Labels

Showing posts with label Gereja. Show all posts
Showing posts with label Gereja. Show all posts

Wednesday, September 26, 2018

Kuasa Untuk Mempercepat Kedatangan Tuhan Yang Kedua

"Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. 

"Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya." - 2 Petrus 3:10-12

Sesungguhnya kita sebagai Gereja bukan saja pasif menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kalinya, melainkan juga memiliki kuasa untuk mempercepat agar hal itu sungguh terjadi. Sayangnya tidak banyak yang mengetahui tentang hal ini. 

Hal menarik lainnya adalah bahwa orang yang mendapatkan pewahyuan tentang hal ini adalah Rasul Petrus, yang kepadanya Tuhan berikan kunci Kerajaan Sorga sehingga bisa mengikat dan melepas apa saja baik di Bumi maupun di Sorga. 

Pewahyuan yang diterima Rasul Petrus tersebut diteguhkan oleh Rasul Yohanes ketika melihat Perang Bintang yang tertulis dalam Wahyu 12,

"Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: 

"'Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

"'Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.'" - Wahyu 12:7-12

Dari sisi Petrus, diwahyukan bahwa langit (dalam hal ini adalah langit ke-2 tempat Iblis dan kerajaannya berada) akan lenyap dalam gemuruh yang dahsyat, dan di saat yang sama, Bumi dan segala yang di atasnya akan lenyap. Sedangkan dari sisi Yohanes, ia melihat Sorga bersukacita ketika Naga Merah dan kerajaannya dijatuhkan, namun Bumi ada dalam malapetaka yang dahsyat. 

Namun kejadian yang disaksikan Yohanes, tidak semata-mata karena Mikhael dan pasukan malaikatnya saja. Justru Mikhael bisa melakukan itu karena dua hal, yakni kuasa Darah Anak Domba dan kuasa darah para martir. Dan kedatangan Hari TUHAN beserta penghakiman-Nya diawali dengan jatuhnya Naga Merah dan kerajaannya.

Jadi yang memiliki kuasa untuk mempercepat kedatangan Tuhan kembali adalah jumlah atau kuota tertentu dari orang-orang pilihan yang telah ditentukan untuk tidak menyayangkan nyawa mereka, sama seperti Kristus taat kepada kehendak Bapa hingga mati di kayu salib.

Percepatan Itu Adalah Masa Tribulasi Besar

Sekarang mari renungkan perkataan Yesus berikut ini,

"Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat (great tribulation) seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat." - Matius 24:21-22

Masa Tribulasi Besar adalah sebuah masa yang cepat dan singkat, hanya 1260 hari saja. Namun pada jangka 3,5 tahun itu akan dihasilkan para martir jauh lebih banyak dan / atau lebih cepat daripada Zaman Gereja selama 2.000 tahun ini. Dan sesungguhnya percepatan itu adalah Masa Aniaya Dahsyat tersebut.

Masa Tribulasi Besar yang mengerikan bagi mereka yang tidak bersiap, sesungguhnya akan menjadi ajang pesta iman terbesar dan terakbar yang pernah ada dalam sejarah dunia maupun sejarah Gereja. Mengapa? Karena Iblis akan mengalami kekalahan besar untuk kedua kalinya sejak Yesus Kristus melucuti kuasanya. 

"Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." - Yohanes 16:33

"Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?" - 1 Yohanes 5:3-5

Setelah Masa Tribulasi Besar genap, dan penghakiman Allah tuntas, maka kuasa Naga Merah beserta pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap ini dan roh-roh jahat di udara akan segera digantikan oleh para martir yang menolak menyembah Antikristus dan tanda nama binatangnya, sehingga para martir ikut memerintah bersama-sama dengan Kristus mulai dari Kerajaan Millenium hingga kekekalan nanti (Wahyu 20:4-6).

Tanpa adanya Masa Aniaya Dahsyat ini, tidak akan terjadi pergantian zaman yang telah dinubuatkan, dan tidak akan ada peralihan kekuasaan dari Iblis kepada Gereja secara total. Di masa itu, sekalipun nyawa kita maupun nyawa keluarga kita yang menjadi bayarannya, namun kita bisa menyeringai dan tersenyum puas penuh kemenangan terhadap Sang Pecundang, Antikristus, sambil berkata, 

"Hai binatang! Waktumu sudah singkat, nasibmu telah ditentukan, dan hari-harimu hanya tersisa kurang dari 1.260. Nyawaku telah tak sabar menggantikan kedudukanmu untuk aku berkuasa bagi Kristus Yesus Rajaku!"

Bukankah Tuhan Yesus telah menubuatkannya, "Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah." - Matius 10:18

Masa yang akbar itu sedang datang, dan akan segera tiba. Yes, winter has come!

Valar Morghulis! Valar Dohaeris!

Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.

Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

Tuesday, August 28, 2018

Spirit Yerobeam Dalam Perpolitikan

Latar Belakang

Di penghujung pemerintahannya, Salomo melanggar perjanjiannya dengan Tuhan dengan hawa nafsunya dan menyebabkan dia dan rakyatnya jatuh dalam penyembahan berhala. Atas pelanggarannya, Tuhan membangkitkan seorang pemimpin lain bernama Yerobeam, dan menyerahkan 10 dari 12 suku Israel untuk memisahkan diri dari kerajaan Yehuda di selatan Israel dan menjadi kerajaan Israel di utara Israel. (Selengkapnya dapat dibaca dari 1 Raja-Raja 11-12).

Nama Yerobeam berarti perlawanan rakyat (the people will contend). Dan sesungguhnya Tuhan sendirilah yang mengangkat Yerobeam dan memberinya kuasa untuk memerintah atas seluruh Israel (utara),

"Maka engkau ini akan Kuambil, supaya engkau memerintah atas segala yang dikehendaki hatimu dan menjadi raja atas Israel. Dan jika engkau mendengarkan segala yang Kuperintahkan kepadamu dan hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan apa yang benar di mata-Ku dengan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku seperti yang telah dilakukan oleh hamba-Ku Daud, maka Aku akan menyertai engkau dan Aku akan membangunkan bagimu suatu keluarga yang teguh seperti yang Kubangunkan bagi Daud, dan Aku akan memberikan orang Israel kepadamu. Dan untuk itu Aku akan merendahkan keturunan Daud, tetapi bukan untuk selamanya." - 1 Raja-Raja 11:37-39

Jadi Yerobeam diangkat untuk menjadi penyeimbang (check and balance) sekaligus menjadi alat didikan bagi keturunan Daud dan hal itu tidak untuk selamanya, karena pada waktunya Tuhan berencana menyatukan kembali kerajaan Israel. Dalam dunia perpolitikan modern, Yerobeam adalah semacam oposisi bagi keluarga Daud, penguasa yang ditetapkan Tuhan melalui perjanjian kekal. 

Dengan demikian, sekalipun Yerobeam adalah mayoritas dengan jumlah 10 suku dan wilayah kekuasaan yang lebih luas, namun statusnya adalah oposisi bagi kerajaan Yehuda yang hanya 2,5 suku di selatan Israel.

Kepada Yerobeam pun Tuhan menetapkan janji dan syarat, yakni untuk Yerobeam berlaku benar sesuai dengan apa yang telah Tuhan tetapkan dan perintahkan sehingga keluarga Yerobeam akan memperoleh kedudukan yang sama teguhnya dengan kedudukan keluarga Daud.

Going Astray

Sayangnya apa yang diharapkan dari Yerobeam sama sekali bertolak belakang. Yerobeam melakukan hal yang jauh lebih mengerikan daripada apa yang dilanggar Salomo. Ia membuat dua patung lembu emas, mendirikan kuil-kuil berhala dan menetapkan hari keagamaan yang asing bagi seluruh rakyatnya. 

Apa yang menyebabkan Yerobeam nekad melakukan kegilaan itu? Karena ia takut jika suatu saat rakyatnya kembali kepada keluarga Daud dan tidak lagi mau mengakuinya sebagai raja atas Israel. Sebab sekalipun bangsa itu terbelah dua, seluruh rakyat masih beribadah di Bait Suci di Yerusalem sesuai dengan waktu-waktu yang telah ditetapkan Tuhan.

Bahkan ketika seorang nabi dari Yehuda diutus untuk menegur Yerobeam sehingga mezbah berhala terbelah dan tangan Yerobeam menjadi kaku, hal itu pun tidak membuat Yerobeam bertobat dan berbalik kepada Tuhan,

"Sesudah peristiwa inipun Yerobeam tidak berbalik dari kelakuannya yang jahat itu, tetapi mengangkat pula imam-imam dari kalangan rakyat untuk bukit-bukit pengorbanan. Siapa yang mau saja, ditahbiskannya menjadi imam untuk bukit-bukit pengorbanan. Dan tindakan itu menjadi dosa bagi keluarga Yerobeam, sehingga mereka dilenyapkan dan dipunahkan dari muka bumi." - 1 Raja-Raja 13:33-34

Spirit Yerobeam Yang Menghalalkan Segala Cara

Jadi spirit Yerobeam adalah segala upaya jahat untuk bisa memperoleh ataupun mempertahankan kekuasaan, sekalipun usaha itu sesungguhnya melanggar bukan saja norma-norma, tapi juga nilai-nilai yang benar dari berbangsa dan bernegara.

Sebagai contoh yang paling nyata adalah apa yang terjadi di bangsa ini. Melalui gerakan makar #2019gantipresiden dan kumandang nilai-nilai (agama) Khilafah demi bisa mempertahankan ataupun merebut kekuasaan jelas-jelas bertentangan sepenuhnya dengan dasar negara Pancasila dan nilai toleransi serta keberagaman dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Contoh lainnya adalah apa yang terjadi di Amerika Serikat saat ini, yakni cara-cara oposisi di sana, terutama dari kubu partai Demokrat dan sayap kirinya melawan pemerintahan Presiden Trump dengan memperjuangkan nilai-nilai yang salah seperti hak / legalisasi aborsi, legalisasi LGBT, dan sebagainya. Hal-hal itu merupakan nilai-nilai yang bertentangan dengan nilai kekristenan yang menjadi dasar berdirinya negara tersebut.

Bisakah kita bayangkan, betapa sesatnya para pemimpin oposisi itu yang membangun persepsi bahwa Aborsi dianggap sebagai faktor pendukung meningkatnya ekonomi individual di Amerika Serikat? Karena mereka menganggap dengan adanya aborsi maka beban ekonomi masing-masing keluarga menjadi lebih ringan. Padahal peningkatan ekonomi mereka dapat dilakukan dengan berbagai cara lain yang jauh lebih relevan.

Perhatikan polanya, baik itu gerakan makar, isu (agama) Khilafah, hak / legalisasi aborsi, legalisasi LGBT, semua merupakan "dua lembu emas" oposisi yang sesungguhnya bertentangan dengan nilai-nilai sejati dari masing-masing negara, yang terus dihembuskan secara masif oleh pihak-pihak oposisi untuk merebut kekuasaan dengan cara yang mengerikan.

Needing Davids

"Aku akan mengangkat satu orang gembala atas mereka, yang akan menggembalakannya, yaitu Daud, hamba-Ku; dia akan menggembalakan mereka, dan menjadi gembalanya. Dan Aku, TUHAN, akan menjadi Allah mereka serta hamba-Ku Daud menjadi raja di tengah-tengah mereka. Aku, TUHAN, yang mengatakannya." - Yehezkiel 34:23-24

"Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham." - Matius 1:1

Untuk mengimbangi ekses spirit Yerobeam ini, dibutuhkan banyak Daud sebagai pemimpin, yakni orang yang tahu menyikapi kekuasaan dengan benar dan wajar. Semakin banyak Daud dalam sebuah wilayah atau negara, akan semakin besar kesejahteraan dan semakin kokoh keberadaan negara tersebut.

Tuhan tetap menggunakan Daud sebagai standar ideal pemimpin sebuah bangsa atau sebuah kerajaan, termasuk ketika Yerobeam ditunjuk menjadi raja atas Israel utara.  Berikut adalah karakter-karakter seorang Daud:

1. Ia mengenal Tuhan dan perjanjian-Nya, baik terhadap bangsanya maupun terhadap dirinya. Yang diandalkan Daud ketika menghadap Goliat adalah perjanjian Tuhan dengan Abraham dalam sunat. Itu sebabnya di awal pertemuan, Daud menegur Goliat dan bangsanya Filistin sebagai keturunan yang tak bersunat. Sama halnya di Indonesia, bahwa Sumpah Pemuda, Pancasila dan berbagai nilai kebangsaan kita merupakan perjanjian yang sah di mata Tuhan, mulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa hingga Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

2. Ia mendengar dan memahami rakyatnya, kekuasaan yang diperoleh bukanlah kesempatan untuk memuliakan dirinya sendiri, melainkan kehormatan untuk melayani Tuhan dan rakyatnya dengan sebaik-baiknya.

3. Ia tidak represif, bahkan ketika anaknya memberontak dan mengadakan kudeta, Daud memilih menyingkir hingga Tuhan memutuskan siapa yang berhak berkuasa saat itu. Daud tidak pernah menganggap bahwa kekuasaan adalah miliknya, sekalipun ia adalah raja yang diurapi. Ia percaya kepada Tuhan dan ia menyerahkan kekuasaan itu kepada Tuhan sampai Tuhan sendiri yang menentukan apa yang terbaik baginya.

4. Ia tahu dan paham bagaimana mengembalikan dan mentransfer kekuasaan dengan benar, 

"Salomo sekarang duduk di atas takhta kerajaan; juga pegawai-pegawai raja telah datang mengucap selamat kepada tuan kita raja Daud, dengan berkata: Kiranya Allahmu membuat nama Salomo lebih masyhur dari pada namamu dan takhtanya lebih agung dari pada takhtamu. Dan rajapun telah sujud menyembah di atas tempat tidurnya, dan beginilah katanya: Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang pada hari ini telah memberi seorang duduk di atas takhtaku yang aku sendiri masih boleh saksikan." - 1 Raja-Raja 1:46-48

Ketiga hal sebelumnya mungkin banyak yang memiliki, namun hal yang satu ini saya tidak yakin ada dimiliki bahkan oleh seorang pemimpin hebat sekalipun. Daud sujud menyembah kepada Salomo disaksikan oleh para pegawainya. Ini sebuah pernyataan yang murni bahwa kekuasaan hanyalah milik Tuhan, dan kita sekedar dititipkan sampai pada waktunya kita harus menyerahkan kepada yang dikehendaki-Nya.

Tugas Gereja

Saya pikir harus ada cara pandang yang diubah dari kita sebagai Gereja. Bahwa Gereja bukanlah dipanggil untuk berkuasa, melainkan penguasa yang terpanggil untuk memerintah sesuai dengan kehendak Tuhan.

Dan untuk menghasilkan banyak Daud, maka Gereja perlu memerankan dirinya sebagai Samuel, yakni tokoh yang mengenal, mendengar dan memahami Tuhan dan kehendak-Nya, sehingga pada waktunya dibangkitkan para Daud yang menjadi saluran bagi kemuliaan Tuhan dinyatakan atas bangsa ini. Sama seperti Samuel yang lahir dari seorang Hannah yang artinya anugerah, demikian juga Gereja yang lahir karena anugerah dan di zaman anugerah.

Samuel adalah king maker yang menyaksikan bagaimana terpuruknya Israel di bawah kekuasaan keluarga imam Eli yang korup, sekaligus melihat kemuliaan Israel yang akan datang di bawah kekuasaan raja Daud sekalipun saat Daud menjadi raja, Samuel telah tiada.

Samuel tetap berlaku bersih baik di hadapan Tuhan maupun di hadapan rakyat Israel, bahkan sampai kematiannya Samuel tetap tidak menceritakan kejahatan keluarga imam Eli. 

Itu sebabnya Samuel menjadi nabi yang mengurapi dua raja sekaligus dalam masa tugasnya, Saul yang jahat di mata Tuhan dan Daud yang dikenan di hati Tuhan. Begitu juga Gereja memiliki kuasa untuk melahirkan pemimpin entah itu yang benar maupun yang jahat.

Jika Gereja di Indonesia tidak serius dan waspada dalam menyikapi ekses spirit Yerobeam ini, cepat atau lambat penghukuman Tuhan akan menimpa. Selama Gereja berperan sebagai Samuel yang benar, maka akan terus ada Daud dalam setiap masa pemerintahan negeri ini. Namun jika Gereja berlaku korup dan hina baik di hadapan mezbah Tuhan maupun di luar mezbah, maka Yerobeam atau bahkan Nebukadnezar akan dibangkitkan untuk menghakimi.

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Saturday, May 7, 2016

Gereja Tuhan, Kenalilah Takdirmu Seutuhnya

Gereja Tuhan, mari simak beberapa kutipan Firman berikut ini, dan lihat benang merah atas apa yang sudah Tuhan tetapkan untuk takdir (destiny) kita:



1. Ketika Tuhan menciptakan manusia pertama kali, Tuhan bukan sekedar memberi perintah, melainkan juga menyebutkan segala potensi yang ada sebagai gambar dan rupa-Nya.

"Berfirmanlah Allah: 'Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.' Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: 'Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.'" - Kejadian 1:26-28

"Then God said, 'Let Us make man in Our image, according to Our likeness; let them have dominion over the fish of the sea, over the birds of the air, and over the cattle, over all the earth and over every creeping thing that creeps on the earth.' So God created man in His [own] image; in the image of God He created him; male and female He created them. Then God blessed them, and God said to them, 'Be fruitful and multiply; fill the earth and subdue it; have dominion over the fish of the sea, over the birds of the air, and over every living thing that moves on the earth.'" - Genesis 1:26-28 (NKJV)

"God spoke: 'Let us make human beings in our image, make them reflecting our nature So they can be responsible for the fish in the sea, the birds in the air, the cattle, And, yes, Earth itself, and every animal that moves on the face of Earth.' God created human beings; he created them godlike, Reflecting God's nature. He created them male and female. God blessed them: 'Prosper! Reproduce! Fill Earth! Take charge! Be responsible for fish in the sea and birds in the air, for every living thing that moves on the face of Earth.'" - Genesis 1:26-28 (The Message)


2. Ketika Tuhan mendapati puncak kesetiaan Abraham setelah Ishak dipersembahkan total.

"Maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." - Kejadian 22:17-18

"Blessing I will bless you, and multiplying I will multiply your descendants as the stars of the heaven and as the sand which [is] on the seashore; and your descendants shall possess the gate of their enemies. In your seed all the nations of the earth shall be blessed, because you have obeyed My voice." Genesis 22:12-18 (NKJV)

"I'll bless you--oh, how I'll bless you! And I'll make sure that your children flourish--like stars in the sky! like sand on the beaches! And your descendants will defeat their enemies. All nations on Earth will find themselves blessed through your descendants because you obeyed me." - Genesis 22:17-18 (The Message)


3. Ketika Yakub selesai dari "masa padang gurun"-nya dan hendak kembali ke Tanah Perjanjian.

"Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemulah malaikat-malaikat Allah dengan dia. Ketika Yakub melihat mereka, berkatalah ia: 'Ini bala tentara Allah.' Sebab itu dinamainyalah tempat itu Mahanaim. ... sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan." - Kejadian 32:1-2, 10

"So Jacob went on his way, and the angels of God met him. When Jacob saw them, he said, 'This [is] God's camp.' And he called the name of that place Mahanaim. ... 'I am not worthy of the least of all the mercies and of all the truth which You have shown Your servant; for I crossed over this Jordan with my staff, and now I have become two companies (bands).'" - Genesis 32:1-2, 10 (NKJV)

"And Jacob went his way. Angels of God met him. When Jacob saw them he said, 'Oh! God's Camp!' And he named the place Mahanaim (Campground). ... I don't deserve all the love and loyalty you've shown me. When I left here and crossed the Jordan I only had the clothes on my back, and now look at me--two camps!" - Genesis 32:1-2, 10 (The Message)


4. Ketika bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir.

"Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir." - Keluaran 12:41

"And it came to pass at the end of the four hundred and thirty yearson that very same dayit came to pass that all the armies of the LORD went out from the land of Egypt." - Exodus 12:41 (NKJV)

"At the end of the 430 years, to the very day, GOD's entire army left Egypt." - Exodus 12:41 (The Message)


5. Ketika bangsa Israel hendak memasuki dan menduduki Tanah Perjanjian.

"Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini." - Ulangan 8:17-18

"Then you say in your heart, `My power and the might of my hand have gained me this wealth.' And you shall remember the LORD your God, for [it is] He who gives you power to get wealth, that He may establish His covenant which He swore to your fathers, as [it is] this day." - Deuteronomy 8:17-18 (NKJV)

"If you start thinking to yourselves, "I did all this. And all by myself. I'm rich. It's all mine!"-- well, think again. Remember that GOD, your God, gave you the strength to produce all this wealth so as to confirm the covenant that he promised to your ancestors--as it is today." - Deuteronomy 8:17-18 (The Message)


6. Ketika Tuhan memberikan Amanat Agung di Awal Zaman Gereja.

"Yesus mendekati mereka dan berkata: 'Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa (otoritas) di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.'" - Matius 28:18-20

"And Jesus came and spoke to them, saying, 'All authority has been given to Me in heaven and on earth. Go therefore and make disciples of all the nations, baptizing them in the name of the Father and of the Son and of the Holy Spirit, teaching them to observe all things that I have commanded you; and lo, I am with you always, [even] to the end of the age.'" - Matthew 28:18-20 (NKJV)

"Jesus, undeterred, went right ahead and gave his charge: 'God authorized and commanded me to commission you: Go out and train everyone you meet, far and near, in this way of life, marking them by baptism in the threefold name: Father, Son, and Holy Spirit. Then instruct them in the practice of all I have commanded you. I'll be with you as you do this, day after day after day, right up to the end of the age.'" - Matthew 28:18-20 (The Message)

"Lalu Ia berkata kepada mereka: 'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.'" - Markus 16:15-18

"And He said to them, 'Go into all the world and preach the gospel to every creature. He who believes and is baptized will be saved; but he who does not believe will be condemned. And these signs will follow those who believe: In My name they will cast out demons; they will speak with new tongues; they will take up serpents; and if they drink anything deadly, it will by no means hurt them; they will lay hands on the sick, and they will recover.'" - Mark 16:15-18 (NKJV)

"Then he said, 'Go into the world. Go everywhere and announce the Message of God's good news to one and all. Whoever believes and is baptized is saved; whoever refuses to believe is damned. These are some of the signs that will accompany believers: They will throw out demons in my name, they will speak in new tongues, they will take snakes in their hands, they will drink poison and not be hurt, they will lay hands on the sick and make them well.'" - Mark 16:15-18 (The Message)


7. Ketika Tuhan menjanjikan upah bagi Gereja yang menang di Akhir Zaman Gereja.

"Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya." - Wahyu 3:21

"To him who overcomes I will grant to sit with Me on My throne, as I also overcame and sat down with My Father on His throne." - Revelation 3:21 (NKJV)

"Conquerors will sit alongside me at the head table, just as I, having conquered, took the place of honor at the side of my Father. That's my gift to the conquerors!" - Revelation 3:21 (The Message)

Apa benang merah yang dapat kita lihat dari sederet Firman-Nya di atas? Siapakah Gereja Tuhan yang sesungguhnya? Seberapa besar kuasa, kekayaan dan kemuliaan yang dipercayakan Tuhan kepada kita? Dan ketahuilah bahwa sejak awal penciptaan hingga akhir dari Akhir Zaman, semuanya itu diberikan hanya karena Firman yang dijanjikan (COVENANT).

Wednesday, August 1, 2012

Gereja Yang Memerintah, Gereja Yang Berdoa: Jokowi, Jakarta & 2013

"Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu." - Efesus 6:11-13

Belum lama saya menghadiri sebuah persekutuan doa di sebuah rumah jemaat dan pembicaranya adalah seorang nabi dari Afrika yang bernubuat mengenai berbagai hal, salah satunya mengenai Jakarta dan Indonesia. Nabi tersebut berkata bahwa anak-anak-Nya akan mengalami berbagai terobosan terutama dalam hal keuangan, Gereja Tuhan akan mengalami berbagai promosi dan multiplikasi, namun di sisi lain secara bersamaan juga akan datang masa-masa yang lebih sulit karena penganiayaan datang terutama dari kaum ekstrimis. Bahkan disebutkan mulai Oktober 2012 ini penganiayaan mulai terjadi, aktivitas terorisme, kerusuhan dan pertikaian dan sebagainya akan bermunculan lagi.

Jakarta, Kemenangan Jokowi & Gereja Tuhan

Mayoritas warga Jakarta menghendaki adanya perubahan dan Tuhan menyambutnya dengan memberikan kemenangan seorang pemimpin yang telah terbukti dan semakin dipercaya untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta yaitu Joko Widodo dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Namun terpilihnya mereka berdua bukan berarti masalah telah beres atau pasti akan beres sesuai dengan yang kita kehendaki. Kita mesti memahami bahwa sebuah perubahan terjadi bukan sekedar menyangkut diri kita saja, namun juga berdampak bagi pihak yang selama ini menangguk keuntungan besar sebelum perubahan itu akan terjadi. Akan ada pihak-pihak yang akan kehilangan keuntungan tersebut dan sekaligus berpotensi melakukan "pembalasan" atas hilangnya keuntungan mereka selama ini. 

Pihak musuh mencoba menghembuskan isu perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan, ini adalah roh pemecah belah! Dan isu-isu ini akan terus dikembangkan sekalipun Pilkada DKI Jakarta telah usai nanti. Apalagi ini adalah Jakarta, yang merupakan daerah prioritas utama dan secara politik hanya satu tingkat di bawah kegiatan politik tingkat nasional. Karena apapun yang terjadi di Jakarta memiliki dampak terbesar kepada seluruh Indonesia dibanding daerah lainnya.

Inilah saatnya Gereja Tuhan untuk menyandang pedang, namun peperangan kita bukan melawan darah dan daging, bukan manusia-manusia secara fisik. Kemenangan dan kepemimpinan pemerintahan ini harus dikawal ketat sejak sekarang dalam doa & syafaat kita. Sadarilah peperangan rohani itu nyata, dan lawan kita adalah roh-roh penguasa jahat di udara. Untuk inilah Gereja menyandang pedang yang berbeda namun dampaknya lebih nyata dan lebih berkuasa. Karena sementara pemerintah-pemerintah di dunia menyandang pedang dan berkuasa secara natural, Gereja menyandang pedang dan berkuasa secara supranatural. Dan kuasa supranatural Gereja yang berjalan dalam kehendak Kristus inilah yang dikehendaki Tuhan untuk berkuasa menentukan segala sesuatunya alih-alih mengandalkan kuasa yang hanya natural itu.

Bahkan akhir Juni lalu di Semarang, Tuhan secara spesifik telah berpesan untuk mempersiapkan pengobatan murah dan pengobatan gratis untuk membantu saudara-saudara kita sekaligus menghadapi berbagai goncangan yang dimaksud. Sekali lagi sadarilah bahwa kepemimpinan pemerintahan siapapun, Gereja wajib mengawalnya dan BUKAN melepaskan tanggung jawab hanya kepada pundak pemerintah saja.

Gereja dipanggil bukan hanya untuk menyembah namun juga memerintah dan berdaulat dalam roh dan kebenaran.

Thursday, March 15, 2012

Gereja Penerang Dunia

"Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." - Matius 5:14-16

Jadi dunia itu gelap, sedangkan Gereja itu terangnya dunia. Dunia tanpa Gereja berarti dunia akan terus dalam kegelapan. Tapi apa jadinya jika dunia yang terus mengalami kemajuan dalam berbagai bidang sedangkan Gereja stagnan dengan cara pandangnya sendiri? Dunia terus maju dalam kegelapan dan Gereja tidak mampu mengimbangi dengan terangnya. Itu sebabnya selalu ada bagian gelap di dunia ini, karena ada saja Gereja yang tidak mampu menerangi dunianya.

Berikut ini adalah video singkat mengenai pergeseran dan kemajuan dunia, terutama dalam bidang komunikasi dan broadcasting, dan kita sebagai Gereja diharap meresponi kemajuan ini dengan semakin bijaksana lagi, supaya dunia semakin terang, bukan semakin gelap.



Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Monday, March 5, 2012

Gereja Yang Memerintah, Gereja Yang Berdoa Vol. 2

Raja Saul dan Adolf Hitler

"Waktu mereka berkata: 'Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami,' perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN. TUHAN berfirman kepada Samuel: 'Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka." - 1 Samuel 8:6-8

"Lalu Samuel menyuruh segala suku Israel tampil ke muka, maka didapati suku Benyamin. Sesudah itu disuruhnyalah suku Benyamin tampil ke muka menurut kaum keluarganya, maka didapati kaum keluarga Matri. Akhirnya disuruhnyalah kaum keluarga Matri tampil ke muka seorang demi seorang, maka didapati Saul bin Kish. Tetapi ketika ia dicari, ia tidak diketemukan." - 1 Samuel 10:20-21

Baik Saul maupun Hitler adalah seorang pemimpin yang dipilih oleh rakyatnya dan awalnya dicintai oleh rakyatnya. Bahkan masa kecil mereka sama-sama berpredikat "anak alim" atau "anak soleh" yang taat orang tua, taat agama, dididik dan diasuh dalam tradisi dan nilai-nilai keagamamaan yang kuat. Dan awalnya pun mereka memulai kepemimpinan mereka dengan baik.

Sama seperti Saul yang mendapat dukungan kuat dari rakyat pada saat itu, Adolf Hitler didukung oleh rakyat Jerman yang mayoritas adalah Kristen Protestan (saat itu aliran Kristen Reformis karena pengaruh reformasi Gereja oleh Martin Luther) dan yang minoritasnya adalah Katholik Roma. Jadi Gereja berperan sangat besar dan menentukan untuk mendukung Adolf Hitler secara total sampai kepada puncak kepemimpinan pemerintahan Jerman saat itu. Semua menghormatinya sebagai pemimpin mereka sedemikian rupa hingga akhirnya Hitler dipuja bagai manusia setengah dewa. Dan dari sejarahnya kita semua sadar bagaimana sepak terjang kepemimpinan Hitler dan Nazi, bagaimana seorang Kristen "saleh" bisa membantai jutaan bangsa Yahudi, dan bahkan akhir kehidupan Hitler yang tidak jauh berbeda dengan akhir kehidupan Saul. Mengapa demikian?

Sadarilah Gereja, bahwa kitalah umat-Nya sebagai imamat yang rajani MENENTUKAN arah dan nasib sebuah bangsa, bahwa Tuhan tetap hendak berdaulat dalam segala perkara melalui kita sebagai Gereja-Nya. Dan Ia tetap berkehendak bahwa Gereja-Nya hidup mengandalakan Dia dan BUKAN mengandalkan kepemimpinan manusia. Tuhan sama sekali tidak berkeberatan dengan kepemimpinan manusia, itu sebabnya bahkan Ia menetapkan pemerintah-pemerintah untuk tetap menyandang pedang di wilayah kedaulatannya masing-masing. Namun Gereja tetap tidak boleh memandang dan mengandalkan kepemimpinan manusia di atas kepemimpinan Tuhan.

Gereja Pun Menyandang Pedang

"Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu." - Efesus 6:11-13

Bukan hanya pemerintah yang dimandatkan pedang oleh Allah, namun Gereja pun menyandang pedang Firman dan selengkap senjata yang ada. Namun peperangan Gereja bukan melawan darah dan daging, peperangan kita bukanlah manusia-manusia yang kelihatan secara fisik. Bukan cara ilahi untuk ikut berdemo bahkan secara anarki memberontak kepada pemerintahan yang ada. Sadarilah peperangan rohani itu nyata, dan lawan kita adalah roh-roh penguasa jahat di udara. Untuk inilah Gereja menyandang pedang yang berbeda namun dampaknya lebih nyata dan lebih berkuasa. Karena sementara pemerintah-pemerintah di dunia menyandang pedang dan berkuasa secara natural, Gereja menyandang pedang dan berkuasa secara supranatural. Dan kuasa supranatural Gereja yang berjalan dalam kehendak Kristus inilah yang dikehendaki Tuhan untuk berkuasa menentukan segala sesuatunya alih-alih mengandalkan kuasa yang hanya natural itu.

Jadi sekali lagi, di 2012 ini, bukan lagi masanya untuk menuding & menyalahkan pemerintah, ataupun sampai turun ke jalan, berdemo dengan segala keluhan dan sungut-sungut kepada pemerintah, bukan saatnya lagi untuk melakukan protes dengan mengganggu kepentingan umum, dan sebagainya hingga anarkis itu. Ini adalah masanya untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan, berdoa, mencari wajah-Nya, berbalik dari jalan yang jahat dan mengejar kehendak-Nya yang sempurna supaya Tuhan mendengarkan & memperhatikan masalah-masalah yang kita hadapi, mengampuni dosa-dosa kita dan memulihkan bahkan mengangkat negeri kita untuk menjadi terang bagi dunia.

Saturday, March 3, 2012

Gereja Yang Memerintah, Gereja Yang Berdoa Vol.1

Jika sesuatu yang buruk terjadi pada negeri dan bangsa kita, jangan pernah menyalahkan pemerintahan yang sedang berkuasa saat ini. Entah itu eksekutifnya, legislatifnya maupun yudikatifnya. Apapun bentuk pemerintahannya, entah presidensial, parlementer, maupun monarki, jika sesuatu yang buruk itu terjadi PASTI karena kita sebagai Gereja-Nya tidak cukup berdoa dan tidak memerintah secara spiritual dengan sungguh sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna.

Sesuatu yang buruk terjadi dalam sebuah bangsa, bisa saja karena eksekutif maupun legislatifnya bahkan sampai terbukti bersalah secara hukum, namun yang paling BERTANGGUNG JAWAB adalah Gereja-Nya. Bukan presidennya, bukan kabinetnya maupun wakil rakyatnya, tapi Gereja-Nya. Bukankah Gereja-Nya adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib? (1 Petrus 2:9).

Sistem pemerintahan demokrasi yang paling banyak dianut oleh hampir semua negara di dunia memang menjadikan pemerintah bertanggung jawab kepada rakyat, namun dalam hal inipun Gereja bertanggung jawab kepada Tuhan! Dan ketahuilah bahwa tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. ... Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. (Roma 13:1-4)

Jadi bagaimanapun tindakan menentang dan mengutuk pemerintah adalah penentangan terhadap Allah sekalipun pemerintahan yang sedang berdaulat memiliki andil dalam berbagai masalah yang diderita oleh seluruh bangsanya. Penilaian Tuhan yang berkata bahwa Gereja-Nya yang bersalah adalah karena mentalitas umat-Nya yang lebih mengandalkan manusia (pemerintah dan wakil rakyat) daripada mengandalkan Tuhan. Padahal Firman-Nya jelas berkata, "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! ... Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" - Yeremia 17:5-7. 

Ini sama sekali tidak berarti Gereja dan umat-Nya harus golput ataupun abstain setiap kali ada Pemilu ataupun Pilkada. Karena golput pun terjadi akibat dari mentalitas mengandalkan manusia yang kecewa dan masih mencari manusia lainnya untuk dianggap cakap di pemerintahan. Gereja tetap harus memilih dan menggunakan hak pilihnya dalam setiap kesempatan, namun hak tersebut digunakan SESUAI dengan kehendak-Nya yang sempurna, BUKAN sesuai dengan penilaian manusiawi Gereja itu sendiri. 

Eksekutifnya bisa saja sangat korup, legislatifnya bisa saja sangat bejad, yudikatifnya bisa saja sangat culas, dan bahkan rakyatnya bisa saja sangat kacau, namun Tuhan telah berjanji kepada kita, "Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka." - 2 Tawarikh 7:14. Bukankah kita Gereja-Nya adalah umat-Nya yang atas kita nama-Nya disebut? Dan bukankah setelah kematian dan kebangkitan-Nya, sesungguhnya segala kuasa telah diserahkan kepada-Nya? (Matius 28:18). Maka dengan demikian tidak ada alasan apapun bagi Gereja untuk tidak bertanggung jawab apalagi sampai menyalahkan pihak lain terutama pemerintahnya sendiri jika sesuatu yang buruk terjadi menimpa bangsa dan negaranya.

Inilah saatnya bagi Gereja untuk mengambil kembali tanggung jawab tersebut dengan mencari wajah-Nya dan kehendak-Nya yang sempurna dan berdiri di antara Tuhan dan bangsa kita sebagai imamat yang rajani untuk membawa damai dan sejahtera supaya ketika Hari Tuhan akan datang, Ia tidak memukul bangsa kita (Maleakhi 4:6).

Monday, February 20, 2012

Berdoa Bagi Gerejamu

"Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri." - Kisah Para Rasul 20:28

Ketika saya sedang berdoa, Allah Bapa menceritakan situasi Gereja-Nya hari-hari ini. Dikatakan-Nya bahwa ada banyak orang yang tadinya anggota gereja-gereja tertentu akhirnya keluar meninggalkan gereja mereka karena perselisihan yang timbul baik dengan pemimpin, sesama anggota maupun pengajaran-pengajaran yang ada dalam gereja tersebut. Dia berkata, "Aku tidak meminta mereka untuk meninggalkan gereja, melainkan mendoakannya." Dia melanjutkan bahwa banyak orang meninggalkan gereja TANPA izin-Nya. Beberapa lagi meninggalkan gereja karena membencinya, atau karena kesalahpahaman, atau karena mereka mendapati pengajaran yang salah dalam gereja mereka. Jika Tuhan mengatakan untuk pergi, maka kita dapat dengan bebas untuk pergi meninggalkannya dan datang ke gereja lain yang ditunjukkan-Nya. Kita harus pergi ataupun tinggal sesuai dengan kehendak-Nya.

"Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan? Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu." - 1 Korintus 6:7-8

 Ada yang pergi meninggalkan gerejanya dan menjadi musuh bagi gereja tersebut. Sebagian lagi akan membandingkan antara gerejanya yang lama dengan yang baru. Dan sebagian lagi akan menyebarkan gosip yang merusak atas gereja yang ditinggalkan mereka. Di manakah kasih dalam Tubuh Kristus? Mengapa tidak bersyafaat bagi gereja Anda? Allah menghendaki hal itu. Jika seseorang berpikir bahwa ia mengetahui dengan lebih baik akan kebenaran, maka orang itu harus menunjukkan lewat kasih dan perbuatannya daripada meninggalkan gereja tersebut begitu saja. Biarlah terang-Nya bersinar supaya yang lain dapat melihat Yesus di dalam diri Anda. Jika Anda langsung begitu saja meninggalkan gereja, maka bagaimana jiwa-jiwa lainnya yang membutuhkan bantuan Anda? Banyak masalah yang berkaitan dengan Gereja dan instansi sejenis dapat diatasi dengan berdoa alih-alih bergosip ria. Berdoa bagi Gereja sebagai saudara dan bagian dari Tubuh Kristus.

"Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." - Yohanes 17:20-21

Tuhan, kami rendahkan diri kami di bawah tangan kuasa-Mu yang berdaulat. Ampunilah kesalahan kami dan bersihkan dari semua ketidakbenaran. Kita berdoa, kita perkatakan hal yang sama, tanpa membeda-bedakan, berdiri teguh dalam satu roh, berjuang bersama dalam iman. Bahwa kita tidak dipisahkan karena perbedaan macam-macam pengajaran dan doktrin, namun kita berlajar bersama dalam kebenaran-Nya. Maka kita tidak bersungut-sungut, menjadi tukang mengeluh, maupun berjalan menurut hawa nafsu kita sendiri. Namun kita kaya dalam perbuatan baik, dan selalu siap untuk memberi dan berbagi. Kita berdoa supaya seluruh bagian Tubuh Kristus dipersatukan, maka setiap bagian menyebabkan pertumbuhan dan kemajuan bagi Kerajaan-Nya. Ketika setiap orang menerima sebuah karunia, biarlah Ia mengajar kita semua, memperhatikan kebutuhan satu dengan yang lain. Biarlah kita secara sungguh-sungguh tulus mengasihi satu dengan yang lain dengan hati yang murni, supaya kita tidak kehilangan keselamatan dan hal-hal yang telah kita kerjakan. Amin.

Diane Solver

Monday, January 23, 2012

Rahasia Surplus Dari Kelimpahan

"Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang SISA, dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak." - Matius 14:20-21

Hanya dengan modal 5 ketul roti dan 2 ekor ikan maka kenyanglah 5.000 orang laki-laki, belum termasuk yang perempuan dan anak-anak dan untuk MENEGUHKAN KELIMPAHAN yang telah berlangsung maka tersedialah SURPLUS sebanyak 12 bakul penuh. Jadi dengan kata lain roti dan ikan yang dimakan 5.000 orang laki-laki, dan belum terhitung perempuan dan anak-anak itu adalah kelimpahannya. Sedangkan sisa 12 bakul penuh adalah surplusnya. Dan ternyata ini adalah POLA TUHAN.

Mari kita cermati pola tersebut di dalam hal yang lain. Abraham ialah bapak orang beriman, nenek moyang yang utama. Dan secara ilahi, ia memperanakan Ishak. Kemudian Ishak memperanakan Israel. Dan dari Israel lahir 12 suku yang membentuk suatu bangsa pilihan yang berkuasa atas dunia hingga hari ini. Abraham, Ishak dan Israel yang melambangkan Allah Tritunggal adalah kelimpahannya sedangkan kedua belas raja suku Israel adalah surplusnya.

"Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus." - Matius 1:17

Ada 14 keturunan (raja) dari Daud sampai pembuangan ke Babel. Jika Daud dan Salomo tidak diperhitungkan, maka ada 12 raja yaitu Rehabeam, Abia, Asa, Yosafat, Yoram, Uzia, Yotam, Ahas, Hizkia, Manasye, Amon dan Yosia. Yoyakim alias Elyakim, anak Yosia tidak diperhitungkan dalam Matius pasal 1 ini karena ia menjadi raja boneka yang dikendalikan Firaun. Jadi Saul, bersama Daud dan Salomo yang masing-masing memerintah selama 40 tahun merupakan kelimpahannya, sedangkan 12 raja selanjutnya hingga Yosia, mereka adalah surplusnya.

"Yerusalem penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel." - Wahyu 21:11-12

Yerusalem adalah Kota Sion, kota suci tempat tahta raja bersemayam adalah kelimpahan yang sedemikian rupa diperebutkan berbagai bangsa hingga hari ini. Dan kedua belas gerbangnya adalah surplus dari kelimpahan Yerusalem tersebut.

"Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul." - Lukas 6:13

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel." - Matius 19:28

"Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu." - Wahyu 21:14

Tuhan Yesus Kristus ialah Sang Kelimpahan itu sendiri. Ia memilih 12 rasul, dari Petrus hingga Paulus. Kedua belas orang pilihan ini adalah benih yang akhirnya bertumbuh menjadi Gereja-Nya, dan Mempelai-Nya. Maka kita yang juga adalah bagian akhir dari Gereja dan Mempelai-Nya yang kudus merupakan surplus dari Kristus itu sendiri.

Ketika hari ini kita memasuki tahun Surplus Of Prosperity, maka Tuhan hendak berkata bahwa ini adalah tahunnya kita sebagai Gereja dan Mempelai-Nya yang kudus. Inilah tahun dimana perkenanan-Nya dinyatakan sedemikian rupa. Tuhan mau kita percaya dan sadar sepenuhnya bahwa tahun ini diadakan-Nya untuk kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya sebagai bentuk mutlak dari kelimpahan-Nya.

Surplus Of Prosperity sama sekali berbeda dengan Surplus Of Economy maupun dengan surplus-surplus lainnya. Ekonomi bisa sangat baik, namun juga bisa sangat buruk. Namun kelimpahan itu kekal dan tak terbatas! Dan kita dijadikan Tuhan sebagai "sisa" atau kelebihan dari kelimpahan yang tak terbatas itu. Betapa luar biasanya rahasia ini, "Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat." - Efesus 5:32. 

Bukankah perkenanan-Nya ditunjukkan dengan mata-Nya yang tertuju kepada kita sebagai bait-Nya yang kudus sepanjang 2012 ini? Sungguh bukan sebuah angan-angan ataupun sekedar iming-iming kosong karena sesungguhnya tahun ini juga Tuhan benar-benar sudah tidak sabar untuk memberkati Gereja-Nya dengan sedemikian limpahnya. Ia sedang menawarkan persahabatan yang semakin intim dan mendalam, Ia mengulurkan tongkat perkenanan itu supaya kita semakin mendekat kepada-Nya, dan dalam keintiman & perkenanan-Nya itu, Ia hendak membawa kita terbang lebih tinggi dan menduduki puncak-puncak gunung.

5 Ketul Roti & 2 Ekor Ikan

Angka 5 berbicara tentang anugerah, angka 2 berbicara tentang pelipatangandaan (multiplication & double portion), roti berbicara mengenai tubuh Kristus dan ikan berbicara akan jiwa-jiwa. Sementara 5.000 laki-laki diuraikan sebagai 5 kali 1.000, angka 1.000 berbicara tentang keutuhan yang sempurna. 1.000 tahun di bumi sama dengan 1 hari di surga. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, tidak pernah ada yang mencapai 1.000 tahun, artinya di surga umur mereka tidak ada yang mencapai 1 hari. Anugerah yang digandakan dengan keutuhan yang sempurna itulah lambang Kristus Yesus yang kelimpahan-Nya tiada batas dan kekal abadi.

Jadi hanya dengan tetap tinggal dalam anugerah-Nya maka kita akan mengalami pelipatgandaan. Hanya dengan persekutuan dalam penderitaan bersama Kristus Yesus maka kita dapat menjadi saksi bagi tuaian besar jiwa-jiwa di tahun 2012 ini. Dan biarlah kita tetap melekat dengan pokok anggur, pokok kelimpahan yang sempurna kekal dan tak terbatas sehingga kita bisa menjadi ranting-ranting Surplus Of Prosperity seperti yang dikehendaki-Nya.

"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa... Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." - Yohanes 15:5-7

Wednesday, August 10, 2011

Gereja: Ketujuh Bintang, Ketujuh Roh, Ketujuh Kaki Dian - John Belt

"Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa... " - Wahyu 2:1-2

Kitab Wahyu adalah sebuah gambaran yang membuka mata kita bagaimana Yesus telah bersabda dan terus berbicara kepada Gereja dalam rangkaian kesatuan saat ini. Dengan semua ketidaksempurnaan Dia masih berbicara kepada berbagai bagian dari Tubuh-Nya di bumi. Tuhan tidak memungkiri Tubuh-Nya, tetapi menegaskan Gereja-Nya, mendorong, dan karena cinta mengungkapkan ketidaksenangan-Nya dalam apa yang tersisa dibatalkan, ditoleransi dan diabaikan.

Dalam hal ini, Dia terus memanggil Gereja-Nya ke tempat cinta dan keintiman dengan-Nya. Setiap gereja, setiap tubuh lokal, akan memberikan contoh salah satu dari tujuh gereja. Ada gereja yang dipuji karena "kasih, pelayanan dan ketekunan," dan kemudian ada orang-orang dipuji karena "ketajaman (kepekaan membedakan)," dan mereka dipuji untuk hal-hal lain juga. Satu gereja akan dipuji untuk melakukan pekerjaan baik tetapi yang jahat tidak ada pembedaan bertoleransi, lalu lain dengan ketajaman tetapi tidak ada kedalaman & keintiman dengan Allah.

"Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah." - Filipi 1:9-11

Dalam hal ini kita melihat gereja-gereja dikonfrontasi, ditegur dan dibongkar untuk hal-hal sementara yang lain memiliki hal-hal yang baik saja dibicarakan dan dorongan dari Tuhan. Gereja Smirna, gereja yang dianiaya, tidak dikoreksi untuk apa pun, melainkan didorong untuk setia. Philadelphia, gereja yang setia, adalah sebuah teladan dimana Tuhan disenangkan seutuhnya. Gereja-gereja lainnya memiliki beberapa masalah, tapi mereka tetap diakui oleh Tuha, namun ditegur keras dan diberi janji "Barangsiapa menang, dia akan Kuberi ..."

Tuhan tahu bahwa manusia membutuhkan insentif. Tuhan memberikan kepada Gereja-Nya insentif yang menakjubkan untuk menang dan menjadi umat yang berkemenangan sebagai tangan kanan-Nya. Jadi sementara ada begitu banyak kompromi,begitu banyak yang agamawi, toleransi terhadap Isebel, dan lain-lain, tangan Allah tetap berdaulat atas umat-Nya untuk memperingatkan mereka untuk tidak hidup kebebalan (ignorance). Hidup dalam kebebalan ("ignore-ance") dapat diartikan mengabaikan (to ignore) yang perlu untuk diterima. Hanya karena umat yang bebal (ignorant) bukan berarti mereka dimaafkan.

Satu hal yang pasti bahwa Tuhan membuat jelas bagi semua gereja di Kitab Wahyu pasal 2 dan 3 adalah "Dia tahu." Dia adalah Allah Yang Mahamelihat dan Mahatahu segala motivasi hati. Banyak yang berpikir bahwa mereka tahu, namun akan kebenaran manusia hanya melihat sebagian. Itulah sebabnya kita sebagai manusia biasa dituntut untuk bergantung kepada Tuhan dalam segala perkara. Bahkan Paulus, yang telah melewati semua hal penentangan, pengalaman dan pewahyuan akan Tuhan berkata bahwa dia tidak tahu semua hal yang berkaitan dengan hatinya sendiri, tetapi hanya Tuhan.

"Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi. Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan. Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah." - 1 Korintus 4:3-5

Paulus membayar salah satu harga tertinggi kepada Tuhan, menjadi salah satu pelopor terkemuka dalam iman pada zaman permulaan. Dia banyak menderita, dan karena ini dianggap layak untuk menikmati harta Ilahi, dimampukan untuk melihat hal-hal yang melampaui imajinasinya - sehingga ia bahkan tidak bisa menyebutkan atau menjelaskannya. Ada limpah kasih karunia yang Allah berikan kepada umat-Nya. Kita melihat ini dinyatakan dalam surat pewahyuan. Sedemikian buruk hal-hal yang ada di gereja-gereja akan kompromi, dosa dan kurangnya api rohani (gelora cinta & kasih mula-mula), Yesus masih mengulurkan harapan bagi mereka dalam kondisi terburuk mereka.

Sebagai contoh, Jemaat Sardis yang digambarkan "mati" dan tetap diberi pengharapan bahwa Yesus berkata "ingatlah dari mana kamu telah datang." Dengan kata lain, jika Anda bisa mengingat dari mana Anda berasal, ada harapan bagi Anda untuk kembali ke jalur dan hidup lagi. Kemudian Tuhan menjanjikan "Barangsiapa menang" ke setiap gereja, tidak peduli apapun kondisinya.

Saya telah mengatakan berulang kali, "Selalu ada harapan di sisi Surga." Dengan itu, adalah penting dan wajib bahwa kita berurusan dengan bisnis ketika Tuhan mengungkapkan kepada kita. Hanya melalui keintiman dengan Tuhan bahwa kita mampu melihat hal-hal yang Dia begitu menentang. Tidak ada misteri dan cukup jelas bahwa Gereja penuh dengan ketidaksempurnaan. Ini adalah kasih karunia Allah kepada kita bahwa Dia masih bekerja dengan kita untuk membentuk Kristus di dalam perjalanan kita. Paulus bekerja keras dalam doa bahwa Kristus dapat dibentuk dalam Kaum Beriman. Pada salah satu ujungnya, kita adalah ciptaan baru. Di ujung lainnya, Allah adalah membawa jiwa kita sejalan dengan keinginan Roh.

Ada melihat, memahami dan hasrat yang selaras untuk menginginkan perubahan yang harus disertai oleh setiap dan semua pewahyuan yang Allah berikan supaya kita hidup di posisi yang menyenangkan-Nya. Kita dalam perubahan yang berkesinambungan. Perubahan ini terjadi sebagaiman umat-Nya belajar memahami pemikiran-Nya, menemukan sukacita dalam hubungan yang intim bersama-Nya. Dengan menjawab ketukan-Nya di depan pintu, dengan menghabiskan waktu bersama-Nya, Firman-Nya menjadi hidup dan pemikiran kita berpindah dari seorang pendosa kepada umat yang kudus yang disucikan dengan Darah Kristus. Kitab Wahyu berbicara terutama mengenai Kristus, namun lebih banyak mengenai "kaum pemenang." Ketika kita memilih untuk hidup sebagai kaum pemenang, kita akan menemukan anugerah-Nya di setiap tempat dan kemenangan di setiap kesempatan.

Kelimpahan-Nya milik Anda!

10 Agustus 2011 - John Belt, Live In His Presence Ministries

Wednesday, July 27, 2011

Ucapan Profetik Atas Indonesia - Ps. Jonathan David

This prophecy is available in English

Gereja-gereja baru akan didirikan oleh tangan Tuhan sendiri dan mereka semua akan berdiri teguh di Indonesia tanpa seorang pun yang mampu untuk mencegah mereka untuk berdiri dan tumbuh. Setiap gedung gereja akan dibangun sesuai dengan kebutuhannya masing-masing dan terjadi tepat tanpa melanggar aturan hukum apapun.

Setiap posisi yang kosong di dalam gereja dan yang telah ditinggalkan oleh orang-orang yang tidak mau menerima destiny mereka, akan diisi oleh orang-orang yang baru yang sekaliber dengan kuasa, anugerah dan otoritas yang sama.

Tuhan tidak akan membiarkan gereja-gereja di Indonesia kehilangan maupun dirugikan. Barangsiapa yang takdirnya tidak sejalan dengan takdir gereja, barangsiapa yang masih tidak mau diubahkan dalam kasih karunia-Nya, barangsiapa yang menolah untuk dipertajam, menolak untuk dipersiapkan, akan ditinggalkan dan digantikan oleh orang-orang yang baru yang akan dibangkitkan-Nya.

Orang-orang baru ini akan mengisi tempat-tempat yang kosong di berbagai gereja di Indonesia. Tuhan akan mengisi kekosongan tersebut dengan orang-orang yang berkualitas hingga tidak ada lagi tempat yang kosong. Segera akan terjadi tuaian besar yang akan mengisi gereja-gereja di Indonesia dengan jemaat yang baru yang melayani Tuhan sesuai dengan tujuan semula mereka ada.

Inilah janji Tuhan bagi para hamba-Nya yang selalu memperkatakan kebenaran di dalam gereja-gereja mereka:
Sebelum Roh Kudus bergerak, setiap ruang yang kosong yang belum pernah diisi, tidak hanya akan diisi namun juga ditempati oleh orang-orang yang lebih berkualitas.
Segera setelah Roh Kudus berperkara atas gereja-gereja di Indonesia, lebih dan lebih lagi orang-orang akan memenuhi gereja-gereja tersebut.

Mengenai pemerintah Indonesia, Ps. Jonathan David memberikan satu nubuatan untuk Presiden Republik Indonesia: Pemerintah Indonesia telah berkali-kali terguncang oleh musuh. Tapi itu adalah kehendak Allah bahwa Presiden Indonesia, SBY, bertahan sampai akhir. Tangan Tuhan akan mendukungnya hingga akhir masa kepresidenannya. Dia telah ragu-ragu tentang banyak hal dan kebutuhan Indonesia untuk berdoa bagi keraguan-nya. Namun, ia akan bertahan sampai akhir masa jabatannya. Tuhan ingin Presiden SBY untuk tidak jatuh atau kehilangan karena istilah itu digunakan oleh-Nya sebagai istilah transisi dan transformasi negara ini.

23-24 Juli 2011 @ GLOW Tower, Season City, Jakarta

Thursday, March 31, 2011

Nubuatan Untuk Indonesia by Dr. Jonathan David

Tuhan berkata kepadamu, gereja-gereja di Indonesia, waktunya sudah tiba bagimu untuk menghancurkan setiap tembok pemisah dan setiap perpecahan di antara denominasi-denominasimu, karena Tuhan akan menyatukan setiap suku sehingga Yehuda dan Israel akan menjadi suatu bangsa.

Karena Tuhan berdiri menentang engkau pada saat ini, yaitu engkau yang menggenggam erat-erat denominasi-denominasi, yang menggenggam erat-erat kota-kota dan yang menggenggam erat-erat gereja-gereja. Karena engkau menawan gereja-gereja, maka Tuhan sedang berdiri menentang gembala-gembala itu di seluruh negeri ini, karena Dia berkata kepadamu, Sudah tiba saatnya untuk membebaskan umat-Ku!

Karena Aku sudah akan menghembuskan suatu angin yang segar dari Roh-Ku ke seluruh Indonesia, dan Roh-Ku akan membangkitkan putra-putra-Ku dan putri-putri-Ku. Aku (Roh-Ku) akan tercurah ke atas mereka, mereka akan bernubuat kembali, sekali lagi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan akan melihat penglihatan-penglihatan dan mereka akan mendapatkan mimpi-mimpi. Karena bukan saatnya lagi bagimu untuk menahan mereka, dimana engkau terus mengikat mereka karena ketakutan-ketakutanmu, karena persepsimu sendiri mengenai kebenaran.

Tetapi aku, Tuhan, sedang datang kembali melawat Indonesia dengan gerakan yang baru dari Roh Kudus. Aku sedang melawat kembali Indonesia pada saat ini. Aku datang melalui Roh-Ku. Aku telah memberikan kebangunan rohani kepadamu pada tahun 60an, Aku telah memberikan kebangunan rohani kepadamu pada tahun 70an, Aku telah memberikan kebangunan rohani kepadamu pada tahun 80an dan 90an, sekarang Aku datang kembali untuk menagih buah-buah dari kebangunan-kebangunan rohani itu. Aku sedang memanggil engkau untuk meminta pertanggungjawaban pada saat ini agar engkau dapat mengembalikan kepada-Ku apa yang telah Aku taburkan di negeri ini. Kembalikan umat-Ku saat ini. Biarlah mereka dipulihkan dalam hadirat-Ku.

Karena Aku sedang menghancurkan seluruh terorisme di negerimu. Aku sedang menghancurkan kepahitan-kepahitan dari kemiskinan di negerimu. Aku sedang menghancurkan kekacauan sosial di negerimu. Karena ada suatu generasi yang baru yang sedang Aku bangkitkan di seluruh Indonesia. Mereka akan mendengarkan suara Roh-Ku. Bahkan di kedudukan-kedudukan tinggi, Aku telah menempatkan orang-orang-Ku yang menduduki jabatan tinggi, di arena politik, di arena pendidikan, dan bahkan pria-pria dan wanita-wanita di jalanan, Aku telah menyiapkan orang-orang di setiap tempat.

Aku sudah siap untuk mencurahkan Roh-Ku ke atas mereka yang siap untuk gerakan Roh-Ku, karena Aku akan membawa bangsamu kepada suatu musim penuh kedamaian dan suatu musim penuh kemakmuran dan suatu musim penuh kestabilan, sehingga tangan Allah dapat dilihat dengan dahsyat di atas negerimu.

Aku akan bergerak sekali lagi di depanmu. Ini akan menjadi firman yang akan engkau ingat: Aku akan bergerak sekali lagi di seluruh negerimu! Aku akan bergerak di seluruh negeri ini dan Aku akan mengumpulkan buah-buah penuaian. Dan semua mata yang akan melihat Aku dan telinga-telinga yang mendengar mengenai perihal Indonesia akan menjadi takut akan TUHAN Allah, dan nama-Ku akan dimuliakan setinggi-tingginya bahkan di antara orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, demikianlah firman TUHAN.

Karena tangan-Ku akan melawat dengan dahsyat ke atas negerimu dan Aku akan menekan dengan keras untuk menghasilkan rangkaian-rangkaian transformasi di negerimu. Aku akan menghancurkan tembok pemisah di antara umat Muslim dan di antara umat Kristen dan mereka akan disatukan dalam keharmonisan dan Aku akan membawa damai sejahtera di atas negerimu.

Aku akan mengumpulkan generasi-generasi kembali. Aku akan menyatukan ras-ras, Aku akan menyatukan umat-umat yang berbeda-beda, karena aku telah datang untuk memberkati seluruh bangsa ini. Aku bukan hanya datang untuk memberkati umat Kristen melainkan Aku datang untuk memberkati seluruh bangsa ini. Dan Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia. Dan apa yang Aku berikan kepadamu, engkau akan bagikan juga dengan cuma-cuma kepada bangsamu, dan apa yang telah Ku percayakan kepadamu, engkau akan sebarluaskan ke seluruh pelosok negeri.

Mujizat-mujizat akan mulai terjadi, tanda-tanda heran, keajaiban-keajaiban dan kesembuhan-kesembuhan akan mulai terjadi di lapisan rakyat bawah (akar rumput). Tangan Tuhan akan melawat dengan sedemikian kuatnya sehingga orang-orang yang tidak mengenal Tuhan akan menjadi takut akan Aku.

Apa yang Aku akan lakukan di negerimu akan menghasilkan suatu efek domino di antara gereja-gereja Indonesia di seluruh dunia. Dan banyak orang Indonesia yang telah pergi ke luar negeri karena ketakutan, akan pulang demi membangun kembali dan demi terjadinya transformasi negerimu. Banyak yang akan pulang dari jauh dan mereka akan kembali ke Indonesia dengan keahlian untuk membangun kembali seluruh negeri. Roh Kudus akan memilih pria-pria kunci dan wanita-wanita kunci dari berbagai bangsa di dunia untuk membangun kembali negeri ini, dan kumpulan orang-orang berpikiran strategis akan bangkit dan mereka akan mulai saling berhubungan di seluruh wilayah ini dan negeri ini akan menjadi harmonis dan damai.

Oleh sebab itu Tuhan memanggil engkau untuk bangkit dalam gereja-gereja di seluruh Indonesia dan kumpulkanlah umat dan mulailah bersiap, karena saat demikian itu akan datang ketika Roh-Ku akan melawat dengan penuh kuasa dan Aku akan bangkit dengan keperkasaan di negeri ini dan suatu gerakan baru sedang akan menghempas seluruh Indonesia.

Mata Tuhan tertuju ke atas negeri ini dan suara-Nya sedang diperdengarkan kepadamu saat ini. Dan tangan Tuhan sedang diacungkan untuk memulihkan negeri ini. Angkatlah hatimu dan suaramu dan bersiaplah sebab Aku datang pada waktu yang lebih cepat dari pada yang engkau kira. Bersiaplah karena waktu lawatan Tuhan sudah sangat dekat. Inilah waktumu, inilah saatmu, inilah hari lawatan itu dimana Dia akan melepaskan. Bersiaplah untuk berlari dalam pertandingan yang telah Dia siapkan bagimu! Karena Tuhan telah melumpuhkan kuasa musuh sehingga waktu perkenanan Tuhan bisa tiba atasmu.

Tuhan akan mematahkan kekuatan terorisme di negerimu dan menghancurkannya. Dia telah mematahkan kuasa agama palsu di negerimu dan menghabiskan pengaruhnya. Semua sihir Mesir telah diikat dan segala kekuatan sihir telah dibelenggu, banyak dari tempat-tempat itu akan ditutup tidak beroperasi lagi, banyak dari dukun-dukun akan pergi, banyak dari mereka akan meninggalkan teritori itu karena kuasa Tuhan telah membangun benteng pertahanan terhadap pekerjaan-pekerjaan kegelapan itu.

Inilah waktunya doa-doamu dijawab, inilah saatnya mujizat-mujizat mulai terjadi. Bunyikanlah sirene bagi kedatangan Tuhan! Bunyikanlah sirene karena Roh Allah sedang akan dicurahkan di seluruh Indonesia! Terimalah Firman Tuhan! Dengarkanlah suara-Nya dan bersiaplah karena Tuhan segera datang kembali!

Haleluya! Mari berikan Dia pujian!
Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan!

Setiap orang, setiap kota, setiap gereja, setiap gembala, setiap denominasi akan mengijinkan Engkau berfungsi sebagai Allah yang memerintah atas Indonesia. Dan mereka tidak akan menolak kegerakan-Mu lagi. Dan mereka tidak akan menolak kegerakan-Mu karena pola pikir mereka. Mereka akan bangkit dari setiap wilayah. Orang-orang akan berkata Ya kepada kehendak-Mu. Indonesia akan diselamatkan. Indonesia akan dipulihkan. Indonesia akan diberkati dan Indonesia akan menjadi bangsa yang besar, di dalam nama Yesus.

Amin dan Amin dan Amin dan Amin!
Haleluya !

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.