Labels

Monday, June 30, 2014

TOV: Esensi Pemerintahan Tuhan

"Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?" - 1 Raja-Raja 3:7-9

"Orang menyuruh memanggil dia, lalu datanglah Yerobeam dengan segenap jemaah Israel dan berkata kepada Rehabeam: 'Ayahmu (Salomo) telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu.'" 1 Raja-Raja 13:3-4

Tidak lebih dari dua jam setelah acara KKR Bahtera - TOV di hari pertama mulai berlangsung, dan masih di tengah-tengah kotbah sesi pertama, Tuhan tiba-tiba mengajak saya bicara, "Coba kamu perhatikan, bagaimana Salomo mengawali pemerintahannya. Dan bagaimana akhir dari pemerintahannya tersebut." Dan detik itu juga saya sadari bahwa memang ada perbedaan yang amat kontras dan tajam di antara awal dan akhir pemerintahan Salomo. Awal yang begitu tulus, mulia dan agung, namun akhir yang tragis dan ironis.

Jika kita meneliti dasar alasan Salomo memohon hikmat adalah karena ia hendak melayani rakyat dengan baik., namun saat itu ia merasa tidak mampu. Salomo memohon hikmat bukan karena ia ingin tampil cerdas di antara manusia-manusia lainnya atau raja-raja lainnya di zaman itu. Ia hanya ingin menjadi pemimpin yang bertanggung jawab terhadap seluruh rakyatnya. Dan hal tersebut dipandang baik oleh Tuhan, sebab Tuhan bukan saja mengabulkan niat baik dan permohonan Salomo, namun Ia juga menambahi hikmat tersebut dengan kekayaan dan kemuliaan. Dan tidak hanya kekayaan yang biasa, Tuhan menjanjikan Salomo untuk menjadi orang terkaya sepanjang sejarah umat manusia dan sampai detik ini janji-Nya ini masih tergenapi, sebab sampai sekarang belum pernah ada orang yang lebih kaya daripada Salomo.

Dapatkah Anda bayangkan betapa perkasa dan mulianya pemerintahan Solomo saat itu? Hari-hari ini, bangsa kita Indonesia sedang dan akan menentukan pemimpin berikutnya, jika ada calon atau kandidat yang memiliki kualifikasi sepertiga dari Salomo saja, maka dapat dipastikan calon tersebut akan memenangkan pertandingan Pilpres 2014 ini. Seorang pemimpin yang bukan hanya tulus mau melayani rakyatnya, melainkan juga memiliki hikmat yang luar biasa, tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia dan tampil begitu mulia di manapun ia diberitakan. Sebuah gambaran yang luar biasa melebihi idealisme kepemimpinan manapun.

Bahkan sampai saat ini, orang-orang Yahudi percaya bahwa masa pemerintahan Salomo merupakan cuplikan (preview) dari Pemerintahan Mesias pada Masa Millenium nanti. Memang zaman Salomo merupakan sebuah kondisi yang luar biasa makmur dan masyhur, bahkan perak dianggap tidak ada harganya (1 Raja-Raja 10:21). Namun Tuhan ternyata tidak menyimpan masa jaya tersebut hanya untuk diulang nanti di Masa Kerajaan 1000 Tahun. Indonesia diberikan keistimewaan untuk memenuhi takdirnya menjadi Yusuf di Akhir Zaman ini dengan cara menikmati puncak keemasaannya sebelum Maranatha dan Masa Millenium itu berlangsung. Sebuah masa yang penuh lawatan Roh Tuhan, pemerintahan yang adil, jujur dan bersih, rakyat yang sejahtera, negeri yang damai sentosa, yang begitu mencengangkan dan gemah ripah lohjinawi. Betapa indahnya rencana Tuhan untuk Gereja dan rakyat di Indonesia, menikmati semua puncak penggenapan sebelum dijemput oleh Mempelai Kristus masuk ke dalam Pesta Pernikahan Anak Domba. 

Terus Terjaga

Namun Tuhan tidak hanya mengingatkan kepada saya akan awal masa pemerintahan Salomo. Ia juga mengingatkan sekaligus memperingatkan bagaimana akhir dari pemerintahan Salomo itu. Akhir yang begitu mengerikan, rakyat Israel mengkhianati raja selanjutnya dan menyebabkan perpecahan yang mengerikan. Karena sebelumnya Salomo telah mengkhianati Tuhan. Saya yang awalnya berencana hanya ingin mengikuti maksimal 4 dari 6 sesi KKR TOV di hari pertama, akhirnya menjadi penasaran dan mengikuti seluruh acara yang berlangsung 14 jam itu.

Dan benar saja, menjelang sesi terakhir, Tuhan menegur begitu keras melalui Ibu Panglima, dan teguran-Nya menyadarkan saya, betapa kita sebagai Gereja dan Mempelai-Nya begitu bebal dan telah gagal menangkap kerinduan Tuhan yang telah begitu lama terpendam. Dan ketika Ibu Panglima berkata, "Azuza hanya setahun, Pensacola hanya tiga tahun, Toronto juga sama, bahkan Wales hanya 5 tahun," maka sadarlah saya alasan Tuhan di awal acara mengingatkan saya akan awal dan akhir dari masa pemerintahan Salomo.

Betapa mulianya rencana yang Tuhan sediakan bagi Gereja, Pasukan dan rakyat di Indonesia mulai tahun 2014 ini. Di awal Tahun Pemerintahan Tuhan ini, Tuhan mencanangkan "Thy Kingdom Be Established" dan dilanjutkan dengan rencana yang sungguh amat baik "TOV"! Tuhan TIDAK PUNYA rencana cadangan untuk Indonesia, Tuhan hanya punya rencana TOV untuk Indonesia! Apa yang pernah terjadi di Azuza, Pensacola, Toronto dan Wales sungguh tidak ada apa-apanya dibanding TOV yang tersedia bagi Indonesia. Padahal saat itu (1905), karena lawatan Tuhan yang dahsyat, di Wales tidak ada kejahatan, penjara kosong dan polisi sempat menganggur. Sungguh amat baik!

Sekarang Tuhan hanya punya TOV untuk Indonesia dan kita sebagai Gereja dan Pasukan-Nya harus merespon dan menjaganya terus menerus. Saul, Daud, Salomo dan semua raja lainnya telah memberikan kesaksian yang amat serius akan akibat dari keteledoran mereka semua yang sungguh amat mengerikan. Pertanyaannya adalah, relakah kita untuk terus jalan bersama dengan-Nya, tanpa mempertanyakan semua kehendak-Nya, tidak menjadi letih & pahit dengan semua resiko yang ada, dan terus sepakat dengan semua impian-Nya? Jika ya, selamat datang di era TOV, era Daud & Salomo, era Yesaya 60 bagi Indonesia.

Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir. Pendudukmu semuanya orang-orang benar, mereka memiliki negeri untuk selama-lamanya; mereka sebagai cangkokan yang Kutanam sendiri untuk memperlihatkan keagungan-Ku. Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.

Sunday, June 29, 2014

Peringatan Final Atas Amerika Serikat & Dunia

Sebelumnya, Tuhan telah berfirman hal yang sama di tahun ini juga, melalui hamba dan nabi-Nya yang sama, Dr. Maurice Sklar. Namun kali ini disebutkan dengan lebih rinci dan disertai dengan urgensi yang tak dapat dihindarkan lagi. Gereja diminta untuk berdoa lebih sungguh dengan semua pesan darurat ini!

Referesi Lainnya:



____________________________________________________________________

Thus saith the LORD,

Demikianlah Firman TUHAN,

"Warn America of the coming collapse of the dollar. When this happens, all that you have taken for granted in life will suddenly come to an end. You have never known such devastation. It will come suddenly and spring upon you, O haughty nation, in a moment. What will you do when there is no more water, food, electricity, or fuel?!! Then you will cry to Me, and I will not hear you, until you humble yourselves in holy repentance. There will be riots, looting, martial law, rape, chaos, torture, and murder, as well as imprisonment and disease, as all evil will descend upon you suddenly. All because you refused to repent and turn back to me.

"Peringatkan Amerika akan datangnya keruntuhan nilai dolarnya. Ketika hal ini terjadi, semua yang telah kalian simpan seumur hidup akan habis dalam sekejap. Kalian belum pernah ketahui kehancuran semacam ini sebelumnya. Hal ini akan datang secara tiba-tiba dan menyergap kalian, oh bangsa yang angkuh, dalam sekejap. Apa yang akan kalian perbuat ketika tidak ada air, makanan, listrik maupun gas?!! Kemudian kalian akan menjerit kepada-Ku, dan Aku tidak akan mendengarkan kalian, sampai kalian merendahkan diri dalam pertobatan yang kudus. Akan ada kerusuhan, penjarahan, darurat militer, pemerkosaan, kekacauan, penyiksaan, dan pembunuhan, sejalan dengan pemenjaraan dan penyakit, sebagaimana semua kejahatan akan menimpa ke atas kalian tiba-tiba. Semua karena kalian menolak untuk bertobat dan kembali kepada-Ku.

"For more than 100 years I have come to you over and over, pleading with you by My Spirit and through My servants and prophets to repent of your sin and return to Me But now, your house is left unto you desolate, for you have passed the point of no return. Oh, United States of America, PREPARE TO MEET THY GOD!

"Lebih dari 100 tahun Aku datang kepada kalian berkali-kali, memohon dengan kalian oleh Roh-Ku dan melalui para hamba-Ku dan para nabi-Ku untuk bertobat dari dosa kalian dan kembali kepada-Ku. Namun sekarang, rumah kalian akan ditinggalkan dalam reruntuhan, sebab kalian telah mencapai titik yang tak dapat kembali. Oh, Amerika Serikat, BERSIAPLAH BERJUMPA ALLAHMU!

"Warn the world of the coming war in the Middle East! For I am about to judge and destroy the ancient enemies of My people Israel. I am the Holy One of Israel. Now, Aha! I will arise and judge the house of Esau and Edom. I will not tolerate their hatred and savagery any longer. As it is written, in Psalm 83, and many of My prophets have proclaimed in My Holy written Word, the set time has arrived. It shall be held back no longer. I will destroy Islam and smash its pillars and all of its dominion. It will stagger as a drunken man, as it drinks My cup of fury down to the dregs. It will fall down and vomit up it's filth up before all of creation, then it shall fall into the pits of Hell and rise up no more. You shall experience the fires of My wrath and the fullness of My cup of indignation. You shall be forever humiliated before all of heaven, the earth, the nations, and all the demons of hell. Ah! I will vent My everlasting vengeance upon you, and settle the accounts for all your sins and crimes in every generation against My people Israel and My holy land. I am about to execute the vengeance of the eternal covenant I made with Abraham, Isaac, and Jacob. As you have cursed My people, it shall be done to YOU! Exactly as you cursed and spoke against Zion and Israel, that shall be visited back upon your heads! After this comes to pass, you, Israel, all the nations, and indeed, all the earth shall know that I AM THE LORD, YHWH, the Most High God of Israel!

"Peringatkan dunia akan datang perang di Timur Tengah! Sebab Aku akan menghakimi dan memusnahkan musuh-musuh lama umat-Ku Israel. Akulah Yang Kudus atas Israel. Sekarang, Aha! Aku akan bangkit dan menghakimi rumah Esau dan Edom. Aku takkan lagi toleran terhadap kebencian dan kebiadaban mereka. Sebagaimana tertulis, dalam Mazmur 83, dan banyak dari nabi-Ku yang telah memproklamirkannya di Firman Kudus-Ku, waktunya telah tiba. Takkan ditunda lagi. Aku akan menghancurkan Islam dan menghantam pilar-pilarnya dan semua kekuasaannya. Itu akan terhuyung seperti seorang pemabuk, sebagaimana minum dari cawan amarah-Ku sampai kepada ampasnya. Itu akan jatuh dan memuntahkan kotorannya di hadapan semua ciptaan, kemudian akan jatuh ke jurang Neraka dan takkan bangkit lagi. Kalian akan mengalami api dari murka-Ku dan kepenuhan dari cawan kegeraman-Ku. Kalian akan selamanya dipermalukan di hadapan seluruh Sorga, Bumi, bangsa-bangsa dan semua setan di Neraka. Ah! Aku akan mencurahkan dendam abadi-Ku ke atas kalian, dan memperhitungkan semua dosa dan kejahatan kalian di setiap generasi yang melawan umat-Ku Israel dan Tanah Kudus-Ku. Aku sedang mengeksekusi dendam atas perjanjian abadi yang Aku buat dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Sebagaimana kalian mengutuki umat-Ku, semuanya akan ditimpakan kepada KALIAN! Tepat seperti kalian mengutuk dan berucap melawan Sion dan Israel, semua itu akan dibalikkan di atas kepala kalian! Setelah semuanya itu, kalian, Israel, seluruh bangsa dan bahkan seluruh bumi akan mengetahui AKULAH TUHAN, YHWH, Allah Israel Yang Mahatinggi!

"How I weep for you, O America! How has the mighty nation of My grace fallen! You will collapse and never regain your greatness ever again. Yes, revival shall come after this, even a final awakening, and indeed, because of the covenant I made with the very first Americans, and the faithfulness of the saints that lived in previous generations - I will keep you from perishing completely from the earth. A remnant will continue into the Millenium. I will spare many, in My depth of mercies, but your prosperity, idolatry, ease, and pomp will descend with the lost into the depths of Hell.

"Betapa Aku menangis untukmu, Oh Amerika! Bagaimana bangsa yang perkasa karena anugerah-Ku jatuh! Kalian akan runtuh dan takkan pernah lagi memperoleh keagungan kalian seperti dulu. Ya, kebangkitan akan datang setelah ini, bahkan sebuah kebangkitan final dan karena perjanjian yang Aku buat dengan warga pertama Amerika dan kesetiaan orang-orang kudus yang hidup di generasi sebelumnya - Aku akan menjaga kalian dari kehancuran secara utuh dari Bumi. Sebuah sisa akan melanjutkan ke Masa Millenium. Aku akan menyisakan banyak, dalam kedalaman belas kasihan-Ku, namun kemakmuran, berhala, kemudahan dan kemegahan kalian akan ikut dengan yang terhilang ke dalam jurang Neraka.

"You shall no longer be called the Greatest Nation. The stench of your sins, and the blood of the innocents is crying out and is continually before My face. I will bear your whoredoms no longer! Your hours and days are numbered. You have been weighed in the balances of the Watchers, and, even as the writing came on the wall by My Hand in the palace of Babylon, and interpreted by My prophet and servant, Daniel, you have been weighed in the balances and scales of the High Court of Heaven and are found wanting. Prepare to meet Thy God in the wrath of My Holy fury and judgment!

"Kalian takkan lagi disebut sebagai Bangsa Terbesar. Bau busuk dosa kalian dan darah dari orang tak berdosa terus menerus menjerit di hadapan wajah-Ku. Aku takkan lagi menanggung kepelacuran kalian! Hari-hari dan jam-jam kalian sedang dihitung. Kalian telah ditimbang dalam ukuran para Malaikat, dan bahkan seperti ketika tulisan datang di dinding oleh tangan-Ku di istana Babel dan diterjemahkan oleh nabi dan hamba-Ku, Daniel, kalian telah ditimbang dalam timbangan Mahkamah Agung Sorga dan ditemukan bersalah. Bersiaplah bertemu Allahmu dalam murka dari amarah dan penghakiman kudus-Ku!

"Who shall rescue you now? Will your idols of pleasure, pride, perversion, power, and money? They are your gods now. Let them deliver you! Who shall help you, O fallen queen of the last days' nations? I will not hear your cries until you repent before Me in wailing, sackcloth and ashes. When your entire government falls on their faces in shame and cries out to Me with all their hearts, then, and only then, will I respond. Woe, Woe, WOE to thee, O Most wretched of men! How can you escape the damnation of Hell?"

"Siapa yang akan menolongmu sekarang? Akankah berhala-berhala kalian dari kesenangan, kebanggaan, penyimpangan, kekuasaan, dan uang? Mereka allah kalian sekarang. Biar mereka mengantar kalian! Siapa yang akan menolongmu, oh ratu yang jatuh atas hari-hari terakhir bangsa-bangsa? Aku tidak akan mendengar jeritanmu sampai kalian bertobat di hadapan-Ku dalam ratapan, kain kabung dan abu. Ketika seluruh pemerintahanmu jatuh dalam malu dan menjerit kepada-Ku dengan segenap hati mereka, kemudian dan hanya dengan itu Aku akan merespon. Celaka, celaka, CELAKA kepada mereka, oh yang termalang di antara manusia! Bagaimana kalian dapat lolos dari kutuk Neraka?"

"A message to the Bride, My Holy Overcomers:

"Sebuah pesan kepada Sang Mempelai, Para Pemenang Kudus-Ku:

"I have seen your tears, I have heard your groans. I have been suffering with you. Satan has come against you with all of his malice and fury for the last ten years, as I have mercifully extended the times, so that the nations could have every possible opportunity to return back to Me during the final days of grace.

"Aku telah melihat air matamu, Aku telah mendengar eranganmu. Aku telah menderita bersama denganmu. Satan / Iblis datang melawanmu dengan semua kebencian dan amarahnya selama sepuluh tahun terakhir ini, sebagaimana Aku telah berbelaskasih memperpanjang waktu, supaya bangsa-bangsa itu memiliki kesempatan yang sama untuk kembali kepada-Ku di masa-masa akhir anugerah-Ku.

"Oh, America! How I have longed to spare you! But, you have hardened your hearts, stiffened your necks, spit in My face, shook your fists at Me, turned your backs to me, and ignored and despised my prophets that I have sent to you - begging and pleading with you to return to Me - that you may live and not die! Your doom is meted out and sealed. You shall surely drink from the cup of My wrath and reap what you have sown. You have sown the wind and you shall reap the whirlwind.

"Oh Amerika! Betapa Aku merindukanmu! Namun, kamu mengeraskan hatimu, semakin tegar tengkuk, meludahi wajah-Ku, mengacungkan tinjumu kepada-Ku, membelakangi Aku dan mengabaikan serta memnghina para nabi-Ku yang Kukirim kepadamu - mengemis dan memohon untuk kembali kepada-Ku - supaya kamu boleh hidup dan tidak mati! Kiamatmu telah dijatuhkan dan dimeteraikan. Kamu pasti akan minum dari cawan murka-Ku dan menuai apa yang kamu tabur. Kamu telah menabur angin dan kamu akan menuai badai.

"But, My Beloved Bride! You are faithful to Me! Still you watch and pray in this Midnight Hour. Still you hold fast to My Name, My blood, and My Holy written Word! All of heaven both weeps and rejoices with you as they watch you and your purity and steadfastness. I have kept you. I have refined you as the finest gold in the furnace of affliction, and because you have suffered with Me, you shall sit on My throne and reign with Me forever and ever. Amen."

"Namun, Mempelai-Ku Terkasih! Kamu setia kepada-Ku! Tetap berdoa dan berjaga di Tengah Malam. Tetap berpegang kepada Nama-Ku, Darah-Ku dan Firman Kudus-Ku! Seluruh Sorga menangis dan bersukacita denganmu sebagaimana mereka melihatmu dan kemurnianmu dan ketabahanmu. Aku menyimpanmu. Aku memurnikanmu seperti emas terbaik dalam tungku penderitaan dan karena kamu telah menderita bersama-Ku, kamu akan duduk di Takhta-Ku dan memerintah bersama dengan-Ku selama-lamanya. Amin."

"I am shortening the days so that you, My Elect ones, will not perish in the final deception that is coming upon the earth.

"Aku mempersingkat hari-hari sehingga kamu, Pilihan-Ku, takkan binasa di dalam penyesatan final yang sedang datang ke atas bumi.

"I AM COMING FOR YOU! I am at the door waiting for the Word from the Father, saying, COME! The heavenly shofar is in the hands of My Archangel Gabriel and about to be lifted to his mouth for the final BLAST that will call you home! Rejoice, My Beloved! Look up, for your Redemption draweth nigh! I have prepared a place for you! Soon I will meet you in the air and take you home! My love burns for you, My Beloved! All of heaven is rejoicing to receive you. All is now prepared. Hold fast that which you have, that no man take your crown! Be ye holy as I am Holy! Keep your hearts pure and keep your garments clean, that ye may be found worthy to escape these calamities that are soon to flood the earth, and to stand in triumph before Me! I am the Son of Man. I am the Son of God. I am the Son of David. And, I am the soon coming King of Glory! I Am the Heavenly Bridegroom awaiting our Wedding and to feast together in joy and union with you."

"AKU DATANG UNTUKMU! Aku di depan pintu menanti Perintah Bapa, berkata, DATANG! Terompet sorgawi telah di tangan Malakat-Ku Gabriel dan tinggal diangkat ke mulutnya untuk HEMBUSAN FINAL yang akan memanggilmu pulang! Bersukacitalah, Kekasih-KU! Lihat, penyelamatanmu sudah dekat! Aku telah mempersiapkan sebuah tempat untukmu! Segera Aku akan bertemu denganmu di udara dan membawamu pulang! Cinta-Ku membara untukmu, Kekasih-Ku! Seluruh Sorga bersukacita menyambutmu. Semua telah dipersiapkan. Peganglah apa yang kamu miliki, tidak seorangpun mengambil mahkotamu! Jadilah kudus sebab Aku kudus! Jagalah hatimu murni dan pakaianmu bersih, supaya didapati layak untuk lolos dari semua malapetaka ini yang akan segera membanjiri Bumi dan berdiri dalam kejayaan di hadapan-Ku! Akulah Anak Manusia. Akulah Anak Allah. Akulah Anak Daud. Dan, Akulah Raja Kemuliaan yang segera datang! Akulah Mempelai Laki-Laki Sorgawi yang menanti Pernikahan Kita dan merayakan pesta bersama dalam sukacita dan kesatuan bersamamu."

"You are My predestined ones. You are My elect. You are My chosen ones. I have called and chosen you from before the foundations of the earth. You are the Crown of all My Desire!"

"Kamulah yang telah Kutakdirkan. Kamulah yang Kupilih. Kamulah yang Kutentukan. Aku telah memanggil dan memilihmu sejak sebelum dasar Bumi dibangun. Kamulah Mahkota dari seluruh Kedambaan-Ku!"

"AWAKE! AWAKE! AWAKE! HEAVENLY BRIDE!"

"BANGKIT! BANGKIT! BANGKIT! MEMPELAI SORGAWI!"

"Come out from Babylon, oh ye backsliders and sinners. Leave the Laodicean false church and come out to Me in the wilderness and join My Bride. Come outside the camp and bear the reproach of carrying the Anointing! For My Bride has been cast out of the lukewarm, reprobate churches that refuse to let Me in."

"Keluarlah dari Babel, kalian yang murtad dan pendosa. Tinggalkan jemaat palsu Laodikia dan datanglah kepada-Ku di padang gurun dan bergabung dengan Mempelai-Ku. Keluar dari kemah dan tanggunglah celaan pembawa Urapan! Sebab Mempelai-Ku telah mengusir keluar yang suam kuku, gereja yang terkutuk yang menolak kehadiran-Ku."

"I am standing at the doors knocking still, but not for much longer! I have come to you with this word now, pleading with you to repent and fully surrender to Me. Forsake all others and FOLLOW ME! Forsake the love of this world which will soon pass away. Purify your hearts. Be washed in My Blood and cleansed of every spot and wrinkle. Be daily washed in the water of My Word, the Bible. Pray and cry out to the Father to have mercy upon you and to spare you. Forsake your idols while there is still a sliver of time left, and run with all your might toward Me! Come in to the Ark of Safety while there is still time!"

"Aku berdiri di depan pintu dan masih mengetuk, namun tidak lama lagi! Aku datang kepada kalian dengan perkataan ini sekarang, memohon denganmu untuk bertobat dan sepenuhnya berserah kepada-Ku. Abaikan semua yang lain dan IKUTLAH AKU! Abaikan cinta kepada dunia ini yang akan segera berlalu. Murnikan hatimu. Biarlah dicuci dalam Darah-Ku dan dibersihkan setiap noda dan cacatnya. Biarlah dicuci dari hari ke hari dengan air Firman-Ku, Alkitab. Berdoa dan memohon kepada Bapa untuk berbelaskasih kepadamu dan meloloskanmu. Tinggalkan semua berhalamu selagi masih ada sepotong waktu tersisa, dan larilah dengan segenap kekuatanmu kepada-Ku! Masuk dalam Bahtera Keselamatan selagi masih ada waktu!"

"The checkered flag is now being waved! The final lap is HERE! The race is almost over, My dearly Beloved. Win your race for Me and receive your eternal Prize! Heaven is ready to receive you. Soon You shall be Home with Me forever."

"Bendera garis akhir telah dikibarkan! Putaran terakhir di SINI! Perlombaan hampir selesai, Kekasih-Ku. Menangkan pertandinganmu untuk-Ku dan terimalah upah kekalmu! Sorga telah siap menyambutmu. Segera kamu ada di rumah dengan-Ku selamanya."

"No more crying! No more sorrows! No more pain! No more death!"

"Tidak ada lagi tangis! Tidak ada lagi penderitaan! Tidak ada lagi kesakitan! Tidak ada lagi kematian!"

"I am Yeshua the Messiah! I AM your All in All!"

"Akulah Yeshua Sang Mesias! AKULAH segalanya dalam segalanya!"

"O Earth, Earth, Earth, Hear ye the Word of the LORD!"

"Oh Bumi, Bumi, Bumi, Dengarlah Firman TUHAN!"

As received and given by the Holy Spirit to Dr. Maurice Sklar on Saturday evening, June 28, 2014 at 10:27pm PST.

Sebagaimana diterima dan diberikan oleh Roh Kudus kepada Dr. Maurice Sklar pada Sabtu malam, 28 Juni 2014 jam 22:27 Pacific Standard Time (29 Juni 2014 jam 12:27 WIB)

Saturday, June 21, 2014

Aku

Aku sudah di sini
Dan ini aku, ya Tuhan
Dengan segala yang telah
Kulalui dan kualami

Banyak yang kusesali
Namun lebih banyak lagi
Yang bisa kusyukuri
Semua karena diri-Mu

Dan jika waktu bisa terulang
Aku tetap kan memilih diri-Mu
Sebagaimana Kau telah memilih diriku
Untuk kita lalui dan alami bersama

Dan jika aku bisa memilih
Maka sekali lagi aku memilih
Untuk serahkan tali kendali
Kepada niatan-Mu nan mulia

Sebab aku ini sesungguhnya
Melarat, malang, miskin, buta dan telanjang
Namun hanya Engkaulah kebajikanku
Dan sebenarnya aku sepenuhnya milik-Mu

Maka kumerendah di kaki-Mu
Mampukanlah aku sekarang
Untuk membeli emas dari-Mu
Yang telah murni diapikan itu

Supaya aku menjadi kaya
Juga pakaian putih
Untuk kukenakan segera
Menutupi ketelanjanganku yang hina

Serta memiliki minyak itu
Pelumas bagi kebutaanku ini
Supaya aku terus melihat
Sebagaimana Engkau melihat


Tidak Ada Gunanya Lagi Aku Memberi Jawab. Jika TUHAN Yang Kupuja Sanggup, Maka IA Pasti Melepaskanku Segera. Tetapi Seandainya Tidak, Aku Takkan Menyerah Dan Berputus Asa. Aku Akan Jalan Terus, Hingga Di Garis Akhir Dengan Kuat!

Friday, June 20, 2014

Harapan Sederhana

Kumpul, ayo kumpul
Duduk, ayo duduk
Sebab aku hendak menceritakan
Yang kan segera terjadi

Dengar, ayo dengar
Simak, ayo simak
Sebab aku takkan merahasiakan
Masa depan yang segera terjadi

Ujian akan semakin berat
Tantangan kan semakin hebat
Upah pun semakin dahsyat
Di bumi maupun di akhirat

Setelah semuanya ini terlalui
Yang berlari teruslah berlari
Jangan pernah pikir tuk berhenti
Naik ke puncak penggenapan

Yang telah lama terdidik
Kiranya terus semakin merunduk
Persis padi yang utuh berisi
Tak lagi minat berbangga diri

Ada didikan tuk terus memberi
Ada didikan tuk rela menerima
Ketika keduanya telah sinergi
Maka akan mudah sehati

Sungguh amatlah sederhana cita-citaku
Memberi dengan penuh ikhlas
Jauh dari segala kepura-puraan
Semakin rajin dan makin menyala

Terus bersukacita mengharap
Sabar dan tekun melalui segalanya
Supaya bisa terus saling mengasihi
Dan saling mendahului untuk menghormati

Thursday, June 19, 2014

Rumahku, Kapan Kau Kembali

Tenang dalam genggaman
Lelap dalam pelukan
Hidup dalam perhentian
Ketika kutemui dirimu

Rumahku, siapakah diriku ini
Terasa begitu beruntung
Nyata bertemu dirimu
Dalam rangkaian waktu

Kuharap rangkaian ini 
Terus terangkai terjalin
Dalam ikatan kudus mesra
Hingga pada kekekalan

Di tepian kalbu biru
Diriku termenung sendiri
Mencerna semua rangkaiannya
Mereka-reka yang kan terjadi 

Kutengok ke belakang waktu
Sekali lagi sekedar mengingat
Dari manakah ku diambil kemarin
Hingga aku dianugerahi dirimu

Ya, dirimu itu, hidupmu juga
Yang sempat membuatku lupa
Semua derita yang pernah ada
Semua sesal yang t'lah berlalu

Maka ketika tiba kuterjaga
Kusadari semua rangkaian itu
Hanya mimpi yang belum berakhir
Yang masih menanti nyatanya

Kini aku berbalik meniti lagi
Lanjutkan panggilan yang tinggi
Menjadi pilihan yang mengabdi
Sampai takdir jumpa di Garis Akhir

Wednesday, June 18, 2014

Momen Menuai

Lupakan air mata itu
Lupakanlah kepedihannya
Lupakan sakit itu
Lupakanlah perihnya

Biarlah derita mengalir
Ke manapun ia kehendaki
Jangan ditahan lagi
Tak perlu lagi dipikirkan

Sekarang tengoklah ke ladang
Semua telah menguning
Berkas-berkasnya penuh
Bertih-bertihnya pulen membulat

Masa yang baru segera datang
Momennya begitu kukuh menyapa
Tuaian limpah siap sedia
Siapkan diri untuk menuai

Sebab Empunya tuaian
Amat tak sabar menanti
Bahkan Ia ikut turun gelanggang
Dengan sabit emas nan tajam

Sebab Empunya tuaian 
Begitu tergesa memenuhi
Lumbung-lumbung Kerajaan-Nya
Ia menghitung dengan akurat

Segala jerih payah kita
Segala hasil kesetiaan kita
Yang terpanggil di jam terakhir
Di jam ke-sebelas yang mengharukan

Upah takkan pernah kurang

Sebab Ia amat murah hati
Namun camkanlah selalu bahwa
Kita hamba yang tak berguna

Tuesday, June 17, 2014

Di Pintu Embarkasi

Indonesiaku, Ibu Pertiwiku
Hampir genap waktumu
Hampir sampai puncakmu
Hampir nyata takdirmu

Indonesia, negeriku
Buka lebar gerbang-gerbangmu
Jangan pernah tertutup lagi
Sebab bangsa-bangsa mengantri

Masuk dalam momen penentu
Untuk menjadi terang dunia
Di kala kegelapan melanda
Dan semua telah diserahkan

Terus tambah mezbah-mezbah
Biarkan saja panggung-panggung
Sebab panggilan kita melayani
Sebagai hamba-hamba tak guna

Pulau-pulaumu mendadak penuh
Pelabuhan-pelabuhanmu terkejut ramai
Bandara-bandaramu makin banyak
Kemiskinan hampir terlupakan


Siang malam kekayaanmu makin berlimpah
Susu, anggur, gandum, padi, ikan
Dan semakin tak terhitung ternakmu
Jadi jawaban dan kepuasan bagi dunia

Tembagamu menjadi emas
Besimu menjadi perak
Kayumu menjadi tembaga
Batumu menjadi besi

Keselamatan dan puja puji itu
Kan menjadi tantanganmu selalu
Di pintu embarkasi
Bersiaplah terbang tinggi, Indonesia

Monday, June 16, 2014

Cangkokan Sezaman

Elohim yang hidup, yang Mahapilih
Ia memilih dengan cinta-Nya
Ia tetapkan dengan setia-Nya
Ia jalani tanpa penyesalan

Elohim yang hidup, yang Mahatahu
Ia memberi dengan sukacita-Nya
Ia menerima dengan kerelaan-Nya
Ia hadapi tanpa berputus asa

Semua resiko yang pernah
Sedang dan akan terus terjadi
Semua diterima sebagai perkara
Yang semakin memacu diri-Nya

Dari Sion, Ia datang menebus
Semua kefasikan disingkirkan-Nya
Ia siapkan Perjanjian Pembaharuan
Ketika Ia menghapus semua dosa

Dari kecemburuan sampai kecemburuan
Ia menebus semua pelanggaran kita
Ia menjadikan kita cangkokan
Tunas liar jadi cabang kemuliaan

Dan setelah semuanya itu
Biarlah tunas liar ini
Menyembah-Mu selamanya
Mengabdi pada-Mu seutuhnya

Melayani-Mu sepenuhnya

Memberkati-Mu dengan gelora
Mendamba-Mu dalam gairah
Merefleksikan diri-Mu, jernih!

Kemurahan-Mu dan kekerasan-Mu

Biarlah semua mendidik kami selalu
Sampai semua kerinduan-Mu
Genap menjadi kerinduan kami

Sunday, June 15, 2014

Hosea

Ya Tuhan, Elohim yang hidup
Engkaulah suami kami yang sungguh
Engkaulah kekasih kami yang sejati
Kepada-Mu akhirnya kami menyatu

Sebab kami mengakhiri saat ini
Semua persundalan dan zinah kami
Baal telah jauh dari mulut kamu
Mereka takkan disebut lagi selamanya

Ya Tuhan, Jehovah yang satu
Kamilah istri-istri-Mu yang sadar
Kamilah kekasih-Mu dalam pencarian
Kepada kami, Engkau selalu tertuju

Sebab Engkau hendak memulai
Sebuah awal yang sama sekali baru
Pembaharuan perjanjian nan kekal
Yang membawa damai lampaui akal

Engkau jadikan kami istri-Mu
Untuk dan tetap selama-lamanya
Dalam kebenaran dan keadilan
Dalam kesetiaan dan kasih sayang

Kami bawa Indonesia kami
Ke hadapan Yang Mahatinggi
Berpaling dari ilah-ilah asing
Dan menjauhkan kue kismis kami

Sungguh kami sadari bahwa ternyata
Bukan kami yang memilih Engkau
Namun Engkau yang memungut kami
Sebagai Yizreel, Ruhama dan Ami

Dengan tebusan yang genap
Kami akan diam tidak lagi bersundal
Namun melayani-Mu selamanya
Dan menjadi umat keagungan-Mu

Saturday, June 14, 2014

Maleakhi

Sang utusan telah bersuara
Berjarak sama dengan pembebasan
Ia mengungkap sebuah rasa ilahi
Kasih kepada umat pilihan

Sang utusan amat memahami
Bahwa ia adalah yang terakhir
Dan waktunya amat singkat
Sebelum masa sunyi nan panjang

Ia sampaikan kekecewaan Tuhan
Akan cemarnya korban persembahan
Ia sampaikan murka Tuhan
Akan rendahnya para imam

Imam-imam yang tak setia
Imam-imam yang berkhianat
Imam-imam yang keras kepala
Imam-imam yang tak lagi rajani

Sang utusan juga bersabda
Bahwa Sang Penggenap Janji
Pasti akan datang pada waktunya
Namun tak ada yang tahan

Sebab yang akan datang itu
Adalah api pemurni loga
Sabun tukang penatu
Pentahir perak dan emas

Sang Penggenap Janji menantang
Untuk kita menguji janji-Nya
Ketika kita melampaui Mamon
Dan tingkap-tingkap Sorga terbuka

Ia meminta kita tak kecewa
Sebab Ia setia dan adil sungguh
Sebab menjelang Hari-Nya
Akan ada Penyingkapan Besar

Friday, June 13, 2014

Takdir - Kalbu Seperjuangan

Aku mengetuk takdir
Mengikuti irama kalbu
Dan kudapati mereka
Mesra dalam derita

Keduanya saling mengisi
Mereka percaya bahwa
Mereka ada untuk bersatu
Sepakat dalam tiap pergolakan

Mereka saling menguatkan
Seperjuangan menuju puncak
Hingga akhirnya menjadi
Fenomena yang tak terbantahkan

Takdir tidak kejam
Kalbu tidak lemah
Saling mengisi dalam keseimbangan
Fenomena yang teramat matang

Kalbu dan takdir meriwayat
Dalam setiap sanubari insan
Bersaksi untuk Sang Pencipta
Tercipta untuk kebahagian-Nya

Siapa hendak menolak takdir
Ia juga menyangkali kalbunya
Siapa hendak mendusta kalbu
Ia juga menghina takdir

Takdirku menjaga kalbuku
Kalbuku menopang takdirku
Tak ada yang tak dapat dilunakkan
Tak ada yang tak dapat ditundukkan

Ini kalbuku, ini takdirku
Kepersembahkan di atas mezbah
Dari suci hingga suci
Untuk tergenapi dalam hayat

Thursday, June 12, 2014

Indonesia 2014

Di pertempuran terakhir
Bangsa ini tak punya
Pilihan untuk memilih
Sebab tenggatnya hampir genap

Ini bukan soal seperti biasa
Ini bukan lagi tentang itu saja
Sekedar perubahan radikal
Atau sekedar status quo lagi

Ini soal hidup penuh kejayaan
Atau bubar dalam kehancuran
Antara berkat Tahun Yobel
Atau bernasib jadi gembel

Bukankah telah begitu jelas
Perbedaan yang amat kontras
Terbelahnya begitu merata
Protagonisnya, antagonisnya

Tengoklah NU juga Muhammadiyah
Perhatikan Golkar juga PPP
Bahkan di berbagai gereja
Juga di dalam keluarga kita

Ada yang bilang seperti perang badar
Yang lain berkata pesta demokrasi
Namun sungguh ini bangsa besar
Sedang ditentukan di pintu embarkasi

Kotrasnya bagai masa Ahasyweros
Yang satu berperan sebagai
Ester dan Mordekhai
Yang satunya lagi mirip Haman

Jadi jelas bagian kita sekarang
Menjadi Mempelai yang berperang
Melenggang di atas gelombang
Bersama Sang Raja, kita menang

Wednesday, June 11, 2014

Kenang Duka, Kenang Takdir

Jiwaku, batinku
Malang benar nasibmu
Petaka demi petaka
Silih berganti menepi

Apakah engkau masih kuat
Jiwaku, batinku
Apakah engkau tabah
Wahai yang di kalbuku

Aku juga tak tahu
Harus berbuat apalagi
Ke mana harus kutuju
Di mana harus berhenti


Masih ingatkah ketika
Langit begitu cerah
Anginnya sepoi melanda
Dan mentari begitu bersahabat

Ya kala itu, jiwaku
Kamu masih amat belia
Belum duka, tanpa lara
Hati riang, akal sehat

Namun setelah semuanya ini
Kuharap engkau makin kuat
Kuharap engkau baik-baik
Sejahtera sebagaimana Sang Sumber

Sebab Iapun adalah Saksi duka
Dan merasakan deras petaka
Ia mengerti linangan nelangsa
Dan jerit pencari jawaban

Maka sekarang kupinta dikau
Kuatlah jiwaku, kuatlah
Makmurlah jiwaku, makmurlah
Masyhurlah jiwaku, masyhurlah

Tuesday, June 10, 2014

Takkan Lari Paksaan-Nya Dikejar

Akankah ibuku menjadi kuburanku
Haruskah rahimnya jadi kerandaku
Layu sebelum pantas berkembang
Gugur sebelum nyata dilahirkan

Terkutukkah pembawa berita kelahiranku
Malangkah nasib ayah dan moyangku
Terkutukkah hari kelahiranku itu
Sekali-kali tidak dan takkan pernah

Namun Engkau membujuk aku
Aku terjerat dalam rekayasa-Mu
Terjebak dalam rancangan-Mu
Bahkan terlena dalam paksaan-Mu

Sungguh Engkau terlalu kuat
Cinta-Mu begitu pekat
Hasrat-Mu geram mengikat
Dan api-Mu menyala hebat

Aku sudah tak tahan
Sampai berapa lama lagi
Aku harus jalani kegilaan ini
Sampai berapa jauh lagi

Siang hari jadi cercaan
Malam hari jadi sandungan
Petang mendatangkan omelan
Pagi mengundang ocehan

Aku tak dapat mengubah jurusan
Maupun mengatur laju percepatan
Karena aku sudah telanjur penasaran
Terpikat dengan Sang Idola idaman

Jadi sekarang, tunggu apalagi, hai jiwaku
Mari undang paksaan-Nya lebih lagi
Karena pemaksaan-Nya menyelamatkan
Dan di Garis Akhir kita kan gemilang

Monday, June 9, 2014

Meregang Iman

Ada yang pernah bertutur
Bahwa hidup ini sementara
Hanya sebuah persiapan
Untuk sebuah kekekalan

Ada yang pernah berpesan
Bahwa hidup ini ilusi
Batin yang di dalam
Mudah menipu dan tertipu

Ada yang pernah bercerita
Bahwa hidup ini sandiwara
Panggungnya dunia, ceritanya hidup kita
Semua diatur Sang Dalang

Sebab sementara aku bersiap
Aku terjerat dalam ilusi
Yang tertancap di dalam daging
Dan terkunci di dalam darah

Tahun-tahun duka hidupku
Seperti berdiri di dua perahu
Berjalan di antara dua puncak
Dalam kelam yang mendekam

Dan aku telah muak
Untuk pertahankan nyawa ini
Cukup sudah yang kujalani
Untuk hanya meregang iman

Maka ya Tuhan, hukumlah aku
Setegak-tegaknya hukum itu
Maka ya Raja, hakimilah aku
Seadil-adilnya penghakiman itu

Di bawah telapak kaki-Mu
Aku mengharap belas kasihan
Sebab di tangan kanan-Mu
Ada kuasa kelepasan dan kebangkitan

Sunday, June 8, 2014

Suratan Takdir

Jatuh lagi, terjun lagi
Sepi lagi, sunyi kembali
Seorang diri meratap hati-hati
Melihat senyum di balik belati

Hujamnya begitu kuat
Sergapnya begitu cepat
Deru maut begitu melekat
Membuat raja nyaris mangkat

Apalagi yang bisa diharap
Segala peluang ditelan gelap
Segala asa telah lenyap
Mulutpun hanya bisa mangap

Namun kulihat Yang Setia datang
Nyatakan aku seorang bintang
Yang kan terus bersinar menantang
Takkan jatuh di bawah gantang

Ambillah pena itu lagi segera
Tuliskanlah tulisan baru
Tariklah suara itu lagi segera
Nyanyikanlah nyanyian baru

Undanglah kantuk itu lagi segera
Mimpikanlah impian baru
Goyangkan gada itu lagi segera
Tarikanlah tarian baru

Sebab kitalah yang terpanggil
Dipilih menjadi pilihan-Nya
Sebuah generasi penakluk dunia
Yang menyanyi menari di atas gelombang

Yang terkecil kan menjadi bangsa besar
Yang terlemah kan menjadi bangsa kuat
Yang termiskin kan menjadi bangsa kaya
Suratan takdir yang tak terbantahkan

Saturday, June 7, 2014

Pilihan Rahasia

Kisah ini takkan pernah habis
Ceritanya takkan pernah berakhir
Memang ada awalan yang misteri
Namun kan diakhiri dengan kekekalan

Seperti hidup dalam bayangan
Yang terangkai dengan rumitnya
Dari misteri kepada misteri
Dari rahasia kepada rahasia

Dan dalam bahasa rahasia juga
Engkau berterus terang mengungkap
Kepada para kekasih-Mu
Supaya tidak ada yang menjadi kecewa


Dan aku sadari bahwa semua
Itulah cinta-Mu yang terpendam lama
Dengan segala keindahan dan kepedihannya
Dalam keintiman dengan para mempelai-Mu

Dan rahasia itu tak lain adalah
Diri-Mu sendiri, ya diri-Mu
Dengan segala maupun tanpa segalanya
Yakni Anak Elohim juga Anak Manusia

Yang terungkap perlahan pasti
Selapis demi selapis
Selaput demi selaput
Hingga perjumpaan muka dengan muka

Jadi sekarang, setelah semuanya itu
Sesungguhnya kami tak punya lagi
Pilihan untuk memilih
Namun seandainya pilihan itu ada

Maka kami tetap akan memilih
Untuk sepakat serahasia dengan-Mu
Sebab sejak semula adanya
Engkaulah yang telah memilih demikian

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.