Labels

Showing posts with label Akhir Zaman. Show all posts
Showing posts with label Akhir Zaman. Show all posts

Tuesday, June 2, 2020

Mengharap The Great Revival, Mendapat The Great Chaos

Bukankah Gereja di Amerika Serikat dan Dunia Barat lainnya telah lama menubuatkan dan mendoakan agar terjadinya The Great Revival a.k.a The Great Awakening a.k.a Third Pentecost (Pentakosta Ke-3)?

Lalu mengapa justru yang terjadi adalah kekacauan dan kerusuhan yang besar dan masif di berbagai kota di Amerika Serikat saat ini?

Tahukah Anda bahwa sejarah sedang berulang? Perhatikan apa yang pernah Nabi Habakkuk doakan dalam jerit tangis dan erangannya kepada Tuhan agar revival terjadi atas bangsanya,

"Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: 'Penindasan!' tetapi tidak Kautolong?" - Habakkuk 1:2

Saya percaya doanya, jerit tangisnya, dan erangan kepedihannya tulus mengharapkan revival dan pemulihan bagi negerinya, tapi ternyata Tuhan merespon jauh dari apa yang bisa diduga,

"Lihatlah di antara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah heran dan tercengang-cengang, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan.

"Sebab, sesungguhnya, Akulah yang membangkitkan orang Kasdim (Babylonians), bangsa yang garang dan tangkas itu, yang melintasi lintang bujur bumi untuk menduduki tempat kediaman, yang bukan kepunyaan mereka.

"Bangsa itu dahsyat dan menakutkan; keadilannya dan keluhurannya berasal dari padanya sendiri.

"Kudanya lebih cepat dari pada macan tutul, dan lebih ganas dari pada serigala pada waktu malam; pasukan berkudanya datang menderap, dari jauh mereka datang, terbang seperti rajawali yang menyambar mangsa." - Habakkuk 1:5-8

Bukankah saat ini di Amerika Serikat (karena dipicu oleh insiden George Flyod dan Derek Chauvin) ada banyak orang yang garang dan tangkas sedang menjarah dan menduduki tempat-tempat yang bukan kepunyaan mereka?

Kerusuhan yang dahsyat dan menakutkan terjadi di berbagai tempat. Dan melalui berbagai platform media sosial, kita bisa menyaksikan kecepatan orang-orang itu menjarah lebih daripada macan tutul, kebuasan orang-orang itu lebih daripada serigala dan kelincahan mereka lebih daripada rajawali.

Sampai di sini, apakah Anda sudah menyadari bahwa The Great Revival yang selama ini dipropagandakan itu adalah sebuah agenda palsu yang sarat dengan kepalsuan dan ambisi manusiawi yang korup?

Sebab agenda yang palsu itu disusupi dengan aksi dagang mujizat, janji muluk akan kelimpahan dan kekayaan (transfer of wealth), dan berbagai cerita isapan jempol lainnya.

Konyolnya banyak pemimpin Gereja di Indonesia ikut mempropagandakan kepalsuan yang sama sehingga banyak di antara jemaat yang menyimpang. Padahal dengan gamblang Tuhan Yesus sudah katakan,

"Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih (agape) kebanyakan orang akan menjadi dingin." - Matius 24:12

Jika sudah dinubuatkan akan menjadi dingin, mengapa mereka menubuatkan hal yang bertentangan dengan perkataan Tuhan Yesus? Adakah mereka merasa lebih benar daripada Tuhan Yesus?

Pada akhirnya, Nabi Habakkuk menyadari bahwa revival yang diharapkannya tidak kunjung terwujud, dan secara bertahap dia mempersiapkan batiniahnya untuk menghadapi skenario terburuk yang pernah dia dengar dari Tuhan sendiri, sehingga dia dapat berkata,

"Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku, mendengar bunyinya, menggigillah bibirku; tulang-tulangku seakan-akan kemasukan sengal, dan aku gemetar di tempat aku berdiri; namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami.

"Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,

"namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

"ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku." - Habakkuk 3:16-19

Tulisan ini untuk membangkitkan kesadaran kita semua bahwa masa sakit bersalin bagi Gereja Tuhan sudah tiba dan akan semakin intens kesakitan yang akan dialami, demi melahirkan sebuah zaman baru di mana Kristus Yesus akan memerintah selama 1000 tahun lamanya di Bumi. Hal ini sesuai dengan apa yang sudah Tuhan Yesus katakan dan tertulis dalam Matius 24.

Mintalah kepada Tuhan ketenangan untuk menantikan dan menyambut hari kesusahan itu, supaya kita dapat bertahan dalam iman sampai penghujung nyawa kita. Sehingga dengan demikian, ketika masa itu datang kita dapat berkata kepada musuh-musuh kita,

"Tuhan yang kami sembah sanggup menolong kami, tapi SEKALIPUN TUHAN TIDAK MENOLONG KAMI, KAMI TETAP TIDAK AKAN MENYEMBAH PATUNG BUATAN KALIAN."

Sekali lagi saya ingatkan, perhatikan respon Tuhan terhadap ratapan Nabi Habakkuk ini, dan bebaskanlah diri kita dari nubuatan-nubuatan palsu itu. Persiapkan manusia batiniah kita sebaik mungkin karena kesusahan besar telah ditetapkan-Nya.

Blessings!

Tuesday, March 31, 2020

Pesan Profetik - 29 Maret 2020 Oleh Brother Sadhu Sundar Selvaraj

"The Lord told me there would be pandemic that came, and the first one would prove to be little but fear, but the second one that comes will be serious." - John Paul Jackson, January 2012.

"Tuhan berkata kepada saya, bahwa akan ada pandemik yang akan datang, yang pertama akan kelihatan kecil namun menakutkan, namun yang kedua datang akan sangat serius." - John Paul Jackson, Januari 2012.

Pada tanggal 29 Maret 2020, Brother Sadhu Sundar Selvaraj melalui Angel TV mengadakan prophetic conference yang disiarkan melalui live streaming. Berikut ini kutipan-kutipan dan keterangan dari pesan yang disampaikan Tuhan melalui hamba-Nya,

Konferensi profetik dapat disimak secara lengkap di YouTube: https://www.youtube.com/watch?v=OhoZcrBLXFM

"Saya akan bicara apa adanya dan tepat sesuai dengan apa yang Tuhan katakan dan tunjukkan kepada saya, sebab itulah pekerjaan dan tujuan seorang nabi. Tidak ada alasan untuk seorang nabi mengubah atau memperlunak pesan tersebut.

"Ketika kita sedang bernyanyi menyembah Tuhan, saya melihat Tuhan Yesus berdiri di depan saya sebagai Singa Yehuda. Tuhan Yesus memandang saya sedemikian rupa dan berkata, 'Amarah-Ku belum surut!'

"Pernyataan Tuhan Yesus berkaitan dengan pandemik Covid-19 yang sedang berlangsung. Hal ini serupa dengan apa yang terjadi dan tertulis dalam Kejadian 18 berkaitan dengan jeritan tangis dan keluh kesah yang muncul dari Sodom dan Gomora. Dan berdasarkan jerit tangis dan keluh kesah serta apa yang dilihat Tuhan, maka Tuhan memutuskan hukuman dan penghakiman yang layak dijatuhkan terhadap Sodom dan Gomora.

"Lebih lanjut Tuhan Yesus mengatakan, 'Jerit tangis mereka telah Kudengar.'

"Jadi salah satu alasan mengapa pandemik Covid-19 ini terjadi karena jerit tangis mereka telah sampai ke Telinga Allah. Hal ini sama juga dengan jerit tangis keluhan para martir yang tertulis dalam Kitab Wahyu pasal 6, di mana para martir menuntut pembalasan. 

"Itu sebabnya wabah ini dimulai di China lalu berlanjut ke Eropa dan Amerika Utara dengan dahsyatnya. Begitu banyak aborsi yang terjadi di China, Eropa dan Amerika Utara. Amarah Tuhan masih belum surut.

"Masyarakat dunia berharap bahwa wabah pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir pada pertengahan April nanti. Apakah hal itu akan terjadi? Saya hendak percaya bahwa hal itu akan terjadi. Mengapa saya hendak percaya bahwa wabah pandemi ini akan berakhir di pertengahan April nanti?

"Saya percaya Anda mengetahui seorang nabi Tuhan dengan reputasinya yang baik bernama Chuck Pierce. Pada pergantian Tahun Ibrani bulan September tahun lalu ketika Chuck Pierce berdoa, Tuhan Yesus mengatakan bahwa akan ada pandemi yang akan menimpa secara masif dan hal itu akan mulai terjadi di akhir tahun. Pandemi ini merupakan ujian yang akan berlangsung hingga Paskah tahun ini.

"Perhatikan! Bahwa pada akhir tahun lalu sama sekali tidak ada tanda apapun bahwa akan terjadi pandemi. Bahkan sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menggunakan istilah wabah (plague) sebelumnya akhirnya gunakan istilah pandemi (pandemic). Istilah pandemi digunakan ketika wabah terjadi di berbagai tempat di seluruh dunia, sedangkan istilah plague hanya digunakan ketika wabah hanya terjadi pada regional tertentu.

"Jadi bagaimana kita bisa percaya bahwa pandemi Covid-19 ini akan berakhir pada saat Paskah nanti? Karena bagian pertama dari nubuatan tersebut telah terjadi, yakni pandemi ini benar-benar mendunia, maka pastilah bagian terakhir dari nubuatan tersebut juga akan tergenapi di Paskah nanti.

"Apa yang saya lihat saat ini adalah Kaki Singa Yehuda itu masih ada di atas pandemi tersebut, kaki itu tidak sepenuhnya menginjak-injak pandemi tersebut, melainkan pandemi itu masih ada di bawah kendali Kaki Tuhan, namun tidak sepenuhnya dimusnahkan.

"Pada tanggal 20 Februari 2020, ketika saya sedang menantikan Tuhan, roh saya dibawa ke Sorga bertemu dengan Tuhan Yesus. Dan Tuhan Yesus memandang saya dan berkata, 'Allah Bapa ingin bicara dengan kamu. Kamu punya pesan penting yang harus disampaikan kembali (kepada Gereja dan dunia). Ayo datang bersama-Ku untuk menemui Bapa.'

"Ketika saya tiba di hadapan Bapa, 'Another great wind is going to sweep all over the world.' (Sebuah angin besar yang lain sedang menyapu seluruh dunia). Yang dimaksud dengan sebuah angin besar yang lain adalah sesuatu yang lebih buruk daripada pandemi Covid-19 ini. Sesuatu yang lebih buruk daripada Covid-19 akan segera datang. Dan ketika yang lebih buruk itu datang, akan membuat pandemi Covid-19 seperti mainan anak-anak.

"Ketika nanti pandemi yang lainnya datang, itu akan menyengat bagaikan sengatan hornet. Ketika virus ini menyengat, akan muncul bengkak seperti bisul di wajah dan bagian tubuh lainnya, terutama di bagian dada. Penderitanya akan merasakan sensasi panas terbakar dan suhu tubuhnya akan naik di atas 38 derajat Celcius (100 derajat Farenheit). Ini adalah gejala-gejala fisik yang kasat mata dari sengatan tersebut.

"Para dokter dan ilmuwan heran dan bingung untuk menemukan obat penawar ataupun vaksin untuk sengatan virus yang satu ini. Padahal saat ini para dokter dan ilmuwan masih menyelidiki DNA dari virus Covid-19 ini. Dan mereka juga mengatakan bahwa vaksin untuk Covid-19 masih sangat jauh dari usaha mereka. 

"Namun nanti ketika mereka mengklaim bahwa mereka telah menemukan sesuatu berkaitan dengan Covid-19, maka pada saat itulah sengatan hornet ini akan tiba. Dan ketika sengatan ini tiba, tidak ada yang bisa menemukan bagaimana cara virus ini bekerja, apalagi menemukan obat penawarnya.

"Saya teringat kepada sahabat saya, almarhum nabi Neville Johnson, beliau pernah berkata bahwa Tuhan ada menyingkapkan bahwa nanti akan muncul banyak wabah yang mutasi virusnya tidak bisa diidentifikasi oleh para dokter dan ilmuwan. DNA pada virus tersebut akan bermutasi sendiri. Dan penyelidikan terakhir dalam dunia kedokteran saat ini juga bicara hal yang serupa mengenai Covid-19 ini.

"Mengenai virus yang akan datang ini, struktur strain-nya akan sedikit mirip dengan Covid-19, namun memiliki banyak duri sengatan di sekelilingnya. Sengatan virus ini bukan hanya terjadi di permukaan kulit saja, tapi juga terjadi di seluruh pembuluh darah. Dan ketika virus ini menyengat, akan ada racun yang dilepaskan di dalam darah, dan akan menyebabkan fatalitas yang besar bagi penderitanya. 

"Saya harap berita ini tidak membuat Anda semua takut dan gentar. Pada saat ini semua terjadi, para pemimpin dunia dan ilmuwan akan kehabisan akal untuk menghadapi situasi tersebut. Saat ini banyak pemerintah yang melakukan lockdown demi melindungi rakyatnya, namun cara yang sama tidak akan berhasil sama sekali ketika virus yang berikutnya datang. Pandemi virus yang berikutnya tidak akan dapat dikendalikan.

"Bagaikan singa jantan yang bangkit untuk mencari dan menerkam mangsa, demikian juga Tuhan melalui virus tersebut akan bangkit dan mencari mangsanya, melalui hukuman dan penghakiman yang dijatuhkan-Nya. 

"Mari belajar bagaimana Tuhan berlaku terhadap musuh-musuh bangsa Israel, terutama ketika Sanherib, raja negeri Asyur datang hendak menyerang bangsa Israel yang hari itu dipimpin oleh raja Hizkia. Sanherib bahkan menghujat Tuhan Allah Israel, sedangkan raja Hizkia begitu gentar karena sadar kekuatannya tidak seberapa.

"Dan setelah raja Hizkia menaikkan doa permohonan, Tuhan mendengar doa tersebut, dan dalam satu malam Malaikat TUHAN membunuh 185.000 tentara raja Asyur. Ketika amarah Tuhan bangkit, ketika Sang Raja bangkit dari Takhta-Nya, Beliau akan mengenakan jubah perangnya, sebagaimana tertulis dalam Yesaya 63, Tuhan akan mengeksekusi pembalasan-Nya.

"Begitu juga dengan janji-Nya dalam Ibrani 12 bahwa segala sesuatu akan digoncangkan hingga tinggal tetap yang tak tergoncangkan, yakni Kerajaan-Nya. Itu sebabnya kita diminta untuk melakukan persiapan sepanjang tahun 2020 ini. Tahun 2020 merupakan tahun yang ditunjuk Tuhan sebagai Tahun Persiapan karena mulai tahun 2021 akan terjadi berbagai goncangan yang menimpa dunia sebagaimana yang telah dinubuatkan dalam Ibrani 12.


"Jika kita melihat saat ini, banyak pemerintah dan perusahaan yang meliburkan para pegawainya sekalipun gaji masih diberikan, selama 2 - 3 minggu, bahkan bisa lebih. Banyak jadwal penerbangan dibatalkan, banyak sekolah ditutup, ibadah berjemaah harus dihindari atau ditiadakan. Bahkan hingga Juli nanti disarankan untuk tidak melakukan perkumpulan dalam jumlah besar. 

"Namun ini hendak saya sampaikan, bahwa tindakan tersebut akan berlaku hingga bulan September. Jadi kita masih memiliki waktu sekitar 6 bulan. Maka inilah saat yang tepat, sebuah golden opportunity untuk kita sekeluarga meluangkan waktu sebanyak mungkin dengan Tuhan sebagai persiapan di masa depan. 

"Dalam Matius 24 ada tertulis bahwa bahkan orang-orang pilihan bisa ikut disesatkan pada Masa Tribulasi Besar, kecuali Tuhan mempersingkat waktu mereka. Jadi jika orang-orang pilihan saja bisa gagal bertahan dalam iman, bagaimana dengan yang lainnya? 

"Jadi sekali lagi saya katakan, jangan remehkan dan jangan sia-siakan kesempatan dan anugerah waktu ini untuk mempersiapkan diri dan iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus. 

"Selama masa pandemi virus yang berikutnya nanti para malaikat Tuhan akan berkeliling di lima benua sambil membawa balsam pemusnah racun (poison eliminating balm). Mereka adalah para malaikat yang sama yang turun di kolam Bethesda (Yohanes 5:2-4).

"Tujuan dari para malaikat penyembuh ini adalah untuk melindungi mereka yang takut kepada Tuhan dan menuruti hukum-hukum-Nya. Hal serupa yang pernah terjadi di tanah Mesir menjelang eksodus (Keluaran 12), demikianlah hal tersebut akan terjadi lagi melalui sengatan virus ganas yang akan datang nanti.

"Sengatan virus ganas yang berikutnya nanti akan serupa dan sebangun dengan wabah yang tertulis dalam Wahyu 16:2. Dan hal ini pernah terjadi sebelumnya, yakni ketika Tulah ke-6, yakni barah dan bisul menimpa tanah Mesir (Keluaran 9). Dan akan ada lebih banyak wabah yang akan terjadi di masa depan.

"Berikut ini ada lima hal yang perlu diperhatikan, sebab firman-Nya telah berkata bahwa kita umat-Nya yang takut akan Tuhan dan menuruti hukum-hukum Tuhan, tidak ditentukan untuk ditimpa murka.

"Pertama, berbahagialah dan diberkatilah mereka yang mencari Tuhan sebelum murka-Nya dimanifetasikan, Amos 5:4, 'Carilah Aku, maka kamu akan hidup!' Lakukanlah persiapan dengan mencari Tuhan.

"Kedua, berbahagialah dan diberkatilah mereka yang mencari Allah Pencipta Langit dan Bumi. Ini berlaku bagi mereka yang bukan pengikut Kristus. Kepada mereka pun disediakan perlindungan dari murka-Nya, asalkan mereka juga mencari Allah Yang Hidup, yang menciptakan Langit dan Bumi.

"Ketiga, berbahagialah dan diberkatilan mereka yang menemukan perlindungan di dalam Tuhan. Ulangan 33:7, Mazmur 9:9, 46:1, 91:1. Mereka yang berlindung di bawah naungan Yang Mahatinggi, mereka akan dilindungi dari murka yang menimpa. Janganlah mencari perlindungan dari dunia ini. Dirikanlah mezbah dan hadirkan hadirat-Nya dalam penyembahan, maka tidak akan ada wabah yang dapat menimpa.

"Keempat, Tuhan sendiri yang memiliki obat penawar yang mampu menyembuhkan kita dari wabah penyakit tersebut. Masker memang akan melindungi kita, namun hal itu akan tidak ada gunanya lagi. Namun Tuhan memiliki daun dari pohon kehidupan yang menyembuhkan bangsa-bangsa. 

"Yang terakhir, Darah Anak Domba Allah, itulah obat penyembuh. Lakukanlah perjamuan sebagai pengingat bagi kita akan pengorbanan-Nya.

"Pada 14 Maret 2020 lalu, kami melakukan seremoni peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung baru. Acara seremoni tersebut dihadiri banyak tamu, termasuk sahabat saya yang terkasih, Ps. Joseph Sweet dari Lancaster, California.

"Ketika saya sampaikan pesan Tuhan bahwa akan ada pandemi yang lebih dahsyat daripada Covid-19, beliau terkejut, dan sesaat kemudian beliau teringat akan nubuatan yang disampaikan oleh seorang nabi lainnya, yakni almarhum John Paul Jackson sekitar 8 tahun lalu.

"John Paul Jackson menyatakan pesan Tuhan, 'Tuhan berkata kepada saya, bahwa akan ada pandemik yang akan datang, yang pertama akan kelihatan kecil namun menakutkan, namun yang kedua datang akan sangat serius.' 

"Pesan itu disampaikan pada tahun 2012, dan dari saat itu hingga saat ini belum ada sesuatu yang disebut sebagai pandemi, kecuali pandemi Covid-19 ini. Dan pandemi Covid-19 ini seperti disebutkan, little but fear. Orang-orang menjadi begitu ketakutan ketimbang terhadap virus Covid-19 itu sendiri.

"Mari simak firman-Nya dari Kitab Habakuk pasal 3, utamanya ayat 5, 'Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya.' Bukankah salah satu gejala Covid-19 ini adalah demam, begitu juga virus yang lebih ganas nanti juga disertai demam. Itulah tanda kehadiran Tuhan yang berkeliling di antara bangsa-bangsa. 

"Ini merupakan tanda kedatangan Kerajaan Allah di Bumi, 'Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.' - Wahyu 14:7

"Waktunya telah tiba Tuhan menyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya melalui hukuman dan penghakiman-Nya."

Prophetic Update untuk Dekade 2020 - 2029 (klik di sini)

Catatan Windunatha

Selagi masih ada waktu dan kesempatan, manfaatkanlah sebaik mungkin untuk mempersiapkan manusia batiniah kita sebagaimana Ibrani 12 menyatakannya. Inginilah didikan Tuhan lebih dari apapun juga, karena didikan-Nya yang berkesinambungan merupakan modal terbesar untuk menghadapi masa-masa yang sangat menentukan di depan.

Dan jika saya tidak salah menangkapnya, virus yang lebih ganas itu kemungkinan akan terjadi di pergantian Tahun Ibrani berikutnya, yakni sekitar 18 - 20 September 2020, sebab dikatakan bahwa Tuhan bangkit sebagai Raja yang mengenakan jubah perang-Nya. Dan ada tertulis bahwa pada pergantian tahun merupakan saat di mana para raja maju berperang (2 Samuel 11:1, 1 Tawarikh 20:1).

Mulailah konsultasikan hal ini kepada Roh Kudus, "Tuhan Roh Kudus, selidiki aku dan tiliklah hatiku, apa yang masih harus digoncangkan di dalam diriku sampai hanya tinggal tetap yang tak tergoncangkan itu." Mintalah hal ini dengan tulus dan sungguh, dan Tuhan pasti akan menganugerahkan hikmat-Nya untuk membuat kita memahami apa yang sebenarnya dikehendaki-Nya dari kita.

Dan berdasarkan pemahaman tersebut, akan lahir iman yang sedemikian rupa yang mampu menopang kita untuk menghadapi berbagai goncangan yang akan datang.

Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya. Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya. Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya. 

Ia berdiri, maka bumi dibuat-Nya bergoyang; Ia melihat berkeliling, maka bangsa-bangsa dibuat-Nya melompat terkejut, hancur gunung-gunung yang ada sejak purba, merendah bukit-bukit yang berabad-abad; itulah perjalanan-Nya berabad-abad.


Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku! Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku, dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah cemar. Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan dan tahun penuntutan bela telah datang. 

Aku melayangkan pandangan-Ku: tidak ada yang menolong; Aku tertegun: tidak ada yang membantu. Lalu tangan-Ku memberi Aku pertolongan, dan kehangatan amarah-Ku, itulah yang membantu Aku. Aku memijak-mijak bangsa-bangsa dalam murka-Ku, menghancurkan mereka dalam kehangatan amarah-Ku dan membuat semburan darah mereka mengalir ke tanah.


Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Friday, March 20, 2020

Misteri Sang Nabi Palsu Wahyu 13

"Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.

"Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu." - Wahyu 13:11-14

Tuhan Yesus menubuatkan bahwa pada Masa Aniaya Besar akan tampil seorang nabi palsu YANG AKAN MENJALANKAN OTORITAS SANG ANTIKRISTUS, yakni Binatang Yang Keluar Dari Laut.

Jadi masa itu menjadi sangat berat karena peran penyesatan yang mematikan yang dijalankan oleh Sang Nabi Palsu tersebut. Sebab tanpa peran Nabi Palsu, Sang Antikristus tidak memperoleh dukungan yang optimal dari sangat banyak pihak saat itu.

Dan memang tertulis bahwa Sang Nabi Palsu yang menyebabkan seluruh Bumi dan penghuninya sujud menyembah kepada Sang Antikristus.

Jadi, siapa sesungguhnya Sang Nabi Palsu yang dimaksud dalam Wahyu 13? Mari kita kupas satu per satu semua petunjuknya.

1. Muncul dari dalam Bumi. Alkitab hanya mengidentifikasi dua bangsa, yakni Laut dan Bumi. Laut adalah bangsa-bangsa kafir atau Gentiles atau Goyim. Sedangkan Bumi adalah bangsa Israel. 

Jadi Sang Nabi Palsu adalah seorang Israel, seorang Yahudi yang muncul dari Tanah Israel.

2. Ia diidentifikasi atau dikenal sebagai nabi. Alkitab mengenal sebutan nabi hanya bagi mereka yang berasal dari Israel atau orang Israel. Jika nabi itu berubah setia terhadap Tuhan, maka akan disebut nabi palsu.

Sedangkan nabi dari bangsa-bangsa kafir tidak disebut nabi palsu, melainkan nabi Ba'al, nabi asli dari penyembahan kepada Ba'al. 

3. Rupanya seperti anak domba. Perhatikan! Penampilan fisik maupun identitasnya serupa dengan Tuhan Yesus, bahkan saat ini ada sebagian orang menganggap tokoh ini sama dengan Tuhan Yesus yang di Alkitab, padahal sama sekali berbeda, walaupun keduanya sama-sama berasal dari Israel dan seorang Yahudi.

Ketika Sang Nabi Palsu ini tampil, dia akan mengaku bahwa dirinya adalah Yesus, tapi dia akan menyangkal bahwa dia bukan Tuhan, melainkan hanya seorang nabi, dan dia juga akan mengaku bahwa dia tidak pernah mati di kayu salib.

Ingat! Tujuan utama Sang Nabi Palsu adalah untuk membuat semua orang menyangkali Tuhan Yesus dan menyembah Sang Antikristus.

4. Mampu melakukan banyak mujizat. Demi meyakinkan semua orang di Bumi, Sang Nabi Palsu akan berbuat mujizat sama seperti yang Tuhan Yesus lakukan 2000 tahun yang lalu, mulai dari mengubah air menjadi anggur, berjalan di atas air, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati bahkan menurunkan api dari langit, sesuatu yang Tuhan Yesus cegah untuk Yohanes dan Yakobus tidak melakukannya.

5. Akan diakui oleh sebagian besar orang Yahudi sebagai Nabi Elia. Sampai detik ini, hampir semua orang Israel TIDAK MENGAKUI Yohanes Pembaptis sebagai Elia yang dimaksud. Mereka tidak terima bahwa Elia yang mereka kenal bisa mati dipenggal kepalanya.

Mereka hanya mengenal Elia yang seperti manusia super, bisa turunkan api dari langit dan tidak alami kematian fisik, melainkan terangkat ke Sorga.

6. Akan bertindak seperti Nabi Elia bertindak di masa lampau. Ketika Nabi Elia berhasil meyakinkan kembali rakyat Israel bahwa JEHOVAH Israel adalah satu-satunya Allah, maka semua nabi Ba'al yang bertarung saat itu di Karmel dibunuh dengan dipenggal kepalanya.

Namun pada masa itu nanti, Sang Nabi Palsu akan bertindak sama seperti Nabi Elia dengan menantang para pengikut Kristus, utamanya para rabbi Mesianik dan para pendeta Kristen, yang juga merupakan Dua Saksi dalam Wahyu 11.

"Mereka (Dua Saksi) adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, keluarlah api dari mulut mereka menghanguskan semua musuh mereka. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara itu. Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya." - Wahyu 11:4-6

Jika para pengikut Kristus terpengaruh oleh kuasa Sang Nabi Palsu sehingga meragukan kuasa Tuhan yang ada di dalam dirinya untuk menurunkan api dari langit juga, maka akan dipaksa untuk menyangkali Tuhan Yesus atau kepala mereka dipenggal jika memilih tetap setia kepada Kristus.

Dengan penjabaran yang sedemikian banyak dan rinci, seharusnya sudah bisa diketahui siapakah Sang Nabi Palsu itu, TANPA harus disebutkan namanya dalam tulisan ini.

Tuhan Memberkati.

Tuesday, February 4, 2020

Dibiarkan Mati Untuk Menyatakan Kemuliaan

"Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: 'Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.' Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: 'Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.'" - Yohanes 11:3-4

Sekian hari sebelum kematian Lazarus, Tuhan Yesus sudah mendapatkan kabar, namun Beliau sengaja mengulur waktu dengan tidak membesuk sahabat-Nya yang sedang meregang nyawa itu.

Sengaja diulur sampai mati bahkan sampai jasadnya sudah mulai membusuk karena ketika Tuhan Yesus datang, Lazarus sudah wafat 4 hari sebelumnya.

Namun tidak banyak orang yang memahami bahwa di kalangan orang Yahudi ada suatu keyakinan tentang kemampuan membangkitkan orang mati dan Sang Mesias.

Mereka meyakini bahwa Tuhan bisa membangkitkan orang mati yang jangka kematiannya masih 3 hari ke bawah melalui nabi, atau siapapun yang diurapi. Tapi hanya Sang Mesias yang mampu membangkitkan orang mati yang jangka kematiannya lebih dari 3 hari.

Jadi sesungguhnya kematian dan kebangkitan Lazarus itu memang sengaja dimanfaatkan untuk menyatakan identitas Tuhan Yesus kepada bangsa Israel bahwa Beliau adalah Sang Mesias yang telah lama dijanjikan itu.

Demikian juga dalam perumpaan Kesepuluh Gadis yang dibiarkan menanti sampai semua tertidur alias mati. Yang bijaksana pun alami kematian sekalipun pelita mereka menyala, karena yang berikutnya terjadi adalah kedatangan Anak Manusia dalam segala kuasa dan kemuliaan.

"Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya." - Matius 24:30

Kematian Lazarus sengaja dibiarkan untuk menyatakan bahwa Beliau adalah Anak Allah, sedangkan kematian kita di Masa Aniaya Besar juga akan sengaja dibiarkan terjadi untuk menyatakan bahwa Beliau adalah Anak Manusia yang datang dengan segala kuasa (authority) dan kemuliaan (glory).

"Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah." - 1 Korintus 15:51-52

Blessings!

Yang Bodoh Dan Yang Bijaksana, Semuanya Tertidur

Setelah Tuhan Yesus mengajarkan mengenai semua tanda dan kronologi menjelang kedatangan-Nya kembali, paling sedikit ada enam perumpamaan yang disampaikan kepada murid-murid-Nya, salah satunya adalah perumpamaan Kesepuluh Gadis.

Perhatikan! Kesepuluhnya itu gadis, dalam bahasa Inggris disebut virgins, BUKAN sundal. Kesepuluhnya itu menantikan kedatangan Mempelai Pria. Kesepuluhnya itu memiliki pelita, yakni Firman Tuhan.

Namun yang bijaksana hanya lima gadis, karena memiliki minyak cadangan untuk pelita mereka tetap menyala. Dan lima lainnya adalah gadis-gadis bodoh karena tidak memiliki minyak cadangan sehingga pelita mereka padam ketika Mempelai Pria datang.

Kisah perumpamaan ini sudah sering dikotbahkan di mimbar maupun didiskusikan dalam berbagai kesempatan. Tapi saya yakin bahwa ada satu hal yang mengganjal banyak pengikut Kristus, yakni mengapa kesepuluh gadis itu tertidur ketika sedang menantikan kedatangan Mempelai Pria dan mengapa kesepuluhnya bangkit dari tidurnya ketika Mempelai Pria datang?

Harusnya gadis-gadis yang bijaksana itu tetap terjaga, apalagi pelitanya menyala terus karena minyaknya banyak, dan biarlah gadis-gadis yang bodoh tidur nyenyak, begitulah pemikiran banyak orang, termasuk saya.

Tapi sekarang, setelah mempelajari kebenarannya, saya memahami bahwa arti tertidur itu adalah mati.

Anda ingat kisah Lazarus yang dibiarkan mati, sebelum akhirnya dibangkitkan?

"Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa." - Yohanes 11:13

Jadi sekali lagi kita teliti dengan seksama, bahwa kesepuluhnya sama-sama gadis perawan BUKAN sundal, kesepuluhnya sama-sama menantikan kedatangan Mempelai Pria, kesepuluhnya sama-sama memiliki pelita, yakni Firman Tuhan dan kesepuluhnya sama-sama tertidur atau mengalami kematian.

Yang membedakan kelimanya yang bijaksana dengan kelima lainnya yang bodoh adalah minyak cadangan yang mampu membuat pelita tetap menyala bagi yang bijaksana, namun tidak dimiliki yang bodoh sehingga pelita mereka padam.

Daud pernah bermazmur, 

"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." - Mazmur 119:105

Firman adalah pelita, maka minyaknya pelita adalah daya iman untuk melakukan firman atau bertindak sesuai firman.

Yang bijaksana akhirnya mati tapi mereka didapati mati dengan melakukan firman. Yang bodoh pun akhirnya mati tapi mereka didapati mati tanpa melakukan firman.

Apakah firman yang dilakukan yang bijaksana namun tidak dilakukan oleh mereka yang bodoh? Setia sampai akhir.

Dan perhatikan ketika Tuhan Yesus Kristus datang kembali, perhatikan dengan seksama Identitas-Nya saat itu,

"Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: 'Yang Setia dan Yang Benar', Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

"Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri.

"Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: FIRMAN ALLAH." - Wahyu 19:11-13

Identitas-Nya sejak awal bahkan sebelum Sorga dan Bumi ada adalah Sang Firman. Demikian pula ketika kita diciptakan oleh Firman-Nya, kita diselamatkan dari Hukum Dosa oleh Firman-Nya dan kita akan berkemenangan pada Masa Aniaya Besar juga oleh Firman-Nya yang telah terpatri di dalam batiniah kita.

Jaga pelita kita dengan terus perbanyak minyak cadangan kita, sehingga sekalipun kita "tertidur", pelita kita tidak padam, sehingga pada saat Sang Raja datang kembali, Beliau mendapati kita setia hingga akhir.

Blessings!

Sunday, January 26, 2020

Mengapa Tuhan Yesus Memakai Kode Penunggang Kuda Dalam Kitab Wahyu?

Pernahkah Anda bertanya, mengapa Tuhan Yesus memakai para penunggang kuda untuk menyampaikan pesan dari empat Meterai pertama Kitab Wahyu? Mengapa tidak dipakai singa atau serigala atau berbagai hewan lainnya?

Tahukah Anda bahwa dari seluruh kekayaan Abraham maupun Ayub, tidak ada seekor kuda dalam kekayaan mereka yang tercatat di Alkitab?

Bahkan kepada bangsa Israel, Tuhan Allah melarang untuk mereka memiliki banyak kuda,

"Hanya, janganlah ia memelihara banyak kuda dan janganlah ia mengembalikan bangsa ini ke Mesir untuk mendapat banyak kuda, sebab TUHAN telah berfirman kepadamu: Janganlah sekali-kali kamu kembali melalui jalan ini lagi." - Ulangan 17:16

Dan bukankah karena kekayaannya yang begitu berlimpah, Salomo melanggar perintah tersebut dengan memiliki banyak kuda?

"Lagipula Salomo mempunyai kuda empat puluh ribu kandang untuk kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda." - 1 Raja-Raja 4:26

Bahkan dalam melakukan peperangan dengan bangsa-bangsa kafir, Tuhan Allah menerapkan aturan tertentu berkaitan dengan kekuatan kuda-kuda musuh,

"Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu, dan engkau melihat kuda dan kereta, yakni tentara yang lebih banyak dari padamu, maka janganlah engkau takut kepadanya, sebab TUHAN, Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir, menyertai engkau." - Ulangan 20:1

"Janganlah takut menghadapi mereka, sebab besok kira-kira waktu ini Aku menyerahkan mereka mati terbunuh semuanya kepada orang Israel. Kuda mereka haruslah kamu lumpuhkan dan kereta mereka haruslah kamu bakar dengan api." - Yosua 11:6

Bahkan Daud yang begitu mahir berperang dan memiliki banyak kemenangan pernah membandingkan kekuatan kuda dan kereta perang dengan Nama TUHAN,

Mamur 20:8 - "Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita."

Jadi jelas kode "penunggang kuda" yang dipakai dalam Kitab Wahyu itu menunjukkan musuh-musuh Allah (Israel) yang membawa senjatanya masing-masing.

Dan kalau ada yang menafsirkan bahwa Penunggang Kuda Putih merupakan Kekristenan dan Injil, itu sudah jelas salah tafsir.

Lalu apa makna busur, pedang, dan timbangan yang menjadi senjata masing-masing para penunggang kuda tersebut? Dan mengapa warna keempat penunggang kuda itu Putih, Merah, Hitam dan Hijau?

Maaf, untuk hal itu tidak bisa saya singkap di publik. 

Blessings!

Wednesday, January 15, 2020

Gadis-Gadis Culas Dan Munafik

Sekitar setengah tahun lalu, seorang pemuda menghubungi saya dan dari pemuda itu saya memperoleh penyingkapan rahasia Kitab Wahyu yang komprehensif dan sangat alkitabiah. Sebelumnya belum pernah ada orang yang mengungkap cara menyingkap Kitab Wahyu sedemikian menariknya.

Salah satu alasan pemuda tersebut ingin segera bertemu dengan saya saat itu adalah karena kami sama-sama meyakini konsep Post-Tribulation Rapture.

Dalam kurun 2 tahun terakhir, pemuda ini telah menyampaikan materi Eskatologinya sebanyak puluhan kali di berbagai kota di Indonesia dan mayoritas audiens yang hadir adalah para pendeta dan gembala gereja, padahal pemuda ini sama sekali bukan lulusan theologia, melainkan seorang Sarjana Ekonomi. 

Seminar selalu diadakan selama dua hari full, dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Salah satu pendeta yang pernah mengikuti seminarnya adalah Pdt. Chris Manusama (GBI ROCK - Ambon).

Setelah mengikuti seminar tersebut, Pdt. Chris Manusama berkomentar, "Kita perlu mengevaluasi doktrin pengajaran kita, khususnya mengenai Eskatologi."

Dan banyak pendeta yang menghadiri seminar tersebut merupakan endorsement dari Pdt. Chris Manusama. 

Secara garis besar, materi dibagi dua topik. Di hari pertama adalah membahas mengenai siapakah Antikristus, siapakah Nabi Palsu dan siapakah Empat Penunggang Kuda itu.

(Anyway, keempat Penunggang Kuda itu sama sekali tidak ada hubungan dengan Gereja, seperti yang ditafsirkan sebagian orang selama ini).

Dan selama puluhan kali seminar, para peserta kelihatan begitu terkesan, takjub dan very excited mempelajari materi yang disampaikan.

Namun ketika mempelajari materi di hari ke-2, situasi berubah drastis, excitement yang menggebu-gebu itu berubah menjadi kegelisahan yang tak menentu. Bayang-bayang aniaya besar dan persekusi berat dari Antikristus dan pasukannya jadi semakin sulit disangkali.

Bahkan saking merasa tertekannya, suatu kali ada salah satu peserta seminar yang datang ke pemuda tersebut dan berkata, "Pak, bisakah kita doa puasa sebanyak mungkin supaya apa yang dinubuatkan di Kitab Wahyu itu dibatalkan?"

Mendengar pengalaman itu, saya merasa miris. Dan sebenarnya ada sebagian orang Kristen yang meyakini bahwa nubuatan Kitab Wahyu itu bersifat "negotiable". Padahal sudah dengan sangat jelas dan sangat gamblang bahwa hal itu merupakan WAHYU-NYA TUHAN YESUS KRISTUS sendiri (Wahyu 1:1).

Ada pula yang di akhir seminar hari pertama dengan bergairah hendak booking jadwal seminar yang sama di gerejanya sendiri, di luar kota, tapi begitu mempelajari materi di hari ke-2, gairah itu lenyap seketika.

Ada pula yang dengan culas bilang begini, "Pak, kalau seminarnya satu hari saja bisa gak?"

Awalnya dipikir mungkin karena waktu untuk seminar dua hari akan terasa sangat berat, belakangan diketahui bukan itu alasannya.

Mereka yang hendak mengundang untuk seminar diadakan sehari saja karena hanya ingin membahas identitas Antikristus tapi tidak mau membahas tentang Great Tribulation yang merupakan topik utama materi seminar hari ke-2.

Jadi bisa disimpulkan bahwa mereka tertarik untuk membahas identitas Antikristus tapi menolak percaya bahwa suatu saat di masa depan Gereja secara global akan alami aniaya besar dan persekusi berat, karena mereka memilih untuk percaya akan fantasi yang mengatakan bahwa mereka dihindarkan dari kesesakan besar itu dalam Rapture.

Pertanyaannya, kalau memang Tuhan Yesus merencanakan kita untuk terhindar dari kesesakan besar melalui Rapture, lalu untuk apa Kitab Wahyu dan Kitab Daniel ditulis dengan begitu rinci dan kompleks?

Untuk apa kita perlu tahu identitas Antikristus dan apa saja yang akan dikerjakannya jika kita memang akan dihindarkan dari semua itu?

Mungkin Anda akan bilang, "Ya itu untuk mereka yang tertinggal."

Itu adalah jawaban yang super konyol, dan saya sudah sering mendapat jawaban yang demikian. Saking seringnya, saya punya balasan istimewa untuk merespon jawaban super konyol itu,

"Jika kamu yang merasa layak ikut Rapture saja enggan untuk mempelajari tentang Antikristus dan Masa Tribulasi Besar, lalu apa yang membuat mereka yang kalian anggap akan tertinggal mau mempelajarinya?"

Dan dari semua hal yang saya sampaikan di atas, yang paling munafik adalah mereka tetap ingin agar bisa mengadakan seminar tersebut untuk sehari saja, untuk bahas materi hari pertama saja.

Anda tahu kenapa?

Karena materi itu dianggap istimewa dan ada nilai jualnya, they're excited to merchandise any saleable revelation, tapi untuk menyampaikan kepada jemaat bahwa kita semua akan hadapi tribulasi besar, hal itu tentu tidak bagus untuk "bisnis gereja."

Coba Anda uji sendiri, dari sekian banyak pengkotbah (kharismatik) di Indonesia ini, ketika berkaitan dengan topik Eskatologi, siapakah nama-nama pengkotbah yang langsung terlintas di benak Anda?

Apakah pengkotbah-pengkotbah itu ada mempersiapkan atau minimal menghimbau Anda untuk bersiap hadapi Masa Tribulasi Besar? Apa yang selama ini mereka sampaikan di mimbar sehingga mereka bisa ada di "top of the list" dalam memori Anda?

Padahal, dagangan para pengkotbah itu hanya seputar isu Illuminati, Freemason, CERN, HAARP, dan berbagai tetek bengek fantasi konspirasi politik lainnya yang memang akan sangat mudah dijual jika dikemas dengan menarik dan dihubungkan dengan ayat-ayat Alkitab.

Tapi tidak satupun dari "dagangan" mereka itu yang menjadikan Masa Tribulasi Besar sebagai urgensi ilahi yang merupakan wahyu Tuhan Yesus sendiri.

Merekalah gadis-gadis culas dan munafik, yang mengaku menantikan kedatangan The Bridegroom tapi berbuat sundal dengan "dagangan" mereka demi setangkup recehan yang melecehkan wahyu Yang Mulia itu.

Blessings!

Friday, January 3, 2020

Sebenarnya Waktu Apa Yang Dipersingkat?

Suatu kali Tuhan Yesus ada berkata,

"Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi."

"Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat." - Matius 24:22

Dan karena perkataan ini, hampir semua orang Kristen meyakini bahwa yang dipersingkat adalah:

1. Bagi mereka yang menganut konsep Pre-Tribulation Rapture maka akan menganggap bahwa Tuhan ada mempercepat kedatangan-Nya yang ke-2 melalui Rapture SEBELUM Masa Aniaya Besar itu tiba. 

Ini jelas sebuah pemikiran yang sama sekali keliru, karena Tuhan Yesus TIDAK PERNAH menjanjikan adanya Rapture sebelum Masa Aniaya Besar sama sekali.

2. Bagi mereka yang menganut konsep Mid maupun Post-Tribulation Rapture maka akan menganggap bahwa Tuhan akan memperpendek atau memotong jangka waktu Masa Aniaya Besar.

Inipun juga sebuah pemikiran yang keliru, karena secara gamblang dikatakan bahwa Masa Aniaya Besar berlangsung selama 1260 hari atau 42 bulan.

Jika begitu, lalu sebenarnya waktu apa yang dipersingkat? Inipun juga pertanyaan yang keliru.

Perhatikan petunjuk yang dikatakan-Nya,

"... karena orang-orang pilihan ..."

Jadi sebenarnya yang dipersingkat adalah waktu hidup orang-orang pilihan menjelang Masa Aniaya Besar yang sangat dahsyat itu. 

Sebab secara spesifik dikatakan bahwa siksaan aniaya yang akan terjadi belum pernah terjadi sejak awal dunia dan takkan pernah terjadi lagi setelahnya, alias ini merupakan SIKSAAN PAMUNGKAS.

Jadi jika pada saat ini hingga beberapa waktu ke depan ada banyak anak Tuhan, terutama mereka yang dianggap telah atau hampir merampungkan tugasnya di dunia, dipanggil pulang, maka ketahuilah bahwa hal itu merupakan penggenapan dari apa yang Tuhan Yesus katakan itu.

Siapa saja orang-orang pilihan itu saat ini? Hanya Tuhan yang tahu. 

Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak dipanggil Tuhan lebih dulu, alias yang waktunya tidak dipersingkat sehingga kemungkinan besar bisa menghadapi Masa Aniaya Besar? 

Itu berarti mereka memang ditentukan untuk bersaksi dan memberitakan Injil Kerajaan pada masa yang paling menentukan itu. Sebab memang ada tertulis,

"Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus." - Wahyu 13:10

Perhatikan! Yang dibutuhkan adalah ketabahan dan iman dari orang-orang kudus, dalam bahasa Yunani disebut HAGIOS

Hagios jelas BUKAN orang-orang yang tertinggal seperti yang diyakini oleh mereka yang menganut konsep Pre-Tribulation Rapture

Lalu bagaimana dengan mereka yang sudah telanjur imannya meyakini bahwa akan dijemput lebih dulu dalam Rapture sebelum Masa Aniaya Besar terjadi?

Ya semoga mereka termasuk golongan orang-orang pilihan tersebut. Jika tidak termasuk orang-orang pilihan, maka sebaiknya lupakanlah fantasi Pre-Tribulation Rapture dan segeralah mempersiapkan diri untuk menghadapi siksaan yang dahsyat itu.

Blessings!

Tuesday, September 10, 2019

Siapa Sesungguhnya Mesias-Mesias Palsu Itu?

"Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias (Christos) ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.

"Sebab mesias-mesias palsu (pseudochristos) dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

"Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu." - Matius 24:23-25

Dari penggalan perkataan-Nya, yang pertama Tuhan Yesus peringatkan adalah adanya orang-orang yang akan menipu jemaat dengan menjanjikan pertemuan secara fisik dengan Tuhan Yesus, janganlah kita percaya.

Namun berikutnya Tuhan Yesus mengatakan bahwa akan muncul mesias-mesias palsu, siapakah mereka ini?

Memang ada orang-orang tertentu yang penampilan atau fisiknya mirip atau dianggap mirip dengan citra Tuhan Yesus, lalu mengakui dirinya sendiri sebagai Tuhan Yesus, ini jelas mudah diketahui palsunya.

Namun mesias-mesias palsu bukan hanya itu. Pengkotbah-pengkotbah, pendeta-pendeta, maupun mereka yang mengaku hamba-hamba Tuhan, namun ketika menyikapi koreksi maupun kritikan membela diri dengan dalih "jangan menyentuh yang diurapi" sesungguhnya sedang mendeklarasikan diri mereka sebagai mesias-mesias palsu.

Disebut palsu karena:

1. Mereka membela diri untuk melindungi ego dan pride mereka sendiri.

2. Sikap mereka bertentangan dengan Sang Mesias yang memberi Diri-Nya, kontra dengan permintaan mereka yang meminta "tidak disentuh".

Jadi sesungguhnya mereka adalah pengkotbah-pengkotbah yang selama ini kita tahu nama-nama besar mereka, tetap melakukan berbagai mujizat dan tanda-tanda dahsyat, karena mereka memang ada atau pernah diurapi, tapi karakter mereka tidak mencerminkan karakter Kristus. 

Sadarkah Anda, ketika mereka berdalih untuk kita "tidak menyentuh" mereka, sesungguhnya mereka lakukan itu demi diri mereka sendiri ketimbang demi Anda sebagai jemaat?

Sebab spirit ungkapan "tidak menyentuh" yang mereka sampaikan itu memang bertentangan dengan Roh Kristus, yang satu mengambil keuntungan sendiri (LUST), yang lainnya memberi Diri-Nya (LOVE).

Mesias-mesias palsu akan muncul lebih banyak lagi, dan munculnya dari dalam kalangan Gereja. 

Waspadalah!

Tuesday, September 3, 2019

Mengapa Perkara Pentakosta Ke-3 Merupakan Skenario Palsu?

"Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat." - Matius 24:11-13

Jadi jika berdasarkan perkataan Tuhan Yesus tertulis di atas, maka pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini sudah terjawab. Mengapa perkara Pentakosta Ke-3 merupakan skenario palsu? Karena Tuhan Yesus mengatakan atau menubuatkan hal yang sebaliknya, yakni bahwa kasih akan kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Namun sebelum orang menyanggah dengan pemahamannya masing-masing, saya akan menjabarkan makna sesungguhnya dari perkataan Tuhan Yesus tersebut berkaitan dengan ide fantasi Pentakosta Ke-3 atau yang juga sering disebut The Great Revival / The Great Awakening ini.

Untuk menyatakan perkara cinta atau kasih, bahasa Yunani memiliki beberapa kosakata menurut maknanya masing-masing. Ada philia atau phileo yang merupakan kasih persaudaraan, ada eros yang merupakan cinta dengan disertai gairah atau nafsu seksual, ada juga patria yang merupakan cinta yang disertai patriotisme atau semangat kebangsaan.

Namun kasih yang menjadi dingin yang dimaksud dari perkataan Tuhan Yesus bukanlah eros, patria maupun philia, melainkan agape, yakni kasih Allah atau kasih akan Allah. Agape adalah kata yang sama yang tertulis di dalam Yohanes 3:16.

Dengan demikian maka yang dimaksud Tuhan Yesus sebagai kebanyakan orang bukanlah semua orang, melainkan orang-orang tebusan, orang-orang Kristen, yang pernah bersentuhan dengan agape-Nya dan telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Mereka bisa saja orang Kristen pada umumnya, jemaat, aktivis, bahkan pendeta sekalipun, termasuk nabi, gembala, rasul, guru dan penginjil. Mereka bisa saja masih memliki eros, patria bahkan philia, namun agape-nya sudah tidak ada atau kalaupun masih ada sudah menjadi dingin.

Jadi secara lahiriah, mereka adalah orang yang sayang dan mengasihi keluarga, termasuk tetap bergairah dengan pasangan pernikahannya, juga memiliki nasionalisme yang tinggi terhadap negerinya masing-masing, rutin beribadah, aktif berkegiatan di organisasi gereja dan semua itu bisa terlihat dalam tindakan sehari-hari, namun kasih Allah dan kasih mereka terhadap Allah sudah padam.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena yang agape-nya menjadi dingin sejatinya lebih mengasihi dirinya sendiri daripada mengasihi Tuhan. Karena hanya agape yang membutuhkan biaya terbesar, yakni seluruh hidup dan seluruh ego kita, termasuk yang paling utama adalah PRIDE! Dari yang seharusnya God-centered malah menjadi self-centered.

Bahayanya adalah situasi agape yang telah menjadi dingin ini bisa dibawa ke manapun termasuk dibawa ke dalam gereja maupun pelayanan. Jadi pelayanan dan ibadah bisa kelihatan atau terasa berjalan dengan sangat baik, namun agape tidak ada. Dan hal ini pernah dikatakan dengan lebih rinci lagi oleh Tuhan Yesus,

"Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. 

"Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat." - Wahyu 2:2-5

Perhatikan dengan cermat! Bahwa aktivitas mereka yang agape-nya telah menjadi dingin bisa tetap tinggi dan kelihatan sangat baik, bahkan bisa tetap sabar, tidak kenal lelah dan bersedia menderita demi Nama Tuhan Yesus.

Sebagian orang Kristen menyakini bahwa setiap kita memiliki jatah destiny yang harus diselesaikan, walaupun jatah itu sendiri tidak diketahui persisnya berapa dan bagaimana, namun jatah destiny itu diterjemahkan dengan berbagai kegiatan lahiriah.

Itu juga berarti organisasi gereja bisa semakin besar, jumlah jemaat bisa semakin bertambah, kegiatan ibadah dan berbagai program gereja termasuk program penginjilan bisa semakin inovatif sejalan dengan perkembangan zaman dan teknologi, tapi tetap tidak ada agape atau kasih Allah dalam semuanya itu.

Mystery Of Anomia

Selain Tuhan Yesus, Rasul Paulus pun telah menubuatkan hal yang senada melalui suratnya yang ke-2 kepada Jemaat Tesalonika,

"Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

"Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

"Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.

"Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan." - 2 Tesalonika 2:3-4, 7-12

Sama dengan Tuhan Yesus yang menyatakan bahwa agape kebanyakan orang akan menjadi dingin, Rasul Paulus bahkan mengatakan yang lebih ekstrem lagi yakni akan datangnya murtad, dan memang agape yang terus menerus menjadi dingin akan mengarah kepada murtad atau penyangkalan terhadap Karya Keselamatan Tuhan Yesus.

Dan kedua tokoh tersebut juga menyatakan penyebab yang sama akan agape yang menjadi dingin dan mengarah ke keputusan murtad, yakni bertambahnya kedurhakaan (iniquity) atau yang dalam bahasa Yunani disebut anomia.

Perhatikan dengan cermat! Rasul Paulus berkata bahwa kedurhakaan ini bekerja dengan secara rahasia, dalam bahasa Inggris disebut mystery of lawlessness atau mystery of anomia. Artinya kedurhakaan ini tidak disadari keberadaannya, atau tidak mudah dideteksi, karena kedurhakaan itu dibungkus oleh berbagai hal yang kelihatan baik, yakni rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda ajaib, mujizat-mujizat palsu, yakni perkara yang pernah disinggung Tuhan Yesus dalam Matius 7:22-23.

Siapakah yang melakukan rupa-rupa perbuatan ajaib dan mujizat-mujizat palsu tersebut? Mereka adalah mesias-mesias palsu, pendeta-pendeta palsu, nabi-nabi palsu, yang juga mengajarkan ajaran-ajaran palsu melalui guru-guru palsu. 

Mengenai kepalsuan yang dimaksud telah saya tuliskan dengan penjelasan yang lebih rinci beberapa bulan lalu dalam tulisan berjudul Nabi Palsu dan Nubuatan Palsu. Karena kepalsuan yang dimaksud datangnya bukan dari luar kalangan Gereja, melainkan dari dalam kalangan Gereja.

Kesesatan dan kepalsuan itu terjadi pada satu titik di mana seorang Kristen hatinya bergeser dari God-centered menjadi self-centered, di mana ia semakin mengasihi dirinya sendiri dan makin peduli terhadap egonya. Dan egonya itu bisa tertata rapi dalam berbagai perbuatan baiknya, dalam pelayanannya, dalam nama besar organisasi gerejanya, dan semua perkara lahiriah lainnya yang begitu kasat mata.

Padahal mengenai hal inipun, Tuhan Yesus sudah mewanti-wanti,

"Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.

"Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut." - Lukas 17:20-23

Itu berarti tindak pelayanan, termasuk tindak penginjilan, berbagai kegiatan yang biasa disebut Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) atau dalam bahasa Inggris disebut crusade atau healing movement, semua itu bisa dipakai atau menjadi manifestasi dari kepalsuan dan kedurhakaan yang bekerja secara rahasia.

Bukankah dalam hampir semua acara KKR didemonstrasikan berbagai mujizat kesembuhan, bahkan disertai berbagai janji palsu berupa terobosan keuangan, terobosan perjodohan dan bahkan terobosan pelayanan. Semua itu self-centered adanya, sama sekali tidak God-centered. Jangan lagi kita pergi ke sana, jangan lagi kita ikuti semua perkara palsu itu.

Kesimpulan

Pentakosta Ke-3 atau The Great Revival yang diyakini akan terjadi dengan disertai berbagai perbuatan ajaib itu sejatinya merupakan skenario palsu yang dirancang sedemikian rapi dan penuh muslihat oleh Ular Tua untuk memuluskan jalan bagi tampilnya Sang Antikristus dan Nabi Palsunya. Skenario ini dibangun dalam jangka cukup panjang, lebih dari 100 tahun karena waktu untuk Sang Antikristus dan Nabi Palsunya berkuasa sangatlah singkat.

Namun waktu berkuasa yang singkat itu mampu menjerat begitu banyak anak Tuhan, bahkan orang-orang pilihan, karena persiapannya dilakukan dari sekian generasi sebelumnya. Bukankah mengenai Pentakosta Ke-3 ini telah dinubuatkan oleh para penginjil yang memiliki nama besar bahkan para penginjil kenamaan dari abad ke-19 dan abad ke-20?

"Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga." - Matius 24:23-24

Camkanlah! Bahwa Kerajaan Allah murni batiniah adanya, dan takdir utama bahkan takdir satu-satunya Gereja adalah menjadi serupa dengan Kristus yang dimanifestasikan melalui buah-buah roh yang adalah hasil persekutuan roh kita dengan Roh Kudus dari waktu ke waktu dalam kehidupan kita sehari-hari.

Pelayanan dan penginjilan hanyalah alat atau media untuk Tuhan dan Roh Kudus-Nya menggenapi takdir utama kita untuk menjadi serupa dengan Kristus. Pelayanan dan penginjilan bukanlah tujuan orang Kristen, apalagi bicara tuaian miliaran jiwa, itu jelas hanyalah fantasi belaka yang sarat dengan sikap self-centered. Sebab Tuhan Yesus telah dengan tegas mengatakan,

"Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." - Matius 7:13-14

Blessings!

Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.

Monday, September 2, 2019

Prophetic Update Untuk Dekade Mendatang

Saya hendak memberikan sejumlah informasi profetik mengenai apa yang mungkin terjadi dalam beberapa tahun mendatang mulai tahun depan dan seterusnya.

1. Sekitar setahun lalu, Rick Joyner menerima pesan Tuhan akan adanya "Second Civil War" atau perang saudara ke-2 di Amerika Serikat.

Kita tahu bahwa di Amerika Serikat sendiri warga benar-benar terbagi dua dengan sangat tajam, antara kaum agamawi (konservatif) dan kaum yang dimotori oleh oknum-oknum LGBTQ (liberal). Dan perbedaan ini akan semakin tajam hingga berdampak buruk bagi bangsa tersebut.

2. Glynda Lomax dari Just Praise Him Today, memperoleh penglihatan akan adanya "food shortage". Dalam penglihatannya, ada antrian sekian kilometer warga Amerika Serikat untuk memperoleh roti yang harganya meningkat drastis sekian kali lipat. Dan di antara yang mengantri itu ada banyak orang kaya.

Glynda melihat orang-orang kaya datang dengan berbagai mobil mewah, memarkirkan mobil mereka, lalu masuk ke dalam antrian yang panjang itu demi mendapatkan roti.

Besar kemungkinan bahwa "food shortage" ini disebabkan oleh bencana alam sehingga ada sejumlah besar bahan makanan yang hilang dalam waktu sekejap.

Dan bisa jadi "food shortage" ini yang menjadi pemicu "Second Civil War" di negeri Paman Sam itu.

Glynda juga menyatakan bahwa kerusuhan besar di berbagai daerah di Amerika Serikat itu akan memancing pihak asing untuk menyerang. Dan di dunia ini hanya ada dua negara yang memiliki kemampuan dan tekad untuk menyerang Amerika Serikat, yakni Rusia yang pasti akan segera didukung oleh China.

3. Tahun 2020 Prophet Sadhu Sundar Selvaraj telah mendapat mandat untuk menggelar Martyrs Convention di 7 negara berbeda, termasuk di antaranya adalah Amerika Serikat. 

Ini adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah (Gereja) perhelatan khusus bagi Gereja menghadapi kemartiran digelar secara "marathon" di berbagai negara. Bisa Anda duga urgensi yang sedang dan yang akan terjadi dalam waktu dekat ini?

Prophet Sadhu Sundar Selvaraj juga pernah menubuatkan beberapa tahun lalu bahwa suatu hari nanti Rusia akan datang menginvasi Amerika Serikat.

4. Sejak tahun 2001 Terry Bennet telah memperoleh sejumlah agenda akan berbagai peristiwa besar di dunia hingga tahun 2028 - 2029. 

Di antaranya adalah "Second Civil War" yang bisa terjadi di akhir 2020 atau di 2021. Saya menduga salah satu penyebabnya adalah kekecewaan kaum liberal atas terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden.

Banyak orang dari warga AS yang akan menjadi semacam pelarian karena diburu oleh sesama warga negaranya sendiri.

Dan sebagai seorang hamba Tuhan, Terry Bennet telah mempersiapkan jemaatnya untuk menyambut jika masa sulit itu datang. Salah satu persiapan tersebut adalah sebuah konferensi kecil yang diberi tema Inward Preparation For Difficult Time (Persiapan Batiniah Untuk Menghadapi Masa Sulit).

Minimal 4 orang yang saya ketahui telah menyampaikan hal yang senada dalam beberapa waktu ke depan. Ini jelas tidak boleh dianggap remeh.

Posisi (Gereja) Amerika Serikat mempunyai peran yang signifikan dalam penggenapan berbagai nubuatan di Akhir Zaman, termasuk terhadap Israel dan Gereja di seluruh dunia.

Ini merupakan saat terbaik untuk terus membangun manusia batiniah kita, untuk menghadapi peluang besar ketika masa sulit itu datang sehingga kita bisa teruji berkemenangan.

Tuhan memberkati.

Friday, August 23, 2019

Menilai Kesanggupan Menghadapi Masa Tribulasi Besar

Sebelum Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya, Gereja Tuhan akan menghadapi Masa Tribulasi Besar. Namun apakah kita sanggup menghadapinya?

Tidak ada yang tahu dengan benar kesanggupan kita masing-masing untuk menghadapi masa yang berat itu, selain Tuhan Yesus sendiri.

Tuhan bisa menilai orang-orang pilihan-Nya untuk dilindungi dari masa yang berat itu karena dinilai kekuatannya tidak seberapa,

"Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku. ... Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi." - Wahyu 3:10

Dan Tuhan juga bisa menilai orang-orang pilihan-Nya untuk menanggung penderitaan, karena dinilai mampu,

"Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus." - Wahyu 13:10

Tapi baik yang dinilai kekuatannya kecil maupun yang dinilai kekuatannya besar, tidak seorang pun yang dilarikan atau dihindarkan melalui Pengangkatan (Rapture). Bahkan yang dilindungi itu diberi dua sayap burung nazar untuk dilindungi di padang gurun, BUKAN dibawa ke Sorga. 

Semua yang tertulis dalam Wahyu 11 - 13 berlangsung dalam waktu yang bersamaan atau secara simultan dan semua kejadiaannya berlangsung di Bumi, termasuk Naga Merah dan kerajaannya pun akan dijatuhkan ke Bumi.

Jadi sekali lagi harus kita sadari, masalah sanggup dan tidak sanggup sama sekali bukan bagian kita untuk menilai, itu murni hak prerogatif Tuhan untuk menentukan, dan bagaimanapun pasti penilaian-Nya yang paling benar.

Kalau kita menilai sendiri kesanggupan kita, maka itu adalah sikap self-centered yang sangat fatal dan mematikan, sedangkan penilaian Tuhan sudah jelas God-centered dan membawa kepada kehidupan yang sesungguhnya, sekalipun harus alami kemartiran.

Ingat, bahwa yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.

Tuhan memberkati.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.