Labels

Showing posts with label Ready 2016. Show all posts
Showing posts with label Ready 2016. Show all posts

Friday, December 25, 2015

Natal, Damai dan Pedang

"Selamat Hari Natal, kiranya damai Natal menyertai kita semua."

Demikianlah pesan dan ucapan klise yang sering disampaikan saat hari Natal tiba setiap tahunnya. Pertanyaannya, apakah Natal memang sesungguhnya membawa damai? Dan kedamaian seperti apakah yang dibawa dalam hari Natal? Bukankah hari Natal diperingati sebagai datangnya Yesus Kristus sebagai Juruselamat ke dalam dunia? Dan untuk apakah Beliau datang?

"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya." - Matius 10:34-42

Jadi renungkan sekali lagi, untuk apa sesungguhnya kita merayakan Natal? Untuk apa sesungguhnya kita memperingati hari kelahiran-Nya? Untuk membawa damai yang penuh kompromi atau untuk menyatakan kemuliaan Sang Raja Damai?

Kelahiran dan kedatangan-Nya adalah sebagai Sang Pedang yang membawa pemisahan sampai semua kita teruji, apakah hati kita ini sesungguhnya memprioritaskan Dia di atas segalanya dalam segala perkara? Adakah kita didapati layak dan setia sampai akhir? Seberapa relakah kita kehilangan segalanya termasuk nyawa kita, demi menyambut kemuliaan-Nya yang sejati? 

Atau sebenarnya kita hanya ingin damai karena kita takut kehilangan nyawa kita?

Atau jikalau Aku membawa pedang atas negeri itu dan Aku berfirman: Hai Pedang, jelajahilah negeri itu!, dan Aku melenyapkan dari negeri itu manusia dan binatang, dan biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang tadi, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Adonay JEHOVAH, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak-anak lelaki maupun anak-anak perempuan, tetapi hanya mereka sendiri akan diselamatkan.






Monday, August 31, 2015

Ayin Vav 5776 - Vol. 6: Kemuliaan Yang Tak Terduga

"Tetapi seperti ada tertulis: 'Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.'" - 1 Korintus 2:9

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. ... Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: 'Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?' Jawab Yesus: 'Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku." - Yohanes 14:15, 23-24


Siapakah yang bisa menolak jika suatu kejutan yang membahagiakan datang tepat di hadapan kita? Dan inilah 3 hal yang bertingkat yang dijanjikan Tuhan, yakni:

1. Sesuatu yang sudah sering kita dengar, namun belum pernah kita lihat sebelumnya dan akhirnya menjadi kenyataan.

2. Sesuatu yang sempat tersirat dalam hati dan pikiran kita, biasanya berupa sebuah ide atau gagasan dan akhirnya benar-benar menjadi kenyataan, baik itu oleh kita sendiri atau kita dengar ada orang lain yang mengalaminya.

3. Sesuatu yang sama sekali tidak pernah kita pikirkan akan terjadi, entah dalam hidup kita maupun hidup orang lain, namun akhirnya kita sendiri atau orang lain mengalaminya juga.

Dapatkah kita melihat kemuliaan demi kemuliaan maupun kedalaman demi kedalaman di setiap levelnya? Dan ketiga hal inilah yang Tuhan sudah siapkan bagi Gereja dan Pasukan-Nya di Tahun Yobel Besar - Ayin Vav 5776 ini sesuai dengan porsi masing-masing anak-anak-Nya yang selama ini tetap mengasihi-Nya.


Sesungguhnya ketiga hal tersebut sudah ada tersedia, namun semua itu hanya ditujukan kepada yang mengasihi Tuhan, yakni mereka menuruti firman-Nya. Dan untuk mengasihi-Nya membutuhkan segala-galanya. Sadarkah kita bahwa wujud termulia yang pernah termanifestasi di muka Bumi ini dari apa yang tertulis di 1 Korintus 2:9 ini ialah Yesus Kristus nama-Nya? Sang Firman (Anak Allah) yang telah menjadi daging (Anak Manusia). Dan tetap saja hampir seluruh bangsa Israel telah gagal menerima Sang Anugerah itu sendiri, bahkan sampai hari ini, sehingga akhirnya selama 2.000 tahun, Tuhan yang juga adalah Sang Mesias masih tetap mengalami penolakan dari bangsa-Nya sendiri. Sehingga akhinya Injil diberikan dan diterima oleh bangsa-bangsa lain (Gentiles).

Bukankah arti Vav adalah sesuatu yang menjadi daging dan menjadi nyata? Namun adakah kita sungguh siap menerima semua itu? Menerima apa yang belum pernah kita lihat, menerima apa yang belum pernah kita dengar, dan menerima apa yang tidak pernah timbul dalam hati dan pikiran kita. 

Coba renungkan ini, bahwa hanya mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, yang melakukan semua kehendak-Nya, yang tidak lagi menegosiasikan semua didikan-Nya, merekalah yang sanggup menerima apa yang tak pernah diduga atau timbul dalam hati. Karena jika tidak demikian maka jatuhnya akan sama seperti bangsa Israel, yakni menjadi kecewa dan menolak Dia Yang Diurapi.


Saat itu Yudas yang bukan Iskariot bertanya tentang alasan Tuhan menyingkapkan identitas-Nya hanya kepada murid-murid-Nya, namun tidak kepada seluruh Israel dan dunia. Karena memang hanya para murid sejati, yakni orang-orang yang merelakan dirinya untuk terus dididik, adalah yang mampu mewarisi apa yang bahkan tak pernah timbul dalam hati dan pikiran. Yakni rahasia-rahasia ilahi dan kemuliaan-kemuliaan yang telah menanti berabad-abad untuk dinyatakan segera.

"Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, --menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman-- bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin." - Roma 16:25-27

Coba renungkan lagi, bukankah segala hal yang disebut sebagai perkara yang belum pernah timbul di dalam hati manusia disebut sebagai sesuatu yang baru? Mulai dari saat kita menerima keselamatan pertama kali, kita mulai menjadi ciptaan yang baru, hingga terus menjadi dewasa sebagai manusia baru, yang dibaharui dari waktu ke waktu. Namun seringkali semua yang baru ini terhalang dengan cara pikir kita yang lama karena kita terbiasa dengan pola dan rutinitas. Dan di sinilah peran didikan Tuhan diperlukan, untuk meruntuhkan cara berpikir yang lama dan memiliki pengertian-pengertian ilahi.


Anugerah Vs. Zombie

Pada awal Februari 2015 lalu, Tuhan berfirman kepada saya secara pribadi, demikian,

"Tahun Yobel Besar jatuh pada Tahun 5776 Ayin Vav (עו), dan itu tahun yang luar biasa penting dan signifikan bagi semuanya. Arti angka 6 (Vav) adalah manusia atau jadi daging (become flesh). Dan manusia yang dari debu tanah dapat menjadi hidup karena Aku menghembuskan nafas kehidupan ke dalamnya. Ingatlah bahwa Hey, angka 5 dalam Ibrani, salah satu artinya adalah nafas kehidupan (nashamah / הנשימה). Jadi, di tahun 5775 Ayin Hey ini, kejarlah semua didikan sebanyak mungkin, jangan menyerah, paksakan terus dirimu untuk bisa terus tinggal dalam anugerah-Ku, sebab jika tidak maka kamu akan kesesakan nafas di tahun depan. Bahkan lebih buruk lagi jika kamu jadi zombie, yakni kelihatan hidup namun sebenarnya sudah mati!"

Ini sungguh bukan waktunya kita untuk betah di zona nyaman dan masih ragu-ragu untuk melangkah sekalipun itu ekstrim adanya. Ini bukanlah saatnya untuk tetap mengeluh dan mengasihani diri kita sendiri, sebab jika itu masih terus dilakukan maka menjadi zombie bukanlah sesuatu yang aneh, bukan saja kelihatan hidup tapi sudah mati, namun yang lebih buruk lagi adalah menyangka diri masih hidup namun ternyata sudah mati. Menyangka diri adalah domba, padahal kambing. Dan bukankah baik domba maupun kambing tidak pernah menyadari siapa mereka sebenarnya sampai Tuhan yang menyingkapkan semuanya?

Sekarang saya semakin mengerti maksud pesan-Nya beberapa bulan lalu untuk saya makin mengingini didikan-Nya lebih lagi, karena pada Ayin Vav 5776 saudara dan saya akan melihat kemuliaan demi kemuliaan yang sesungguhnya bahkan tak pernah timbul dari dalam hati dan pikiran kita.

Namun jika kita tidak cukup mengasihi-Nya, maka sikap kita takkan berbeda seperti bangsa Israel 2.000 tahun yang lalu ketika Anak Manusia yakni Sang Mesias datang kepada mereka. Kita akan sulit menerima sesuatu yang tidak pernah timbul di dalam hati kita itu.


Kemuliaan Yang Tak Terduga

Impian, kerinduan, bahkan imajinasi terliar kita BUKAN sesuatu yang bisa dikategorikan sebagai "yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia." Ini melebihi yang bisa kita duga, namun hanya dengan iman hal itu nyata tersedia. Itu sebabnya tanpa didikan yang ekstrim, tanpa kasih yang sedemikian rupa, tanpa pengenalan yang dalam takkan bisa sisi manusiawi seseorang bisa menerima "yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia." Inilah kemuliaan yang tak terduga, yang disimpan berabad-abad, yang menyebabkan Tuhan rela turun ke dunia dan menggenapi semua yang telah dijanjikan-Nya.

Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.

Friday, July 31, 2015

Ayin Vav 5776 - Vol. 5: Full Metal Faith

"Haruslah engkau membuat mezbah dari kayu penaga, lima hasta panjangnya dan lima hasta lebarnya, sehingga mezbah itu empat persegi, tetapi tiga hasta tingginya. Haruslah engkau membuat tanduk-tanduknya pada keempat sudutnya; tanduk-tanduknya itu haruslah seiras dengan mezbah itu dan haruslah engkau menyalutnya dengan tembaga. Juga harus engkau membuat kuali-kualinya tempat menaruh abunya, dan sodok-sodoknya dan bokor-bokor penyiramannya, garpu-garpunya dan perbaraan-perbaraannya; semua perkakasnya itu harus kaubuat dari tembaga. Haruslah engkau membuat untuk itu kisi-kisi, yakni jala-jala tembaga, dan pada jala-jala itu haruslah kaubuat empat gelang tembaga pada keempat ujungnya. Haruslah engkau memasang jala-jala itu di bawah jalur mezbah itu; mulai dari sebelah bawah, sehingga jala-jala itu sampai setengah tinggi mezbah itu. Haruslah engkau membuat kayu-kayu pengusung untuk mezbah itu, kayu-kayu pengusung dari kayu penaga dan menyalutnya dengan tembaga. Kayu-kayu pengusungnya itu haruslah dimasukkan ke dalam gelang-gelang itu dan kayu-kayu pengusung itu haruslah ada pada kedua rusuk mezbah itu waktu mezbah itu diangkut. Mezbah itu harus kaubuat berongga dan dari papan, seperti yang ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu, demikianlah harus dibuat mezbah itu." - Keluaran 27:1-8

Demikianlah deskripsi Mezbah Korban Bakaran, yakni kayu penaga (acacia wood) yang disalut atau dilapisi tembaga. Dan jika kita membuat pintu atau dinding kamar dari bahan yang sama, maka dapat dipastikan bahwa pintu ataupun dinding tersebut adalah yang paling tahan api (fire proof). Bahkan menurut sebuah pengujian, kombinasi kayu penaga yang dilapisi tembaga ini memiliki tingkat tahan api 100%.

"Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego." - Daniel 1:6-7

Adalah Sadrakh, Mesakh dan AbedNego, tiga sahabat Daniel yang ikut dalam 70 tahun Masa Pembuangan di Babel. Mereka memiliki sikap dan mentalitas yang sangat baik. Mereka tidak silau dengan gemerlap kemewahan dan kemegahan kerajaan Babel sekalipun mereka sudah diberi kedudukan yang cukup tinggi dan dihormati para pejabat di dalam pemerintahan Babel. Intinya mereka hidup menjadi terang di tengah kegelapan pada Masa Pembuangan tersebut. Teladan yang baik bagi pihak Israel maupun gentiles.

Namun datanglah hari kemalangan bagi tiga sekawan ini, yakni ketika Nebukadnezar dengan angkuhnya mengancam nyawa mereka sebagai ganti ketidaktaatan mereka untuk menyembah patung berhala terbaru hasil mimpinya yang ditafsir Daniel sebelumnya. Sungguh saat itu bukanlah situasi yang mudah, mereka terpaksa tampil beda di antara ratusan pejabat dan jutaan rakyat Babel demi mempertahankan iman mereka. Raja Nebukadnezar mencoba memberi kesempatan kedua untuk mereka tidak mengulangi kesalahan mereka, dan inilah jawaban terbaik yang pernah ada dari iman mereka yang begitu istimewa,

"Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: 'Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.'" - Daniel 3:16-18

Mereka percaya bahwa Tuhan sanggup menolong, namun ternyata iman mereka tidak hanya sampai di situ. Yang lebih menakjubkan lagi adalah bahkan jika Tuhan tidak menyelamatkan nyawa mereka sekalipun, mereka tetap percaya bahwa Tuhan baik adanya. Inilah iman yang paling bulat sekaligus paling tahan api, iman yang sekuat Mezbah Korban Bakaran. Itu sebabnya ketika mereka masuk ke dalam dapur api, tidak sehelai rambut mereka ikut terbakar. Sebab memang iman mereka membuat mereka menjadi manusia yang fire proof atau tahan api, tepatnya terhadap semua api asing. Mereka rela dan berbulat tekad untuk menjadi korban bagi keyakinan mereka, sekalipun mereka juga percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, namun mereka sudah tidak memiliki kecewa sekalipun Tuhan tidak menolong mereka.

Dan inilah pesan Tuhan bagi kita semua Gereja dan Pasukan-Nya memasuki sebuah masa yang sama sekali berbeda sejak Tahun Yobel 5776 nanti. Yakni, apapun yang boleh terjadi menimpa kita maupun keluarga kita, milikilah sikap iman yang serupa dengan tiga sekawan, Sadrakh Mesakh dan AbedNego ini, iman yang bisa berkata dengan lantang bahwa sekalipun Tuhan tidak bertindak sesuai dengan yang kita harapkan, namun kita tetap percaya dan tidak menjadi kecewa apalagi menolak Dia yang begitu mengasihi kita.

Iman setinggi ini tidak bisa dibuat atau direkayasa dengan kekuatan diri kita sendiri, juga tidak bisa kita berpura-pura percaya atau berpura-pura siap martir padahal masih ada takut. Sungguh ini iman yang memang lahir dari hati yang bulat mengasihi Tuhan sekalipun kita harus mengorbankan segalanya, iman yang lahir karena telah melalui proses yang sedemikian rupa sehingga memiliki pengenalan yang mendalam akan Tuhan. Sebab tanpa pengenalan yang benar akan Tuhan, tentu yang ada hanyalah kecewa ketika Tuhan tidak bertindak seperti yang kita harapkan.

Noche Obscura Del Alma

Noche obscura del alma atau yang lebih dikenal dengan The Dark Night of The Soul merupakan sepotong frasa dari puisi karangan seorang biarawan Spanyol bernama St. John of The Cross, yang menggambarkan sebuah proses perjalanan jiwa untuk mencapai damai sejahtera dan harmoni sehingga menjadi manunggal dengan Tuhan dan segala kehendak-Nya. 

Semua pahlawan iman pasti akan melewati sebuah titik yang disebut The Dark Night of The Soul ini. Sebut saja Abraham yang harus menantikan Ishak puluhan tahun, bahkan harus mengorbankan Anak Perjanjian itu di Gunung Moria. Yakub pun demikian, ia harus kehilangan Rahel, Yusuf putra tercintanya bahkan Benyamin. Begitu juga dengan Yusuf di penjara, Musa di padang gurun, Daud dalam kejaran Saul dan seterusnya.

Bahkan Tuhan Yesus pun juga harus mengalami masa tergelap dalam hidup-Nya di Taman Getsemani ketika Beliau berusaha manunggal dengan kehendak Bapa, yakni mengisi cawan Darah Anak Domba dengan mati di atas kayu salib. Selama lebih dari 3 tahun Ia berkata bahwa apapun yang Ia katakan maupun yang Ia perbuat semuanya dari Bapa, namun saat itu Ia memohon dengan lirih, "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." - Matius 26:39. Dan itu Dia katakan hingga dua kali. Sungguh tidak ada yang mudah ketika harus melalui kesesakan besar, namun memang itulah yang harus kita lalui dan iman yang fire proof yang mampu meloloskan kita di ujung jalan tersebut.

"Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." - Matius 7:13-14

Yobel Besar 5776 adalah sebuah kairos yang luar biasa namun juga merupakan awal dari Masa Kesesakan (Tribulasi) Besar. Perhatikan apa yang terjadi setelah tiga sekawan, Sadrakh, Mesakh dan AbedNego masuk dan keluar dari dapur api.

"Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: 'Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!' Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu. Dan para wakil raja, para penguasa, para bupati dan para menteri raja datang berkumpul; mereka melihat, bahwa tubuh orang-orang ini tidak mempan oleh api itu, bahwa rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaranpun tidak ada pada mereka. Berkatalah Nebukadnezar: 'Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka. Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu.' Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel." - Daniel 3:26-30

Apa yang kita dapati setelah itu? Nama dan kemuliaan Tuhan menjadi begitu nyata di seluruh penjuru kekuasaan Babel, namun di penghujung Akhir Zaman ini Tuhan sudah menjanjikan yang lebih dahsyat lagi daripada yang diterima Sadrakh, Mesakh dan AbedNego, yakni tsunami lawatan dan pencurahan Roh-Nya kepada semua orang, 

"Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu." - Yoel 2:28-29.

Tetaplah berharap untuk yang terbaik terjadi pada Yobel Besar 5776 ini, namun pada saat yang sama kita juga harus bersiap untuk menghadapi yang terburuk, masa tergelap bagi jiwa kita, Taman Getsemani kita masing-masing, untuk kita bisa menang bersama-Nya di puncak Kalvari. Tuhan memberkati.

Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.

Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.

Tuesday, July 7, 2015

Agenda & The Naked Communist

"Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka." - Roma 1:24-27

"Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar, sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang." - Yudas 1:6-7


Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa Amerika Serikat sebagai bangsa yang besar dan mulia, yang dibangun atau diawali dengan kebenaran Tuhan, pada akhirnya berujung kepada kekacauan yang begitu mengerikan dengan mengesahkan undang-undang same-sex marriage (pernikahan homoseksual)? Undang-undang ini bahkan mewajibkan institusi gereja (dan mungkin institusi keagamaan lainnya) untuk ikut memberkati secara ritual pernikahan tersebut, dan jika menolak akan diberi sanksi pidana.

Pada tahun 2010, seorang anak Tuhan sekaligus penulis, sutradara dan politisi bernama Curtis Bowers membuat film dokumenter yang membuat seluruh kalangan gereja di Amerika Serikat shock dan terjaga, film tersebut berjudul Agenda: Grinding America Down. Secara terstruktur, komprehensif dan lengkap film ini mendeskripsikan bagaimana Amerika Serikat dalam sekian puluh tahun mengalami perubahan yang begitu signifikan di dalam setiap aspek kehidupan masyarakatnya. Untuk info lebih lanjut mengenai film ini, silakan kunjungi www.agendadocumentary.com.


Yang paling menarik dan menjadi highlight dari film Agenda ini adalah ketika diungkapnya sebuah buku berjudul The Naked Communist (terbit pertama kali tahun 1958) yang dikarang oleh seorang mantan agen FBI bernama Cleon Skousen. Buku ini merupakan hasil investigasi agen Skousen ketika menyusup sebagai mata-mata di berbagai gerakan sayap kiri di Amerika Serikat, yang saat itu juga bersamaan dengan dimulainya Perang Dingin. Dan dari buku tersebut, tertulis rumusan 45 tujuan gerakan komunisme di Amerika Serikat (The 45 Naked Communist Goals For America). Beberapa di antaranya:

Goal #17: Get control of the schools. Use them as transmission belts for Socialism and current Communist propaganda. Soften the curriculum. Get control of teachers associations. Put the party line in textbooks.

(Gol No. 17: Peroleh kendali atas sekolah-sekolah. Pakai mereka sebagai saluran atau lebih tepatnya ladang pembibitan sosialisme dan propaganda komunis terkini. Perlunak kurikulum. Peroleh kendali atas seluruh asosiasi guru. Dan susupkan semuanya itu ke dalam buku teks pelajaran.)

Jika kita membaca sekilas kalimat tujuan ini, mungkin akan terasa aneh dan ekstrim. Namun ini telah terjadi. National Education Association (NEA) merupakan lembaga pendidikan terbesar, amat berpengaruh dan berkuasa atas sistem pendidikan di Amerika Serikat, pada tahun 2010, bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Rakyat China tanggal 1 Oktober, mengagendakan serentak di semua sekolah publik di seluruh negeri untuk merayakan diktator Mao Tze Dong, pemimpin negara yang membantai rakyatnya sendiri sebanyak 50 - 60 juta, tercatat sebagai korban jiwa terbesar sepanjang sejarah. Atau lima sampai sepuluh kali lipat lebih banyak daripada jumlah korban Nazi Hitler.

Sadarkah bahwa selebrasi ini merupakan deklarasi terselubung yang dilakukan untuk menyambut sebuah pemerintahan yang begitu diktator dan otoriter yang akan digenapi pada masa pemerintahan Antikristus?

Pada tahun 2011, lembaga yang sama, NEA mengumumkan untuk memperbanyak tenaga pengajar dari kalangan transgender. Ini semua untuk mewujudkan gol ke-17 yang disebut di atas.

Goal #24: Eliminate all laws governing obscenity by calling them "censorship" and a violation of free speech and free press.

(Gol No. 24: Menyingkirkan semua peraturan hukum yang mengatur percabulan dari kegiatan sensor dan menganggap semua itu sebagai sebuah kejahatan terhadap kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat.)

Tujuan ini bertujuan untuk menghancur moralitas masyarakat, karena mereka sadar bahwa kondisi moral amat menentukan nasib dan masa depan masyarakat tersebut. Kebejatan atau dekadensi moral merupakan salah satu cara menghancurkan eksistensi masyarakat tersebut.

Goal #25: Break down cultural standards of morality by promoting pornography and obscenity in books, magazines, motion pictures, radio and TV.

(Gol No. 25: Hancurkan standar budaya moralitas dengan mempromosikan pornografi dan kegiatan percabulan melalui buku-buku, majalah-majalah, film-film layar lebar, radio dan televisi.)

40% para pendeta di Amerika mengakui bahwa pornografi melalui internet merupakan sebuah pergulatan konstan (constant struggle) yang terus menggerogoti gereja dan bangsa.

Goal #26: Present homosexuality, degeneracy and promiscuity as "normal, natural and healthy".

(Gol No. 26: Menghadirkan homoseksual, degenerasi seksual dan seks bebas sebagai suatu hal yang "wajar, alamiah dan sehat.")

Ini merupakan salah satu gol paling radikal dan ekstrim dari gerakan komunis tersebut, dan akhirnya tujuan ini mencapai puncaknya ketika Supreme Court melegalkan UU pernikahan homoseksual yang berlaku di 50 negara bagian Amerika Serikat.


Goal #27: Infiltrate the churches and replace revealed religion with "social" religion. Discredit the Bible and emphasize the need for intellectual maturity, which does not need a "religious crutch."

(Gol No. 27: Menyusupi institusi gereja-gereja dan menggantikan agama pewahyuan dengan agama "sosial". Diskreditkan Alkitab dan arahkan kebutuhan jemaat kepada kedewasaan intelektual, sesuatu yang tidak membutuhkan sebuah "penopang religius.")

Fokus gereja dan jemaat kepada kedewasaan rohani dan iman dialihkan kepada kedewasaan intelektual. Nilai-nilai kemanusiaan diagungkan sedemikian rupa sedangkan nilai-nilai iman dan ketuhanan dianggap sebagai sesuatu yang abstrak dan tidak berlogika. Penyusupan-penyusupan ini ditujukan ke berbagai lembaga keagamaan seperti National Council of Churches, Reform Judaism dan seminari-seminari Katholik. 

Akibatnya, peran Gereja Tuhan dikerdilkan secara bertahap, suara gereja dibungkam di ranah publik, termasuk di sekolah-sekolah. Pembacaan Alkitab yang biasa rutin dilakukan di sekolah dasar dianggap sebagai kriminalitas demi nilai kemanusiaan atau humanisme yang menipu. Semua perkara iman hanya boleh dibahas di balik dinding gereja saja dan tidak diperkenan untuk diungkap di publik.

Ketika pertama kali buku The Naked Communist ini terbit, tidak ada satupun dari rakyat Amerika yang mengerti betapa berbahaya 45 poin tujuan tersebut. Situasi saat itu, tahun 1958, tidaklah memberi peluang bagi mereka akan masa depan apa yang akan mereka peroleh. Namun dengan melihat semua yang terjadi saat ini, tidak ada satupun dari 45 poin tersebut yang tidak tergenapi. Semua tujuan komunisme ini tergenapi.

Jerat Humanisme

John Dewey adalah bapak pendidikan publik di Amerika Serikat, merupakan salah satu kontributor terbesar dari keruntuhan negera adidaya tersebut dengan nilai-nilai semu kemanusiaan yang dipropagandakan melalui sistem pendidikan publik di seluruh negeri. Dia juga merumuskan 15 dalil Humanist Manifesto yang ditulisnya dalam sebuah buku pada 1933. Salah satu dalil tersebut berbunyi:

Religion consists of those actions, purposes, and experiences which are humanly significant. Nothing human is alien to the religious. It includes labor, art, science, philosophy, love, friendship, recreation--all that is in its degree expressive of intelligently satisfying human living. The distinction between the sacred and the secular can no longer be maintained. - Seventh Plank of Humanist Manifesto

Agama terdiri dari berbagai aksi, tujuan dan pengalaman yang signifikan secara manusiawi. Tidak ada insan manusia yang asing terhadap agama. Termasuk buruh, seni, ilmu pengetahuan, filosofi, cinta, persahabatan, rekreasi - semua yang tercakup di dalam tingkat ekspresif intelejensinya atas kepuasan hidup manusia. (Sehingga) perbedaan antara yang sakral (suci) dan sekuler tidak dapat dibedakan lagi. - Dalil Ke-7 Humanist Manifesto

Dengan pernyataan di atas, betapa nilai kemanusiaan jauh lebih prioritas dan superior daripada kekudusan Tuhan, sebab dalam hal ini kepuasan manusia merupakan pusat segalanya.

Lebih jauh lagi, apa yang dimulai oleh John Dewey kemudian dilanjutkan oleh John J Dunphy melalui bukunya Humanist Manifesto II (1973) dan tulisan esainya The Humanist (1983). Pendapat Dunphy yang paling kontroversial, yakni:

"The battle for humankind's future must be waged and won in the public school classroom by teachers who correctly perceive their role as the proselytizers of a new faith: A religion of humanity -- utilizing a classroom instead of a pulpit to carry humanist values into wherever they teach. The classroom must and will become an arena of conflict between the old and the new -- the rotting corpse of Christianity, together with its adjacent evils and misery, and the new faith of humanism."

"Pertempuran masa depan kemanusiaan harus dilakukan dan dimenangkan di ruang kelas dari sekolah publik oleh para guru yang secara benar mempersepsikan peran mereka sebagai misionari atau evanjelis dari keimanan baru: Sebuah agama humanisme - memanfaatkan ruang kelas daripada sebuah mimbar untuk membawa nilai-nilai hemanis kepada siapapun yang mereka ajar. Ruang kelas harus dan akan menjadi sebuah arena konflik antara yang lama dan yang baru, yakni jasad Kekritenan yang busuk, beserta semua kejahatan dan kemalangannya, dan iman yang baru dari humanisme."

Dapatkah kita melihat akar dari masalah yang sedang bergulir ini? Nilai iman yang sejati dianggap sebagai musuh, dianggap sebagai sesuatu yang merusak masa depan kemanusiaan, dan semua itu sudah harus berlangsung dalam sebuah pertempuran di dalam ruang-ruang kelas sekolah publik. Para guru melalui asosiasinya didoktrin sedemikian rupa untuk kembali melanjutkan indoktrinasi agama humanisme kepada semua siswa.

Salah satu tujuan dari pembuatan film Agenda: Grinding America Down ini adalah untuk membangunkan mimpi palsu Amerika yang telah lama tertidur dan terlena, untuk segera mengubah haluan dan memenangkan pemilihan presiden di tahun 2012 dari pemerintahan Barack Obama. Bagi Curtis Bowers, menghentikan langkah Obama dari kursi kepresidenan merupakan awal dari pekerjaan besar perubahan tersebut. Sebab akar masalahnya memang bukan pada Barack Obama.

"The danger to America is not Barack Obama, but a citizenry capable of entrusting a man like him with the Presidency. It will be far easier to limit and undo the follies of an Obama presidency than to restore the necessary common sense and good judgment to a depraved electorate willing to have such a man for their president. The problem is much deeper and far more serious than Mr. Obama, who is a mere symptom of what ails America . Blaming the prince of fools should not blind anyone to the vast confederacy of fools that made him their prince. The Republic can survive a Barack Obama, who is, after all, merely a fool. It is less likely to survive a multitude of fools, such as those who made him their President."

"Bahaya pada Amerika bukanlah Barack Obama, namun kemampuan warganya mempercayai orang seperti dia dalam kepresidenan. Akan jauh lebih mudah untuk membatasi dan mencegah kebodohan pemerintahan Obama daripada merestorasi akal sehat dan penilaian yang bijak dari seorang pemilih berakhlak rendah untuk memilih orang seperti dia menjadi presiden mereka. Masalahnya jauh lebih dalam dan lebih serius daripada seorang Obama, yang merupakan sebuah gejala umum yang menyusahkan Amerika. Menyalahkan pemimpin yang bodoh tidak boleh membutakan siapapun dalam konfederasi besar atas kebodohan yang menjadikannya pemimpin mereka. Partai Republik dapat mencegah Barack Obama, yang adalah seorang yang bodoh. Hal ini cenderung untuk mencegah seluruh rakyat dari kebodohan, yakni dari mereka yang menjadikannya sebagai presiden mereka."

Dengan kata lain, setiap masyarakat layak menerima pemimpin yang menjadi cerminan keadaan mereka sendiri. Jadi memang masalahnya bukan di pemerintahnya, namun pada masyarakatnya, terutama Gereja Tuhan. Lebih jauh, dalam film Agenda, Curtis Bowers mengakui bahwa Gereja Tuhan di Amerika telah gagal menjaga bangsa dan negaranya hingga harus jatuh demikian dalam.

Sistem sosialis yang memberikan porsi dan peran pemerintah semakin besar di Amerika Serikat, secara bertahap menjadikan pemerintah tersebut sebagai komunis, yang pada akhirnya bersikap absolut diktator dan otoriter seperti yang digambarkan ketika nanti Antikristus memerintah pada Masa Tribulasi Besar.

Kini bertepatan dengan Tahun Shemitah 5775 dan menyusul Tahun Yobel Besar 5776 dan semua yang telah dan sedang terjadi maka kita tahu bahwa waktu penghakiman ilahi atas Amerika tidak akan ditangguhkan lagi sebab telah penuh cawan kedurjanaannya. 

Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

Tuesday, June 30, 2015

Ayin Vav 5776 - Vol. 3: Mosheh (מֹשֶׁה)

"Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: 'Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.' Kata Natanael kepadanya: 'Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?' Kata Filipus kepadanya: 'Mari dan lihatlah!' Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: 'Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!' Kata Natanael kepada-Nya: 'Bagaimana Engkau mengenal aku?' Jawab Yesus kepadanya: 'Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.' Kata Natanael kepada-Nya: 'Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!' Yesus menjawab, kata-Nya: 'Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.' Lalu kata Yesus kepadanya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.'" - Yohanes 1:45-51

Sekian ribu tahun kemudian setelah Yakub melihat tangga ilahi di Lus - Bethel (Kejadian 28:12), maka tibalah puncak penggenapan manifestasi mimpi tersebut, yakni Yesus Kristus yang hari itu ditemui Natanael untuk pertama kalinya. Hari itu Natanael dengan mudah mengenali Yesus sebagai Anak Allah, bahkan Raja orang Israel, namun Yesus juga memperkenalkan diri-Nya sebagai Anak Manusia yang menggenapi apa yang dilihat Yakub sekian ribu tahun sebelumnya.

Jadi saat itu Yesus Kristus menyatakan bahwa Dia adalah Allah sekaligus Manusia, atau Allah yang menjelma menjadi manusia. Kristus merupakan sisi keilahian-Nya harus menjadi manusia daging dalam tubuh Yesus (sisi kemanusiaan-Nya). Keinsanian Yesus menjadi dasar legal untuk Tuhan memanifestasikan keilahian Kristus sekaligus merampungkan destiny-Nya untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang (Lukas 4:18-21) hingga mati di atas kayu salib dan bangkit dari kematian. Dan juga Yesus Kristus ialah Tangga Hidup, Sang Sullam Sejati, di mana para malaikat turun naik kepada-Nya, sebab Ia adalah Manusia Allah, atau Abdi Allah (Man of God).

Namun jauh sebelum Yesus Kristus, adalah seorang abdi Allah, man of God pertama yang juga diutus Tuhan untuk membebaskan umat-Nya dari perbudakan, dia adalah Musa atau Mosheh.

"Inilah berkat yang diberikan Musa (מֹשֶׁה), abdi Allah (אּישׁ הָאֱלֹהִים) itu, kepada orang Israel sebelum ia mati." - Ulangan 33:1

"Moses, man of God, blessed the People of Israel with this blessing before his death." - Deuteronomy 33:1 (The Message)

Sebelum Mosheh, belum pernah ada orang yang disebut sebagai abdi Allah, atau man of God. Namun dalam bahasa Ibrani disebut iysh Ha-Elohyim (אּישׁ הָאֱלֹהִים). yang artinya man of The God, manusia Sang Elohim (Allah). Dari Adam, Henokh, Nuh, Sem, Abraham, Ishak, Yakub maupun Yusuf tidak disebut demikian. Mosheh bahkan satu-satunya manusia Allah yang tertulis dalam Torah (Pentateuch) sebab dialah orang pertama yang menjadi penghubung antara Tuhan dengan umat-Nya, sama seperti tangga (Sullam) yang menghubungkan antara Sorga dengan Bumi.


Dengan semua pemahaman tersebut, maka pada Ayin Vav 5776 yang juga bertepatan dengan Tahun Pembebasan atau Tahun Yobel Besar atau Tahun Rahmat Tuhan, Tuhan menghendaki Gereja dan Pasukan-Nya untuk belajar dan mempersiapkan diri seperti Mosheh dipersiapkan membawa bangsa Israel bebas dari perbudakan. Bukankah Yobel Besar berarti pembebasan tawanan dosa menuju kepada Kristus, yang manifestasinya akan terjadi berupa tsunami lawatan dan tuaian jiwa-jiwa terbesar di Akhir Zaman?

Lalu apa yang bisa kita tarik pelajaran dari Mosheh untuk kita menjadi Pasukan Sullam-Nya di Akhir Zaman ini? Paling tidak ada dua poin yang harus kita jadikan highlight sehingga wadah dan kapasitas kita didapati mumpuni menyambut semua yang akan terjadi di Yobel Besar - Ayin Vav 5776:

1. Jika kita menyimak Kitab Keluaran pasal 4 dan 5, itulah assignment pertama Tuhan kepada Mosheh. Dengan sangat jelas Tuhan berbicara kepadanya, lalu Harun juga ikut sepakat bahkan seluruh rakyat israel merestui Mosheh untuk menghadap Firaun. Dan kemungkinan besar bayangan atau angan-angan seluruh Israel untuk merdeka dari perbudakan akan segera menjadi kenyataan. Namun apa yang sesungguhnya terjadi sungguh bertolak belakang dengan apa yang dibayangkan.

Firaun bukan saja menolak permintaan Mosheh, lebih dari itu ia malah memperberat perbudakan atas Israel. Jerami yang awalnya disediakan malah disuruh mencari sendiri, sedangkan kuota atau target hasil pekerjaan tidak diubah. Ini sangat tidak masuk akal dan membuat hati seluruh rakyat Israel menjadi pahit dan menyumpahi Mosheh, "Kiranya TUHAN memperhatikan perbuatanmu dan menghukumkan kamu, karena kamu telah membusukkan nama kami kepada Firaun dan hamba-hambanya dan dengan demikian kamu telah memberikan pisau kepada mereka untuk membunuh kami." - Keluaran 5:21

Lalu apa reaksi Mosheh saat itu? Ia kembali menghadap TUHAN, katanya: 

"Tuhan, mengapakah Kauperlakukan umat ini begitu bengis? Mengapa pula aku yang Kauutus? Sebab sejak aku pergi menghadap Firaun untuk berbicara atas nama-Mu, dengan jahat diperlakukannya umat ini, dan Engkau tidak melepaskan umat-Mu sama sekali." - Keluaran 5:22-23

Mosheh kaget, tak berdaya, tidak habis mengerti atas apa yang baru terjadi, sebab memang semua itu tidak ia duga sebelumnya. Namun ia tidak menyerah atau berhenti atau undur dari Tuhan. Mulai sejak saat itu hingga 40 tahun kemudian ia lakukan hampir semua kehendak Tuhan dengan sangat baik termasuk menghadapi ketegartengkukan bangsanya sendiri. Situasi demi situasi yang dihadapinya tidak menjadi lebih mudah karena kesetiaannya, bahkan ia sempat teledor hingga harus membayar harga yang sangat mahal atas keteledorannya itu. Dan sekalipun begitu, Mosheh tetap melayani dan mengasihi Tuhan dan bangsanya dengan segenap hatinya.

Mengapa demikian? "Adapun Mosheh ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi." - Bilangan 12:3. Hanya dengan hati yang sedemikian lembut yang bisa memampukan kita untuk terus berjalan bersama dengan Tuhan apapun resikonya. Dengan demikian, Tuhan hendak berkata bahwa tanpa kelembutan hati yang sedemikian rupa, pada Ayin Vav 5776 dan tahun 2016 kita akan mudah tergulung dalam tsunami air mata yang disediakan bagi dunia.

Bukankah Anak Manusia itu pernah berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." - Matius 11:28-30. Kuk ini bukan untuk seekor lembu saja, namun sepasang lembu, karena Tuhan menghendaki kita berjalan bersama-Nya, seiring seirama dengan hati-Nya.

2. Pelajaran kedua bisa kita dapati jika kita menyimak apa yang tertulis dalam Kitab Keluaran pasal 33. Dikisahkan bahwa saat itu Tuhan ngambek, sudah muak sikap tegar tengkuk umat-Nya dan hendak memutuskan untuk tidak lagi ingin berjalan bersama. Dalam kekesalan-Nya, Tuhan cukup mengutus seorang malaikat dan menjamin bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian, namun Ia tidak mau lagi berjalan bersama mereka.

Apa yang terjadi berikutnya? "Ketika bangsa itu mendengar ancaman yang mengerikan ini, berkabunglah mereka dan seorangpun tidak ada yang memakai perhiasannya." - Keluaran 33:4. Sesungguhnya Tuhan hanya berbicara kepada Mosheh, namun kali itu dalam anugerah-Nya, seluruh rakyat Israel pun dibiarkan mendengar ancaman tersebut, sebab jika tidak maka tidak ada satupun yang akan bertobat dengan berkabung dan menanggalkan semua perhiasan mereka.

Perhiasan berbicara akan pride atau segala jenis kebanggaan. Kita harus mengerti benar bahwa di masa-masa penentuan ini, tanpa disadari pride bisa menjadi jerat yang mematikan. Legalisasi UU pernikahan sesama jenis di Amerika pada 26 Juni 2015 lalu merupakan manifestasi pride yang sangat mengundang murka Tuhan, sebab mereka mendeklarasikan "Celebrate Pride".

Lalu bagaimana respon Mosheh atas semuanya itu? "Berkatalah Musa kepada-Nya: 'Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?'" - Keluaran 33:15-16

Dapatkah kita memahami chemistry di antara hati Tuhan dengan hati Mosheh dari perkataannya itu? Bagi Mosheh keadaaan hati dan kehadiran Tuhannya adalah segalanya. Kehadiran Tuhan bahkan lebih prioritas daripada destiny-nya sendiri. Ia tidak peduli ke manapun Tuhan kehendaki, bahkan sekalipun mereka semua tidak pernah sampai ke Tanah Perjanjian, asalkan Tuhan selalu bersama mereka dan mereka dikenan untuk juga jalan bersama-Nya, itu sudah segalanya bagi Mosheh.

Coba renungkan sekali lagi. Saat itu Tuhan sudah memberikan kemudahan untuk seluruh bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian, dengan kata lain garis akhir atau puncak destiny sudah dijamin tercapai saat itu juga. Sadarkah kita bahwa betapa liciknya hati kita mampu menjadikan destiny kita sebagai berhala yang lebih prioritas daripada hati Tuhan? Tahun depan, Ayin Vav 5776 dan 2016 kita akan menjadi tangga atau sullam bagi dunia. Mujizat demi mujizat, kemuliaan demi kemuliaan akan dilimpahkan dengan dahsyatnya, kita akan menjadi pencetak sejarah, sebuah sejarah yang terukir sedemikian rupa, yang belum pernah ada sebelumnya dan takkan pernah ada lagi setelahnya. Namun apakah hati-Nya akan tetap kita bawa ke manapun kita melangkah?

Inilah chemistry yang sesungguhnya terjadi antara Tuhan dengan Mosheh, poin pertama menjelaskan bahwa Tuhan menunjuk Mosheh sambil berkata, "You are The Man!" Dan memang Mosheh yang diutus Tuhan untuk memimpin bangsa Israel. Namun poin kedua ini justru sebaliknya bagian Mosheh yang membalas Tuhan, "You are The Man!" Sebab tanpa penyertaan Tuhan, sia-sialah segalanya. Betapa indahnya yang terjadi di antara mereka, dan keindahan inilah yang Tuhan kehendaki ada dari Gereja dan Pasukan-Nya di Ayin Vav 5776 dan 2016. Inilah makna Sullam yang sesungguhnya.

Orang yang lembut hati akan mencari makna dari setiap proses, bagaimana jalan-jalan-Nya berlaku atas hidup kita dan segala sesuatunya jauh lebih berharga daripada semua hasil yang gemilang sekalipun. Itulah sebabnya antara Mosheh dan umat Israel ada perbedaan yang begitu besar, "Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel." - Mazmur 103:7. Itulah sebabnya reaksi pertama Mosheh terhadap ancaman Tuhan, "Jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu." - Keluaran 33:13.

Jalan-jalan-Nya, selera-Nya, mood-Nya, hati-Nya, cara berpikir-Nya bahkan setiap hembusan dan tarikan nafas-Nya itu semua yang harus menjadi pengenalan kita akan Dia, bukan perbuatan-perbuatan-Nya. Sebab bahkan para pelaku mujizat pada akhirnya banyak yang ditolak (Matius 7:22-23), karena mereka tidak pernah peduli akan hati-Nya. Sungguh, mudah bagi Tuhan membahagiakan anak-anak-Nya, namun untuk mendewasakan Tuhan terpaksa menghalalkan segala cara. Mudah bagi-Nya untuk memberi tuaian milyaran jiwa dalam waktu sekejap, tapi bukan begitu kehendak-Nya.

Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

Sunday, June 28, 2015

Menjelang Tahun Tsunami Air Mata 5776 - 2016

“If God doesn’t punish America, He’ll have to apologize to Sodom and Gomorrah.” - Billy Graham

Pada 20 Juni 2015 lalu, tepat di hari pelantikan KKR Yobel Besar, seorang anak Tuhan sekaligus penulis kenamaan dan ahli strategi komunikasi, Joel C Rosenberg dalam blognya menyatakan bahwa sesuatu yang besar akan segera terjadi, dan lebih spesifik lagi, beliau menyatakan hal itu di antara dua pilihan, apakah Amerika akan mengalami suatu ledakan yang amat mengerikan (a terrible implosion) atau sebuah kebangkitan yang besar (a great awakening)? Sumber tulisan klik di sini.

Beberapa poin yang menjadi perhatiannya adalah sebagai berikut:

1. Kekerasan fisik berupa pembunuhan massal makin meningkat di berbagai kota, sekolah dan gereja termasuk yang baru saja terjadi Charleston, Carolina Selatan. 

2. Mahkamah Agung akhirnya mengesahkan atau melegalkan pernikahan sesama jenis.

3. Kegiatan aborsi semakin meningkat, diperkirakan ada lebih dari satu juta bayi yang diaborsi setiap tahun. Dan sejak legalisasi UU Aborsi pada 22 Januari 1973 jumlah akumulasi bayi yang diaborsi adalah 57 juta jiwa.

4. Berbagai masalah politik dan militer di Iran, Rusia termasuk ISIS.

5. Rendahnya harapan atau kepercayaan rakyat Amerika terhadap pemerintah, media, kalangan akademi bahkan Gereja. 

Dari sekian poin yang disebutkan di atas, yang paling menjadi perhatian adalah yang baru saja terjadi beberapa hari lalu, yakni pada 26 Juni 2015 telah dilegalisasi pernikahan sesama jenis, karena hal ini akan amat menyulitkan Gereja Tuhan di Amerika. Dengan pemberlakuan undang-undang tersebut di seluruh negara bagian maka tidak ada satupun gereja yang berhak menolak melayani pemberkatan nikah sesama jenis. Jika penolakan tetap dilakukan maka tindakan tersebut dianggap sebagai tindakan pidana bahkan kriminal. Gereja tersebut akan ditutup dan pendetanya akan dipenjarakan. Dengan ditambah beban hutang darah sebanyak 57 juta jiwa karena legalisasi UU aborsi, Amerika Serikat sungguh berada di tepi jurang penghakiman Tuhan. 

"Maka pada tahun kesembilan dari pemerintahannya, dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal sepuluh bulan itu, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, dengan segala tentaranya menyerang Yerusalem. Ia berkemah mengepungnya dan mendirikan tembok pengepungan sekelilingnya. Demikianlah kota itu terkepung sampai tahun yang kesebelas zaman raja Zedekia. Pada tanggal sembilan bulan yang keempat, ketika kelaparan sudah merajalela di kota itu dan tidak ada lagi makanan pada rakyat negeri itu, maka dibelah oranglah tembok kota itu dan semua tentara melarikan diri malam-malam melalui pintu gerbang antara kedua tembok yang ada di dekat taman raja, sekalipun orang Kasdim mengepung kota itu sekeliling. Mereka lari menuju ke Araba-Yordan." - 2 Raja-Raja 25:1-4

Yang menarik adalah jika Anda melihat kalender Ibrani tahun 5775 ini, maka tanggal 26 Juni 2015 itu bertepatan dengan tanggal 9 bulan Tammuz, bulan ke-4. Saya yakin ini bukan sebuah kebetulan bahwa 2.437 tahun yang lalu, yakni pada tanggal 9 Tammuz 3338 sesuai yang tertulis dalam Kitab Kedua Raja-Raja, tembok kota Yerusalem dijebol DARI DALAM (implosion) sehingga mengakhiri proses pengepungan yang dilakukan Nebukadnezar. Satu bulan kemudian, yakni tanggal 9 Av 3338 terjadilah satu dari lima peristiwa paling mendukakan bangsa pilihan - Israel, yakni runtuhnya Bait Suci Salomo. Supaya juga Anda ketahui bahwa sekitar 500 tahun kemudian, Bait Suci Kedua pun runtuh di tangan pasukan Romawi tepat pada tanggal yang sama, yakni 9 Av.

Kehancuran Amerika Telah Dirancang Secara Terstruktur Sejak Usainya Perang Dunia Ke-2: Agenda & The Naked Communist

Tertulis bahwa Nebukadnezar mulai mengepung Yerusalem sejak tanggal 10 bulan ke-10 (Tevet) tahun 3338 Ibrani. Dan jika Anda lihat tanggal 10 Tevet 5775 itu tepat tanggal 1 Januari 2015. Sejak awal tahun Iblis telah mengepung Amerika Serikat dan Gereja-Nya tidak lagi bisa menahan malapetaka yang akan segera datang. Apalagi 5775 adalah Tahun Shemitah yang akan dilanjutkan Yobel Final 5776. Apakah ini sebuah kebetulan? Tentu tidak kebetulan.

Kini dengan legalisasi UU pernikahan sesama jenis, maka tembok Gereja dan negara Amerika Serikat telah dijebol dari dalam. Tanggal 9 Av 5775 (25 Juli 2015) tinggal dihitung "mundur", sejarah terulang kembali, bangsa besar dan super power dunia itu akan mengalami pembuangan dan kemuliaannya takkan pernah sama lagi. Apalagi 29 Elul 5775 (13 September 2015) yang  telah dijadwalkan untuk terjadinya keruntuhan ekonomi secara masif berdasarkan siklus Tahun Sabat dan Tahun Yobel (Imamat 25, Yesaya 61:1-3). Sungguh sesuatu yang besar (dan mengerikan) akan segera terjadi. Apa yang Tuhan rhemakan kepada saya di Rosh Hashanah 5775 lalu kelihatannya akan menjadi kenyataan bahwa tahun 5776 dan 2016 merupakan Tahun Tsunami Air Mata.

Amerika Serikat, Sang Babel Besar itu dan semua jaringannya sungguh tidak menyisakan satupun alasan untuk tidak diruntuhkan di tahun ini. Ia tidak meninggalkan satu alasanpun untuk Tuhan mengampuninya. Dan seperti yang pernah dikatakan oleh sesepuh Billy Graham bahwa jika Tuhan tidak menghukum Amerika maka Ia harus meminta maaf kepada Sodom dan Gomora.


Bahkan lebih ekstrim lagi, beberapa tokoh telah menghimbau warganya untuk segera meninggalkan Amerika Serikat (Flee America Before God Destroys Us For Gay Marriage!). Hal ini sesuai dengan yang tertulis di Wahyu 18:4. Ingatlah bahwa Tahun Yobel Besar memiliki dua makna yang kontra, yakni sebagai tahun rahmat Tuhan namun juga hari pembalasan (penghakiman) Allah, Yesaya 61:2.

Namun sekalipun hal itu akan segera terjadi, Gereja dan Pasukan Tuhan di manapun, bersukacitalah sebab penggenapan segala sesuatu memang harus terjadi. Dan apapun yang terjadi janganlah bersusah hati, perlindungan Tuhan sempurna bagi kita yang mengasihi Dia.

Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!

Sodom dan desa-desanya sombong karena punya banyak persediaan makanan serta dapat hidup dengan tenang dan damai. Tetapi mereka tidak memperhatikan orang miskin dan orang hina. Mereka sombong dan keras kepala, serta melakukan hal-hal yang Kubenci. Sebab itu mereka Kuhancurkan seperti yang telah kaulihat.

Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya. Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya; berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.Sebab itu segala malapetakanya akan datang dalam satu hari, yaitu sampar dan perkabungan dan kelaparan; dan ia akan dibakar dengan api, karena Tuhan Allah, yang menghakimi dia, adalah kuat.

Wednesday, June 24, 2015

Dalam Satu Jam Saja Berlangsung Penghakiman Baginya

Dalam waktu kurang dari 3 bulan puncak penggenapan segala sesuatu akan dimulai, saya repost dan mengamplifikasi bagian tulisan mengenai runtuhnya sistem ekonomi Babel yang bertepatan dengan Yobel Besar - Ayin Vav 5776. Dengan total hutangnya yang sudah melebihi 18,279 triliun dan defisit anggaran sebesar 500 milyar dolar Amerika, dan jumlahnya terus bertambah, maka bom waktu ekonomi bisa meledak kapanpun. (www.usdebtclock.org)

Dengan repost ini diharapkan buat semua Gereja Tuhan untuk bersiap menyambut semua yang Tuhan sediakan di Yobel Besar hingga puncaknya adalah tsunami lawatan, panen jiwa-jiwa terbesar dan diakhiri dengan rapture atau pengangkatan. 

Yobel Besar - Ayin Vav 5776 juga berarti pengalihan kekayaan secara masif dari dunia kepada Gereja Tuhan, mengapa demikian? Ayin Vav 5776 - Vol. 2: Great Wealth Transfer

"Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: 'Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!'" - Wahyu 18:10

"Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: 'Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa. Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu.'" - Wahyu 18:19-20

Babel adalah sistem dunia ini yang dikendalikan dengan peredaran uang (Mammon) dan pengadaan hutang yang takkan pernah bisa terbayar. Babel ditakdirkan runtuh dalam satu jam saja, apa maksudnya? Jika mengacu pada 2 Petrus 3:8, yang mengatakan bahwa sehari sama dengan seribu tahun, maka satu jam adalah seribu tahun dibagi 24 jam, yakni sekitar 41,6 tahun. Dan sejak kapan jangka 41,6 tahun ini mulai dihitung?

Saya percaya bahwa jangka 41,6 tahun ini mulai dihitung melalui dua peristiwa besar dalam dunia ekonomi dan keuangan Amerika Serikat:

1. 15 Agustus 1971 - dikenal sebagai peristiwa "Nixon Shock", sejak pemerintah Amerika Serikat mulai menurunkan standar dalam pencetakan uang dari standar emas (gold standard) menjadi standar tukar emas (gold exchange standard) pada 1933, nilai dolar Amerika mengalami penurunan yang permanen. Dan ketika ada pihak luar yang menyadari bahwa Amerika Serikat tidak memiliki cadangan emas sebanyak uang yang dicetaknya, maka secara mendadak Presiden Nixon memutuskan untuk meninggalkan standar emas secara total sehingga sistem pencetakan uang didasarkan kepada hutang. 

Keputusan Nixon yang mengejutkan ini, diam-diam disepakati oleh banyak pemerintah di berbagai negara, sebab sejak saat itu, mereka bisa mencetak uang sebanyak yang mereka kehendaki, dari sinilah dikenal istilah Fiat Money. Sejak saat inilah Amerika Serikat dan bangsa-bangsa di dunia berlomba-lomba mengejar kekayaan semu dan menuju jalan kehancuran tanpa dapat berbalik lagi.

Dan peristiwa ini menjadi sebuah deklarasi tersendiri bagi Amerika Serikat dan banyak bangsa bahwa tuan mereka bukan lagi Tuhan seperti yang tercetak di setiap lembaran dolar "In God We Trust", melainkan mereka mengabdi kepada Mammon.

2. Awal 1974 - setelah kekalahan Mesir dan para sekutunya di Timur Tengah melalui Perang Yom Kippur tahun 1973, Arab Saudi membalas dengan menurunkan produksi minyak bumi dan mengembargo Amerika Serikat. Namun Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger sukses bernegosiasi dengan Raja Faisal dari Arab Saudi untuk mendapatkan kesepakatan yang mensyaratkan minyak dijual hanya dengan dolar AS. Kesepakatan ini membuat Arab Saudi menjadi begitu kaya dan kemudian membujuk negara-negara Arab penghasil minyak lainnya untuk bergabung. Ini adalah kelahiran dari Petro-Dollar.

Dengan demikian Tuhan mendapati Amerika Serikat (Babel) dan semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya. Sebab Amerika Serikat seharusnya tetap setia menyatakan keberpihakannya kepada Israel apapun resikonya, namun ia malah berpihak kepada para musuh dan pembenci Israel.

Jika kita tambahkan awal 1974 dengan 41,6 tahun kemudian, maka kita mendapati bahwa puncak keruntuhan Babel akan terjadi tepat 7 tahun setelah krisis Subprime Mortgage 2008, yakni 13 - 14 September 2015. Lalu bagaimanakah kita harus bersikap menghadapi semua hal ini? Bersukacitalah! Sebab jika memang selama ini sikap hati dan fokus hidup kita ialah Tuhan dan segala kehendak-Nya maka di sinilah akan terjadi apa yang telah dinubuatkan mengenai adanya pengalihan harta kekayaan terbesar (The Great Wealth Transfer) seperti yang tertulis pada Kitab Yesaya pasal 60.

Sedangkan bagi mereka, yang sekalipun beribadah kepada Tuhan, namun jika fokus atau prioritas hidupnya bukan lagi Tuhan dengan segala kehendak-Nya, maka mereka harus segera bertobat atau jika tidak, maka bisa dipersilakan berduka bersama dengan runtuhnya Babel, Sang Pelacur Besar itu. Tahun 2015 ini, Indonesia tepat berusia 70 tahun dan di saat yang sama mengalami berkat Tahun Shemitah Ayin Hey 5775 dan akan mengalami berkat Tahun Yobel Besar - Ayin Vav 5776.

Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.

Sudah lenyap buah-buahan yang diingini hatimu, dan segala yang mewah dan indah telah hilang dari padamu, dan tidak akan ditemukan lagi.

Friday, June 5, 2015

Ayin Vav 5776 - Vol. 1: Sullam (סלם)

Ayin Vav 5776 (עו) (dan Masehi 2015 - 2016) sungguh merupakan tahun yang mahadahsyat dan melimpah. Ini merupakan kairos super atas persilangan sekian momen pencetak sejarah yang belum pernah ada sebelumnya dan takkan pernah ada lagi setelahnya serta bersifat final, yakni:

1. Tahun 5776 bukan saja Tahun Yobel, namun juga Super Jubilee karena merupakan Yobel ke-70 sejak bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian 3.430 tahun yang lalu. Mengenai arti angka 70 sendiri merupakan sebuah pembebasan atau penyelamatan atau pemisahan yang bersifat korporatif.

2. Menurut perhitungan almanak Ibrani, tahun 5776 ini juga merupakan Double Jubilee karena bertepatan dengan genapnya 49 tahun reunifikasi kota suci Yerusalem dengan negara Israel, yakni sejak 28 Iyyar 5727 (7 Juni 1967) hingga memasuki 10 Tishrei 5776 (23 September 2015) nanti.

3. Indonesia sebagai Pusaka dari gentiles telah genap berusia 70 tahun juga. Genapnya usia seorang raja bagi Indonesia di tahun ini telah membuka syarat nubuatan Yesaya 60 atas negeri ini digenapi tanpa penundaan lagi. Sebab kuasa Babel telah diremukkan dari Indonesia.

4. Genapnya seluruh tanda langit dari sisi Tanakh, yakni gerhana matahari parsial pada saat menjelang Rosh Hashanah 5776 (13 September 2015) dan Super Blood Moon sebagai pamungkas rangkaian Tetrad Blood Moon ke-8 ini, yakni pada saat Sukkot 5776 (28 September 2015).

Transfer kekayaan orang fasik kepada orang benar, dan kelimpahan seberang laut sedang dan akan terus berlangsung sebab inilah kairosnya, simak: Ayin Vav 5776 - Vol. 2: Great Wealth Transfer

Angka Manusia, Firman Jadi Daging

"Berfirmanlah Elohim: 'Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.' Dan jadilah demikian. Elohim menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Elohim melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Elohim: 'Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.' 

"Maka Elohim menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Elohim diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Elohim memberkati mereka, lalu Elohim berfirman kepada mereka: 'Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.' 

"Berfirmanlah Elohim: 'Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.' Dan jadilah demikian. Maka Elohim melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam." - Kejadian 1:24-31

Enam memiliki arti salah satunya adalah sebagai puncak dari segala kejadian penciptaan, yakni gambar dan rupa Sang Pencipta dalam bentuk manusia. Manusia diciptakan setelah lima jenis makhluk lainnya diciptakan, yakni hewan ternak, hewan melata (reptil), hewan buas, ikan-ikan laut dan unggas. Jadi manusia adalah jenis makhluk yang keenam yang diciptakan di hari keenam juga. Bahkan Anak Manusia - Yesus Kristus pun berinkarnasi dengan dasar hukum yang sama: "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran." - Yohanes 1:14

Dari keenam jenis makhluk tersebut, hanya manusia yang posisi kepala serta ekornya adalah tegak lurus (vertikal), sedangkan kelima jenis makhluk lainnya memiliki posisi kepala dan ekornya adalah horizontal. Itu sebabnya bentuk abjad Ibrani yang ke-6, yakni abjad Vav - ו berbentuk sebuah garis tegak lurus dengan sebuah kait kecil di ujung atasnya.

Sullam

Namun selain berarti manusia atau berarti menjadi daging / menjadi nyata, Vav juga memiliki arti sullam, yakni tangga yang dilihat Yakub di Bethel - "Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga (sullam - סלם) yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Elohim turun naik di tangga itu." - Kejadian 28:12

Di tempat Yakub bermimpi Tuhan hadir beserta semua malaikat dan kemuliaan-Nya, Sorga dan Bumi menjadi tak berjarak, sebab di tempat itu pintu gerbang Sorga terbuka maksimal dan memiliki potensi maksimal untuk memanifestasikan apapun dari Sorga ke Bumi, maupun sebaliknya. Persis sama ketika Simon Petrus berhasil menyingkap identitas Anak Manusia yang juga adalah Anak Elohim Yang Hidup (baca: Mesias) maka pada saat itu Tuhan Yesus menganugerahkan kunci Kerajaan Sorga untuk mengikat dan melepas apa yang ada di Bumi supaya juga terikat dan terlepas di Sorga (Matius 16:15-19).

Saya juga teringat ketika 19 Maret 2015 lalu, Ibu Panglima Mikhael menjelaskan betapa dahsyat dan sakralnya tempat di mana Yakub tidur malam itu. Bahwa bukan merupakan sifat Tuhan menetapkan penghasilan atau keuangan atau kekayaan materi seseorang untuk dipersembahkan. Namun karena Yakub yang adalah seorang raja "bertitah" di tempat di mana tangga (sullam) itu berada, maka nazar Yakub tersebut dijadikan bagian ketetapan hukum (Torah) - Imamat 27:30-32, Bilangan 18:21-28, Ulangan 14:22-23, Maleakhi 3:8-10.

Yang lebih menarik lagi adalah bahwa konon bentuk tangga tersebut bukanlah bentuk tangga biasa yang kedua sisinya tegak lurus, melainkan berbentuk double helix staircase, yakni tangga berulir ganda. Bentuk heliks ganda ini juga sama dengan bentuk DNA gen manusia, yakni unsur paling kecil dan sekaligus yang paling fundamental dalam bentuk tubuh manusia, sebab DNA manusia menyimpan semua informasi dan sandi-sandi rahasia atas identitas dan kondisi (tubuh) manusia tersebut.

Sekarang coba kita renungkan apa yang bisa terjadi ketika kairos super Ayin Vav 5776 ini bertemu dengan sullam-Nya ini? Sungguh bahwa Ayin Vav 5776 dan Masehi 2016 merupakan portal kairos yang luar biasa ajaib dan berskala dunia. Bahkan mengenai kuasa mengikat dan melepas itu diulang oleh Tuhan Yesus,

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." - Matius 18:18-20

Tuhan Elohim Yang Hidup telah bersepakat dengan nazar Yakub sekian ribu tahun yang lalu dan nazar tersebut menjadi sebuah ketetapan hukum yang berlaku kekal. Sekarang coba ingat kembali semua janji Tuhan kepada kita pribadi masing-masing, dan ketahuilah bahwa Ayin Vav 5776 merupakan kairos super untuk semua janji Tuhan tersebut menjadi daging. Namun syaratnya hanya satu, yakni iman kita. Masihkah kita memiliki dalih untuk berhenti percaya dan menyerah kepada keadaan? Atau kita memilih untuk mengebaskan semua yang negatif, kembali bergairah kepada semua janji-Nya dan sepakat dengan Roh-Nya untuk menyambut kairos super Yobel Besar ini?

Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada milik pusaka-Nya, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.