Labels

Tuesday, September 10, 2019

Siapa Sesungguhnya Mesias-Mesias Palsu Itu?

"Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias (Christos) ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.

"Sebab mesias-mesias palsu (pseudochristos) dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

"Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu." - Matius 24:23-25

Dari penggalan perkataan-Nya, yang pertama Tuhan Yesus peringatkan adalah adanya orang-orang yang akan menipu jemaat dengan menjanjikan pertemuan secara fisik dengan Tuhan Yesus, janganlah kita percaya.

Namun berikutnya Tuhan Yesus mengatakan bahwa akan muncul mesias-mesias palsu, siapakah mereka ini?

Memang ada orang-orang tertentu yang penampilan atau fisiknya mirip atau dianggap mirip dengan citra Tuhan Yesus, lalu mengakui dirinya sendiri sebagai Tuhan Yesus, ini jelas mudah diketahui palsunya.

Namun mesias-mesias palsu bukan hanya itu. Pengkotbah-pengkotbah, pendeta-pendeta, maupun mereka yang mengaku hamba-hamba Tuhan, namun ketika menyikapi koreksi maupun kritikan membela diri dengan dalih "jangan menyentuh yang diurapi" sesungguhnya sedang mendeklarasikan diri mereka sebagai mesias-mesias palsu.

Disebut palsu karena:

1. Mereka membela diri untuk melindungi ego dan pride mereka sendiri.

2. Sikap mereka bertentangan dengan Sang Mesias yang memberi Diri-Nya, kontra dengan permintaan mereka yang meminta "tidak disentuh".

Jadi sesungguhnya mereka adalah pengkotbah-pengkotbah yang selama ini kita tahu nama-nama besar mereka, tetap melakukan berbagai mujizat dan tanda-tanda dahsyat, karena mereka memang ada atau pernah diurapi, tapi karakter mereka tidak mencerminkan karakter Kristus. 

Sadarkah Anda, ketika mereka berdalih untuk kita "tidak menyentuh" mereka, sesungguhnya mereka lakukan itu demi diri mereka sendiri ketimbang demi Anda sebagai jemaat?

Sebab spirit ungkapan "tidak menyentuh" yang mereka sampaikan itu memang bertentangan dengan Roh Kristus, yang satu mengambil keuntungan sendiri (LUST), yang lainnya memberi Diri-Nya (LOVE).

Mesias-mesias palsu akan muncul lebih banyak lagi, dan munculnya dari dalam kalangan Gereja. 

Waspadalah!

Thursday, September 5, 2019

Fantasi Pentakosta Ke-3 Adalah Hasil Salah Tafsir Nubuatan Kitab Yoel Pasal 2

"Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu." - Yoel 2:28-32

Mereka yang meyakini akan adanya The Great Revival atau Pentakosta Ke-3 menganggap bahwa nubuatan Yoel 2 belum digenapi dan karena frasa "semua manusia" itulah maka fantasi mereka menganggap bahwa semua orang di seluruh dunia akan mengalami sama dengan yang terjadi di Yerusalem 2000 tahun lalu.

Padahal:

1. Rasul Petrus telah menyatakan dengan gamblang bahwa nubuatan Yoel 2:28-32 itu telah mulai digenapi dan itu tertulis sama persis dengan Kisah Para Rasul 2:17-21.

Jadi kalau masih menganggap bahwa nubuatan Yoel 2 belum digenapi, jelas hal itu bertentangan dengan perkataan Rasul Petrus.

2. Tuhan punya tatanan atau order yang tidak bisa dilanggar. Order-Nya adalah seseorang mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka orang tersebut akan menerima Roh Kudus sebagai meterai, dan jika memungkinkan orang itu juga melakukan baptisan air.

Setelah menerima Karya Keselamatan Tuhan Yesus dan memiliki Roh Kudus sebagai meterai, barulah tahap berikutnya mengalami baptisan Roh. Dan itulah yang dialami 120 orang pertama di Yerusalem.

Lalu bagaimana dengan yang terjadi di Wales 1901-1906, Azusa Street dan tempat-tempat lainnya?

Jangan lupa, bahwa mereka yang mengalami pencurahan Roh Kudus di Wales, Azusa Street, dan tempat-tempat lainnya itu adalah orang-orang Kristen yang kemungkinan besar belum mengalami baptisan Roh, atau paling "minim" mereka dilawat Roh Kudus karena mereka keturunan orang Kristen, entah dari orang tuanya atau kakek neneknya.

Jadi baik pada pencurahan Roh Kudus di Yerusalem, yang dianggap Pentakosta Pertama (hujan awal), maupun pencurahan Roh Kudus yang terjadi di abad ke-19. dan abad ke-20, yang dianggap sebagai Pentakosta Ke-2 (hujan akhir), semua itu terjadi sesuai tatanan / order-Nya.

3. Dari semua kesaksian orang-orang non-Kristen yang akhirnya memutuskan menjadi pengikut Kristus, tidak ada satu pun yang mengalami lawatan Roh Kudus lebih dulu. 

Semua kesaksian mereka pasti diawali dengan perjumpaan dengan Tuhan Yesus sampai dengan kesadaran penuh mereka menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat barulah berikutnya mengalami baptisan Roh.

Namun mereka yang meyakini akan adanya Pentakosta Ke-3 malah mengabaikan tatanan / order yang ada dan menganggap semua non-Kristen bisa alami pencurahan Roh Kudus TANPA didahului pengakuan akan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

4. Pentakosta Ke-2 atau hujan akhir itu telah terjadi dan Yoel 2 itu telah selesai tergenapi bersamaan dengan krisis Asia 1997 - 1998. Indonesia termasuk yang mengalami tuaian besar jutaan jiwa, dibarengi berbagai negara di Asia lainnya.

Tanda berakhirnya atau tergenapinya Yoel 2 adalah tampilnya ISIS di tahun 1999 dan insiden runtuhnya Menara Kembar WTC di 2001 yang disebut Rabbi Jonathan Cahn sebagai The Harbinger. Ada 9 poin yang dijadikan pesan sebagai "harbinger"-Nya dalam insiden tersebut.

Sejak saat itu sesungguhnya secara global Gereja mulai memasuki masa penampian hingga puncaknya nanti di Masa Tribulasi Besar.


Dan jika dugaan saya benar, maka sama seperti Tuhan Yesus dipersiapkan selama 30 tahun untuk 3,5 tahun "kiprah"-Nya di Bumi, begitu juga Gereja dipersiapkan selama 30 tahun sejak berakhirnya masa penuaian besar di tahun 1998 - 1999, dan akan memasuki Masa Tribulasi Besar di sekitar tahun 2028 - 2029 untuk jangka 1260 hari atau 3,5 tahun juga.

Perhatikan waktu pembantaian banyak bayi laki-laki di Bethlehem ketika Tuhan Yesus telah lahir dan berusia sekitar 2 tahun, begitu juga insiden runtuhnya Menara Kembar WTC juga terjadi sekitar 2 tahun sejak lahirnya ISIS di tahun 1999.

5. Tuhan Yesus dan Rasul Paulus menubuatkan hal yang justru bertentangan dengan fantasi Pentakosta Ke-3. 

Dikatakan bahwa kasih kebanyakan orang menjadi dingin (Matius 24) dan murtad akan terjadi (2 Tesalonika 2) akibat dari bertambahnya kedurhakaan. Dan sejak awal Tuhan Yesus juga telah mengatakan bahwa jalan menuju kehidupan itu sempit dan pintunya sesak dan sedikit orang yang bisa mencapainya. Ini jelas sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan fantasi itu.

Kesimpulan

Gereja tidak boleh keliru membaca zaman dengan mengabaikan apa yang telah Tuhan Yesus dan Rasul Paulus nubuatkan berkaitan dengan keadaan Akhir Zaman ini. Kerajaan Allah bukanlah soal hal-hal lahiriah, juga bukanlah soal kuantitas sama sekali.

Ide fantasi Pentakosta Ke-3 atau The Great Revival ini telah menjadi senjata Iblis yang ampuh untuk mengembangbiakkan kepalsuan dalam berbagai aspek di dalam Gereja, termasuk doktrin, pengajaran, ibadah, bahkan mujizat-mujizat, persis seperti yang dikatakan Tuhan Yesus (Matius 24).

Sejak awal yang dituntut Tuhan hanya satu, yakni keserupaan dengan Kristus melalui eksistensis buah-buah roh, hal ini murni batiniah adanya dan tidak bisa dicuri oleh siapapun. Dan itu dihasilkan melalui berbagai proses penyangkalan diri sehingga ketika masa penampian datang, hasilnya adalah berkemenangan, sekalipun nyawa kita menjadi taruhannya.

Blessings!

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.