Labels

Showing posts with label Falsafah Kehidupan. Show all posts
Showing posts with label Falsafah Kehidupan. Show all posts

Monday, January 28, 2019

Bagaimana Menghakimi Atau Menilai Yang Alkitabiah?

"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." - Matius 7:1-2

"Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal." - Matius 12:33 

Baik itu menghakimi maupun menilai pada dasarnya sama, mengapa? Karena keduanya berakhir pada sebuah keputusan.

Tapi Tuhan Yesus memberi petunjuk yang benar dalam menghakimi atau menilai:

1. Harus dengan ukuran yang benar. Jika tindakan penghakiman dianggap sama sekali salah, lalu bagaimana dengan para hakim, para jaksa dan para juri pengadilan? 

Tentu karena mereka punya dasar hukum tertulis, bukti-bukti kejadian dan nilai-nilai yang disepakati bersama dalam suatu masyarakat. Jadi yang tidak diperbolehkan adalah menghakimi tanpa ada ukuran yang obyektif maupun bukti-bukti yang sah.

Contoh, Anda menangkap basah seseorang menyuap pejabat pemerintah, apakah Anda tidak menganggap mereka bersalah atau menilai bahwa mereka sedang melakukan tindak kejahatan pada saat itu juga?

Contoh lain lagi, Anda menangkap basah seseorang yang mencuri makanan. Tapi untuk yang ini tentu kita tidak bisa dengan serta merta langsung menghakimi bahwa orang yang mencuri itu adalah penjahat. Maka dibutuhkan poin ke-2 di bawah ini.

2. Melihat buahnya. Pembuahan butuh proses dan proses butuh waktu, termasuk waktu untuk mengenali dengan benar. Keinginan tidak serta merta jadi perbuatan, tanpa adanya jangka waktu tertentu. Itu sebabnya ada istilah bahwa keinginan yang dibuahi atau dijadikan berbuah akan menghasilkan perbuatan.

Dan jika perbuatan itu tidak dihentikan, melainkan terus menerus dilakukan, maka akan menghasilkan karakter.

Keinginan - Perbuatan - Karakter, begitulah prosesnya.

Kalau sudah menjadi karakter, Anda pasti akan membuat keputusan. Jika karakternya bisa dipercaya, berjalanlah bersamanya. Jika karakternya culas, hindarilah dia.

Dengan demikian semoga petunjuk tersebut bisa bermanfaat.

Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.

Saturday, December 1, 2018

Balada Orang Benar Dengan Dosa Dan Kelemahannya

"Your righteousness is a big deal, your rags is not." - Ps. Vladimir Savchuk

Ketika seseorang mulai menerima keselamatan dari penebusan Yesus dan menjadi pengikut Kristus, maka ia telah memiliki hati yang baru, dan roh yang baru.

Namun itu bukan berarti kelemahannya sudah teratasi. Kecanduannya akan pornografi, kecanduan akan uang banyak, kecanduannya akan seks bebas, kecanduannya akan barang mewah, kecanduannya akan pujian orang, kecanduannya untuk menjadi pusat perhatian, kecanduannya untuk memaki-maki orang lain dan berbagai kecanduan lainnya masih tetap ada.

Yang berbeda adalah sikapnya terhadap berbagai kecanduan tersebut telah berbeda. Karena rohnya sudah diberikan yang baru, maka semangatnya pun berbeda.

Dulunya menikmati tidur bersama lawan jenis yang belum menikah, tapi kemudian sekalipun hal itu masih dilakukan tapi sudah tidak senikmat sebelumya, karena dirundung rasa bersalah yang begitu berat karena hatinya pun telah berbeda.

Dulunya begitu menikmati pujian dari banyak orang, tapi kemudian menjadi begitu tahu diri, dan lama kelamaan bisa menganggap semuanya itu sia-sia.

Prosesnya tentu tidak bisa cepat, ada yang bulanan, ada yang tahunan, bahkan ada yang seumur hidup tidak terselesaikan dengan tuntas. Hal itu tergantung banyak faktor, tapi faktor yang terutama adalah PRIDE.

Tapi sekalipun kecanduannya masih ada, namun karena imannya telah menerima keselamatan Kristus, ia dihitung sebagai orang benar (righteous man).

Dan yang membedakan antara orang benar dengan orang fasik adalah orang benar bisa jatuh berkali-kali, sedangkan orang fasik tidak pernah mengalami kejatuhan. 

Mengapa orang fasik tidak mengalami kejatuhan? Karena orang fasik tidak pernah bangkit, dan menganggap semua kecanduan yang negatif itu sebagai hal yang wajar, semua kecanduan itu tidak dianggap sebagai dosa.

Sedangkan orang benar punya perjuangan terhadap dosa dan kelemahannya, kejatuhannya berkali-kali, namun diharapkan hanya selisih 1 kali lebih sedikit dibandingkan dengan kebangkitannya.

Sampai semua kesombongannya (pride) habis, barulah Tuhan menganugerah kemerdekaannya atas dosa dan kelemahannya secara utuh. 

Kapan pride-nya habis? Ketika ia memiliki keserupaan dengan Kristus. Bagaimana hal itu bisa diukur? Ketika tidak lagi memiliki keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup.

Tuhan memberkati.

Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

Saturday, January 27, 2018

Menghadapi Kebenaran

"Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: 'Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.'" - Yohanes 8:31-32

Biasanya ada dua perkara ketika kebenaran itu terungkap:

1. Ketika kebenaran yang baru saja diketahui jauh lebih buruk daripada yang selama ini diyakininya.

2. Ketika kebenaran yang baru saja dialaminya jauh lebih baik daripada yang selama ini disangkakannya.

Ketika malam terakhir sebelum Yesus ditangkap, Petrus begitu yakin akan dirinya dan kesetiaannya, sekalipun Yesus telah memperingatkannya. Dan benarlah, ketika Petrus mendapati dirinya jauh lebih buruk daripada keyakinannya yang rapuh itu karena menyangkal Yesus tepat 3 kali, runtuhlah seluruh jiwanya Petrus.

Di saat yang sama ketika Yudas Iskariot mendapati betapa sempurna & mulia Anak Manusia yang dikhianatinya, timbullah penyesalan yang begitu besar dan sulit untuk ditanggung oleh jiwanya.

Kebenaran yang kita ketahui akan memerdekakan, tapi juga akan mematikan, tergantung bagaimana kondisi ego kita. Semakin besar pride yang hendak dipelihara, semakin besar resiko untuk orang itu menghadapi kebenaran. Sebaliknya, semakin kecil egonya, bahkan yang rahasia pun telah menanti baginya untuk disingkapkan.

Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.

Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!

Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!

Tuesday, January 23, 2018

Surrender

"Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa." - Lukas 15:17-19

Jiwa manusia itu unik, apalagi ketika berhubungan dengan impian, cita-cita dan ambisinya. Sama dengan kekuatan untuk bertahan hidup (survival) yang kadang bisa penuh dengan kejutan, begitu juga ketika manusia berjuang atau berproses untuk menggapai impiannya. 

Karena motivasinya itu, orang membangun dirinya, menambah ketrampilannya, memperluas jaringannya, mempertajam intuisinya, mengubah gaya bicaranya, meningkatkan penampilannya dan seterusnya sampai ia merasa dirinya sukses dan mendapati dirinya semakin sukses dari waktu ke waktu. 

Dan ketika dia telah sukses dan banyak mendapat pengakuan dari banyak orang, ia akan merasa layak berbangga atas perjuangannya dan jerih upaya yang dilakukannya. Namun pernahkah Anda melihat atau mengalaminya sendiri, bahwa seberapa pun besarnya kesuksesan itu, tetap tidak ada damai sejahtera yang bisa tinggal di dalam batinnya.

Kebanggaannya terlihat, kesenangannya ada, tapi di balik permukaan yang tak terlihat, ia selalu merasa kekurangan yang ia tidak tahu apa penyebabnya, di tengah kelimpahan yang sedang dinikmati. Sesungguhnya, orang yang demikian jauh lebih malang daripada anak bungsu yang diceritakan Yesus dalam salah satu kisah perumpamaan-Nya. Hanya saja hal itu butuh waktu yang bisa sangat lama untuk seseorang menyadarinya. Atau bahkan jika tidak ada anugerah, orang itu takkan pernah menyadari apa penyebab sesungguhnya.

Mengapa?

Karena orang tersebut tidak menyerah atau berpasrah diri (surrender). Ini berbeda dengan berputus asa. Justru berputus asa itu adalah bentuk lain dari tidak menyerah, termasuk salah satunya adalah tindakan bunuh diri. 

Perhatikan anak bungsu tersebut:

1. Ia menyadari keadaannya yang buruk akibat kebodohannya, dan ia mengakui bahwa banyak orang yang kedudukannya lebih rendah daripada dia, yakni para pekerja ayahnya, memiliki keadaan yang jauh lebih baik.

2. Namun sadar saja tidak cukup, dibutuhkan nyali untuk datang kembali dan mengakui semua kesalahan kepada pihak yang kita rugikan. Sering kali butuh perjuangan yang lebih besar untuk mengakui kekalahan atau kesalahan kita daripada perjuangan ketika kemenangan diperoleh.

3. Anak bungsu tidak hanya mengakui dosanya, ia rela memulai dari nol dengan kedudukan yang lebih rendah, tapi dengan niat dan rencana yang jauh lebih baik. Itu berarti surrender dirinya tidak disertai perasaan putus asa, melainkan dengan perjuangan baru.

Mengapa banyak orang tidak bisa menjadi tenang, sekalipun ia sadar bahwa ia sudah tidak berdaya mengubah keadaannya? Karena ia tidak surrender. Ia malah membanggakan kekalahannya dengan megah di tengah ruang kehidupannya sebagai tanda bahwa ia pernah berjuang tapi sambil menyalahkan orang lain atas kegagalannya.

Rhema Di 2018

Sayang menangkap di roh, ada banyak anak Tuhan yang sedang ditunggu surrender-nya oleh Bapa, bahkan ada yang sudah begitu lama, sekian tahun. Surrender ini kebanyakan dalam bentuk pengampunan terhadap kesalahan orang lain maupun kesalahan dirinya sendiri. Lebih konyol lagi jika Anda ada menyalahkan Tuhan. 

Bersedialah menyambut yang baru dengan tidak lagi menggenggam yang lama, serahkan semua yang lama yang selama ini menghambat damai sejahtera itu ada, serahkan di bawah Kaki Tuhan. Maka berikutnya Anda akan melihat harta terpendam yang akan Beliau singkapkan dan percayakan.

Tuhan memberkati.

Hal Terindah Yang Diberikan Bapa Kepada Kita Ialah Putera Tunggal-NYA Dan Kesempatan Kedua Untuk Berjalan Seirama Dengan Seluruh Kehendak-NYA Dalam Totalitas Yang Tidak Kepalang Tanggung.

Friday, November 17, 2017

Perjodohan & Mentalitas Kerajaan

"Jangan sampai salah memilih jodoh. Mau pilih yang nilainya 6 di mata manusia tapi bernilai 9 di mata Tuhan atau yang nilainya 9 di mata manusia tapi bernilai 6 di mata Tuhan?" - Mikhael Iin Tjipto

"Don't become partners with those who reject God. How can you make a partnership out of right and wrong? That's not partnership; that's war. Is light best friends with dark?" - 2 Corinthians 6:14 (The Message)

"Jangan berjodoh (atau bermitra) dengan mereka yang menolak (kehendak) Allah. Bagaimana kamu bisa menjalin perjodohan (atau kemitraan) antara yang benar dan yang jahat? Itu bukan perjodohan; itu adalah perang. Apakah terang bersahabat dengan kegelapan?" - 2 Korintus 6:14 (Terjemahan versi The Message)

Tahukah Anda bahwa setiap keluarga kerajaan (ningrat) di mana pun kerajaannya, mereka tidak boleh menikah dengan rakyat jelata, melainkan harus dengan sesama ningrat, sekalipun mereka tidak atau belum saling mengenal atau saling menyukai atau mencintai?

Sebagai contoh, Pangeran Charles harus menikah dengan almarhum Putri Diana. Padahal Pangeran Charles sudah memiliki dambaannya sendiri yang sekarang menjadi istrinya. Pangeran Charles cerai hidup dengan Putri Diana dan menyebabkan beliau tidak bisa dipilih menjadi Raja Inggris menggantikan Ratu Elizabeth II. Sebagai gantinya Pangeran William lah yang akan meneruskan takhta kerajaan tersebut.

Mengapa urusan perjodohan menjadi begitu ketat bagi para ningrat? Karena mereka keluarga kerajaan & BUKAN rakyat jelata. Pada mereka melekat jati diri sebagai keluarga kerajaan dan mewarisi kekuasaan yang sangat besar dalam destiny mereka masing-masing.

Begitu juga kita sebagai anak-anak Kerajaan Allah dan Bapa kita yang adalah Raja di atas segala raja. Salah berjodoh bagi kita sebagai anak-anak Kerajaan akan menciderai warisan dan destiny "kingship" kita, bahkan panggilan kita di dalam Tuhan pun bisa terlantar sama sekali.

Mengapa demikian? Karena banyak anak Raja yang tidak sadar bahwa dirinya adalah anak Raja tapi mentalnya rakyat jelata!

Belajar Dari Kejahatan Esau

Berulang kali di dalam Alkitab tertulis betapa bencinya Tuhan terhadap Esau, baik itu di dalam Perjanjian Lama maupun di dalam Perjanjian Baru. 

"Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, --supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya-- dikatakan kepada Ribka: 'Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,' seperti ada tertulis: 'Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.'" - Roma 9:11-13

"Ucapan ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi. 'Aku mengasihi kamu,' firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: 'Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?' 'Bukankah Esau itu kakak Yakub?' demikianlah firman TUHAN. 'Namun Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun.'" - Maleakhi 1:1-3

Mengapa Tuhan begitu membenci Esau? Karena Esau hidup hanya berdasarkan nafsu cabulnya, nafsu yang merendahkan bahkan meniadakan "kingship"-nya di dalam Kerajaan. Saking fatalnya kejahatan Esau, sampai tidak punya kesempatan untuk memperbaiki atau menebus kesalahannya itu.

"Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata." - Ibrani 12:16-17

"Ketika Esau melihat, bahwa Ishak telah memberkati Yakub dan melepasnya ke Padan-Aram untuk mengambil isteri dari situ--pada waktu ia memberkatinya ia telah memesankan kepada Yakub: 'Janganlah ambil isteri dari antara perempuan Kanaan' -- dan bahwa Yakub mendengarkan perkataan ayah dan ibunya, dan pergi ke Padan-Aram, maka Esaupun menyadari, bahwa perempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, ayahnya." - Kejadian 28:6-8

Esau benar-benar mengabaikan Allahnya, JEHOVAH. Ia juga mengabaikan kakeknya, Abraham dan ayahnya, Ishak. Ia sama sekali tidak paham perjanjian, warisan, otoritas dan kuasa yang dianugerahkan TUHAN Semesta Alam kepada keluarganya. Mentalitasnya rendah sekalipun identitasnya begitu agung dan itu juga yang terjadi kepada banyak anak Tuhan dari zaman ke zaman di seluruh dunia.

Sedangkan Yakub sungguh-sungguh mendengar perkataan ayah dan ibunya dan bersikap selayaknya bangsawan Kerajaan Allah. Yakub mengikuti jejak Abraham dan Ishak dalam perjodohannya. Jika Anda ada membaca Book of Jasher (Kitab Orang Jujur), di situ tertulis bahwa Yakub baru menikah pada usia 77 tahun, sementara saat itu usia Lea dan Rahel baru 20 tahun (keduanya adalah saudari kembar). Jadi sementara Yakub hidup menguduskan dirinya sampai usia 77 tahun barulah ia menikah, di sisi lain Esau telah kawin dengan banyak wanita asing sejak masa mudanya sesuai dengan nafsu cabulnya itu.

Kesimpulan

Perjodohan anak-anak Kerajaan bukanlah hal yang sepele dan tidak bisa dipandang ringan sama sekali, sebab di dalamnya berkaitan dengan panggilan sorgawi (high calling - Filipi 3:14, Ibrani 3:1), destiny dan warisan "kingship" yang dampaknya sampai pada kekekalan. Dan kekekalan itupun berujung pada dua pilihan, Sorga atau Neraka.

Menyepelekan atau merendahkan masalah perjodohan yang kudus seperti yang dilakukan Esau, itu berarti:

1. Merendahkan atau mengabaikan TUHAN Allah sebagai Raja di atas segalanya.
2. Merendahkan atau mengabaikan perjanjian luhur yang telah Tuhan adakan dengan nenek moyang kita (Abraham, Ishak dan Israel).
3. Sekalipun kita sebagai Gereja adalah cangkokan dari bangsa pilihan, itu juga berarti merendahkan atau mengabaikan Karya Penebusan Yesus Kristus yang melalui Diri-Nya kita dijadikan anak-anak Kerajaan Allah.
4. Kita juga merendahkan atau mengabaikan diri kita sendiri sebagai anak-anak dari Raja di atas segala raja.

Jadi, sesungguhnya dalam hal perjodohan ini setiap anak-anak Kerajaan seharusnya berkata, "Tuhan, siapa jodohku yang paling cocok dan paling menguntungkan bagi Kerajaan kita?" Itu baru mentalitas Kerajaan Sorga, mentalitas Kerajaan Yang Tak Tergoncangkan! Sebab di dalam Kristus, kita hidup dengan menyandang Nama di atas segala nama itu, maka sudah sepatutnya kita memberi seluruh hidup kita menjadi benefit yang paling maksimal bagi kepentingan Kerajaan. Dan sikap demikian inilah yang membuat kita patut menerima warisan ilahi yang kekal itu.

Jika tidak demikian, maka kita hanya mencatut Nama Yang Kudus itu demi bisa selamat dari hukuman kekal di Neraka sambil hidup dengan mentalitas rakyat jelata dan dengan nafsu cabul yang rendah seperti Esau!

Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku, bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Saturday, September 30, 2017

Keterusterangan Yang Tertunda

Pada dasarnya kita ini lebih memilih untuk dibuai daripada diajak bicara terus terang, sekalipun kita tahu bahwa kita yang salah, namun karena kita cenderung memilih kenyamanan maka ketika kita salah pun kita ingin ditegur secara halus.

Padahal TUHAN Allah asli-Nya tidak demikian karena terbukti bahwa bangsa Israel mengeluhkan "kekasaran" & keterusterangan TUHAN Allah,

"Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati." - Ulangan 18:16

Berdasarkan firman tersebut di atas, sesungguhnya TUHAN Allah itu "panasan" kepada mereka yang tegar tengkuk, sontoloyo & serba ndeso. Tapi hebat-Nya TUHAN Allah mau mengalah dan carikan alternatif lain, yakni seorang nabi sebagai utusan-Nya.

Namun karena sikap tegar tengkuk, sontoloyo & ndeso yang sudah akut, bahkan nabi-nabi pun dibunuh mereka. Yang lebih parah lagi, Sang Mesias pun mereka bunuh juga.

Jadi jangan heran jika keterusterangan-Nya tertunda begitu lama sampai saat terakhir Beliau berkata, "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Wednesday, December 28, 2016

Kebenaran Tentang Kebenaran

Seberapa Anda sering dengar kalimat seperti ini, "Kalau yang dari Tuhan, pasti mendatangkan damai sejahtera."

Oh ya? Apa ukuran damai sejahtera yang Anda pakai?

Pergilah ke hutan, atau ke kuil-kuil, atau tempat-tempat lain yang sunyi dan tenang tanpa hingar bingar sekaligus matikan smartphone Anda, maka akan didapatkan ketenangan yang damai itu. Sedangkan kebenaran sejati selalu mendatangkan ketidaktenangan, kegundahan sepanjang hari, bahkan pada situasi tertentu kebenaran itu bisa membuat pikiran dan hati Anda begitu penuh sesak.

Dan inilah yang paling mudah untuk dilupakan oleh hampir semua orang percaya, yakni bahwa justru kebenaran itu sering kali tidak masuk akal sehingga membawa kegaduhan.

1. Adakah Nuh bisa begitu tenang ketika harus membangun bahtera di sebuah gunung selama 120 tahun sambil menghadapi berbagai derasnya cemoohan dan umpatan dari seluruh mereka yang binasa? Bahkan ketika air bah benar-benar datang, ia tidak menjadi lebih tenang.

2. Adakah Abraham begitu tenang ketika ia terus menerus dijanjikan bahwa ia akan memiliki seorang anak kandung dari Sarah? Bahkan di saat beliau sudah mati pucuk dan isterinya mati haid. Justru sebaliknya mereka semakin resah dan gundah.

3. Adakah Yusuf beserta keluarganya menjadi tenang dan bahagia ketika Yusuf menceritakan mimpi-mimpinya? Tidak! Yang ada justru pertengkaran, bahkan Yakub menghardik Yusuf.

4. Begitu juga yang terjadi kepada kedua orang tua Simson maupun kedua orang tua Yohanes Pembaptis, ketika Malaikat Tuhan datang mengabarkan kelahiran anak-anak mereka. Tidak ada ketenangan yangdamai setelah mereka mengetahui kebenaran itu.

5. Sama halnya dengan ketika kebenaran Tuhan dihadapkan kepada seorang Gideon. Betapa sulit jiwanya menerima sebutan Tuhan kepadanya sebagai pahlawan yang gagah berani sedangkan saat itu ia begitu ragu dan begitu ketakutan.

6. Dan yang paling telak adalah ketika Sang Kebenaran hadir dalam rupa Anak Manusia, Beliau membuat rusuh seluruh bangsa-Nya.

Masihkah Anda berpikir bahwa jika itu kebenaran maka pasti mendatangkan damai dan ketenangan? Atau justru Anda sulit menghadapi kenyataan bahwa kebenaran itu telah mengusik zona nyaman Anda selama ini?

Jadi, kalau Anda masih berpikir bahwa jika kebenaran itu harusnya Anda merasa damai, itu adalah pemikiran yang cengeng dan amat menyesatkan. Kebenaran sejati akan selalu mengusik nurani yang terdalam.

Dari sebelah utara muncul sinar keemasan; Allah diliputi oleh keagungan yang dahsyat. Yang Mahakuasa, yang tidak dapat kita pahami, besar kekuasaan dan keadilan-Nya; walaupun kaya akan kebenaran Ia tidak menindasnya. Itulah sebabnya Ia ditakuti orang; setiap orang yang menganggap dirinya mempunyai hikmat, tidak dihiraukan-Nya.

Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku. Aku telah berpaut pada peringatan-peringatan-Mu, ya TUHAN, janganlah membuat aku malu. Aku akan mengikuti petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab Engkau melapangkan hatiku. Perlihatkanlah kepadaku, ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir.

Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian. Ayah seorang yang benar akan bersorak-sorak; yang memperanakkan orang-orang yang bijak akan bersukacita karena dia.

Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Friday, September 16, 2016

Selubung Kebijaksanaan Vs. Kuk Pengenalan

"Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: 'Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?' Jawab Yesus kepada mereka: 'Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu.'" - Yohanes 9:40-41

Apakah pernah dengar perkataan orang seperti ini: "Saya kan bukan orang bodoh," sewaktu kita sedang menyampaikan suatu informasi atau sebuah kebenaran? Jadi orang tersebut hendak bilang seperti itu untuk menolak kebenaran yang kita sampaikan karena orang itu merasa akal dan kebijaksanaannya lebih baik daripada kebenaran yang kita sampaikan itu.

Dan karena sikap dan ucapannya itulah maka kebijaksanaannya justru yang menjadi penghalang bagi dirinya untuk bisa menerima kebenaran yang sejati. Kebijaksanaannya itulah yang jadi selubung bagi dirinya sendiri.
Orang-orang Farisi dan Saduki itu adalah para cendikiawan dan pandai bijaksana. Namun karena kebanggaan mereka terhadap hikmat kebijaksanaan mereka sendiri, Tuhan Yesus berkata, "Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar."

Bahkan Salomo yang paling bijaksana sepanjang sejarah manusia juga terjebak karena selubung yang dibanggakan itu sampai ia sadar dan mengakui bahwa semuanya adalah sia-sia. Itu sebabnya Tuhan datang untuk memberikan pengenalan sejati dengan ikut memikul kuk yang dipasang dan berjalan bersama-Nya karena Beliau memang lemah lembut dan rendah hati. Tanpa pengenalan tersebut, seberapapun kesuksesan yang kita raih, ujungnya adalah sia-sia. Betapa bahagianya mereka yang memilih pengenalan sejati tersebut apapun resiko yang harus ditempuhnya.

Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.

Saturday, May 12, 2012

Our Deepest Fear

by Marianne Williamson from A Return To Love: Reflections on the Principles of A Course in Miracles

“Our deepest fear is not that we are inadequate. Our deepest fear is that we are powerful beyond measure. It is our light, not our darkness that most frightens us. We ask ourselves, Who am I to be brilliant, gorgeous, talented, fabulous? Actually, who are you not to be? You are a child of God. Your playing small does not serve the world. There is nothing enlightened about shrinking so that other people won't feel insecure around you. We are all meant to shine, as children do. We were born to make manifest the glory of God that is within us. It's not just in some of us; it's in everyone. And as we let our own light shine, we unconsciously give other people permission to do the same. As we are liberated from our own fear, our presence automatically liberates others.” 

Thursday, February 16, 2012

Mamon, Antikristus Dan Masa Tribulasi Besar Vol. 3

"The mother of all evil is speculation."
"Money is a bitch that never sleeps"
- Gordon Gekko, Wall Street: Money Never Sleep (2010)


"Ibu dari segala kejahatan adalah spekulasi."
"Uang adalah wanita pelacur yang tak pernah tertidur!"
- Gordon Gekko, Wall Street: Money Never Sleep (2010)


"Si lintah mempunyai dua anak perempuan: 'Untukku!' dan 'Untukku!' Ada tiga hal yang tak akan kenyang, ada empat hal yang tak pernah berkata: 'Cukup!' Dunia orang mati, dan rahim yang mandul, dan bumi yang tidak pernah puas dengan air, dan api yang tidak pernah berkata: 'Cukup!'" - Amsal 30:15-16

Merasa tidak pernah cukup ternyata adalah keserakahan yang sangat menakutkan. Keserakahan itu mematikan seperti dunia orang mati, memandulkan (menyebabkan tidak produktif) seperti rahim yang mandul, terkutuk seperti tanah di bumi dan menghanguskan bagi yang terus berspekulasi dan bermain api.

Ada orang bijak berkata bahwa ibu dari segala kejahatan adalah spekulasi, sedangkan di Alkitab ada tertulis bahwa cinta akan uang adalah akar segala kejahatan. Tidakkah itu terlihat sebagai dua kebijaksanaan yang sejajar? Intinya adalah keserakahan yang tidak akan pernah cukup. Keserakahan yang membuat orang nekad berspekulasi dan melanggar aturan yang ada. Dan keserakahan ini telah ada sejak zaman Adam dan Hawa ...

Kita tentu tidak pernah lupa dengan bujuk rayu si Ular Tua, "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." - Kejadian 3:4-5. Iblis mendorong Hawa untuk berspekulasi. Kehidupan yang demikian sempurna diberi sedikit mammonic booster untuk Hawa merasa tidak pernah "cukup" dan akhirnya bersama Adam jatuh ke dalam dosa. Memang saat itu uang masih belum ada, namun mentalitas serakah sudah ditanamkan Iblis sejak awal. Jadi Mamon sejak semula bersama Lucifer telah membuat manusia terdorong ke dalam berbagai-bagai dosa dan duka.

Sebuah sumber tidak resmi menggambarkan Mamon sebagai berikut; licik, sangat licin, penuh hikmat, dingin, hati beku, kejam, sadis, sangat ahli bermuslihat, sangat pandai dalam berkata-kata, sangat memahami hukum, tidak kenal ampun, tidak pernah tertidur, selalu menggoda untuk menjadi pusat perhatian manusia, namun pada akhirnya menjebak dan menjerat. Yang paling dibenci dan dikhawatirkannya adalah ketika manusia melupakannya karena sifat bawaannya yang sangat ingin dipuja dan dikejar-kejar untuk alasan apapun. Sedangkan Tuhan Yesus mengajarkan kita, "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." - Matius 6:34. Jadi untuk apa kita memiliki seluruh dunia, jika kita harus kehilangan nyawa. 

Nasib akhir Mamon telah digariskan, ia setelah "berjasa" bagi Iblis maka akan dibinasakan oleh Antikristus itu sendiri, "Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api." - Wahyu 17:16. Bahkan dua kali dalam dua pasal berturut-turut, Mamon Babel itu digambarkan nasib akhirnya, "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan." - Wahyu 18:21-23.
 

Wednesday, February 15, 2012

Whitney Houston 1963-2012

Saya mencintai Whitney Houston.
Holly dan saya mendengarkan lagu-lagunya berulang-ulang kali.
Sekarang ia telah tiada.
Musiknya begitu hidup namun sebuah awan yang gelap dan tidak menyenangkan membayangi kisah sedih kehidupan ini.

Hari ini saya merasa sangat sedih akan kehilangan ini. Saya membuat sebuah daftar lagu yang akan saya dengarkan untuk beberapa hari ke depan - yang membantu saya memproses hal ini.

Saya berduka untuk ibunya Cissy, kerabat-kerabatnya, juga putrinya Bobbi Kristina. Saya tak dapat membayangkan derita kehilangan seorang anak dan / atau seorang ibu pada usia yang begitu muda.

Salah satu diva pop terbesar telah tiada, ketika ia wafat di kamar hotelnya di Beverly Hills, CA. Ia dijadwalkan tampil pada acara Grammys dalam sebuah tribut untuk mentornya, Clive Davis.

Untuk beberapa minggu ke depan, kita akan diingatkan kembali betapa suksesnya Whitney Houston, baik dalam dunia film maupun musik. Ia adalah artis wanita yang paling banyak menerima penghargaan dan satu-satunya artis yang membukukan 7 kali No. 1 berturut-turut dalam Billboard Hot 100. Hanya Michael Jackson dan mungkin Prince yang mampu melampaui perstasi Whitney saat itu.

Lagu-lagu kesukaan saya adalah:
The Greatest Love of All 
When You Believe 
Who Would Imagine a King 
Run To You
The 2009 chart topping, I Look To You 
Even - Joy To The World, Star Spangled Banner and Jesus Love Me  

Album debutnya pada tahun 1985, "Whitney Houston," menjadi album debut dengan penjualan terbanyak untuk kategori seorang wanita saat itu pada peluncurannya. (Sumber: Wikipedia)

Houston memperoleh penghargaan terbanyak untuk kategori rekaman artis wanita, data ini menurut Guinness Book of World Records. Di antaranya:

2 Emmy Awards
6 Grammy Awards
30 Billboard Music Awards
22 American Music Awards
(Sumber: Wikipedia)

Setelah suksesnya film The Bodygurad, ia menjadi salah satu aktris dengan bayaran termahal di Hollywood.

Percakapan / wawancara Diane Sawyer dengan Whitney Houston pada 2002 merupakan rating tertinggi dalam sejarah untuk kategori wawancara televisi. (Sumber: Wikipedia)

Ia memiliki baik suara maupun citra yang sempurna. Dia adalah seorang penyanyi cantik yang memiliki daya tarik seks namun tidak pernah tampil "terbuka" secara seksual, sebuah teladan bagi para diva lainnya. Ia menjaga keseimbangan yang sempurna pada dekade pertamanya.

Namun kemudian - hal itu terjadi; sebuah contoh yang kita semua HARUS pelajari.

Sejujurnya, ia seorang wanita yang bermasalah dan hal itu dipermainkan oleh banyak tabloid khususnya mengenai penyalahgunaan narkoba, pernikahannya yang hancur dengan "bad boy" Bobby Brown, dan kebiasaan buruk dalam wawancara. Hal itu menimbulkan dampak pada citranya. Hal itu sangat menyedihkan melihat bagaimana semuanya itu diambil dari padanya.

Musik menenangkan jiwa. Musik menghibur.
Saya menyukai musik dan hiburan. 
Musik diciptakan untuk menghormati Tuhan dan menginspirasi iman.

Hal-hal yang harus kita pelajari dari Whitney Houston dan yang lainnya:
Saya tidak tahu apa yang terjadi dalam hati maupun kehidupannya. Saya tidak menghakiminya; saya mencintainya sama seperti yang lainnya. Kita harus belajar dari apa yang telah kita lihat dari kehidupannya.

1. Jangan Kehilangan Visi Dari Tujuan Anda.

Saya seorang gembala di Los Angeles di area Hollywood.

Saya telah melihat, tanpa melebih-lebihkan, ribuan pemuda pemudi datang ke LA dan menghadiri gereja kami dan mencoba menggapai impian mereka di Hollywood.
  • Saya melihat banyak orang menemukan kebenaran-kebenaran besar dalam hidup mereka dan mengembangkan arti dari tujuan mereka.
  • Saya melihat sebagian menjadi sukses dan memelihara iman mereka.
  • Namun saya juga melihat sebagian besar menjadi sangat sukses di dunia entertainment dengan mengorbankan iman mereka.
Temukan kehendak-Nya. Impian-Nya atas hidup Anda adalah hal terpenting yang dapat Anda temukan. Ini adalah petualangan terbesar dalam hidup. Menggapai impian kita dapat membawa kita ke jalan yang salah yang dapat menghancurkan hati dan sia-sia.

Saya percaya bahwa karunia yang ada pada Whitney Houston adalah untuk seluruh dunia - namun saya juga percaya bahwa Allah memberika karunia tersebut - untuk digunakan di dalam Rumah-Nya.

Jangan menyerah atau mengabaikan panggilan Anda yang telah Allah tetapkan hanya karena "berkat-berkat" yang menjadi fokus Anda.

Saya telah melihat banyak orang yang memiliki karunia memimpin penyembahan - dan tolonglah sadar bahwa itu adalah karunia - kemudian mengabaikan Allah, Sang Pemberi karunia, supaya mereka dapat mengejar ketenaran. Mengutamakan Allah menjadi yang yang mengganggu. Hal ini sangat menyedihkan.

Mereka adalah bekas "worship leaders" yang seharusnya menjadi instrumen untuk memimpin penyembahan yang diurapi dalam gereja lokal mereka dan kemudian meninggalkan semuanya itu untuk mengejar karir tanpa fokus kepada Tuhan. Itu adalah muslihat untuk mengejar panggilan yang lebih rendah.

Saya percaya bahwa Whitney memiliki panggilan untuk memimpin penyembahan di Gereja Lokal.

Dalam sebuah lagu, ia menyanyikan:
I believe the children are our future 
Teach them well and let them lead the way 
Show them all the beauty they possess inside 
Give them a sense of pride to make it easier 
Let the children's laughter remind us how we used to be

Ironisnya - Kasih Terbesar adalah - kasih terhadap sesama, bagaimana kita menjadi dampak bagi sesama - bukan mengasihani diri sendiri.

"Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?" - Matius 16:26

2. Pilihan-Pilihan Yang kita Buat Adalah Krusial.

Bagi kita untuk berpikir, "ini tidak akan bermasalah", atau "saya dapat melakukannya satu kali saja," adalah sebuah kesalahan yang mematikan bagi banyak orang. Satu kali kadang-kadang terlalu banyak. Satu kali itu sering kali adalah kesempatan terakhir untuk kita memilih yang baik. Banyak orang sering merasa kebal akan masalah-masalahnya yang menyakiti orang lain. Ilusi akan rasa tak terkalahkan adalah sebuah strategi musuh bagi jiwa kita.

Dengan siapa Anda berkencan itu berarti. Dengan siapa Anda menikah itu adalah sebuah pilihan yang dapat mengubah seluruh kehidupan Anda. Siapa yang Anda izinkan untuk mempengaruhi Anda itu sangat berarti. Suara-suara yang kepadanya Anda dengarkan adalah pilihan yang Anda buat yang mampu membangun atau menghancurkan Anda.

Houston sebenarnya telah dicemooh pada acara Soul Train Music Awards 1989, karena banyak fans kulit hitam saat itu mayakini bahwa ia berprestasi dengan kesuksesan yang "berkhianat" (performanya dinilai lebih bersifat "kulit putih"). Ketika nama Houston disebut untuk nominasi, cemoohan dan ejekan begitu jelas terdengar. (Sumber: Wikipedia)

Suara rasisme memanipulasi jiwa yang tersentuh olehnya. Apakah Anda sungguh-sungguh membiarkan opini-opini miring mempengaruhi keputusan-keputusan yang penting dalam hidup Anda?

3. Iman Harus Murni

Iman kita, sebagai sebuah konsep spiritual, biasanya sia-sia kecuali hal itu tulus dan iman dapat merubah cara kita hidup dan menetapkan nilai-nilai yang kuat yang membimbing kita. Iman itu bukan apa yang diyakini orang tua Anda, iman juga bukan apa yang pernah Anda alami di gereja pada saat masih kanak-kanak dan juga bukan apa yang Anda nyanyikan.

Iman yang sesungguhnya adalah bagaimana Anda menghidupinya. Iman tanpa perbuatan adalah mati.

4. Kita Tidak Kebal Terhadap Apa Yang Kita Pikir Bahwa Kita Kebal!

Whitney memiliki keluarga yang bahagia. Ia memiliki iman kepada Yesus Kristus. Ia memiliki komunitas iman di sekitarnya. Ia sukses dan menjadi inspirasi bagi jutaan orang. Ia memiliki anak-anak.

Namun hal itu tidak cukup. Banyak orang meremehkan godaan akan ketenaran, uang, kuasa, dan pertemanan dengan orang yang salah dapat terjadi pada siapa saja. Semuanya itu dapat mengendalikan kehidupan kita.

Kita menyaksikan saat begitu banyak kehancuran yang terjadi di industri hiburan dan saat yang sama kita melihat ribuan orang antri untuk audisi American Idol, X-Factor atau pindah ke LA untuk mengejar impian yang sama yang telah menghancur ribuan kehidupan sebelum mereka.

Apa yang Anda lakukan untuk melindungi diri Anda dari kegagalan yang mereka lakukan untuk melindungi diri mereka?

Dalam sebuah wawancara dengan Robin Roberts di acara Good Morning America, Celine Dion berkata:
Whitney adalah sebuah inspirasi bagi saya. Sangat mengenaskan bahwa narkoba dan pengaruh buruk merenggutnya. Merenggut impiannya, cinta dan keibuannya. Kapan Anda berpikir tentang Elvis Presley, Marilyn Monroe, Michael Jackson dan Amy Winehouse dan yang lainnya, yang menggunakan narkoba, untuk alasan apapun? Apakah karena stres dan pengaruh buruk? Apa yang terjadi ketika Anda memiliki segalanya - cinta, dukungan, kasih sayang, keluarga? Anda memiliki banyak tanggung jawab sebagai ibu dan sesuatu terjadi menghancurkan segalanya. Itu sebabnya saya begitu takut. Saya takut akan "show business." Hal itu menakutkan saya. Itu sebabnya saya tidak bergaul dan pergi ke pesta-pesta. Saya tidak menjadi bagian dalam bagian itu di bisnis pertunjukan. Karena kita harus takut akan hal itu.

Robin Roberts menjawab, "Itulah kejahatan ... Yang harus dihadapi."

"Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!" 1 Korintus 10:11-12

Kita harus belajar dari lirik dari salah satu lagunya:
And if, by chance, that special place
That you've been dreaming of
Leads you to a lonely place
Find your strength in love

Dan jika, oleh kesempatan, tempat yang istimewa itu
Yang telah lama kau impikan
Membawamu kepada kesepian
Temukan kekuatanmu dalam cinta

Philip Wagner
Oasis Church, Los Angeles

Tuesday, February 14, 2012

Untung Ada Haman

"Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu." - Peringatan keras Mordekhai kepada Ester, Kitab Ester 4:13-14

Ester baru saja menikmati kedudukannya sebagai ratu Persia yang baru, menggantikan Wasti yang dibuang karena pemberontakannya. Setelah mempelajari berbagai protokoler istana maka diketahuilah bahwa untuk menghadap sang raja haruslah orang tersebut dipanggil dahulu, kemudian setelah menghadap, raja berkenan mengulurkan tongkat emasnya, tongkat perkenanan yang menandakan raja berkenan menyambutnya. Namun jika tongkat tersebut tidak diulurkan maka raja menghendaki orang tersebut mati.

Awalnya Ester takut mati jika menghadap raja tanpa dipanggil sebelumnya, namun karena masalah yang ia hadapi begitu penting, ini adalah kali pertama ia harus menghadap raja TANPA dipanggil sebelumnya. Risiko kehilangan nyawa diambilnya demi memenuhi destiny yang telah Tuhan tetapkan baginya.

Akhir cerita telah kita ketahui bersama bahwa bangsa Israel bukan saja lolos dari usaha genosida Haman, melainkan juga membalikkan keadaan dengan membantai tuntas para pembenci Israel. Haman adalah gambaran dari masalah-masalah yang kita hadapi sehari-hari, baik kecil maupun besar, ia akan selalu ada bagi kita pada Ester yang adalah gambaran Gereja dan Mempelai-Nya. Tanpa kehadiran Haman, maka kedudukan ratu bagi Ester akan menjadi sia-sia dan bangsa Israel tidak akan memperoleh kemenangan, jarahan dan kehormatan yang lebih baik dan lebih mulia lagi daripada sebelumnya. Sedangkan zaman itu, bangsa Israel termasuk sebagai orang-orang buangan.

Jadi, untung ada Haman, masalah yang Tuhan izinkan terjadi untuk kita semua naik level dan menerima berkat lebih lagi sehingga wilayah kita semakin diperluas dan lebih menjadi berkat bagi lebih banyak orang dan bangsa-bangsa. Mengucap syukurlah selalu, karena selalu ada hikmah dari setiap perkara, selalu ada lelucon dalam setiap duka. Berkat yang disalahgunakan dapat menjadi kutuk, sedangkan kutuk yang disikapi dengan hati yang benar dapat menjadi berkat.

Sikapilah setiap Haman-Haman yang datang seperti Ester menyikapi di hadapan raja Ahasyweros. Pelajarilah bagaimana Ester memperoleh perkenanan seutuhnya dari sang raja dan akhirnya membalikkan keadaan yang ada. Semakin besar masalahnya, semakin besar kemuliaan Tuhan yang akan dinyatakan dan semakin besar pula berkat yang akan kita terima. Tuhan memberkati.

Saturday, January 21, 2012

Mamon, Antikristus Dan Masa Tribulasi Besar Vol. 2

DUA RAHASIA - NATURAL vs SUPRANATURAL

"Karena secara RAHASIA kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali." - 2 Tesalonika 2:7-8

Kedurhakaan, kejahatan dan karya Iblis bekerja amat rahasia. Semakin halus, semakin kelihatan baik, berarti rahasia pekerjaannya semakin dalam dan semakin tidak terasa bahwa hal tersebut adalah kejahatan di mata Tuhan. Dan itulah rahasia yang telah berjalan sekian abad, yang kemudian dipopulerkan oleh Rhonda Byrne lewat film dan buku best seller-nya yang berjudul The Secret.

Sebuah pengajaran yang kelihatan sangat baik, sangat berguna, sangat "memberkati" dan sangat  bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain, bagian dari New Thought Movement atau New Age Movement (Gerakan Zaman Baru), atau di Indonesia dikenal dengan konsep Mestakung (Semesta Mendukung) dan Kun Faya Kun nama lain dari pengajaran ini. Sesuatu yang sejatinya natural namun kelihatan seperti "sihir" supranatural.

Pengajaran ini berdasarkan hukum alam (natural) - law of attraction (hukum ketertarikan) - bahwa satu jenis hal tertentu akan saling tarik menarik terhadap jenis yang sama. Sebagai contoh, tipe remaja geek kebanyakan bergaul dengan kalangan geek (alm. Steve Jobs, Bill Gates, Michael Dell adalah beberapa contohnya), remaja putri yang pesolek akan duduk di kumpulan kaum pesolek, sementara seorang penyembah pasti akan mencari kelompok-kelompok yang sama-sama penyembah. Seorang berandalan yang bukan penyembah, namun jika ia terus bergaul dengan kelompok penyembah, ia pun akan berubah, cepat atau lambat. Itulah sebabnya di berbagai seminar sekuler (seminar yang tidak ada Roh Kudus, malahan ada roh Mamon) orang-orang akan diajarkan bagaimana menjadi magnet uang. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak dirancang ulang (redesign) sedemikian rupa hingga akhirnya uang datang mengejar orang-orang tersebut. Dan ketika seseorang diubah menjadi magnet uang, bukankah ia sebenarnya juga diubah menjadi "uang" yang adalah bagian dari Mamon?

Pertama-tama rohnya diikat, kemudian jiwanya dikuasai, dapatkah Anda perkirakan apa yang akan selanjutnya terjadi dengan tubuhnya? Tentu tidaklah berlebihan ketika pada akhirnya orang tersebut tidak bisa menolak tanda Antikristus 666 sekalipun secara sadar ia mengetahui seutuhnya apa dan bagaimana akibat dari menerima tanda tersebut.

Rahasia Supranatural Sejati

"Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, yaitu RAHASIA yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya RAHASIA itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: KRISTUS ada di tengah-tengah kamu, KRISTUS yang adalah pengharapan akan kemuliaan!" - Kolose 1:25-27

Di sisi lain, Tuhan menyediakan rahasia yang jauh lebih dahsyat, yang sangat almuhit, Sang Rahasia yaitu diri-Nya sendiri dalam rupa Kristus - Hamba sekaligus Raja yang sempurna dan tak bercacat cela - yang di dalam-Nya maka kita dapat menanggung segala perkara. Yang telah mati dan bangkit di antara orang-orang mati, mengalahkan Maut sehingga Maut tidak berkuasa lagi atas-Nya.

Tuhan bahkan menyebut diri-Nya adalah Sang Pengharapan akan kemuliaan, yaitu kemuliaan sorgawi yang sama sekali tidak dapat diukur dan dinilai dengan uang. Antara Kristus dan Mamon sungguh keduanya beda kelas. Bagai langit dengan bumi jauhnya. Bersekutulah dengan kerahasiaan yang supranatural, sehingga bersama-Nya maka kita dapat memerintah dan berkuasa atas kerahasiaan yang natural - uang & Mamon.

Wednesday, January 18, 2012

Mamon, Antikristus Dan Masa Tribulasi Besar Vol. 1

"Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." - Matius 6:24

"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka." 1 Timotius 6:10

Hanya dengan Mamon, Tuhan "bersedia" dibandingkan. Dengan roh-roh jahat lainnya, Tuhan tidak pernah membandingkan diri-Nya. Karena Mamon yang mampu membuat begitu banyak orang bersedia mengabdi kepadanya. Sementara roh-roh jahat lainnya mengejar mangsanya, namun Mamon justru dikejar bahkan diburu oleh mangsanya. Konyol memang, tapi nyata!

Cinta akan uang adalah bentuk pengabdian dan penyembahan kepada Mamon, sering kali orang tidak menyadarinya. Lebih-lebih jika seseorang memiliki masa lalu yang pahit karena kesulitan ekonomi keluarganya sementara melihat keluarga lain maupun orang lain kelihatan lebih bahagia. Dan karena hal inilah maka satu akar pengabdian yang salah bisa membuka berbagai pintu ke segala bentuk kejahatan yang ada. Mulai dari kejahatan yang halus terselubung sampai yang brutal nan nyata.

"Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya." - Wahyu 13:16-17

Pengabdian yang terus menerus akhirnya berujung pada ikatan yang tidak bisa dilepas kecuali anugerah Tuhan yang melepaskannya. Pengabdian dan penyembahan manusia kepada Tuhan maupun Mamon akan membentuk ikatan awalnya pada level roh atau spiritual. Ikatan terhadap roh Mamon inilah yang membuat orang banyak tidak dapat menolak tanda Antikristus 666 itu, sekalipun secara jiwa, mereka semua sadar sepenuhnya akan akibat dari penerimaan tanda itu, namun mereka akan sangat sulit menolak.

Saat Masa Tribulasi Besar tiba, orang-orang yang tidak terangkat akan berjuang sedemikian gigih untuk tetap dapat selamat dengan menolak tanda Antikristus 666. Namun apa yang menjadi penyebab orang-orang tersebut mengabdi dan terikat kepada Mamon, hal itu pula yang dipakai Iblis untuk menyulitkan orang tersebut bisa selamat. Sebagai contoh, ada orang yang selama hidupnya berusaha mengejar uang dan kekayaan demi kebanggaan maka Iblis akan menyiksa orang tersebut dengan berbagai cara mempermalukan dia di depan umum sehingga orang tersebut tidak kuat menanggung malu dan akhirnya menyerah dan menerima tanda tersebut.

Begitu pula ada orang lain lagi yang terlalu mencintai keluarganya lebih daripada Tuhan, sehingga dengan demikian maka selama hidupnya, orang tersebut memperkaya diri dengan alasan membahagiakan keluarganya. Maka Iblis akan menyiksa keluarganya di depan mata orang tersebut, hingga ia menyerah dan akhirnya menerima tandanya. Begitu seterusnya karena secara roh mereka telah terikat dan Iblis akan berusaha menundukkan jiwanya dan terakhir merampas tubuhnya dengan mengimplantasikan tanda tersebut.

Thursday, October 13, 2011

Tuhan Adalah Gembalaku, Takkan Kekurangan Aku

"Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku." - Yohanes 10:14-15

"Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang." - Mazmur 23:1-2

Takkan kekurangan kita, begitulah janji-Nya. Dan kita mengaku bahwa kita adalah domba-domba-Nya. Namun mengapa masih saja ada yang kekurangan? Adakah kita berbaring di padang yang berumput hijau atau terpaksa terdampar di padang gurun? Adakah sumber air yang tenang dan tersedia senantiasa atau kita sekarat kehausan? Tuhankah yang berdusta? Adakah Ia bermaksud lain dengan Firman-Nya sendiri?

Tuhan adalah Sang Gembala. Namun apa benar kita memang domba-domba-Nya? Sudahkah kita memperlakukan Beliau sebagai Gembala yang sebenarnya? Atau kita sibuk mencari jalan sendiri? Dan akhirnya kekurangan demi kekurangan yang kita alami. Domba-domba mengikuti ke mana pun gembalanya melangkah dan akan tersesat ketika domba-domba memilih jalan yang berbeda dengan gembalanya. Dan ketika tersesat, kekurangan menjadi akibat yang tak terelakkan.

Selain mengikuti langkah Sang Gembala, domba-domba-Nya mengenal Dia dan suara-Nya. Pengenalan akan Dia dan suara-Nya hanyalah dengan jalan bergaul dengan Dia. Dan pergaulan dengan Tuhan hanya efektif dalam penderitaan. Namun berapa banyak dari pada kita yang menolak penderitaan tersebut? Bukankah destiny kita adalah menjadi satu dalam kematian-Nya, supaya juga menjadi satu dengan kebangkitan-Nya, sehingga dalam kebangkitan itulah kelimpahan terjadi dan takkan ada kekurangan.

Tuhan tidak pernah memaksa kita, justru sebaliknya, kitalah yang sering memaksa-Nya. Belajarlah untuk tidak memaksakan kehendak kita kepada-Nya. Alih-alih menyodorkan proposal pribadi kita untuk ditandatangani-Nya, akan jauh lebih baik kita sediakan kertas kosong dan memberikan Tuhan ruang yang penuh untuk Dia berdaulat total atas kehendak kita. Dan ketika yang terbaik tertuang di atas kertas hidup kita, percayalah segala sesuatu indah pada waktunya.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Tuesday, October 4, 2011

Pikiran Dan Kelimpahan

"Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin." - Efesus 3:20-21

Ayat tersebut di atas merupakan janji Tuhan yang amat luar biasa. Beliau berjanji untuk melakukan atau menggenapkan JAUH LEBIH BANYAK daripada yang didoakan, juga jauh lebih banyak daripada yang dipikirkan. Pertanyaannya: mengapa ada orang yang bukan kaum beriman memperoleh hasil lebih banyak daripada kita sebagai kaum beriman?

Mari kita sederhanakan maksud Firman ini. Jika doa atau pikiran seorang kaum beriman bisa diukur dalam jumlah uang, misalnya Rp 5,000,000.- (lima juta rupiah) rata-rata tiap bulannya, sementara di saat yang sama ada seorang pengusaha yang bekerja halal namun tidak menyertakan Tuhan dalam pekerjaannya, tapi penghasilannya bisa mencapai Rp 25,000,000.- (dua puluh lima juta rupiah) rata-rata tiap bulannya. Bukankah gambaran tersebut sepertinya Tuhan berlaku tidak adil? Atau bahkan ada yang berkomentar bahwa Tuhan tidak memenuhi janji-Nya.

Coba renungkan lagi ayat tersebut di atas. Bahwa cara kerja Tuhan dalam masing-masing orang bergantung pada cara berpikir kita semua. Seorang yang memperoleh rata-rata lima juta rupiah tiap bulannya mungkin sebenarnya hanya berpikir dua juta rupiah, namun karena Tuhan hasilnya dapat jauh lebih banyak daripada yang dipikirkan. Sementara seorang lainnya memiliki pemikiran yang jauh lebih baik sehingga layak dinilai dua puluh lima juta rupiah. Dan jika saja orang tersebut menyertakan Tuhan dalam setiap pekerjaannya, mungkin ia akan memperoleh penghasilan lebih dari Rp 100,000,000.- (seratus juta rupiah) setiap bulan misalnya.

Pemikiran tersebut di atas menggambarkan betapa kondisi jiwa (pikiran, perasaan & kehendak) seseorang menentukan seberapa besar kelimpahan jasmani yang akan diperolehnya. Kita yang telah giat dalam perkara-perkara rohani, dituntut untuk memperkaya diri kita dalam perkara-perkaya jiwani, sehingga dengan jiwa yang semakin kaya akan semakin menghasilkan kekayaan jasmani untuk memberkati kegerakan Tuhan di saat ini.

Saturday, September 10, 2011

Makna Sebuah Kehidupan - Alika Subandrio

Diceritakan oleh Muktiningsih. Dituturkan kepada Alika Subandrio.

Aku adalah seorang ibu 45 tahun dengan 4 orang anak dan seorang suami yang selalu menyakiti hatiku. Sungguh aku tidak tahan dengan hidupku karena begitu sakit dan membuatku selalu menyerah. Meskipun aku tahu tentang Tuhan Yesus sejak bayi, namun tidak pernah mendapat sesuatu yang spektakuler dari-Nya; walaupun aku tahu sejak bekerja jadi TKW di Malaysia, aku tidak pernah sakit karena pemeliharaan Tuhan atasku.

Penderitaanku tidak pernah selesai dan selalu ada saja, suamiku yang selalu selingkuh berulang-ulang dan berulang ulang membuatku tak tahan. Anak-anakku yang masih membutuhkan bantuanku juga membuatku amat lelah, karena sebetulnya mereka sudah bisa mandiri kecuali yang paling kecil..

Singkat cerita, aku sedang berada di Malaysia untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Sudah hampir 6 bulan aku menganggur di asrama karena para majikan tidak mau mempekerjakanku karena aku awut-awutan dan kurus berantakan. Sampai akhirnya aku diambil majikan dari Singapura dan singkat cerita aku dikembalikan lagi ke asrama karena aku mau dikorbankan dengan pesugihan yang diambilnya, setannya tidak mau menerima aku sebagai santapannya karena ada darah Yesus memeteraikan hidupku.

Di asrama aku dimaki-maki dan disiksa tentang nama Yesus, aku cuma menangis dan aku tidak menolak-Nya. Aku lelah dan putus asa, aku segera menulis surat wasiat berbunyi, "Jika aku meninggal, asuransiku akan kuwariskan pada anak nomer 2 atau nomer 4." Aku melipat surat itu, kumasukkan saku dan naik ke loteng paling atas untuk menjatuhkan diriku dari sana. Aku sudah kalut dan tidak ada pilihan lain selain MATI. Setelah berdiri dan memejamkan mata, tiba-tiba ada kekuatan lain yang menggagalkan niatku dan tidak jadi bunuh diri. Aku terlelap bersama ratusan TKW asal Indonesia dan bermimpi.

Aku berada di tengah jalan dan sedang terus menangis, tiba-tiba muncul seorang kakek, Kakek itu menggandeng tanganku dan mengajakku berjalan. Dia mengenakan caping dan baju compang-camping, ketika Dia menggandengku aku rasakan damai dan ketenangan. Dia mengajari aku tentang banyak hal, Dia mengatakan bahwa aku harus semangat bekerja karena anak-anakku masih membutuhkan bantuanku. Tentang suamiku biar Tuhan yang akan menegurnya. Dia terus mengajakku berjalan dan mengajariku tentang begitu banyak hal. Sampai akhirnya aku tiba di sebuah titik. Di sana dua tempat yang sangat berbeda yang letaknya sebelah menyebelah.

Tempat sebelah kanan adalah tempat sejuk, berpagar putih tinggi seperti pagar istana dengan banyak prajurit seperti tentara romawi. Di sana ada pohon-pohon besar yang rindang. Aku tidak diijinkan masuk, hanya di luar. Kakek itu segera masuk untuk ganti baju dan ketika Beliau masuk, semua penghuni di situ lari menyembunyikan diri, kemudian Kakek itu kembali dan memakai jubah putih. Selama beberapa detik ditinggal Kakek itu, aku bertemu dengan kakak lelakiku yang sudah meninggal. Dia berkata dengan membentak, "Cepat pulang karena ini bukan tempatmu!"

Aku memandang sebuah tempat sebelah kiriku, gelap beku seperti ada sumur dan selalu mengeluarkan asap hitam. Di dalamnya kudengar teriakan, "Hadoh! Hadoh!" "Tolong! Tuhan ampuni aku!" "Tolong keluarkan aku!" dan semacamnya. Aku berdoa dalam hati, "Tuhan tolong mereka kasihan mereka," tapi Kakek itu menjawab, "Sudah terlambat, karena mereka sudah dikasih waktu untuk bertobat dan mereka tidak mau berbalik dari jalan mereka yang jahat!"

Kakek itu melanjutkan nasehatnya, "Di sini kamu tidak ada hubungan lagi dengan anak-anak, suami dan keluargamu, karena di sini kamu akan menjadi pribadi yang tidak ada hubungan darah dengan siapapun. Tapi kamu akan senang kalau anak-anak dan suamimu juga ada di sini bersamamu. Aku membawamu ke sini untuk mengajarmu mengerti makna sebuah kehidupan. Ceritakan kepada suami, anak-anakmu, saudaramu dan orang-orang yang belum mengenal AKU."

Aku diantarkan pulang dan tiba-tiba Dia menghilang dan aku berteriak mencari-Nya, "Kakek! Kakek! Di mana Engkau?" Para teman-teman TKW membangunkanku dan berkata bahwa tidak ada kakek-kakek di sini, kita semua perempuan. Setelah peristiwa itu, aku mendapat juragan yang baik dan bekerja dengan penuh semangat dan dapat mengirim uang pada anak-anakku di Indonesia.

Saudara-saudari, ini adalah sebuah kisah nyata yang saya dengar dan saya tuliskan. Saya tahu apa maknanya dan hati saya bergetar mendengarkannya.
Tuhan memberikati, Alika Subandrio.

Thursday, September 8, 2011

Dan Inipun Akan Berlalu

"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya."
- Pengkotbah 3:1 -
Raja Salomo atau juga dikenal dengan Raja Sulaiman, adalah seorg raja yang terkenal dengan segala hikmat dan kebijaksanaannya. Suatu ketika sang raja meminta tukang emasnya untuk membuatkan sebuah cincin dan menuliskan sesuatu pada cincinnya. Raja berpesan, "Tuliskanlah sesuatu yang bisa kamu simpulkan dari seluruh pengalaman dan perjalanan hidupmu, supaya itu bisa menjadi pelajaran yang berharga untuk hidupku".

Berbulan-bulan tukang emas yang tua itu membuat cincinnya. Tapi yang tersulit adalah menuliskan "apa yang berharga" untuk diukirkan di cincin emas yang kecil itu. Setelah berdoa dan berpuasa, tukang emas itu pun menyerahkan cincinnya pada sang raja. Dengan tersenyum, sang raja membaca tulisan kecil di cincin itu. Tulisan itu berbunyi: DAN INIPUN AKAN BERLALU.

Awalnya sang raja tidak terlalu paham dengan apa yang tertulis di cincin tersebut. Tetapi suatu ketika, tatkala ia tengah menghadapi persoalan kerajaan yang pelik, ia membaca tulisan di cincinnya: "DAN INIPUN AKAN BERLALU". Ia pun menjadi lebih tenang. Demikian juga tatkala ia tengah bergembira karena kebijakannya dalam menyelesaikan persoalan kerajaan yang pelik, ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu dan ia pun menjadi rendah hati kembali. Ketika kita tengah menghadapi masalah besar atau sedang bergembira atas pencapaian yang berhasil kita raih, ingatlah: "DAN INIPUN AKAN BERLALU".

Kalau direnungkan dengan bijak sebenarnya kalimat itu akan mengantarkan diri kita pada suatu keseimbangan hidup. Tidak ada yang abadi di dalam hidup ini. Karena itu, mengucap syukurlah (selalu) atas semua yang boleh kita alami karena semuanya akan berlalu (pada waktunya).
Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?

Thursday, July 28, 2011

Membangun Parit Menyambut Kelimpahan

"Beginilah firman TUHAN: Biarlah di lembah ini dibuat parit-parit, sebab beginilah firman TUHAN: Kamu tidak akan mendapat angin dan hujan, namun lembah ini akan penuh dengan air, sehingga kamu serta ternak sembelihan dan hewan pengangkut dapat minum. Dan itupun adalah perkara ringan di mata TUHAN; juga orang Moab akan diserahkan-Nya ke dalam tanganmu." - 2 Raja-Raja 3:16-18

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus Yesus,
Bahwa sebentar lagi kelimpahan demi kelimpahan akan segera datang, seperti yang dijanjikan-Nya untuk kita memasuki masa Salomo. Dan bagi Tuhan mendatangkan semuanya itu adalah perkara ringan, tanpa perlu adanya tanda angin dan tanda hujan, secara tiba-tiba lembah bisa penuh dengan air. Namun karena banyak anak-anak Tuhan yang tidak percaya, akhirnya tanpa persiapan yang matang dan benar, tanpa membangun parit penampungan, kelimpahan tersebut malah membahayakan.

Ada dua jenis parit yang perlu dipersiapkan, parit yang pertama adalah Parit Prinsip Kehidupan. Parit ini berupa garis aturan main yang berlaku untuk menerima dan mengelola kelimpahan dalam kebenaran Firman. Parit yang lainnya adalah Parit Fisik, hal ini akan dijelaskan pada lain kesempatan.

Parit Prinsip Kehidupan dapat kita pelajari dari destiny tiga suku Israel:
Suku Yehuda - Ucapan pertama Yehuda yang tercatat dalam Alkitab adalah, "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?" dalam Kejadian 37:26. Hal ini menandakan bahwa (suku) Yehuda dalam setiap tindakannya akan berpikir keuntungan yang diperolehnya. Namun jika hal itu tidak menguntungkan, bahkan merugikan, maka hal itu tidak akan dilakukan. Bila amarah meniadakan berkat, ia tidak akan marah. Bila sakit hati makin merugikan dirinya, ia tidak akan membiarkan dirinya sakit hati. Bila pengampunan membawa kepada keselamatan dan sukacita, maka hal itu akan diusahakannya sungguh-sungguh.

Parit Prinsip 1; "Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu." Kejadian 49:8. Bahwa Yehuda akan menciptakan pujian demi pujian di antara kaum sebangsanya. Namun lebih daipada itu, tangan Yehuda menekan tengkuk musuh MELALUI PEPERANGAN rohani. Bahwa kelimpahan & kekayaan yang diperolehnya adalah dengan cara menjarah dari Si Jahat. Kaum Yehuda harus memahami dan MEMPRAKTEKKAN peperangan rohani dengan benar untuk dapat menekan tengkuk musuh. Dan adalah mustahil memperoleh kelimpahan tanpa peperangan rohani.

Parit Prinsip 2; "Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?" Kejadian 49:9. Bahwa Yehuda bertindak dengan persiapan yang sangat matang & mumpuni. Seperti singa bertindak, didahului dengan pengintaian, perhitungan, perencanaan dan strategi yang tersusun amat rapi.

Parit Prinsip 3; Memperhatikan segala sesuatu sebelum membuat suatu kesepakatan (deal). Membiasakan untuk selalu bertanya kepada Roh Kudus. Mempelajari segala kemungkinan terburuk dari setiap kesepatakan. Tidak mudah menerima bujuk rayu. Jangan bertindak seperti Yosafat, yang melakukan kesepakatan dengan pihak-pihak yang jahat dan dibenci Tuhan, padahal ia sendiri sangat terhormat.

Suku Zebulon - "Bersukacitalah, hai Zebulon, atas perjalanan-perjalananmu."
Parit Prinsip 4; Melakukan perjalanan diartikan KELUAR dari zona kenyamanan. Akan ada banyak hal baru saat kelimpahan datang. Akan datang zaman yang sama sekali berbeda. Itulah sebabnya dibutuhkan persiapan untuk mau menekuni hal-hal yang sama sekali baru, yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Bertindak keluar demi Gospel, Injil Tuhan; demi Gold, hasil duniawi; demi Glory, untuk nama Tuhan dimuliakan.

Parit Prinsip 5; "Dari Zebulon orang-orang yang sanggup berperang, yang pandai berperang dengan berbagai-bagai senjata: lima puluh ribu orang, yang siap memberi bantuan dengan tidak bercabang hati." - 1 Tawarikh 12:33. Bahwa harus memiliki niat dan kesanggupan yang besar untuk mengerjakan sesuatu yang extraordinary. Selain itu juga memiliki KEAHLIAN dan KETEPATAN dalam setiap pekerjaan. Serta tetap FOKUS & SETIA sampai Tuhan memberikan hasil nyata kelimpahan dalam setiap pekerjaan kita.

Ishakar - "Dari bani Isakhar orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel." - 1 Tawarikh 12:32a

Parit Prinsip 6; Memahami dengan tepat akan momentum dan kairos Tuhan. Apa yang akan jadi trend, apa yang akan booming. Kapan waktunya untuk bernegosiasi, kapan waktunya untuk membuat kesepakatan. Memberlakukan prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) untuk setiap peluang dan kesempatan yang memungkinkan.

Parit Prinsip 7; "Bersukacitalah, hai Isakhar, atas kemah-kemahmu. Bangsa-bangsa akan dipanggil mereka datang ke gunung; di sanalah mereka akan mempersembahkan korban sembelihan yang benar, sebab mereka akan mengisap kelimpahan laut dan harta yang terpendam di dalam pasir." - Ulangan 33:18-19. Kekayaan bangsa Indonesia sangat luar biasa, jangan biarkan kekayaan kita lebih banyak dikuasai pihak asing. Minta ke Tuhan, ambil untuk membuat target ke next level. Miliki kemampuan untuk dapat mengelola yang lebih besar lagi.

Parit Prinsip 8; "Isakhar adalah seperti keledai yang kuat tulangnya, yang meniarap diapit bebannya, ketika dilihatnya, bahwa perhentian itu baik dan negeri itu permai, maka disendengkannyalah bahunya untuk memikul, lalu menjadi budak rodi." - Kejadian 49:14-15. Bahwa kita perlu menjadi kuat dan bersedia bekerja keras. Bukan menjadi cengen dan manja serta malas. Bahkan ketika anugerah semakin besar, kerja harus semakin keras, supaya tidak ada anugerah yang sia-sia. Tidak berhenti bermimpi dan lakukan yang terbaik untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut jadi kenyataan.

Parit Prinsip 9; Bahwa di dalam kemah-kemah kita, di tanah kita, bangsa-bangsa akan datang terpanggil ke gunung Tuhan untuk melakukan persembahan kepada Tuhan. Adalah panggilan kita juga untuk membawa bangsa-bangsa itu kepada Tuhan.

27 Juli 2011 @ Holy Stadium, Semarang

Wednesday, July 6, 2011

Ketika Kita Harus Memilih

Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yg emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat.

Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH dan MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi. Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH dan MEMBERIKAN KADAR KARAT itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya, mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH HARI UNTUK MEMILIH, SETENGAH HARI UNTUK MERENUNGKAN dan SETENGAH HARI LAGI UNTUK MEMUTUSKAN. Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka.

Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, "Apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini?" Jawab orang itu: 'Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu." Lalu tanya prajurit itu lagi: "Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?" Jawab orang itu lagi: "Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada di tanganku begitu waktuku habis."

Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan,melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, "Hai orang kaya apa yang kau cari di sini. Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?" Jawab orang kaya itu, "Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku."
 
Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yg sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, "Mengapa engkau diam di sini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?" Mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi, "Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yg lain?" Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih mendekat lagi, "Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?" 

Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: "Tuan, saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini. Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu." 

"Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu?" Tanya prajurit itu lagi.

"Tuan, emas dan kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yang tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tetapi satu hal yang saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yang lebih penting." Jawabnya lugu.
 
Prajurit ini semakin penasaran, "Mengapa bisa begitu?"
 
"Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan."

Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya, "Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah saya ambil."
 
"Tidakkah engkau mengambil emas-emas yg lain dan menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?" Tanya prajurit lagi.

"Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YG LEBIH BAIK DARI PUNYA SAYA INI. Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni."

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri di tempat yang tinggi sambil berkata,"Wahai rakyatku yang kukasihi. Semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja."
 
Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, "Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yg memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yang datang kepadaKu untuk menanyakannya."
 
Demikianlah Raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu per satu dari emas rakyatnya.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.