Labels

Showing posts with label Yesaya 60. Show all posts
Showing posts with label Yesaya 60. Show all posts

Tuesday, October 9, 2012

Jurnal SHRK Oktober 2012 - Hari Ke-1

"Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya." - 1 Korintus 12:27

Kelemahan maupun kejatuhan dari saudara-saudara kita di dalam Kristus Yesus hendaknya diperlakukan sebagai masalah dan penderitaan kita bersama sebagai bagian dari Satu Tubuh Kristus. Namun berapa banyak di antara yang justru menghina, menertawakan, menggosipkan maupun menyiarkan secara gencar alih-alih mendoakan dalam syafaat ketika seorang saudara kita, baik ia jemaat kecil maupun pendeta besar jatuh ke dalam sebuah masalah dan pencobaan.

Layakkah tangan yang masih sempurna menghina kaki yang tiba-tiba lumpuh padahal semuanya masih dalam satu tubuh yang sama? Dapatkah kita menerima jika orang lain berkata bahwa mereka menyukai wajah kita, namun membenci anggota tubuh kita yang lain karena cacat? Tidakkah aneh jika seseorang yang tidak memiliki anggota tubuh yang lengkap disebut "cacat sebagian" alih-alih cukup disebut "cacat"?

Jika yang membedakan seorang jemaat, atau seorang hamba-Nya, maupun sebuah organisasi gereja menjadi bermasalah ataupun melakukan kebodohan dengan diri kita sendiri yang kebetulan tidak jatuh ke dalam kebodohan yang serupa dan perbedaannya hanya karena kita memiliki anugerah yang lebih dibandingkan dengan mereka, layakkah kita merasa lebih baik dan lebih pantas bahkan menghakimi mereka padahal semuanya yang membedakan hanya anugerah itu sendiri?

Tuhan bisa memakai orang-orang yang tidak diperhitungkan untuk merendahkan orang-orang yang pintar dan sombong. Karena kadang-kadang Tuhan bisa memakai yang rendah, yang mungkin bekerja tidak seprofesional diri kita ketika kita di posisi itu. Mencintai Yesus artinya mencintai tubuh-Nya, mencintai saudara kita dalam kekonyolannya, kelemahannya, kesalahannya.

Jangan pernah menghakimi siapapun, karena Dia belum memegang palu untuk memutuskan apapun. Mari lanjutkan perjuangan kita sampai garis akhir, mata tertuju pada Yesus, minta Roh Tuhan jaga sikap hati kita. Keajaiban kita ikut dengan Tuhan adalah bahwa kita tidak berhadapan dengan aturan / hukum-hukum manusia, tetapi kita berhadapan dengan pribadi Tuhan Yesus Kristus, yang mencintai kita, yang ingin kita alami keajaiban-Nya. Biarlah hati dan cinta kita tetap untuk Dia.

Orang-orang di luar Kristus saja tidak patut kita hakimi, apalagi saudara-saudari kita yang sudah di dalam Kristus. Jika kita tidak jatuh seperti saudara-saudara kita jatuh, itu adalah anugerah dan hanya karena anugerah sehingga tidak ada yang sesungguhnya patut kita banggakan dari diri kita sendiri selain anugerah itu saja.

Hujan Awal & Hujan Akhir

"Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu." - Yoel 2:23

"Be glad then, you children of Zion, And rejoice in the LORD your God; For He has given you the former rain faithfully, And He will cause the rain to come down for you. The former rain, and the latter rain in the first [month]." - Joel 2:23, New King James Version

Memasuki Rosh Hashanah Ayin Gimel 5773 pada 16 September 2012 lalu, Tuhan berjanji untuk mencurahkan hujan awal dan hujan akhir pada bulan yang sama di bulan yang pertama. Perjalanan peperangan ke Inggris Raya kali ini salah satunya untuk mengambil api revival di Moriah Chapel, di kota Wales yang dalam sejarah tercatat dimulai pada Senin, 31 Oktober 1904. Kebangkitan rohani secara masif yang diadakan melalui seorang hamba-Nya, Evan John Roberts dan dikenal dengan sebutan Welsh Revival disebut sebagai hujan awal itu.

Sedangkan pada Minggu, 26 September 1965 di Soe, Timor terjadi revival yang masif yang diadakan oleh seorang anak muda dan menular ke seluruh penduduk di kota itu disebut sebagai hujan akhir. Maka ketika tim berkunjung ke Moriah Chapel di Wales pada 25 September 2012 lalu, melalui seorang hamba-Nya Tuhan menyatakan bahwa inilah penggenapan atas penyatuan hujan awal dan hujan akhir di bulan yang pertama dan api itu telah kita terima dengan iman untuk melahirkan lawatan dan revival yang jauh lebih dahsyat atas Indonesia.

Great Wealth Transfer

"Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku." - Yesaya 60:5-7

Cara Abraham adalah dengan mejalani negeri itu, sedangkan cara Ishak adalah dengan menaburi benih itu.

Menjelang Pengangkatan Gereja & Kedatangan Kristus yang ke-2 akan ada pertobatan terbesar dan terakhir terutama dari kaum Kedar & Nebayot. Dan untuk kegerakan terakhir ini dibutuhkan dana yang begitu besar yang diperoleh melalui transfer pemindahan kekayaan (dari seberang laut dan bangsa-bangsa dunia). Inilah masanya untuk kita pasukan Tuhan menjarah sesuai dengan kehendak-Nya bagi kita masing-masing. Ciri-ciri pasukan Tuhan adalah mereka punya kemampuan untuk menjarah. Ini saatnya pasukan Tuhan punya kekuatan menjarah. Ada banyak orang Kristen, yang diberi sesuatu oleh Tuhan, tapi tidak bisa menjadi besar. Bukan seperti itu destiny Tuhan buat kita. Hal besar harus terjadi.

Kita yang adalah imamat yang rajani sudah saatnya untuk melakukan segala jenis usaha untuk menjangkau jiwa terutama dari kalangan miskin dan tidak mampu dengan sedemikian rupa untuk memenuhi dan mempercepat penggenapan jumlah bilangan umat tebusan untuk Tuhan datang segera. Bangun berbagai usaha dan bisnis yang mampu melibatkan sebanyak mungkin orang-orang di bawah sambil menjadikan diri kita sebagai surat terbuka dari Kristus supaya semua yang mengenal kita, juga mengenal Kristus sebagai Allah yang hidup bagi pribadi mereka masing-masing. Minta urapan-Nya, rindukan hikmat-Nya untuk kita segera kerjakan semuanya ini dalam waktu yang sangat singkat ini.

Kita harus bangkitkan kembali impian kita. Apa yang hancur selama ini akan dibangkitkan Tuhan. Tidak penting siapa kita tetapi selesaikan semua mandat kita dengan tuntas. Firman-Nya tidak akan bisa dipatahkan oleh keadaan apapun juga karena Tuhan sedang mendemonstrasikan semuanya dengan cara yang ajaib.

Thursday, August 30, 2012

Jangan Bereaksi Berlebihan Terhadap Kesalahan

Oleh Rick Joyner, 28 Agustus 2012

Hampir setiap pribadi profetik yang saya tahu menyatakan bahwa tahun 2012 ini adalah "puncak segala yang baik maupun yang buruk." Saya pikir ini terbukti benar, namun saya pikir semua akan bertambah baik maupun bertambah buruk setiap tahunnya. Kita sedang memasuki masa paling menantang dalam sejarah dunia dan masa yang terbaik adalah terus berjalan bersama dengan Tuhan. Seperti yang telah saya katakan berulang kali bahwa kita hidup pada masa yang digambarkan dalam Yesaya 60.

Kita sedang memasuki masa-masa dimana kita harus menghadapi perkara-perkara akhir baik bagi bangsa Amerika maupun setiap bangsa lain di dunia. Di dalam Alkitab, ini disebut dengan "Lembah Penentuan." Setiap orang yang hidup pada masa ini harus melewati lembah ini, tetapi sekarang adalah waktu untuk memutuskan dalam hati kita keputusan yang akan kita ambil - bahwa kita tidak akan berkompromi demi kebenaran yang telah dipercayakan kepada kita dan kita tidak akan menyangkal dan menolak Tuhan yang telah membayar lunas keselamatan kita. Jika kita tetap percaya, kita tidak akan gagal dan kita dijanjikan untuk melihat kemuliaan-Nya.

Sebagaimana Tuhan katakan, barangsiapa mengasihi kepada yang paling hina, ia melakukannya juga untuk Tuhan. Itulah sebabnya, ketika saudara-saudari kita menjadi sasaran, kita perlu bangkit dan berdiri bagi mereka sebagaimana untuk Tuhan. Ketika kita melakukan hal ini, dunia bukan sekedar melihat bahwa Yesus dikirim oleh Bapa, namun Ia masih tinggal bersama dengan kita.

Ketika Iblis tahu bahwa ia tidak dapat menghentikan langkah seseorang, ia sering mendorong dari belakang hingga orang tersebut terjatuh. Target utamanya adalah mengalihkan umat-Nya dari Kristus, namun sekalipun mereka dapat melihat, ia tetap dapat menyebabkan kerusakan pada iman mereka jika ia menekan ke titik ekstrim. 

Sebuah parit ada di setiap sisi jalan kehidupan kita. Pada dasarnya, sisi yang satu menjunjung hukum dan aturan (legalisme) dan sisi lainnya adalah ketiadaan hukum (lawlessness). Jalan kehidupan ada di antara kedua ekstrim tersebut. Banyak di antara kita yang menghabiskan waktu hidupnya terombang-ambing di antara kedua parit tersebut karena kecenderungan kita bereaksi berlebihan terhadap kesalahan dan kegagalan. Beberapa reaksi memang wajar, namun intinya tidak bereaksi berlebihan supaya tidak jatuh ke dalam ekstrim yang berlawanan.

Tentu saja, kita juga memiliki masalah dalaam menantikan Tuhan. Ada begitu banyak "desakan" dalam firman-Nya untuk kita menantikan Dia, namun tidak ada satupun yang saya mengerti sebagai "terburu-buru." Terlalu banyak, terutama mereka yang begitu bergelora / bersemangat, sering kali terbakar dalam perkara ini. Kuncinya adalah tidak kehilangan api semangat dan menjadi ragu untuk terus melangkah. Alasan utama mengapa Yesus memberikan kepada Petrus kunci-kunci Kerajaan adalah pada kemampuannya berbuat kesalahan atau kegagalan yang besar namun setelah itu tetap bangkit dan bergerak maju.

"Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." - Amsal 24:16, banyak yang percaya bahwa orang benar tidak akan jatuh namun Yakobus 3:2 berkata, "Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; ..." Kita semua akan berbuat banyak kesalahan, namun "yang benar" adalah tidak membiarkan kesalahan-kesalahan itu menjatuhkan / menghentikan kita. Sekalipun kegagalan-kegagalan kita mengecewakan-Nya, namun kita harus tetap bangkit untuk menyenangkan hati-Nya terus.

Ini bukan perkara bagaimana kita tidak berbuat kesalahan dan kegagalan, namun bagaimana kita terus bangkit. Tidak terjebak dengan ilusi dari hukum yang berlaku, maupun ketakutan untuk berbuat salah serta perasaan tertuduh, melainkan terus mengandalkan Tuhan dalam segala perkara. Yang terpenting adalah, "Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya." - Amsal 14:26. Jagalah untuk tetap seimbang di dalam Dia dan tidak terjebak di kedua ekstrim yang ada.

Terjemahan bebas dari: Don't Overreact to Mistakes

Wednesday, April 13, 2011

Indonesia Yang Penuh Kemuliaan-Nya - Yesaya 60

Bahan Renungan Profetik: Yesaya 60

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Janganlah sekali-kali memandang rendah bangsa dan negeri ini, sekalipun itu hanya dalam hati kita! Apalagi membanding-bandingkan kemakmuran dan kemajuan kita dengan bangsa-bangsa lain, termasuk dengan para negeri tetangga kita. Itu HARAM hukumnya! Sekali lagi, itu HARAM hukumnya!

Negeri kita tidak lebih buruk dari Singapura, Malaysia, Tiongkok, Korea, Jepang, Amerika Serikat bahkan bangsa-bangsa Eropa sekalipun! Sebentar lagi kita akan dibuat tercengang karena di saat yang sama seluruh dunia akan berdecak kagum bahkan begitu iri dengan keberadaan negeri kita! Dan semuanya ini telah tertulis sejak ribuan tahun yang lalu dalam kitab Nabi Yesaya pasal 60, dan berbagai pasal lainnya.

Marilah percaya dan pahamilah bahwa negeri ini sungguh-sungguh dikasihi Tuhan bahkan di"anak-emas"kan. Sehingga saking besarnya perhatian dan kasih sayang Tuhan atas negeri ini, Iblis merusaknya sedemikian rupa. Negeri kita menjadi bulan-bulanan setan selama berabad-abad. Dirusaknya negeri ini dengan korupsi, adu domba, perpecahan, penjajahan, demokratisasi yang kebablasan yang membuat kita kecewa, hilang harapan, pasrah dan cenderung mengutuki negeri ini ketimbang mendoakannya. Namun semuanya itu takkan membatalkan rencana besar Tuhan atas Indonesia!

Inilah Waktu Penggenapan Yesaya 60 Atas Indonesia

Disebutkan bahwa kegelapan akan menutupi seluruh bumi (ayat 1), maka ketahuilah bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini dunia semakin gelap dan akan menuju puncak kegelapan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Krisis dalam berbagai bidang dan bencana dalam berbagai tempat terus berlomba dan makin intens. Namun terang yang sejati, kemuliaan Tuhan sendiri menjadi makin nyata atas Indonesia! Sebuah intervensi ilahi dan kekuasaan surgawi akan mengangkat Indonesia dalam waktu sangat cepat ke puncak kejayaan dan keemasan yang belum pernah ada dan tidak akan pernah ada lagi setelahnya (ayat 2).

Dikatakan bahwa Kedar dan Nebayot akan berhimpun untuk beribadah (ayat 7), dan di dunia ini negara mana yang kaum Kedar dan Nebayotnya lebih besar jumlahnya daripada Indonesia. Sekaligus berupa negara kepulauan, karena dikatakan bahwa penantian akan peristiwa ini dari berbagai pulau (ayat 9).  Jadi sebuah bangsa yang sedemikian dimuliakan Tuhan hingga ke puncak, yang menjadi jawaban di tengah kegelapan dunia adalah bangsa yang berkaum Kedar Nebayot terbanyak sekaligus yang memiliki pulau-pulau terbanyak pula. Dan semua peristiwa yang tertulis secara profetik dalam kitab Nabi Yesaya 60 akan terjadi sesaat sebelum kedatangan-Nya yang ke-2 (ayat 8).

Sadarkah negeri ini begitu unik dan istimewa. Hampir segala jenis etnis dan suku ada terkumpul di satu negara, dan itu semua bukan kaum pendatang seperti Amerika Serikat dan berbagai bangsa lainnya, namun semuanya adalah penduduk asli sejak berabad-abad yang lalu. Dari Sabang sampai ke Merauke, dari yang kulitnya putih, kuning, sawo, coklat bahkan legam semuanya adalah penduduk asli. Belum lagi hasil bumi yang sedemikian kaya walau telah diborong oleh para penjajah, namun kita tetap berlimpah.

Mulai hari ini berhenti bersikap negatif terhadap bangsa ini. Pemerintahannya boleh saja mengecewakan, namun kita gantungkan semua harapan kita kepada Tuhan yang jauh lebih peduli daripada kita sendiri. Inilah saatnya bagi kita yang percaya dan menaruh harap kepada-Nya. Ucapkanlah PERKATAAN PROFETIK ini minimal dua kali sehari. Sebutlah Indonesia dalam setiap bangunmu, dalam setiap tidurmu, dalam setiap tingkah laku kita, sampai segalanya menjadi nyata pada waktunya.

AMIN! AMIN! AMIN! AMIN! AMIN! AMIN! AMIN!

Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Yesus Kristus, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.

Yesaya 60 Untuk Indonesia

Inilah ucapan ilahi untuk Indonesia, kumandangkanlah sampai menjadi nyata!

Indonesia bangkit, dan menjadi terang, sebab terang telah datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atas Indonesia.

Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atas negeriku, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atas bangsaku.

Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada Indonesia, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit atas negeriku.

Kuangkat mukaku dan lihat ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; putra-putra bangsa datang dari jauh, dan putri-putrinya digendong.

Pada waktu itu kita semua akan heran melihat dan berseri-seri, bahkan akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepada Indonesia, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepada negeriku.

Sejumlah besar unta akan menutupi Indonesia, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.

Seluruh rakyat Indonesia akan berhimpun dan akan tersedia untuk ibadah yang sejati; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah Tuhan sebagai korban yang berkenan kepada Tuhan, dan Tuhan akan menyemarakkan rumah keagungan-Nya.

Semua ini untuk menyambut kedatangan Raja di atas segala raja yang ke-dua kali.

Sungguh, Tuhanlah yang dinanti-nantikan pulau-pulau yang jauh; kapal-kapal kekayaan dan kemuliaan berlayar di depan untuk membawa putra-putra bangsa dari jauh, perak dan emasnya dibawa serta, untuk nama TUHAN, Allah kita, dan oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, sebab Ia mengagungkan Indonesia.

Orang-orang asing akan membangun tembok negeriku, dan raja-raja mereka akan melayani Indonesia; sebab dalam murka-Nya Tuhan telah menghajar Indonesia, namun sekarang Tuhan telah berkenan untuk mengasihani kita.

Pintu-pintu gerbang Indonesia akan terbuka senantiasa, baik siang maupun malam tidak akan tertutup, supaya orang dapat membawa kekayaan bangsa-bangsa kepada negeriku, sedang raja-raja mereka ikut digiring sebagai tawanan.

Sungguh, bangsa dan kerajaan yang tidak mau mengabdi kepada Indonesia akan lenyap; bangsa-bangsa itu akan dirusakbinasakan.

Kemuliaan Libanon, yaitu pohon sanobar, pohon berangan dan pohon cemara, akan dibawa bersama-sama kepada Indonesia, untuk mempersemarak tempat bait kudus-Nya, sebab Tuhan hendak memuliakan tempat kaki-Nya berjejak.

Anak-anak orang-orang yang menindas Indonesia akan datang kepada kita dan tunduk, dan semua orang yang menista Indonesia akan sujud menyembah telapak kaki kita; mereka akan menyebutkan Indonesia "kota TUHAN", "Sion, milik Yang Mahakudus, Allah Israel."

Sebagai ganti keadaan negeriku dahulu, ketika Indonesia ditinggalkan, dibenci dan tidak disinggahi seorangpun, sekarang Tuhan akan membuat Indonesia menjadi kebanggaan abadi, menjadi kegirangan turun-temurun.

Indonesia akan mengisap susu bangsa-bangsa dan akan meminum susu kerajaan-kerajaan maka seluruh rakyatnya akan mengetahui, bahwa Dialah, TUHAN, Juruselamat kita, dan Penebus kita, Yang Mahakuasa, Allah Yakub.

Sebagai ganti tembaga Tuhan akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Tuhan akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi; Tuhan akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupku.

Tidak akan ada lagi kabar tentang perbuatan kekerasan di Indonesia, tentang kebinasaan atau keruntuhan di Nusantara; seluruh rakyatnya akan menyebutkan temboknya "Selamat" dan pintu-pintu gerbangnya "Pujian".

Bagiku matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi TUHAN akan menjadi penerang abadi bagiku dan Allah kita akan menjadi keagungan seluruh rakyat Indonesia.

Bagiku akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagiku, dan hari-hari perkabunganku akan berakhir.

Rakyat Indonesia semuanya orang-orang benar, kita memiliki negeri untuk selama-lamanya; Indonesia sebagai cangkokan yang Tuhan tanam sendiri untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Yesus Kristus, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.