Labels

Showing posts with label Ayin Dalet. Show all posts
Showing posts with label Ayin Dalet. Show all posts

Tuesday, December 31, 2013

2014

Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.

Sebelum kita membahas apa-apa saja mengenai 2014 yang amat fenomenal, saya sarankan untuk kita sudah membaca tulisan berjudul From Dalet To Dalet beberapa bulan lalu. Bahwa sikap hati miskin di hadapan Tuhan merupakan kunci utama untuk kita beroleh kemenangan di sepanjang tahun 2014, dan tanpa sikap hati tersebut, kita akan jatuh dan tertinggal. Berikut ini empat alasan atau empat identitas tahun 2014:

Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong.

Tahun 2014: Tahun Pemerintahan Tuhan

Ketika pertama kali mendengar tema KKR Bahtera di akhir Desember 2013 ini, yakni His Kingdom Be Established, saya sungguh semakin yakin bahwa tahun 2014 ini, Tuhan hendak memanifestasikan otoritas dan kedaulatan-Nya dengan sedemikian rupa melalui Gereja dan pasukan-Nya. Gerakan manifestasi untuk 5 - 7 tahun ke depan, sesuatu yang belum pernah ada dan tidak akan pernah ada lagi sepanjang sejarah manusia. Intinya, Tuhan hendak membuat perbedaan yang semakin ekstrim antara pihak-Nya dengan pihak dunia, sehingga sebagai akibatnya, Gereja dan anak-anak-Nya akan mengalami promosi, berkat, terobosan yang sungguh akan membuat tercengang dan berbesar hati. Namun kita harus tetap sadari dan waspada lebih lagi karena semua kelimpahan ini kita terima di hadapan Sang Raja, jadi jika setelah kita menerima berkat-berkat tersebut lalu kita berubah setia dan sikap hati kita tidak lagi miskin di hadapan-Nya, maka akibatnya akan terlalu mahal untuk kita tanggung. Kita harus waspadai bahwa kekayaan bangsa-bangsa itu bukan saja kekayaan uang dan berbagai materi lainnya, melainkan juga budaya asing, cara berpikir asing, sistem asing dan sebagainya yang tidak sejalan dengan pikiran dan kehendak Kristus.

Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.

2014: Tahun Daud

Nama raja Daud atau king David adalah salah satu nama yang teristimewa, sebab namanya diawali dengan huruf Dalet dan diakhiri juga dengan huruf Dalet. Dan sungguh kehidupan raja Daud amat merefleksikan apa yang diistilahkan dengan "from Dalet to Dalet" itu. Tak heran bahwa ketika datang ke dunia, Anak Manusia yang memiliki puluhan moyang pendahulu-Nya, hanya berkenan untuk disebut sebagai Yesus - Anak Daud. Pelajari kehidupan raja Daud dalam semua aspeknya, kisahnya bukan sekedar sejarah seorang raja saja, namun ia juga seorang prajurit, seorang kekasih, seorang pemazmur, seorang penyembah, seorang yang amat visioner, seorang hamba, juga seorang pendosa. Seberapa kita bisa menyerap dan mengaplikasikan semua pelajaran dari kehidupan Daud, sedemikian pula kita dapat sukses di tahun 2014 ini. Nama Daud dalam bahasa Ibrani memiliki nilai Gematria 14, sungguh bukan sebuah kebetulan bahwa semua nilai dan aspek yang ada padanya merupakan kunci sukses yang adi kodrati di tahun 2014 ini.

Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia. Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya.

Ayin Dalet 5774 dan tahun 2014 disebut sebagai musim dari pintu yang terbuka, sebab memang salah satu arti Dalet adalah pintu. Dan untuk membuka pintu, kita membutuhkan kunci. Di dalam Alkitab, hanya ada 8 ayat yang menyebut soal kunci, dan ketika kata tersebut harus disandingkan dengan nama seseorang, maka hanya ada satu, yakni Kunci Daud. Inipun merupakan materi tersendiri yang harus kita pelajari selain kehidupan Daud. Untuk mempelajari mengenai Kunci Daud, silakan klik di sini.

Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda. Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

2014: Tahun Perang

Mengapa disebut Tahun Perang? Bagi saya pribadi, paling tidak ada 3 alasan. Yang pertama, ketika almanak Yahudi menyebut Dalet yang berarti miskin di hadapan Tuhan, almanak asing (penanggalan China) menyebut Tahun Kuda (Kayu). Ini bukan kuda sorgawi, melainkan kuda asing yang keras seperti kayu namun mudah rapuh pada saat tekanan datang. Firman Tuhan menyebutkan bahwa kuda adalah perlambang kekuatan (diri sendiri) - Yesaya 31:1-3. "Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN. Akan tetapi Dia yang bijaksana akan mendatangkan malapetaka, dan tidak menarik firman-Nya; Ia akan bangkit melawan kaum penjahat, dan melawan bala bantuan orang-orang lalim. Sebab orang Mesir adalah manusia, bukan allah, dan kuda-kuda mereka adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Apabila TUHAN mengacungkan tangan-Nya, tergelincirlah yang membantu dan jatuhlah yang dibantu, dan mereka sekaliannya habis binasa bersama-sama." Betapa kontradiktifnya kehendak Tuhan dengan pola pikir dunia ini. 

Alasan yang kedua adalah tanda di langit yang akan berlangsung selama 2014 - 2015, yakni Tetrad Blood Moon yang bertepatan dengan perayaan-perayaan utama bangsa Yahudi. Ini adalah rangkaian Tetrad Blood Moon ke-8. Tiga rangkaian sebelumnya selalu disertai dengan pergolakan yang menimpa umat pilihan, yakni Israel. Rangkaian Tetrad Blood Moon 1949 - 1950 menyertai berdirinya negara Israel yang berdaulat di tahun 1948 yang langsung disusul dengan peperangan atau pengepungan oleh negara-negara di sekitarnya. Begitu juga rangkaian Tetrad Blood Moon 1967 - 1968 yang menyertai kembalinya Yerusalem Timur kepada kedaulatan Israel. Itu sebabnya Tetrad Blood Moon istimewa ini disebut juga War Tetrad (Tetrad Perang).

Dan alasan yang terakhir adalah adanya Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden di negeri tercinta ini. 2014 merupakan medan pertempuran politik dan kekuasaan. Kita harus mengawal bangsa ini sepanjang tahun dengan ekstra, supaya Pemilu dan Pilpres berlangsung dengan aman. Terlebih lagi kita akan memiliki seorang presiden ke-7, dan kita tahu bahwa angka 7 merupakan lambang kesempurnaan, tidaklah berlebihan jika mulai tahun depan, Indonesia akan memasuki masa puncak keemasan dalam 4 - 5 tahun ke depan.

2014: Tahun Fenomena

Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.

Jika Anda bertanya kepada saya, kitab manakah yang paling fenomenal dari 66 kitab, maka saya akan menjawab Kitab Rut yang hanya terdiri dari 4 pasal saja. Mengapa? Tidakkah fenomenal ketika ada seorang Moab, yang adalah bangsa yang dikutuk Tuhan sendiri, bahkan seorang perempuan, tiba-tiba namanya diabadikan menjadi kitab ke-8 dalam Alkitab, menjadi buyut dari raja Daud dan moyang dari Anak Manusia Yesus Kristus? Buat saya itu adalah sebuah kehidupan yang paling fenomenal yang tak ternilai yang dicatat oleh Tuhan sendiri. Dan jika Anda membaca sejak awal tulisan ini serta melihat situasi saat ini dan mengaitkannya dengan agenda Tuhan yang sudah dikumandangkan berkali-kali sejak beberapa tahun terakhir ini, maka benang merahnya terlalu nyata terlihat. Dari sisi rohani akan ada lawatan Roh Tuhan yang luar biasa kuat dan massive, bukan hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Project Red Carpet yang diinisiasi oleh Bahtera yang sudah mencakup sekitar 200 negara di semester ke-2 tahun 2013 dan memberikan laporan yang amat menggembirakan, telah memberikan legalitas bagi Tuhan untuk datang kedua kalinya karena proyek ini telah menggenapi nubuatan tersebut. Dan karena legalitas itu, Tuhan berdaulat seutuhnya untuk memulai Gerakan Pentakosta ke-3.

Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.

Ketika Pentakosta pertama dan kedua terjadi, hal itu hanya "menimpa" kepada segelintir orang di beberapa tempat tertentu. Namun Pentakosta ke-3 akan "menimpa" semua orang. Kita mengenal istilah Great Wealth Transfer, yakni transfer pemindahan kekayaan secara besar-besaran seperti yang dinubuatkan dalam Yesaya 60, inilah sisi jasmani yang fenomenal itu. Maka tidak berlebihan jika ada yang memberi istilah Tsunami Lawatan untuk penggenapan Kitab Yoel pasal 2 tersebut. Jadi baik jasmani maupun yang rohani akan dilimpahkan sedemikian rupa sehingga sebelumnya tidak pernah ada dan setelahnya tidak akan ada yang sedemikian lagi.

Coba bayangkan jika seorang pemimpin baru, apa saja yang ia lakukan ketika ia memulai pemerintahannya? Sekarang bagaimana jika itu Tuhan sendiri yang memerintah dan berdaulat? Akan amat fenomenal. Terobosan bisnis, terobosan keuangan, terobosan pelayanan dan sebagainya akan datang bertubi-tubi. Dan sungguh bukan kebetulan jika Tuhan berkata bahwa Ia menghendaki sikap miskin di hadapan-Nya sebagai syarat utama untuk menang di sepanjang tahun 2014 ini.

2014 Merupakan "Hidangan Pembuka" Dari Dua Tahun Fenomenal Ke Depan, Sebelum Kita Memasuki 2015 Yang Merupakan Tahun Yang Melampaui Segala Akal, Hanya Dalam Anugerah-Nya Kita Mampu Menaklukkan Panggung Dunia Dan Mengubahnya Menjadi Mezbah Persembahan Bagi Kristus.

Sunday, October 6, 2013

Aku Imanuel, Di Manakah Kamu?

"Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya."

"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel"

"Kerinduan-Ku adalah bersama kalian, kerinduan-Ku juga adalah kalian terus bersama dengan-Ku. Banyak anak-anak-Ku yang melafalkan Mazmur 91 sebagai ucapan profetik sewaktu, terutama ketika mereka menghadapi berbagai tekanan dan masalah yang cukup berat dan bahkan amat berat. Berbahagialah mereka yang bertahan hingga menang pada kesudahannya. Namun bagi mereka yang menyerah dari pertandingan iman, mereka harus tetap mengulang lagi di setiap kesempatan. Dan kesempatan itu akan berakhir pada Masa Kesusahan Besar.

"Ketika kalian dalam tekanan dan masalah yang besar, kalian langsung berseru kepada-Ku dan Aku sungguh menghargai hal itu. Aku akan selalu merespon kepada mereka yang mencari dari pada-Ku. Namun ketahuilah bahwa Aku hendak menyertai kalian dalam kesesakan, SEBELUM Aku meluputkan kalian dan menjadikan kalian sebagai sahabat-sahabat-Ku yang terhormat! Bahkan ketika Aku lahir ke dunia, Aku menjanjikan penyertaan-Ku dalam semua kesesakan kalian SETELAH kalian mencari dari pada-Ku. Sebab Aku telah mengetahui sejak awal bahwa sejak kehadiran-Ku hingga akhir dari Akhir Zaman, kalian akan mengalami kesesakan demi kesesakan karena Kerajaan Sorga terus hendak diserong dan dikuasai.

"Dengan bahasa yang bagaimana lagi Aku harus mengatakannya kepada kalian? Bukankah Paulus sendiri mengejar-ngejar Aku dalam persekutuan dan penderitaan? Bahkan hingga hari akhirnya ia begitu penasaran untuk mengenal diri-Ku yang sesungguhnya. Namun banyak di antara anak-anak-Ku bersikap tidak tahu diri dan terlalu manja untuk mencari diri-Ku dalam setiap kesesakan. 

"Ya! Kalian memang berseru kepada-Ku, namun kalian berseru untuk mencari keluputan dari masalah kalian dan BUKAN mencari wajah dan hati-Ku. Jika bukan karena kesesakan, lalu dengan apalagi kalian akan mencari Aku? Dalam kebahagiaan kalian hanya ingat diri kalian sendiri! Sebab itu ketahuilah bahwa dalam kesesakan selalu ada didikan dan persekutuan bersama dengan Aku dan Roh-Ku yang kudus.

"Carilah Aku. Fokuslah kepada-Ku. Terimalah kesesakan dengan ucapan syukur. Berjalanlah bersama-Ku dari kemuliaan kepada kemuliaan. Sampai penyertaan-Ku sempurna, kasih-Ku nyata dan perkenanan-Ku turun memenuhi hidup kalian. Akulah pintu dan Akulah pokok anggur, di dalam-Ku ada jaminan kemenangan. Dan Aku menghendaki kalian menang dengan kuat!"

Monday, September 9, 2013

Ayin Dalet 5774: From Dalet To Dalet

Sekitar 2 minggu menjelang Rosh Hashanah - Ayin Dalet 5774 hingga saat ini, kedua artikel tentang Ayin Dalet 5774 (Vol. 3 & Vol. 4) yang telah saya muat hampir setahun yang lalu telah begitu banyak di-hit dan dibaca begitu banyak orang. Tulisan berikut ini dimuat untuk meneguhkan dan melengkapi kedua tulisan yang sebelumnya sudah dimuat di akhir tahun lalu.

Beberapa waktu yang lalu saya bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, apa makna sebenarnya makna dari kata Ayin? Dan apa artinya mata-Mu tertuju?" Lalu Tuhan memberikan analogi yang cukup praktis, "Itu ibarat lampu sorot yang besar dari Sorga ditujukan kepada dirimu. Jadi kamu dan semua kehidupanmu bukan sekedar kelihatan, namun juga sedang Aku sorot dan Aku pantau dengan seksama." Mendapat jawaban itu, saya hanya tertegun sambil berkata dalam hati, "Betapa suci dan salehnya aku harus bertindak kali ini."

Sedangkan kata Dalet memiliki dua arti utama, yakni pintu, yang saya yakini kali ini adalah pintu menuju Pemerintahan Elohim itu sendiri. Dan arti yang kedua adalah miskin, yakni sikap hati miskin di hadapan Elohim. Banyak gereja dan para hamba-Nya yang lebih fokus kepada arti pintu daripada arti miskinnya, sebab memang lazimnya setiap tahun baru harus ada kabar baik penuh pengharapan yang sarat dengan janji-janji akan berkat-berkat Tuhan. Tidak ada yang salah dengan hal itu, namun mengingat betapa mengerikannya jiwa kita beserta semua keinginan dan penilaian diri kita sendiri, saya sarankan untuk kita lupakan semua itu, bukan pesimistis, namun karena ini masalah sikap hati.

Kita sadari bahwa saat ini merupakan masa-masa transisi, masa menjelang pergantian zaman, dari Zaman Kasih Karunia akan kita masuki ke Zaman Pemerintahan Tuhan yang berdaulat dalam Masa Kerajaan 1000 Tahun nanti. Sekitar 2000 tahun yang lalu, kehadiran Tuhan Yesus di bumi juga menandai proses pergantian zaman, yakni dari Zaman Hukum Taurat kepada Zaman Kasih Karunia. Pergantian zaman ini diawali dengan sikap dan fungsi Tuhan Yesus sebagai Raja yang membacakan dekrit undang-undang baru yang tercatat dalam Kitab Injil Matius pasal 5 - 7 saat Kotbah Di Bukit.

Bukti bahwa hal itu merupakan penetapan dekrit yang baru dapat kita simak dari dua contoh berikut:
  • Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
  • Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
Dapatkah Anda melihat bahwa Tuhan menetapkan dekrit yang baru dengan menaikkan standar "aturan main"-Nya? Namun kita perlu menyadari bahwa dekrit yang baru ini diawali dengan kalimat, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga." Sikap hati miskin di hadapan Elohim merupakan syarat utama dan pertama. Dan ini merupakan perintah langsung yang pertama dari mulut Yesus sendiri kepada Gereja.

Di bagian paling akhir dari Zaman Kasih Karunia, perintah yang senada muncul lagi ketika Tuhan menegur Jemaat Laodikia, "Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat." Inipum merupakan perintah langsung dari mulut Tuhan sendiri kepada Gereja, karena mulai Wahyu pasal 4 hingga akhir Alkitab tidak muncul lagi perintah langsung dari Tuhan Yesus kepada Gereja.

Jadi jika kita simak seksama, di Zaman Kasih Karunia ini Tuhan hendak mengawali dengan sikap hati miskin di hadapan Elohim dan diakhiri dengan sikap yang sama. Saya menyebutnya dengan istilah Dari Dalet Kepada Dalet (From Dalet To Dalet). Sungguh betapa saleh dan sucinya kita harus hidup di menit-menit terakhir ini.

Dalet - Miskin Dengan Merelakan Segalanya

Kita tentu tahu cerita tentang anak muda yang kaya, yang dengan gagah perkasa datang kepada Yesus dan hendak mengikuti Yesus ke manapun Yesus pergi. Pertama-tama Yesus mengambil "jalan memutar" dengan menyebut berbagai-bagai aturan yang tercantum dalam Sepuluh Perintah. Dan dengan bangga anak muda ini menjawab bahwa ia sudah lakukan semua itu sejak kecil. Namun begitu Tuhan menghantam inti permasalahannya, semua keperkasaan dan kebanggaan anak muda yang kaya ini lenyap dalam sekejap. Ia merasa terlalu kaya, merasa terlalu mampu dan merasa terlalu layak hingga ia tidak pernah bisa merelakan semua hartanya untuk mengikut Yesus. Bandingkan dengan Petrus dan murid-murid lainnya, mereka langsung meninggalkan jala, perahu, profesi mereka yang lama, bahkan ada yang meninggalkan keluarga atau orang tua mereka demi mengikut Yesus.

Setelah itu Yesus memberikan sebuah analogi yang amat cerdas, yakni lebih mudah seekor unta masuk ke lobang jarum daripada seorang kaya masuk Kerajaan Sorga. Proses seekor unta untuk memasuki sebuah lobang jarum harus melepaskan semua beban yang ada pada punggung unta tersebut, kemudian unta harus berlutut serendah mungkin dan kemudian ditarik masuk dengan sedemikian rupa sehingga bisa lolos dari celah yang amat sempit itu. Pertanyaannya, seberapa relakah kita melepaskan semuanya itu? Seberapa relakah kita merendahkan dan direndahkan demi bisa mengikuti Yesus ke manapun dan bagaimanapun Ia kehendaki kita berada?

Transformasi Rajawali

Burung rajawali adalah burung yang paling panjang usianya. Seekor burung rajawali bisa mencapai umur hingga 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur tersebut adalah pilihan bagi seorang rajawali, apakah dia hidup sampai 70 tahun atau hanya sampai 40 tahun. Ketika burung rajawali mencapai umur 40 tahun, maka untuk dapat hidup lebih panjang 30 tahun lagi, dia harus melewati transformasi tubuh yang sangat menyakitkan. Pada saat inilah seekor rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati transformasi yang menyakitkan itu atau melewati sisa hidup yang tidak menyakitkan namun singkat menuju kematian.

Pada umur 40 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya sehingga ia akan sulit untuk makan. Cakar-cakarnya pun sudah tidak tajam. Bulu pada sayapnya juga sudah sangat tebal sehingga ia sangat sulit untuk dapat terbang tinggi. Bila seekor rajawali memutuskan untuk melewati transformasi tubuh yang menyakitkan tersebut, maka ia harus terbang mencapai pegunungan yang tinggi kemudian membangun sarang di puncak gunung tersebut. Lalu, dia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas.

Setelah beberapa lama paruh barunya akan muncul. Dengan paruhnya yang baru, ia akan mecabut kukunya satu-persatu dan menunggu hingga kuku-kuku baru yang lebih tajam tumbuh. Ketika kuku-kuku tersebut tumbuh, ia akan mencabut bulu sayapnya sehingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Ketika semua itu telah dilewati, rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Begitulah transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor burung rajawali selama kurang lebih setengah tahun.

Anak muda yang kaya harus menjual hartanya, unta harus menaggalkan beban dan merendahkan dirinya, rajawali harus mematahkan paruh, memotong kuku-kuku dan mencabut bulu-bulunya. Dapatkah Anda melihat betapa harus miskinnya sikap hati kita di hadapan Elohim?

Murid Kristus

"Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan." - Markus 3:14-15

Ketika Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, ada empat tingkatan atau empat proses yang terjadi:

1. Ia menetapkan
2. Untuk menyertai Dia
3. Untuk diutus memberitakan Injil
4. Diberi kuasa untuk mengusir setan

Semua pasti ingin kuasa untuk mengusir setan, dari setan sakit penyakit, setan kemiskinan, setan kebodohan dan sebagainya. Namun perhatikan tahap pertama, yakni penetapan Tuhan. Kata "penetapan" dalam bahasa Inggris adalah ordained. Kata ordained ini mengandung sebuah proses pembentukan, pengikisan, pemotongan dan pengosongan apa yang masih ada dalam daging kita yang berpotensi menghalangi bahkan mengancam serta mematikan genapnya kehendak rencana Tuhan dalam hidup kita masing-masing. Sama seperti kisah rajawali tadi yang harus mematahkan sebahian paruhnya, memotong sebagian kuku-kukunya dan mencabuti sebagian bulu-bulunya. Sampai semua proses dijalani secara utuh, maka barulah seorang murid Kristus dapat diutus masuk melanjutkan destiny-nya melalui Pintu Pemerintahan Elohim.

Namun bagi mereka yang enggan bahkan masih sayang dengan semua bulu-bulunya yang indah itu, yang masih sulit menjual semua hartanya, yang masih belum mau menaggalkan semua beban, mereka akan segera menuju kepada kematian baik rohani maupun jasmani.

L'Shanah Tova Rosh Hashanah! Mari kita masuki masa dari kemuliaan kepada kemuliaan, dari Dalet kepada Dalet di Ayin Dalet 5774 ini. Amin!

Friday, May 31, 2013

Elia Dalam Sekilas Perenungan

"Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana." - 1 Raja-Raja 19:3

Elia memang seorang manusia biasa (Yakobus 5:17), namun saat itu aksinya sungguh luar biasa (1 Raja-Raja 18). Mulai dari menantang para nabi Baal, mengolok-olok mereka, mengundang para peragu Israel dengan membusungkan dada hingga api Tuhan dari langit datang menyambar dan membantai tanpa ampun seluruh nabi Baal yang kalah telak. Seorang manusia biasa dengan aksi yang sedemikian spektakuler, tentulah Tuhan Elohim yang menyebabkan semuanya ini. Dan ketika Izebel naik pitam karena para nabinya dihabisi, justru Elia yang berbalik sikap menjadi ketakutan setengah mati. Jika kita pikir sejenak, bagaimana mungkin Elia yang baru beraksi sedemikian gagah berani dalam waktu singkat berubah sikap begitu drastis? Alkitab mencatat bahwa ketakutan Elia bahkan membuat dirinya kabur karena takut kehilangan nyawa sampai ia lupa untuk menyertakan bujangnya dalam kepergiannya itu.

Saat itu Elia masih punya tugas lain yang belum tuntas. Membantai para nabi Baal adalah satu hal, menghadapi Izebel adalah hal yang berikutnya. Dan ternyata Elia "sudah kalah sebelum bertempur" dengan Izebel. Sampai dua kali Tuhan Elohim harus menguatkan dirinya melalui seorang malaikat, serta kembali mendidiknya sembari memberi petunjuk untuk tugas berikutnya. 

Dalam kebijaksanaan-Nya, Tuhan bertanya, "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"

Dan dengan tidak tahu diri, Elia menjawab, "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku."

Tuhan bersabar dan memberikan kesempatan sekali lagi setelah mencoba "menjelaskan" kepada Elia melalui topan, badai, gempa dan angin sepoi-sepoi. Dan untuk kedua kalinya, Tuhan bertanya, "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" Dan dengan kebodohan yang sama, Elia menjawab dengan jawaban yang sama pula.

Seandainya Alkitab bisa ditambahkan beberapa kalimat lagi, mungkin saat itu Tuhan akan menjawab, "That's it, Elia! Kamu pensiun dini sekarang juga karena telah terbukti bahwa kamu tidak bisa Aku pakai lagi!" Dan kenyataannya, Tuhan meminta Elia untuk melantik dengan mengurapi para penggantinya, yakni Hazael, Yehu dan Elisa. Itupun tidak ia kerjakan semua.

Saat itu dapat dikatakan bahwa kondisi kejiwaan Elia begitu kacau dan tidak dapat melihat kebenaran yang begitu jelas di depan mata, sebab Tuhan Elohim sendiri dengan gamblang mengantakan bahwa masih ada sekitar tujuh ribu orang yang tidak menyembah kepada Baal, namun Elia merasa hanya dirinya saja. Betapa jiwa ini sangat rentan tertipu, terjebak dan terjerat dalam ilusinya sendiri.

Seharusnya yang harus dijawab Elia, "Aku adalah hamba yang tak berguna, aku hanya mengerjakan apa yang harus aku kerjakan," sesuai dengan Lukas 17:10. Namun Elia menilai dirinya terlampau tinggi melebihi penilaian Tuhan, yakni seorang manusia biasa dengan Tuhan yang luar biasa. Namun ia merasa telah "berprestasi" cemerlang dengan membantai ratusan nabi Baal dan akhirnya bungkam bahkan kabur ketika harus menghadapi seorang Izebel.

Sekitar 3 bulan lagi, Gereja akan memasuki Tahun 5774 Ayin Dalet, sebuah masa inisiasi Pemerintahan Tuhan di bumi yang mengandung unsur penghakiman, ketertiban, kedisiplinan, ekonomi ilahi secara nyata. Sedangkan di sisi lainnya Gereja harus bersikap "Dalet", yakni menjadi miskin di hadapan Allah (Matius 5:3) untuk bisa terus sejalan dan seirama dengan Pemerintahan Tuhan. Tanpa hati hamba dan sikap yang sedemikian Hineni, maka perjalanan ke level berikutnya akan sangat berat bahkan terhenti. Biarlah kita semakin menyadari bahwa tidak ada yang begitu penting dan berarti di dalam hidup ini, selain Tuhan dan kehendak-Nya yang sempurna. Tidak nyawa kita, tidak pelayanan kita, tidak keluarga kita atau yang lainnya.

Untuk lebih memahami Ayin Dalet 5774, silakan baca di sini dan di sini.

Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.

Wednesday, December 12, 2012

Ayin Gimel 5773: Odin - Ayin Dalet 5774: Laodikia Vol. 4

Karena tulisan ini sangat kompleks dan membutuhkan fokus yang lebih, ada baiknya kita mengulang baca tulisan di Volume 1, Volume 2 & Volume 3 sebelumnya. Juga artikel mengenai London di sini.

"Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel. Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga?" - Ibrani 12:22-25

Antikristus Memproklamirkan Diri Di London 2012


Mengapa ada (Gunung) Sion di London? Dan mengapa Dajjal Antikristus dijadikan maskot Olimpiade ke-30? Adakah ini sebuah kebetulan atau memang mereka memiliki tujuan?

Olimpiade London 2012 memiliki beberapa fakta tersirat sebagai berikut:

1. Ini merupakan olimpiade ke-30. Dalam abjad Romawi ditulis XXX, abjad X dalam latin merupakan abjad ke-24 dan jumlah 2 ditambah 4 sama dengan 6, jadi dapat dikatakan kehadiran 666 ada di London. Dalam abjad Yahudi, huruf ke-12 - Lamed ל memiliki nilai 30 yang memiliki arti didikan, hikmat dan merupakan lambang dari Raja di atas segala raja atau penguasa yang sangat berdaulat (supreme ruler).

2. Upacara pembukaan diadakan tanggal 27 Juli 2012. Angka 27 yang sarat makna dan tanda memiliki beberapa arti, di antaranya: menunjuk kepada kitab ke-27 dari Perjanjian Baru - Kitab Wahyu, 27 = 3 x 3 x 3 - ketritunggalan yang dipertegas 3 kali.

3. Bersamaan dengan diadakannya pesta olahraga ini, Ratu Inggris juga merayakan 60 tahun kekuasaannya. Inggris yang bentuk geografisnya berupa Naga Air atau penguasa laut, sedangkan baik tahun 1952 maupun 2012 merupakan tahun Naga Air menurut penanggalan Tionghoa. Sedangkan ahli waris tahta Inggris berikutnya, Pangeran William telah genap berusia 30 tahun pada tanggal 21 Juni lalu, ia telah layak secara umur untuk memerintah atau berkuasa.

4. Tampilnya Pohon Pengetahuan (Yang Baik & Yang Jahat) atau tree of knowledge di atas ziggurats. Seperti sudah dibahas sebelumnya bahwa pohon ini menggambarkan kebenaran dan keinginan diri sendiri yang bertentangan dengan Kebenaran Yang Sejati - Kristus dan kehendak Allah yang sempurna, sekaligus menggambarkan Iblis itu sendiri. Sedangkan ziggurats merupakan sebuah bangunan atau mezbah yang pada zaman dahulu biasa dipakai untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan. Tampilnya pemandangan ini sama dengan rupa mata satu (all seeing eye) dalam segitiga di atas piramid terpancung (Piramid Giza) pada pecahan 1 dolar mata uang Amerika Serikat. Dengan ini, Iblis hendak berkata, "Pergunakanlah akal budimu dan logikamu, jika tidak masuk akal jangan lakukan. Benar dan salah kamulah yang tentukan." Sedangkan firman Tuhan jelas berkata, "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya."

5. Masih sangat banyak pesan tersurat maupun tersirat dari pesta olahraga ini, mengenai lagu-lagu yang dikumandangkan, tarian-tarian dan berbagai atraksi pertunjukan yang dilakukan dan sebagainya. Semuanya itu bukan untuk keindahan, namun memiliki kuasa pernyataan, sama seperti doa-doa atau mantra-mantra yang diucapkan. Semua itu dapat kita cari faktanya di Google dan Youtube. Namun intinya Antikristus hendak berkata, "Kini aku hadir dan segera berkuasa, bersiaplah dunia!"

Pertanyaannya, apa hubungan antara Olimpiade London 2012 dengan Sion dan semuanya ini? Apa yang hendak dicapai dan disasarkan? Apa yang dapat kita simpulkan? Jawabannya hanya satu, Odin! Yakni Lucifer dengan segala efek tipu dayanya.

Tantangan Ayin Dalet 5774

"Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung (Sion) tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: 'Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.'" - Yesaya 2:2-3.

Jadi Iblis pun juga hendak menuju Sion, ia juga ingin berkuasa di sana. Tuhan sudah menubuatkan bahwa Antikristus akan berdiri di atas bait-Nya. Namun sesungguhnya Antikristus SUDAH berdiri di sebagian besar bait-Nya, yaitu umat manusia dengan tipu daya kebenaran diri sendiri. Bukankah kita semua adalah bait-Nya yang kudus, tapi kita sering kali tidak mau menjaganya dari ragi kebenaran diri sendiri.

Sementara itu Tuhan sedang mencari dan menampi seluruh umat manusia untuk duduk memerintah bersama-Nya di Yerusalem Baru pada Masa Pemerintahan 1000 Tahun, dan Masa Kekekalan. Kualifikasinya dimulai saat ini untuk kekekalan. Dan untuk masuk pada kualifikasi itu, Tuhan menasihatkan kita:

"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: ... engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. ... Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat." - Wahyu 3:14-22

1. Sadarilah bahwa sekalipun kita ini memiliki dan mengetahui banyak hal, namun sesungguhnya kita ini melarat, malang, miskin, buta dan telanjang. Barangsiapa masih saja merasa dirinya pantas atau lebih baik dari orang lain, ia sudah terjebak dalam tipu daya kebenaran dirinya sendiri. Ingatlah bahwa Dalet berarti pintu menuju pemerintahan sekaligus "miskin" di hadapan-Nya atau rendah hati. Jadi tanpa menyadari bahwa kita ini miskin, kita akan dimuntahkan dan tidak akan pernah kita mencapai destiny yang telah Dia rancangkan bagi kita!

2. Membeli emas yang dimurnikan di dalam api, berbicara mengenai terus membayar harga melalui didikan secara berkesinambungan. Jangan pernah menolak didikan dan terus minta kepada-Nya hati yang lembut dan mudah dididik (teachable heart). Didikan inilah yang akan menjadikan kita kaya.

3. Membeli pakaian putih, berbicara mengenai terus menerus membayar harga dalam kekudusan karena tanpa kekudusan tidak akan bisa melihat Allah. Kalau melihat Dia saja tidak bisa, apa lagi memerintah bersama dengan-Nya.

4. Membeli minyak, berbicara mengenai terus menerus membayar harga melalui penyembahan dan hubungan yang semakin intim dengan Tuhan melalui Roh Kudus-Nya. Supaya selubung yang selama ini masih tebal menghalangi kita dengan kebenaran-Nya disingkirkan dan dapat melihat sebagaimana Tuhan kehendaki kita melihat, BUKAN melihat dengan kebenaran diri kita sendiri.

Jalan Penghambaan Adalah Kunci

"Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga." - Matius 5:1-3

Setelah Yesus ditahbiskan, diuji di padang gurun, dan melantik keduabelas murid, hal pertama yang dilakukan adalah naik dan menduduki bukit (sebagai Raja) yang mengumandangkan undang-undang terbaru yaitu Hukum Kasih Karunia. Dan pasal pertama, ayat pertama berkata bahwa punya hati yang miskin di hadapan Allah untuk berbahagia dan menjadi ahli waris untuk memerintah bersama-Nya. Atau dengan kata lain, Ia hendak berkata, "Buanglah pengertian dan kebenaran dirimu sendiri, cari dan terus carilah Aku serta semua kebenaran-Ku karena Aku hendak menjadikanmu sesuai dengan yang sudah Aku rancangkan sejak semula sesuai dengan rupa dan gambar-Ku."

Seperti sudah dikatakan bahwa Laodikia adalah Filadelfia yang merosot, jadi baik Filadelfia maupun Laodikia mewarisi kunci Daud (Wahyu 3:7). Jika kita melihat penulisan abjad Yahudi untuk nama Daud atau David, bentuknya adalah דוד diawali dengan huruf Dalet dan diakhiri juga dengan huruf Dalet sedangkan di tengahnya adalah Vav (huruf ke-6 alfabet Yahudi) yang berarti kemanusiaan yang telah diremukkan melalui penebusan dan didikan dan telah mengalami transformasi. Jadi Daud adalah teladan yang penuh dengan kerendahan hati dan yang hatinya seirama dengan hati Tuhan. Bukankah Tuhan Yesus disebut anak Daud ketika di bumi?

Dan Daud pada zaman yang berikutnya akan menjadi raja atas seluruh umat seperti yang sudah dijanjikan Tuhan, "Aku akan mengangkat satu orang gembala atas mereka, yang akan menggembalakannya, yaitu Daud, hamba-Ku; dia akan menggembalakan mereka, dan menjadi gembalanya. Dan Aku, TUHAN, akan menjadi Allah mereka serta hamba-Ku Daud menjadi raja di tengah-tengah mereka. Aku, TUHAN, yang mengatakannya." - Yeremia 34:23-24; "Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia. Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya." - Yeremia 37:24-25.

Proses penghambaan tidak lain merupakan proses penyembahan yang paling tepat yang dimaksud dan dicari Allah untuk kita menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Namun banyak orang bertindak seperti Kain yang menyembah Allah dalam kedagingan di jiwanya dengan pengertian dan kebenarannya sendiri sehingga persembahannya tidak pernah berkenan dan ditolak atau dimuntahkan. Dan mentalitas Kain hanya bisa membedakan antara yang baik dan yang jahat, namun tidak mampu membedakan mana yang baik dengan yang berkenan dan yang sempurna (Roma 12:1-2).

Sadarilah bahwa freewill atau kehendak bebas yang kita miliki sudah tercemar oleh buah Pohon Pengetahuan, itu sebabnya kita harus menjual atau mempersembahkan kehendak bebas kita dengan memohon sepenuh hati supaya Ia memaksakan kehendak-Nya jadi genap dalam hidup kita sampai garis akhir. Hanya dengan jalan ini, kita bisa mencapai destiny Laodikia kita pada Ayin Dalet 5774 dan tahun 2014 nanti.

Sunday, December 9, 2012

Ayin Gimel 5773: Odin - Ayin Dalet 5774: Laodikia Vol. 3

Visi Ayin Dalet 5774

"Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: 'TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.' Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya." - Maleakhi 3:16-18

Tepat matahari terbenam pukul 6:00 sore pada hari Rabu tanggal 4 September 2013 kita akan memasuki Ayin Dalet 5774. Dan ini memang masih jauh karena kita sekarang masih di bulan ke-3 dari Ayin Gimel 5773. Namun Tuhan mewahyukan mengenai kaitan Ayin Gimel dengan Ayin Dalet ini untuk kita bersiap memasuki Masa Pemerintahan Tuhan & Kerajaan-Nya di bumi. Visi ini diungkapkan dari rahasia bagaimana Tuhan mencatat segala tindakan kita dalam sebuah kitab "kenangan" atau peringatan pribadi-Nya, Tuhan menghitung dalam catatan-Nya ketika kita merenungkan, mengasihi, menghormati dan menguduskan nama-Nya, ketika kita belajar rela untuk taat dan setia sekalipun sangat sulit kita terima pada saat itu. Dan pada Hari TUHAN kita akan dijadikan milik kesayangan atau pusaka-Nya untuk memperlihatkan perbedaan antara yang berkenan dengan yang tidak berkenan (BUKAN lagi antara yang baik dan yang jahat karena baik dan jahat berasal dari sumber pohon yang sama). Kitalah kumpulan orang yang takut akan Dia yang menggelar karpet merah untuk Dia datang memerintah di bumi.

Dalet adalah huruf ke-4 dari alfabet Yahudi yang memiliki dua arti utama yakni pintu (door) dan miskin (poor). Sedangkan angka 4 sendiri memiliki arti tanggung jawab, kelengkapan fondasi utama, dan sebagainya. Itu sebabnya ada empat arah mata angin (atau juga disebut empat penjuru - Wahyu 7:1, Yesaya 11:12), empat musim, empat kaki meja, empat sudut ruangan, empat Kitab Injil, empat istri Yakub, empat binatang di Kitab Daniel, empat kerajaan di Kitab Daniel. Tulisan ini membahas persiapan kita di Ayin Gimel ini untuk menyambut inisiasi Pemerintahan-Nya di Ayin Daleth.

Nama Dan bin Yakub dan Daniel sama-sama berinisial huruf Dalet, dan keduanya memiliki destiny untuk memerintah dan menghakimi, "Adapun Dan, ia akan mengadili bangsanya sebagai salah satu suku Israel." - Kejadian 49:16; "Lalu raja memuliakan Daniel: dianugerahinyalah dengan banyak pemberian yang besar, dan dibuatnya dia menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijaksana di Babel. Atas permintaan Daniel, raja menyerahkan pemerintahan wilayah Babel itu kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, sedang Daniel sendiri tinggal di istana raja." - Daniel 2:48-49. Jadi arti Ayin Dalet 5774 yang pertama adalah berbicara tentang pintu atau starting point menuju Masa Pemerintahan Tuhan & Kerajaan-Nya di bumi.

Ketika Gunung Sion Menjulang

"Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: 'Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.' Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang." - Yesaya 2:2-4; Mikha 4:1-3

"Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: 'Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!' Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: 'Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!'" - Mazmur 2:1-6

Pada saat menjelang Hari TUHAN, Gunung Sion akan menjulang paling tinggi di antara semua gunung lainnya. Gunung berbicara mengenai kerajaan, dan Gunung Sion yang menjulang berarti Kerajaan Allah yang bertahta di bumi. Baik Kitab Mazmur, Kitab Yesaya maupun Nabi Mikha walau mereka berbeda zaman, namun mereka berbicara hal yang sama mengenai hal ini, terutama pada waktu Akhir Zaman ini. Puncak penggenapan semua ini adalah Masa Kerajaan Seribu Tahun, namun sejak beberapa tahun terakhir ini persiapannya sedah dilakukan, terutama dibentuknya pelayanan Bahtera dan sebagainya yang sejalan dengan rencana agung ini. 

Gunung Sion adalah gunung yang sama yang pernah dimimpikan oleh raja Nebukadnezar (Daniel 2:35), yang akan berdiri mengakhiri masa kerajaan & sejarah manusia fana dan mengawali Masa Pemerintahan Tuhan termasuk langit baru, bumi baru dan Yerusalem baru. Bukankah pada hari-hari terakhir bangsa-bangsa rusuh, kegelapan melanda (Yesaya 60:1-2), dan seluruh penguasa dunia bersatu di bawah pemerintahan Antikristus untuk melawan Tuhan? Namun semuanya itu terjadi hanya dalam sekejap saja. Setelah pesta Pernikahan Anak Domba dan Naga dipenjara untuk seribu tahun, semuanya ini akan terjadi. Dan BUKAN kebetulan jika tahun 2014 nanti Indonesia akan mengadakan Pemilihan Umum sekaligus Pemilihan Presiden yang ke-7. Mari kita yakini dan bersiap untuk semuanya ini, Yerusalem Baru juga Indonesia Baru!

(bersambung)

Friday, November 30, 2012

Ayin Gimel 5773: Odin - Ayin Dalet 5774: Laodikia Vol. 2

Odin & Kekristenan

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. ... Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku." - Matius 13:24-30

Selain berarti god of ecstasy, Odin juga berarti christianity, yakni perilaku yang menyerupai Kristus atau perilaku yang menyerupai kekristenan. Fakta berikut ini patut untuk disimak, hampir seluruh orang di dunia mengetahui tokoh fiksi Sinterklas (Santa Claus) dan ternyata ketokohan ini didasari dari gambaran tokoh Odin yang berperawakan tua dengan janggut putih panjang dan penampilannya yang "kebapakan". Bahkan 9 ekor rusa Sinterklas diinspirasi dari kuda tunggangngan Odin yang berkaki 8 dan kudanya itu sendiri, yakni Sleipnir. Tentu Santa Claus digambarkan dengan kedua mata yang normal, berbeda dengan Odin karena matanya hanya sebelah yang normal. Sedangkan perayaan Natal sendiri berakar dari kebudayaan Paganisme yang berasal dari Eropa Utara. Jadi persis seperti firman di atas, bahwa antara gandum dan lalang akan selalu kelihatan bersama hingga masa penuaian (rapture). Dan Tuhan memang membiarkan hal itu terjadi sampai pada kesudahannya. Bukankah perayaan Natal setiap 25 Desember seluruh dunia merayakan dua tuan? Namun betapa sesatnya penyesatan itu selama ini!

Yang memahami sepenuhnya akan selalu merayakan kelahiran Yesus yang sejati, bahkan jika Tuhan kehendaki, manfaatkanlah momen Natal untuk menjangkau jiwa-jiwa dengan cara yang dituntun oleh Roh Kudus. Sedangkan yang tidak memahami atau bahkan tidak peduli, tanpa disadari telah diarahkan Iblis untuk merayakan kemeriahan Natal menurut pemikiran masing-masing sesuai dengan nilai-nilai Paganisme yang ada. Perayaan Natal di luar kasih Kristus memiliki begitu banyak warna dari begitu banyak aspek dan budaya, termasuk perayaan di dalam gereja-gereja di seluruh dunia. Namun intinya adalah supaya yang merayakan tidak mengenal Kristus yang sesungguhnya, melainkan Antikristus pada akhirnya. 

Gandum dan lalang bedanya sangat tipis. Domba dan kambing bedanya juga sangat tipis. Begitu juga Kristus dengan Odin Lucifer bedanya sangat tipis. Kekuatan dalam kasih karunia Kristus adalah Pohon Kehidupan, sedangkan kekuatan Iblis adalah Pohon Pengetahuan Yang Baik & Yang Jahat. Namun semuanya kita tahu ujung dari masing-masing perkara ini. Gandum, domba, & Pohon Kehidupan adalah gambaran Kristus, selebihnya adalah gambaran Lucifer. Gandum dan domba masuk dalam kekekalan Sorga, sedangkan lalang dan kambing masuk ke Neraka. Masalahnya adalah manusia sering kali tidak mampu membedakan antara yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Memang mudah untuk membedakan yang baik dari yang jahat, namun untuk membedakan yang baik dari yang berkenan, itu perlu anugerah Tuhan.

Perhatikan juga berbagai ajaran agama di dunia, mereka juga memiliki nilai dan cara untuk sangkal diri dengan berpuasa, bersaat teduh (meditasi), berdoa, merapal kitab suci, intinya mereka mampu membedakan mana yang baik dan yang jahat. Namun mereka tidak memiliki hubungan dengan Kristus karena mereka cenderung mengandalkan kekuatan mereka sendiri. Bahkan agama Kristen sekalipun juga demikian, karena umat-Nya hanya mengerti hukum tapi tidak mengenal hati-Nya. Dan jalan terutama untuk mengenali hati-Nya ialah melalui Roh Kudus. Itu sebabnya memasuki Ayin Gimel 5773 dan Masehi 2013 ini, kita semuanya harus semakin mengandalkan Roh Kudus dan jangan mengandalkan pengertian kita sendiri. Diri kita ini kecenderungannya adalah kedagingan daripada roh. Karena sejak awal jiwa kita telah korup akibat kutuk dari buah Pohon Pengetahuan tersebut. Jadi pengertian kita pun sangat menjebak dan menjerumuskan tanpa bisa kita sadari.

"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." - Roma 12:1-2

Firman ini sesungguhnya sebuah peringatan keras karena ada ancaman dari dunia ini. Dunia yang bukan saja dengan sistem kejahatannya, namun juga dengan segala sistem kebenarannya. Tanpa Roh Kudus, manusia hanya tahu yang baik dan yang jahat, dan sampai kapanpun tidak akan pernah menyadari adanya Perkenanan Tuhan (God's Favor). Padahal untuk mencapai Keutuhan dan memasuki Tanah Perjanjian hanya perkenanan-Nya yang memampukan kita semua. Dan jalan satu-satunya untuk semuanya itu adalah dengan mempersembahkan seluruh hidup kita, menyangkal diri di dalam Kristus sampai rupa Kristus nyata dalam diri kita.

(bersambung)

Monday, November 26, 2012

Ayin Gimel 5773: Odin - Ayin Dalet 5774: Laodikia Vol. 1

Berkat & Tantangan Ayin Gimel 5773

Gimel, selain berbicara tentang unta, yang dalam angka bernilai 3 juga berarti Tritunggal Jehovah. Ketritunggalan Jehovah terutama Roh Kudus-Nya yang membekali kita di tahun 5773 ini dapat dikatakan yang puncak, yang segala-galanya. Pada waktu ini, Roh Kudus sudah "lengkap" karena Roh Allah memiliki pengalaman tinggal di dalam manusia (orang percaya) selama 2000 tahun sejak Pentakosta pertama di Yerusalem zaman para rasul hingga sekarang. Kelengkapan Roh Allah yang terlengkap inilah yang menjadikan semua pasukan-Nya mengalami perjalanan "from Recovery to Wholeness," dan untuk menggambarkan kelengkapan yang luar biasa ini, Tuhan menggunakan unta-unta sebagai lambang betapa besar dan banyaknya berkat rohani maupun jasmani yang Dia sediakan bagi kita, baik itu keintiman, hikmat, bahkan emas.

Di sisi lain Iblis tidak akan tinggal diam, ia akan menghalangi sedemikian rupa dengan "penderitaan" seperti yang pernah dikatakan Yesus, "Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan (odin) menjelang zaman baru." - Matius 24:8. Penderitaan yang dimaksud ini dasarnya adalah Puncak Penyesatan. Hal ini telah dibahas pada tulisan: Ayin Gimel 5773, Masehi 2013 & Puncak Penyesatan. Memang tanda-tanda kedatangan Tuhan berupa deru perang, bencana alam dan kelaparan juga dianggap penderitaan, namun ada "penderitaan" yang lain, yang harus kita hadapi sebagai pasukan-Nya di Akhir Zaman ini.

Ungkapan penderitaan dalam penyesatan ini juga disinggung oleh rasul Paulus ketika menegur jemaat Galatia saat mereka mulai terombang-ambing oleh pengajaran yang lain, "Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin (odino) lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu." - Galatia 4:19. Jadi pendeknya rasul Paulus hendak berkata, "Apa Yesus harus disalib lagi supaya kamu percaya?"

Odin, Hephzibah, Ecstasy & Rapture

Kata "penderitaan" maupun "sakit bersalin" dalam bahasa Yunani disebut Odin atau Odino. Namun Odin juga adalah nama dari seorang oknum, yakni raja para dewa bagi bangsa Viking. Sosoknya memiliki satu mata dengan pedang terhunus dan menunggang kuda perang. Pribadi yang sama, di dalam mitologi Yunani disebut Zeus, sedangkan dalam mitologi Romawi disebut Jupiter. Ketiganya raja para dewa yang tidak lain sesungguh adalah Lucifer itu sendiri. Jadi sekarang kita mengetahui, bahwa ada tokoh fiksi bernama Thor (dewa petir) adalah anak sulung dari Odin, maka Thor sesungguhnya adalah gambaran dari Putera Kegelapan, Sang Antikristus itu sendiri.

Karena melibatkan Iblis dalam penderitaan ini, maka tantangan Gereja di Akhir Zaman akan sering kali berhadapan dengan kuasa gelap seperti yang sudah tertulis, "Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya (odino) hendak melahirkan ia berteriak kesakitan." - Wahyu 12:2. Kuasa gelap ini bukan sekedar santet maupun kekuatan-kekuatan magis lainnya, namun juga berupa penyesatan.

Arti Odin selain penderitaan, tekanan, sakit bersalin, penuh air mata, yakni god of ecstasy. Perlu kita ketahui bahwa ecstasy di sini bukan jenis narkoba seperti yang kita tahu selama ini. Ecstasy memang bahasa Inggris yang artinya perasaan senang atau suka cita seperti orang mabuk atau setengah sadar. Itulah sebabnya orang yang mengkonsumsi narkoba ecstasy mengalami efek yang selalu senang, padahal saat itu mungkin orang tersebut sedang dicacimaki atau disakiti namun responnya akan tetap ketawa senang karena di bawah pengaruh narkoba jenis itu. Sebagai contoh pria berusia 50-an tahun mengkonsumsi 2 butir ecstasy, maka tubuhnya tidak akan bisa diam, akan terus ingin bergoyang maupun beraktivitas berjam-jam dari tengah malam hingga fajar tiba padahal ia memiliki lemah jantung. Itu salah satu efek dari narkoba ecstasy.

Respon seperti itu sebenarnya memang dikehendaki Tuhan ketika kita disakiti atau mengalami penderitaan maka kita tidak menyimpan kesalahan orang lain apalagi mendendam, yang ada hanya bermazmur dan bersyukur setiap saat. Namun tentunya tidak dalam pengaruh narkoba melainkan karena anugerah-Nya. Itu sebabnya Tuhan berjanji dalam Tahun Perkenanan-Nya ini, "Engkau tidak akan disebut lagi "yang ditinggalkan suami", dan negerimu tidak akan disebut lagi "yang sunyi", tetapi engkau akan dinamai "yang berkenan kepada-Ku" (Hephzibah atau delight atau ecstasy) dan negerimu "yang bersuami", sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami." - Yesaya 62:4.

Ecstasy juga berarti rapture yakni pengalaman atau perasaan trance atau mabuk setengah sadar, itu sebabnya memang pada saat peristiwa pengangkatan Gereja adalah sebuah suka cita yang sangat luar biasa. Jadi Gereja yang akan mengalami pengangkatan (rapture) memang harus memiliki kualitas Hephzibah atau memiliki kualitas ecstasy sedemikian rupa yang disebabkan oleh mabuk karena Kristus. Disakiti namun tidak merasa sakit, dicacimaki namun tetap bisa tersenyum bahkan tertawa, masalah begitu berat namun masih bisa bermazmur. Pendeknya kualitas Hephzibah itu bahkan tidak akan sempat untuk mengampuni karena tidak pernah menyimpan kesalahan orang lain. Dan kualitas ini bisa kita miliki kalau kita mau memanfaatkan bekal Ayin Gimel 5773 ini dengan maksimal.

Jangan salah mengerti! Tuhan BUKAN menjanjikan Ayin Gimel 5773 ini TANPA ada masalah, justru saat ini tantangannya akan makin memuncak, namun berkat yang Ia bekali bagi Gereja-Nya sedemikian rupa sehingga pada masa goncangan besar pun kita tetap bersuka cita karena Kristus.

(bersambung)

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.