Labels

Showing posts with label Ayin Chet. Show all posts
Showing posts with label Ayin Chet. Show all posts

Tuesday, October 10, 2017

Ayin Chet 5778 - Vol. 3: Ujian Roh, Ujian Cinta

Angka 8 memiliki makna utama bukan sekedar sebagai sesuatu yang baru atau suatu awal yang baru, namun juga memiliki makna yang lebih dalam lagi. Bahkan saking dalamnya, rasul Paulus membaginya dalam tiga tingkatan ke-baru-an, "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." - 1 Korintus 2:9

Perhatikan:

1. Tingkat yang paling dangkal, yakni sesuatu yang sudah pernah didengar, tapi belum pernah disaksikan oleh mata kepala kita sendiri. Ini saja sudah luar biasa. Bayangkan berapa sering kita mendengar mengenai mujizat laut Teberau dibelah oleh Musa, dan jika hal itu terulang kembali, sungguh sesuatu yang luar biasa, bukan?

2. Tingkat yang lebih dalam, yakni yang pernah terpikir di hati, tapi belum pernah kejadian, atau belum sekalipun terjadi, maka belum pernah terdengar apalagi terlihat kejadiannya, namun sudah ada yang memikirkannya.

3. Tingkat yang paling dalam, yang paling misterius, yang bahkan hati seorang manusia pun belum pernah memikirkannya. Mengapa? Karena yang ini baru bisa tercapai ketika seseorang telah begitu fokus mengasihi Tuhan tanpa pernah lagi memikirkan hidupnya sendiri.

Bandingkan dengan hidup Salomo, yang berlimpah harta, berlimpah pengetahuan, berlimpah pengertian dan berlimpah hikmat, namun dalam segala kelimpahannya itu ia berkata bahwa segalanya sia-sia, mengapa? Karena ia tidak menemukan yang baru dalam kehidupannya.

"Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari." - Pengkotbah 1:9

"Apapun yang ada, sudah lama disebut namanya. Dan sudah diketahui siapa manusia, yaitu bahwa ia tidak dapat mengadakan perkara dengan yang lebih kuat dari padanya." - Pengkotbah 6:10

Salomo tidak menemukan Kristus dalam hidupnya, Salomo tidak menemukan Yang Baru, sehingga ia menyimpulkan bahwa manusia tidak bisa melakukan perkara yang lebih kuat daripada dirinya sendiri. Bandingkan dengan Daud yang mampu menumbangkan Goliat dan berbagai peperangan lainnya yang jelas lebih kuat daripadanya, atau bandingkan dengan Paulus yang telah menemukan Kristus, ia berkata, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." - Filipi 4:13

Jadi menemukan atau menerima yang baru itu juga berarti mau dan rela keluar dari zona nyaman kita, mau dan rela menempuh resiko yang tidak bisa dipahami pada awalnya, mau dan rela untuk tetap percaya dan berharap walaupun sudah tidak ada lagi dasar untuk itu semua. Dan semua itu hanya bisa dilakukan ketika kita benar-benar mengasihi Tuhan.

Mengasihi-Nya Adalah Menyembah-Nya Dalam Roh Dan Kebenaran

Orang yang merelakan zona nyamannya, merelakan egonya dihabisi, merelakan dibawa ke manapun Tuhan kehendaki, ialah orang yang mengasihi dan menyembah Tuhan, baik di dalam roh maupun di dalam kebenaran.

"Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." - Yohanes 4:23-24

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu." - Yohanes 14:15-17

"Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku." - Yohanes 16:12-14

Perhatikan urutannya, bahwa roh lebih dulu barulah kebenaran kemudian, tidak boleh terbalik. Itu sebabnya ada tertulis, "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." - 2 Korintus 4:18

Namun berapa banyak kita sebagai umat Tuhan terjebak untuk mendahulukan yang tertulis, yang kelihatan dan menomorduakan yang tidak kelihatan, yang berasal dari Roh Tuhan? Seberapa sering orang yang merasa sudah banyak mengerti tentang Tuhan, tentang Alkitab, tentang Kekristenan, tapi ketika berhadapan dengan hal yang baru dan yang masih asing akan sulit menerima, mempertanyakan dengan berkata, "ayatnya di mana?" Bahkan menganggap bahwa hal yang baru itu menyesatkan.

Orang yang mentalitas imannya sering berkata, "di mana ayatnya?" itu adalah orang yang tidak beriman, sebab dengan gamblang Ibrani 11:1 berkata, "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." Jadi jika ingin melihat dulu baru mau percaya, apakah bisa disebut iman?

Itu sebabnya ada saja orang-orang yang dengan congkak berkata bahwa dirinya hanya belajar dari Alkitab saja, suka berdebat tentang pengetahuan akan Firman, dan agresif menuduh sesat kepada banyak hamba Tuhan lainnya. Bahkan saking sukanya berdebat akan pengetahuan tentang Firman, mereka mengadakan acara debat Firman secara berkala di gereja. Gila benar orang-orang ini!

Ini mentalitas buruk dan sangat parah, sampai kapanpun Tuhan tidak pernah bisa memberikan yang baru seperti yang telah dijanjikan-Nya di 1 Korintus 2:9. Mengapa? Sebab mereka sibuk dengan apa yang telah mereka lihat dan mereka dengar, lebih konyol lagi, mereka menjadikan itu sebagai show, ajang debat terbuka. Persis seperti orang-orang Farisi dan Saduki yang begitu hebat pengetahuannya akan Firman, namun begitu Sang Pembaharu, yakni Sang Mesias yang telah lama dijanjikan tampil di hadapan mata kepala mereka sendiri, mereka malah menjadi kecewa dan menolak-Nya.

Yang Baru Adalah Yang Ekstrim

Sesuatu yang baru itu cenderung bersifat ekstrim, minimal untuk kenyamanan kita. Mengapa? Karena pada dasarnya kita enggan untuk berubah, kecuali jika terpaksa. Orang sudah nyaman dengan kebiasaannya sehingga menjadi tradisi bahkan turun temurun dan ketika yang baru hadir, butuh usaha yang besar untuk berubah dan menyesuaikan. Yang jadi masalah adalah jika orang tersebut tidak mau berubah, maka ketika perubahan itu tak terhentikan yang tidak berubah akan tertinggal. Bukankah begitu Israel menolak Yesus sebagai Sang Mesias, tidak sampai empat dekade kemudian negaranya dibubarkan selama hampir dua millennium?

Berikut ini beberapa hal yang alkitabiah, yang baru dan yang ekstrim namun yang Tuhan berkenan & kehendaki:

1. Bahtera Nuh, "Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya." - Ibrani 11:7

Apakah Nuh ada bertanya, "di mana ayatnya bahwa Bumi pernah hujan dan banjir pernah terjadi?" Tentu tidak. Lalu mengapa Nuh taat membuat bahtera yang diperintahkan Allah? Karena pengenalan rohnya dengan Roh Tuhan.

2. Pengorbanan Ishak di gunung Moria, ini kasus paling ekstrim yang pernah ada dalam sejarah para pahlawan iman. Mengapa? Sebab mengorbankan anak seperti yang dilakukan Abraham terhadap Ishak merupakan tradisi penyembah berhala, atau paganism. Dan mudah sekali untuk Abraham menolak permintaan Tuhan untuk perkara ini dengan berkata, "Bagaimana mungkin Tuhan meminta bukti iman dan cintaku dengan cara penyembah setan? Sebab hanya setan yang suka meminta korban manusia." Dan dengan mudahnya jika kita hidup di zaman itu maka kita akan menyebut bahwa Abraham sesat.

Dan mungkin akan lebih buruk lagi ketika istrinya tidak diberitahu bahwa Ishak akan dikorbankan. Mungkin orang akan tambah menghakimi Abraham dengan berkata, "Lihat, istrinya pun yang melahirkan anaknya itu bahkan tidak diberitahu tentang perkara penting itu."

Sungguh jika bukan adanya pengenalan roh Abraham yang kuat kepada Roh Tuhan, tidak mungkin Abraham sanggup menuntaskan perintah Tuhan yang ekstrim itu.

3. Gaya hidup Daud, "Tabut TUHAN itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN. Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama TUHAN semesta alam." - 2 Samuel 6:17-18

Bandingkan perbuatan Daud di atas dengan perbuatan Saul yang tertulis dalam 1 Samuel 13:9-14. Keduanya, baik Daud maupun Saul sama-sama sebagai seorang raja Israel mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan Tuhan. Dan sesungguhnya yang pantas melakukan korban bakaran adalah seorang imam, bukan seorang raja. Lalu mengapa ketika Daud melakukannya maka bangsa itu diberkati, sedangkan ketika Saul melakukannya malah dianggap Samuel sebagai perbuatan bodoh dan dihitung Tuhan sebagai tindakan pembangkangan?

Yang satu melakukan murni karena cintanya kepada Tuhan, sedangkan yang lain melakukannya karena egonya sendiri. Jika menurut buku aturan keimaman, apa yang dilakukan Daud adalah salah, namun karena cinta, hal itu jadi berbeda. Apakah Daud sungguh melanggar aturan keimaman? Tentu tidak. Mengapa? Karena hukum yang terutama ia jalankan, yakni Daud mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatannya.

4. Kemah atau Pondok Daud, "Maka suatu takhta akan ditegakkan dalam kasih setia dan di atasnya, dalam kemah Daud, akan duduk senantiasa seorang hakim yang menegakkan keadilan, dan yang segera melakukan kebenaran." - Yesaya 16:5

"'Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku,' demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini." - Amos 9:11-12

Selama sekian waktu bangsa Israel diajarkan mengenai bentuk Kemah Pertemuan atau Tabernakel yang semua detil rancangannya 100% copy paste dari apa yang Musa lihat di Sorga, namun setelah kerajaan Israel dan kerajaan Yehuda tidak ada lagi, justru Tuhan menjanjikan bentuk kemah lain, yakni Kemah Daud yang jauh lebih sederhana bentuknya daripada Tabernakel. Mengapa? Sekali lagi semua itu hanya karena kuasa cintanya Daud kepada Tuhan.

Apakah sebelumnya pernah ada tertulis tentang Kemah Daud ini? Apakah pernah ada orang melihat bentuk Kemah Daud di Sorga seperti Musa melihat rincian Tabernakel? Tidak pernah.

5. Mandat Hosea, "Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: 'Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN.'" - Hosea 1:2

Tahukah Anda bahwa apa yang Tuhan perintahkan kepada Hosea saat itu merupakan sesuatu yang sama sekali bertentangan dengan aturan tertulis akan keimaman dan hamba-hamba Tuhan?

Perhatikan Kitab Imamat pasal 21 mengenai aturan imam, "Ia harus mengambil seorang perempuan yang masih perawan. Seorang janda atau perempuan yang telah diceraikan atau yang dirusak kesuciannya atau perempuan sundal, janganlah diambil, melainkan harus seorang perawan dari antara orang-orang sebangsanya, supaya jangan ia melanggar kekudusan keturunannya di antara orang-orang sebangsanya, sebab Akulah TUHAN, yang menguduskan dia." - ayat 13-15

Bisa Anda bayangkan bahwa hari itu Hosea mendapat mandat pewahyuan langsung dari Tuhan yang isinya 100% bertentangan dengan aturan tertulis? Saya sendiri tidak bisa membayangkan hebatnya serangan dan cemooh yang harus Hosea terima dari rekan-rekan sejawatnya juga masyarakat hari itu. Mengawini perempuan sundal dan melahirkan anak-anak sundal karena perintah Tuhan, sebab Tuhan telah menghakimi negeri Israel bersundal hebat. Buat saya itu sebuah mandat yang mahaekstrim.

Jika bukan karena Hosea memiliki pengenalan akan Tuhan yang begitu dalam, tidak mungkin Hosea rela menempuh resiko seekstrim itu. Namun Hosea menyembah Tuhan dalam roh lebih dulu sehingga kebenaran tertulisnya baru mengikuti apa yang Roh Tuhan ilhamkan. Dan Hosea sangat mengerti bahwa yang tidak kelihatan itulah yang kekal, sedangkan yang kelihatan itulah yang sementara.

Ujian Roh, Ujian Cinta

Di tahun Ayin Chet 5778 - 2018 akan ada begitu banyak dari anak-anak Tuhan yang mengalami ujian roh karena Tuhan hendak memberikan seusatu yang baru, mulai dari apa yang belum pernah dilihat oleh mata, lalu apa yang belum pernah didengar oleh telinga bahkan yang paling misterius yang belum pernah timbul di dalam hati manusia, atau yang sama sekali tidak terpikirkan. 

Ujian ini memiliki resiko besar, mulai dari dicemooh ringan sampai dihujat sesat, apalagi hari-hari ini semakin jahat. Namun semakin buruk keadaannya, semakin mudah membuktikan siapa yang sungguh mengasihi Tuhan dan siapa yang selama ini hanya berpura-pura.

Tuhan tidak pernah puas hanya menyingkapkan sebagian yang bisa kita tahu, sebab sesungguhnya masih banyak yang hendak Beliau sampaikan, namun untuk hal itu Beliau sabar menantikan sampai kita sanggup menerima bahkan yang paling misterius itu, yang tak terpikirkan oleh hati kita.

Jenis ujian ini yang akan terus Tuhan pakai untuk memisahkan domba dari kambing, memisahkan gandum dari lalang, memisahkan yang bijaksana dari yang bodoh dan memisahkan yang setia dari yang jahat. 

Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

Tuesday, September 5, 2017

Ayin Chet 5778 - Vol. 2: Dua Undangan Terbuka Yesus Kristus

Perjanjian Baru mencatat akan dua tanda di langit, yakni:

1. Bintang Bethlehem di Kitab Injil Matius sebagai tanda dari awal Zaman Anugerah dan tanda ini tidak tertulis di kitab-kitab lainnya.

2. Bintang-bintang dalam Wahyu 12 sebagai tanda dari akhir Zaman Anugerah dan tanda inipun tidak tertulis di kitab-kitab lainnya selain di Kitab Wahyu.

Simak artikel sebelumnya: 

Dan sebagaimana dua tanda langit tersebut, begitu juga undangan terbuka Tuhan Yesus Kristus kepada kita semua:

1. Undangan yang pertama, yang hanya tertulis dalam Kitab Injil Matius,

"Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." - Matius 11:27-30

Pada saat undangan ini hendak disampaikan, Tuhan Yesus lebih dulu menyatakan bahwa Beliau telah dianugerahkan segala kuasa oleh Bapa karena relationship yang ada di antara Mereka. Jadi saat itu, Tuhan Yesus mengundang dengan atribut sebagai Penguasa atau Raja yang memiliki otoritas dan berdaulat sepenuhnya atas segala sesuatu yang ada.

Dan golongan yang diundang adalah mereka merasa telah begitu letih lesu dan memiliki beban hidup yang begitu berat, artinya adalah mereka yang benar-benar merasa sudah tidak punya harapan dan tidak lagi bisa mengandalkan apapun termasuk dirinya sendiri maupun kepercayaan dirinya.

Hanya mereka yang benar-benar membutuhkan Tuhan, yang benar-benar sudah "di ujung tanduk" atau at the end of the rope, yang bisa mendengar dan meresponi undangan ini. Dan mereka punya kerelaan untuk memikul kuk yang baru, yakni Yesus Kristus sendiri sebagai Raja yang lemah lembut dan rendah hati sehingga jiwa kita bisa mendapat ketenangan sekalipun keadaan di sekitar kita begitu buruk.


Jesus' Yoke - Kuk untuk sepasang lembu, inilah salah satu arti abjad Chet, di mana Calon Mempelai Pria (Vav) dan Calon Mempelai Wanita (Zayin) dipersatukan di bawah satu chuppah (kuk) sampai kita didapati layak memasuki Perjamuan Kawin Anak Domba.

Yang perlu kita sadari dari undangan ini adalah bahwa Tuhan Yesus bukan sekedar ingin kita menghambakan diri kepada-Nya, tetapi sebenarnya Dia mengajak kita untuk memikul kuk tersebut bersama-Nya. Itu sebabnya kuk ini dijamin enak & bebannya pun ringan sebab Tuhan Yesus ingin kita memikul bersama-Nya sehingga dalam perjalanan iman kita, kita bisa memperoleh sudut pandang dan pengertian yang sama dengan pikiran dan perasaan Kristus atas segala sesuatu yang bisa terjadi dalam hidup kita.

Bukankah kita telah diajarkan untuk tidak memiliki pasangan yang tidak seimbang? "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" - 2 Korintus 6:14. Dalam bahasa Inggrisnya disebutkan, "Do not be unequally yoked together with unbelievers." Artinya adalah jangan berpasangan atau menikah dengan orang yang tidak sama kuknya.

Jadi sesungguhnya, sejak awal Zaman Anugerah, Tuhan Yesus telah "melamar" kita untuk menjadi calon Mempelai Wanita-Nya saat Pesta Pernikahan Anak Domba melalui undangan pemasangan kuk yang baru ini. Dari ciptaan yang baru hingga menjadi manusia baru yang dewasa di dalam Kristus Yesus dan menjadi Mempelai Wanita yang pantas bersanding dengan Mempelai Pria Nan Agung.

2. Undangan yang kedua, yang hanya tertulis di Kitab Wahyu kepada Jemaat Laodikia,

"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." - Wahyu 3:20

Sesungguhnya Jemaat Laodikia merupakan jemaat terburuk dari ketujuh jemaat yang ada. Mengapa? Karena jemaat ini benar-benar telah menjadi suam dan kehilangan kasih mula-mula juga sangat sombong karena merasa sangat kaya dan digdaya, sekalipun mulut mereka mengakui Tuhan, namun hati mereka jauh dari Tuhan. Kombinasi kesuaman dan kesombongan mereka menjadi Tuhan muak dan mual sehingga Tuhan hendak memuntahkan mereka.

Sadarkah Anda bahwa semua jemaat adalah bagian dari Tubuh Kristus dan Kristus adalah Kepala Jemaat? Namun ketika Sang Kepala menjadi mual hingga ingin memuntahkan sebagian isi yang suam dari Tubuh-Nya, menurut Anda ke manakah Kristus akan memuntahkannya? Neraka! 

Inilah kondisi Gereja di akhir Zaman Anugerah, yakni merasa kaya dan sombong padahal sesungguhnya kondisi Gereja saat ini adalah melarat, malang, buta, miskin, dan telanjang. Gereja sudah tidak berdaya untuk bisa datang menghambakan diri kembali kepada Tuhan, karena sudah terlalu sarat dengan berhala lainnya, yakni memberhalakan diri dan kekayaannya sendiri.

Itu sebabnya pada undangan yang kedua Tuhan Yesuslah yang datang menghampiri kita, sedangkan pada undangan yang pertama kitalah yang diharapkan datang kepada-Nya. Untuk apa Tuhan datang kepada kita? Supaya Beliau masuk dan berdaulat penuh dalam hidup kita dan mencampakkan semua berhala yang membebani hidup kita. Semua berhala yang membuat kita merasa kaya dan sombong hendak ditukar dengan emas yang murni, pakaian putih (jubah) dan minyak untuk menjadi kita terang melihat.

Kesimpulan

Memasuki tahun Ibrani yang baru, Ayin Chet 5778, Tuhan menyampaikan dua undangan sekaligus untuk memasuki sebuah musim yang sama sekali baru, musim transisi besar, dari Zaman Anugerah yang berakhir kepada Masa Kerajaan (1000 Tahun). Sama seperti hujan awal dan hujan akhir yang menyatu di Akhir Zaman, demikian juga kedua undangan ini.

Ayo kenakan lagi kuk yang enak dan ringan itu, karena Tuhan Yesus tidak pernah menyerah bagi kita, Beliau tetap ingin kita berjalan bersama-Nya sampai kita menjadi menudia baru yang dewasa seutuhnya. Dan di sisi lain, persilakan Beliau masuk dan menjadi Raja serta Tuan Majikan yang berdaulat sepenuhnya atas rumah hidup kita. Relakan hati kita untuk terus ditegor dan dihajar sebab didikan Tuhan adalah jaminan keselamatan sekaligus jaminan kemenangan bagi kita sehingga pada akhirnya kita didudukkan bersama-sama dengan-Nya di atas Takhta Kudus-Nya untuk memerintah bersama dalam Masa Kerajaan 1000 Tahun dan dalam kekekalan.

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.

Thursday, August 3, 2017

Ayin Chet 5778 - Vol. 1: Jalan Perbudakan, Jalan Pengabdian

Ketika Zaman Anugerah telah berakhir, kita akan kembali kepada Zaman Hukum. Kembali kepada Zaman Hukum bukan berarti bahwa Injil dan semua yang Tuhan Yesus kotbahkan di Bukit (Matius 5 - 7) tidak berlaku lagi dan semua harus mengikuti pola hidup yang tertulis dalam Taurat. Namun hal ini berbicara tentang konsekuensi yang bisa terjadi jika kita masih terus mengabaikan didikan dan disiplin yang Tuhan kehendaki kepada masing-masing anak-anak-Nya, terutama jika masih menolak untuk terus memikul salib dan manyangkal diri.

Sebagai contoh, hukum berkata jika ada tindakan perzinahan maka hal itu dihitung sebagai perbuatan dosa. Sedangkan Tuhan Yesus menerapkan standar yang lebih tinggi lagi, yakni ketika memandang wanita sambil melakukan fantasi seksual di pikiran saja, tanpa adanya tindakan perzinahan, maka berdasarkan pikiran fantasi itu saja kita sudah dihitung berbuat dosa, Matius 5:28.

Begitu juga dalam hal pembunuhan, hukum berkata jika ada tindakan pembunuhan maka hal itu dihitung sebagai perbuatan dosa. Namun Tuhan Yesus berkata bahwa barangsiapa marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala, Matius 5:22.

Karena standar yang ditetapkan begitu tinggi, maka Tuhan Yesus menawarkan Diri-Nya sebagai Jaminan Agung melalui Karya Salib dalam suatu masa yang disebut sebagai Zaman Anugerah. Namun ketika Zaman Anugerah mencapai masa berakhirnya, maka satu sisi yang paling jarang dinyatakan kepada Gereja-Nya akan semakin dinyatakan, yakni karakter-Nya sebagai Api Cemburuan - El Kanna yang menghanguskan (Ibrani 12:29, Keluaran 34:14).

Apa yang menjadi akibat ketika Zaman Anugerah berakhir? 

"Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" - Wahyu 22:11

Kesempatan akan habis bagi mereka yang selama ini enggan untuk bertobat, masih mau menikmati dosanya dan yakin bahwa karakternya yang buruk tidak akan bisa diubah. Mereka telah jahat karena sekalipun telah mengecap anugerah, namun tidak mengerjakan keselamatannya dengan sungguh dan tidak sepenuh hati memikul salibnya dalam mengikut Kristus.

Namun bagi mereka yang terus berharap kepada Tuhan, yang merelakan hatinya untuk ditegor dan dihajar Tuhan serta bertobat dari waktu ke waktu, anugerah akan semakin melekat kepada mereka. Itu sebabnya yang jahat akan semakin jahat dan yang kudus akan semakin kudus. Domba dan kambing akan semakin nyata sejalan dengan berakhirnya Zaman Anugerah dan memasuki Masa Tribulasi.

Anugerah Chet Pada Ayin Chet 5778 Ini

Sebelum dilanjutkan, saya himbau Anda lebih dulu membaca tulisan sebelumnya yang berjudul 5778 - 2018 Dalam Sekilas Perenungan: Back To The Age Of Law.

Chet merupakan huruf ke-8 dalam alfabet Ibrani, yakni terdiri huruf Vav (6) di sisi kanan dan huruf Zayin (7) di sisi kiri dan disatukan oleh sebuah penghubung atau tudung (chuppah) dan kesatuan dari tiga bagian tersebut membentuk sebuah gerbang atau ambang pintu. Hal ini mengingatkan kita pada peristiwa Paskah pertama dalam sejarah,

"Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya." - Keluaran 12:7

"Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir." - Keluaran 12:12-13

Beberapa bulan lalu ketika saya merenungkan semuanya ini, tiba-tiba Tuhan Yesus berkata, "Nak, masuk 5778 butuh membubuhkan darah pada ambang pintu, namun darahnya bukan Darah-Ku, melainkan darah kalian." Hal ini mengingatkan saya dengan apa yang tertulis dalam Wahyu 12:10-11, bahwa Iblis dikalahkan dengan dua hal, yakni Darah Anak Domba dan perkataan kesaksian dari umat yang ditebus oleh Darah tersebut. Itu artinya kuasa kesaksian ini sama kuatnya dengan Darah Anak Domba.

Namun perkataan kesaksian yang bagaimanakah itu? Itu adalah kesaksian karena tidak mengasihi nyawa sendiri sampai ke dalam maut. Itu adalah kesaksian karena kasih dan cinta kepada Tuhan melebihi nyawa kita sendiri. 

"Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa." - Yohanes 12:25-26

Jalan Perbudakan, Jalan Pengabdian

Menarik sekali bahwa setelah Tuhan Yesus mengatakan perkara tidak mencintai nyawa kita sendiri di dunia ini, Beliau melanjutkan dengan perkara cara melayani-Nya dengan mengikuti-Nya di manapun Diri-Nya berada. 

Sekarang coba perhatikan ketentuan mengenai perbudakan berikut ini,

"Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa. Jika ia datang seorang diri saja, maka keluarpun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia. Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri. 

"Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup." - Keluaran 21:2-6

Setiap budak di tanah Israel wajib mengabdi kepada tuannya selama 6 tahun. Setelah budak itu menyelesaikan kewajibannya, maka ia akan menjadi orang yang merdeka sepenuhnya dan tidak di bawah perbudakan siapapun. Namun, ia bisa juga memilih untuk terus mengabdi kepada tuannya seumur hidupnya, dan hal itu hanya bisa dilakukan karena pertama-tama ia mencintai tuannya. Tanpa cinta kepada tuannya, mustahil ia akan mau menghabiskan sisa hidupnya sebagai budak.

Dan sebagai tanda bahwa ia adalah budak yang mengabdi seumur hidup karena cinta dan bukan budak karena memiliki kewajiban mengabdi, maka tuannya akan membawanya ke pintu atau tiang pintu (lambang dari Chet) untuk memasangkan tanda semacam anting-anting di telinganya sebagai tanda sah bahwa ia adalah budak yang mengabdi seumur hidup.

Perhatikan, bahwa ketika darah yang keluar dari telinga budak itu dan melekat pada tiang pintu, itulah yang dimaksud Tuhan sebagai darah yang harus ada untuk kita memasuki tahun yang baru Ayin Chet 5778 nanti. Artinya Tuhan hendak berkata bahwa jalan satu-satunya untuk kita berkemenangan memasuki masa yang baru, untuk kita bisa mengimbangi selesainya Zaman Anugerah, adalah ketetapan hati kita sendiri untuk total mengabdi kepada Tuhan karena kita lebih mencintai-Nya daripada kita mencintai diri kita sendiri. 

Di 5778 nanti, kita tidak bisa mengabdi kepada Tuhan karena kita tidak punya pilihan, atau karena hidup kita sudah hancur, atau karena kita merasa masa depan kita sudah suram. TIDAK! Namun kita mengabdi karena kita memang mencintai-Nya, simply because you love Him so much. Dan cinta itulah yang akan mengalahkan maut dan Iblis Naga Merah itu.

"Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!" - Kidung Agung 8:6

Tanpa menjadi budak-Nya yang mengabdi secara total dan penuh cinta seumur hidup, maka takkan ada kehidupan yang berkemenangan setelah Zaman Anugerah berakhir. Sedangkan mereka yang merasa memiliki kehendak bebas, merasa bahwa hidupnya masih miliknya sendiri, merasa bahwa dengan Tuhan masih bisa bernegosiasi, maka cepat atau lambat mereka akan mencapai satu titik, menyerah kepada Roh Tuhan atau diserahkan kepada kebinasaan dari egonya sendiri.

Jalan pengabdian sebagai budak, BUKAN jalan pengabdian sebagai hamba. Sebab hamba masih memiliki hak atas upah yang dia boleh terima, namun budak sama sekali tidak memiliki hak apapun, itu sebabnya hanya cinta kepada tuannya yang bisa memotivasinya untuk mengabdi seumur hidup. Budak tidak pernah menuntut upah atau apapun itu, budak mempersembahkan seluruh hidup dan hatinya kepada tuannya.

Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.