Labels

Showing posts with label Yakub. Show all posts
Showing posts with label Yakub. Show all posts

Friday, July 29, 2011

Abraham Dan 30 Raja Keturunannya

"Inilah nama anak-anak Ismael, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam, Misyma, Duma, Masa, Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma. Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama mereka, menurut kampung mereka dan menurut perkemahan mereka, dua belas orang raja, masing-masing dengan sukunya." - Kejadian 25:13-16

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Ketika angka 1 melambangkan Tuhan / Yang terutama, angka 3 melambangkan Tritunggal, angka 8 melambangkan awal yang baru, maka angka 12 melambangkan suatu kegenapan dari sebuah sistem atau administrasi atau siklus kehidupan yang diberkati atau direstui oleh Tuhan sendiri. Kita dapat melihat adanya 12 bulan dalam setahun dalam berbagai almanak (Masehi, Yahudi, Islam, Tiongkok, dll), 12 pintu gerbang, 12 suku baik Israel maupun Ismael. Pola 12 ini juga ditiru Iblis dalam berbagai bentuk dan untuk berbagai tujuan jahatnya. Sebagai contoh, untuk merangsang manusia melanggar aturan mengenai masa depan dengan jalan ramalan lewat 12 zodiak, 12 shio dan sebagainya.

Abraham, bapa orang beriman, dari padanya lahir total 30 suku besar atau dapat juga disebut 30 raja-raja besar. Enam raja pertama berasal dari seorang gundik bernama Ketura, dua belas raja berikutnya berasal dari keturunan Ismael, dan dua belas raja terakhir dari Ishak & Israel. Sebagai catatan, 30 suku atau 30 raja ini menggambarkan 30 makhluk di takhta Allah, yaitu 24 tua-tua dan (awalnya) 6 makhluk - serupa singa (karnivora / binatang buas), serupa lembu (herbivora / ternak), serupa manusia, serupa rajawali (unggas), serupa ular (reptil / makhluk yang merayap di bumi), yang mewakili hewan laut. Pada masa bumi baru dan Yerusalem baru dua makhluk sudah tidak ada, yaitu reptil & hewan laut.

Sekarang mari kita cermati. Bahwa Abraham membawa kehidupan 30 suku / raja melalui 3 orang wanita berbeda:
  • Dari Ketura, anak-anak Abraham langsung menjadi raja-raja di bumi.
  • Dari Hagar, cucu-cucu Abraham, anak-anak Ismael menjadi raja-raja.
  • Dan terakhir dari Sara, cicit-cicit Abraham, cucu-cucu Ishak dan anak-anak Yakub menjadi raja-raja yang menaklukkan dunia.
Dapatkah kita melihat perbedaan yang sedemikian jelas ini? Mengapa yang disebut umat pilihan memiliki "proses" paling panjang dan lama? Mengapa mereka yang sekedar umat "yang diberkati" memiliki proses lebih pendek? Bahkan dari Ketura, yang "proses"nya paling cepat, langsung muncul raja-raja itu.

Keturunan-keturunan dari Ketura, lahir dari kedagingan Abraham yang masih kuat, kemampuan ilahi yang di"manfaat"kan untuk nafsu pribadi. Walau Sara saat itu telah wafat, namun kejadian dengan Ketura bukan atas kehendak Tuhan yang sempurna. Sementara keturunan-keturunan dari Hagar, lahir dari jiwa yang lemah. Saat itu Abraham lebih berpihak kepada logika Sara daripada kesetiaan janji Tuhan. Namun keturunan-keturunan dari Sara, lahir dari iman dan roh yang taat, itupun ketika tubuh (daging) Abraham telah mati pucuk. Dan bahkan Sara telah mati haid.

Dengan gambaran tersebut, Tuhan hendak mengatakan bahwa segala sesuatu yang lahir dari daging sungguh-sungguh cepat namun mematikan. Sementara yang lahir dari roh yang kuat membutuhkan semua kematian daging, amat lama namun menghidupkan. Baik dari Ketura maupun dari Hagar, raja-raja tersebut lahir dengan mudah. Namun raja-raja dari pada Sara, lahir melalui berbagai proses yang amat menyakitkan daging. Proses-proses tersebut adalah:
  • Kematian daging Abraham dan Sara ketika mereka menjadi tua, mati pucuk & mati haid.
  • Kematian di gunung Moria, ketika Abraham mempersembahkan Ishak. Dan Ishak rela dikorbankan.
  • Kematian jiwa, bahwa Ishak tidak memilih perempuan-perempuan Kanaan bahkan dari saudara-saudara sepupunya pun tidak.
  • Kematian jiwa lainnya, bahwa Yakub pun tidak memilih baik perempuan-perempuan Kanaan, saudara-saudara dari pamannya, Ismael, juga dari sepupu-sepupunya yang dari Ketura. Serta proses didikan Tuhan baik di dalam rumah Laban maupun setelah keluar dari rumah Laban.
  • Kematian jiwa atas orang-orang yang amat dikasihinya, bahwa Yakub harus merelakan Rahel, Yusuf dan Benyamin.
Dan akhirnya Yakub dihormati Firaun yang saat itu adalah penguasa dunia bahkan dengan mata kepalanya sendiri, Yakub menyaksikan Yusuf menjadi penguasa Mesir yang paling dihormati.

Dengan Hagar dan Ketura ada banyak kekuatan manusia yang masih bercampur, namun dari Sara semua kekuatan manusia dilucuti sampai habis, bukan saja untuk menerima janji Tuhan, namun juga menerima penggenapan atas janji tersebut. Dengan demikian, kita juga perlu menyadari bahwa ketika Tuhan menjanjikan sesuatu kepada kita, itulah saatnya bagi kita untuk bersiap menerima proses "pelucutan" tersebut. Karena janji yang diberikan atas kehendak-Nya, maka sudah seharusnya kita makin mencari kehendak dan kebenaran-Nya, bukan mencari "tambahan"nya, seperti yang dilakukan oleh orang-orang dunia (Matius 6:33-34).

TANPA GOLGOTA YANG SEJATI, TAKKAN ADA MAHKOTA YANG ABADI

Thursday, July 14, 2011

Jurnal SHRK Juli 2011 - Hari ke-3

Bahan renungan: Keluaran 2:23-25; Kejadian 28:1-5; 29:31-30:24

Berkat Yakub

"Moga-moga Allah Yang Mahakuasa memberkati engkau, membuat engkau beranak cucu dan membuat engkau menjadi banyak, sehingga engkau menjadi sekumpulan bangsa-bangsa. Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu, sehingga engkau memiliki negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham." - Pesan & ucapan berkat Ishak kepada Yakub

Abraham harus menunggu puluhan tahun hanya untuk mendapatkan seorang Ishak. Sementara Ishak hanya memperanakkan Yakub dan Esau dari Rahel, itupun hanya Yakub yang terpilih. Namun dari Yakub akan menjadi sekumpulan bangsa-bangsa. Kita harus menyadari bahwa ucapan pesan dan berkat dari Ishak kepada Yakub tersebut di atas bukan sebuah ucapan bisa, seperti kita sering mengucapkan "Tuhan memberkati" kepada banyak orang. Yakub memiliki sejarah dan cerita dengan Ishak sejak lahirnya. Yakub bahkan sempat bergaul dengan Abraham  selama kurang lebih 10 tahun awal hidupnya sebelum Abraham wafat. Jadi ketika Ishak menyebut perkara berkat yang untuk Abraham, Yakub sudah sangat memahaminya sejak dulu bahkan kemungkinan besar dari sumbernya langsung, Abraham. Itu sebabnya hanya Yakub yang mengikuti jejak Abraham juga Ishak dalam hal mengambil jodoh / pasangan hidup dari kampung halamannya di Padan Aram, sementara Esau bahkan mengambil 2 orang perempuan Kanaan.

Mengenai keluarga Yakub, bahwa Yakub hanya menyukai Rahel dan sejak awal pertemuan mereka Yakub hanya memikirkan Rahel. Dan Yakub tak pernah menduga bahwa pada akhirnya dia memiliki juga Lea dan kedua budak istri-istrinya. Semua hal ini terjadi memang atas penentuan Tuhan. Destiny Yakub adalah melahirkan sekumpulan bangsa-bangsa. Coba renungkan, jika Laban tidak pernah menipu Yakub, dan di awal 7 tahun pertama Rahel sudah diberikan sehingga Yakub tidak "terjebak" dalam kekisruhan rumah tangga yang disebabkan oleh persaingan kedua istrinya. Dari hanya seorang Rahel, tidak mungkin lahir 12 tunas suku-suku Israel. Itu sebabnya Yakub harus memiliki Lea, Bilha dan Zilpa. Sebab berkat yang Yakub miliki sampai Tuhan menyebut diri-Nya Allah Yakub mengandung Kuasa Berkat Pembalikkan Keadaan, Kuasa Berkat Percepatan dan Kuasa Berkat Pelipatgandaan. Perhatikan Firman berikut ini:

"Yusuf adalah seperti pohon buah-buahan yang muda, pohon buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahannya naik mengatasi tembok. Walaupun pemanah-pemanah telah mengusiknya, memanahnya dan menyerbunya, namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub, oleh sebab gembalanya Gunung Batu Israel, oleh Allah ayahmu yang akan menolong engkau, dan oleh Allah Yang Mahakuasa, yang akan memberkati engkau dengan berkat dari langit di atas, dengan berkat samudera raya yang letaknya di bawah, dengan berkat buah dada dan kandungan. Berkat ayahmu melebihi berkat gunung-gunung yang sejak dahulu, yakni yang paling sedap di bukit-bukit yang berabad-abad; semuanya itu akan turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara-saudaranya." - Ucapan pesan dan berkat Yakub kepada Yusuf

Yusuf dianggap masalah oleh saudara-saudaranya, sehingga ketika Yakub telah wafat, saudara-saudara menjadi takut kalau-kalau Yusuf balas dendam. Namun Yusuf malah menghibur hati saudara-saudaranya, menggantikan peran ayahnya secara tidak langsung dengan berkata bahwa walau saudara-saudara telah mereka-rekakan yang jahat terhadap dirinya namun Allah MEMBALIKKAN KEADAAN Yusuf dengan mereka-rekan yang baik.

Bahan Renungan: Kejadian 25:19-34; 29:4-11

Kelahiran dan kehadiran Yakub sejak awal timbul karena KEINGINAN Ribka untuk memperoleh keturunan. Dan sepanjang hidupnya, Yakub dipenuhi berbagai KEINGINAN yang sedemikian rupa sehingga ia diberkati dan menjadi berkat. Mulai dari mengingini hak kesulungan, berkat kesulungan, mengingini Rahel, kekayaan dari pada Laban, lolos dari kejaran Esau hingga berjumpa lagi dengan Yusuf di Mesir. Dengan demikian Tuhan hendak berkata bahwa berkat Allah Yakub kita terima dari keinginan-keinginan dalam hati kita. Masalahnya, apa-apa saja yang kita inginkan ituah yang menentukan destiny kita di depan. Jika Abraham dan Ishak melihat segala janji Tuhan "dari kejauhan", namun Yakub melihat bahkan terlibat secara langsung bagaimana Tuhan menggenapi janji-Nya. Tidakkah Yusuf menjadi "penguasa dunia" hari itu dan Yakub wafat dalam dekapan Yusuf? Yakub melihat secara nyata bahwa keturunannya menjadi penakluk dunia zaman itu.

Dengan demikian Tuhan hendak berkata, ketika berbicara mengenai Allah Abraham, Tuhan berbicara tentang janji dan perjanjian-Nya. Ketika berbicara mengenai Allah Ishak, Tuhan berbicara tentang kesetiaan dan hati hamba. Namun ketika berbicara mengenai Allah Yakub, Tuhan berbicara bagaimana janji-Nya menjadi daging dan impian / keinginan menjadi nyata.

Berbicara tentang Yakub adalah berbicara mengenai hal yang paling kompleks dibanding dengan Abraham dan Ishak karena dibutuhkan ketepatan, kejelian, mampu membaca dan memanfaatkan bukan saja kesempatan namun juga kairos Tuhan dengan benar. Karena kesempatan bisa datang dua kali, namun kairos Tuhan hanya satu kali. Juga dibutuhkan keahlian, keberanian dan sebagainya. Jadi berbicara mengenai berkat Allah Yakub dibutuhkan semua selengkap senjata Allah untuk menaklukkan dunia.

Renungkanlah bagaimana Yakub "menjebak" Esau untuk memperoleh hak kesulungan, bagaimana strategi Yakub untuk membuat kesan pertama yang sedemikian rupa ketika pertama kali berjumpa dengan Rahel, bagaimana memperoleh kekayaan yang sedemikian besar dari pada Laban dalam tempo yang sedemikian singkat (hasil kerja dari 6 tahun terakhirnya melebihi hasil kerja dari 14 tahun pertama, bahkan melebihi semua kekayaan Laban), dan bagaimana meluluhkan hati Esau yang sedemikian dendam.

Namun dari semua senjata yang Yakub miliki, yang terampuh dan tidak dapat ditandingi adalah gelora CINTA. Keinginan-keinginan yang ada dalam hidup Yakub sejak awal, semuanya ada karena gelora cinta yang tak terpadamkan dan yang paling dicintai Yakub adalah semua janji dan perjanjian-Nya, semua warisan dan kuasa yang "hanya" dijanjikan, namun dikejar dengan sedemikian rupa, hingga mempertaruhkan nyawanya, hingga akhirnya menjadi daging dan menjadi nyata dalam hidupnya. Cinta tak pernah gagal, itu sebabnya Esau memperoleh semua kekayaan fisik dari pada Ishak, namun dari Yakub dilahirkan bangsa ISRAEL.

Wednesday, June 8, 2011

Jurnal SHRK Juni 2011 - Hari ke-2

The Future Belongs To Those Who Can Fly

Melanjutkan Jurnal SHRK Juni 2011 - Hari ke-1, berikut ini tokoh-tokoh iman lainnya:

Abraham - Dua hal yang menjadi sayap imannya. Pertama, melangkah tanpa mengetahui tempat yang dituju. Bagi orang dunia, ini sebuah kekonyolan. Namun orang yang mengenal Tuhan dengan benar bertindak tanpa mempertanyakan maksud-Nya. Memang ada hal-hal yang harus direncanakan sejak awal, namun ada hal-hal lain yang bahkan rencana akan berakibat bencana. Hal ke-dua adalah bahwa Abraham ketika diam di tanah yang dijanjikan tetap memperlakukan hal tersebut seolah-olah sebagai sesuatu yang asing. Ini sikap yang sama sekali berbeda dari orang kebanyakan, dimana ketika rejeki atau berkat tertentu datang ke dalam kehidupan seseorang, maka orang tersebut akan menganggap berkat tersebut adalah miliknya dan hatinya berubah setia hingga melupakan Tuhan. Abraham tidak membiarkan hatinya terikat kepada apapun bahkan siapapun selain kepada Tuhan. Itu sebabnya bahkan ketika Ishak diminta untuk dikorbankan, Abraham tetap mentaatinya hingga tuntas. 

Ishak - Memiliki sayap iman dengan memandang jauh ke depan ketika memberkati Yakub dan Esau. Perkara memberkati keturunan adalah tradisi turun temurun, namun Ishak melakukan hal ini bukan sekedar meneruskan tradisi yang ada dan semua ini dapat kita lihat dari berkat yang diturunkan kepada Yakub berbeda dengan berkat yang diturunkan kepada Esau. Ishak tidak hanya memikirkan perkara-perkara sesaat, namun beliau juga memikirkan perkara-perkara di masa depan. Apa yang akan terjadi di masa depan terhadap anak-anaknya menjadi beban mulia di hatinya. Walau pada masa tuanya penglihatannya menjadi jauh berkurang, namun visinya akan masa depan anak-anaknya tidak memudar. Apa yang diwariskan dari ayahnya, diyakini sepenuh hati dan diteruskan kepada anaknya seperti yang Tuhan kehendaki tanpa pernah melihat lebih dulu apa yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham.

Yakub - Memiliki sayap iman dengan memberkati kedua anak Yusuf - Efraim dan Manasye. Yakub awalnya seorang yang egois & licik, menghalalkan segala cara untuk menguntungkan dirinya.  Namun Yakub yang menjelang akhir hidupnya ialah seorang pribadi yang sama sekali berbeda. Ada berbagai perkara besar yang dialami oleh Yakub, namun kitab Ibrani pasal 11 memperhitungkan iman beliau hanya ketika memberkati kedua anak Yusuf. Beliau bukan saja memikirkan dirinya sendiri, namun juga peduli akan kehidupan orang-orang yang di bawah. Efraim dan Manasye walaupun secara biologis adalah cucu-cucunya Yakub, namun secara hukum rohani mereka diangkat sebagai anak-anak Yakub. Perkara mengangkat kehidupan atau nasib orang lain adalah perkara yang bukan saja mendatangkan percepatan bagi orang yang kita bantu namun juga bagi diri sendiri. Ini saatnya bagi kita orang percaya, bukan sekedar memajukan kehidupan diri sendiri maupun kelompok kita sendiri, namun berpikir lebih luas seperti yang Tuhan kehendaki supaya bangsa ini bahkan seluruh dunia mengalami lawatan Tuhan yang semakin nyata.

Monday, April 11, 2011

Hak Kesulungan Dan Warisan Ilahi

Bahan Renungan: Maleakhi 1:1-5; Matius 1:1-17

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Tuhan dalam kesempatan-Nya menegaskan kasih-Nya kepada bangsa Israel untuk kesekian kalinya. Namun di dalam kitab Maleakhi pasal 1, Tuhan mengungkapkan kasih-Nya tersebut dengan cara yang sangat unik dan aneh. Dikatakan bahwa Tuhan mengasihi Israel (keturunan Yakub) dengan membenci Esau, bahkan sedemikian kebencian-Nya hingga sekalipun Esau membangun kembali reruntuhannya, Tuhan akan merobohkannya terus dan murka-Nya tidak akan surut terhadap Esau.

Sekarang saudara bayangkan jika ada dua orang kakak beradik, sebut saja Andi dan Budi. Dan suatu ketika ayahnya berkata kepada Budi, "Budi anakku, ayah sayang kepadamu." Dan sebagai balasannya, Budi bertanya, "Apa buktinya ayah menasihi Budi?" Kemudian ayahnya menjawab, "Ayah mengasihi kamu dengan membenci Andi, kakakmu. Dan apapun yang dia kerjakan akan ayah hancurkan."

Tidakkah akan lebih wajar jika sang ayah menjawab kepada Budi, "Ayah akan mendukung semua usahamu, nak! Apapun yang kamu minta akan ayah kabulkan semua." Tanpa menyinggung keberadaan Andi, yang walaupun mungkin saat itu sang ayah sangat membencinya.

Pertanyaannya, mengapa Tuhan sedemikian membenci Esau? Hingga dalam mengungkapkan kasih-Nya kepada Yakub (Israel), yang dijadikan bukti adalah dengan "diumbar" segala kebencian dan "dendam"-Nya terhadap Esau. Apakah pelanggaran yang Esau lakukan sedemikian fatal di mata Tuhan? Hingga bagi Esau seperti tidak ada ampun.

Pertanyaan kedua, apakah hak kesulungan itu? Hingga sedemikian Yakub dikasihi-Nya dan Esau sedemikian dibenci-Nya. Sadarkah kita bahwa hak kesulungan bukan saja berkat materi melainkan Kristus itu sendiri. Jadi memandang rendah hak kesulungan sama dengan menolak Krsitus. Karena di dalam Kristuslah segala janji Tuhan, segalam impian Tuhan dan segala cita-cita Tuhan genap dan jadi sempurna. Kristus bukan saja jaminan keselamatan orang percaya untuk terhindar dari hukuman neraka, melainkan juga jaminan untuk mengembalikan manusia sebagai rupa dan gambar Allah untuk berkuasa dan memerintah dunia bersama dengan Kerajaan-Nya. Hak kesulungan itulah yang menjadikan Injil diberitakan ke seluruh bangsa, membuat kita memuridkan dan membaptiskan seluruh bangsa, memampukan kita mengusir setan-setan dalam nama-Nya, berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru, bahkan sekalipun minum racun maut tidak akan celaka.

Adakah kita memandang keselamatan kita di dalam Kristus sebagai sesuatu yang sedemikian berharga dan istimewa dengan mengisi keselamatan kita seperti yang Tuhan kehendaki? Pada akhirnya yang tinggal hanyalah Kerajaan-Nya dan Kehendak-Nya, bukan kerajaan dan kehendaki manusiawi kita.

Peres Dan Zerah

Bahan Renungan: Kejadian 38; Matius 1

Saudara-saudari dalam kasih Kristus,
Kita telah mengetahui apa yang telah diceritakan Alkitab mengenai Tamar, ibu dari kembar Peres dan Zerah. Kejadian kelahiran mereka seperti mengulang peristiwa kelahiran kembar Esau dan Yakub. Dan peristiwa kelahiran kembar Peres dan Zerah membuktikan betapa kuatnya iman Tamar akan janji Tuhan kepada Abraham.

Jika pada peristiwa kelahiran kembar Esau dan Yakub terjadi perebutan hak kesulungan yang saat itu masih "dimenangkan" oleh Esau, maka tidaklah demikian pada saat kelahiran kembar Peres dan Zerah. Zerah yang pada saat kelahirannya telah sempat mengulurkan tangannya keluar dan ditandai dengan kain kirmizi, malah "diserobot" oleh Peres saat itu juga, sehingga Peres tidak perlu lagi "memperebutkan" hak kesulungan dari saudara kembarnya, seperti yang dilakukan kakeknya, Yakub.

Peres berarti TEROBOSAN sementara Zerah artinya CAHAYA atau TERANG. Hal ini menandakan sejak semula bahwa janji Tuhan kepada Abraham bukan saja dapat dinikmati oleh bangsa Israel saja, namun di dalam Kristus juga dapat dinikmati oleh bangsa-bangsa lain. Kristuslah yang menjadi terobosan dan terang bagi hidup kita. Kedua nama kembar ini memperoleh perkenan Tuhan, itu sebabnya kedua nama mereka tertulis dalam Injil Matius pasal 1: "... Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar ..."

Melihat catatan ayat di atas, sesungguhnya Alkitab sangat unik, teliti dan penuh dengan makna. Ketika Yehuda memperanakkan Peres, Zerah disebut. Begitu juga ketika Yakub memperanakkan Yehuda, saudara-saudara Yehuda disebut. Namun ketika Ishak memperanakkan Yakub, Esau TIDAK disebut. Hal ini tentu disebabkan karena selama hidupnya, Esau begitu memandang rendah bukan saja hak kesulungannya, melainkan Esau juga memandang rendah janji Tuhan kepada Abraham. Suatu sikap yang sama sekali berlawanan, bukan saja dengan sikap Yakub, namun juga sikap Tamar, Rahab dan Rut yang notabene adalah kafir semua.

Silsilah Tuhan Yesus dalam Injil Matius pasal 1 adalah ibarat miniatur dari Kitab Kehidupan, adakah nama kita akan tercatat karena sikap hati dan kehidupan kita yang begitu mengingini-Nya? Atau tidak tercatat karena kita begitu mengabaikan-Nya? Menjadi keturunan Abraham tidak menjamin Esau memperoleh apa yang dijanjikan-Nya. Begitu pula menjadi seorang Kristen tidak menjamin kita memperoleh keselamatan yang dijanjikan-Nya.

Monday, March 14, 2011

Cukup Adalah Cukup

Kejadian 45:28:
Kata Israel (Yakub): "Cukuplah itu; anakku Yusuf masih hidup; aku mau pergi melihatnya, sebelum aku mati."

Saat itu Yakub sudah merasa cukup. Cukup karena telah merasa cukup mendengar berbagai keterangan dan informasi tentang Yusuf yang ternyata masih hidup bahkan menjadi seorang penguasa Mesir (jika diukur ke zaman ini, Yusuf bisa dianggap penguasa dunia). Namun kata "cukup" juga mengandung arti lain. Kata "cukup" ini hanya dapat diucapkan oleh (seorang) Israel, oleh seorang yang bukan lagi Yakub.

Coba kita renungkan sejenak, Yakub telah kehilangan Yusuf selama belasan tahun dan yang dia tahu Yusuf mati diterkam binatang. Hati Yakub menjadi begitu dingin sejak itu. Namun anak-anaknya yang lain begitu meyakinkan ayahnya. Saat itu respon Yakub bisa saja berkata demikian, "Jadi kalian menipuku selama ini! Kalian memalsukan kematiannya dan membiarkan ayahmu yang tua ini tenggelam dalam kedukaan sekian lama!"

Namun setelah semua proses Tuhan & pengalaman hidup yang telah dilaluinya, hasilnya adalah seorang Israel sejati yang mampu berkata CUKUP dengan segala kemuliaan rohani yang telah dicapainya di masa tuanya. Baginya melihat Yusuf hidup sebelum hari kematiannya adalah "cukup" tanpa ingin menghakimi anak-anaknya yang lain atau menuntut keadilan dari mereka. Sebagai catatan, Yakub sangat mengerti anak-anaknya. Betapa mereka begitu iri bahkan pernah membenci Yusuf.

Jika kita terus ikuti kisahnya sampai akhir, maka kita akan menemukan bahwa akhirnya secara rohani Yakub bahkan memohon berkat bagi Firaun. Kita tahu bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi (Ibrani 7:7). Walau secara fisik & fakta Firaun adalah penguasa dan Yakub adalah tamu, namun secara rohani (spiritual) Israel jauh di atas Firaun. Hal ini tidak mungkin terbalik kejadiannya dimana Firaun yang berdoa memohon berkat untuk Yakub.

Sekarang renungkan diri kita ketika menghadapi berbagai perkara yang bahkan memukul batin yang ada di dalam kita, bagaimana kita merespon. Adakah kita masih merasa kesal, masih merasa marah, masih merasa diperlakukan tidak adil, masih merasa "harusnya tidak begitu"? Atau kita telah dapat berkata "cukup" dengan penuh syukur dan kita tetap memandang Allah dalam segala keadilan, kemuliaan dan kedaulatan-Nya.

Friday, March 11, 2011

Jurnal SHRK Maret 2011 - Hari ke-3

Menyambung jurnal yang sebelumnya:

4. Yakub memliki kemampuan untuk mengelola, mengimpartasi, mengajar dan melipatgandakan. Kejadian 32:9-10: "Kemudian berkatalah Yakub: "Ya Allah nenekku Abraham dan Allah ayahku Ishak, ya TUHAN, yang telah berfirman kepadaku: Pulanglah ke negerimu serta kepada sanak saudaramu dan Aku akan berbuat baik kepadamu--sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan."

Yakub datang ke rumah Laban hanya dengan sepotong tongkat, namun dapat menjadi 2 pasukan karena hak & berkat kesulungan yang diperolehnya. Adakah Anda menyadari betapa luar biasanya hak & berkat kesulungan yang diremehkan Esau itu?

5. Yakub memiliki kemampuan untuk memerintah dan menguasai dunia. Sejak mulanya Yakub mengetahui bahwa Yusuf akan menjadi pemimpin besar mewujudkan secara nyata janji Tuhan yang disampaikan kepada Abraham melalui Ishak dan Abraham sendiri. Hal ini dibuktikan bahwa Yusuf sejak mudanya diberikan perlakuan khusus berupa jubah warna-warni (a tunic of many colors), sebuah jubah yang biasa dipakai oleh para penguasa - Kerjadian 37:1-3. Dan hal ini diteguhkan dengan 2 mimpi Yusuf setelahnya (mimpi 11 berkas yang sujud kepada berkasnya Yusuf dan mimpi matahari, bulan & 11 bintang yang sujud kepada bintangnya Yusuf) - Kejadian 37:9-11. Perlu kita ketahui bahwa kata "sujud" yang digunakan bukanlah sujud yang dipaksa, melainkan sujud secara sukarela. 

Pertanyaannya, dari mana Yakub mengetahui bahwa Yusuf akan menjadi seorang penguasa dunia? Perhatikan saat Yakub beserta keluarganya bertemu dengan Esau, Kejadian 33:5-7. Keluarga Yakub dibagi 3 kelompok, pertama budak-budak perempuan beserta anak-anaknya, ibu-ibu mereka sujud diikuti anak-anaknya. Kedua Lea beserta anak-anaknya, Lea sujud diikuti anak-anaknya. Namun ketika Rahel dan Yusuf, maka Yusuflah yang sujud lebih dulu diikuti Rahel. Alkitab mencatat hal "kecil" ini sebagai tanda kebesaran calon penguasa dunia saat itu. Dan Yakub memperhatikan dengan segala hikmatnya.

6. Yakub memiliki kemampuan hebat untuk berperang. Yakub pernah mengalami perjumpaan ilahi dengan Tuhan - Kejadian 32: 1-2. Sadarkah kita bahwa sebagaimana Tuhan menjumpai kita, sedemikianlah masa depan kita. Sebagai contoh, Tuhan menemui Rasul Paulus (sebelumnya Saulus) sebagai Pribadi yang teraniaya, maka sejak saat itu kehidupan Rasul Paulus mengalami aniaya yang banyak pleh karena nama-Nya. Begitu pula ketika Yosua berjumpa dengan Tuhan sebagai Panglima Bala Tentara Sorga, maka selanjutnya kehidupan Yosua dipenuhi banyak peperangan dan pertempuran. Demikian pula Musa berjumpa dengan Allah yang penuh kekudusan, maka kehidupan Musa selama menuntun bangsa Israel di padang gurun penuh dengan perihal kekudusan.

Dan kita ketahui ketika Yakub berjumpa dengan Allah, yang dijumpainya adalah bala tentara-Nya di Mahanaim.

7. Yakub adalah orang yang dicintai dan memperoleh perkenan Tuhan seutuhnya. Maleakhi 1:1-3: "Ucapan ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi. "Aku mengasihi kamu," firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" "Bukankah Esau itu kakak Yakub?" demikianlah firman TUHAN. "Namun Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun."

Yakub mengejar hak kesulungan bukan karena sekedar mengingini berkat Tuhan, namun lebih daripada itu, Yakub mengingini Tuhan sebagai pribadi yang sedemikian rupa. Yakub belajar mengenal pribadi Tuhan sejak masa kanak-kanaknya. Dan hal inilah yang membuat Tuhan berkenan dan mengasihinya. Adakah kita mengingini-Nya sedemikian rupa?

Jurnal SHRK Maret 2011 - Hari ke-2

Bahan renungan: Keluaran 36:1-7; Kejadian 25:23-34

Selain Bezaleel, orang yang ikut membangun Kemah Suci Tuhan adalah Aholiab. Dan arti nama Aholiab adalah The Father's Tent (Kemah Bapa). Atau dapat diartikan juga sebagai orang yang hidup senantiasa dalam tudung perlindungan Bapa. Bezaleel dan Aholiab adalah orang yang dikaruniai Tuhan roh hikmat dan pengertian, dengan demikian Tuhan hendak mengatakan bahwa orang yang total mengikuti Tuhan dan orang yang tinggal di kemah Bapa (selalu duduk di bawah kaki-Nya), dialah orang yang akan dikaruniai roh hikmat dan pengertian itu secara dahsyat.

Tahukah Anda? Bahwa roh hikmat dan pengertian yang dikaruniakan Tuhan mampu menjadikan kita besar dan memberikan pengaruh besar kepada dunia, ini sesuai dengan "takdir" kita sebagai orang percaya untuk menjadi garam dan terang dunia. Salah satu contohnya adalah Raja Salomo dengan segala hikmat dan keindahannya. Dan berkenaan dengan agenda Tuhan yang hendak mencurahkan segala kelimpahan kepada gereja-gereja di Indonesia dalam waktu dekat ini, kita memerlukan roh hikmat dan pengertian tersebut.

Ada 7 hal yang berhubungan antara roh hikmat & pengertian dengan Yakub sebagai orang yang tinggal di kemah ayahnya (Kejadian 25:27). Perlu kita ketahui mengapa Yakub yang dijadikan oleh Tuhan sebagai contoh orang yang memiliki roh hikmat dan pengertian dengan dahsyatnya adalah karena dialah orang yang pertama kali "merebut" hak kesulungan. Dan ketujuh hal tersebut adalah:

1. Yakub adalah orang yang memiliki kecerdasan rohani yang luar biasa. Coba kita renungkan sejenak, bagaimana mungkin Yakub langsung "menodong" hak kesulungan dari Esau ketika kakaknya itu meminta semangkuk sup kacang merah. Tentu karena Yakub terus menerus mendengar cerita dari ayahnya dan kakeknya (Ishak & Abraham) mengenai janji Tuhan untuk menjadi penguasa dunia. Yakub dan Esau masih sempat melihat Abraham sampai usia mereka kira-kira 15 tahun. Di saat Yakub terus menerus mendambakan hak kesulungan itu, di manakah Esau? Adakah di antara kita masih belum mengingini Tuhan lebih daripada yang lain? Masihkah kita memiliki sikap hati seperti Esau? Jika ya, bagaimana mungkin kita bisa menggenapi apa yang Tuhan janjikan & kehendaki dalam hidup kita.

2. Yakub memiliki pengertian akan Tuhan dan manusia, sehingga memperoleh perkenan Tuhan dan manusia (Roma 14:18) - Favor of God & Favor of Men. Perhatikan bagaimana Yakub memperlakukan Tuhan di Pniel (Kejadian 32:22-28). Dia "ngotot" terhadap Tuhan, tidak menyerah sampai berkat hak kesulungan itu memperoleh pengesahan dari Tuhan sendiri. Ke-ngotot-annya itu bahkan diakui Tuhan dengan berkata, "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."

Namun di sisi lain, ketika hendak berhadapan dengan Esau (Kejadian 33:1-11), Yakub memakai strategi yang sama sekali berbeda. Dikatakan setiap beberapa langkah Yakub sujud sampai ke tanah sebanyak 7 kali sebelum berhadapan muka dengan muka dengan Esau untuk meluluhkan hati kakaknya. Yakub tidak menggunakan "identitas" maupun "kesombongan" seorang pangeran Allah ketika berhadapan dengan Esau, sebaliknya ia berusaha untuk mendapatkan hati kakaknya lagi. Mengapa Yakub bisa memperlakukan dua pribadi yang berbeda dengan cara yang demikian rupa? Sementara kita baru saja menyadari bahwa Yakub tidak terbalik memperlakukan antara Tuhan dengan Esau dengan penjelasan di atas.

3. Yakub memiliki kemampuan untuk mengolah impian jadi kenyataan (Kejadian 30:25-43). Pernahkah terpikir dari mana Yakub memperoleh pengetahuan bagaimana memperoleh kambing domba yang belang-belang dan berbintik-bintik dari induk yang warna bulunya putih total? 6 tahun terakhir di tempat Laban, Yakub memperoleh kekayaan yang sedemikian rupa, hingga menjadi sangat kaya. Yakub memperoleh kambing domba yang berkualitas baik sementara Laban memperoleh yang buruk, namun semuanya itu seperti yang disepakati di antara keduanya.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.