Labels

Showing posts with label Finish Strong. Show all posts
Showing posts with label Finish Strong. Show all posts

Thursday, May 31, 2012

Yang Semakin Ekstrim

"Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita." - Roma 8:17-18

Di Antara Keputusasaan Dan Penasaran Yang Semakin Ekstrim

Begitulah yang saya rasakan beberapa minggu ini. Keputusasaan datang karena penderitaan zaman ini memang semakin berat, baik yang saya rasakan secara pribadi maupun saudara-saudari yang lainnya. Karena sesungguhnya yang kita hadapi bukan lagi serangan Iblis, melainkan tuntutan Iblis (serangan atas dasar legalitas hukum roh dan kehidupan). Karena sebentar lagi semua janji Tuhan akan digenapi melalui anak-anak-Nya yang adalah ahli waris, sama ketika Iblis menuntut Simon Petrus setelah Tuhan hendak berbagi kekuasaan dengannya, "Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku, bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." - Lukas 22:29-32.

Sederhananya Iblis hendak berkata, "Tuhan, Engkau menjadikan anak-anak-Mu yang begitu lemah ini sebagai para penguasa dan penakluk dunia, namun selama aku masih lebih baik daripada mereka, maka aku menuntut pembatalan atas pelantikan mereka menjadi ahli waris-Mu. Sebab Engkau telah melempar aku karena kesalahanku, aku juga menuntut hal yang sama atas kesalahan yang sama yang mereka lakukan." Lucifer, sebelum jatuh adalah divine connection terbaik bagi Allah. Namun setelah ia jatuh, Allah memilih manusia yang serupa dan segambar dengan-Nya untuk menjadi divine connection partner yang baru menggantikan Lucifer yang akhirnya menjadi Iblis.

"Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah." - Roma 8:19-21

Di sisi lain ada rasa penasaran yang datang dari Roh Tuhan. Penasaran ingin melihat, menikmati dan terlibat dalam saat anak-anak Allah dinyatakan, saat yang paling dinantikan & sangat dirindukan oleh seluruh makhluk. Rasa penasaran ini adalah pengharapan akan kemerdekaan yang dijanjikan-Nya. Rasa penasaran ini yang membuat kita bertahan, semakin menguatkan hati kita dan semakin mendekatkan diri kita kepada-Nya. Peliharalah rasa penasaran itu, jika memungkinkan perbesarlah rasa itu supaya keputusasaan kita semakin tak terasa.

Finish Strong, Finish Extreme

Untuk memasuki tanah perjanjian, Tuhan menguatkan Yosua sebanyak empat kali dalam satu kali perbincangan, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. ... Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati ... Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." - Yosua 1:6-9. Tanah perjanjian adalah perkara warisan dan pusaka. Namun yang kita harapkan sesungguhnya lebih besar dan lebih mulia daripada tanah perjanjian Israel. Jadi Roh Tuhan akan jauh lebih banyak menguatkan kita daripada menguatkan Yosua dan percayalah bahwa anugerah-Nya SELALU CUKUP.

Paulus yang mencapai garis akhir dengan kuat berkeyakinan bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita - Roma 8:38-39. Inilah keyakinan yang harus kita miliki untuk finish strong maupun finish extreme sampai segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kita, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi (Yosua 21:45).

Jadi sekarang sadarilah bahwa penderitaan yang kita alami adalah tuntutan Iblis sekaligus usahanya untuk mengalihkan fokus kita sehingga ego kitalah yang tertuju bukan lagi kehendak Tuhan. Caranya bisa apa saja sampai kita diadu domba dengan Tuhan, kecewa dan bahkan menolak Dia. Waspada dan teruslah berjaga-jaga.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Wednesday, February 29, 2012

Elia - Hamba Yang Tidak Mencapai Garis Akhir Dengan Kuat Vol. 2

"Maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: 'Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu.' Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: 'Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.'" - 1 Raja-Raja 19:2-4

Elia baru saja menang mutlak atas 450 nabi Baal dan dengan fenomenal sikap imannya menyebabkan hujan lebat turun atas tanah Israel setelah 3,5 tahun tidak pernah turun hujan. Bahkan dengan kuasa Tuhan yang begitu perkasa, Elia dengan berjalan kaki mampu mendahului Ahab yang naik kereta kuda saat menuju Yizreel. Namun mengapa hanya dengan ancaman seorang Izebel maka Elia yang kelihatan hebat malah menjadi begitu ketakutan hingga mau menyelamatkan nyawanya?

Coba renungkan jika Anda adalah Elia saat itu, yang telah melakukan peperangan rohani di suatu kota dan menang besar. Namun setelah itu pemerintah daerah setempat malah memburu Anda bahkan hendak menghabisi dan membunuh Anda. Bagaimana Anda menyikapinya?

Setidaknya ada 3 kali Allah menolong dan menguatkan Elia yang menjadi lemah saat itu:
  • Pertama, Ia memberi makan dan minum sampai dua kali (jadi Elia dapat porsi ganda): "Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: 'Bangunlah, makanlah!' ... Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula. Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: 'Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu.' Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb." - 1 Raja-Raja 19:5-8
  • Kedua, Allah mengujinya dengan bertanya, "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" Dan pertanyaan itu dijawab dengan salah, "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku." Salahnya adalah Elia menjadi lengah, terfokus kepada masalah sehingga tidak mampu mempercayai anugerah Tuhan.
  • Ketiga, Allah membantu memberi petunjuk dengan angin yang besar, gunung yang terbelah, gempa yang dahsyat, api dan terakhir angin sepoi-sepoi basa. Tidak ada Allah di dalam semuanya itu KECUALI dalam angin sepoi-sepoi basa itu karena setelah angin itu berhembus Elia takut memandang Allah dengan menyelubungi wajahnya. Dari 5 fenomena itu, Tuhan seperti hendak berkata kepada Elia, "Tenanglah, Aku menyertaimu. Jangan takut, engkau tidak sendiri." Dan kenyataannya masih ada 7,000 orang Israel yang tidak ikut menyembah Baal (ayat 18), jadi bukan Elia sendirian.
  • Keempat, untuk kedua kalinya Allah menguji dengan pertanyaan yang sama setelah diberi petunjuk sebelumnya, "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" dan parahnya Elia tetap tidak "waras," terlalu terpaku dengan dirinya sendiri dengan menjawab Allah dengan jawaban yang sama.
Akhirnya Tuhan tidak bisa memakai Elia lebih lanjut. Elia sudah dianggap malfunction untuk meneruskan rencana Allah yang berikutnya. Bahkan ia disuruh kembali, alih-alih melanjutkan hingga ke garis akhirnya, "Firman TUHAN kepadanya: 'Pergilah, kembalilah ke jalanmu, ...'" - ayat 15a. Terakhir Elia hanya diberi beberapa tugas "kecil" untuk mengurapi beberapa calon raja dan memilih penerusnya guna menuntaskan apa yang telah Tuhan rencanakan untuk menjadi bagiannya, yaitu Hazael, Yehu dan Elisa. Jatah Elia sangat besar hingga Tuhan harus memilih 3 orang untuk menggantikan Elia seorang, "Maka siapa yang terluput dari pedang Hazael akan dibunuh oleh Yehu; dan siapa yang terluput dari pedang Yehu akan dibunuh oleh Elisa." - ayat 17.

Arti nama-nama mereka adalah - Hazael artinya dia yang memandang kepada Allah; Yehu artinya Dialah Jehovah; dan Elisa artinya Allah adalah keselamatan. Tiga hal inilah yang hilang dari Elia, bahwa ia tidak lagi memandang kepada Allah, ia lupa bahwa Allah adalah Jehovah bahkan ia lupa Allah adalah sumber keselamatannya. Dapatkah kita memahami sekarang? Bahwa sia-sialah keselamatan yang kita terima jika kita tidak mengerjakannya dan jika kita mengerjakannya maka kerjakanlah terus hingga mencapai garis akhir yang Tuhan tetapkan. Jangan sisakan tugas, teruslah mengutamakan didikan Tuhan di atas segalanya, karena betapa Ia mengasihi orang-orang yang rela dididik oleh-Nya.

2012 masih ada 10 bulan lagi, dan masih banyak perkara dan kejutan bagi Gereja dan dunia maka "Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata." - Ibrani 12:14-17.

Elia - Hamba Yang Tidak Mencapai Garis Akhir Dengan Kuat Vol. 1

4 Perkara Utama Kekristenan

"Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah." - Kisah Para Rasul 20:24

"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." - 2 Timotius 4:7

Ketika seseorang telah memutuskan untuk menjadi pengikut Kristus, maka secara otomatis orang tersebut memiliki jaminan keselamatan supaya ia bisa masuk ke dalam Sorga. Namun jaminan keselamatan itu bukan sesuatu yang dianugerahkan tanpa suatu tujuan. Karena selain perkara keselamatan, masih ada perkara TUGAS & PERTANDINGAN yang diwajibkan bagi kita semua untuk diselesaikan sampai garis akhir dengan kuat. Jadi tidak mungkin Allah memberikan Anak-Nya Yang Tunggal hanya supaya kita bisa masuk Sorga tanpa kita menyelesaikan bagian kita, seperti yang telah difirmankan-Nya, "Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat." - 1 Petrus 1:18-19. Jadi jaminan keselamatan juga berkenaan dengan kehidupan saat ini di bumi selain kehidupan saat nanti di Sorga.

Tapi berapa banyak orang Kristen di dunia yang hidup ala kadarnya? Mengaku percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat, hidup sebaik mungkin, berusaha sebisa mungkin tidak berbuat dosa, pergi sebisa mungkin tiap Minggu ke gereja, selebihnya berpikir dan memandang segala sesuatunya sama dengan cara dunia ini bekerja.

Tidak pernah mengerti bahwa paket keselamatan yang diterimanya itu, selain ada hak yang besar juga ada kewajiban dan tanggung jawab yang tidak sepele. Tidak pernah mengenal hati Tuhan. Tidak pernah mengejar kerinduan-Nya. Bahkan sekalipun beroleh keselamatan, tapi masih tidak tahu apa rencana Tuhan baginya di bumi.

Mencapai Garis Akhir Dengan Kuat

Beberapa orang ada yang mengerti akan tugas dan tanggung jawabnya dan dikerjakan untuk sekian waktu, namun tidak tuntas. Mereka mengerjakannya dengan mentalitas kompromi sedangkan Tuhan menuntut totalitas yang tanpa kompromi. Mereka mau berkat, mau jadi berkat tapi tidak mau menderita sama seperti Kristus menderita. Bagi mereka, yang penting "Tuhan mengerti keadaan saya" bukannya mencari dan mengerjakan kehendak-Nya yang sempurna. Jadi Tuhan yang harus menyesuaikan dengan mereka, bukannya meminta anugerah-Nya supaya bisa mengikuti ke mana pun Tuhan kehendaki. Biasanya ini golongan para pendeta, aktivis gereja, kelompok paduan suara, dan sejenisnya. Akan lebih konyol lagi ketika mereka berpulang ke Rumah Bapa, maka obituari mereka yang biasa dimuat di koran-koran dibubuhi kalimat dari Firman di Kitab 2 Timotius 4:7, padahal belum tentu jatah yang sudah Tuhan rencanakan dalam hidupnya telah diselesaikan semuanya. 

Mencapai garis akhir tidak selalu identik dengan mencapai garis kematian. Karena saat Rasul Paulus mencapai garis akhir, beliau masih hidup dan masih menuliskan surat kepada Timotius walau tidak lama setelah itu ia wafat sebagai martir. Dan hebatnya, ia mencapai garis akhir tersebut dengan kuat karena imannya tidak rontok mainkan terpelihara dengan baik. Karena jika di garis akhir kita lemah, maka sia-sialah semua yang telah dikerjakan, "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." - Galatia 6:9. Tetap menjadi kuat supaya apa yang telah ditabur dapat dituai sebanyak-banyaknya. Bukankah karena pekerjaan, perjuangan dan pengorbanannya maka penyebaran Injil menjadi sedemikian dahsyat hingga ke bangsa-bangsa asing pada saat itu?

Rasul Paulus adalah teladan yang sempurna selain Tuhan Yesus:
  • Ia menerima keselamatan melalui perjumpaan dengan-Nya. (Get Salvation)
  • Ia mengerjakan keselamatannya dan melakukan tugas dan bertanding dengan baik. (Work The Salvation)
  • Ia memenangkan pertandingan dan mencapai garis akhir. (Finish)
  • Ia mencapainya dengan kuat dengan tetap terpelihara imannya. (Finish Strong)
Jadi Anugerah Kristus adalah paket lengkap yang terdiri dari 4 bagian yaitu Keselamatan, Tugas & Pertandingan, Pencapaian Garis Akhir dan Didapati Kuat Di Garis Akhir. Kita tidak bisa mengabaikan satupun di antara keempatnya. Apalagi hanya mau mengambil keselamatan namun menolak tiga lainnya, sebab itu sama saja menolak semuanya. Dan akhirnya tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Sekarang, bagaimana dengan Elia? Ia beriman, bergaul karib dengan Allah, melakukan perkara besar dengan mengalahkan 450 nabi Baal, bahkan terangkat ke Sorga (tidak mengalami kematian jasmani). Namun sesungguhnya Elia tidak menuntaskan tugasnya.

Bersambung ...

Wednesday, November 30, 2011

Jurnal SHRK 12.2011 - Hari ke-3

"Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia. Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: 'Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.'" - Yunus 4:1-2

Nabi Yunus yang sedemikian bebal sesungguhnya mengenali karakter Tuhan dengan cukup baik. Ia tahu bahwa rancangan malapetaka yang sudah Tuhan buat bagi Niniwe bukan perkara mutlak. Artinya rancangan tersebut dapat batal jika Niniwe bertobat. Sementara Yunus sebagai rakyat Israel amat membenci warga Niniwe karena antara bangsa Israel dengan bangsa Asyur memiliki sejarah yang buruk. Namun maksud Tuhan memang berbeda dengan maksud Yunus dan buruknya Yunus tidak mempedulikan niat Tuhan melainkan mencoba untuk memanfaatkan kesempatan untuk memenuhi dendam pribadinya dengan segenap kekuatannya.

Selain Yunus, kali ini kita akan belajar lagi dari dua pribadi lainnya yang (hampir) tidak mencapai takdirnya:

1. Kisah Para Rasul 4:33-5:5. Dikisahkan seorang bernama Yusuf - yang disebut Barnabas - menjual ladang miliknya dan membawa semua hasilnya ke bawah kaki para rasul. Akibat perbuatannya ini, nama Barnabas menjadi terkenal serta memperoleh pujian dari banyak orang. Barnabas pun akhirnya juga menjadi salah satu rasul. TETAPI seorang lain yang bernama Ananias melihat hal itu dan menginginkan akibat yang dialami oleh Barnabas. Ananias juga ingin menjadi terkenal dan dipuji, namun ia bersepakat dengan istrinya untuk mewujudkan hal itu dengan tipuan. Akibatnya tentu tidak seperti yang dibayangkannya. Dengan kisah ini, orang percaya diharapkan sesadar-sadarnya menyadari bahwa kita semua bukan berhadapan manusia yang fana, melainkan dengan Allah yang hidup. Ananias benar-benar putus nyawa dan tidak dapat merampungkan destiny dengan cara yang amat konyol.

2. Kisah Para Rasul 8:18-24. Simon, seorang mantan penyihir di kotanya, yang sebelumnya memiliki banyak pengikut, setelah bertobat maka ia menjadi seorang pengikut Kristus. Namun kedagingannya masih belum tertanggulangi. Ini dibuktikan ketika ia melihat para rasul mendemonstrasikan kuasa Roh Kudus, maka bangkitlah egonya untuk kembali menginginkan pujian dan sorotan banyak orang seperti yang dulu pernah dinikmatinya dengan mencoba menukarkan sesuatu yang ilahi dan kudus dengan sejumlah uang. Niat jahatnya segera diketahui oleh Petrus dan Simon mendapat teguran yang amat keras karena kepahitan telah meracuni hatinya. Petrus memperingatkan Simon bahwa ia bahkan bisa kehilangan bagian (destiny) yang Tuhan sediakan, jika Simon tidak segera bertobat. Bersyukur Simon segera merespon dengan benar.

Masih ada satu bulan terakhir untuk mempersiapkan diri kita sebaik-baiknya memasuki tahun 2012, masa puncak segala sesuatunya. Belajar untuk semakin tahu diri dan mencintai didikan Tuhan lebih daripada apapun juga. Mengejar hati-Nya lebih daripada berkat apapun yang tersedia. Mengingini Pribadi-Nya lebih daripada perkara apapun yang bisa terjadi. Dan kita akan menjadi semakin kuat di garis akhir bersama dengan Roh-Nya yang amat berharga. Finish Strong!

Tuesday, November 29, 2011

Jurnal SHRK 12.2011 - Hari ke-1

"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." - Galatia 6:9

Betapa pentingnya untuk Finish Strong! Betapa pentingnya untuk tidak menjadi lemah, apalagi menjelang garis akhir dan memasuki masa yang baru. Karena tuaian hanya dapat dilakukan saat kita tetap kuat. Dalam perjalanan iman kita, visi yang kita dapatkan akan melalui sebuah tahap dimana visi tersebut akan kelihatan mati, akan kelihatan mustahil untuk terwujud karena keadaan yang terjadi saat ini. Namun saat kita memilih untuk tidak menjadi lemah dan tetap kuat di dalam Tuhan, pada saatnya apa yang kelihatan sudah mati pasti akan dihidupkan kembali.

Dan untuk mencapai garis akhir dengan kuat, setiap orang percaya harus menyadari sebuah muslihat yang bahkan menyebabkan Lucifer, yang awalnya adalah seorang malaikat yang demikian indah dan ajaib berubah menjadi iblis yang demikian mengerikan.

Simaklah kisah di Kitab Bilangan pasal 25. Dikisahkan bahwa bangsa Israel jatuh dalam perzinahan dengan perempuan-perempuan Moab dan berpasangan dengan Baal-Peor di Sitim. Karena dosa besar itu, murka Tuhan bangkit dan mengakibatkan dua puluh empat ribu nyawa melayang. Ada pun "tersangka" utama yang akhirnya dihukum ialah Zimri bin Salu - pemimpin salah satu puak orang Simeon dan Kozbi binti Zur - putri seorang kepala puak di Midian. Ada pun arti nama-nama tersebut: Baal - master atau tuan; Peor - gap atau celah; Zimri - make music atau sanjungan; Salu - value atau nilai yang berbobot dan Kozby - palsu, penipuan dan penyesatan.

Zimri bin Salu adalah gambaran orang percaya yang memulai dengan baik. Gambaran orang percaya yang menyanjung / menyembah Tuhan dengan suatu nilai yang berbobot. Namun di tengah perjalanan imannya, ia disesatkan oleh hatinya sendiri dan pada akhirnya penyembahan yang dilakukan menjadi menyimpang dan menimbulkan celah untuk jatuh dan menjadi lemah. Orang percaya tidak boleh membiarkan hayatnya yang kudus menjadi bocor dan jatuh dalam penyesatan sehingga melemahkan kehidupannya. Bukankah yang Tuhan kehendaki adalah kita semua menuai pada waktunya?

Apa yang Tuhan kehendaki di detik-detik terakhir adalah bahwa anak-anak-Nya tetap setia dan kuat, tidak menjadi kecewa dan lemah dalam pertandingan iman ini dengan tidak jemu-jemu melakukan apa yang menjadi bagian dan tanggung jawabnya masing-masing. Tuhan menyertai kita semua BUKAN untuk meniadakan pertandingan yang sedang berlangsung atau menggantikan diri kita sehingga kita berhenti bertanding. Namun penyertaan-Nya untuk menguatkan kita sekalipun dalam kelemahan kita tidak undur dari persekutuan dalam kematian-Nya sehingga kita memperoleh bagian dalam kebangkitan-Nya.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.