Labels

Showing posts with label Masa Keemasan Salomo. Show all posts
Showing posts with label Masa Keemasan Salomo. Show all posts

Wednesday, December 21, 2011

Jurnal Natal 20.12.2011 - Vol. 2

"Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya ... Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir." - Kejadian 41:41-45

"Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur. Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya." - Keluaran 2:15-16

Sejarah bangsa Israel berkaitan dengan Mesir sangat ditentukan oleh dua tokoh besar. Yang pertama ialah Yusuf, tokoh yang membawa masuk bangsa Israel ke Mesir. Yang kedua ialah Musa, yang membawa bawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Yusuf adalah "Alpha"-nya dan Musa adalah "Omega"-nya.

Namun perkara membawa masuk maupun keluar bangsa Israel dari Mesir ternyata memiliki persyaratan dan ketentuan yang sama, yaitu:
  • Yusuf - Pertama-tama dilantik dengan tanda pemberian cincin meterai Firaun, selanjutnya dipersatukan dengan anak imam dalam pernikahan sehingga Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir. Ada unsur raja sekaligus unsur imam yang disatukan.
  • Musa - Sejak bayi diasuh dan dididik sebagai seorang pangeran Mesir, anak dari putri Firaun. Lalu di Midian ia bertemu dan menikah dengan anak seorang imam. Juga ada unsur raja sekaligus unsur imam yang disatukan.
"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, IMAMAT YANG RAJANI, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib." - 1 Petrus 2:9

"Dan yang telah membuat kita menjadi suatu KERAJAAN, menjadi IMAM-IMAM bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin." - Wahyu 1:6

Bukankah destiny kita adalah menjadi imamat yang rajani. Tuhan menghendaki setiap Gereja-Nya untuk memiliki kedua pengurapan ini sekaligus. Ada orang yang ke-imam-annya kuat, namun sisi rajanya lemah sehingga hanya mahir berbicara perkara-perkara rohani namun kehidupannya melarat atau bahkan lebih buruk lagi menjadi pengangguran. Sementara ada orang yang sisi rajanya kuat, namun tidak memiliki hati seorang imam. Orang tersebut sangat berhasil dalam usaha dan bisnis, namun ketika bersentuhan dengan perkara rohani malah menghindar dan menunjuk orang lain untuk mengerjakannya.

Tahun 2012, Tuhan menghendaki semua kita untuk memiliki keduanya sekaligus sama seperti Yusuf dan Musa. Mintalah pengurapan keduanya dan bersiaplah untuk menuai sampai akhir!

Balai Samudera - Kelapa Gading, Jakarta

Jurnal Natal 20.12.2011 - Vol. 1

"Kata Yusuf kepadanya: 'Beginilah arti mimpi itu: ketiga carang itu artinya tiga hari; dalam tiga hari ini Firaun akan MENINGGIKAN engkau dan mengembalikan engkau ke dalam pangkatmu yang dahulu dan engkau akan menyampaikan piala ke tangan Firaun seperti dahulu kala, ketika engkau jadi juru minumannya.'" - Kejadian 40:12-13

"Yusuf menjawab: 'Beginilah arti mimpi itu: ketiga bakul itu artinya tiga hari; dalam tiga hari ini Firaun akan MENINGGIKAN engkau, tinggi ke atas, dan menggantung engkau pada sebuah tiang, dan burung-burung akan memakan dagingmu dari tubuhmu.'" - Kejadian 40:18-19

Tahun 2012 sudah semakin dekat, inilah masa penggenapan segala sesuatunya tanpa ada yang ditunda maupun disisakan. Masa di mana setiap aspek, entah itu kudus - mulia maupun jahat - cemar akan mencapai puncaknya masing-masing. Gereja dan hamba-hamba-Nya di berbagai tempat di dunia akan ditinggikan hingga level raja-raja. Tuhan berfirman bahwa berkat dan penggenapan janji serta impian tidak akan terhindarkan. Semua yang dinyanyikan, semua yang didoakan, semua yang ditarikan, semua yang diyakini dengan disertai berbagai tindakan profetik tidak ada yang tidak digenapi. Semua harus genap!

Pertanyaannya adalah: Apakah kita siap? Peninggian yang mana yang akan menjadi akhirnya bagi kita? Seperti juru minum yang dengan benar melayani Raja sekalipun ditinggikan sedemikian rupa? Atau seperti juru roti yang akhirnya terjebak dengan segala berkat dan terlena dengan kelimpahan hingga berakhir menjadi kutuk?

Penggenapan dan peninggian akan diikuti dengan penentuan. Gereja dan dunia semuanya ada dalam lembah penentuan. Respon dan sikap hati kita akan menentukan apakah kita mencapai destiny yang sudah ditetapkan. 

"Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka. Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam." - Maleakhi 4:1-3

Hari yang datang itu adalah 2012. Dan demikianlah pesan Tuhan akan hari itu, bahwa semuanya akan diuji seperti masuk ke perapian. Semua akan gegabah, namun siapa yang berbuat fasiklah yang akan terbakar. Seberapapun ditinggikan milikilah terus takut akan Tuhan sampai akhir sehingga kita diberikan sayap keajaiban untuk mencapai garis akhir dengan kuat seberapapun berkat yang dilimpahkan. Sehingga kita dapat menaklukkan dunia di bawah telapak kaki kita pada hari yang telah Tuhan persiapkan.

Balai Samudera, Kelapa Gading - Jakarta

Tuesday, November 1, 2011

Jalan Menyempurnakan Panggilan

"Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah." Ibrani 12:1-4

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus

Beberapa hari lalu Tuhan mengajarkan kepada saya jalan untuk menyempurnakan panggilan kita masing-masing supaya kita layak untuk dapat bukan sekedar masuk namun juga MENIKMATI Masa Daud dan Salomo yang ada di Level Raja-Raja. Saya sudah mendiskusikan pewahyuan ini dengan beberapa saudari yang telah memahami panggilannya masing-masing dan ternyata apa yang Tuhan wahyukan benar-benar sebuah kebenaran yang menyelamatkan.

Pada umumnya masing-masing di dalam diri kita ada keenam sisi panggilan tersebut: Pilar, Imam, Mempelai, Tentara, Raja & Pekerja. Namun setiap orang memiliki kadar yang berbeda di masing-masing sisi panggilan tersebut. Sebagai contoh, saya memiliki sisi panggilan yang paling kuat sebagai Raja, diikuti sisi Pilar, sisi Imam, sisi Tentara, sisi Pekerja dan yang paling lemah adalah sisi Mempelai. Kelemahan sisi Mempelai saya dibuktikan dengan sulitnya saya berjalan dalam kekudusan. Hidup kudus dalam berbagai tantangannya terutama dari keinginan mata amat sulit dan sangat butuh perjuangan ekstra bagi saya. Dan Tuhan telah memberi petunjuk-Nya, "Kamu mulai memperkuat sisi Mempelaimu supaya kamu layak untuk masuk pada level yang telah Kutunggu dan menerima jatah sesuai dengan kehendak-Ku."

Sesaat saya merasa petunjuk-Nya amat sulit bagi saya. Dan saya bersyukur Tuhan mengerti sehingga Beliau memberi petunjuk ke-2, "Kalau kamu merasa terlalu berat untuk memulai dari sisi Mempelai, kamu dapat memulai dari sisi Pekerja. Nanti setelah cukup, kamu kembali fokus ke sisi Mempelai untuk memperkuat keenam sisi tersebut." Jadi begini, kalau saya hendak memulai dengan sisi Mempelai saya itu akan cepat sampai kepada standard tertentu yang Tuhan tetapkan untuk bisa masuk dan menikmati Masa Salomo Level Raja-Raja tersebut, namun amat berat bagi saya. Alternatifnya, saya bisa memulai dari sisi Pekerja dengan jalan melakukan tanggung jawab sisi Pekerja dengan sepenuh hati, kerelaan, sukacita dan ucapan syukur tanpa kehilangan damai sejahtera. Sementara sisi Pekerja saya perkuat, sisi Mempelai akan ikut naik walau tidak setinggi ketika memulai dari sisi Mempelai. Jadi, memulai dari sisi Pekerja akan lebih ringan bagi saya daripada memulai dari sisi Mempelai, walau resiko untuk mencapai standard tersebut menjadi lebih lama, tapi ini merupakan jalan yang baik.

Hikmat memberikan alternatif lain yang lebih baik, yaitu memulai sekaligus sisi Mempelai dan sisi Pekerja dengan mempercayai bahwa anugerah-Nya pasti cukup untuk itu, maka saya akan jauh lebih cepat dan menjadi tak terhentikan untuk sampai kepada standard yang Dia mau.

Saya bagikan pewahyuan ini ke beberapa saudari yang di antaranya yang memiliki panggilan Raja namun paling lemah sisi Pekerjanya, yang ke-2 memiliki panggilan Tentara namun paling lemah sisi Rajanya dan yang ke-3 memiliki panggilan Raja namun paling lemah sisi Mempelainya. Berikut cerita ketiganya:

1. Saudari yang memiliki panggilan Raja dan memiliki sisi terlemah Pekerja berpendapat, "Pantas sejak dulu Tuhan sering berkata kepadaku: "Ayo kerja, jangan malas" ternyata Tuhan sedang mengejar aku untuk naik level lagi."

2. Saudari yang memiliki panggilan Tentara dan memiliki sisi terlemah Raja berpendapat, "Pantas sejak dulu Tuhan sering menyuruh aku baca Firman-Nya lebih banyak lagi dan belajar menyelidiki Firman-Nya. Dan aku memang malas untuk melakukan itu."

3. Saudari yang memiliki panggilan Raja dan memiliki sisi terlemah Mempelai berpendapat sambil tertawa, "Selama ini aku disuruh Tuhan doa pagi tapi aku paling susah bangun pagi, dan Tuhan sudah memberi peringatan bahwa aku takkan ketemu Dia kalau masih berdoa siang bukan berdoa pagi."

Dari ketiga bahkan empat kasus di atas, ternyata yang dikejar Tuhan untuk masing-masing kita adalah sisi terlemah kita, sisi yang paling malas untuk kita kerjakan dan tekuni. Sisi yang paling sering kita hindari untuk kita taati. Tuhan juga memberikan pengertian dan alasan atas hal ini, "Level Raja-Raja amat menakjubkan sekaligus mematikan! Kalau sisi terlemah masing-masing anak-anak-Ku tidak diperkuat sampai standard tertentu, maka hasilnya adalah kebinasaan! Aku tidak mau mereka yang telah setia, namun jerih lelahnya sia-sia, sementara masih terlalu banyak yang hendak Aku tunjukkan dan tugaskan kepada anak-anak-Ku! Pada Masa Keemasan Daud dan Salomo ini, tidak ada waktu bagi anak-anak-Ku untuk jatuh seperti hamba-Ku Daud jatuh dengan Batsyeba, juga tidak ada ruang bagi mereka gagal seperti Salomo!"

Saya berharap pewahyuan ini memberkati kita semua dan dalam anugerah-Nya kita sampai kepada standard yang Dia kehendaki bahkan sampai memiliki 6 sisi panggilan dengan sempurna sekaligus masuk menikmati Masa Keemasan dan Kejayaan Daud & Salomo, TANPA kehilangan keselamatan kita.

Thursday, July 28, 2011

Membangun Parit Menyambut Kelimpahan

"Beginilah firman TUHAN: Biarlah di lembah ini dibuat parit-parit, sebab beginilah firman TUHAN: Kamu tidak akan mendapat angin dan hujan, namun lembah ini akan penuh dengan air, sehingga kamu serta ternak sembelihan dan hewan pengangkut dapat minum. Dan itupun adalah perkara ringan di mata TUHAN; juga orang Moab akan diserahkan-Nya ke dalam tanganmu." - 2 Raja-Raja 3:16-18

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus Yesus,
Bahwa sebentar lagi kelimpahan demi kelimpahan akan segera datang, seperti yang dijanjikan-Nya untuk kita memasuki masa Salomo. Dan bagi Tuhan mendatangkan semuanya itu adalah perkara ringan, tanpa perlu adanya tanda angin dan tanda hujan, secara tiba-tiba lembah bisa penuh dengan air. Namun karena banyak anak-anak Tuhan yang tidak percaya, akhirnya tanpa persiapan yang matang dan benar, tanpa membangun parit penampungan, kelimpahan tersebut malah membahayakan.

Ada dua jenis parit yang perlu dipersiapkan, parit yang pertama adalah Parit Prinsip Kehidupan. Parit ini berupa garis aturan main yang berlaku untuk menerima dan mengelola kelimpahan dalam kebenaran Firman. Parit yang lainnya adalah Parit Fisik, hal ini akan dijelaskan pada lain kesempatan.

Parit Prinsip Kehidupan dapat kita pelajari dari destiny tiga suku Israel:
Suku Yehuda - Ucapan pertama Yehuda yang tercatat dalam Alkitab adalah, "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?" dalam Kejadian 37:26. Hal ini menandakan bahwa (suku) Yehuda dalam setiap tindakannya akan berpikir keuntungan yang diperolehnya. Namun jika hal itu tidak menguntungkan, bahkan merugikan, maka hal itu tidak akan dilakukan. Bila amarah meniadakan berkat, ia tidak akan marah. Bila sakit hati makin merugikan dirinya, ia tidak akan membiarkan dirinya sakit hati. Bila pengampunan membawa kepada keselamatan dan sukacita, maka hal itu akan diusahakannya sungguh-sungguh.

Parit Prinsip 1; "Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu." Kejadian 49:8. Bahwa Yehuda akan menciptakan pujian demi pujian di antara kaum sebangsanya. Namun lebih daipada itu, tangan Yehuda menekan tengkuk musuh MELALUI PEPERANGAN rohani. Bahwa kelimpahan & kekayaan yang diperolehnya adalah dengan cara menjarah dari Si Jahat. Kaum Yehuda harus memahami dan MEMPRAKTEKKAN peperangan rohani dengan benar untuk dapat menekan tengkuk musuh. Dan adalah mustahil memperoleh kelimpahan tanpa peperangan rohani.

Parit Prinsip 2; "Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?" Kejadian 49:9. Bahwa Yehuda bertindak dengan persiapan yang sangat matang & mumpuni. Seperti singa bertindak, didahului dengan pengintaian, perhitungan, perencanaan dan strategi yang tersusun amat rapi.

Parit Prinsip 3; Memperhatikan segala sesuatu sebelum membuat suatu kesepakatan (deal). Membiasakan untuk selalu bertanya kepada Roh Kudus. Mempelajari segala kemungkinan terburuk dari setiap kesepatakan. Tidak mudah menerima bujuk rayu. Jangan bertindak seperti Yosafat, yang melakukan kesepakatan dengan pihak-pihak yang jahat dan dibenci Tuhan, padahal ia sendiri sangat terhormat.

Suku Zebulon - "Bersukacitalah, hai Zebulon, atas perjalanan-perjalananmu."
Parit Prinsip 4; Melakukan perjalanan diartikan KELUAR dari zona kenyamanan. Akan ada banyak hal baru saat kelimpahan datang. Akan datang zaman yang sama sekali berbeda. Itulah sebabnya dibutuhkan persiapan untuk mau menekuni hal-hal yang sama sekali baru, yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Bertindak keluar demi Gospel, Injil Tuhan; demi Gold, hasil duniawi; demi Glory, untuk nama Tuhan dimuliakan.

Parit Prinsip 5; "Dari Zebulon orang-orang yang sanggup berperang, yang pandai berperang dengan berbagai-bagai senjata: lima puluh ribu orang, yang siap memberi bantuan dengan tidak bercabang hati." - 1 Tawarikh 12:33. Bahwa harus memiliki niat dan kesanggupan yang besar untuk mengerjakan sesuatu yang extraordinary. Selain itu juga memiliki KEAHLIAN dan KETEPATAN dalam setiap pekerjaan. Serta tetap FOKUS & SETIA sampai Tuhan memberikan hasil nyata kelimpahan dalam setiap pekerjaan kita.

Ishakar - "Dari bani Isakhar orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel." - 1 Tawarikh 12:32a

Parit Prinsip 6; Memahami dengan tepat akan momentum dan kairos Tuhan. Apa yang akan jadi trend, apa yang akan booming. Kapan waktunya untuk bernegosiasi, kapan waktunya untuk membuat kesepakatan. Memberlakukan prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) untuk setiap peluang dan kesempatan yang memungkinkan.

Parit Prinsip 7; "Bersukacitalah, hai Isakhar, atas kemah-kemahmu. Bangsa-bangsa akan dipanggil mereka datang ke gunung; di sanalah mereka akan mempersembahkan korban sembelihan yang benar, sebab mereka akan mengisap kelimpahan laut dan harta yang terpendam di dalam pasir." - Ulangan 33:18-19. Kekayaan bangsa Indonesia sangat luar biasa, jangan biarkan kekayaan kita lebih banyak dikuasai pihak asing. Minta ke Tuhan, ambil untuk membuat target ke next level. Miliki kemampuan untuk dapat mengelola yang lebih besar lagi.

Parit Prinsip 8; "Isakhar adalah seperti keledai yang kuat tulangnya, yang meniarap diapit bebannya, ketika dilihatnya, bahwa perhentian itu baik dan negeri itu permai, maka disendengkannyalah bahunya untuk memikul, lalu menjadi budak rodi." - Kejadian 49:14-15. Bahwa kita perlu menjadi kuat dan bersedia bekerja keras. Bukan menjadi cengen dan manja serta malas. Bahkan ketika anugerah semakin besar, kerja harus semakin keras, supaya tidak ada anugerah yang sia-sia. Tidak berhenti bermimpi dan lakukan yang terbaik untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut jadi kenyataan.

Parit Prinsip 9; Bahwa di dalam kemah-kemah kita, di tanah kita, bangsa-bangsa akan datang terpanggil ke gunung Tuhan untuk melakukan persembahan kepada Tuhan. Adalah panggilan kita juga untuk membawa bangsa-bangsa itu kepada Tuhan.

27 Juli 2011 @ Holy Stadium, Semarang

Friday, April 8, 2011

Roman 3 Raja

Bahan Renungan: Kitab Samuel; Kitab 1 Raja-raja

Sejarah Kerajaan Israel dikenal dengan salah satunya dengan 3 raja mula-mula, Raja Saul, Raja Daud dan Raja Salomo. Uniknya adalah masing-masing memerintah sama persis 40 tahun. Namun kali ini kita akan membahas perbedaan masing-masing raja tersebut.

Raja Saul

Mulai disebutkan namanya di pasal 9 kitab pertama Samuel. Seorang yang elok rupanya, bahkan yang terelok di antara para Israel saat itu. Saul juga taat dan sayang pada orang tuanya. Dia dipilih sebagai raja atas Israel atas restu Tuhan melalui nabi Samuel. Ini sungguh sebuah awal yang sangat baik. Namun semuanya itu hanya berlangsung 2 tahun saja. Suatu ketika sebuah ujian atas kesetiaan melalui benturan dengan bangsa Filistin, Saul lebih mendengar rakyatnya daripada perintah Tuhan. Kelemahannya untuk tidak pernah bisa menerima harga dirinya direndahkan dan sifatnya yang pendendam menjadi malapetaka besar bagi hidupnya.

Setelah kesalahan besar tersebut, Tuhan masih memberi kesempatan kedua saat penumpasan total orang Amalek. Tuhan menghendaki semua ditumpas tanpa terkecuali. Namun Saul menyayangkan ternak Amalek yang bagus bahkan raja Agag yang seharusnya dibunuh malahan ditawan hidup-hidup. Semuanya dilanggar Saul karena tidak mampu mengatasi kelemahannya dan begitu rupa memprioritaskan hormat manusia daripada mentaati Tuhan. Karena hal ini bahkan Alkitab mencatat betapa menyesalnya Tuhan telah menjadikan Saul sebagai raja. Padahal di kemudian hari raja Agag menjadi moyang dari seorang pembenci Israel yang bernama Haman bin Hamedata di zaman ratu Ester.

Akhir hidup Saul begitu tragis, karena takut kalah dalam berperang dan tidak mampu menerima dirinya sebagai pecundang maka dia membunuh dirinya sendiri di medan pertempuran. Dan kita ketahui semua bahwa akhir hidup yang demikian hanya mengantarkan dia kepada neraka yang kekal. Takhta kerajaan akhirnya harus berpindah tangan, bukan saja tidak dilanjutkan oleh kaum keluarganya bahkan kaum sesukunya. Yehuda diangkat Tuhan menggeser Benyamin.

Raja Daud

Mengawali hidup sebagai anak "yang ditirikan" bahkan konon merupakan "anak haram" antara Isai dengan seorang wanita yang bukan istrinya. Namun sejak semula mengisi seluruh hidupnya dengan cinta akan Tuhan melalui berbagai mazmur dan nyanyian yang begitu memberkati banyak orang bahkan banyak bangsa sampai saat ini. Setelah diurapi nabi Samuel menjadi raja menggantikan Saul, karir pertamanya sebagai tentara kerajaan yang sangat fenomenal itu adalah mengalahkan dan memenggal kepala Goliat, pahlawan Filistin.

Berbagai kemenangan di medan pertempuran terus berlanjut menghiasi karir militernya, hingga suatu saat ketika para biduanita begitu memuja-muji Daud dan membanding-bandingkan dengan Saul, Saul menjadi begitu meluap dalam amarah dan berikhtiar untuk membunuh Daud. Namun Daud bukanlah pendendam seperti Saul, dua kali Daud melepaskan Saul dalam dua kesempatan berbeda. Padahal hari itu semua orang yang besertanya memohon kepada Daud untuk membunuh Saul. Bahkan ketika Saul mati, Daud begitu menangisi kematiannya. Menurut protokoler kerajaan, Yonatan yang seharusnya menjadi raja menggantikan Saul, dan Daud bukan saja takkan merebut takhta tersebut bahkan begitu mengasihi Yonatan. Karena kasihnya, hingga Tuhan harus membiarkan Yonatan terbunuh di medan pertempuran dan Daud memiliki jalan sebagai raja Israel.

Kesalahan keji pun pernah dilakukan ketika Daud telah menjadi seorang raja. Mengambil istri Uria dan membunuh suaminya untuk menutupi kesalahan tersebut. Namun begitulah orang yang memiliki hati yang lemah lembut, ketika teguran keras di depan umum datang dari nabi Natan, Daud memilih untuk bertobat dan menerima segala akibat perbuatannya dengan kerelaan. Begitu pula ketika terjadi perselisihan hebat dengan anaknya sendiri, Absalom, Daud memilih untuk menyingkir dan merelakan Tuhan turun tangan beperkara atas segalanya. Absalom yang meninggal dalam aksi kudeta melawan ayahnya malahan kematiannya ditangisi Daud secara mendalam. Dalam segala perkara, baik suka, baik duka, baik kemenangan maupun teguran hebat dari Tuhan, reaksi raja Daud hanya bermazmur. Hati yang bermazmur inilah yang menyukakan hati Tuhan.

Catatan penting mengenai silsilah Tuhan Yesus pada kitab Injil Matius pasal 1 hanya mencantumkan satu kali jabatan "raja" yaitu Daud di antara para raja Yehuda dan Israel yang pernah ada. Dan selama pelayanan Tuhan Yesus di dunia, Beliau hanya berkenan disebut Yesus, anak Daud. Demikian kita pahami betapa Daud begitu berkenan di hadapan-Nya.

Raja Salomo

Inilah raja pertama yang lahir di istana kerajaan. Memperoleh segala warisan kemuliaan dari ayahnya. Keberadaannya sebagai raja bahkan lebih mengundang decak kagum daripada Daud. Begitu juga segala hikmat, kepandaian dan pengertiannya masih berpengaruh dan menjadi inspirasi bagi dunia sampai sekarang. Segala hormat dan kemuliaan diperolehnya dari begitu banyak kerajaan. Dan di bawah kuasanya, Israel menjadi begitu kaya dan sangat berlimpah. Di zamannya emas bernilai seperti batu karena kekayaan yang diterima begitu luar biasa.

Namun begitulah sifat manusia yang tidak mampu menerima segala hormat dan kemuliaan yang sedemikian besar, Salomo yang pernah beramsal untuk menjaga hati dengan segala kewaspadaan bahkan jatuh juga dalam penyembahan berhala. Walau pada akhir hidupnya beliau bertobat dan menyesali segala kesalahannya, namun pertobatannya tidaklah seindah dan sejujur ayahnya, Daud. Tiliklah kitab Pengkotbah dengan teliti, perhatikan gaya dan tuturnya dan bandingkan dengan Mazmur Daud.

Di penghujung hidup raja Salomo berkata, "Semuanya sia-sia." Sedangkan raja Daud menutup dengan menyebut dirinya, "Tutur kata Daud bin Isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang manis di Israel"

Thursday, April 7, 2011

Jurnal SHRK April 2011 - Hari ke-3

Bahan Renungan: Yesaya 6:1-6; Ayub 4:11; Bilangan 23:24, 24:9; Amsal 30:30  ; Nahum 2:11-12

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,

Sesi kotbah dimulai dengan pernyataan dari Pdt. Petrus Agung mengenai sebuah penglihatan yang dialami pagi harinya. Terlihat sebuah lapangan yang sangat luas dan penuh dengan sangat banyak orang yang tak terhitung. Di salah satu sisi lapangan tersebut ada sebuah tembok putih yang sangat besar dan di tengah-tengahnya ada sebuah gerbang emas yang besar. Orang-orang tersebut seperti sedang menanti sesuatu, namun tidak semua orang yang ada di depan gerbang mengerti apa yang sedang dan akan terjadi. Lalu Tuhan berkata bahwa hanya yang mengerti dan memahami akan masuk lebih dulu dan tidak selamanya gerbang emas tersebut terbuka. Jadi akan ada orang-orang yang tidak melalui gerbang emas tersebut. Dan gerbang emas resmi dibuka pada sore hari tanggal 6 April 2011, umat Tuhan bersiap-siaplah mengalami transfer kekayaan orang fasik dan kekayaan-kekayaan lainnya dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Sesi diselingi oleh pesan Tuhan yang secara langsung disampaikan oleh Stephen Timothy (anak sulung Ev. Iin W Tjipto). Saudara Stephen berbicara tentang kerub-kerub seprti yang tertulis di Alkitab (Keluaran 25:18; Mazmur 99:1; Yehezkiel 10:18) yang menyatakan bahwa kerub tidak pernah sendirian, selalu berpasangan seperti yang digambarkan pada tutup tabut pendamaian. Kebersamaan dan kesatuan para kerub menjadi kunci hadirnya kemuliaan Tuhan di tengah-tengah dunia.

Penjelasan pesan ini dijelaskan oleh Pdt. Petrus Agung bahwa kitalah kerub-kerub tersebut, kita berpasangan dan saling menyuarakan pujian & penyembahan satu sama lain yang akhirnya akan mengundang kemuliaan Tuhan secara nyata pada masa Salomo ini. (Yesaya 6:1-6).

Singa

Melanjutkan pembahasan firman penglihatan dari hari sebelumnya. Kita ketahui bahwa singa adalah lambang pemerintahan dan otoritas, dan seperti kita ketahui bahwa panggilan kita sebagai imamat yang rajani, maka ada beberapa hal yang Tuhan ingin tegaskan berkaitan dengan identitas kita yang satu ini.

  • "Singa binasa karena kekurangan mangsa, dan anak-anak singa betina bercerai-berai." Ayub 4:11 - Takdir kita adalah berburu, karena itulah sifat alami singa. Dan sebagai seorang berkarakter singa tidak boleh tidak berburu. Namun banyak orang percaya kehilangan fokusnya, tidak lagi berburu hal-hal kebenaran sehingga menjadi sesat (binasa).
  • "Lihat, suatu bangsa, yang bangkit seperti singa betina, dan yang berdiri tegak seperti singa jantan, yang tidak membaringkan dirinya, sebelum ia memakan mangsanya dan meminum darah dari yang mati dibunuhnya." Keluaran 23:24 - Menegaskan bahwa singa sejati tidak pernah tidak berburu, karena memang itu sifat alaminya. Sekarang kita perlu menanyakan kepada diri kita, adakah kita masih memburu seperti yang Tuhan mau. Atau kita sudah kehilangan ketajaman kita dan memilih untuk hidup aman di luar kehendak dan rencana-Nya.
  • "Singa, yang terkuat di antara binatang, yang tidak mundur terhadap apapun." Amsal 30:30 - Singa tetap fokus, tidak mundur apapun yang terjadi di hadapannya. Ini mengharapkan anak-anak Tuhan tidak terpengaruh oleh gangguan yang dilakukan Iblis untuk mengacaukan fokus kita. Tidak mundur, tetap fokus ke garis akhir yang Tuhan tetapkan.
  • "Di mana gerangan persembunyian singa dan gua singa-singa muda, tempat singa pulang pergi, tempat anak singa, di mana tidak ada yang mengganggunya? Biasanya singa itu ... " Nahum 2:11-12 - Sifat alami singa dalam berburu adalah dengan berkelompok, tidak sendirian. Hal ini menegaskan kaitannya dengan pesan Tuhan mengenai kerub-kerub yang juga berpasangan.
  • "Ia meniarap dan merebahkan diri sebagai singa jantan, dan sebagai singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? Diberkatilah orang yang memberkati engkau, dan terkutuklah orang yang mengutuk engkau!" Bilangan 24:9 - Ke-singa-an hidup anak-anak Tuhan menjadikan kita disegani dan dihormati oleh dunia, sehingga siapa yang memberkati kita akan diberkati dan siapa yang mengutuki kita akan dikutuki oleh Tuhan.
Pada kesempatan ini, Tuhan dengan segala anugerah dan kebesaran-Nya memberi kesempatan bagi anak-anak-Nya di Jakarta untuk sekali lagi menyampaikan impian masing-masing kepada-Nya. Dan stempel disediakan dalam anugerah Tuhan untuk menyatakan pengesahan-Nya atas berkat besar Purim 5771 kali ini. Dan kali ini semua jemaat diajak sepakat bersama dengan Tuhan memasuki masa keemasan Salomo.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.