjadi kecewa. Hagar, Ismael dan "kebisuan" Tuhan telah membawa didikan yang lebih lagi bagi Abram juga Sarai. Dan ketika Tuhan berkenan tampil lagi dan kali ini sebagai El-Shaddai (אל שדי) di hadapan Abram dan hendak meneguhkan perjanjian-Nya, dengan berkata, "Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak," Abram tidak sumringah dan bersikap jumawa. Justru sebaliknya, ia bersujud di hadapan Tuhan. Dan di sinilah Hey dianugerahkan sebagai jaminan bagi Abraham dan Sarah untuk menggenapi destiny mereka hingga tuntas, sekalipun saat itu keadaan fisik mereka sudah mustahil. Maka kita paham sekarang, bahwa Hey-Nya mampu mengubah sebuah kemustahilan menjadi sebuah keajaiban yang fenomenal!

Sunat Dan Keistimewaan Delapan

Sebagai respon yang tepat atas jaminan yang baru diberikan-Nya, Tuhan mewajibkan sunat bagi Abraham, semua laki-laki yang bersamanya dan semua bayi laki-laki yang lahir di dalam rumahnya. Sunat dituntut Tuhan sebagai fondasi bagi perjanjian-Nya dengan Abraham. Rasul Paulus pernah mengatakan, "Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah." 

Jadi sunat (hati) berbicara tentang pembersihan dan pemurnian dari waktu ke waktu supaya hati kita tetap fokus kepada Tuhan dan tidak menyimpang ketika promosi demi promosi dan berkat demi berkat terus mengalir dalam kehidupan kita. Dengan bersunat hati inilah maka ciptaan yang baru dan segala sesuatu yang baru yang dari Tuhan, akan terus dapat kita nikmati setiap hari sejalan dengan penggenapan destiny kita. Itulah sebabnya, sunat dilakukan pada seorang bayi ketika berumur 8 hari. Bahwa ketika seorang bayi telah menjadi sempurna selama 7 hari pertama, maka dengan bersunat di hari ke-8, bayi tersebut memperoleh awal yang baru (new beginning) sebagai ciptaan yang baru dan yang lama telah berlalu bersama dengan kulit khatannya.

Hadiah terbaik yang dapat kita harapkan dari Tuhan di tahun baru Ayin Hey 5775 dan 2015 ini adalah didikan-Nya lebih dan lebih lagi, sebagai proses penyunatan hati dan jiwa kita dari waktu ke waktu. Dalam didikan terdapat pembaharuan akal budi, pembaharuan mentalitas, pembaharuan cara pandang dan pembaharuan sikap hati. Sebab dalam pembaharuan-pembaharuan inilah, kita menjadi ciptaan baru yang sejati.

Masa Daud & Salomo akan segera menjadi nyata dan dalam sekejap kejadiannya di Ayin Hey 5775 dan 2015 ini. Namun kita tahu bahwa ada perbedaan yang begitu ekstrim antara akhir kehidupan Daud dengan akhir kehidupan Salomo. Padahal dalam Mazmur-nya, Daud hanya merindukan satu hari diam di Pelataran (BUKAN Ruang Kudus maupun Ruang Mahakudus), sedangkan Salomo mendirikan Bait Suci pertama lengkap dengan semua isi dan rinciannya dengan segala kemegahan. Apa yang sesungguhnya hilang dari Salomo, apa yang sesungguhnya Salomo tidak temui dalam segala kemegahannya sehingga jiwanya hampir saja terhilang dalam kemegahannya sendiri?

Salomo adalah sebuah legenda hikmat yang luar biasa, sebab ia memiliki segalanya, ia mengetahui segalanya, dan ia menikmati segalanya. Namun Salomo juga sebuah legenda ironi yang mengerikan, karena dalam segalanya itu, ia malah berkata bahwa segala sesuatunya adalah sia-sia. Lebih lanjut lagi ia mengatakan, "Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: 'Lihatlah, ini baru!'? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada." Salomo tidak menemukan Sang Baru (The New) dalam hidupnya, yakni Kristus sebagai manifestasi adi kodrati yang sempurna dari segala anugerah Bapa bagi semua anak-Nya. Bukankah kejatuhan Salomo diawali dari pertemuannya dengan Ratu Syeba? Sedangkan nama Syeba berarti tujuh.

Saya berdoa, biarlah di tahun yang baru ini kita kebaskan semua kebekuan, kekecewaan dan kepahitan yang selama ini membebani kita. Biarlah anugerah-Nya memampukan kita untuk memeluk, merangkul dan mengasihi didikan-Nya lebih lagi, sehingga destiny yang telah Tuhan tetapkan tidak mengalami pemotongan, melainkan makin tergenapi hingga puncaknya. L'Shanah Tovah! Rosh Hashanah. Happy Yom Teruah. Hashem Yevarech Otha!

Sungguh Didikan Tuhan Adalah Kehormatan Kami

Ayin Hey 5775 - Vol. 2: Satu Masa, Dua Masa, Dan Setengah Masa

Ayin Hey 5775 - Vol. 3: Kenangan Di Rumah Penderitaan

Ayin Hey 5775 - Vol. 4: Puncak Manifestasi Takdir Nusantara

Thursday, September 11, 2014

Lucy, ISIS & Antichrist

Ketika pertama kali melihat poster dan trailer dari film Lucy, suatu kesan yang amat kuat menggelitik hati dan pikiran saya. Karena saya yakin bahwa film ini bukan sekedar sarana hiburan semata. Sejak lama Hollywood merupakan sebuah "mimbar" dunia yang dipakai untuk menyampaikan pesan-pesan khusus, bahkan memiliki dampak yang profetik bagi Gereja dan dunia. Dan benar saja, ketika selesai menonton, film Lucy memberikan banyak pesan dan tanda yang sarat makna (profetik) baik itu dalam konteks positif maupun konteks negatif, namun semuanya alkitabiah adanya. 

Film ini diawali dengan dua poin penting, yang pertama adalah ketika narator sekaligus peran Professor Norman (Morgan Freeman) memberikan kata pengantar mengenai filosofi dasar kehidupan yang sedemikian rupa yang mengungkap bahwa kehidupan telah ada sejak satu milyar tahun yang lalu. Dan poin kedua adalah ketika tokoh Richard (Pilou Asbaek) menyatakan bahwa wanita pertama dalam sejarah bernama Lucy.


Selanjutnya film Lucy bergulir silih berganti antara adegan seru dan menegangkan yang dialami Lucy (Scarlett Johansson) dari seorang mahasiswi biasa yang dalam kurang dari 24 jam menjadi seorang wanita super karena secara kecelakaan mengkonsumsi sejenis narkoba yang memicu potensi kerja otak dan syarafnya hingga 100%, dengan adegan kelas seminar yang diberikan oleh Professor Norman hingga keduanya bertemu dan mengungkap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi ketika kinerja otak dan syaraf mencapai 100% (sebagai informasi, menurut pengetahuan umum, rata-rata kinerja otak manusia normal hanya 15% dari seluruh potensi yang ada).

Bagi saya pribadi, inti film ini adalah melemparkan ide yang spekulatif kepada penonton mengenai apa yang terjadi jika kemampuan kinerja otak manusia mencapai potensi atau kapasitas maksimalnya. Adalah Luc Besson, sutradara film tersebut menjelaskan bahwa ketika kinerja otak mencapai kapasitas maksimalnya, maka secara berurutan hal-hal inilah yang akan terjadi:

1. Kendali penuh atas seluruh sel dalam tubuh orang tersebut. Pada tahap ini orang dapat membaca seluruh kondisi tubuhnya setiap saat tanpa perlu lagi melakukan cek kesehatan dan bahkan mampu memulihkan tubuhnya dalam tempo yang amat singkat.

2. Kendali atas orang lain. Pada tahap ini orang dapat membaca kondisi sel tubuh orang lain dan sampai batas tertentu mampu mengendalikan gerak orang lain.

3. Kendali atas benda-benda. Artinya mampu memegang, memindahkan berbagai benda yang bahkan jauh lebih besar dan lebih berat daripada ukuran orang tersebut.

4. Kendali atas waktu. Tahap maksimal (100%). Ini yang masih spekulatif, namun dianggap paling logis menurut ilmu pengetahuan. Orang tersebut dapat melakukan perjalanan lintas waktu (time travel) ke masa lampau maupun ke masa depan. 

Film ini diakhiri dengan dua poin penting lainnya, yang pertama ketika Lucy mencapai kapasitas maksimal kinerja otaknya, ia menjadi seperti "mahahadir" seperti dinyatakannya, "I AM EVERYWHERE." Poin yang ke-2 adalah pernyataan penutup Lucy yang merupakan penegasan dari pernyataan di awal film, "Life was given to us a billion years ago. Now you know what you can do with it." (Kehidupan telah diberikan kepada kita semilyar tahun yang lalu. Sekarang Anda tahu apa yang dapat Anda perbuat dengan itu").

Dari berbagai hal yang terungkap dalam film Lucy ini, berikut ini beberapa fakta sekaligus berbagai pemikiran subyektif (dan mungkin juga spekulatif) yang dapat kita cermati bersama:
  • Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa inti film ini adalah melemparkan ide spekulatif mengenai sebuah hipotesa jika kapasitas otak manusia mencapai porsi maksimalnya. Namun yang menjadi pertanyaan adalah mengapa film ini hanya mengungkapkan seorang tokoh wanita saja? Dan mengapa seorang yang wanita ini diberi nama Lucy, bahkan disebut sebagai wanita pertama yang pernah ada? Jika kita mau bersikap naif, maka alasan sekedar fiksi atau istilah "namanya juga film" akan mudah dijadikan alasan. Tapi kita tahu, tidak ada yang kebetulan untuk semua output dari Hollywood. Penampilan wanita yang serba super, selalu dalam keadaan solitaire dan dominan, dengan rupa yang cantik dan mudah memikat kaum Adam merupakan gambaran dari roh / tokoh Izebel (atau disebut juga dalam berbagai versi lainnya sebagai Lilith, Ashtoreth / Asherah, Semiramis, Artemis, Diana, Isis, Ishtar, Minerva, Athena, dan seterusnya).
  • Dari empat tahapan kendali yang dapat terjadi ketika kapasitas kinerja otak mencapai maksimal, yang menarik adalah tahap kendali atas waktu, atau dalam hal ini tubuh orang tersebut tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Pendapat ini sama, atau minimal mirip dengan Tubuh Kemuliaan Kristus setelah Ia menang atas Maut dan bangkit dari kematian, yang nantinya akan dialami juga oleh mereka yang akan mengalami Pengangkatan atau Rapture.
  • Yang menjadi semakin menarik adalah media yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas kinerja otak dalam film ini adalah narkoba. Terlepas dari fakta adanya jenis narkoba yang sama dengan yang diceritakan di dalam film tersebut, berdasarkan kamus bahasa Inggris, kata rapture memiliki arti sebuah perasaan sukacita atau amat menyenang secara intens (a feeling of intense of pleasure or joy), yang biasanya ditimbulkan dari mengkonsumsi ecstasy atau jenis narkoba lainnya. Dapatkah Anda merasakan pesan tersiratnya sekarang? Pada poin ini saya memiliki dugaan bahwa keberadaan Rapture dengan Tubuh Baru nanti akan memiliki kemiripan dengan apa yang dialami oleh Lucy ini. Bedanya adalah kita memiliki dan dimiliki Kristus pada saat itu. Sedangkan tokoh Lucy yang tanpa Kristus menganggap bahwa kehidupan ini hanyalah "primitif" adanya.
  • Ketika saya sedang meneliti film Lucy ini, nama sutradara Luc Besson tiba-tiba menarik perhatian saya. Nama Besson merupakan salah satu moyang bangsa Normandia (Viking) yang menduduki Inggris sejak tahun 1066. Nama Besson berarti kembar. Pada saat saya mengetahui arti nama Besson, tiba-tiba saya teringat dengan film yang memiliki konsep yang sama dengan versi yang berbeda, yang baru saja dirilis beberapa bulan sebelumnya, yakni Transcendence (Johnny Deep).
  • Film Transcendence mengisahkan tokoh bernama Dr. Will Caster (Johnny Deep) yang akan mencapai ajalnya dalam 4 minggu. Demi mempertahankan eksistensinya setelah ajal (kematian tubuh), Dr. Will Caster bersama istrinya mencoba sebuah cara dengan mentransfer seluruh memori jiwanya ke dalam sebuah komputer super canggih dan akhirnya berhasil. Sejalan dengan cerita, keberadaan jiwa Dr. Will Caster dalam super computer yang digabungkan dengan internet dan teknologi nano, menjadikan Dr. Will Caster bagaikan dewa yang mampu melakukan banyak mujizat bahkan mampu menghadirkan tubuh baru yang sebangun dengan tubuh lamanya. Film Transcendence mengusung tema resurrection atau kebangkitan kembali, suatu perkara yang memang dialami oleh Kristus, namun juga akan dialami oleh Antikristus (Wahyu 13:3).
Morgan Freeman - Sang "Nabi"

Yang tidak kalah menariknya adalah aktor pendukung dari kedua film, baik Transcendence maupun Lucy, yakni Morgan Freeman. Aktor gaek kulit hitam ini memiliki peran yang cukup vital di kedua film, namun kehadirannya memberikan pesan tersirat yang amat kuat. Saya meneliti daftar filmography dari pemeran tokoh Lucius Fox dalam Batman Trilogy ini, terutama sejak 2013, di antaranya adalah Olympus Has Fallen (22 Maret 2013), Oblivion (10 April 2013), Now You See Me (31 Mei 2013), The Lego Movie (7 February 2014), Transcendence (18 April 2014), Lucy (25 Juli 2014).

Berdasarkan informasi di atas, berikut ini beberapa hal yang bisa kita cermati:
  • Setelah peran tokoh Lucius Fox berakhir bersamaan dengan berakhirnya Batman Trilogy, film selanjutnya yang dibintangi oleh Morgan Freeman adalah Olympus Has Fallen, yakni sebuah film yang secara nyata profetik menyampaikan pesan akan kejatuhan Amerika Serikat. Dalam film ini, Morgan Freeman berperan sebagai Ketua DPR atau dalam sistem pemerintahan Amerika Serikat disebut sebagai Mr. Speaker / Speaker of The House of Representative. Dapatkah Anda membaca pesannya? Bahwa sejak 2013, Morgan Freeman dipakai atau berperan sebagai "juru bicara" dari pihak yang berkepentingan (dan sekaligus yang berkuasa) untuk menyampaikan pesan-pesan tersirat yang begitu profetik adanya.
  • Oblivion merupakan film bergenre sci-fi post-apocalyptic yang menggambarkan kehancuran Bumi beserta kehidupan manusianya yang terjadi 60 tahun sebelumnya, film yang memproyeksikan tahun 2077 ini, hendak menyampaikan pesan bahwa akan ada sebuah keadaan yang luar biasa dahsyat dan menyebabkan destruksi secara masif pada tahun 2017 nanti.
  • Thriller action Now You See Me secara eksplisit dan tak terbantahkan mempromosikan Illuminati dan sesuai dengan judulnya, melalui film ini, Iblis mendeklarasikan kehadirannya dengan berbagai tipu muslihat.
  • Kehadiran The Lego Movie merupakan keunikan tersendiri, sekaligus sebuah terobosan karena ini kali pertama sebuah produk mainan diangkat ke layar lebar, sebab biasanya film layar lebarlah yang dibuat menjadi berbagai merchandise mainan. Namun jika kita simak lebih seksama, secara implisit film ini mempromosikan organisasi rahasia Freemasonry (juga Illuminati). Berbagai tokoh yang berperan sebagai master builder atau master mason atau arsitek termasuk tokoh yang disuarakan oleh Morgan Freeman, yakni Vitruvius, seorang penyihir tua yang memperingatkan datangnya bencana yang dapat mengakhiri dunia yang kita kenal (He brings together all the Master builders for a meeting in Cloud Cuckoo Land, in which he tells them that an unstoppable force is coming that could "end the world as we know it").
  • Film Transcendence dirilis secara nasional di Amerika Serikat pada tanggal 18 April 2014 yang bersamaan dengan 18 Nisan 5774, tepat satu hari setelah Yom HaBikkurim atau yang lebih dikenal dengan Hari Raya Buah Sulung (Firstfruits), yang digenapi dengan kebangkitan Kristus dari kematian-Nya dan kemenangan-Nya atas Maut. Dengan demikian, film ini melalui tokoh utamanya, Dr. Will Caster, hendak menyatakan adanya kebangkitan yang lain dari kebangkitan Kristus, yakni kebangkitan Antikristus.
  • Dan yang paling menarik adalah sequel dari Olympus Has Fallen, yakni London Has Fallen yang akan dirilis pada tanggal 2 Oktober 2015. Jika film ini berhasil dirilis, maka jika keadaan mengizinkan, Ratu Elizabeth II telah memecahkan rekor sebagai penguasa British Monarch terlama, melampaui rekor Ratu Victoria (1837 - 1901).
Dengan sekian fakta ini, saya meyakini bahwa mereka memakai film-film yang diperankan oleh aktor Morgan Freeman sebagai "corong" (speaker) untuk menyampaikan pesan akan datangnya rangkaian bencana yang akan menimpa bangsa-bangsa untuk menggenapi semua yang telah dinubuatkan dalam Kitab Wahyu, terutama pasal 17 - 19 mengenai runtuhnya (sistem) Babel Besar yang selama ini diusung oleh Amerika Serikat dan Inggris Raya.

Islamic State of Iraq and Syria = (Goddess) Isis

Awalnya gerakan ekstrim ini bernama Islamic State of Iraq and the Levant, atau disingkat ISIL. The Levant (region) merupakan kumpulan dari beberapa negara yang berbatasan langsung dengan Suriah, yakni Israel, Yordania, Palestina, Libanon, Siprus dan bagian selatan Turki. Namun entah disengaja atau tidak, bagian Levant region tidak lagi disebut, hanya Irak dan Suriah saja. Sehingga ISIL berubah menjadi ISIS, yang akhirnya nama tersebut sama persis dengan nama dewi Isis, pasangan dari dewa Osiris. Apakah ini sebuah kebetulan?

Dewi Isis merupakan dewi bangsa Mesir kuno yang dipercaya menguasai bidang kesehatan, dan rumah tangga. Bersama Osiris, mereka adalah keturunan ke-4 dari dinasti penguasa Mesir kuno dan memiliki seorang anak tunggal bernama Horus (titisan dewa Ra). Yang menarik adalah mahkota dewi Isis berbentuk sebuah takhta. Menurut legenda Mesir kuno, dewi Isis memiliki kuasa kebangkitan dan membangkitkan pasangannya, dewa Osiris, dari kematian setelah tewas dibunuh dewa Set. Dewa Osiris menjadi pelindung para Firaun di alam baka, sedangkan dewa Horus menjadi pelindung para Firaun di alam nyata. 

Sampai di sini saya memiliki kesimpulan bahwa spirit dewi Isis yang termanifestasi melalui gerakan ekstrim organisasi ISIS ini merupakan sebuah "karpet merah" bagi kehadiran pemerintahan Antikristus pada Masa Tribulasi Besar nanti. Bukankah lambang All Seeing Eye selama ini juga dikenal sebagai Eye of Horus, yang adalah anak tunggal pasangan Osiris & Isis?


Yang lebih menarik lagi, kemunculan perdana film Lucy pada tanggal 25 Juli 2014 lalu, waktunya hampir bersamaan dengan organisasi ISIS menghancurkan makam Nabi Yunus di kota Mosul. Penghancuran makam Nabi Yunus ini tidak saja melukai kalangan Yahudi dan Kristen saja, namun juga kalangan Islam, sebab Nabi Yunus pun dianggap salah satu nabi di dalam Islam. Pada poin ini, bagi saya semakin jelaslah bahwa organisasi ISIS memang alat yang dipakai untuk melancarkan jalan Antikristus berkuasa dan menggunakan agama Islam sebagai pembenaran atas semua tindakan mereka. Makam Nabi Yunus berbicara tentang Tanda Yunus yang erat kaitannya dengan Kristus sendiri. Dengan dihancurkannya makam Nabi Yunus ini pada saat yang hampir bersamaan dengan peluncuran perdana film Lucy, sungguh nyata pesan dari pihak musuh (Antikristus) bahwa mereka hendak menegakkan pemerintahan tandingan untuk menentang Kerajaan Kristus di Tahun Pemerintahan Tuhan ini.

Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.