Labels

Showing posts with label Ready 2018. Show all posts
Showing posts with label Ready 2018. Show all posts

Tuesday, January 30, 2018

Super Blue Blood Moon - Tu B'Shevat 5778

Pada tanggal 31 Januari 2018 nanti, terutama sejak jam 17.51 WIB hingga jam 23.08 WIB, akan terjadi sebuah fenomena super langka yang terdiri dari tiga fenomena rembulan, yakni sebuah blue moon, sebuah supermoon dan sebuah gerhana bulan total dalam satu peristiwa yang bersamaan. Ketiga fenomena dalam satu waktu ini disebut Super Blue Blood Moon.

Disebut super langka karena fenomena serupa pernah terjadi pada tanggal 31 Maret 1866, bertepatan dengan hari raya Paskah tahun Ibrani 5626. Dan supermoon yang akan terjadi pada 31 Januari 2018 adalah supermoon ketiga setelah 70 tahun Resolusi PBB atas berdirinya kembali negara Israel (29 November 1947 - 2017), supermoon yang pertama adalah 3 Desember 2017 dan yang kedua adalah 2 Januari 2018.

Istilah blue moon sendiri adalah sebuah gerhana bulan yang terjadi dua kali dalam satu bulan kalender, yakni 2 dan 31 Januari 2018. Lebih istimewa lagi karena keduanya juga merupakan supermoon. Jadi gerhana bulan total di 31 Januari 2018 ini merupakan sebuah super blue moon.

Dua Trilogi Gerhana Total (Two Total Eclipse Trilogies)

Memahami fakta tersebut di atas saja sudah membuat saya terkagum-kagum akan fenomena super langka kali ini. Namun setelah saya meneliti lebih jauh, ada beberapa poin yang lebih mengagumkan lagi. 

Super Blue Blood Moon 31 Januari 2018 (15 Shevat 5778) ini merupakan satu dari "trilogi" gerhana bulan total yang jaraknya masing-masing tepat enam bulan. Dua gerhana bulan total berikutnya adalah pada 27 Juli 2018 (15 Av 5778) dan 21 Januari 2019 (15 Shevat 5779). 

Trilogi gerhana bulan total 2018 - 2019 tersebut mengingatkan saya kepada trilogi gerhana matahari total yang tidak kalah istimewanya, yang pernah terjadi sepuluh yang lalu. Mengapa saya sebut istimewa? Karena ketiga gerhana matahari total itu terjadi di tanggal Ibrani yang sama, yakni tanggal 1 Av tahun 5768, 5769, 5770, atau dalam penanggalan Masehi adalah tanggal 1 Agustus 2008, 22 Juli 2009 dan 11 Juli 2010.

Jadi jika kita melihat dekade Ayin (5770 - 5779) secara keseluruhan, dekade ini diawali dengan tiga gerhana matahari total yang masing-masing terjadi tepat pada tanggal 1 bulan Av, dan diakhiri dengan tiga gerhana bulan total yang masing-masing berjarak tepat enam bulan. Dan tepat di antara kedua "trilogi" gerhana total ini ada Tetrad Blood Moon 2014 -2015 yang tersohor itu serta Tanda Besar Di Langit yang tertulis dalam Wahyu 12:1-5 (23 Desember 2016 - 10 September 2018).

Hari TUHAN, Meterai Ke-6 Dan Tuaian Terbesar

Nabi Yoel pernah bernubuat akan datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu, yakni diawali dengan gerhana matahari total dan gerhana bulan total atau bulan berdarah. Dan pada hari itu akan ada begitu banyak orang yang berseru kepada nama Tuhan untuk diselamatkan (Yoel 2:31-32).

Nubuatan yang tertulis di Kitab Yoel tersebut kemudian dikutip oleh Rasul Petrus pada hari pertama pencurahan Roh Kudus di Yerusalem,

"Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan." - Kisah Para Rasul 2:20-21

Kesaksian Rasul Petrus hari itu merupakan awal dari zaman Gereja Tuhan yang diikuti tiga ribu pertobatan dalam satu hari. Padahal saat itu mujizat di langit maupun tanda-tanda di Bumi yang berupa darah, api dan gumpalan-gumpalan asap belum terjadi sesuai dengan yang tertulis di Kitab Yoel. Dan memang hari Tuhan terjadi setelah zaman Gereja berakhir, atau hari Tuhan merupakan penutup dari Zaman Anugerah.

Dengan demikian, saya menduga bahwa awal dari hari Tuhan yang dijanjikan itu sesungguhnya adalah apa yang disebut dalam Meterai Ke-6,

"Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya. 

"Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: 'Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu.' Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?" - Wahyu 6:12-17

Perhatikan! Bahwa pada hari Tuhan yang sangat dahsyat itu, ada dua seruan yang sangat kontra yang akan diserukan oleh masing-masing orang. Yang satu adalah seruan kepada Nama Tuhan sehingga mereka yang berseru diselamatkan, sedangkan yang lainnya berseru untuk menghindar dari Tuhan dan murka-Nya yang dahsyat itu, mereka adalah golongan yang celaka, yang terdiri dari para raja, para pembesar, para perwira, para konglomerat, para penguasa, para budak dan juga orang-orang merdeka yang tidak memperoleh jatah keselamatan.

Jadi di satu sisi ada Tuaian Terbesar yang telah lama dinubuatkan, di sisi lain ada Tribulasi Besar yang berlangsung dalam waktu yang bersamaan. Sebab sebelum Meterai Ke-7 dibuka, semua urusan Kerajaan dengan para martir telah dirampungkan,

"Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: 'Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?' Maka kataku kepadanya: 'Tuanku, tuan mengetahuinya.' Lalu ia berkata kepadaku: 'Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. 

"'Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.'" - Wahyu 7:13-17

Saya percaya bahwa Meterai Ke-6 dan Wahyu 7 akan tergenapi paling lambat setelah Trilogi Gerhana Bulan Total 2018 - 2019 ini selesai. Tahun 2018 ini merupakan awal dari Masa Lawatan Terbesar, sekaligus Masa Tribulasi yang akan disertai dengan darah, api dan gumpalan-gumpalan asap, yakni perang dan berbagai bencana alam.

Masa Yang Sangat Menentukan Bagi Israel dan Goyim

Seharusnya bukan sebuah kebetulan bahwa fenomena Super Blue Blood Moon - Tu B'Shevat 5778 ini ada berkaitan dengan pewahyuan yang diterima oleh Nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido,

"Pada hari yang kedua puluh empat dari bulan yang kesebelas--itulah bulan Syebat--pada tahun yang kedua zaman Darius datanglah firman TUHAN kepada nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido, bunyinya: 'Tadi malam aku mendapat suatu penglihatan: tampak seorang yang menunggang kuda merah! Dia sedang berdiri di antara pohon-pohon murad yang di dalam jurang; dan di belakangnya ada kuda-kuda yang merah, yang merah jambu dan yang putih. ... Berbicaralah Malaikat TUHAN itu, katanya: Ya TUHAN semesta alam, berapa lama lagi Engkau tidak menyayangi Yerusalem dan kota-kota Yehuda yang telah tujuh puluh tahun lamanya Kaumurkai itu?'" - Zakharia 1:7-8,12

Nama Zakharia berarti Jehovah mengingat, sedangkan nama Berekhya berarti Jehovah memberkati dan nama Ido berarti tepat pada waktunya. Jadi keseluruhan makna dari ketiga nama tersebut adalah pada waktu yang ditentukan, Tuhan akan memberkati dan Tuhan akan mengingat.

Nabi Zakharia menerima penglihatan seorang penunggang kuda merah juga di bulan Shevat tanggal 24, yakni hari ke-10 sejak tanggal 15 Shevat (Tu B'Shevat). Dan penglihatan ini terjadi setelah selesainya Masa Pembuangan Israel selama 70 tahun. Bukankah Super Blue Blood Moon ini juga terjadi setelah 70 tahun Resolusi PBB atas berdirinya kembali negara Israel?

Sedangkan nama Darius yang berarti tuan (lord) dan waktu pemerintahannya juga memiliki peran yang tidak kalah pentingnya. Bukankah 21 Januari 2018 - 21 Januari 2019 merupakan tahun kedua pemerintahan Presiden Donald Trump? Sedangkan nama Donald sendiri berarti pemerintah atau pemimpin dunia (world ruler or world leader)

Tiga poin serupa antara pewahyuan Nabi Zakharia dengan fenomena Super Blue Blood Moon ini. Dan semuanya serba tiga. Tiga gerhana matahari total di awal, tiga gerhana bulan total di akhir, dan nama nabi yang terdiri dari tiga suku kata. 

Dalam kisah penglihatan Nabi Zakharia itu dikatakan bahwa keadaan bangsa-bangsa lain (Goyim) tenang dan aman selama 70 tahun bangsa Israel berada di pembuangan. Sama seperti masa 70 tahun terakhir ini, sejak berakhirnya Perang Dunia II hingga saat ini, kondisi dunia cenderung aman terkendali, sedangkan sejak berdirinya kembali negara Israel (14 Mei 1948) hingga saat ini, bangsa pilihan tersebut banyak dirundung berbagai masalah. 

Adakah penunggang kuda merah yang dilihat Nabi Zakharia adalah penunggang kuda merah yang sama pada Meterai Ke-2?

"Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: 'Mari!' Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar." - Wahyu 6:3-4

Jawabannya, mungkin saja. Sebab itulah juga yang dikatakan Tuhan kepada Nabi Zakharia,

"Berkatalah kepadaku malaikat yang berbicara dengan aku itu: Serukanlah ini: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sangat besar usaha-Ku untuk Yerusalem dan Sion, tetapi sangat besar murka-Ku terhadap bangsa-bangsa yang merasa dirinya aman, yang, sementara Aku murka sedikit, telah membantu menimbulkan kejahatan. 

"Sebab itu, beginilah firman TUHAN, Aku kembali lagi kepada Yerusalem dengan kasih sayang. Rumah-Ku akan didirikan pula di sana, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan tali pengukur akan direntangkan lagi di atas Yerusalem. Serukanlah ini selanjutnya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kota-kota-Ku akan berlimpah-limpah pula dengan kebajikan, dan TUHAN akan menghiburkan Sion dan akan memilih Yerusalem pula." - Zakharia 1:14-17

Ketika Tuhan murka sedikit terhadap Israel-Nya selama 70 tahun Masa Pembuangan, bangsa-bangsa lain (Goyim) malah bereaksi berlebihan dan ikut menambah penderitaan bangsa Israel. Namun setelah masa penghukuman bagi Israel selesai, rasa tenang, aman dan damai yang dinikmati Goyim akan diambil dengan murka Tuhan.

Bukankah saat ini sebagian besar dari bangsa-bangsa di dunia menjadi semakin agresif untuk membelah kota suci Yerusalem dan memerangi eksistensi negara Israel? Maka murka Tuhan pun akan menimpa bangsa-bangsa tersebut, khususnya mereka yang begitu keras menentang pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem.

Jika sepuluh tahun yang lalu melalui tiga gerhana matahari total (Triple 1st Av Solar Eclipses) Tuhan telah memurkai bangsa-bangsa dengan krisis ekonomi dahsyat di 2007 - 2008 namun karena mereka tidak kunjung bertobat, maka saya percaya bahwa kali ini melalui tiga gerhana bulan total 2018 - 2019 ini Tuhan akan memurkai bangsa-bangsa dengan perang besar, mungkin Perang Dunia III, sebab kali ini damai sejahtera akan diambil dari atas Bumi, sejalan dengan berakhirnya Zaman Anugerah itu.

Perang besar ini juga akan memperburuk kondisi ekonomi yang sesungguhnya telah parah akibat krisis besar sepuluh tahun yang lalu. Bukankah warna hitam dari tiga gerhana matahari total identik dengan warna penunggang kuda hitam yang menghancurkan banyak kekuatan ekonomi bangsa-bangsa? 

Sungguh saya percaya bahwa 31 Januari 2018 ini adalah sebuah tanda dan fenomena yang super istimewa yang akan diikuti dengan berbagai peristiwa dahsyat sepanjang tahun 2018 dan 2019.

Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi. Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?

Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.

Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam.

Saturday, January 27, 2018

Menghadapi Kebenaran

"Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: 'Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.'" - Yohanes 8:31-32

Biasanya ada dua perkara ketika kebenaran itu terungkap:

1. Ketika kebenaran yang baru saja diketahui jauh lebih buruk daripada yang selama ini diyakininya.

2. Ketika kebenaran yang baru saja dialaminya jauh lebih baik daripada yang selama ini disangkakannya.

Ketika malam terakhir sebelum Yesus ditangkap, Petrus begitu yakin akan dirinya dan kesetiaannya, sekalipun Yesus telah memperingatkannya. Dan benarlah, ketika Petrus mendapati dirinya jauh lebih buruk daripada keyakinannya yang rapuh itu karena menyangkal Yesus tepat 3 kali, runtuhlah seluruh jiwanya Petrus.

Di saat yang sama ketika Yudas Iskariot mendapati betapa sempurna & mulia Anak Manusia yang dikhianatinya, timbullah penyesalan yang begitu besar dan sulit untuk ditanggung oleh jiwanya.

Kebenaran yang kita ketahui akan memerdekakan, tapi juga akan mematikan, tergantung bagaimana kondisi ego kita. Semakin besar pride yang hendak dipelihara, semakin besar resiko untuk orang itu menghadapi kebenaran. Sebaliknya, semakin kecil egonya, bahkan yang rahasia pun telah menanti baginya untuk disingkapkan.

Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.

Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!

Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!

Tuesday, January 23, 2018

Surrender

"Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa." - Lukas 15:17-19

Jiwa manusia itu unik, apalagi ketika berhubungan dengan impian, cita-cita dan ambisinya. Sama dengan kekuatan untuk bertahan hidup (survival) yang kadang bisa penuh dengan kejutan, begitu juga ketika manusia berjuang atau berproses untuk menggapai impiannya. 

Karena motivasinya itu, orang membangun dirinya, menambah ketrampilannya, memperluas jaringannya, mempertajam intuisinya, mengubah gaya bicaranya, meningkatkan penampilannya dan seterusnya sampai ia merasa dirinya sukses dan mendapati dirinya semakin sukses dari waktu ke waktu. 

Dan ketika dia telah sukses dan banyak mendapat pengakuan dari banyak orang, ia akan merasa layak berbangga atas perjuangannya dan jerih upaya yang dilakukannya. Namun pernahkah Anda melihat atau mengalaminya sendiri, bahwa seberapa pun besarnya kesuksesan itu, tetap tidak ada damai sejahtera yang bisa tinggal di dalam batinnya.

Kebanggaannya terlihat, kesenangannya ada, tapi di balik permukaan yang tak terlihat, ia selalu merasa kekurangan yang ia tidak tahu apa penyebabnya, di tengah kelimpahan yang sedang dinikmati. Sesungguhnya, orang yang demikian jauh lebih malang daripada anak bungsu yang diceritakan Yesus dalam salah satu kisah perumpamaan-Nya. Hanya saja hal itu butuh waktu yang bisa sangat lama untuk seseorang menyadarinya. Atau bahkan jika tidak ada anugerah, orang itu takkan pernah menyadari apa penyebab sesungguhnya.

Mengapa?

Karena orang tersebut tidak menyerah atau berpasrah diri (surrender). Ini berbeda dengan berputus asa. Justru berputus asa itu adalah bentuk lain dari tidak menyerah, termasuk salah satunya adalah tindakan bunuh diri. 

Perhatikan anak bungsu tersebut:

1. Ia menyadari keadaannya yang buruk akibat kebodohannya, dan ia mengakui bahwa banyak orang yang kedudukannya lebih rendah daripada dia, yakni para pekerja ayahnya, memiliki keadaan yang jauh lebih baik.

2. Namun sadar saja tidak cukup, dibutuhkan nyali untuk datang kembali dan mengakui semua kesalahan kepada pihak yang kita rugikan. Sering kali butuh perjuangan yang lebih besar untuk mengakui kekalahan atau kesalahan kita daripada perjuangan ketika kemenangan diperoleh.

3. Anak bungsu tidak hanya mengakui dosanya, ia rela memulai dari nol dengan kedudukan yang lebih rendah, tapi dengan niat dan rencana yang jauh lebih baik. Itu berarti surrender dirinya tidak disertai perasaan putus asa, melainkan dengan perjuangan baru.

Mengapa banyak orang tidak bisa menjadi tenang, sekalipun ia sadar bahwa ia sudah tidak berdaya mengubah keadaannya? Karena ia tidak surrender. Ia malah membanggakan kekalahannya dengan megah di tengah ruang kehidupannya sebagai tanda bahwa ia pernah berjuang tapi sambil menyalahkan orang lain atas kegagalannya.

Rhema Di 2018

Sayang menangkap di roh, ada banyak anak Tuhan yang sedang ditunggu surrender-nya oleh Bapa, bahkan ada yang sudah begitu lama, sekian tahun. Surrender ini kebanyakan dalam bentuk pengampunan terhadap kesalahan orang lain maupun kesalahan dirinya sendiri. Lebih konyol lagi jika Anda ada menyalahkan Tuhan. 

Bersedialah menyambut yang baru dengan tidak lagi menggenggam yang lama, serahkan semua yang lama yang selama ini menghambat damai sejahtera itu ada, serahkan di bawah Kaki Tuhan. Maka berikutnya Anda akan melihat harta terpendam yang akan Beliau singkapkan dan percayakan.

Tuhan memberkati.

Hal Terindah Yang Diberikan Bapa Kepada Kita Ialah Putera Tunggal-NYA Dan Kesempatan Kedua Untuk Berjalan Seirama Dengan Seluruh Kehendak-NYA Dalam Totalitas Yang Tidak Kepalang Tanggung.

Tuesday, October 10, 2017

Ayin Chet 5778 - Vol. 3: Ujian Roh, Ujian Cinta

Angka 8 memiliki makna utama bukan sekedar sebagai sesuatu yang baru atau suatu awal yang baru, namun juga memiliki makna yang lebih dalam lagi. Bahkan saking dalamnya, rasul Paulus membaginya dalam tiga tingkatan ke-baru-an, "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." - 1 Korintus 2:9

Perhatikan:

1. Tingkat yang paling dangkal, yakni sesuatu yang sudah pernah didengar, tapi belum pernah disaksikan oleh mata kepala kita sendiri. Ini saja sudah luar biasa. Bayangkan berapa sering kita mendengar mengenai mujizat laut Teberau dibelah oleh Musa, dan jika hal itu terulang kembali, sungguh sesuatu yang luar biasa, bukan?

2. Tingkat yang lebih dalam, yakni yang pernah terpikir di hati, tapi belum pernah kejadian, atau belum sekalipun terjadi, maka belum pernah terdengar apalagi terlihat kejadiannya, namun sudah ada yang memikirkannya.

3. Tingkat yang paling dalam, yang paling misterius, yang bahkan hati seorang manusia pun belum pernah memikirkannya. Mengapa? Karena yang ini baru bisa tercapai ketika seseorang telah begitu fokus mengasihi Tuhan tanpa pernah lagi memikirkan hidupnya sendiri.

Bandingkan dengan hidup Salomo, yang berlimpah harta, berlimpah pengetahuan, berlimpah pengertian dan berlimpah hikmat, namun dalam segala kelimpahannya itu ia berkata bahwa segalanya sia-sia, mengapa? Karena ia tidak menemukan yang baru dalam kehidupannya.

"Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari." - Pengkotbah 1:9

"Apapun yang ada, sudah lama disebut namanya. Dan sudah diketahui siapa manusia, yaitu bahwa ia tidak dapat mengadakan perkara dengan yang lebih kuat dari padanya." - Pengkotbah 6:10

Salomo tidak menemukan Kristus dalam hidupnya, Salomo tidak menemukan Yang Baru, sehingga ia menyimpulkan bahwa manusia tidak bisa melakukan perkara yang lebih kuat daripada dirinya sendiri. Bandingkan dengan Daud yang mampu menumbangkan Goliat dan berbagai peperangan lainnya yang jelas lebih kuat daripadanya, atau bandingkan dengan Paulus yang telah menemukan Kristus, ia berkata, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." - Filipi 4:13

Jadi menemukan atau menerima yang baru itu juga berarti mau dan rela keluar dari zona nyaman kita, mau dan rela menempuh resiko yang tidak bisa dipahami pada awalnya, mau dan rela untuk tetap percaya dan berharap walaupun sudah tidak ada lagi dasar untuk itu semua. Dan semua itu hanya bisa dilakukan ketika kita benar-benar mengasihi Tuhan.

Mengasihi-Nya Adalah Menyembah-Nya Dalam Roh Dan Kebenaran

Orang yang merelakan zona nyamannya, merelakan egonya dihabisi, merelakan dibawa ke manapun Tuhan kehendaki, ialah orang yang mengasihi dan menyembah Tuhan, baik di dalam roh maupun di dalam kebenaran.

"Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." - Yohanes 4:23-24

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu." - Yohanes 14:15-17

"Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku." - Yohanes 16:12-14

Perhatikan urutannya, bahwa roh lebih dulu barulah kebenaran kemudian, tidak boleh terbalik. Itu sebabnya ada tertulis, "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." - 2 Korintus 4:18

Namun berapa banyak kita sebagai umat Tuhan terjebak untuk mendahulukan yang tertulis, yang kelihatan dan menomorduakan yang tidak kelihatan, yang berasal dari Roh Tuhan? Seberapa sering orang yang merasa sudah banyak mengerti tentang Tuhan, tentang Alkitab, tentang Kekristenan, tapi ketika berhadapan dengan hal yang baru dan yang masih asing akan sulit menerima, mempertanyakan dengan berkata, "ayatnya di mana?" Bahkan menganggap bahwa hal yang baru itu menyesatkan.

Orang yang mentalitas imannya sering berkata, "di mana ayatnya?" itu adalah orang yang tidak beriman, sebab dengan gamblang Ibrani 11:1 berkata, "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." Jadi jika ingin melihat dulu baru mau percaya, apakah bisa disebut iman?

Itu sebabnya ada saja orang-orang yang dengan congkak berkata bahwa dirinya hanya belajar dari Alkitab saja, suka berdebat tentang pengetahuan akan Firman, dan agresif menuduh sesat kepada banyak hamba Tuhan lainnya. Bahkan saking sukanya berdebat akan pengetahuan tentang Firman, mereka mengadakan acara debat Firman secara berkala di gereja. Gila benar orang-orang ini!

Ini mentalitas buruk dan sangat parah, sampai kapanpun Tuhan tidak pernah bisa memberikan yang baru seperti yang telah dijanjikan-Nya di 1 Korintus 2:9. Mengapa? Sebab mereka sibuk dengan apa yang telah mereka lihat dan mereka dengar, lebih konyol lagi, mereka menjadikan itu sebagai show, ajang debat terbuka. Persis seperti orang-orang Farisi dan Saduki yang begitu hebat pengetahuannya akan Firman, namun begitu Sang Pembaharu, yakni Sang Mesias yang telah lama dijanjikan tampil di hadapan mata kepala mereka sendiri, mereka malah menjadi kecewa dan menolak-Nya.

Yang Baru Adalah Yang Ekstrim

Sesuatu yang baru itu cenderung bersifat ekstrim, minimal untuk kenyamanan kita. Mengapa? Karena pada dasarnya kita enggan untuk berubah, kecuali jika terpaksa. Orang sudah nyaman dengan kebiasaannya sehingga menjadi tradisi bahkan turun temurun dan ketika yang baru hadir, butuh usaha yang besar untuk berubah dan menyesuaikan. Yang jadi masalah adalah jika orang tersebut tidak mau berubah, maka ketika perubahan itu tak terhentikan yang tidak berubah akan tertinggal. Bukankah begitu Israel menolak Yesus sebagai Sang Mesias, tidak sampai empat dekade kemudian negaranya dibubarkan selama hampir dua millennium?

Berikut ini beberapa hal yang alkitabiah, yang baru dan yang ekstrim namun yang Tuhan berkenan & kehendaki:

1. Bahtera Nuh, "Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya." - Ibrani 11:7

Apakah Nuh ada bertanya, "di mana ayatnya bahwa Bumi pernah hujan dan banjir pernah terjadi?" Tentu tidak. Lalu mengapa Nuh taat membuat bahtera yang diperintahkan Allah? Karena pengenalan rohnya dengan Roh Tuhan.

2. Pengorbanan Ishak di gunung Moria, ini kasus paling ekstrim yang pernah ada dalam sejarah para pahlawan iman. Mengapa? Sebab mengorbankan anak seperti yang dilakukan Abraham terhadap Ishak merupakan tradisi penyembah berhala, atau paganism. Dan mudah sekali untuk Abraham menolak permintaan Tuhan untuk perkara ini dengan berkata, "Bagaimana mungkin Tuhan meminta bukti iman dan cintaku dengan cara penyembah setan? Sebab hanya setan yang suka meminta korban manusia." Dan dengan mudahnya jika kita hidup di zaman itu maka kita akan menyebut bahwa Abraham sesat.

Dan mungkin akan lebih buruk lagi ketika istrinya tidak diberitahu bahwa Ishak akan dikorbankan. Mungkin orang akan tambah menghakimi Abraham dengan berkata, "Lihat, istrinya pun yang melahirkan anaknya itu bahkan tidak diberitahu tentang perkara penting itu."

Sungguh jika bukan adanya pengenalan roh Abraham yang kuat kepada Roh Tuhan, tidak mungkin Abraham sanggup menuntaskan perintah Tuhan yang ekstrim itu.

3. Gaya hidup Daud, "Tabut TUHAN itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN. Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama TUHAN semesta alam." - 2 Samuel 6:17-18

Bandingkan perbuatan Daud di atas dengan perbuatan Saul yang tertulis dalam 1 Samuel 13:9-14. Keduanya, baik Daud maupun Saul sama-sama sebagai seorang raja Israel mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan Tuhan. Dan sesungguhnya yang pantas melakukan korban bakaran adalah seorang imam, bukan seorang raja. Lalu mengapa ketika Daud melakukannya maka bangsa itu diberkati, sedangkan ketika Saul melakukannya malah dianggap Samuel sebagai perbuatan bodoh dan dihitung Tuhan sebagai tindakan pembangkangan?

Yang satu melakukan murni karena cintanya kepada Tuhan, sedangkan yang lain melakukannya karena egonya sendiri. Jika menurut buku aturan keimaman, apa yang dilakukan Daud adalah salah, namun karena cinta, hal itu jadi berbeda. Apakah Daud sungguh melanggar aturan keimaman? Tentu tidak. Mengapa? Karena hukum yang terutama ia jalankan, yakni Daud mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatannya.

4. Kemah atau Pondok Daud, "Maka suatu takhta akan ditegakkan dalam kasih setia dan di atasnya, dalam kemah Daud, akan duduk senantiasa seorang hakim yang menegakkan keadilan, dan yang segera melakukan kebenaran." - Yesaya 16:5

"'Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku,' demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini." - Amos 9:11-12

Selama sekian waktu bangsa Israel diajarkan mengenai bentuk Kemah Pertemuan atau Tabernakel yang semua detil rancangannya 100% copy paste dari apa yang Musa lihat di Sorga, namun setelah kerajaan Israel dan kerajaan Yehuda tidak ada lagi, justru Tuhan menjanjikan bentuk kemah lain, yakni Kemah Daud yang jauh lebih sederhana bentuknya daripada Tabernakel. Mengapa? Sekali lagi semua itu hanya karena kuasa cintanya Daud kepada Tuhan.

Apakah sebelumnya pernah ada tertulis tentang Kemah Daud ini? Apakah pernah ada orang melihat bentuk Kemah Daud di Sorga seperti Musa melihat rincian Tabernakel? Tidak pernah.

5. Mandat Hosea, "Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: 'Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN.'" - Hosea 1:2

Tahukah Anda bahwa apa yang Tuhan perintahkan kepada Hosea saat itu merupakan sesuatu yang sama sekali bertentangan dengan aturan tertulis akan keimaman dan hamba-hamba Tuhan?

Perhatikan Kitab Imamat pasal 21 mengenai aturan imam, "Ia harus mengambil seorang perempuan yang masih perawan. Seorang janda atau perempuan yang telah diceraikan atau yang dirusak kesuciannya atau perempuan sundal, janganlah diambil, melainkan harus seorang perawan dari antara orang-orang sebangsanya, supaya jangan ia melanggar kekudusan keturunannya di antara orang-orang sebangsanya, sebab Akulah TUHAN, yang menguduskan dia." - ayat 13-15

Bisa Anda bayangkan bahwa hari itu Hosea mendapat mandat pewahyuan langsung dari Tuhan yang isinya 100% bertentangan dengan aturan tertulis? Saya sendiri tidak bisa membayangkan hebatnya serangan dan cemooh yang harus Hosea terima dari rekan-rekan sejawatnya juga masyarakat hari itu. Mengawini perempuan sundal dan melahirkan anak-anak sundal karena perintah Tuhan, sebab Tuhan telah menghakimi negeri Israel bersundal hebat. Buat saya itu sebuah mandat yang mahaekstrim.

Jika bukan karena Hosea memiliki pengenalan akan Tuhan yang begitu dalam, tidak mungkin Hosea rela menempuh resiko seekstrim itu. Namun Hosea menyembah Tuhan dalam roh lebih dulu sehingga kebenaran tertulisnya baru mengikuti apa yang Roh Tuhan ilhamkan. Dan Hosea sangat mengerti bahwa yang tidak kelihatan itulah yang kekal, sedangkan yang kelihatan itulah yang sementara.

Ujian Roh, Ujian Cinta

Di tahun Ayin Chet 5778 - 2018 akan ada begitu banyak dari anak-anak Tuhan yang mengalami ujian roh karena Tuhan hendak memberikan seusatu yang baru, mulai dari apa yang belum pernah dilihat oleh mata, lalu apa yang belum pernah didengar oleh telinga bahkan yang paling misterius yang belum pernah timbul di dalam hati manusia, atau yang sama sekali tidak terpikirkan. 

Ujian ini memiliki resiko besar, mulai dari dicemooh ringan sampai dihujat sesat, apalagi hari-hari ini semakin jahat. Namun semakin buruk keadaannya, semakin mudah membuktikan siapa yang sungguh mengasihi Tuhan dan siapa yang selama ini hanya berpura-pura.

Tuhan tidak pernah puas hanya menyingkapkan sebagian yang bisa kita tahu, sebab sesungguhnya masih banyak yang hendak Beliau sampaikan, namun untuk hal itu Beliau sabar menantikan sampai kita sanggup menerima bahkan yang paling misterius itu, yang tak terpikirkan oleh hati kita.

Jenis ujian ini yang akan terus Tuhan pakai untuk memisahkan domba dari kambing, memisahkan gandum dari lalang, memisahkan yang bijaksana dari yang bodoh dan memisahkan yang setia dari yang jahat. 

Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

Tuesday, September 5, 2017

Ayin Chet 5778 - Vol. 2: Dua Undangan Terbuka Yesus Kristus

Perjanjian Baru mencatat akan dua tanda di langit, yakni:

1. Bintang Bethlehem di Kitab Injil Matius sebagai tanda dari awal Zaman Anugerah dan tanda ini tidak tertulis di kitab-kitab lainnya.

2. Bintang-bintang dalam Wahyu 12 sebagai tanda dari akhir Zaman Anugerah dan tanda inipun tidak tertulis di kitab-kitab lainnya selain di Kitab Wahyu.

Simak artikel sebelumnya: 

Dan sebagaimana dua tanda langit tersebut, begitu juga undangan terbuka Tuhan Yesus Kristus kepada kita semua:

1. Undangan yang pertama, yang hanya tertulis dalam Kitab Injil Matius,

"Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." - Matius 11:27-30

Pada saat undangan ini hendak disampaikan, Tuhan Yesus lebih dulu menyatakan bahwa Beliau telah dianugerahkan segala kuasa oleh Bapa karena relationship yang ada di antara Mereka. Jadi saat itu, Tuhan Yesus mengundang dengan atribut sebagai Penguasa atau Raja yang memiliki otoritas dan berdaulat sepenuhnya atas segala sesuatu yang ada.

Dan golongan yang diundang adalah mereka merasa telah begitu letih lesu dan memiliki beban hidup yang begitu berat, artinya adalah mereka yang benar-benar merasa sudah tidak punya harapan dan tidak lagi bisa mengandalkan apapun termasuk dirinya sendiri maupun kepercayaan dirinya.

Hanya mereka yang benar-benar membutuhkan Tuhan, yang benar-benar sudah "di ujung tanduk" atau at the end of the rope, yang bisa mendengar dan meresponi undangan ini. Dan mereka punya kerelaan untuk memikul kuk yang baru, yakni Yesus Kristus sendiri sebagai Raja yang lemah lembut dan rendah hati sehingga jiwa kita bisa mendapat ketenangan sekalipun keadaan di sekitar kita begitu buruk.


Jesus' Yoke - Kuk untuk sepasang lembu, inilah salah satu arti abjad Chet, di mana Calon Mempelai Pria (Vav) dan Calon Mempelai Wanita (Zayin) dipersatukan di bawah satu chuppah (kuk) sampai kita didapati layak memasuki Perjamuan Kawin Anak Domba.

Yang perlu kita sadari dari undangan ini adalah bahwa Tuhan Yesus bukan sekedar ingin kita menghambakan diri kepada-Nya, tetapi sebenarnya Dia mengajak kita untuk memikul kuk tersebut bersama-Nya. Itu sebabnya kuk ini dijamin enak & bebannya pun ringan sebab Tuhan Yesus ingin kita memikul bersama-Nya sehingga dalam perjalanan iman kita, kita bisa memperoleh sudut pandang dan pengertian yang sama dengan pikiran dan perasaan Kristus atas segala sesuatu yang bisa terjadi dalam hidup kita.

Bukankah kita telah diajarkan untuk tidak memiliki pasangan yang tidak seimbang? "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" - 2 Korintus 6:14. Dalam bahasa Inggrisnya disebutkan, "Do not be unequally yoked together with unbelievers." Artinya adalah jangan berpasangan atau menikah dengan orang yang tidak sama kuknya.

Jadi sesungguhnya, sejak awal Zaman Anugerah, Tuhan Yesus telah "melamar" kita untuk menjadi calon Mempelai Wanita-Nya saat Pesta Pernikahan Anak Domba melalui undangan pemasangan kuk yang baru ini. Dari ciptaan yang baru hingga menjadi manusia baru yang dewasa di dalam Kristus Yesus dan menjadi Mempelai Wanita yang pantas bersanding dengan Mempelai Pria Nan Agung.

2. Undangan yang kedua, yang hanya tertulis di Kitab Wahyu kepada Jemaat Laodikia,

"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." - Wahyu 3:20

Sesungguhnya Jemaat Laodikia merupakan jemaat terburuk dari ketujuh jemaat yang ada. Mengapa? Karena jemaat ini benar-benar telah menjadi suam dan kehilangan kasih mula-mula juga sangat sombong karena merasa sangat kaya dan digdaya, sekalipun mulut mereka mengakui Tuhan, namun hati mereka jauh dari Tuhan. Kombinasi kesuaman dan kesombongan mereka menjadi Tuhan muak dan mual sehingga Tuhan hendak memuntahkan mereka.

Sadarkah Anda bahwa semua jemaat adalah bagian dari Tubuh Kristus dan Kristus adalah Kepala Jemaat? Namun ketika Sang Kepala menjadi mual hingga ingin memuntahkan sebagian isi yang suam dari Tubuh-Nya, menurut Anda ke manakah Kristus akan memuntahkannya? Neraka! 

Inilah kondisi Gereja di akhir Zaman Anugerah, yakni merasa kaya dan sombong padahal sesungguhnya kondisi Gereja saat ini adalah melarat, malang, buta, miskin, dan telanjang. Gereja sudah tidak berdaya untuk bisa datang menghambakan diri kembali kepada Tuhan, karena sudah terlalu sarat dengan berhala lainnya, yakni memberhalakan diri dan kekayaannya sendiri.

Itu sebabnya pada undangan yang kedua Tuhan Yesuslah yang datang menghampiri kita, sedangkan pada undangan yang pertama kitalah yang diharapkan datang kepada-Nya. Untuk apa Tuhan datang kepada kita? Supaya Beliau masuk dan berdaulat penuh dalam hidup kita dan mencampakkan semua berhala yang membebani hidup kita. Semua berhala yang membuat kita merasa kaya dan sombong hendak ditukar dengan emas yang murni, pakaian putih (jubah) dan minyak untuk menjadi kita terang melihat.

Kesimpulan

Memasuki tahun Ibrani yang baru, Ayin Chet 5778, Tuhan menyampaikan dua undangan sekaligus untuk memasuki sebuah musim yang sama sekali baru, musim transisi besar, dari Zaman Anugerah yang berakhir kepada Masa Kerajaan (1000 Tahun). Sama seperti hujan awal dan hujan akhir yang menyatu di Akhir Zaman, demikian juga kedua undangan ini.

Ayo kenakan lagi kuk yang enak dan ringan itu, karena Tuhan Yesus tidak pernah menyerah bagi kita, Beliau tetap ingin kita berjalan bersama-Nya sampai kita menjadi menudia baru yang dewasa seutuhnya. Dan di sisi lain, persilakan Beliau masuk dan menjadi Raja serta Tuan Majikan yang berdaulat sepenuhnya atas rumah hidup kita. Relakan hati kita untuk terus ditegor dan dihajar sebab didikan Tuhan adalah jaminan keselamatan sekaligus jaminan kemenangan bagi kita sehingga pada akhirnya kita didudukkan bersama-sama dengan-Nya di atas Takhta Kudus-Nya untuk memerintah bersama dalam Masa Kerajaan 1000 Tahun dan dalam kekekalan.

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.

Thursday, August 3, 2017

Ayin Chet 5778 - Vol. 1: Jalan Perbudakan, Jalan Pengabdian

Ketika Zaman Anugerah telah berakhir, kita akan kembali kepada Zaman Hukum. Kembali kepada Zaman Hukum bukan berarti bahwa Injil dan semua yang Tuhan Yesus kotbahkan di Bukit (Matius 5 - 7) tidak berlaku lagi dan semua harus mengikuti pola hidup yang tertulis dalam Taurat. Namun hal ini berbicara tentang konsekuensi yang bisa terjadi jika kita masih terus mengabaikan didikan dan disiplin yang Tuhan kehendaki kepada masing-masing anak-anak-Nya, terutama jika masih menolak untuk terus memikul salib dan manyangkal diri.

Sebagai contoh, hukum berkata jika ada tindakan perzinahan maka hal itu dihitung sebagai perbuatan dosa. Sedangkan Tuhan Yesus menerapkan standar yang lebih tinggi lagi, yakni ketika memandang wanita sambil melakukan fantasi seksual di pikiran saja, tanpa adanya tindakan perzinahan, maka berdasarkan pikiran fantasi itu saja kita sudah dihitung berbuat dosa, Matius 5:28.

Begitu juga dalam hal pembunuhan, hukum berkata jika ada tindakan pembunuhan maka hal itu dihitung sebagai perbuatan dosa. Namun Tuhan Yesus berkata bahwa barangsiapa marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala, Matius 5:22.

Karena standar yang ditetapkan begitu tinggi, maka Tuhan Yesus menawarkan Diri-Nya sebagai Jaminan Agung melalui Karya Salib dalam suatu masa yang disebut sebagai Zaman Anugerah. Namun ketika Zaman Anugerah mencapai masa berakhirnya, maka satu sisi yang paling jarang dinyatakan kepada Gereja-Nya akan semakin dinyatakan, yakni karakter-Nya sebagai Api Cemburuan - El Kanna yang menghanguskan (Ibrani 12:29, Keluaran 34:14).

Apa yang menjadi akibat ketika Zaman Anugerah berakhir? 

"Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" - Wahyu 22:11

Kesempatan akan habis bagi mereka yang selama ini enggan untuk bertobat, masih mau menikmati dosanya dan yakin bahwa karakternya yang buruk tidak akan bisa diubah. Mereka telah jahat karena sekalipun telah mengecap anugerah, namun tidak mengerjakan keselamatannya dengan sungguh dan tidak sepenuh hati memikul salibnya dalam mengikut Kristus.

Namun bagi mereka yang terus berharap kepada Tuhan, yang merelakan hatinya untuk ditegor dan dihajar Tuhan serta bertobat dari waktu ke waktu, anugerah akan semakin melekat kepada mereka. Itu sebabnya yang jahat akan semakin jahat dan yang kudus akan semakin kudus. Domba dan kambing akan semakin nyata sejalan dengan berakhirnya Zaman Anugerah dan memasuki Masa Tribulasi.

Anugerah Chet Pada Ayin Chet 5778 Ini

Sebelum dilanjutkan, saya himbau Anda lebih dulu membaca tulisan sebelumnya yang berjudul 5778 - 2018 Dalam Sekilas Perenungan: Back To The Age Of Law.

Chet merupakan huruf ke-8 dalam alfabet Ibrani, yakni terdiri huruf Vav (6) di sisi kanan dan huruf Zayin (7) di sisi kiri dan disatukan oleh sebuah penghubung atau tudung (chuppah) dan kesatuan dari tiga bagian tersebut membentuk sebuah gerbang atau ambang pintu. Hal ini mengingatkan kita pada peristiwa Paskah pertama dalam sejarah,

"Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya." - Keluaran 12:7

"Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir." - Keluaran 12:12-13

Beberapa bulan lalu ketika saya merenungkan semuanya ini, tiba-tiba Tuhan Yesus berkata, "Nak, masuk 5778 butuh membubuhkan darah pada ambang pintu, namun darahnya bukan Darah-Ku, melainkan darah kalian." Hal ini mengingatkan saya dengan apa yang tertulis dalam Wahyu 12:10-11, bahwa Iblis dikalahkan dengan dua hal, yakni Darah Anak Domba dan perkataan kesaksian dari umat yang ditebus oleh Darah tersebut. Itu artinya kuasa kesaksian ini sama kuatnya dengan Darah Anak Domba.

Namun perkataan kesaksian yang bagaimanakah itu? Itu adalah kesaksian karena tidak mengasihi nyawa sendiri sampai ke dalam maut. Itu adalah kesaksian karena kasih dan cinta kepada Tuhan melebihi nyawa kita sendiri. 

"Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa." - Yohanes 12:25-26

Jalan Perbudakan, Jalan Pengabdian

Menarik sekali bahwa setelah Tuhan Yesus mengatakan perkara tidak mencintai nyawa kita sendiri di dunia ini, Beliau melanjutkan dengan perkara cara melayani-Nya dengan mengikuti-Nya di manapun Diri-Nya berada. 

Sekarang coba perhatikan ketentuan mengenai perbudakan berikut ini,

"Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa. Jika ia datang seorang diri saja, maka keluarpun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia. Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri. 

"Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup." - Keluaran 21:2-6

Setiap budak di tanah Israel wajib mengabdi kepada tuannya selama 6 tahun. Setelah budak itu menyelesaikan kewajibannya, maka ia akan menjadi orang yang merdeka sepenuhnya dan tidak di bawah perbudakan siapapun. Namun, ia bisa juga memilih untuk terus mengabdi kepada tuannya seumur hidupnya, dan hal itu hanya bisa dilakukan karena pertama-tama ia mencintai tuannya. Tanpa cinta kepada tuannya, mustahil ia akan mau menghabiskan sisa hidupnya sebagai budak.

Dan sebagai tanda bahwa ia adalah budak yang mengabdi seumur hidup karena cinta dan bukan budak karena memiliki kewajiban mengabdi, maka tuannya akan membawanya ke pintu atau tiang pintu (lambang dari Chet) untuk memasangkan tanda semacam anting-anting di telinganya sebagai tanda sah bahwa ia adalah budak yang mengabdi seumur hidup.

Perhatikan, bahwa ketika darah yang keluar dari telinga budak itu dan melekat pada tiang pintu, itulah yang dimaksud Tuhan sebagai darah yang harus ada untuk kita memasuki tahun yang baru Ayin Chet 5778 nanti. Artinya Tuhan hendak berkata bahwa jalan satu-satunya untuk kita berkemenangan memasuki masa yang baru, untuk kita bisa mengimbangi selesainya Zaman Anugerah, adalah ketetapan hati kita sendiri untuk total mengabdi kepada Tuhan karena kita lebih mencintai-Nya daripada kita mencintai diri kita sendiri. 

Di 5778 nanti, kita tidak bisa mengabdi kepada Tuhan karena kita tidak punya pilihan, atau karena hidup kita sudah hancur, atau karena kita merasa masa depan kita sudah suram. TIDAK! Namun kita mengabdi karena kita memang mencintai-Nya, simply because you love Him so much. Dan cinta itulah yang akan mengalahkan maut dan Iblis Naga Merah itu.

"Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!" - Kidung Agung 8:6

Tanpa menjadi budak-Nya yang mengabdi secara total dan penuh cinta seumur hidup, maka takkan ada kehidupan yang berkemenangan setelah Zaman Anugerah berakhir. Sedangkan mereka yang merasa memiliki kehendak bebas, merasa bahwa hidupnya masih miliknya sendiri, merasa bahwa dengan Tuhan masih bisa bernegosiasi, maka cepat atau lambat mereka akan mencapai satu titik, menyerah kepada Roh Tuhan atau diserahkan kepada kebinasaan dari egonya sendiri.

Jalan pengabdian sebagai budak, BUKAN jalan pengabdian sebagai hamba. Sebab hamba masih memiliki hak atas upah yang dia boleh terima, namun budak sama sekali tidak memiliki hak apapun, itu sebabnya hanya cinta kepada tuannya yang bisa memotivasinya untuk mengabdi seumur hidup. Budak tidak pernah menuntut upah atau apapun itu, budak mempersembahkan seluruh hidup dan hatinya kepada tuannya.

Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.

Tuesday, February 21, 2017

5778 - 2018 Dalam Sekilas Perenungan: Back To The Age Of Law

Setahun yang lalu saya telah menyampaikan bahwa tahun Ayin Zayin 5777 - 2017 Dalam Sekilas Perenungan: Akhir Dari Zaman Gereja Tuhan atau juga disebut sebagai akhir dari Zaman Anugerah (The Age Of The Grace).

Secara pribadi, Tuhan mewahyukan kepada saya bahwa 5777 dan 2017 ini merupakan Tahun Lembah Penentuan atau Tahun Lembah Jehoshaphat (Yosafat) seperti yang tertulis dalam Kitab Yoel pasal 3. Dan sungguh Tuhan memberikan tanda yang amat signifikan akan hal ini melalui Resolusi PBB No. 2334 pada 23 Desember 2016 mengenai Two State Solution untuk membagi kota suci Yerusalem kepada pihak Palestina. Dan untuk pertama kalinya Amerika Serikat pada akhir pemerintahan Presiden Barack Obama tidak melakukan veto atas keputusan PBB yang mengerikan itu.

Walaupun status dari keputusan itu saat ini tidak jelas kepastiannya karena Presiden Donald Trump justru bersikap sangat kontra dengan keputusan PBB itu. Namun keputusan PBB ini sungguh menjadi konfirmasi tersendiri sesuai dengan yang tertulis dalam nubuatan-Nya,

"Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku." - Yoel 3:2

Dan bukan hanya itu PBB saja yang mengkonfirmasi mengenai Tahun Lembah Jehoshaphat dan akhir dari Zaman Anugerah ini. Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh dua hamba Tuhan lainnya yang saya ketahui, yakni:

1. Prophet Sadhu Sundar Selvaraj, dalam kotbah awal tahun 2017 yang bisa Anda cermati di Youtube (2017 Prophetic Fulfillment - Episode 16). Dalam video berdurasi lebih dari 29 menit itu, beliau menyampaikan bahwa ketika Masa Anugerah (The Age Of Grace) ini berakhir maka kita akan kembali kepada Masa Hukum (Taurat), The Age Of Law. Ini sungguh akan menjadi bencana bagi mereka yang selama ini tidak sungguh-sungguh berjalan dengan Tuhan.

Kembali kepada The Age Of Law bukan berarti bahwa Injil tidak berlaku dan semua harus mengikuti pola hidup yang tertulis dalam Taurat. Namun hal ini berbicara tentang konsekuensi yang bisa terjadi jika kita masih terus mengabaikan didikan dan disiplin yang Tuhan kehendaki kepada masing-masing anak-anak-Nya.

Jangan lupa bahwa Hukum Taurat hanya melarang perzinahan badaniah sedangkan Injil menyatakan bahwa barangsiapa memandang seorang perempuan serta menginginya dengan hawa nafsu maka ia sudah dianggap berzinah. Dan apa yang tertulis di Injil itu tetap berlaku walaupun Masa Anugerah sudah tidak berlaku lagi. Maka sungguh benar apa yang dikatakan oleh Rasul Petrus,

"Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya." - 2 Petrus 3:11-12

Maka anak-anak & Gereja Tuhan yang selama ini tidak memiliki pergaulan yang personal dengan Roh Kudus, yang masih menghindari bahkan mengabaikan didikan Tuhan, atau bahkan yang masih bermain-main dengan dosa, pada waktunya akan menghadapi perkara-perkara yang begitu berat, bukan karena Tuhan yang menjadi kejam, namun sebagian besar telah menyia-nyiakan Masa Anugerah, terutama untuk membangun manusia batiniah mereka.

2. Rabbi Amram Vaknin, ini merupakan rabbi Judaism yang masih belum mengakui bahwa Yesus adalah Sang Mesias. Pada malam Minggu 4 Februari 2017 lalu, beliau mendapatkan penglihatan bahwa ada 5 Gerbang Anugerah di Sorga namun 4 gerbangnya telah tertutup dan hanya 1 gerbang yang terbuka, itupun karena Nabi Elia yang menahan agar pintu gerbang tersebut tidak tertutup. Sumber berita dalam bahasa Inggris: Mystic Rabbi Visited by Prophet Elijah With Message: “Four Gates Are Closed, But One is Open”.

Sekarang kita memiliki kesaksian dari dua sisi, yakni dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dari pihak orang Israel maupun pihak gentiles / goyim. Dan betapa ajaib serta seriusnya Tuhan memperingatkan semua orang, terutama Gereja sebagai umat pilihan dan Israel sebagai bangsa pilihan. Namun berapa banyak yang benar-benar meresponi peringatan ini dengan benar?

Pada Oktober 2015 setelah bulan darah ke-4 dari Tetrad Blood Moons yang terakhir, Rabbi Vaknin melihat bahwa akan ada pertumpahan darah dari pihak Israel dan penglihatan tersebut terbukti akurat. Gelombang kekerasan dari pihak Palestina terjadi dalam sekian minggu berikutnya. Terjadi hampir seribu insiden penusukan dan penembakan kepada warga Israel yang mengakibatkan 650 korban luka dan 47 korban tewas.

Di akhir penglihatan terbarunya itu, Rabbi Vaknin melihat Nabi Elia berkata, "Dari besar menjadi kecil." Artinya bahwa anugerah yang tadinya begitu limpah sedang mengecil, terutama pada injury time atau masa dispensasi ini. Kesaksian dua hamba Tuhan ini makin meneguhkan kita semua bahwa memang 2017 ini merupakan akhir dari Masa Anugerah dan mungkin di tahun ini juga atau tahun depan maka Masa Tribulasi Besar selama 7 tahun itu akan dimulai.

"Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah." - Yohanes 8:17

"Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apapun atau dosa apapun yang mungkin dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan." - Ulangan 19:15

Chet & Tulah Kesepuluh

Tahun berikutnya setelah Ayin Zayin 5777 adalah Ayin Chet 5778. Chet merupakan huruf ke-8 dalam alfabet Ibrani, yakni terdiri huruf Vav (6) di sisi kanan dan huruf Zayin (7) di sisi kiri dan disatukan oleh sebuah penghubung atau tudung (chuppah) dan kesatuan dari tiga bagian tersebut membentuk sebuah gerbang atau ambang pintu. Hal ini mengingatkan kita pada peristiwa Paskah pertama dalam sejarah,

"Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya." - Keluaran 12:7



"Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir." - Keluaran 12:12-13

Apa yang bisa kita tarik dari semua perkara tersebut ini? Diawali dengan berakhirnya Zaman Anugerah dan kembali ke Zaman Hukum dan memasuki sebuah tahun yang dilambangkan dengan ambang pintu yang dibubuhi darah, apa yang sesungguhnya hendak Tuhan sampaikan kepada kita?

Ketika saya merenungkan semuanya ini, tiba-tiba Tuhan Yesus berkata, "Nak, masuk 5778 butuh membubuhkan darah pada ambang pintu, namun darahnya bukan Darah-Ku, melainkan darah kalian."

Dan di saat yang sama saya teringat apa yang ada tertulis dalam Kitab Wahyu, "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut." - Wahyu 12:10-11

Tulah kesepuluh akan datang dan barangsiapa yang selama ini berjalan dengan Tuhan dengan sikap hati tidak mengasihi nyawanya sendiri bahkan sampai ke dalam maut maka ia akan selamat. Namun barangsiapa yang selama ini begitu mengasihi nyawanya sendiri dan cenderung kompromi dengan dosa, cinta akan kebenaran dirinya sendiri dan terus memparadekan kebanggaannya yang semu itu, maka kematian atas kesulungannya akan menimpa mereka.

Apakah bentuk kematian atas kesulungan itu? Apapun yang menjadi berhala tiap-tiap orang, apapun yang diprioritaskan hati orang itu lebih daripada Tuhan, apapun yang selama ini menjadi sandaran hatinya selain Tuhan dan kehendak-Nya, itulah yang akan dihabisi Tuhan atas orang itu. Dan jika hal itu telah menimpa terhadap umat dan Gereja Tuhan, maka pilihannya hanya dua, bertobat dengan sepenuh hati atau keluar dari Rumah Tuhan, seperti Yudas Iskariot keluar dari hadirat Tuhan dan langsung dirasuk Iblis (Lukas 22:3).

Iblis kalah hanya dengan dua hal, yakni oleh darah Anak Domba dan oleh perkataan kesaksian Gereja. Namun ini bukan sekedar perkataan kesaksian biasa yang kuasanya sejajar dengan darah Anak Domba, melainkan kesaksian karena tidak mengasihi nyawa sendiri bahkan sampai ke dalam maut. Hal ini mengingatkan kita kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang dengan lantang menghardik raja Nebukadnezar, 

"Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." - Daniel 3:16-18

Ini adalah perkataan yang sangat keras sampai Nebukadnezar naik pitam dan memerintahkan untuk dapur api itu dipanaskan tujuh kali lipat. Namun sikap ketiga remaja Yahudi inilah yang Tuhan cari dari umat dan Gereja-Nya, yakni sekalipun Tuhan tidak menolong, kita tetap setia kepada-Nya, bahkan sekalipun nyawa maupun ego kita yang menjadi harganya.

Kegelapan Mendahului Kematian

Pewahyuan tulah kematian kesulungan duniawi pada Ayin Chet 5778 bukanlah sesuatu yang mengada-ada. Tepat sebulan sebelum kita memasuki Rosh Hashanah 5778 (21 September 2017), yakni pada tanggal 29 - 30 Av 5777 atau 21 - 22 Agustus 2017 akan terjadi gerhana matahari total yang dikenal sebagai Great American Eclipse, yang akan melintasi Amerika Serikat dari barat ke timur, melintasi 12 negara bagian (Oregon, Idaho, Wyoming, Montana, Kansas, Missouri, Illinois, Kentucky, Tennessee, North Carolina, South Carolina dan Georgia).

Bukankah pada zaman Musa tulah kegelapan (tulah kesembilan) mendahului tulah kematian kesulungan (tulah kesepuluh)? Apalagi tradisi Yahudi mengatakan bahwa gerhana matahari merupakan tanda adanya malapetaka besar yang akan menimpa bangsa-bangsa (goyim). Sungguh semua perkara ini bukanlah sebuah kebetulan.

Pertanyaannya adalah, apakah hidup kita saat ini telah menghasilkan "darah" kesaksian untuk cukup dibubuhkan di atas ambang pintu (Chet) supaya tulah kematian itu tidak ikut menimpa kita? Apakah kita telah hidup sebagai martir Kristus dengan menyangkali dan menyalibkan diri sendiri demi perkenan Tuhan terus selalu ada? Sebab Zaman Anugerah akan segera berlalu dan jika nanti kita masih beroleh hidup itu sungguh karena adanya dispensasi khusus di masa tenggat (injury time) yang amat singkat.

Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? 

Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

Wednesday, March 2, 2016

5777 & 2017 Dalam Sekilas Perenungan: Akhir Dari Zaman Gereja Tuhan

Sore ini tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya akan berita atas kejatuhan beberapa hamba Tuhan senior yang sempat saya terima beberapa hari sebelumnya, dan sambil mengingat kembali akan hal itu, saya bergumam, "Tuhan, inikah akhir dari Zaman Anugerah itu? Inikah akhir dari Pemerintahan-Mu melalui Gereja-Mu?"


Dan tiba-tiba Roh Kudus-Nya mengingatkan kembali mengenai tahun 5777 (dimulai saat matahari terbenam tanggal 2 Oktober 2016) & 2017 nanti. Bahwa kepada saya pribadi, Tuhan menyebut tahun tersebut sebagai Tahun Lembah Penentuan. Ps. Steve Cioccolanti menyebutnya sebagai The Mega Prophetic Year. Berikut ini beberapa alasannya:

1. 2017 merupakan Tahun Yobel spesial, yakni genapnya 50 tahun re-unifikasi Kota Kuno Yerusalem (Timur) dengan negara Israel.

2. 2017 juga genapnya 70 tahun resolusi PBB untuk berdirinya kembali negara Israel, 29 November 1947, yang disusul dengan pernyataan resmi atas berdaulatnya negara tersebut pada 14 Mei 1948.

3. 2017 juga berbicara tentang genap 100 tahun runtuhnya kekuasaan Ottoman Turki yang telah menguasai Kota Kuno Yerusalem selama 400 tahun sebelumnya. Turki mulai menduduki Yerusalem dan Israel sejak tahun 1517.

4. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah 2017 merupakan genapnya 500 tahun Reformasi Gereja yang diprakarsai oleh Martin Luther. 

Saya percaya bukan kebetulan bahwa tahun 1517 merupakan tahun yang sama ketika Yerusalem dan Israel mulai dikuasai oleh Ottoman Turki dan sekaligus bertepatan berakhirnya Masa Kegelapan Gereja yang diawali dengan gerakan reformasi oleh Martin Luther tersebut.

Kita harus memahami bahwa Israel dan Gereja merupakan "dua sisi koin" yang takkan terpisahkan, yang memiliki legalitas sedemikian rupa atas perjanjian (covenant) antara Tuhan dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Jadi sesungguhnya tidaklah mengherankan dan bukan sebuah kebetulan jika Tuhan menyebut tahun 5777 dan 2017 sebagai Tahun Lembah Penentuan.

"Bergeraklah dan datanglah, hai segala bangsa dari segenap penjuru, dan berkumpullah ke sana! Bawalah turun, ya TUHAN, pahlawan-pahlawan-Mu! Baiklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru. Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka. Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan!" - Yoel 3:11-14

Jadi apa yang menjadi prioritas untuk disadari menjelang detik-detik yang paling menentukan ini? Dari sejak saat ini masih ada sekitar 1 - 1,5 tahun bagi Gereja Tuhan. Angka 5 memiliki makna anugerah dan kasih karunia, sedangkan angka 50 memiliki arti Yobel, pembebasan, pelipatgandaan anugerah. Namun 500 tahun Reformasi Gereja merupakan puncak kegenapan bagi Gereja Tuhan memerintah bersama dengan Tuhan di bumi ini.

Pertanyaannya, apakah Gereja Tuhan telah memiliki tuaian yang cukup dan buah yang lebat bersamaan dengan genapnya 500 tahun itu? Karena ketika 500 tahun ini tergenapi, maka genaplah masa bagi Gereja Tuhan mengisi Cawan Kebaikan atau Cawan Jiwa-Jiwa atau Cawan Injil. Dan adalah tanggung jawab Gereja Tuhan untuk penentuan atau penghakiman itu tidak sampai pada sebuah kata final, "Ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan," karena tuaian dan buah yang ada jauh dari yang diharapkan.

Saya bersyukur sebab selama belasan tahun terakhir ini di berbagai belahan dunia dan melalui berbagai cara Tuhan yang begitu ajaib, kegerakan Roh Tuhan atau yang juga disebut Pentakosta Ketiga sudah semakin meningkat, dan tuaian juga semakin banyak. Namun apakah sampai saat ini Gereja Tuhan semakin mendekati standar yang Tuhan harapkan atau justru semakin jatuh menjauh karena lengah dan terlena oleh berbagai distorsi?

Sungguh di roh saya merasakan ada urgensi besar, sebuah penentuan final bagi Gereja Tuhan menjelang genapnya 500 tahun Reformasi Gereja di 2017 nanti. 

Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

Wednesday, December 23, 2015

The Eights

Tidak ada yang kebetulan, begitulah yang saya yakini, terutama berkenan dengan semua jalan kerja Tuhan yang memang terpola atau memiliki pola tanpa mengurangi sisi misterius cara Tuhan bekerja dari zaman ke zaman dan waktu ke waktu. Dan ketika berkenaan dengan segala sesuatu yang serba delapan, maka hal itu secara pasti akan membawa pembaharuan atau membawa sebuah awal yang baru. Berikut ini beberapa perkara yang tertulis di Alkitab berkenaan dengan angka delapan:

1. Metusalah - "Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah." - Kejadian 5:21. Ketika Tuhan menilai bahwa dunia semakin jahat dan terpuruk karena dosa, maka Tuhan berencana untuk menghapus seluruh peradaban manusia dengan mendatangkan air bah, dan untuk menunjukkan waktu datangnya hari penghakiman besar itu, maka Tuhan menunjukkan Metusalah (yang artinya adalah pada waktu kematiannya) sebagai penanda waktu yakni air bah datang di tahun yang sama wafatnya Metusalah. Dan jika kita hitung dari Adam yang pertama, maka Metusalah merupakan leluhur ke-8, sekaligus orang pertama yang melihat sebuah pengangkatan (rapture), yakni ayahnya sendiri, Henokh. Dan Metusalah juga orang pertama yang melihat anaknya, Lamekh, wafat lebih dulu, sebab dari sepuluh leluhur pertama yang disebutkan dalam Kitab Kejadian pasal 5, seluruh ayah wafat lebih dulu daripada anak-anaknya, kecuali Metusalah terhadap Lamekh. 

2. Bahtera - "Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu." - Kejadian 7:13. Misi untuk menyelamatkan ras manusia dari bencana air bah dan untuk memulai sebuah awal yang baru dimulai dengan 8 orang yang selamat karena masuk ke dalam bahtera.

3. Sunat - "Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu." - Kejadian 17:12. Pada prinsipnya Tuhan hendak berkata bahwa seorang bayi berusia 7 hari telah sempurna sebagai seorang manusia, namun dengan disunat maka ia diharapkan menjadi ciptaan yang baru. Prinsipnya sama dengan kita yang telah menerima Kristus harus mengalami sunat hati dari waktu ke waktu untuk menjadi manusia baru.

4. Ribkah, istri Ishak - "Sesudah itu Abraham mendapat kabar: 'Juga Milka telah melahirkan anak-anak lelaki bagi Nahor, saudaramu: Us, anak sulung, dan Bus, adiknya, dan Kemuel, ayah Aram, juga Kesed, Hazo, Pildash, Yidlaf dan Betuel.' Dan Betuel memperanakkan Ribka. Kedelapan orang inilah dilahirkan Milka bagi Nahor, saudara Abraham itu." - Kejadian 22:20-23. Ishak merupakan bayang-bayang Yesus Kristus yang hanya memiliki satu istri seumur hidupnya. Dan ayah mertuanya, yakni ayah Ribkah, Betuel merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara.

5. Raja Daud - "Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul orang itu telah tua dan lanjut usianya." - 1 Samuel 17:12. Daud dipilih Tuhan untuk membawa perubahan dan pembaharuan dalam berbagai aspek kehidupan umat pilihan, baik kehidupan berbangsa dan bernegara maupun kehidupan rohani, dan bukan saja hal ini berlaku pada zamannya, melainkan juga pada masa kekekalan nanti, Daud tetap menjadi raja bagi seluruh umat Israel.

6. Hanukkah - "Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin." - Yohanes 10:22. Hari Pentahbisan Bait Suci atau disebut juga Hanukkah dalam bahasa Ibrani, merupakan perayaan ke-8 dalam kalender Ibrani setelah tujuh perayaan utama (God's Holy Feasts) yang tertulis dalam Kitab Imamat pasal 23. Hanukkah yang dirayakan selama delapan hari berturut-turut dari tanggal 25 Kislev - 2 Tevet setiap tahunnya. Sejarah mencatat bahwa Hanukkah ada sebagai rededikasi Bait Suci kepada Tuhan setelah selama 3,5 tahun dinajiskan oleh seorang penguasa Yunani bernama Antiochus IV Epiphanes di zaman Judas Maccabeus (168 - 165 SM).

7. Yohanes Pembaptis - "Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet." - Lukas 1:5. Yohanes Pembaptis merupakan Sang Pembuka Jalan bagi Yesus Kristus. Ayahnya ialah Zakharia, seorang imam dari rombongan Abia, yakni rombongan ke-8 dari dua puluh empat rombongan imam yang mendapat giliran bertugas di Bait Suci (1 Tawarikh 24:10).

8. Antikristus - "Dan binatang yang pernah ada dan yang sekarang tidak ada itu, ia sendiri adalah raja kedelapan dan namun demikian satu dari ketujuh itu dan ia menuju kepada kebinasaan." - Wahyu 17:11. Antikristus atau binatang yang keluar dari laut (Wahyu 13) merupakan raja ketujuh sekaligus raja kedelapan yang akan bangkit melawan Tuhan dan berusaha membinasakan eksistensi umat pilihan, Israel. Namun takdirnya telah ditetapkan untuk eksis sesaat lalu binasa dalam kekekalan. Dan setelah ia binasa, akan ada Zaman Baru, Yerusalem Baru, Langit Baru dan Bumi Baru (Wahyu 21 - 22).

Saturday, March 28, 2015

Pre-Tribulation Atau Mid-Tribulation

"Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu? Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali." - 2 Tesalonika 2:5-8

"Don’t you remember that I told you about all this when I was with you? And you know what is holding him back, for he can be revealed only when his time comes. For this lawlessness is already at work secretly, and it will remain secret until the one who is holding it back steps out of the way. Then the man of lawlessness will be revealed, but the Lord Jesus will kill him with the breath of his mouth and destroy him by the splendor of his coming." 2 Thessalonians 2:5-8 (NLT)

Kotbah hamba-Nya, Panglima Mikhael Indriati Tjipto, di Ark of Christ - Bandung pada tanggal 23 Maret 2015 (link kotbah bebas untuk download) sungguh memberikan sebuah peneguhan tersendiri bagi saya pribadi dan juga bagi semua Pasukan Tuhan. Sebelum atau setelah membaca tulisan ini, saya berharap Anda semua mendengarkan kotbah tersebut.


Jadi sekarang kita masih punya waktu ekstra sekitar 2 tahun untuk mempersiapkan diri lebih serius lagi menyambut dimulainya Masa Tribulasi Besar pada tahun 2017 nanti. Hal ini karena Tuhan melalui Pasukan-Nya telah berhasil menahan masa itu terjadi pada saat gerhana matahari total 20 Maret 2015 lalu. Dan penahanan ini hanya berlaku 2 tahun saja. Masa penundaan 2 tahun ini sungguh mengejutkan bagi saya pribadi, karena saya bertanya-tanya, mengapa masa penundaan ini hanya 2 tahun, bukan setahun, bukan 3 tahun ataupun 5 tahun?

Dan beberapa alasan yang bisa saya deskripsikan adalah sebagai berikut:

1. 21 September 2017 merupakan Tahun Baru Ibrani atau Rosh Hashanah 5778, itu berarti negara Israel telah genap berdiri kembali selama hampir 70 tahun sejak 14 Mei 1948 (5 Iyyar 5708). 

"Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara (negara Israel): Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu (satu angkatan sama dengan 70 tahun), sebelum semuanya ini terjadi." - Matius 24:32-34

2. Tanda besar di langit yang sekarang sedang terjadi, yakni Tetrad Blood Moons ke-8 pada 2014 - 2015 merupakan tanda besar "sisi Alpha" atau sisi Tanakh (Perjanjian Lama) sedangkan apa yang dinubuatkan di Kitab Wahyu pasal 12 merupakan tanda besar "sisi Omega" atau sisi Brit Chadasah (Perjanjian Baru) seperti yang pernah dijabarkan dalam tulisan terdahulu (Wahyu 12: Virgo, Jupiter & Planet 7X). Namun seorang anak Tuhan yang lain mendeskripsikan dengan lebih rinci lagi mengenai tanda besar sisi Omega tersebut dalam video Youtube berikut ini: 


Penjelasan Secara Alkitabiah Sekaligus Secara Ilmiah Mengenai Tanda Besar Wahyu 12

"Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan (Virgo) berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang (9 bintang dari gugus Leo, Merkurius, Venus dan Mars, totalnya 12) di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar (Ophiuchus & Serpent), berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh (5 bintang di ekor gugus Serpent, Saturnus, Merkurius, Venus, Bulan dan Matahari, totalnya 10) dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota (Corona Borealis). Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki (Jupiter), yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya (Libra)." - Wahyu 12:1-5

Menarik sekali bahwa zodiak Ophiuchus (dan Serpent) merupakan zodiak termuda yang ditemukan pertama kali di abad ke-2 Masehi. Dan sejak tahun 2009 banyak astronom di dunia mengakui bukan lagi 12 zodiak (Aries - Pisces) melainkan 13 zodiak, karena Ophiuchus dihitung sebagai zodiak ke-13. Seharusnya bukan kebetulan bahwa Kitab Wahyu pasal 13 menubuatkan bangkitnya Sang Antikristus dengan Nabi Palsunya. Penjelasan ilmiah mengenai zodiak ke-13 Ophiuchus ini dapat Anda baca di situs Suara Pembaruan ini

Tanda besar sisi Omega ini (Wahyu 12:1-5) akan berlangsung selama tepat satu tahun almanak Ibrani, yakni tepat pada Rosh Hashanah 5778 hingga Rosh Hashanah 5779. Dan semua nubuatan init akan terjadi tepat di atas langit Yerusalem,Israel, yakni sejak 21 September 2017 hingga 10 September 2018.

3. Tahun 2017 juga merupakan 100 tahun dari bebasnya Israel dari penjajahan Ottoman Turki yang runtuh di Perang Dunia I.

4. Tahun 2017 juga merupakan 70 tahun sejak diterbitkannya Resolusi PBB atas berdirinya negara Israel, pada tangga 29 November 1947.

5. Tahun 2017 juga merupakan 50 tahun sejak Yerusalem kembali ke negara Israel melalui Perang Enam Hari di awal Juni 1967, yang juga bersamaan dengan berlangsungnya Tetrad Blood Moons ke-7 (1967 - 1968).

6. Tahun 2017 juga merupakan 500 tahun sejak Reformasi Gereja diinisiasi secara dramatis oleh Martin Luther terhadap Gereja Katholik Roma pada tahun 1517 di Jerman.

Simak juga lanjutan tulisan ini:


Pre-Tribulation Atau Mid-Tribulation

Pertanyaan berikutnya adalah, apakah setelah 2 tahun nanti Masa Tribulasi Besar ini masih bisa ditahan atau ditunda lagi? Dengan sekian petunjuk sebelumnya disebutkan di atas, hampir bisa dipastikan bahwa masa tersebut sudah tidak dapat ditangguhkan lagi. Apalagi rencana Amerika Serikat dan banyak negara maju di dunia untuk menerapkan RFID Chip secara wajib dan massal kepada seluruh warga negaranya. Maka tujuh masa yang terakhir terakhir dari rangkaian 70 kali tujuh masa yang dinubuatkan dalam Kitab Daniel pasal 9 akan dimulai sejak 1 Nisan 5777 atau 28 Maret 2017.

Yang paling menarik adalah dalam kotbah hamba-Nya itu disebutkan bahwa Tuhan belum menentukan apakah Rapture akan terjadi sebelum Masa Kesusahan Besar itu (Pre-Trib) atau di tengah Masa Kesusahan Besar itu (Mid-Trib). Di poin ini saya teringat ketika seorang hamba-Nya yang lain, yakni Ev. Yusak Tjipto Purnomo dalam sebuah buku mengatakan bahwa beliau mendapatkan pewahyuan dari Tuhan bahwa Rapture akan terjadi Mid-Trib. Itu berarti dalam 2 tahun lagi Gereja Tuhan akan menempuh sebuah sejarah yang luar biasa dramatis selama (maksimal) 3 - 3,5 tahun berikutnya karena harus berhadapan head to head dengan Sang Antikristus.

Mulai 2017 itu, akan terjadi dua ekstrim situasi yang berlansung secara bersamaan, yakni kegelapan dari Masa Tribulasi Besar dan sekaligus Tsunami Lawatan & Tuaian Besar di Akhir Zaman, keduanya akan paralel berjalan hingga Tuhan menjemput Gereja-Nya di awan-awan (Yesaya 60:8).

Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu kandangnya?

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.