Labels

Sunday, July 29, 2018

Cinta-Nya, Pilihan-Nya, Jaminan-Nya

Pernahkah Anda merenungkan dua pernyataan Tuhan Yesus berikut ini, yang sekilas terkesan bertolak belakang satu dengan yang lainnya, yakni ketika di awal Beliau berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu," namun di kemudian waktu Beliau menyatakan, "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu?"

Perhatikan situasinya, awalnya kitalah yang memilih untuk memenuhi undangan Tuhan Yesus dengan datang kepada-Nya, tapi setelah hal itu terjadi Tuhan Yesus berkata bahwa bukan kita yang memilih Dia, tetapi Dia yang memilih kita. Sekilas tentu kelihatan sangat aneh, dan terkesan mungkin Tuhan Yesus lupa bahwa kitalah yang memilih untuk datang kepada-Nya daripada datang ke pihak lain. Tapi sadarkah kita bahwa itu adalah pernyataan seorang gentleman yang paling keren yang pernah diberikan Tuhan Yesus kepada kita?

Sebab ketika Beliau menyatakan bahwa Beliaulah yang memilih kita, itu berarti Beliau bertanggung jawab atas apapun yang mungkin bisa terjadi dalam hidup kita, entah itu positif maupun negatif, sejak kita memutuskan datang memenuhi undangan-Nya dan tetap setia mengenakan kuk yang dipasang-Nya.

Jadi semisal Tuhan Yesus mengundang saya, maka Beliau berkata, "Ayo Windu, datanglah kepada-Ku, serahkan semua bebanmu, Aku berikan kelegaan. Berjalanlah bersama-Ku dan inilah visi, misi dan impian-Ku yang baru untuk kamu, untuk kita jalani bersama." 

Lalu ketika saya memutuskan, "Baik Tuhan, ini aku, marilah kita jalan bersama, visi-Mu adalah visiku, misi-Mu adalah misiku, impian-Mu adalah impianku. Jadilah semua kehendak-Mu atas hidupku."

Maka kemudian Tuhan Yesus akan membalas, "Okay, maka mulai saat ini apapun yang terjadi, apapun yang bisa menimpa kamu, kamu tidak lagi menanggungnya sendirian, Aku, Tuhan Yesus, ikut bertanggung jawab bersamamu, Windu. Dan Aku yang menjamin kamu sampai di garis akhir."

Dodi Li V'Ani Lo

Hal tersebut di atas merupakan cara lain Tuhan Yesus mengekspresikan cinta-Nya seperti yang tertulis dalam Kidung Agung, "Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia" - Kidung Agung 2:16a. Atau dalam bahasa Ibrani sering disebut Dodi Li V'Ani Lo.

Sebelum kita yang adalah Mempelai Wanita-Nya bisa berkata, "Ani Lo (aku kepunyaan Dia)," kita harus terlebih dulu berkata, "Dodi Li (Kekasihku, Yesusku kepunyaanku)."

Dan jika sungguh Yesus, Kekasih kita, adalah milik kita, maka kita takkan menolak kuk yang dipasang-Nya, kita takkan menolak visi-Nya, misi-Nya, impian-Nya, selera-Nya dan segala hal tentang-Nya dalam hidup kita. Dengan jalan demikian, maka kita menjadi kepunyaan-Nya dan Dia bertanggung jawab penuh atas seluruh kepunyaan-Nya lebih daripada kita bisa bertanggung jawab atas pilihan kita.

Yang menentukan kepemilikan Tuhan atas hidup kita adalah cara kita memperlakukan-Nya sebagai milik kita. Dan semakin kita menghargai seluruh keberadaan-Nya (Dodi Li), maka semakin besar kepemilikan-Nya atas kita (Ani Lo).

Jadi pahamkah kita ketika Tuhan Yesus berkata bahwa bukan kita yang memilih Dia, namun Dialah yang memilih kita, dah hal itu terjadi karena cinta-Nya kepada kita?

Sebab Ke Mana Engkau Pergi, Ke Situ Jugalah Aku Pergi, Dan Di Mana Engkau Bermalam, Di Situ Jugalah Aku Bermalam: Bangsamulah Bangsaku Dan Allahmulah Allahku; Di Mana Engkau Mati, Akupun Mati Di Sana, Dan Di Sanalah Aku Dikuburkan.

Saturday, June 30, 2018

Ketika Terang Itu Dikehendaki, Terang Itu Jadi

"Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: 'Jadilah terang.' Lalu terang itu jadi." - Kejadian 1:1-3

Perhatikan apa yang Tuhan perbuat. Di dalam dunia ini, kita mengatakan apa yang ada, apa yang terlihat, dan apa yang eksis. Namun Tuhan mengatakan apa yang tidak ada, Ia mengatakan terang ketika Bumi tidak memiliki terang. Bahkan saat itu Bumi tidak berbentuk, kosong dan gelap gulita, dan terang itu jadi sesuai perkataan-Nya. 

Tuhan tidak membutuhkan situasi yang mendukung untuk mewujudkan kehendak-Nya, apapun situasinya, bahkan gelap gulita sekalipun akan sirna seketika ketika terang-Nya hadir. Bahkan terang itu dapat terpisahkan dari gelap sehingga ada perbedaan antara yang terang dan yang gelap.

Dan cara-Nya yang unik ini tidak hanya berlaku terhadap terang saja, namun juga terhadap kita manusia. Berikut ini beberapa obyek dari kehendak-Nya yang telah sukses bersinar dalam sejarah manusia:

1. Seorang pria yang telah uzur dan suntuk umurnya dengan istrinya yang telah mati haid, yang pada saat itu pasangan ini tidak memiliki anak kandung, namun kepadanya Tuhan menamakan dia Abraham, yang artinya ayah bagi banyak bangsa. Situasinya sama kontrasnya, kondisi fisik Abraham dan Sarah istrinya telah "gelap gulita", namun hal itu tidak pernah menjadi rintangan bagi Tuhan untuk menjadikan Abraham sesuai dengan nama yang dikehendaki-Nya.

2. Seorang anak muda, yang memiliki impian yang begitu muluk sehingga ketika ia mengumbar mimpinya, ayahnya terperanjat dan semua kakaknya membencinya. Selanjutnya ia dijual sebagai budak, kepadanya dikenakan tuduhan palsu, ia mendekam dalam penjara dan tidak memiliki setitik harapan untuk ia melihat impiannya menjadi nyata. Namun kepadanya Tuhan menamakan dia Yusuf, yang artinya Tuhan menambahkan serta membuatnya terus naik. Status budak di dalam penjara adalah kombinasi "gelap gulita" yang paling ideal. Dan sekali lagi kita melihat betapa kontrasnya situasi yang dilalui Yusuf berbanding dengan nama dan impiannya. Namun hal itupun tidak menjadi halangan bagi Tuhan menjadikan Yusuf sebagai penguasa atas sebuah kerajaan yang paling berjaya di zamannya.

3. Seorang nelayan, yang tempramennya sangat labil, bergairah namun juga emosional dan cenderung cepat berkata-kata tanpa sebelumnya ada mencerna dengan baik apa yang dikatakannya. Namun kepadanya Tuhan menamainya Petrus, yang artinya batu karang yang teguh. Dan memang pada akhir hidupnya, ia sungguh menjadi batu karang yang kuat dan memberi kekuatan bagi Gereja di awal zaman.

Perhatikan, bahwa nubuatan bukanlah dugaan atau prediksi, sebab dugaan atau prediksi dibuat berdasarkan data atau fakta yang ada. Sedangkan nubuatan yang benar tidak memerlukan situasi apapun selain kehendak Tuhan itu sendiri, sekalipun data dan faktanya mengatakan hal itu mustahil.

Adakah Tuhan pernah menubuatkan Anda? Adakah Tuhan memberikan nama baru bagi Anda? Peganglah itu, sebab itulah takdir Anda, itulah yang dikehendaki-Nya, sekalipun yang sedang Anda hadapi saat ini adalah gelap gulita. Sebab akan tiba waktunya bagi Tuhan untuk mengindahkan apa yang dikehendaki-Nya atas hidup Anda.

Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya.

Tetapi, ketika aku mengharapkan yang baik, maka kejahatanlah yang datang; ketika aku menantikan terang, maka kegelapanlah yang datang.

Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.