Labels

Showing posts with label SHRK Juli 2011. Show all posts
Showing posts with label SHRK Juli 2011. Show all posts

Thursday, July 14, 2011

Jurnal SHRK Juli 2011 - Hari ke-3

Bahan renungan: Keluaran 2:23-25; Kejadian 28:1-5; 29:31-30:24

Berkat Yakub

"Moga-moga Allah Yang Mahakuasa memberkati engkau, membuat engkau beranak cucu dan membuat engkau menjadi banyak, sehingga engkau menjadi sekumpulan bangsa-bangsa. Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu, sehingga engkau memiliki negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham." - Pesan & ucapan berkat Ishak kepada Yakub

Abraham harus menunggu puluhan tahun hanya untuk mendapatkan seorang Ishak. Sementara Ishak hanya memperanakkan Yakub dan Esau dari Rahel, itupun hanya Yakub yang terpilih. Namun dari Yakub akan menjadi sekumpulan bangsa-bangsa. Kita harus menyadari bahwa ucapan pesan dan berkat dari Ishak kepada Yakub tersebut di atas bukan sebuah ucapan bisa, seperti kita sering mengucapkan "Tuhan memberkati" kepada banyak orang. Yakub memiliki sejarah dan cerita dengan Ishak sejak lahirnya. Yakub bahkan sempat bergaul dengan Abraham  selama kurang lebih 10 tahun awal hidupnya sebelum Abraham wafat. Jadi ketika Ishak menyebut perkara berkat yang untuk Abraham, Yakub sudah sangat memahaminya sejak dulu bahkan kemungkinan besar dari sumbernya langsung, Abraham. Itu sebabnya hanya Yakub yang mengikuti jejak Abraham juga Ishak dalam hal mengambil jodoh / pasangan hidup dari kampung halamannya di Padan Aram, sementara Esau bahkan mengambil 2 orang perempuan Kanaan.

Mengenai keluarga Yakub, bahwa Yakub hanya menyukai Rahel dan sejak awal pertemuan mereka Yakub hanya memikirkan Rahel. Dan Yakub tak pernah menduga bahwa pada akhirnya dia memiliki juga Lea dan kedua budak istri-istrinya. Semua hal ini terjadi memang atas penentuan Tuhan. Destiny Yakub adalah melahirkan sekumpulan bangsa-bangsa. Coba renungkan, jika Laban tidak pernah menipu Yakub, dan di awal 7 tahun pertama Rahel sudah diberikan sehingga Yakub tidak "terjebak" dalam kekisruhan rumah tangga yang disebabkan oleh persaingan kedua istrinya. Dari hanya seorang Rahel, tidak mungkin lahir 12 tunas suku-suku Israel. Itu sebabnya Yakub harus memiliki Lea, Bilha dan Zilpa. Sebab berkat yang Yakub miliki sampai Tuhan menyebut diri-Nya Allah Yakub mengandung Kuasa Berkat Pembalikkan Keadaan, Kuasa Berkat Percepatan dan Kuasa Berkat Pelipatgandaan. Perhatikan Firman berikut ini:

"Yusuf adalah seperti pohon buah-buahan yang muda, pohon buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahannya naik mengatasi tembok. Walaupun pemanah-pemanah telah mengusiknya, memanahnya dan menyerbunya, namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub, oleh sebab gembalanya Gunung Batu Israel, oleh Allah ayahmu yang akan menolong engkau, dan oleh Allah Yang Mahakuasa, yang akan memberkati engkau dengan berkat dari langit di atas, dengan berkat samudera raya yang letaknya di bawah, dengan berkat buah dada dan kandungan. Berkat ayahmu melebihi berkat gunung-gunung yang sejak dahulu, yakni yang paling sedap di bukit-bukit yang berabad-abad; semuanya itu akan turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara-saudaranya." - Ucapan pesan dan berkat Yakub kepada Yusuf

Yusuf dianggap masalah oleh saudara-saudaranya, sehingga ketika Yakub telah wafat, saudara-saudara menjadi takut kalau-kalau Yusuf balas dendam. Namun Yusuf malah menghibur hati saudara-saudaranya, menggantikan peran ayahnya secara tidak langsung dengan berkata bahwa walau saudara-saudara telah mereka-rekakan yang jahat terhadap dirinya namun Allah MEMBALIKKAN KEADAAN Yusuf dengan mereka-rekan yang baik.

Bahan Renungan: Kejadian 25:19-34; 29:4-11

Kelahiran dan kehadiran Yakub sejak awal timbul karena KEINGINAN Ribka untuk memperoleh keturunan. Dan sepanjang hidupnya, Yakub dipenuhi berbagai KEINGINAN yang sedemikian rupa sehingga ia diberkati dan menjadi berkat. Mulai dari mengingini hak kesulungan, berkat kesulungan, mengingini Rahel, kekayaan dari pada Laban, lolos dari kejaran Esau hingga berjumpa lagi dengan Yusuf di Mesir. Dengan demikian Tuhan hendak berkata bahwa berkat Allah Yakub kita terima dari keinginan-keinginan dalam hati kita. Masalahnya, apa-apa saja yang kita inginkan ituah yang menentukan destiny kita di depan. Jika Abraham dan Ishak melihat segala janji Tuhan "dari kejauhan", namun Yakub melihat bahkan terlibat secara langsung bagaimana Tuhan menggenapi janji-Nya. Tidakkah Yusuf menjadi "penguasa dunia" hari itu dan Yakub wafat dalam dekapan Yusuf? Yakub melihat secara nyata bahwa keturunannya menjadi penakluk dunia zaman itu.

Dengan demikian Tuhan hendak berkata, ketika berbicara mengenai Allah Abraham, Tuhan berbicara tentang janji dan perjanjian-Nya. Ketika berbicara mengenai Allah Ishak, Tuhan berbicara tentang kesetiaan dan hati hamba. Namun ketika berbicara mengenai Allah Yakub, Tuhan berbicara bagaimana janji-Nya menjadi daging dan impian / keinginan menjadi nyata.

Berbicara tentang Yakub adalah berbicara mengenai hal yang paling kompleks dibanding dengan Abraham dan Ishak karena dibutuhkan ketepatan, kejelian, mampu membaca dan memanfaatkan bukan saja kesempatan namun juga kairos Tuhan dengan benar. Karena kesempatan bisa datang dua kali, namun kairos Tuhan hanya satu kali. Juga dibutuhkan keahlian, keberanian dan sebagainya. Jadi berbicara mengenai berkat Allah Yakub dibutuhkan semua selengkap senjata Allah untuk menaklukkan dunia.

Renungkanlah bagaimana Yakub "menjebak" Esau untuk memperoleh hak kesulungan, bagaimana strategi Yakub untuk membuat kesan pertama yang sedemikian rupa ketika pertama kali berjumpa dengan Rahel, bagaimana memperoleh kekayaan yang sedemikian besar dari pada Laban dalam tempo yang sedemikian singkat (hasil kerja dari 6 tahun terakhirnya melebihi hasil kerja dari 14 tahun pertama, bahkan melebihi semua kekayaan Laban), dan bagaimana meluluhkan hati Esau yang sedemikian dendam.

Namun dari semua senjata yang Yakub miliki, yang terampuh dan tidak dapat ditandingi adalah gelora CINTA. Keinginan-keinginan yang ada dalam hidup Yakub sejak awal, semuanya ada karena gelora cinta yang tak terpadamkan dan yang paling dicintai Yakub adalah semua janji dan perjanjian-Nya, semua warisan dan kuasa yang "hanya" dijanjikan, namun dikejar dengan sedemikian rupa, hingga mempertaruhkan nyawanya, hingga akhirnya menjadi daging dan menjadi nyata dalam hidupnya. Cinta tak pernah gagal, itu sebabnya Esau memperoleh semua kekayaan fisik dari pada Ishak, namun dari Yakub dilahirkan bangsa ISRAEL.

Wednesday, July 13, 2011

Jurnal SHRK Juli 2011 - Hari ke-2

Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. - Kejadian 21:12

Kepadanya (Abraham) telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu." - Ibrani 11:18

Berkat Ishak

Anak-anak Abraham ada banyak, namun HANYA Ishak yang SAH sebagai pewaris janji Allah dengan Abraham. Yang dari padanya sebuah bangsa yang besar dilahirkan dan disebut KETURUNAN ABRAHAM.

"Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?" Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!" Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya." - Kejadian 17:17-19

Menarik sekali bahwa Allah menamakan anak Abraham dengan nama Ishak dikarenakan reaksi Abraham yang secara sembunyi tertawa sambil berkata dalam hati. Allah sungguh-sungguh menjadikan apa yang ada di dalam hati Abraham kepada kenyataan (daging). Bukan saja soal waktu, namun juga nama Ishak ada karena tawa Abraham itu. Tuhan sungguh sedang membawa apa yang timbul dan kerinduan di hati kita untuk menjadi kenyataan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Namun untuk kita mampu menerima yang besar dari Tuhan, ada hal yang sangat fundamental, yang sama sekali tidak bisa diabaikan, untuk kita memiliki sikap hati yang sedemikian rupa, supaya apapun yang terjadi, naik maupun turun, kita tetap memiliki kesetiaan untuk tidak menjadi kecewa ataupun meninggalkan Tuhan.

Tetap Berjalan Bersama Dengan Tuhan

Coba renungkan kisah pengorbanan Ishak oleh Abraham di tanah Moria (Kejadian 22:6-14). Baik Abraham dan Ishak berjalan bersama-sama. Sesaat Ishak bertanya, "Di mana anak domba untuk korban bakaran?" Abraham menjawab dengan jawaban yang sungguh tidak masuk akal, "Allah yang akan menyediakan." Bagi dunia, jawaban Abraham sama sekali konyol, dan seperti tidak menjawab apa yang ditanyakan Ishak. Namun perhatikan reaksi Ishak! Ia TETAP berjalan bersama-sama.

Dan kita tahu setelahnya Ishak sedia untuk dikorbankan TANPA memberontak, bahkan sama sekali TIDAK MEMPERTANYAKAN tindakan Abraham. Usia Ishak hari itu masih muda, sementara Abraham sudah sangat tua, namun Ishak bahkan tidak memberikan perlawanan secara fisik. Jadi baik Abraham maupun Ishak sama-sama berkorban. Padahal sejak awal Allah menjanjikan sesuatu yang kekal kepada mereka. Namun  baik Abraham maupun Ishak tidak mencoba untuk mengerti, apalagi mempertanyakan keputusan Tuhan. Mereka mentaati sampai tuntas sesuai dengan yang diperintahkan.

Sekarang renungkanlah ini, renungkanlah kehidupan perjalanan kerohanian kita dengan Tuhan. Renungkan apa yang sudah kita doakan, perkatakan, taburkan, tarikan, bahkan yang kita yakini. Semua kepengikutan kita kepada Tuhan, bahwa kita juga berharap semua berkat dan janji-Nya menjadi nyata di dalam hidup kita. Kelimpahan, kejayaan dan masa keemasan kita berharap kita nikmati semuanya sedemikian rupa. Namun sesungguhnya, DESTINASI PERTAMA dari perjalanan kita bersama Tuhan adalah GOLGOTA.

Golgota Bagi Semua Pahlawan Iman

Tidakkah kita memperhatikan pola Tuhan dalam setiap rencana-Nya terhadap masing-masing hamba-Nya. Bahwa Abraham & Ishak harus menghadapi Gunung Moria. Yakub bahkan Benyamin pun harus direlakannya. Yusuf juga harus menjalani perbudakan selama belasan tahun. Daud juga harus menghadapi kejaran raja Saul bertahun-tahun. Dan bahkan Tuhan Yesus harus disiksa dan dikorbankan hingga mati di atas kayu salib di Golgota.

Sadarilah bahwa tidak mungkin kita memasuki puncak kejayaan dan keemasan TANPA Golgota. Bapa tidak mungkin mempermuliakan Tuhan Yesus tanpa Dia menjadi korban bagi kita semua. Nama di atas segala nama pun diberikan karena Tuhan Yesus terus berjalan bersama dengan kehendak Bapa yang sempurna. Sungguh bahwa kerinduan kita untuk mengalami kemuliaan bersamanya harus didahului dengan kerelaan mati bersama-Nya supaya kita dapat bangkit bersama-Nya.

Coba renungkan hal berikut ini; bagaimana jika seandainya lawan kita itu sebenarnya bukan musuh kita? Kita telah melakukan peperangan terhadap pihak Si Jahat, dan Iblis dengan segala muslihatnya memang musuh kita. Namun siapakah lawan kita yang sejati? Tepat! Jika kita menjawab bahwa diri kita sendirilah lawan terberat kita. Semua kedagingan kita, kedagingan kita, kemalasan kita, kebenaran diri sendiri, kemanjaan kita dan seterusnya. Semua hal inilah yang memaksa Tuhan "menyeret" kita untuk "mampir" di Golgota, sebelum segala kekayaan dan kemulian-Nya menjadi nyata.

Bahwa Rut adalah orang Moab, namun memperoleh tempat sebagai salah satu dari moyangnya Raja di atas segala raja. Bahwa tidak ada bagian apapun bagi Rut saat itu, bahkan Naomi terus menghalang-halangi niatnya, namun karena kebulatan tekad Rut yang sedemikian rupa mampu memaksa Tuhan menulis ulang takdirnya.

Bahwa Elisa hanyalah seorang bujang nabi Elia, telah meninggalkan segalanya, setia menyertai tuannya selama bertahun-tahun, didera krisis kepercayaan oleh hampir seluruh nabi di Israel saat itu, bahkan dibuat down oleh tuannya sendiri. Namun Elisa tetap jalan hingga menyeberangi Yordan (yang artinya juga kematian).

Ujungnya Ialah Tuhan

Ketika Abraham teruji, setelah dua kali Malaikat Tuhan memanggil namanya, Abraham tetap menjawab, "Hineni." Tuhan menyatakan kelulusannya, dan menyediakan seekor domba jantan sebagai gantinya. Di tempat itu, Abraham menamai, "Tuhan menyediakan", God is my Provider. Awalnya berjalan bersama, dan ketika perjalanan semakin tidak menentu, kita diharapkan terus berjalan bersama, dan ketika sampai pada puncaknya, Golgota menjadi bagian utama kita, namun ujung yang sesungguhnya ialah Jehovah Jireh. Bukankah yang kita impikan dan yakini selama ini adalah bahwa semuanya tersedia? Sungguh pada akhirnya, Dia menyediakan segalanya bagi kita.

Sikap hati Ishak yang juga Hineni, mengakibatkan apapun yang ditaburkan menjadi hasil seratus kali lipat sehingga ia menjadi semakin kaya, bahkan kian lama kian kaya, dan akhirnya menjadi sangat kaya (Kejadian 26:12-25). Bahkan ketika orang-orang Filistin mencemburui dan menggangunya, sikap hati Ishak tetap terjaga, memilih untuk pergi dalam damai sejahtera. Hingga akhirnya Allah melantik Ishak dan menjadi Allahnya. Dan setelah pelantikan itu semua musuhnya menjadi takut dan memohon untuk mengadakan perjanjian damai (Kejadian 26:26-31).

Kepahlawanan Ishak

Begitu banyak perkara yang dialami Ishak, namun kitab Ibrani mencatat kepahlawan iman Ishak hanyalah pada saat beliau dengan memandang jauh ke depan memberkati Yakub dan Esau. Ishak bukan saja saja mampu mewarisi dengan baik segala yang dari Abraham, namun juga mampu mewariskan kepada keturunan-keturunannya. Sesungguhnya Ishak bukan sama sekali tidak mengetahui bahwa Yakublah yang mendatanginya dengan tipu daya untuk memperoleh berkat kesulungan, namun Ishak dengan segala hikmatnya memandang jauh ke depan dan memahami kepada siapa berkat kesulungan harus diwariskan. Dan kepada Esau juga dijanjikan kemerdekaan, sekalipun ia ditakdirkan menjadi budak adiknya. Karena dengan memandang ke depan pulalah, Ishak meyakini takdir bisa berubah.

When You Are Faithful, Prosperity is Your Very Next Deal!

Tuesday, July 12, 2011

Jurnal SHRK Juli 2011 - Hari ke-1

"Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka." - Keluaran 2:23-25

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus Yesus,
Mengawali sidang sore ini, SP7 memberikan pernyataan bahwa melalui trip ke China yang baru saja dituntaskan, Tuhan benar-benar telah menggenapkan semua janji-Nya bahwa kitalah Generasi Penakluk Dunia. Diceritakan bagaimana peperangan, pujian, tarian dan segala yang profetik dilakukan dengan sedemikian lancar untuk sebuah negara komunis. Dan melalui perjumpaan beliau dengan seorang Yahudi di Tembok Raksasa, yang merupakan perjumpaan ke-3 (yang pertama pada 14 Februari 2009 di Semarang dengan yang bermarga Cohen dan yang kedua pada bulan September 2010 di Yerusalem dengan seorang Yahudi Mesianik bersuku Lewi bernama Yosef).

Ditegaskan bahwa 3 hari seminar ini, Tuhan meminta untuk SP7 bukan sekedar mengajar, namun juga bernubuat. Jadi isi sidang seminar kali ini adalah nubuatan yang dari Tuhan.
Cermati dan renungkanlah 3 ayat terakhir dari Kitab Keluaran pasal ke-2 di atas. Bahwa ketika Allah mendengar keluhan, seruan dan erangan bangsa Israel pada zaman perbudakan Mesir, Beliau MENGINGAT kepada janji-Nya dengan Abraham. Kata "mengingat" ini mengandung sebuah pengertian akan reaksi aktif, BUKAN reaksi pasif. Sebagai bandingannya, baca Kejadian 30:22, ketika Allah teringat akan Rahel. Dengan demikian Tuhan hendak menegaskan bahwa mengenai perjanjian-Nya dengan Abraham, tidak perlu manusia yang mengingatkan Beliau, melainkan Tuhan SECARA AKTIF mengingat perjanjian tersebut. Sebagai bukti akan keaktifan-Nya tersebut, bacalah kisah di Lukas 13:10-17 yang menggambarkan Keistimewaan Kuasa Perjanjian itu.

Kuasa Dalam Nama

Ketika Abram berusia 99 tahun, Tuhan menampakkan diri-Nya sambil mengadakan perjanjian dengan Abram. Dari pihak Tuhan ada 8 kali disebutkan "Aku akan", menandakan bahwa perjanjian tersebut merupakan new beginning, sebuah awal yang baru. Sementara dari pihak Abraham adalah dengan sunat. Sebagai salah satu akibatnya, nama Abram diubah dengan ditambah unsur Yahweh, menjadi Abraham. Seorang Abram yang memiliki unsur Yahweh, menjadi seorang bapa atas sejumlah besar bangsa. Dan kita yang di dalam Kristus menjadi keturunan Abraham juga, kita yang disebut Kristen (yang memiliki arti bahwa kita serupa dengan Kristus - Yang Diurapi).

Jadi ketika kita mengaku diri sebagai seorang Kristen yang hidupnya menyerupai Yang Diurapi, berarti kita juga memproklamirkan bahwa kita adalah keturunan Abraham. Dan NAMA itu memiliki kuasa sebagaimana kuasa nama Abraham berhak memperoleh apa yang dijanjikan, "Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua." - Kisah Para Rasul 3:16

Penetapan Tahun Depan

"Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga." - Kejadian 17:21

Renungkan pasal 17 dari Kitab Kejadian dan cermatilah. Saat itu Abraham berusia 99 tahun. Tuhan menyebutkan semua detil perjanjian dari kedua pihak. Baik nama Abram & Sarai diubah menjadi Abraham & Sara. Abraham bahkan sempat "menawarkan alternatif", Ismael. Namun Tuhan menolaknya. Sampai Tuhan menetapkan pada tahun berikutnya Abraham akan memperoleh keturunan. Pertanyaannya, ketetapan siapakah bahwa Abraham akan memperoleh Ishak dari Sara dalam waktu SATU TAHUN? Tentu kita semua menjawab bahwa itu adalah ketetapan Tuhan. Namun sadarilah bahwa ketetapan Tuhan itu berasal dari "kerinduan" hati Abraham sendiri, seperti yang tertulis pada ayat 17: "Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?"

Perjanjian ini sungguh mengandung Kuasa Kesepakatan, dimana Tuhan sepakat dengan Abraham. Dan melalui seminar ini Tuhan juga hendak menegaskan bahwa Ia bukan saja secara aktif mengingat perjanjian-Nya dengan kita sebagai keturunan Abraham, melainkan juga Ia sepakat dengan kerinduan hati kita, supaya impian jadi kenyataan, Firman jadi daging dalam hidup setiap kita.

"Akulah yang menguatkan perkataan hamba-hamba-Ku dan melaksanakan keputusan-keputusan yang diberitakan utusan-utusan-Ku." - Yesaya 44:26a

Terakhir diadakan perjamuan seperti sebagaimana Raja Salem Melkisedek menyambut Abraham dengan roti dan anggur, demikian tubuh dan darah-Nya disajikan untuk menandakan bahwa Tuhan menyambut kita, raja-raja-Nya, Generasi Penakluk Dunia karena perjanjian-Nya dengan Abraham.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.