Labels

Wednesday, January 15, 2020

Gadis-Gadis Culas Dan Munafik

Sekitar setengah tahun lalu, seorang pemuda menghubungi saya dan dari pemuda itu saya memperoleh penyingkapan rahasia Kitab Wahyu yang komprehensif dan sangat alkitabiah. Sebelumnya belum pernah ada orang yang mengungkap cara menyingkap Kitab Wahyu sedemikian menariknya.

Salah satu alasan pemuda tersebut ingin segera bertemu dengan saya saat itu adalah karena kami sama-sama meyakini konsep Post-Tribulation Rapture.

Dalam kurun 2 tahun terakhir, pemuda ini telah menyampaikan materi Eskatologinya sebanyak puluhan kali di berbagai kota di Indonesia dan mayoritas audiens yang hadir adalah para pendeta dan gembala gereja, padahal pemuda ini sama sekali bukan lulusan theologia, melainkan seorang Sarjana Ekonomi. 

Seminar selalu diadakan selama dua hari full, dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Salah satu pendeta yang pernah mengikuti seminarnya adalah Pdt. Chris Manusama (GBI ROCK - Ambon).

Setelah mengikuti seminar tersebut, Pdt. Chris Manusama berkomentar, "Kita perlu mengevaluasi doktrin pengajaran kita, khususnya mengenai Eskatologi."

Dan banyak pendeta yang menghadiri seminar tersebut merupakan endorsement dari Pdt. Chris Manusama. 

Secara garis besar, materi dibagi dua topik. Di hari pertama adalah membahas mengenai siapakah Antikristus, siapakah Nabi Palsu dan siapakah Empat Penunggang Kuda itu.

(Anyway, keempat Penunggang Kuda itu sama sekali tidak ada hubungan dengan Gereja, seperti yang ditafsirkan sebagian orang selama ini).

Dan selama puluhan kali seminar, para peserta kelihatan begitu terkesan, takjub dan very excited mempelajari materi yang disampaikan.

Namun ketika mempelajari materi di hari ke-2, situasi berubah drastis, excitement yang menggebu-gebu itu berubah menjadi kegelisahan yang tak menentu. Bayang-bayang aniaya besar dan persekusi berat dari Antikristus dan pasukannya jadi semakin sulit disangkali.

Bahkan saking merasa tertekannya, suatu kali ada salah satu peserta seminar yang datang ke pemuda tersebut dan berkata, "Pak, bisakah kita doa puasa sebanyak mungkin supaya apa yang dinubuatkan di Kitab Wahyu itu dibatalkan?"

Mendengar pengalaman itu, saya merasa miris. Dan sebenarnya ada sebagian orang Kristen yang meyakini bahwa nubuatan Kitab Wahyu itu bersifat "negotiable". Padahal sudah dengan sangat jelas dan sangat gamblang bahwa hal itu merupakan WAHYU-NYA TUHAN YESUS KRISTUS sendiri (Wahyu 1:1).

Ada pula yang di akhir seminar hari pertama dengan bergairah hendak booking jadwal seminar yang sama di gerejanya sendiri, di luar kota, tapi begitu mempelajari materi di hari ke-2, gairah itu lenyap seketika.

Ada pula yang dengan culas bilang begini, "Pak, kalau seminarnya satu hari saja bisa gak?"

Awalnya dipikir mungkin karena waktu untuk seminar dua hari akan terasa sangat berat, belakangan diketahui bukan itu alasannya.

Mereka yang hendak mengundang untuk seminar diadakan sehari saja karena hanya ingin membahas identitas Antikristus tapi tidak mau membahas tentang Great Tribulation yang merupakan topik utama materi seminar hari ke-2.

Jadi bisa disimpulkan bahwa mereka tertarik untuk membahas identitas Antikristus tapi menolak percaya bahwa suatu saat di masa depan Gereja secara global akan alami aniaya besar dan persekusi berat, karena mereka memilih untuk percaya akan fantasi yang mengatakan bahwa mereka dihindarkan dari kesesakan besar itu dalam Rapture.

Pertanyaannya, kalau memang Tuhan Yesus merencanakan kita untuk terhindar dari kesesakan besar melalui Rapture, lalu untuk apa Kitab Wahyu dan Kitab Daniel ditulis dengan begitu rinci dan kompleks?

Untuk apa kita perlu tahu identitas Antikristus dan apa saja yang akan dikerjakannya jika kita memang akan dihindarkan dari semua itu?

Mungkin Anda akan bilang, "Ya itu untuk mereka yang tertinggal."

Itu adalah jawaban yang super konyol, dan saya sudah sering mendapat jawaban yang demikian. Saking seringnya, saya punya balasan istimewa untuk merespon jawaban super konyol itu,

"Jika kamu yang merasa layak ikut Rapture saja enggan untuk mempelajari tentang Antikristus dan Masa Tribulasi Besar, lalu apa yang membuat mereka yang kalian anggap akan tertinggal mau mempelajarinya?"

Dan dari semua hal yang saya sampaikan di atas, yang paling munafik adalah mereka tetap ingin agar bisa mengadakan seminar tersebut untuk sehari saja, untuk bahas materi hari pertama saja.

Anda tahu kenapa?

Karena materi itu dianggap istimewa dan ada nilai jualnya, they're excited to merchandise any saleable revelation, tapi untuk menyampaikan kepada jemaat bahwa kita semua akan hadapi tribulasi besar, hal itu tentu tidak bagus untuk "bisnis gereja."

Coba Anda uji sendiri, dari sekian banyak pengkotbah (kharismatik) di Indonesia ini, ketika berkaitan dengan topik Eskatologi, siapakah nama-nama pengkotbah yang langsung terlintas di benak Anda?

Apakah pengkotbah-pengkotbah itu ada mempersiapkan atau minimal menghimbau Anda untuk bersiap hadapi Masa Tribulasi Besar? Apa yang selama ini mereka sampaikan di mimbar sehingga mereka bisa ada di "top of the list" dalam memori Anda?

Padahal, dagangan para pengkotbah itu hanya seputar isu Illuminati, Freemason, CERN, HAARP, dan berbagai tetek bengek fantasi konspirasi politik lainnya yang memang akan sangat mudah dijual jika dikemas dengan menarik dan dihubungkan dengan ayat-ayat Alkitab.

Tapi tidak satupun dari "dagangan" mereka itu yang menjadikan Masa Tribulasi Besar sebagai urgensi ilahi yang merupakan wahyu Tuhan Yesus sendiri.

Merekalah gadis-gadis culas dan munafik, yang mengaku menantikan kedatangan The Bridegroom tapi berbuat sundal dengan "dagangan" mereka demi setangkup recehan yang melecehkan wahyu Yang Mulia itu.

Blessings!

Friday, January 10, 2020

Satu-Satunya Penantian, Satu-Satunya Dambaan Semua Makhluk

"Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah." - Roma 8:19-21

Pertanyaannya, apakah penantian itu masih berlangsung atau sudah berakhir?

Tentu saja penantian itu masih berlangsung, sebab saat yang dinanti itu belum tiba, yakni ketika anak-anak Allah dinyatakan, yakni mereka yang telah ditebus dengan Darah-Nya dan telah menjadi bejana yang utuh bagi Manusia Kristus.

Siapa sajakah seluruh makhluk itu? Mereka adalah para tua-tua sorgawi (The Elders), para serafim, para kerubim, semua angelic beings dan semua makhluk yang ada di Bumi.

Semua kemuliaan yang lampau telah mereka saksikan, namun Tuhan ada menjanjikan satu kemuliaan pamungkas yang belum pernah mereka saksikan sejak mereka diciptakan sampai saatnya tiba nanti, yakni Rahasia Manusia Kristus menjadi seutuhnya manunggal di dalam diri kita, itulah kemuliaan yang dijanjikan, itulah kemuliaan yang paling dinanti, itulah rencana dambaan Bapa yang dari sejak semula (God's Desired Original Plan).

Bahkan para malaikat pun memiliki kemuliaannya masing-masing, namun kemuliaan itu sesungguhnya telah gagal dan usang ketika Lucifer yang diciptakan dengan begitu agung dan indah memberontak terhadap Allah dan hendak menjadi seperti Allah.

"Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: 'Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.'

"Ungkapan 'satu kali lagi' menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. 

"Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut." - Ibrani 12:27-28

Bumi sudah sering digoncang, bahkan Kerajaan Sorga pun pernah digoncang oleh pemberontakan Lucifer, namun satu kali lagi, langit akan digoncang, dan kali itu Tuhan sendiri yang akan menggoncangkannya, supaya terjadi pembedaan antara yang jatuh dan rontok dengan yang tak tergoncangkan, yakni Kerajaan Allah yang murni batiniah adanya, sebagaimana telah Tuhan Yesus katakan,

"Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu." - Lukas 17:20-21

Ketika batiniah kita telah terbukti tak tergoncangkan, itulah saat penantian tersebut berakhir dan semua makhluk akan menyaksikan kemuliaan pamungkas yang telah sejak semula dirahasiakan.

Blessings!

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.