Friday, February 3, 2012

Kebangkitan: Allah Datang Untuk Bersemayam Di Bait-Nya

Sebuah kebangkitan yang dahsyat sedang menerjang kita bagai air bah. Hal ini akan tak terhentikan dan tak terpadamkan, membawa ketakutan bagi yang congkak fasik dan damai sejahtera bagi yang rendah hati. Menggucang semua yang terguncangkan, meruntuhkan dan menumbangkan. Di saat yang sama, akan memunculkan jenis-jenis pelayanan yang tak terduga, dan akan membawa api bagi yang lain.

Saya melihat gelombang demi gelombang akan takut akan Tuhan menghantam bumi yang kepanikan, hanya untuk memburu orang-orang untuk kembali ke pelukan Allah. "Lari, lari, lari," seru-Nya. "Larilah kepada-Ku dan temukan keamanan dari ketakutanmu. Aku datag untuk engkau."

Orang-orang yang tidak percaya akan tersentak ketika mereka tiba-tiba menyadari kehadirat-Nya. Anak-anak kecil akan berkata kepada para ayah mereka, "Kukatakan padamu bahwa Tuhan itu ada."

Saya melihat banjir air mata pertobatan ketika mereka menemukan apa yang telah lama mereka rindukan. Sebuah kesadaran yang dahsyat akan Neraka akan melanda dan membuat mereka begitu menginginkan Allah dan dipenuhi rasa syukur atas Anak-Nya.

Secara tiba-tiba, orang-orang tua Kristen akan menjadi yang paling dibutuhkan. Membawa rahasia-rahasia hati-Nya sementara yang lainnya terus melekat pada mereka untuk berharap.

Pengedar-pengedar dan penjual narkoba akan berlari ke gereja-gereja membawa gumpalan-gumpalan uang tunia mereka dan melemparnya ke bawah kaki orang-orang Kristen dalam usaha mereka untuk mencari damai sejahtera karena kesadaran mereka akan Allah yang tiba-tiba. Para jutawan dan miliarder akan mengalihkan tanah-tanah dan rumah-rumah mereka kepada orang-orang miskin.

Saya melihat gelombang-gelombang yang besar atas sebuah kebangkitan yang menakjubkan sampai meliputi ruma-rumah dan bisnis-bisnis, memenuhi orang-orang yang belum diselamatkan dengan kengerian yang tiba-tiba atas masa depan mereka. Allah akan menginterupsi kehidupan mereka kenyataan akan Sorga dan membuat mereka berlari kepada Dia.

Saya melihat roh kemanusiawian yang palsu yang penuh muslihat disingkarkan untuk sementara, ketika gelombang-gelombang kemuliaan memenuhi bumi dan memaksa para arogan untuk hancur dan luluh dalam badai kuasa Tuhan.

Kuasa Kebangkitan

Dalam generasi kita ini, kita telah melihat kebangkitan rohani (revival), namun kita belum melihat kuasa kebangkitan-Nya (awakening). Kita akan segera menyaksikannya dan tidak satupun dari pada kita akan sama lagi.

Ketika Salomo membangun bait di Yerusalem, ia melakukannya karena ia percaya Allah akan datang memenuhi Bait-Nya (2 Tawarikh 7:1-2). Ia memdirikan sedemikian rinci dan selayak mungkin bagi Allah. Bukan karena ia ingin mencoba dan menarik Allah ke dalamnya, tidak, ia membuatnya begitu mulia karena ia percaya tanpa sedikitpun keraguan bahwa Allah akan segera memenuhi Bait-Nya.

Salomo sangat ingin menyenangkan Allah dan membuat-Nya bahagia. Ia berharap Allah datang dan kita harus berbuat yang demikian juga. Kita harus menyediakan sebuah ruangan bagi-Nya di hati kita yang penuh dengan cinta kepada-Nya dan layak bagi-Nya.

ketika Daud membawa kembali Tabut Allah dari Kiryat Yearim, ia melakukannya karena ia ingin membawa kembali kemuliaah Allah ke tengah-tengah umat-Nya. (1 Tawarikh 13:3). Kita membutuhkan hamba-hamba yang berdedikasi untuk membawa SEMUA kemuliaan Allah.

Kita telah melihat cukup banyak kemuliaan Pentakosta yang memulihkan Gereja, namun kita belum melihat pada level yang dialami Gereja pada masa mula-mula. Saya percaya Tuhan memanggil hati kita sekarang untuk mendedikasikan - apapun resikonya - untuk membawa kembali SEMUA kemuliaan Allah ke dalam Bait-Nya, yang adalah umat-Nya, yang adalah Mempelai-Nya, ANDA!

Ada begitu banyak yang dibutuhkan. Ada begitu banyak yang diinginkan. Ada begitu banyak untuk diharapkan daripada yang sudah kita alami. Ya, walau kita telah sejauh ini, namun di depan masih begitu banyak lagi. Masih banyak lagi - mujizat-mujizat dan kemuliaan yang tidak dapat kita bayangkan maupun kita pahami.

Victoria Boyson
Speaking Life Ministries

No comments:

Post a Comment