Labels

Thursday, March 24, 2016

What Is the Enemy Attacking In Your Life? (Bahasa Indonesia)

Shallom Saudara-Saudari Yang Terkasih,

Saya bersyukur bahwa ada seorang hamba-Nya, seorang nabiah, yang dipakai Tuhan untuk memberkati kita dengan pengajaran yang Tuhan wahyukan melalui dirinya, Glynda Linkous. Saya pribadi telah menikmati pengajaran beliau dari blognya, Wings Of Prophecy selama sekitar 2 tahun ini. 

Pada kesempatan kali ini, beliau menyampaikan sebuah materi pemetaan atas serangan musuh yang sering kali menyerang anak-anak dan Pasukan Tuhan. Saya sungguh diberkati dengan pengajarannya kali ini dan saya yakin Tuhan ingin Anda juga mengetahuinya sehingga kita bisa semakin siap menghadapi peperangan besar di penghujung waktu ini. 

Harapan saya, dengan pewahyuan ini maka kita semakin unity, memandang sesama saudara seiman kita sebagai rekan seperjuangan di dalam Kerajaan Allah dan bukan menghakimi mereka yang sedang jatuh karena berbagai serangan yang sedang diderita, melainkan menolongnya dalam doa dan syafaat.

Sumber tulisan: 


The Lord reminded me this morning that the enemy always attacks what he fears most in us, and He said this is what has been happening in this most recent wave of attacks.

Tuhan mengingatkan saya pagi ini bahwa musuh selalu menyerang apa yang paling ia takuti di dalam kita, dan Ia berkata bahwa ini yang sedang terjadi pada gelombang serangan hari-hari ini.

If you are suffering in this wave of attacks, you can defeat them by discerning what he is attacking.

Jika Anda menderita dalam gelombang serangan ini, Anda dapat mengalahkannya dengan memilah jenis serangannya.

For Examples – Find Your Gifts Below

Sebagai Contoh - Temukan Karunia Anda Di Bawah Ini

Gift: Witnessing / Your Testimony - If you are anointed to witness for Christ, he will attack your credibility – by getting you into sin.

Karunia: Bersaksi / Kesaksian Anda - Jika Anda diurapi untuk bersaksi bagi Kristus, ia akan menyerang kredibilitas Anda - dengan cara menjatuhkan Anda ke dalam dosa.

Gift: Intercession - If you are anointed to pray and intercede for others, he might try to distract you from prayer, cause strife with family members so you can’t focus on praying, or attack your faith in God to answer.

Karunia: Bersyafaat - Jika Anda diurapi untuk berdoa dan besyafaat bagi orang lain, ia mungkin akan mencoba mengalihkan Anda dari doa, menimbulkan percekcokan atau perselisihan dengan anggota keluarga sehingga Anda tidak fokus berdoa, atau menyerang iman Anda kepada Tuhan untuk menjawab doa Anda.

Gift: Teaching & / or Prophesying - If you are anointed to teach His Word or prophesy, he might distract you with financial difficulties, strife with family members, or family members getting into trouble or going through crisis. He might try to distract you from studying the Word and praying, or try to make you doubt what you hear from Him. He will attack your faith for sure.

Karunia: Mengajar dan / atau Bernubuat - Jika Anda diurapi untuk mengajar Firman-Nya atau bernubuat, ia akan menyerang dengan kesulitan keuangan, percekcokan dengan anggota keluarga, atau anggota keluarga terjebak dalam masalah atau mengalami krisis. Ia mungkin mencoba mengalihkan perhatian Anda untuk mempelajari Firman dan berdoa, atau mencoba untuk membuat Anda ragu akan apa yang Anda dengan dari Tuhan. Ia akan menyerang iman Anda pastinya.

Gift: Helps - If you are anointed to help others (the anointing of Helps), he might try to distract you by highlighting the ways you yourself are in need, or place thoughts in your mind that the people you are helping are somehow “unworthy” or helping. He might attack the sources you receive funding or other helping resources from.

Karunia: Pertolongan - Jika Anda diurapi untuk memberi pertolongan kepada orang lain (urapan Pertolongan), ia mungkin mencoba untuk mengalihkan Anda dengan menyoroti atau mengingatkan bahwa Andapun sedang memiliki kebutuhan, atau menempatkan pemikiran bahwa orang yang Anda tolong kadang "tidak layak" untuk di tolong. Ia juga menyerang sumber dari mana Anda menerima pendanaan atau sumber lainnya.

Healing - He will attack your body, again and again. He will attack your faith, because faith is the very basis of this gift, and he will attack your credibility, by luring you into sin.

Mujizat Kesembuhan - Ia akan menyerang tubuh Anda, lagi dan lagi. Ia akan menyerang iman Anda, karena iman adalah yang paling dasar dari karunia ini, dan ia akan menyerang kredibilitas Anda, dengan cara memikat Anda jatuh ke dalam dosa.

Gift: Pastor - If you are a Pastor, he will definitely attack your credibility by trying to entice you to sin. He will try to distract you from prayer, study, and ministering to your congregants. He will attack your funding sources and try to make you look bad to your congregants by planting judgmental thoughts in their minds.

Karunia: Penggembalaan - Jika Anda seorang gembala, ia secara pasti akan menyerang kredibilitas Anda dengan menggoda Anda jatuh ke dalam dosa. Ia akan mengalihkan perhatian Anda dari doa, belajar, dan pelayanan kepada jemaat Anda. Ia akan menyerang sumber pendanaan Anda dan mencoba membuat Anda terlihat buruk di hadapan jemaat Anda dengan cara menanamkan benih mentalitas menghakimi dalam pikiran mereka.

There are many ways he can attack us, but Jesus has already defeated every single one of them. We need to find out the reasons behind his attacks so we can cancel them. Example: Is he attacking your gifts or your ministry? Is he attacking you personally, or attacking your family? You need to determine what is being attacked so you can cancel the attack itself and render it powerless by the mighty Name of Jesus. 

Ada begitu banyak cara ia menyerang kita, tapi Yesus sudah mengalahkan setiap mereka. Kita perlu mencari tahu alasan atau penyebab ia menyerang sehingga kita dapat menggagalkannya. Contoh: Apakah ia menyerang karunia Anda atau pelayanan Anda? apakah ia menyerang diri Anda sendiri, atau menyerang keluarga Anda? Anda perlu menentukan apa yang sedang diserang sehingga Anda dapat mengagalkannya dan menjadikan serangan itu tak berkuasa dalam Nama Tuhan Yesus.

1 Peter 5:8 - Be sober, be vigilant; because your adversary the devil, as a roaring lion, walketh about, seeking whom he may devour:

"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." - 1 Petrus 5:8

Glynda Linkous
March 23, 2016

Thursday, March 10, 2016

Standar Mempelai Kristus

"Jawab Yesus: 'Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.'" - Yohanes 8:54-56

Ketika Tuhan Yesus menjalani pelayanan-Nya di bumi dan Tanah Permai Israel, Ia begitu mempromosikan Abraham, bukan sekedar sebagai hamba-Nya, namun juga sebagai rekan dan sahabat yang kepadanya Tuhan mengadakan perjanjian abadi dengan ikat sumpah yang sedemikian kuat. Melalui perjanjian itulah Israel dan segala bangsa dimampukan untuk menerima janji keselamatan dan kekayaan sorgawi lainnya di dalam Kristus Yesus.

Apa yang menyebabkan Abraham begitu layak untuk Tuhan jadikan mitra abadi dalam perjanjian yang begitu luhur dan sumpah setia Tuhan? Tentu tidak lain adalah karena kesetiaan Abraham yang telah teruji hingga ia rela mengorbankan Ishak, anak perjanjian, lebih dari 4.000 tahun yang lalu di tanah Moria. Dan demikianlah sebagian dari perjanjian sumpah Tuhan kepada Abraham,

"Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, kata-Nya: 'Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.' Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba." - Kejadian 22:15-19

Jika kita membaca sekilas akan bagian akhir kisah Abraham mempersembahkan Ishak, maka kita akan memperoleh kesan bahwa akhir kisah tersebut adalah sebuah happy ending. Namun apa yang berikutnya terjadi sesungguhnya adalah sebuah tragedi yang memilukan yang menimpa keluarga Abraham. Mengapa? Sebab sejak saat itu Abraham tidak lagi kembali kepada isterinya, Sarah. Konon ketika Sarah mengetahui bahwa Ishak sempat dikorbankan, Sarah menolak untuk tinggal bersama Abraham hingga hari kematiannya. Dan bukan hanya itu, keretakan hubungan Abraham dan Sarah pun menimbulkan trauma yang cukup mendalam bagi sang anak perjanjian, Ishak.


"Sarah hidup seratus dua puluh tujuh tahun lamanya; itulah umur Sarah. Kemudian matilah Sarah di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya." - Kejadian 23:1-2

Jadi sementara Abraham tinggal di Bersyeba, sesungguhnya Sarah tinggal di Hebron hingga hari kematiaannya. Itu sebabnya disebutkan bahwa Abraham datang meratapi dan menangisinya, BUKAN Abraham meratapi dan menangisinya. Mengapa ada kata datang? Sebab saat itu Abraham memang tidak bersama Sarah. 

Sampai di sini, sadarkah kita apa saja resiko dan akibat yang bisa terjadi ketika seorang abdi Tuhan begitu setia mengikuti segala jalan-Nya bahkan ketika jalan itu harus menjadi sangat ekstrim dan tidak masuk akal? Orang awam yang tidak mengerti kemungkinan besar akan protes dengan berkata, "Kenapa ikut Tuhan malah mengalami tragedi dan kemalangan hingga jadi batu sandungan seperti ini?" Di titik ini tidak ada orang lain yang bisa tahu dan paham apa yang sebenarnya sedang terjadi, kecuali Tuhan dan orang yang kepadanya Tuhan sedang berurusan.

Dan jika kita renungkan lebih dalam lagi akan sikap Sarah, sungguh sebuah tragedi, namun bukan karena ia berpisah dengan Abraham sampai hari kematiannya, melainkan karena Sarah tidak bisa mengikuti puncak kehendak Tuhan bagi suami sekaligus tuannya, Abraham. Padahal selama sekian puluh tahun Sarah mengalami begitu banyak berkat, kelimpahan, mujizat dan perjalanan bersama Abraham dan Tuhan. Sarah bahkan yang sudah mati haid bisa mengandung dan melahirkan Ishak. Namun ternyata setelah semuanya itu, Sarah tidak bisa menangkap kehendak Tuhan seutuhnya, sedangkan Abraham dengan hati hineni menggenapi dalam cinta dan kerelaan untuk mengorbankan Ishak.

Standar Mempelai Kristus

Oleh karena hal ini semua, Tuhan Yesus mempromosikan Abraham sedemikian rupa kepada bangsa Israel pada waktu itu. Ada ikatan yang begitu kuat dan abadi antara Tuhan dengan Abraham, yakni ikatan persahabatan dan cinta agape sebagai kekasih Tuhan. Dan standar yang sama, yang telah dilalui Abraham sebagai kekasih-Nya, itulah yang Tuhan Yesus gariskan kepada murid-murid-Nya,

"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya." - Matius 10:34-39

Standar tersebut bukan diucapkan oleh Allah, juga bukan oleh Roh Kudus, melainkan oleh Anak Manusia, Tuhan Yesus Kristus, yakni Sang Mempelai Pria kepada Calon Mempelai Wanita-Nya, yakni kita sebagai Gereja Tuhan. 

Standar ini berkata bahwa jika seseorang mengasihi keluarganya lebih daripada Tuhan, maka itu sama dengan tidak memikul salibnya, sama dengan takut kehilangan nyawanya dan tidak layak menjadi Mempelai-Nya. Dan ini memang standar ekstrim, standar Mempelai Kristus, standar bagi mereka yang menghendaki ikut terangkat pada Hari Pengangkatan (rapture), standar Ruang Mahasuci, dan bukan standar halaman Bait Suci. Relakah kita terus dibawa naik hingga kepada titik Ruang Mahasuci itu, di mana terjadi perjumpaan muka dengan muka dengan Yang Mahasuci dalam segala kemuliaan-Nya?

Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.