Labels

Thursday, January 9, 2014

Menjelang Paskah 2014

"Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku? Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!" - Markus 14:13-15

"Go into the city. A man carrying a water jug will meet you. Follow him. Ask the owner of whichever house he enters, 'The Teacher wants to know, Where is my guest room where I can eat the Passover meal with my disciples?' He will show you a spacious second-story room, swept and ready. Prepare for us there." - Mark 14:13-15 (The Message Version)

Menjelang Anak Manusia menuntaskan takdir-Nya di bumi 2.000 tahun yang lalu, Ia membutuhkan sesuatu yang unik dan rinci, yakni sebuah ruangan untuk mengadakan perjamuan terakhir serta mengikrarkan perjanjian (covenant) antara diri-Nya dengan para ahli waris pertama-Nya - kedua belas rasul - dengan tubuh dan darah-Nya. Uniknya adalah bahwa spesifikasi ruangan tersebut disebutkan begitu rinci oleh diri-Nya sendiri, yakni sebuah ruangan di atas, berukuran besar, sudah lengkap dan tersedia. Keunikan ini mengingatkan kita akan sebuah ruangan yang lain, yang hampir serupa yakni ruang kamar di Sunem untuk nabi Elisa (2 Raja-Raja 4:9-10). 

Kesamaan yang pertama dari kedua ruangan tersebut adalah bahwa keduanya sama-sama terletak di atas. Bahasa Ibrani untuk kata "di atas" adalah aliyah. Dan kata "aliyah" berasal dari akar kata "alah". Dan ketika kita selidiki kata "alah" ini, ternyata maknanya amatlah dalam dan kompleks, di antaranya:

1. Untuk bergerak naik
2. Untuk menjadi unggul atau lebih unggul
3. Untuk berjumpa dengan Tuhan
4. Untuk bertumbuh
5. Untuk ditinggikan atau dimuliakan
6. Untuk dilatih dan dipersiapkan
7. Untuk menjadi sesuatu yang menyebabkan naik atau meningkat
8. Untuk dibangun atau dikuatkan secara mental
9. Untuk disertakan atau dimasukkan ke dalam (keintiman)

Saya yakin bahwa menjelang kedatangan-Nya yang kedua kali, Ia mencari pasukan umat-Nya yang siap menyambut kedatangan-Nya itu dengan spesifikasi yang serupa dengan yang tersebut di atas, yakni mereka yang memikirkan perkara-perkara yang di atas, yang memiliki kapasitas yang besar, yang lengkap atau siap diperlengkapi dan yang siap tersedia untuk digunakan untuk menggenapi semua janji dan agenda-Nya.

Pertanyaannya, seberapa kita mau bergerak naik bersama Roh-Nya? Seberapa kita rindu untuk ditempa menjadi yang unggul bagi-Nya? Seberapa kita rindu berjumpa dengan-Nya secara pribadi? Seberapa kita rindu untuk bertumbuh menjadi dewasa dan layak menerima warisan kesulungan yang telah disiapkan-Nya? Seberapa kita rela ditinggikan dan dimuliakan seperti Kristus dimuliakan? Seberapa kita terus bertekad dan bertekun untuk dilatih dan dipersiapkan? Seberapa kita siap untuk menjadi sesuatu yang mengubah keadaan, membawa dampak dan menjadi pencetak sejarah bagi sekitar kita? Seberapa dalam mental kita hendak dibangun? Dan seberapa besar lapar dan haus kita untuk intim dan terlibat dalam setiap agenda-Nya?

Jika di antara kita masih ada yang merasa kurang, berdoalah dan nantikan Dia lebih lagi mulai dari sekarang. Sebab dalam roh saya ada keyakinan bahwa menjelang perayaan Paskah 2014 ini, Tuhan mulai aktif dan agresif memakai kita yang telah siap sedemikian rupa spektakuler dan fenomenal untuk menggenapi semua janji dan agenda-Nya. Ia telah menyiapkan banyak panggung bagi kita yang telah siap seperti Ia memakai Yusuf, seperti Ia memakai Musa, seperti Ia memakai Yosua, seperti Ia memakai Daud, seperti Ia memakai Salomo, seperti Ia memakai Paulus dan yang lainnya. Bersiaplah untuk semakin naik, semakin diperbesar, semakin diperlengkapi dan semakin rela.

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Elohim. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Elohim. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

4 comments:

  1. Sangat memberkati... Thank you so much.

    ReplyDelete
  2. Thanks Bang Windhu untuk setiap tulisan yang menguatkan, yang membuat saya pribadi senantiasa berjaga-jaga..
    Saya selalu ngikuti setiap postingan baru, hanya saja jarang-jarang meninggalkan jejak hehe..
    Tidak sengaja juga sih bisa nemu blog ini. Gara-garanya dulu cari CD yang berjudul "Favor". Nyampe juga akhirnya disini :)

    ReplyDelete
  3. PASKAH, Pondasi Keimanan Kristen Budaya Pagan?
    .
    Silahkan baca :

    http://sallysety1812.wordpress.com/2010/04/30/paskah-pondasi-keimanan-kristen-budaya-pagan/



    ReplyDelete
    Replies
    1. Intinya sama saja kan?

      http://windunatha.blogspot.com/2013/03/jiwa-yang-rentan-paskah-yang.html

      Delete

Note: Only a member of this blog may post a comment.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.