Labels

Showing posts with label Tuhan Yesus. Show all posts
Showing posts with label Tuhan Yesus. Show all posts

Tuesday, August 9, 2011

Super Fenomenal Indonesia - Joza Alwan

Mengingat perjuangan kemerdekaan pada masa lalu sering membuat saya tertegun dan menangis, tapi di hati ini ada rasa bangga sebagai bangsa yg punya nyali memperjuangkan dan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Namun 66 tahun berlalu, pembangunan fisik sudah terlihat baik namun penjajahan mental dan spiritual semakin keras menekan bangsa ini sehingga belenggunya sangat terasa di segala bidang, korupsi, manipulasi, kehancuran moral dan etika tidak bisa ditoleransi lagi.

Sekarang api semangat perjuangan telah kembali menyala, dinyalakan oleh api Kristus di dalam hati kita, perjuangan kali ini bukanlah melawan darah dan daging / penjajah secara fisik, tetapi melawan penghulu dunia yang gelap, jengkal demi jengkal teritorial negeri ini telah kita rebut, warisan demi warisan dikembalikan kepada kita, bangsa kita sekali lagi mengalami kemerdekaan! Kemerdekaan sejati lepas dari belenggu dan tirani kejahatan! Sejarah sekali lagi membuktikan, kita memang bangsa yang bernyali!

Kemerdekaan telah tuntas, genap, selesai dibayar dengan lunas oleh darah-Nya di atas kayu salib bagi bangsa ini diperjuangkan oleh keringat, darah dan airmata dari para hamba-Nya dan para martir yang berjuang dengan satu komando BAPA, semua tidak akan sia-sia, Indonesia sudah merdeka! Saatnya membangun bangsa ini secara utuh dalam akselerasi yang luar biasa karena Sang Pemimpin adalah Sang Pencipta Alam Semesta Raya! Indonesia Penuh KemuliaanNya!

Kali ini kita akan melihat sebuah bangsa yang ajaib! Bangsa yang dulu dikenal sangat ramah, sekarang telah berubah menjadi dewasa, bukan hanya ramah tetapi juga pemurah, kita justru akan memberi makan banyak bangsa, memimpin dunia ini dalam segala bidang, segala bangsa akan melihat kepada Indonesia, bangsa yang dulu dihina, sekarang menjadi bangsa yg perkasa!

Mari kita tuntaskan dan kita tulis sejarah luar biasa dari bangsa ini, melewati kemerdekaan fisik dan kemerdekaan rohani, sejarah akan mencatat mulai dari sekarang, bangsa ini akan keluar dari kepompong masa lalu, masa sulit yang memang harus dilaluinya untuk menjadi bangsa yg indah, bagai kupu-kupu yang dikagumi banyak orang, bukan lagi merusak, menebar gatal dan merayap tapi terbang dalam percepatan menatap masa depan dan meraih mimpi-mimpinya.
  • Bangsa yang dahulu mengirim TKI keluar negeri akan mulai mengirim teknisi dan pengajar-pengajar dalam segala bidang dengan kemampuan dan teknologi tinggi.
  • Bangsa yang dahulu mengimport beras dan bahan pangan serta buah-buahan akan diserbu orang asing untuk membeli beras dan bahan pangan seperti zaman Yusuf.
  • Bangsa yang dahulu memiliki desa-desa miskin dan tertinggal akan menjadi cluster proyek-proyek raksasa di setiap daerah.
  • Bangsa yang dahulu dikenal dengan korupsinya di segala bidang akan menjadi bangsa yang bersih, jujur, dapat dipercaya dan takut akan Tuhan.
  • Bangsa yg dahulu penuh dengan kekerasan dan perselisihan antar suku dan golongan akan jadi bangsa yang bersatu padu dan saling mengasihi dan saling mendahulukan dalam persatuan dan sinergi membangun negeri.
  • Bangsa yg dahulu banyak berhutang akan menjadi bangsa yang bebas hutang dan bahkan justru bisa menanggung penuh kesulitan bangsa-bangsa lain di dunia dengan mudahnya.
  • Bangsa yang dahulu ketinggalan dalam hal olah raga seni dan budaya, justru akan menjadi pemecah rekor-rekor dunia di segala bidang dan menghasilkan segala macam kesenian baik musik, tari, film yang hampir mencapai taraf surgawi dengan kemurnian dan kekudusannya.
  • Bangsa yang dahulu hanya menjadi konsumen dari produk-produk asing akan menjadi bukan hanya produsen tetapi menjadi pionir dalam berbagai teknologi terbaru dan tercanggih di dunia.
  • Bangsa yang dahulu penuh dengan pemimpin-pemimpin yang buruk dan berdedikasi rendah akan memiliki banyak sekali pemimpin yang berkualitas dan dedikasi tinggi serta takut akan Tuhan di semua sektor kehidupan, mulai dari ketua RT sampai presiden, guru, mandor, pemimpin perusahaan dan sebagainya.
  • Bangsa yang dahulu penuh dengan penyembahan berhala akan berbalik menjadi bangsa yang mencintai Tuhannya, Yesus Kristus, Sang Juruselamat dunia, menjadi bangsa yg kudus umat kesayangan Allah, dan bangsa yang berkenan di hati-Nya untuk menyelesaikan tugas membawa berita Injil dengan kuasa penuh dan otoritas dan mukjizat sampai ke seluruh penjuru dunia hingga tiba kesudahannya.
Sehingga bangsa-bangsa lain akan takjub dan berbondong-bondong datang ke Indonesia untuk menyaksikan sebuah transformasi bangsa yang super fenomenal sehingga setiap orang di muka bumi ini akan gentar kepada keajaiban yang Tuhan lakukan di Indonesia supaya nama Tuhan yg memimpin bangsa ini akan dimasyurkan ke seluruh bumi dan semua yg mendengarnya akan berbalik dan percaya kepada Tuhan Yesus kita. AMIN!

Yang percaya akan melihat, mengalami dan menimatinya, terjadi mulai sekarang dan Amin!

Wednesday, August 3, 2011

Jurnal SHRK Agustus 2011 - Hari ke-2

Yesus Kristus Sebagai Anak Daud

Bahwa Yusuf (suami Maria) disebut anak Daud oleh malaikat Tuhan sendiri (Matius 1:20). Hal ini untuk menunjukkan secara fisik bahwa Yusuf dan pada akhirnya Yesus Kristus adalah keturunan dari garis yang dijanjikan Allah akan adanya Mesias.

Tidak semua orang percaya, apalagi memahami perkara bahwa Yesus Kristus adalah anak Daud. Kisah di Matius 13:53-58 menjelaskan alasan yang amat ironis ketika Tuhan Yesus ditolak di tempat asal-Nya. Ketika banyak orang asing begitu menantikan-Nya dengan penuh harap, di tempat asal-Nya banyak yang kecewa sehingga menolak Dia. Bagi mereka, Yesus Kristus tidak lebih daripada anak seorang tukang kayu. Dan karena yang dipercaya hanya identitas-Nya sebagai anak tukang kayu, sebagaimana itu juga terjadi sesuai dengan iman mereka.

Namun di tempat lain, ada orang-orang yang diinspirasi oleh Roh Allah sendiri akan identitas Yesus Kristus sebagai anak Daud. Sekian pasal kemudian setelah penolakan di Nazaret, dua orang buta di dekat kota Yerikho menerima inspirasi Roh Allah tersebut dengan berteriak-teriak, "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" - Matius 20:29-34. Sebagai balasan-Nya, Yesus menanggapi mereka dengan berkata, "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Dan permintaan mereka supaya dapat melihat dikabulkan dalam belas kasihan-Nya.

Perhatikan tanggapan Yesus, setelah kedua orang buta tersebut menyebutnya sebagai anak Daud. Tidakkah Yesus menanggapi sesuai dengan iman mereka, menanggapi sebagai orang yang sangat berkuasa dan berkemampuan / memiliki otoritas yang sangat kuat. Sebab kalimat "tantangan" yang dilontarkan Yesus hanya bisa disampaikan jika orang tersebut mampu melakukan "segalanya". Atau pendek kata, kedua orang buta tersebut memperlakukan Yesus sebagai Raja, dan BUKAN sebagai anak tukang kayu. Karena identitas Daud disebut untuk menekankan identitasnya sebagai raja, seperti yang diakui firman Tuhan sendiri. Cermatilah silsilah Yesus Kristus di Kitab Injil Matius pasal 1. Dari Abraham hingga Yusuf, suami Maria, ada sederet nama-nama raja Yehuda & Israel. Namun hanya Daud yang gelar rajanya disebutkan. "Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria." - Matius 1:6.

Persamaan Daud dengan Yesus Kristus

Seseorang disebut anaknya seseorang yang lain biasanya karena ada kemiripan yang nampak antara dia dengan orang tuanya. Jika anaknya dikenal buruk, tentu orang akan bertanya siapakah ayahnya. Dan ketika orang mengetahui bahwa ternyata ayahnya mantan gembong kejahatan, maka pahamlah orang-orang alasan di balik semuanya itu. Begitu juga sebaliknya.

Namun cobalah renungkan, apa yang dihitung dari Yesus Kristus sehingga Ia disebut anak Daud. Bagaimana seorang Mesias disebut anak Daud? Apa yang dihitung sama di antara keduanya? Cermati beberapa kalimat ini dalam Mazmur pasal 22:
  • Ayat 2 dan 3 - "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku. Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang."
  • Ayat 8 dan 9 - "Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya: 'Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?'"
  • Ayat 17 - 19 - "Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. Segala tulangku dapat kuhitung; mereka menonton, mereka memandangi aku. Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku."
Untuk kapankah Mazmur Daud ini ada? Bukankah Mazmur ini menubuatkan apa dan bagaimana penderitaan Kristus di Golgota? Jadi apakah persamaan yang diperhitungkan antara Daud dengan Yesus Kristus? "Golgota" Daudlah yang dihitung sebagai identitas Kristus sebagai anak Daud. Bahkan dalam ayat 15 dikatakan, "Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku." Gambaran hati seperti lilin (jenis wax, bukan candle) yang mudah luluh hanya dengan terkena sedikit panas, adalah gambaran hati yang mudah tergerak oleh belas kasihan. Dan belas kasihan inilah yang mendatang demonstrasi kuasa Allah yang dahsyat dalam berbagai perkara.

Yesus sebagai Raja yang penuh otoritas memperoleh segala kemuliaan secara utuh ketika Ia telah melalui semua Golgota secara total. Pola yang sama bagi kita yang memiliki destiny sebagai generasi penakluk dunia, juga harus mengalami Golgota kita hingga genap sesuai dengan kehendaknya. Sama seperti pengakuan rasul Paulus, "Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus." - Galatia 6:17. Demikian juga kita harus memiliki tanda-tanda sah melalui Golgota kita masing-masing supaya terhisap dalam pohon kehidupan Yesus Kristus.

Monday, August 1, 2011

Pesan Nubuatan Untuk Indonesia - Agustus 2011

Ketika saya merenung dan duduk di sebuah lobby hotel, tiba-tiba Dia berkata sangat jelas "OIL", kemudian saya melihat penglihatan yang jelas seperti minyak tertumpah dengan deras sekali ke bumi ini khususnya Indonesia dan beberapa negara Asia. Tuhan berbicara, "Ini waktunya pencurahan kuasa-Ku seperti loteng Yerusalem dan Azusa Street akan terjadi di Indonesia dan beberapa negara Asia. Akan terjadi banjir berkat & panen jiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Gelombang lawatan Roh-Ku sedang berhembus ke tengah pemerintahan dan Aku akan mendudukkan kursi-kursi yang telah disiapkan dan dijaga oleh malaikat-malaikat kepercayaan-Ku."

Beberapa waktu lalu mata saya terbuka melihat kursi-kursi besar dijungkirbalikkan oleh suatu angin yang dahsyat dan tanah di bawah terbelah dan kursi-kursi itu ditelan oleh bumi. Dan Tuhan memberikan saya penglihatan yang lain tiba-tiba kursi-kursi yang sangat indah dan di antara bahu kursi tersebut terdapat mahkota-mahkota turun ke bumi menggantikan kursi-kursi yang telah lenyap ditelan bumi. Tuhan memberikan pengertian kepada saya ini saatnya pemerintahan kerajaan Tuhan ditegakkan & tidak ada yang dapat menggesernya. "Sekarang Aku sedang mempersiapkan kursi untuk 2-3 tahun ke depan untuk melantik duta kerajaan-Ku duduk di tempat semestinya."

Agustus ini akan terjadi ledakan kuasa Roh Kudus yang belum pernah terjadi sebelumnya di gereja-gereja yang memprioritaskan takhta Tuhan di atas segalanya. Saya melihat yang tertindas dan tersingkir dijemput kembali oleh kereta-kereta emas yang disiapkan oleh Tuhan sendiri. Mata rohani saya melihat pada bulan Agustus ini ada orang-orang yang mengalami kejutan dan promosi yang luar biasa dari Tuhan.

"Kamu akan Kuberikan hati yang baru dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras & Kuberikan kepadamu hati yang taat." (Yehezkiel 36:26)

Ada impresi yang sangat kuat bahwa Tuhan akan memberikan penghormatan & promosi bagi orang-orang yang telah menunggu sekian lamanya terobosan. Asal hatimu bersih dan tulus, maka ini akan menjadi awal pintu yang tidak kamu pikirkan akan terbuka! Hati yang taat akan menjadi sarana terbuka bagi pintu penghormatan dari Tuhan. Apapun yang Tuhan inginkan, kerjakan dalam ketaatan. Apa yang Anda tabur tidak akan sia sia. Amen. Tuhan memberkati.

Rev. Abraham Joel Ivan - Jakarta

Tuesday, July 12, 2011

Jurnal SHRK Juli 2011 - Hari ke-1

"Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka." - Keluaran 2:23-25

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus Yesus,
Mengawali sidang sore ini, SP7 memberikan pernyataan bahwa melalui trip ke China yang baru saja dituntaskan, Tuhan benar-benar telah menggenapkan semua janji-Nya bahwa kitalah Generasi Penakluk Dunia. Diceritakan bagaimana peperangan, pujian, tarian dan segala yang profetik dilakukan dengan sedemikian lancar untuk sebuah negara komunis. Dan melalui perjumpaan beliau dengan seorang Yahudi di Tembok Raksasa, yang merupakan perjumpaan ke-3 (yang pertama pada 14 Februari 2009 di Semarang dengan yang bermarga Cohen dan yang kedua pada bulan September 2010 di Yerusalem dengan seorang Yahudi Mesianik bersuku Lewi bernama Yosef).

Ditegaskan bahwa 3 hari seminar ini, Tuhan meminta untuk SP7 bukan sekedar mengajar, namun juga bernubuat. Jadi isi sidang seminar kali ini adalah nubuatan yang dari Tuhan.
Cermati dan renungkanlah 3 ayat terakhir dari Kitab Keluaran pasal ke-2 di atas. Bahwa ketika Allah mendengar keluhan, seruan dan erangan bangsa Israel pada zaman perbudakan Mesir, Beliau MENGINGAT kepada janji-Nya dengan Abraham. Kata "mengingat" ini mengandung sebuah pengertian akan reaksi aktif, BUKAN reaksi pasif. Sebagai bandingannya, baca Kejadian 30:22, ketika Allah teringat akan Rahel. Dengan demikian Tuhan hendak menegaskan bahwa mengenai perjanjian-Nya dengan Abraham, tidak perlu manusia yang mengingatkan Beliau, melainkan Tuhan SECARA AKTIF mengingat perjanjian tersebut. Sebagai bukti akan keaktifan-Nya tersebut, bacalah kisah di Lukas 13:10-17 yang menggambarkan Keistimewaan Kuasa Perjanjian itu.

Kuasa Dalam Nama

Ketika Abram berusia 99 tahun, Tuhan menampakkan diri-Nya sambil mengadakan perjanjian dengan Abram. Dari pihak Tuhan ada 8 kali disebutkan "Aku akan", menandakan bahwa perjanjian tersebut merupakan new beginning, sebuah awal yang baru. Sementara dari pihak Abraham adalah dengan sunat. Sebagai salah satu akibatnya, nama Abram diubah dengan ditambah unsur Yahweh, menjadi Abraham. Seorang Abram yang memiliki unsur Yahweh, menjadi seorang bapa atas sejumlah besar bangsa. Dan kita yang di dalam Kristus menjadi keturunan Abraham juga, kita yang disebut Kristen (yang memiliki arti bahwa kita serupa dengan Kristus - Yang Diurapi).

Jadi ketika kita mengaku diri sebagai seorang Kristen yang hidupnya menyerupai Yang Diurapi, berarti kita juga memproklamirkan bahwa kita adalah keturunan Abraham. Dan NAMA itu memiliki kuasa sebagaimana kuasa nama Abraham berhak memperoleh apa yang dijanjikan, "Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua." - Kisah Para Rasul 3:16

Penetapan Tahun Depan

"Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga." - Kejadian 17:21

Renungkan pasal 17 dari Kitab Kejadian dan cermatilah. Saat itu Abraham berusia 99 tahun. Tuhan menyebutkan semua detil perjanjian dari kedua pihak. Baik nama Abram & Sarai diubah menjadi Abraham & Sara. Abraham bahkan sempat "menawarkan alternatif", Ismael. Namun Tuhan menolaknya. Sampai Tuhan menetapkan pada tahun berikutnya Abraham akan memperoleh keturunan. Pertanyaannya, ketetapan siapakah bahwa Abraham akan memperoleh Ishak dari Sara dalam waktu SATU TAHUN? Tentu kita semua menjawab bahwa itu adalah ketetapan Tuhan. Namun sadarilah bahwa ketetapan Tuhan itu berasal dari "kerinduan" hati Abraham sendiri, seperti yang tertulis pada ayat 17: "Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?"

Perjanjian ini sungguh mengandung Kuasa Kesepakatan, dimana Tuhan sepakat dengan Abraham. Dan melalui seminar ini Tuhan juga hendak menegaskan bahwa Ia bukan saja secara aktif mengingat perjanjian-Nya dengan kita sebagai keturunan Abraham, melainkan juga Ia sepakat dengan kerinduan hati kita, supaya impian jadi kenyataan, Firman jadi daging dalam hidup setiap kita.

"Akulah yang menguatkan perkataan hamba-hamba-Ku dan melaksanakan keputusan-keputusan yang diberitakan utusan-utusan-Ku." - Yesaya 44:26a

Terakhir diadakan perjamuan seperti sebagaimana Raja Salem Melkisedek menyambut Abraham dengan roti dan anggur, demikian tubuh dan darah-Nya disajikan untuk menandakan bahwa Tuhan menyambut kita, raja-raja-Nya, Generasi Penakluk Dunia karena perjanjian-Nya dengan Abraham.

Wednesday, July 6, 2011

Ketika Kita Harus Memilih

Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yg emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat.

Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH dan MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi. Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH dan MEMBERIKAN KADAR KARAT itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya, mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH HARI UNTUK MEMILIH, SETENGAH HARI UNTUK MERENUNGKAN dan SETENGAH HARI LAGI UNTUK MEMUTUSKAN. Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka.

Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, "Apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini?" Jawab orang itu: 'Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu." Lalu tanya prajurit itu lagi: "Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?" Jawab orang itu lagi: "Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada di tanganku begitu waktuku habis."

Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan,melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, "Hai orang kaya apa yang kau cari di sini. Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?" Jawab orang kaya itu, "Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku."
 
Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yg sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, "Mengapa engkau diam di sini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?" Mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi, "Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yg lain?" Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih mendekat lagi, "Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?" 

Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: "Tuan, saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini. Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu." 

"Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu?" Tanya prajurit itu lagi.

"Tuan, emas dan kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yang tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tetapi satu hal yang saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yang lebih penting." Jawabnya lugu.
 
Prajurit ini semakin penasaran, "Mengapa bisa begitu?"
 
"Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan."

Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya, "Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah saya ambil."
 
"Tidakkah engkau mengambil emas-emas yg lain dan menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?" Tanya prajurit lagi.

"Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YG LEBIH BAIK DARI PUNYA SAYA INI. Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni."

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri di tempat yang tinggi sambil berkata,"Wahai rakyatku yang kukasihi. Semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja."
 
Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, "Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yg memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yang datang kepadaKu untuk menanyakannya."
 
Demikianlah Raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu per satu dari emas rakyatnya.

Pengakuan untuk panggilan RAJA

"TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya."

"Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini."
"Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu."

"Kasih dan setia melindungi raja, dan dengan kasih ia menopang takhtanya."

"Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya."


1. Kami adalah raja-raja yang telah diangkat oleh Tuhan Yesus Kristus.

2. Kami adalah raja-raja yang berada di masa keemasan.

3. Kami adalah raja-raja yang mengerti hati dan perasaan Tuhan Yesus Kristus.

4. Melakukan tepat seperti yang Tuhan kami inginkan dan perintahkan dengan ketepatan, ketajaman dan kecepatan yang ajaib.

5. Kami mampu melihat setiap celah dan kesempatan untuk menerobos dalam kemustahilan dan melihat keajaiban terjadi di depan kami.

6. Kemuliaan kami ialah menyingkapkan yang tersembunyi dan menyelidiki segala yang tersirat.

7. Kami memiliki kecepatan dan ketepatan dalam melakukan kehendak Tuhan dan menjarah segala sesuatu yang menjadi milik dan bagian kami.

8. Merebut segala yang telah dicuri Iblis dan mengembalikannya kepada Tuhan.

9. Pandai dalam mengatur kata-kata dan berbicara dengan otoritas adalah salah satu dari kemampuan kami, sehingga membuat segala mimpi kami dan mimpi bangsa Indonesia menjadi kenyataan.

10. Segala yang kami katakan jadi!

11. Segala yang kami mimpikan menjadi kenyataan dalam sekejap!

12. Kami memiliki kemampuan membuka pintu berkat dan menutup pintu Iblis sehingga apa yang kami ikat di dunia, terikat di surga, begitu pun apa yang kami lepas, terlepas di surga.

13. Kebijaksanaan dalam kerendahan hati adalah bagian dari hidup kami sehingga membuat kami memerintah dengan adil dan bijaksana namun tetap rendah hati.

14. Kami akan diangkat menjadi raja atas Indonesia dan kami akan membawa bangsa ini ke masa kelimpahan sehingga tidak ada yang miskin di bangsa ini.

15. Perkenanan Tuhan akan selalu ada atas hidup kami.

16. Anugerah dan masa percepatan yang ajaib adalah bagian kami.

17. Ke mana pun kami pergi, penyertaan Tuhan nyata, perlindungan Tuhan & jaminan Tuhan atas hidup kami, sampai kami menyelesaikan tugas kami dan mencapai garis akhir dengan kuat!

"Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." 

Pengakuan untuk panggilan TENTARA / PASUKAN

"Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku."

"Dan TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyak dan pelaksana firman-Nya kuat. Betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya?"

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami percaya

1. Kami adalah tentara yg selalu taat, takut akan Tuhan, dan penuh gelora cinta

2. Kami tidak akan menyerah menghadapi kemustahilan

3. Semua kuasa jahat yg mencoba untuk merusak Indonesia dan bangsa-bangsa ku katakan stop dan ku hancurkan di dalam nama Yesus. Sekarang sudah waktunya lawatan tiba, kuasa iblis tidak punya lagi kekuasaan lagi atas Indonesia dan bangsa-bangsa

4. Semua sifat-sifat yang bukan dari Tuhan kami kebaskan, semua karakter-karakter diperbaharui, diganti dengan karakter-karakter Kristus

5. Semua pemerintahan yang bukan dari Tuhan jatuh dan di ganti dengan pemerintahan yang dari pada Tuhan

6. Kami mengambil alih semua kuasa yang bukan dari Tuhan

7. Kami menguasai budaya, pendidikan, politik, ekonomi, agama, kesehatan dan energi dan kami menerima semua karakter Kristus

8. Kami akan tetap berjalan dari satu kemuliaan ke kemuliaan

9. Kami tidak akan menjadi lelah bahkan kami akan terus berperang sampai kerajaan Allah ditegakkan atas seluruh bumi

"Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." 

Pengakuan untuk panggilan MEMPELAI

"Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; seorang raja tertawan dalam kepang-kepangnya."

"Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi."

"Aku kepunyaan kekasihku, dan kepunyaanku kekasihku, yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.

1. Kami masuk dalam keintiman, mengenal detak jantung-Nya.

2. Passion kami, gairah kami, pikiran, perasaan & keinginan kami, kepuasan kami hanya untuk melakukan kerinduan-Nya & menuntaskannya.

3. Kami tidak menginginkan apapun selain daripada menyenangkan hati Raja di atas segala raja & membangkitkan cinta & gairah-Nya.

4. Kami mempelai yang memikat hati Raja, tongkat perkenanan Raja terulur bagi kami demi keselamatan bangsa.

5. Hati yang tenang, roh yang lembut adalah perhiasan kami.

6. Kami mempelai yang dicintai Tuhan & mendapat perkenan Raja.

7. Kami mempelai Kristus yang intim bersyafaat di hadapan Tuhan dalam belas kasihan, sehingga melahirkan kegerakan, lawatan dan tuaian.

8. Dengan kelemahlembutan, kami membawa damai, rekonsiliasi dan persatuan dalam tubuh Kristus. Kami mempelai Kristus yang seimbang, mengasihi Tuhan dengan penuh cinta serta sesama dalam kasih persaudaraan yang solid.

9. Kami mempelai Kristus yang mengerti tentang peperangan rohani. Kami juga berperang dalam hikmat, ketepatan dan otoritas. Kemenangan dalam setiap langkah adalah juga bagian kami.

10. Mata dan hati kami hanya tertuju kepada Tuhan saja. Hidup dalam kekudusan adalah salah satu jubah utama kami. Roh, jiwa & tubuh kami seirama dengan Tuhan.

11. Kami mempelai yang berjaga-jaga. Dengan kerelaan untuk berkorban, kami menggelar karpet merah untuk menyambut kedatangan kekasih jiwa kami yang kedua kali untuk menjemput kami.

AMIN AMIN AMIN!

"Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." 

Pengakuan untuk panggilan PEKERJA

"Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu."

1. Kami adalah pekerja Tuhan di jam terakhir yang akan membawa lawatan bagi Indonesia dan menyelesaikan semua kehendak Tuhan sampai genap.

2. Bagian kami adalah menabur dan menuai sampai seluruh Indonesia bahkan seluruh bumi penuh kemuliaanNya.

3. Kami bekerja dengan cinta dan pasion yang dari Tuhan, bekerja lebih keras, kuat sampai garis akhir, tidak menjadi letih lesu, karena sukacita yang dari Tuhan adalah kekuatan kami.

4. Dalam segala pekerjaan, kami dipenuhi oleh Roh Allah dengan keahlian, pengertian dan pengetahuan serta cakap dalam berbagai macam hal (multifungsi).

5. Kerinduan kami membawa suku bangsa dan bahasa datang, mengaku dan menyembah Tuhan Yesus Kristus.

6. Hidup kami hanya terfokus pada panggilan Tuhan, mengabdikan seluruh roh, jiwa, tubuh kami kepadaNya.

7. Kami memiliki pikiran Kristus, perasaan Kristus, karakter Kristus, bekerja sigap dgn efektif dan efisien, dalam ketepatan dan ketajaman, tidak melewatkan sedikitpun kesempatan yang ada dan memiliki sikap hati seorang hamba.
"Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." 

Pengakuan untuk panggilan PILAR

"Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru."

Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, oleh anugerah dan kekuatan yang diberikan Tuhan:

1. Kami dipanggil, dipilih dan setia sampai akhir menjadi pilar-pilar bagi bangsa ini. Kami berakar di dalam Kristus dan dibangun di atas pondasi kebenaran yaitu Tuhan Yesus Kristus sendiri. Kami tinggal di dalam Tuhan dan berbuah banyak.

2. Kami pilar-pilar Tuhan yang tekun dan cakap menanggung segala sesuatu dengan iman, doa, ucapan syukur dan kesabaran. Kami berdiri teguh, bisa dipercaya dan selalu tenang menghadapi apapun, serta menguatkan saudara-saudara kami yang lain.

3. Kami sadar bahwa kami tidak punya kemampuan apa-apa, semua hanya karena anugrahNya.

4. Menyangkal diri kami dan tidak mengasihani diri kami sendiri.

5. Mengabdi dan tinggal diam di kaki Tuhan, tekun menantikan sampai Tuhan kami berfirman. Menuruti setiap firman Tuhan.

6. Bergaul karib dan memiliki kedalaman dengan Tuhan, sehingga bisa mengerti denyut jantungnya dan berjalan seirama dengan Tuan kami setiap saat.

7. Dipenuhi Roh Kudus dan melayani dengan karunia-karunia Roh Kudus.

8. Mengasihi dan melayani Tuhan dan sesama dengan segenap hati, karena kami adalah budak-budak cinta.

9. Masuk masa keemasan dan kelimpahan, anugerah percepatan dan keajaiban supranatural.

10. Memegang kunci Daud dan menggunakannya sesuai kehendak Tuhan kami. Apa yang telah Tuhan buka tidak dapat ditutup, apa yang telah Tuhan tutup tidak dapat dibuka lagi.

11. Memberikan segala kemuliaan, pujian, kekayaan, pengagungan dan hormat hanya bagi Tuhan, karena menyadari bahwa kami hanyalah hamba-hamba yang tidak berguna yang hanya melakukan apa yang Tuhan kami perintahkan. Semua adalah karya Roh Kudus dalam hidup kami.

12. Kami pilar-pilar generasi penuntas yang menyelesaikan tugas sampai tuntas dan menyambut Tuhan Yesus datang yang kedua kali di awan-awan. Amin

"Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." 

Pengakuan Untuk Panggilan IMAM

"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan."

1. Kami imam yang berdiri, mentahirkan, mendamaikan, menaikkan doa untuk Indonesia & bangsa-bangsa

2. Kami imam yang mempersembahkan korban untuk dosa umat & bangsa

3. Kami imam yang ditanamkan belas kasihan & setia kepada Allah.

4. Kami imam yang seutuhnya menjadi tawanan Roh & telah menyerahkan roh, jiwa & tubuh kami kepada Allah kami Yesus Kristus Tuhan.

5. Kami imam yang penuh dengan keberanian menghampiri tahta kasih karunia Tuhan.

6. Kami imam yang membawa persembahan doa & pujian juga penyembahan di hadapan Tuhan.

7. Kami imam yang berpakaian kebenaran & kekudusan serta keselamatan juga sayap untuk terbang dalam badai.

8. Kami imam yang membawa pengajaran & pengenalan akan Tuhan Yesus, sampai haus & lapar akan kebenaran Firman Tuhan digenapi diseluruh bumi.

9. Kami imam yang membawa & mengalirkan kekudusan Tuhan, menudungi hidup umat Tuhan di seluruh bumi sampai lawatan Tuhan itu genap dan janji jadi daging.

10. Kami imam-imam yang telah jadi imam yang rajani & masuk dalam masa kelimpahan, puncak kejayaan & terbang di atas rata-rata & di atas semua kemustahilan.

11. Kami imam yang dipilih & ditetapkan Allah dalam hubungan manusia dengan Allah untuk mempersembahkan persembahan & korban pendamaian atas dosa umatNya

12. Kami imam yang percaya hidup dalam anugrah dan yang ada dalam kami adalah kebenaran Tuhan & bukan kebenaran kami lagi

13. Kami imam yang hidup kami bukanlah kami lagi melainkan hanya untuk Tuhan, Imam Besar kami.

14. Kami imam yang punya hubungan Intim dengan Tuhan, tinggal dalam hadiratNya senantiasa & semua korban dan doa diterima serta dijawab oleh Tuhan

15. Kami imam yang siap dimurnikan dan dikuduskan juga memurnikan dan menguduskan, memiliki gelora cinta kepada Yesus dan semua potensi/cinta dibangkitkan dalam Nama Yesus

16. Kami imam yang menjadi gerbang sumber mata air yang memadamkan semua panah berapi si jahat

17. Tuhan memampukan, melayakkan kami imam-imam-Mu

18. Kami imam yang berdiri di antara Tuhan dan manusia, jadi perantara yang benar, berkenan dan sempurna

19. Kami percaya kami adalah kudus sebab Tuhan kami adalah Kudus

20. Bahwasa-Nya untuk selamanya kasih setia-Nya.

"Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."

Tuesday, July 5, 2011

Keistimewaan Kuasa Perjanjian (Tuhan Dengan Abraham)

Bahan renungan: Lukas 13:10-17

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,
Suatu kali Tuhan Yesus sedang mengajar dalam sebuah rumah ibadat pada hari Sabat. Di situ ada seorang perempuan yang telah 18 tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri dengan tegak. Seketika itu juga Tuhan Yesus memanggil dan mendeklarasikan kesembuhan bagi ibu tersebut. Diletakkan tangan-Nya atasnya, seketika itu juga ibu tersebut dapat berdiri tegak kembali dan memuliakan Allah.

Kejadian berikutnya sungguh mengherankan karena mujizat kesembuhan tersebut menjadikan kepala rumah ibadat gusar, karena apa yang diperbuat Tuhan Yesus diperhitungkan sebagai pelanggaran Hukum Taurat, yaitu mengenai kekudusan hari Sabat. Bahkan kepala rumah ibadat menggurui dengan menganggap bahkan menyamakan tindakan menyembuhkan orang sakit sebagai sebuah pekerjaan sekuler (seperti beternak, mengolah tanah, dan sebagainya).

Dalam "kemarahan"-Nya, Tuhan Yesus membalas kemunafikan kepala rumah ibadat yang memahami Taurat dengan sangat ahli, namun tidak memiliki belas kasihan terhadap sesama seperti yang dikehendaki Allah. Kepala rumah ibadat menuding dengan mempergunakan dasar Hukum Taurat, namun Tuhan Yesus menegaskan tindakan mujizat-Nya dengan mempergunakan dasar Perjanjian dengan Abraham. Dan seketika itu juga kepala rumah ibadat beserta semua kroninya merasa malu karena salah menuding dan "kalah telak" berdebat dengan Tuhan Yesus. Perhatikan hal ini dengan seksama. Bahwa perempuan yang sakit itu tidak memiliki iman, juga tidak ada orang lain yang sedang beriman untuk perempuan itu disembuhkan. Semua terjadi semata-mata hanya karena janji Allah terhadap Abraham yang berlaku kekal.

Allah menghendaki agar manusia beristirahat dan mencari wajah-Nya dalam persekutuan pada hari Sabat, bukan tinggal terikat dalam belenggu Iblis. Hukum Taurat merupakan "undang-undang" yang sangat kuat dan solid, namun Kuasa Perjanjian melampaui kuasa Hukum Taurat. Karena Hukum Taurat lahir akibat ketegaran tengkuk bangsa Yahudi saat di padang gurun, sementara Kuasa Perjanjian lahir dalam sebuah hubungan yang sedemikian rupa istimewa, juga karena hati Abraham yang HINENI. Perjanjian Tuhan dengan Abraham adalah perkataan Tuhan lahir karena cinta dan keterpikatan Tuhan terhadap ketaatan & kesetiaan Abraham. Hukum Taurat adalah perkataan Tuhan yang lahir karena "kepasrahan" Tuhan terhadap kebebalan bangsa Israel.

Dengan demikian Tuhan seperti hendak berkata kepada semua lawannya saat itu, "Kalian hendak menuding Aku dengan hukum yang Kubuat karena kebebalan kalian?! Sementara Aku menyembuhkan perempuan ini karena cinta dan kasih setia-Ku terhadap bapak kalian, Abraham!" Sungguh tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Hukum Taurat ada karena ketidakpercayaan bangsa Israel terhadap pribadi Allah, namun perjanjian-Nya diberikan kepada orang yang mengenal hati-Nya.

Selagi masih ada waktu, kejarlah Tuhan dan inginilah Dia lebih dari segalanya. Pengenalan yang benar tidak akan membawa kesia-siaan. Dari sanalah kita menyadari bahwa Tuhan adalah Allah yang hidup.

Kesaksian Silvia Kusuma 27 - 30 Juni 2011

Setiap jam 1-3 pagi, aku seperti dibangunkan. Selama ini aku selalu terlelap dalam tidurku, rasa kantuk ini sulit dihilangkan. Namun 3 hari ini aku bertekad untuk bangun, berdoa, berdiam diri untuk mendengar maupun melihat dalam penglihatan yang Tuhan berikan.

Tanggal 27 Juni 2011 jam 2:30 dini hari, aku berlutut dan berdoa. Aku menutup mata, tiba-tiba cahaya remang-remang menghampiriku, semakin lama mendekat. Aku melihat sosok seseorang memakai jubah putih dan rambutnya berwarna emas datang ke arahku. Seluruh badanku lemas dan aku merasakan setruman yang hebat. Aku tak kuat menghadapinya. Lalu aku membuka mataku dan membaca Alkitab.

Tanggal 28 Juni 2011, aku seperti dibangunkan jam 1 pagi tetapi aku telat bangun sampai jam 3 pagi. Aku berdoa dan berlutut mencari Tuhan. Tetapi Dia menyampaikan pesan bahwa murka Allah seperti bola api seperti meteor yang sedang meluncur menuju bumi. Sangat aneh ketika aku mendapatkan link http://www.myweathertech.com/2011/06/23/u-s-russia-fight-over-asteroid-that-could-destroy-earth/ .

Tgl 29 Juni 2011 jam 3 pagi aku terbangun dan mendapat penglihatan. Aku menangis melihat Tuhan meneteskan darah-Nya dari kepala-Nya bagi kita. Saya bisa merasakan betapa sedihnya Dia melihat manusia. Tuhan telah murka dan akan memutar bumi tidak pada porosnya. Bumi akan dibelah oleh garis hitam melintang menjadi dua. Apa yang ada di depan mata menjadi busuk. Manusia telah penuh dengan mengidolakan manusia lain, allah-allah lain. Manusia penuh dengan hawa nafsu dan kedagingan. Manusia penuh dengan rasa iri-hati. Mereka mengeraskan hati mereka daripada berbalik kepada Sang Pencipta. Inilah waktu bagi kita untuk memberitakan bagi mereka bahwa Yesus adalah Sang Juruselamat dan waktunya sudah dekat. Mark 3:4-5 ...5 Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka...

Waktu aku menjalankan doa 10 hari menyambut hari raya Pentakosta, aku memejamkan mataku dan melihat Tuhan Yesus yang disalib itu mencucurkan darahnya ke atas tanganku. Aku menengadahkan kedua tanganku seperti mangkuk tapi darah itu terus mengalir sampai penuh, aku menjerit dalam hatiku sambil menangis, "Oh Tuhan, mengapa banyak sekali Darah yang kau cucurkan bagiku." Dan waktu tanggal 29 Juni 2011. Aku melihat Dia di kayu salib tapi dekat sekali dengan wajahnya. Darah dari atas kepala-Nya karena luka yang disebabkan oleh hujaman mahkota duri. Menetes seperti rintik hujan ke atas wajahku, aku bisa mendengar gemetar nafasnya dan tersendat-sendat. Benar membuatku menangis dan pilu melihat keadaannya waktu disiksa di kayu salib. Rasa sedih dan kecewa dengan manusia di bumi. Maka murka Allah akan segera datang.

Tadi pagi tgl 30 Juni 2011 jam 2:30. Saya mendapat pesan dari Tuhan "Aku mengasihimu" dan mendapatkan ayat 1Yoh 4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. 12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

Dan aku mendapat gambaran bahwa tanah telah mengering seperti hamparan pasir. Akan ada angin besar menyapu kota, aku tidak tahu itu di mana tetapi melihat mobil terangkat dan pohon palem tertiup kencang.

Oleh Silvia Kusuma
TUHAN YESUS Memberkati.

Sunday, May 1, 2011

Surga Dalam Sekilas Perenungan

Muda foya-foya. Tua kaya raya. Mati masuk surga. - Pepatah Ngawur

Saudara-saudari yang terkasih, istilah dalam ketiga kalimat tersebut mungkin sudah tidak asing lagi bagi hampir semua orang. Dan siapakah di antara kita yang secara daging tidak menginginkan ketiga perkara tersebut terjadi dalam hidup kita. Tentu terutama ketika kita mati, kita berharap ke surga, bukan ke neraka. Namun apakah benar cara hidup seperti demikian bisa mengantar seseorang ke surga. Dan jika benar bisa tinggal di surga dengan catatan hidup yang foya-foya, hedonis dan serba semau gue, apa akibatnya?

Berikut ini ada sebuah kisah menarik, patut dijadikan bahan renungan. Konon suatu ketika, ada seorang yang telah tervonis di neraka mengajukan keberatan atas akibat yang diterimanya dengan membandingkan kehidupannya dengan kehidupan beberapa orang lain yang dikenalnya namun mereka berada di surga. Intinya orang ini merasa hidupnya lebih baik dari beberapa orang yang dikenalnya, tidak pernah melakukan berbagai kejahatan sejahat orang-orang lain tersebut, namun heran mengapa dirinya di neraka.

Kira-kira protesnya,"Tuhan, Engkau sungguh tidak adil! Apa kesalahanku dan kejahatanku sehingga aku harus menanggung penderitaan yang sedemikian berat. Sementara beberapa dari mereka yang kukenal dahulu melakukan banyak perkara yang lebih kejam daripadaku, namun mereka bisa ada di surga?"

Setelah beberapa waktu melakukan protes sepanjang waktu, Tuhan dalam segala kemurahan-Nya mau meladeni penghuni neraka tersebut, "Malaikat! Bawa orang itu kemari, supaya dia tahu bahwa Aku benar-benar Allah yang adil!"

Dan seketika itu juga malaikat membawa penghuni neraka tersebut ke surga. Ada rasa kelegaan dan kenyamanan yang luar biasa ketika tiba di surga. Namun hal itu hanya untuk beberapa saat, karena tidak memiliki tudung jaminan maka seketika itu juga seluruh dosa dan kelemahannya terlihat secara transparan di seluruh surga. Bagaimana hatinya dan catatan semasa hidupnya menjadi begitu jelas bagi siapa saja yang ada di surga.

Dan pada saat itu juga orang tersebut menyadari betapa adilnya Tuhan, demikian pengakuannya, "Tuhan, sekarang aku sadar betapa adilnya Engkau. Begitu buruk dan hina diriku dan sepantasnya aku berada di tempat yang pojok dan gelap di neraka. Tolong kembalikan aku ke sana, yah Tuhan."

Pernah suatu ketika salah seorang hamba-Nya dari India bertatap muka dengan Tuhan Yesus, dan pada kesempatan itu, Tuhan Yesus menerangkan bahwa sesungguhnya Beliau sangat welcome dengan siapa pun di surga, namun tidak banyak yang sanggup menghadapi segala kekudusan dan kemuliaan-Nya. Itu sebabnya neraka adalah tempat yang paling pantas bagi mereka yang tidak sejalan dengan-Nya. Tuhan begitu kudus sempurna, dan kita begitu hina, jika bukan karena anugerah, takkan ada yang mampu berdiri di hadapan-Nya.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.