Labels

Saturday, March 31, 2012

Sebahasa Seirama: Puisi

Tuhan menginginkan Timur, ketika kita menghendaki Barat
Tuhan menolak Selatan, ketika kita enggan ke Utara
Tuhan menunjukkan kasih, ketika kita benci
Tuhan meluapkan murka, ketika kita bermanja kasih

Itu sengaja dilakukan-Nya
Untuk menunjukkan kedaulatan-Nya
Supaya tidak seorang pun mengetahui masa depannya
Di luar kedaulatan-Nya
Supaya tidak seorang pun ditinggalkan
Saat kedatangan-Nya kembali
Supaya tidak seorang pun binasa
Saat penghakiman-Nya
Supaya setiap umat-Nya
Memperoleh perkenanan-Nya


Perasaan kita busuk, buanglah
Kejeniusan kita sampah, jangan disimpan
Kehendak kita pun nyaris berujung maut, menyerahlah
Dekatilah Roh-Nya lebih dekat lagi
Sapalah Roh-Nya lebih intim lagi
Taatilah Roh-Nya lebih rela lagi
Upah takkan lari untuk dikejar
Takdir takkan pergi untuk dihindar


Sebahasa seirama, sederap selangkah
Sehati sepikir, seia sekata setingkah
Di jalan penghambaan
Di puncak penggenapan

Sebahasa Seirama: Kota-Kota Terkutuk

"Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: 'Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.'" - Matius 11:20-24

Jadi Khorazim dan Betsaida dianggap lebih buruk daripada Tirus dan Sidon. Dan Kapernaum lebih buruk daripada Sodom dan Gomora. Padahal di sana banyak orang percaya, banyak terjadi mujizat, banyak terjadi kesembuhan, banyak setan diusir dalam nama-Nya. Mengapa bisa demikian?

Tentang Khorazim, tidak didapati kisah yang spesifik tentangnya. Namun di Betsaida ada yang aneh. Ketika kita cermati kisah di Injil Markus 8:22-26 orang buta itu tidak menerima kesembuhan di dalam kota Betsaida, melainkan DI LUAR KOTA Betsaida. Padahal ada banyak orang yang percaya akan kuasa Yesus untuk menyembuhkan siapa saja. Namun sebaliknya, Yesus menyeret orang buta itu keluar Betsaida dan menyembuhkannya dengan meludahi mata yang buta itu. Ini tindakan ekstrim! Bahkan selesai perkara mujizat terjadi, Yesus melarang orang itu masuk kembali ke Betsaida. Dan sesungguhnya tidak ada satu pun mujizat yang pernah terjadi di Betsaida. Ironis!

Perhatikan firman-Nya, "Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia." - ayat 22. Ini bukan permohonan yang sopan, namun orang(-orang) yang membawa orang buta itu mau mengatur Tuhan, mau mengatur bagaimana seharusnya Tuhan bermujizat. Tindakan ini dianggap pelanggaran berat atas protokoler Kerajaan-Nya. Jika Tirus dan Sidon dihukum karena pemberontakan dan kesombongannya, maka Betsaida melakukan pelanggaran yang lebih berat daripada kedua kota sebelumnya. Namun berapa sering kita tidak menyadari bahwa kecenderungan kita adalah ingin mengatur Tuhan ketimbang diatur Tuhan.

Tentang Kapernaum, sebaliknya di sini terjadi beberapa kali mujizat yang luar biasa, bahkan Yesus sempat takjub dengan iman seorang kepala perwira. Namun Ia tetap tidak mendapati orang-orang Israel yang percaya kepada-Nya. Mereka sibuk dan lebih memprioritaskan kebutuhan manusiawi mereka daripada kerinduan Bapa, sekalipun sudah banyak mujizat yang mereka saksikan. Bagi Tuhan, kebebalan mereka lebih parah daripada Sodom dan Gomora. Itu sebabnya orang-orang jenis Kapernaum ini akan menerima hukuman lebih berat daripada yang diterima Sodom dan Gomora. Ketika Sodom dan Gomora telah menerima api belerang yangbegitu mematikan, dapatkah Anda bayangkan api apa yang akan diterima Kapernaum? Ini sungguh saatnya mengejar perkenanan-Nya. Amin!

Sebahasa Seirama: Perkara Dunia Roh

"Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak." - Lukas 11:14

Pertanyaannya, mengapa orang banyak menjadi heran? Ini bukan heran karena takjub, namun juga heran karena kaget atau terkejut karena ternyata kebisuan itu bukan karena penyakit namun karena ulah setan. Mereka semua bukan sekedar mulai dikenalkan dengan yang namanya mujizat, namun juga dikenalkan dengan yang namanya dunia roh, alam roh dan peperangan rohani.



"Tetapi ada di antara mereka yang berkata: 'Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.' Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia." - Lukas 11:15-16


Konyolnya, setelah itu ada yang tidak tahu diri menyebut bahwa kuasa yang dipakai Tuhan Yesus adalah kuasa Beelzebub. Ini seperti setan yang diusir keluar lalu masuk ke si penuduh itu. Karena jika kita teliti sedikit profil Beelzebub, maka akan kita dapati bahwa setan ini bentuknya seperti lalat. Gembala yang baik pasti akan merawat domba-domabnya dengan baik, salah satunya dengan meminyaki telinga domba-dombanya supaya tidak ada lalat yang masuk menyerang otak si domba. Jikalau seekor domba telinganya kemasukan seekor lalat, maka itu penderitaan yang luar biasa dan domba itu bisa jadi gila. Sama seperti kita yang adalah domba-domba-Nya jika tidak memiliki Roh Kudus untuk mengurapi telinga rohani kita, maka kita akan mudah disesatkan dan dibingungkan setan.

Pertanyaan berikutnya, golongan manakah Anda sekarang? Yang masih bingung dan terkejut dengan perkara dunia roh atau yang mau ikut berperang dengan Tuhan dan ikut menuai pada Akhir Zaman ini?

"Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya." - Lukas 11:21-22

Jadi selama tidak ada pihak lain yang lebih kuat yang menyerang maka kuasa setan di suatu wilayah akan subur terpelihara menguasai daerah tersebut. Dan kita tahu pihak yang lebih kuat daripada setan hanya Tuhan. Namun kita harus menyadari bahwa serangan atau peperangan itu barulah tahap awalnya. Selanjutnya kita harus mengalahkan dalam ketepatan, merampas senjata dan jarahan juga dalam ketepatan sampai membagi-bagikan segala hasil peperangan juga dengan ketepatan seperti yang Tuhan kehendaki. Ayo kenali Tuhan dan Roh-Nya yang kudus lebih lagi karena waktu ini adalah waktu untuk peperangan besar untuk menduduki puncak-puncak gunung. Tuhan memberkati!

Sebahasa Seirama: Masa Tuaian 2012

"Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku." - Yohanes 8:43

Saya rasa orang yang paling sering disalahpahami dan sulit untuk dimengerti ialah Tuhan sendiri. Karena bahasa yang Ia gunakan sungguh melampaui segala akal. Lebih sulit lagi karena gaya-Nya yang tidak banyak bicara walau penuh peduli dan kasih. Coba perhatikan situasi berikut ini: "Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai." - Yohanes 4:35. Situasinya jelas bahwa musim panen akan terjadi 4 bulan lagi, berarti saat itu tidak ada satu ladang pun yang sudah menguning. Tetapi anehnya Yesus berkata untuk melihat dan memandang ke sekeliling karena semua ladang sudah menguning dan siap untuk dituai. Kalau kita jadi murid-murid-Nya saat itu, kemungkinan besar kita akan menyangka Tuhan Yesus lagi mabuk, walau kita tidak berani mengatakan kepada-Nya.

Jadi Dia tidak mungkin salah karena Dia sempurna, namun bagaimana cara-Nya kita bisa memahami seperti Tuhan memahami? Dan jika dalam hal tuaian Tuhan berkata "sekarang," apalagi dalam hal berbuah? Dapatkah Anda mulai memahami urgensi Tuhan yang sesungguhnya?

Sukkot adalah perayaan panen orang Yahudi yang dirayakan 14 hari setelah Rosh Hashanah. Dan Sukkot 5773 tahun ini jatuh pada tanggal 1 - 7 Oktober 2012. Jika firman kali ini benar-benar rhema Tuhan, maka pada sekitar awal Juni 2012 ini Indonesia & dunia akan mulai memasuki Masa Tuaian Besar dan sekaligus Masa Daud dan Salomo. Haleluya!

Kejar terus perkenanan-Nya. Kerja terus dan jangan melihat hasil. Jika pekerjaan tangan kita adalah kepentingan-Nya, maka Dialah yang akan menyelesaikan segala sesuatu yang telah dimulai-Nya. Amin!

Cari & Deklarasikan Perkenanan Tuhan

12 Hari Deklarasi untuk 2012

Hari ke-1: Aku mencari dan mendeklarasikan perkenanan Tuhan atas pekerjaan tanganku, pekerjaan keluargaku dan atas pekerjaan tangan umat-Mu seperti yang tertulis di Mazmur 90:17 - "Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu."

Hari ke-2: Aku mencari dan mendeklarasikan perkenanan Tuhan atas perlindungan dan keamanan atas hidupku, keluargaku, rumah tanggaku dan Tubuh Kristus seperti yang tertulis di Mazmur 5:13 - "Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai."

Hari ke-3: Aku mencari dan mendeklarasikan perkenanan Tuhan untuk mencapai sukses dalam hidupku, keluargaku, Tubuh Kristus dalam semua yang kami lakukan dengan semua orang seperti yang tertulis di Nehemia 1:11 - "Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini."

Hari ke-4: Aku mencari dan mendeklarasikan perkenanan Tuhan atas semua doa dan permohonanku untuk mendatangkan pertolongan yang kubutuhkan, pemulihan atas negeri kami, dan mendatangkan kesehatan dan rahmat atas area yang tandus dalam hidupku dan negeriku seperti tertulis di Yesaya 49:8 - "Beginilah firman Tuhan: 'Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi."

Hari ke-5: Aku mencari dan mendeklarasikan perkenanan Tuhan atas hidupku, keluargaku dan Tubuh Kristus yang mengangkat kemandulan dan ketandusan seperti yang tertulis di Daniel 9:17 - "Oleh sebab itu, dengarkanlah, ya Allah kami, doa hamba-Mu ini dan permohonannya, dan sinarilah tempat kudus-Mu yang telah musnah ini dengan wajah-Mu, demi Tuhan sendiri."

Hari ke-6: Aku mencari dan mendeklarasikan perkenanan Tuhan atas hidupku, keluargaku dan Tubuh Kristus yang mengangkat aib dari kami dan umat-Nya seperti yang tertulis di Lukas 1:25 - "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."

Hari ke-7: Aku mencari dan mendeklarasikan perkenanan Tuhan atas hidupku, keluargaku dan umat-Mu yang memberikan kemudahan, damai sejahtera dan kebaikan di tengah keadaan yang di luar kendali kami seperti yang Tuhan perbuat atas Rut melalui Boas, Ruth 2:13 - "Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan."

Hari ke-8: Aku mencari dan mendeklarasikan perkenanan Tuhan dan hadirat-Nya menyertai hidupku, keluargaku dan Tubuh Kristus yang menyediakan anugerah bagi kami bahkan di tengah keadaan yang sulit seperti yang Musa doakan, Keluaran 34:8-9 - "Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah serta berkata: 'Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu.'"

Hari ke-9: Aku mencari dan mendeklarasikan perkenanan Tuhan yang memenuhi permohonanku, keluargaku dan umat-Nya dengan cara yang sama yang Yoab lakukan di hadapan raja, 2 Samuel 14:22 - "Lalu sujudlah Yoab dengan mukanya ke tanah dan menyembah sambil memohon berkat bagi raja. Dan Yoab berkata: 'Pada hari ini hambamu mengetahui bahwa tuanku raja suka kepada hamba, karena tuanku telah mengabulkan permohonan hambamu ini.'"

Hari ke-10: Aku mencari dan mendeklarasikan perkenanan Tuhan atas hidupku, keluargaku dan Tubuh Kristus yang menghindarkan kami dari semua orang dan segala sesuatu yang menindas kami, seperti yang tertulis 2 Raja-Raja 13:4 - "Tetapi kemudian Yoahas memohon belas kasihan TUHAN, dan TUHAN mendengarkan dia, sebab Ia telah melihat, bagaimana beratnya orang Israel ditindas oleh raja Aram."

Hari ke-11: Aku mencari dan mendeklarasikan perkenanan Tuhan yang mencurahkan belas kasihan dan pemulihan atas hidup kami, seperti yang dialami oleh raja Manasye, 2 Tawarikh 33:12-13 - "Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya, dan berdoa kepada-Nya. Maka TUHAN mengabulkan doanya, dan mendengarkan permohonannya. Ia membawanya kembali ke Yerusalem dan memulihkan kedudukannya sebagai raja. Dan Manasye mengakui, bahwa TUHAN itu Allah."

Hari ke-12: Aku mencari dan mendeklarasikan perkenanan Tuhan atas setiap aspek dalam hidupku: atas setiap keluar dan masukku, atas keluarga dan sahabatku, atas kota dan bangsaku dan atas setiap momen dan kesempatan setiap hari. 2 Korintus 6:2 - "Sebab Allah berfirman: 'Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.' Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu."

Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.

Dikutip dari, Kathi Pelton - Compassion Arise

Friday, March 30, 2012

Tuntutan Berbuah

"Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!" - Lukas 13:7

Sepotong ayat di atas memberikan begitu banyak pernyataan yang amat fundamental, yaitu:

  • Bahwa Bapa sebagai investor dan pengusaha kebun anggur yang menuntut adanya buah, menuntut adanya imbal hasil dari investasinya. Jadi apapun yang kita lakukan dan hidup yang kita hidupi adalah untuk Dia, tidak boleh merugikan Kerajaan-Nya dengan berkata-kata maupun bertindak yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Lebih parah lagi jika ada yang mencuri kemuliaan-Nya.
  • Bahwa ada waktu yang diberikan untuk kita berbuah dan ada saatnya tuntutan itu datang untuk kita pertanggungjawabkan kepada Dia. Sebab segala sesuatunya berasal dari pada-Nya, berjalan oleh karena kuasa dan kemurahan-Nya dan pada akhirnya semua kemuliaan kembali kepada Dia saja.
  • Bahwa bukan kepada manusia kita harus berbuah. Dahulu seorang teman saya pernah berkata, "Kehidupan Kristen yang benar adalah yang bisa dinikmati buahnya." Kata-katanya tidak ada yang salah, namun jika kita melihat ada saudara-saudara kita yang masih belum berbuah, maka adalah kewajiban kita untuk menolong mereka untuk berbuah, BUKAN ikut-ikutan menuntut mereka berbuah. Jika Bapa adalah pemilik kebun anggur dan saudara-saudara kita adalah perkebunannya, maka kita yang lebih dahulu dari mereka wajib membantu merawat dan memelihara sesuai dengan kehendak Tuhan supaya mereka dapat berbuah. Namun berapa banyak yang bukannya membantu, malahan mencampakkan saudara sendiri bahkan sebelum waktunya. Belum Bapa bertindak untuk mencampakkan, malah kita yang kadang sudah menghakimi mereka duluan.
  • Bahwa usaha perawatan supaya saudara-saudara kita berbuah memerlukan pengorbanan yang sangat besar. We are not only win the lost at any cost, but also bear fruits at any cost. Or all of us will be lost forever. Berbuah adalah peristiwa dari yang akan ada menjadi yang telah ada yang diawali dengan kematian benih. Siapakah di antara kita yang rela mati untuk saudara-saudara kita (1 Yohanes 3:16)?

Perjanjian Garam

Asosiasi Persekutuan Kepemilikan Dengan Tuhan 

"Segala persembahan khusus, yakni persembahan kudus yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN, Aku berikan kepadamu dan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan bersama-sama dengan engkau; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya; itulah suatu perjanjian garam untuk selama-lamanya di hadapan TUHAN bagimu serta bagi keturunanmu." - Bilangan 18:19

"Tidakkah kamu tahu, bahwa TUHAN Allah Israel telah memberikan kuasa kerajaan atas Israel kepada Daud dan anak-anaknya untuk selama-lamanya dengan suatu perjanjian garam?" - 2 Tawarikh 13:5

Ketika umat Israel hendak keluar dari tanah Mesir, untuk pertama kalinya mereka mengadakan Paskah. Dan di dalam ritual Paskah ada tersedia roti tak beragi, daging yang dipanggang api, sayur pahit dan pinggan berisi air yang ditaburi garam (air garam). Ritual Paskah masih terus berlanjut hingga sekarang, termasuk ketika Perjamuan Terakhir digelar oleh Tuhan Yesus. Pada saat itu dipecah-pecahkan roti yang adalah Tubuh-Nya, juga anggur yang adalah Darah-Nya dan pinggan berisi air garam. Dengan demikian Tuhan Yesus hendak berkata, "Ini Tubuh-Ku dan Darah-Ku yang dikorbankan untuk menebus kamu sehingga kamu memperoleh keselamatan. Dan ini cawan berisi air garam, kita minum bersama karena sejak hari ini milik-Ku adalah milikmu, milikmu adalah milik-Ku sehingga tidak ada lagi yang miskin di antara kita. Dan biar kita saling melindungi hati dan hidup kita." Indah sekali bukan?

Anak Bungsu vs. Anak Sulung

Kisah perumpamaan yang sangat terkenal di Injil Lukas pasal 15, tentang anak bungsu dan anak sulung. Bahwa mereka bukan saja bertolak belakang secara karakter, namun juga bertolak belakang secara sudut pandang, terutama tentang kepemilikan ayah mereka:

"Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. - ayat 12. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. - ayat 28-30.

Anak yang bungsu mengerti bahwa harta yang ada adalah milik bersama sekeluarga. Sedangkan anak yang sulung walau tidak pernah "kabur" dar rumah, namun mengerti bahwa itu harta hanya milik ayahnya, sehingga ayahnya mengkoreksi si sulung, "Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu." - ayat 31. Peristiwa atau keadaan seperti inilah yang Tuhan sebut dengan istilah yang terdahulu bisa jadi yang terkemudian dan yang terkemudian bisa jadi yang terdahulu. Kehidupan si sulung lebih ironis daripada si bungsu, karena si sulung merasa bersama dengan ayahnya, namun tidak mengenal siapa ayahnya dan siapa dirinya sendiri.

Yudas Iskariot vs. Simon Petrus

"Ketika mereka duduk di situ dan sedang makan, Yesus berkata: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku, yaitu dia yang makan dengan Aku.' Maka sedihlah hati mereka dan seorang demi seorang berkata kepada-Nya: 'Bukan aku, ya Tuhan?' Ia menjawab: 'Orang itu ialah salah seorang dari kamu yang dua belas ini, dia yang mencelupkan roti ke dalam satu pinggan dengan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.'" - Markus 14:18-21

Baik Yudas Iskariot maupun Simon Petrus sama-sama mengkhianati Tuhan Yesus dan mereka bersalah secara moral. Namun pelanggaran Yudas Iskariot juga masuk ranah hukum atau ranah legal, karena dari 12 murid-Nya, hanya yang mencelupkan roti sepinggan bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Apakah tindakan ini disadari atau tidak disadari Yudas Iskariot? Hal itu tidak dijelaskan, namun akibat pelanggaran perjanjian garam ini jelas! Akhirnya Yudas Iskariot dikuasai penyesalan yang luar biasa dan tidak dianugerahi roh pertobatan sehingga ia bunuh diri.

Dengan demikian maka kita hendaknya makin menyadari bahwa sejak awal Tuhan Yesus sedemikian serius dengan kita, bahwa Ia sangat mengasihi dan menghargai kita, bahwa Ia mengangkat kita untuk "setara" dengan-Nya sehingga kita harus selalu melibatkan Dia dalam segala perkara dan tidak ada lagi yang namanya bertindak semau kita sendiri.

Thursday, March 29, 2012

Dua Sisi Panggung Kehidupan

"TUHAN mengetahui rancangan-rancangan manusia; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka. Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari dari Taurat-Mu, untuk menenangkan dia terhadap hari-hari malapetaka, sampai digali lobang untuk orang fasik. Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya; sebab hukum akan kembali kepada keadilan, dan akan diikuti oleh semua orang yang tulus hati. Siapakah yang bangkit bagiku melawan orang-orang jahat, siapakah yang tampil bagiku melawan orang-orang yang melakukan kejahatan? Jika bukan TUHAN yang menolong aku, nyaris aku diam di tempat sunyi. Ketika aku berpikir: 'Kakiku goyang,' maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku." - Mazmur 94:11-18

Jadi sesungguhnya benar-benar tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Entah itu impian maupun umpatan, entah itu rancangan baik maupun rancangan buruk, entah itu ide yang mulia maupun ide yang hina, semuanya bisa Dia genapi sesuka hati-Nya. Karena Dia adalah segala-galanya. Namun apapun yang terjadi, tetap pilih didikan-Nya, tetap pilih hajaran-Nya, laksana orang tua yang memahami jauh lebih ke depan terhadap anak-anaknya sendiri yang sering kali ceroboh dan sembrono.

Dan sesungguhnya, jika bukan Tuhan, kita semua telah NYARIS binasa di tempat sunyi yang dingin dan penuh gertak gigi. Sokongan-Nya adalah didikan-Nya, didikan-Nya adalah sokongan-Nya. Pilih terus Hineni, pilih terus untuk semakin tahu diri, pilih terus untuk mengingat dari mana kita diambil daripada memimpikan ke mana kita ingin capai. Ke depan kita akan menghadapi banyak sekali tugas dan tanggung jawab yang sudah pasti mustahil bagi kemanusiaan kita. Ke depan kita hanya bisa bertanya kepada-Nya, "Bagianku apa, Tuhan?" Dan melakukannya dengan ketepatan yang sempurna.

Di depan kita akan disoroti lampu panggung dan menjadi sorotan dunia di mana-mana. Di depan akan terus kita dengar decak kagum dan tepuk tangan yang semakin hari semakin kencang. Namun itu hanya satu sisi panggung acara yang harus kita penuhi. Sedangkan masih ada sisi panggung satunya lagi, sisi ruang ganti itu. Sisi di mana kita berdua secara pribadi dengan Roh-Nya yang kudus yang selalu semakin keras menegur dan menjagai hati kita, supaya kita tidak menjadi mabuk karena decak kagum dan tepuk tangan dari sisi panggung yang pertama.

Di puncak segala puncak tidak ada lagi yang bisa dibanggakan. Di puncak segala puncak yang boleh ada hanya perkenanan-Nya. Haleluya! Amin! Amin!

Sang Penahan

"Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah. Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu? Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali." - 2 Tesalonika 2:3-8

Jadi situasinya begini, bahwa ada yang ditahan kemunculannya yaitu Sang Antikristus dan ada yang menahannya. Dan selama ini Gereja berpandangan bahwa yang menahan Sang Antikristus ialah Roh Kudus dan orang-orang kudus-Nya. Sampai sekitar setahun yang lalu, ketika saya menghadiri sebuah ibadah, pengkotbahnya berkata dalam keragu-raguannya bahwa ternyata yang menahan itu bukan Roh Kudus dengan orang-orang kudusnya seperti yang selama ini kita ketahui. Saya mencurigai pernyataan itu ada benarnya walaupun pengkotbah tersebut agak ragu-ragu. 

Coba perhatikan dengan teliti gambaran cerita Kitab Wahyu pasal 17 tentang Pelacur Besar yang berjalan menunggangi Sang Binatang. Di akhir cerita Pelacur Besar jatuh dalam kemabukannya dan bukannya ditolong malahan dihabisi oleh Sang Binatang itu. "Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api." - Wahyu 17:16

Jadi Sang Penahan Antikristus yang dimaksud selama ini adalah Pelacur Besar itu - Babel Besar dengan sistem kerjanya yang selama ini menguasai dunia, baik ekonomi, politik, sosial budaya dan lain-lainnya. Saya ikut setuju dan mencurigai kebenaran ini dengan meneliti dua hal:
  • "Apa yang menahan dia" - dalam bahasa Inggris disebut "what is restraining." Kata "apa" atau "what" itu bukan mengacu kepada seseorang (persona) atau lebih tepatnya "who", melainkan untuk sesuatu yang tidak hidup atau benda mati atau hewani. Dan bagi Tuhan, Iblis beserta semua kerajaannya adalah seperti binatang. Apa yang menahan itu BUKAN Roh Kudus maupun orang-orang kudus yang jelas-jelas adalah persona.
  • "Kalau yang menahan itu telah disingkirkan" - dalam bahasa Yunani kata "disingkirkan" adalah ginomai, ini bukan suatu kata yang bermakna positif, melainkan berkata negatif. Kata "disingkirkan" itu adalah kata yang dihaluskan, karena arti sesungguhnya adalah ditendang keluar. Roh Kudus dan orang-orang kudus bukan persona yang tepat untuk diperlakukan seperti itu. Jadi jelas yang menahan itu adalah Pelacur Besar - Babel Besar itu.

Kunci Percepatan Pengangkatan (Rapture)

"Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya." - 2 Petrus 3:11-12

Gereja memiliki satu fasilitas istimewa yang tidak dimiliki lembaga manapun di dunia maupun di Sorga. Fasilitas itu adalah hak untuk mempercepat kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Untuk dapat memahami fasilitas istimewa ini, Gereja perlu mengetahui situasi berikut ini. Kedatangan Tuhan kedua akan terjadi ketika Sang Antikristus muncul. Sang Antikristus muncul ketika Pelacur Besar disingkirkan. Pelacur Besar disingkirkan karena mabuk oleh darah orang-orang kudus, semakin banyak darah orang-orang kudus, semakin mabuklah pelacur itu. Darah orang-orang kudus tercurah karena adanya tekanan dan penyiksaan yang datang dari pihak lain. Tekanan dan penyiksaan datang karena ada pihak yang membenci ketika pertobatan terjadi. Dan pertobatan terjadi karena pemberitaan Kabar Baik.

Jadi semakin deras Injil diberitakan, semakin besar pertobatan terjadi dan hal ini semakin besar pula tekanan dan siksaan yang datang kepada Gereja. Darah para martir Gereja yang akan membuat Pelacur Besar mabuk dan jatuh dan akhirnya disingkirkan sehingga Sang Antikristus muncul sebelum Tuhan Yesus datang kembali. Inilah salah satu kunci percepatan bagi kita yang merindukan perjumpaan agung dengan Raja dan Sang Mempelai Kristus!

Wednesday, March 28, 2012

Perkenanan Tuhan Adalah Segalanya

"Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya ... Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri." - Efesus 5:25-28

Dulu ada seorang teman saya berkata bahwa Tuhan itu luas tiada batas, dan jika dijabarkan dalam kata-kata dan tulisan maka tidak akan ada habisnya. Namun jika bisa digambarkan dalam satu kata saja, maka kata itu adalah KASIH, karena Allah adalah kasih, katanya.

Saya kurang setuju dengan pendapatnya, karena kasih itu hanya mewakili sebagian besar dari Allah, sebab firman-Nya tertulis bahwa kasih menutupi banyak pelanggaran. Namun kata "kasih" belum mencakup keseluruhan Allah. Dan jika saya harus menyimpulkan Allah dalam satu kata saja, maka kata yang menurut saya paling tepat adalah SEGALANYA. Yes, He is EVERYTHING! Bukan hanya kasih tapi Dia juga punya benci. Perhatikan Firman-Nya ini, "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku." - Lukas 14:26.

Tidak mengasihi isteri adalah pelanggaran. Tidak membenci isteri pun adalah pelanggaran. Bingung?
Mengasihi isteri adalah tindakan murid Kristus. Membenci isteri pun adalah tindakan murid Kristus. Tambah bingung?

Ini realita iman dan kebijaksanaan rohani yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita, bahwa kita tidak tahu sesungguhnya kapan harus mengasihi dan kapan harus membenci orang-orang yang sama, ya isteri, ya suami, ya anak-anak, ya orang tua, ya saudara-saudari kita. Apakah ketika mereka baik maka kita mengasihi dan ketika mereka menjengkelkan maka kita membenci? Tentu bukan begitu yang Tuhan kehendaki.

Tidak ada formula yang baku untuk mengasihi dan membenci semuanya itu selain kita bergaul karib dengan Tuhan. Dia yang paling mengerti kapan waktu yang tepat untuk semuanya itu. Firman yang kita baca, pada akhirnya hanyalah logos yang mati dan bahkan mematikan jika tanpa disertai dengan rhema dari Roh-Nya yang kudus. Dan pergaulan yang erat dengan-Nya akan membuat kita semakin bergantung dengan-Nya, dan kita semakin menyadari bahwa pengertian dan kebenaran diri kita sendiri sesungguhnya tidak ada artinya, bahkan bisa mencelakakan hidup kita. 

Ada pepatah pewahyuan yang sangat bijaksana dari Tuhan:
Orang yang diurapi, belum tentu Aku sertai. Orang yang Kusertai, belum tentu Kusayang. Orang yang Kusayang, belum tentu Aku berkenan. Aku mencari orang-orang yang mengejar perkenanan-Ku.

Tuesday, March 27, 2012

Kunci Daud

"... Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka." - Wahyu 3:7

Selama bertahun-tahun banyak orang berkomentar bahwa kunci Daud adalah lambang dari otoritas Kerajaan. Namun saya meyakini ada sesuatu yang lebih. Yesus Kristus adalah penggenapan atas nubuatan Yesaya 22:22, "Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka." Ini adalah kunci rumah Daud yang diteruskan dari generasi ke generasi sampai kepada Raa di atas segala raja, Yesus. Dialah yang membuka pintu Sorga dan memberi akses ke Kerajaan Allah. Pintu ini dibuka di Kalvari dan Iblis tidak dapat menutupnya. Haleluya!

Menarik sekali, di Kitab Wahyu, Yesus mengungkap diri-Nya sendiri sebagai pemegang kunci Daud, BUKAN kunci rumah Daud. Jadi dalam hal ini sebenarnya ada dua macam kunci. Kunci rumah Daud saya menyebutnya sebagai "kunci Kerajaan" sedangkan kunci Daud saya sebut "kunci hati" sebab Allah sendiri menyebut Daud sebagai seseorang yang berkenan di hati-Nya (1 Samuel 13:14).

Daud vs. Saul

Mengapa Allah memberi sebutan yang sedemikian mulia kepada Daud? Mari kita perhatikan sikap hati Daud dan Saul sebab saya percaya kunci jawabannya ada ketika dosa seseorang terungkap, "Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati." - Matius 12:34

Baik Daud dan Saul pernah berdosa selama hidup mereka. Keduanya juga mengakui pelanggaran mereka dan menerima konsekuensi atas pelanggaran tersebut. Namun ketika dosa Saul diungkap, reaksinya terhadap Samuel, "Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel. ..." - 1 Samuel 15:30.

Pada keadaan yang kontras, ketika dosa Daud diungkap, ia hanya bereaksi terhadap Tuhan, tidak kepada nabi-Nya (Natan). Daud berdoa, berpuasa namun tetap menerima konsekuensi dengan kematian anaknya. Dan ketika anaknya mati, ia menyembah kepada Tuhan. Nyawa anaknya diambil dan ia menyembah Tuhan!

Baik Saul maupun Daud sama-sama melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Namun Saul mengkhawatirkan apa yang dilihat manusia, sedangkan Daud memikirkan apa yang dilihat Tuhan. "Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: 'Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.'" - 1 Samuel 16:7. Karena apa yang dilihat Allah di dalam hatinya Daud maka Ia berikan kepadanya, tidak seperti Saul yang hanya mementingkan "kerajaan."

"Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu." - Mazmur 27:4-5. Apa yang dirindukan Daud hanya satu perkara - diam di dalam rumah-Nya. Dan hanya satu Persona yang dikehendakinya - Pribadi Tuhan. Jadi dalam segala perkara, Daud memprioritaskan Tuhan dan kesukaan-Nya di atas kesukaannya sendiri. Dan yang paling ditakutkan Daud adalah, "janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!" - Mazmur 51:13.

Allah mengingat kerinduan Daud, dan dalam Wahyu 3:7, Yesus mewahyukan diri-Nya sebagai Pemegang Kunci Daud. Tuhan menjadikan kerinduan Daud sebagai sebuah kenyataan abadi dengan berjanji bahwa, "Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ ..." - Wahyu 3:12. 

Heart Of Worship

Keselamatan adalah anugerah Allah yang tidak membutuhkan usaha penaklukan. Namun dibutuhkan begitu banyak usaha penaklukan atas daging dalam perkara memasuki dan tinggal di hadirat-Nya. Ada begitu banyak perkara remeh yang menggangu kita untuk menginginkan "satu perkara" yang Daud inginkan. Daud pun memiliki masalah yang sama, namun ia berhasil menaklukan semua rintangan itu dengan Hati Yang Menyembah.

(Sikap) Hati Yang Menyembah bukanlah suatu perkara yang luar biasa dan bersifat magis, namun hal inilah yang menjadi kunci untuk mendatangkan Sorga di atas bumi, damai sejahtera di tengah pergumulan besar. Yesus berdiri di belakang pintu keselamatan dengan Kunci Daud di tangan-Nya dan mengundang kita semua untuk makin mengenal dan menginginkan hati-Nya. Amin dan Amin!

Diterjemahkan dan disadur dari,
Tiffany Ann Lewis
Dancing with the Flame of the Lord Ministries

Deklarasi "Mari Memberkati Indonesia"

Jakarta, 25 Maret 2012.

Mulai hari ini Indonesia diberkati dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Indonesia aman, adil, damai, makmur, sejahtera, sehat, tertib, bersatu, hidup penuh damai, dan cinta. Indonesia mencapai panggilannya menjadi berkat buat bangsa-bangsa. Semua bencana ditahan semaksimal mungkin. Semua kerusuhan dan pemberontakan digagalkan sehingga bangsa ini boleh melanjutkan pembangunannya menjadi makmur, maju baik rakyat kecil maupun yang di atas semuanya makmur. Mencapai masa keemasan dan puncak perkenanan. Tidak ada lagi yang garang, sombong, keras, korup, yang serong di seluruh Indonesia, sudah dihabisi. Tidak tersisa lagi, dihabiskan ke akar-akarnya. 

Biar Tuhan yang kita sembah, Pencipta langit dan bumi, Tuhan yang berdaulat, memberikan hikmat, memberikan pengertian, memberikan takut akan Tuhan, memberikan kesejukan, memberikan keamanan, ketertiban dari Sabang sampai Merauke sehingga bangsa kita diluputkan dari semua yang tidak baik, dari semua yang jahat, dan dikuasai roh takut akan Tuhan. Biar seluruh Indonesia memuji dan meninggikan Tuhan semesta alam, menyanyikan nyanyian baru. Biar lautnya bergemuruh menyambut Sang Raja, bergabung bersama seluruh pulau-pulau dan penduduk Indonesia, semua berseru-seru dari puncak gunung-gunung memberi penghormatan kepada nama Tuhan, meneriakkan kemuliaan Tuhan, pujian bagi nama-Nya digemakan dari pantai ke pantai, panji-panji ditetapkan menjadi kokoh menyatakan kedahsyatan cinta-Nya. Biar semua pintu gerbang kemakmuran terbuka, pintu gerbang ilahi terbuka, terjadi pertobatan dan perjumpaan dengan Jalan, Kebenaran dan Hidup. 

Biar tidak ada lagi banjir, tidak ada lagi gempa bumi di tengah-tengah bangsa kami. Karena semua tahta kegelapan sudah dihancurkan. Semua perjanjian dengan kuasa gelap sudah dibatalkan dan digantikan dengan yang baru yang dari Tuhan, yang baik buat semua elemen di bangsa kami. Semua sektor dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan bangsa. Baik pemerintahan, militer, pendidikan, agama, teknologi, keuangan, bisnis, media, sosial budaya, perkebunan, peternakan, kelautan, pertanian, pertambangan, industri. Semua kekayaan bangsa ini digunakan untuk kemakmuran seluruh bangsa Indonesia. 

Seluruh Indonesia diserahkan ke dalam tangan-tangan orang yang diurapi Tuhan dan semua terjadi dalam ketepatan dalam nama Tuhan Yesus, Alfa dan Omega, dengan darah-Nya yang kekal.

Dengan Anugerah dan Kasih Sayang TUHAN, kami Bangsa Indonesia percaya, bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang :

Bertaqwa kepada TUHAN, memuji, menyembah dan mengagungkan TUHAN di atas segala tuhan. Memiliki kerinduan yang besar akan kebenaran, mengalami jamahan dan lawatan TUHAN yang dahsyat. 

Mengasihi sesamanya tanpa memandang suku, ras dan agama. Ramah dan murah hati serta berbelas kasihan, sehingga terhormat di antara bangsa-bangsa lain. 

Dengan tulus saling membantu sesama, bersatu dan sepakat membangun negeri tercinta ini. Memaafkan dan melupakan semua dendam, iri hati dan kepahitan yang pernah dialaminya. Perbedaan yang ada adalah sebuah karunia TUHAN, yang menjadi kekuatan dan bukan penyebab perpecahan maupun kehancuran. 

Keluar dari hutang yang besar, kemiskinan, kebodohan, kemalasan, ketidakadilan, kutuk serta luka-luka bangsa di masa lalu baik akibat penjajahan maupun kekerasan serta kerusuhan. 

Tidak ada lagi awan kegelapan, ikatan dengan kuasa gelap yang mencengkeram, semuanya sudah dipatahkan, sehingga merdeka jasmani dan rohani. 

Mampu mewariskan kekayaan dan kemakmuran kepada generasi berikutnya. Mampu mengelola dan mengembangkan semua sumber daya manusia dan alam yang begitu limpah sehingga menjadi yang terunggul di dunia. 

Sejahtera lahir bathin, menjadi manusia yang dipulihkan seutuhnya baik roh, jiwa dan tubuh. Berkarakter mulia, bekerja keras, cerdas dan berintegritas. 

Mengalami keajaiban dan perlindungan TUHAN sehingga terluput dari semua bencana alam maupun kerusakan akibat perubahan cuaca. 

Menggenapkan rencana dan tujuan kekal yang ditetapkan TUHAN dengan masa depan yang penuh harapan. Menjadi negara yang makmur, ternama, terpuji dan terhormat. Menjadi lumbung pangan buat dunia dan menguasai dunia. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin!

Sunday, March 25, 2012

Liputan Ibadah Indonesia Bersatu

Jakarta, 25 Maret 2012 - Di antara Istana Negara dan Monumen Nasional

Tiupan shofar pembukaan ibadah

Tarian pembukaan


Kita nyatakan bahwa SUDAH GENAP!

Kita nyatakan SHALOM & DAMAI atas Indonesia


"Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka."

Friday, March 23, 2012

Ketika Simeon Berjumpa, Ketika Garis Akhir Tercapai

"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." - Lukas 2:29-32

Simeon adalah seorang saleh biasa (bukan golongan nabi) yang telah puluhan tahun menantikan perjumpaan dengan Anak Manusia. Dialah orang pertama yang berjumpa dengan Yesus secara pribadi, selain para gembala dan para Majus. Dan ketika hari yang dinantikan tiba, ada beberapa hal yang terjadi. Pertama, Simeon akhirnya telah mencapai garis akhir dengan kuat karena perjumpaan itu. Ini menandakan bahwa pencapaian garis akhir dengan kuat hanya karena anugerah-Nya dan BUKAN karena kuat gagah manusiawi kita. Kedua, ia makin mengenal Tuhan dan semua yang masih menjadi pertanyaan sebelumnya akhirnya terjawab semua hanya dalam sebuah perjumpaan dramatis itu. Yang ketiga, ia diberi kemampuan profetik untuk melihat masa depan yang akan terjadi berkaitan dengan keselamatan itu, sebab yang dinyatakan adalah bagi bangsa-bangsa lain dahulu barulah bagi Israel kemudian. Dan yang keempat, ia berpesan kepada Maria, "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." ayat 34-35. Simeon kembali memperoleh keistimewaan akan pewahyuan tentang Anak Manusia yang hanya sangat sedikit orang yang memiliki keistimewaan tersebut.

Bukankah hidup kita ini adalah sebuah perjalanan dan pencarian yang sesungguhnya telah ditentukan bahkan sebelum kita dilahirkan? Dan sekarang ke arah manakah perjalanan hidup kita ini? Adakah semakin mendekat ke titik yang Dia kehendaki? Atau hanya sekedar berjalan ke sebuah titik yang tidak pernah kita sadari sebelumnya, menuju ke sesuatu yang kelihatan baik, kelihatan indah, kelihatan bermanfaat, namun ternyata itu adalah Sodom dan Gomora, yang tidak ada Tuhan di sana. Atau terus berjalan dalam anugerah dan kehendak-Nya sampai ke garis akhir dengan kuat?

Setiap Perjumpaan Selalu Menimbulkan Kesan Dari Keduanya, Dan Tidakkah Anda Merindukan Kesan Yang Akan Didapatkan Ketika Kita Berjumpa Dengan-Nya?

Thursday, March 22, 2012

Ketika Tuhan Mengajak Kita Manggung Bersama Vol. 2

"Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Mereka akan mendaki pendakian Zis, dan kamu akan mendapati mereka di ujung lembah, di muka padang gurun Yeruel. Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu." - 2 Tawarikh 20:15-17

Sesungguhnya Tuhan itu memiliki karakter yang aneh dan tidak bisa dilogikakan. Ketika ada perang, dan musuh hendak menyerbu kita, maka Tuhan berkata, "Peperangan ini adalah peperangan-Ku," namun selanjutnya Ia berkata, "Besok kamu yang turun menyerang mereka." Aneh kan? Logika-Nya sungguh bukan logika kita. Dalam pikiran dan bayangan saya, Tuhan seperti berkata, "Ayo temani Aku, bosan kalau Aku menang tapi tidak ada teman-teman yang menyoraki dan menyemangati Aku. Nanti semua hasil kemenangan buat kamu saja, sebagai hadiah karena sudah menemani Aku berperang."

Tapi kalau kita tidak menemani Dia di medan perang, Ia akan pergi dan membiarkan kita menghadapi semua musuh yang menyerang. Lucu kan? Namun itulah Tuhan, bahwa Ia berusaha untuk membuat kita percaya bahwa Dia adalah Allah yang setia, dan bisa dipercaya. Semua peperangan, semua pergumulan, semua masalah adalah alat dan kesempatan bagi Dia untuk menunjukkan kepada kita bahwa Dia nyata sedangkan yang kita takutkan itu hanya ilusi. Namun justru sering kali kita berpikir terbalik, yang kita takutkan diangga nyata, sementara penyertaan-Nya kita anggap seperti ilusi.

Satu lagi kesukaan-Nya adalah memberi kejutan! Yup, Tuhan suka sekali memberi kejutan karena karakter sejati-Nya adalah memberi BUKAN menahan. Percayalah bahwa Tuhan hanya memiliki yang terbaik. Dia tidak memiliki perbendaharaan "kelas dua" atau "KW Super," semuanya orisinil, asli dan mahal. Kejutan-kejutan yang Ia siapkan ada yang dari tidak pernah dilihat oleh mata sampai yang tidak pernah timbul di hati kita. Namun semuanya itu disediakan bagi yang mengasihi Dia, yang setia untuk mentaati apapun yang Dia kehendaki.


Sekali lagi, Jangan Negosiasikan Kehendak Dan Rencana-Nya Yang Sempurna Itu. Jangan Tukarkan Semua Kemuliaan Yang Disediakan-Nya Dengan Remah-Remah Yang Tak Seberapa Berarti.

Wednesday, March 21, 2012

Destiny Vs. Dream

"Tetapi kata Rut: 'Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!'" - Rut 1:16-17

"Windu, apa impianmu?" tanya seorang leader MLM kepada saya. Dan untuk beberapa saat lamanya saya diam, tertawa geli di dalam hati dan merasa bahwa saya sudah tidak punya impian lagi. Namun di saat yang sama pikiran saya menyelidik, "Lalu bagaimana saya bisa hidup dengan gelora seperti saat ini walau saya masih belum tahu dengan jelas apa impian saya?"

By the way, leader tersebut masih lebih muda daripada saya dan memiliki sejumlah prestasi dan untuk saat ini saya yakin juga kondisi keuangannya jauh lebih baik daripada saya. Namun walau tidak memiliki impian BUKAN berarti saya tidak memiliki takdir. Saya tahu dari mana saya berasal, dan seberapa besar Tuhan hendak membawa saya kepada puncaknya. Ada rancangan dan rencana Tuhan dalam hidup saya. Dan saya menyadari bahwa ada banyak yang diinvestasikan oleh Dia ke dalam hidup saya dan suatu saat saya harus mengembalikan "pokok" berikut "bunganya." Takdir itu untuk kepentingan Kerajaan-Nya, namun di dalamnya saya memperoleh keuntungan yang tidak akan pernah saya bayangkan sebelumnya. Karena saya terbatas, namun Dia penuh dengan kejutan.


Rut tidak memiliki impian sama sekali. Atau, sekalipun ia pernah punya, ia telah membuangnya dan menggantinya setelah hidup 10 tahun dengan Naomi dan keluarganya. Walau akhirnya semua harus mati dan hanya "tersisa" 2 orang janda, namun di saat itulah Rut melihat takdirnya. Yusuf memang sang pemimpi, namun yang ada dalam mimpinya bukan sesuatu yang dari dirinya, melainkan yang Tuhan tanamkan di dalamnya. Sampai akhirnya ia menjadi penguasa penuh atas seluruh tanah Mesir, saya yakin bahwa ia tidak pernah berambisi untuk hal itu, bahkan terpikirpun tidak. Apalagi sebelumnya ia adalah seorang budak selama belasan tahun dan narapidana selama 4 tahun.

Musa menyadari bahwa ia orang Yahudi, dan memiliki impian untuk membebaskan bangsanya dari perbudakan Mesir. Namun itu bukan impian yang dari dirinya sendiri, karena baginya lebih baik hidup mewah menjadi seorang "Mesir" daripada hidup nelangsa dan menjadi bagian dari bangsa yang tegar tengkuk Israel. Namun Tuhan menggenggam hatinya dan menyatakan takdirnya untuk 40 tahun kemudian ia membawa keluar bangsanya kembali ke Tanah Perjanjian.

Jadi apakah salah jika seseorang memiliki keinginan dan impian yang sedemikian rupa? Tentu saja tidak, tetap milikilah impian dan keinginan, namun hukum-Nya berkata jelas bahwa carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu - Matius 6:33. Ketika Anda menyadari takdir Anda dengan jelas di dalam kehendak-Nya yang sempurna, maka impian Anda akan terlampaui.

Destiny is still our priority and it makes our dreams come true

Monday, March 19, 2012

Pintu-Pintu Peluang Baru: Maret - September

Maret adalah bulan untuk peralihan yang cepat dan keberlanjutan dalam kegerakan roh. Ini juga saatnya penggenapan nubuatan-nubuatan. Periksa kembali janji-janji dan hal-hal lainnya yang pernah Tuhan sampaikan tahun-tahun lalu dan saksikan penggenapan-penggenapan tersebut. Inilah saatnya Anda meminta kepada Tuhan semacam tanda bahwa Ia beserta Anda dan Anda memperoleh konfirmasi bahwa Anda ada di jalan yang benar (Mazmur 86:17).

Musuh telah bermain dengan sangat kuat melawan kita dan sekarang kita ada dalam waktu yang strategis untuk memperoleh kebebasan dari hal-hal yang membelenggu kita di masa lalu. Inilah musim untuk menerobos dan memperoleh kembali apa yang telah hilang. Banya orang mengalami perlawanan yang kuat selagi berjuang maju untuk meresponi berbagai peluang baru dari Tuhan. Namun ini bukan karena musuh yang kelihatan kuat, dan sesungguhnya penerobosan tersebut mudah. Ketika kita melawan balik bersama dengan Tuhan, kita akan memperoleh terobosan. Inilah saatnya untuk memperoleh kembali apa yang pernah hilang.

Maret ini adalah sebuah permulaan yang kecil (Zakaria 4:10). April ini saatnya melepaskan ide-ide kreatif. Mei akan ada pensejajaran dan akuisisi dengan berbagai orang dan sumber. Juni adalah waktu untuk bekerja keras. Juli adalah bulan diimana kita akan melihat penyelesaian dan penggenapan dalam berbagai perkara. Agustus menjadi tanda awal yang baru dan September menjadi pengukuhan berbagai perkara baru. Apa yang tadinya adalah impian, akan menjadi kenyataan sebelum Oktober. Semua ini membutuhkan langkah-langkah proaktif dan terus meju menerobos.

Dibutuhkan yang baru untuk segala sesuatunya, anggur baru, pemikiran yang baru, yang sesuai dengan gerakan-Nya, ke mana dan bagaimana Ia hendak membawa kita. Namun sesuatu yang lama seperti kebanggaan manusiawi, kesombongan, suka menghakimi dan tidak mengampuni akan menghambat semua berkat-Nya. Akan membuat kita didikualifikasi dengan cepat. Kerendahan hati dan kesatuan adalah senjata terkuat. Tuhan ingin membangun jaringan Kerajaan-Nya, dan mentalitas kerajaan manusia tidak akan berlaku lagi.

Dua Macam Pintu Oportuniti

Di pintu manakah Anda berdiri? Pintu yang Anda buka sendiri atau pintu yang Tuhan bukakan bagi Anda? Sebagian besar orang menunggu Tuhan membukakan pintu bagi kita, namun itu butuh syarat yang tidak ringan:

"Minta dan terus mintalah, sampai diberikan kepadamu; cari dan terus carilah, sampai kamu akan mendapat; ketok dan terus ketoklah, sampai pintu akan dibukakan bagimu." - Matius 7:7

Pintu ini butuh tindakan yang terus menerus aktif meminta, aktif mencari dan aktif mengetuk sampai kita mendapatkan apapun yang kita mau. Namun kita tidak pernah tahu kapan itu. Sedangkan di sisi lain ada satu pintu yang sebagian besar orang tidak menyadarinya;

"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." - Wahyu 3:20

Pintu ini harus kita yang membukanya. Di balik pintu itu ada sesuatu yang paling almuhit, kuasa dan kehadiran Tuhan sendiri. Ketika Anda berdiri di depan pintu yang ini, Anda mampu mendengar suara-Nya kemudian Yesus akan masuk ke dalam keadaan Anda dan memberikan pewahyuan jawaban atas apapun masalah Anda. Membuka pintu ini membutuhkan pendengaran akan suara Tuhan dan langkah iman. Ini semua bukan karena kekuatan manusiawi kita namun karena tindakan iman kita untuk mau menerobos sesuai dengan kehendak-Nya.

Banyak orang yang hanya menunggu Tuhan tanpa mengambil langkah proaktif seperti yang dikehendaki-Nya. Sedangkan banyak orang lainnya yang sudah ditunggu Tuhan untuk melangkah dan mengundang Ia masuk. Mintalah kepada-Nya untuk menunjukkan apa yang harus Anda lakukan dan meminta-Nya berbicara kepada kita dengan jelas mengenai peluang-peluang baru yang akan datang.

Ini adakan menjadi saat yang paling menarik karena Tuhan akan menyingkapkan tujuan dari hidup Anda. Ini adalah musim dan awal dari hal-hal yang baru yang kita nantikan sejak lama. Bukan saatnya untuk takut. Fokus kepada-Nya dan melangkah serta menyaksikan semua perbuatan-Nya yang ajaib.

Saduran dari,
Doug Addison
InLight Connection

Friday, March 16, 2012

Setelah Semuanya Itu

"Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: 'Abraham,' lalu sahutnya: 'Hineni.' ... Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: 'Bapa.' Sahut Abraham: 'Hineni.' ... Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: 'Abraham, Abraham.' Sahutnya: 'Hineni.' ... " - Kejadian 22

Apa yang telah terjadi sebelum semuanya ITU dalam hidup Abraham? Sampai akhirnya ia menyambut Allah dengan menyebut "Hineni." Jika harus diceritakan dan dijabarkan ulang Kitab Kejadian dari pasal 12 hingga pasal 21, maka itulah yang telah terjadi sebelum akhirnya ia memperoleh kehormatan untuk mengorbankan anak tunggal dari perjanjian dengan Allah. Kisah hidupnya dalam 10 pasal itu sesungguhnya sangat menyakitkan bagi dagingnya, sejak keluar dari kampungnya, tertahan oleh ayahnya, berpisah dari keponakannya, menuruti keinginan manusiawi dari Sara untuk menghampiri Hagar hingga memperoleh anak kedagingan - Ismael, terjepit dalam konflik "2 isteri" hingga harus mengusir Hagar dan Ismael, dan sebagainya. Dan yang paling dramatis adalah melihat serta membesarkan anak perjanjian - Ishak. 

25 tahun penantian dan sekian tahun kebersamaan dengan putera tunggal tercinta tidak menjadikan Abraham merasa memiliki Ishak, sama seperti Bapa tidak pernah ragu untuk mengorbankan Putera tunggal-Nya - Yesus Kristus. Lebih hebatnya lagi adalah Ishak tidak memberontak, namun taat dan kelu hingga di atas kayu bakar, sama seperti Yesus tidak menganggap keallahan-Nya sebagai milik yang harus dipertahankan dan tetap setia hingga mati di atas kayu salib.

Sekarang renungkanlah masa lalu kita semua dengan segala pengalaman yang pernah ada hingga saat kita mambaca tulisan ini. Dan jika sekarang Tuhan meminta untuk mempersembahkan seluruh hidup kita secara total bahkan itu adalah sesuatu yang kita takutkan atau kita hindari selama ini, dan Tuhan minta kita mengalaminya TANPA mengeluh, namun dengan kerelaan dan kepercayaan penuh kepada Dia, adakah kita akan tetap menjawab Hineni - Here I Am?

"Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa. ... Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup." - Keluaran 21:2-6

Thursday, March 15, 2012

Gereja Penerang Dunia

"Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." - Matius 5:14-16

Jadi dunia itu gelap, sedangkan Gereja itu terangnya dunia. Dunia tanpa Gereja berarti dunia akan terus dalam kegelapan. Tapi apa jadinya jika dunia yang terus mengalami kemajuan dalam berbagai bidang sedangkan Gereja stagnan dengan cara pandangnya sendiri? Dunia terus maju dalam kegelapan dan Gereja tidak mampu mengimbangi dengan terangnya. Itu sebabnya selalu ada bagian gelap di dunia ini, karena ada saja Gereja yang tidak mampu menerangi dunianya.

Berikut ini adalah video singkat mengenai pergeseran dan kemajuan dunia, terutama dalam bidang komunikasi dan broadcasting, dan kita sebagai Gereja diharap meresponi kemajuan ini dengan semakin bijaksana lagi, supaya dunia semakin terang, bukan semakin gelap.



Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Karakter & Hati Raja-Raja

"Kemudian Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan. Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu. Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: 'Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.' Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul; lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: 'Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.' Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul telah bangun meninggalkan gua itu hendak melanjutkan perjalanannya." - 1 Samuel 24:3-8

Jadi ternyata Saul buang hajat di gua yang sama tempat Daud dan orang-orangnya bersembunyi. Gua tersebut hanya punya satu jalan masuk, sehingga ketika Saul buang hajat, sesungguhnya itu penderitaan bagi yang lainnya untuk menahan bau hajat Saul dalam jangka waktu yang cukup lama. Adakah Anda memahami situasinya sekarang?

Saul membenci Daud. Saul mengejar dan berusaha membunuh Daud. Saul buang hajat di gua tempat Daud bersembunyi. Daud menahan baunya sampai selesai. Namun Daud tidak membunuh Saul, ia mengampuni nyawa Saul. Bahkan, ia berseru kepada Saul dari belakang, katanya: 'Tuanku raja!' Saul menoleh ke belakang, lalu Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah. Lalu berkatalah Daud kepada Saul: 'Mengapa engkau mendengarkan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu? ... Sebab itu TUHAN kiranya menjadi hakim yang memutuskan antara aku dan engkau; Dia kiranya memperhatikannya, memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu.'" - 1 Samuel 24:9-16. 

Hanya orang yang mampu bertahan menerima bau (busuknya) orang lain dan setelah itu masih tetap mengampuni dan tidak menjadi (makin) marah dengan bau tersebut yang memiliki hati hamba dan sekaligus karakter raja-raja. Perhatikan para suster yang bertugas membantu para dokter di berbagai klinik dan rumah sakit. Orang-orang ini bisa menerima bau para pasien dan tetap melayani sepenuh hati. Tanpa adanya suster perawat, dokter akan kesulitan melakukan tugasnya dan pasien pun akan sulit untuk pulih. Tuhan itulah dokternya, sesama kita adalah pasien-Nya, sedangkan kita adalah para suster yang diharapkan melayani sepenuh hati walau hal itu tidak nyaman bagi kita.

... Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, ...

Domba Tidak Tahu (Ke Sorga), Kambing Tahu (Ke Neraka)

"Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?" - Matius 25:34-39

Saat Tuhan Yesus melayani di dunia, Ia sempat memberikan preview atau cuplikan singkat tentang akhir segala sesuatunya dalam episode Penghakiman Terakhir. Ada Raja di antara sekelompok domba dan sekelompok kambing. Adakah orang-orang benar atau domba-domba itu mengetahui bahwa semua yang mereka lakukan itu dilakukan untuk Raja Tuhan kita? Sesungguhnya mereka tidak sadar dan tidak mengetahui bahwa yang mereka lakukan selama ini adalah untuk Tuhan.

Sedangkan orang-orang jahat atau kambing-kambing itu merasa mengetahui bahwa semua yang mereka lakukan itu dilakukan untuk Tuhan. Coba cermati Firman-Nya ini, "Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?" - Matius 25:44. Perhatikan respon kambing-kambing itu, bahwa mereka bahkan merasa telah melayani Tuhan selama ini. Pertanyaannya adalah apakah kita mengetahui bahwa yang selama ini kita lakukan itu untuk Tuhan? Atau kita melakukannya tanpa kita ketahui?

Kalau tahu melakukan maka masuk kelompok kambing dan ke Neraka. Sedangkan kita tidak mungkin tidak mengetahui apa yang kita lakukan selama ini, terutama ketika kita melayani. Anehnya respon Raja itu justru membantah pernyataan kambing-kambing itu, "Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku." - Matius 25:45.

Jadi baik domba-domba maupun kambing-kambing sama-sama melakukannya, sama-sama memberi makanan kepada yang lapar, sama-sama memberi minuman kepada yang haus, sama-sama memberi pakaian kepada yang telanjang, dan seterusnya. Namun domba-domba ternyata sungguh-sungguh melakukannya untuk Tuhan sedangkan kambing-kambing melakukan untuk dirinya sendiri, untuk nama baik, untuk mendapat pujian, dan bukan benar-benar untuk mereka yang hina apalagi untuk Tuhan. Ini sungguhlah masalah sikap hati dan beda antara domba dengan kambing begitu tipis. Coba renungkan, bahwa Tuhan tidak memberikan perumpamaan antara domba dengan serigala, yang bedanya begitu jauh. Bukankah selama ini kita berpikir bahwa serigala yang pantas ke Neraka?

Pengkotbah 8:11 berkata, "Oleh karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat," dan ketahuilah bahwa perbuatan baik yang dimotivasi untuk memperoleh pujian adalah sebuah kejahatan di mata Tuhan. Sedangkan domba-domba adalah hamba-hamba yang tidak berguna; yang hanya melakukan apa yang harus lakukan (Lukas 17:10).

Tuesday, March 13, 2012

Sebelum Menjadi Pembunuh Raksasa

"Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: 'Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran.' Tetapi jawab Daud: 'Apa yang telah kuperbuat? Hanya bertanya saja!' Lalu berpalinglah ia dari padanya kepada orang lain dan menanyakan yang sama. Dan rakyat memberi jawab kepadanya seperti tadi." - 1 Samuel 17:38-40

Daud sesungguhnya tidak melawan Goliat, karena sesungguhnya yang melawan Goliat adalah Tuhan. Namun Daud memiliki lawannya sendiri sebelum bersama Tuhan menghabisi Goliat, dan lawan Daud yang sesungguhnya adalah Eliab, kakaknya sendiri. Perkataan Eliablah yang menyerang iman Daud untuk menghadapi Goliat dan Daud berhasil menaklukkan tuduhan Eliab. Jika Daud tidak mampu menang terhadap tuduhan Eliab, tidak akan mungkin Daud berani maju menghadapi Goliat.

Dan bagaimanakah Daud dapat menaklukkan tuduhan Eliab? Yaitu dengan menggembalakan kambing dombanya yang dua tiga ekor itu. Daud menggembalakan tidak dengan asal-asalan, namun dengan segenap hatinya. Ketika singa dan beruang mengancam, ia mempertaruhkan nyawanya untuk kambing domba yang dua tiga ekor itu.

Dari dari manakah kekuatan menaklukkan singa dan beruang itu? Yaitu dari pergaulan dan pengenalan akan Tuhan. Inilah yang tidak diketahui Eliab dan karena itu Eliab menuduh. Jadi tidak adanya pengenalan akan Tuhan, akan menjadikan seorang percaya menjadi penuduh yang handal. Sedangkan dia yang mengenal akan Tuhan dengan dalam, hanya fokus dengan apa yang menjadi bagiannya dan tidak memusingkan apa kata orang.

Kita dipersiapkan untuk menjadi pembunuh raksasa dan penakluk dunia dengan jalan memiliki pergaulan dan pengenalan akan Tuhan sehingga apapun dan siapapun Goliat kita saat ini, tidak akan pernah menjadi masalah yang berarti.

Disadur dari www.elijahlist.com oleh Victoria Boyson - Speaking Life Ministries

Maria - Gereja Pemberontak Yang Menjadi Taat

"Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: 'Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.' Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: 'Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. ... Kata Maria kepada malaikat itu: 'Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?' Jawab malaikat itu kepadanya: 'Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; ... Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.' Kata Maria: 'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.' Lalu malaikat itu meninggalkan dia." - Lukas 1:26-38

Arti nama Maria / Miryam adalah pemberontak dan ini sama seperti sifat dasar kita semua adalah memberontak terhadap Tuhan. Adalah tawaran yang berat bagi Maria untuk mengandung sebelum bersuami. Namun Maria memilih untuk rela menanggung tanggung jawab yang besar bersama dengan Tuhan untuk melahirkan Anak Manusia dengan cara yang demikian ajaib. Karena sekalipun kita percaya bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil, namun kita tetap tidak memiliki kerelaan yang cukup, maka jatah yang seharusnya menjadi milik akan hilang. Allah dapat memilih perawan lain untuk merampungkan rencana-Nya, begitu pula dengan kita.

Pilihlah untuk menjadi hamba-Nya dengan hati Hineni. Dan nikmatilah perjalanan sampai ke puncak penggenapan segala janji dan rencana-Nya yang sudah Ia persiapkan bagi kita. Tidak hanya merencanakan, namun Ia juga menemani kita dalam perjalanan Hineni tersebut sampai pada kesudahannya.

Hineni memang sebuah pilihan yang sulit, namun itu memang pilihan. Sama seperti Rut yang memilih berkeras untuk meninggalkan bangsanya dan segala kehidupan lamanya untuk memeluk sesuatu yang baru yang kelihatannya sudah mati dan buntu, namun tetap percaya bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Ketergantungan Anak Manusia

"Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.'" - Yohanes 5:19-21

Yesus Kristus menjadi Yang Sulung dan Yang Terutama bukan saja karena Ia berasal dari Roh Allah namun juga karena KETERGANTUNGAN-NYA yang total terhadap Bapa. Dan inilah yang menjadi dasar utama mengapa seorang Yesus menjadi sempurna sama dengan Bapa yang sempurna adanya.

Semakin besar ketergantungan seseorang kepada Tuhan, semakin seseorang mengandalkan Tuhan daripada yang lain, semakin besar pula kesempatan orang tersebut untuk menjadi sempurna sesuai dengan kehendak Bapa. Jadi keperkasaan Yesus bukan karena diri-Nya sendiri, melainkan karena kerja Bapa yang "ditiru" oleh-Nya. Dan apabila seseorang merasa masih sanggup mengerjakan segala sesuatu dari dirinya sendiri, maka semakin kecillah peluangnya untuk menggenapi kehendak Bapa.

Kisah berikut ini mungkin dapat lebih menjelaskan keterbatasan dan ketergantungan Anak Manusia terhadap Bapa, juga bagaimana kita seharusnya bergantung kepada Bapa:

"Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya: 'Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.' Tetapi perempuan itu menjawab: 'Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.' Maka kata Yesus kepada perempuan itu: 'Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.' Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar." - Markus 7:24-30

Yesus punya kuasa dan juga belas kasihan, namun hal itu tidak menjadikan-Nya langsung bertindak menyembuhkan anak dari perempuan Yunani itu. Karena ketika perempuan itu memohon, Yesus menegaskan ruang lingkup kerja-Nya yang telah dibatasi oleh kehendak Bapa. Yesus bahkan tidak mencoba bernegosiasi dengan Bapa. Hebatnya adalah perempuan itu mau memahami kehendak Bapa dalam keterbatasan Yesus. Karena ketika Yesus menggambarkan situasi yang ada dengan 3 peran yaitu seorang bapak yang memberi makan anak-anaknya dengan "ditemani" seekor anjing, perempuan itu mengambil gambaran terendah dan terhina. Jika saja perempuan itu tidak mendapati gambarnya sebagai anjing dan juga tidak dianggap sebagai anak-anak-Nya, maka perempuan itu tidak akan memperoleh "roti" kesembuhan yang dibutuhkannya. Dan sesungguhnya iman perempuan Yunani itu tidak disandarkan pada kuasa Yesus, melainkan pada penerimaan gambar anjing yang disediakan Bapa kepadanya, sehingga dengan kata-kata pengakuannya, ia memperoleh kesembuhan bagi anak perempuannya.

Manakah yang Anda pilih, mampu melakukannya sendiri atau menantikan kehendak Tuhan yang sempurna?

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.