Labels

Showing posts with label Ready 2019. Show all posts
Showing posts with label Ready 2019. Show all posts

Thursday, January 3, 2019

Ringkasan Dan Ulasan Pewahyuan Firman 2019 - Vol. 2: Bangsa-Bangsa Dunia

Berikut ini adalah kutipan langsung pewahyuan firman Tuhan melalui Brother Sadhu Sundar Selvaraj mengenai bangsa-bangsa di dunia untuk tahun 2019 ini.

"Akan ada bangsa-bangsa yang digoncang secara paksa dengan gempa bumi, dan empat negara yang dituju adalah Meksiko, Jepang, Indonesia dan Papua Nugini. Juga akan ada pergolakan yang dratis dalam perpolitikan di Jepang. Akan ada kejatuhan dan kekacauan dalam dunia keuangan dan teknologi di Jepang.

"China yang dilambangkan sebagai negeri Sang Naga, akan melakukan sebuah perjanjian yang penuh tipu daya dengan Israel dan berbagai negara Timur Tengah lainnya berkenaan dengan Yerusalem.

"Akan ada perubahan drastis di PBB (United Nations), dan kebijakan-kebijakan yang ditempuhnya adalah berkaitan dengan percepatan untuk tampilnya Sang Antikristus ke dunia.

"Mengenai Eropa. Kegelapan yang pekat akan memenuhi Eropa. Brother Sadhu melihat awan asap hitam yang pekat memenuhi Eropa. Dan di Berlin tampil seekor naga hitam, seorang tokoh yang akan mendukung pemimpin Jerman saat ini, Angela Merkel, untuk semakin kuat berkuasa. 

"Dari sisi kanan dan kiri naga hitam tersebut masing-masing muncul tiga kepala, sehingga naga hitam tersebut menjadi binatang buas berkepala tujuh. Dan manifestasinya akan membuat Jerman menjadi kekuatan militer super dan mulai agresif terhadap negara-negara lain di Eropa, termasuk kepada Inggris Raya."
Ulasan singkat:

Gempa bumi yang "dipaksakan" merupakan bagian dari penghakiman di 2019 ini sekaligus "tuaian" bagi pihak musuh untuk menuai lalang yang telah masak.

Kemungkinan perang dagang antara Amerika Serikat dan China akan berdampak pada situasi politik Timur Tengah, khususnya Yerusalem dan Israel. Saya menduga, China akan menyandera Yerusalem untuk memenangkan perang dagang yang sedang terjadi. Khusus isu ini, Brother Sadhu yang mengingatkan bagi para pendoa dan orang-orang yang bijaksana untuk segera bersyafaat.

Beberapa tahun lalu, Tuhan telah mengatakan kepada Brother Sadhu bahwa Berlin akan menjadi satu dari tiga pusat pemerintahan Sang Antikristus. Berlin merupakan pusat perpolitikannya. Sedangkan dua lainnya belum disingkapkan. Saya menantikan perkembangan perpolitikan di Jerman karena pewahyuan kali ini.

Demikian pewahyuan firman Tuhan berkaitan dengan bangsa-bangsa dunia di 2019. 

Tuhan memberkati.

Ringkasan Dan Ulasan Pewahyuan Firman 2019 - Vol. 1: Gereja Tuhan

Berikut ini adalah ringkasan pewahyuan firman Tuhan untuk tahun baru 2019 melalui Brother Sadhu Sundar Selvaraj yang disampaikan melalui live streaming pada tanggal 1 Januari 2019. Pewahyuan firman dibagi dalam dua bagian, yakni bagian untuk Gereja Tuhan dan bagian lainnya adalah tentang bangsa-bangsa.

"I AM coming in a new way to meet My people,
A new beginning is going to dawn in the whole world,
A new beginning of power and glory that the whole world never seen yet,
My people shall be equip with My glory."

"AKU akan datang dengan sebuah cara yang baru untuk menemui umat-Ku,
Sebuah awal yang baru mulai merekah di seluruh dunia,
Sebuah awal yang baru akan kuasa dan kemuliaan yang dunia belum pernah saksikan,
Umat-Ku harus diperlengkapi dengan kemuliaan-Ku."

Demikianlah prakata yang disampaikan Tuhan kepada Brother Sadhu untuk 2019 ini. Dalam versi yang berbeda, Tuhan mengatakan kepada rekan sejawatnya, yakni Brother Neville Johnson demikian,

"A new reformation type of a beginning."

"Sebuah jenis reformation baru akan sebuah awal."

Rhema spesifik diambil dari beberapa ayat berikut ini:

"Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan." - Yesaya 30:26

"Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni." - Ibrani 10:19-22

"TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala." - Ulangan 33:2

"Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya. Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya." - Habakuk 3:3-4

Setelah Tuhan mewahyukan tentang kemartiran di Akhir Zaman pada 2017 dan mengajarkan tentang urapan dan kehidupan tentang Musa dan Elia di 2018, maka di 2019 ini Gereja, terutama mereka yang adalah bagian dari The Remnant, akan dibawa naik ke level yang sama sekali baru dan akan ada banyak anak Tuhan yang dimampukan untuk melihat sekaligus mengalami kemuliaan Tuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Banyak anak Tuhan di berbagai belahan dunia akan dituntun Roh Tuhan, untuk bersaksi, membawakan kabar baik, mengantarkan pertobatan, yang disertai tanda-tanda dahsyat dan mujizat-mujizat mulai tahun 2019 ini. Dan hal ini sesuai dengan tema yang diberikan, yakni 5779 - 2019 sebagai Tahun Penghakiman dan Keselamatan.

Akan ada yang diberikan kuasa Tongkat Musa, akan ada yang diberikan kemampuan "Elijah Transport" dan berbagai tanda dahsyat lainnya untuk memperlengkapi mereka yang bertugas dengan kemuliaan yang baru.

Hal ini sesuai dengan apa yang pernah Tuhan Yesus katakan, "Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang." - Matius 10:23

Kemuliaan Yang Melengkapi Para Martir

"Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: 'Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.' Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya." - Lukas 22:41-43

Setelah Tuhan Yesus merelakan seluruh hidup-Nya kepada kehendak Bapa, maka seorang malaikat mendatangi Tuhan Yesus untuk memberi kekuatan. Selama ini hampir semua anak Tuhan, termasuk saya, mengira bahwa malaikat tersebut diutus untuk supaya Tuhan Yesus sanggup dan kuat secara batin menjalani takdir-Nya sampai puncak kayu salib. Tapi ternyata tidak begitu.

Malaikat tersebut diutus untuk memberikan kekuatan secara fisik untuk Tuhan Yesus sanggup secara fisik menjalani penderitaan yang hebat itu. Dan kekuatan serta kesanggupan fisik itu diberikan setelah Tuhan Yesus berserah total kepada kehendak Bapa.

Dengan prinsip yang serupa, demikian juga banyak anak Tuhan terutama mereka yang sudah dipanggil dan dipilih menjadi pasukan martir-Nya akan diberi kemampuan dan kesanggupan fisik untuk memenuhi bagiannya. Dengan demikian pedang hanya akan membunuh tubuh mereka tapi tidak akan membunuh jiwa mereka.

"Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa." - Wahyu 12:13-14

Selain itu ada anak-anak Tuhan yang diperlengkapi dengan sayap-sayap rajawali bagi roh mereka untuk bisa memasuki heavenly realm dan melakukan peperangan rohani. Untuk yang satu ini, Brother Sadhu akan membuat pelatihan dan konferensi tersendiri.

Signs, wonders & miracles akan meningkat seiring dengan meningkatnya intensitas kegelapan dan semakin dekatnya waktu untuk Sang Antikristus tampil ke dunia. Termasuk reformasi jenis yang baru akan Tuhan eksekusi melalui tindakan penghakiman di Rumah-Nya sendiri, karena Gereja yang korup tidak akan memperoleh bagian dari kemuliaan yang akan terjadi.


Aku akan melakukannya oleh karena Aku, ya oleh karena Aku sendiri, sebab masakan nama-Ku akan dinajiskan? Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain!

Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan engkau dalam pengadilan, akan engkau buktikan salah. Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba TUHAN dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Thursday, November 29, 2018

Alfabet Tet Dan Tujuan Menjadi Kepala

Alfabet Tet merupakan abjad ke-9 dalam Alfabet Ibrani. Angka 9 sendiri merupakan puncak atau kulminasi dari sebuah proses atau sebuah perjalanan. Itu sebabnya akhir yang diharapkan dari puncak perjalanan orang percaya di dalam Kristus Yesus di dunia adalah kesembilan buah roh (Galatia 5:22). 

Begitu juga kata Ibrani pertama di Alkitab yang diawali Alfabet Tet adalah TOV (טוֹב) yang berarti baik (good). Hampir semua kebaikan ada pada akhir tiap-tiap proses penciptaan dunia ini di Enam Hari Penciptaan pada Kitab Kejadian pasal 1.

Namun akhir dari sebuah proses atau suatu perjalanan tidak selalu berakhir dengan baik. Secara umum selalu ada dua kemungkinan dari sebuah hasil akhir, entah baik atau buruk, benar atau salah, sukses atau gagal, dan seterusnya. 

Itu sebabnya kata TAHORAH (טוֹהַר) yang berarti kemurnian atau kesucian (purity) dan kata TUMAH (טוּמאָה) yang berarti kenajisan atau kecemaran (impurity) merupakan sebuah hasil akhir dari sebuah proses atau suatu perjalanan yang sama-sama diawali dengan alfabet Tet.

Jadi Alfabet Tet memiliki dua makna yang kontras dalam satu abjad ini, sementara Alfabet Ibrani yang lain tidak memiliki dua makna yang kontras seperti Alfabet Tet. Itu sebabnya Alfabet Tet merupakan paradoks.


Sama seperti Alfabet Chet (Alfabet Ibrani ke-8) yang terdiri dari Alfabet Vav (Alfabet Ibrani ke-6, lambang manusia) dan Alfabet Zayin (Alfabet Ibrani ke-7, lambang Manusia Kristus) dalam satu chuppah atau kuk, begitu juga Alfabet Tet juga terdiri dari Vav dan Zayin.

Jadi sementara Chet menggambarkan awal perjalanan kita sebagai orang percaya di dalam Kristus Yesus, yakni sebagai ciptaan yang baru, maka Tet menggambarkan hasil akhir perjalanan tersebut, yang seharusnya masing-masing kita menjadi manusia baru yang tunduk seutuhnya terhadap Kristus.

Namun jika akhir perjalanan tersebut tidak berakhir seperti yang seharusnya, yakni ciptaan baru kembali menjadi manusia lama, maka orang tersebut tetap berakhir di bawah hukum dosa, yang dalam hal ini digambarkan dengan (ekor) ular.

Itu sebabnya ketika Tuhan mengatakan kepada bangsa Israel mengenai berbagai persyaratan untuk menikmati hidup yang diberkati, rinciannya sebagai berikut,

"TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya." - Ulangan 28:13-14

Jadi ternyata kata kepala bukan sekedar mengacu kepada peran pemimpin, dan kata ekor bukan sekedar mengacu kepada peran pengikut. Kata kepala dan kata ekor dalam pesan tersebut mengacu pada hasil akhir perjalanan hidup kita di hadapan Tuhan, apakah kita berakhir baik, kudus, murni, berbuah-buah roh, Tahorah (pure) atau kita berakhir jahat, cemar, najis, tidak berbuah roh, Tumah (impure).

Dan Tuhan menjabarkannya dengan sangat gamblang jika ingin mengalami hidup yang diberkati dan berakhir menjadi kepala, menjadi terus naik dan tidak turun, yakni dengan setia menaati semua perintah dan petunjuk-Nya tanpa adanya penyimpangan.

Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!

Monday, August 13, 2018

Ayin Tet 5779 - Vol. 2: Setelah Sang Naga Dijatuhkan

"Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: 'Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

"'Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.'" - Wahyu12:9-12

Telah dinubuatkan secara kronologis bahwa setelah Anak Laki-Laki dilarikan ke Takhta Elohim, maka akan terjadi Perang Bintang, di mana Mikhael dan pasukan malaikatnya akan diutus ke langit ke-2 supaya Naga Merah Lucifer dan seluruh kerajaannya akan dijatuhkan ke Bumi. Kapan hal ini terjadi dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk Sang Naga dijatuhkan? Alkitab tidak memuat rinciannya. Tapi bisa saja hal ini terjadi di 2019 nanti.

Namun yang ada hal yang menarik terjadi setelah Sang Naga dijatuhkan, yakni terjadinya keselamatan (The Great Revival, Tuaian Besar milyaran jiwa) dan kuasa (The Final Pentacost, extreme signs & wonders) dan pemerintahan Elohim (tampilnya Dua Saksi yang akan menjadi komando dari 144.000 Perjaka Israel dan Pasukan Gada Besi) dan kekuasaan Tuhan Yesus Kristus.

Menarik sekali bahwa ketika Tuhan Yesus mati dan bangkit dari kematian serta telah mengalahkan Maut dan kuasa maut, Dia tidak langsung menjatuhkan Sang Naga beserta seluruh kerajaannya di langit ke-2. Butuh waktu 2.000 tahun untuk hal itu dilaksanakan. Mengapa? Karena dibutuhkan waktu untuk melahirkan suatu pasukan khusus, Sang Anak Laki-Laki tersebut, yakni yang telah lama dinubuatkan oleh nabi Yesaya,

"Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. ... Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya."- Yesaya 53:7-10

Jadi Tuhan Yesus telah menubuatkan tentang keturunan-Nya, yakni Sang Anak Laki-Laki dalam Wahyu 12. Dan rincian mengenai hal itu dapat disimak di dua artikel yang pernah dimuat beberapa waktu lalu:


Yang hendak ditekankan dalam tulisan kali ini adalah bahwa tuaian besar jiwa-jiwa yang selama ini Gereja nantikan, yang sering disebut dengan berbagai jargon seperti; The Great Revival, The Great Awakening, The Third Pentacost, The Great Harvest, dan seterusnya itu hanya akan terjadi setelah Sang Naga dan kerajaannya dijatuhkan ke Bumi. Jadi selama Sang Naga dan kerajaannya masih di atas sana, tidak akan hal itu terjadi sebab Tuhan sendiri telah mengkronologikannya demikian sesuai dengan yang tertulis dalam Wahyu 12.

Akankah hal itu terjadi di 2019? Bisa saja. Itu berarti penghakiman atas Gereja (rumah Allah) dan atas Lucifer dan kerajaannya berlangsung pada saat yang bersamaan. Wow! Hal itu akan jadi sangat menarik sekali. Dan memang setelah itu, langit ke-2 yang selama ini didiami oleh Si Jahat, akan ditahirkan dan dikuduskan serta dipersiapkan untuk Gereja menyambut kedatangan TuhanYesus yang ke-2 di awan-awan.

Sekedar untuk kita pahami, bahwa pengangkatan atau yang biasa disebut Rapture tidak akan terjadi sebelum langit ke-2 direbut kembali untuk ditahirkan dan dikuduskan. Dan jika kita menyimak lebih jauh tentang Enam Hari Penciptaan yang tertulis pada Kejadian 1, semua hari penciptaan disebut dan dilihat oleh Tuhan baik adanya, kecuali pada Penciptaan Hari Ke-2, yakni ketika Tuhan menciptakan cakrawala.


Di dalam Alkitab tertulis bahwa Lucifer akan mengalami empat kali kejatuhan:

1. Dilempar dari Sorga dan Takhta Allah (Yehezkiel 28).
2. Dijatuhkan ke Bumi (Wahyu 12).
3. Dipenjara selama seribu tahun (Wahyu 20).
4. Dibuang ke lautan api dan belerang (Wahyu 20).

Dan Tuhan tahu ketika Sang Naga dijatuhkan ke Bumi, ia tidak sendirian, namun menyeret sepertiga para bintang, yakni anak-anak Tuhan untuk ikut jatuh bersamanya. Itu sebabnya Tuhan antisipasi dengan "mengamankan" sisa Israel dan sisa Gereja ke Takhta-Nya untuk menggantikan kedudukan sepertiga yang jatuh bersama Sang Naga.

Perang bintang di langit ke-2 akan dilanjutkan dengan perang besar di Bumi selama 1260 hari. Sebagaimana Elohim menyerahkan keselamatan, kuasa, pemerintahan dan kekuasaan-Nya kepada Anak Laki-Laki di bawah komando Dua Saksi-Nya, begitu pula Sang Naga akan menyerahkan kekuatan, takhta dan kekuasannya kepada Antikristus, binatang yang dari laut itu.

Sungguh waktunya sudah amat sangat singkat, dan penghakiman telah di ambang pintu, serta penyelamatan besar segera menyusulnya. Let's set our houses in order. 

Waktu untuk bertindak telah tiba bagi TUHAN; mereka telah merombak Taurat-Mu.

Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan dan tahun penuntutan bela telah datang.

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

Sunday, August 12, 2018

Ayin Tet 5779 - Vol. 1: Dua Meja

"Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: 'Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?' Dengan cara menyangka: 'Meja TUHAN boleh dihinakan!' Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam. ... 

"Tetapi kamu ini menajiskannya, karena kamu menyangka: 'Meja Tuhan memang cemar dan makanan yang ada di situ boleh dihinakan!' ... Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa." - Maleakhi 1:7-14

"Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya." - Wahyu 12:5

"Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: 'Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.' Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya." - Matius 21:12-14

Awalnya saya hanya mendapati bahwa tahun depan merupakan Tahun Penghakiman dan Tahun Keselamatan. Namun saya belum memahami rinciannya saat itu. Tapi ketika saya mendoakan dan merenungkan lebih jauh lagi akan Tahun Ibrani Ayin Tet 5779 yang baru nanti, muncul satu kata, yakni kata meja dan kemudian dari kata tersebut saya diingatkan akan peristiwa di saat Tuhan Yesus membalikkan meja-meja para pedagang yang lalim yang berdagang di halaman Bait Suci.

Penghakiman Tuhan pun sesungguhnya identik dengan meja. Dan yang lebih meneguhkan lagi, ketika di acara Radiance of Glory - Semarang, salah satu pembicaranya berkata bahwa meja identik dengan kekudusan, bahwa table manner Kerajaan Allah adalah kekudusan. Dan memang dasar penilaian Tuhan akan segala sesuatu yang ada di jagat raya ini adalah semata kekudusan-Nya.


Sekarang coba renungkan dua situasi yang serupa dan sama-sama negatif dari yang tertulis di dua kitab yang berbeda:

1. Situasi di zaman Nabi Maleakhi - Tuhan dihina dan direndahkan karena saat itu umat Israel secara kurang ajar mempersembahkan korban di atas mezbah dengan hewan-hewan yang cacat dan tidak layak (unqualified). Ini menggambarkan bahwa ibadah yang dilakukan tidak sepenuh hati, bahkan cenderung sesuka hatinya. Tidak punya kesadaran untuk memperlakukan Tuhan secara terhormat dengan rasa takut dan gentar.

2. Situasi di zaman Tuhan Yesus - Kemungkinan besar hal ini terjadi untuk mencegah apa yang terjadi di zaman Nabi Maleakhi tidak terjadi lagi. Jadi untuk menghindari korban persembahan yang cacat, para imam menyediakan korban persembahan di Bait Suci. Jemaat tidak perlu membawanya, cukup membayar dari yang dijual di Bait Suci. 

Namun praktik jual beli korban persembahan dilakukan dengan cara yang licik dan korup. Perdagangan hewan korban menjadi sumber penghasilan yang tidak halal bagi para imam. Mereka menerapkan syarat yang rumit untuk hewan korban supaya pada akhirnya jemaat membeli dari para imam dengan harga yang tidak pantas. 

Jadi sesungguhnya baik di zaman Maleakhi maupun di zaman Tuhan Yesus, situasinya tidak berbeda, para imam telah menjadi korup dan tidak lagi memiliki rasa takut terhadap Tuhan. Mereka menganggap remeh dan sepele Pribadi Yang Mahakudus itu, sehingga ketika kekudusan itu datang, Tuhan Yesus hadir di sana, maka seluruh meja yang penuh kecemaran itu diporakporandakan.

Pola Penghakiman Dan Keselamatan

Meja Tuhan selalu berbicara tentang kekudusan, korban yang berkenan, ibadah yang sejati, dan seterusnya sehingga kita mengalami pembaharuan akal budi dan mampu membedakan level demilevel dari kehendak Tuhan, apakah itu sekedar yang baik, yang berkenan atau bahkan yang sempurna.

Dan sebaliknya jika meja yang seharusnya adalah kudusnya adanya menjadi cemar sehingga kecemaran itu membuat Gereja tidak lagi bisa membedakan mana kehendak Tuhan, maka pada saatnya penghakiman Tuhan akan turun.

Perhatikan kembali isi seluruh Kitab Maleakhi, bisa dikatakan isinya penuh tentang penghakiman Tuhan, di bagian awal berbicara tentang penghakiman terhadap para imam yang bertugas di rumah Elohim, di bagian akhir berbicara tentang Hari Tuhan yang amat dahsyat dan menggentarkan, yakni penghakiman atas seluruh dunia.

Jadi apa makna tanda Anak Laki-Laki tiba tepat di Takhta Allah pada Rosh Hashanah 5779 (10 September 2018) nanti? Yang pertama-tama akan ada penghakiman Tuhan atas Gereja secara masif di tahun 5779 dan 2019, mungkin akan banyak organisasi gereja yang ditutup, atau gerejanya tetap eksis namun kaki dian Tuhan tidak ada lagi di sana, atau akan ada banyak pemimpin besar maupun nama-nama besar yang akan Tuhan telanjangi dan sebagainya, termasuk bencana alam dalam skala besar. 

Yang berikutnya terjadi setelah penghakiman adalah keselamatan atau penyelamatan besar-besaran termasuk tuaian besar jiwa-jiwa yang akan dimulai di 2019. Pola penghakiman yang diikuti dengan penyelamatan sudah terjadi berulang kali terjadi dan tercatat di Alkitab:

1. Penghakiman air bah dan penyelamatan keluarga Nuh.
2. Penghakiman atas Sodom dan Gomora dan penyelamatan keluarga Lot.
3. Penghakiman atas Mesir dan penyelamatan bangsa Israel.
4. Pembuangan ke Babel dan penyelamatan sisa Israel.
5. Penghakiman Tuhan Yesus terhadap kejahatan para imam di Bait Suci dan diikuti dengan karya keselamatan Tuhan Yesus di kayu salib.

Jadi penghakiman atas Gereja dan dunia akan terjadi, penghakiman ini untuk menghabisi yang cemar, Tumah (impurity) dan menjadikan Gereja atau sisa Gereja yang kudus, Tahorah (purity). Maka Tuhan bersama pasukan malaikat-Nya akan bersatu dengan Gereja yang telah dimurnikan untuk memerangi Naga Merah hingga dia dan kerajaannya dijatuhkan ke Bumi dan penyelamatan besar, tuaian milyaran jiwa tergenapi.

Persiapkan diri kita dengan lebih serius lagi, masih ada waktu sekitar sebulan sebelum berganti tahun dan masih ada waktu setahun lagi sebelum berganti ke dekade Ibrani 5780-an, dekade Peh (פ). 

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Friday, August 10, 2018

5779 - 2019 Dalam Sekilas Perenungan: Judgement And Salvation

"Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. 

"Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. 

"Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya." - Wahyu 12:1-5

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun terakhir dari dekade Ayin 5770-an dan sungguh amat menarik bahwa tahun Ibrani Ayin Tet 5779 akan diawali dengan berakhirnya chapter pertama dari nubuatan yang tertulis di Kitab Wahyu pasal 12, yakni kedua tanda besar di langit.

Kedua tanda besar di langit ini dimulai sejak planet Jupiter mulai memasuki "rahim" Virgo pada 23 Desember 2016 lalu, yang saya yakin bukan sebuah kebetulan bahwa tanda di langit tersebut dibarengi dengan peristiwa besar di markas PBB ketika Amerika Serikat yang saat itu masih di bawah pemerintahan Barack Obama bertindak khianat terhadap Israel dengan tidak memveto Resolusi DK PBB No. 2334 (klik di sini).

Lalu dilanjutkan dengan pergerakan planet Jupiter yang mulai meninggalkan "rahim" Virgo tepat pada Rosh Hashanah 5778 (23 September 2017), yang menandakan lahirnya Anak Laki-Laki, Pasukan Gada Besi. Lebih rinci mengenai Pasukan Gada Besi - The True Faceless Generation, dapat Anda baca di sini.

Dan tepat pada Rosh Hashanah 5779 (10 September 2018) planet Jupiter akan tepat berada di tengah Libra. Gugus bintang Libra yang dilambangkan dengan timbangan merupakan gambaran dari Takhta Elohim. Hal ini tentu menggambarkan bahwa Anak Laki-Laki tersebut telah berada tepat di tengah Takhta Elohim.

Paradoks Alfabet Tet

Sungguh bukan sebuah kebetulan ketika hari pertama di tahun yang baru ini diawali dengan tibanya Sang Anak di tengah Takhta Elohim. Namun sebelum kita telaah hal tersebut lebih jauh, ada baiknya kita memahami tentang Alfabet Tet ini.

Alfabet Tet merupakan abjad ke-9 dalam Alfabet Ibrani. Angka 9 sendiri merupakan puncak atau kulminasi dari sebuah proses atau sebuah perjalanan. Itu sebabnya akhir yang diharapkan dari puncak perjalanan orang percaya di dalam Kristus Yesus di dunia adalah kesembilan buah roh (Galatia 5:22). 

Begitu juga kata Ibrani pertama di Alkitab yang diawali Alfabet Tet adalah TOV (טוֹב) yang berarti baik (good). Hampir semua kebaikan ada pada akhir tiap-tiap proses penciptaan dunia ini di Enam Hari Penciptaan pada Kitab Kejadian pasal 1.

Namun akhir dari sebuah proses atau suatu perjalanan tidak selalu berakhir dengan baik. Secara umum selalu ada dua kemungkinan dari sebuah hasil akhir, entah baik atau buruk, benar atau salah, sukses atau gagal, dan seterusnya. 

Itu sebabnya kata TAHORAH (טוֹהַר) yang berarti kemurnian atau kesucian (purity) dan kata TUMAH (טוּמאָה) yang berarti kenajisan atau kecemaran (impurity) merupakan sebuah hasil akhir dari sebuah proses atau suatu perjalanan yang sama-sama diawali dengan alfabet Tet.

Jadi Alfabet Tet memiliki dua makna yang kontras dalam satu abjad ini, sementara Alfabet Ibrani yang lain tidak memiliki dua makna yang kontras seperti Alfabet Tet. Itu sebabnya Alfabet Tet merupakan paradoks.


Sama seperti Alfabet Chet (Alfabet Ibrani ke-8) yang terdiri dari Alfabet Vav (Alfabet Ibrani ke-6, lambang manusia) dan Alfabet Zayin (Alfabet Ibrani ke-7, lambang Manusia Kristus) dalam satu chuppah atau kuk, begitu juga Alfabet Tet juga terdiri dari Vav dan Zayin.


Jadi sementara Chet menggambarkan awal perjalanan kita sebagai orang percaya di dalam Kristus Yesus, yakni sebagai ciptaan yang baru, maka Tet menggambarkan hasil akhir perjalanan tersebut, yang seharusnya masing-masing kita menjadi manusia baru yang tunduk seutuhnya terhadap Kristus.

Namun jika akhir perjalanan tersebut tidak berakhir seperti yang seharusnya, yakni ciptaan baru kembali menjadi manusia lama, maka orang tersebut tetap berakhir di bawah hukum dosa, yang dalam hal ini digambarkan dengan (ekor) ular.

Itu sebabnya ketika Tuhan mengatakan kepada bangsa Israel mengenai berbagai persyaratan untuk menikmati hidup yang diberkati, rinciannya sebagai berikut,

"TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya." - Ulangan 28:13-14

Jadi ternyata kata kepala bukan sekedar mengacu kepada peran pemimpin, dan kata ekor bukan sekedar mengacu kepada peran pengikut. Kata kepala dan kata ekor dalam pesan tersebut mengacu pada hasil akhir perjalanan hidup kita di hadapan Tuhan, apakah kita berakhir baik, kudus, murni, berbuah-buah roh, Tahorah (pure) atau kita berakhir jahat, cemar, najis, tidak berbuah roh, Tumah (impure).

Dan Tuhan menjabarkannya dengan sangat gamblang jika ingin mengalami hidup yang diberkati dan berakhir menjadi kepala, menjadi terus naik dan tidak turun, yakni dengan setia menaati semua perintah dan petunjuk-Nya tanpa adanya penyimpangan.

Tahun Penghakiman Dan Tahun Keselamatan

Dalam Gereja Tuhan, ada tiga hal yang mulai terjadi sejak tahun 2017, salah satunya adalah Tuhan mulai memisahkan domba dari kambing, gandum dari lalang, gadis bijaksana dari gadis bodoh, hamba yang setia dari hamba yang jahat.


Perhatikan prosesnya. Tuhan bukan sedang memisahkan domba dari serigala, atau gandum dari pohon durian, atau gadis bijaksana dari para pelacur, atau hamba yang setia dari orang merdeka. Domba dan kambing adalah sejenis, gandum serupa namun tak sama dengan lalang, yang bijaksana dan yang bodoh sama-sama gadis, dan yang setia maupun yang jahat sama-sama hamba-Nya. Hal ini sebangun dengan kata Tahorah (kudus) dan kata Tumah (cemar) yang sama-sama diawali Alfabet Tet.

Lalu apa kaitannya dengan penghakiman dan keselamatan? Sudah bertahun-tahun bahkan berabad-abad Gereja dinubuatkan akan adanya The Great Revival, Pentakosta Ketiga, Tuaian Besar, dan Tsunami Lawatan, yakni yang diyakini akan adanya pertobatan besar-besaran dalam jumlah masif, dipercaya milyaran jiwa jumlahnya. 

Walau sudah begitu banyak pihak yang mengumandangkannya, saya justru semakin pesimis bahwa hal itu akan terjadi. Sikap pesimistik saya bukan kepada Tuhan, melainkan kepada kita sendiri sebagai Gereja. Seperti seorang awam yang hendak dipercayakan sejumlah besar uang, sebut saja milyaran dolar, begitu juga yang namanya tuaian besar milyaran jiwa. 

Kenapa saya pesimistik terhadap Gereja saat ini? Karena memang keadaan kita begitu korup dan mudah sekali mencuri kemuliaan Tuhan. Dan hal ini memang sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus sampaikan kepada Jemaat Laodikia,

"Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Wahyu 3:15-18

Jangan pernah berpikir zaman kegelapan Gereja sudah berlalu, justru keadaan saat ini, Gereja jauh lebih buruk daripada sebelum Reformasi Gereja. Dari Ketujuh Jemaat, hanya kepada Jemaat Laodikia Tuhan Yesus merasa begitu muak dan ingin muntah. Sadarkah kita apa artinya jika kita dimuntahkan keluar dari Tuhan Yesus yang adalah Kepala Gereja? Itu berarti langsung menuju ke Neraka.

Kita begitu mudah mengklaim bahwa pekerjaan Roh Kudus yang membawa keselamatan adalah pekerjaan kita. Kita begitu mudah membanding-bandingkan prestasi maupun jumlah jemaat di tiap-tiap organisasi gereja. Dengan keadaan kita sebagai Gereja saat ini, kita masih sangat jauh dari layak (qualified) untuk dipercayakan tuaian besar milyaran jiwa. Namun di sisi lain, agenda Tuhan tidak bisa ditunda, The Great Revival harus terjadi, nubuatan tersebut harus tergenapi.  

Itu sebabnya setelah Tuhan mulai memisahkan domba dari kambing, gandum dari lalang, yang bijaksana dari yang bodoh dan yang setia dari yang jahat, maka selanjutnya Tuhan akan menghakimi, di 5779 - 2019 Tuhan akan mulai menjatuhkan vonis, yang saya yakini baik jumlahnya maupun skalanya sama sekali tidak kecil. Baik Gereja, Israel maupun dunia akan mengalaminya, sampai saat Kedatangan Kedua Tuhan Yesus.

Maka setelah penghakiman Tuhan mulai berjalan, Gereja mulai dimurnikan, dan mulai didapati layak untuk menuai, segera akan diikuti oleh keselamatan besar yang disertai parade signs and wonders yang belum pernah terjadi sebelumnya melalui mereka yang adalah domba, gandum, bijaksana dan setia.

Bersiaplah Gereja, agenda yang lebih besar akan segera tergenapi, namun hanya gada dan tongkat Tuhanlah yang mampu melayakkan kita untuk tetap setia dalam semua rencana dan kehendak-Nya. Relakanlah hati kita untuk terus ditegor dan dihajar oleh-Nya.

Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?

Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.