Wednesday, August 10, 2011

Nubuatan Untuk Indonesia - Mattheus Van Der Steen, 2010

Nubuatan ini disampaikan oleh seorang misionari (penginjil) yang berasal dari negeri Kincir Angin, Belanda, bernama Mattheus Van Der Steen. Di awal kedatangannya ke Indonesia, Van Der Steen menyadari bahwa nenek moyangnya pernah melakukan perbuatan yang tidak baik yang menyebabkan banyak luka hati di bangsa Indonesia. Ya, siapa yang tidak tahu bahwa Indonesia pernah dijajah selama 350 tahun oleh para menir Belanda. Itulah sebabnya ketika pertama kali melayani keliling Jakarta, ia hanya meminta pengampunan atas semua yang telah dilakukan nenek moyangnya di masa lampau. Hal mana dibuktikan dengan banyaknya luka hati yang dibalut dan dilepaskan, terutama para orang tua yang pernah hidup di tiga zaman.

Matheus Van Der Steen yang sudah melayani keliling dunia memang merupakan tipe orang yang berani untuk membayar harga. “Tuhan memberikan saya pelayanan yang sangat besar, kami keliling dunia dan bekerja sama dengan Reinhard Bonnke, Che Ahn dan juga Heidy Baker. Sejauh ini saya sudah melayani di 75 negara dan memiliki kantor hampir di seluruh belahan dunia, dengan satu tujuan yaitu memenangkan jiwa bagi Yesus,” tutur Mattheus kepada Charisma Indonesia setelah menuntaskan pelayanan bertajuk Ring of Fire di Jakarta baru-baru ini. Dalam melakukan pelayanannya, ia banyak bekerja sama dengan lintas denominasi. Itulah sebabnya sampai detik ini Van Der Steen memiliki hubungan yang sangat erat dengan gereja Katholik, Baptis, Pantekosta dan banyak lagi denominasi lainnya.

Penulis buku “Dare to Dream Walk in Your Destiny” ini juga mengatakan bahwa yang menjadi prioritasnya saat ini adalah Indonesia. “Saat saya sedang keliling dunia, banyak orang yang membicarakan Indonesia. Yesaya 60 mengatakan bahwa kegelapan menutupi bumi, krisis ekonomi akan datang. Tapi di atas bangsamu terang Tuhan akan datang dan bahkan para raja-raja akan datang,” tegas Van Der Steen yang juga memiliki dua saudara angkat berasal dari Indonesia ini. Ia juga dikenal sebagai seorang yang memiliki kasih yang sangat besar bagi kaum Ismael. “Satu-satunya cara untuk menjangkau mereka adalah dengan kasih,” tegasnya.

Menyoal apa yang akan terjadi di Indonesia, Matheus Van Der Steen melihat bahwa akan terjadi kebangkitan dan transformasi pemuda. Yang menjadi masalahnya adalah ketika beberapa pembicara dari Amerika, Kanada, Australia dan juga dari Eropa kerap mengatakan bahwa mereka datang membawa kebangkitan rohani serta transformasi. Menurutnya itu merupakan kebobodohan dan kebohongan. Kenapa? Jawabannya adalah karena Tuhan hanya akan membawa kebangkitan rohani dan transformasi melalui orang-orang Indonesia sendiri.

“Saya mendapat penglihatan melihat orang-orang Indonesia seperti orang yang sedang mengandung kebangkitan rohani, persis seperti seorang wanita yang sedang hamil besar. Orang-orang yang berasal dari luar Indonesia seperti saya, Benny Hinn dan hamba-hamba Tuhan lainnya akan berfungsi seperti seorang perawat atau suster yang hanya bisa mengatakan terus dorong, bayinya akan datang, ayo terus!!! Kami mendorong kamu untuk terus berusaha. Tapi kami tidak bisa mengatakan bahwa kami akan melahirkan bayi-bayi tersebut. Hanya orang-orang Indonesia yang bisa melahirkan bayi-bayi itu. Artinya bahwa hanya orang Indonesia yang bisa menjangkau orang Indonesia juga. Dan yang paling penting adalah Indonesia akan menjadi sebuah bangsa terbesar di dunia yang penuh dengan misionaris.”

“Pegang kata-kata saya, antara sekarang (2010) sampai dua tahun ke depan saya menubuatkan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa misionaris terbesar di seluruh dunia. Gereja di seluruh dunia tentunya perlu bangkit dan menyambut ini, karena banyak gereja di seluruh dunia sedang dilanda krisis identitas.”

Semua orang saat ini tahu bahwa krisis yang melanda Amerika, berdampak juga buat Indonesia. Namun ketika kita mulai menghadapinya bersama dengan kerajaan Bapa, maka gereja akan memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan termasuk semua jenis karunia Roh kudus yang akan membuat gereja bangkit dan bersinar.

“Gereja-gereja di Indonesia terlihat sudah siap untuk membangkitkan para generasi mudanya. Dan ada keunikan tersendiri dalam diri setiap kita yang akan menarik banyak orang datang pada Tuhan Yesus. Karena ketika kita mendatangi mereka dengan kasih, kita akan bisa menjangkau mereka, sekalipun krisis melilit bangsa ini.”

Dalam bukunya Mattheus Van Der Steen juga mengatakan bagaimana banyak orang bisa berjalan dalam mimpi-mimpinya. Dalam Alkitab jelas ada ayat yang mengatakan bahwa bersama Tuhan semuanya mungkin. Tidak dikatakan bahwa bersama dengan Tuhan beberapa hal mungkin atau banyak hal yang mungkin saja bisa terjadi, tetapi semuanya bisa terjadi.

“Saya percaya bahwa di menit kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita, dari surga turun api Roh Kudus yang masuk dalam diri kita yang bertuliskan nama dan DNA kita sendiri. Menurut saya para hamba Tuhan yang sudah berumur lanjut perlu berjalan bersama dengan yang muda, dan menggunakan identitas masing-masing. Karena Roh kudus yang tinggal dalam Reinhard Bonnke juga tinggal dalam diri orang-orang Indonesia. Dalam Mazmur 1 berkata kalau kamu tinggal dalam firman-Ku kamu akan tumbuh seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, apapun yang kamu lakukan akan berhasil.”

Sementara itu, Mattheus juga mengelola sebuah yayasan bernama TRIN (Touch, Reach and Impact the Nations) yang didirikan di Belanda. Yayasan ini hanya mau menjangkau jiwa dengan bekerjasama dengan berbagai gereja. Ini bukan gereja melainkan seperti sebuah perkumpulan anak-anak muda-mudi yang dalam dua tahun belakangan berkembang sangat pesat. Dimulai dari hanya 8-9 orang sekarang ada sekitar 8-9 ribu orang yang datang dan berkumpul. Mattheus sendiri tidak memakai pola kepemimpinan top-down (atas ke bawah). Dia percaya bahwa semua kita adalah rekanan dalam pekerjaan Tuhan. Dan tidak ada seorangpun yang meminta izin darinya untuk melakukan pekerjaan Tuhan.

“Kalau ada orang yang datang pada saya dan ia memiliki mimpi untuk memiliki sebuah panti asuhan atau sebuah gereja, mereka tidak butuh izin dari saya, malah saya akan membantu mereka. Kenapa? Karena saya tidak takut kalau suatu saat mereka akan menjadi besar dan lebih terkenal dari saya. Tujuan saya adalah bagaimana melepaskan dan mengutus banyak orang.”

No comments:

Post a Comment