Wednesday, November 23, 2016

Misteri Cawan Dan Kuasanya - Vol. 1

"Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: 'Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.'" - Lukas 22:20

"Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat." - 1 Korintus 10:21

Salah satu kebiasaan Tuhan yang juga merupakan protokoler dalam Kerajaan-Nya adalah menghitung. Ya Tuhan punya kebiasaan menghitung, mengukur dan menakar segala sesuatunya, sebab Ia adalah Hakim Yang Adil. Dan hanya Tuhan sendiri yang mengetahui dan mengerti dengan tepat standard hitungan, ukuran dan takaran yang tepat untuk segala sesuatunya itu. Hitungan, ukuran dan takaran yang dilakukan bisa dengan berbagai cara, namun untuk sesuatu yang sifatnya final, artinya memiliki unsur reward and punishment biasanya digunakan cawan. 


Apakah makna cawan dalam hal ini? Berdasarkan apa yang tertulis dalam Lukas 22:20, 1 Korintus 10:21 dan bagian lainnya, cawan merupakan persekutuan (relationship / alliance / trust / partnership) yang sarat akan unsur kepercayaan dan kemitraan. Bukankah persekutuan kita dengan Bapa dipulihkan di dalam Kristus Yesus dan Darah Anak Domba yang menjadi Meterai Agungnya? 

Namun cawan atau persekutuan itu tidak saja antara kita dengan Tuhan, sebab ada persekutuan yang dilakukan manusia dengan musuh-Nya Tuhan, yakni si Jahat. Bahkan lebih luas lagi, hubungan dengan kedua pihak bukan sebatas cawan persekutuan saja, melainkan juga perjamuan-perjamuan. Itu sebabnya di bagian akhir dari akhir zaman ini akan ditutup dengan Perjamuan Pernikahan Anak Domba dengan Gereja-Nya, sebelum memasuki zaman yang baru, Masa Kerajaan Seribu Tahun.

Kuasa Dari Cawan

"Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya." - Wahyu 17:14

Ketika Rasul Yohanes melihat Babel Besar ibu para pelacur menunggangi binatang Antikristus itu, yang ada di tangannya bukanlah pedang ataupun senjata lainnya, melainkan sebuah cawan emas, yakni sebuah persekutuan egois yang sarat dengan kekejian dan kenajisan karena ibu dari para pelacur ini menghalalkan segala cara untuk kepentingannya sendiri. Dan tidaklah mengherankan jika apa yang ditaburnya, itu juga yang dituainya. Cawan emas tersebut dibalas tujuh kali lipat dengan Cawan Murka Allah.

Dengan demikian maka sesungguhnya cawan memiliki kuasa untuk mendatangkan kebaikan ataupun malapetaka tergantung dari dengan siapakah kita bersekutu. Cawan yang baik bisa mengubah hal yang buruk menjadi baik, atau meluputkan kita dari malapetaka yang bisa menimpa. Sedangkan cawan yang buruk bisa mengubah hal yang baik menjadi buruk, atau mendatangkan malapetaka.

"Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." - 1 Korintus 15:33

Sodom, Gomora Dan Niniwe

Yang paling menarik dari sekian cawan yang ada adalah kuasa cawan doa dan ternyata kuasa cawan doa ini dihitung, diukur dan ditakar dengan jumlah orang yang terlibat di dalam persekutuan cawan doa itu. Semakin banyak orang yang ambil bagian maka semakin besar kuasanya, dan ketika semakin besar kuasa cawan doa tersebut, makin besar pula dampaknya. Perhatikan kisah berikut ini:

"Berpikirlah TUHAN: 'Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini? Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat? Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya.' 

"Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: 'Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.'" - Kejadian 18:17-21

Karena persekutuan Tuhan dengan Abraham yang sedemikian rupa kuatnya maka Abraham diberikan otoritas untuk menentukan ambang batas minimal supaya Sodom dan Gomora bisa diluputkan dari malapetaka cawan murka yang sudah disiapkan Tuhan. Ini sungguh sebuah keistimewaan yang luar biasa dari Tuhan kepada seorang manusia. Hebatnya, Abraham langsung cepat mengerti dan melakukan tawar menawar untuk malapetaka itu bisa diluputkan. 

Hal ini menandakan bahwa segala hal yang berkaitan dengan penghakiman dan penghukuman sifatnya adalah negotiable, atau bisa dinegosiasikan. Negosiasi biasanya untuk "membeli waktu" demi menunda atau bahkan membatalkan penghakiman dan penghukuman tersebut. Itu sebabnya mengapa waktu untuk Rapture sudah mengalami penundaan berkali-kali, karena yang terjadi setelah Rapture adalah Masa Tribulasi Besar yang paling sarat akan penghakiman dan penghukuman Tuhan atas mereka yang tertinggal.

Dan kita tahu bahwa ketika Tuhan sepakat dengan Abraham untuk ada sepuluh orang benar supaya Sodom dan Gomora diluputkan, Tuhan tidak menemukan jumlah tersebut, sehingga dengan segera Sodom dan Gomora dibinasakan.

Bandingkan dengan Niniwe di masa Nabi Yunus. Niniwe menghadapi ancaman serupa dengan Sodom dan Gomora, namun reaksi rakyat Niniwe sungguh luar biasa,

"Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: 'Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.' 

"Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya." - Yunus 3:7-10

Niniwe melakukan sesuatu yang sangat ekstrim sekaligus mengharukan Hati Tuhan, karena seluruh bangsa dari rajanya hingga rakyatnya bahkan semua ternak mereka berpuasa total tidak makan dan tidak minum selama tiga hari, bahkan ternak mereka ikut mengenakan kain kabung. Seluruh Niniwe berbalik dan bertobat, meninggalkan persekutuan yang jahat dan kembali bersekutu dengan Tuhan, Allah Yang Maha Tinggi.

Tahukah Anda berapa lama murka Tuhan tertunda atas Niniwe dengan cara pertobatan mereka yang ekstrim itu? Murka Tuhan tertunda selama sekitar 150 tahun dan pada masa Nabi Nahum Niniwe dibinasakan Tuhan. Bayangkan 150 tahun, atau sekitar 5 - 7 generasi kemudian yang diizinkan Tuhan untuk tetap hidup. Jarak antara Nabi Yunus (862 SM) dengan Nabi Nahum (713 SM) dalam memperingatkan Niniwe ada sekitar 150 tahun.

Sodom dan Gomora tidak berhasil mengisi cawan kebaikannya ketika cawan kejahatannya telah penuh meluap, padahal yang dituntut dari kedua kota ini hanyalah keberadaan atau eksistensi jumlah orang benar, sehingga murka penghakiman Tuhan tidak terhindarkan. Sedangkan Niniwe pernah mengisi cawan kebaikannya dengan cara yang ekstrim dengan puasa total seluruh bangsa selama 3 hari sehingga Tuhan menunda murka penghakiman-Nya selama 150 tahun.

Pertanyaan terbesarnya, apa yang bisa terjadi jika seluruh bangsa Indonesia mulai dari Presidennya hingga seluruh rakyatnya merendahkan diri di hadapan Tuhan dan meminta keselamatan bahkan kemuliaan Tuhan dinyatakan atas bangsa ini? 

TUHAN telah bersumpah demi tangan kanan-Nya, demi tangan kekuatan-Nya: "Sesungguhnya, Aku tidak akan memberi gandummu lagi sebagai makanan kepada musuhmu, dan sesungguhnya, orang-orang asing tidak akan meminum air anggurmu yang telah kauhasilkan dengan bersusah-susah; tetapi orang yang menuainya akan memakannya juga dan akan memuji-muji TUHAN, dan orang yang mengumpulkannya akan meminumnya juga di pelataran-pelataran tempat kudus-Ku."

Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Orang akan menyebutkan mereka "bangsa kudus", "orang-orang tebusan TUHAN", dan engkau akan disebutkan "yang dicari", "kota yang tidak ditinggalkan".

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

About Windunatha

My photo
Destined to become prosperous and famous. But still learning to be happy and keep struggling to be an increasingly willing servant who dies more and more to self. A Dreamer Of Isaiah 60 fulfillment for Indonesia and by the grace of God, will witness and finish them all.