Labels

Thursday, August 3, 2017

Ayin Chet 5778 - Vol. 1: Jalan Perbudakan, Jalan Pengabdian

Ketika Zaman Anugerah telah berakhir, kita akan kembali kepada Zaman Hukum. Kembali kepada Zaman Hukum bukan berarti bahwa Injil dan semua yang Tuhan Yesus kotbahkan di Bukit (Matius 5 - 7) tidak berlaku lagi dan semua harus mengikuti pola hidup yang tertulis dalam Taurat. Namun hal ini berbicara tentang konsekuensi yang bisa terjadi jika kita masih terus mengabaikan didikan dan disiplin yang Tuhan kehendaki kepada masing-masing anak-anak-Nya, terutama jika masih menolak untuk terus memikul salib dan manyangkal diri.

Sebagai contoh, hukum berkata jika ada tindakan perzinahan maka hal itu dihitung sebagai perbuatan dosa. Sedangkan Tuhan Yesus menerapkan standar yang lebih tinggi lagi, yakni ketika memandang wanita sambil melakukan fantasi seksual di pikiran saja, tanpa adanya tindakan perzinahan, maka berdasarkan pikiran fantasi itu saja kita sudah dihitung berbuat dosa, Matius 5:28.

Begitu juga dalam hal pembunuhan, hukum berkata jika ada tindakan pembunuhan maka hal itu dihitung sebagai perbuatan dosa. Namun Tuhan Yesus berkata bahwa barangsiapa marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala, Matius 5:22.

Karena standar yang ditetapkan begitu tinggi, maka Tuhan Yesus menawarkan Diri-Nya sebagai Jaminan Agung melalui Karya Salib dalam suatu masa yang disebut sebagai Zaman Anugerah. Namun ketika Zaman Anugerah mencapai masa berakhirnya, maka satu sisi yang paling jarang dinyatakan kepada Gereja-Nya akan semakin dinyatakan, yakni karakter-Nya sebagai Api Cemburuan - El Kanna yang menghanguskan (Ibrani 12:29, Keluaran 34:14).

Apa yang menjadi akibat ketika Zaman Anugerah berakhir? 

"Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" - Wahyu 22:11

Kesempatan akan habis bagi mereka yang selama ini enggan untuk bertobat, masih mau menikmati dosanya dan yakin bahwa karakternya yang buruk tidak akan bisa diubah. Mereka telah jahat karena sekalipun telah mengecap anugerah, namun tidak mengerjakan keselamatannya dengan sungguh dan tidak sepenuh hati memikul salibnya dalam mengikut Kristus.

Namun bagi mereka yang terus berharap kepada Tuhan, yang merelakan hatinya untuk ditegor dan dihajar Tuhan serta bertobat dari waktu ke waktu, anugerah akan semakin melekat kepada mereka. Itu sebabnya yang jahat akan semakin jahat dan yang kudus akan semakin kudus. Domba dan kambing akan semakin nyata sejalan dengan berakhirnya Zaman Anugerah dan memasuki Masa Tribulasi.

Anugerah Chet Pada Ayin Chet 5778 Ini

Sebelum dilanjutkan, saya himbau Anda lebih dulu membaca tulisan sebelumnya yang berjudul 5778 - 2018 Dalam Sekilas Perenungan: Back To The Age Of Law.

Chet merupakan huruf ke-8 dalam alfabet Ibrani, yakni terdiri huruf Vav (6) di sisi kanan dan huruf Zayin (7) di sisi kiri dan disatukan oleh sebuah penghubung atau tudung (chuppah) dan kesatuan dari tiga bagian tersebut membentuk sebuah gerbang atau ambang pintu. Hal ini mengingatkan kita pada peristiwa Paskah pertama dalam sejarah,

"Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya." - Keluaran 12:7

"Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir." - Keluaran 12:12-13

Beberapa bulan lalu ketika saya merenungkan semuanya ini, tiba-tiba Tuhan Yesus berkata, "Nak, masuk 5778 butuh membubuhkan darah pada ambang pintu, namun darahnya bukan Darah-Ku, melainkan darah kalian." Hal ini mengingatkan saya dengan apa yang tertulis dalam Wahyu 12:10-11, bahwa Iblis dikalahkan dengan dua hal, yakni Darah Anak Domba dan perkataan kesaksian dari umat yang ditebus oleh Darah tersebut. Itu artinya kuasa kesaksian ini sama kuatnya dengan Darah Anak Domba.

Namun perkataan kesaksian yang bagaimanakah itu? Itu adalah kesaksian karena tidak mengasihi nyawa sendiri sampai ke dalam maut. Itu adalah kesaksian karena kasih dan cinta kepada Tuhan melebihi nyawa kita sendiri. 

"Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa." - Yohanes 12:25-26

Jalan Perbudakan, Jalan Pengabdian

Menarik sekali bahwa setelah Tuhan Yesus mengatakan perkara tidak mencintai nyawa kita sendiri di dunia ini, Beliau melanjutkan dengan perkara cara melayani-Nya dengan mengikuti-Nya di manapun Diri-Nya berada. 

Sekarang coba perhatikan ketentuan mengenai perbudakan berikut ini,

"Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa. Jika ia datang seorang diri saja, maka keluarpun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia. Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri. 

"Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup." - Keluaran 21:2-6

Setiap budak di tanah Israel wajib mengabdi kepada tuannya selama 6 tahun. Setelah budak itu menyelesaikan kewajibannya, maka ia akan menjadi orang yang merdeka sepenuhnya dan tidak di bawah perbudakan siapapun. Namun, ia bisa juga memilih untuk terus mengabdi kepada tuannya seumur hidupnya, dan hal itu hanya bisa dilakukan karena pertama-tama ia mencintai tuannya. Tanpa cinta kepada tuannya, mustahil ia akan mau menghabiskan sisa hidupnya sebagai budak.

Dan sebagai tanda bahwa ia adalah budak yang mengabdi seumur hidup karena cinta dan bukan budak karena memiliki kewajiban mengabdi, maka tuannya akan membawanya ke pintu atau tiang pintu (lambang dari Chet) untuk memasangkan tanda semacam anting-anting di telinganya sebagai tanda sah bahwa ia adalah budak yang mengabdi seumur hidup.

Perhatikan, bahwa ketika darah yang keluar dari telinga budak itu dan melekat pada tiang pintu, itulah yang dimaksud Tuhan sebagai darah yang harus ada untuk kita memasuki tahun yang baru Ayin Chet 5778 nanti. Artinya Tuhan hendak berkata bahwa jalan satu-satunya untuk kita berkemenangan memasuki masa yang baru, untuk kita bisa mengimbangi selesainya Zaman Anugerah, adalah ketetapan hati kita sendiri untuk total mengabdi kepada Tuhan karena kita lebih mencintai-Nya daripada kita mencintai diri kita sendiri. 

Di 5778 nanti, kita tidak bisa mengabdi kepada Tuhan karena kita tidak punya pilihan, atau karena hidup kita sudah hancur, atau karena kita merasa masa depan kita sudah suram. TIDAK! Namun kita mengabdi karena kita memang mencintai-Nya, simply because you love Him so much. Dan cinta itulah yang akan mengalahkan maut dan Iblis Naga Merah itu.

"Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!" - Kidung Agung 8:6

Tanpa menjadi budak-Nya yang mengabdi secara total dan penuh cinta seumur hidup, maka takkan ada kehidupan yang berkemenangan setelah Zaman Anugerah berakhir. Sedangkan mereka yang merasa memiliki kehendak bebas, merasa bahwa hidupnya masih miliknya sendiri, merasa bahwa dengan Tuhan masih bisa bernegosiasi, maka cepat atau lambat mereka akan mencapai satu titik, menyerah kepada Roh Tuhan atau diserahkan kepada kebinasaan dari egonya sendiri.

Jalan pengabdian sebagai budak, BUKAN jalan pengabdian sebagai hamba. Sebab hamba masih memiliki hak atas upah yang dia boleh terima, namun budak sama sekali tidak memiliki hak apapun, itu sebabnya hanya cinta kepada tuannya yang bisa memotivasinya untuk mengabdi seumur hidup. Budak tidak pernah menuntut upah atau apapun itu, budak mempersembahkan seluruh hidup dan hatinya kepada tuannya.

Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.

Thursday, June 29, 2017

Pasukan Gada Besi - The True Faceless Generation

"Maka ia melahirkan seorang anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya." - Wahyu 12:5

" ... and have tasted the good word of God and the powers of the age to come, ..." - Hebrew 6:5 (NKJV)

Ketika sampai pada pernyataan yang tertulis dalam Wahyu 12:5 maka ada beberapa penafsiran yang dibuat berkenaan dengan anak laki-laki yang disebutkan dalam ayat tersebut. Ada yang menganggap bahwa anak itu ialah Yesus Kristus, ada pula yang menganggap bahwa anak itu adalah mereka yang ikut dalam pengangkatan (Rapture).

Bagi mereka yang menafsirkan bahwa anak laki-laki itu adalah Yesus Kristus, jelas hal itu keliru, sebab Yesus Kristus telah memiliki bintang-Nya sendiri (Matius 2:1-2), yakni yang ditemukan oleh para Majus pada dua ribu tahun yang lalu. Namun bagi mereka yang menafsirkan bahwa anak laki-laki ini adalah mereka yang ikut dalam pengangkatan, hal itu tidak sepenuhnya tepat. Mengapa? Sebab hal itu tidak serta merta membenarkan bahwa pengangkatan (Rapture) akan terjadi pada 23 September 2017.

Ingat, bahwa pengangkatan (Rapture) berlangsung dalam sekejap mata, sedangkan tanda di langit yang menyatakan anak laki-laki ini dibawa lari ke Takhta Allah akan berlangsung selama setahun Ibrani penuh, yakni dari 23 September 2017 hingga 10 September 2018.

Jadi siapakah anak laki-laki ini?

1. Mereka adalah Pasukan Gada Besi yang akan mendemonstrasikan kuasa Tuhan (signs and wonders, Joel 2:28-32) dalam tingkat kuasa yang berbeda daripada yang pernah ada sebelumnya, yakni The Powers Of The Age To Come.


2. Mereka adalah dua pohon zaitun dan dua kaki dian yang merupakan bagian dari Dua Saksi Allah (Wahyu 11:3-5) yang akan bertugas di bawah komando Musa dan Elia selama 1260 hari.

3. Mereka adalah pasukan yang akan berhadapan langsung (head to head) dengan Antikristus pada Masa Tribulasi. 

"Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa." - Wahyu 13:7

Orang-orang kudus ini termasuk di antaranya adalah Pasukan Gada Besi yang dikiaskan sebagai anak laki-laki tersebut.

4. Mereka adalah generasi terakhir yang akan merampungkan dan menyempurnakan kesaksian-kesaksian iman dari semua pahlawan iman pendahulu mereka, mulai dari Habel hingga generasi yang tepat di atas mereka.

"Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan." - Ibrani 11:39-40
5. Mereka adalah anak-anak Tuhan sejati yang tidak menolak seberat apapun didikan Tuhan dalam hidup mereka supaya mereka benar-benar menjadi bagian dalam kekudusan Allah. Karena didikan yang mereka terima sesungguhnya jauh di atas rata-rata kebanyakan umat, merekalah yang disebut Faceless, Nameless, Selfless, Nobodies Generation. Merekalah para Jedidyah-Nya, yang dihajar dan dididik karena mereka sungguh dikasihi Jehovah. 

"Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." - Ibrani 12:5-6

Jedidiah in Hebrew means beloved of Jehovah.

6. Mereka adalah generasi terakhir yang memiliki tanggung jawab terbesar dan terberat, yang memiliki kuasa untuk menghakimi semua orang, sekaligus yang didesain untuk memerintah satu Takhta dengan Tuhan dalam kekekalan melalui didikan demi didikan Tuhan yang mereka alami.

"Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel." - Ibrani 12:22-24

"Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya." - Wahyu 3:19-21

Mereka pernah jatuh dalam kesombongannya karena merasa hebat dan kaya, namun mereka bertobat dan merelakan diri untuk dididik dan dihajar serta menjadi tawanan Roh Kudus hingga mereka berkemenangan atas ego mereka sendiri. Mereka memilih untuk bersikap miskin di hadapan Allah dalam segala perkara.


7. Mereka adalah pasukan elit di hadapan Tuhan karena cinta mereka yang sedemikian besar kepada Tuhan yang berkuasa menjatuhkan Iblis karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka hingga ke dalam maut sekalipun.

"Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat." - Wahyu 12:10-12

Pada saat hal ini terjadi, ketika langit telah digoncangkan, bumi dan laut akan mengalami berbagai kesusahan karena Naga telah jatuh dan hadir di bumi dan tak lama setelah itu dua binatang Antikristus akan muncul dari dalam laut dan dari dalam bumi.

8. Mereka adalah The Last Days Remnant Church, yakni yang telah lulus dari penghakiman dalam Rumah Tuhan sebelum mereka menerima kuasa untuk menghakimi semua orang. Merekalah sisa dari Gereja di Akhir Zaman, segelintir orang saja, yang telah menjadi bagian dari kerajaan yang tak tergoncangkan.

"Pada hari itu engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap Aku, sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus. Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN, yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya." - Zefanya 3:11-13

"Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan." - Ibrani 12:28-29

"Tetapi pada waktu itu sisa orang Israel dan orang yang terluput di antara kaum keturunan Yakub, tidak akan bersandar lagi kepada yang mengalahkannya, tetapi akan bersandar kepada TUHAN, Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tetap setia. Suatu sisa akan kembali, sisa Yakub akan bertobat di hadapan Allah yang perkasa. Sebab sekalipun bangsamu, hai Israel, seperti pasir di laut banyaknya, namun hanya sisanya akan kembali. TUHAN telah memastikan datangnya kebinasaan dan dari situ timbul keadilan yang meluap-luap. Sungguh, kebinasaan yang sudah pasti akan dilaksanakan di atas seluruh bumi oleh Tuhan, TUHAN semesta alam." - Yesaya 10:20-23

Bahkan sejak zaman Yesaya, Tuhan telah menubuatkannya suatu sisa dari kaum yang besar, yakni mereka yang tidak ditimpa kebinasaan dan luput dari keadilan yang meluap-luap, yakni penghakiman Tuhan atas Rumah-Nya sendiri.

9. Mereka adalah pekerja jam ke-11 atau pekerja jam 5 sore yang menerima upah sama dengan semua pekerja lainnya, yakni sedinar penuh, hanya karena anugerah Sang Tuan.

"Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku." - Matius 20:6-7

Mengapa pekerja jam ke-11 ini didapati menganggur oleh Sang Tuan? Bukan karena mereka malas, namun karena mereka dipandang sebagai yang paling tidak layak untuk dipekerjakan. Itu sebabnya tidak ada yang mau mengupah mereka. Dan ketika mereka dipekerjakan, mereka tidak pernah membicarakan besar upah yang akan mereka terima, mereka hanya percaya kepada kebaikan Sang Tuan, mereka tidak pernah bisa lagi percaya kepada kekuatan mereka sendiri. Inilah yang menyebabkan mereka memiliki syarat Faceless, Nameless, Selfless & Nobodies Generation.

10. Mereka adalah Generasi ke-42 dari Silsilah Tuhan Yesus yang tertulis dalam Kitab Injil Matius pasal 1.

Anak laki-laki yang dilahirkan pada 23 September 2017 merupakan generasi ke-42 yang tertulis di Matius 1:1-16, sebab dalam silsilah Yesus Kristus itu hanya ada 41 nama, Nama Yesus merupakan nama yang ke-41. Hal ini telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya sekitar 2.500 tahun yang lalu,

"Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya." - Yesaya 53:7-10

Dalam Alkitab versi New King James tertulis:

"He was oppressed and He was afflicted, Yet He opened not His mouth; He was led as a lamb to the slaughter, And as a sheep before its shearers is silent, So He opened not His mouth. He was taken from prison and from judgment, And who will declare His generation? For He was cut off from the land of the living; For the transgressions of My people He was stricken. And they made His grave with the wicked. But with the rich at His death, Because He had done no violence, Nor [was any] deceit in His mouth. Yet it pleased the LORD to bruise Him; He has put [Him] to grief. When You make His soul an offering for sin, He shall see [His] seed, He shall prolong [His] days, And the pleasure of the LORD shall prosper in His hand." - Isaiah 53:7-10 (NKJV)

Kita tentu sudah sering melihat dan mendengar ayat tersebut di atas, terutama setiap perayaan Paskah. Ayat ini merujuk kepada Yesus Kristus, Anak Domba Allah yang disalib menjadi korban penebusan untuk menebus dosa kita semua. Lalu siapakah yang dimaksud sebagai benih keturunan-Nya?

Elohim melalui nabi Yesaya telah menubuatkan bahwa Yesus akan mendeklarasikan keturunan-Nya, dan melihat benih-Nya dilahirkan, yakni buah yang dihasilkan dari persekutuan yang intim antara Roh Kristus dengan Gereja sejati (Perempuan dalam Wahyu 12), dan itulah yang akan mulai terjadi di 23 September 2017.

Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.

Aku ini mencari orang yang Aku wahyukan apapun, Aku beri berapapun, Aku percayakan bagaimanapun, bahkan Aku telanjang di depannya sekalipun, Aku tidak perlu khawatir bahwa orang itu akan mencuri kemuliaan-Ku.

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.