Labels

Showing posts with label JKI Hananeel. Show all posts
Showing posts with label JKI Hananeel. Show all posts

Sunday, March 25, 2012

Liputan Ibadah Indonesia Bersatu

Jakarta, 25 Maret 2012 - Di antara Istana Negara dan Monumen Nasional

Tiupan shofar pembukaan ibadah

Tarian pembukaan


Kita nyatakan bahwa SUDAH GENAP!

Kita nyatakan SHALOM & DAMAI atas Indonesia


"Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka."

Tuesday, March 13, 2012

Ketergantungan Anak Manusia

"Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.'" - Yohanes 5:19-21

Yesus Kristus menjadi Yang Sulung dan Yang Terutama bukan saja karena Ia berasal dari Roh Allah namun juga karena KETERGANTUNGAN-NYA yang total terhadap Bapa. Dan inilah yang menjadi dasar utama mengapa seorang Yesus menjadi sempurna sama dengan Bapa yang sempurna adanya.

Semakin besar ketergantungan seseorang kepada Tuhan, semakin seseorang mengandalkan Tuhan daripada yang lain, semakin besar pula kesempatan orang tersebut untuk menjadi sempurna sesuai dengan kehendak Bapa. Jadi keperkasaan Yesus bukan karena diri-Nya sendiri, melainkan karena kerja Bapa yang "ditiru" oleh-Nya. Dan apabila seseorang merasa masih sanggup mengerjakan segala sesuatu dari dirinya sendiri, maka semakin kecillah peluangnya untuk menggenapi kehendak Bapa.

Kisah berikut ini mungkin dapat lebih menjelaskan keterbatasan dan ketergantungan Anak Manusia terhadap Bapa, juga bagaimana kita seharusnya bergantung kepada Bapa:

"Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya: 'Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.' Tetapi perempuan itu menjawab: 'Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.' Maka kata Yesus kepada perempuan itu: 'Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.' Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar." - Markus 7:24-30

Yesus punya kuasa dan juga belas kasihan, namun hal itu tidak menjadikan-Nya langsung bertindak menyembuhkan anak dari perempuan Yunani itu. Karena ketika perempuan itu memohon, Yesus menegaskan ruang lingkup kerja-Nya yang telah dibatasi oleh kehendak Bapa. Yesus bahkan tidak mencoba bernegosiasi dengan Bapa. Hebatnya adalah perempuan itu mau memahami kehendak Bapa dalam keterbatasan Yesus. Karena ketika Yesus menggambarkan situasi yang ada dengan 3 peran yaitu seorang bapak yang memberi makan anak-anaknya dengan "ditemani" seekor anjing, perempuan itu mengambil gambaran terendah dan terhina. Jika saja perempuan itu tidak mendapati gambarnya sebagai anjing dan juga tidak dianggap sebagai anak-anak-Nya, maka perempuan itu tidak akan memperoleh "roti" kesembuhan yang dibutuhkannya. Dan sesungguhnya iman perempuan Yunani itu tidak disandarkan pada kuasa Yesus, melainkan pada penerimaan gambar anjing yang disediakan Bapa kepadanya, sehingga dengan kata-kata pengakuannya, ia memperoleh kesembuhan bagi anak perempuannya.

Manakah yang Anda pilih, mampu melakukannya sendiri atau menantikan kehendak Tuhan yang sempurna?

Sunday, February 5, 2012

Persiapan Bagi Yang Masih Tertunda

"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." - 1 Korintus 2:9

Sesungguhnya Tuhan menghendaki bahwa Gereja-Nya telah berkelimpahan sejak 2011 lalu. Namun didapati-Nya bahwa kita semua masih terlalu banyak yang tidak siap. Dan 2012 yang telah lewat sebulan lebih ini diadakan sebagai TAMBAHAN PERSIAPAN supaya iman dan hati kita sanggup untuk menyambut Masa Daud dan Salomo, Tahun-Tahun Surplus dari Kelimpahan-Nya yang kekal dan tak terbatas. Karena 2013 sungguh adalah tahun yang tak terbayangkan dan mengerikan. Jadi renungkanlah perkataan-perkataan berikut ini:
  • Jika Tuhan berjanji akan menyediakan apa yang tidak pernah dilihat oleh mata kita; maka apa dan bagaimana kita melihat selama ini?
  • Jika Tuhan berjanji akan menyediakan apa yang tidak pernah didengar oleh telinga kita; maka apa dan bagaimana kita mendengar selama ini?
  • Jika Tuhan berjanji akan menyediakan apa yang tidak pernah timbul di dalam hati kita; maka apa dan bagaimana keadaan hati kita selama ini? Siapa dan apa yang kita prioritaskan selama ini?
  • Layakkah kita dimuliakan sedemikian rupa? Layakkah kita berkelimpahan sedemikian rupa?
  • Iblis Tua yang sedemikian perkasa dan mulia pun harus jatuh, hancur dan binasa karena tak sanggup dalam kemuliaan itu, seberapa besar anugerah DAN JAMINAN yang kita perlukan supaya kita tidak gagal seperti dia?
  • Ada kesempatan yang lewat, dapatkah kita menangkapnya selalu? Ada kesempatan yang ditangkap, maukah kita melakukannya selalu?
  • Bersediakah kita melakukan apapun dan bagaimanapun yang diminta Tuhan tanpa meragukan, menegosiasikan apalagi membantah-Nya? Dan dari 100 kali diminta, apakah kita lakukan 100 kali juga dalam kerelaan, ketaatan dan kesetiaan?
 SEMUA DISEDIAKAN ALLAH BAGI YANG MENGASIHI DIA

Wednesday, December 21, 2011

Jurnal Natal 20.12.2011 - Vol. 2

"Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya ... Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir." - Kejadian 41:41-45

"Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur. Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya." - Keluaran 2:15-16

Sejarah bangsa Israel berkaitan dengan Mesir sangat ditentukan oleh dua tokoh besar. Yang pertama ialah Yusuf, tokoh yang membawa masuk bangsa Israel ke Mesir. Yang kedua ialah Musa, yang membawa bawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Yusuf adalah "Alpha"-nya dan Musa adalah "Omega"-nya.

Namun perkara membawa masuk maupun keluar bangsa Israel dari Mesir ternyata memiliki persyaratan dan ketentuan yang sama, yaitu:
  • Yusuf - Pertama-tama dilantik dengan tanda pemberian cincin meterai Firaun, selanjutnya dipersatukan dengan anak imam dalam pernikahan sehingga Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir. Ada unsur raja sekaligus unsur imam yang disatukan.
  • Musa - Sejak bayi diasuh dan dididik sebagai seorang pangeran Mesir, anak dari putri Firaun. Lalu di Midian ia bertemu dan menikah dengan anak seorang imam. Juga ada unsur raja sekaligus unsur imam yang disatukan.
"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, IMAMAT YANG RAJANI, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib." - 1 Petrus 2:9

"Dan yang telah membuat kita menjadi suatu KERAJAAN, menjadi IMAM-IMAM bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin." - Wahyu 1:6

Bukankah destiny kita adalah menjadi imamat yang rajani. Tuhan menghendaki setiap Gereja-Nya untuk memiliki kedua pengurapan ini sekaligus. Ada orang yang ke-imam-annya kuat, namun sisi rajanya lemah sehingga hanya mahir berbicara perkara-perkara rohani namun kehidupannya melarat atau bahkan lebih buruk lagi menjadi pengangguran. Sementara ada orang yang sisi rajanya kuat, namun tidak memiliki hati seorang imam. Orang tersebut sangat berhasil dalam usaha dan bisnis, namun ketika bersentuhan dengan perkara rohani malah menghindar dan menunjuk orang lain untuk mengerjakannya.

Tahun 2012, Tuhan menghendaki semua kita untuk memiliki keduanya sekaligus sama seperti Yusuf dan Musa. Mintalah pengurapan keduanya dan bersiaplah untuk menuai sampai akhir!

Balai Samudera - Kelapa Gading, Jakarta

Jurnal Natal 20.12.2011 - Vol. 1

"Kata Yusuf kepadanya: 'Beginilah arti mimpi itu: ketiga carang itu artinya tiga hari; dalam tiga hari ini Firaun akan MENINGGIKAN engkau dan mengembalikan engkau ke dalam pangkatmu yang dahulu dan engkau akan menyampaikan piala ke tangan Firaun seperti dahulu kala, ketika engkau jadi juru minumannya.'" - Kejadian 40:12-13

"Yusuf menjawab: 'Beginilah arti mimpi itu: ketiga bakul itu artinya tiga hari; dalam tiga hari ini Firaun akan MENINGGIKAN engkau, tinggi ke atas, dan menggantung engkau pada sebuah tiang, dan burung-burung akan memakan dagingmu dari tubuhmu.'" - Kejadian 40:18-19

Tahun 2012 sudah semakin dekat, inilah masa penggenapan segala sesuatunya tanpa ada yang ditunda maupun disisakan. Masa di mana setiap aspek, entah itu kudus - mulia maupun jahat - cemar akan mencapai puncaknya masing-masing. Gereja dan hamba-hamba-Nya di berbagai tempat di dunia akan ditinggikan hingga level raja-raja. Tuhan berfirman bahwa berkat dan penggenapan janji serta impian tidak akan terhindarkan. Semua yang dinyanyikan, semua yang didoakan, semua yang ditarikan, semua yang diyakini dengan disertai berbagai tindakan profetik tidak ada yang tidak digenapi. Semua harus genap!

Pertanyaannya adalah: Apakah kita siap? Peninggian yang mana yang akan menjadi akhirnya bagi kita? Seperti juru minum yang dengan benar melayani Raja sekalipun ditinggikan sedemikian rupa? Atau seperti juru roti yang akhirnya terjebak dengan segala berkat dan terlena dengan kelimpahan hingga berakhir menjadi kutuk?

Penggenapan dan peninggian akan diikuti dengan penentuan. Gereja dan dunia semuanya ada dalam lembah penentuan. Respon dan sikap hati kita akan menentukan apakah kita mencapai destiny yang sudah ditetapkan. 

"Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka. Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam." - Maleakhi 4:1-3

Hari yang datang itu adalah 2012. Dan demikianlah pesan Tuhan akan hari itu, bahwa semuanya akan diuji seperti masuk ke perapian. Semua akan gegabah, namun siapa yang berbuat fasiklah yang akan terbakar. Seberapapun ditinggikan milikilah terus takut akan Tuhan sampai akhir sehingga kita diberikan sayap keajaiban untuk mencapai garis akhir dengan kuat seberapapun berkat yang dilimpahkan. Sehingga kita dapat menaklukkan dunia di bawah telapak kaki kita pada hari yang telah Tuhan persiapkan.

Balai Samudera, Kelapa Gading - Jakarta

Monday, November 7, 2011

Tanggung Jawab Yang Ekstrim

"Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai, kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka, sebab mereka tidak tahan mendengar perintah ini: "Bahkan jika binatangpun yang menyentuh gunung, ia harus dilempari dengan batu." ... Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan." - Ibrani 12:18-29

Kegoncangan demi kegoncangan akan kita hadapi terutama mulai tahun 2012 nanti. Dan di dalam Tuhan, kita akan semakin terbukti bahwa kitalah generasi yang tak tergoncangkan. Namun untuk menjadi generasi yang tak tergoncangkan tidaklah mudah, ada syaratnya. Sadarilah kelemahlembutan dan kasih Tuhan yang tak berkesudahan adalah salah satu sisi-Nya yang menyenangkan. Namun ketegasan, kekudusan, dan kemuliaan-Nya bukanlah sesuatu yang bisa dinegosiasikan. Ada kalanya Tuhan bagai sebuah gunung yang tak dapat disentuh karena protokoler-Nya yang sedang teraktivasi. Dan barangsiapa melanggar, bahkan binatangpun akan dirajam sampai mati. Semua hamba-Nya telah menyaksikannya, dari Musa, Harun, Daud, Uza yang juga harus mati, hingga Ananias & Safira di zaman awal Gereja.

Ada tanggung jawab yang berat, jika kita tidak mau menyebutnya dengan sebutan ekstrim, yang harus ditanggung Gereja bersama dengan Roh Tuhan. Tanggung jawab ini bukan sekedar prioritas, namun memiliki urgensi besar karena waktu yang amat singkat. Pekerjaan yang besar, yang hanya bisa dikerjakan oleh mereka yang disebut jemaat anak-anak sulung - generasi yang memiliki kemampuan untuk mewarisi yang besar dari Tuhan. Generasi yang bukan sekedar tidak memikirkan dirinya sendiri, namun melakukan DENGAN TEPAT apa yang Tuhan mau, TANPA menjadi kecewa bahkan menolak Dia. Generasi yang lebih memilih didikan Tuhan daripada berkat-berkat-Nya. Memilih untuk mendengar daripada didengar.

Sisi "kelam" Tuhan memang sulit dimengerti dan sering menimbulkan kesalahpahaman. Dan kesalahpahaman dapat menjadi awal kekecewaan kita terhadap Dia. Namun ketahuilah bahwa semua pahlawan-Nya harus berhadapan dengan sisi "kelam" tersebut SAMPAI SELESAI. Yusuf menjadi budak dan bahkan dipenjara sebelum memenuhi takdirnya. Begitu juga Daud yang harus menghadapi kejaran Saul. Bahkan Tuhan Yesus yang harus disalib dan DITINGGALKAN BAPA. Mereka tidak menjadi kecewa dan menolak Allah, bahkan kemuliaan Tuhan menjadi nyata dalam kehidupan mereka dan kemuliaan mereka pun menjadi menjadi nyata dengan segera.

Sunday, August 7, 2011

Membangun Parit Menyambut Tuaian - Kitab Amos

Kitab Amos berbicara tentang TUAIAN, baik itu jiwa-jiwa, benih rohani maupun harta duniawi. Kitab ini terdiri dari 9 pasal, jadi kitab Amos berbicara tentang Puncak Tuaian di Akhir Zaman. Berikut kesembilan parit yang perlu dicermati dan digenapi sampai semua rencana & impian Tuhan genap sempurna atas kita semua:

"Berkatalah ia: 'TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya; keringlah padang-padang penggembalaan dan layulah puncak gunung Karmel.'" - Amos 1:2. Jangan berhenti mengaum! Bahwa tekanan akan makin besar, tantangan semakin dahsyat, namun kita tidak boleh menyerah. Perkara-perkara akan kelihatan semakin mustahil, namun jangan fokus kepada masalah. Ingatlah bahwa Roh yang di dalam kita lebih besar daripada roh yang ada di dunia ini, mengaumlah terus bersama Roh Kudus.

"Aku akan melepas api ke dalam Yehuda, sehingga puri Yerusalem dimakan habis." - Amos 2:5. Passion atau gelora cinta harus terus dipelihara, bahkan semakin diperbesar. Jangan lakukan apapun karena kebiasaan, karena keharusan, karena apapun juga selain karena cinta kita kepada Tuhan saja. Puri melambangkan kenyamanan dan egoisme kita. Api gelora cinta yang besar mampu memakan habis semua kenyaman dan ego yang menghalangi langkah kita kepada penggenapan semua janji Tuhan.

"Hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi, sebab itu Aku akan menghukum kamu karena segala kesalahanmu." - Amos 3:2. Bahwa kitalah yang terpilih, umat pilihan! Kita menerima semua berkat, semua pengurapan, semua karunia, semua kesempatan untuk mengenal hati-Nya & kerinduan-Nya. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk menghindar apalagi menolak semua pekerjaan & pengutusan yang Tuhan tetapkan bagi masing-masing kita. Manfaatkan semua kesempatan untuk bertindak sesuai dengan yang Tuhan mau secara sempurna (tidak setengah hati). Semua berkat adalah benih yang harus dikembangkan dan akan ditagihkan beserta bunganya pada waktunya. Jangan simpan benih itu, atau hukuman yang akan jadi ganjaran! (Dalam waktu sekitar 4 tahun lagi, dunia akan menghadapi Sang Antikristus, ayo selagi masih ada kesempatan, kejar Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa & dengan segenap kekuatan kita!)

"Aku telah menjungkirbalikkan kota-kota di antara kamu, seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kamu menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," - Amos 4:11. Bahwa goncangan-goncangan besar akan pasti terjadi lagi dalam waktu dekat. Baik goncangan ekonomi maupun goncangan politik. Amerika Serikat yang dulunya menjadi kekuatan besar secara ekonomi dan politik akan runtuh dalam waktu dekat. Gempa bumi dan tsunami juga berbagai bencana lainnya ada dalam antrian. Namun di balik semua itu ada pintu-pintu penginjilan, keselamatan & pertobatan terbuka lebar di mana-mana. Bersiaplah gereja Tuhan - yang bagaikan ditarik Tuhan seperti puntung dari kebakaran - untuk melakukan tuaian besar ini!

"Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir." - Amos 5:24. Bahwa keadilan dan kebenaran harus disuarakan tak henti-hentinya, bagai gelombang dan aliran sungai yang selalu menghidupkan dunia sekitar kita. Suarakan semuanya itu dalam perkataan dan perbuatan, tidak peduli apa dan bagaimana kondisi kita saat ini. jangan berhenti menginspirasi & mempengaruhi dunia. Diceritakan bahwa Las Vegas kota maksiat yang takkan mungkin mengalami lawatan Roh Allah, namun Tuhan melalui Kathryn Kuhlman mengadakan kegerakan besar dan pertobatan yang begitu sensasional dan nyata di sebuah kasino terbesar di kota itu. Kathryn Kuhlman tidak berhenti, apalagi kita sebagai Generasi Penuntas & Penggenap Janji.

"Yang bernyanyi-nyanyi mendengar bunyi gambus, dan seperti Daud menciptakan bunyi-bunyian bagi dirinya." - Amos 6:5. Jadilah TREND SETTERS! Dan bukan followers. Kita adalah Generasi Penakluk Dunia. Seperti Daud menciptakan berbagai hal yang baru dalam pujian penyembahan, demikian juga kita dalam bidang kita masing-masing. Cari & kejar Tuhan, minta terus sesuatu yang baru untuk dijadikan trend dan dunia mengikuti kita!

"Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak Ia membentuk kawanan belalang, pada waktu rumput akhir mulai tumbuh, yaitu rumput akhir sesudah yang dipotong bagi raja. Ketika belalang mulai menghabisi tumbuh-tumbuhan di tanah, berkatalah aku: 'Tuhan ALLAH, berikanlah kiranya pengampunan! Bagaimanakah Yakub dapat bertahan? Bukankah ia kecil?'" - Amos 7:1-2. Setelah tuaian bagi Raja berakhir, goncangan ekonomi dahsyat segera terjadi. Berbagai belalang dari berbagai penjuru dikerahkan dahsyat. Kelaparan ada di mana-mana, namun Indonesia bersama Tuhan akan memberi makan bagi bangsa-bangsa dunia.

"'Sesungguhnya, waktu akan datang,' demikianlah firman Tuhan ALLAH, 'Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.'" - Amos 8:11. Dunia akan mencari Tuhan dengan amat sangat, dan jika bukan kita, siapa lagi? Ini adalah janji Tuhan yang SUPER dahsyat! Dengan demikian, Tuhan hendak menegaskan bahwa tuaian akan mendatangi kita, tuaian akan mengejar kita, dan Tuhan ingin kita tuai semuanya tanpa sisa. Sekarang bagaimana kita mempersiapkan gelombang tuaian tersebut?

"'Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku,' demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini. 'Sesungguhnya, waktu akan datang,' demikianlah firman TUHAN, 'bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.'" - Amos 9:11-13. Inilah gambaran dahsyat atas tuaian terbesar yang akan berlangsung sebentar lagi. Tidak ada pilihan lain bagi kita untuk ikut Tuhan mendirikan kembali pondok Daud, memiliki gelora seperti Daud. Sebab tuaian akan datang dalam kecepatan yang tinggi dan dalam jumlah yang masif, sampai kemuliaan Tuhan menjadi nyata di seluruh dunia.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.