Labels

Showing posts with label Yobel Besar 5776. Show all posts
Showing posts with label Yobel Besar 5776. Show all posts

Tuesday, September 15, 2015

Prasyarat Utama Menikmati Yobel Besar

"Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu. Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya." - Imamat 25:9

"Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN. Pada hari itu janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah hari Pendamaian untuk mengadakan pendamaian bagimu di hadapan TUHAN, Allahmu. Karena setiap orang yang pada hari itu tidak merendahkan diri dengan berpuasa, haruslah dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya. Setiap orang yang melakukan sesuatu pekerjaan pada hari itu, orang itu akan Kubinasakan dari tengah-tengah bangsanya. Janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun di segala tempat kediamanmu. Itu harus menjadi suatu sabat, hari perhentian penuh bagimu, dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Mulai pada malam tanggal sembilan bulan itu, dari matahari terbenam sampai matahari terbenam, kamu harus merayakan sabatmu." - Imamat 23:27-32

Entah bagaimana cara menyampaikannya dengan benar, namun saya bisa merasakan ada kecemasan dan kegalauan yang luar biasa di kalangan Gereja dan Pasukan Tuhan menjelang semakin dekatnya waktu Tahun Yobel ke-70 ini. Baiklah sudah banyak yang tahu dan juga paham apa itu Tahun Yobel, walau masih jauh lebih banyak lagi yang tidak tahu dan paham. Sebab Tahun Yobel adanya hanya tiap 49 tahun sekali dan isu ini hanya tertulis secara konkrit di dalam Perjanjian Lama. 

Namun sesungguhnya hampir tidak ada yang memiliki iman yang setara, yang sebesar berkat Yobel yang disediakan Tuhan itu. Janji-janji Tuhan dalam Yobel Besar yang begitu luar biasa baik secara umum maupun secara pribadi mudah untuk dirasa terlampau muluk melampaui segala akal sehat. Baik itu tuaian secara materi (Great Wealth Transfer) maupun tuaian jiwa-jiwa (Great Revival & Awakening).

"Apa iya yah kita akan nikmati Yobel Besar?"

"Apa iya yah kita akan tercengang dan berseri-seri dan berbesar hati?"

"Bagaimana jika akhirnya kita tidak menikmati semuanya itu?"

"Sekian tahun ikut Tuhan, apa iya nasibku akan berubah kali ini?"

Dan seterusnya.

Bahkan yang paham sepenuhnya akan apa saja yang telah Tuhan sediakan buat seluruh Gereja-Nya pun tetap memiliki kegalauan pada tingkatan tertentu. Sebab memang ada kemuliaan (Kabod) Tuhan yang tidak terhindarkan untuk dihadapi. Saya pun bertanya-tanya, "Apakah kami sanggup menerima kemuliaan-Mu ini, ya Tuhan?"

Tsunami kelimpahan, tsunami lawatan, tsunami jiwa-jiwa dan tsunami kemuliaan yang bergulung-gulung datangnya. Akankah kita mampu menari di atas semua gelombang itu tanpa tergulung ombak-ombaknya?

Kemudian ketika saya menghadiri ibadah sore di Holy Stadium, Semarang, yang bertepatan dengan Rosh Hashanah 5776, Tuhan melalui nabi-Nya, Rev. Dr. Jedidiah Tham, memberikan pewahyuan nubuatan atas Pasukan-Nya untuk sepanjang 5776. Firman nubuatan tersebut diambil dari Injil Lukas pasal 15. Yakni tiga perumpamaan mengenai pertobatan.

Jika kita perhatikan, Tuhan menyampaikan ketiga perumpamaan itu dengan berurutan, yakni seekor domba dari kawanan seratus, satu dirham dari sepuluh dirham dan terakhir anak yang bungsu dari dua bersaudara. Semua yang diumpamakan serba satu dan pembandingnya berurut dari seratus, sepuluh sampai hanya dua. Namun perhatikanlah justru yang serba satu inilah yang amat menyukakan Hati Bapa. Dua kali Tuhan Yesus mengatakan betapa seisi Sorga bersukacita akan adanya pertobatan,

"Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan." - Lukas 15:7

"Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat." - Lukas 15:10

Dan setelah itu Tuhan Yesus menegaskan bahwa pertobatan bukan sekedar sebuah perubahan melainkan juga membawa kehidupan dari kematian,

"Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali." - Lukas 15:32

Jadi apa yang paling kita perlukan untuk layak memasuki pesta Yobel Besar-Nya? Ya pertobatan. Bertobatlah karena kita tidak memiliki iman yang cukup. Bertobatlah karena kita cenderung memiliki agenda kita sendiri atas rencana besar-Nya. Bertobatlah karena tanpa kita sadari, hati kita mudah bergeser dan mencuri kemuliaan Tuhan. Bertobatlah karena memang itulah yang membawa kehidupan dari ancaman kematian dan mampu membuat seisi Sorga bersukacita.

Mengapa Daud disebut orang yang kepadanya hati Tuhan berkenan? Karena Daud memiliki hati yang bertobat senantiasa. Mengerti bahwa segalanya hanya karena anugerah. Itu sebabnya Tahun Yobel tidak dimulai pada hari pergantian tahun tanggal 1 bulan Tishrei (Yom Teruah / Rosh Hashanah), melainkan dimulai pada hari Pendamaian tanggal 10 bulan Tishrei (Yom Kippur / Atonement Day). Hanya ketika kita bertobat dan Tuhan mendapati bahwa kita telah berdamai dengan hati-Nya maka kita dikenan untuk memasuki Yobel Besar-Nya.

Mari kita sambut Yobel Besar ini dengan hati yang bertobat, dan mintalah roh iman untuk kita didapati layak masuk ke dalam puncak pesta Tahun Rahmat Tuhan. Dan tetaplah berharap, sebab pengharapan takkan mengecewakan. Bahkan pengharapan itulah yang mengantar kita masuk ke dalam Ruang Maha Kudus-Nya. HaleluYAH!

Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu!

Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

Monday, August 31, 2015

Ayin Vav 5776 - Vol. 6: Kemuliaan Yang Tak Terduga

"Tetapi seperti ada tertulis: 'Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.'" - 1 Korintus 2:9

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. ... Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: 'Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?' Jawab Yesus: 'Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku." - Yohanes 14:15, 23-24


Siapakah yang bisa menolak jika suatu kejutan yang membahagiakan datang tepat di hadapan kita? Dan inilah 3 hal yang bertingkat yang dijanjikan Tuhan, yakni:

1. Sesuatu yang sudah sering kita dengar, namun belum pernah kita lihat sebelumnya dan akhirnya menjadi kenyataan.

2. Sesuatu yang sempat tersirat dalam hati dan pikiran kita, biasanya berupa sebuah ide atau gagasan dan akhirnya benar-benar menjadi kenyataan, baik itu oleh kita sendiri atau kita dengar ada orang lain yang mengalaminya.

3. Sesuatu yang sama sekali tidak pernah kita pikirkan akan terjadi, entah dalam hidup kita maupun hidup orang lain, namun akhirnya kita sendiri atau orang lain mengalaminya juga.

Dapatkah kita melihat kemuliaan demi kemuliaan maupun kedalaman demi kedalaman di setiap levelnya? Dan ketiga hal inilah yang Tuhan sudah siapkan bagi Gereja dan Pasukan-Nya di Tahun Yobel Besar - Ayin Vav 5776 ini sesuai dengan porsi masing-masing anak-anak-Nya yang selama ini tetap mengasihi-Nya.


Sesungguhnya ketiga hal tersebut sudah ada tersedia, namun semua itu hanya ditujukan kepada yang mengasihi Tuhan, yakni mereka menuruti firman-Nya. Dan untuk mengasihi-Nya membutuhkan segala-galanya. Sadarkah kita bahwa wujud termulia yang pernah termanifestasi di muka Bumi ini dari apa yang tertulis di 1 Korintus 2:9 ini ialah Yesus Kristus nama-Nya? Sang Firman (Anak Allah) yang telah menjadi daging (Anak Manusia). Dan tetap saja hampir seluruh bangsa Israel telah gagal menerima Sang Anugerah itu sendiri, bahkan sampai hari ini, sehingga akhirnya selama 2.000 tahun, Tuhan yang juga adalah Sang Mesias masih tetap mengalami penolakan dari bangsa-Nya sendiri. Sehingga akhinya Injil diberikan dan diterima oleh bangsa-bangsa lain (Gentiles).

Bukankah arti Vav adalah sesuatu yang menjadi daging dan menjadi nyata? Namun adakah kita sungguh siap menerima semua itu? Menerima apa yang belum pernah kita lihat, menerima apa yang belum pernah kita dengar, dan menerima apa yang tidak pernah timbul dalam hati dan pikiran kita. 

Coba renungkan ini, bahwa hanya mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, yang melakukan semua kehendak-Nya, yang tidak lagi menegosiasikan semua didikan-Nya, merekalah yang sanggup menerima apa yang tak pernah diduga atau timbul dalam hati. Karena jika tidak demikian maka jatuhnya akan sama seperti bangsa Israel, yakni menjadi kecewa dan menolak Dia Yang Diurapi.


Saat itu Yudas yang bukan Iskariot bertanya tentang alasan Tuhan menyingkapkan identitas-Nya hanya kepada murid-murid-Nya, namun tidak kepada seluruh Israel dan dunia. Karena memang hanya para murid sejati, yakni orang-orang yang merelakan dirinya untuk terus dididik, adalah yang mampu mewarisi apa yang bahkan tak pernah timbul dalam hati dan pikiran. Yakni rahasia-rahasia ilahi dan kemuliaan-kemuliaan yang telah menanti berabad-abad untuk dinyatakan segera.

"Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, --menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman-- bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin." - Roma 16:25-27

Coba renungkan lagi, bukankah segala hal yang disebut sebagai perkara yang belum pernah timbul di dalam hati manusia disebut sebagai sesuatu yang baru? Mulai dari saat kita menerima keselamatan pertama kali, kita mulai menjadi ciptaan yang baru, hingga terus menjadi dewasa sebagai manusia baru, yang dibaharui dari waktu ke waktu. Namun seringkali semua yang baru ini terhalang dengan cara pikir kita yang lama karena kita terbiasa dengan pola dan rutinitas. Dan di sinilah peran didikan Tuhan diperlukan, untuk meruntuhkan cara berpikir yang lama dan memiliki pengertian-pengertian ilahi.


Anugerah Vs. Zombie

Pada awal Februari 2015 lalu, Tuhan berfirman kepada saya secara pribadi, demikian,

"Tahun Yobel Besar jatuh pada Tahun 5776 Ayin Vav (עו), dan itu tahun yang luar biasa penting dan signifikan bagi semuanya. Arti angka 6 (Vav) adalah manusia atau jadi daging (become flesh). Dan manusia yang dari debu tanah dapat menjadi hidup karena Aku menghembuskan nafas kehidupan ke dalamnya. Ingatlah bahwa Hey, angka 5 dalam Ibrani, salah satu artinya adalah nafas kehidupan (nashamah / הנשימה). Jadi, di tahun 5775 Ayin Hey ini, kejarlah semua didikan sebanyak mungkin, jangan menyerah, paksakan terus dirimu untuk bisa terus tinggal dalam anugerah-Ku, sebab jika tidak maka kamu akan kesesakan nafas di tahun depan. Bahkan lebih buruk lagi jika kamu jadi zombie, yakni kelihatan hidup namun sebenarnya sudah mati!"

Ini sungguh bukan waktunya kita untuk betah di zona nyaman dan masih ragu-ragu untuk melangkah sekalipun itu ekstrim adanya. Ini bukanlah saatnya untuk tetap mengeluh dan mengasihani diri kita sendiri, sebab jika itu masih terus dilakukan maka menjadi zombie bukanlah sesuatu yang aneh, bukan saja kelihatan hidup tapi sudah mati, namun yang lebih buruk lagi adalah menyangka diri masih hidup namun ternyata sudah mati. Menyangka diri adalah domba, padahal kambing. Dan bukankah baik domba maupun kambing tidak pernah menyadari siapa mereka sebenarnya sampai Tuhan yang menyingkapkan semuanya?

Sekarang saya semakin mengerti maksud pesan-Nya beberapa bulan lalu untuk saya makin mengingini didikan-Nya lebih lagi, karena pada Ayin Vav 5776 saudara dan saya akan melihat kemuliaan demi kemuliaan yang sesungguhnya bahkan tak pernah timbul dari dalam hati dan pikiran kita.

Namun jika kita tidak cukup mengasihi-Nya, maka sikap kita takkan berbeda seperti bangsa Israel 2.000 tahun yang lalu ketika Anak Manusia yakni Sang Mesias datang kepada mereka. Kita akan sulit menerima sesuatu yang tidak pernah timbul di dalam hati kita itu.


Kemuliaan Yang Tak Terduga

Impian, kerinduan, bahkan imajinasi terliar kita BUKAN sesuatu yang bisa dikategorikan sebagai "yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia." Ini melebihi yang bisa kita duga, namun hanya dengan iman hal itu nyata tersedia. Itu sebabnya tanpa didikan yang ekstrim, tanpa kasih yang sedemikian rupa, tanpa pengenalan yang dalam takkan bisa sisi manusiawi seseorang bisa menerima "yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia." Inilah kemuliaan yang tak terduga, yang disimpan berabad-abad, yang menyebabkan Tuhan rela turun ke dunia dan menggenapi semua yang telah dijanjikan-Nya.

Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.

Friday, July 31, 2015

Ayin Vav 5776 - Vol. 5: Full Metal Faith

"Haruslah engkau membuat mezbah dari kayu penaga, lima hasta panjangnya dan lima hasta lebarnya, sehingga mezbah itu empat persegi, tetapi tiga hasta tingginya. Haruslah engkau membuat tanduk-tanduknya pada keempat sudutnya; tanduk-tanduknya itu haruslah seiras dengan mezbah itu dan haruslah engkau menyalutnya dengan tembaga. Juga harus engkau membuat kuali-kualinya tempat menaruh abunya, dan sodok-sodoknya dan bokor-bokor penyiramannya, garpu-garpunya dan perbaraan-perbaraannya; semua perkakasnya itu harus kaubuat dari tembaga. Haruslah engkau membuat untuk itu kisi-kisi, yakni jala-jala tembaga, dan pada jala-jala itu haruslah kaubuat empat gelang tembaga pada keempat ujungnya. Haruslah engkau memasang jala-jala itu di bawah jalur mezbah itu; mulai dari sebelah bawah, sehingga jala-jala itu sampai setengah tinggi mezbah itu. Haruslah engkau membuat kayu-kayu pengusung untuk mezbah itu, kayu-kayu pengusung dari kayu penaga dan menyalutnya dengan tembaga. Kayu-kayu pengusungnya itu haruslah dimasukkan ke dalam gelang-gelang itu dan kayu-kayu pengusung itu haruslah ada pada kedua rusuk mezbah itu waktu mezbah itu diangkut. Mezbah itu harus kaubuat berongga dan dari papan, seperti yang ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu, demikianlah harus dibuat mezbah itu." - Keluaran 27:1-8

Demikianlah deskripsi Mezbah Korban Bakaran, yakni kayu penaga (acacia wood) yang disalut atau dilapisi tembaga. Dan jika kita membuat pintu atau dinding kamar dari bahan yang sama, maka dapat dipastikan bahwa pintu ataupun dinding tersebut adalah yang paling tahan api (fire proof). Bahkan menurut sebuah pengujian, kombinasi kayu penaga yang dilapisi tembaga ini memiliki tingkat tahan api 100%.

"Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego." - Daniel 1:6-7

Adalah Sadrakh, Mesakh dan AbedNego, tiga sahabat Daniel yang ikut dalam 70 tahun Masa Pembuangan di Babel. Mereka memiliki sikap dan mentalitas yang sangat baik. Mereka tidak silau dengan gemerlap kemewahan dan kemegahan kerajaan Babel sekalipun mereka sudah diberi kedudukan yang cukup tinggi dan dihormati para pejabat di dalam pemerintahan Babel. Intinya mereka hidup menjadi terang di tengah kegelapan pada Masa Pembuangan tersebut. Teladan yang baik bagi pihak Israel maupun gentiles.

Namun datanglah hari kemalangan bagi tiga sekawan ini, yakni ketika Nebukadnezar dengan angkuhnya mengancam nyawa mereka sebagai ganti ketidaktaatan mereka untuk menyembah patung berhala terbaru hasil mimpinya yang ditafsir Daniel sebelumnya. Sungguh saat itu bukanlah situasi yang mudah, mereka terpaksa tampil beda di antara ratusan pejabat dan jutaan rakyat Babel demi mempertahankan iman mereka. Raja Nebukadnezar mencoba memberi kesempatan kedua untuk mereka tidak mengulangi kesalahan mereka, dan inilah jawaban terbaik yang pernah ada dari iman mereka yang begitu istimewa,

"Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: 'Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.'" - Daniel 3:16-18

Mereka percaya bahwa Tuhan sanggup menolong, namun ternyata iman mereka tidak hanya sampai di situ. Yang lebih menakjubkan lagi adalah bahkan jika Tuhan tidak menyelamatkan nyawa mereka sekalipun, mereka tetap percaya bahwa Tuhan baik adanya. Inilah iman yang paling bulat sekaligus paling tahan api, iman yang sekuat Mezbah Korban Bakaran. Itu sebabnya ketika mereka masuk ke dalam dapur api, tidak sehelai rambut mereka ikut terbakar. Sebab memang iman mereka membuat mereka menjadi manusia yang fire proof atau tahan api, tepatnya terhadap semua api asing. Mereka rela dan berbulat tekad untuk menjadi korban bagi keyakinan mereka, sekalipun mereka juga percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, namun mereka sudah tidak memiliki kecewa sekalipun Tuhan tidak menolong mereka.

Dan inilah pesan Tuhan bagi kita semua Gereja dan Pasukan-Nya memasuki sebuah masa yang sama sekali berbeda sejak Tahun Yobel 5776 nanti. Yakni, apapun yang boleh terjadi menimpa kita maupun keluarga kita, milikilah sikap iman yang serupa dengan tiga sekawan, Sadrakh Mesakh dan AbedNego ini, iman yang bisa berkata dengan lantang bahwa sekalipun Tuhan tidak bertindak sesuai dengan yang kita harapkan, namun kita tetap percaya dan tidak menjadi kecewa apalagi menolak Dia yang begitu mengasihi kita.

Iman setinggi ini tidak bisa dibuat atau direkayasa dengan kekuatan diri kita sendiri, juga tidak bisa kita berpura-pura percaya atau berpura-pura siap martir padahal masih ada takut. Sungguh ini iman yang memang lahir dari hati yang bulat mengasihi Tuhan sekalipun kita harus mengorbankan segalanya, iman yang lahir karena telah melalui proses yang sedemikian rupa sehingga memiliki pengenalan yang mendalam akan Tuhan. Sebab tanpa pengenalan yang benar akan Tuhan, tentu yang ada hanyalah kecewa ketika Tuhan tidak bertindak seperti yang kita harapkan.

Noche Obscura Del Alma

Noche obscura del alma atau yang lebih dikenal dengan The Dark Night of The Soul merupakan sepotong frasa dari puisi karangan seorang biarawan Spanyol bernama St. John of The Cross, yang menggambarkan sebuah proses perjalanan jiwa untuk mencapai damai sejahtera dan harmoni sehingga menjadi manunggal dengan Tuhan dan segala kehendak-Nya. 

Semua pahlawan iman pasti akan melewati sebuah titik yang disebut The Dark Night of The Soul ini. Sebut saja Abraham yang harus menantikan Ishak puluhan tahun, bahkan harus mengorbankan Anak Perjanjian itu di Gunung Moria. Yakub pun demikian, ia harus kehilangan Rahel, Yusuf putra tercintanya bahkan Benyamin. Begitu juga dengan Yusuf di penjara, Musa di padang gurun, Daud dalam kejaran Saul dan seterusnya.

Bahkan Tuhan Yesus pun juga harus mengalami masa tergelap dalam hidup-Nya di Taman Getsemani ketika Beliau berusaha manunggal dengan kehendak Bapa, yakni mengisi cawan Darah Anak Domba dengan mati di atas kayu salib. Selama lebih dari 3 tahun Ia berkata bahwa apapun yang Ia katakan maupun yang Ia perbuat semuanya dari Bapa, namun saat itu Ia memohon dengan lirih, "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." - Matius 26:39. Dan itu Dia katakan hingga dua kali. Sungguh tidak ada yang mudah ketika harus melalui kesesakan besar, namun memang itulah yang harus kita lalui dan iman yang fire proof yang mampu meloloskan kita di ujung jalan tersebut.

"Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." - Matius 7:13-14

Yobel Besar 5776 adalah sebuah kairos yang luar biasa namun juga merupakan awal dari Masa Kesesakan (Tribulasi) Besar. Perhatikan apa yang terjadi setelah tiga sekawan, Sadrakh, Mesakh dan AbedNego masuk dan keluar dari dapur api.

"Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: 'Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!' Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu. Dan para wakil raja, para penguasa, para bupati dan para menteri raja datang berkumpul; mereka melihat, bahwa tubuh orang-orang ini tidak mempan oleh api itu, bahwa rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaranpun tidak ada pada mereka. Berkatalah Nebukadnezar: 'Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka. Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu.' Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel." - Daniel 3:26-30

Apa yang kita dapati setelah itu? Nama dan kemuliaan Tuhan menjadi begitu nyata di seluruh penjuru kekuasaan Babel, namun di penghujung Akhir Zaman ini Tuhan sudah menjanjikan yang lebih dahsyat lagi daripada yang diterima Sadrakh, Mesakh dan AbedNego, yakni tsunami lawatan dan pencurahan Roh-Nya kepada semua orang, 

"Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu." - Yoel 2:28-29.

Tetaplah berharap untuk yang terbaik terjadi pada Yobel Besar 5776 ini, namun pada saat yang sama kita juga harus bersiap untuk menghadapi yang terburuk, masa tergelap bagi jiwa kita, Taman Getsemani kita masing-masing, untuk kita bisa menang bersama-Nya di puncak Kalvari. Tuhan memberkati.

Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.

Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.

Sunday, June 28, 2015

Menjelang Tahun Tsunami Air Mata 5776 - 2016

“If God doesn’t punish America, He’ll have to apologize to Sodom and Gomorrah.” - Billy Graham

Pada 20 Juni 2015 lalu, tepat di hari pelantikan KKR Yobel Besar, seorang anak Tuhan sekaligus penulis kenamaan dan ahli strategi komunikasi, Joel C Rosenberg dalam blognya menyatakan bahwa sesuatu yang besar akan segera terjadi, dan lebih spesifik lagi, beliau menyatakan hal itu di antara dua pilihan, apakah Amerika akan mengalami suatu ledakan yang amat mengerikan (a terrible implosion) atau sebuah kebangkitan yang besar (a great awakening)? Sumber tulisan klik di sini.

Beberapa poin yang menjadi perhatiannya adalah sebagai berikut:

1. Kekerasan fisik berupa pembunuhan massal makin meningkat di berbagai kota, sekolah dan gereja termasuk yang baru saja terjadi Charleston, Carolina Selatan. 

2. Mahkamah Agung akhirnya mengesahkan atau melegalkan pernikahan sesama jenis.

3. Kegiatan aborsi semakin meningkat, diperkirakan ada lebih dari satu juta bayi yang diaborsi setiap tahun. Dan sejak legalisasi UU Aborsi pada 22 Januari 1973 jumlah akumulasi bayi yang diaborsi adalah 57 juta jiwa.

4. Berbagai masalah politik dan militer di Iran, Rusia termasuk ISIS.

5. Rendahnya harapan atau kepercayaan rakyat Amerika terhadap pemerintah, media, kalangan akademi bahkan Gereja. 

Dari sekian poin yang disebutkan di atas, yang paling menjadi perhatian adalah yang baru saja terjadi beberapa hari lalu, yakni pada 26 Juni 2015 telah dilegalisasi pernikahan sesama jenis, karena hal ini akan amat menyulitkan Gereja Tuhan di Amerika. Dengan pemberlakuan undang-undang tersebut di seluruh negara bagian maka tidak ada satupun gereja yang berhak menolak melayani pemberkatan nikah sesama jenis. Jika penolakan tetap dilakukan maka tindakan tersebut dianggap sebagai tindakan pidana bahkan kriminal. Gereja tersebut akan ditutup dan pendetanya akan dipenjarakan. Dengan ditambah beban hutang darah sebanyak 57 juta jiwa karena legalisasi UU aborsi, Amerika Serikat sungguh berada di tepi jurang penghakiman Tuhan. 

"Maka pada tahun kesembilan dari pemerintahannya, dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal sepuluh bulan itu, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, dengan segala tentaranya menyerang Yerusalem. Ia berkemah mengepungnya dan mendirikan tembok pengepungan sekelilingnya. Demikianlah kota itu terkepung sampai tahun yang kesebelas zaman raja Zedekia. Pada tanggal sembilan bulan yang keempat, ketika kelaparan sudah merajalela di kota itu dan tidak ada lagi makanan pada rakyat negeri itu, maka dibelah oranglah tembok kota itu dan semua tentara melarikan diri malam-malam melalui pintu gerbang antara kedua tembok yang ada di dekat taman raja, sekalipun orang Kasdim mengepung kota itu sekeliling. Mereka lari menuju ke Araba-Yordan." - 2 Raja-Raja 25:1-4

Yang menarik adalah jika Anda melihat kalender Ibrani tahun 5775 ini, maka tanggal 26 Juni 2015 itu bertepatan dengan tanggal 9 bulan Tammuz, bulan ke-4. Saya yakin ini bukan sebuah kebetulan bahwa 2.437 tahun yang lalu, yakni pada tanggal 9 Tammuz 3338 sesuai yang tertulis dalam Kitab Kedua Raja-Raja, tembok kota Yerusalem dijebol DARI DALAM (implosion) sehingga mengakhiri proses pengepungan yang dilakukan Nebukadnezar. Satu bulan kemudian, yakni tanggal 9 Av 3338 terjadilah satu dari lima peristiwa paling mendukakan bangsa pilihan - Israel, yakni runtuhnya Bait Suci Salomo. Supaya juga Anda ketahui bahwa sekitar 500 tahun kemudian, Bait Suci Kedua pun runtuh di tangan pasukan Romawi tepat pada tanggal yang sama, yakni 9 Av.

Kehancuran Amerika Telah Dirancang Secara Terstruktur Sejak Usainya Perang Dunia Ke-2: Agenda & The Naked Communist

Tertulis bahwa Nebukadnezar mulai mengepung Yerusalem sejak tanggal 10 bulan ke-10 (Tevet) tahun 3338 Ibrani. Dan jika Anda lihat tanggal 10 Tevet 5775 itu tepat tanggal 1 Januari 2015. Sejak awal tahun Iblis telah mengepung Amerika Serikat dan Gereja-Nya tidak lagi bisa menahan malapetaka yang akan segera datang. Apalagi 5775 adalah Tahun Shemitah yang akan dilanjutkan Yobel Final 5776. Apakah ini sebuah kebetulan? Tentu tidak kebetulan.

Kini dengan legalisasi UU pernikahan sesama jenis, maka tembok Gereja dan negara Amerika Serikat telah dijebol dari dalam. Tanggal 9 Av 5775 (25 Juli 2015) tinggal dihitung "mundur", sejarah terulang kembali, bangsa besar dan super power dunia itu akan mengalami pembuangan dan kemuliaannya takkan pernah sama lagi. Apalagi 29 Elul 5775 (13 September 2015) yang  telah dijadwalkan untuk terjadinya keruntuhan ekonomi secara masif berdasarkan siklus Tahun Sabat dan Tahun Yobel (Imamat 25, Yesaya 61:1-3). Sungguh sesuatu yang besar (dan mengerikan) akan segera terjadi. Apa yang Tuhan rhemakan kepada saya di Rosh Hashanah 5775 lalu kelihatannya akan menjadi kenyataan bahwa tahun 5776 dan 2016 merupakan Tahun Tsunami Air Mata.

Amerika Serikat, Sang Babel Besar itu dan semua jaringannya sungguh tidak menyisakan satupun alasan untuk tidak diruntuhkan di tahun ini. Ia tidak meninggalkan satu alasanpun untuk Tuhan mengampuninya. Dan seperti yang pernah dikatakan oleh sesepuh Billy Graham bahwa jika Tuhan tidak menghukum Amerika maka Ia harus meminta maaf kepada Sodom dan Gomora.


Bahkan lebih ekstrim lagi, beberapa tokoh telah menghimbau warganya untuk segera meninggalkan Amerika Serikat (Flee America Before God Destroys Us For Gay Marriage!). Hal ini sesuai dengan yang tertulis di Wahyu 18:4. Ingatlah bahwa Tahun Yobel Besar memiliki dua makna yang kontra, yakni sebagai tahun rahmat Tuhan namun juga hari pembalasan (penghakiman) Allah, Yesaya 61:2.

Namun sekalipun hal itu akan segera terjadi, Gereja dan Pasukan Tuhan di manapun, bersukacitalah sebab penggenapan segala sesuatu memang harus terjadi. Dan apapun yang terjadi janganlah bersusah hati, perlindungan Tuhan sempurna bagi kita yang mengasihi Dia.

Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!

Sodom dan desa-desanya sombong karena punya banyak persediaan makanan serta dapat hidup dengan tenang dan damai. Tetapi mereka tidak memperhatikan orang miskin dan orang hina. Mereka sombong dan keras kepala, serta melakukan hal-hal yang Kubenci. Sebab itu mereka Kuhancurkan seperti yang telah kaulihat.

Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya. Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya; berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.Sebab itu segala malapetakanya akan datang dalam satu hari, yaitu sampar dan perkabungan dan kelaparan; dan ia akan dibakar dengan api, karena Tuhan Allah, yang menghakimi dia, adalah kuat.

Wednesday, June 24, 2015

Dalam Satu Jam Saja Berlangsung Penghakiman Baginya

Dalam waktu kurang dari 3 bulan puncak penggenapan segala sesuatu akan dimulai, saya repost dan mengamplifikasi bagian tulisan mengenai runtuhnya sistem ekonomi Babel yang bertepatan dengan Yobel Besar - Ayin Vav 5776. Dengan total hutangnya yang sudah melebihi 18,279 triliun dan defisit anggaran sebesar 500 milyar dolar Amerika, dan jumlahnya terus bertambah, maka bom waktu ekonomi bisa meledak kapanpun. (www.usdebtclock.org)

Dengan repost ini diharapkan buat semua Gereja Tuhan untuk bersiap menyambut semua yang Tuhan sediakan di Yobel Besar hingga puncaknya adalah tsunami lawatan, panen jiwa-jiwa terbesar dan diakhiri dengan rapture atau pengangkatan. 

Yobel Besar - Ayin Vav 5776 juga berarti pengalihan kekayaan secara masif dari dunia kepada Gereja Tuhan, mengapa demikian? Ayin Vav 5776 - Vol. 2: Great Wealth Transfer

"Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: 'Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!'" - Wahyu 18:10

"Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: 'Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa. Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu.'" - Wahyu 18:19-20

Babel adalah sistem dunia ini yang dikendalikan dengan peredaran uang (Mammon) dan pengadaan hutang yang takkan pernah bisa terbayar. Babel ditakdirkan runtuh dalam satu jam saja, apa maksudnya? Jika mengacu pada 2 Petrus 3:8, yang mengatakan bahwa sehari sama dengan seribu tahun, maka satu jam adalah seribu tahun dibagi 24 jam, yakni sekitar 41,6 tahun. Dan sejak kapan jangka 41,6 tahun ini mulai dihitung?

Saya percaya bahwa jangka 41,6 tahun ini mulai dihitung melalui dua peristiwa besar dalam dunia ekonomi dan keuangan Amerika Serikat:

1. 15 Agustus 1971 - dikenal sebagai peristiwa "Nixon Shock", sejak pemerintah Amerika Serikat mulai menurunkan standar dalam pencetakan uang dari standar emas (gold standard) menjadi standar tukar emas (gold exchange standard) pada 1933, nilai dolar Amerika mengalami penurunan yang permanen. Dan ketika ada pihak luar yang menyadari bahwa Amerika Serikat tidak memiliki cadangan emas sebanyak uang yang dicetaknya, maka secara mendadak Presiden Nixon memutuskan untuk meninggalkan standar emas secara total sehingga sistem pencetakan uang didasarkan kepada hutang. 

Keputusan Nixon yang mengejutkan ini, diam-diam disepakati oleh banyak pemerintah di berbagai negara, sebab sejak saat itu, mereka bisa mencetak uang sebanyak yang mereka kehendaki, dari sinilah dikenal istilah Fiat Money. Sejak saat inilah Amerika Serikat dan bangsa-bangsa di dunia berlomba-lomba mengejar kekayaan semu dan menuju jalan kehancuran tanpa dapat berbalik lagi.

Dan peristiwa ini menjadi sebuah deklarasi tersendiri bagi Amerika Serikat dan banyak bangsa bahwa tuan mereka bukan lagi Tuhan seperti yang tercetak di setiap lembaran dolar "In God We Trust", melainkan mereka mengabdi kepada Mammon.

2. Awal 1974 - setelah kekalahan Mesir dan para sekutunya di Timur Tengah melalui Perang Yom Kippur tahun 1973, Arab Saudi membalas dengan menurunkan produksi minyak bumi dan mengembargo Amerika Serikat. Namun Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger sukses bernegosiasi dengan Raja Faisal dari Arab Saudi untuk mendapatkan kesepakatan yang mensyaratkan minyak dijual hanya dengan dolar AS. Kesepakatan ini membuat Arab Saudi menjadi begitu kaya dan kemudian membujuk negara-negara Arab penghasil minyak lainnya untuk bergabung. Ini adalah kelahiran dari Petro-Dollar.

Dengan demikian Tuhan mendapati Amerika Serikat (Babel) dan semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya. Sebab Amerika Serikat seharusnya tetap setia menyatakan keberpihakannya kepada Israel apapun resikonya, namun ia malah berpihak kepada para musuh dan pembenci Israel.

Jika kita tambahkan awal 1974 dengan 41,6 tahun kemudian, maka kita mendapati bahwa puncak keruntuhan Babel akan terjadi tepat 7 tahun setelah krisis Subprime Mortgage 2008, yakni 13 - 14 September 2015. Lalu bagaimanakah kita harus bersikap menghadapi semua hal ini? Bersukacitalah! Sebab jika memang selama ini sikap hati dan fokus hidup kita ialah Tuhan dan segala kehendak-Nya maka di sinilah akan terjadi apa yang telah dinubuatkan mengenai adanya pengalihan harta kekayaan terbesar (The Great Wealth Transfer) seperti yang tertulis pada Kitab Yesaya pasal 60.

Sedangkan bagi mereka, yang sekalipun beribadah kepada Tuhan, namun jika fokus atau prioritas hidupnya bukan lagi Tuhan dengan segala kehendak-Nya, maka mereka harus segera bertobat atau jika tidak, maka bisa dipersilakan berduka bersama dengan runtuhnya Babel, Sang Pelacur Besar itu. Tahun 2015 ini, Indonesia tepat berusia 70 tahun dan di saat yang sama mengalami berkat Tahun Shemitah Ayin Hey 5775 dan akan mengalami berkat Tahun Yobel Besar - Ayin Vav 5776.

Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.

Sudah lenyap buah-buahan yang diingini hatimu, dan segala yang mewah dan indah telah hilang dari padamu, dan tidak akan ditemukan lagi.

Tuesday, June 16, 2015

Persiapan Memasuki Yobel Besar 5776 - Vol. 2

Disadur dari kotbah Ev. Nany Susanty
Senin, 15 Juni 2015
JKI Anugerah, Sion

"Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: 'Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.'" - Yesaya 30:15

1. Tahun 2015, terutama menjelang pergantian tahun Ibrani, sudah sangat banyak rumor negatif yang beredar di berbagai media. Sedangkan untuk kabar baiknya, juga sudah banyak yang memahami bahwa memang tahun ini memang tahun penentuan. Namun semua kabar itu diizinkan Tuhan untuk kita lihat dan dengar supaya kita sebagai Gereja Tuhan memiliki persiapan semaksimal mungkin. Tuhan tidak menghendaki kita untuk menyikapi semua itu dengan panik dan terjebak dengan kekhawatiran kita sendiri. Belajar menjadi tenang, mencari hati-Nya, mengenali setiap pelanggaran kita, bertobat dan nantikan setiap langkah berikutnya tepat sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan demikian kita punya kekuatan dan iman untuk menghadapi apapun yang bisa terjadi di kairos super Yobel Besar 5776 nanti.

"Berkatalah Daud kepada Saul: 'Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.'" - 1 Samuel 17:32

2. Berikutnya, Tuhan menghendaki kita belajar dari Daud, terutama ketika dia berhadapan dengan Goliath. Goliath berbicara tentang apa yang selama ini orang-orang anggap sebagai suatu momok, sesuatu yang menyulitkan, sesuatu yang mungkin kita sendiri sudah mengalami banyak kegagalan dalam menghadapinya. Namun saat ini Tuhan ingin kita tetap memiliki iman, tidak menjadi tawar hati, tidak berputus asa. Tuhan ingin kita percaya dan mengerti bahwa Yobel Besar kali ini sungguh suatu kairos super yang mahadahsyat dan melimpah yang Tuhan sediakan bagi Gereja-Nya, baik itu sisi rohani maupun jasmani.

"Tetapi Daud berkata kepada Saul: 'Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.' Pula kata Daud: 'TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.'" - 1 Samuel 17:34-37

3. Selanjutnya Tuhan ingin kita mengingat-ingat kembali semua kebaikan-Nya dalam hidup kita, saat-saat di mana kita pernah menikmati pertolongan-Nya, sekalipun mungkin situasi yang sedang kita alami sekarang jauh lebih sulit daripada sebelum-sebelumnya. Namun contohlah Daud, ia tidak pernah fokus kepada masalah yang dihadapi, baginya Goliath sama dengan singa dan beruang yang ia hadapi, sebab fokusnya bukan kepada masalah, namun fokusnya ada kepada Tuhan. Daud menyebut Goliath sebagai orang yang tak bersunat, ini berarti bahwa baik imannya, perkataannya dan tindakannya didasari atas pengenalannya akan perjanjiannya atau covenant-nya dengan Tuhan. Mari kita juga mengingat kembali semua janji yang pernah Tuhan berikan kepada kita, dan berdasarkan perjanjian itulah kita menikmati semua jatah Yobel Besar kita.


"Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: 'Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.' Kemudian ia menanggalkannya." - 1 Samuel 17:39

4. Mungkin dalam perjalanan destiny dan Yobel Besar kita masing-masing, ada pihak-pihak yang tertarik membantu. Namun semua yang datang itu harus diperhadapkan lagi kepada Tuhan, bukan langsung bertindak atau asal sambar setiap bantuan yang ada. Jangan andalkan kekuatan sendiri. Bantuan ataupun berkat itu mungkin memang dari Tuhan, namun hati kita tetap condong kepada-Nya. Ini yang tersulit. Pada kenyataannya, banyak anak Tuhan yang dipaksa dibawa ke titik di mana seperti sudah tidak ada pengharapan, dan akhirnya hanya bisa menyerah dengan semua cara-Nya Tuhan, dan bukan lagi bermain dengan pengertian kita sendiri.

"Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu." - 1 Samuel 17:40

5. Daud melakukan dalam ketepatan. Ia tidak memilih menggunakan persenjataan Saul yang kelihatannya handal. Namun justru ia memiliki pemetaan yang sangat baik terhadap musuh dan situasi medan perang. Batu-batu kali yang kelihatannya tak berarti, justru dalam ketepatan menjadi senjata yang mematikan dan mampu membalikkan keadaan. Marilah kita belajar lebih lagi untuk peduli dengan selera Roh Kudus-Nya.

Belajar Andalkan Tuhan Dan Tidak Menjadi Tawar Hati

"Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: 'Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.'" - 1 Samuel 17:45-47

6. Di titik ini semua pengenalan Daud akan Tuhan dan totalitas imannya sudah tidak dapat dibantah lagi. Pedang, tombak dan lembing musuh yang sempat mengintimidasi seluruh pasukan Israel menjadi tidak berarti bagi Daud. Dan seharusnya demikian juga kita, apapun kondisi kita saat ini, bagaimanapun situasi sekitar kita sekarang, hal itu seharusnya tidak lagi bisa menjadi penghalang apalagi sesuatu yang patut mengintimidasi iman kita.

"Dan Daud mengambil kepala orang Filistin yang dipancungnya itu dan membawanya ke Yerusalem, tetapi senjata-senjata orang itu ditaruhnya dalam kemahnya." - 1 Samuel 17:54

7. Daud bukan saja menang dalam satu tindakan, namun ia mengerjakannya dengan tuntas. Memenggal dan mengambil kepada Goliath serta merampas dan menyimpan semua senjata musuhnya itu. Tahukah Anda bahwa ketika senjata-senjata tersebut dipertunjukkan kembali kepada pasukan Filistin di kemudian hari, justru mampu mengintimidasi balik kepada mereka? Sebab tewasnya Goliath menjadi momok tersendiri bagi Filistin. Bukankah seharusnya Iblis mengenal kita seperti dia juga mengenal Yesus dan Paulus? (Kisah Para Rasul 19:15)

Monday, February 9, 2015

Tawar Hati

Oleh Ev. Nany Susanty
Minggu, 8 Februari 2015
Jogjakarta

Penglihatan:

Melihat ada hati merah dan banyak burung kecil, ada dua jenis. Yang satu biasa seperti burung gereja dan yang satunya lagi sayapnya seperti kelelawar. Dan saya bertanya pada Tuhan, "Ada apa ya, Tuhan?" Ternyata itu adalah roh tawar hati.

Pak Yus mendapatkan Tuhan berkata: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."

Semalam saya mendapatkan dari Tuhan tentang: TAWAR HATI. Rasanya seperti beda sekali dengan kotbah yang disampaikan semalam yang mengajak kita untuk semangat. Dan di saat penari mengibarkan panji-panji (banner) dan burung-burung tersebut dikebas-kebaskan dan diusir, mereka pergi lenyap. Secara roh, mengibarkan banner merupakan tindakan profetik dan terjadi dalam roh. Terutama saat banner PELANGI dikibarkan. Banner pelangi biasanya dikibarkan lebih tinggi karena melambangkan perlindungan dan janji Tuhan. Jadi kita harus hidup di dalam ketepatan.

"Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu." - Amsal 24:10

Tawar hati menjadikan kelemahan dan menghalangi kita dari hal-hal yang baik. Tawar hati disebabkan karena kesesakan dan membekukan hati.

Kadang kesesakan itu Tuhan izinkan untuk membuat kita jadi kuat. Kita mengucap syukur dan naik ke next level. Oleh sebab itu di saat kesesakan datang, bangkit dan lihatlah bahwa setiap masalah dapat menjadi pijakan untuk kita makin naik.

Perhatikan ilustrasi berikut ini:

Ada seekor keledai yg sangat disayang oleh pemiliknya, bahkan tinggal bersama pemiliknya. Suatu hari keledai tersebut jatuh kε dalam sumur, tapi pemilik tersebut tidak dapat membantu menaikkannya, sehingga pemilik tersebut membiarkannya karena tidak bisa berbuat apa. Akhirnya, sumur tersebut ditimbun tanah sekarung demi sekarung, tapi ternyata tanah itu walaupun mengotori dan menimpa kepala dan tubuhnya, tapi justru dia bersyukur karena makin banyak tanah masuk, makin dia bisa melompat menaiki timbunan tanah tersebut dan akhirnya bisa keluar dari sumur tersebut.

Apa yang bisa mengakibatkan jadi tawar hati?

Contoh dalam Alkitab :

MUSA

"Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir." - Keluaran 2:12

Musa mulai tawar pada saat dia melakukan sesuatu (membunuh orang mesir) dan ketahuan. Kalau Musa hidup saat itu, dan ia hidup dalam ketepatan pasti kejadiannya berbeda. Pasti dia tidak mengalami pendidikan selama 40 tahun. Coba seandainya saat dalam kesesakan Musa memiliki hati yang benardan tidak tawar hati, maka kejadiannya bisa jadi Musa akan diangkat jadi Firaun dan dengan mudah menguasai Mesir dan membuat orang Israel meninggalkan tanah Mesir kembali kε Tanah Perjanjian.

"Tetapi firman TUHAN kepada Musa: 'Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya' --Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya --'supaya mereka percaya, bahwa TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub telah menampakkan diri kepadamu.'" - Keluaran 4:4-5

Di saat kita ada salah, cepat bertobat. Miliki posisi hati yang benar tanggung jawab, pasti Tuhan adakan pembalikan keadaan. Orang yang tawar hati karena beberapa hal gagal melakukan segala sesuatu.

Perhatikan kejadian berikut ini:

Awalnya Musa dengan ditemani Harun dengan mantap menghadap kepada Firaun untuk menyampaikan pesan Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel.

"Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: 'Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Biarkanlah umat-Ku pergi untuk mengadakan perayaan bagi-Ku di padang gurun.'" - Keluaran 5:1

Namun fakta yang didapati Musa dari tanggapan Firaun bertolak belakang dengan apa yang dia pikir dan dia harapkan sebelumnya. Firaun malah makin memperberat perbudakan terhadap Israel.

"Maka para pengerah bangsa itu dan para mandurnya pergi dan berkata kepada mereka: 'Beginilah kata Firaun: Aku tidak memberi jerami lagi kepadamu. Pergilah kamu sendiri mengambil jerami, di mana saja kamu mendapatnya, tetapi pekerjaanmu sedikitpun tidak boleh kurang.'" - Keluaran 5:10-11

Tidak hanya sampai di situ, seluruh bangsanya, Israel, malah menuduhkan hal yang tidak baik dan keliru terhadap Musa. Bahkan Musa disumpahi untuk dihukum Tuhan atas perbuatannya yang memang sudah diatur Tuhan sejak awal.

"Waktu mereka meninggalkan Firaun berjumpalah mereka dengan Musa dan Harun, yang sedang menantikan mereka, lalu mereka berkata kepada keduanya: 'Kiranya TUHAN memperhatikan perbuatanmu dan menghukumkan kamu, karena kamu telah membusukkan nama kami kepada Firaun dan hamba-hambanya dan dengan demikian kamu telah memberikan pisau kepada mereka untuk membunuh kami.' Lalu Musa kembali menghadap TUHAN, katanya: 'Tuhan, mengapakah Kauperlakukan umat ini begitu bengis? Mengapa pula aku yang Kauutus? Sebab sejak aku pergi menghadap Firaun untuk berbicara atas nama-Mu, dengan jahat diperlakukannya umat ini, dan Engkau tidak melepaskan umat-Mu sama sekali.'" - Keluaran 5:20-23

Selanjutnya, dalam keterbatasan dan ketidakmengertiannya, Musa malah mempertanyakan semua maksud Tuhan karena ia menjadi tawar hati. Trauma Musa masih belum sembuh, namun sudah kena tegoran lagi. Hati Musa belum pulih 100% . Masih ada tawar hati, itu membuat trauma.

Berdoalah dan minta kepada Tuhan untuk pulihkan hati kita, minta Tuhan mencabut trauma dan memampukan kita agar kembali bangkit. Tuhan sebut Musa sebagai orang yang lembut hatinya, karena sekalipun sedang dalam kesesakan, ia gagal berkali-kali membawa keluar bangsa Israel dari Mesir. Tapi di saat disuruh Tuhan lagi, dia tetap pergi untuk melakukan kehendak Tuhan dengan menghadap Firaun.

Jangan trauma dengan kegagalan ... Jangan tawar hati. Amin.

Sunday, February 8, 2015

Persiapan Memasuki Yobel Besar 5776 - Vol. 1

Oleh Ev. Nany Susanty
Sabtu, 7 Februari 2015
Jogjakarta

Semua yg hadir adalah pelayan dalam segala bidang. Sebenarnya apa yang TUHAN inginkan di tahun 2015? Kita akan bersama-sama masuk gerbang YOBEL BESAR

Penglihatan:

Beberapa waktu yang lalu, saat kami berdoa di Sion (d/h Cirebon), ada penglihatan pintu gerbang yang sangat besar dan sangat bagus. Orang-orang antri ingin masuk, tetapi ada yang cuma nonton, ada yang ingin lihat dulu situasinya. Takut, karena ada dua penjaganya. Pintunya tertutup. Ada beberapa punya kerinduan, datang, diwawancara dulu oleh penjaga-penjaga tersebut dan mendapatkan jubah. Setelah itu matanya terbuka dan melihat pintu sudah terbuka. Yang masuk banyak, yang hanya lihat-lihat juga banyak.

Di sini kita tahu bahwa ada beberapa hal yang harus dilakukan:
1. Harus kerja keras! Kenapa? Karena waktunya kurang dari 3 menit, seperti yang dinyatakan oleh para ilmuwan juga. Sudah tidak bisa main-main lagi. Kerja keras seperti apa? Contoh di Alkitab adalah rasul Paulus. Dia bilang bahwa dia terlambat dibanding rasul-rasul yang lain. Namun dia kerja keras hingga double portions dalam pelayanannya.

"Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku." - 1 Korintus 15:8-10

2. Harus ada persiapan, siap untuk ikut Tuhan. Siap untuk menerima tugas apapun yang Tuhan perintahkan untuk mencapai destiny kita.

3. Harus melakukan dalam Kepatan. Tepat berbicara, tepat mengambil keputusan, tepat dalam segala sesuatu. Ada yang konseling tanya saya, ia mau beli sesuatu yang sangat mahal tapi takut karena tidak bilang Mamanya. Apa yang harus diperbuat? 

Saya bilang, "Kamu tahu gak kalau salah? Harus bicara kepada Mama kamu, cari waktu yang tepat. Berdoa dan bereskan serta tanya Tuhan."

Jadi apapun yang kita lakukan harus ada dalam ketepatan.

4. Harus next level atau peningkatan dalam keahlian (skill). Keahlian harus ditambah.

5. Harus punya management yang benar. Semua harus diatur. Bangun pagi, baca Firman, doa, kerja, berkeluarga, dan sebagainya, semua harus diatur lebih baik lagi setiap hari. BUKAN fokus mengerjakan yang satu namun mengabaikan yang lain, semua harus seimbang dengan management yang lebih baik. Jadwal harus diatur. Kalau tahun ini kita bisa melakukan dengan management yang benar dan baik, kita akan masuk Yobel Besar.

6. Harus punya target market yang lebih besar dalam usaha, dalam pelayanan, lawatan Tuhan hari-hari ini seperti apa? Lihat apa yang Tuhan inginkan saat ini? Segera cepat lakukan, jangan ketinggalan.

7. Unity / kesatuan hati sangat penting untuk masuk Yobel Besar. Dengan keluarga, dengan pemimpin, dengan berbagai divine connection yang sudah Tuhan tetapkan dan lain-lain.

8. Belajar cepat bertobat kalau ditegur. Bu Nany tanya Tuhan, "Belajar dari siapa?" Dan Tuhan beri 3 tokoh: Petrus, Paulus & Yohanes

Delapan syarat di atas akan dapat dijalani untuk masuk Yobel Besar dengan mempelajari 3 tokoh berikut ini:

(a). PETRUS - Matius 16:13-16

"Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: 'Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?' Jawab mereka: 'Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.' Lalu Yesus bertanya kepada mereka: 'Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?' Maka jawab Simon Petrus: 'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'"

Karena Petrus mengenal Tuhan dengan sungguh, maka ia punya pengenalan akan Tuhan. Kita harus mengenal Pribadi Yesus dengan sungguh-sungguh. Banyak orang bilang gereja baik. Berbuat baik, harus bertobat, sampai batas itu saja. Tidak salah, tetapi tidak tepat. Kalau pengetahuan cuma sampai disitu, kita tidak bisa alami Yobel Besar. Kenalnya Yesus kalau lagi susah, sebab butuh mujizat. Kalau pengenalan kita cuma Yesus sebagai pembuat mujizat, kita tidak bisa alami Yobel Besar. Kalau kita tahu bahwa Yesus adalah utusan Allah. Itu salah ngak? Tidak, tetapi terlalu dangkal. Sampai kita semua tahu bahwa Yesus adalah Mesias, ANAK ALLAH YANG HIDUP, sampai kita berkata, "Satu hal yang ku rindukan yaitu selalu berada di dekat-Nya." 

Petrus bisa berkata seperti itu karena bantuan Roh Kudus. Dengan bantuan Roh Kudus, kita semua bisa berkata, "Aku tidak akan menukarkan Mesiasku dengan apapun."

Kita akan memperoleh otoritas yang besar seperti yang diberikan pada Petrus - "Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." - Matius 16:19, artinya dipercayakan hal-hal yang besar, terobosan besar. Namun kalau masih punya kepahitan, tidak akan menikmati Yobel Besar, cepat bertobat dan jangan sakit hati kalau ditegur. 

Matius 16:21, bandingkan Petrus dan Yudas :
Kalau Petrus ditegur dengan sangat keras. Belajar punya sifat seperti Petrus, walaupun di"maki" dengan perkataan "enyahlah Iblis", namun dia tidak sakit hati dan tetap ikut Tuhan. Berbeda dengan Yudas, Yudas ditegur tidak sekeras Petrus, tapi dia sakit hati dan dia dirasuk Iblis. Karena kepahitan itu adalah pijakan Iblis. Tuhan mau kita tidak gampang tersinggung, tidak gampang sakit hati. Galatia 2:11-14, bahkan ketika ditegur Paulus di depan orang banyak, Petrus tidak sakit hati.

(b). PAULUS :
Orang yang militan. Berani bayar harga, bahkan nyawanya sekalipun. Apapun yang diperintahkan Tuhan, dilakukan dengan setia. Tidak tawar menawar. Paulus melakukan jauh lebih banyak daripada rasul-rasul yang lain, bahkan lebih banyak daripada waktu pelayanan Tuhan Yesus. Paulus memberi dan mengerjakan lebih daripada yang diminta.

(c). YOHANES:
Belajar tentang keintiman dengan Tuhan. Tahun ini kita harus punya keintiman dengan Tuhan. Matius 4:21 - Pekerjaan Yohanes adalah membereskan jala yang sobek. Yohanes dipanggil untuk membereskan hati yang luka. Tahun ini TUHAN sangat rindu kita belajar mengerti orang lan, seperti Yohanes, bukan menuntut dari orang lain untuk mengerti kita.

Yohanes 13:23-25 - "Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: 'Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!' Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: 'Tuhan, siapakah itu?'" ...  Inilah yang disebut keintiman. 

Tidak ada yang berani melakukan hal itu, yaitu bersandar seperti yang Yohanes lakukan pada Yesus. Kalau tidak ada keintiman, seperti Petrus yang juga duduk dekat Tuhan, tetapi Petrus tidak berani tanya, ia bertanya menyuruh Yohanes. Kenapa? Karena Yohanes beda. Yohanes punya kedekatan dengan Tuhan. Orang yang punya kedekatan akan diberi pewahyuan yang lebih, seperti yang Tuhan nyatakan pada Yohanes. 

Kalau saudara baca Injil Yohanes, banyak hal yang berbeda, banyak rahasia yang tidak dibukakan di Injil lain. Yohanes juga tetap bersahabat dengan Petrus walaupun dia ditegur Tuhan. Tahun ini kita harus bawa saudara kita yang jatuh, supaya dibangkitkan, bukannya ditinggalkan. Petrus berkali-kali lakukan kesalahan, tetapi Yohanes tidak menjauhinya.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amen. Dalam kasih dan anugerah-Nya.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.