Labels

Tuesday, June 2, 2020

Mengharap The Great Revival, Mendapat The Great Chaos

Bukankah Gereja di Amerika Serikat dan Dunia Barat lainnya telah lama menubuatkan dan mendoakan agar terjadinya The Great Revival a.k.a The Great Awakening a.k.a Third Pentecost (Pentakosta Ke-3)?

Lalu mengapa justru yang terjadi adalah kekacauan dan kerusuhan yang besar dan masif di berbagai kota di Amerika Serikat saat ini?

Tahukah Anda bahwa sejarah sedang berulang? Perhatikan apa yang pernah Nabi Habakkuk doakan dalam jerit tangis dan erangannya kepada Tuhan agar revival terjadi atas bangsanya,

"Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: 'Penindasan!' tetapi tidak Kautolong?" - Habakkuk 1:2

Saya percaya doanya, jerit tangisnya, dan erangan kepedihannya tulus mengharapkan revival dan pemulihan bagi negerinya, tapi ternyata Tuhan merespon jauh dari apa yang bisa diduga,

"Lihatlah di antara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah heran dan tercengang-cengang, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan.

"Sebab, sesungguhnya, Akulah yang membangkitkan orang Kasdim (Babylonians), bangsa yang garang dan tangkas itu, yang melintasi lintang bujur bumi untuk menduduki tempat kediaman, yang bukan kepunyaan mereka.

"Bangsa itu dahsyat dan menakutkan; keadilannya dan keluhurannya berasal dari padanya sendiri.

"Kudanya lebih cepat dari pada macan tutul, dan lebih ganas dari pada serigala pada waktu malam; pasukan berkudanya datang menderap, dari jauh mereka datang, terbang seperti rajawali yang menyambar mangsa." - Habakkuk 1:5-8

Bukankah saat ini di Amerika Serikat (karena dipicu oleh insiden George Flyod dan Derek Chauvin) ada banyak orang yang garang dan tangkas sedang menjarah dan menduduki tempat-tempat yang bukan kepunyaan mereka?

Kerusuhan yang dahsyat dan menakutkan terjadi di berbagai tempat. Dan melalui berbagai platform media sosial, kita bisa menyaksikan kecepatan orang-orang itu menjarah lebih daripada macan tutul, kebuasan orang-orang itu lebih daripada serigala dan kelincahan mereka lebih daripada rajawali.

Sampai di sini, apakah Anda sudah menyadari bahwa The Great Revival yang selama ini dipropagandakan itu adalah sebuah agenda palsu yang sarat dengan kepalsuan dan ambisi manusiawi yang korup?

Sebab agenda yang palsu itu disusupi dengan aksi dagang mujizat, janji muluk akan kelimpahan dan kekayaan (transfer of wealth), dan berbagai cerita isapan jempol lainnya.

Konyolnya banyak pemimpin Gereja di Indonesia ikut mempropagandakan kepalsuan yang sama sehingga banyak di antara jemaat yang menyimpang. Padahal dengan gamblang Tuhan Yesus sudah katakan,

"Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih (agape) kebanyakan orang akan menjadi dingin." - Matius 24:12

Jika sudah dinubuatkan akan menjadi dingin, mengapa mereka menubuatkan hal yang bertentangan dengan perkataan Tuhan Yesus? Adakah mereka merasa lebih benar daripada Tuhan Yesus?

Pada akhirnya, Nabi Habakkuk menyadari bahwa revival yang diharapkannya tidak kunjung terwujud, dan secara bertahap dia mempersiapkan batiniahnya untuk menghadapi skenario terburuk yang pernah dia dengar dari Tuhan sendiri, sehingga dia dapat berkata,

"Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku, mendengar bunyinya, menggigillah bibirku; tulang-tulangku seakan-akan kemasukan sengal, dan aku gemetar di tempat aku berdiri; namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami.

"Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,

"namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

"ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku." - Habakkuk 3:16-19

Tulisan ini untuk membangkitkan kesadaran kita semua bahwa masa sakit bersalin bagi Gereja Tuhan sudah tiba dan akan semakin intens kesakitan yang akan dialami, demi melahirkan sebuah zaman baru di mana Kristus Yesus akan memerintah selama 1000 tahun lamanya di Bumi. Hal ini sesuai dengan apa yang sudah Tuhan Yesus katakan dan tertulis dalam Matius 24.

Mintalah kepada Tuhan ketenangan untuk menantikan dan menyambut hari kesusahan itu, supaya kita dapat bertahan dalam iman sampai penghujung nyawa kita. Sehingga dengan demikian, ketika masa itu datang kita dapat berkata kepada musuh-musuh kita,

"Tuhan yang kami sembah sanggup menolong kami, tapi SEKALIPUN TUHAN TIDAK MENOLONG KAMI, KAMI TETAP TIDAK AKAN MENYEMBAH PATUNG BUATAN KALIAN."

Sekali lagi saya ingatkan, perhatikan respon Tuhan terhadap ratapan Nabi Habakkuk ini, dan bebaskanlah diri kita dari nubuatan-nubuatan palsu itu. Persiapkan manusia batiniah kita sebaik mungkin karena kesusahan besar telah ditetapkan-Nya.

Blessings!

Monday, June 1, 2020

New Normal Sebagai Konklusi Bagi Gereja

"Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: 'Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu.' 

"Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. 

"Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: 'Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!'" - Yeremia 18:1-6

Setelah sekitar 4 bulan masyarakat dunia berjibaku dengan pandemi Covid-19 ini, akhirnya mayoritas pemerintahan di seluruh dunia (terpaksa) menyesuaikan diri sedemikian rupa karena sadar bahwa kita semua tidak akan pernah bisa kembali lagi kepada keadaan sebelum pandemi tersebut terjadi.

Dan dengan kesadaran yang sama, situasi baru yang harus diterima ini diberi label NEW NORMAL.


Seperti sudah pernah saya katakan sebelumnya sejak 3 tahun yang lalu bahwa there won't be business as usual, there won't be life as usual, maka melalui pandemi Covid-19 ini, hal itu benar-benar tergenapi.

New Normal juga berarti bahwa yang selama ini dianggap tradisional atau diperlakukan layaknya tradisi akan segera ditinggalkan, dianggap usang, dianggap tidak relevan, bahkan dianggap sebagai sesuatu yang mengancam kehidupan. 

Berbagai upaya spiritual yang pernah dilakukan sebagian orang untuk mencegah dan / atau mengatasi pandemi Covid-19, yakni dengan berdoa, berpuasa, bernubuat, bahkan "peperangan rohani" hingga ke Kutub Utara telah terbukti gagal ketika New Normal ini disepakati bersama di seluruh dunia.

Gereja harus segera menyadari bahwa pandemi Covid-19 BUKAN sekedar interupsi atau jeda yang sifatnya temporer, melainkan sebuah DISRUPSI BESAR yang mengubah tatanan kehidupan secara permanen dalam berbagai aspek, khususnya dalam menjalankan ritual ibadah dan bahkan misi keselamatan.

Sama halnya dengan bisnis transportasi berbasis online yang tidak sekedar menginterupsi tapi mendisrupsi besar-besaran dan secara telak memukul ekonomi dan bisnis industri transportasi konvensional di seluruh dunia.

Sungguh bahwa Tuhan sedang reshaping atau membentuk ulang Gereja-Nya ke dalam sebuah masa dan situasi yang sama sekali baru dan belum pernah terjadi sebelumnya. Dan tentu saja Gereja sedang direkayasa secara ilahi untuk semakin bergantung kepada kuasa Tuhan atau menjadi binasa dihantam keadaan.

Sayangnya, masih ada banyak pemimpin Gereja yang berpikir untuk sekedar reopening tradisi ibadahnya ketimbang menerima reshaping yang sedang terjadi, khususnya mereka yang terlalu mengandalkan hal-hal yang lahiriah dan kasat mata dalam menjalankan ritual ibadah.

Sadarilah segera, bahwa New Normal ini juga menjadikan sistem pengukuran yang selama ini dipakai juga sudah usang. Bahwa selama ini organisasi gereja yang "sukses" adalah yang gedungnya besar, hadirinnya banyak dan jumlah uang kolektenya berlimpah.

Kini gedung-gedung yang besar itu kosong, karena tidak ada lagi yang hadir, dan karena pandemi ini juga memukul ekonomi secara makro maupun individual, tentu saja berpengaruh terhadap jumlah uang kolekte yang diterima.

Jika kita mau melihat kepada sejarah, Martin Luther melalui Reformasi Gereja yang terjadi 500 tahun yang lalu ditujukan untuk membebaskan Gereja dari kekuasaan para pemimpinnya yang korup, maka kini Covid-19 dengan New Normal-nya sedang membebaskan umat Tuhan dari organisasi gereja yang korup.

Bukankah dalam membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, kepada Firaun, Musa memakai alasan untuk beribadah (secara benar) kepada TUHAN Allah? Demikian juga Covid-19 ini membebaskan umat-Nya dari perbudakan tradisi dan praktik ibadah yang korup.

Yang lahiriah itu semakin tidak bisa diandalkan karena akan semakin rentan untuk terus digoncang di masa depan. Itu sebabnya, ini adalah momen yang sangat baik untuk mengalihkan fokus ibadah kita kepada yang batiniah sehingga ketika goncangan yang lebih dahsyat terjadi kita telah menjadi bagian dari yang tidak tergoncangkan itu dalam anugrah-Nya.

Blessings!

Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.

Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.

Friday, April 10, 2020

Time Of Chalepos (χαλεποί)

"Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar (χαλεποί).

"Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. 

"Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!" - 2 Timotius 3:1-5

Melalui suratnya kepada Timotius, Rasul Paulus menubuatkan bahwa akan datang suatu masa yang sebenarnya BUKAN sukar, karena kata sukar bukanlah kata yang tepat, melainkan masa yang berbahaya. Dalam bahasa Inggris disebut perilous dan dalam bahasa Yunani disebut chalepos (χαλεποί).

Masa yang berbahaya ini berbeda dengan Masa Kesesakan Besar pada saat Sang Antikristus berkuasa dengan Nabi Palsunya, karena untuk kata kesesakan atau tribulasi, bahasa Yunaninya adalah thlipsis (θλῖψις).

Rasul Paulus menyatakan bahwa masa yang berbahaya itu datang karena manusia begitu mencintai dirinya sendiri sekaligus menjadikan dirinya hamba uang. Dan karena begitu mencintai dirinya sendiri dan begitu mudahnya dibahagiakan bahkan diperbudak dengan uang, maka sikapnya pun menjadi begitu jahat. Mulai dari membual hingga menuruti hawa nafsu mereka.

Anehnya, secara lahiriah, secara kasat mata, mereka ada menjalankan ritual ibadah secara rutin terlepas apapun agama dan keyakinan mereka, termasuk rajin pelayanan dalam organisasi keagamaan. Namun keadaan batiniahnya bisa begitu berbeda dengan tampilan lahiriahnya yang kasat mata.

Menariknya, kata chalepos juga dipakai sebelumnya di Injil Matius dalam kisah dua orang yang kerasukan roh jahat (demons) di Gadara.

"Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya (χαλεποί), sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu." - Matius 8:28

Kedua orang kerasukan itu dianggap sangat berbahaya sehingga orang lain memilih jalan lain yang mungkin lebih jauh demi menghindari bahaya. Sampai di sini, kita bisa menyimpulkan bahwa manusia yang begitu mencintai egonya sendiri dan begitu mudahnya diperbudak oleh uang sesungguhnya sama kualitasnya dan sama berbahayanya dengan orang yang kerasukan roh jahat.

Dan kalau kita teruskan kisahnya, ketika Tuhan Yesus sudah mengusir roh-roh jahat itu dari kedua orang tersebut, orang-orang lokal di daerah setempat malah mendesak sambil mengusir Tuhan Yesus. Mereka tidak senang ada dua orang dibebaskan dari roh-roh jahat karena hal itu merugikan ekonomi mereka sebab roh-roh jahat itu menyebabkan seluruh kawanan babi setempat menjadi mati.

Dengan demikian, bukankah penduduk lokal itu juga memiliki karakteristik yang sama dengan karakter manusia yang disebutkan Rasul Paulus itu?

Namun ketahuilah, bahwa penderitaan, aniaya dan sengsara merupakan alat Tuhan yang efektif agar kita dilepaskan dari ego kita sendiri dan kuasa perbudakan uang. Sebab,

"Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan." - 2 Timotius 3:12-13

Petaka di dalam Gereja dimulai ketika penderitaan dan aniaya dianggap sebagai kutuk ketimbang sebagai ibadah yang sejati. Sebaliknya kemakmuran dan kelimpahan materi dijadikan ukuran keberkenanan Tuhan kepada kita.

Blessings!

Pandemi Covid-19 Menyingkap Ego "Para Gajah" Gereja

Melihat pertarungan "para gajah gereja" di media sosial beberapa hari lalu membuat saya semakin yakin bahwa tidak akan ada yang namanya Great Awakening atau Great Revival yang disertai konversi jiwa-jiwa dalam jumlah besar kepada Kristus SEBELUM Masa Kesesakan Besar itu tiba.

Tidak mungkin Tuhan mau menyerahkan jiwa-jiwa baru dalam jumlah begitu besar kepada "para serigala" jika ujungnya jiwa-jiwa itu akan menjadi lebih jahat daripada "para serigala" itu sendiri.

"Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri." - Matius 23:15

Itu sebabnya ketika Injil sudah mulai tersebar ke berbagai tempat dan berbagai daerah di sekitar Israel, Tuhan izinkan Bait Suci Ke-2 runtuh tanpa dapat dibangun kembali hingga nanti Sang Antikristus yang mengambil bagian dalam pembangunannya.

Perhatikan! Bahwa Bait Suci yang begitu megah dan begitu dikultuskan tetap saja diruntuhkan-Nya karena dianggap tidak berguna bahkan menjadi penghalang terhadap Injil dan Kerajaan-Nya.

Dan sekarang melalui pandemi Covid-19, kerajaan-kerajaan megachurch di seluruh dunia mulai diruntuhkan sebagaimana Tuhan pernah meruntuhkan Bait Suci pertama dan ke-2. Tuhan sudah sangat terbiasa membangun dan meruntuhkan segala sesuatu, terutama milik-Nya sendiri.

Melalui goncangan Covid-19 ini seharusnya kita sadar bahwa Tuhan sedang memenuhi janji-Nya untuk menggoncang segala sesuatu DEMI TETAP TINGGAL YANG TAK TERGONCANGKAN ITU.

Jadi sudah sepatutnya kita merelakan hati kita dan mempersilakan goncangan-Nya bekerja dalam hidup kita sesuai janji-Nya, supaya kita memperoleh bagian dalam Kerajaan-Nya yang tak tergoncangkan itu.

Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga." Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.

Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.

Tuesday, March 31, 2020

Pesan Profetik - 29 Maret 2020 Oleh Brother Sadhu Sundar Selvaraj

"The Lord told me there would be pandemic that came, and the first one would prove to be little but fear, but the second one that comes will be serious." - John Paul Jackson, January 2012.

"Tuhan berkata kepada saya, bahwa akan ada pandemik yang akan datang, yang pertama akan kelihatan kecil namun menakutkan, namun yang kedua datang akan sangat serius." - John Paul Jackson, Januari 2012.

Pada tanggal 29 Maret 2020, Brother Sadhu Sundar Selvaraj melalui Angel TV mengadakan prophetic conference yang disiarkan melalui live streaming. Berikut ini kutipan-kutipan dan keterangan dari pesan yang disampaikan Tuhan melalui hamba-Nya,

Konferensi profetik dapat disimak secara lengkap di YouTube: https://www.youtube.com/watch?v=OhoZcrBLXFM

"Saya akan bicara apa adanya dan tepat sesuai dengan apa yang Tuhan katakan dan tunjukkan kepada saya, sebab itulah pekerjaan dan tujuan seorang nabi. Tidak ada alasan untuk seorang nabi mengubah atau memperlunak pesan tersebut.

"Ketika kita sedang bernyanyi menyembah Tuhan, saya melihat Tuhan Yesus berdiri di depan saya sebagai Singa Yehuda. Tuhan Yesus memandang saya sedemikian rupa dan berkata, 'Amarah-Ku belum surut!'

"Pernyataan Tuhan Yesus berkaitan dengan pandemik Covid-19 yang sedang berlangsung. Hal ini serupa dengan apa yang terjadi dan tertulis dalam Kejadian 18 berkaitan dengan jeritan tangis dan keluh kesah yang muncul dari Sodom dan Gomora. Dan berdasarkan jerit tangis dan keluh kesah serta apa yang dilihat Tuhan, maka Tuhan memutuskan hukuman dan penghakiman yang layak dijatuhkan terhadap Sodom dan Gomora.

"Lebih lanjut Tuhan Yesus mengatakan, 'Jerit tangis mereka telah Kudengar.'

"Jadi salah satu alasan mengapa pandemik Covid-19 ini terjadi karena jerit tangis mereka telah sampai ke Telinga Allah. Hal ini sama juga dengan jerit tangis keluhan para martir yang tertulis dalam Kitab Wahyu pasal 6, di mana para martir menuntut pembalasan. 

"Itu sebabnya wabah ini dimulai di China lalu berlanjut ke Eropa dan Amerika Utara dengan dahsyatnya. Begitu banyak aborsi yang terjadi di China, Eropa dan Amerika Utara. Amarah Tuhan masih belum surut.

"Masyarakat dunia berharap bahwa wabah pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir pada pertengahan April nanti. Apakah hal itu akan terjadi? Saya hendak percaya bahwa hal itu akan terjadi. Mengapa saya hendak percaya bahwa wabah pandemi ini akan berakhir di pertengahan April nanti?

"Saya percaya Anda mengetahui seorang nabi Tuhan dengan reputasinya yang baik bernama Chuck Pierce. Pada pergantian Tahun Ibrani bulan September tahun lalu ketika Chuck Pierce berdoa, Tuhan Yesus mengatakan bahwa akan ada pandemi yang akan menimpa secara masif dan hal itu akan mulai terjadi di akhir tahun. Pandemi ini merupakan ujian yang akan berlangsung hingga Paskah tahun ini.

"Perhatikan! Bahwa pada akhir tahun lalu sama sekali tidak ada tanda apapun bahwa akan terjadi pandemi. Bahkan sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menggunakan istilah wabah (plague) sebelumnya akhirnya gunakan istilah pandemi (pandemic). Istilah pandemi digunakan ketika wabah terjadi di berbagai tempat di seluruh dunia, sedangkan istilah plague hanya digunakan ketika wabah hanya terjadi pada regional tertentu.

"Jadi bagaimana kita bisa percaya bahwa pandemi Covid-19 ini akan berakhir pada saat Paskah nanti? Karena bagian pertama dari nubuatan tersebut telah terjadi, yakni pandemi ini benar-benar mendunia, maka pastilah bagian terakhir dari nubuatan tersebut juga akan tergenapi di Paskah nanti.

"Apa yang saya lihat saat ini adalah Kaki Singa Yehuda itu masih ada di atas pandemi tersebut, kaki itu tidak sepenuhnya menginjak-injak pandemi tersebut, melainkan pandemi itu masih ada di bawah kendali Kaki Tuhan, namun tidak sepenuhnya dimusnahkan.

"Pada tanggal 20 Februari 2020, ketika saya sedang menantikan Tuhan, roh saya dibawa ke Sorga bertemu dengan Tuhan Yesus. Dan Tuhan Yesus memandang saya dan berkata, 'Allah Bapa ingin bicara dengan kamu. Kamu punya pesan penting yang harus disampaikan kembali (kepada Gereja dan dunia). Ayo datang bersama-Ku untuk menemui Bapa.'

"Ketika saya tiba di hadapan Bapa, 'Another great wind is going to sweep all over the world.' (Sebuah angin besar yang lain sedang menyapu seluruh dunia). Yang dimaksud dengan sebuah angin besar yang lain adalah sesuatu yang lebih buruk daripada pandemi Covid-19 ini. Sesuatu yang lebih buruk daripada Covid-19 akan segera datang. Dan ketika yang lebih buruk itu datang, akan membuat pandemi Covid-19 seperti mainan anak-anak.

"Ketika nanti pandemi yang lainnya datang, itu akan menyengat bagaikan sengatan hornet. Ketika virus ini menyengat, akan muncul bengkak seperti bisul di wajah dan bagian tubuh lainnya, terutama di bagian dada. Penderitanya akan merasakan sensasi panas terbakar dan suhu tubuhnya akan naik di atas 38 derajat Celcius (100 derajat Farenheit). Ini adalah gejala-gejala fisik yang kasat mata dari sengatan tersebut.

"Para dokter dan ilmuwan heran dan bingung untuk menemukan obat penawar ataupun vaksin untuk sengatan virus yang satu ini. Padahal saat ini para dokter dan ilmuwan masih menyelidiki DNA dari virus Covid-19 ini. Dan mereka juga mengatakan bahwa vaksin untuk Covid-19 masih sangat jauh dari usaha mereka. 

"Namun nanti ketika mereka mengklaim bahwa mereka telah menemukan sesuatu berkaitan dengan Covid-19, maka pada saat itulah sengatan hornet ini akan tiba. Dan ketika sengatan ini tiba, tidak ada yang bisa menemukan bagaimana cara virus ini bekerja, apalagi menemukan obat penawarnya.

"Saya teringat kepada sahabat saya, almarhum nabi Neville Johnson, beliau pernah berkata bahwa Tuhan ada menyingkapkan bahwa nanti akan muncul banyak wabah yang mutasi virusnya tidak bisa diidentifikasi oleh para dokter dan ilmuwan. DNA pada virus tersebut akan bermutasi sendiri. Dan penyelidikan terakhir dalam dunia kedokteran saat ini juga bicara hal yang serupa mengenai Covid-19 ini.

"Mengenai virus yang akan datang ini, struktur strain-nya akan sedikit mirip dengan Covid-19, namun memiliki banyak duri sengatan di sekelilingnya. Sengatan virus ini bukan hanya terjadi di permukaan kulit saja, tapi juga terjadi di seluruh pembuluh darah. Dan ketika virus ini menyengat, akan ada racun yang dilepaskan di dalam darah, dan akan menyebabkan fatalitas yang besar bagi penderitanya. 

"Saya harap berita ini tidak membuat Anda semua takut dan gentar. Pada saat ini semua terjadi, para pemimpin dunia dan ilmuwan akan kehabisan akal untuk menghadapi situasi tersebut. Saat ini banyak pemerintah yang melakukan lockdown demi melindungi rakyatnya, namun cara yang sama tidak akan berhasil sama sekali ketika virus yang berikutnya datang. Pandemi virus yang berikutnya tidak akan dapat dikendalikan.

"Bagaikan singa jantan yang bangkit untuk mencari dan menerkam mangsa, demikian juga Tuhan melalui virus tersebut akan bangkit dan mencari mangsanya, melalui hukuman dan penghakiman yang dijatuhkan-Nya. 

"Mari belajar bagaimana Tuhan berlaku terhadap musuh-musuh bangsa Israel, terutama ketika Sanherib, raja negeri Asyur datang hendak menyerang bangsa Israel yang hari itu dipimpin oleh raja Hizkia. Sanherib bahkan menghujat Tuhan Allah Israel, sedangkan raja Hizkia begitu gentar karena sadar kekuatannya tidak seberapa.

"Dan setelah raja Hizkia menaikkan doa permohonan, Tuhan mendengar doa tersebut, dan dalam satu malam Malaikat TUHAN membunuh 185.000 tentara raja Asyur. Ketika amarah Tuhan bangkit, ketika Sang Raja bangkit dari Takhta-Nya, Beliau akan mengenakan jubah perangnya, sebagaimana tertulis dalam Yesaya 63, Tuhan akan mengeksekusi pembalasan-Nya.

"Begitu juga dengan janji-Nya dalam Ibrani 12 bahwa segala sesuatu akan digoncangkan hingga tinggal tetap yang tak tergoncangkan, yakni Kerajaan-Nya. Itu sebabnya kita diminta untuk melakukan persiapan sepanjang tahun 2020 ini. Tahun 2020 merupakan tahun yang ditunjuk Tuhan sebagai Tahun Persiapan karena mulai tahun 2021 akan terjadi berbagai goncangan yang menimpa dunia sebagaimana yang telah dinubuatkan dalam Ibrani 12.


"Jika kita melihat saat ini, banyak pemerintah dan perusahaan yang meliburkan para pegawainya sekalipun gaji masih diberikan, selama 2 - 3 minggu, bahkan bisa lebih. Banyak jadwal penerbangan dibatalkan, banyak sekolah ditutup, ibadah berjemaah harus dihindari atau ditiadakan. Bahkan hingga Juli nanti disarankan untuk tidak melakukan perkumpulan dalam jumlah besar. 

"Namun ini hendak saya sampaikan, bahwa tindakan tersebut akan berlaku hingga bulan September. Jadi kita masih memiliki waktu sekitar 6 bulan. Maka inilah saat yang tepat, sebuah golden opportunity untuk kita sekeluarga meluangkan waktu sebanyak mungkin dengan Tuhan sebagai persiapan di masa depan. 

"Dalam Matius 24 ada tertulis bahwa bahkan orang-orang pilihan bisa ikut disesatkan pada Masa Tribulasi Besar, kecuali Tuhan mempersingkat waktu mereka. Jadi jika orang-orang pilihan saja bisa gagal bertahan dalam iman, bagaimana dengan yang lainnya? 

"Jadi sekali lagi saya katakan, jangan remehkan dan jangan sia-siakan kesempatan dan anugerah waktu ini untuk mempersiapkan diri dan iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus. 

"Selama masa pandemi virus yang berikutnya nanti para malaikat Tuhan akan berkeliling di lima benua sambil membawa balsam pemusnah racun (poison eliminating balm). Mereka adalah para malaikat yang sama yang turun di kolam Bethesda (Yohanes 5:2-4).

"Tujuan dari para malaikat penyembuh ini adalah untuk melindungi mereka yang takut kepada Tuhan dan menuruti hukum-hukum-Nya. Hal serupa yang pernah terjadi di tanah Mesir menjelang eksodus (Keluaran 12), demikianlah hal tersebut akan terjadi lagi melalui sengatan virus ganas yang akan datang nanti.

"Sengatan virus ganas yang berikutnya nanti akan serupa dan sebangun dengan wabah yang tertulis dalam Wahyu 16:2. Dan hal ini pernah terjadi sebelumnya, yakni ketika Tulah ke-6, yakni barah dan bisul menimpa tanah Mesir (Keluaran 9). Dan akan ada lebih banyak wabah yang akan terjadi di masa depan.

"Berikut ini ada lima hal yang perlu diperhatikan, sebab firman-Nya telah berkata bahwa kita umat-Nya yang takut akan Tuhan dan menuruti hukum-hukum Tuhan, tidak ditentukan untuk ditimpa murka.

"Pertama, berbahagialah dan diberkatilah mereka yang mencari Tuhan sebelum murka-Nya dimanifetasikan, Amos 5:4, 'Carilah Aku, maka kamu akan hidup!' Lakukanlah persiapan dengan mencari Tuhan.

"Kedua, berbahagialah dan diberkatilah mereka yang mencari Allah Pencipta Langit dan Bumi. Ini berlaku bagi mereka yang bukan pengikut Kristus. Kepada mereka pun disediakan perlindungan dari murka-Nya, asalkan mereka juga mencari Allah Yang Hidup, yang menciptakan Langit dan Bumi.

"Ketiga, berbahagialah dan diberkatilan mereka yang menemukan perlindungan di dalam Tuhan. Ulangan 33:7, Mazmur 9:9, 46:1, 91:1. Mereka yang berlindung di bawah naungan Yang Mahatinggi, mereka akan dilindungi dari murka yang menimpa. Janganlah mencari perlindungan dari dunia ini. Dirikanlah mezbah dan hadirkan hadirat-Nya dalam penyembahan, maka tidak akan ada wabah yang dapat menimpa.

"Keempat, Tuhan sendiri yang memiliki obat penawar yang mampu menyembuhkan kita dari wabah penyakit tersebut. Masker memang akan melindungi kita, namun hal itu akan tidak ada gunanya lagi. Namun Tuhan memiliki daun dari pohon kehidupan yang menyembuhkan bangsa-bangsa. 

"Yang terakhir, Darah Anak Domba Allah, itulah obat penyembuh. Lakukanlah perjamuan sebagai pengingat bagi kita akan pengorbanan-Nya.

"Pada 14 Maret 2020 lalu, kami melakukan seremoni peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung baru. Acara seremoni tersebut dihadiri banyak tamu, termasuk sahabat saya yang terkasih, Ps. Joseph Sweet dari Lancaster, California.

"Ketika saya sampaikan pesan Tuhan bahwa akan ada pandemi yang lebih dahsyat daripada Covid-19, beliau terkejut, dan sesaat kemudian beliau teringat akan nubuatan yang disampaikan oleh seorang nabi lainnya, yakni almarhum John Paul Jackson sekitar 8 tahun lalu.

"John Paul Jackson menyatakan pesan Tuhan, 'Tuhan berkata kepada saya, bahwa akan ada pandemik yang akan datang, yang pertama akan kelihatan kecil namun menakutkan, namun yang kedua datang akan sangat serius.' 

"Pesan itu disampaikan pada tahun 2012, dan dari saat itu hingga saat ini belum ada sesuatu yang disebut sebagai pandemi, kecuali pandemi Covid-19 ini. Dan pandemi Covid-19 ini seperti disebutkan, little but fear. Orang-orang menjadi begitu ketakutan ketimbang terhadap virus Covid-19 itu sendiri.

"Mari simak firman-Nya dari Kitab Habakuk pasal 3, utamanya ayat 5, 'Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya.' Bukankah salah satu gejala Covid-19 ini adalah demam, begitu juga virus yang lebih ganas nanti juga disertai demam. Itulah tanda kehadiran Tuhan yang berkeliling di antara bangsa-bangsa. 

"Ini merupakan tanda kedatangan Kerajaan Allah di Bumi, 'Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.' - Wahyu 14:7

"Waktunya telah tiba Tuhan menyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya melalui hukuman dan penghakiman-Nya."

Prophetic Update untuk Dekade 2020 - 2029 (klik di sini)

Catatan Windunatha

Selagi masih ada waktu dan kesempatan, manfaatkanlah sebaik mungkin untuk mempersiapkan manusia batiniah kita sebagaimana Ibrani 12 menyatakannya. Inginilah didikan Tuhan lebih dari apapun juga, karena didikan-Nya yang berkesinambungan merupakan modal terbesar untuk menghadapi masa-masa yang sangat menentukan di depan.

Dan jika saya tidak salah menangkapnya, virus yang lebih ganas itu kemungkinan akan terjadi di pergantian Tahun Ibrani berikutnya, yakni sekitar 18 - 20 September 2020, sebab dikatakan bahwa Tuhan bangkit sebagai Raja yang mengenakan jubah perang-Nya. Dan ada tertulis bahwa pada pergantian tahun merupakan saat di mana para raja maju berperang (2 Samuel 11:1, 1 Tawarikh 20:1).

Mulailah konsultasikan hal ini kepada Roh Kudus, "Tuhan Roh Kudus, selidiki aku dan tiliklah hatiku, apa yang masih harus digoncangkan di dalam diriku sampai hanya tinggal tetap yang tak tergoncangkan itu." Mintalah hal ini dengan tulus dan sungguh, dan Tuhan pasti akan menganugerahkan hikmat-Nya untuk membuat kita memahami apa yang sebenarnya dikehendaki-Nya dari kita.

Dan berdasarkan pemahaman tersebut, akan lahir iman yang sedemikian rupa yang mampu menopang kita untuk menghadapi berbagai goncangan yang akan datang.

Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya. Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya. Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya. 

Ia berdiri, maka bumi dibuat-Nya bergoyang; Ia melihat berkeliling, maka bangsa-bangsa dibuat-Nya melompat terkejut, hancur gunung-gunung yang ada sejak purba, merendah bukit-bukit yang berabad-abad; itulah perjalanan-Nya berabad-abad.


Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku! Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku, dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah cemar. Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan dan tahun penuntutan bela telah datang. 

Aku melayangkan pandangan-Ku: tidak ada yang menolong; Aku tertegun: tidak ada yang membantu. Lalu tangan-Ku memberi Aku pertolongan, dan kehangatan amarah-Ku, itulah yang membantu Aku. Aku memijak-mijak bangsa-bangsa dalam murka-Ku, menghancurkan mereka dalam kehangatan amarah-Ku dan membuat semburan darah mereka mengalir ke tanah.


Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Friday, March 20, 2020

Misteri Sang Nabi Palsu Wahyu 13

"Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.

"Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu." - Wahyu 13:11-14

Tuhan Yesus menubuatkan bahwa pada Masa Aniaya Besar akan tampil seorang nabi palsu YANG AKAN MENJALANKAN OTORITAS SANG ANTIKRISTUS, yakni Binatang Yang Keluar Dari Laut.

Jadi masa itu menjadi sangat berat karena peran penyesatan yang mematikan yang dijalankan oleh Sang Nabi Palsu tersebut. Sebab tanpa peran Nabi Palsu, Sang Antikristus tidak memperoleh dukungan yang optimal dari sangat banyak pihak saat itu.

Dan memang tertulis bahwa Sang Nabi Palsu yang menyebabkan seluruh Bumi dan penghuninya sujud menyembah kepada Sang Antikristus.

Jadi, siapa sesungguhnya Sang Nabi Palsu yang dimaksud dalam Wahyu 13? Mari kita kupas satu per satu semua petunjuknya.

1. Muncul dari dalam Bumi. Alkitab hanya mengidentifikasi dua bangsa, yakni Laut dan Bumi. Laut adalah bangsa-bangsa kafir atau Gentiles atau Goyim. Sedangkan Bumi adalah bangsa Israel. 

Jadi Sang Nabi Palsu adalah seorang Israel, seorang Yahudi yang muncul dari Tanah Israel.

2. Ia diidentifikasi atau dikenal sebagai nabi. Alkitab mengenal sebutan nabi hanya bagi mereka yang berasal dari Israel atau orang Israel. Jika nabi itu berubah setia terhadap Tuhan, maka akan disebut nabi palsu.

Sedangkan nabi dari bangsa-bangsa kafir tidak disebut nabi palsu, melainkan nabi Ba'al, nabi asli dari penyembahan kepada Ba'al. 

3. Rupanya seperti anak domba. Perhatikan! Penampilan fisik maupun identitasnya serupa dengan Tuhan Yesus, bahkan saat ini ada sebagian orang menganggap tokoh ini sama dengan Tuhan Yesus yang di Alkitab, padahal sama sekali berbeda, walaupun keduanya sama-sama berasal dari Israel dan seorang Yahudi.

Ketika Sang Nabi Palsu ini tampil, dia akan mengaku bahwa dirinya adalah Yesus, tapi dia akan menyangkal bahwa dia bukan Tuhan, melainkan hanya seorang nabi, dan dia juga akan mengaku bahwa dia tidak pernah mati di kayu salib.

Ingat! Tujuan utama Sang Nabi Palsu adalah untuk membuat semua orang menyangkali Tuhan Yesus dan menyembah Sang Antikristus.

4. Mampu melakukan banyak mujizat. Demi meyakinkan semua orang di Bumi, Sang Nabi Palsu akan berbuat mujizat sama seperti yang Tuhan Yesus lakukan 2000 tahun yang lalu, mulai dari mengubah air menjadi anggur, berjalan di atas air, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati bahkan menurunkan api dari langit, sesuatu yang Tuhan Yesus cegah untuk Yohanes dan Yakobus tidak melakukannya.

5. Akan diakui oleh sebagian besar orang Yahudi sebagai Nabi Elia. Sampai detik ini, hampir semua orang Israel TIDAK MENGAKUI Yohanes Pembaptis sebagai Elia yang dimaksud. Mereka tidak terima bahwa Elia yang mereka kenal bisa mati dipenggal kepalanya.

Mereka hanya mengenal Elia yang seperti manusia super, bisa turunkan api dari langit dan tidak alami kematian fisik, melainkan terangkat ke Sorga.

6. Akan bertindak seperti Nabi Elia bertindak di masa lampau. Ketika Nabi Elia berhasil meyakinkan kembali rakyat Israel bahwa JEHOVAH Israel adalah satu-satunya Allah, maka semua nabi Ba'al yang bertarung saat itu di Karmel dibunuh dengan dipenggal kepalanya.

Namun pada masa itu nanti, Sang Nabi Palsu akan bertindak sama seperti Nabi Elia dengan menantang para pengikut Kristus, utamanya para rabbi Mesianik dan para pendeta Kristen, yang juga merupakan Dua Saksi dalam Wahyu 11.

"Mereka (Dua Saksi) adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, keluarlah api dari mulut mereka menghanguskan semua musuh mereka. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara itu. Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya." - Wahyu 11:4-6

Jika para pengikut Kristus terpengaruh oleh kuasa Sang Nabi Palsu sehingga meragukan kuasa Tuhan yang ada di dalam dirinya untuk menurunkan api dari langit juga, maka akan dipaksa untuk menyangkali Tuhan Yesus atau kepala mereka dipenggal jika memilih tetap setia kepada Kristus.

Dengan penjabaran yang sedemikian banyak dan rinci, seharusnya sudah bisa diketahui siapakah Sang Nabi Palsu itu, TANPA harus disebutkan namanya dalam tulisan ini.

Tuhan Memberkati.

Tuesday, February 4, 2020

Dibiarkan Mati Untuk Menyatakan Kemuliaan

"Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: 'Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.' Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: 'Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.'" - Yohanes 11:3-4

Sekian hari sebelum kematian Lazarus, Tuhan Yesus sudah mendapatkan kabar, namun Beliau sengaja mengulur waktu dengan tidak membesuk sahabat-Nya yang sedang meregang nyawa itu.

Sengaja diulur sampai mati bahkan sampai jasadnya sudah mulai membusuk karena ketika Tuhan Yesus datang, Lazarus sudah wafat 4 hari sebelumnya.

Namun tidak banyak orang yang memahami bahwa di kalangan orang Yahudi ada suatu keyakinan tentang kemampuan membangkitkan orang mati dan Sang Mesias.

Mereka meyakini bahwa Tuhan bisa membangkitkan orang mati yang jangka kematiannya masih 3 hari ke bawah melalui nabi, atau siapapun yang diurapi. Tapi hanya Sang Mesias yang mampu membangkitkan orang mati yang jangka kematiannya lebih dari 3 hari.

Jadi sesungguhnya kematian dan kebangkitan Lazarus itu memang sengaja dimanfaatkan untuk menyatakan identitas Tuhan Yesus kepada bangsa Israel bahwa Beliau adalah Sang Mesias yang telah lama dijanjikan itu.

Demikian juga dalam perumpaan Kesepuluh Gadis yang dibiarkan menanti sampai semua tertidur alias mati. Yang bijaksana pun alami kematian sekalipun pelita mereka menyala, karena yang berikutnya terjadi adalah kedatangan Anak Manusia dalam segala kuasa dan kemuliaan.

"Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya." - Matius 24:30

Kematian Lazarus sengaja dibiarkan untuk menyatakan bahwa Beliau adalah Anak Allah, sedangkan kematian kita di Masa Aniaya Besar juga akan sengaja dibiarkan terjadi untuk menyatakan bahwa Beliau adalah Anak Manusia yang datang dengan segala kuasa (authority) dan kemuliaan (glory).

"Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah." - 1 Korintus 15:51-52

Blessings!

Yang Bodoh Dan Yang Bijaksana, Semuanya Tertidur

Setelah Tuhan Yesus mengajarkan mengenai semua tanda dan kronologi menjelang kedatangan-Nya kembali, paling sedikit ada enam perumpamaan yang disampaikan kepada murid-murid-Nya, salah satunya adalah perumpamaan Kesepuluh Gadis.

Perhatikan! Kesepuluhnya itu gadis, dalam bahasa Inggris disebut virgins, BUKAN sundal. Kesepuluhnya itu menantikan kedatangan Mempelai Pria. Kesepuluhnya itu memiliki pelita, yakni Firman Tuhan.

Namun yang bijaksana hanya lima gadis, karena memiliki minyak cadangan untuk pelita mereka tetap menyala. Dan lima lainnya adalah gadis-gadis bodoh karena tidak memiliki minyak cadangan sehingga pelita mereka padam ketika Mempelai Pria datang.

Kisah perumpamaan ini sudah sering dikotbahkan di mimbar maupun didiskusikan dalam berbagai kesempatan. Tapi saya yakin bahwa ada satu hal yang mengganjal banyak pengikut Kristus, yakni mengapa kesepuluh gadis itu tertidur ketika sedang menantikan kedatangan Mempelai Pria dan mengapa kesepuluhnya bangkit dari tidurnya ketika Mempelai Pria datang?

Harusnya gadis-gadis yang bijaksana itu tetap terjaga, apalagi pelitanya menyala terus karena minyaknya banyak, dan biarlah gadis-gadis yang bodoh tidur nyenyak, begitulah pemikiran banyak orang, termasuk saya.

Tapi sekarang, setelah mempelajari kebenarannya, saya memahami bahwa arti tertidur itu adalah mati.

Anda ingat kisah Lazarus yang dibiarkan mati, sebelum akhirnya dibangkitkan?

"Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa." - Yohanes 11:13

Jadi sekali lagi kita teliti dengan seksama, bahwa kesepuluhnya sama-sama gadis perawan BUKAN sundal, kesepuluhnya sama-sama menantikan kedatangan Mempelai Pria, kesepuluhnya sama-sama memiliki pelita, yakni Firman Tuhan dan kesepuluhnya sama-sama tertidur atau mengalami kematian.

Yang membedakan kelimanya yang bijaksana dengan kelima lainnya yang bodoh adalah minyak cadangan yang mampu membuat pelita tetap menyala bagi yang bijaksana, namun tidak dimiliki yang bodoh sehingga pelita mereka padam.

Daud pernah bermazmur, 

"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." - Mazmur 119:105

Firman adalah pelita, maka minyaknya pelita adalah daya iman untuk melakukan firman atau bertindak sesuai firman.

Yang bijaksana akhirnya mati tapi mereka didapati mati dengan melakukan firman. Yang bodoh pun akhirnya mati tapi mereka didapati mati tanpa melakukan firman.

Apakah firman yang dilakukan yang bijaksana namun tidak dilakukan oleh mereka yang bodoh? Setia sampai akhir.

Dan perhatikan ketika Tuhan Yesus Kristus datang kembali, perhatikan dengan seksama Identitas-Nya saat itu,

"Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: 'Yang Setia dan Yang Benar', Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

"Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri.

"Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: FIRMAN ALLAH." - Wahyu 19:11-13

Identitas-Nya sejak awal bahkan sebelum Sorga dan Bumi ada adalah Sang Firman. Demikian pula ketika kita diciptakan oleh Firman-Nya, kita diselamatkan dari Hukum Dosa oleh Firman-Nya dan kita akan berkemenangan pada Masa Aniaya Besar juga oleh Firman-Nya yang telah terpatri di dalam batiniah kita.

Jaga pelita kita dengan terus perbanyak minyak cadangan kita, sehingga sekalipun kita "tertidur", pelita kita tidak padam, sehingga pada saat Sang Raja datang kembali, Beliau mendapati kita setia hingga akhir.

Blessings!

Sunday, January 26, 2020

Mengapa Tuhan Yesus Memakai Kode Penunggang Kuda Dalam Kitab Wahyu?

Pernahkah Anda bertanya, mengapa Tuhan Yesus memakai para penunggang kuda untuk menyampaikan pesan dari empat Meterai pertama Kitab Wahyu? Mengapa tidak dipakai singa atau serigala atau berbagai hewan lainnya?

Tahukah Anda bahwa dari seluruh kekayaan Abraham maupun Ayub, tidak ada seekor kuda dalam kekayaan mereka yang tercatat di Alkitab?

Bahkan kepada bangsa Israel, Tuhan Allah melarang untuk mereka memiliki banyak kuda,

"Hanya, janganlah ia memelihara banyak kuda dan janganlah ia mengembalikan bangsa ini ke Mesir untuk mendapat banyak kuda, sebab TUHAN telah berfirman kepadamu: Janganlah sekali-kali kamu kembali melalui jalan ini lagi." - Ulangan 17:16

Dan bukankah karena kekayaannya yang begitu berlimpah, Salomo melanggar perintah tersebut dengan memiliki banyak kuda?

"Lagipula Salomo mempunyai kuda empat puluh ribu kandang untuk kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda." - 1 Raja-Raja 4:26

Bahkan dalam melakukan peperangan dengan bangsa-bangsa kafir, Tuhan Allah menerapkan aturan tertentu berkaitan dengan kekuatan kuda-kuda musuh,

"Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu, dan engkau melihat kuda dan kereta, yakni tentara yang lebih banyak dari padamu, maka janganlah engkau takut kepadanya, sebab TUHAN, Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir, menyertai engkau." - Ulangan 20:1

"Janganlah takut menghadapi mereka, sebab besok kira-kira waktu ini Aku menyerahkan mereka mati terbunuh semuanya kepada orang Israel. Kuda mereka haruslah kamu lumpuhkan dan kereta mereka haruslah kamu bakar dengan api." - Yosua 11:6

Bahkan Daud yang begitu mahir berperang dan memiliki banyak kemenangan pernah membandingkan kekuatan kuda dan kereta perang dengan Nama TUHAN,

Mamur 20:8 - "Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita."

Jadi jelas kode "penunggang kuda" yang dipakai dalam Kitab Wahyu itu menunjukkan musuh-musuh Allah (Israel) yang membawa senjatanya masing-masing.

Dan kalau ada yang menafsirkan bahwa Penunggang Kuda Putih merupakan Kekristenan dan Injil, itu sudah jelas salah tafsir.

Lalu apa makna busur, pedang, dan timbangan yang menjadi senjata masing-masing para penunggang kuda tersebut? Dan mengapa warna keempat penunggang kuda itu Putih, Merah, Hitam dan Hijau?

Maaf, untuk hal itu tidak bisa saya singkap di publik. 

Blessings!

Wednesday, January 15, 2020

Gadis-Gadis Culas Dan Munafik

Sekitar setengah tahun lalu, seorang pemuda menghubungi saya dan dari pemuda itu saya memperoleh penyingkapan rahasia Kitab Wahyu yang komprehensif dan sangat alkitabiah. Sebelumnya belum pernah ada orang yang mengungkap cara menyingkap Kitab Wahyu sedemikian menariknya.

Salah satu alasan pemuda tersebut ingin segera bertemu dengan saya saat itu adalah karena kami sama-sama meyakini konsep Post-Tribulation Rapture.

Dalam kurun 2 tahun terakhir, pemuda ini telah menyampaikan materi Eskatologinya sebanyak puluhan kali di berbagai kota di Indonesia dan mayoritas audiens yang hadir adalah para pendeta dan gembala gereja, padahal pemuda ini sama sekali bukan lulusan theologia, melainkan seorang Sarjana Ekonomi. 

Seminar selalu diadakan selama dua hari full, dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Salah satu pendeta yang pernah mengikuti seminarnya adalah Pdt. Chris Manusama (GBI ROCK - Ambon).

Setelah mengikuti seminar tersebut, Pdt. Chris Manusama berkomentar, "Kita perlu mengevaluasi doktrin pengajaran kita, khususnya mengenai Eskatologi."

Dan banyak pendeta yang menghadiri seminar tersebut merupakan endorsement dari Pdt. Chris Manusama. 

Secara garis besar, materi dibagi dua topik. Di hari pertama adalah membahas mengenai siapakah Antikristus, siapakah Nabi Palsu dan siapakah Empat Penunggang Kuda itu.

(Anyway, keempat Penunggang Kuda itu sama sekali tidak ada hubungan dengan Gereja, seperti yang ditafsirkan sebagian orang selama ini).

Dan selama puluhan kali seminar, para peserta kelihatan begitu terkesan, takjub dan very excited mempelajari materi yang disampaikan.

Namun ketika mempelajari materi di hari ke-2, situasi berubah drastis, excitement yang menggebu-gebu itu berubah menjadi kegelisahan yang tak menentu. Bayang-bayang aniaya besar dan persekusi berat dari Antikristus dan pasukannya jadi semakin sulit disangkali.

Bahkan saking merasa tertekannya, suatu kali ada salah satu peserta seminar yang datang ke pemuda tersebut dan berkata, "Pak, bisakah kita doa puasa sebanyak mungkin supaya apa yang dinubuatkan di Kitab Wahyu itu dibatalkan?"

Mendengar pengalaman itu, saya merasa miris. Dan sebenarnya ada sebagian orang Kristen yang meyakini bahwa nubuatan Kitab Wahyu itu bersifat "negotiable". Padahal sudah dengan sangat jelas dan sangat gamblang bahwa hal itu merupakan WAHYU-NYA TUHAN YESUS KRISTUS sendiri (Wahyu 1:1).

Ada pula yang di akhir seminar hari pertama dengan bergairah hendak booking jadwal seminar yang sama di gerejanya sendiri, di luar kota, tapi begitu mempelajari materi di hari ke-2, gairah itu lenyap seketika.

Ada pula yang dengan culas bilang begini, "Pak, kalau seminarnya satu hari saja bisa gak?"

Awalnya dipikir mungkin karena waktu untuk seminar dua hari akan terasa sangat berat, belakangan diketahui bukan itu alasannya.

Mereka yang hendak mengundang untuk seminar diadakan sehari saja karena hanya ingin membahas identitas Antikristus tapi tidak mau membahas tentang Great Tribulation yang merupakan topik utama materi seminar hari ke-2.

Jadi bisa disimpulkan bahwa mereka tertarik untuk membahas identitas Antikristus tapi menolak percaya bahwa suatu saat di masa depan Gereja secara global akan alami aniaya besar dan persekusi berat, karena mereka memilih untuk percaya akan fantasi yang mengatakan bahwa mereka dihindarkan dari kesesakan besar itu dalam Rapture.

Pertanyaannya, kalau memang Tuhan Yesus merencanakan kita untuk terhindar dari kesesakan besar melalui Rapture, lalu untuk apa Kitab Wahyu dan Kitab Daniel ditulis dengan begitu rinci dan kompleks?

Untuk apa kita perlu tahu identitas Antikristus dan apa saja yang akan dikerjakannya jika kita memang akan dihindarkan dari semua itu?

Mungkin Anda akan bilang, "Ya itu untuk mereka yang tertinggal."

Itu adalah jawaban yang super konyol, dan saya sudah sering mendapat jawaban yang demikian. Saking seringnya, saya punya balasan istimewa untuk merespon jawaban super konyol itu,

"Jika kamu yang merasa layak ikut Rapture saja enggan untuk mempelajari tentang Antikristus dan Masa Tribulasi Besar, lalu apa yang membuat mereka yang kalian anggap akan tertinggal mau mempelajarinya?"

Dan dari semua hal yang saya sampaikan di atas, yang paling munafik adalah mereka tetap ingin agar bisa mengadakan seminar tersebut untuk sehari saja, untuk bahas materi hari pertama saja.

Anda tahu kenapa?

Karena materi itu dianggap istimewa dan ada nilai jualnya, they're excited to merchandise any saleable revelation, tapi untuk menyampaikan kepada jemaat bahwa kita semua akan hadapi tribulasi besar, hal itu tentu tidak bagus untuk "bisnis gereja."

Coba Anda uji sendiri, dari sekian banyak pengkotbah (kharismatik) di Indonesia ini, ketika berkaitan dengan topik Eskatologi, siapakah nama-nama pengkotbah yang langsung terlintas di benak Anda?

Apakah pengkotbah-pengkotbah itu ada mempersiapkan atau minimal menghimbau Anda untuk bersiap hadapi Masa Tribulasi Besar? Apa yang selama ini mereka sampaikan di mimbar sehingga mereka bisa ada di "top of the list" dalam memori Anda?

Padahal, dagangan para pengkotbah itu hanya seputar isu Illuminati, Freemason, CERN, HAARP, dan berbagai tetek bengek fantasi konspirasi politik lainnya yang memang akan sangat mudah dijual jika dikemas dengan menarik dan dihubungkan dengan ayat-ayat Alkitab.

Tapi tidak satupun dari "dagangan" mereka itu yang menjadikan Masa Tribulasi Besar sebagai urgensi ilahi yang merupakan wahyu Tuhan Yesus sendiri.

Merekalah gadis-gadis culas dan munafik, yang mengaku menantikan kedatangan The Bridegroom tapi berbuat sundal dengan "dagangan" mereka demi setangkup recehan yang melecehkan wahyu Yang Mulia itu.

Blessings!

Friday, January 10, 2020

Satu-Satunya Penantian, Satu-Satunya Dambaan Semua Makhluk

"Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah." - Roma 8:19-21

Pertanyaannya, apakah penantian itu masih berlangsung atau sudah berakhir?

Tentu saja penantian itu masih berlangsung, sebab saat yang dinanti itu belum tiba, yakni ketika anak-anak Allah dinyatakan, yakni mereka yang telah ditebus dengan Darah-Nya dan telah menjadi bejana yang utuh bagi Manusia Kristus.

Siapa sajakah seluruh makhluk itu? Mereka adalah para tua-tua sorgawi (The Elders), para serafim, para kerubim, semua angelic beings dan semua makhluk yang ada di Bumi.

Semua kemuliaan yang lampau telah mereka saksikan, namun Tuhan ada menjanjikan satu kemuliaan pamungkas yang belum pernah mereka saksikan sejak mereka diciptakan sampai saatnya tiba nanti, yakni Rahasia Manusia Kristus menjadi seutuhnya manunggal di dalam diri kita, itulah kemuliaan yang dijanjikan, itulah kemuliaan yang paling dinanti, itulah rencana dambaan Bapa yang dari sejak semula (God's Desired Original Plan).

Bahkan para malaikat pun memiliki kemuliaannya masing-masing, namun kemuliaan itu sesungguhnya telah gagal dan usang ketika Lucifer yang diciptakan dengan begitu agung dan indah memberontak terhadap Allah dan hendak menjadi seperti Allah.

"Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: 'Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.'

"Ungkapan 'satu kali lagi' menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. 

"Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut." - Ibrani 12:27-28

Bumi sudah sering digoncang, bahkan Kerajaan Sorga pun pernah digoncang oleh pemberontakan Lucifer, namun satu kali lagi, langit akan digoncang, dan kali itu Tuhan sendiri yang akan menggoncangkannya, supaya terjadi pembedaan antara yang jatuh dan rontok dengan yang tak tergoncangkan, yakni Kerajaan Allah yang murni batiniah adanya, sebagaimana telah Tuhan Yesus katakan,

"Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu." - Lukas 17:20-21

Ketika batiniah kita telah terbukti tak tergoncangkan, itulah saat penantian tersebut berakhir dan semua makhluk akan menyaksikan kemuliaan pamungkas yang telah sejak semula dirahasiakan.

Blessings!

Saturday, January 4, 2020

Highlight Pesan Profetik 2020 Melalui Prophet Sadhu Sundar Selvaraj

Pesan profetik 2020 melalui Prophet Sadhu Sundar Selvaraj (Jesus Ministries - Angel TV) dapat disimak secara utuh melalui video YouTube ini:


Berikut ini adalah ringkasan dan highlight atas isi video tersebut:

Total durasi video 4 jam, 18 menit dan 13 detik. Prophet Sadhu mulai bicara pada menit 58:37 dan selama sekitar 53 menit berikutnya disampaikan pesan-pesan standar dengan harapan positif layaknya tradisi memasuki tahun baru.

Selama 53 menit itu, saya bertanya-tanya dalam hati, "Koq pesan profetiknya begini yah? Apa gak salah?"

Dan mendadak beliau mengaku bahwa Roh Kudus meminta beliau segera menyampaikan pesan Tuhan yang sebenarnya, "Biar pengkotbah lain yang sampaikan pesan berkat-berkat itu, kamu harus sampaikan Perkataan-Ku."

Ternyata...

Mengenai Gereja

Tahun 2020 merupakan tahun persiapan, The Year of Preparation, sebab mulai 2021, persekusi, kesusahan besar dan berbagai bencana akan terjadi dalam skala yang jauh lebih besar di berbagai tempat di seluruh dunia. Mulai tahun 2021, Gereja akan "resmi" masuk ke dalam awal Masa Kesukaran Besar.

Dikatakan bahwa mulai 2020 ini akan ada banyak gereja dihancurkan, di India maupun di berbagai negara lainnya di dunia, utamanya di Amerika Latin. Hal ini disampaikan setelah Tuhan memberi penglihatan kepada nabi-Nya akan banyaknya bangunan gereja yang diruntuhkan dengan buldozer maupun wrecking ball.

Dan ketika Gereja harus menghadapi aniaya yang begitu intens, Tuhan Yesus sendiri sudah memberikan petunjuk,

"Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus." - Wahyu 13:10

"Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus." - Wahyu 14:12

"Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi." - Wahyu 3:10

Kata ketabahan atau ketekunan dari ketiga ayat tersebut di atas merupakan kata yang sama dalam bahasa Yunani, yakni HUPOMONE (5281). Dan kata Hupomone berasal dari HUPOMENO (5278), yang artinya bertahan hingga akhir. Kata Hupomeno (5278) ada dalam beberapa ayat berikut ini,

"Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat." - Matius 10:22

"Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat." - Matius 24:13

Jadi tahun 2020 ini merupakan tahun persiapan baik rohani maupun jasmani, supaya bisa tabah dan tekun dalam penderitaan sehingga bisa bertahan sampai pada kesudahannya.

Selanjutnya, Prophet Sadhu memberi perumpamaan yang lebih rinci mengenai persiapan satu tahun ini,

1. Satu tahun ini merupakan kesempatan bagi kita untuk menghasilkan buah layaknya yang diumpamakan Tuhan Yesus mengenai pohon ara yang berada di tengah kebun anggur. 

"Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!" - Lukas 13:6-9

2. Satu tahun ini juga merupakan peringatan layaknya peringatan Tuhan kepada Nebukadnezar.

"Semuanya itu terjadi atas raja Nebukadnezar; sebab setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel, berkatalah raja: 'Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?'" - Daniel 4:28-30

3. Satu tahu ini juga merupakan cuti perang karena baru melangsungkan pernikahan, sesuai dengan aturan ketentaraan Israel kuno.

"Apabila baru saja seseorang mengambil isteri, janganlah ia keluar bersama-sama dengan tentara maju berperang atau dibebankan sesuatu pekerjaan; satu tahun lamanya ia harus dibebaskan untuk keperluan rumah tangganya dan menyukakan hati perempuan yang telah diambilnya menjadi isterinya." - Ulangan 24:5

Mengenai Bangsa-Bangsa

Berikutnya mengenai bangsa-bangsa di dunia:

1. Benua Afrika. Tuhan akan mengadakan great revival bagi Gereja-Nya di benua Afrika, dan di saat yang sama, akan terjadi pergolakan politik yang dahsyat disertai peperangan dan aksi kekerasan di berbagai tempat. Jika gereja-gereja di benua Afrika saling merendahkan hati dan bisa mewujudkan unity, maka dampak dari pergolakan politik bisa dikendalikan.

2. China, terutama Presidennya akan mengangkat dirinya semakin tinggi layaknya patung Nebukadnezar. Karena kekuatan ekonominya yang sudah melampaui Amerika Serikat dan semakin menguasai dunia, China akan memperluas dominasinya di berbagai wilayah di dunia, terutama di Asia.

3. USA akan melemah dan dominasinya atas dunia akan merosot. Layaknya burung rajawali yang sedang mengalami proses molting dimana bulu-bulunya rontok, paruhnya patah, bahkan penglihatannya kabur. Amerika Serikat akan menjadi helpless dan purposeless

4. India will be plunge into darkness, India akan terjun dalam kegelapan. Kejahatan akan semakin meningkat disertai aksi kekerasan dan meningkatnya korban jiwa, termasuk aksi terorisme yang akan semakin meningkat.

5. Kuda Hijau akan datang secara cepat di Timur Tengah ditandai aksi Islamic terrorism yang akan terjadi di Dubai. Pasukan teroris Islamik yang lebih dahsyat daripada ISIS akan tampil memporakporandakan Timur Tengah.

6. Kuda Hijau juga akan memperoleh kekuatan di Eropa, akan ada kekacauan politik di Eropa. Kekuatan politik radikal Islam akan meningkat dan mulai menguasai Uni Eropa.

Pada tanggal 14 Mei 2019, saat nabi-Nya sedang transit di Dubai International Airport dalam perjalanan ke Uganda, Tuhan Yesus tampil di hadapannya, sambil memandang ke arah pesawat-pesawat yang ada di bandara tersebut, Tuhan Yesus berkata,

"Sebuah serangan teroris akan terjadi di tempat ini. Seekor Kuda Hijau akan datang secara cepat di tempat ini, dan akan menyebabkan terorisme dan marabahaya. Umat-Ku akan dibunuh dan menghadapi aniaya. Namun mereka tidak siap untuk menghadapi maupun percaya akan hal ini."

Mendengar hal itu, nabi-Nya berkata, "Bisakah kita memperingatkan mereka, Tuhan?"

Lalu Tuhan Yesus menoleh ke arah hamba-Nya dan berkata, "Bukankah tahun 2010 Aku sudah meminta kamu untuk datang ke sini dan memberikan peringatan kepada mereka? Berapa banyak pendeta yang datang saat itu?"

Dan kenyataannya, pada Februari 2010 ketika pertemuan profetik diadakan oleh nabi-Nya di Dubai, pertemuan itu direspon sangat negatif dengan sikap penuh curiga. Sangat sedikit orang yang datang ke pertemuan tersebut.

My Personal Commentary

Mengenai awal persekusi besar yang akan menimpa Gereja di Amerika Serikat dan berbagai negara lainnya pada tahun 2021, bukan hanya Prophet Sadhu saja yang mengatakannya. Terry Bennett (Messengers of Shiloh) pun sudah menyampaikannya lebih dulu di akhir tahun 2018 dalam sebuah konferensi yang diberi tema Inward Preparation For Difficult Times (serial kotbahnya dapat disimak melalui channel YouTube Messengers of Shiloh).

Bagi Anda yang masih meyakini bahwa Rapture akan terjadi sebelum Masa Aniaya Besar, sebaiknya segera buang keyakinan itu dan segera memanfaatkan waktu satu tahun yang sangat berharga ini untuk mempersiapkan diri menghadapi aniaya dan persekusi sesuai dengan yang telah dinubuatkan dalam Alkitab (Matius 24, Wahyu 11 - 13), supaya bisa tabah untuk bertahan hingga kesudahannya.

Selain persiapan rohani, persiapan jasmani pun juga harus dilakukan, berolahraga secara rutin dan menjalankan diet sedemikian rupa merupakan tindakan yang sangat bijaksana. Ingat, bahwa Akhir Zaman juga seperti zaman Lot, itu artinya orang benar harus pergi meninggalkan tempat tinggalnya supaya terhindar dari murka Allah, sekaligus untuk memberitakan Injil Kerajaan.

"Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang." - Matius 10:22-23

"Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. ... Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi." - Matius 24:15-21

Mengenai jangka persiapan satu tahun, saya melihat bahwa hal ini merupakan sesuatu yang sangat berharga dan tidak boleh diremehkan, terutama jika kita ingin menang dalam pertandingan iman di masa persekusi nanti. 

Peringatan tentang pohon ara yang belum berbuah dan peringatan terhadap Nebukadnezar merupakan contoh peringatan bagi mereka yang sudah lama menjadi Kristen. Sedangkan peringatan dari peraturan cuti ketentaraan Israel kuno lebih ditujukan kepada mereka yang baru memutuskan menjadi pengikut Kristus, yakni yang usia rohaninya masih bayi.

Selain tiga peringatan itu, kita juga bisa mempelajari dari Esther,

"Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan." - Esther 2:12

Esther yang merupakan gambaran mempelai pun dipersiapkan selama satu tahun sebelum menghadap raja Ahasyweros. 

Apa yang disampaikan oleh nabi-Nya di awal dekade yang baru ini, membuat saya semakin yakin bahwa penggenapan nubuatan di Kitab Wahyu, termasuk tampilnya Sang Antikristus dan Sang Nabi Palsunya akan terjadi di dekade ini juga.

Sementara itu, akan ada lebih banyak lagi anak-anak Tuhan yang wafat di tahun ini supaya mereka tidak perlu mengalami siksaan yang dahsyat itu. Hal ini sesuai dengan yang Tuhan Yesus katakan, 

"Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat." - Matius 24:22

Lebih rinci mengenai hal ini, dapat Anda simak pada tulisan saya yang sebelumnya, yang berjudul Sebenarnya Waktu Apa Yang Dipersingkat?

Untuk persiapan batiniah yang lebih baik lagi, saya sangat merekomendasikan untuk kita semua menghadiri Indonesia's First Martyrs Conference (Konferensi Martir Pertama di Indonesia) yang akan diadakan di JKI HTE, Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 1 - 3 April 2020 nanti. Sungguh bukan sebuah kebetulan bahwa konferensi ini diadakan pada tahun persiapan 2020 ini.

Mengenai tewasnya petinggi militer Iran oleh serangan Amerika Serikat, Jendral Qassem Soleimani, sungguh tidak bisa dianggap remeh. Ketika membaca berita tersebut, saya teringat akan dua peristiwa besar di masa lampau.

Pada dua dekade lalu, dunia digoncang dengan peristiwa runtuhnya Menara Kembar WTC, sedangkan dekade berikutnya diawali dengan peristiwa Arab Spring. Saya meyakini, pada tahun 2020 - 2021 akan terjadi minimal sebuah peristiwa dengan skala yang sama atau bahkan yang lebih besar dan akan memiliki dampak yang lebih dahsyat daripada runtuhnya Menara Kembar WTC dan Arab Spring.

Untuk mempelajari pewahyuan dengan lebih komprehensif, saya menyarankan untuk Anda menyimak secara utuh pesan profetik Prophet Sadhu Sundar Selvaraj melalui link video YouTube tersebut.

Blessings!

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.