Kasih itu mengalir
Kasih itu memberi kehidupan
Kasih itu menegakkan yang patah
Menyalakan yang padam
Kasih itu melimpah
Kasih itu menulari gairah
Kasih itu melahirkan harapan
Membenihkan iman
Karena kasih
Segala pelanggaran tertutupi
Karena kasih
Kepercayaan terpelihara
Karena kasih
Pengharapan takkan mengecewakan
Karena kasih
Penanggungan membuahkan hasil
Rumah yang penuh dengan kasih
Rumah itu takkan berkesudahan
Rumah itu takkan pernah gagal
Rumah itu menjadi kediaman-Nya
Showing posts with label 5772. Show all posts
Showing posts with label 5772. Show all posts
Friday, September 30, 2011
Ayin Beth 5772 - Rumah Korban Yang Memberi Hayat
"Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan
kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba
itu. Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai
itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap
bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan
bangsa-bangsa." - Wahyu 22:1-2
"Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan
nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk
saudara-saudara kita." - 1 Yohanes 3:16
"Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." - Yohanes 4:13-14
Salah satu destiny kita adalah menjadi berkat, bagi orang di sekitar kita, bangsa-bangsa, hingga ke ujung bumi. Bukankah episode terakhir dari Alkitab menunjukkan sebuah gambaran adanya sungai yang memberi kehidupan (hayat), yang produktif dan yang menyembuhkan? Ketika air itu memancar, itu tidak mengalir dari sebuah kekosongan, namun dari sebuah Sumber yang (tinggal) menetap di dalam kita. Adakah Sang Sumber menetap di dalam kita atau Ia bahkan telah lama meninggalkan kita?
Aliran air kehidupan bersifat MEMBERI. Kita hanya menerima satu kali hingga Dia menetap selama-lamanya di dalam kita - bait-Nya - sehingga dari dalam terus menerus memberi hayat kehidupan bagi banyak orang. Dan jalan memberi satu-satunya adalah dengan menyerahkan nyawa bagi saudara-saudara kita, sama seperti Kristus menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Persekutuan dalam penderitaan adalah jalan aliran sungai air kehidupan itu.
Tahun Ayin Beth 5772 & 2012 adalah babak baru dan musim yang ekstrim dalam hal memberi. Ada standar pemberian, standar persembahan dan standar pengorbanan yang sama sekali baru, yang dikenakan Tuhan kepada kita, supaya tubuh kita layak untuk ditinggali oleh-Nya untuk selama-lamanya. Sehingga ketika kegelapan datang memenuhi bumi, terang kehidupan yang ada di dalam kita menjadi jelas bagi dunia.
Hiduplah Menurut Roh Yang Terus Menerus Memancar Dan Memberi Hayat, Dengan Mengorbankan Kedagingan Kita Sampai Habis Lenyap
Ayin Beth 5772 - Menyingkap Kebaikan Yang Mematikan
"Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah
kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau
mati." - Kejadian 2:16-17
"Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: 'Tuhan,
kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa
Engkau.' Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: 'Enyahlah
Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan
memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan
manusia.'" - Matius 16:22-23
Selamat datang di Tahun Ayin Beth 5772, dimana Mata Tuhan memandang kepada bait-Nya, yaitu kita semua yang terpanggil oleh nama-Nya yang kudus. Namun ketika Mata Tuhan memandang, Ia bukan saja memandang tanpa maksud. Mata-Nya memandang untuk MENYELIDIKI dan MENYINGKAPKAN segala sesuatu yang ada di dalam bait-Nya. Dengan demikian maka Tuhan hendak menegaskan bahwa tidak ada yang tersembunyi, entah itu baik maupun buruk, benar maupun salah, atas semua yang terjadi di dalam bait-Nya.
Apa yang menjadi kerinduan Tuhan terhadap bait-Nya adalah bahwa Ia ingin tinggal di dalam bait-Nya untuk selama-lamanya. Namun Iblis ingin menghalangi kehendak Tuhan dengan jalan menduduki bait-Nya karena ia hendak menyamai Allah (Yesaya 14:12-14; Yehezkiel 28:2). Memang Sang Antikristus akan menduduki Bait Allah yang ke-3 di Akhir Zaman (Daniel 11:36; 2 Tesalonika 3-4), namun itu hanyalah perwujudan puncaknya. Karena sejak awal, di dalam Taman Eden, Iblis berusaha "menggeser" kedudukan Allah. Dan jalan yang dipakai adalah melalui pengetahuan akan yang baik dan yang jahat.
Kita semua mengerti bahwa yang jahat dan kejahatan memang benar-benar jahat dan salah. Namun banyak sekali kita tertipu bahwa yang baik dan kebaikan pun bisa benar-benar mematikan! Bukankah maksud Petrus baik, sampai ia dengan berani menarik dan menegor Tuhan Yesus, ketika Ia menyatakan tentang penderitaan yang harus dialami-Nya? Ini adalah salah satu contoh dimana Iblis telah berusaha menggeser Allah di dalam bait-Nya - Petrus - dengan pemahaman manusiawi akan kebaikan. Sehingga sebagai balasan-Nya, Yesus dengan lantang mengusir Iblis dan bukan menghardik Petrus. Jadi baik itu yang jahat maupun yang baik, sesungguhnya tanpa kebenaran Tuhan, semuanya adalah MEMATIKAN!
Korban Persembahan Dan Persekutuan Dalam Penderitaan
"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu,
supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup,
yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang
sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh
pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak
Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." - Roma 12:1-2
"Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan
persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia
dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati." - Filipi 3:10-11
Saat kita berbicara tentang Bait Allah, hal itu tidak pernah terlepas dari korban persembahan. Itu sebabnya Bait Allah juga disebut sebagai Rumah Pengorbanan (House Of Sacrifice). Jadi Tahun Ayin Beth 5772 ini akan menuntut jauh lebih banyak pengorbanan dari umat-Nya supaya kita dapat tetap hidup berkenan kepada-Nya dan memenuhi destiny kita sesuai dengan kehendak rencana-Nya yang sempurna.
Kejahatan manusiawi kita sudah tentu harus dikorbankan dan hal ini adalah mutlak untuk disepakati oleh siapa saja. Yang mematikan adalah kebaikan manusiawi kita, karena kita cenderung untuk memaksakan kebaikan kita bahkan kepada Tuhan. Padahal kebaikan manusiawi pun mutlak untuk dikorbankan. Coba renungkan, berapa banyak dari kita yang bertindak seperti Petrus, yang dengan segala kebaikan dan maksud baiknya, namun sebenarnya malah menjadi batu sandungan dan halangan bagi rencana Allah genap sempurna! Sadarilah bahwa apapun yang menurut pertimbangan kita adalah baik, namun tidak ada kehendak Roh-Nya yang kudus, semua itu mematikan!
Akal budi yang diperbaharui mampu membedakan manakah yang kebaikan manusiawi (truth) dan manakah yang kebenaran ilahi (righteousness). Namun hal ini hanya dapat diperoleh melalui PERSEKUTUAN DALAM PENDERITAAN. Dan hal ini lagi-lagi berbicara mengenai korban persembahan. Kerelaan untuk menderita sama seperti Kristus menderita sampai kita menjadi serupa DALAM KEMATIAN-NYA. Bukankah Jalan Salib adalah jalan menuju puncak kemuliaan (glory)? Dan bukankah destiny kita adalah berjalan dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang lain (from glory to glory)?
Persekutuan juga berbicara akan pengenalan yang lebih dalam dan hubungan yang lebih intim. Penderitaan di dalam Kristus Yesus membawa kita kepada kedalaman dan keintiman yang sedemikian rupa sehingga kita layak untuk ditempati menjadi bait-Nya. Dan ketika Allah tinggal di dalam kita dan memerintah dengan mutlak atas hidup kita, maka kebenaran-Nya mengungguli kebaikan manusiawi kita sehingga kita beroleh bagian dalam kebangkitan-Nya.
Memilah Gandum Dan Lalang Di Akhir Zaman
Kebenaran ilahi seperti gandum yang berisi dan memberi kehidupan, juga seperti domba yang taat dan setia. Sementara kebaikan manusiawi seperti lalang yang kosong tak berisi dan akhirnya dibakar, juga seperti kawanan kambing yang memberontak dan mudah berubah setia. Sekilas antara gandum dengan lalang adalah mirip, begitu juga antara domba dengan kambing. Demikianlah perbandingan antara kebenaran ilahi (righteousness) dengan kebaikan manusiawi (truth). Semua akan terungkap di Akhir Zaman dan Akhir Zaman adalah saat-saat ini. Saya yakin Tahun Ayin Beth 5772 bukanlah sebuah agenda Tuhan yang biasa dan juga bukan sebuah kebetulan yang diciptakan oleh tangan manusia. Semua telah terencana, terukur dan terhitung sesuai dengan kehendak rencana-Nya yang agung. Bersiaplah dan jangan biarkan damai sejahtera itu tercuri dari pada kita. Amin!
Memilah Gandum Dan Lalang Di Akhir Zaman
Kebenaran ilahi seperti gandum yang berisi dan memberi kehidupan, juga seperti domba yang taat dan setia. Sementara kebaikan manusiawi seperti lalang yang kosong tak berisi dan akhirnya dibakar, juga seperti kawanan kambing yang memberontak dan mudah berubah setia. Sekilas antara gandum dengan lalang adalah mirip, begitu juga antara domba dengan kambing. Demikianlah perbandingan antara kebenaran ilahi (righteousness) dengan kebaikan manusiawi (truth). Semua akan terungkap di Akhir Zaman dan Akhir Zaman adalah saat-saat ini. Saya yakin Tahun Ayin Beth 5772 bukanlah sebuah agenda Tuhan yang biasa dan juga bukan sebuah kebetulan yang diciptakan oleh tangan manusia. Semua telah terencana, terukur dan terhitung sesuai dengan kehendak rencana-Nya yang agung. Bersiaplah dan jangan biarkan damai sejahtera itu tercuri dari pada kita. Amin!
Akar Dari Kemanusiawian Adalah Kedurhakaan Dan Ujungnya Adalah Kebinasaan
Namun Mata Tuhan Menyelidik Ke Mana Kebenaran-Nya Memerintah
Thursday, September 29, 2011
Ayin Beth 5772 - Kerelaan Untuk Musim Yang Ekstrim
"Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak
sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah." - Kisah Para Rasul 10:1-2
"Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu
mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan
pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala." - Lukas 10:2-3
Saya yakin bahwa tidak hanya saya sendiri yang menyadari bahwa mulai Rosh Hashanah 5772 ini hingga tahun 2012, Gereja Tuhan & dunia akan memasuki sebuah musim yang sama sekali berbeda. Musim yang begitu ekstrim dalam segala aspek, babak yang sama sekali baru, sebuah era dimana tidak seorang pun yang dapat berkata, "Sudah kuduga sebelumnya," untuk semua agenda yang hendak Tuhan canangkan kepada kita semua. Akan ada banyak pengalaman juga peristiwa yang tidak tanggung-tanggung untuk terjadi baik skala individu, keluarga, korporat bahkan dunia. Entah itu berkat maupun kutuk, anugerah maupun penghakiman, lawatan maupun bencana dan seterusnya, semua diagendakan dalam PORSI KEJUTAN!
Sesungguhnya tanpa anugerah-Nya tidak seorang pun yang siap dan mampu menjalani Era Porsi Kejutan ini. Era ini menuntut kerelaan yang jauh lebih besar untuk kita dibawa oleh-Nya masuk jauh lebih dalam, jauh lebih cepat, jauh lebih kuat dan jauh lebih tinggi. Dibutuhkan kerelaan yang melampaui semua ambisi kedagingan dan keegoisan kita. Kerelaan yang melampaui semua bentuk kompromi. Kerelaan yang membuat Mata Tuhan tidak bisa berpaling dan terus tertuju kepada kita.
Allah kita bukan sekedar Allah yang memandang, namun juga Allah yang menghitung. Seorang pria pasukan Italia bernama Kornelius menjadi teladan bagi kita semua. Kornelius adalah dari bangsa kaum penjajah pada zaman itu sementara bangsa Israel adalah jajahannya. Namun Kornelius melakukan suatu hal yang "tidak lazim" dengan menyembah kepada Allah dari bangsa yang dijajah oleh bangsanya dan bahkan memberkati bangsa pilihan Tuhan ini. Pertama, ia memberi hidupnya dalam kesalehan dan hidup dengan percaya dan takut akan Allah. Walau saat itu bangsa Romawi memiliki banyak dewa. Kedua, dalam imannya, ia mempercayai janji Tuhan kepada Abraham, leluhur bangsa Yahudi. Ketiga, ia memberi dan memberkati hingga malaikat Tuhan menyampaikan "ucapan terima kasih" dari Tuhan sendiri.
Kornelius memberi hingga Tuhan (sengaja) mengingatnya. Ia memperoleh perkenanan-Nya. Sadarilah bahwa Kornelius hidup dan memberi kepada Tuhan dalam jumlah "porsi kejutan" hingga Tuhan pun balas memberi kejutan, bukan saja kepada Kornelius sekeluarga, namun juga untuk Rasul Petrus.
Tahun Ayin Beth 5772 disebut sebagai era dimana Mata Tuhan memandang kepada kita sebagai bait-Nya yang tak henti-hentinya melakukan persembahan dan pengorbanan yang sesuai dan menyukakan hati-Nya. Sementara tahun 2012 dijadwalkan sebagai awal dari Penuaian Besar (The Great Harvest) dan Kebangkitan Besar (The Great Awakening), ada begitu banyak tuaian dalam jumlah raksasa. Untuk kedua agenda agung ini, Tuhan meminta kita untuk berdoa kepada-Nya, yang adalah Empunya tuaian, supaya semua pekerja-Nya cukup, dalam segala aspek, untuk memenuhi semua panggilannya.
Selanjutnya Ia mengumpamakan proses penuaian seperti anak domba di tengah-tengah serigala. Itu artinya kita sebagai pekerja-Nya dituntut memiliki kerelaan yang sedemikian rupa untuk menghadapi situasi yang sama sekali tidak mengenakkan bagi kedagingan kita. Ia menyebut tuaian, namun tidak mengutus kita ke padang rumput yang hijau. Apa yang dapat kita perbuat sebagai anak domba yang diutus ke tengah-tengah ganasnya serigala-serigala 2012 nanti?
Dalam hati saya, Tuhan menaruh pesan untuk kita minta kepada-Nya, "Paksakan rencana-Mu jadi dan genap dalam hidupku." Ini waktunya kita berhenti berkompromi, berhenti untuk mempertanyakan dan meragukan janji-janji-Nya, berhenti untuk mencari jalan sendiri alih-alih mencari kehendak-Nya yang sempurna, berhenti untuk memakai kebenaran diri sendiri alih-alih meminta hati yang lembut dan mudah diajar (teachable heart). Bagi yang belum pernah berdoa doa tersebut, mintalah tuntunan Roh Kudus segera. Sebab tanpa dipaksa oleh Tuhan sendiri, kita tidak mungkin sanggup mengandalkan kekuatan natural kita sendiri. Yang Ia perlukan adalah KERELAAN (availability) kita, dan semakin kita rela, semakin besar anugerah-Nya (His ability) untuk kita mencapai garis akhir dengan kuat.
Jika Tidak Tahu Seberapa Kita Harus Memberi, Berikanlah Semuanya Hingga Tak Ada Lagi Yang Dapat Kita Berikan Kepada-Nya.
Monday, September 5, 2011
Ayin Beth 5772 - Rumah Tuhan Bagi Bangsa-Bangsa
Selamat memasuki bulan September. Silakan memberi tanda pada bulan ini bahwa kita juga sedang memasuki sebuah Tahun Baru Ibrani 5772 yang dimulai pada pukul 18.00 tanggal 28 Sept 2011, disebut tahun AYIN BET. Huruf "Bet" menggambarkan sebuah rumah atau tempat tinggal. Tuhan menginginkan setiap manusia menjadi baitNya (bet/beit) dimana Ia dapat tinggal di dalam mereka.
¤ Ia mau agar kita menjadi 'Rumah Doa bagi Segala Bangsa', yang menangkap desakan dan keluhan isi hati-Nya bagi dunia agar segala bangsa datang kepada-Nya.
"Mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa." - Yesaya 56:7.
¤ Ia mau kita menjadi 'Rumah Pujian dan Penyembahan bagi Tuhan' yang senantiasa memuliakan Dia & menebarkan aroma Surga di bumi.
"Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia." - Yohanes 14:23
¤ Ia mau menjadikan kita 'Rumah Roti' dimana oleh karena kehadiran-Nya di dalam hati kita maka senantiasa ada pewahyuan yang segar.
"Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka." - Keluaran 25:8.
¤ Ia mau menjadikan kita 'Rumah Kreatifitas Roh Kudus' dimana dari dalam hati kita keluar aliran-aliran air hidup yang memproduksi kehidupan-Nya, memancarkan terang-Nya di tengah-tengah dunia yang semakin gelap & suram.
"Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." - Yohanes 15:7
¤ Ia mau menjadikan kita 'Rumah Mujizat' dipenuhi dengan pemulihan-pemulihan, kesembuhan, tanda-tanda heran & ajaib serta hal-hal yang supranatural.
¤ Ia mau menjadikan kita 'Rumah Berkat'. Jika kita menjadi selaras dengan kehendak-Nya, maka kita berada di dalam zona berkat ilahi! Bet adalah Zona Berkat Ilahi.
Karena itu mari persiapkan diri & fokus untuk menerima janji-janji Tuhan di bulan September. Tuhan mengasihi kita semua. Amin!
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Windunatha
- Windunatha
- An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.