Labels

Showing posts with label Hari Tuhan. Show all posts
Showing posts with label Hari Tuhan. Show all posts

Wednesday, February 22, 2012

Hari Tuhan - Maleakhi 4 Vol. 5

"Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah." - Maleakhi 4:6

Puncak "acara" dari Hari Tuhan adalah pemulihan keluarga dan pertobatan massal, atau yang biasa disebut dengan The Great Revival dan The Great Harvest. Pada akhirnya, semua manusia akan mengenal Pribadi Allah yang sejati, walau tidak semuanya berkenan untuk diselamatkan dari 7 Cawan Murka yang terakhir. Dan generasi terakhir yang bergerak dengan roh Elia lah yang akan mendatangkan Lawatan dan Tuaian besar di seluruh penjuru bumi. Ketika situasi dunia semakin gelap dan tidak menemukan jawaban atas keadaan yang semakin menyesakkan, Tuhan mempersiapkan Gereja-Nya - Elia-Elia akhir zaman - untuk menjadi terang dan harapan yang mengantar kepada kemuliaan-Nya.

Bukankah Yohanes Pembaptis ada untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan-Nya yang pertama? Tentulah akan ada yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan-Nya yang kedua dan kitalah dengan karunia roh Elia yang dalam keintiman dan ketepatan akan menggenapi segala janji nubuatan yang ada dengan sempurna.

"Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan." - Ibrani 12:38-40

Pemulihan dan pertobatan juga berbicara mengenai pengampunan. Ingatlah hukum bahwa apa yang kita ikat di bumi akan terikat di Sorga, dan apa yang kita lepas di bumi akan terlepas di Sorga. Hubungan yang dipulihkan tidak akan mengabaikan proses pengampunan, yang walaupun kita dirugikan dan disakiti, percayalah bahwa anugerah-Nya cukup. Sama seperti Elia yang memiliki kuasa untuk mengikat dan melepaskan hujan, demikian Gereja juga diberikan kuasa yang sama. Sungguh tidak ada alasan untuk tidak mengampuni.

Kitab Maleakhi adalah kitab terakhir di akhir zaman sebelumnya, sebelum zaman rahasia Kristus. Sedangkan saat ini adalah akhir zaman dari zaman rahasia Kristus. Namun pesan-Nya tetap sama dan akan digenapi. Ketika hujan awal dan hujan akhir bersatu, siapkah kita untuk sesuatu yang belum pernah dan tidak akan pernah terjadi lagi sebelumnya? Puncak dari segala-galanya. Tuhan memberkati.

Tuesday, February 21, 2012

Hari Tuhan - Maleakhi 4 Vol. 4

"Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu." - Maleakhi 4:5

"Kata Elia kepada mereka: 'Tangkaplah nabi-nabi Baal itu, seorangpun dari mereka tidak boleh luput.' Setelah ditangkap, Elia membawa mereka ke sungai Kison dan menyembelih mereka di sana." - 1 Raja-Raja 18:40

Nabi Elia dan sejarahnya dalam Alkitab identik dengan perihal kenabian, tindakan profetik dan peperangan rohani. Gereja pada saat ini menjelang puncak Hari Tuhan harus semakin menyadari bahwa peperangan rohani itu sangat nyata adanya. Tingkat realita peperangan rohani tertentu bahkan tidak pernah didengar maupun dibayangkan sebelumnya oleh sebagian umat Kristen di berbagai tempat. Namun kuasa gelap sampai saat ini masih jauh lebih giat, lebih ofensif dan lebih berjaya untuk menguasai berbagai bidang.

Sebagai sebuah contoh kasus, ada sebuah jalan pusat bisnis di salah satu kota di Indonesia, di jalan itu terdapat sekitar 100 toko, rumah makan, kedai, mini market, dan sebagainya. Suatu ketika sekelompok orang yang hendak mengambil alih dan menguasai daerah tersebut, mendatangi satu per satu setiap toko untuk meminta para pemilik usaha menjual kepada kelompok mereka. Dan tentu saja permintaan tersebut ditolak. Kelompok pendatang mengancam bahwa akan membuat daerah tersebut sepi dan para pemilik tempat usaha bangkrut sehingga dengan terpaksa mereka menjual kepada kelompok tersebut dengan harga yang ditentukan oleh kelompok pendatang. Dan hanya dalam tempo 3 bulan, ancaman itu menjadi kenyataan, sepanjang jalan yang terdiri dari ratusan tempat usaha tersebut dikuasai total oleh kelompok pendatang. Mengapa hal itu bisa terjadi? Tentu saja kelompok pendatang menggunakan kuasa gaib dan kuasa gelap dengan berbagai media yang dipercayainya akan menimbulkan dampak nyata. Mereka menabur beras, mengucap mantra, dan sebagainya. Kebetulan para pemilik usaha di jalan tersebut mayoritas adalah Kristen dan Katolik yang tidak mengerti sama sekali akan peperangan rohani. Namun ini semua nyata.

Tuhan hendak membangun pasukan-Nya yang bukan sekedar mengetahui keselamatan dan menjalankan tradisi keagamaan. Ia ingin Gereja mengenal pribadi-Nya lebih intim, akrab dengan Firman, mengetahui hukum roh dan kehidupan, cerdik secara rohani, bersyafaat dengan giat dan pandai berstrategi dalam peperangan rohani. Sama seperti Elia secara nyata berhadapan head to head dengan para nabi Baal. Dan ketika para nabi Baal tersebut kalah, mereka semua dibunuh dengan disembelih sehingga supremasi Tuhan dan Gereja dipulihkan dan kembali berkuasa di daerah kita masing-masing.

Tapi berapa banyak orang Kristen yang protes akan perkara ini dengan berkata, "Koq Kristen tapi kayak dukun?!" Ini pertanyaan fatal dan konyol! Sebab yang sesungguh para dukunlah yang meniru, sebab Iblis itu peniru sedangkan Tuhan kita adalah Pencipta. Gereja seharusnya yang original sedangkan mereka para dukun adalah copy-nya. Contoh lain, soal kemenyan misalnya, maka orang awam juga akan berpikir tentang sembahyang kepada orang mati atau pun setan. Padahal ketika Yesus lahir ke dunia, orang Majus mempersembahkan emas, mur dan kemenyan. Allah suka akan harum kemenyan, dan Iblis menirunya.

Sebagian dari Gereja mencoba bermain aman dan suka berdamai dengan setan. Sedangkan Iblis yang nasibnya sudah ditentukan dan terus dikejar deadline, mereka bekerja segiat-giatnya dan seekstrim-ekstrimnya untuk menghancurkan, membinasakan, meruntuhkan dan membangkrutkan semua anak-anak Tuhan. Tapi ketahuilah bahwa peperangan rohani itu sangat nyata. Alam roh lebih nyata daripada alam jasmani. Bahkan berbagai bintang dunia khususnya entertainment juga menggunakan kuasa roh untuk mereka berprestasi dan memperoleh sukses besar dengan jalan menjual jiwa mereka kepada Iblis. Ini belum lagi di bidang lain seperti olahraga, politik, ekonomi, media dan seterusnya. Gereja Kristen dengan para dukun tenung & sihir seharusnya TIDAK ADA bedanya kecuali tuan mereka masing-masing.

Kita boleh tidak suka dengan pemerintah yang korup, dan korupsi di negeri ini sudah seperti kanker. Karena hal ini, ada masyarakat yang pasrah & masa bodo, masyarakat lainnya mencoba berdemo - yang kegiatan demonya dari kondusif hingga anarkis, masyarakat lainnya lagi lebih permisif bahkan ikut bekerja sama korupsi. Tapi sadarkah kita bahwa ini pun termasuk peperangan rohani yang menjadi tanggung jawab seluruh Gereja di Indonesia untuk menjadi jawaban bagi dunia?

"Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu." - Efesus 6:10-13

Monday, February 20, 2012

Hari Tuhan - Maleakhi 4 Vol. 3

"Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam. Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum." -  Maleakhi 4:3-4

"Anak-anak orang-orang yang menindas engkau akan datang kepadamu dan tunduk, dan semua orang yang menista engkau akan sujud menyembah telapak kakimu; mereka akan menyebutkan engkau 'kota TUHAN', 'Sion, milik Yang Mahakudus, Allah Israel.'" - Yesaya 60:14

"Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. ... Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." - Yosua 1:3-9

Hari Tuhan juga membawa PEMBALIKKAN KEADAAN bagi Gereja dan dunia. Keadaan yang berbalik akan berlangsung dalam tempo yang cukup singkat dan bersifat ekstrim, baik secara individu maupun secara korporat dalam berbagai ukuran. Keadaan yang berbalik ini akan menimbulkan biaya dan korban sangat banyak baik dari pihak Gereja maupun dunia. Dan ketidaksiapan akan keadaan yang berbalik ini yang menimbulkan korban. Itu sebabnya Tuhan menuntut hati yang kuat dan teguh, karena keadaan yang berbalik akan membuat kecut dan tawar hati banyak orang.

Hari Tuhan berlaku satu hari Sorga, yang adalah seribu tahun di bumi. Inilah puncaknya, Kerajaan Seribu Tahun. Jadi dari keadaan yang sekarang menuju zaman yang baru itulah yang dimaksud dengan Pembalikkan Keadaan. Dan kita semua tahu bahwa kelayakan kita untuk ikut memerintah bersama-Nya seperti Yosua memimpin bangsa itu akan terus diuji hingga Masa Tribulasi Besar berakhir. Pada masa transisi ini, kesempatan semakin terbuka namun waktu semakin sempit, barangsiapa bijaksana akan memanfaatkan setiap kesempatan sekecil apapun untuk melakukan dalam ketepatan semua yang dikehendaki-Nya dengan tidak menyisakan satu bagian terkecilpun.

Mereka yang siap akan selalu memperkatakan dan merenungkan Firman setiap saat karena di sanalah letak kekuatan dan jiwa yang takut akan Tuhan akan terus terpelihara dengan baik. Adakah porsi membaca Alkitab yang Anda lakukan terus bertambah? Ketika 5 pasal sehari tidak lagi memuaskan dan Anda terus meningkatkan porsinya 2, 3 bahkan 4 kali lipat daripada sebelumnya, percayalah itu pekerjaan Roh Tuhan untuk makin mempersiapkan Anda sampai kepada puncak penggenapan segala sesuatunya. Begitu juga jam doa serta waktu pribadi Anda berdua dengan-Nya yang semakin bertambah tanpa Anda sadari, itupun juga persiapan dari pada-Nya.

Tidak akan ada janji maupun nubuatan yang disisakan saat Hari Tuhan tiba, semuanya akan digenapi dan dinyatakan. Tuhan tidak akan pernah berhutang, dan dalam kemuliaan-Nya semua akan lunas dibayar-Nya. Jadi, terus kuatkan dan teguhkanlah hatimu, jagalah dengan penuh kewaspadaan, supaya saat Anak Manusia datang, Ia tetap mendapati kehidupan di dalamnya.

Hari Tuhan - Maleakhi 4 Vol. 2

"Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang." - Maleakhi 4:2

Anda pernah mendengar istilah "Linsanity"? Jika Anda meng-google-nya maka itu adalah istilah untuk Jeremy Lin untuk "kegilaan" yang dia lakukan dengan prestasinya yang begitu cemerlang di bidang olahraga basket Amerika - NBA. Jeremy Lin adalah salah satu teladan dari mereka yang bersinar terang di atas panggung dunia untuk Kristus. Awalnya ia dikecam, dikucilkan, diremehkan bahkan dibayar jauh lebih rendah dari pemain rata-rata pemain basket lainnya. Hal itu karena kebiasaan dan geloranya untuk terus menceritakan tentang Yesus dan Injil, di mana pun, kapan pun dan kepada siapa pun. Lin terus dicadangkan tanpa dapat menikmati seriusnya pertandingan basket yang sesungguhnya. Namun semuanya itu tidak membuatnya jera untuk berbakti bagi Kristus. Dan ketika Tuhan mulai membukakan pintu baginya dan dunia menyaksikan kemuliaan yang dari Allah dalam dirinya, dunia meminta Lin yang telah sukses dan bersinar untuk berhenti berbicara tentang Injil dan memintanya tidak menyebut nama Yesus lagi, Lin hanya merespon, "Bagaimana saya dapat berhenti berbicara tentang Dia, karena di mana saya sekarang berada oleh karena-Nya."

Komunitas Kristen Amerika menyebut Jeremy Lin sebagai Tim Tebow yang baru. Tim Tebow adalah pemain American Football profesional dan paling berpengaruh. Ia bermain untuk Denver Broncos. Usianya masih belum genap 25 tahun, namun melalui dirinya, jutaan orang dibawa kepada Injil Kristus. Ia tetap menjaga kesalehannya, menghindari pesta pora di tengah gemerlap kamera dan lampu sorot panggung dunia. Bahkan tidak ada satu wanita pun yang pernah ditidurinya, hati dan hidupnya dipersembahkan kepada Kristus seutuhnya. Dalam sebuah pesta kehormatan bagi para pemain football yang berprestasi, ketika yang lain membawa pasangan mereka yang cantik, Tim Tebow membawa seorang fans yang paling menderita, dengan pakaian tuxedo mewah, ia menggendong seorang wanita yang menderita gangguan syaraf untuk berpesta. Akibat penderitaan syaraf tersebut, wanita itu tidak dapat mengendalikan tubuhnya yang selalu bergoyang dan mulutnya selalu meneteskan air liur berjumlah banyak. Liur perempuan itu membasahi tuxedo mewahnya, namun hal itu sama sekali tidak mengurangi kecemerlangan Tebow untuk bersinar bagi Kristus.

Baik Jeremy Lin dan Tim Tebow adalah orang-orang yang terbang dengan sayap kebenaran, yang tidak lagi hidup dipengaruhi gravitasi dunia. Baik kegagalan maupun kesuksesan tidak membuat iman mereka berubah setia. Bagi mereka, hidup adalah Kristus sedangkan kesuksesan adalah tambahannya. Merekalah anak lembu yang berjingkrak. Anak lembu yang setiap bagiannya tidak ada yang sia-sia, yang dari ujung kepala hingga ujung kakinya bahkan kotorannya memberikan manfaat besar. Hidup mereka dipersembahkan dan mereka melayani dengan sukacita (berjingkrak). Kristus adalah Sumber sukacita mereka BUKAN beban yang menghalangi kesenangan mereka. 

Hari Tuhan akan semakin membawa pembedaan dan pemisahan antara yang dikenan dengan yang tidak dikenan. Dan perkenanan itu dimulai dari takut akan Tuhan.

Hari Tuhan - Maleakhi 4 Vol. 1

"Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka." - Maleakhi 4:1

"Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan." - Mazmur 1:5-6

"Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu." - 1 Korintus 3:12-13

Hari Tuhan pasti datang, bahkan saat-saat inilah hari itu telah datang dan terus menuju puncaknya. Pada saat itu akan banyak yang tidak tahan menghadapinya, semua kefasikan dalam bentuk apapun akan terbakar seperti jerami. Jadi untuk dapat bertahan dan menang pada Hari Tuhan janganlah menjadi orang fasik. Ketika kita melihat sesuatu hal dan mulai menilai dengan pengertian sendiri, kita sudah hampir satu langkah menuju fasik. Namun ketika penilaian tersebut kita ucapkan dengan cemoohan dari pengertian sendiri, maka kita telah menjadi fasik. Tengoklah mereka yang tidak mengerti tentang Roh Kudus dan berbagai karunia roh, juga tidak mau mengerti, tapi suka menilai, menghakimi dan mencemooh bahkan tidak ragu untuk memberi cap "sesat" kepada sesuatu yang belum tentu sesat. Itulah fasik.

Fasik juga berarti bagi mereka yang mengetahui Firman, mengerti Firman, bahkan gemar mendengar Firman dan kotbah, namun tidak bersedia melakukan seperti yang Tuhan kehendaki atau lambat melakukannya. Seperti kata pepatah late obedience is disobedience, ketaatan yang dilakukan terlambat sama dengan ketidaktaatan. Kesalahannya akan lebih berat lagi jika setelah ketahuan bersalah namun mencari alasan atas kesalahan tersebut, alih-alih mengakui kesalahan dan bertobat. Namun kita tahu berapa banyak kita juga berbuat demikian, akankah kita bertahan pada Hari Tuhan?

Orang fasik seperti jerami yang kosong tak berisi. Orang benar seperti bulir gandum yang padat berisi. Dari kekosongan semacam itu, tidak mungkin ada sifat memberi, melainkan menuntut ini dan itu dan tidak pernah merasa cukup. Fokus orang fasik adalah dirinya sendiri dan alasan (excuse) mereka adalah egonya. Sedangkan fokus orang benar adalah Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya dan alasan mereka adalah kehendak Bapa yang sempurna. Orang fasik dan orang benar sesungguhnya memiliki sumber yang sama, namun fasik tidak mempercayai Sumber dari segala sumber, sedangkan orang percaya dengan bebas keluar masuk dari Sumber tersebut.

Mereka yang terus berusaha membangun kerajaannya sendiri bahkan di dalam Gereja akan terhilang seperti jerami sedangkan mereka yang membaktikan dirinya membangun Kerajaan Allah di mana pun dan kapan pun maka akan didapati setia. Kefasikan maupun kebenaran ada pada pekerjaan dan perbuatan masing-masing orang, ada yang terlihat jelas, ada yang amat halus terselubung, namun api Tuhanlah yang menyingkapkannya. Jika kita masih menemui orang fasik pada saat ini, itu bukan karena Hari Tuhan belum tiba, namun itu karena Hari Tuhan belum mencapai puncaknya. Sebab Ia akan menghabisi kefasikan hingga ke akar-akarnya. Tidak ada yang terselubung, semuanya akan begitu transparan pada waktunya.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.