Labels

Friday, May 19, 2017

Dua Tanda Besar Di Langit Dan Maknanya

Alkitab mencatat hanya ada dua tanda besar di langit, yakni Bintang Bethlehem (Bethlehem Star) dan Bintang-Bintang dalam Wahyu pasal 12 (Revelation 12 Stars) dan setelah melalui berbagai penelitian yang saya lakukan, maka saya menyimpulkan bahwa kedua tanda besar di langit ini adalah penanda awal dan akhir dari Zaman Anugerah yang Tuhan nyatakan bagi dunia, sekaligus penanda awal dan akhir dari Masa (Institusi) Gereja.

Setelah tanda besar yang awal terjadi, maka terjadilah berbagai penggenapannya di Bumi. Mulai dari kelahiran Anak Manusia, Yesus Kristus, masa pelayanan-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya dan keterangkatan-Nya ke Sorga hingga pencurahan Roh Kudus. Semua penggenapan ini merupakan modal besar yang menyertai Gereja Tuhan hingga saat ini. Lalu bagaimana dengan berbagai penggenapan yang menyertai tanda besar yang akhir, yakni Revelation 12 Stars?


"Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan (Virgo) berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang (9 bintang dari gugus Leo, Merkurius, Venus dan Mars, totalnya 12) di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar (Ophiuchus & Serpent), berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh (5 bintang di ekor gugus Serpent, Saturnus, Merkurius, Venus, Bulan dan Matahari, totalnya 10) dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota (Corona Borealis). Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki (Jupiter), yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya (Libra)." - Wahyu 12:1-5

Manifestasi Di Langit

Bagi Anda yang belum mengetahui, maka ketahuilah bahwa saat ini apa yang dinubuatkan dalam Kitab Wahyu pasal 12 sedang digenapi mulai dari 23 Desember 2016 hingga nanti 10 September 2018:

1. Mulai 23 Desember 2016 bertepatan dengan perayaan Hanukkah 5777, Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, anak laki-laki, yakni Jupiter mulai memasuki "rahim" gugus bintang Virgo. Jika untuk mengetahui Bintang Raja (Bethlehem Star) diperlukan hikmat yang luar biasa dari para Majus maka di zaman yang serba canggih sekarang, fenomena Revelation 12 Stars ini dapat disimak dengan berbagai applikasi di smartphone kita, Sky Safari App adalah salah satunya, baik di gadget berbasis Android maupun di berbagai produk Apple. 

Dalam Sky Safari App, kita tinggal memasukkan data-data seperti lokasi, yakni Yerusalem. Kemudian waktu yang kita kehendaki, yakni tanggal 23 Desember 2016 hingga nanti 10 September 2018. Selanjutnya akan ditampilkan posisi bintang-bintang tersebut.

Baca juga: Yang Dipersingkat

2. Menarik sekali bahwa tepat 9 bulan kemudian, yakni pada 23 September 2017, Jupiter mulai keluar dari "rahim" Virgo dan selama setahun penuh akan bergerak mengarah ke gugus bintang Libra hingga akhirnya tepat di tengah "takhta pengadilan" pada 10 September 2018 atau 1 Tishrei 5779.

3. Tanda Revelation 12 Stars ini berlangsung hingga hampir dua tahun, dan hal ini akan segera diikuti dengan Masa Tribulasi yang penuh kedukaan di seluruh dunia. Hal ini serupa dengan yang terjadi di Rama - Bethlehem bahwa setelah dua tahun Bethlehem Star dan para Majus muncul di Yerusalem, Herodes membantai semua bayi yang berusia dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu (Matius 2:16-18).

Manifestasi Di Bumi

Setelah kita mengetahui manifestasi yang di langit, maka selanjutnya Wahyu 12 menjabarkan manifestasi yang ada di Bumi, terutama berkaitan dengan Sang Perempuan yang adalah Gereja. Mengenai Sang Anak Laki-Laki yang adalah Generasi Gada Besi akan dibahas pada tulisan berikutnya.


"Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. ... Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan anak laki-laki itu. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu. Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus." - Wahyu 12:6, 13-17

"Dan ia (Antikristus) diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. ... Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus. ... Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya." - Wahyu 13:7, 10, 16-17

Membaca dan menyimak rincian yang dituliskan dalam Kitab Wahyu pasal 12 dan 13 tersebut, maka bisa kita simpulkan bahwa setelah Zaman Anugerah berakhir maka yang berikutnya terjadi adalah Masa Tribulasi yang disertai dengan berbagai kesesakan yang akan dialami oleh Gereja Tuhan yang adalah Sang Perempuan itu. Kesesakan itu ditimbulkan oleh Sang Naga Merah, yakni Iblis atau Lucifer dan kedua binatang itu, yakni Antikristus dan pemerintahannya.

Minimal ada empat hal yang akan dialami Gereja Tuhan pada saat itu, yakni dianiaya (persecuted), disiksa (tortured), diburu (hunted) dan dibunuh (killed or martyred). Dan hal ini akan semakin meluas setelah 10 September 2018 (Rosh Hashanah 5779), karena Sang Naga Merah mulai benar-benar memburu Sang Perempuan setelah Sang Anak Laki-Laki tiba tepat di Takhta.

Kemunculan Antikristus

Pewahyuan tersebut di atas memiliki berbagai peneguhan di berbagai bagian lain dari Alkitab, namun kali ini saya hanya membahas dari surat kedua Rasul Paulus kepada Jemaat Tesalonika:

"Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah. Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu? Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali." - 2 Tesalonika 2:1-8

Dari delapan ayat tersebut di atas, ada beberapa hal yang perlu kita simak:

1. Pada saat itu telah terjadi kebingungan dan kegelisahan akan datangnya Hari Tuhan yang dahsyat itu, termasuk pendudukan Bait Suci oleh manusia durhaka, Sang Antikristus. Ingat bahwa hari itu Bait Suci ke-2 masih ada dan Bait Suci tersebut pernah diduduki dan dinajiskan oleh seorang raja dari Kekaisaran Seleucid yang bernama Antiochus IV Ephiphanes (168 - 164 SM). 

Pertanyaannya, mengapa jemaat di Tesalonika sampai begitu heboh dengan isu ini dan Rasul Paulus harus menenangkannya? Karena memang sejak saat itu Sang Antikristus ingin menyatakan dirinya sebagai Allah dengan menduduki Bait Suci di Yerusalem, mereka takut bahwa sejarah akan terulang kembali pada masa itu.


2. Namun Rasul Paulus menegaskan bahwa hal itu tidak bisa terjadi, mengapa? Karena pada saat itu memang belum tiba pada waktu yang telah ditentukan bagi Sang Antikristus untuk menyatakan diri. Itu sebabnya ada Sang Penahan, siapakah? Hanya Roh Kudus yang bisa menahannya sampai pada batas waktu yang telah ditentukan.

3. Kapankah batas waktu yang telah ditentukan itu? Batas waktu itu adalah akhir Zaman Anugerah. Jadi bukan berarti eksistensi Roh Kudus disingkirkan dari dunia ini, sebab tidak ada seorangpun yang bisa meniadakan eksistensi Roh Kudus yang sangat berdaulat dan berkuasa itu. Namun ketika Zaman Anugerah berakhir, itulah batas waktu yang telah ditentukan untuk Roh Kudus tidak lagi menahan Sang Antikristus.

Ingat, bahwa Bait Suci kedua pernah diduduki dan dinajiskan, namun saat itu (168 - 164 SM) bukanlah Zaman Anugerah, masih sekitar 200 tahun sebelum Roh Kudus dicurahkan pada hari Pentakosta (Shavuot) di Yerusalem kepada 120 orang saat itu.

4. Gereja akan menghadapi Sang Antikristus di Masa Tribulasi dan pada saat itu hanya ada dua pilihan bagi setiap orang, yakni menjadi martir bagi Kristus untuk memenuhi kuota yang dibutuhkan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan melalui pembukaan Meterai Kelima, atau menjadi murtad karena hendak menyelamatkan nyawanya dengan menggadaikan iman.

Almarhum hamba-Nya, yakni David Wilkerson pernah menubuatkan akan datangnya murtad secara besar-besaran (Great Apostasy) di Akhir Zaman dan kemungkinan besar hal itu terjadi BUKAN pada Zaman Anugerah masih berlaku, melainkan saat Masa Tribulasi tiba dan tanda binatang itu akan menjadi ujian terakhir untuk Gereja menjadi Mempelai Wanita yang kudus dan tak bercacat cela.

Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. 

Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.

Thursday, May 18, 2017

Pak Ahok Dan Kemartiran Yang Sedang Datang

Pada Pilkada putaran kedua, 19 April 2017 lalu, sejak pagi ada perasaan aneh di batin saya. Excitement yang saya rasakan di Pilkada putaran pertama, 15 Februari 2017 seakan hilang. Batin saya serasa datar saja. Pikiran saya berkata, "ini aneh," tapi saya tidak tahu apa alasannya.

Sekian jam kemudian, ketika hasil quick count secara telak menunjukkan pasangan calon Gubernur Anies Baswedan - Sandiaga Uno jauh meninggalkan pasangan incumbent, pun hati saya tetap saja datar. Tidak down ataupun terkejut sama sekali, seakan seperti sudah tahu bahwa hal itu akan terjadi. Padahal kenyataan itu sangat kontra dari yang saya harapkan. Jadi dalam sehari itu dua kali pikiran saya berkata, "ini aneh."

Bahkan seorang teman juga sempat menanyakan kekalahan pasangan Badja dan saya tidak tahu harus menjawab apa saat itu. 

Menjelang Maghrib, tiba-tiba Tuhan berkata, "Nak, menurutmu mana yang lebih berpeluang untuk adanya martir, kepemimpinan Ahok atau kepemimpinan Anies?"

Saat itu juga saya terkejut dan semuanya mulai menjadi jelas. Dan memang pada saat itu kami, Alef Migdal, sedang menunggu jadwal Martyrs Convention yang diadakan pada tanggal 4 - 6 Mei 2017 oleh Jesus Ministries - Angel TV (Prophet Sadhu Sundar Selvaraj) di Chennai, India. 

Belum selesai mencerna perkataan Tuhan yang pertama, Beliau melanjutkan lagi, "Kalian Alef Migdal angkanya berapa?"

Mendadak semuanya menjadi jauh lebih jelas lagi, dan hal ini seakan tidak bisa dihindari lagi. Kami Alef Migdal selama ini diberi berbagai tanda profetik yakni angka 3 dan kebetulan saat ini kami Alef Migdal hanya bertiga. Dan nomor urut pasangan calon Gubernur Anies - Sandi pun juga angka 3.

Bahkan ketika Pak Ahok divonis dua tahun penjara hal itu terjadi pada tanggal 9 Mei 2017, yakni tiga hari setelah Martyrs Convention berakhir di tanggal 6 Mei 2017. Sungguh ini bukan sebuah kebetulan. Bagi saya, Pak Ahok merupakan tanda besar bagi kemartiran yang sedang datang. Bukankah karena ketidakadilan yang dialami beliau, kegerakan yang bernama Aksi Seribu Lilin merebak di seluruh Indonesia, bahkan hingga ke manca negara?

Dan yang tidak kalah menariknya adalah nomor kamar tempat kami menginap di Chennai adalah 303 di Mount Manor Hotel, yakni kamar lantai 3, dan kamar ke-3 dari hotel tersebut. Luar biasa!


Majalah Airasia 3Sixty edisi Mei 2017 mengusung tema Power Of Three. Kami mengetahui karena kami menggunakan penerbangan tersebut untuk rute Jakarta - Singapore - Jakarta, sebelum dan setelah rute Singapore - Chennai - Singapore dengan penerbangan lain. Tema tersebut menjadi peneguhan tersendiri untuk rhema yang kami dapatkan berkaitan dengan martyrdom yang Tuhan sampaikan.

Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di depan nanti, namun Firman Tuhan telah menubuatkan dengan jelas bahwa pada penghujung Akhir Zaman, jumlah martir akan bertambah untuk memenuhi kuota yang telah ditetapkan,

"Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: 'Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?' Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka." - Wahyu 6:9 - 11

Berapa kuota martir yang masih dibutuhkan? Hanya Tuhan yang tahu. Namun pada sidang ilahi di Chennai itu secara resmi Meterai Kelima telah dibuka Tuhan. Bagi saya, bukan sebuah kebetulan bahwa menjelang berakhirnya Zaman Anugerah maka meterai ini dibuka dan segera setelah ini Gereja dan dunia akan memasuki Masa Tribulasi. 

Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.