Labels

Showing posts with label Ready 2013. Show all posts
Showing posts with label Ready 2013. Show all posts

Thursday, July 18, 2013

Jurnal SHRK Juli 2013 - Hari Ke-3

Memperbesar Kapasitas

"Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya--juga itupun karunia Allah." - Pengkotbah 5:18

"Yes, we should make the most of what God gives, both the bounty and the capacity to enjoy it, accepting what's given and delighting in the work. It's God's gift!" - Ecclesiastes 5:19 (The Message Version)

"Ya, kita harus mempergunakan sebaik-baiknya dari apa yang diberikan Allah, baik karunia dan kapasitas untuk menikmatinya, menerima apa yang diberikan dan berkenan dalam pekerjaan. Itu pemberian Allah." - Terjemahan Ecclesiastes 5:19, The Message Version

Masa Kingdom Explosion sudah dideklarasikan dan sudah banyak kesaksian yang baik yang membuktikan bahwa Gereja telah memasuki masa tersebut dan banyak orang bersemangat menantikan kelanjutannya hingga akhir tahun ini. Namun, tidak sedikit yang memiliki api asing sambil mempertanyakan keputusan Tuhan karena siatuasi yang dihadapi sama sekali tidak seperti yang diharapkan. Ada yang menjadi kecewa, ada yang menjadi marah, ada yang pasrah dan putus asa membiarkan semua yang negatif menguasai hati mereka. "Apanya yang explosion? Koq situasi saya malah semakin terpuruk?" dan sebagainya.

Sesungguhnya Tuhan sangat ingin memberkati semua umat-Nya. Dan hal itu terbukti karena setiap kita memiliki talenta, yang merupakan potensi untuk menciptakan ledakan, walau jumlah talenta setiap orang berbeda-beda. Namun masalahnya, apakah kita memiliki kapasitas yang cukup untuk itu? Apakah berkat yang Tuhan hendak berikan akan menjadi beban masalah atau kenikmatan? Karena sudah sangat banyak anak Tuhan yang begitu diberkati, hidupnya berubah menjadi beban dan masalah.

Suatu kali pemimpin gereja bawah tanah di RRC mendapat pertanyaan, "Anda dan seluruh jemaat gereja bawah tanah begitu militan, tidak takut dipenjara, tidak gentar disiksa, bahkan untuk menghadapi kematian sekalipun. Apakah masih ada yang kalian takuti di dunia ini?" Dan secara mengejutkan pemimpin ini menjawab, "Ya ada. Kami bisa menjadi militan seperti ini karena kami tidak punya apa-apa, namun ketika kami memiliki berkat dan kelimpahan, belum tentu kami ada seperti sekarang ini. Berkat yang berlimpah itulah yang kami takutkan." Ini jelas bahwa ia manganggap bahwa berkat dan kelimpahan lebih berpotensi menjadi beban masalah ketimbang kenikmatan.

"Then GOD said, 'Shall I keep back from Abraham what I'm about to do? Abraham is going to become a large and strong nation; all the nations of the world are going to find themselves blessed through him. Yes, I've settled on him as the one to train his children and future family to observe GOD's way of life, live kindly and generously and fairly, so that GOD can complete in Abraham what he promised him.'" - Genesis 18:17-19 (The Message Version)

Abraham dan seluruh keturunannya merupakan pilihan Tuhan sendiri untuk diberkati dan menjadi berkat bagi seluruh dunia. Dan bukti dari pilihan Tuhan itu tidak lain adalah dengan melatih (to train) dan mendidik anak-anak dan keturunannya supaya memiliki kapasitas yang diharapkan. Tuhan bukan langsung memberikan kelimpahan secara gelap mata, yang Ia lakukan pertama kali ada membentuk, melatih, mendidik bahkan menghajar supaya kapasitasnya cukup dan sesuai dengan harapan serta cita-cita-Nya.

"Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara." - Kisah Para Rasul 14:21-22

"After proclaiming the Message in Derbe and establishing a strong core of disciples, they retraced their steps to Lystra, then Iconium, and then Antioch, putting muscle and sinew in the lives of the disciples, urging them to stick with what they had begun to believe and not quit, making it clear to them that it wouldn't be easy: "Anyone signing up for the kingdom of God has to go through plenty of hard times." - Acts 14:21-22 (The Message)

Apa yang dilakukan Paulus dan Barnabas terhadap para murid pun sama persis dengan apa yang dilakukan Allah kepada semua keturunan Abraham. Paulus dan Barnabas memperlengkapi manusia roh para murid supaya memiliki otot dan urat (putting muscle and sinew) yang sedemikian rupa sehingga memiliki kapasitas untuk memenuhi destiny mereka masing-masing. Kini saatnya kita memahami kapasitas kita dan mengatur prioritas kita sehingga tujuan destiny dapat tercapai genap dan tuntas.

Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Tuesday, July 2, 2013

Babak Baru Ini ...

Sekitar akhir bulan Mei, Tuhan telah menyuruh saya mendeklarasikan akan Gelombang Sejati tepat pada saat pergantian semester di tahun ini. Namun beberapa jam sebelum saya mendeklarasikannya, seorang pendoa bernama Glynda Linkous memuat pesan Tuhan pada blognya tentang "Kejahatan Baru" (New Evil in English) sebagai berikut:

"Saya sedang berdoa pagi ini dan bertanya kepada Tuhan akan pesan yang hendak ingin disampaikan kepada kita semua:

'Belajarlah dari pada-Ku, karena Aku lembut dan rendah hati. Tirulah Aku. Biarlah hidupmu menjadi sebuah refleksi akan Aku dan kamu akan memancarkan kemuliaan-Ku. Kamu akan berjalan dengan kuasa-Ku ketika kamu merefleksi diri-Ku dalam segala jalan, ketika pikiranmu sejalan dengan pikiran-Ku, ketika hatimu siap bagi pekerjaan Kerajaan-Ku dan bukan bagi dirimu sendiri.

Tirulah Bapamu, anak-anak-Ku, karena Aku mengasihi kalian dengan kasih yang kekal dan setiap dari kalian sangat berharga bagi-Ku, sungguh. Semua milik-Ku adalah kepunyaanmu ketika kalian berjalan di jalan-Ku.

Datang ... dan berjalan bersama-Ku seperti yang Adam lakukan saat hari sejuk. Berjalanlah dekat kepada-Ku sehingga Aku dapat melindungimu dari KEJAHATAN BARU yang sedang memasuki dunia saat ini. Kalian akan menyaksikan kejahatan baru, kejahatan yang belum pernah ada sebelumnya. Beberapa dari kalian akan terkejut dan shok, namun semuanya itu telah kukatakan dalam Firman-Ku yang kudus.

Berjalanlah dekat dengan-Ku, anak-anak. Katakan kepada setiap orang yang kamu temui bahwa Aku mengasihi mereka!'

Saya dapat merasakan urgensi-Nya pada pesan terakhir ini, saya dapat rasakan kejahatan itu sedang datang, sesuatu yang paling mengerikan dan Ia ingin melindungi kita semua, dengan syarat kita taat kepada-Nya dengan berjalan dekat Dia! Saya teringat akan seorang ibu dengan anak-anaknya, ketika mereka berjalan dan seorang pengemudi ceroboh mengendarai mobilnya dengan sangat cepat di jalanan, bagaimana ibu itu menarik semua anaknya untuk melindungi mereka dari bahaya. Akankah kita mengindahkan peringatan-Nya ini?"

June 30, 2013
__________________________________________________________________________

Selain Glynda Linkous, ada pula pesan Tuhan melalui pendoa Celeste Dewey - Stop And Pull In, berikut ini terjemahannya dalam bahasa Indonesia:

"Sebuah bangsa sedang datang, jauh dan besar sehingga tak dapat dijamah dan kerusakan ada pada mereka. Mereka tidak peduli akan Aku ataupun rencana-Ku, dan mereka menentang Aku dan umat-Ku. Terus memandang pada-Ku karena Akulah satu-satunya jalanmu untuk lolos dari masa yang sedang datang ini. Jangan percaya akan apa yang kamu dengar dari yang lain. Hanya memandang kepada-Ku dan rencana-rencana-Ku, fokus pada-Ku, abaikan yang lain. Mendekatlah kepada-Ku karena hanya Aku sendiri yang mampu menjangkau begitu jauh dan tak ada yang dapat menghentikan-Ku. Akulah jalan yang benar, tak ada jalan lain. Mendekatlah seperti tidak pernah kamu lakukan sebelumnya dan datanglah ke dalam Persembunyian-Ku, tempat rahasia bagi kita di mana kamu dapat dirawat dan tumbuh pada masa-masa ke depan.

Berjalan dengan-Ku, mari datang. Hidup dapat penuh dengan kesulitan, jalan-Ku sederhana dan jelas. Sedikit istirahat di sini dan di sana, lanjutkan lagi, manfaatkan hal itu dan kita akan pergi lebih jauh lagi. Biarlah Aku mengajak kalian ke tempat-tempat yang belum pernah kalian datangi, melihat yang belum diketahui. Jika kalian mau, Aku mau. Semua tergantu padamu. Ke mana kalian hendak pergi bersama-Ku? Seberapa jauh? Aku hendak memakai kalian, namun kalian harus semakin mendekat.

Mereka sedang datang dan Akulah satu-satunya jalan keluar. Dengarkanlah derap mereka melangkah di bumi. Bukalah hatimu untuk melihat jalan yang telah Kutunjukkan, dan janganlah takut melaluinya karena Aku Tuhan menyertaimu."

*Catatan: Saya sedang membaca Yoel pasal 1, ketika saya mendapat pesan ini

July 1, 2013
__________________________________________________________________________

Pada tanggal yang sama, seorang nabi-Nya bernama Ken Dewey juga mendapatkan dan menyampai pesan Tuhan yang senada dengan dua pesan sebelumnya. Pesan nubuatan tersebut diberi judul Beyond The Picture You've Seen, berikut ini terjemahannya:

"Aku segera datang untuk mengubah kalian. Kalian tidak akan pernah sama lagi karena Aku mengubah banyak perkara. Banyak yang menghendaki Aku melakukan hal-hal tertentu namun Aku tahu apa yang harus dilakukan. Aku tahu bahwa kamu tidak dapat melanjutkan perjalananmu tanpa mengalami akibat yang serius di sekitarmu.

Aku bertindak dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, kemuliaan-Ku akan terekspos, ya Aku katakan terekspos, karena banyak di antara kalian belum menampilkan sepenuhnya. Aku menginginkan kalian, namun lebih daripada itu, kalian harus menginginkan-Ku. Kalian masih mudah dijauhkan dari pada-Ku kepada hal-hal lain, kalian tidak memiliki gairah bersama-Ku. Aku bergerak dan memprovokasi sekarang, karena Aku sangat mengasihi kalian, Aku akan melakukan perkara baru, kalian milik-Ku.

Lihat Aku bekerja di masa lalu, dan perhatikan kerja-Ku sekarang, karena kamu telah diubah, Aku harus mengubah caraku saat-saat ini. Kalian telah bekerja tanpa diri-Ku. Kalian lakukan dengan cara kalian. Aku akan menghentikan kalian dan mengubah kalian.

Kamu bertanya-tanya, tunggu dan lihatlah. Aku akan mengungkapkan diri-Ku dan kalian akan melihat Aku yang baru. Akulah Allahmu, namun kalian belum melihat Aku sepenuhnya, jadi sekarang Aku mau kalian melihat Aku lebih dari gambaran sebelumnya. Sekarang Aku akan membalikkan kalian. Membalikkan, ya membalikkan! Ketika kalian melihat Aku yang baru, kalian akan melihat-Ku.

Aku mengasihimu, lebih daripaa pengertianmu sendiri. Aku memanggil kalian dan kalian datang namun terrhenti. Aku adalah Roh dan bergeraklah dalam roh. Sekarang kalian akan belajar lebih banyak dalam dunia roh. Aku akan mencurahkan lagi lebih, ya lebih lagi, lebih daripada sebelumnya dan kalian akan ditenggelamkan di sungai. Kalian telah masuk ke dalam sungai ini, bahkan berendam, namun sekarang kalian akan menyelam lebih dalam, namun bukan kalian yang menyelam, namun Akulah yang menggerakkan, Aku akan menyeret kalian dari tepian!

Kalian membutuhkan-Ku, untuk melakukan apa yang harus dilakukan. Itu adalah pekerjaan-Ku, bukan kalian, jadi mengapa kalian bekerja tanpa-Ku? Kalian meninggalkan Aku dan Jalan Roh-Ku melebihi jalanmu. Adakah Aku terlihat daging dan tulang? Adakah Aku berjalan dalam kedagingan? Jawabannya, tentu tidak! Aku tidak! Jadi sekarang, supaya kalian dapat menunjukkan Aku kepada yang paling membutuhkan, Aku harus bertindak untuk menanggalkan kedagingan kalian hingga tersisa sesedikit mungkin. Aku takkan mencurahkan kuasa-Ku, seperti yang telah Kulakukan. Namun kalian akan menjadi umat-Ku yang lebih besar, kalian akan bertindak seperti diri-Ku, karena Aku akan di dalam kalian, Roh Yang Lebih Besar!

Akulah kemuliaan yang terakhir, yang lebih besar daripada yang pernah kalian dengar, yang sedang datang dan siap berlari. Berlari dalam kemuliaanku, oh yang sangat berkuasa!

Persiapkan hatimu akan kedatangan-Ku."

Yeshua

"Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki. Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang. Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi. Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai." - Yehezkiel 47:1-6

July 1, 2013
__________________________________________________________________________

Saya sangat berharap bahwa kita semua menangkap urgensi-Nya dan semakin bersungguh-sungguh dengan Tuhan di babak baru ini. Deklarasi Gelombang Sejati memang singkat, namun dua referensi dari kedua link yang saya sertakan juga berbagai pernyataan Tuhan dari hamba-hamba-Nya bukanlah sebuah kebetulan. Tuhan sungguh memiliki maksud yang serius dengan Gereja-Nya. Saran saya, segera temui Tuhan secara pribadi, bawa semua perkara ini ke hadapan Tuhan, dan mintalah petunjuk-Nya sungguh-sungguh akan tugas dan tanggung jawab masing-masing pribadi. Biarlah Roh Kudus-Nya berdaulat penuh atas roh, jiwa dan tubuh kita seutuhnya.

Amin! Amin! Amin!

Monday, July 1, 2013

Gelombang Sejati

Tuhan, Tuhan,

Terima kasih untuk enam bulan yang gilang gemilang di 2013 ini, enam bulan yang begitu penuh warna dan begitu menggairahkan. Kini saatnya GELOMBANG SEJATI dimulai dan kami akan terus menari di setiap ketinggiannya, sampai kepada puncak dari segala puncak tergenapi.


Selamat datang, wahai Gelombang Sejati, dalam nama Tuhan Allah Yang Hidup, kami menyambutmu, Amin! Amin! Amin!

Referensi:
Ditunda Semenit, Cuplikan Nubuatan,

Friday, April 19, 2013

Warrior Brides

"Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; seorang raja tertawan dalam kepang-kepangnya." - Kidung Agung 7:5

"Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, ... Tetapi Tuhan menjawabnya: 'Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.'" - Lukas 10:39-42

"Maka murid yang dikasihi Yesus itu (rasul Yohanes) berkata kepada Petrus: 'Itu Tuhan.' Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau." - Yohanes 21:7

"Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya (rasul Yohanes), bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya." - Yohanes 13:23

Mempelai-Mempelai Yang Berperang

Sebagai orang percaya, sadarilah bahwa Puncak Penggenapan panggilan kita adalah sebagai Mempelai-Nya yang kudus, yang tak bercacat, yang tak bercela, yang mengenal siapa Kekasihnya dan yang melangkah seirama dengan hati Kekasihnya itu. Dan hanya yang menjadi Mempelai-Nya yang akan diangkat atau dijemput untuk dinikahkan dalam Pernikahan Anak Domba.

Saudara-saudari yang terkasih, artikel ini ditulis setelah saya memperoleh beberapa konfirmasi dan peneguhan yang Tuhan bukakan. Dimulai dari seorang teman yang dipertemukan Tuhan pada awal tahun ini, yang saya sebut Kak Liza dan yang beberapa penglihatannya sudah sempat saya muat di blog ini. Ia seorang anak Tuhan dengan jenis panggilan Mempelai-Tentara dan ketika Sabtu lalu (13 April), dalam anugerah Tuhan telah melangsungkan pernikahannya. Yang menarik adalah gaun pengantinnya berwarna putih dengan kombinasi warna merah menutupi seluruh bagian pinggangnya. Ketika teman saya yang lain menanyakan ide gaun pengantin tersebut kepadanya, Kak Liza menjawab, "Ini saya doakan dan saya dapat desainnya seperti ini dari Tuhan." Dari situ Tuhan meyakinkan saya, "Inilah saatnya semua Mempelai-Ku berperang bersama Aku dalam peperangan yang terakhir."

Yang cukup mengejutkan adalah ketika saya melihat video pastor message dari Pdt. Niko Nyotoraharjo bulan April 2013 ini, beliau mengenakan stelan jas lengkap dengan dasi kupu-kupu warna putih yang membalut kemeja merahnya, inipun lambang mempelai yang berperang. Minimal ada tiga pesan utama yang saya kutip dan sungguh mengharukan:

1. Bahwa kita wajib berkorban, sama seperti Kristus telah berkorban bagi kita (1 Yohanes 3:16).
2. Rela memakukan tangan dan kaki kita dari hal-hal yang mendukakan hati Tuhan.
3. Hanya mereka yang bertahan dan setia sampai akhir, itulah yang akan diselamatkan.

Intinya adalah kita harus terus di dalam Dia, sebab di luar Dia tidak ada yang dapat kita lakukan. Dan sebaliknya, firman-Nya harus selalu di dalam kita, sehingga setiap langkah, setiap waktu, dan setiap kesempatan kita semakin seirama dengan hati-Nya.

Pemisahan Telah Dimulai

Sesungguhnya pemisahan itu tidak perlu menunggu saat Tuhan datang menjemput atau saat penghakiman terakhir. Pemisahan itu sudah dimulai sekarang ini. Paling tidak ada dua hal yang meneguhkan hal ini:

1. Pada KKR Bahtera - From Glory To Glory (Desember 2012) secara kolektif dipimpin oleh keenam hamba-Nya dan diikuti belasan ribu umat-Nya, dilakukan tindakan profetik dengan memasuki pintu Bahtera dan setelah semuanya masuk, pintu ditutup rapat. Peristiwa ini merupakan pemisahan yang sudah Tuhan lakukan sebelum memasuki tahun 2013.

2. Ada seorang encim, tadinya encim ini seorang Buddhist, beberapa tahun lalu ia didatangi Tuhan Yesus sendiri dalam mimpinya selama beberapa hari setiap malamnya. Dan sejak saat itu, encim ini memberi diri kepada Kristus, ikut ke gereja (golongan Reformed), dibaptis dan rutin membaca Alkitab. Pada tanggal 27-28 Februari 2013, encim ini mendapat mimpi yang sama dalam 2 malam berturut-turut. Dalam mimpi itu Tuhan berkata, "Aku akan datang segera, waktunya sudah tidak lama lagi. Dan Aku sudah mulai memisah-misahkan, siapa yang mau Aku jemput dan siapa yang akan Aku tinggalkan." Encim ini belum pernah mendengar pengajaran tentang Akhir Zaman sama sekali, jadi istilah-istilah "Tuhan segera datang", "Tuhan datang menjemput", "Tuhan akan meninggalkan" dan "Tuhan memisahkan" adalah istilah-istilah yang tidak pernah ia dengar sebelumnya.

Yang harus kita sadari benar-benar adalah bahwa proses pemisahan selalu berkaitan dengan persiapan untuk pernikahan atau yang bisa saya sebut dengan istilah "kemempelaian" atau "dimempelaikan".

Keistimewaan Mempelai

Bagi seorang mempelai, kekudusan dan keintiman merupakan gaya hidupnya. Karena target utamanya adalah memikat hati Sang Raja. Namun harus kita sadari benar-benar bahwa kita bisa memikat hati-Nya HANYA ketika hati kita juga terpikat dengan-Nya. Jika hati kita masih bisa terpikat dengan hal-hal di luar diri-Nya, kita tidak akan pernah mampu memikat hati Raja kita. Ini sungguh adalah prinsip yang tidak bisa ditawar, alias harga mati.

Di dalam Alkitab ada tokoh-tokoh yang sisi Mempelainya sedemikian kuat:

1. Ratu Ester - Ia mampu bersikap sedemikian rupa terhadap raja Ahasyweros (lambang Kristus) sehingga ketika ia harus memerangi Haman, ia tidak mengotori tangannya sendiri, melainkan tangan sang raja yang bertindak menghabisi semua musuh. Apa yang Ester lakukan? Ia hanya mengharapkan tongkat perkenanan itu diulurkan kepadanya, mengundang sang raja ke jamuan pesta dan mengutarakan semua maksud isi hatinya. Ini adalah gaya Mempelai berperang, ia TIDAK mengangkat pedang dengan tangannya sendiri, melainkan mengajak sang raja berpesta dan berdansa, mengajak sang raja untuk lebih intim. Kita pun dituntut untuk bersikap demikian dalam hari-hari ini. Peperangan kita bukan frontal atau head to head melayani musuh, melainkan dengan kekudusan dan keintiman mengajak Raja kita berdansa, mengajak Raja kita bermesraan, melangkah seirama, dan tanpa kita sadari, semua musuh akan dimusnahkan tangan-Nya.

2. Maria saudara Marta & Maria Magdalena - Keduanya memiliki pengalaman hati yang dalam dan istimewa bersama Tuhan Yesus. Begitu banyak orang yang berjumpa dengan Tuhan Yesus, namun hanya mereka berdua yang mengurapi-Nya, yang satu pada kepala-Nya dan yang lainnya pada kaki-Nya. Tahukah Anda bahwa ketika Tuhan berkata kepada Marta, "Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya?" Hal itu tidak lain ialah Kristus sendiri. Bukankah Ia adalah Yang Terbaik?

3. Rasul Yohanes - Ada 4 Kitab Injil yang ditulis, namun kita semua tahu bahwa Injil Yohanes memiliki kedalaman yang sedemikian rupa dibanding ketiga Kitab Injil lainnya. Dalam Injil Yohanes ada kedalaman, keintiman, kekudusan dan kemesraan ilahi yang sulit diucapkan. Ketika Yesus muncul kembali di danau Galilea, orang yang pertama kali mengenali-Nya adalah Yohanes. Dan karena hubungannya dengan Kristus yang sedemikian istimewa, rasul Yohanes diwahyukan suatu perkara yang luar biasa, yakni perkara Akhir Zaman. 

Jika kita review kepada beberapa tahun sebelumnya, di tahun 2005 Tuhan membentuk pasukan (tentara) elite-Nya melalui Bahtera Ministry, di tahun 2010 Tuhan mencanangkan sebagai masa raja-raja-Nya memerintah dan di tahun 2013 ini Tuhan memisahkan kita dengan dunia dengan harapan menjadi "satu daging" dengan diri-Nya, tidaklah ini suatu kebetulan. Semua tepat sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya yang sempurna.

Tahun 2014 dalam almanak Tiong Hoa disebut Tahun Kuda, namun yang saya tangkap tahun depan adalah tahun yang sangat panas dan dipenuhi dengan deru perang. Inilah saatnya kita bersiap untuk berperang dengan keintiman dan kekudusan-Nya, berperang dengan seirama, sederap dan selangkah dengan hati-Nya. Maka pastikan sejak sekarang bahwa hati kita HANYA bisa terpikat dengan hati-Nya.

Monday, March 25, 2013

Malapetaka 501: Barack Hussein Obama

Oleh: Elisheva Wiriaatmadja - www.elishevadpw.com

Tulisan berikut ini bersumber dari sebuah artikel yang pernah dimuat di Jerusalem Post versi Bahasa Inggris. Artikel tersebut ditulis oleh dua Yahudi dari denominasi Yahudi Orthodox (yang belum percaya Yeshua), yakni Joel Gallis and Dr. Robert Wolf. Di dalam TORAH berbahasa Ibrani ada banyak sekali kode-kode yang tersembunyi, yang merupakan nubuatan-nubuatan di sepanjang zaman. Saya menyederhanakan pembahasan kode-kode tersebut di dalam artikel itu dan menuangkannya di dalam tulisan ini.

Rahasia ini akan membahas salah satu kegelapan pekat yang menggantung seperti awan gelap di atas bangsa-bangsa saat ini. Kegelapan ini adalah kuasa di balik The Great Tribulation (Masa Kesukaran Besar) yang pertama-tama akan menghantam Israel dan orang Yahudi, lalu juga orang-orang Kristen. Kode yang menyingkapkan nubuatan ini tertulis di dalam kisah Yakub di akhir hidupnya yang memanggil keduabelas anaknya untuk memberkati dan menubuatkan mereka.

"Kemudian Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata: "Datanglah berkumpul, supaya kuberitahukan kepadamu, apa yang akan kamu alami di kemudian hari." - Kejadian 49:1

Dalam Bahasa Ibrani kata yang dipakai untuk “datanglah berkumpul” adalah חאספו (baca: hayaspu) yang mengandung arti berkumpul dalam unity kesatuan hati, bukan hanya sekedar ngumpul dan duduk bersama. Yang menarik adalah kata “memanggil” dan frase “kamu alami” memakai akar kata yang sama yaitu קרא (baca: qara). Kata ini memiliki arti yang luas yaitu “memanggil” baik dalam arti yang positif maupun negatif seperti, “memanggil malapetaka untuk menimpa” sesuatu atau seseorang. Dengan demikian kalau kita baca kata ini di dalam ayat tersebut, ayat itu berbunyi:

"Kemudian Yakub qara anak-anaknya dan berkata: "Hayaspu, supaya kuberitahukan kepadamu, apa yang akan qara di kemudian hari." - Kejadian 49:1

Ketika Yakub memanggil keduabelas anak-anaknya di akhir hidupnya, niatnya adalah memberitahukan kejahatan atau malapetaka yang akan terjadi pada mereka di kemudian hari. Pemakaian kata “kemudian hari” bukanlah kata yang menunjuk pada masa depan mereka, tetapi masa depan generasi anak-anak mereka di Akhir Zaman.

Namun syarat untuk Yakub dapat menyampaikan berita malapetaka tersebut adalah keduabelas itu harus חאספו (baca: hayaspu), yaitu berkumpul dalam unity dan kesatuan hati. Dari ayat-ayat berikutnya di Kejadian pasal 49, kita melihat bahwa Yakub pada akhirnya TIDAK MEMBOCORKAN kejahatan apa yang akan menimpa anak-anaknya di Akhir Zaman. Bukannya menubuatkan malapetaka yang akan menimpa anak-anak mereka di Akhir Zaman secara kolektif, Yakub malah memberikan nubuatan-nubuatan terpisah dan berbeda untuk masing-masing suku. Mengapa? Karena Yakub menyadari, tidak ada unity dan kesatuan hati di antara mereka.

Nilai gematria dari kata “berkumpul” חאספו (baca: hayaspu) adalah sama dengan frase “sampai hari ini” הזה עד היום (baca: od hayom hazeh) yaitu 152. Pemakaian frase “datanglah berkumpul” oleh Yakub, yang gematrianya sama dengan “sampai hari ini”, mengandung pesan rahasia bahwa panggilan untuk “datang berkumpul” bagi orang Israel dalam unity & kesatuan hati akan terus menggaung “sampai hari ini” (di zaman kita). Gaung itu masih terus berkumandang sampai sekarang karena orang Israel dan Yahudi modern pun percaya bahwa belum ada unity di antara mereka.

Musa Yang Berhasil "Membocorkan"

Namun demikian, ada satu orang di dalam TORAH yang “berhasil” membocorkan rahasia mengenai kejahatan atau malapetaka yang akan terjadi di Akhir Zaman. Dia berhasil menceritakannya karena sejak hidupnya sampai dia meninggal, keduabelas suku Israel memiliki kesatuan hati dan hidup dalam unity itu, orang tersebut ialah Musa. Unity di antara orang Israel muncul di Gunung Sinai, setelah kelompok Koresh dibinasakan oleh TUHAN. Ketika Israel bersatu hati itulah, Musa menubuatkan malapetaka yang akan terjadi di Akhir Zaman pada anak-anak mereka.

"Sebab aku tahu, bahwa sesudah aku mati, kamu akan berlaku sangat busuk dan akan menyimpang dari jalan yang telah kuperintahkan kepadamu. Sebab itu di kemudian hari malapetaka akan menimpa kamu, apabila kamu berbuat yang jahat di mata TUHAN, dan menimbulkan sakit hati-Nya dengan perbuatan tanganmu." - Ulangan 31:29

Berbeda dengan Yakub, Musa tidak memakai kata קרא (baca: qara) untuk “akan menimpa kamu”. Musa memakai kata וקראת (baca: v’qarat). Mirip seperti kata קרא (baca: qara), וקראת (baca: v’qarat) juga berarti “memanggil” dalam arti yang luas. Kata itu dapat berarti “memanggil, menamai, memproklamasikan” atau juga “memanggil malapetaka untuk menimpa” pada sesuatu atau seseorang.

Pemakaian kata yang berbeda untuk arti yang sama dalam TORAH berbahasa Ibrani, bukan sebuah kebetulan. Pasti ada pesan yang tersembunyi di dalam pemakaian kata yang berbeda ini. Kata yang dipakai Musa untuk “menimpa” adalah וקראת (baca: v'qarat) yang hanya muncul satu kali di dalam seluruh TORAH, yaitu ketika Hagar diberitahu bahwa dia akan melahirkan seorang anak laki-laki bernama Ismael.

"Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: 'Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya (v'qarat) Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.'" - Kejadian 16:11

Di sini, Musa pertama kali memakai kata "v'qarat" untuk kata “menamainya”. Kata "v'qarat" biasanya digunakan untuk kata “memproklamirkan" atau "memanggil” sesuatu atau seseorang. Tetapi secara misterius Musa menggunakan kata ini untuk menjelaskan malapetaka yang akan MENIMPA (v’qarat) keturunan Israel di Akhir Zaman.

Pemakaian kata yang sama di dalam ayat yang konteksnya berbeda sama sekali memberikan sebuah kode tertentu. Ini memberitahukan kita bahwa ketika nanti malapetaka itu menimpa Israel, malapetaka tersebut sudah diproklamirkan (v’qarat) oleh surga dan seseorang sudah dipanggil (v’qarat) untuk membawa malapetaka tersebut – Ishmael (atau keturunannya). Bagaimana cara (keturunan) Ishmael membawa malapetaka tersebut bagi Israel dan keturunan-keturunannya, terungkap di dalam kode dalam bahasa Ibrani dua hal di bawah ini:

"Sebab aku tahu, bahwa sesudah aku mati, kamu akan berlaku sangat busuk dan akan menyimpang dari jalan yang telah kuperintahkan kepadamu. Sebab itu di kemudian hari malapetaka akan menimpa kamu, apabila kamu berbuat yang jahat di mata TUHAN, dan menimbulkan sakit hati-Nya dengan perbuatan tanganmu." - Ulangan 31:29
Frase “dengan perbuatan tanganmu” dalam bahasa Ibrani adalah במעשה ידיכס (baca: b’maaseh yadichem). Nilai gematria dari frase ini adalah 501.

Peran Kaum Ismael

Nama Ishmael sendiri dalam bahasa Ibrani tidak memiliki gematria yang sama dengan frase di atas. Tetapi kita ingat bahwa nubuatan Yakub dan Musa diberikan berkenaan dengan anak-anak Israel dan keturunannya di Akhir Zaman. Sehingga yang akan “menimpakan malapetaka” tersebut bukanlah Ishmael itu sendiri tetapi keturunannya, yaitu kaum Ishmael. Dalam bahasa Ibrani kaum Ishmael adalah ישמעאלים (baca: yishmaelim). Anehnya, kata inilah yang memiliki nilai gematria yang sama dengan “dengan perbuatan tanganmu” (baca: b’maaseh yadichem) , yaitu 501.

Ini hanya memberikan konfirmasi bahwa malapetaka yang akan menimpa Israel dan orang Yahudi di Akhir Zaman akan berkenaan dengan kaum Ishmael dan malapetaka itu dipicu oleh perbuatan tangan orang Israel dan Yahudi itu sendiri. Nubuatan bahwa kaum Ishmael yang berada di balik malapetaka tertulis juga dalam Mazmur 83:

"Mazmur Asaf: suatu nyanyian. Ya Allah, janganlah Engkau bungkam, janganlah berdiam diri dan janganlah berpangku tangan, ya Allah! Sebab sesungguhnya musuh-musuh-Mu ribut, orang-orang yang membenci Engkau meninggikan kepala. ... Sungguh, mereka telah berunding dengan satu hati, mereka telah mengadakan perjanjian melawan Engkau: Penghuni kemah-kemah Edom dan orang Ismael, Moab dan orang Hagar, ..."

Kita mengetahui bahwa Edom adalah bangsa turunan dari Esau yang menikah dengan kaum Ishmael:

"Maka Esaupun menyadari, bahwa perempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, ayahnya. Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi isterinya, di samping kedua isterinya yang telah ada. Mahalat adalah anak Ismael anak Abraham, adik Nebayot." - Kejadian 28:8-9

Barack Hussein Obama - 501

Yang mengherankan adalah bahwa di dalam artikel yang dimuat oleh Jerusalem Post pada bulan Agustus 2008, Joel Gallis and Dr. Robert Wolf menulis bahwa salah satu calon (ketika itu) pemimpin dunia yang memiliki pengaruh yang besar memiliki gematria yang sama dengan kedua hal di atas yaitu 501. Nama pemimpin dunia itu ditulis dalam huruf Ibrani sebagai berikut:


ברק חוסיין אובמה
Barack Hussein Obama

Sampai saat ini, kita sudah menemukan bahwa tiga hal yang memiliki gematria yang sama dengan 501:
1. Frase "dengan perbuatan tanganmu" - במעשה ידיכס (baca: b’maaseh yadichem).
2. Kata untuk "kaum Ishmael" - ישמעאלים (baca: yishmaelim).
3. Nama Presiden Amerika Serikat - ברק חוסיין אובמה (Barack Hussein Obama)

Dua bulan setelah artikel ini dimuat di Jerusalem Post, Barack Hussein Obama memenangkan pemilihan suara, yaitu pada bulan November 2008. Para pemimpin agama Orthodox Yahudi mengawasi bagaimana 85% dari orang-orang Yahudi di Amerika Serikat memilih seorang kepala di atas mereka yang berasal dari yishmaelim (kaum Ishmael). Kata “kepala” dalam bahasa Ibrani adalah ראש (baca: rosh) yang nilai gematrianya juga 501.

Sepuluh Tulah & Tradisi Paskah Yahudi - 501

Yang memicu datangnya malapetaka itu adalah dari perbuatan tangan orang Israel atau Yahudi itu sendiri. Setiap kali makan malam perayaan Pesach (Paskah) tanggal 14 bulan Nisan, orang-orang Yahudi menumpahkan sedikit anggur sambil menyebutkan kesepuluh tulah satu per satu. Setelah itu, mereka menyebut satu frase yang merupakan singkatan dari kesepuluh tulah tersebut, dengan mengambil huruf pertama dari nama ke tulah itu. Frase yang diucapkan itu adalah דעכ דעש באחב (baca: datsekh adesh b’achab), nilai gematrianya adalah 501.

Kesimpulan Atas 501

Para pemimpin agama Yahudi Orthodox percaya bahwa nubuatan DENGAN PERBUATAN TANGAN MEREKA (501) mengacu pada keputusan orang-orang Yahudi itu sendiri yang menyumbang kampanye, mendukung dan mengangkat seorang KEPALA (501) di atas mereka, yang berasal dari kaum Ishmael (501) bernama BARACK HUSSEIN OBAMA (501). Dan malapetaka tersebut akan sedahsyat seperti 10 TULAH (501) yang dijadikan satu dan ditimpakan sekaligus kepada (pertama-tama) orang Israel dan Yahudi, lalu orang-orang lain.

Kita belum bisa memastikan apa peranan Presiden Amerika Serikat ini dalam nubuatan mengenai Masa Kesusahan Besar atau The Great Tribulation. Kita juga tidak dapat mengatakan bahwa Obama adalah Antimesias atau Antikristus itu, karena di dalam nubuatan di Kitab Wahyu, kita tahu bahwa nilai gematria dari nama Antimesias atau Antikristus yang akan datang nanti adalah 666.

"Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah 666." - Wahyu 13:18

Tetapi berdasarkan kode-kode TORAH berbahasa Ibrani, baik Obama maupun kaum Ishmael memang akan memainkan peran, yang entah bagaimana, untuk mendatangkan malapetaka besar ini atau membantu membangun konteksnya. Bahkan kedua penulis artikel itu mengatakan bahwa intensitas masa kesukaran itu akan seperti 10 tulah di Mesir dijadikan satu dan ditimpakan bersamaan atas Israel dan orang-orang Yahudi.

Tuesday, March 19, 2013

Memahami Dasar Hak Kesulungan

"Ucapan ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi. 'Aku mengasihi kamu,' firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: 'Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?' 'Bukankah Esau itu kakak Yakub?' demikianlah firman TUHAN. 'Namun Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun.'" - Maleakhi 1:1-3

Setelah hampir 1100 tahun Tuhan berfirman dan bertindak nyata terhadap bangsa Israel, yakni sejak zaman Musa hingga zaman Maleakhi, Tuhan memberikan pesan-pesan terakhir, sebelum Ia "undur diri" selama sekitar 430 tahun sebelum Kristus lahir ke dunia. Dan pesan itu diawali dengan pernyataan cinta-Nya kepada Israel. Namun jika kita renungkan perkataan firman cinta tersebut, ada hal yang aneh dalam pernyataan-Nya itu. Ketika Ia menyatakan bahwa Ia mengasihi Yakub, caranya adalah dengan membenci Esau dan kebencian-Nya tidak kecil dan tidak tanggung-tanggung. Ini sungguh aneh.

Sekarang bayangkan jika saya berkata kepada seseorang bahwa saya mengasihinya dengan cara membenci saudara atau saudarinya yang lain, adakah hal itu terdengar aneh? Namun begitulah Tuhan, Ia jelas-jelas mengasihi Israel (Yakub) dengan jelas-jelas membenci Esau (Edom). Dan pernyataan-Nya ini bukan tanpa maksud atau hanya menunjukkan betapa "nyentrik"-Nya Tuhan kita.

Kita semua tahu bahwa kesalahan Esau adalah menjual hak kesulungannya kepada Yakub. Namun ternyata apa yang dilakukan Esau bukanlah hal sepele, melainkan menimbulkan sakit hati Tuhan yang mendalam dan bisa dikatakan kekal. Mari kita perhatikan kejadiannya:

Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.

Esau: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah."
Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.

Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu." 

Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"

Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." 

Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu. - Kejadian 25:29-34

Esau mungkin memandang aneh akan permintaan Yakub saat itu, karena pikirnya, "Masalah hak kesulungan saja koq kamu anggap begitu serius?" Dan ia langsung meresponi dengan mudah, "Aku ini sudah kelaparan, dan kalau aku mati karena lapar, apa gunanya lagi hak kesulungan itu?" Jadi Esau memandang hidupnya hanya sebatas bagaimana keadaan perutnya, hanya sebatas apa yang ada hari ini, hanya sebatas apa untungnya untuk dirinya sendiri. Sedangkan Yakub memandang jauh ke depan, bahkan hingga kepada kekekalan. Yakub mencermati dan mengenali dengan sangat jelas apa yang diwariskan kakeknya, Abraham dan ayahnya, Ishak. Yakub juga melihat bagaimana dan memahami mengapa Ismael harus "disingkirkan" dari rumah kakeknya hari itu. 

Sedangkan Esau seperti orang yang tidak kenal siapa kakeknya, dan ayahnya. Ia tentu sudah mengerti mengapa ayahnya dijodohkan dengan ibunya, namun dengan konyolnya dia mengambil perempuan Kanaan untuk menjadi istrinya, ini sebuah kebebalan yang teramat sangat. Tidak mengherankan bahwa Esau dengan begitu bodohnya dan begitu mudahnya mengucapkan sumpah menjual hal yang amat berharga itu kepada Yakub. Tuhan tidak mempermasalahkan peralihan hak kesulungan itu, namun sikap Esau terhadap hak kesulungan yang menjadikan diri-Nya sakit hati yang teramat sangat kepada Esau (Edom).

"Apabila Edom berkata: 'Kami telah hancur, tetapi kami akan membangun kembali reruntuhan itu,' maka beginilah firman TUHAN semesta alam: 'Mereka boleh membangun, tetapi Aku akan merobohkannya; dan orang akan menyebutkannya daerah kefasikan dan bangsa yang kepadanya TUHAN murka sampai selama-lamanya.'" - Maleakhi 1:4

Betapa Tuhan sangat membenci sikap Esau hari itu, sampai Ia bertekad, "Kamu dulu sudah membuang begitu saja apa yang Aku berikan, sekarang jangan harap kamu punya kehidupan yang layak di muka bumi ini, setiap kali kamu membangun, akan Kurobohkan, setiap kali kamu berjuang, akan Kugagalkan sampai habis semua kaummu." Sungguh Esau (Edom) seperti sudah mengalami "Neraka di bumi" akibat kejahatannya. Dan sampai sekarang, apa yang masih tersisa dari bangsa Edom ini? Sama sekali tidak ada.

Di sisi lain, Yakub sudah mengincar Hak Kesulungan tersebut bahkan sejak dalam kandungan, ketika ia memegang tumit kakaknya pada hari mereka keluar dari rahim Ribka. Dan sejak kecil hingga dewasa, ia terus memikirkan dan mengincar Hak Kesulungan itu. Kapanpun, di manapun dan bagaimanapun, ia bertekad untuk memiliki dan memanfaatkan kesempatan merebut Hak Kesulungan dari kakaknya. Dan ketika hal itu tiba, sungguh Yakub menyambar dengan kuat.

Peristiwa ini, diyakini bukan sekedar kelengahan Esau dan kejelian Yakub, namun ada "pintu" yang dibukakan oleh Allah bagi Yakub. Allah sungguh menghargai kerinduan Yakub dan pada waktunya tersingkaplah isi hati dan karakter Esau dan beralihlah hal besar itu kepada Yakub. 

Double Portion

Selain Yakub, ada beberapa tokoh yang juga sangat peduli dengan Hak Kesulungan. Satu di antaranya adalah Elisa:

"Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: 'Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.' Jawab Elisa: 'Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.' Berkatalah Elia: 'Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi.'" - 2 Raja-Raja 2:9-10

Istilah "dua bagian" atau yang biasa populer dengan "double portion" (porsi ganda), itu bukan berarti porsi yang dikali dua, melainkan Hak Kesulungan. Istilah "dua bagian" itu mengacu kepada "dua pertiga" bagian dari warisan yang biasa diterima oleh semua anak sulung laki-laki dalam tradisi keluarga Yahudi. Jadi dalam hal ini, permintaan Elisa kepada Elia adalah untuk menjadikannya sebagai anak sulung dari Elia. Dan itu sebabnya Elia menganggap hal itu sebagai sebuah permintaan yang sukar untuk dipenuhi.

Mengapa dianggap sukar? Karena dalam Hak Kesulungan ada tanggung jawab yang sulung juga, tanggung jawab yang di atas rata-rata. Benar-benar persis seperti seorang anak sulung di dalam sebuah keluarga, yang harus bertanggung jawab untuk mewarisi dan meneruskan apa yang dibebankan dari ayahnya. Teladan Yesus Kristus sebagai yang sulung di antara Gereja, merupakan contoh yang sempurna. Betapa Kristus rela turun melayani hingga mati di atas kayu salib. Sungguh ini bukan perkara yang mudah. 

Mengejar (Hak) Kesulungan

Mereka yang mengingini Hak Kesulungan dengan perjuangan sedemikian rupa, biasanya rela membayar apapun, berapapun dan bagaimanapun beratnya harga tersebut harus dibayar. Abraham tidak memperoleh apa yang dijanjikan, Ishak bahkan hanya diam di dalam kemah hingga wafatnya, Yakub meratapi banyak hal pada masa tuanya, Yusuf yang walaupun sudah sukses, namun tetap meminta agar tulang-tulangnya ikut dibawa keluar dari Mesir pada waktunya.

Selain itu ada pula Tamar, yang memperdaya Yehuda (Kejadian 38), Rahab yang mencoba berlindung karena percaya dengan kepada Allah Israel (Yosua 2) dan wanita Rut yang membalikkan keadaan hidupnya (Rut 1:16-17). Dan hasilnya dapat kita lihat pada Injil Matius pasal 1, daftar para pemenang tersulung yang menjadi moyang dari Yesus Kristus.

Sadarkah bahwa seharusnya anak sulung yang paling memahami hati ayahnya, yang sepaham dengan visi dan pemikiran ayahnya dan akhir yang akan mewarisi segalanya dari ayahnya? Demikian juga kita sebagai Gereja bahkan Mempelai-Nya, yang seharusnya memahami hati Tuhan, yang berjalan seirama dengan kerinduan dan impian-Nya dan akhirnya yang mewarisi dan menjalankan warisan Kerajaan Allah sebagai imamat rajani di bumi ini.

Hak Kesulungan bukan berbicara mengenai kenyamanan atau kenikmatan, bukan juga mengenai harta karun yang besar, jumlah uang yang melimpah, kedudukan yang amat tinggi maupun popularitas yang sangat luas. Hak Kesulungan berbicara tentang hidup yang dipersiapkan dalam didikan dan penderitaan yang terus menerus, yang menjadikan kita semakin dewasa dan memiliki kapasitas yang semakin besar sehingga bukan saja menjadi berkat bagi banyak orang, melainkan juga menggenapi semua kehendak dan rencana yang Tuhan tetapkan hingga mencapai garis akhir dengan kuat. Dan bagi mereka yang menggenapi semuanya itulah yang terpilih untuk duduk bersama di tahta-Nya dan memerintah dalam kekekalan.

Hak Kesulungan BUKAN Perkara Bagaimana Kita Diistimewakan, Melainkan Bagaimana Kita Menjadi Yang Teristimewa Di Hati-Nya

Monday, March 11, 2013

Destiny Versus Dream - Vol. 2

"Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya." - Matius 10:37-39

Suatu ketika ada seorang hamba-Nya bersaksi mengenai anak tunggalnya laki-laki. Dia mulai bercerita bahwa betapa beruntungnya ia menjadi orang tua dari anak tersebut. Dia menceritakan bahwa anaknya masih muda, tampan, takut dan taat kepada Tuhan, pandai bermain alat musik, menjadi berkat bagi banyak orang, disukai banyak gadis di sekitarnya, dan sebagainya.

Suatu saat, ada seorang pendeta yang bertanya kepada anak muda ini, "Kamu masih muda, jalan kamu masih panjang, kamu punya begitu banyak potensi, dan Tuhan begitu mengasihi kamu. Apa cita-cita kamu? Apa yang kamu inginkan, jika Tuhan bertanya kepadamu hari ini?"

Dan anak muda ini menjawab dengan mantap, "Aku cuma mau rapture."

Pendeta itu masih tidak percaya, sambil menegaskan, "Kamu yakin cuma itu yang kamu inginkan? Kamu tidak mau melayani dan dipakai Tuhan lebih lagi sehingga bisa menjadi berkat dan menjangkau lebih banyak jiwa?"

Anak muda ini juga menegaskan, "Tidak, Om. Saya hanya ingin rapture."

Dapatkah kita semua mengerti apa yang diinginkan anak muda ini? Jika sekilas kita memikirkannya, mungkin kita mengira ada yang salah, atau minimal ada yang aneh dengan anak muda ini. Ia kelihatan seperti begitu egois tidak memikirkan keselamatan orang lain dan kelihatan sangat percaya diri bahwa dirinya pasti akan ikut diangkat. 

Renungkanlah bahwa yang dimaksud anak muda ini BUKAN sekedar menginginkan rapture secepatnya terjadi, tidak melakukan pekerjaan apapun, tidak mencari nafkah dan hanya duduk diam menunggu kedatangan Tuhan. Namun maksudnya adalah ia berani dan rela membayar berapapun harganya untuk supaya rapture segera terjadi secepatnya. Anak muda ini bahkan bukan lagi bertanya-tanya atau mencari tahu kapan terjadinya rapture, ia bahkan berusaha untuk terus selaras dengan Tuhan dan segala yang rencana-Nya supaya rapture segera terjadi.

Jika yang dibutuhkan untuk rapture itu terjadi adalah jiwa-jiwa, maka ia akan menginjil atau menjangkau sebanyak mungkin jiwa. Jika yang dibutuhkan untuk rapture itu adalah pernikahan, maka ia akan menikahi gadis pilihan yang Tuhan kehendaki. Jika yang dibutuhkan untuk rapture itu terjadi adalah kuliah dan bekerja, maka ia akan memilih kampus yang terbaik yang Tuhan kehendaki serta pekerjaan yang dikenan-Nya. Dan jika yang dibutuhkan untuk rapture itu terjadi adalah duduk diam di kaki Tuhan, maka ia pun akan melakukannya dengan sukacita.

Intinya adalah Tuhan dan bukan yang lain. Sekalipun itu bicara tentang jiwa-jiwa, namun kita harus tahu bahwa keselamatan dan pertobatan pun adalah anugerah Tuhan. Keselamatan dan pertobatan itu bukan sesuatu yang harus kita doakan atau puasakan sehingga itu terjadi. Jika keselamatan dan pertobatan itu karena doa dan puasa kita, maka itu bukan lagi anugerah, tapi usaha manusia.

Rapture atau Pengangkatan Gereja, ukuran yang dipakai adalah keintiman dan kesetiaan. Keintiman bukan hanya kemesraan semata, namun juga pengenalan akan hati Tuhan yang sedemikian rupa, kita sadari dan percayai semua yang dikehendaki-Nya dalam hidup pribadi kita. Kesetiaan juga bukan sekedar keyakinan  bahwa diri kita diberkati saja, namun kerelaan yang panjang dan tahan lama untuk mengikuti ke manapun Ia kehendaki, demi tergenapinya semua rencana yang telah Ia tetapkan. Tanpa kedua hal ini, rapture hanyalah angan-angan atau impian yang menyakitkan dan lebih memberikan keputusasaan daripada harapan.

Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

Thursday, March 7, 2013

Destiny Versus Dream - Vol. 1

Topik mengenai rapture dan Akhir Zaman selalu menarik perhatian dan menjadi minat saya sejak masih awal remaja. Entah apakah itu datangnya dari diri saya sendiri atau inspirasi dari Roh Kudus. Mulai dari heboh pengangkatan Gereja yang digembar-gemborkan pada 28 Oktober 1992, hingga berbagai versi terakhir yang berkenaan dengan Tetrad Blood Moons 2014-2015. Saya sendiri memiliki pendapat pribadi bahwa batas waktu terakhir Tuhan menjemput Mempelai Gereja-Nya adalah 28 September 2015 nanti, yakni berkenaan dengan Sukkot 5776, walaupun tanggal ini bukanlah sebuah "harga mati" karena rapture mutlak adalah hak prerogatif-Nya. Dan saya dianggap mampu meyakinkan atau menggugah keyakinan para Kristen awam yang masih belum menyadari akan kewaspadaan ini.

Salah satu buktinya adalah ketika seorang teman saya berkata kepada teman-temannya yang lain, "Ini nih Windu, yang paling jago bicara tentang Akhir Zaman. Penjelasannya bagus banget, saya sampai kehilangan semangat kerja kalau ingat semua penjelasannya tentang Akhir Zaman." Kebetulan teman saya berprofesi sebagai agen asuransi jiwa. Terus terang, bangga pun tidak setelah mendengar "pujian" semacam itu, malahan saya terkejut, sedih dan bingung. Karena setiap kali saya memperoleh informasi atau pewahyuan baru mengenai kedatangan Tuhan dan Akhir Zaman, saya justru semakin bergairah dan bersukacita, walau disertai dengan rasa gentar juga. Saya akan terus menggali dan menyelidiki serta terus menantikan update terbaru dari berbagai sumber, belakangan saya menyadari bahwa itulah cara Tuhan memikat hati saya untuk terus mengikuti kehendak-Nya.

Sejujurnya, saya pun pernah mengalami hal yang serupa sekitar 6-7 tahun lalu, waktu itu saya punya sebuah cita-cita dalam bidang pendidikan dan keuangan dan ingin segera memulai proyek pribadi saya. Namun begitu tiba-tiba menyadari waktunya sudah begitu singkat lewat pembacaan buku Heaven Is So Real yang ditulis oleh Choo Thomas, hilanglah semangat saya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Jadi kejadiannya mirip dengan yang dialami teman saya tersebut.

Saya merenungkan kejadian-kejadian ini dan Roh Kudus yang baik kemudian menyadarkan saya, "Mereka yang menjadi hilang semangat untuk bekerja saat mengetahui bahwa waktunya semakin singkat, itu karena motivasi dan tujuan mereka bekerja adalah untuk dirinya sendiri, bukan untuk Tuhan." Aha! Dan tiba-tiba semakin terbukalah pemahaman dan terjawablah penasaran saya selama ini. Jadi sesungguhnya, baik saya maupun teman saya tadi sama-sama percaya dan tersadar bahwa kedatangan Tuhan memang sudah amat singkat. Namun sikap hati dan mentalitas untuk memikirkan diri sendiri yang membedakan kami. Bahkan Roh Kudus melanjutkan demikian, "Sikap seperti temanmu yang bisa kehilangan semangat kerja itu merupakan 'preview' sikapnya kalau nanti dia tertinggal dan harus menghadapi Antikristus, yakni menjadi kecewa dan putus asa karena tidak mengubah fokus dan prioritas hidupnya." Wow! Tuhan begitu baik mau menyingkapkan hal ini kepada kita semua.

Orang-orang seperti teman saya ini sebenarnya merupakan orang-orang yang baik, bukan orang-orang yang berbuat kejahatan. Teman saya ini merupakan suami yang setia dari seorang istri dan ayah yang baik dari ketiga anaknya. Namun 2 hari lalu, Tuhan mengingatkan pesan-Nya lewat Ev. Iin Tjipto di ibadah SHRK, katanya, "Separuh dari yang ada di dalam Bahtera ini masih memikirkan kenikmatan dan kenyamanan mereka sendiri daripada destiny yang Aku tetapkan bagi mereka!" Dapatkah Anda memahami semua situasi ini? Apa yang menjadi prioritas Anda selama ini? Dan siapakah yang terutama dalam hidup Anda?

"Tetapi kata Rut: 'Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!'" - Rut 1:16-17

Tuhan, Gereja, dunia bahkan Iblis sekalipun sudah tidak memiliki banyak waktu, semakin ke depan, semakin ekstrim keadaannya. Untuk itu, untuk menyikapi panggilan Tuhan dengan benar, diperlukan langkah ekstrim seperti yang dilakukan Rut. Saya tidak pernah bosan untuk mengingatkan kembali tentang perempuan Rut ini. Ia memaksakan dirinya sedemikian rupa untuk mengikuti Tuhan ke manapun Tuhan kehendaki ia berada. Ia membuang semua impian dan identitasnya yang lama, ia mengejar sesuatu yang baru, yang dari Tuhan,  yang bahkan tidak ditemui oleh raja Salomo dalam segala hikmat dan kekayaannya itu (Pengkotbah 1:2-9).

Sementara orang seperti nabi Yunus begitu menghindari panggilan Tuhan, di sisi lain ada perempuan Moab yang begitu mengejar Tuhan sampai hanya maut memisahkan. Moab dikutuk dan dibenci Tuhan, namun bagaimana mungkin Rut dapat menjadi buyut dari raja Daud dan Salomo serta moyang dari Yesus Kristus? Waktu sudah semakin singkat, bagaimana mungkin kita dapat ikut terangkat dan tidak tertinggal menghadapi Masa Antikristus? Jawabannya sama, "Ke mana Tuhan pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana Tuhan bermalam, di situ jugalah aku bermalam: biarkan aku memikul resiko sebagai umat pilihan Tuhan dan percaya bahwa anugerah-Mu cukup untuk memampukan aku di mana Tuhan menghendaki aku mati, akupun mati di sana, di sanalah aku dikuburkan dan dibangkitkan dalam Kristus Yesus." Tidak ada jalan lain untuk memperoleh perkenan Tuhan selain menggenapi takdir yang sudah Ia sediakan hingga akhir.

DESTINY IS MY CHOICE

Thursday, January 31, 2013

Menggenapi Impian, Memandang Keabadian

"Lalu Yusuf menyuruh anak-anak Israel bersumpah, katanya: 'Tentu Allah akan memperhatikan kamu; pada waktu itu kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini.'" - Kejadian 50:25

Yusuf sukses besar, dan karenanya maka menurut sejarah kerajaan Mesir kuno, tercatat bahwa Firaun yang mengangkat Yusuf adalah Firaun yang paling sukses, paling berjasa dan paling gemilang prestasinya. Jika Mesir saat itu diasosiasikan dengan keadaan dunia hari ini, maka sama kondisinya Amerika Serikat atau beberapa negara besar di Eropa yang paling maju, mapan dan canggih, terlepas dari masalah ekonomi yang sedang diderita saat ini.

Semua kegelimangan dan kegemilangan Mesir Yusuf rasakan, nikmati bahkan kuasai seutuhnya, seumur hidupnya hingga ia dikuburkan. Namun hingga akhir hayatnya menutup mata, hatinya hanya tertuju kepada perjanjian yang kekal, sesuatu yang sorgawi, janji ilahi dari Allah Jehovah sendiri. Keindahan Gosyen tetap tidak membuat hatinya tertanam di sana. Ia masih memandang gua Makhpela dan Tanah Kanaan sebagai pusaka hidupnya, sebagaimana Allah memandangnya demikian.

Entah apa yang membuat Yusuf berpikir bahwa bangsanya tidak akan selamanya tinggal di Mesir, padahal saat itu Mesir merupakan pusat beradaban dunia. Yusuf hanya bertindak sebagai pengelola Mesir, bukan sebagai penguasa yang haus untuk dilayani. Baginya yang paling berarti ialah Allah sendiri. Walau roh dan jiwanya telah masuk ke dalam kekekalan, ia tetap peduli untuk semua tulangnya dibawa kembali ke asalnya. 13 tahun didikan dan 80 tahun kejayaan tetap tidak membuatnya lupa akan pusakanya.

2013 ini, berapa besarkah impian, uang, kepercayaan, kuasa, otoritas, promosi yang kita harapkan terwujud di dalam hidup kita? Maukah kita tetap memandang Dia sebagai pusat dari segalanya? Entah di lembah yang gelap maupun di puncak yang kemilau, jiwa kita tidak akan pernah tertidur sampai segala sesuatunya genap dan tersingkap di Akhir Zaman ini, ketika Ia datang kembali. Jangan pernah lupa dari mana kita diambil dan Siapa yang mengambil kita.

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

- Yesus Kristus -

Tuesday, January 29, 2013

Merelakan Kematian, Mengharapkan Kebangkitan

"Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil." - Kejadian 39:21-23

Tak jelas diketahui dalam berapa lama Yusuf memperoleh kepercayaan yang begitu besar dan absolut dari kepala penjara tersebut. Kepala penjara itu bukan sekedar percaya kepada Yusuf, namun mempercayakan pengaturan Yusuf atas wilayah kekuasaan kerjanya. Dengan situasi yang demikian, amat mudah bagi Yusuf untuk keluar atau kabur dari penjara tersebut. Ia dapat menyusun rencana yang sempurna untuk keluar dari penjara, mungkin menyempatkan waktu untuk melakukan  balas dendam kepada Potifar dan istrinya, dan kemudian kembali pulang kepada ayahnya sebagai seorang pahlawan. Skenario yang sangat masuk akal, cocok untuk dijadikan layar lebar lewat Hollywood.

Namun jika skenario konyol itu benar terlaksana, maka dunia akan mengalami penderitaan yang luar biasa mengerikan, yakni bencana kelaparan di sekian tahun kemudian. Dan sebagai akibatnya, mungkin bangsa pilihan yang telah Tuhan rancang, akan gagal terbentuk. Bersyukur bahwa Yusuf sangat bisa dipercayakan dan diandalkan.

Sebaliknya, Yusuf juga tidak terlena dan menjadi nyaman dengan keadaannya yang penuh kuasa di dalam penjara tersebut. Ini terbukti ketika ia mengharapkan pertolongan dari juru minum yang pernah ia selamatkan nyawanya lewat arti mimpi. Karena pada titik tertentu jiwa manusia dapat begitu rupa berubah sehingga ketika saatnya ia dibebaskan, ia malah menjadi takut dengan dunia luar dan lebih memilih kembali hidup di dalam penjara.

Yusuf merelakan dagingnya untuk "mati" di dalam penjara para tahanan raja, dan menantikan dengan benar dan setia saat "kebangkitan" penggenapan dari Allah sendiri. Masih ada 11 bulan di 2013 ini, yang menunjukkan 11 bintang atau 11 berkas gandum untuk akhirnya "tunduk" mengakui kemenangan rencana Bapa di dalam diri kita masing-masing. Berjuanglah, sebab apapun yang akan terjadi nanti, takdir kita sungguh telah ditetapkan menjadi Yusuf-Yusuf-Nya di Akhir Zaman ini.


"Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya." - Yesaya 60:22

Menanggalkan Jubah, Merelakan Impian

"Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu." - Kejadian 37:23

"Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: 'Marilah tidur dengan aku.' Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar." - Kejadian 39:12

Kali pertama itu selalu sulit rasanya, juga prosesnya. Kali itu Yusuf dipaksa menanggalkan jubahnya yang bukan sekedar indah, namun maha indah. Dari seorang pangeran kecil, Yusuf diasingkan ke negeri orang sebagai seorang budak kecil. Namun Yusuf kecil tidak menjadi kecewa dan pahit. Di rumah majikannya yang pertama, Potifar, sehari demi sehari Yusuf bekerja dengan rajin, cakap dan penuh inisiatif. Dan sebagai akibatnya, tuannya memberi kepercayaan penuh atas seisi rumahnya setelah kurang lebih dua tahun mengabdi (perhitungan menurut kitab sejarah), semua kecuali dua hal, yakni makanan & kudapan  dan tentu istri tuannya.

Namun seperti biasa, kehidupan selalu berjalan begitu "mulus" hingga memberikan kejutan-kejutan yang mendebarkan hati. Dan kali ini kejutan itu berasal dari istri tuannya sendiri, dengan segala kemolekan tubuh dan kehausan berahinya, Yusuf hendak dijerat. Bersyukur bahwa Yusuf tidak terjatuh ke dalam jerat tersebut. Ia sepenuhnya waras dan sadar bahwa segala sesuatu yang terjadi hingga saat itu semata-mata hanya karena anugerah-Nya. 

Dan karena kewarasan serta kesadarannya itu, Yusuf mampu meninggalkan jubah kepangkatan yang dipercayakan tuannya. Jika kali yang pertama, jubahnya dipaksa untuk ditanggalkan, maka kali yang kedua ini, Yusuf tidak kembali untuk mengambil jubah tersebut dari tangan orang yang bermaksud jahat kepadanya. Ia memilih untuk pergi dan menyerahkan segala keputusan yang akan terjadi kepada tuan yang ia kasihi.

Sekarang renungkan perjalanan hidup kita selama ini bersama dengan-Nya hingga sekarang. Awalnya tentu Ia mendidik kita dengan keras, supaya kita mulai memahami kerinduan, keinginan, dan rencana-Nya bagi kita. Namun pada titik tertentu, akan tiba saatnya Ia ingin melihat dan membuktikan apakah kita tetap mempercayakan yang terbesar kepada-Nya, atau sebaliknya kita mati-matian mempertahankan yang kecil sehingga akhirnya kita tidak pernah bertemu takdir utama kita.

Bukankah kita memiliki impian dan idealisme kita sendiri? Ada selera dan kehendak yang ingin kita bisa pertahankan atau bahkan kita pelihara. Namun hati kecil kita tidak dapat berdusta bahwa semuanya itu bukanlah yang dikenan Tuhan. Di satu sisi, daging akan berkata, "Inilah saatnya! Kapan lagi kamu bisa peroleh semuanya ini?" Dan seterusnya. Sedangkan di sisi lain, Roh berkata, "Jalanmu bukanlah jalan-Ku, rancangan-Ku bukanlah rancanganmu."

2013 ini, Roh-Nya masih terus menilik, siapa-siapa yang pantas menjadi Yusuf-Yusuf-Nya di Akhir Zaman. Adakah kita tetap rela menanggalkan jubah dan tetap mempercayakan impian kita dengan impian-Nya, hingga saat yang dikehendaki-Nya sendiri yang menentukan semuanya itu?

"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." - Pengkotbah 3:11

Monday, January 28, 2013

Tahanan Raja

"Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana." - Kejadian 39:20

Sial bagi Yusuf, yang telah nyaman bekerja, diberkati dan bahkan begitu menyenangkan tuannya, Potifar. Namun istri tuannya terlalu genit dan sangat berahi. Sudah menghindar dan menjaga keluhuran dirinya serta martabat tuannya, malah dijebloskan ke penjara.

Apa reaksi kita jika kejadian serupa menimpa diri kita? Adakah kita mengeluh, menjadi kecewa dan menolak Tuhan? Jika demikian, maka sesungguhnya kecillah kekuatan kita. Ketahuilah bahwa Yusuf bisa saja dibunuh oleh tuannya, sebab ada bukti yang memberatkan dirinya dan ia hanya seorang budak di negeri asing, yang jauh dari kerabat dan keluarganya. Namun baginya yang terutama adalah bagaimana berkenan di hadapan Allah dan manusia, seberapapun harga yang harus dihadapinya. Ia memilih menjadi tawanan Roh-Nya, daripada menjadi tawanan dagingnya. 

"Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku." - Kisah Para Rasul 20:22-23

Menjadi tawanan Roh, tidak ada yang dapat dilakukan selain mengikuti apa yang Roh Tuhan inginkan bagi kita. Derita dan sengsara adalah makanan didikan yang harus dilahap setiap hari. Selain itu kita tidak boleh tawar hati apapun yang terjadi. Pahit di luar, namun dituntut manis di dalam. 

Namun siapa sangka dari dalam penjara, di sanalah letak takdir yang besar itu. Menjadi tahanan raja, malahan benar-benar berhadapan dengan raja bahkan menjadi penguasa tertinggi kedua. 13 tahun Yusuf ditanam di dalam Roh-Nya dan 2013 ini adalah masa-masa penentuan siapa saja Yusuf-Yusuf-Nya di Akhir Zaman.

Thursday, January 17, 2013

Jurnal SHRK Januari 2013 - Hari Ke-3

Apapun yang buruk, sering kali merupakan pintu yang lebar bagi Tuhan untuk bertindak. Berikut ini lanjutan pengajaran dari 13 masa kelaparan yang tercatat di Alkitab:

6. Kelaparan di zaman Elia - "Dan sesudah beberapa lama, datanglah firman TUHAN kepada Elia dalam tahun yang ketiga: 'Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi.' Lalu pergilah Elia memperlihatkan diri kepada Ahab. Adapun kelaparan itu berat di Samaria." - 1 Raja-Raja 18:1-2. Kelaparan atau krisis yang terjadi di zaman Elia merupakan akibat dari perilaku Ahab dan Izebel yang berpaling dari Allah yang hidup kepada berhala-berhala yang mati. Kita harus peka dan waspada dengan penyebab "kelaparan" atau "krisis" yang mungkin sedang kita alami saat ini. Cari Tuhan dengan sungguh, dan dengan kerendahan hati minta Dia singkapkan apa yang jadi penyebabnya. Mungkin ada seseorang yang harus kita ampuni, atau sebaliknya. Tuhan Yesus pernah berkata bahwa sebelum memberikan persembahan kepada Allah, kita harus berdamai dengan orang-orang yang masih mengganjal hati kita, supaya Allah mau menerima persembahan kita dan mencurahkan berkat-Nya.


7. Kelaparan di zaman Elisa - (a) - "Elisa kembali ke Gilgal pada waktu ada kelaparan di negeri itu. Dan ketika pada suatu kali rombongan nabi duduk di depannya, berkatalah ia kepada bujangnya: 'Taruhlah kuali yang paling besar di atas api dan masaklah sesuatu makanan bagi rombongan nabi itu.' Lalu keluarlah seorang dari mereka ke ladang untuk mengumpulkan sayur-sayuran; ia menemui pohon sulur-suluran liar dan memetik dari padanya labu liar, serangkul penuh dalam jubahnya. Sesudah ia pulang, teruslah ia mengiris-irisnya ke dalam kuali masakan tadi, sebab mereka tidak mengenalnya. Kemudian dicedoklah dari masakan tadi bagi orang-orang itu untuk dimakan dan segera sesudah mereka memakannya, berteriaklah mereka serta berkata: 'Maut ada dalam kuali itu, hai abdi Allah!' Dan tidak tahan mereka memakannya. Tetapi berkatalah Elisa: 'Ambillah tepung!' Dilemparkannyalah itu ke dalam kuali serta berkata: 'Cedoklah sekarang bagi orang-orang ini, supaya mereka makan!' Maka tidak ada lagi sesuatu bahaya dalam kuali itu." - 2 Raja-Raja 4:38-41. Bencana kelaparan terjadi dan orang terpaksa mengumpulkan labu liar, yakni suatu bahan makanan yang belum pernah digunakan untuk makan sebelumnya. Dan ternyata labu liar itu beracun, namun di dalam Tuhan melalui nabi-Nya, sesuatu yang buruk bahkan mematikan malah dapat diubah menjadi sesuatu yang baru, sebuah menu baru tercipta dari krisis yang ada. Ada "tepung Tuhan" yang mampu membalikkan keadaan.

(b) - "Datanglah seseorang dari Baal-Salisa dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong. Lalu berkatalah Elisa: 'Berilah itu kepada orang-orang ini, supaya mereka makan.' Tetapi pelayannya itu berkata: 'Bagaimanakah aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?' Jawabnya: 'Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan, sebab beginilah firman TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya.' Lalu dihidangkannyalah di depan mereka, maka makanlah mereka dan ada sisanya, sesuai dengan firman TUHAN." - 2 Raja-Raja 4:42-44. Bahaya kelaparan juga memberikan peluang bagi Tuhan untuk melakukan mujizat pelipatgandaan. Pelipatgandaan yang dari Tuhan tidak sekedar cukup, melainkan berkelimpahan.

8. Kelaparan yang dihadapi Gehazi"Empat orang yang sakit kusta ada di depan pintu gerbang. Berkatalah yang seorang kepada yang lain: 'Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati? Jika kita berkata: Baiklah kita masuk ke kota, padahal dalam kota ada kelaparan, kita akan mati di sana. Dan jika kita tinggal di sini, kita akan mati juga. Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati.'" - 2 Raja-Raja 7:3-4. Keras dugaan bahwa empat orang kusta ini adalah Gehazi dengan ketiga anak-anaknya. Sebelumnya Gehazi kena kusta saat jendral Naaman disembuhkan, namun hatinya serakah menginginkan imbalan sang jendral yang sudah ditolak oleh Elisa. Namun setelah peristiwa kelaparan ini, Gehazi muncul di hadapan raja dan kembali menjadi bujangnya Elisa (pasal 8 ayat 4 dan 5).

Biasanya jika seseorang melakukan kesalahan fatal atau kena kutuk, namanya sudah tidak disebutkan lagi di Alkitab. Sebagai contoh, Batsyeba keliru menilai maksud Adonia, yang berujung matinya Adonia di tangan Salomo. Contoh lain, raja Uzia yang menjadi sombong dan memberontak akhirnya kena kusta sampai hari akhirnya. Namun nama Gehazi disebutkan kembali dalam keadaan yang sangat baik di hadapan raja. 

Apa yang dilakukan Gehazi sehingga Tuhan memulihkan dan mengampuni dosanya? Hatinya berubah dari seorang yang serakah menjadi seorang yang peduli dengan orang lain. Kenyataannya kelaparan yang terjadi di dalam kota akhirnya berakhir karena Gehazi mau mengabarkan adanya kelimpahan di bekas perkemahan Aram. Tahun 2013 akan menjadi suatu tahun yang gilang gemilang bagi kita yang mau bertobat dan berbalik dari jalan kita yang jahat, bahkan perjumpaan dengan Sang Raja bisa menjadi bagian kita, jika Ia berkenan.

Wednesday, January 16, 2013

Jurnal SHRK Januari 2013 - Hari Ke-2

13 Masa Kelaparan Yang Tercatat Di Alkitab

Tahun 2013 merupakan awal dari bencana kelaparan besar-besaran yang akan semakin memuncak di beberapa tahun ke depan seperti yang sudah dinubuatkan. Kelaparan kali ini bukan hanya bicara pangan, namun juga kelaparan di jiwa dan roh. Gereja dan umat pasukan-Nya diharapkan bersiap menghadapi peluang terbesar dan terakhir ini supaya penggenapan pemberitaan Injil terjadi sesuai dengan rencana-Nya. Berikut 13 masa kelaparan itu:

1. Kelaparan di zaman Abraham - "Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu." - Kejadian 12:10. Pada saat kelaparan datang, Abraham (Abram saat itu) harus pergi ke Mesir, yang adalah lambang dari dunia (sekuler). Ini berbicara bahwa kita sebagai Gereja harus keluar dari zona nyaman, masuk ke dalam dunia dan menaklukkannya. Momentum atau kairos Tuhan di 2013 ini akan membuka pintu bagi banyak anak-anak-Nya terutama mereka yang biasa hanya melayani pelayanan gerejawi untuk terjun ke dunia sekuler, menjadi terang bagi masyarakat di sekitarnya.

Ada cerita seorang pendeta di Jawa Tengah sekian puluh tahun lalu mengalami masa kelaparan dan kekurangan uang yang cukup parah. Pendeta ini berdoa dan Tuhan mengirimkan hamba-Nya untuk memberikan sejumlah modal untuk membuka usaha roti. Karena uang modal awal tidak seberapa, pendeta ini mulai membuat dan berjualan donat, yang hanya membutuhkan penggorengan (belum mampu membeli mesin pemanggang roti). Dalam 6 bulan, ia sudah mampu membeli 2 mesin pemanggang roti, sebuah rumah sederhana dan dalam 2 tahun, ia mendirikan gedung gerejanya, sekolah TK dan klinik bagi masyarakat sekitar. Karena kelaparan, akhirnya pendeta ini mampu menjadi besar dalam anugerah-Nya. Dan jika saat itu keadaan berjalan baik dan mulus, kemungkinan ia hanya menjadi pendeta saja tanpa punya kesempatan untuk menjadi besar dan berkat bagi banyak orang.

2. Kelaparan di zaman Ishak"Maka timbullah kelaparan di negeri itu. --Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin." - Kejadian 26:1. Kelaparan terjadi lagi, dan kali ini Ishak hendak mengikuti jejak ayahnya untuk pindah ke Mesir, namun Tuhan melarangnya dan menyuruh ia tetap diam di Gerar. Mengapa demikian? Ishak memiliki kelemahan seperti ayahnya, takut mati dibunuh karena paras elok istrinya. Namun hati dan mental Ishak tidak sekuat Abraham. Tuhan memilih Gerar karena saat itu moralitas masyarakat di Gerar sangat tinggi, cocok dengan keadaan Ishak.

Dalam hal ini, dibutuhkan KETEPATAN dan KETAATAN untuk mengikuti apa yang benar menurut Tuhan daripada menurut pemikiran kita sendiri. Bayangkan jika Ishak memaksa pergi ke Mesir, mungkin Ribka tidak akan pernah kembali kepadanya. Ada saatnya bahwa bagian kita tidak lagi mengikuti pemimpin atau pendahulu kita, melainkan berjalan hanya dengan Tuhan saja dan dengan demikian kita semakin mengenal hati-Nya.

Ada cerita seorang anak Tuhan, ia tinggal di Semarang, namun disuruh datang ke Jakarta, yang saat itu sedang memanas di tahun 1998 menjelang kerusuhan Mei. Seluruh keluarga dan temannya berusaha mencegahnya, namun firman Tuhan kuat berkata. Akhirnya beberapa minggu sebelum pecah puncak kerusuhan Mei, ia tiba di Jakarta dan bekerja kepada seorang majikan yang memiliki usaha beberapa showroom mobil bekas. Pada saat kekacauan terjadi di berbagai tempat di Jakarta, ia bisa melayani dan melindungi sebanyak orang dengan doa dan pengurapan atas petunjuk Tuhan. Begitu banyak mobil dan spare part mobil korban kerusuhan yang ia peroleh untuk diuangkan dan hanya dalam 2 bulan ia memiliki uang tunai sebanyak Rp 5.000.000.000,-. 

3. Kelaparan di zaman Yusuf"Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: 'Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?'" - Kejadia 41:38. Bencana kelaparan di 2013 ini tidak bisa lagi dihadapi dengan solusi-solusi manusiawi yang canggih sekalipun. Karena kemampuan manusiawi kita sangat terbatas menghadapi bencana-bencana dari si jahat. Namun Tuhan menginisiasi pelayanan berdasarkan Roh yang bersifat kenabian seperti Yusuf ini untuk bukan saja sekedar bertahan dari bencana, namun juga supaya menjangkau jiwa-jiwa dan membawa sebanyak mungkin orang kepada Tuhan. Dan ada di antara kita (mungkin tidak banyak) yang dalam beberapa waktu ini bahkan hingga 7 bulan ke depan mengalami tuaian secara finansial besar-besaran, apapun usaha yang dikerjakan menghasilkan uang dalam jumlah yang sangat besar. Jika hal itu terjadi pada saudara-saudari, ketahuilah itu adalah rencana Tuhan untuk Anda semua menjadi Yusuf-Yusuf Akhir Zaman.

(Kemungkinan nubuatan ini untuk menghadapi krisis ekonomi global yang ke-7 yang bisa bertepatan dengan perayaan Rosh Hashanah 5774 di 4 September 2013, seperti yang sudah dinubuatkan oleh banyak hamba-Nya mengenai kejatuhan ekonomi Amerika Serikat di tahun ini).

4. Kelaparan di zaman Daud"Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: 'Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon.'" - 2 Samuel 21:1. Saat Yosua merebut Tanah Perjanjian, tanpa bertanya kepada Tuhan, ia tertipu oleh akal orang Gibeon sehingga akhirnya tercapai kesepakatan perjanjian (covenant) antara Israel dengan Gibeon sehingga Gibeon memperoleh keselamatan dan hidup damai dengan bangsa Israel. Namun Saul melanggar perjanjian itu dengan membunuh orang-orang Gibeon.

Di Indonesia dan di berbagai belahan dunia lainnya, kasus bencana yang disebabkan oleh hutang darah sangatlah banyak. Kerawang - Bekasi adalah salah satunya, di mana telah terjadi pembantaian besar di masa transisi Orde Lama ke Orde Baru, dan akibatnya sangat banyak masalah yang timbul di sana. Begitu juga ada keluarga yang memiliki kutuk-kutuk tertentu karena pendahulu atau moyangnya memiliki ikatan dengan berbagai kuasa gelap di masa lalu. Untuk hal ini dibutuhkan tuntunan Roh Kudus secara mutlak untuk bisa mengatasi perkara ini.

5. Kelaparan di zaman Rut"Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing." - Rut 1:1. Elimelekh "kabur" ke tanah terkutuk Moab tanpa petunjuk Tuhan. Karena seharusnya ia tetap bertahan di Betlehem. Kepergian Elimelekh menjadikan dirinya tidak dapat dipakai Tuhan, namun ia masih bisa dimanfaatkan-Nya. Ia dan kedua putranya dibiarkan binasa dan hanya tinggal seorang janda Naomi. Kedua menantunya tidak perlu dihitung karena mereka dari bangsa terkutuk Moab dan dapat dengan mudah kembali ke kampung mereka untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik. Namun Rut memiliki iman dan kesetiaan yang luar biasa, ia mempertaruhkan segalanya demi sesuatu yang sudah pasti "kosong" karena saat itu Naomi benar-benar sebatang kara tanpa memiliki harta sama sekali. Rut berkeras mengikatkan diri dengan Allah Jehovah melalui Naomi dan hal ini membuat Tuhan jatuh hati.

Iman dan kesaksian Rut mengantarkan dirinya dari orang terkutuk menjadi moyang dari dua raja mulia, Daud dan Yesus Kristus. Akan ada panggilan bagi orang-orang tertentu yang akan mengalami pembalikkan keadaan di 2013 ini melalui berbagai bencana yang terjadi, dan panggilan-panggilan ini akan mengantarkan ke suatu level yang tak terduga.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.