Labels

Showing posts with label Aholiab. Show all posts
Showing posts with label Aholiab. Show all posts

Thursday, July 5, 2012

Jurnal SHRK Juli 2012, Hari Ke-3 Vol. 2

"Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 'Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga; untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan. Juga Aku telah menetapkan di sampingnya Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan; dalam hati setiap orang ahli telah Kuberikan keahlian. ... " - Keluaran 31:1-6 

Enam bulan ke depan ada begitu banyak hal yang hendak Tuhan percayakan kepada kita pasukan-Nya, dan untuk semua hal itu diperlukan roh keahlian, roh kecakapan dan sebagainya supaya semuanya dapat dikelola sesuai dengan yang Tuhan kehendaki. Namun untuk memperoleh semua hal ini, kita harus memenuhi syarat dan ketentuan sesuai dengan kriteria dari dua orang yang pertama kali menerima roh keahlian dan roh kecakapan tersebut:

Bezaleel bin Uri bin Hur - Bezaleel artinya di bawah bayang-bayang Allah, dengan demikian Tuhan menghendaki supaya semua pasukan-Nya menjaga hati dan dirinya masing-masing untuk tetap di bawah bayang-bayang-Nya dan tidak mengejar maupun mengerjakan sesuatu tanpa ketepatan sesuai dengan kemauan-Nya. Uri artinya api yang menyala-nyala, Tuhan menghendaki apapun yang kita kerjakan dilakukan dengan penuh cinta, bukan dengan kesuaman. Karena semua yang dilakukan karena rutinitas dan kebiasaan semata akan dimuntahkan dan dibuang oleh Tuhan. Bukan hanya pekerjaannya saja, namun pekerjanya pun dibuang. 

Sedangkan Hur artinya lenan putih atau lubang, yang bermakna kerendahan hati, rela turun ke bawah untuk mengerjakan segala sesuatu yang banyak orang tidak mau mengerjakannya. Bagi orang Yahudi, membasuh kaki merupakan pekerjaan yang sangat hina bahkan budak laki-laki pun tidak melakukannya. Namun Yesus melakukan hal itu kepada murid-murid-Nya dan Ia meminta supaya kita tetap saling melakukan sebagai peringatan akan Dia. Namun membasuh kaki yang dimaksud bukanlah ritualnya melainkan kehinaannya yang bagi sebagian besar orang, namun kita kerjakan dengan penuh sukacita. Dan Bezaleel adalah seorang Yehuda, yang artinya pujian.

Jadi kriteria pertama yang Tuhan kehendaki adalah pasukan yang tetap menjaga dirinya di bawah bayang-bayang Allah, bergelora terhadap apapun yang Tuhan sodorkan dan tetap rendah hati dan rela melakukan apapun yang Tuhan mau sehingga mendatangkan pujian bagi-Nya.

Aholiab bin Ahisamakh - Aholiab artinya kemah Bapa, tetaplah menjaga diri kita untuk tinggal dalam kemah kediaman-Nya dan tidak keluar dari kasih karunia sehingga tidak menjadi kecewa dan menolak Dia. Ahisamakh artinya saudaraku mendukung, ini berbicara mengenai kesatuan hati dan saling menopang, BUKAN saling menuding dan mencari-cari kelemahan saudara-saudari kita.

Dengan Hineni, Dengan Unity, Kita Pasti Bisa ... Finish Strong!

Friday, March 11, 2011

Jurnal SHRK Maret 2011 - Hari ke-2

Bahan renungan: Keluaran 36:1-7; Kejadian 25:23-34

Selain Bezaleel, orang yang ikut membangun Kemah Suci Tuhan adalah Aholiab. Dan arti nama Aholiab adalah The Father's Tent (Kemah Bapa). Atau dapat diartikan juga sebagai orang yang hidup senantiasa dalam tudung perlindungan Bapa. Bezaleel dan Aholiab adalah orang yang dikaruniai Tuhan roh hikmat dan pengertian, dengan demikian Tuhan hendak mengatakan bahwa orang yang total mengikuti Tuhan dan orang yang tinggal di kemah Bapa (selalu duduk di bawah kaki-Nya), dialah orang yang akan dikaruniai roh hikmat dan pengertian itu secara dahsyat.

Tahukah Anda? Bahwa roh hikmat dan pengertian yang dikaruniakan Tuhan mampu menjadikan kita besar dan memberikan pengaruh besar kepada dunia, ini sesuai dengan "takdir" kita sebagai orang percaya untuk menjadi garam dan terang dunia. Salah satu contohnya adalah Raja Salomo dengan segala hikmat dan keindahannya. Dan berkenaan dengan agenda Tuhan yang hendak mencurahkan segala kelimpahan kepada gereja-gereja di Indonesia dalam waktu dekat ini, kita memerlukan roh hikmat dan pengertian tersebut.

Ada 7 hal yang berhubungan antara roh hikmat & pengertian dengan Yakub sebagai orang yang tinggal di kemah ayahnya (Kejadian 25:27). Perlu kita ketahui mengapa Yakub yang dijadikan oleh Tuhan sebagai contoh orang yang memiliki roh hikmat dan pengertian dengan dahsyatnya adalah karena dialah orang yang pertama kali "merebut" hak kesulungan. Dan ketujuh hal tersebut adalah:

1. Yakub adalah orang yang memiliki kecerdasan rohani yang luar biasa. Coba kita renungkan sejenak, bagaimana mungkin Yakub langsung "menodong" hak kesulungan dari Esau ketika kakaknya itu meminta semangkuk sup kacang merah. Tentu karena Yakub terus menerus mendengar cerita dari ayahnya dan kakeknya (Ishak & Abraham) mengenai janji Tuhan untuk menjadi penguasa dunia. Yakub dan Esau masih sempat melihat Abraham sampai usia mereka kira-kira 15 tahun. Di saat Yakub terus menerus mendambakan hak kesulungan itu, di manakah Esau? Adakah di antara kita masih belum mengingini Tuhan lebih daripada yang lain? Masihkah kita memiliki sikap hati seperti Esau? Jika ya, bagaimana mungkin kita bisa menggenapi apa yang Tuhan janjikan & kehendaki dalam hidup kita.

2. Yakub memiliki pengertian akan Tuhan dan manusia, sehingga memperoleh perkenan Tuhan dan manusia (Roma 14:18) - Favor of God & Favor of Men. Perhatikan bagaimana Yakub memperlakukan Tuhan di Pniel (Kejadian 32:22-28). Dia "ngotot" terhadap Tuhan, tidak menyerah sampai berkat hak kesulungan itu memperoleh pengesahan dari Tuhan sendiri. Ke-ngotot-annya itu bahkan diakui Tuhan dengan berkata, "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."

Namun di sisi lain, ketika hendak berhadapan dengan Esau (Kejadian 33:1-11), Yakub memakai strategi yang sama sekali berbeda. Dikatakan setiap beberapa langkah Yakub sujud sampai ke tanah sebanyak 7 kali sebelum berhadapan muka dengan muka dengan Esau untuk meluluhkan hati kakaknya. Yakub tidak menggunakan "identitas" maupun "kesombongan" seorang pangeran Allah ketika berhadapan dengan Esau, sebaliknya ia berusaha untuk mendapatkan hati kakaknya lagi. Mengapa Yakub bisa memperlakukan dua pribadi yang berbeda dengan cara yang demikian rupa? Sementara kita baru saja menyadari bahwa Yakub tidak terbalik memperlakukan antara Tuhan dengan Esau dengan penjelasan di atas.

3. Yakub memiliki kemampuan untuk mengolah impian jadi kenyataan (Kejadian 30:25-43). Pernahkah terpikir dari mana Yakub memperoleh pengetahuan bagaimana memperoleh kambing domba yang belang-belang dan berbintik-bintik dari induk yang warna bulunya putih total? 6 tahun terakhir di tempat Laban, Yakub memperoleh kekayaan yang sedemikian rupa, hingga menjadi sangat kaya. Yakub memperoleh kambing domba yang berkualitas baik sementara Laban memperoleh yang buruk, namun semuanya itu seperti yang disepakati di antara keduanya.

Thursday, March 10, 2011

Jurnal SHRK Maret 2011 - Hari ke-1

Bahan renungan Kitab Keluaran 36:1-7; Kitab 2 Tawarikh 1:1-7; Kidung Agung 1:7-8

Saudara-saudari kekasih dalam Tuhan Yesus Kristus,
Masa kelimpahan pasti akan terjadi dalam waktu dekat ini, bahkan seorang hamba-Nya bernama Ps. Darrel Stott menerima pesan Tuhan tentang kegerakan dan rencana-Nya di Indonesia saat beliau sedang di sebuah tempat yang disebut Lembah Malaikat di Irlandia bulan Januari 2011 ini. Bahwa pada waktunya gereja-gereja di Indonesia akan memasuki zaman Salomo, berkat Tuhan menjadi begitu limpah karena Tuhan telah menetapkan gereja-gereja di Indonesia untuk mendanai semua kegerakan Tuhan di bangsa-bangsa di dunia.

Oleh karena kelimpahan yang begitu pasti dan sangat dahsyat, gereja harus memastikan kapasitasnya untuk mampu menerima dan mengelola semua kelimpahan yang akan datang dengan sikap hati HINENI. Kita mesti mengerti bahwa ujung dari kelimpahan tersebut adalah Tuhan sendiri, tanpa sikap hati Hineni maka gereja tidak akan sanggup bahkan murtad ketika kelimpahan yang dahsyat itu datang.

Zaman keemasan pada masa Salomo dimulai ketika dia mempersembahkan korban bakaran dan malamnya Tuhan datang dengan berfirman, "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." Yang mengherankan adalah saat itu Raja Salomo meminta petunjuk Tuhan dan mengadakan upacara pembakaran korban tidak di tempat dimana tabut Allah berada (Yerusalem), namun di padang gurun tempat adanya Kemah Suci (Kemah Pertemuan), tempat adanya mezbah tembaga yang dulu dibuat oleh Bezaleel bin Uri bin Hur.

Nama Bezaleel sendiri artinya orang yang tinggal tetap di bawah bayang-bayang Tuhan (Elohim). Digambarkan sebagai orang yang selalu (total) bertindak hanya berdasarkan perintah dan petunjuk Tuhan, tidak memiliki inisiatif sendiri ketika melaksanakan tugasnya. Sementara Hur, kakeknya, adalah seorang dengan panggilan Pilar (Sokoguru) karena menopang tangan Musa saat Yosua berperang melawan bangsa Amalek.

Dengan demikian Tuhan hendak mengatakan, yang pertama bahwa masa kelimpahan zaman Salomo akan tiba dan dapat dinikmati dengan benar ketika gereja memiliki sikap hati Hineni, yang selalu menantikan petunjuk Tuannya dan bertindak tepat sesuai dengan petunjuk tersebut. Yang kedua bahwa masa tersebut dimulai dari orang yang memiliki panggilan tertinggi sebagai Pilar saat ini (Ev. Yusak Tjipto - penulis menafsirkan sendiri) merayakan hari jadinya di tahun 2011 ini.

Hamba Yang Di Bawah Bayang-Bayang Tuannya

Kejadian 26:12-18 menceritakan ketika Ishak menjadi semakin kaya bahkan sangat berkelimpahan, namun Ishak tidak berjalan keluar dari tempat atau garis yang telah ditetapkan melalui ayahnya (Abraham). Ishak tidak menggali sumur-sumur baru, namun sumur-sumur yang pernah dibuka ayahnya bahkan menamai sumur-sumur tersebut sama seperti yang dinamai oleh ayahnya. Hal ini menandakan bahwa sikap hati Hineni (berjalan & bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan) yang mampu membawa gereja pantas masuk ke dalam zaman keemasan.

Bezaleel dan Aholiab adalah lambang dari gereja yang memiliki integritas yang tinggi. Dikatakan bahwa ketika rakyat membawa begitu banyak segala sesuatu yang diperlukan untuk membangun Kemah Suci Tuhan, mereka tetap melaporkan hal tersebut kepada Musa dan tidak menyimpan sebagian untuk diri mereka sendiri (seperti yang sering dilakukan banyak hamba-Nya, ex: Imam Eli dan anak-anaknya).

Hamba memang tidak mengerti dengan seutuhnya apa yang dipikirkan dan direncanakan Tuannya, begitu pula gereja sebagai Mempelai Wanita terhadap Mempelai Kristus, namun Tuhan telah memberikan petunjuk agar kita mengikuti jejak-jejak Anak Domba Allah (Kidung Agung 1:7-8). Hamba yang benar adalah hamba yang rela mengikuti kemana pun Tuannya kehendaki. Dengan demikian gereja mampu untuk masuk dalam zaman keemasan dan kelimpahan yang Tuhan rencanakan.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.