Labels

Showing posts with label Rapture. Show all posts
Showing posts with label Rapture. Show all posts

Friday, April 28, 2017

Dasar Firman Mid-Tribulation Rapture

Simak artikel sebelumnya: Logika Sederhana Mid-Tribulation Rapture

Dari manakah garis awal (start line) iman kita? Garis awal itu dimulai dari,
ㅤㅤ
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." - Yohanes 3:16
ㅤㅤ
Dan di manakah garis akhir (finish line) perlombaan iman kita?
ㅤㅤ
"Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita." - 1 Yohanes 3:16
ㅤㅤ
Jadi, Kristus akan melihat gambar Diri-Nya yang utuh di dalam kita ketika kita menjadi serupa dengan-Nya dalam penderitaan dan pengorbanan-Nya, termasuk sebagai para martir-Nya.
ㅤㅤ
Bukankah para martir ini yang mampu mengalahkan binatang itu, patungnya dan bilangan namanya (666) serta para mereka ada kecapi Elohim?
ㅤㅤ
"Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah." - Wahyu 15:2
ㅤㅤ
Para martir sejati, merekalah yang dikehendaki Tuhan untuk duduk satu Takhta dengan-Nya dan memiliki kuasa untuk menghakimi dan memerintah bahkan sampai dalam kekekalan.
ㅤㅤ
"Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun." - Wahyu 20:4

Pre-Tribulation Rapture Vs. Post-Tribulation Rapture

Berdasarkan logika sederhana dan kebenaran yang tertulis dalam Alkitab, maka pertanyaannya adalah, mungkinkah bagi seseorang yang tertinggal menurut versi Pre-Tribulation Rapture bisa mengalami akhir yang berkemenangan, memperoleh takhta yang akan didudukinya sambil ikut menghakimi dan memerintah bersama-sama dengan Kristus?

Bagi saya hal itu mustahil. Iman bekerja seperti otot, yakni perlu dilatih setahap demi setahap, sehari demi sehari. Seperti kata pepatah, "What have to be done daily, have to be done daily" (apa yang harus diselesaikan setiap hari, memang harus diselesaikan setiap hari). Orang yang tidak biasa berolahraga angkat beban maka harus memulai dari beban yang kecil dahulu, sampai pada waktu tertentu, sepanjang ia tekun melakukannya, maka akan tiba saatnya ia akan mampu mengangkat beban yang besar, Begitu juga iman.

Dan Masa Tribulasi Besar itu seperti ajang "olimpiade iman" bagi Gereja Tuhan untuk bisa tampil sebagai Mempelai Wanita yang kudus dan tak bercacat cela. Jadi, melalui apa yang tertulis di Wahyu 15:2 dan Wahyu 20:4 maka jelaslah bahwa Rapture akan terjadi SETELAH Masa Tribulasi Besar dan SEBELUM Ketujuh Cawan Murka dicurahkan, atau lebih tepatnya disebut Post-Tribulation Pre-Wrath Rapture.

Bagi yang mengerti bahwa hanya melalui pengalaman kematian bersama dengan Kristus, Tuhan akan melihat gambar dan rupa-Nya pada diri orang itu, maka orang itupun akan mengalami kebangkitan besama dengan Kristus.

Yang Sesungguhnya Mendahului Rapture

Apa yang sesungguhnya mendahului Rapture?

"Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah." - 2 Tesalonika 2:3-4

Akan ada gelombang tsunami murtad, yakni pengkhianatan terhadap Yesus Kristus di Akhir Zaman, karena tribulasi besar terjadi melalui Sang Manusia Durhaka Antikristus. Jadi, memang Gereja Tuhan akan alami dahulu head to head dengan Antikristus sebelum Rapture terjadi, sehingga Gereja sungguh didapati sebagai Mempelai Wanita yang kudus dan tak bercacat cela.


Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.


Saturday, April 1, 2017

Logika Sederhana Mid-Tribulation Rapture

Sudah menjadi perdebatan yang berkepanjangan di kalangan Gereja mengenai kapan tepatnya Rapture terjadi dari Masa Tribulasi Besar. Ada yang percaya bahwa Rapture terjadi sebelum Masa Tribulasi Besar, atau biasa disebut Pre-Tribulation Rapture. Ada yang percaya bahwa Rapture terjadi di pertengahan Masa Tribulasi Besar, atau biasa disebut Mid-Tribulation Rapture. Dan ada juga yang percaya bahwa Rapture terjadi di akhir dari Masa Tribulasi Besar, yakni tepat setelah Tujuh Sangkakala digenapi dan sebelum Tujuh Cawan Murka dimulai, atau biasa disebut Post-Tribulation Rapture.

Ketiganya memiliki dasar firman dan penafsirannya masing-masing. Dan mayoritas percaya Pre-Tribulation Rapture, yakni bahwa Pengangkatan terjadi untuk menghindarkan Gereja dari Masa Tribulasi Besar. Padahal sesungguhnya Masa Tribulasi Besar itulah yang dibutuhkan untuk memperoleh Mempelai Wanita yang sesuai kualifikasi-Nya Tuhan Yesus sendiri. Dan Rapture adalah cara Tuhan untuk menghindarkan Gereja dari ketujuh Cawan Murka Allah yang sangat dahsyat itu.

Karena ketiganya merasa memiliki dasar firman yang sama kuatnya, maka sekarang saya mencoba mengajak berpikir logis bahwa yang benar adalah Mid atau Post-Tribulation Rapture ketimbang Pre-Tribulation Rapture:

1. Pre-Tribulation Rapture berkata bahwa semua orang yang sungguh-sungguh jalan bersama dengan Tuhan dijemput lebih dulu, sedangkan sisanya yang selama hidupnya cenderung kompromi dengan dosa, maupun yang jahat akan ditinggalkan, masuk Masa Tribulasi Besar, menghadapi Antikristus yang akan memaksakan mereka yang tertinggal untuk menerima Tanda Binatang itu. 

Pertanyaannya, jika yang tertinggal adalah mereka yang selama hidupnya selama ini setengah hati dengan Tuhan maupun juga yang jahat, lalu untuk apa Antikristus harus memaksa mereka menerima Tanda Binatang itu? Karena pada masa yang penuh anugerah dan limpah kesempatan saja mereka ini cenderung kompromi dengan dosa, enggan menyalibkan daging dan masih terlalu sarat dengan berhala-berhalanya, bagaimana mungkin mereka mendadak bisa punya iman yang begitu kuat untuk tetap teguh menolak Tanda Binatang itu?

2. Saya percaya bahwa Masa Tribulasi Besar adalah ajang untuk memilih antara mempertahankan iman atau menyelamatkan nyawa. Setiap orang harus memilih salah satunya, harus kehilangan salah satunya dan tidak bisa mempertahankan keduanya. Jadi jika ingin mempertahankan iman, harus siap kehilangan nyawa dan begitu juga sebaliknya.

Pertanyaannya, jika mereka yang selama ini hidup karena melihat dan tidak punya iman kepada Tuhan, bagaimana mungkin mereka mempertahankan sesuatu yang mereka tidak miliki? Mereka selama ini sayang nyawa, dan tidak punya iman, jadi bagaimana mungkin mereka bisa mempertahankan iman yang sebenarnya mereka tidak miliki? Maka sudah pasti mereka yang tidak punya iman akan mempertahankan nyawa mereka dengan menerima Tanda Binatang itu. Itu sebabnya Antikristus tidak perlu memaksa jenis kaum yang ini untuk mau menerima Tanda Binatang, sebab pada dasarnya mereka sayang nyawanya sendiri.

3. Perhatikan pola yang ada dari berbagai kisah yang ditulis di dalam Alkitab. Semuanya adalah penindasan dulu, kesengsaraan dulu, penyiksaan dulu, barulah datang pembebasan. Perbudakan selama ratusan tahun, barulah pembebasan melalui Musa. Pembuangan lebih dulu, barulah pemulihan negara. Jatuh ke dalam dosa dulu, barulah penebusan melalui Anak Manusia. Bahkan Second Coming, saat Yesus Kristus datang sebagai Raja di atas segala raja, adalah pembebasan bagi bangsa Israel dari siksaan Antikristus.

Jadi bagaimana mungkin Gereja punya pola terbalik sendiri, diselamatkan dulu melalui Rapture tanpa mengalami Masa Tribulasi Besar.

Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

Tuesday, April 7, 2015

Yang Dipersingkat

"Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat." - Matius 24:21-22

"Waktunya tidak akan lama lagi, tidak sampai lima tahun." - Ev. Yusak Tjipto Purnomo (3 Juni 2009, SHRK - Balai Samudera, Jakarta).


"Saya yakin rapture akan terjadi pada 2009 namun itu tidak terjadi dan saya sangat, sangat kecewa. Pada minggu pertama tahun 2010 Tuhan menjelaskan kepada saya bahwa rapture seharusnya terjadi pada 2009 namun Ia menundanya untuk waktu yang hanya sekejap mata saja. Sejak awal 2010 Tuhan berbicara tentang rapture dengan urgensi yang lebih daripada sebelumnya. Cara-Nya membahas rapture, terkesan bahwa hal itu akan terjadi kapanpun." - Choo Nam Thomas (1 Maret 2010, www.choothomas.org/urgentmessage.html).

Choo Nam Thomas akhirnya wafat pada tanggal 13 April 2013 karena penyakit kanker yang dideritanya tanpa pernah mengalami penggenapan janji Tuhan akan waktu pengangkatan tersebut. Dan kekecewaan beliau akan tertundanya rapture menjadi misteri tersendiri bagi seorang kekasih Tuhan yang begitu nyata buah pelayanan dan kehidupannya.

Beberapa hari yang lalu, setelah memuat tulisan sebelumnya yang berjudul: Pre-Tribulation Atau Mid-Tribulation, Roh Tuhan mengajak saya berdiskusi mengenai waktu rapture. Dan setelah saya teringat dan menyadari fakta-fakta tersebut di atas, Tuhan berbicara demikian, "Nak, ada tertulis bahwa waktunya akan dipersingkat, sebab jika tidak dipersingkat maka tidak ada yang selamat. Namun faktanya adalah beberapa kali Aku sudah menunda waktu-Ku untuk menjemput kalian. Menurutmu, apakah karena Aku berbohong dan tidak menepati Firman-Ku atau selama ini kalianlah yang berpikir terbalik?"

Setelah pertanyaan-Nya yang begitu menggugah selesai disampaikan, detik itu juga saya menyadari bahwa kemungkinan besar waktu rapture akan datang lebih lama daripada yang diduga oleh banyak dari kita sebagai Pasukan-Nya di Akhir Zaman. Untuk membuktikan pernyataan ini, pada tanggal 4 April 2015 lalu saya mencoba melakukan survey sederhana mengenai pendapat pribadi masing-masing orang percaya akan waktu rapture. Pilihan-pilihannya adalah sebagai berikut:

A. Waktu rapture akan terjadi kurang dari 1 tahun lagi.
B. Waktu rapture akan terjadi antara 1 - 3 tahun lagi.
C. Waktu rapture akan terjadi antara 3 - 5 tahun lagi.
D. Waktu rapture akan terjadi lebih dari 5 tahun lagi.

Dari sekitar 100 orang yang menjawab salah satu dari keempat pilihan tersebut, hampir 90% di antaranya memilih A atau B atau C dan TIDAK memilih opsi D. Artinya sebagian besar dari kita yang menantikan waktu pengangkatan tersebut percaya bahwa rapture akan terjadi kurang dari 5 tahun lagi, bahkan beberapa percaya bahwa hal itu akan terjadi di tahun ini juga.

Simak lagi kotbah hamba-Nya, Ev. Mikael Indriati Tjipto:


Pemikiran Terbalik

"Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku." - Yohanes 8:43

Setelah mengetahui melalui seorang nabiah-Nya, Ibu Mikhael Indriati Tjipto bahwa Antikristus dan Masa Tribulasi 7 Tahun masih bisa ditahan 2 tahun lagi sejak 20 Maret 2015 lalu dan Tuhan masih belum menentukan kapan rapture akan terjadi, termasuk apakah itu pre-tribulation atau mid-tribulation, Tuhan mulai menyingkapkan lebih lanjut kekeliruan yang selama ini terjadi bertahun-tahun di antara kita mengenai waktu rapture tersebut:

"Kalian Bahtera dan Gereja-Ku diajak mendeklarasikan untuk membangun lebih dari 3 juta orang pasukan-Ku dan menuai 5 milyar jiwa, namun kalian juga mengharapkan Aku datang menjemput kalian secepatnya. Apakah kalian sungguh punya muka untuk memandang wajah-Ku di awan-awan sedangkan pada saat yang sama mata-Ku harus memandang dengan nanar begitu banyak dari mereka yang akan tertinggal dan terhilang?

"Ketika Aku mewahyukan kepada hamba-Ku, Yusak Tjipto, bahwa rapture adalah mid-tribulation, maka kalian otomatis berpikir bahwa itu akan terjadi tepat di tengah Masa Tribulasi 7 Tahun. Masing-masing tepat tiga setengah tahun sebelum dan setelah rapture. Sekarang bagaimana kalau Aku nanti tunda lagi 1 atau 2 tahun dari tiga setengah yang pertama itu? Sehingga yang ada adalah 2,5 tahun atau bahkan hanya 1,5 tahun waktu yang tersisa bagi mereka yang tertinggal setelah Aku datang menjemput kalian.

"Sekarang apakah kalian mengerti sisi waktu yang mana yang Aku maksud hendak Aku persingkat dengan orang-orang pilihan-Ku? Kalian masih mengira bahwa Aku mempersingkat waktu dari sisi sekarang hingga rapture nanti, padahal rapture telah Aku tunda beberapa kali, sedangkan Aku masih terus mengusahakan supaya sesedikit mungkin yang binasa dan sebanyak mungkin yang selamat."

Betapa ironinya cara berpikir kita selama ini, bahwa sesungguhnya yang hendak dipersingkat adalah sisi waktu dari rapture hingga selesainya Masa Tribulasi 7 Tahun, yang ditandai dengan Kedatangan Anak Manusia yang kedua kalinya dan Perang Armageddon. Itu berarti sangat besar kemungkinan waktu kita untuk head to head dengan Antichrist di Masa Tribulasi akan lebih dari 3,5 tahun, atau masih lebih dari 5,5 tahun dari sekarang, bahkan masih 6,5 - 8,5 tahun dari sekarang. Tergantung apakah cawan tuaian jiwa-jiwa itu terisi lebih cepat atau lebih lambat dari yang diharapkan.

Dengan demikian, besar kemungkinan generasi kita ini akan menyaksikan Bait Suci ke-3 dibangun, bahkan diduduki oleh Manusia Pendurhaka itu. Termasuk bahwa kita juga akan menyaksikan Dua Saksi Elohim mulai bertugas di Bumi sebelum rapture terjadi seperti yang dinubuatkan dalam Wahyu 11.

Dua Garis Pertandingan Iman

Saya menyadari bahwa kemungkinan tulisan dan pewahyuan kali ini akan sulit diterima oleh sebagian besar orang percaya dan bahkan menjadi kontroversi tersendiri, terutama bagi mereka yang telah begitu menantikan rapture. Namun kita harus menyadari bahwa kita sedang berada dalam peperangan besar, panjang dan semakin intens di antara dua kerajaan, yakni Kerajaan Tuhan dan kerajaan kejahatan. Kedua pihak bertanding dan berpacu dengan waktu.

"Pada saat-saat seperti ini, kalian harus menyadari bahwa Garis Awal pertandingan iman kalian dimulai dengan apa yang tertulis di Yohanes 3:16, sebab memang semua berawal dari Bapa. Namun Garis Akhir pertandingan ini adalah apa yang tertulis di 1 Yohanes 3:16."

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." - Yohanes 3:16

"Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita." - 1 Yohanes 3:16

Jadi Garis Akhir pertandingan kita sesungguhnya adalah dengan wajib menyerahkan seluruh kehidupan kita selama ini hingga seluruh cawan tuaian jiwa-jiwa terpenuhi baik dengan menahan kehadiran Sang Pendurhaka maupun ketika harus head to head dengannya. Save the lost at any cost.

Pewahyuan ini hanya dapat dibatalkan kalau memang rapture ternyata terjadi dalam kurang dari 2 tahun lagi. Namun adalah bijak untuk sejak dini menyadari bahwa segala sesuatu adalah mungkin, termasuk menyadari apa yang tertulis sebagai Garis Akhir pertandingan kita.

Metusalah

Perhatikan dengan seksama kesepuluh nenek moyang pertama dari orang-orang benar, yakni dari Adam hingga Nuh. Semua anak masih hidup ketika semua ayah mereka wafat, kecuali Metusalah, karena ia melihat ayahnya, Henokh, terangkat dan ia harus menyaksikan anaknya Lamekh wafat di usia ke-777 tahun sebelum dia wafat dan air bah datang. Sedangkan Metusalah sendiri memiliki usia paling panjang di antara kesepuluh nenek moyang kita, yakni 969 tahun.

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." - Matius 24:37

Tuhan selalu berikan kesempatan yang terbanyak dan terpanjang untuk kita bertobat dan berjalan seirama dengan hati-Nya sehingga lolos dari kesusahan besar. Itu sebabnya Ia hendak mempersingkat jarak antara rapture dengan akhir Masa Tribulasi Besar, sebab Ia tahu bahwa pada masa itu tidak banyak yang bisa bertahan dan selamat.

Adalah bagian kita untuk memberi respon dengan tepat sesuai kehendak-Nya sejalan dengan kesempatan yang terus diberikan. Waktu-waktu ini memang sudah "injury time" bagi kita semua, namun ketika Tuhan hendak memberikan kesempatan lebih lagi, adakah kita hendak sepakat dengan-Nya atau malah bersikap seperti Yunus kepada Niniwe?

Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.

Aku ini mencari orang yang ketika Aku wahyukan apapun bahkan ketika Aku telanjang di depannya sekalipun, Aku tidak perlu khawatir orang itu akan mencuri kemuliaan-Ku.

Saturday, March 28, 2015

Pre-Tribulation Atau Mid-Tribulation

"Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu? Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali." - 2 Tesalonika 2:5-8

"Don’t you remember that I told you about all this when I was with you? And you know what is holding him back, for he can be revealed only when his time comes. For this lawlessness is already at work secretly, and it will remain secret until the one who is holding it back steps out of the way. Then the man of lawlessness will be revealed, but the Lord Jesus will kill him with the breath of his mouth and destroy him by the splendor of his coming." 2 Thessalonians 2:5-8 (NLT)

Kotbah hamba-Nya, Panglima Mikhael Indriati Tjipto, di Ark of Christ - Bandung pada tanggal 23 Maret 2015 (link kotbah bebas untuk download) sungguh memberikan sebuah peneguhan tersendiri bagi saya pribadi dan juga bagi semua Pasukan Tuhan. Sebelum atau setelah membaca tulisan ini, saya berharap Anda semua mendengarkan kotbah tersebut.


Jadi sekarang kita masih punya waktu ekstra sekitar 2 tahun untuk mempersiapkan diri lebih serius lagi menyambut dimulainya Masa Tribulasi Besar pada tahun 2017 nanti. Hal ini karena Tuhan melalui Pasukan-Nya telah berhasil menahan masa itu terjadi pada saat gerhana matahari total 20 Maret 2015 lalu. Dan penahanan ini hanya berlaku 2 tahun saja. Masa penundaan 2 tahun ini sungguh mengejutkan bagi saya pribadi, karena saya bertanya-tanya, mengapa masa penundaan ini hanya 2 tahun, bukan setahun, bukan 3 tahun ataupun 5 tahun?

Dan beberapa alasan yang bisa saya deskripsikan adalah sebagai berikut:

1. 21 September 2017 merupakan Tahun Baru Ibrani atau Rosh Hashanah 5778, itu berarti negara Israel telah genap berdiri kembali selama hampir 70 tahun sejak 14 Mei 1948 (5 Iyyar 5708). 

"Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara (negara Israel): Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu (satu angkatan sama dengan 70 tahun), sebelum semuanya ini terjadi." - Matius 24:32-34

2. Tanda besar di langit yang sekarang sedang terjadi, yakni Tetrad Blood Moons ke-8 pada 2014 - 2015 merupakan tanda besar "sisi Alpha" atau sisi Tanakh (Perjanjian Lama) sedangkan apa yang dinubuatkan di Kitab Wahyu pasal 12 merupakan tanda besar "sisi Omega" atau sisi Brit Chadasah (Perjanjian Baru) seperti yang pernah dijabarkan dalam tulisan terdahulu (Wahyu 12: Virgo, Jupiter & Planet 7X). Namun seorang anak Tuhan yang lain mendeskripsikan dengan lebih rinci lagi mengenai tanda besar sisi Omega tersebut dalam video Youtube berikut ini: 


Penjelasan Secara Alkitabiah Sekaligus Secara Ilmiah Mengenai Tanda Besar Wahyu 12

"Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan (Virgo) berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang (9 bintang dari gugus Leo, Merkurius, Venus dan Mars, totalnya 12) di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar (Ophiuchus & Serpent), berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh (5 bintang di ekor gugus Serpent, Saturnus, Merkurius, Venus, Bulan dan Matahari, totalnya 10) dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota (Corona Borealis). Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki (Jupiter), yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya (Libra)." - Wahyu 12:1-5

Menarik sekali bahwa zodiak Ophiuchus (dan Serpent) merupakan zodiak termuda yang ditemukan pertama kali di abad ke-2 Masehi. Dan sejak tahun 2009 banyak astronom di dunia mengakui bukan lagi 12 zodiak (Aries - Pisces) melainkan 13 zodiak, karena Ophiuchus dihitung sebagai zodiak ke-13. Seharusnya bukan kebetulan bahwa Kitab Wahyu pasal 13 menubuatkan bangkitnya Sang Antikristus dengan Nabi Palsunya. Penjelasan ilmiah mengenai zodiak ke-13 Ophiuchus ini dapat Anda baca di situs Suara Pembaruan ini

Tanda besar sisi Omega ini (Wahyu 12:1-5) akan berlangsung selama tepat satu tahun almanak Ibrani, yakni tepat pada Rosh Hashanah 5778 hingga Rosh Hashanah 5779. Dan semua nubuatan init akan terjadi tepat di atas langit Yerusalem,Israel, yakni sejak 21 September 2017 hingga 10 September 2018.

3. Tahun 2017 juga merupakan 100 tahun dari bebasnya Israel dari penjajahan Ottoman Turki yang runtuh di Perang Dunia I.

4. Tahun 2017 juga merupakan 70 tahun sejak diterbitkannya Resolusi PBB atas berdirinya negara Israel, pada tangga 29 November 1947.

5. Tahun 2017 juga merupakan 50 tahun sejak Yerusalem kembali ke negara Israel melalui Perang Enam Hari di awal Juni 1967, yang juga bersamaan dengan berlangsungnya Tetrad Blood Moons ke-7 (1967 - 1968).

6. Tahun 2017 juga merupakan 500 tahun sejak Reformasi Gereja diinisiasi secara dramatis oleh Martin Luther terhadap Gereja Katholik Roma pada tahun 1517 di Jerman.

Simak juga lanjutan tulisan ini:


Pre-Tribulation Atau Mid-Tribulation

Pertanyaan berikutnya adalah, apakah setelah 2 tahun nanti Masa Tribulasi Besar ini masih bisa ditahan atau ditunda lagi? Dengan sekian petunjuk sebelumnya disebutkan di atas, hampir bisa dipastikan bahwa masa tersebut sudah tidak dapat ditangguhkan lagi. Apalagi rencana Amerika Serikat dan banyak negara maju di dunia untuk menerapkan RFID Chip secara wajib dan massal kepada seluruh warga negaranya. Maka tujuh masa yang terakhir terakhir dari rangkaian 70 kali tujuh masa yang dinubuatkan dalam Kitab Daniel pasal 9 akan dimulai sejak 1 Nisan 5777 atau 28 Maret 2017.

Yang paling menarik adalah dalam kotbah hamba-Nya itu disebutkan bahwa Tuhan belum menentukan apakah Rapture akan terjadi sebelum Masa Kesusahan Besar itu (Pre-Trib) atau di tengah Masa Kesusahan Besar itu (Mid-Trib). Di poin ini saya teringat ketika seorang hamba-Nya yang lain, yakni Ev. Yusak Tjipto Purnomo dalam sebuah buku mengatakan bahwa beliau mendapatkan pewahyuan dari Tuhan bahwa Rapture akan terjadi Mid-Trib. Itu berarti dalam 2 tahun lagi Gereja Tuhan akan menempuh sebuah sejarah yang luar biasa dramatis selama (maksimal) 3 - 3,5 tahun berikutnya karena harus berhadapan head to head dengan Sang Antikristus.

Mulai 2017 itu, akan terjadi dua ekstrim situasi yang berlansung secara bersamaan, yakni kegelapan dari Masa Tribulasi Besar dan sekaligus Tsunami Lawatan & Tuaian Besar di Akhir Zaman, keduanya akan paralel berjalan hingga Tuhan menjemput Gereja-Nya di awan-awan (Yesaya 60:8).

Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu kandangnya?

Thursday, May 1, 2014

Waktu Pengangkatan & Identitas Dua Saksi - Vol. 4

* Tulisan pengajaran ini merupakan hasil studi dari berbagai sumber yang sifatnya cenderung lebih subyektif dikarenakan adanya berbagai versi pemahaman tentang Eskatologi / Akhir Zaman. Namun keberadaannya yang cenderung subyektif ini tidak mengurangi tujuan utama penulisan ini, yakni untuk memaksa Pasukan dan Gereja Tuhan untuk tetap terjaga, tetap beriman dan tidak menjadi kecewa di masa-masa yang kritis dan transisional dalam beberapa tahun ke depan.

Dua Saksi: Elia Ganda

"Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, keluarlah api dari mulut mereka menghanguskan semua musuh mereka. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara itu. Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya." - Wahyu 11:3-6


Tuhan menubuatkan adanya Dua Saksi yang akan bersaksi serta menyerukan pertobatan bagi bangsa pilihan maupun bagi mereka yang tertinggal namun masih mau mempertahankan iman mereka dengan mengorbankan segalanya termasuk nyawa mereka. Hujan awal (moreh) dan hujan akhir (malqosh) juga merupakan versi lain dari Dua Saksi yang dijanjikan itu, siapakah mereka?

"Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." - Lukas 1:13-17

"Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah." - Maleakhi 4:5-6

Tuhan menubuatkan bahwa nabi Elia akan datang menjelang hari Tuhan, inilah Saksi Pertama kita. Intinya adalah seorang yang diutus untuk membawa pertobatan secara masif. Lalu siapakah Saksi Kedua? Perhatikan bahwa Tuhan hanya mengutus satu jenis roh untuk mendatangkan pertobatan tersebut, yakni roh Elia. Di awal Perjanjian Baru, Yohanes Pembaptis adalah utusan yang memiliki roh Elia, namun pada akhir hidupnya, Yohanes Pembaptis menjadi kecewa dan mempertanyakan Tuhan. Namun ada Yohanes lain yang akan diutus sebagai Saksi Kedua, yakni Rasul Yohanes. Berikut ini beberapa poin yang meneguhkan pendapat tersebut:

1. Nama Yohanes memiliki arti Jehovah - Sang Pemberi yang murah hati. Bukankah pertobatan adalah ekspresi tertinggi kemurahan hati Tuhan? Jadi Yohanes Pembaptis merupakan Yohanes Alpha yang hadir di awal masa Mesianik, sedangkan Rasul Yohanes merupakan Yohanes Omega yang hadir di akhir masa Mesianik.

2. Ingatkah bahwa Yohanes merupakan satu di antara dua murid Yesus yang hendak menurunkan api dari langit (Lukas 9:54)? Persis yang dilakukan Elia ketika menghadapi ratusan nabi Baal. Dan keduanya akan melakukan lagi di akhir masa Mesianik seperti yang tertulis dalam Kitab Wahyu 11.

3. Rasul Yohanes merupakan satu-satunya dari keduabelas rasul pertama yang tidak mengalami mati secara martir, sama seperti nabi Elia yang terangkat ke Sorga. Padahal nasib semua nabi yang menyelesaikan tugasnya adalah mati sebagai martir, sehingga tepatlah bahwa kedua nabi dan rasul ini menggenapi tugas terakhir mereka di penghujung Akhir Zaman nanti.

4. Rasul Yohanes adalah penulis Kitab Wahyu, jadi siapa lagi yang bisa lebih baik mengungkapkan semua misteri di dalam Kitab Wahyu saat semua isinya sedang digenapi di penghujung Akhir Zaman ini? Tidak ada kitab lain di Alkitab yang akan mengalami perkara menakjubkan ini.

5. Nabi Elia mewakili Tanakh - תנ"ך (Perjanjian Lama) dan Rasul Yohanes mewakili Brit Chadasah - חדשה ברית (Perjanjian Baru) untuk menggenapi nubuatan hujan awal dan hujan akhir yang dinubuatkan dalam Kitab Yoel 2.

Setelah Dua Saksi selesai bertugas, mereka akan dibunuh dan mati, namun tiga setengah hari kemudian akan bangkit dan ikut terangkat dalam Rapture Besar bersama dengan orang-orang percaya, yakni mereka yang teguh mempertahankan iman mereka sekalipun harus membayar dengan nyawa (Wahyu 11:7-12).




* Untuk mengundang penulis bicara mengenai materi pengajaran ini lebih interaktif di persekutuan-persekutuan Anda, silakan kontak: windunatha@gmail.com 

Waktu Pengangkatan & Identitas Dua Saksi - Vol. 3

* Tulisan pengajaran ini merupakan hasil studi dari berbagai sumber yang sifatnya cenderung lebih subyektif dikarenakan adanya berbagai versi pemahaman tentang Eskatologi / Akhir Zaman. Namun keberadaannya yang cenderung subyektif ini tidak mengurangi tujuan utama penulisan ini, yakni untuk memaksa Pasukan dan Gereja Tuhan untuk tetap terjaga, tetap beriman dan tidak menjadi kecewa di masa-masa yang kritis dan transisional dalam beberapa tahun ke depan.

Skenario Yang Tersurat

Kita telah memahami alasan untuk mencermati akar Ibrani berkaitan dengan Akhir Zaman, dan salah satu kesimpulan yang telah kita ketahui bahwa hari dan saat yang paling misterius itu jatuh di tanggal 1 Tishrei, yang memang sampai saat ini sulit untuk diketahui kapan tepatnya 1 Tishrei tiba di setiap tahunnya. Setelah tanggal dan bulannya, sekarang kita hendak mencermati, pada tahun berapakah 1 Tishrei yang paling dinanti itu? Coba simak kutipan firman di bawah ini:



"Tetapi pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit. ... Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja." - Markus 13:24-32

Jika kita cermati Markus 13 ini dengan seksama, sesungguhnya Tuhan ada menuturkan skenario dari bagian penghujung Akhir Zaman secara berurutan, terutama dimulai pada saat tanda langit berupa matahari menjadi gelap (gerhana matahari) dan bulan tak bercahaya atau berubah menjadi merah darah saat gerhana bulan pada tahun 2014 - 2015. Kemudian dilanjutkan dengan jatuhnya bintang-bintang (meteor shower) yang disebabkan oleh melintasnya Planet 7X di pertengahan 2016. Kemudian akan ditutup dengan Pengangkatan Gereja (Rapture) yang ditandai dengan keluarnya planet Jupiter dari "rahim" Virgo pada 23 September 2017 (Wahyu 12: Virgo, Jupiter & Planet 7X).

Apakah itu berarti bahwa Rapture akan terjadi di antara atau di sekitar tanggal 21 - 23 September 2017? Berdasarkan perhitungan otomatis, Rosh Hashanah 1 Tishrei 5778 jatuh pada tanggal 21 September 2017 saat matahari terbenam. Sedangkan mengenai tahun 2017, silakan simak beberapa fakta berikut ini:

1. Tahun 2017 merupakan 70 tahun resolusi PBB untuk berdirinya negara Israel yang berdaulat (29 November 1947).

2. Tahun 2017 merupakan 50 tahun reunifikasi Yerusalem ke Israel melalui Perang Enam Hari.

3. Tahun 2017 juga merupakan peringatan 50 tahun peristiwa Roswell yang amat misterius berkaitan dengan keberadaan makhluk Alien. Kita perlu menyadari bahwa keberadaan makhluk Alien memiliki kaitan kuat dengan Fallen Angels dan Nephilim. Informasi tentang makhluk Alien yang dihembuskan berpuluh-puluh tahun BUKAN merupakan fiksi belaka, melainkan mitos yang perlu diwaspadai.

4. Tahun 2017 juga merupakan peringatan 70 tahun penemuan Dead Sea Scrolls yang mengungkap naskah asli berbagai kitab di Alkitab.

5. Hampir seluruh umat Tuhan yang non-Katholik Roma merupakan "hasil" dari Reformasi Gereja yang diinisiasi oleh Martin Luther pada tahun 1517, yang melahirkan aliran Kristen Protestan 500 tahun yang lalu.

6. Rabbi Judah ben Samuel atau juga disebut Judah He-Hasid (Judah The Pious) yang hidup pada tahun 1140 - 1217, menjelang akhir hayatnya, beliau menubuatkan bahwa setelah 10 kali tahun Yobel (500 tahun) Ottoman Turki menaklukkan kota Yerusalem, itulah akhir dari masa Mesianik atau masa Gereja. Ottoman Turki mulai menaklukkan kota Yerusalem pada tahun 1517. Tahun yang sama ketika Reformasi Gereja dimulai.

Namun pada saat saya memikirkan semua petunjuk akan tahun 2017 tersebut, Roh-Nya tiba-tiba mengingatkan saya akan firman yang tertulis:

"Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!" - Lukas 13:6-9

Dan inilah penafsiran yang timbul dalam hati saya, dikatakan bahwa Tuhan menantikan 3 tahun untuk pohon ara untuk berbuah. Pohon ara selalu berbicara tentang bangsa Israel, sedangkan mereka diharapkan untuk bertobat / berbuah, namun kita tahu bahwa sampai saat ini mayoritas bangsa Israel tidak pernah mengakui Mesias yang pernah hadir 2.000 tahun yang lalu. Dan kemungkinan besar penantian 3 tahun dihitung sejak wafatnya Ariel Sharon pada tanggal 11 Januari 2014 lalu. Jika sungguh Tuhan masih mau memberikan 1 tahun "ekstra" dari 2017, maka ada kemungkinan "batas akhir" Rapture adalah 1 Tishrei 5779 atau sekitar 10 September 2018.

Anda mungkin akan terkejut menyadari bahwa waktunya sudah sedemikian singkat, dan bertanya-tanya apakah mungkin Tuhan mau memberikan waktu lebih dari 2018. Namun sesungguhnya Tuhan yang sedang bertanya kepada kita, "Maukah kamu tetap setia berdiri bagi bangsamu dan mengikuti semua rencana yang sudah Kutetapkan bagi kalian?" Karena dalam roh saya, saya merasa kita memiliki jatah maksimal hingga 2020.



* Untuk mengundang penulis bicara mengenai materi pengajaran ini lebih interaktif di persekutuan-persekutuan Anda, silakan kontak: windunatha@gmail.com 

Waktu Pengangkatan & Identitas Dua Saksi - Vol. 2

* Tulisan pengajaran ini merupakan hasil studi dari berbagai sumber yang sifatnya cenderung lebih subyektif dikarenakan adanya berbagai versi pemahaman tentang Eskatologi / Akhir Zaman. Namun keberadaannya yang cenderung subyektif ini tidak mengurangi tujuan utama penulisan ini, yakni untuk memaksa Pasukan dan Gereja Tuhan untuk tetap terjaga, tetap beriman dan tidak menjadi kecewa di masa-masa yang kritis dan transisional dalam beberapa tahun ke depan.

7 Hari Raya Tuhan (7 God's Feasts)

Sadarkah Anda bahwa istilah "hari libur" yang dalam bahasa Inggris disebut holiday, sesungguhnya mengacu kepada hari-hari perayaan yang Tuhan tetapkan bagi bangsa Yahudi? Holiday terdiri dari kata "holy" yang berarti kudus dan kata "day" yang berarti hari. Bukankah pada perayaan-perayaan tersebut Tuhan menuntut bangsa Israel untuk menguduskan hari-hari tersebut? Coba simak Kitab Imamat pasal 23 yang memuat 7 perayaan utama yang Tuhan tetapkan bagi bangsa pilihan-Nya. Dengan kita menelaah ketujuh hari yang sakral tersebut, maka kita akan mengetahui rancangan Tuhan dalam time table-Nya.


Bangsa Israel memiliki banyak perayaan, namun Kitab Imamat pasal 23 menyebutkan ada tujuh hari raya utama, yakni:

1. Paskah (Passover / Pesach) - setiap tanggal 14 bulan Nisan (Imamat 23:5). Perayaan ini telah digenapi saat Tuhan Yesus disalibkan dan mati di kayu salib.

2. Roti Tak Beragi (Unleavened Bread) - setiap tanggal 15 bulan Nisan (Imamat 23:6). Perayaan ini telah digenapi saat Tuhan Yesus dikuburkan.

3. Buah Sulung (Firstfruits) - setiap tanggal 16 - 22 bulan Nisan (Imamat 23:9-14). Perayaan ini telah digenapi saat Tuhan Yesus bangkit dari kematian dan menghadap kepada Bapa.

4. Pentakosta (Pentacost / Shavuot) - setiap tanggal 6 bulan Sivan (Imamat 23:15-22) atau 50 hari setelah Paskah. Perayaan ini telah digenapi saat Roh Kudus dicurahkan secara masif kepada 120 orang pertama setelah 10 hari sejak Tuhan Yesus terangkat ke Sorga.

Empat perayaan pertama telah digenapi Tuhan Yesus sebagai Imam Tertinggi dan Roh Kudus-Nya. Sedangkan tiga perayaan terakhir akan digenapi Tuhan Yesus sebagai Raja atas segalanya.

5. Peniupan Sangkakala (Rosh Hashanah) - setiap tanggal 1 bulan Tishrei (Imamat 23:23-25). Akan digenapi pada saat Tuhan Yesus menjemput Gereja-Nya di awan-awan, disebut juga Pengangkatan Gereja atau Rapture.

6. Pendamaian (Atonement / Yom Kippur) - setiap tanggal 10 bulan Tishrei (Imamat 23:26-32). Akan digenapi ketika Tuhan Yesus datang kedua kali - Second Coming, menginjakkan kedua kaki-Nya di Bumi dengan cara yang sama (dan kemungkinan besar pada saat yang sama, yakni 10 hari sebelum Pentakosta - tanggal 25 bulan Iyyar) - Kisah Para Rasul 1:11.

7. Pondok Daun (Tabernacles / Sukkot) - setiap tanggal 15 bulan Tishrei (Imamat 23:33-44). Akan digenapi ketika Kerajaan Seribu Tahun (Wahyu 20:6) berlangsung.

Misteri Rosh Hashanah

Secara literal Rosh Hashanah berarti tahun baru atau pergantian tahun yang selalu terjadi pada tanggal 1 bulan Tishrei setiap tahunnya. Perlu Anda ketahui bahwa menurut sejarah bangsa Yahudi, penciptaan bumi dimulai pada tanggal yang sama, dan berbagai peristiwa besar lainnya, di antaranya:

- Penciptaan manusia pertama kali
- Jatuhnya Adam ke dalam dosa
- Saat Kain dan Habel mempersembahkan korban mereka masing-masing kepada Tuhan
- Kelahiran Abraham, Ishak, Yakub dan Samuel
- Wafatnya Abraham, Ishak, dan Yakub
- Yusuf keluar dari penjara dan diangkat menjadi penguasa atas seluruh tanah Mesir
- Konon kelahiran Tuhan Yesus di Betlehem

Dengan demikian maka kita dapat menyimpulkan bahwa agenda dan cara kerja Tuhan pada tingkatan tertentu memiliki pola, yakni terutama ketika untuk memulai sesuatu yang baru, Tuhan memilih hari yang baru dalam tahun yang baru, termasuk saat Pengangkatan Gereja (Rapture). Berikut ini beberapa dasar hukum dan pemikiran yang meneguhkan bahwa tanggal 1 bulan Tishrei merupakan saat Rapture:

a. "Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri." - Matius 24:36. Bagi para rabbi, kalimat tersebut merupakan idiom yang mengacu pada hari dan saat (menit dan detik) pergantian tahun. Almanak Ibrani memakai penghitungan gerak matahari dan bulan (Kejadian 1:14-19). Pada zaman dahulu bahkan hingga saat ini, tidak ada seorangpun yang dapat menilai dengan tepat dan akurat kapan pergantian tahun terjadi, kecuali para rabbi besar yang mampu menilai hingga kisaran menit tertentu. Penentuan tanggal 1 Tishrei yang sekarang ini digunakan BUKAN dengan melihat pergerakan bulan secara manual, melainkan dari penghitungan otomatis yang dimulai sejak tanggal 1 Nisan (sekitar bulan Maret atau April tiap tahunnya).

b. "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." - Kisah Para Rasul 1:11. Jika cara yang sama Tuhan Yesus datang kedua kali menjejakkan kaki-Nya di Bumi adalah termasuk tanggal yang sama, yakni 25 Iyyar (10 hari sebelum 6 Sivan - Pentakosta / Shavuot), maka 42 bulan sebelum tanggal tersebut adalah 1 Tishrei.

c. "Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan." - 1 Tesalonika 4:16-17. Tanggal 1 bulan Tishrei Rosh Hashanah disebut juga hari peniupan serunai atau sangkakala (Trumpets Day). Hal yang sama juga diungkap oleh Rasul Paulus, "Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah." - 1 Korintus 15:51-52.

Alternatif Lain

Setelah kita mencermati beberapa poin pemikiran, apakah waktu Rapture hanya pada tanggal 1 Tishrei saja? Izinkan saya untuk mengajukan alternatif lainnya. Menurut Kitab Talmud bangsa Yahudi, ada dua tokoh besar yang tanggal kelahiran serta tanggal kepergiannya dari dunia terjadi di tanggal yang sama:

1. Ketika Henokh lahir dan ketika Henokh terangkat ke Sorga, hal itu terjadi pada tanggal 6 bulan Sivan (Pentakosta).

2. Begitu juga raja Daud lahir dan wafat di tanggal 6 bulan Sivan, Pentakosta.

3. Gereja "resmi" dilahirkan juga pada saat Roh Kudus dicurahkan di hari Pentakosta, apakah Gereja juga akan terangkat di hari yang sama?

Bersambung ...

Waktu Pengangkatan & Identitas Dua Saksi - Vol. 1

Waktu Pengangkatan & Identitas Dua Saksi - Vol. 3

* Untuk mengundang penulis bicara mengenai materi pengajaran ini lebih interaktif di persekutuan-persekutuan Anda, silakan kontak: windunatha@gmail.com 

Waktu Pengangkatan & Identitas Dua Saksi - Vol. 1

* Tulisan pengajaran ini merupakan hasil studi dari berbagai sumber yang sifatnya cenderung lebih subyektif dikarenakan adanya berbagai versi pemahaman tentang Eskatologi / Akhir Zaman. Namun keberadaannya yang cenderung subyektif ini tidak mengurangi tujuan utama penulisan ini, yakni untuk memaksa Pasukan dan Gereja Tuhan untuk tetap terjaga, tetap beriman dan tidak menjadi kecewa di masa-masa yang kritis dan transisional dalam beberapa tahun ke depan.

Penggenapan Hujan Awal & Hujan Akhir

"Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu." - Yoel 2:23


Kitab Yoel pasal 2 secara gamblang menyatakan perihal Akhir Zaman maupun berbagai rahasia yang tersirat di dalamnya. Salah satunya adalah mengenai adanya manifestasi tercurahnya hujan awal dan hujan akhir secara bersamaan yang akhirnya bermuara kepada tsunami lawatan Roh Tuhan sendiri, untuk menggenapi semua nubuatan-Nya. Dalam bahasa Ibrani, hujan awal (former rain) disebut moreh - מורה, yakni guru (laki-laki). Sedangkan guru perempuan disebut morah - yang ditulis dengan abjad yang sama dengan penyebutan yang berbeda. Dengan mengganti huruf 'mem' - מ dengan huruf 'tav' - ת pada kata 'morah', maka kita akan mendapati kata 'Torah' - תורה atau yang disebut Taurat dalam bahasa Indonesia.

Sedangkan hujan akhir (latter rain) disebut malqosh - מַלְקוֹשׁ, Talmud Yahudi menjelaskan bahwa kata 'malqosh' terdiri dari dua kata yang berbeda, yaitu kata 'mal' dan 'qosh'. 'Mal' berarti mencabut atau menyingkirkan atau menghapus dan 'qosh' berarti tegar tengkuk. Jadi 'malqosh' berarti penyingkiran atas ketegartengkukan atau sederhananya adalah pertobatan, yang menggambarkan hasil dari kasih karunia Tuhan.

Jadi pada penghujung Akhir Zaman, Tuhan akan mengungkapkan berbagai rahasia-Nya melalui Torah (yang mewakili Perjanjian Lama) maupun Malqosh (yang menggambarkan Perjanjian Baru). Karena rahasia-rahasia Akhir Zaman hanya dapat dipahami jika kita mau mencermati akar Ibrani (Hebrew Roots) yang banyak tersembunyi dalam Tanakh - תנ"ך (Torah, Kitab Para Nabi & Tulisan Hikmat) di masa Perjanjian Lama. Tanpa memahami dan mencermati akar Ibrani tersebut, kita akan mengalami kesulitan memahami maksud tersirat Tuhan, terutama yang terkandung dalam buku terakhir di Alkitab, yakni Kitab Wahyu oleh Rasul Yohanes.

Khusus mengenai hujan awal dan hujan akhir lebih rinci, Anda dapat mempelajarinya dari rekan saya di www.elishevadpw.com

Tanda-Tanda Penghujung Akhir Zaman

"Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat (mophet) di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas." - Yoel 2:28-32

Di penghujung Akhir Zaman atau pada masa puncak penggenapan ini, ada beberapa perkara yang perlu dicermati:

1. Bahwa Roh Tuhan dan manifestasi-Nya akan terjadi BUKAN HANYA kepada orang-orang Kristen maupun TIDAK HANYA mengambil tempat kejadian perkara di dalam bangunan gereja atau ibadah gereja secara lazimnya, melainkan terjadi kepada semua manusia dan di berbagai tempat di manapun Roh-Nya hendak menyatakan diri dan kemuliaan-Nya. Maka kita akan memahami bahwa perihal masuk ke dalam Kerajaan Sorga tidak ditentukan apakah orang tersebut Kristen atau non-Kristen, melainkan apakah ia hidup sebagai domba atau sebagai kambing, sesuai dengan yang tertulis dalam Matius 25.

2. Tuhan menubuatkan akan adanya mophet, yakni tanda-tanda ajaib yang amat signifikan baik di langit maupun di bumi, termasuk di antaranya adalah pertumpahan darah dan peperangan, kerusuhan besar nan masif serta berbagai bencana alam, karena gumpalan asap itu mengacu kepada peristiwa-peristiwa yang memang memberi dampak adanya asap yang menggumpal, entah karena letusan gunung berapi maupun ledakan bom atau senjata perang.

3. Mophet pada langit meliputi fenomena teranyar Tetrad Blood Moons dan dua gerhana matahari di 2015 yang bertepatan dengan dua kali tahun baru Ibrani (Rosh Chodesh - 1 Nisan 5775, dan Rosh Hashanah - 1 Tishrei 5776). Dan juga tanda besar dalam Kitab Wahyu pasal 12, yakni wanita, putranya dan naga merah. Tanda besar ini mengacu kepada rasi bintang Virgo, planet Jupiter dan sebuah benda langit yang unik disebut Planet 7X. Rincian mengenai ketiganya dapat dicermati dengan klik di sini.

4. Bahwa bukan hanya kaum Kristen (Gentiles), namun juga kaum Yahudi (Jews) percaya bahwa keselamatan HANYA terdapat dalam nama Tuhan. Dengan demikian jelaslah bahwa baik Torah maupun Kasih Karunia hanya merupakan jalan untuk memiliki hubungan kepada Bapa, sedangkan keselamatan hanya ada dalam nama-Nya. Dan hal ini juga menegaskan bahwa pandangan Kristen awam yang menilai bahwa bangsa Yahudi menilai keselamatan kekal dapat diperoleh dengan menjalankan Hukum Taurat adalah SALAH. Sebab sejak awal kaum Yahudi menyadari bahwa keselamatan hanya terdapat dalam nama Tuhan. Ini terjadi karena adanya gap yang besar yang telah lama tercipta di antara kaum Yahudi dengan kaum Kristen (Gentiles / Goyim).

Bersambung ...

Waktu Pengangkatan & Identitas Dua Saksi - Vol. 2

Waktu Pengangkatan & Identitas Dua Saksi - Vol. 3

Waktu Pengangkatan & Identitas Dua Saksi - Vol. 4

* Untuk mengundang penulis bicara mengenai materi pengajaran ini lebih interaktif di persekutuan-persekutuan Anda, silakan kontak: windunatha@gmail.com 

Wednesday, April 13, 2011

Indonesia Yang Penuh Kemuliaan-Nya - Yesaya 60

Bahan Renungan Profetik: Yesaya 60

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Janganlah sekali-kali memandang rendah bangsa dan negeri ini, sekalipun itu hanya dalam hati kita! Apalagi membanding-bandingkan kemakmuran dan kemajuan kita dengan bangsa-bangsa lain, termasuk dengan para negeri tetangga kita. Itu HARAM hukumnya! Sekali lagi, itu HARAM hukumnya!

Negeri kita tidak lebih buruk dari Singapura, Malaysia, Tiongkok, Korea, Jepang, Amerika Serikat bahkan bangsa-bangsa Eropa sekalipun! Sebentar lagi kita akan dibuat tercengang karena di saat yang sama seluruh dunia akan berdecak kagum bahkan begitu iri dengan keberadaan negeri kita! Dan semuanya ini telah tertulis sejak ribuan tahun yang lalu dalam kitab Nabi Yesaya pasal 60, dan berbagai pasal lainnya.

Marilah percaya dan pahamilah bahwa negeri ini sungguh-sungguh dikasihi Tuhan bahkan di"anak-emas"kan. Sehingga saking besarnya perhatian dan kasih sayang Tuhan atas negeri ini, Iblis merusaknya sedemikian rupa. Negeri kita menjadi bulan-bulanan setan selama berabad-abad. Dirusaknya negeri ini dengan korupsi, adu domba, perpecahan, penjajahan, demokratisasi yang kebablasan yang membuat kita kecewa, hilang harapan, pasrah dan cenderung mengutuki negeri ini ketimbang mendoakannya. Namun semuanya itu takkan membatalkan rencana besar Tuhan atas Indonesia!

Inilah Waktu Penggenapan Yesaya 60 Atas Indonesia

Disebutkan bahwa kegelapan akan menutupi seluruh bumi (ayat 1), maka ketahuilah bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini dunia semakin gelap dan akan menuju puncak kegelapan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Krisis dalam berbagai bidang dan bencana dalam berbagai tempat terus berlomba dan makin intens. Namun terang yang sejati, kemuliaan Tuhan sendiri menjadi makin nyata atas Indonesia! Sebuah intervensi ilahi dan kekuasaan surgawi akan mengangkat Indonesia dalam waktu sangat cepat ke puncak kejayaan dan keemasan yang belum pernah ada dan tidak akan pernah ada lagi setelahnya (ayat 2).

Dikatakan bahwa Kedar dan Nebayot akan berhimpun untuk beribadah (ayat 7), dan di dunia ini negara mana yang kaum Kedar dan Nebayotnya lebih besar jumlahnya daripada Indonesia. Sekaligus berupa negara kepulauan, karena dikatakan bahwa penantian akan peristiwa ini dari berbagai pulau (ayat 9).  Jadi sebuah bangsa yang sedemikian dimuliakan Tuhan hingga ke puncak, yang menjadi jawaban di tengah kegelapan dunia adalah bangsa yang berkaum Kedar Nebayot terbanyak sekaligus yang memiliki pulau-pulau terbanyak pula. Dan semua peristiwa yang tertulis secara profetik dalam kitab Nabi Yesaya 60 akan terjadi sesaat sebelum kedatangan-Nya yang ke-2 (ayat 8).

Sadarkah negeri ini begitu unik dan istimewa. Hampir segala jenis etnis dan suku ada terkumpul di satu negara, dan itu semua bukan kaum pendatang seperti Amerika Serikat dan berbagai bangsa lainnya, namun semuanya adalah penduduk asli sejak berabad-abad yang lalu. Dari Sabang sampai ke Merauke, dari yang kulitnya putih, kuning, sawo, coklat bahkan legam semuanya adalah penduduk asli. Belum lagi hasil bumi yang sedemikian kaya walau telah diborong oleh para penjajah, namun kita tetap berlimpah.

Mulai hari ini berhenti bersikap negatif terhadap bangsa ini. Pemerintahannya boleh saja mengecewakan, namun kita gantungkan semua harapan kita kepada Tuhan yang jauh lebih peduli daripada kita sendiri. Inilah saatnya bagi kita yang percaya dan menaruh harap kepada-Nya. Ucapkanlah PERKATAAN PROFETIK ini minimal dua kali sehari. Sebutlah Indonesia dalam setiap bangunmu, dalam setiap tidurmu, dalam setiap tingkah laku kita, sampai segalanya menjadi nyata pada waktunya.

AMIN! AMIN! AMIN! AMIN! AMIN! AMIN! AMIN!

Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Yesus Kristus, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.

Yesaya 60 Untuk Indonesia

Inilah ucapan ilahi untuk Indonesia, kumandangkanlah sampai menjadi nyata!

Indonesia bangkit, dan menjadi terang, sebab terang telah datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atas Indonesia.

Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atas negeriku, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atas bangsaku.

Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada Indonesia, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit atas negeriku.

Kuangkat mukaku dan lihat ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; putra-putra bangsa datang dari jauh, dan putri-putrinya digendong.

Pada waktu itu kita semua akan heran melihat dan berseri-seri, bahkan akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepada Indonesia, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepada negeriku.

Sejumlah besar unta akan menutupi Indonesia, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.

Seluruh rakyat Indonesia akan berhimpun dan akan tersedia untuk ibadah yang sejati; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah Tuhan sebagai korban yang berkenan kepada Tuhan, dan Tuhan akan menyemarakkan rumah keagungan-Nya.

Semua ini untuk menyambut kedatangan Raja di atas segala raja yang ke-dua kali.

Sungguh, Tuhanlah yang dinanti-nantikan pulau-pulau yang jauh; kapal-kapal kekayaan dan kemuliaan berlayar di depan untuk membawa putra-putra bangsa dari jauh, perak dan emasnya dibawa serta, untuk nama TUHAN, Allah kita, dan oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, sebab Ia mengagungkan Indonesia.

Orang-orang asing akan membangun tembok negeriku, dan raja-raja mereka akan melayani Indonesia; sebab dalam murka-Nya Tuhan telah menghajar Indonesia, namun sekarang Tuhan telah berkenan untuk mengasihani kita.

Pintu-pintu gerbang Indonesia akan terbuka senantiasa, baik siang maupun malam tidak akan tertutup, supaya orang dapat membawa kekayaan bangsa-bangsa kepada negeriku, sedang raja-raja mereka ikut digiring sebagai tawanan.

Sungguh, bangsa dan kerajaan yang tidak mau mengabdi kepada Indonesia akan lenyap; bangsa-bangsa itu akan dirusakbinasakan.

Kemuliaan Libanon, yaitu pohon sanobar, pohon berangan dan pohon cemara, akan dibawa bersama-sama kepada Indonesia, untuk mempersemarak tempat bait kudus-Nya, sebab Tuhan hendak memuliakan tempat kaki-Nya berjejak.

Anak-anak orang-orang yang menindas Indonesia akan datang kepada kita dan tunduk, dan semua orang yang menista Indonesia akan sujud menyembah telapak kaki kita; mereka akan menyebutkan Indonesia "kota TUHAN", "Sion, milik Yang Mahakudus, Allah Israel."

Sebagai ganti keadaan negeriku dahulu, ketika Indonesia ditinggalkan, dibenci dan tidak disinggahi seorangpun, sekarang Tuhan akan membuat Indonesia menjadi kebanggaan abadi, menjadi kegirangan turun-temurun.

Indonesia akan mengisap susu bangsa-bangsa dan akan meminum susu kerajaan-kerajaan maka seluruh rakyatnya akan mengetahui, bahwa Dialah, TUHAN, Juruselamat kita, dan Penebus kita, Yang Mahakuasa, Allah Yakub.

Sebagai ganti tembaga Tuhan akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Tuhan akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi; Tuhan akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupku.

Tidak akan ada lagi kabar tentang perbuatan kekerasan di Indonesia, tentang kebinasaan atau keruntuhan di Nusantara; seluruh rakyatnya akan menyebutkan temboknya "Selamat" dan pintu-pintu gerbangnya "Pujian".

Bagiku matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi TUHAN akan menjadi penerang abadi bagiku dan Allah kita akan menjadi keagungan seluruh rakyat Indonesia.

Bagiku akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagiku, dan hari-hari perkabunganku akan berakhir.

Rakyat Indonesia semuanya orang-orang benar, kita memiliki negeri untuk selama-lamanya; Indonesia sebagai cangkokan yang Tuhan tanam sendiri untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Yesus Kristus, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.

Saturday, April 2, 2011

THE NEXT EARTHQUAKE - Prophecy (by way of Yeshua)

Good Day to Everyone!

It is 8:58 p.m., March 26, 2011, Saturday – The Father’s Holy Spirit is upon me.

A major earthquake is about to happen. The geographical location, Jesus / Yeshua has not given to me. It will be worse than that of Japan. There will be great loss of life on a world-wide scale; this loss of life will be uncountable. Poor and wealthy will die. The Father is telling me that this earthquake will happen before this year (2011) is finished (but He is not giving me an exact date or hour). He is telling me that while it will not be exactly on "The New Madrid Fault Line" http://showme.net/~fkeller/quake/maps4.htm, it will strike exactly next to it. He is telling me that after this earthquake, then, it is then that He will Rapture His Bride (obedient children). Get ready.

He is telling me to tell you all to get your house in order now, come to Him to be delivered of all besotted sins now, and to stay right with Him; we must not slide back into living sinful lives.

Completion of prophesying was at: 9:12 p.m.

PLEASE SEEK THE LORD ON THIS PROPHECY.


DISCLAIMER:

I, Tracy S. Thompson, am not a Minister of His’ Word, nor a person with the gift of Bi-location. I am just a watching and praying Christian (though Messianic in practice by faith and observance of Jewish customs) desperate to make the Rapture (do not want to be left behind) and whom Messiah Yeshua has blessed with revelations, words, and prophecy. If you are in doubt on the information contained herein this note, please consult with our Father (Himself) and the Holy Bible.

P.S. – After the Rapture, life on Earth is going to be BAD
.

- Tracy S. Thompson / Revelation Given
 ________________________________________________________________________
Versi Indonesia
Salam sejahtera semuanya!

Pada pukul 20:58, 26 Maret 2011, Sabtu - Roh Kudus Bapa besertaku.

Sebuah gempa bumi besar akan terjadi. Lokasi geografisnya tidak diberikan Yesus / Yeshua kepada saya. Ini akan lebih buruk dibandingkan dengan yang terjadi pada Jepang. Akan ada kehilangan besar pada kehidupan di seluruh dunia. Kehilangan / kerugian ini tak dapat diperhitungkan. Miskin dan kaya akan mati. Bapa memberitahu saya bahwa gempa ini akan terjadi sebelum tahun ini (2011) berakhir (namun Dia tidak memberikan saya sebuah tanggal atau jam yang sebenarnya). Dia mengatakan bahwa gempa tersebut tidak akan terjadi tepat pada "The New Madrid Fault Line" (bagian selatan hingga pertengahan barat AS yg terdiri dari 6 negara bagian), tetapi akan terjadi tepat di sebelahnya. Dia memberitahu saya bahwa setelah gempa bumi ini berlangsung, Dia akan segera mengangkat Pengantin-NYA (anak-anak yang taat). Bersiaplah.

Dia meminta saya untuk memberitakan kepada semua orang agar mempersiapkan rumahnya sekarang juga, datang kepada Dia yang membersihkan segala dosa-dosa, dan selalu bersama dengan-Nya; kita tidak boleh beralih kembali pada kehidupan berdosa kita.

Akhir dari pesan pukul 9:12pm

TOLONG CARILAH TUHAN DENGAN ADANYA PESAN INI.

NB : Saya, Tracy S. Thompson, bukanlah seorang rasul dari Firman-Nya, atau seseorang dengan karunia ajaib Tuhan. Saya hanya seorang penonton dan pendoa Kristen (secara Mesianik dalam praktek oleh iman dan ketaatan terhadap adat istiadat Yahudi) yang putus asa untuk memperoleh Pengangkatan (tidak mau ditinggalkan) dan yang mana Mesias Yeshua yang telah diberkati dengan wahyu, kata-kata, dan nubuat. Jika Anda ragu pada informasi yang tercantum di catatan ini, silakan berkonsultasi dengan Bapa kita (Tuhan) dan Kitab Suci.

P.S – Setelah masa Pengangkatan, kehidupan di dunia akan menjadi lebih BURUK

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.