Labels

Tuesday, September 30, 2014

Ayin Hey 5775 - Vol. 3: Kenangan Di Rumah Penderitaan

Kita telah belajar sedikit mengenai anugerah dan sikap hati secara individu melalui sebagian kisah hidup Abraham dan Sarah melalui tulisan Ayin Hey 5775 - Vol. 1: Sang Pengemban Takdir. Dan ketika sedang mendengar live streaming kotbah Ibu Panglima Iin Mikhael Tjipto di Sion (Cirebon) tanggal 16 September 2014 lalu, Tuhan mengajak saya ke sisi lainnya untuk belajar mengenai anugerah dan sikap hati secara korporat melalui kenangan-Nya di Betania. Nama Betania (Bethany) berarti Rumah Penderitaan dan sungguh bukan kebetulan jika berdasarkan pemetaan 12 Gerbang Yerusalem hampir separuh dari wilayah Indonesia berada di bagian Bethany Gate, yakni meliputi Sumatera, Jawa, sebagian kecil Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara. Sedangkan sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua berada di bagian Golden Gate atau Gerbang Timur.


Ketika dalam kotbahnya, Ibu Panglima bicara bahwa yang menjadi penghalang antara kita dengan puncak destiny bukan saja kutuk ataupun kelemahan-kelemahan kita, namun juga sikap hati kita pada hal-hal yang kelihatan sepele maupun rutin. Sikap saat kita harus melakukan berbagai tindakan profetik, atau sikap ketika kita sedang mengenakan maupun menanggalkan jubah setelah kita memakainya, atau sikap ketika sedang melakukan tarian maupun nyanyian penyembahan, yakni berbagai sikap hati yang memang tidak kasat mata, dan hanya dapat dibaca dengan mata hati. Ketika itulah Roh Kudus-Nya mengingatkan saya akan seluruh rangkaian kejadian yang tertulis pada Kitab Injil Yohanes pasal 11.

Injil Yohanes pasal 11 merupakan gambaran "drama" yang hampir ada di setiap organisasi gereja ataupun persekutuan kaum beriman di manapun dan kapanpun. Sebuah gambaran yang lintas zaman serta lintas waktu di hampir semua komunitas kaum beriman. Dan sekarang, mari kita simak sehelai demi sehelai lembaran pewahyuan-Nya bagi kita berkaitan dengan Ayin Hey 5775 ini:

"Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: 'Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.' Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: 'Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.' Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: 'Mari kita kembali lagi ke Yudea.'
  • Tuhan mengawali kisah ini dengan sudut pandang satu orang, yakni Maria, yang dijelaskan cukup rinci dengan menyebut "kampung Maria" dan menceritakan apa yang telah diperbuatnya kepada Tuhan Yesus, yakni mengurapi-Nya untuk persiapan kematian dan penguburan-Nya. Mengapa Tuhan memakai Maria sebagai "patokan" kisah kebangkitan Lazarus dari kematian? Tentu itu bukan sebuah kebetulan. Adakah Tuhan pun mengingat kita sedemikian rupa seperti Dia mengingat Maria ini? Atau kita hanya "peran pendukung" seperti Marta, atau mereka yang diceritakan tapi tak sekalipun nama mereka disebut, seperti orang-orang Yahudi dan orang-orang Farisi yang malah hanya jadi "figuran".
  • Lalu bagaimana jika yang dialami Lazarus, harus kita alami juga? Ketika kondisi ekonomi kita, kondisi rumah tangga / keluarga kita, kondisi kesehatan kita, kondisi gereja / pelayanan kita sudah hampir mencapai titik nadir dan hampir mati, bahkan lebih parah lagi, yakni Tuhan membiarkan kondisi-kondisi tersebut benar-benar mati bahkan sudah mulai membusuk seperti jasad Lazarus dalam kisah ini. Padahal jarak antara Yesus dan Lazarus saat itu hanya 3 kilometer jauhnya, namun Ia sengaja mengulur dua hari lagi. Masihkah kita tetap setia dan percaya kepada-Nya dan tetap berkata kepada-Nya, "Ini aku, Tuhan" alias Hineny? Bukankah Abraham pun telah mati pucuk dan Sarah telah mati haid saat Tuhan memperbaharui penjanjian-Nya dengan menambahkan unsur Hey kepada nama mereka? Maka Hey yang merupakan Kabod (kemuliaan) Tuhan itu hanya pantas diberikan ketika inti kemanusiaan kita telah tidak berdaya sama sekali, alias mati.
"Murid-murid itu berkata kepada-Nya: 'Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?' Jawab Yesus: 'Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.' Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: 'Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.' Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: 'Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.' Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: 'Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.' Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: 'Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.' Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.
  • Murid-murid hanya bisa memandang Yesus sebagai seorang Rabi, dan bukan sebagai Tuhan yang berdaulat atas segala sesuatu. Dan ketika pikiran mereka hanya terbatas pada ancaman yang ada, namun Tuhan segera mengubah pikiran mereka dengan mengajak mereka untuk melihat bahkan menjadi terang dunia sekalipun nyawa menjadi taruhan. Bukankah kemuliaan tampil maksimal ketika keadaan di sekitar terlihat gelap? (Yesaya 60:1-2). Sama seperti kemuliaan-Nya menjadi nyata lewat kematian dan kebangkitan Lazarus ini.
  • Ketika Yesus menyebut bahwa Lazarus hanya tertidur, padahal kenyataannya Lazarus telah mati dan bahkan jasadnya sudah mulai membusuk, Yesus telah berbohong? Bagaimana jika saat ini ketika kondisi keuangan kita sungguh kacau, namun Tuhan justru berkata bahwa kita akan mengalami terobosan finansial, namun ternyata situasinya makin bertambah parah? Apakah Tuhan sedang bergurau atau kitalah yang tidak mengerti bahasa-Nya? (Yohanes 8:43).
  • Tomas sesungguhnya adalah pribadi yang antusias dan mampu menyemangati kawan-kawannya walaupun situasi saat itu terasa sangat tidak masuk akal bagi para murid-Nya. Dapatkah dibayangkan betapa terpuruknya hati dan jiwa para murid ketika mereka mendapati Tuhan mereka mati di kayu salib dengan cara yang begitu mengenaskan? Bahkan Tomas yang sedemikian positif dan periang hampir saja terhilang selamanya, jika ia tidak melihat bahkan mencucukkan jarinya ke bekas paku maupun lambung Tuhan Yesus setelah kebangkitan-Nya.
"Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus: 'Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.' Kata Yesus kepada Marta: 'Saudaramu akan bangkit.' Kata Marta kepada-Nya: 'Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.' Jawab Yesus: 'Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?' Jawab Marta: 'Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.' 
  • Ternyata Marta menyambut kedatangan Yesus dengan amat antusias, namun ia menyambut-Nya karena ingin melakukan protes atas "keterlambatan" yang dilakukan Yesus. Marta seakan ingin bicara, "Tuhan, dua hari lalu kami sudah mengabari kondisi Lazarus, tapi kenapa Engkau datang terlambat? Sekarang saudaraku sudah mati, padahal seandainya Engkau tidak terlambat, ia pasti tidak mati."
  • Dan lebih aneh lagi bahwa Marta menambahkan kalimat yang sebenarnya tidak perlu ia ucapkan, sebab itu adalah kalimat sindirannya kepada Yesus, walau ia tahu bahwa Elohim memberi kuasa dan otoritas besar kepada Yesus. Dan karena sindirannya itulah, Yesus hanya menjawab singkat dan sekenanya saja bahwa Lazarus akan bangkit. Ini adalah pelajaran tentang sikap hati. Bahwa banyak anak-Nya yang percaya akan kuasa Tuhan, namun seringkali buruk dalam bersikap, yang sesungguhnya bisa menyinggung mood dan perasaan Tuhan.
  • Anehnya lagi, sekalipun Marta disebut sebagai salah satu sahabat-Nya, namun ia masih belum mengerti maksud Tuhan. Ia menyimpulkan sendiri bahwa Lazarus akan bangkit di Akhir Zaman, padahal Tuhan bermaksud membangkitkannya saat itu juga. Berapa kali kita sering bersikap serupa? Memotong perkataan Tuhan dan dengan tergesa menyimpulkan sendiri perkataan Tuhan TANPA mau mengambil waktu untuk merenungkan dan mendiskusikan segala sesuatunya dengan Roh Kudus. Sekalipun Marta mengaku percaya, namun sesungguhnya hatinya ragu dengan maksud Tuhan tersebut.
"Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: 'Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau.' Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: 'Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.' Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: 'Di manakah dia kamu baringkan?' Jawab mereka: 'Tuhan, marilah dan lihatlah!' Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi: 'Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!' Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: 'Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?' Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus: 'Angkat batu itu!' Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: 'Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.' Jawab Yesus: 'Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?'
  • Ternyata Marta masih tidak puas dengan respon Tuhan Yesus, dan ia mengubah strateginya. Ia membohongi Maria dengan berkata bahwa Tuhan Yesus memanggilnya, padahal Ia sama sekali tidak memanggil Maria. Berapa banyak di antara kita yang sikapnya sering seperti ini? Ketika kita mengharapkan masalah kita segera dijawab Tuhan dan kita tidak mendapati respon Tuhan yang sesuai harapan, lalu kita mencari anak-anak Tuhan yang lain, maupun hamba-hamba-Nya untuk memaksa Tuhan menjawab masalah kita. Sikap dan mentalitas yang demikian sebaiknya tidak boleh ada lagi di Ayin Hey 5775 ini. Belajar meraba hati Bapa, kenali perasaan-Nya dan sadarilah bahwa Tuhan adalah Pribadi yang memiliki mood dan selera.
  • Sesungguhnya apa yang diucapkan Maria sama persis dengan kalimat pertama yang diucapkan Marta, namun perhatikan sikapnya. Maria bertanya dengan didahului tersungkur di depan kaki Tuhan. Bukankah Abram pun sujud menyembah Tuhan dan sesaat kemudian Hey diberikan sehingga Abram berubah menjadi Abraham? Demikian juga ketika Maria tersungkur, dengan disertai erangan masygul Tuhan, Hey segera diberikan kepada Lazarus dan ia segera bangkit dari kematiannya. Adakah kita telah mengerti apa "kunci" yang sedang diberikan-Nya kepada kita supaya Hey-Nya diberikan juga kepada kita atas berbagai aspek kehidupan kita yang telah sekarat dan mati untuk kembali dihidupkan dan dibalikkan keadaannya?
  • Apa yang dipikirkan dan diprotes Marta, ternyata juga dicibir oleh banyak orang Yahudi yang hadir saat itu. Mereka heran dengan alasan Yesus yang sengaja terlambat dan menyindir keterlambatan-Nya itu dengan menyangka bahwa Tuhan tidak sanggup bertindak. Namun di sisi lain, Maria sama sekali percaya kepada Tuhan sekalipun tidak mengerti alasan Tuhan untuk sengaja terlambat datang. Bukankah pemandangan seperti ini sering terjadi di dalam gereja dan berbagai komunitas kaum beriman? Yang manakah kita? Marta? Maria? atau orang-orang Yahudi?
  • Dan terbukti bahwa Marta tidak bisa percaya kepada Tuhan seperti Maria percaya, sebab ketika Tuhan menyuruh untuk membuka batu kubur tersebut, Marta langsung berargumen (lagi). Sungguh sikap seperti ini malah sering menghambat rencana Tuhan dalam setiap hidup anak-anak-Nya. 
"Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: 'Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.' Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: 'Lazarus, marilah ke luar!' Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya." - Yohanes 11:1-45
  • Di bagian akhir dari adegan ini, sekali lagi nama yang disebut hanyalah nama Maria, dan BUKAN nama Marta. Adakah kita belajar sesuatu dari Maria dan sikapnya kali ini? Sudahkah kita pahami apa yang sesungguhnya anugerah sejati itu? Dan adakah kita menyadari betapa banyaknya kecerobohan sikap kita di hadapan-Nya? Inilah Ayin Hey 5775, Tahun Yang Melampaui Segala Akal.
Satu Peristiwa, Empat Sudut Pandang

"Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu." - Yohanes 12:1-3

Setelah kejadian bangkitnya Lazarus, pada pasal berikutnya menceritakan sebuah adegan yang lain, yakni ketika Yesus diurapi. Cerita yang serupa telah diceritakan pada Injil Matius pasal 26 dan Injil Markus pasal 14, juga di Injil Lukas pasal 7. Banyak ahli mengatakan bahwa sesungguhnya Yesus diurapi oleh dua perempuan yang berbeda, bahkan ada pula yang menyebutnya tiga kali, sebab di Injil Matius dan Injil Markus disebut bahwa kepala Yesus yang diurapi, sedangkan pada Injil Lukas dan Injil Yohanes disebut bahwa kaki Yesus yang diurapi.

Ketika saya mencoba mencari tahu siapakah perempuan yang mengurapi kepala Yesus di Injil Matius dan Injil Markus dan siapakah pula perempuan yang dimaksud di Injil Lukas pasal 7, tiba-tiba Roh Kudus berbicara demikian, "Mengapa kamu memakai cara berpikir yang sama dengan mereka? Mengapa memakai hikmat manusia untuk mencari rahasia kebenaran Tuhan. Kalau yang kamu tanyakan dan cari siapa perempuan tersebut, maka kamu tidak akan pernah menangkap maksud Tuhan. Bagaimana jika ternyata empat cerita dalam empat Injil itu sesungguhnya adalah satu peristiwa yang sama, namun Aku buat mereka sengaja menulis dengan berbeda? Bagaimana jika ternyata sesungguhnya Maria mengurapi kepala dan juga sekaligus kaki-Nya?"


Saat itu juga saya bertobat dan segera membuang hikmat manusiawi yang saya gunakan dan mulai merenungkan maksud Tuhan yang sesungguhnya sehingga Ia sengaja membedakan versi cerita yang satu dengan versi cerita yang lainnya. Dan berikut ini perbedaan di antaranya:

"Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan." - Matius 26:6-7

"Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus." - Markus 14:3

Baik Yohanes 12, maupun Matius 26 dan Markus 14 sebenarnya menceritakan peristiwa yang sama, sebab reaksi para murid Yesus, terutama Yudas Iskariot, tercatat serupa dari ketiga Injil tersebut, yakni menjadi gusar dan menganggap apa yang dilakukan Maria adalah sebuah pemborosan. Namun ketika disebut bahwa minyak itu dituang ke atas kepala Yesus, maka yang disebut hanyalah "seorang perempuan," sedangkan ketika namanya disebut, yakni Maria, maka disebut bahwa minyak itu dituang ke kaki Yesus. Pahamkah Anda akan perbedaan ini?

Ibrani 7:7 menyebutkan, "Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi." Jadi pada saat itu sesungguhnya Tuhan mengizinkan Maria mengambil posisi lebih tinggi daripada diri-Nya dengan menyentuh atau mengurapi kepala-Nya. Namun kemuliaan ini terlalu besar untuk ditanggung oleh seorang manusia, itu sebabnya nama Maria tidak disebut. Maka sadarilah bahwa apapun yang kita lakukan untuk memberkati Tuhan dan segala kehendak-Nya, tidak patut bagi kita untuk mengharapkan nama kita diingat atau bahkan sekedar ucapan terima kasih. Ini sikap yang kelihatan sepele, namun jarang dimiliki oleh kita sebagai Gereja dan Pasukan Tuhan yang selalu menganggap diri kita sebagai hamba-hamba-Nya.

Justru sebaliknya, sering kali terjadi dari mereka yang merasa sebagai hamba Tuhan, merasa telah berjasa bagi Kerajaan-Nya, merasa lebih baik daripada banyak orang, dengan alasan statusnya tersebut malah menuntut banyak orang untuk menghormati dan memprioritaskan diri mereka dalam berbagai kesempatan. Termasuk bisa menjadi tersinggung ketika orang lain tidak lebih dahulu memberi hormat atau sekedar menyapa. Hey! Ini sudah Ayin Hey 5775, dibutuhkan lebih dari sekedar tahu diri dan sikap miskin di hadapan Tuhan untuk menempuh sepanjang tahun yang amat luar biasa ini.

"Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu." - Lukas 7:37-38

Besar kemungkinan bahwa peristiwa yang dicatat dalam Injil Lukas 7 ini adalah peristiwa yang sama yang dimaksud ketiga Injil lainnya. Sebab nama pemilik rumah tempat kejadian perkara adalah sama-sama Simon. Jadi sesungguhnya perempuan yang terkenal sebagai pendosa sesungguhnya adalah Maria yang sama. Sebab tidak mungkin perempuan ini bisa mengekspresikan kasihnya kepada Yesus sedemikian rupa, jika ia tidak mengenal dengan begitu dalam akan Yesus.

Namanya tidak disebut, namun ia dicatat hanya meminyaki bagian kaki, sebab ia disebut sebagai "seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa". Apakah sesungguhnya perempuan ini lebih berdosa daripada orang kebanyakan, sehingga Tuhan menganggap bahwa perempuan inilah "yang berhutang lima ratus dinar? Tentu tidak! 

Tahukah Anda, apa yang sesungguhnya ada di benak dan hati perempuan ini sehingga ia nekad mendatangi rumah orang lain yang saat itu rumah tersebut terdapat banyak laki-laki sehingga ia menjadi satu-satunya perempuan yang hadir di sana? Jawabannya tak lain adalah karena ia menyadari betapa buruk masa lalunya, namun sekaligus ia mendapati pemulihan dirinya lewat Kristus Yesus, sehingga yang ada padanya hari itu adalah kasih yang begitu kuat kepada Tuhan dan diekspresikan dengan sedemikian luar biasa.

Inilah Hineny yang sesungguhnya, yakni sikap mengabdi dan melayani Tuhan tanpa syarat, sikap yang lahir karena cinta kepada Sang Tuan. Inilah yang Tuhan cari dari Gereja dan Mempelai-Nya di Ayin Hey 5775. 

"Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus." - Yohanes 12:9-11

Ketika hidup kita dipakai dan dipromosikan Tuhan sedemikian rupa, janganlah heran jika saudara-saudara terdekat kita menjadi iri sehingga membenci bahkan hendak membunuh kita. Ini sudah ada sejak Kain membunuh Habel, bahkan sejak Ular Tua cemburu terhadap Adam yang pertama. Namun biarkanlah Tuhan yang memutuskan dan menghakimi dalam keadilan-Nya, itu bukan bagian kita untuk merespon, sebab kita sesungguhnya hanyalah hamba-hamba yang tidak berguna, yang melakukan menurut perintah-Nya.


Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup.

Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.

Wednesday, September 24, 2014

Ayin Hey 5775 - Vol. 2: Satu Masa, Dua Masa, Dan Setengah Masa

"Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman. Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya." - Daniel 12:9-10

Dan kini meterai itu mulai terbuka dan yang disembunyikan telah disingkapkan!

Ajaibnya Tahun Sabat, Misteriusnya Shemitah dan Dahsyatnya Tahun Yobel

Ketika seorang rabbi Mesianik bernama Rabbi Jonathan Cahn menyampaikan pewahyuan Tuhan mengenai The Mystery of The Shemitah di acara Sid Roth's - It's Supernatural pada tanggal 1 September 2014 lalu, maka bagi saya pribadi lengkaplah sudah keping "puzzle" yang selama ini menjadi misteri akan apa yang Tuhan sebut sebagai Tahun Yang Melampaui Segala Akal di 2015 nanti. Video wawancara Sid Roth dengan Rabbi Jonathan Cahn dapat dinikmati di link ini.


Mengenai Tahun Sabat sendiri, hukum tersebut tertulis demikian:

"Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN. Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi. Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan buah anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi, janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanah itu. Hasil tanah selama sabat itu haruslah menjadi makanan bagimu, yakni bagimu sendiri, bagi budakmu laki-laki, bagi budakmu perempuan, bagi orang upahan dan bagi orang asing di antaramu, yang semuanya tinggal padamu. Juga bagi ternakmu, dan bagi binatang liar yang ada di tanahmu, segala hasil tanah itu menjadi makanannya." - Imamat 25:2-7

Sabat adalah suatu bentuk penyembahan bagi Tuhan. Jika kita sampaikan hukum tersebut kepada ahli agraria (pertanian) maka mereka pun akan setuju dengan hukum tersebut, sebab tanah memiliki "waktu pakai" dan secara berkala harus mengalami "turun mesin" untuk memulihkan potensi tanah tersebut. Namun jika saya "membuang" unsur Tuhan dalam aturan hukum ini dan saya tetap ingin memanfaatkan potensi tanah saya secara berkala tanpa mengeksploitasi lahan tersebut secara berlebihan, maka saya akan membagi lahan saya menjadi 7 bagian dan secara berkala setiap tahunnya saya akan "mengistirahatkan" satu bagian supaya kondisi usaha saya tetap terjaga baik, sambil saya tetap mengerjakan lahan saya tanpa jeda sama sekali.

Atau jika tetap ingin mengikuti aturan yang Tuhan tetapkan, namun saya masih memiliki keraguan akan janji pemeliharaan Tuhan, maka saya akan menyisihkan sepertiga bagian dari hasil panen saya selama 6 tahun pertama, sehingga cukup untuk menghidupi saya dan keluarga di tahun ke-7 dan tahun ke-8. Dan cara inipun ada resiko, yakni jika simpanan tersebut ternyata menjadi rusak dan tidak bisa dinikmati.

Namun Tuhan kita adalah setia dan sungguh teruji, sebab Ia memberikan solusi yang jauh lebih menakjubkan sehingga hanya bisa direspon dengan iman kita, "Apabila kamu bertanya: Apakah yang akan kami makan dalam tahun yang ketujuh itu, bukankah kami tidak boleh menabur dan tidak boleh mengumpulkan hasil tanah kami? Maka Aku akan memerintahkan berkat-Ku kepadamu dalam tahun yang keenam, supaya diberinya hasil untuk tiga tahun. Dalam tahun yang kedelapan kamu akan menabur, tetapi kamu akan makan dari hasil yang lama sampai kepada tahun yang kesembilan, sampai masuk hasilnya, kamu akan memakan yang lama." - Imamat 25:20-22

Inilah keindahan hukum Tuhan kita, bisakah kita bayangkan sekarang? Bahwa hanya dengan percaya melakukan ketetapan-Nya, secara otomatis setiap tahun ke-6 maka hasil panen akan menjadi tiga kali lipat dari lima tahun sebelum. Hasil tiga kali lipat ini untuk dinikmati dari tahun ke-6 hingga akhir tahun ke-8. Ketetapan seperti ini tidak bisa diupayakan oleh ahli agraria manapun di dunia kecuali oleh Tuhan sendiri. Maka kita sadari sekarang, betapa luar biasanya hukum Tahun Sabat ini.

Adapun yang disebut Tahun Shemitah, yakni merupakan tahun ke-49, atau Sabat ke-7 dalam sebuah periode Yobel (50 tahun). Tahun Yobel merupakan tahun yang amat luar biasa, jika Tahun Sabat secara reguler Tuhan mengirimkan hasil panen tiga kali lipat, apalagi di saat Tahun Shemitah dan Tahun Yobel. Ketika genap tujuh kali Tahun Sabat, maka hari berikutnya, yakni pada saat Hari Pendamaian (Yom Kippur) dimulailah Tahun Yobel tersebut sampai kepada Rosh Hashanah tahun berikutnya. Dan inilah ketetapan Tuhan mengenai Tahun Shemitah dan Tahun Yobel itu:

"Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun (Shemitah). Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian (Yom Kippur) kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu. Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya. Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya. ... Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram. Tanah itu akan memberi hasilnya, dan kamu akan makan sampai kenyang dan diam di sana dengan aman tenteram." - Imamat 25:8-19

Supaya kita ketahui juga bahwa yang disebut sebagai Tahun Rahmat Tuhan yang tertulis dalam Kitab Nabi Yesaya (61:2) dan Kitab Injil Lukas (4:19) adalah nama lain dari Tahun Yobel. Sebab dalam keduanya ada proses yang sama, yakni PEMBEBASAN. Pada tahun yang luar biasa ini, demikianlah ketetapan-Nya:

"Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka 'pohon tarbantin kebenaran', 'tanaman TUHAN' untuk memperlihatkan keagungan-Nya." -  Yesaya 61:1-3

Maka dengan demikian kita ketahui sekarang bahwa ketika pada Tahun Sabat Tuhan menjanjikan berkat sebanyak tiga kali lipat, maka di Tahun Yobel Tuhan menjanjikan PEMBALIKKAN KEADAAN! Abu dukacita diganti dengan perhiasan kepala, kain kabung diganti dengan minyak pesta, semangat yang pudar diganti menjadi puji-pujian dan seterusnya. Dan ketahuilah bahwa tahun Ayin Hey 5775 ini adalah Tahun Shemitah, sedangkan tahun Ayin Vav 5776 yang akan dimulai pada saat sunset tanggal 13 September 2015 adalah Tahun Yobel.

Namun sebaliknya, jika semua ketetapan Tuhan ini dilanggar, baik pada Tahun Sabat apalagi pada saat menjelang Tahun Shemitah dan Tahun Yobel, maka akibatnya pun sungguh dahsyat dan mengerikan. Seluruh akibatnya dapat diteliti pada Imamat pasal 26. Dan bangsa Israel pernah mengalami kejadian ini sehingga mereka dibuang ke Babel selama 70 tahun:

"Mereka yang masih tinggal dan yang luput dari pedang diangkutnya ke Babel dan mereka menjadi budaknya dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa. Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun." - 2 Tawarikh 36:20-21


Tahun Sabat dan Berbagai Krisis Ekonomi Dunia

Dalam video wawancara Sid Roth terhadap Rabbi Jonathan Cahn dijelaskan bahwa adanya koneksi yang kuat dan nyata antara siklus dan hukum roh Tahun Sabat dengan kebangkitan maupun kehancuran (ekonomi) sebuah bangsa, yakni Amerika Serikat dan juga Inggris Raya, yang memiliki kaitan erat dengan bangsa pilihan Israel.

Sebagai contoh, Tahun Sabat dan dua Tahun Sabat sebelumnya, yakni pada tahun 2008 dan tahun 2001, merupakan tahun kejatuhan ekonomi yang sangat telak bagi ekonomi Amerika Serikat dan dunia. Pada tanggal 29 September 2008 (29 Elul 5968) indeks saham Dow Jones anjlok sebesar 777,68 poin karena kasus Subprime Mortgage, sedangkan pada tanggal 11 September 2001 (23 Elul 5761) indeks saham yang sama anjlok sebesar 1.370 poin sebagai dampak yang amat dramatis dari serangan teroris terhadap Menara World Trade Center (drastis) di New York. Bahkan di tahun sebelumnya, indeks saham Nasdaq mengalami goncangan hebat dari pecahnya gelembung bisnis dotcom yang hanya berumur 3 tahun. Hanya dalam 1,5 tahun Nasdaq mengalami kerugian lebih dari 70% dari nilai kapital yang dicapai pada puncaknya pada 10 Maret 2000 (5.048 poin) menjadi hanya 1.129 poin pada 8 Oktober 2002.

Sesungguhnya, bukan hanya di tahun 2001 dan tahun 2008 saja. Jika kita hitung mundur setiap 7 tahun dan teliti semua krisis maupun kebangkitan ekonomi yang menimpa Amerika Serikat, yakni 1994 (hancurnya pasar surat obligasi Amerika Serikat sebesar lebih dari satu triliun dolar), 1987 (indeks Dow Jones terjun bebas sebesar lebih dari 22% dalam satu hari), 1980, 1973 dan seterusnya maka kita akan mendapat korelasi dengan Tahun Sabat begitu nyata,

Namun dalam sekian banyak Tahun Sabat yang lampau dari rangkaian masa yang ada, ada enam Tahun Sabat yang paling signifikan untuk kita perhatikan, yakni tahun 1917, 1945, 1973, 2001, 2008 dan 2015. Berikut ini poin utamanya:

1917 - Menjelang akhir Perang Dunia I, kuasa dari empat penguasa dunia yang sebelumnya runtuh, yakni Jerman, Rusia, kerajaan Austro - Hungaria serta Ottoman Turki yang saat itu telah menguasai kota Yerusalem selama 400 tahun. Di tahun ini pula kekuasaan penguasa dunia mulai beralih kepada Inggris Raya dan Amerika Serikat. Melalui Deklarasi Balfour, Inggris mengambil alih Israel dan Palestina dari Ottoman Turki.

1945 - Akhir dari Perang Dunia II, Amerika Serikat makin mengukuhkan kedudukannya sebagai penguasa dunia setelah Tentara Sekutu berhasil mengalahkan kekuasaan Nazi Jerman, Jepang dan Italia. Pada tahun ini juga rencana pembangunan Menara WTC mulai digulirkan.

1973 - Amerika Serikat harus menelan kekalahan yang amat dramatis setelah 18 tahun berperang dengan Vietnam. Tidak bisa dibayangkan sebelumnya bahwa Amerika Serikat yang begitu perkasa menang dalam Perang Dunia II mengalami kekalahan konyol dari sebuah negara sekelas Vietnam. Namun hal ini bukan tanpa sebab. Tanggal 22 Januari 1973 pemerintah Amerika Serikat melegalkan aborsi dan diterima serta didukung hampir semua pihak secara nasional. Pada tahun yang sama, Menara WTC diresmikan setelah proses pembangunannya selama 7 tahun sejak 1966.

2001 -  Menara WTC runtuh karena serangan teroris. Kata "menara" dalam bahasa Ibrani adalah migdal, yang berasal dari kata dasar "gadal" yang artinya kebesaran atau keagungan (greatness). Jadi pendirian maupun keruntuhan dari sebuah menara memang memiliki korelasi yang kuat dengan kebangkitan maupun keruntuhan dari keagungan sebuah bangsa. Dan memang sejak tahun ini, Amerika Serikat mulai menapaki jalan menuju kehancurannya.

2008 - Keruntuhan Amerika Serikat semakin nyata melalui krisis ekonomi yang diawali dengan macetnya kredit perumahan (Subprime Mortgage). Pemberian kredit yang gila-gilaan dan luar biasa masif tanpa mempertimbangkan semua resiko yang ada menjadikan hutang dan defisit neraca keuangan Amerika Serikat membengkak jauh lebih besar lagi. Dan hingga kini hutang dan defisit tersebut tidak kunjung surut, malahan sebaliknya makin membesar dan menjadi sebuah bom waktu yang amat mengerikan, bukan saja untuk Amerika sendiri, melainkan juga untuk ekonomi dunia.


Satu Masa, Dua Masa Dan Setengah Masa

Lalu bagaimana dengan tahun 2015 ini? Dan mengapa Amerika Serikat justru mengalami berbagai bencana ekonomi di tiap Tahun Sabat? Supaya kita ketahui, bahwa uang dolar Amerika dicetak oleh sebuah lembaga yang bernama Federal Reserve. Walaupun namanya demikian, Federal Reserve sama sekali bukan federal (milik pemerintah), apalagi reserve (cadangan). Federal Reserve merupakan lembaga swasta yang dimiliki oleh segelintir keluarga ultra elit ekonomi yang memang memiliki hak untuk mencetak uang (baca: Mamon) dolar Amerika sekaligus menjadikannya sebagai piutang terhadap rakyat dan bangsa Amerika Serikat dalam setiap pencetakannya.

Dan supaya juga kita ketahui bahwa jumlah uang yang dicetak pada 4 tahun pertama pemerintahan Barack Obama (2008 - 2012) jauh lebih besar daripada total jumlah uang yang dicetak dari presiden pertama George Washington hingga presiden sebelumnya, George W. Bush. Dapatkah Anda bayangkan sekarang betapa mengerikannya keserakahan yang sedang menggerogoti Amerika Serikat saat ini? 

Dan hal ini telah dibuktikan ketika di akhir tahun lalu, pemerintah Amerika Serikat sempat menghentikan sebagian besar pelayanan publik selama lebih dari 2 minggu karena tidak memiliki dana untuk menjalani operasional harian dari berbagai pelayanan publik tersebut. Barulah setelah ada kesepakatan antara eksekutif dan legiflatif mereka untuk menaikkan batas hutang, pelayanan publik tersebut dapat berjalan kembali. Namun hal ini sungguh menandakan betapa mengerikannya ancaman ekonomi yang sedang datang segera.

"Dan yang seorang bertanya kepada yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu: 'Bilakah hal-hal yang ajaib ini akan berakhir?' Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu bersumpah demi Dia yang hidup kekal, sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit: 'Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!'" - Daniel 12:6-7

Ketika saya merenungkan rangkaian enam Tahun Sabat yang signifikan dari 100 tahun terakhir ini, Roh Kudus menginspirasi saya dengan adanya sebuah pola "Satu Masa, Dua Masa dan Setengah Masa". Demikian saya membacanya:

1917 - 1945 merupakan Satu Masa (28 tahun) perang, yang diisi dengan Perang Dunia I dan Perang Dunia II

1945 - 2001 merupakan Dua Masa (56 tahun) damai, yang diisi dengan pembangunan dan ekspansi ekonomi yang luar biasa cepat dalam akselerasi, luas dalam globalisasi dan menakjubkan dalam kemajuan teknologi.

2001 - 2015 merupakan Setengah Masa (14 tahun) penentuan, yang diisi dengan dua kali peringatan yang begitu dramatis di 2001 dan 2008

Interval tiap 4 Tahun Sabat dipakai sebagai tanda karena angka 4 memiliki beberapa arti, yakni tanggung jawab, kerajaan (kingdom), pemerintahan, dan kegiatan dalam pemerintahan. 

Tahun 2015 ini nubuatan pada Daniel 12, terutama ayat 6 dan 7 akan segera tergenapi, sebab berdasarkan Semitik kuno, huruf Hey sesungguhnya diinspirasi dari gerakan mengangkat kedua tangan ke langit (tanda penyembahan kepada Tuhan). Dan perhatikanlah, bahwa orang yang memberi jawab akan akhir dari segalanya, ia memberi jawab sambil mengangkat kedua tangan ke langit dan semua itu dilihat oleh Daniel. Bukankah Ayin Hey 5775 ini juga berarti memandang (Ayin) orang yang mengangkat kedua tangannya ke langit (Hey)? Dan orang tersebut memberi jawab, "Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!"

Pola "Satu - Dua - Setengah Masa" inipun juga tampak pada Silsilah Yesus Kristus di Injil Matius pasal 1:

Abraham - Daud, merupakan satu masa nenek moyang bangsa Israel.

Salomo - Yusuf, merupakan dua masa yang terdiri dari masa raja-raja dan masa pembuangan.

Kelahiran Yesus Kristus hingga diruntuhkannya Bait Suci ke-2 oleh Tentara Romawi di tahun 70 merupakan sebuah masa tersendiri di mana Kristus hadir di bumi selama setengah dari 70 tahun itu. 

Bukankah kehadiran Kristus yang pertama merupakan sebuah masa penentuan bagi bangsa Israel? Dan ketika bangsa ini tidak meresponi sesuai yang Bapa kehendaki, melainkan menentang dan menyalibkan Anak-Nya, maka berkat berubah menjadi kutuk yang harus ditanggung secara turun temurun hingga hampir dua puluh abad. Dengan demikian, sungguh bukan sebuah kebetulan semua tanda yang Ia singkapkan menjelang masa penentuan di Ayin Hey 5775 ini.


Satu Jam Saja dan The Greatest Wealth Transfer

"Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: 'Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!'" - Wahyu 18:10

"Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: 'Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa. Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu.'" - Wahyu 18:19-20

Babel adalah sistem dunia ini yang dikendalikan dengan peredaran uang (Mamon) dan pengadaan hutang yang takkan pernah bisa terbayar. Babel ditakdirkan runtuh dalam satu jam saja, apa maksudnya? Jika mengacu pada 2 Petrus 3:8, yang mengatakan bahwa sehari sama dengan seribu tahun, maka satu jam adalah seribu tahun dibagi 24 jam, yakni sekitar 41,6 tahun. Dan sejak kapan jangka 41,6 tahun ini mulai dihitung?

Saya percaya bahwa jangka 41,6 tahun ini mulai dihitung melalui dua peristiwa besar dalam dunia keuangan Amerika Serikat:

1. 15 Agustus 1971 - dikenal sebagai peristiwa "Nixon Shock", sejak pemerintah Amerika Serikat mulai menurunkan standar dalam pencetakan uang dari standar emas (gold standard) menjadi standar tukar emas (gold exchange standard) pada 1933, nilai dolar Amerika mengalami penurunan yang permanen. Dan ketika ada pihak luar yang menyadari bahwa Amerika Serikat tidak memiliki cadangan emas sebanyak uang yang dicetaknya, maka secara mendadak Presiden Nixon memutuskan untuk meninggalkan standar emas secara total sehingga sistem pencetakan uang didasarkan kepada hutang. 

Keputusan Nixon yang mengejutkan ini, diam-diam disepakati oleh banyak pemerintah di berbagai negara, sebab sejak saat itu, mereka bisa mencetak uang sebanyak yang mereka kehendaki, dari sinilah dikenal istilah Fiat Money. Sejak saat inilah Amerika Serikat dan bangsa-bangsa di dunia berlomba-lomba mengejar kekayaan semu dan menuju jalan kehancuran tanpa dapat berbalik lagi.

Dan peristiwa ini menjadi sebuah deklarasi tersendiri bagi Amerika Serikat dan banyak bangsa bahwa tuan mereka bukan lagi Tuhan seperti yang tercetak di setiap lembaran dolar "In God We Trust", melainkan mereka mengabdi kepada Mamon.

2. Awal 1974 - setelah kekalahan Mesir dan para sekutunya di Timur Tengah melalui Perang Yom Kippur tahun 1973, Arab Saudi membalas dengan menurunkan produksi minyak bumi dan mengembargo Amerika Serikat. Namun Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger sukses bernegosiasi dengan Raja Faisal dari Arab Saudi untuk mendapatkan kesepakatan yang mensyaratkan minyak dijual hanya dengan dolar AS. Kesepakatan ini membuat Arab Saudi menjadi begitu kaya dan kemudian membujuk negara-negara Arab penghasil minyak lainnya untuk bergabung. Ini adalah kelahiran dari Petro-Dollar.

Dengan demikian Tuhan mendapati Amerika Serikat (Babel) dan semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya. Sebab Amerika Serikat seharusnya tetap setia menyatakan keberpihakannya kepada Israel apapun resikonya, namun ia malah berpihak kepada para musuh dan pembenci Israel.

Jika kita tambahkan awal 1974 dengan 41,6 tahun kemudian, maka kita mendapati bahwa puncak keruntuhan Babel akan terjadi tepat 7 tahun setelah krisis Subprime Mortgage 2008, yakni sekitar September 2015. Lalu bagaimanakah kita harus bersikap menghadapi semua hal ini? Bersukacitalah! Sebab jika memang selama ini sikap hati dan fokus hidup kita ialah Tuhan dan segala kehendak-Nya maka di sinilah akan terjadi apa yang telah dinubuatkan mengenai adanya pengalihan harta kekayaan terbesar (The Great Wealth Transfer) seperti yang tertulis pada Kitab Yesaya pasal 60.

Sedangkan bagi mereka, yang sekalipun beribadah kepada Tuhan, namun jika fokus atau prioritas hidupnya bukan lagi Tuhan dengan segala kehendak-Nya, maka mereka dipersilakan berduka bersama dengan runtuhnya Babel, Sang Pelacur Besar itu. Tahun 2015, Indonesia akan tepat berusia 70 tahun dan di saat yang sama mengalami berkat Tahun Shemitah Ayin Hey 5775 dan akan mengalami berkat Tahun Yobel Ayin Vav 5776. Sebagai Gereja dan Pasukan Tuhan, apa saja yang harus kita persiapkan sejak sekarang? Segera simak pada tulisan berikutnya, Ayin Hey 5775 - Vol. 4: Puncak Takdir Nusantara.

Taruhan Raksasa Sang Mahaspekulasi

Mungkin Anda masih berpikir bahwa semua pernyataan tersebut di atas hanyalah sebuah kebetulan yang sengaja dicocokkan dengan berbagai firman yang tertulis, maka jika demikian simaklah sebuah informasi berikut ini, bahwa pada September 2013, maha spekulator George Soros membeli put option atas indeks saham S&P 500 sebanyak $ 470 - $ 700 juta. Dengan demikian ia berkeyakinan bahwa pasar saham akan mengalami kehancuran dalam waktu dekat ini.

Namun sekitar setengah tahun kemudian Soros menggandakan taruhannya menjadi $ 1,3 milyar atas opsi yang sama di pertengahan Februari 2014. Saat ini pasar saham masih terus naik. Namun itu tidak menyurutkan nyali spekulator gaek ini. Kenyataannya, pada tangga 18 Agustus 2014, Soros menaikkan lagi taruhannya di opsi yang sama menjadi lebih dari $ 2 milyar. Ini merupakan nilai transaksi opsi terbesar dalam sejarah. Kita mungkin akan berpikir, apakah George Soros ini sangat gila atau memang amat cerdas?

Supaya Anda ketahui, bahwa George Soros merupakan maha spekulator yang amat visioner dan luar biasa cerdas dalam transaksi di pasar uang dan saham. Kiprahnya menjadikan beliau sebagai salah satu legenda hidup yang sedemikian menggentarkan. Pada tahun 1992, bank sentral London diguncang sedemikian rupa sehingga hanya dalam satu hari suku bunga mata uang Sterling ini harus dinaikkan dari 10% menjadi 15% untuk menghindari rush dan merosotnya nilai mata uang tersebut lebih dalam lagi.

Dan yang tidak akan pernah terlupakan adalah krisis moneter Asia di tahun 1997, George Soros mengguncang satu benua ini dan menyebabkan hancurnya nilai mata uang negara-negara di Asia. Indonesia dengan Rupiahnya bahkan mengalami kehancuran dalam dunia perbankan, saat itu suku bunga meroket tajam hingga lebih dari 60%. Kini Soros telah memantapkan keyakinannya sebanyak tiga kali dengan menggandakan taruhannya dalam satu opsi yang sama hingga $ 2.000.000.000,-, masihkah menurut Anda ini semua hanya sebuah kebetulan?

Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan.

Wednesday, September 17, 2014

Ayin Hey 5775 - Vol. 1: Sang Pengemban Takdir

Sejak pertengahan 2013, Tuhan telah mengatakan bahwa Ayin Hey 5775 dan 2015 akan menjadi Tahun Yang Melampaui Segala Akal (The Year Which Surpasses All Understanding). Dan lebih dari setahun pewahyuan-Nya itu terus menjadi perenungan tersendiri bagi saya. Tahu firman-Nya namun belum sepenuhnya paham. Sering mendengar gemanya namun bukan jaminan mengerti yang dimaksudkan-Nya. Dan ketika saya terus kejar lebih jauh akan maksud pernyataan-Nya yang cenderung misterius itu, Tuhan menegaskan demikian:


"Selama ini, semua anak-Ku tahu, melihat dan alami anugerah-Ku berkali-kali, dan mudah bagi anak-anak-Ku berkata bahwa semua hanya karena anugerah-Ku, namun hampir tidak ada seorangpun yang benar-benar paham akan anugerah yang sesungguhnya sesuai dengan yang Aku mau. 

Karena pada dasarnya jiwa kalian telah cemar oleh buah dari Pohon Pengetahuan sehingga pada titik-titik tertentu terkadang hal itu dapat berakibat fatal bagi destiny kalian. Akulah Pohon Kehidupan dan Sumber Hayat Sejati, Anugerah Yang Tak Terukur, selama kalian tinggal di dalam Aku dan rhema-Ku tinggal di dalam kalian, maka kalian akan berbuah semakin lebat. Inginkanlah terus didikan-Ku senantiasa lebih dari segalanya, lebih dari berkat atau karunia apapun juga, karena hanya didikan yang akan membuat kalian hidup semakin sesuai dengan yang Kukehendaki.

Pada Ayin Hey 5775 dan 2015 ini, Aku akan membawa banyak dari anak-anak-Ku naik kepada level yang baru, akan ada banyak selubung yang disingkirkan, sehingga ada pengenalan akan Tuhan yang lebih lagi. Aku akan mengadakan perjumpaan demi perjumpaan secara pribadi, sehingga anak-anak-Ku memiliki sikap yang pantas, Kingdom Attitude, yang pada akhirnya menjadikan banyak dari anak-anak-Ku layak memerintah bersama dengan-Ku. Belajarlah, simaklah lebih lagi, dan tariklah banyak pelajaran semaksimal mungkin dari hamba-hamba-Ku." 

"Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: 'Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.' Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: 'Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.'" - Kejadian 17:1-8

Di dalam sejarah manusia, pasangan pertama (dan mungkin pasangan satu-satunya) yang kepada mereka Tuhan tambahkan atau ubahkan dengan unsur Hey (ה) kepada nama mereka adalah Abram (אברם) dan Sarai (שרי), sehingga nama mereka menjadi Abraham (אברהם) dan Sarah (שרה). Hey yang salah satu maknanya berarti Nafas Kehidupan dari Roh-Nya "dihembuskan" kepada Abram dan Sarai sama seperti ketika Tuhan menghembuskan nafas-Nya kepada Adam dan Hawa. Itu sebabnya, Ayin Hey 5775 disebut juga sebagai The Breath Giving Year, sekaligus The Breath Taking Year.

Kedua pasangan suami istri ini diberi nafas kehidupan-Nya karena mereka merupakan pokok (pioneer) dari sebuah destiny besar pada zamannya masing-masing. Adam merupakan bapa dari segala umat manusia, sedangkan Abraham merupakan bapa dari sejumlah besar bangsa. Namun jika kita simak lebih jauh ada perbedaan yang begitu mendasar di antara keduanya dalam kaitan dengan penganugerah Hey ini.

Adam memperoleh nafas kehidupan di awal perjalanan destiny-nya dan kemudian ia jatuh ke dalam dosa sehingga harus menanggung akibat yang begitu berat. Sebaliknya Abraham bersama dengan Sarah mengalami kejatuhan lebih dahulu dalam kasus Hagar dan Ismael, barulah kemudian Hey itu diberikan kepada mereka. Dari perbedaan inilah, sesungguhnya Tuhan sudah bicara banyak hal mengenai arti anugerah yang sesungguhnya.

Abram memiliki awal yang istimewa ketika memulai perjalanannya dengan Tuhan secara pribadi. Ia lahir dari keluarga penyembah berhala, bahkan ayahnya adalah seorang penjual patung-patung berhala di Ur. Namun sejak awal Abram telah menentukan sikap untuk tidak mengikuti jejak leluhurnya. Ia memiliki ketetapan iman yang sungguh untuk mengambil sikap yang sama sekali kontra dengan keluarganya. Tidak hanya di situ. Ketika Tuhan menyuruhnya ia keluar dari rumah ayahnya tanpa tahu ke mana akan Tuhan bawa, ia sanggupi tanpa mempertanyakan sedikitpun. Begitu juga ketika ia harus berpisah dengan keponakannya, Lot dan Lot memilih tempat yang kelihatan lebih menjanjikan saat itu, Abram sama sekali tidak membatalkan pilihan Lot. Bahkan ia tetap menyelamatkan nyawa Lot dan keluarganya, ketika mereka tertawan.

Begitu juga dengan kecerdasan rohaninya, Abram memiliki pengertian dan pengenalan akan Tuhan yang sedemikian rupa sehingga ketika Melkisedek datang menyambutnya, ia mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hartanya. Dan ketika raja Sodom menawarkan harta kekayaan yang lain, Abram dengan tegas menolak sambil berkata, "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi: Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya. Kalau aku, jangan sekali-kali!" Sungguh luar biasa.

Dan sebagai balasan atas sikapnya yang demikian istimewa, Tuhan menaikkan lebih lagi levelnya dan mengajaknya membuat sebuah perjanjian yang luar biasa istimewa, yakni sebuah bangsa pilihan lengkap dengan tanah airnya. Namun setelah itu, apa yang dulu pernah dilakukan Hawa terhadap Adam, diulang oleh Sarai kepada Abram. Jika sebelumnya adalah buah dari Pohon Pengetahuan, maka Sarai menyodorkan Hagar kepada Abram. Sampai di sini, kita melihat kejatuhan yang serupa antara Adam dan Abram.

Sarai mulai menyesali perbuatannya, dan ia merasa terhina dengan perubahan sikap Hagar, Sarai tidak langsung bertindak, melainkan melaporkan kepada Abram, yang juga adalah tuannya. Dan hebatnya adalah, Abram sama sekali tidak menyalahkan Sarai dengan membangkit-bangkit kesalahannya ketika dulu menyodorkan Hagar. Abram hanya mengingatkan apa yang menjadi haknya Sarai dan tetap menganggap Hagar sebagai hambanya. Ini sikap yang sama sekali berbeda dengan Adam yang ketika itu menyalahkan Hawa sekaligus Tuhan yang memberikan Hawa kepada Adam. Dan lebih daripada itu, baik Abram maupun Sarai harus menanggung sifat cemburu Tuhan dalam "kebisuan"-Nya selama 13 - 14 tahun.

Dalam "kebisuan" selama belasan tahun, Tuhan mendapati Abram tetap setia dan tidak menjadi kecewa. Hagar, Ismael dan "kebisuan" Tuhan telah membawa didikan yang lebih lagi bagi Abram juga Sarai. Dan ketika Tuhan berkenan tampil lagi dan kali ini sebagai El-Shaddai (אל שדי) di hadapan Abram dan hendak meneguhkan perjanjian-Nya, dengan berkata, "Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak," Abram tidak sumringah dan bersikap jumawa. Justru sebaliknya, ia bersujud di hadapan Tuhan. Dan di sinilah Hey dianugerahkan sebagai jaminan bagi Abraham dan Sarah untuk menggenapi destiny mereka hingga tuntas, sekalipun saat itu keadaan fisik mereka sudah mustahil. Maka kita paham sekarang, bahwa Hey-Nya mampu mengubah sebuah kemustahilan menjadi sebuah keajaiban yang fenomenal!

Sunat Dan Keistimewaan Delapan

Sebagai respon yang tepat atas jaminan yang baru diberikan-Nya, Tuhan mewajibkan sunat bagi Abraham, semua laki-laki yang bersamanya dan semua bayi laki-laki yang lahir di dalam rumahnya. Sunat dituntut Tuhan sebagai fondasi bagi perjanjian-Nya dengan Abraham. Rasul Paulus pernah mengatakan, "Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah." 

Jadi sunat (hati) berbicara tentang pembersihan dan pemurnian dari waktu ke waktu supaya hati kita tetap fokus kepada Tuhan dan tidak menyimpang ketika promosi demi promosi dan berkat demi berkat terus mengalir dalam kehidupan kita. Dengan bersunat hati inilah maka ciptaan yang baru dan segala sesuatu yang baru yang dari Tuhan, akan terus dapat kita nikmati setiap hari sejalan dengan penggenapan destiny kita. Itulah sebabnya, sunat dilakukan pada seorang bayi ketika berumur 8 hari. Bahwa ketika seorang bayi telah menjadi sempurna selama 7 hari pertama, maka dengan bersunat di hari ke-8, bayi tersebut memperoleh awal yang baru (new beginning) sebagai ciptaan yang baru dan yang lama telah berlalu bersama dengan kulit khatannya.

Hadiah terbaik yang dapat kita harapkan dari Tuhan di tahun baru Ayin Hey 5775 dan 2015 ini adalah didikan-Nya lebih dan lebih lagi, sebagai proses penyunatan hati dan jiwa kita dari waktu ke waktu. Dalam didikan terdapat pembaharuan akal budi, pembaharuan mentalitas, pembaharuan cara pandang dan pembaharuan sikap hati. Sebab dalam pembaharuan-pembaharuan inilah, kita menjadi ciptaan baru yang sejati.

Masa Daud & Salomo akan segera menjadi nyata dan dalam sekejap kejadiannya di Ayin Hey 5775 dan 2015 ini. Namun kita tahu bahwa ada perbedaan yang begitu ekstrim antara akhir kehidupan Daud dengan akhir kehidupan Salomo. Padahal dalam Mazmur-nya, Daud hanya merindukan satu hari diam di Pelataran (BUKAN Ruang Kudus maupun Ruang Mahakudus), sedangkan Salomo mendirikan Bait Suci pertama lengkap dengan semua isi dan rinciannya dengan segala kemegahan. Apa yang sesungguhnya hilang dari Salomo, apa yang sesungguhnya Salomo tidak temui dalam segala kemegahannya sehingga jiwanya hampir saja terhilang dalam kemegahannya sendiri?

Salomo adalah sebuah legenda hikmat yang luar biasa, sebab ia memiliki segalanya, ia mengetahui segalanya, dan ia menikmati segalanya. Namun Salomo juga sebuah legenda ironi yang mengerikan, karena dalam segalanya itu, ia malah berkata bahwa segala sesuatunya adalah sia-sia. Lebih lanjut lagi ia mengatakan, "Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: 'Lihatlah, ini baru!'? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada." Salomo tidak menemukan Sang Baru (The New) dalam hidupnya, yakni Kristus sebagai manifestasi adi kodrati yang sempurna dari segala anugerah Bapa bagi semua anak-Nya. Bukankah kejatuhan Salomo diawali dari pertemuannya dengan Ratu Syeba? Sedangkan nama Syeba berarti tujuh.

Saya berdoa, biarlah di tahun yang baru ini kita kebaskan semua kebekuan, kekecewaan dan kepahitan yang selama ini membebani kita. Biarlah anugerah-Nya memampukan kita untuk memeluk, merangkul dan mengasihi didikan-Nya lebih lagi, sehingga destiny yang telah Tuhan tetapkan tidak mengalami pemotongan, melainkan makin tergenapi hingga puncaknya. L'Shanah Tovah! Rosh Hashanah. Happy Yom Teruah. Hashem Yevarech Otha!

Sungguh Didikan Tuhan Adalah Kehormatan Kami

Ayin Hey 5775 - Vol. 2: Satu Masa, Dua Masa, Dan Setengah Masa

Ayin Hey 5775 - Vol. 3: Kenangan Di Rumah Penderitaan

Ayin Hey 5775 - Vol. 4: Puncak Manifestasi Takdir Nusantara

Thursday, September 11, 2014

Lucy, ISIS & Antichrist

Ketika pertama kali melihat poster dan trailer dari film Lucy, suatu kesan yang amat kuat menggelitik hati dan pikiran saya. Karena saya yakin bahwa film ini bukan sekedar sarana hiburan semata. Sejak lama Hollywood merupakan sebuah "mimbar" dunia yang dipakai untuk menyampaikan pesan-pesan khusus, bahkan memiliki dampak yang profetik bagi Gereja dan dunia. Dan benar saja, ketika selesai menonton, film Lucy memberikan banyak pesan dan tanda yang sarat makna (profetik) baik itu dalam konteks positif maupun konteks negatif, namun semuanya alkitabiah adanya. 

Film ini diawali dengan dua poin penting, yang pertama adalah ketika narator sekaligus peran Professor Norman (Morgan Freeman) memberikan kata pengantar mengenai filosofi dasar kehidupan yang sedemikian rupa yang mengungkap bahwa kehidupan telah ada sejak satu milyar tahun yang lalu. Dan poin kedua adalah ketika tokoh Richard (Pilou Asbaek) menyatakan bahwa wanita pertama dalam sejarah bernama Lucy.


Selanjutnya film Lucy bergulir silih berganti antara adegan seru dan menegangkan yang dialami Lucy (Scarlett Johansson) dari seorang mahasiswi biasa yang dalam kurang dari 24 jam menjadi seorang wanita super karena secara kecelakaan mengkonsumsi sejenis narkoba yang memicu potensi kerja otak dan syarafnya hingga 100%, dengan adegan kelas seminar yang diberikan oleh Professor Norman hingga keduanya bertemu dan mengungkap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi ketika kinerja otak dan syaraf mencapai 100% (sebagai informasi, menurut pengetahuan umum, rata-rata kinerja otak manusia normal hanya 15% dari seluruh potensi yang ada).

Bagi saya pribadi, inti film ini adalah melemparkan ide yang spekulatif kepada penonton mengenai apa yang terjadi jika kemampuan kinerja otak manusia mencapai potensi atau kapasitas maksimalnya. Adalah Luc Besson, sutradara film tersebut menjelaskan bahwa ketika kinerja otak mencapai kapasitas maksimalnya, maka secara berurutan hal-hal inilah yang akan terjadi:

1. Kendali penuh atas seluruh sel dalam tubuh orang tersebut. Pada tahap ini orang dapat membaca seluruh kondisi tubuhnya setiap saat tanpa perlu lagi melakukan cek kesehatan dan bahkan mampu memulihkan tubuhnya dalam tempo yang amat singkat.

2. Kendali atas orang lain. Pada tahap ini orang dapat membaca kondisi sel tubuh orang lain dan sampai batas tertentu mampu mengendalikan gerak orang lain.

3. Kendali atas benda-benda. Artinya mampu memegang, memindahkan berbagai benda yang bahkan jauh lebih besar dan lebih berat daripada ukuran orang tersebut.

4. Kendali atas waktu. Tahap maksimal (100%). Ini yang masih spekulatif, namun dianggap paling logis menurut ilmu pengetahuan. Orang tersebut dapat melakukan perjalanan lintas waktu (time travel) ke masa lampau maupun ke masa depan. 

Film ini diakhiri dengan dua poin penting lainnya, yang pertama ketika Lucy mencapai kapasitas maksimal kinerja otaknya, ia menjadi seperti "mahahadir" seperti dinyatakannya, "I AM EVERYWHERE." Poin yang ke-2 adalah pernyataan penutup Lucy yang merupakan penegasan dari pernyataan di awal film, "Life was given to us a billion years ago. Now you know what you can do with it." (Kehidupan telah diberikan kepada kita semilyar tahun yang lalu. Sekarang Anda tahu apa yang dapat Anda perbuat dengan itu").

Dari berbagai hal yang terungkap dalam film Lucy ini, berikut ini beberapa fakta sekaligus berbagai pemikiran subyektif (dan mungkin juga spekulatif) yang dapat kita cermati bersama:
  • Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa inti film ini adalah melemparkan ide spekulatif mengenai sebuah hipotesa jika kapasitas otak manusia mencapai porsi maksimalnya. Namun yang menjadi pertanyaan adalah mengapa film ini hanya mengungkapkan seorang tokoh wanita saja? Dan mengapa seorang yang wanita ini diberi nama Lucy, bahkan disebut sebagai wanita pertama yang pernah ada? Jika kita mau bersikap naif, maka alasan sekedar fiksi atau istilah "namanya juga film" akan mudah dijadikan alasan. Tapi kita tahu, tidak ada yang kebetulan untuk semua output dari Hollywood. Penampilan wanita yang serba super, selalu dalam keadaan solitaire dan dominan, dengan rupa yang cantik dan mudah memikat kaum Adam merupakan gambaran dari roh / tokoh Izebel (atau disebut juga dalam berbagai versi lainnya sebagai Lilith, Ashtoreth / Asherah, Semiramis, Artemis, Diana, Isis, Ishtar, Minerva, Athena, dan seterusnya).
  • Dari empat tahapan kendali yang dapat terjadi ketika kapasitas kinerja otak mencapai maksimal, yang menarik adalah tahap kendali atas waktu, atau dalam hal ini tubuh orang tersebut tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Pendapat ini sama, atau minimal mirip dengan Tubuh Kemuliaan Kristus setelah Ia menang atas Maut dan bangkit dari kematian, yang nantinya akan dialami juga oleh mereka yang akan mengalami Pengangkatan atau Rapture.
  • Yang menjadi semakin menarik adalah media yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas kinerja otak dalam film ini adalah narkoba. Terlepas dari fakta adanya jenis narkoba yang sama dengan yang diceritakan di dalam film tersebut, berdasarkan kamus bahasa Inggris, kata rapture memiliki arti sebuah perasaan sukacita atau amat menyenang secara intens (a feeling of intense of pleasure or joy), yang biasanya ditimbulkan dari mengkonsumsi ecstasy atau jenis narkoba lainnya. Dapatkah Anda merasakan pesan tersiratnya sekarang? Pada poin ini saya memiliki dugaan bahwa keberadaan Rapture dengan Tubuh Baru nanti akan memiliki kemiripan dengan apa yang dialami oleh Lucy ini. Bedanya adalah kita memiliki dan dimiliki Kristus pada saat itu. Sedangkan tokoh Lucy yang tanpa Kristus menganggap bahwa kehidupan ini hanyalah "primitif" adanya.
  • Ketika saya sedang meneliti film Lucy ini, nama sutradara Luc Besson tiba-tiba menarik perhatian saya. Nama Besson merupakan salah satu moyang bangsa Normandia (Viking) yang menduduki Inggris sejak tahun 1066. Nama Besson berarti kembar. Pada saat saya mengetahui arti nama Besson, tiba-tiba saya teringat dengan film yang memiliki konsep yang sama dengan versi yang berbeda, yang baru saja dirilis beberapa bulan sebelumnya, yakni Transcendence (Johnny Deep).
  • Film Transcendence mengisahkan tokoh bernama Dr. Will Caster (Johnny Deep) yang akan mencapai ajalnya dalam 4 minggu. Demi mempertahankan eksistensinya setelah ajal (kematian tubuh), Dr. Will Caster bersama istrinya mencoba sebuah cara dengan mentransfer seluruh memori jiwanya ke dalam sebuah komputer super canggih dan akhirnya berhasil. Sejalan dengan cerita, keberadaan jiwa Dr. Will Caster dalam super computer yang digabungkan dengan internet dan teknologi nano, menjadikan Dr. Will Caster bagaikan dewa yang mampu melakukan banyak mujizat bahkan mampu menghadirkan tubuh baru yang sebangun dengan tubuh lamanya. Film Transcendence mengusung tema resurrection atau kebangkitan kembali, suatu perkara yang memang dialami oleh Kristus, namun juga akan dialami oleh Antikristus (Wahyu 13:3).
Morgan Freeman - Sang "Nabi"

Yang tidak kalah menariknya adalah aktor pendukung dari kedua film, baik Transcendence maupun Lucy, yakni Morgan Freeman. Aktor gaek kulit hitam ini memiliki peran yang cukup vital di kedua film, namun kehadirannya memberikan pesan tersirat yang amat kuat. Saya meneliti daftar filmography dari pemeran tokoh Lucius Fox dalam Batman Trilogy ini, terutama sejak 2013, di antaranya adalah Olympus Has Fallen (22 Maret 2013), Oblivion (10 April 2013), Now You See Me (31 Mei 2013), The Lego Movie (7 February 2014), Transcendence (18 April 2014), Lucy (25 Juli 2014).

Berdasarkan informasi di atas, berikut ini beberapa hal yang bisa kita cermati:
  • Setelah peran tokoh Lucius Fox berakhir bersamaan dengan berakhirnya Batman Trilogy, film selanjutnya yang dibintangi oleh Morgan Freeman adalah Olympus Has Fallen, yakni sebuah film yang secara nyata profetik menyampaikan pesan akan kejatuhan Amerika Serikat. Dalam film ini, Morgan Freeman berperan sebagai Ketua DPR atau dalam sistem pemerintahan Amerika Serikat disebut sebagai Mr. Speaker / Speaker of The House of Representative. Dapatkah Anda membaca pesannya? Bahwa sejak 2013, Morgan Freeman dipakai atau berperan sebagai "juru bicara" dari pihak yang berkepentingan (dan sekaligus yang berkuasa) untuk menyampaikan pesan-pesan tersirat yang begitu profetik adanya.
  • Oblivion merupakan film bergenre sci-fi post-apocalyptic yang menggambarkan kehancuran Bumi beserta kehidupan manusianya yang terjadi 60 tahun sebelumnya, film yang memproyeksikan tahun 2077 ini, hendak menyampaikan pesan bahwa akan ada sebuah keadaan yang luar biasa dahsyat dan menyebabkan destruksi secara masif pada tahun 2017 nanti.
  • Thriller action Now You See Me secara eksplisit dan tak terbantahkan mempromosikan Illuminati dan sesuai dengan judulnya, melalui film ini, Iblis mendeklarasikan kehadirannya dengan berbagai tipu muslihat.
  • Kehadiran The Lego Movie merupakan keunikan tersendiri, sekaligus sebuah terobosan karena ini kali pertama sebuah produk mainan diangkat ke layar lebar, sebab biasanya film layar lebarlah yang dibuat menjadi berbagai merchandise mainan. Namun jika kita simak lebih seksama, secara implisit film ini mempromosikan organisasi rahasia Freemasonry (juga Illuminati). Berbagai tokoh yang berperan sebagai master builder atau master mason atau arsitek termasuk tokoh yang disuarakan oleh Morgan Freeman, yakni Vitruvius, seorang penyihir tua yang memperingatkan datangnya bencana yang dapat mengakhiri dunia yang kita kenal (He brings together all the Master builders for a meeting in Cloud Cuckoo Land, in which he tells them that an unstoppable force is coming that could "end the world as we know it").
  • Film Transcendence dirilis secara nasional di Amerika Serikat pada tanggal 18 April 2014 yang bersamaan dengan 18 Nisan 5774, tepat satu hari setelah Yom HaBikkurim atau yang lebih dikenal dengan Hari Raya Buah Sulung (Firstfruits), yang digenapi dengan kebangkitan Kristus dari kematian-Nya dan kemenangan-Nya atas Maut. Dengan demikian, film ini melalui tokoh utamanya, Dr. Will Caster, hendak menyatakan adanya kebangkitan yang lain dari kebangkitan Kristus, yakni kebangkitan Antikristus.
  • Dan yang paling menarik adalah sequel dari Olympus Has Fallen, yakni London Has Fallen yang akan dirilis pada tanggal 2 Oktober 2015. Jika film ini berhasil dirilis, maka jika keadaan mengizinkan, Ratu Elizabeth II telah memecahkan rekor sebagai penguasa British Monarch terlama, melampaui rekor Ratu Victoria (1837 - 1901).
Dengan sekian fakta ini, saya meyakini bahwa mereka memakai film-film yang diperankan oleh aktor Morgan Freeman sebagai "corong" (speaker) untuk menyampaikan pesan akan datangnya rangkaian bencana yang akan menimpa bangsa-bangsa untuk menggenapi semua yang telah dinubuatkan dalam Kitab Wahyu, terutama pasal 17 - 19 mengenai runtuhnya (sistem) Babel Besar yang selama ini diusung oleh Amerika Serikat dan Inggris Raya.

Islamic State of Iraq and Syria = (Goddess) Isis

Awalnya gerakan ekstrim ini bernama Islamic State of Iraq and the Levant, atau disingkat ISIL. The Levant (region) merupakan kumpulan dari beberapa negara yang berbatasan langsung dengan Suriah, yakni Israel, Yordania, Palestina, Libanon, Siprus dan bagian selatan Turki. Namun entah disengaja atau tidak, bagian Levant region tidak lagi disebut, hanya Irak dan Suriah saja. Sehingga ISIL berubah menjadi ISIS, yang akhirnya nama tersebut sama persis dengan nama dewi Isis, pasangan dari dewa Osiris. Apakah ini sebuah kebetulan?

Dewi Isis merupakan dewi bangsa Mesir kuno yang dipercaya menguasai bidang kesehatan, dan rumah tangga. Bersama Osiris, mereka adalah keturunan ke-4 dari dinasti penguasa Mesir kuno dan memiliki seorang anak tunggal bernama Horus (titisan dewa Ra). Yang menarik adalah mahkota dewi Isis berbentuk sebuah takhta. Menurut legenda Mesir kuno, dewi Isis memiliki kuasa kebangkitan dan membangkitkan pasangannya, dewa Osiris, dari kematian setelah tewas dibunuh dewa Set. Dewa Osiris menjadi pelindung para Firaun di alam baka, sedangkan dewa Horus menjadi pelindung para Firaun di alam nyata. 

Sampai di sini saya memiliki kesimpulan bahwa spirit dewi Isis yang termanifestasi melalui gerakan ekstrim organisasi ISIS ini merupakan sebuah "karpet merah" bagi kehadiran pemerintahan Antikristus pada Masa Tribulasi Besar nanti. Bukankah lambang All Seeing Eye selama ini juga dikenal sebagai Eye of Horus, yang adalah anak tunggal pasangan Osiris & Isis?


Yang lebih menarik lagi, kemunculan perdana film Lucy pada tanggal 25 Juli 2014 lalu, waktunya hampir bersamaan dengan organisasi ISIS menghancurkan makam Nabi Yunus di kota Mosul. Penghancuran makam Nabi Yunus ini tidak saja melukai kalangan Yahudi dan Kristen saja, namun juga kalangan Islam, sebab Nabi Yunus pun dianggap salah satu nabi di dalam Islam. Pada poin ini, bagi saya semakin jelaslah bahwa organisasi ISIS memang alat yang dipakai untuk melancarkan jalan Antikristus berkuasa dan menggunakan agama Islam sebagai pembenaran atas semua tindakan mereka. Makam Nabi Yunus berbicara tentang Tanda Yunus yang erat kaitannya dengan Kristus sendiri. Dengan dihancurkannya makam Nabi Yunus ini pada saat yang hampir bersamaan dengan peluncuran perdana film Lucy, sungguh nyata pesan dari pihak musuh (Antikristus) bahwa mereka hendak menegakkan pemerintahan tandingan untuk menentang Kerajaan Kristus di Tahun Pemerintahan Tuhan ini.

Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

Friday, September 5, 2014

Kepekaan Mendengar Suara Tuhan

Saya sering menyaksikan betapa banyak anak Tuhan masih kesulitan dan selalu merasa kebingungan dalam mendengar suara Tuhan. Rata-rata mereka bertanya, "Bagaimana bisa peka mendengar suara Tuhan?" Lalu Roh Kudus dalam hikmat-Nya menjawab demikian:

"Selama kamu memprioritaskan kehendak Tuhan di atas kehendak dirimu sendiri, dan mulai mencari tahu kehendak-Nya itu, kamu sudah mulai peka mendengarkan suara Tuhanmu. Dan sebaliknya, orang yang tidak peka adalah orang yang tidak tahu diri, yang memprioritaskan kehendaknya sendiri di atas kehendak Tuhan, tapi masih berani mengaku bahwa dirinya adalah hamba Tuhan atau anak Tuhan."

Jadi kepekaan kita mendengar bukanlah sebuah formula atau cara yang diformulakan sedemikian rupa. Kepekaan sejati adalah HASIL dari kepedulian kita terhadap kepentingan dari pihak yang hendak kita dengarkan. Semakin kita peduli dengan kepentingan pihak tersebut, semakin pekalah kita mendengarkan dan memahaminya. Bukankah pemimpin atau pejabat yang lalim adalah mereka yang tidak peka terhadap kepentingan rakyatnya dan memprioritaskan kepentingan pribadi mereka di atas kepentingan warganya?

Dan biasanya, ketika kita sedang bingung membedakan antara suara Tuhan dengan suara hati kita sendiri, itu karena kita sedang kesulitan untuk memprioritaskan kepentingan-Nya di atas kepentingan kita sendiri.

"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." - Wahyu 3:20

Pahami lebih rinci mengenai Mendengarkan Suara Tuhan melalui nabi-Nya, Ken Dewey, klik di sini.

Kepekaan Mendengar BUKAN Soal Kemampuan, Namun Soal Kepedulian.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.