Labels

Friday, April 19, 2013

Warrior Brides

"Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; seorang raja tertawan dalam kepang-kepangnya." - Kidung Agung 7:5

"Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, ... Tetapi Tuhan menjawabnya: 'Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.'" - Lukas 10:39-42

"Maka murid yang dikasihi Yesus itu (rasul Yohanes) berkata kepada Petrus: 'Itu Tuhan.' Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau." - Yohanes 21:7

"Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya (rasul Yohanes), bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya." - Yohanes 13:23

Mempelai-Mempelai Yang Berperang

Sebagai orang percaya, sadarilah bahwa Puncak Penggenapan panggilan kita adalah sebagai Mempelai-Nya yang kudus, yang tak bercacat, yang tak bercela, yang mengenal siapa Kekasihnya dan yang melangkah seirama dengan hati Kekasihnya itu. Dan hanya yang menjadi Mempelai-Nya yang akan diangkat atau dijemput untuk dinikahkan dalam Pernikahan Anak Domba.

Saudara-saudari yang terkasih, artikel ini ditulis setelah saya memperoleh beberapa konfirmasi dan peneguhan yang Tuhan bukakan. Dimulai dari seorang teman yang dipertemukan Tuhan pada awal tahun ini, yang saya sebut Kak Liza dan yang beberapa penglihatannya sudah sempat saya muat di blog ini. Ia seorang anak Tuhan dengan jenis panggilan Mempelai-Tentara dan ketika Sabtu lalu (13 April), dalam anugerah Tuhan telah melangsungkan pernikahannya. Yang menarik adalah gaun pengantinnya berwarna putih dengan kombinasi warna merah menutupi seluruh bagian pinggangnya. Ketika teman saya yang lain menanyakan ide gaun pengantin tersebut kepadanya, Kak Liza menjawab, "Ini saya doakan dan saya dapat desainnya seperti ini dari Tuhan." Dari situ Tuhan meyakinkan saya, "Inilah saatnya semua Mempelai-Ku berperang bersama Aku dalam peperangan yang terakhir."

Yang cukup mengejutkan adalah ketika saya melihat video pastor message dari Pdt. Niko Nyotoraharjo bulan April 2013 ini, beliau mengenakan stelan jas lengkap dengan dasi kupu-kupu warna putih yang membalut kemeja merahnya, inipun lambang mempelai yang berperang. Minimal ada tiga pesan utama yang saya kutip dan sungguh mengharukan:

1. Bahwa kita wajib berkorban, sama seperti Kristus telah berkorban bagi kita (1 Yohanes 3:16).
2. Rela memakukan tangan dan kaki kita dari hal-hal yang mendukakan hati Tuhan.
3. Hanya mereka yang bertahan dan setia sampai akhir, itulah yang akan diselamatkan.

Intinya adalah kita harus terus di dalam Dia, sebab di luar Dia tidak ada yang dapat kita lakukan. Dan sebaliknya, firman-Nya harus selalu di dalam kita, sehingga setiap langkah, setiap waktu, dan setiap kesempatan kita semakin seirama dengan hati-Nya.

Pemisahan Telah Dimulai

Sesungguhnya pemisahan itu tidak perlu menunggu saat Tuhan datang menjemput atau saat penghakiman terakhir. Pemisahan itu sudah dimulai sekarang ini. Paling tidak ada dua hal yang meneguhkan hal ini:

1. Pada KKR Bahtera - From Glory To Glory (Desember 2012) secara kolektif dipimpin oleh keenam hamba-Nya dan diikuti belasan ribu umat-Nya, dilakukan tindakan profetik dengan memasuki pintu Bahtera dan setelah semuanya masuk, pintu ditutup rapat. Peristiwa ini merupakan pemisahan yang sudah Tuhan lakukan sebelum memasuki tahun 2013.

2. Ada seorang encim, tadinya encim ini seorang Buddhist, beberapa tahun lalu ia didatangi Tuhan Yesus sendiri dalam mimpinya selama beberapa hari setiap malamnya. Dan sejak saat itu, encim ini memberi diri kepada Kristus, ikut ke gereja (golongan Reformed), dibaptis dan rutin membaca Alkitab. Pada tanggal 27-28 Februari 2013, encim ini mendapat mimpi yang sama dalam 2 malam berturut-turut. Dalam mimpi itu Tuhan berkata, "Aku akan datang segera, waktunya sudah tidak lama lagi. Dan Aku sudah mulai memisah-misahkan, siapa yang mau Aku jemput dan siapa yang akan Aku tinggalkan." Encim ini belum pernah mendengar pengajaran tentang Akhir Zaman sama sekali, jadi istilah-istilah "Tuhan segera datang", "Tuhan datang menjemput", "Tuhan akan meninggalkan" dan "Tuhan memisahkan" adalah istilah-istilah yang tidak pernah ia dengar sebelumnya.

Yang harus kita sadari benar-benar adalah bahwa proses pemisahan selalu berkaitan dengan persiapan untuk pernikahan atau yang bisa saya sebut dengan istilah "kemempelaian" atau "dimempelaikan".

Keistimewaan Mempelai

Bagi seorang mempelai, kekudusan dan keintiman merupakan gaya hidupnya. Karena target utamanya adalah memikat hati Sang Raja. Namun harus kita sadari benar-benar bahwa kita bisa memikat hati-Nya HANYA ketika hati kita juga terpikat dengan-Nya. Jika hati kita masih bisa terpikat dengan hal-hal di luar diri-Nya, kita tidak akan pernah mampu memikat hati Raja kita. Ini sungguh adalah prinsip yang tidak bisa ditawar, alias harga mati.

Di dalam Alkitab ada tokoh-tokoh yang sisi Mempelainya sedemikian kuat:

1. Ratu Ester - Ia mampu bersikap sedemikian rupa terhadap raja Ahasyweros (lambang Kristus) sehingga ketika ia harus memerangi Haman, ia tidak mengotori tangannya sendiri, melainkan tangan sang raja yang bertindak menghabisi semua musuh. Apa yang Ester lakukan? Ia hanya mengharapkan tongkat perkenanan itu diulurkan kepadanya, mengundang sang raja ke jamuan pesta dan mengutarakan semua maksud isi hatinya. Ini adalah gaya Mempelai berperang, ia TIDAK mengangkat pedang dengan tangannya sendiri, melainkan mengajak sang raja berpesta dan berdansa, mengajak sang raja untuk lebih intim. Kita pun dituntut untuk bersikap demikian dalam hari-hari ini. Peperangan kita bukan frontal atau head to head melayani musuh, melainkan dengan kekudusan dan keintiman mengajak Raja kita berdansa, mengajak Raja kita bermesraan, melangkah seirama, dan tanpa kita sadari, semua musuh akan dimusnahkan tangan-Nya.

2. Maria saudara Marta & Maria Magdalena - Keduanya memiliki pengalaman hati yang dalam dan istimewa bersama Tuhan Yesus. Begitu banyak orang yang berjumpa dengan Tuhan Yesus, namun hanya mereka berdua yang mengurapi-Nya, yang satu pada kepala-Nya dan yang lainnya pada kaki-Nya. Tahukah Anda bahwa ketika Tuhan berkata kepada Marta, "Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya?" Hal itu tidak lain ialah Kristus sendiri. Bukankah Ia adalah Yang Terbaik?

3. Rasul Yohanes - Ada 4 Kitab Injil yang ditulis, namun kita semua tahu bahwa Injil Yohanes memiliki kedalaman yang sedemikian rupa dibanding ketiga Kitab Injil lainnya. Dalam Injil Yohanes ada kedalaman, keintiman, kekudusan dan kemesraan ilahi yang sulit diucapkan. Ketika Yesus muncul kembali di danau Galilea, orang yang pertama kali mengenali-Nya adalah Yohanes. Dan karena hubungannya dengan Kristus yang sedemikian istimewa, rasul Yohanes diwahyukan suatu perkara yang luar biasa, yakni perkara Akhir Zaman. 

Jika kita review kepada beberapa tahun sebelumnya, di tahun 2005 Tuhan membentuk pasukan (tentara) elite-Nya melalui Bahtera Ministry, di tahun 2010 Tuhan mencanangkan sebagai masa raja-raja-Nya memerintah dan di tahun 2013 ini Tuhan memisahkan kita dengan dunia dengan harapan menjadi "satu daging" dengan diri-Nya, tidaklah ini suatu kebetulan. Semua tepat sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya yang sempurna.

Tahun 2014 dalam almanak Tiong Hoa disebut Tahun Kuda, namun yang saya tangkap tahun depan adalah tahun yang sangat panas dan dipenuhi dengan deru perang. Inilah saatnya kita bersiap untuk berperang dengan keintiman dan kekudusan-Nya, berperang dengan seirama, sederap dan selangkah dengan hati-Nya. Maka pastikan sejak sekarang bahwa hati kita HANYA bisa terpikat dengan hati-Nya.

Friday, April 12, 2013

Menimbang Zaman, Menilik Masa

"Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak." - Yesus Kristus

Dalam Kitab Injil ada tertulis bahwa Yesus berkata bahwa salah satu tanda Akhir Zaman adalah bencana kelaparan, yang juga termasuk krisis ekonomi dunia. Namun kita tahu bahwa dunia sudah berkali-kali mengalami krisis ekonomi secara global, namun tetap saja berjalan dengan baik setelah krisis tersebut berlalu. Sejarah mencatat bahwa krisis ekonomi tahun 2008 lalu merupakan krisis yang bahkan lebih dahsyat daripada Great Depression 1928, bahkan tak terpulihkan kecuali saat Antikristus turun tangan pada Masa Kesusahan Besar, namun semua kontrol kehidupan ada pada genggamannya untuk waktu yang singkat.

Sejak krisis ekonomi 2008 pecah, banyak film yang dibuat minimal untuk memberi gambaran yang lebih jelas apa, bagaimana dan mengapa krisis tersebut bisa terjadi. Salah satu film yang paling menarik menurut saya adalah Margin Call (Be First, Be Smarter or Cheat). Film Margin Call memiliki fokus cerita yang unik, yakni awal titik balik dari pertumbuhan ekonomi yang tidak sehat, awal runtuhnya rumah kartu ekonomi dunia yang sangat rapuh dan efek domino yang terjadi begitu cepat tanpa bisa diantisipasi oleh siapapun. Pasar saham dunia mendadak rontok dan nilai-nilai saham terjun bebas tidak lama setelah hal itu.

Cerita film ini diawali dengan PHK massal di salah satu institusi keuangan paling bergengsi di Amerika Serikat. Salah satu pegawai yang kena PHK adalah seorang analis senior yang telah bekerja puluhan tahun dan diharuskan meninggalkan kantor saat itu juga. Analis senior ini sedang melakukan analisa resiko dari berbagai produk investasi yang dijual maupun yang dibeli oleh perusahaannya. Walau analisa itu belum tuntas, namun analis ini sudah memiliki kesimpulan awal bahwa perusahaan telah mengalami kerugian (rugi berjalan) yang luar biasa. Ketika analis senior ini harus meninggalkan kantornya, ia menitipkan hasil analisanya kepada salah seorang bawahan, seorang analis junior dan hanya dalam beberapa jam, hasil analisa mampu dirampungkan. Kerugian tersebut bahkan berpotensi lebih besar daripada total aset perusahaan tersebut.

Singkat cerita, hasil analisa ini sampai kepada pemilik utama perusahaan tersebut. Pemilik atau boss besar dari perusahaan ini memimpin rapat yang disertai dengan perdebatan yang sengit untuk menentukan apa tindakan selanjutnya untuk tidak membiarkan perusahaan tersebut musnah. Yang paling menarik adalah ketika boss besar perusahaan berdebat dengan senior head of sales yang juga sudah bekerja selama puluhan tahun di perusahaan tersebut. Apa yang diperdebatkan oleh kedua orang ini?

Boss besar memiliki prinsip untuk sukses dalam berbagai hal, yakni menjadi yang pertama (be first), menjadi lebih cerdik (be smarter) atau menjadi curang (cheat). Opsi curang hanya diambil kalau memang terpaksa. Sedangkan keadaan yang sudah sedemikian mengerikan, tidak memberi mereka kesempatan untuk menjadi lebih cerdik. Maka jalan satu-satunya adalah menjadi yang pertama. Menjadi pertama dalam hal apa? Tentu saja dengan menjadi yang pertama menjual semua aset sampah ke pasar, sebelum para pemain lainnya menyadari hal yang sama. Hal ini akan berakibat pada hancur dan luluh lantaknya pasar saham serta remuknya sendi-sendi ekonomi negara adikuasa bahkan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia.

Di sisi lain, kepala penjualan sama sekali tidak setuju dengan keputusan boss besarnya itu. Baginya, penjualan atau obral besar-besaran ini akan membunuh kepercayaan para mitra bisnis mereka. Boss besar dan perusahaannya beresiko untuk tidak akan pernah lagi dipercaya karena dianggap telah menjebak para mitra bisnis mereka ke dalam jurang tak berdasar. Dan di sanalah perdebatan sengit terjadi. 


Perdebatan diakhiri dengan mengikuti keputusan boss besar tersebut. Berulang kali boss besar ini berkata, "This is it! This is it!" ("Inilah saatnya! Inilah saatnya"). Kepala penjualannya tidak mengerti mengapa berulang kali boss besarnya menyebut-nyebut kalimat itu. Sampai akhirnya boss besarnya menjelaskan bahwa ia memiliki firasat yang sangat kuat bahwa ini adalah kesempatan satu-satunya untuk bisa selamat tanpa harus mempertimbangkan lagi moral dan etika bisnis yang selama ini mereka anut. Kepala penjualan menganggap hal itu sebagai sebuah tindakan karena panik, namun boss besarnya berkilah, "Jika kamu keluar yang pertama karena sadar bahwa gedung tersebut akan runtuh atau akan mengalami kebakaran hebat, bagaimana mungkin kamu sebut itu sebagai tindakan panik?" Dan memang hal itu terbukti bahkan sampai sekarang ekonomi Amerika Serikat dan dunia tidak terpulihkan seperti sebelumnya, bahkan tidak akan terpulihkan. 

Anda dapat saja berkata, "Buktinya indeks saham sekarang meningkat. Bursa saham sudah kembali bergairah." Namun kita ketahui bersama bahwa sektor riil masih tidak dapat bangkit dan pengangguran masih tetap tinggi hingga detik ini. Jadi indeks saham serta bursa saham yang bergairah itu sesungguhnya hanya ilusi yang takkan bertahan lama.

Kalimat, "This is it! This is it!" itu sungguh menjadi sebuah "rhema" khusus bagi saya pribadi. Kalimat itu seperti berkata, "Inilah saatnya, Akhir Zaman itu. Inilah saatnya, Puncak Penggenapan itu. Inilah saatnya, penggenapan dan pemulihan segala sesuatunya, sebelum Anak Manusia datang yang kedua kalinya." Ada banyak orang yang masih tidak menyadari zaman apa yang sedang dihidupinya saat ini, ada banyak orang yang masih tidak menyadari masa apa yang sedang dijalaninya saat ini. 

Bahkan jika Anda menyimak OST dari film James Bond yang berjudul Skyfall, Adele menyanyikan pesan yang sama dengan jelas, walau caranya berbeda:


Berikut adalah penggalan sebagian liriknya:

This is the end | Hold your breath and count to ten | Feel the earth move and then | Hear my heart burst again

For this is the end | I've drowned and dreamt this moment | So overdue I owe them | Swept away, I'm stolen

Let the sky fall | When it crumbles | We will stand tall | Face it all together

Let the sky fall | When it crumbles | We will stand tall | Face it all together | At skyfall | That skyfall

Skyfall is where we start | A thousand miles and poles apart | Where worlds collide and days are dark | You may have my number, you can take my name | But you'll never have my heart

Anda jangan menyanyikan apalagi menghayati lagu ini, karena lagu ini memiliki kuasa serta menghasut semua orang untuk ditinggal saat Pengangkatan Gereja nanti. Namun pesannya sama, "This is it! This is The End! This is The Final Chapter for everyones!" ("Inilah saatnya! Inilah Akhirnya! Inilah Babak Terakhir bagi semua orang!"). 

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.