Labels

Showing posts with label Ready 2020. Show all posts
Showing posts with label Ready 2020. Show all posts

Tuesday, March 31, 2020

Pesan Profetik - 29 Maret 2020 Oleh Brother Sadhu Sundar Selvaraj

"The Lord told me there would be pandemic that came, and the first one would prove to be little but fear, but the second one that comes will be serious." - John Paul Jackson, January 2012.

"Tuhan berkata kepada saya, bahwa akan ada pandemik yang akan datang, yang pertama akan kelihatan kecil namun menakutkan, namun yang kedua datang akan sangat serius." - John Paul Jackson, Januari 2012.

Pada tanggal 29 Maret 2020, Brother Sadhu Sundar Selvaraj melalui Angel TV mengadakan prophetic conference yang disiarkan melalui live streaming. Berikut ini kutipan-kutipan dan keterangan dari pesan yang disampaikan Tuhan melalui hamba-Nya,

Konferensi profetik dapat disimak secara lengkap di YouTube: https://www.youtube.com/watch?v=OhoZcrBLXFM

"Saya akan bicara apa adanya dan tepat sesuai dengan apa yang Tuhan katakan dan tunjukkan kepada saya, sebab itulah pekerjaan dan tujuan seorang nabi. Tidak ada alasan untuk seorang nabi mengubah atau memperlunak pesan tersebut.

"Ketika kita sedang bernyanyi menyembah Tuhan, saya melihat Tuhan Yesus berdiri di depan saya sebagai Singa Yehuda. Tuhan Yesus memandang saya sedemikian rupa dan berkata, 'Amarah-Ku belum surut!'

"Pernyataan Tuhan Yesus berkaitan dengan pandemik Covid-19 yang sedang berlangsung. Hal ini serupa dengan apa yang terjadi dan tertulis dalam Kejadian 18 berkaitan dengan jeritan tangis dan keluh kesah yang muncul dari Sodom dan Gomora. Dan berdasarkan jerit tangis dan keluh kesah serta apa yang dilihat Tuhan, maka Tuhan memutuskan hukuman dan penghakiman yang layak dijatuhkan terhadap Sodom dan Gomora.

"Lebih lanjut Tuhan Yesus mengatakan, 'Jerit tangis mereka telah Kudengar.'

"Jadi salah satu alasan mengapa pandemik Covid-19 ini terjadi karena jerit tangis mereka telah sampai ke Telinga Allah. Hal ini sama juga dengan jerit tangis keluhan para martir yang tertulis dalam Kitab Wahyu pasal 6, di mana para martir menuntut pembalasan. 

"Itu sebabnya wabah ini dimulai di China lalu berlanjut ke Eropa dan Amerika Utara dengan dahsyatnya. Begitu banyak aborsi yang terjadi di China, Eropa dan Amerika Utara. Amarah Tuhan masih belum surut.

"Masyarakat dunia berharap bahwa wabah pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir pada pertengahan April nanti. Apakah hal itu akan terjadi? Saya hendak percaya bahwa hal itu akan terjadi. Mengapa saya hendak percaya bahwa wabah pandemi ini akan berakhir di pertengahan April nanti?

"Saya percaya Anda mengetahui seorang nabi Tuhan dengan reputasinya yang baik bernama Chuck Pierce. Pada pergantian Tahun Ibrani bulan September tahun lalu ketika Chuck Pierce berdoa, Tuhan Yesus mengatakan bahwa akan ada pandemi yang akan menimpa secara masif dan hal itu akan mulai terjadi di akhir tahun. Pandemi ini merupakan ujian yang akan berlangsung hingga Paskah tahun ini.

"Perhatikan! Bahwa pada akhir tahun lalu sama sekali tidak ada tanda apapun bahwa akan terjadi pandemi. Bahkan sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menggunakan istilah wabah (plague) sebelumnya akhirnya gunakan istilah pandemi (pandemic). Istilah pandemi digunakan ketika wabah terjadi di berbagai tempat di seluruh dunia, sedangkan istilah plague hanya digunakan ketika wabah hanya terjadi pada regional tertentu.

"Jadi bagaimana kita bisa percaya bahwa pandemi Covid-19 ini akan berakhir pada saat Paskah nanti? Karena bagian pertama dari nubuatan tersebut telah terjadi, yakni pandemi ini benar-benar mendunia, maka pastilah bagian terakhir dari nubuatan tersebut juga akan tergenapi di Paskah nanti.

"Apa yang saya lihat saat ini adalah Kaki Singa Yehuda itu masih ada di atas pandemi tersebut, kaki itu tidak sepenuhnya menginjak-injak pandemi tersebut, melainkan pandemi itu masih ada di bawah kendali Kaki Tuhan, namun tidak sepenuhnya dimusnahkan.

"Pada tanggal 20 Februari 2020, ketika saya sedang menantikan Tuhan, roh saya dibawa ke Sorga bertemu dengan Tuhan Yesus. Dan Tuhan Yesus memandang saya dan berkata, 'Allah Bapa ingin bicara dengan kamu. Kamu punya pesan penting yang harus disampaikan kembali (kepada Gereja dan dunia). Ayo datang bersama-Ku untuk menemui Bapa.'

"Ketika saya tiba di hadapan Bapa, 'Another great wind is going to sweep all over the world.' (Sebuah angin besar yang lain sedang menyapu seluruh dunia). Yang dimaksud dengan sebuah angin besar yang lain adalah sesuatu yang lebih buruk daripada pandemi Covid-19 ini. Sesuatu yang lebih buruk daripada Covid-19 akan segera datang. Dan ketika yang lebih buruk itu datang, akan membuat pandemi Covid-19 seperti mainan anak-anak.

"Ketika nanti pandemi yang lainnya datang, itu akan menyengat bagaikan sengatan hornet. Ketika virus ini menyengat, akan muncul bengkak seperti bisul di wajah dan bagian tubuh lainnya, terutama di bagian dada. Penderitanya akan merasakan sensasi panas terbakar dan suhu tubuhnya akan naik di atas 38 derajat Celcius (100 derajat Farenheit). Ini adalah gejala-gejala fisik yang kasat mata dari sengatan tersebut.

"Para dokter dan ilmuwan heran dan bingung untuk menemukan obat penawar ataupun vaksin untuk sengatan virus yang satu ini. Padahal saat ini para dokter dan ilmuwan masih menyelidiki DNA dari virus Covid-19 ini. Dan mereka juga mengatakan bahwa vaksin untuk Covid-19 masih sangat jauh dari usaha mereka. 

"Namun nanti ketika mereka mengklaim bahwa mereka telah menemukan sesuatu berkaitan dengan Covid-19, maka pada saat itulah sengatan hornet ini akan tiba. Dan ketika sengatan ini tiba, tidak ada yang bisa menemukan bagaimana cara virus ini bekerja, apalagi menemukan obat penawarnya.

"Saya teringat kepada sahabat saya, almarhum nabi Neville Johnson, beliau pernah berkata bahwa Tuhan ada menyingkapkan bahwa nanti akan muncul banyak wabah yang mutasi virusnya tidak bisa diidentifikasi oleh para dokter dan ilmuwan. DNA pada virus tersebut akan bermutasi sendiri. Dan penyelidikan terakhir dalam dunia kedokteran saat ini juga bicara hal yang serupa mengenai Covid-19 ini.

"Mengenai virus yang akan datang ini, struktur strain-nya akan sedikit mirip dengan Covid-19, namun memiliki banyak duri sengatan di sekelilingnya. Sengatan virus ini bukan hanya terjadi di permukaan kulit saja, tapi juga terjadi di seluruh pembuluh darah. Dan ketika virus ini menyengat, akan ada racun yang dilepaskan di dalam darah, dan akan menyebabkan fatalitas yang besar bagi penderitanya. 

"Saya harap berita ini tidak membuat Anda semua takut dan gentar. Pada saat ini semua terjadi, para pemimpin dunia dan ilmuwan akan kehabisan akal untuk menghadapi situasi tersebut. Saat ini banyak pemerintah yang melakukan lockdown demi melindungi rakyatnya, namun cara yang sama tidak akan berhasil sama sekali ketika virus yang berikutnya datang. Pandemi virus yang berikutnya tidak akan dapat dikendalikan.

"Bagaikan singa jantan yang bangkit untuk mencari dan menerkam mangsa, demikian juga Tuhan melalui virus tersebut akan bangkit dan mencari mangsanya, melalui hukuman dan penghakiman yang dijatuhkan-Nya. 

"Mari belajar bagaimana Tuhan berlaku terhadap musuh-musuh bangsa Israel, terutama ketika Sanherib, raja negeri Asyur datang hendak menyerang bangsa Israel yang hari itu dipimpin oleh raja Hizkia. Sanherib bahkan menghujat Tuhan Allah Israel, sedangkan raja Hizkia begitu gentar karena sadar kekuatannya tidak seberapa.

"Dan setelah raja Hizkia menaikkan doa permohonan, Tuhan mendengar doa tersebut, dan dalam satu malam Malaikat TUHAN membunuh 185.000 tentara raja Asyur. Ketika amarah Tuhan bangkit, ketika Sang Raja bangkit dari Takhta-Nya, Beliau akan mengenakan jubah perangnya, sebagaimana tertulis dalam Yesaya 63, Tuhan akan mengeksekusi pembalasan-Nya.

"Begitu juga dengan janji-Nya dalam Ibrani 12 bahwa segala sesuatu akan digoncangkan hingga tinggal tetap yang tak tergoncangkan, yakni Kerajaan-Nya. Itu sebabnya kita diminta untuk melakukan persiapan sepanjang tahun 2020 ini. Tahun 2020 merupakan tahun yang ditunjuk Tuhan sebagai Tahun Persiapan karena mulai tahun 2021 akan terjadi berbagai goncangan yang menimpa dunia sebagaimana yang telah dinubuatkan dalam Ibrani 12.


"Jika kita melihat saat ini, banyak pemerintah dan perusahaan yang meliburkan para pegawainya sekalipun gaji masih diberikan, selama 2 - 3 minggu, bahkan bisa lebih. Banyak jadwal penerbangan dibatalkan, banyak sekolah ditutup, ibadah berjemaah harus dihindari atau ditiadakan. Bahkan hingga Juli nanti disarankan untuk tidak melakukan perkumpulan dalam jumlah besar. 

"Namun ini hendak saya sampaikan, bahwa tindakan tersebut akan berlaku hingga bulan September. Jadi kita masih memiliki waktu sekitar 6 bulan. Maka inilah saat yang tepat, sebuah golden opportunity untuk kita sekeluarga meluangkan waktu sebanyak mungkin dengan Tuhan sebagai persiapan di masa depan. 

"Dalam Matius 24 ada tertulis bahwa bahkan orang-orang pilihan bisa ikut disesatkan pada Masa Tribulasi Besar, kecuali Tuhan mempersingkat waktu mereka. Jadi jika orang-orang pilihan saja bisa gagal bertahan dalam iman, bagaimana dengan yang lainnya? 

"Jadi sekali lagi saya katakan, jangan remehkan dan jangan sia-siakan kesempatan dan anugerah waktu ini untuk mempersiapkan diri dan iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus. 

"Selama masa pandemi virus yang berikutnya nanti para malaikat Tuhan akan berkeliling di lima benua sambil membawa balsam pemusnah racun (poison eliminating balm). Mereka adalah para malaikat yang sama yang turun di kolam Bethesda (Yohanes 5:2-4).

"Tujuan dari para malaikat penyembuh ini adalah untuk melindungi mereka yang takut kepada Tuhan dan menuruti hukum-hukum-Nya. Hal serupa yang pernah terjadi di tanah Mesir menjelang eksodus (Keluaran 12), demikianlah hal tersebut akan terjadi lagi melalui sengatan virus ganas yang akan datang nanti.

"Sengatan virus ganas yang berikutnya nanti akan serupa dan sebangun dengan wabah yang tertulis dalam Wahyu 16:2. Dan hal ini pernah terjadi sebelumnya, yakni ketika Tulah ke-6, yakni barah dan bisul menimpa tanah Mesir (Keluaran 9). Dan akan ada lebih banyak wabah yang akan terjadi di masa depan.

"Berikut ini ada lima hal yang perlu diperhatikan, sebab firman-Nya telah berkata bahwa kita umat-Nya yang takut akan Tuhan dan menuruti hukum-hukum Tuhan, tidak ditentukan untuk ditimpa murka.

"Pertama, berbahagialah dan diberkatilah mereka yang mencari Tuhan sebelum murka-Nya dimanifetasikan, Amos 5:4, 'Carilah Aku, maka kamu akan hidup!' Lakukanlah persiapan dengan mencari Tuhan.

"Kedua, berbahagialah dan diberkatilah mereka yang mencari Allah Pencipta Langit dan Bumi. Ini berlaku bagi mereka yang bukan pengikut Kristus. Kepada mereka pun disediakan perlindungan dari murka-Nya, asalkan mereka juga mencari Allah Yang Hidup, yang menciptakan Langit dan Bumi.

"Ketiga, berbahagialah dan diberkatilan mereka yang menemukan perlindungan di dalam Tuhan. Ulangan 33:7, Mazmur 9:9, 46:1, 91:1. Mereka yang berlindung di bawah naungan Yang Mahatinggi, mereka akan dilindungi dari murka yang menimpa. Janganlah mencari perlindungan dari dunia ini. Dirikanlah mezbah dan hadirkan hadirat-Nya dalam penyembahan, maka tidak akan ada wabah yang dapat menimpa.

"Keempat, Tuhan sendiri yang memiliki obat penawar yang mampu menyembuhkan kita dari wabah penyakit tersebut. Masker memang akan melindungi kita, namun hal itu akan tidak ada gunanya lagi. Namun Tuhan memiliki daun dari pohon kehidupan yang menyembuhkan bangsa-bangsa. 

"Yang terakhir, Darah Anak Domba Allah, itulah obat penyembuh. Lakukanlah perjamuan sebagai pengingat bagi kita akan pengorbanan-Nya.

"Pada 14 Maret 2020 lalu, kami melakukan seremoni peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung baru. Acara seremoni tersebut dihadiri banyak tamu, termasuk sahabat saya yang terkasih, Ps. Joseph Sweet dari Lancaster, California.

"Ketika saya sampaikan pesan Tuhan bahwa akan ada pandemi yang lebih dahsyat daripada Covid-19, beliau terkejut, dan sesaat kemudian beliau teringat akan nubuatan yang disampaikan oleh seorang nabi lainnya, yakni almarhum John Paul Jackson sekitar 8 tahun lalu.

"John Paul Jackson menyatakan pesan Tuhan, 'Tuhan berkata kepada saya, bahwa akan ada pandemik yang akan datang, yang pertama akan kelihatan kecil namun menakutkan, namun yang kedua datang akan sangat serius.' 

"Pesan itu disampaikan pada tahun 2012, dan dari saat itu hingga saat ini belum ada sesuatu yang disebut sebagai pandemi, kecuali pandemi Covid-19 ini. Dan pandemi Covid-19 ini seperti disebutkan, little but fear. Orang-orang menjadi begitu ketakutan ketimbang terhadap virus Covid-19 itu sendiri.

"Mari simak firman-Nya dari Kitab Habakuk pasal 3, utamanya ayat 5, 'Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya.' Bukankah salah satu gejala Covid-19 ini adalah demam, begitu juga virus yang lebih ganas nanti juga disertai demam. Itulah tanda kehadiran Tuhan yang berkeliling di antara bangsa-bangsa. 

"Ini merupakan tanda kedatangan Kerajaan Allah di Bumi, 'Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.' - Wahyu 14:7

"Waktunya telah tiba Tuhan menyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya melalui hukuman dan penghakiman-Nya."

Prophetic Update untuk Dekade 2020 - 2029 (klik di sini)

Catatan Windunatha

Selagi masih ada waktu dan kesempatan, manfaatkanlah sebaik mungkin untuk mempersiapkan manusia batiniah kita sebagaimana Ibrani 12 menyatakannya. Inginilah didikan Tuhan lebih dari apapun juga, karena didikan-Nya yang berkesinambungan merupakan modal terbesar untuk menghadapi masa-masa yang sangat menentukan di depan.

Dan jika saya tidak salah menangkapnya, virus yang lebih ganas itu kemungkinan akan terjadi di pergantian Tahun Ibrani berikutnya, yakni sekitar 18 - 20 September 2020, sebab dikatakan bahwa Tuhan bangkit sebagai Raja yang mengenakan jubah perang-Nya. Dan ada tertulis bahwa pada pergantian tahun merupakan saat di mana para raja maju berperang (2 Samuel 11:1, 1 Tawarikh 20:1).

Mulailah konsultasikan hal ini kepada Roh Kudus, "Tuhan Roh Kudus, selidiki aku dan tiliklah hatiku, apa yang masih harus digoncangkan di dalam diriku sampai hanya tinggal tetap yang tak tergoncangkan itu." Mintalah hal ini dengan tulus dan sungguh, dan Tuhan pasti akan menganugerahkan hikmat-Nya untuk membuat kita memahami apa yang sebenarnya dikehendaki-Nya dari kita.

Dan berdasarkan pemahaman tersebut, akan lahir iman yang sedemikian rupa yang mampu menopang kita untuk menghadapi berbagai goncangan yang akan datang.

Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya. Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya. Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya. 

Ia berdiri, maka bumi dibuat-Nya bergoyang; Ia melihat berkeliling, maka bangsa-bangsa dibuat-Nya melompat terkejut, hancur gunung-gunung yang ada sejak purba, merendah bukit-bukit yang berabad-abad; itulah perjalanan-Nya berabad-abad.


Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku! Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku, dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah cemar. Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan dan tahun penuntutan bela telah datang. 

Aku melayangkan pandangan-Ku: tidak ada yang menolong; Aku tertegun: tidak ada yang membantu. Lalu tangan-Ku memberi Aku pertolongan, dan kehangatan amarah-Ku, itulah yang membantu Aku. Aku memijak-mijak bangsa-bangsa dalam murka-Ku, menghancurkan mereka dalam kehangatan amarah-Ku dan membuat semburan darah mereka mengalir ke tanah.


Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Saturday, January 4, 2020

Highlight Pesan Profetik 2020 Melalui Prophet Sadhu Sundar Selvaraj

Pesan profetik 2020 melalui Prophet Sadhu Sundar Selvaraj (Jesus Ministries - Angel TV) dapat disimak secara utuh melalui video YouTube ini:


Berikut ini adalah ringkasan dan highlight atas isi video tersebut:

Total durasi video 4 jam, 18 menit dan 13 detik. Prophet Sadhu mulai bicara pada menit 58:37 dan selama sekitar 53 menit berikutnya disampaikan pesan-pesan standar dengan harapan positif layaknya tradisi memasuki tahun baru.

Selama 53 menit itu, saya bertanya-tanya dalam hati, "Koq pesan profetiknya begini yah? Apa gak salah?"

Dan mendadak beliau mengaku bahwa Roh Kudus meminta beliau segera menyampaikan pesan Tuhan yang sebenarnya, "Biar pengkotbah lain yang sampaikan pesan berkat-berkat itu, kamu harus sampaikan Perkataan-Ku."

Ternyata...

Mengenai Gereja

Tahun 2020 merupakan tahun persiapan, The Year of Preparation, sebab mulai 2021, persekusi, kesusahan besar dan berbagai bencana akan terjadi dalam skala yang jauh lebih besar di berbagai tempat di seluruh dunia. Mulai tahun 2021, Gereja akan "resmi" masuk ke dalam awal Masa Kesukaran Besar.

Dikatakan bahwa mulai 2020 ini akan ada banyak gereja dihancurkan, di India maupun di berbagai negara lainnya di dunia, utamanya di Amerika Latin. Hal ini disampaikan setelah Tuhan memberi penglihatan kepada nabi-Nya akan banyaknya bangunan gereja yang diruntuhkan dengan buldozer maupun wrecking ball.

Dan ketika Gereja harus menghadapi aniaya yang begitu intens, Tuhan Yesus sendiri sudah memberikan petunjuk,

"Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus." - Wahyu 13:10

"Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus." - Wahyu 14:12

"Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi." - Wahyu 3:10

Kata ketabahan atau ketekunan dari ketiga ayat tersebut di atas merupakan kata yang sama dalam bahasa Yunani, yakni HUPOMONE (5281). Dan kata Hupomone berasal dari HUPOMENO (5278), yang artinya bertahan hingga akhir. Kata Hupomeno (5278) ada dalam beberapa ayat berikut ini,

"Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat." - Matius 10:22

"Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat." - Matius 24:13

Jadi tahun 2020 ini merupakan tahun persiapan baik rohani maupun jasmani, supaya bisa tabah dan tekun dalam penderitaan sehingga bisa bertahan sampai pada kesudahannya.

Selanjutnya, Prophet Sadhu memberi perumpamaan yang lebih rinci mengenai persiapan satu tahun ini,

1. Satu tahun ini merupakan kesempatan bagi kita untuk menghasilkan buah layaknya yang diumpamakan Tuhan Yesus mengenai pohon ara yang berada di tengah kebun anggur. 

"Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!" - Lukas 13:6-9

2. Satu tahun ini juga merupakan peringatan layaknya peringatan Tuhan kepada Nebukadnezar.

"Semuanya itu terjadi atas raja Nebukadnezar; sebab setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel, berkatalah raja: 'Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?'" - Daniel 4:28-30

3. Satu tahu ini juga merupakan cuti perang karena baru melangsungkan pernikahan, sesuai dengan aturan ketentaraan Israel kuno.

"Apabila baru saja seseorang mengambil isteri, janganlah ia keluar bersama-sama dengan tentara maju berperang atau dibebankan sesuatu pekerjaan; satu tahun lamanya ia harus dibebaskan untuk keperluan rumah tangganya dan menyukakan hati perempuan yang telah diambilnya menjadi isterinya." - Ulangan 24:5

Mengenai Bangsa-Bangsa

Berikutnya mengenai bangsa-bangsa di dunia:

1. Benua Afrika. Tuhan akan mengadakan great revival bagi Gereja-Nya di benua Afrika, dan di saat yang sama, akan terjadi pergolakan politik yang dahsyat disertai peperangan dan aksi kekerasan di berbagai tempat. Jika gereja-gereja di benua Afrika saling merendahkan hati dan bisa mewujudkan unity, maka dampak dari pergolakan politik bisa dikendalikan.

2. China, terutama Presidennya akan mengangkat dirinya semakin tinggi layaknya patung Nebukadnezar. Karena kekuatan ekonominya yang sudah melampaui Amerika Serikat dan semakin menguasai dunia, China akan memperluas dominasinya di berbagai wilayah di dunia, terutama di Asia.

3. USA akan melemah dan dominasinya atas dunia akan merosot. Layaknya burung rajawali yang sedang mengalami proses molting dimana bulu-bulunya rontok, paruhnya patah, bahkan penglihatannya kabur. Amerika Serikat akan menjadi helpless dan purposeless

4. India will be plunge into darkness, India akan terjun dalam kegelapan. Kejahatan akan semakin meningkat disertai aksi kekerasan dan meningkatnya korban jiwa, termasuk aksi terorisme yang akan semakin meningkat.

5. Kuda Hijau akan datang secara cepat di Timur Tengah ditandai aksi Islamic terrorism yang akan terjadi di Dubai. Pasukan teroris Islamik yang lebih dahsyat daripada ISIS akan tampil memporakporandakan Timur Tengah.

6. Kuda Hijau juga akan memperoleh kekuatan di Eropa, akan ada kekacauan politik di Eropa. Kekuatan politik radikal Islam akan meningkat dan mulai menguasai Uni Eropa.

Pada tanggal 14 Mei 2019, saat nabi-Nya sedang transit di Dubai International Airport dalam perjalanan ke Uganda, Tuhan Yesus tampil di hadapannya, sambil memandang ke arah pesawat-pesawat yang ada di bandara tersebut, Tuhan Yesus berkata,

"Sebuah serangan teroris akan terjadi di tempat ini. Seekor Kuda Hijau akan datang secara cepat di tempat ini, dan akan menyebabkan terorisme dan marabahaya. Umat-Ku akan dibunuh dan menghadapi aniaya. Namun mereka tidak siap untuk menghadapi maupun percaya akan hal ini."

Mendengar hal itu, nabi-Nya berkata, "Bisakah kita memperingatkan mereka, Tuhan?"

Lalu Tuhan Yesus menoleh ke arah hamba-Nya dan berkata, "Bukankah tahun 2010 Aku sudah meminta kamu untuk datang ke sini dan memberikan peringatan kepada mereka? Berapa banyak pendeta yang datang saat itu?"

Dan kenyataannya, pada Februari 2010 ketika pertemuan profetik diadakan oleh nabi-Nya di Dubai, pertemuan itu direspon sangat negatif dengan sikap penuh curiga. Sangat sedikit orang yang datang ke pertemuan tersebut.

My Personal Commentary

Mengenai awal persekusi besar yang akan menimpa Gereja di Amerika Serikat dan berbagai negara lainnya pada tahun 2021, bukan hanya Prophet Sadhu saja yang mengatakannya. Terry Bennett (Messengers of Shiloh) pun sudah menyampaikannya lebih dulu di akhir tahun 2018 dalam sebuah konferensi yang diberi tema Inward Preparation For Difficult Times (serial kotbahnya dapat disimak melalui channel YouTube Messengers of Shiloh).

Bagi Anda yang masih meyakini bahwa Rapture akan terjadi sebelum Masa Aniaya Besar, sebaiknya segera buang keyakinan itu dan segera memanfaatkan waktu satu tahun yang sangat berharga ini untuk mempersiapkan diri menghadapi aniaya dan persekusi sesuai dengan yang telah dinubuatkan dalam Alkitab (Matius 24, Wahyu 11 - 13), supaya bisa tabah untuk bertahan hingga kesudahannya.

Selain persiapan rohani, persiapan jasmani pun juga harus dilakukan, berolahraga secara rutin dan menjalankan diet sedemikian rupa merupakan tindakan yang sangat bijaksana. Ingat, bahwa Akhir Zaman juga seperti zaman Lot, itu artinya orang benar harus pergi meninggalkan tempat tinggalnya supaya terhindar dari murka Allah, sekaligus untuk memberitakan Injil Kerajaan.

"Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang." - Matius 10:22-23

"Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. ... Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi." - Matius 24:15-21

Mengenai jangka persiapan satu tahun, saya melihat bahwa hal ini merupakan sesuatu yang sangat berharga dan tidak boleh diremehkan, terutama jika kita ingin menang dalam pertandingan iman di masa persekusi nanti. 

Peringatan tentang pohon ara yang belum berbuah dan peringatan terhadap Nebukadnezar merupakan contoh peringatan bagi mereka yang sudah lama menjadi Kristen. Sedangkan peringatan dari peraturan cuti ketentaraan Israel kuno lebih ditujukan kepada mereka yang baru memutuskan menjadi pengikut Kristus, yakni yang usia rohaninya masih bayi.

Selain tiga peringatan itu, kita juga bisa mempelajari dari Esther,

"Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan." - Esther 2:12

Esther yang merupakan gambaran mempelai pun dipersiapkan selama satu tahun sebelum menghadap raja Ahasyweros. 

Apa yang disampaikan oleh nabi-Nya di awal dekade yang baru ini, membuat saya semakin yakin bahwa penggenapan nubuatan di Kitab Wahyu, termasuk tampilnya Sang Antikristus dan Sang Nabi Palsunya akan terjadi di dekade ini juga.

Sementara itu, akan ada lebih banyak lagi anak-anak Tuhan yang wafat di tahun ini supaya mereka tidak perlu mengalami siksaan yang dahsyat itu. Hal ini sesuai dengan yang Tuhan Yesus katakan, 

"Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat." - Matius 24:22

Lebih rinci mengenai hal ini, dapat Anda simak pada tulisan saya yang sebelumnya, yang berjudul Sebenarnya Waktu Apa Yang Dipersingkat?

Untuk persiapan batiniah yang lebih baik lagi, saya sangat merekomendasikan untuk kita semua menghadiri Indonesia's First Martyrs Conference (Konferensi Martir Pertama di Indonesia) yang akan diadakan di JKI HTE, Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 1 - 3 April 2020 nanti. Sungguh bukan sebuah kebetulan bahwa konferensi ini diadakan pada tahun persiapan 2020 ini.

Mengenai tewasnya petinggi militer Iran oleh serangan Amerika Serikat, Jendral Qassem Soleimani, sungguh tidak bisa dianggap remeh. Ketika membaca berita tersebut, saya teringat akan dua peristiwa besar di masa lampau.

Pada dua dekade lalu, dunia digoncang dengan peristiwa runtuhnya Menara Kembar WTC, sedangkan dekade berikutnya diawali dengan peristiwa Arab Spring. Saya meyakini, pada tahun 2020 - 2021 akan terjadi minimal sebuah peristiwa dengan skala yang sama atau bahkan yang lebih besar dan akan memiliki dampak yang lebih dahsyat daripada runtuhnya Menara Kembar WTC dan Arab Spring.

Untuk mempelajari pewahyuan dengan lebih komprehensif, saya menyarankan untuk Anda menyimak secara utuh pesan profetik Prophet Sadhu Sundar Selvaraj melalui link video YouTube tersebut.

Blessings!

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.